37 Pengmas UI 2022 - DPPM Pandeglang, Banten bagaimana peran guru dan pendampingan dukungan psikososial bagi peserta didik. Kemudian tim pengabdi juga melakukan focus group discussion (FGD) bersama mahasiswa dan penilaian tingkat gangguan psikologis guru. Banten menjadi sasaran program ini karena merupakan daerah dengan kasus COVID-19 tertinggi kelima di Indonesia dengan jumlah kasus terkonfirmasi 328,755 (5.2%). Kondisi ini memberikan dampak yang sangat sulit bagi dunia pendidikan. Melalui program ini diharapkan tingkat resiliensi peserta didik dan guru dapat meningkat dan mendapatkan dukungan psikososial yang baik. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan kondusif. Gambar 1. Pengisian kuesioner Gambar 2. Penyampaian materi Gambar 3. Para peserta Gambar 4. Ice breaking 2 3 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 38 Pandeglang, Banten BANGUN MINAT LITERASI DI DESA RAMEA, KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN METODE READ ALOUD Dr. Retno Lestari, M.Si. Literasi adalah kunci untuk membuka pintu menuju kemajuan suatu bangsa, karena literasi mendorong terbukanya cakrawala yang berimplikasi pada kemajuan sumber daya manusia suatu negara. Namun, sungguh disayangkan masih ada beberapa daerah di Indonesia yang masih memiliki tingkat literasi yang rendah, salah satunya adalah Desa Ramea. Desa Ramea sendiri merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Desa Ramea memiliki 3 Sekolah Dasar (SD), 1 Taman Kanak-Kanak (TK), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun, masih terdapat siswa Sekolah Dasar yang belum dapat membaca, meskipun berada di kelas besar (4-6 SD). Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan sekolah sempat ditutup. Minat literasi anak-anak di desa tersebut juga masih tergolong rendah. Meskipun ada taman baca di desa, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Melihat hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama dengan mitra yang dalam hal ini adalah Desa Ramea berupaya meningkatkan literasi dengan metode read aloud dan pembuatan pojok baca. Kegiatan ini melibatkan 50 Siswa/i Sekolah Dasar di Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dengan rentang waktu September hingga Oktober 2022 di SDN Ramae 2. Tim berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan minat literasi usia Sekolah Dasar di Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Selain itu, melalui adanya Pojok Jendela Ilmu, diharapkan dapat menjadi keberlanjutan program dan membangun budaya baca masyarakat Desa Ramea. Metode read aloud adalah metode mengajarkan membaca yang paling efektif untuk anak-anak karena dengan metode ini kita bisa mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, 2015). Kegiatan ini dilaksanakan di tempat yang luas dengan beberapa mahasiswa yang menjadi pembaca, dan anak-anak yang menyimak. Anak-anak juga diberikan masingmasing buku yang sama seperti yang dibacakan. Selain upaya membangun minat baca dengan metode read aloud dan melihat potensi adanya taman baca di desa yang belum dimanfaatkan secara maksimal, tim pengabdi mengembangkan taman bacaan tersebut sehingga diminati oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui adanya koleksi buku baru dan renovasi taman baca, anak-anak tertarik untuk membaca 1
39 Pengmas UI 2022 - DPPM Pandeglang, Banten dan lebih semangat belajar membaca. Pojok baca atau yang disebut sebagai “Pojok Jendela Ilmu” ini merupakan suatu ruang di mana anak-anak di Desa Ramea dapat memanfaatkannya sebagai tempat membaca buku. Buku didapatkan dari donasi yang digalang oleh tim pengabdi sebelum melakukan aksi di lapangan dan beberapa di antaranya dibeli oleh tim pengabdi. Koleksi buku disesuaikan dengan usia siswa Sekolah Dasar. Sebagai upaya pengawasan dan monitoring secara langsung kebermanfaatan dari Pojok Jendela Ilmu ini, tim pengabdi meminta partisipasi dari Pramuka Penegak Pandeglang untuk melakukan pengawasan dan monitoring langsung di lokasi. Selain itu, pelaksanaan program ini tentunya memerlukan partisipasi aktif dari mitra dan pemangku kepentingan terkait. Implementasi kegiatan melibatkan banyak pihak dari pemerintah hingga masyarakat setempat, yang mempunyai peran tersendiri. Mitra dan pemangku kepentingan terkait lebih mengenal daerah sasaran sehingga perlu diajak kolaborasi sebagai pertimbangan dan kontrol pada kegiatan ini. Terdapat berbagai kegiatan yang dilaksanakan sehingga diharapkan masyarakat dapat berperan secara representatif. Tim pengabdi tidak dapat bertindak setiap hari secara langsung di lapangan. Maka dari itu, peran masyarakat diperlukan untuk memastikan program yang terus berkelanjutan. Melalui program ini, Tim Pengabdian Masyarakat FMIPA UI berkomitmen untuk mengembangkan taman baca tersebut agar diminati oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan adanya koleksi buku yang baru dan renovasi taman baca, diharapkan anak-anak akan semakin tertarik dan semangat belajar membaca. Hal ini menjadi peluang yang dapat membuka pintu menuju masa depan yang cerah bagi sumber daya manusia di Desa Ramea. Gambar 1. Kegiatan Read Aloud Gambar 2. Penyampaian materi Gambar 3. Pemabgain paket buku ke peserta 23
Pengmas UI 2022 - DPPM 40 Pandeglang, Banten FK UI MENGEDUKASI SISWA/I SMAN 15 KECAMATAN CARITA MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEPUTIHAN dr. Ardiana Kusumaningrum, SpMK(K) dr. Ardiana Kusumaningrum, SpMK(K) bersama dengan tim pengabdian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) melakukan “Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Keputihan pada Siswa SMAN 15 Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang” pada Mei hingga Desember 2022. Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 siswa/i SMAN 15 Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penyampaian materi pelatihan dibedakan menjadi 3, yaitu materi untuk siswa, siswai, dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang dilakukan secara paralel pada 3 ruang kelas besar. Sebelum pelatihan, dilakukan pre test melalui Google Form yang berkoordinasi dengan guru dan pembina PMR. Hal ini dilakukan untuk menilai pengetahuan peserta dan mengidentifikasi permasalahan teknis terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkup kesehatan reproduksi. Setelah pelatihan, peserta diminta mengisi post test untuk mengevaluasi pengetahuan dan pemahaman setelah dilakukan intervensi. Pada hasil post test, 97,4% (111 dari 114 peserta) merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan dan terdapat peningkatan pengetahuan pada setiap aspek yang dilakukan edukasi, yaitu pada pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, penyakit infeksi menular seksual serta perilaku hidup bersih dan sehat. Peserta pada kelompok pengurus PMR tampak dengan antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan mampu menjelaskan kembali materi yang disampaikan. Dengan edukasi ini, diharapkan para anggota PMR dapat menjadi duta yang memberikan informasi awal terkait kesehatan reproduksi dan permasalahannya pada remaja melalui program kerja PMR pendampingan teman sebaya. 1
41 Pengmas UI 2022 - DPPM Pandeglang, Banten Edukasi ini ditujukan agar siswa mengetahui lingkup kesehatan reproduksi serta mengenal risiko dan gejala infeksi menular seksual. Selain itu agar siswa mengetahui serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan yang dilaksanakan selama 8 bulan ini, diawali dengan dilakukan pemilihan sekolah dan peserta pelatihan yang diikuti dengan penjelasan kegiatan yang akan dilakukan pada bulan pertama. Selanjutnya tim pengabdi menyampaikan rencana kegiatan dan menjelaskan peran aktif guru serta siswa yang diharapkan. Pada bulan ketiga, dilanjut dengan pengembangan materi edukasi sesuai dengan informasi awal yang diperoleh dari pihak sekolah serta penyusunan soal pre test. Tim pengabdi juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam perencanaan kegiatan edukasi yang dijadwalkan pada akhir bulan ke empat. Dua pekan sebelum pelaksanaan edukasi, disebarkan pre test untuk menilai pengetahuan dasar terkait dengan kesehatan reproduksi. Materi yang menjadi bahan edukasi disusun menjadi luaran dalam bentuk buku saku serta aplikasi berbasis android yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari. Luaran buku yang berjudul “Kesehatan Reproduksi Remaja dan Infeksi Menular Seksual” akan dilakukan pengajuan nomor ISBN dan luaran aplikasi berbasis android akan diajukan sebagai Hak Kekayaan Intelektualitas (HKI). Di Akhir periode kegiatan, tim pengabdi membagikan media edukasi berupa buku saku serta memberikan akses aplikasi kesehatan reproduksi kepada mitra dan beberapa institusi. Program edukasi kesehatan reproduksi remaja dirancang untuk memastikan setiap siswa mengetahui aspek terkait kesehatan reproduksi yang seharusnya diterapkan dalam menjaga kesehatan harian. Kecurigaan keputihan patologis dapat dilakukan dengan memperhatikan gejala dan tanda yang terjadi. Perilaku hidup bersih dan sehat terutama terkait dengan organ kewanitaan akan membantu dalam mencegah kejadian keputihan patologis. Setelah rangkaian kegiatan edukasi dilaksanakan, tim pengabdi akan terus komunikasi dan melakukan pendampingan secara daring kepada pengurus PMR, sehingga tim dapat mengetahui kebutuhan informasi kesehatan yang relevan. Tim pengabdi juga mengisi materi pada kegiatan PMR lanjutan melalui media Google Meet. Gambar 1. Edukasi Kesehatan Reproduksi sesi 1 Gambar 2. Edukasi Kesehatan Reproduksi sesi 2 Gambar 3. Aplikasi 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 42 Pandeglang, Banten MENGATASI STIGMA DAN MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MELALUI BUDIDAYA LOBSTER UNTUK OYPMK DI PEMUKIMAN KUSTA SITANALA, BANTEN Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) Penyakit kusta atau Lepra, juga dikenal sebagai Morbus Hansen, merupakan infeksi kronis yang mempengaruhi kulit, saraf, dan organ lainnya. Bakteri Mycobacterium leprae menjadi penyebab utama penyakit ini. Penularan terjadi melalui droplet saluran pernafasan, terutama setelah kontak yang lama dan erat dengan penderita yang belum mendapatkan pengobatan. Kusta memiliki dampak yang cukup serius, menyebabkan kecacatan permanen pada tangan, kaki, atau mata. Namun, istilah “disabilitas” kini lebih digunakan daripada “kecacatan”. Disabilitas ini dapat memicu stigmatisasi dan diskriminasi sosial, ekonomi, dan budaya terhadap penderita dan keluarganya. Di Indonesia, kusta masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia setelah India dan Brazil dalam jumlah kasus kusta. Prevalensi kusta di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 0,49 per 10.000 penduduk, dengan angka penemuan kasus baru sebesar 4,12 per 100.000 penduduk. Target eliminasi kusta di tingkat provinsi seharusnya tercapai pada tahun 2019, tetapi masih ada enam provinsi yang belum mencapainya. Pemerintah Indonesia berharap dapat mencapai status eliminasi kusta di semua kabupaten/ kota pada tahun 2024, dengan prevalensi kusta kurang dari 1 per 10.000 penduduk. Penyakit kusta tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menimbulkan masalah ekonomi, psikologi, sosial, dan budaya. Stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta masih banyak terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Penderita kusta dan keluarganya sering kali mengalami depresi, isolasi sosial, dan kehilangan pekerjaan. Untuk mengatasi masalah ini, tim KATAMATAKU dari Universitas Indonesia melakukan program “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Kewirausahaan untuk Usia Produktif di Pemukiman Kusta Sitanala, Bante”, yang dihuni oleh komunitas kusta atau Orang yang Pernah Menderita Kusta (OYPMK). Program ini melibatkan kolaborasi departemen Ilmu Kesehatan Mata, Dermatologi, Kedokteran Gigi, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Ilmu Politik, Ilmu Budaya, Hukum, MIPA, Teknik, Ilmu Administrasi, dan Ilmu Komputer. “Anak-anak penderita kusta yang malu ke sekolah karena takut diejek teman-temannya dan diskriminasi peluang kerja akibat kekeliruan persepsi merupakan hal-hal yang dapat menciptakan kemiskinan,” ujar Ketua Tim Katamataku UI, Yunia Irawati, Minggu (30/10/2022). Kegiatan yang dilaksanakan dalam kurung waktu Maret 1
43 Pengmas UI 2022 - DPPM Pandeglang, Banten hingga Desember oleh Katamataku UI ini merupakan program berkelanjutan jangka panjang, hingga setelah diimplementasikan pada para penderita kusta, keluarga dan masyarakat di komunitas tersebut diharapkan siap menjadi kampung yang sehat dan produktif. Kegiatan ini diikuti oleh 113 peserta yang terdiri dari 68 peserta anak usia 6-20 tahun dan 45 peserta OYPMK. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembinaan masyarakat dalam pengolahan sampah organik dan pembuatan instalasi hidroponik. Selama pandemi, kelompok ini juga melakukan bercocok tanam dan budidaya ikan gabus secara sederhana. Potensi ini kemudian mengarah pada pengembangan kegiatan budidaya udang lobster, yang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Tim KATAMATAKU memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai budidaya udang lobster. Pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan lahan, penyediaan pakan, pencegahan hama dan penyakit, pemeliharaan, panen, hingga penanganan pasca panen. Dalam upaya untuk memberdayakan komunitas kusta secara ekonomi, tim juga membantu dalam pengembangan merek dan strategi pemasaran produk hasil pembinaan. Mereka memberikan pelatihan strategi pemasaran digital dan non-digital agar produk dapat dipasarkan secara efektif. Selain manfaat ekonomi yang diharapkan, program ini juga bertujuan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta. Dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan yang bermanfaat dan memberdayakan, diharapkan persepsi masyarakat terhadap kusta dapat berubah. Melalui peningkatan keterampilan budidaya dan kewirausahaan, komunitas kusta di Kampung Sitanala dapat menjadi mandiri dalam menjalankan usaha budidaya udang lobster. Program ini bukan hanya tentang budidaya udang lobster, tetapi juga tentang memberikan harapan baru bagi penderita kusta dan keluarga mereka. Masyarakat sekitar diharapkan dapat melihat potensi dan kontribusi yang dapat diberikan oleh mereka, bukan melihat mereka sebagai sumber penyakit atau bencana. Dalam mengatasi masalah kusta, pendekatan yang komprehensif dan melibatkan semua pihak sangat diperlukan. Program pengabdian masyarakat ini adalah langkah awal yang inspiratif dalam mengubah stereotip dan membangun masa depan yang lebih baik bagi komunitas kusta. Gambar 1. Perakitan kolam lobster untuk bidadaya lobster Gambar 2. Budidaya tanaman hidroponik 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 44 Pandeglang, Banten OPTIMALISASI PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PRODUKSI SABUN CACAO DI DESA SOBANG Dr. Bambang Heru Susanto, S.T., M.T. Pembangunan desa berkelanjutan menjadi fokus pemerintah Indonesia dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional. Namun, selama dua tahun terakhir, pencapaian Indonesia dalam tujuan pembangunan berkelanjutan mengalami penurunan peringkat, menurun dari peringkat 98 pada tahun 2016 menjadi peringkat 101 pada tahun 2020. Untuk mengatasi hal ini, optimalisasi pembangunan desa berkelanjutan melalui program desa dan kemitraan dengan pihak luar desa menjadi langkah yang diperlukan. Salah satu desa yang menjadi target optimalisasi pembangunan berkelanjutan adalah Desa Sobang, yang terletak di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Desa Sobang bersama tiga desa lainnya di kecamatan Sobang memiliki status desa tertinggal berdasarkan indikator Indeks 1 23
45 Pengmas UI 2022 - DPPM Pandeglang, Banten Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Namun, Desa Sobang memiliki potensi Kakao yang dapat menjadi penggerak ekonomi desa dan membantu keluar dari status desa tertinggal. Sejalan dengan itu, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Sobang. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan produksi sabun Cacao khas Desa Sobang dan penguatan pemasaran online. Dengan memberdayakan masyarakat Desa Sobang melalui pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi di kecamatan Sobang. Rangkaian pelatihan dilakukan pada tanggal 24 September 2022 di kantor Desa Sobang, dihadiri oleh 20 warga Desa Sobang dan 20 aparat pemerintah setempat. Mayoritas peserta adalah perempuan dengan tingkat pendidikan Sarjana, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan berada pada usia produktif (26-45 tahun). Kegiatan ini juga memberikan wawasan baru kepada aparat pemerintah Desa Sobang yang sebelumnya tidak mengetahui potensi Kakao yang dimiliki oleh desa mereka. Dalam survei yang dilakukan setelah pelatihan, 81 persen peserta menyatakan bahwa program pengabdian masyarakat UI sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi Desa Sobang, serta dapat diimplementasikan secara mandiri. Hal ini menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan ini. Tim pengabdi menawarkan solusi untuk mengembangkan perilaku wirausaha pada masyarakat Desa Sobang yang berusia produktif dengan memanfaatkan potensi alam sekitar. Pelatihan teknis pembuatan sabun Cacao menjadi fokus utama kegiatan ini, disertai dengan pelatihan keilmuan wirausaha untuk menjalankan bisnis. Potensi Kakao yang dimiliki Desa Sobang dapat dimanfaatkan melalui pendekatan teknologi industri melalui pembuatan sabun cacao. Pelatihan meliputi berbagai aspek, mulai dari formulasi sabun Cacao, teknik pemisahan bahan alam, teknik produksi sabun cold and hot process, hingga ilmu ekonomi dan kewirausahaan. Diharapkan pelatihan ini dapat mendorong berkembangnya kewirausahaan di Desa Sobang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program pelatihan produksi sabun Cacao di Desa Sobang merupakan langkah konkret dalam optimalisasi pembangunan desa berkelanjutan. Program ini menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Sobang dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha mereka sendiri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa secara berkelanjutan. Gambar 1. Persiapan alat dan bahan pelatihan pembuatan sabun Gambar 2. Proses kegiatan pelatihan pembuatan sabun Gambar 3. Pembawaan materi mengenai UMKM oleh Ary Maulana, S.Sos Gambar 4. hasil sabun yang dibuat oleh peserta desa Sobang 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 46 Pandeglang, Banten TIM UI LAKUKAN PENDAMPINGAN KELUARGA BALITA STUNTING DI KECAMATAN CIPEUCANG, PANDEGLANG Dessie Wanda, S.Kp., MN., PhD Stunting sudah sering sekali terdengar dan terjadi di lingkungan sekitar. Stunting sendiri merupakan kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat malnutrisi jangka panjang yang ditandai dengan tinggi badan atau panjang badan dibawah normal. Anak dengan stunting diprediksi mengalami perkembangan yang lebih lambat dari anak seusianya. Bahkan dapat mengakibatkan produktivitas belajar dan kerja rendah hingga pendapatan yang lebih rendah di masa mendatang. Intervensi pada anak stunting dilakukan secara komprehensif mulai dari tatanan keluarga. Angka kejadian stunting di Indonesia masih terbilang tinggi dan salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting yang tinggi adalah Kabupaten Pandeglang. Persentase anak stunting di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2020 sebanyak 24.1% (Pemerintah Kabupaten Pandeglang, 2021). Angka tersebut jauh di atas melampaui target penuntasan stunting di Indonesia yaitu 14% (Pemerintah Republik Indonesia, 2020). Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka stunting di Kabupaten Pandeglang adalah rendahnya pendidikan orang tua dengan anak balita, belum optimalnya penguatan cadangan pangan, kurangnya kualitas tenaga kesehatan, belum optimalnya sarana prasarana kesehatan, dan perilaku hidup bersih di masyarakat yang masih rendah. Untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut, tim pengabdian Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melakukan program “Pelatihan Kader Kesehatan dalam Pendampingan Keluarga dengan Balita Stunting di Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang”. Program pengabdian yang diketuai oleh Dessie Wanda, S.Kp., MN., PhD ini dilaksanakan selama 5 bulan dari rentang waktu Juli hingga Desember dengan puncak pelaksanaan pada 19-20 September 2022 di Balai Desa dan Puskesmas Cipeucang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Program ini disasarkan kepada warga setempat, terutama para kader kesehatan di Kecamatan Cipeucang. Sebanyak 17 kader kesehatan menjadi penerima manfaat dari program ini. Tim FIK UI menyasarkan program ini kepada para kader kesehatan sebab melihat urgensi pendekatan intervensi dari sistem kesehatan di lingkungan setempat untuk mencegah terjadinya stunting. Sistem kesehatan di lingkungan tersebut salah satunya adalah melalui kader kesehatan. Kader kesehatan ini merupakan “pintu gerbang” pertama dan terdekat yang dapat dicapai oleh setiap keluarga di lingkungan komunitas untuk memantau kesehatan dasar warga. Rangkaian dari program pengabdian ini dimulai dari penyusunan buku pedoman bagi kader kesehatan yang berjudul “Buku Panduan untuk 1
47 Pengmas UI 2022 - DPPM Pandeglang, Banten Kader Kesehatan: Pendampingan Keluarga dengan Balita Stunting”. Buku ini berisi langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh kader kesehatan. Selain itu, di buku tersebut juga dilengkapi timeline untuk follow up perkembangan balita, informasi dasar yang dapat diberikan oleh kader, mitos setempat yang tidak sesuai dengan kaidah kesehatan, dan cara serta situasi untuk komunikasi efektif dengan keluarga. Selanjutnya dilakukan pemetaan keluarga dengan balita stunting dan kader kesehatan terdekat dengan keluarga yang memiliki balita stunting. Pemetaan keluarga ini diambil dari data sekunder hasil pengukuran antropometri dari Puskesmas Cipeucang yang sebelumnya di telah diusulkan. Sementara pemetaan kader dilakukan dengan berkoordinasi bersama Puskesmas Cipeucang. Setelah pemetaan dilakukan, langkah selanjutnya dari tim pengabdi adalah melakukan pengkajian tentang kondisi keluarga balita, pelatihan dan pendampingan kader kesehatan untuk terjun langsung ke keluarga yang memiliki balita stunting. Selain itu, tim juga melakukan follow up mengenai kegiatan kader dan status nutrisi balita yang mendapatkan intervensi. Dari rangkaian program ini, tim mengharapkan keluarga dengan balita stunting dapat terarah pengasuhannya, orang tua memahami serta dapat menerapkan berbagai intervensi seperti makanan dan kebersihan sesuai rekomendasi. Outcome akhir dari rangkaian kegiatan ini diharapkan data antropometri hingga status nutrisi balita terus meningkat. Gambar 1. Pemberian Materi Strategi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kader Gambar 2. Praktik Plotting dan Analisis Stunting Gambar 3. Praktik Pengukuran Tinggi Badanoleh peserta desa Sobang 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 48 Pandeglang, Banten pANDEGAG Pandeglang,Banten MUARA GEMBONG MUARA GEMBONG Muara Gembong, Kab. Bekasi
49 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi
Pengmas UI 2022 - DPPM 50 Muara Gembong, Kab. Bekasi BUMDES BAKTI MAJU MANDIRI DAN DESA PANTAI BAKTI MELAKUKAN TATA KELOLA KOLABORATIF MOU DAN PERJANJIAN KERJASAMA DIDAMPINGI OLEH FIA UI Dr. Ima Mayasari, SH, MH Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi memiliki garis Pantai Laut Jawa yang panjangnya membentang di wilayah Utara Kabupaten Bekasi dan berbatasan dengan Kabupaten Karawang. Pada kawasan ini terdapat kawasan Pantai Bungin yang menyimpan keindahan alam dan potensi wisata serta sumber daya yang besar. Akan tetapi pengelolaan daerah Utara ini tidak maksimal, ini disebabkan oleh komunikasi yang kurang lancar di antara pihak-pihak yang terlibat, belum adanya pemberdayaan terhadap perempuan, dan sinergi kegiatan dengan BUMDes belum dilaksanakan. Belum adanya pengelolaan yang baik menjadi salah satu hambatan dalam mencapai efektivitas serta efisiensi dalam penyelenggaraan tata kelola. Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan dalam bentuk pengabdian masyarakat pada BUMDes Pantai Bakti Sejahtera Lestari agar pemerintah desa terdorong dalam mengembangkan potensi desanya. Dengan adanya kolaborasi, inovasi, dan partisipasi antara berbagai komponen masyarakat, pemerintah desa, dan stakeholders terkait, seperti kader desa dan perbankan yang nantinya membuat usaha dan bisnis akan berjalan lebih lancar serta berkembang. Hal tersebut merupakan strategi yang memperkuat pembangunan dan pengembangan wirausaha desa dan BUMDes serta implementasi untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Kolaborasi warga dan pemerintah untuk BUM Desa dalam perspektif SDGs dapat memaksimalkan pencapaian tujuan dan menghubungkan berbagai dimensi dan potensi pembangunan ekonomi desa. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, kegiatan koordinasi dan kerjasama pendampingan masyarakat dalam pengabdian masyarakat menjadi solusi tepat agar potensi Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong dapat 1
51 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi dimanfaatkan secara optimal. Untuk memberikan solusi mengenai permasalah tata kelola di Desa Pantai Bakti, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) melakukan program “Pendampingan Penyusunan Tata Kelola Kolaboratif bagi BUMDesa Pantai Bakti Sejahtera Lestari, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong dalam Rangka Penguatan Otonomi Desa”. Program ini dilaksanakan dengan pemberian pembekalan tentang penyusunan tata kelola kolaboratif BUMDes yang mencakup materi tentang MoU (Memorandum of Understanding), syarat sah perjanjian, prinsip umum perjanjian, contract drafting, negosiasi perjanjian, urgensi, landasan hukum, prinsip penyelenggaraan, model, dan strategi penerapan tata kelola kolaboratif. Di akhir kegiatan, peserta melakukan diskusi interaktif untuk membahas mengenai MoU dan Perjanjian BUMDes yang dikembangkan guna peningkatan kapabilitas BUMDes. Kegiatan ini memiliki signifikansi dalam pencapaian SDGs ke-4 yaitu Quality Education. Program ini dilaksanakan di Aula Desa Pantai Bakti, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Bekasi pada 10 Agustus 2022 dan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari pengurus BUMDes, jajaran pengurus desa, serta warga desa. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, BUMDes Bakti Maju Mandiri didorong untuk memperluas jejaring dengan kerjasama pada berbagai stakeholders seperti konsumen yang memanfaatkan hasil produksi BUMDes, sehingga harga yang diperoleh warga kompetitif. Serta dapat pengembangan jejaring pemasaran yang selama ini mampu diproduksi oleh warga, namun belum ada pasar yang mampu menyerap produksi mereka. Di sisi lain keterbatasan modal atau pembiayaan untuk pengembangan usaha juga menjadi hal yang perlu mendapat perhatian BUMDes, agar BUMDes dapat menjalin kerjasama pembiayaan dengan berbagai pihak. Kerjasama dengan Perguruan Tinggi khususnya Universitas Indonesia penting untuk dilakukan, agar proses adaptasi dalam membangun jejaring/mitra usaha dapat didampingi oleh Pengabdi Universitas Indonesia. Gambar 1. Kegiatan Pelatihan tentang penyusunan tata kelola kolaboratif BUMDes Gambar 2. Proses pendaftaran 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 52 Muara Gembong, Kab. Bekasi FKG UI LAKUKAN EDUKASI KESEHATAN JARINGAN PERIODONTAL PADA MASA KEHAMILAN UNTUK IBU PKK DAN KADER POSYANDU DI MUARA GEMBONG drg. Adityo Widaryono Sp. Perio(K) Menjaga kesehatan bagi ibu hamil tidak hanya terkait pada kesehatan alat reproduksi atau sebatas pola makan saja, kesehatan gigi dan gusi juga salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Hal itu mendorong drg. Adityo Widaryono bersama tim spesialis Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menggelar “Edukasi Kesehatan Jaringan Periodontal pada Masa Kehamilan” di Puskesmas Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 25 Juni 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang perwakilan Ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan Kader Posyandu di Kecamatan Muara Gembong. Tidak hanya itu, pihak Kecamatan Muara Gembong, Hasan Basri dan Kepala Puskesmas Kecamatan Muara Gembong, Rakhmat juga menyambut baik kegiatan ini, serta berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang peningkatan kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut,” ungkap drg. Benso Sulijaya, Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FKG UI. Topik atau materi yang diangkat dalam edukasi ini seputar pengenalan gigi dan jaringan periodontal, pengenalan macam-macam penyakit periodontal, pengaruh kehamilan dengan kondisi periodontal, kaitan kondisi kesehatan periodontal dengan kondisi kehamilan dan janin, serta pencegahan dan terapi penyakit periodontal pada ibu hamil. Selain karena pentingnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan gusi untuk ibu hamil, edukasi ini juga didorong karena keterbatasan dalam pelaksanaan pelayanan dan edukasi kesehatan sejak masa Pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan pada 1 wilayah Kecamatan 1 2
53 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi Muara Gembong hanya terdapat 1 fasilitas kesehatan yang melayani sekitar 37.000 orang penduduk, termasuk wilayah Desa Pantai Bakti yang memiliki 6.855 orang penduduk. Diperparah dengan jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki hanya terdapat 40 orang dan bertugas melayani penduduk dari 6 desa di Kecamatan Muara Gembong. Hal tersebut juga terlihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 (Riskesdas) yang menunjukkan di Provinsi Jawa Barat terdapat 58% penduduk yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut, namun hanya 11,8% yang menerima perawatan oleh tenaga medis gigi. Gambar 1. Penyerahan cindera mata kepada Puskesmas Muara Gembong dan Kecamatan Muara Gembong Gambar 2. Pelaksanaan Pre-test kepada para peserta penyuluhan Gambar 3. Penyampaian Materi Penyuluhan Edukasi Kesehatan Jaringan Periodontal 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 54 Muara Gembong, Kab. Bekasi DUKUNG PEMERINTAH KABUPATEN BEKASI MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK DENGAN VIDEO INFOGRAFIS “PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA” Ir. Wahyuni Pudjiastuti, M.S. Kondisi pandemi beberapa tahun terakhir ini mengharuskan anak belajar dari rumah secara online. Tidak hanya siswa di perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan. Seperti halnya siswa di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wilayah ini tingkat kemiskinan tinggi dengan tingkat pendidikan rendah. Belajar online tentu membutuhkan sarana seperti smartphone atau laptop. Hal ini juga harus disiapkan oleh orangtua siswa di desa tersebut bagaimanapun caranya. Namun sayangnya smartphone ini lebih banyak digunakan siswa untuk bermain games daripada belajar. Perkembangan teknologi ibarat pedang bermata dua, di satu sisi memberikan kemudahan namun di sisi yang lain memberikan dampak negatif. Misalnya teknologi media online seperti smartphone atau gadget, keberadaannya tidak hanya memberikan keuntungan namun juga berdampak negatif pada anak, baik secara fisik, mental maupun sosial. Dampaknya bisa sampai phubia tanpa gadget, ketagihan, panik bahkan sampai depresi. Untuk mengatasi masalah sosial ini, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) membuat program “Produksi Video Infografis “Permainan Tradisional Indonesia” untuk Menggantikan Permainan Gadget Menuju Kota Layak Anak, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat”. Video infografis ini dikemas dalam bentuk animasi yang berisi informasi terkait lima permainan tradisional, peralatan yang dibutuhkan, jumlah pemain dan cara permainannya. Video ini memiliki durasi 5 menit 30 detik dan menyajikan 5 permainan tradisional, yaitu Permainan Congklak/Dakon, Permainan Engklek, Permainan Layang1
55 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi layang, Permainan Gobak Sodor, dan Permainan Kelereng. Penerapan distribusi video ini ditargetkan pada anak Sekolah Dasar (SD) Negeri di Desa Pantai Bakti, melalui YouTube dan didistribusikan secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung dilakukan secara tatap muka dengan audience atau melalui media personal seperti media sosial. Sedangkan secara tidak langsung dilakukan melalui media massa seperti radio, TV, film atau media internet seperti website sekolah. Program ini dilaksanakan dalam kurun waktu 8 bulan, mulai dari Mei hingga Desember 2022. Video infografis yang sudah ditayangkan di YouTube akan dimonitor untuk mengetahui exposure khalayak terhadap tayangan ini dan melihat dampaknya pada anak-anak Sekolah Dasar tersebut. Relevansi kegiatan ini adalah mendukung pemerintahan Kabupaten Bekasi dalam mewujudkan kota layak anak dengan cara memperkenalkan dan memberikan simulasi permainan tradisional yang sarat dengan olah pikir, olah fisik dan media sosialisasi melalui penayangan video infografis “Permainan Tradisional Indonesia” di YouTube. Gambar 1. Cuplikan storyboard Gambar 2. Cuplikan video infografis 1 Gambar 3, Cuplikan video infografis 2 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 56 Muara Gembong, Kab. Bekasi EDUKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN MENCEGAH KEMISKINAN BELAJAR DI KECAMATAN MUARAGEMBONG Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan (PKC) Muara Gembong menggelar kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dasar mengenai penyakit tidak menular (PTM). Kegiatan dilakukan pada Selasa, 13 Desember 2022 di Lapangan PKC Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan yang diketuai oleh Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB ini terselenggara atas dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) 2022. Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan dan Mencegah Kemiskinan Belajar dengan Edukasi Kesehatan” ini diawali dengan peluncuran dan pembagian buku edukasi kesehatan karya saya yang berjudul “Goresan di Tengah Kesibukan: Edisi Pengabdian Masyarakat”. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan mengenai penyakitpenyakit yang harus diwaspadai oleh masyarakat, seperti batu kantung empedu dan hepatitis. Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, saturasi oksigen, dan gula darah sewaktu. Pada kesempatan ini juga disampaikan upaya pencegahan pentingnya selalu hidup sehat dengan makan yang teratur dan cukup gizi, istirahat cukup dan banyak mengkonsumsi buah serta sayur-sayuran. Cuci tangan pakai sabun yang rutin, sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet, apalagi penyakit ini tertular melalui makanan dan minuman. Setelah dilakukan pemeriksaan pada lebih dari 100 peserta dari 6 Desa, ditemukan sekitar 75% peserta mengalami obesitas atau bobot tubuh berlebih dengan indeks massa tubuh >25 kg/m2. Selain itu, data hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 47% peserta mengalami tekanan darah tinggi dan 13% peserta memiliki gula darah melebih batas normal. Data ini membuktikan bahwa 1
57 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi prevalensi PTM juga relatif tinggi di daerah pedesaan. Batu kantung empedu berhubungan erat dengan kadar lemak/ kolesterol tubuh yang tidak terkontrol. Secara umum, terdapat empat faktor risiko utama yang sering dikaitkan dengan munculnya batu pada kantung empedu, meliputi berat badan berlebih/obesitas (fat), jenis kelamin perempuan (female), usia >40 tahun (forty), dan status kesuburan baik (fertile). Data global menunjukkan bahwa 6% pria dan 9% wanita di seluruh dunia mengalami batu empedu, dimana 90%- 95% kasus merupakan batu kolesterol. Selain itu, obesitas juga diketahui meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami batu empedu. Beberapa warga ditemukan sudah melakukan pengobatan dengan dokter lain sebagai sakit maag biasa, ternyata saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu pada kandung empedu. Tentunya setelah masalah batu empedunya diobati keluhan sakit maagnya menjadi menjadi berkurang dan bahkan menghilang.Temuan hasil pemeriksaan berupa angka obesitas, peningkatan tekanan darah, serta gula darah yang tinggi menjadi pertanda tingginya risiko PTM pada warga Muara Gembong. Data pemeriksaan tersebut tentunya menjadi catatan penting (warning) bagi warga dan petugas kesehatan Kecamatan Muara Gembong untuk melakukan screening dan evaluasi kesehatan lebih lanjut, khususnya yang berhubungan dengan PTM. Survei awal yang dilakukan tim pengabdi FKUI juga diharapkan dapat dijadikan acuan yang digunakan oleh pihak Puskesmas dalam menyusun prioritas program kesehatan kedepannya. Gambar 1. Penyuluhan Kesehatan Dasar mengenai COVID-19 dan penyakit gastrointestinal untuk awam Gambar 2. Proses pemeriksaan kesehatan 1 Gambar 3. Proses pemeriksaan kesehatan dasar 2 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 58 Muara Gembong, Kab. Bekasi FIK UI MENGEDUKASI IBU-IBU KAMPUNG BUNGIN MENGENAI “1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN” PADA BAYI Ns. Indah Permata Sari, S.Kp, M.Kep.Sp.Kom Desa Pantai Bakti atau yang dikenal juga dengan Kampung Bungin Bekasi merupakan desa pesisir pantai di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya terletak jauh dari pusat pemerintahan membuat desa ini menjadi daerah yang cukup tertinggal. Akses masyarakat Kampung Bungin ke lokasi pelayanan kesehatan akan berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama puskesmas. Hal tersebut disebabkan karena tidak mudahnya mencapai pelayanan kesehatan dengan lokasi yang terlalu jauh dari tempat tinggal. Dengan demikian, akses pelayanan kesehatan baik berupa jarak maupun transportasi yang diperlukan dari tempat tinggal ke unit pelayanan kesehatan sangat mempengaruhi tingkat permintaan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, sulitnya akses dan transportasi dari tempat tinggal yang jauh ke lokasi pelayanan kesehatan dapat membuat masyarakat semakin kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Desa Pantai Bakti (Kampung Bungin) memiliki permasalahan ekonomi yang berpengaruh terhadap pemenuhan gizi sehingga dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita dan anak-anak. Hal ini diperkuat oleh data dari Badan Pusat Statistik Jawa Barat yang menyatakan bahwa terdapat 202,7 ribu jiwa yang tergolong miskin di daerah Bekasi dan juga Jabar Open Data menunjukkan pada tahun 2020 terdapat 6.723 balita yang kekurangan gizi dan 9.373 balita yang mengalami stunting. Tingkat pendidikan yang rendah juga menjadi permasalahan karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya nutrisi pada anak dan bahaya dari stunting. Jarak dan akses dari Desa Pantai Bakti menuju unit fasilitas kesehatan pun tergolong cukup jauh karena desa berada di daerah pesisir. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) mengadakan penyuluhan dan praktikum dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kepada ibu muda, ibu hamil, ibu 1
59 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi menyusui, serta ibu usia produktif mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan dan diharapkan angka stunting di Desa Pantai Bakti berkurang hingga dapat terjadi pemenuhan gizi yang baik bagi para balita dan ibu hamil. Dalam hal ini, masyarakat khususnya ibu muda, ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu usia produktif membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai betapa krusialnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, stunting, kebutuhan gizi, makanan pendamping ASI (MPASI), dan waktu pemberian yang tepat kepada bayi. Tepat di hari anak nasional 23 Juli 2022, tim pengabdi FIK UI melibatkan 56 orang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Nursing First Aid (NuFA FIK UI) bersama beberapa dosen melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Mengusung tema “1.000 Hari Pertama Kehidupan” yang erat kaitannya dengan masalah kesehatan stunting. 1.000 hari pertama merupakan masa terbaik ketika otak, tubuh, dan sistem kekebalan sang anak tumbuh dan berkembang secara signifikan. Kekurangan gizi yang terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Untuk itu orangtua perlu memperhatikan dan memberikan asupan nutrisi yang sesuai sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak yang lebih baik dan kelak berdampak pada masa depan sang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diketuai Ns. Indah Permata Sari, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom ini berhasil menggaet 50 ibu-ibu yang terdiri dari pengantin muda, ibu muda, ibu hamil, dan ibu menyusui, hingga 15 anak-anak. Dimana memberi edukasi terkait nutrisi yang terkandung dalam ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI) serta praktikum pompa ASI dan memasak untuk MPASI yang didampingi oleh mahasiswa NuFA FIK UI 2022. Gambar 1. Praktikum Pompa ASi Gambar 2. Pemaparan Materi: Cuci Tangan pada Anak Gambar 3. Praktik menu masak MPASI 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 60 Muara Gembong, Kab. Bekasi MANAJEMEN GANGGUAN PSIKOSOMATIK SINDROM PASCA COVID-19 DI DESA PANTAI BAKTI (KAMPUNG BUNGIN) dr. Rudi Putranto, SpPD, K –Psi, MPH Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) yang diketuai oleh dr. Rudi Putranto, SpPD, K –Psi, MPH melakukan pengabdian berupa program aksi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat Kampung Bungin, Kecamatan Muaragembong, Bekasi. Edukasi ini dilaksanakan di Aula Desa Pantai Bakti pada 3 Agustus 2022. Edukasi ini mengangkat judul “Manajemen Gangguan Psikosomatik Sindrom Pasca COVID-19 di Desa Pantai Bakti Muaragembong (Kampung Bungin), Kecamatan Muaragembong”. Materi yang diberikan berkaitan dengan bagaimana cara mengetahui dan mengatasi gangguan psikosomatik sindrom pasca COVID-19 dan melibatkan langsung Divisi Psikosomatik dan Paliatif Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI. Tercatat ada 40 peserta yang terdiri dari 31 kader kesehatan, masyarakat umum, dan perangkat Desa Pantai Bakti turut hadir dalam edukasi ini. Dari segi aspek kesehatan, dapat dilaporkan bahwa angka kesakitan di Desa Pantai Bakti fluktuatif dari tahun ke tahun, sebagaimana kita ketahui bahwa angka kesakitan merupakan salah satu indikator aspek kesehatan, selain indikator balita gizi buruk, angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting. Dari data Sumber Dinas Kesehatan Bekasi tahun 2020 didapatkan bahwa angka kesakitan tahun 2016 sampai 2018 secara berturut-turut adalah 25,89; 16,57; dan 17,42. Diperkirakan angka ini meningkat sejalan dengan munculnya pandemi Covid-19. Selain itu, berkaitan dengan keberadaan fasilitas pelayanan dan tenaga kesehatan tahun 2020 juga dapat digambarkan bahwa secara kuantitas ketersediaannya masih sangat kurang. Oleh karena itu diharapkan program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) nomor 3 tentang kesehatan. Dikutip dari data TPB Kabupaten Pandeglang tahun 2020, untuk TPB no 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, maka dari jumlah indikator 35, indikator yang telah mencapai sebanyak 13, belum mencapai sebanyak 14, dan tidak ada data sebanyak 8. Pertumbuhan ekonomi juga dinyatakan sangat terganggu seiring dengan adanya pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dari tahun 2018 sampai tahun 2020 yang mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2018 sebesar 5,03%, 2019 sebesar 4,75%, dan tahun 2020 sebesar -0,54%. Sebagaimana kita ketahui bahwa angka kesehatan turut berkontribusi pada laju pertumbuhan ekonomi. Dari kondisi tersebut lah, tim pengabdi FK UI merasa perlu untuk memberikan 1
61 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi informasi yang tepat kepada masyarakat Desa Pantai Bakti tentang cara mengatasi gangguan psikosomatik Sindrom Pasca Covid-19. Oleh karena itu, tim pengabdi FK UI bergerak meningkatkan pengetahuan penduduk desa dengan cara memberikan penyuluhan langsung. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat maka diharapkan masyarakat dapat mengatasi gangguan psikosomatik Sindrom Pasca Covid-19, sehingga produktivitas kerja akan meningkat. Jika produktivitas kerja meningkat, maka target pemulihan ekonomi akan tercapai. Hal ini juga sejalan dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya penyuluhan, tim pengabdi juga mengadakan diskusi interaktif, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Heart Rate Variability (HRV). HRV adalah pemeriksaan untuk mengetahui keseimbangan pemberian vitamin kepada penerima manfaat. Gambar 1. Pemeriksaan Kesehatan pada Kader Perangkat Desa Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan secara hybrid Gambar 3. Diskusi Interaktif 23
Pengmas UI 2022 - DPPM 62 Muara Gembong, Kab. Bekasi MANFAATKAN PUPUK MINAMETRIK UNTUK AKSELERATOR PENGEMBANGAN SENTRA BANDENG DESA PANTAI BAHAGIA, KABUPATEN BEKASI Dimas Haryo Pradana, M.Si Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan Yayasan Pandu Cendekia dan didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Senin, 20 Juni 2022. Program ini berhasil menggaet 40 orang masyarakat Desa Pantai Bahagia dan pembudidaya tambak sebagai penerima manfaat. Ini bermula dari suksesnya program pengmas tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan pupuk minametrik sehingga menginisiasi penggunaan pupuk minametrik pada tambak bandeng (Chanos chanos Forsk). Minametrik ini adalah pupuk yang diramu oleh empat dosen Universitas Indonesia yang berkhasiat sebagai pupuk, suplemen, dan obat untuk pencegahan penyakit pada ikan dan udang. Dimas Haryo Pradana, M.Si., selaku ketua tim menjelaskan bahwa pupuk minametrik dan semi intensif pada budidaya udang windu tahun 2020 lalu berhasil menyelesaikan permasalahan para pembudidaya di Desa Muara Bahagia dengan peningkatan roda ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Sementara itu, masyarakat di Desa Desa Pantai Bahagia mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan laut lepas dan petani tambak sehingga menggantungkan hidupnya seperti hasil laut dan tambak. Ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) menjadi salah satu jenis ikan yang hidup di air payau yang menjadi pilihan masyarakat 1
63 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi untuk ditambahkan karena sifatnya yang mudah beradaptasi dan mengandung gizi tinggi. Oleh karena itu, melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan pengenalan teknik budidaya bandeng dengan sistem semi intensif dan menggunakan pupuk minametrik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan menunjang perekonomian masyarakat setempat. Mahmud sebagai salah satu petambak di Desa Pantai Bahagia mengaku bahwa hasil panen bandeng belakangan ini kurang memuaskan karena hasil panen tidak mencapai target. Menurut Mahmud hasil panen yang kurang optimal tersebut disebabkan karena faktor cuaca dan pakan alami yang kurang sesuai, baik dari harga pasaran maupun kualitas. Namun, berkat sosialisasi tambak minametrik yang dilakukan tim pengmas FMIPA UI, hasil panen mulai meningkat pesat dan optimal. “Pada hari ini, FMIPA UI melaksanakan pengmas di Desa Pantai Bahagia dengan meningkatkan produksi bandeng melalui metode minametrik dengan memberikan nutrisi pada tanah dan ikan itu sendiri. Tambak tersebut kita rancang secara semi intensif, dimana pada tepi tambak kita bentuk tembok tapi bagian bawahnya tetap tanah. Harapannya dari program ini dapat membantu perekonomian masyarakat karena produksi bandeng meningkat”, ucap Dimas Haryo selaku ketua tim. Mahmud juga menjelaskan harga pakan sekarang tidak seperti biasanya dari Rp 210.000 per sak kini menjadi Rp 235.000 per sak. Hal tersebut menjadi permasalahan bagi para petani tambak sehingga pemberian pakan per hektar yang biasanya dapat diberikan 200 sak sampai 300 sak per hektar harus dikurangi. Oleh karena itu, melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan pengenalan teknik budidaya bandeng dengan sistem semi intensif dan menggunakan pupuk minametrik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan menunjang perekonomian masyarakat setempat. Gambar 1. Kegiatan panen bandeng Gambar 2. Perjalanan ke lokasi pengmas 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 64 Muara Gembong, Kab. Bekasi OPTIMALKAN KUALITAS TIDUR ANAK UNTUK DORONG PERTUMBUHAN YANG BAIK Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K) Pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai usia sangat diperlukan untuk mencapai tinggi badan, berat badan, kemampuan kognitif dan daya saing optimal seorang anak. Nutrisi memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang seorang anak, namun tidur juga ternyata memiliki peran yang tidak sedikit untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang baik dari seorang anak sejak lahir sampai usia 18 tahun. Sebelum intervensi terhadap masalah tidur seorang anak yang ada di dalam masyarakat maka dilakukan suatu kegiatan untuk memberikan edukasi dan informasi, sehingga masyarakat dalam hal ini keluarga sebagai ruang lingkup terkecil mengetahui dan memahami tentang hal apa saja yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang diakibatkan oleh masalah tidur seorang anak. Menyadari pentingnya 1
65 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi edukasi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) melakukan edukasi tentang “Tidur Optimalkan Pertumbuhan Anak” di Balai Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi pada 19 Agustus 2022. Sasaran dari edukasi ini adalah ibu-ibu Desa Pantai Bakti. Menurut Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K)., ketua tim pengabdian FK UI ini, kebutuhan jumlah waktu tidur berbedabeda pada setiap anak sesuai usianya. Untuk bayi sampai usia 1 bulan membutuhkan 16 sampai 20 jam tidur dengan pola 1 sampai 4 jam tiap tidur dan bayi usia 1 bulan sampai 12 bulan membutuhkan 12 sampai 16 jam tidur per hari. Sementara anak usia 1 sampai 2 tahun membutuhkan 11 sampai 14 jam tidur per hari dan anak usia 3 sampai 5 tahun membutuhkan 10 sampai 13 jam tidur per hari. Sedangkan anak usia 6 sampai 12 tahun membutuhkan 9 sampai 12 jam tidur per hari dan remaja usia 13 sampai 18 tahun membutuhkan 8 sampai 10 jam tidur per hari. “Secara garis besar, semakin bertambah usia semakin sedikit jumlah kebutuhan tidur dalam sehari,“ ujarnya. Menurut Prof. Rini tidur pada anak penting untuk tetap mendukung pertumbuhan yang optimal pada anak. Saat tidur malam hari, hormon pertumbuhan akan lebih banyak dikeluarkan tubuh secara maksimal. Tidur berkualitas baik dengan jumlah yang cukup akan membuat anak tetap fokus dalam melakukan kegiatannya sehari hari. Adapun hal-hal yang mempengaruhi tidur pada anak seperti penggunaan media elektronik yang berlebihan pada anak, aktivitas sekolah, faktor orang tua, faktor lingkungan, pola makan anak dan penyakit yang sedang diderita oleh anak. Prof. Rini menyarankan agar orang tua tetap memenuhi kebutuhan gizi dengan baik dan juga selalu menjaga tidur anak dengan baik agar pertumbuhan anak anak mereka akan optimal. Gambar 1. Kegiatan penyuluhan Gambar 2. Pengukuran balita 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 66 Muara Gembong, Kab. Bekasi PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA PANTAI BAKTI MELALUI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN “CITIZEN JOURNALISM” Ir. Wahyuni Pudjiastuti, M.S. Partisipasi aktif masyarakat dibutuhkan tidak hanya untuk mendukung dalam pengaturan sumber daya, tetapi juga dalam memecahkan berbagai masalah sosial dalam pembangunan. Disisi lain berkaitan dengan keterbukaan informasi publik, terdapat hak dari semua masyarakat untuk mengetahui segala sesuatu tentang lingkungan, termasuk kondisi di wilayah Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang belum banyak diketahui masyarakat. Permasalahan yang muncul di wilayah ini antara lain banyaknya kendala lingkungan yang seringkali luput dari perhatian pemerintah maupun pihak media. Hal ini tidak bisa dibiarkan, harus ada cara dan upaya untuk menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah untuk segera mendapatkan solusinya. Salah satu cara adalah dengan melibatkan komunitas setempat. Keterlibatan masyarakat dibutuhkan tidak hanya untuk peduli pada lingkungan tetapi juga dalam upaya pencarian dan penyebaran informasi. Disisi lain kemajuan di bidang teknologi komunikasi memudahkan masyarakat untuk memotret, merekam dan mendistribusikannya kepada pihak lain. Informasi dari warga seringkali lebih akurat dan lebih cepat dibandingkan media massa. Namun kemampuan warga dalam aktivitas ini masih sangat buruk. Hasil liputan tidak jelas dan tidak mengikuti 1 2
67 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi standar jurnalistik yang baik dan benar. Untuk itu dibutuhkan pengembangan kemampuan jurnalisme warga (citizen journalism) agar informasinya lebih efektif. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) melakukan program pengabdian di wilayah Desa Pantai Bakti yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat berbasis komunitas dengan target para remaja dan pemuda yang tergabung dalam karang taruna. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Oktober 2022 dengan dihadiri oleh 20 anggota karang taruna Desa Pantai Bakti. Pemberdayaan yang diberikan oleh tim pengabdi berupa pelatihan menulis berita, keterampilan fotografi murah dan mudah serta keterampilan peliputan sederhana dengan kamera video. Dengan pembekalan ilmu tersebut, diharapkan terbentuknya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik demi pencapaian pelaksanaan pembangunan yang lebih baik di wilayah desa Pantai Bakti. Manfaat yang diperoleh tidak hanya untuk pendistribusian informasi yang mendukung keterbukaan informasi publik saja, namun juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan penghasilan dari aktivitas jurnalistik, disertai terbentuknya kepedulian lingkungan dengan kondisi komunitas yang bersih dan sehat. Manfaat lain secara sosial memperkuat kohesi sosial bagi keberadaan warga di komunitas dan secara lingkungan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Gambar 1. Peserta Sedang Mengikuti Pelatihan Gambar 2. Narasumber Menyampaikan Materi Gambar 3. Proses wawancara Gambar 4. Peserta Mempresentasikan Hasil Liputan Gambar 5. Publikasi di Youtube 3 4 5
Pengmas UI 2022 - DPPM 68 Muara Gembong, Kab. Bekasi PENANGGULANGAN ANEMIA PADA SISWI SMP NEGERI SATU ATAP MUARA GEMBONG, DESA PANTAI BAKTI, KABUPATEN BEKASI dr. Isabella Kurnia Liem, M.Biomed., PhD, PA Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong merupakan salah satu daerah pesisir di area Jabodetabek dengan kondisi lingkungan dan penduduk yang cukup memprihatinkan. Sebagaimana daerah pesisir lainnya, mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan yang berpenghasilan dan berpendidikan rendah. Hanya sebagian kecil warga yang menempuh pendidikan hingga jenjang SMA dan banyak di antaranya memilih untuk bekerja atau menikah di usia dini. Penghasilan dan tingkat pendidikan yang rendah merupakan dua faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya status gizi anak dan keluarga. Rendahnya status gizi memicu timbulnya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh malnutrisi, yaitu anemia. Berdasarkan informasi dari Puskesmas Muara Gembong, banyak ditemukan remaja putri yang mengalami anemia yang diduga merupakan anemia defisiensi besi. Adapun prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia mencapai 25% dan pada wanita wanita usia subur sebesar 17% (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Anemia pada remaja putri juga dapat disebabkan oleh cacingan mengingat sulitnya mendapatkan air bersih dan rendahnya tingkat kebersihan di Desa Pantai Bakti. Kecacingan erat kaitannya dengan anemia karena parasit penyebab cacingan dapat menyebabkan malnutrisi oleh gangguan absorbsi, pendarahan mucosa usus, bahkan dapat menghisap darah, misalnya Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang Angka penderita anemia di Indonesia terbilang cukup tinggi terutama di kalangan remaja putri. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Litbangkes Kemenkes RI tahun 2018, menyebutkan prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 32 persen. “Dari data tersebut menunjukkan bahwa tiga sampai empat dari sepuluh remaja puteri di Indonesia menderita anemia. Untuk itu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) memberi edukasi tangkal anemia dan cacingan,” kata dosen Departemen Anatomi FKUI, dr. Isabella Kurnia Liem, M.Biomed, Ph.D, P.A., dalam keterangannya pada Sabtu, 5 November 2022. Tim Pengmas FKUI melakukan kegiatan penyuluhan terkait dengan bahaya anemia dan cacingan di SMP Negeri Satu Atap, Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 83 siswi diikutsertakan dalam penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang berlangsung secara berkala sejak Juli hingga 1
69 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi Oktober 2022. Kunjungan pertama difokuskan pada penyuluhan terkait anemia secara umum dan pemeriksaan kesehatan awal, meliputi pemeriksaan fisik (antropometri), pemeriksaan kadar hemoglobin darah dan pemeriksaan kecacingan. Siswi yang terindikasi dan berpotensi terkena anemia kemudian diberi TTD secara rutin selama 3 bulan. Siswi yang terdeteksi cacingan diberi obat cacing, juga TTD karena dikategorikan berpotensi terkena anemia. Penyuluhan anemia yang berkaitan dengan kecacingan serta wawancara terkait pola makan siswi dilakukan pada kunjungan kedua. Data pemeriksaan dan wawancara pada kunjungan pertama dan kedua menjadi informasi untuk identifikasi akar permasalahan kesehatan utama pada siswi berkaitan dengan pola makan dan pemenuhan gizi seimbang. Penyuluhan terkait PHBS dilaksanakan pada kunjungan ketiga dengan melibatkan seluruh siswa. Tim pengabdi juga melakukan survei awal (pretest) untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa terkait PHBS. Survei kemudian diadakan kembali pada kunjungan keempat (posttest) untuk melihat pengaruh penyuluhan PHBS terhadap tingkat pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku siswa SMP Negeri Satu Atap. Pemeriksaan kadar hemoglobin darah kedua juga dilaksanakan pada kunjungan keempat untuk melihat pengaruh pemberian TTD. Kemudian dilakukan Focus group discussion secara daring dengan pihak sekolah dilaksanakan di akhir program untuk menginformasikan hasil rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah dan untuk menindaklanjuti keberlanjutan program di sekolah. Gambar 1. Pemeriksaan kesehatan Gambar 2. Kegiatan penyuluhan tentang anemia Gambar 3. Kegiatan wawancara pola makan 23
Pengmas UI 2022 - DPPM 70 Muara Gembong, Kab. Bekasi PENGAJARAN BAHASA JERMAN DAN SEJARAH LOKAL BAGI REMAJA YAYASAN CAHAYA ANAK NEGERI Dr. Sonya P. Suganda, S.S., M.A. Berdasarkan hasil komunikasi Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dengan pendiri Yayasan Cahaya Anak Negeri (CAN), diketahui bahwa permasalahan utama yang masih dihadapi oleh anakanak dan remaja di Yayasan CAN terkait dengan peningkatan kemampuan akademis. Untuk itu, tim pengabdi FIB UI berupaya untuk memberikan kursus dasar level A1 untuk Bahasa Jerman dan sejarah budaya setempat, agar mereka dapat ‘berkenalan’ dengan topik-topik tersebut, kemudian tertarik untuk mempelajari lebih dalam selain mencari nafkah atau membantu orang tuanya mencari nafkah. Untuk itu, tim pengabdi FIB UI mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul “Pembekalan Pengetahuan Dasar Bahasa Jerman dan Sejarah Budaya Lokal sebagai Upaya Pemberdayaan Remaja di Yayasan Cahaya Anak Negeri, Bekasi”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Sonya Puspasari Suganda, dosen di program studi Jerman Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, dan beranggotakan Dr. Andriyati Rahayu dari program studi Arkeologi dan Dwi Putri Ningsih S.Pd., M.Hum dari program studi Jerman. Tim ini juga melibatkan enam orang mahasiswa sebagai tenaga pengajar. Kegiatan belajar dan mengajar yang berlangsung dari tanggal 1-12 November 2022 ini berhasil menggaet 20 anak sebagai penerima manfaat. Dalam kurun waktu dua minggu tersebut, anak-anak di Yayasan CAN mendapatkan materi Bahasa Jerman dasar berupa bahasa percakapan sederhana dan pengenalan kata. Dalam pengajaran Bahasa Jerman di Yayasan CAN ini diberikan level paling dasar atau A1 karena 1
71 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi diasumsikan remaja di Yayasan ini belum pernah mempelajari Bahasa Jerman sama sekali. “Pengajarannya bersifat fun learning, karena tujuan utama pengajaran ini adalah perkenalan. Materi dijelaskan dengan beragam media audio dan visual agar dapat lebih menarik, dapat lebih diterima oleh siswa, dan dapat lebih merangsang minat belajar siswa. Selain itu, pengajarannya bersifat interaktif, dan banyak menggunakan metode small group discussion,” ucap Dr. Sonya Puspasari Suganda. Terkait dengan topik sejarah dan budaya, program pengmas menitikberatkan pada upaya pemberian wawasan dan pengetahuan kepada remaja penghuni rumah singgah mengenai pentingnya cagar budaya. Ada dua sasaran utama dari kegiatan ini, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat akan warisan budaya dan mendukung upaya-upaya pelestarian cagar budaya untuk pemanfaatan jangka panjang. “Dalam manajemen sumber daya arkeologi, diyakini bahwa sasaran untuk melestarikan cagar budaya hanya berjalan efektif bila masyarakat lokal memiliki pengetahuan tentang arti penting cagar budaya yang ada di lingkungan mereka. Arti penting itu harus dikaitkan dengan apa yang membuat mereka mendapatkan keuntungan bila harus menjaganya. Keuntungan itu bisa bersifat ekonomi sebagaimana umumnya dijadikan primadona saat ini, tetapi juga bisa keuntungan lain, misalnya nilai identitas budaya, kebanggaan komunitas, nilai spiritual, estetika, rekreasi atau nilai-nilai lain yang bersifat sosial budaya,” tambahnya. Sebagai kegiatan terakhir dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, Dr. Sonya dan tim memperkenalkan sejarah budaya Bekasi dengan melakukan kunjungan ke Gedung Juang Tambun yang juga berfungsi sebagai museum daerah Bekasi. Kunjungan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 12 November 2022, sekaligus juga untuk memperingati hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Dalam kegiatan ini, tim pengmas mengundang narasumber yang juga merupakan dosen ilmu sejarah FIB UI, yaitu Yudi Bachrioktora, M.A. Kunjungan ini dilaksanakan karena melihat antusiasme anakanak dalam mempelajari sejarah ketika kegiatan belajar mengajar di Yayasan CAN. Gambar 1. Kegiatan Pengajaran Bahasa Jerman Dasar oleh Prodi Sastra Jerman Gambar 2. Kegiatan Pengajaran Sejarah dan Budaya Bekasi oleh Prodi Arkeologi Gambar 3. Pembagian cemilan untuk anak-anak 32
Pengmas UI 2022 - DPPM 72 Muara Gembong, Kab. Bekasi TIM FT UI BUAT GAGASAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ENERGI BUNGIN TECHNO VILLAGE DI DESA PANTAI BAKTI, KECAMATAN MUARAGEMBONG, BEKASI Prof. Dr. Ir Adi Surjosatyo, M.Eng. Indonesia memiliki potensi energi surya dan bayu (angin) yang cukup menjanjikan, masing-masing sebesar 207 GW dan 60 GW. Namun, pemanfaatan kedua jenis energi tersebut sampai saat ini masih sangat kecil di Indonesia, dimana energi surya baru terpasang kapasitasnya sebesar 198 MW atau 0,04% dari total potensinya dan energi angin baru terpasang sebesar 147 MW atau 0,01% dari total potensinya. Padahal, pemanfaatan dua jenis energi baru terbarukan tersebut dapat membantu Indonesia mencapai target penting, yaitu bauran energi baru terbarukan sebesar 23% di 2025 dan 31% di 2050. Salah satu lokasi dengan potensi energi angin yang cukup menjanjikan adalah di Pantai Muara Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dengan kecepatan angin yang dapat mencapai 12 m/s dengan rerata kecepatan angin tahunan sebesar 3,26 – 5,41 m/s. Selain itu, penyinaran matahari atau solar radiation GHI di Kecamatan Muara Gembong juga cukup tinggi yakni sebesar 5 – 5,4 kWh/m²/hari. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) yang dipimpin oleh Profesor Adi Surjosatyo datang pertama kali ke Bungin tahun 2013. Tim pengabdi melihat potensi Bungin, baik angin maupun surya, serta banyaknya nelayan yang memiliki komoditas perikanan laut yang cukup besar karena dapat memasok pasarpasar ikan di Kabupaten Bekasi. Dari sinilah, Bungin Techno Village diusulkan oleh Profesor Adi Surjosatyo sebagai bentuk community empowerment pada 2014. Seiring berjalan waktu, Bungin Techno Village mendapatkan dukungan berupa dana dari CEGs UI, TREC UI, dan Climate Change Fund dari BAPPENAS. Tim Bungin berhasil mengimplementasikan sistem pembangkit skala mikro turbin angin 500 Wp pada 2014. Pada 2017 hingga saat ini, turbin angin tersebut ditingkatkan kapasitasnya menjadi 1500 Wp, 2 buah PV monokristalin 1800 Wp dan desalinasi air bertenaga surya 80 L/hari. Harapanya, Bungin Techno Village agar terus berkembang dan menjadi desa DC off-grid pertama di Indonesia. Direncanakan pula sebuah pengimplementasian hybrid sel surya dan gasifikasi biomassa untuk pengeringan produk ikan. Mata pencaharian warga yang tinggal di Desa Pantai Bakti dan Bungin Techno Village mayoritas adalah nelayan. Sehingga, teknologi-teknologi yang telah diimplementasikan di Bungin Techno Village sangat membantu masyarakat sekitar Pantai Bungin dan sebagian Desa Pantai Bakti. Energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin TSD-500 yang dipasang di Kampung Bungin dapat dibilang cukup besar. Pada rentang waktu bulan November 2014 hingga November 2015, potensi total energi angin di Kampung Bungin dapat mencapai 1,05 MWh. Di rentang waktu yang sama, TSD-500 terpasang di Kampung Bungin tercatat menghasilkan produksi listrik sebesar
73 Pengmas UI 2022 - DPPM Muara Gembong, Kab. Bekasi 207,38 kWh atau 19,76% dari total potensi angin tersedia. Adapun potensi total energi angin yang tersedia tidak dapat seluruhnya dimanfaatkan oleh TSD-500. Selain efisiensi sistem maksimalnya yang hanya sebesar 21%, kecepatan cut in dan cut off atau kecepatan angin operasi dari TSD-500 berada di 3 – 12 m/s. Program ini berhasil menjangkau 5 keluarga sebagai penerima manfaat dari kelompok rentan nelayan. Untuk mempertahankan Bungin Techno Village, perlu diadakannya sebuah rencana baik teknis maupun sosial serta kegiatan awal kerjasama dengan pihak Pemerintah China. Oleh karena itu, tim pengabdian FT UI yang diketuai oleh Profesor Adi Surjosatyo kembali melakukan pengabdian di Desa Pantai Bakti dengan judul kegiatan “Gagasan Pengembangan Kapasitas dan Fungsi Kerja Teknologi Energi Bungin Techno Village di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Bekasi”. Secara teknis, perencanaan sederhana dapat dimulai dari memperkirakan pertumbuhan baik penduduk maupun kebutuhan listriknya dalam beberapa tahun kedepan, pemilihan dan perhitungan teknis teknologi energi baru terbarukan yang akan digunakan, serta analisis ekonomis yang meliputi jumlah biaya yang diperlukan untuk pengoperasian dan pemeliharaan dari teknologi terencana. Perencanaan tersebut mengacu pada sumber Tesis S2 yang dibuat oleh penulis, yakni “Pemodelan Kebutuhan Listrik, Perancangan Teknis dan Analisis Ekonomi Untuk Rencana Revitalisasi Teknologi Energi Terbarukan di Bungin Techno Village dan Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi”, yang juga berdasar pada wawancara dan data-data yang diperoleh langsung dari masyarakat dan pemerintah Desa Pantai Bakti Muaragembong. Perencanaan dibentuk dalam sebuah ulasan atau gagasan yang dipublikasikan ke media massa menjadi sebuah artikel yang diharapkan dapat menarik perhatian khalayak umum, khususnya bagi para pengembang daerah. Gambar 1. Keadaan turbin angin saat ini 1
pANDEGAG Pandeglang,Banten TENJOLAYA, KAB. BOGOR TENJOLAYA TENJOLAYA
75 Pengmas UI 2022 - DPPM Tenjolaya, Kab. Bogor
Pengmas UI 2022 - DPPM 76 Tenjolaya, Kab. Bogor FIA UI EDUKASI MASYARAKAT TENJOLAYA DENGAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS DAN PELATIHAN TOUR GUIDE Dr. Ima Mayasari, SH, MH Kecamatan Tenjolaya merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang memiliki potensi di bidang pariwisata, khususnya wisata purbakala di situs Arca Domas Cibalay. Situs ini telah dibuka secara umum sejak lama, namun belum dipromosikan dan belum mampu menggaet wisatawan domestik dan mancanegara. Potensi yang besar ini harus dimanfaatkan dengan melakukan pengembangan terhadap kecakapan berbahasa Inggris dan keterampilan menjadi pemandu wisata masyarakat sekitar situs Arca Domas Cibalay. Karena untuk mencapai kawasan pariwisata yang unggul harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia yang merupakan penggerak seluruh kegiatan kepariwisataan dan menjadi faktor terpenting. Melalui pengembangan ini diharapkan secara simultan akan membantu meningkatkan sektor pariwisata di Kecamatan Tenjolaya yang juga akan berdampak terhadap pencipta lapangan pekerjaan, kesempatan berusaha, dan meningkatkan pendapatan. Peran bahasa sangat diperlukan untuk membangun hubungan sosial dan sebagai alat komunikasi. Peran bahasa Inggris di bidang pariwisata adalah untuk mempermudah komunikasi, menghindari kesalahpahaman, mempererat hubungan, dan menciptakan suasana kekeluargaan antara wisatawan dengan orang-orang yang terkait dengan wisatawan. Peningkatan pariwisata di dunia membutuhkan tingkat komunikasi dengan keterampilan lebih tinggi untuk meningkatkan interkonektivitas global. Kita ketahui bersama bahwa salah satu bahasa yang digunakan secara internasional untuk berkomunikasi adalah bahasa Inggris, oleh karena itu penguasaan bahasa Inggris penting bagi para pelaku industri pariwisata. Keterampilan bahasa Inggris untuk industri pariwisata dapat membantu masyarakat untuk lebih dipekerjakan dalam bisnis pariwisata. Keberadaan pemandu wisata yang cakap sangat diperlukan bagi pengembangan salah satu destinasi wisata di Indonesia, yakni 1 2
77 Pengmas UI 2022 - DPPM Tenjolaya, Kab. Bogor Situs Megalitikum Arca Domas Cibalay yang terletak di Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Situs ini merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan nilai sejarah dari peninggalan purbakala yang tidak kalah dari kawasan Gunung Padang. Lokasi situs yang terawat dengan baik ditemani dengan nuansa alam yang sejuk sangat menawan hati. Situs merupakan sebuah komplek yang terdiri atas sejumlah situs lainnya, seperti Endong Kasang, Balai Kambang, Jami Paci Ing, Batu Bergores, Pasir Manggis, Cipangantehan, dan Kebon Kopi. Melalui Departemen Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) yang memberikan hibah untuk penyelenggaraan kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah Tenjolaya, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) yang diketuai oleh Dr. Ima Mayasari, SH, MH selaku penerima hibah berkesempatan untuk turun lapangan melihat pengembangan wisata Situs Arca Domas Cibalay. Kegiatan yang dilaksanakan pada 13-14 Agustus 2022 dengan menyasar pada kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari Generasi Muda (Generasi Z) Desa Tapos 1, Pengurus Desa Wisata Tapos 1, Pengurus Desa, warga setempat, dan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui peningkatan kapasitas mereka agar mampu menjadi pemandu wisata yang cakap dan memiliki dasar pemahaman komunikasi bahasa inggris yang baik, sehingga Situs Arca Domas Cibalay dapat dipromosikan secara optimal melalui wisatawan yang berkunjung. Tidak hanya sebatas pembekalan dan workshop, melalui PPM ini Ima Mayasari dan tim mendengar keluh kesah pengelola desa wisata Tapos I dan sejumlah masyarakat terkait pengelolaan wisata dan infrastruktur yang tersedia. Salah satunya adalah pihak desa dan masyarakat menginginkan adanya sanggar budaya yang dapat mewadahi kreatifitas sekaligus menjadi tempat pengembangan dan pelestarian seni di Desa Tapos I. Sehingga, tidak hanya menawarkan Situs Arca Domas sebagai destinasi wisata, tetapi juga wisata budaya. Tentunya melalui PPM ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kualitas Pendidikan (Quality Education) bagi kalangan muda di sekitar Situs Arca Domas Cibalay. Hal ini juga penting agar kalangan muda di sekitar Situs Arca Domas Cibalay memiliki kapasitas sebagai pemandu wisata sebelum nantinya mereka dapat mengambil sertifikasi pramuwisata. Pihak desa Tapos I dan pengelola desa wisata berharap agar PPM ini dapat berlangsung secara berkesinambungan dan diharapkan juga agar dapat melakukan advokasi terhadap Situs Arca Domas Cibalay. Gambar 1. Kegiatan Edukasi Keterampilan Tour Guide Gambar 2. Kegiatan Edukasi Keterampilan Bahasa Inggris
Pengmas UI 2022 - DPPM 78 Tenjolaya, Kab. Bogor FIK UI MANFAATKAN SIMAS UNTUK PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA Prof. Dra. Junaiti Sahar, S.Kp., M. App.Sc., Ph.D Stroke, salah satu penyakit pembunuh utama di dunia, telah menjadi fokus perhatian yang serius di Indonesia. Prevalensi stroke terus meningkat dan tidak hanya memiliki dampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada ekonomi negara. Stroke bukan hanya penyakit yang mematikan, tetapi juga memberikan beban ekonomi yang signifikan pada individu dan masyarakat. Biaya pengobatan dan rehabilitasi pasca stroke sangat tinggi, yang berdampak pada sistem kesehatan dan ekonomi negara secara keseluruhan. Data terkini mengungkapkan peningkatan prevalensi stroke di Indonesia, dengan Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah penderita stroke tertinggi. Faktor risiko seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi, dan diabetes mellitus berkontribusi pada meningkatnya jumlah kasus stroke di negara ini. Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Tenjolaya, menghadapi peningkatan faktor risiko stroke, seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Namun, persentase lansia yang mendapatkan pelayanan kesehatan masih rendah. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat peran perawat komunitas, dan memanfaatkan teknologi guna mencegah dan mengelola stroke. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) lakukan Gerakan Pencegahan Stroke pada Lansia (GPS Lansia) di Puskesmas Kecamatan Tenjolaya, Bogor dengan mengadakan sosialisasi program GPS Lansia dan penggunaan aplikasi SIMAS (Sistem InforMasi lansiA dengan Stroke). Program ini menjangkau 26 penerima manfaat yang terdiri dari 17 kader kesehatan di wilayah Desa Gunung Malang, 3 perawat Puskesmas Tenjolaya, 1 bidan Desa Gunung Malang, dan 5 perwakilan organisasi masyarakat yang diadakan pada bulan Oktober 2022. Agenda 2030 pada Sustainable Development (SDGs) memiliki 17 tujuan dan 169 target. Sebagai penguatan atas dampak negatif penyakit tidak menular (PTM) termasuk stoke, secara khusus dimasukkan dalam tujuan ketiga pada SDGs. Tujuan tersebut membahas semua prioritas kesehatan utama, termasuk stroke dan penyakit tidak menular lainnya yang tidak terpisahkan untuk pencapaian tujuan SDGs. Agenda SDGs 2030 mengintegrasikan GPS Lansia kesehatan dengan dimensi pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan, menawarkan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengatasi stroke (PTM) dan determinannya melalui pendekatan multisektoral. Studi menunjukan bahwa penggunaan program berbasis komunitas 1
79 Pengmas UI 2022 - DPPM Tenjolaya, Kab. Bogor sebagai intervensi dalam keperawatan kesehatan komunitas untuk lansia efektif untuk pemulihan penderita stroke dan mencegah kekambuhan stroke dengan dukungan keluarga dan komunitas. Sosialisasi program GPS yang diberikan terdiri dari pemeriksaan kesehatan sebagai skrining kesehatan pada lansia stroke dan caregiver, pendidikan kesehatan tentang penyakit dan pola hidup sehat pola hidup sehat di rumah untuk mengontrol risiko stroke, serta latihan ROM (range of motion), TOA (task oriented approach), dan aktivitas fisik pada lansia stroke. Dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan aplikasi SIMAS yang dilakukan dalam tiga sesi. Sesi pertama pelatihan penggunaan aplikasi pada perawat, sesi kedua perawat memberikan penjelasan kepada para kader kesehatan tentang penggunaan aplikasi didampingi oleh tim pengabdi, lalu terakhir pelatihan penggunaan aplikasi pada caregiver lansia stroke. Pelatihan penggunaan aplikasi SIMAS dilakukan sebagai media penunjang program GPS Lansia. Peserta kegiatan diberikan kesempatan untuk menerapkan GPS menggunakan aplikasi secara mandiri selama 1-2 minggu. Setelah mendapatkan pelatihan tentang penggunaan aplikasi SIMAS, tim pengabdi akan mendampingi dan mengevaluasi saat perawat melakukan home visit dan kader kesehatan melakukan validasi data input oleh caregiver/keluarga lansia stroke pada lansia di wilayah kerjanya. Pendampingan ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan perawat, kader kesehatan dan caregiver/keluarga dengan lansia stroke dalam menjalankan perannya untuk mengendalikan faktor risiko stroke sebagai upaya pencegahan stroke berulang. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan Gambar 2. Pelatihan penggunaan aplikasi Gambar 3. Cek kesehatan 3 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 80 Tenjolaya, Kab. Bogor FIK UI LAKUKAN SKRINING RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS TENJOLAYA Ns. Utami Rachmawati, M.Kep, Sp.Kep.Kom Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) lakukan pengabdian di wilayah Tenjolaya, tepatnya di Wilayah Kerja Puskesmas Tenjolaya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasil diskusi tim pengabdi dengan kader kesehatan Desa Gunung Malang menunjukkan bahwa banyak lansia yang mendatangi Posbindu, begitu pula kelompok usia dewasa. Namun begitu, kunjungan ke Posbindu PTM ini bertujuan agar mereka mendapatkan obat dari keluhan yang dirasakan, bukannya untuk optimalisasi kontrol rutin atau pengendalian faktor risiko PTM sebagai salah satu tujuan utama pelayanan Posbindu PTM ini. Berdasarkan hal ini, menunjukkan bahwa diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran terkait PTM mulai dari skrining faktor risiko dan menginisiasi proses kelompok sebagai salah satu upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam mengendalikan PTM di tengah kondisi COVID-19 yang sekarang ini memasuki tahap endemi. Maka dari itu, tim FIK UI lakukan tiga upaya untuk mendorong peningkatan upaya kesehatan masyarakat terkait PTM dengan melakukan sosialisasi, revitalisasi, dan edukasi. Rangkaian ini dilaksanakan dalam kurun waktu April hingga Desember 2022. Adapun masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program ini terdiri dari 74 orang yang tercatat aktivitas skrining kesehatannya dan keterlibatan aktif para kader kesehatan. Sosialisasi yang dilakukan adalah sosialisasi tentang pelayanan Posbindu PTM dan upaya revitalisasinya melalui edukasi kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan capaian sasaran Posbindu PTM yang mendapatkan pelayanan, serta peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat terkait upaya promotif dan preventif PTM di masyarakat. Selanjutnya tim mengupayakan revitalisasi Posbindu PTM dan pelaksanaan skrining faktor risiko PTM untuk sasaran Posbindu PTM. Serta edukasi kesehatan terkait risiko PTM dan pembentukan kelompok pendukung dalam pencegahan PTM. 1 2
81 Pengmas UI 2022 - DPPM Tenjolaya, Kab. Bogor Gambar 1. Proses edukasi/konsultasi oleh tim pengabdi dalam proses edukasi/konsultasi pada masyarakat Gambar 2. Keterlibatan dokter Puskesmas Tenjolaya dalam proses edukasi/konsultasi pada masyarakat Gambar 3. Proses pelaksanaan skrining kesehatan untuk faktor risiko PTM 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 82 Tenjolaya, Kab. Bogor PSIKOLOGI UI KEMBANGKAN KAPASITAS GURU BK SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SEKOLAH DI KECAMATAN TENJOLAYA, KABUPATEN BOGOR Dr. Tjut Rifameutia, MA, Psikolog Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang diketuai oleh Dr. Tjut Rifameutia, MA, Psikolog dorong “Pengembangan Kapasitas Guru dalam Meningkatkan Aspirasi Akademik Siswa” dengan menyelenggarakan kegiatan “Lokalatih Guru” pada 27 Oktober 2022. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang serba guna Kantor Kecamatan Tenjolaya ini dihadiri oleh 28 orang guru Bimbingan Konseling (BK) dari sebelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan satu orang pengawas sekolah. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Camat Tenjolaya, Bapak Farid Ma’ruf, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa syukur dan gembira dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat dari UI dan berharap para siswa Tenjolaya semakin bersemangat melanjutkan pendidikan dengan adanya penambahan wawasan dan keterampilan para guru, disamping itu beliau berharap agar performa siswa dan tenaga pendidik semakin meningkat. Sejalan dengan aspek penting yang perlu ditingkatkan di Kecamatan Tenjolaya, yaitu penguatan sumber daya manusia, terutama untuk memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan masa pasca panen. Oleh karena itu, berbagai sarana pendukung pendidikan dinilai akan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakatnya. Dengan hadirnya sekolah sebagai sarana pendidikan formal di tengah-tengah masyarakat, diharapkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tenjolaya semakin baik, terutama untuk anak-anak dan remaja yang akan bertumbuh menjadi generasi produktif. Kecamatan Tenjolaya memiliki 38 sekolah PAUD, 40 Sekolah Dasar (SD), 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 14 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta 41 pondok pesantren. Melihat kondisi tersebut, pendidikan formal dipilih oleh tim pengabdi karena dinilai akan mendorong keberlanjutan (sustainability) program selama beberapa tahun mendatang. Dengan tujuan menyiapkan keberlanjutan dari program maka program pendampingan akan diberikan kepada guruguru mata pelajaran BK dan atau Wali Kelas dari 16 SMP dan 14 SMA di Kecamatan Tenjolaya. Guru BK dipilih karena merupakan unsur strategis dalam penanaman nilai nilai 1
83 Pengmas UI 2022 - DPPM Tenjolaya, Kab. Bogor kepada peserta didik, dalam hal ini nilai yang akan disemai adalah nilai pentingnya memiliki aspirasi pendidikan (akademik). Keinginan untuk merubah kondisi dan mencapai sesuatu yang lebih tinggi di waktu yang akan datang disebut juga dengan aspirasi. Diharapkan dengan pendampingan terhadap kapasitas guru BK yang merupakan ujung tombak pelaksana pembinaan nilai, siswa-siswa yang akan memperoleh manfaat dari peningkatan kapasitas guru BK ini akan merupakan seluruh siswa di Kabupaten Tenjolaya. Gambar 1. Kegiatan workshop Gambar 2. Sesi diskusi Gambar 3. Sesi tanya jawab 23
Pengmas UI 2022 - DPPM 84 Tenjolaya, Kab. Bogor PERMUKIMAN SEHAT UNTUK UPAYA PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KECAMATAN TENJOLAYA, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Dr. Renny Nurhasana Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG-UI) menyelenggarakan sosialisasi mengenai “Hubungan Perilaku Merokok dan Stunting melalui Permukiman Sehat yang Ramah Lingkungan Bebas Asap Rokok” yang ditujukan untuk perwakilan kader, perangkat desa, tim pendamping keluarga, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pengurus RT dan RW di wilayah kerja Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin, 7 November 2022. Sosialisasi ini dihadiri oleh beberapa pejabat daerah, seperti Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjolaya, Sekretaris Desa Cibitung, dan Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Tenjolaya, serta dihadiri oleh 25 peserta. Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Tenjolaya, Febriyanti Safitri, S.Gz., mengungkapkan bahwa telah banyak upaya yang dilakukan dalam mencegah dan menanggulangi stunting, namun keterbatasan tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi salah satu hambatannya. Selain itu, banyaknya faktor risiko yang dapat mempengaruhi stunting menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting ini harus dilakukan dengan kerja sama dan lintas sektor. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stunting, di antaranya kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, pola asuh/ pemberian makan yang kurang baik dari sejak anak dilahirkan, dan perilaku merokok. Sebuah riset yang dilakukan oleh ketua Tim Pengabdian Masyarakat SKSG-UI, Dr. Renny Nurhasana, bersama tim menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di rumah tangga dengan orang tua perokok cenderung memiliki pertumbuhan lebih lambat dalam berat dan tinggi badan dibandingkan mereka yang tinggal di rumah tangga tanpa orang tua perokok. “Anak-anak dari orang tua perokok kronis memiliki pertumbuhan berat badan secara rata12
85 Pengmas UI 2022 - DPPM Tenjolaya, Kab. Bogor rata lebih rendah 1,5 kg dan pertumbuhan tinggi badan secara ratarata lebih rendah 0,34 cm dibanding dengan anak-anak dari orang tua yang tidak merokok. Di sisi lain, pajanan asap rokok terhadap ibu hamil ataupun langsung kepada anak menyebabkan kerentanan penyakit kronis serta lingkungan yang tidak sehat. Hal ini juga berdampak pada keparahan kondisi anak yang menjadi stunting,” jelas Renny. Konsumsi rokok juga terbukti menyebabkan kemiskinan pada keluarga. Banyak dari keluarga yang lebih mementingkan untuk membeli rokok dibandingkan kebutuhan pokok keluarga. Fenomena ini pun juga ditemukan di Desa Cibitung berdasarkan pengakuan warga setempat. Dr. Renny menjelaskan bahwa sosialisasi digelar di Kabupaten Bogor, khususnya di Desa Cibitung Kecamatan Tenjolaya, disebabkan beberapa permasalahan kesehatan yang dihadapi, antara lain masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kaitan antara perilaku merokok dengan stunting, ratarata anak mulai merokok di Kabupaten Bogor terbilang dini, yaitu pada rentang usia 10-14 tahun (berpendidikan SMP), serta belum adanya media edukasi terkait bahaya perilaku merokok dengan stunting. Ketua Kader Desa Cibitung, Siti Komariah, menyampaikan bahwa sosialisasi terkait materi ini baru pertama kali didapatkan. “Saya akhirnya sadar, perilaku merokok ternyata tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga bisa menyebabkan stunting yang akhirnya bisa berdampak dengan kecerdasan anak. Ini tantangan baru bagi kami kader disini, untuk sosialisasi ke masyarakat ini. Intervensi ini minimal dimulai dari keluarga,” jelas Siti. Salah satu tindak lanjut nyata setelah sosialisasi berlangsung adalah kader akan meneruskan informasi kepada warga, terutama remaja, ibu hamil, dan ibu yang memiliki balita. Selain itu, kader sepakat untuk memiliki program penerapan rumah tanpa asap rokok pada keluarga di Desa Cibitung. Tim Pengmas UI membagikan stiker rumah tanpa asap rokok kepada kader, untuk mendukung rencana tindak lanjut tersebut. “Berikutnya, kader akan melaporkan hasil sosialisasi dan hasil rumah tanpa asap rokok demi menciptakan lingkungan, khususnya Desa Cibitung menjadi pemukiman sehat yang ramah lingkungan bebas asap rokok. Dimulai dari dalam rumah, yang diharapkan dapat meluas ke seluruh bagian desa. Apalagi Kabupaten Bogor juga sudah memiliki Peraturan Daerah mengenai Kawasan Tanpa Rokok. Hal ini harus terus didorong untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari rokok serta mengurangi faktor risiko stunting yang berasal dari perilaku merokok,” tambah Dr. Renny. Gambar 1. Para peserta Gambar 2. Penyamapain materi Gambar 3. Kegiatan tanya jawab 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 86 Tenjolaya, Kab. Bogor SUMEDANG, JAWA BARAT SUMEDANG SUMEDANG