The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dalam buku ini, kami jabarkan beberapa program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adnan Kurniawan, 2023-11-28 21:49:05

Buku Profil Pengmas UI 2022

Dalam buku ini, kami jabarkan beberapa program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)

87 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat


Pengmas UI 2022 - DPPM 88 Sumedang, Jawa Barat FIB UI MEMBERIKAN GAGASAN KERJASAMA PERPUSTAKAAN KERATON SUMEDANG DAN MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN UNTUK MENGUATKAN BUDAYA SUNDA Dr. Tamara Adriani Salim Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai upaya penguatan budaya Sunda melalui kolaborasi Perpustakaan Keraton Sumedang Larang dan Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang Selatan. Tim pengmas yang dipimpin oleh Dr. Tamara Adriani Salim ini menginisiasi program kolaborasi antara Perpustakaan Keraton Sumedang Larang dan Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang, Jawa Barat. Program ini diawali dengan pembuatan katalog online bersama antara Perpustakaan dan Museum. Keraton Sumedang memiliki dua lembaga yang berfungsi sebagai media penjangkauan masyarakat, yaitu melalui museum dan perpustakaan. Kedua lembaga tersebut memberikan informasi kepada pengunjung mengenai koleksi budaya dan kegiatan kebudayaan sunda yang dikelola oleh Keraton Sumedang hingga saat ini. “Kegiatan ini merupakan sumbangsih nyata dari Universitas Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam kemajuan Museum Prabu Geusan Ulun dan Keraton Sumedang Larang untuk meningkatkan kinerja kami dalam pelayanan yang optimal dalam masyarakat,” ujar Radya Anom Lucky Djohari Soemawilaga. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang penerima manfaat yang terdiri dari tim pengelola Perpustakaa Keraton Sumedang Larang, tim pengelola Museum Prabu Geusan Ulun, serta Keraton Sumedang Larang yang diwakili oleh Radya Anom Lucky Djohari Soemawilaga dan anggota Yayasan Nadzir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS). “Kerja sama yang telah berlangsung dari tahun lalu ini, semoga bisa memperkuat ketahanan budaya di Indonesia, khususnya budaya sunda, di tengah peradaban dunia melalui pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan,” tutur Dr. Tamara dalam sesi pembukaan acara di Sumedang Dalam kegiatan ini, tim pengabdi Universitas Indonesia melatih pengelola perpustakaan dan museum untuk mengembangkan katalog online yang telah diinisiasi oleh tim pengabdi. Pengembangan tersebut akan terus berjalan seiring dengan perkembangan deskripsi informasi yang dapat ditambahkan oleh kedua lembaga. Dalam kegiatan ini juga Universitas Indonesia juga menyerahkan seperangkat laptop dan aplikasi yang telah terpasang di dalamnya untuk digunakan oleh pengelola Perpustakaan dan Museum dalam mengembangkan katalog yang mereka miliki. 1


89 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Gambar 1. Sesi Pelatihan dan Diskusi SLiMS Gambar 2. Penyamapain materi Gambar 3. Kegiatan tanya jawab Gambar 4. Website SLiMS 2 34


Pengmas UI 2022 - DPPM 90 Sumedang, Jawa Barat FIK UI BANTU MENINGKATKAN STATUS PSIKOLOGI DAN SPIRITUAL SERTA PERILAKU SEHAT MELALUI INTERVENSI KEPERAWATAN JIWA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN Prof. Achir Yani S. Hamid, M.N., DNSc FIK UI melakukan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan status psikologi dan spiritual dan perilaku sehat lingkungan melalui intervensi keperawatan jiwa terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan tersebut dilakukan karena sejumlah permasalahan psikososial dan kesehatan lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sumedang disebabkan oleh over capacity warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang melebih 100%. Peningkatan jumlah populasi yang tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas Lapas menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan WBP dan juga kesehatan lingkungan Lapas. Penyebaran penyakit menular sangat tinggi terjadi terutama di masa Pandemi Covid-19. Staf dan WBP beresiko tinggi tertular Covid-19. Over capacity telah menimbulkan perubahan terhadap kesehatan lingkungan Lapas antara lain padatnya hunian, timbulnya masalah kebersihan lingkungan, masalah pengelolaan sampah dan penggunaan air bersih yang terbatas. Hal tersebut diperparah dengan personal hygiene WBP yang buruk. Populasi yang padat juga menyebabkan mudah terjadi pergesekan antar WBP karena kepentingan yang berbeda-beda yang dapat berujung pertengkaran dan kerusuhan. Intervensi keperawatan jiwa mampu memberikan suatu perubahan baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor bagi warga binaan sehingga mampu menjalani dan menghadapi berbagai macam stressor selama di Lapas dan mampu melakukan perubahan perilaku dalam kehidupannya, menjadi individu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas. Berdasarkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs): No One Left Behind, maka WBP merupakan bagian penting dari masyarakat yang memerlukan program ini untuk mendorong tercapainya kehidupan sosial yang lebih baik, pengelolaan lingkungan yang sehat serta masyarakat yang 2 1


91 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat sehat secara mental. Program yang berhasil menggaet 40 WBP sebagai penerima manfaat ini, melibatkan Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Perawat Pemasyarakatan, Tahanan Pendamping dan warga binaan pemasyarakatan. Tim Pengmas juga terdiri atas mahasiswa dan alumni Spesialis Keperawatan Jiwa yang merupakan masyarakat sekitar Lapas dan berdomisili di Kabupaten Sumedang. Keterlibatan perawat pemasyarakatan dan tahanan pendamping, bahkan mahasiswa dan alumni bertujuan untuk menjaga kontinuitas program ini. Kegiatan ini akan menghasilkan produk berupa modul intervensi keperawatan psikososial, spiritual dan perilaku sehat lingkungan bagi warga binaan pemasyarakatan. Gambar 1. Tahap Persiapan: koordinasi via online Gambar 2. Pelatihan hari I Gambar 3. Pelatihan hari II Gambar 4. evaluasi dilakukan melalui post test dan evaluasi kegiatan Gambar 5. Modul Intervensi 34 5


Pengmas UI 2022 - DPPM 92 Sumedang, Jawa Barat FKM UI MELAKUKAN PROGRAM PENCEGAHAN TIDAK MEROKOK SELAMANYA UNTUK REMAJA DI KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT Prof. Dr. Wahyu Sulistiadi MARS Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melakukan pelatihan dan bimbingan pencegahan tidak merokok selamanya bagi anak sekolah dan remaja di wilayah Kabupaten Sumedang. Setiap tahun, prevalensi konsumsi rokok di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan perokok baru dan pemula yang cenderung berusia muda. Kondisi ini akan memperburuk situasi sosial ekonomi masyarakat Sumedang. Dalam waktu sekitar 2 bulan, program ini bertujuan untuk memberikan upaya pencegahan dengan menyediakan pemahaman tentang gaya hidup sehat kepada masyarakat. Melalui pengabdian kepada masyarakat di salah satu sarana publik di Kabupaten Sumedang, program ini akan memberikan metode dan cara untuk mencegah perilaku merokok pada usia rentan yang rentan terhadap dampak negatif dari kebiasaan tersebut. Karena kebiasaan merokok yang dilakukan oleh anak usia sekolah dan remaja membutuhkan perhatian. Melalui pelatihan dan pembinaan kepada kader kesehatan yang diutus dari puskesmas di 5 wilayah Kecamatan Sumedang, diharapkan dapat membangkitkan dan meningkatkan upaya promosi kesehatan untuk berhenti merokok secara permanen di Sumedang. Buku saku “Berhenti Merokok Selamanya” yang telah diajarkan juga akan menjadi sumber dan referensi yang digunakan untuk mendidik masyarakat mengenai pentingnya berhenti merokok secara permanen. Jadwal kegiatan telah ditetapkan selama 3 bulan dengan melibatkan persiapan, perijinan, komunikasi, dan administrasi yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Selanjutnya, kegiatan pencegahan akan dilakukan di sarana publik Kabupaten Sumedang yang dikelola oleh Dinas Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini akan mencakup berbagai upaya, seperti memberikan informasi, penyuluhan, dan pembentukan komitmen pencegahan merokok selamanya, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Setelah diberikan workshop dan pembinaan, terjadi peningkatan pengetahuan kader Kesehatan puskesmas sebanyak 13,587%. Para kader juga diberikan pengetahuan terkait tantangan selama ini yang terjadi dalam promosi kesehatan terkait berhenti merokok mulai tantangan di lingkungan sekitar sampai tantangan dalam advokasi kesehatan. 1


93 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Gambar 1. Foto bersama Dinas Kesehatan Sumedang dan Duta Genre Kota Sumedang Gambar 2. Foto bersama Kader Kesehatan Puskesmas Wilayah Sumedang Gambar 3. Penyerahan buku saku 23


Pengmas UI 2022 - DPPM 94 Sumedang, Jawa Barat UI BERIKAN PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI PEMASARAN DIGITAL DAN MANAJEMEN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI UMKM SULTAN (SUMEDANG SELATAN) Dr. Fuad Gani, S.S., M.A Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia melakukan pembinaan dan pelatihan pemasaran digital dan manajemen berbasis teknologi informasi kepada 18 pelaku UMKM Sultan di Sumedang Selatan. Pelatihan kepada pelaku UMKM Sultan di Sumedang Selatan dilakukan untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat di pasar online, di mana sebagian besar pelaku bisnis masih terbatas dalam menjual produk secara langsung atau melalui jaringan sosial terbatas. Dampaknya, informasi tentang produk yang mereka tawarkan belum dapat mencapai audiens yang lebih luas, sehingga menghambat potensi peningkatan penjualan dan pertumbuhan omset yang lebih signifikan. Program ini akan dilaksanakan di wilayah Sumedang Selatan selama 10 bulan dengan alokasi 16 jam perminggu. Dalam program ini para pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan desain, social media marketing, E-commerce, dan pelatihan web desain. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan pendampingan masa implementasi, monitoring, dan evaluasi Target yang diharapkan dari pembinaan dan pelatihan ini adalah pertama, penerapan pemasaran digital secara profesional dan berkesinambungan oleh para pelaku dan pengelola UMKM. Kedua, kemampuan dalam mengelola administrasi perkantoran yang terotomasi menggunakan aplikasi yang mudah diterapkan dan sudah dikenal oleh para pelaku dan pengelola UMKM. Ketiga, para pelaku UMKM menerapkan konsep cyber office agar dapat berinteraksi dengan pelanggan atau target pasar tanpa adanya keterbatasan ruang dan 1


95 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat waktu, kemandirian kepada pelaku dan pengelola UMKM dalam mendesain kemasan produk dan alat promosi berbasis teknologi digital seperti pembuatan poster, brosur, dan flyer. Keempat, kemampuan para pelaku dan pengelola UMKM dalam merawat informasi terbaru pada situs web mereka. Dengan mencapai targettarget ini, pengabdian masyarakat akan Gambar 1. Sesi pelatihan Gambar 2. praktik membuat desain produk menggunakan smartphone Gambar 3. Materi memasarkan digital mareting menggunakan social media 3 2 memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan dan memajukan sektor UMKM.


Pengmas UI 2022 - DPPM 96 Sumedang, Jawa Barat INOVASI PANGAN TERNAK BERKELANJUTAN: CATTLE FEED BAR (CFB) SEBAGAI SOLUSI NUTRISI LENGKAP DARI LIMBAH UNTUK PRODUKTIVITAS PETERNAKAN YANG UNGGUL Prof. Dr. techn. Djoko Triyono Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam melakukan program pengembangan Cattle Feed Bar (CFB) di Desa Cimarga, Sumedang. Desa Cimarga terletak di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa Cimarga terletak di dataran tinggi Kabupaten Sumedang Desa Cimarga memiliki luas 174 km² dan terdiri atas 72 km² persawahan dan 48 km² nonpersawahan. Terdapat 550 kepala keluarga di Desa Cimarga yang memanfaatkan lahan yang mereka miliki untuk pertanian, peternakan, dan perkebunan gula aren serta kopi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Cimarga mengenai Cattle Feed Bar (CFB) sebagai suplemen yang penting bagi hewan ternak. Melalui serangkaian presentasi, masyarakat diberikan informasi yang komprehensif tentang proses pengembangan CFB, termasuk bahan baku, dosis yang optimal, serta langkah-langkah pembuatannya. Agar mereka memiliki keterampilan untuk membuatnya sendiri dan tidak perlu khawatir kekurangan suplemen bagi hewan ternak mereka. Kegiatan ini akan dilakukan pada 10 September 2022 kepada peternak di Dusun Margawati, Desa Cimarga. Upaya ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menyediakan CFB secara mandiri. Selain itu, penting juga untuk memperkenalkan dan menerapkan penggunaan Cattle Feed Bar dalam sistem pangan ternak masyarakat guna memastikan bahwa hewan ternak menerima asupan nutrisi yang mencukupi dan berkualitas. Terkait pengolahan limbah perkebunan yang dimiliki menumbuhkan ancaman pencemaran 1


97 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat kesehatan lingkungan. Pencemaran lingkungan yang terakumulasi dapat menurunkan kualitas dan produktivitas peternakan. Maka dari itu, masyarakat Desa Cimarga membutuhkan alternatif pengolahan limbah pertanian padi, perkebunan jagung, dan gula aren. Target yang diharapkan dari adanya program ini adalah masyarakat Desa Cimarga dapat mengolah limbah yang dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi peternakan di Desa Cimarga. Dilakukan dengan pengolahan limbah jagung, padi, dan limbah pembuatan gula aren menjadi Cattle feed bar (CFB). Cattle feed bar (CFB) merupakan suplemen ternak yang Gambar 1. Sosialisasi Cattle Feed Bar Gambar 2. Proses pembuatan suplemen ternak Gambar 3. Sesi santai bersama peserta 2 3 dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas sapi peternakan.


Pengmas UI 2022 - DPPM 98 Sumedang, Jawa Barat MEMBANGUN MASA DEPAN BERSIH MELALUI INVESTASI PUBLIK DALAM PROGRAM SANITASI MANDIRI DESA KARANGBUNGUR, BUAHDUA, SUMEDANG, JAWA BARAT Dr. Taqyuddin, S.Si., M.Hum Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI melakukan pengabdian masyarakat kepada warga Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua, Kab. Sumedang, dengan program sanitasi Rumah Tangga dan Lingkungan Mandiri Desa Karangbungur dipilih karena desa ini terletak sekitar 40 km dari pusat ibu kota Kabupaten Sumedang. Kondisi Geografis menjadikan desa ini sebagai penyedia utama beras bagi Kabupaten Sumedang, sehingga ketersediaan pasokan air yang berkelanjutan menjadi sangat penting. Selain untuk pengairan sawah, kebutuhan akan air bersih juga sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah tangga. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan melalui dua kegiatan utama, yaitu diseminasi informasi melalui pemberitaan popular dan penyusunan buku mengenai Sanitasi Publik dan Sanitasi Mandiri di Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang Para pengabdi bekerja sama dengan aparat desa dan masyarakat dalam upaya pemberdayaan, dengan tujuan untuk memahami kondisi sanitasi di setiap Rukun Tetangga dan menyampaikan model sanitasi sehat dari program dinkes. Hal ini memungkinkan aparat desa untuk langsung mengetahui mana sanitasi yang sudah memenuhi syarat dan mana yang masih kurang memenuhi syarat. Dengan pengetahuan ini, warga dapat secara mandiri meningkatkan kualitas sanitasi mereka. 1 23


99 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat “Intinya adalah Sanitasi mandiri penting, upaya Pemerintah Daerah Sumedang sudah maksimal dengan keterbatasannya seperti anggaran, tenaga dan Tupoksinya. Dan bentukbentuk program sanitasi masyarakat didukung Pemda Sumedang yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemukiman dan Dinas Sosial sudah maksimal,” ungkap Sofyan Cholid, Sebanyak 400 KK di Desa Karangbungur menjadi penerima manfaat dari program ini. Target dari berjalannya program ini adalah terpenuhinya warga Desa Karangbungur dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi rumah tangga dan lingkungan dan menjadi warga yang sehat, sehingga dapat menjalankan pengolahan tanah pertanian secara optimal dan berdampak produktivitas sawah padi yang terus meningkat Gambar 1. Wwancara dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dadang Sualeman Gambar 2. Warga Mengambil Air untuk Menyiram Tanaman dari Mata Air Karangbungur Gambar 3. Air Bersih dari Mata Air Distribusi ke Pemukiman Warga Gambar 4. Toren Penampungan Air Bersih Sebelum Didistribusikan 4


Pengmas UI 2022 - DPPM 100 Sumedang, Jawa Barat MENGHIDUPKAN KEMBALI GAMELAN SARI ONENG: PENGEMBANGAN SENI TRADISI UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SUMEDANG Dr. Syahrial, M.Hum. Tim Pengabdian Masyarakat UI dari Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya di bidang budaya melakukan kegiatan revitalisasi Gamelan Sunda, yaitu Gamelan Gamelan Sari Oneng di Sumedang, Jawa Barat. Wilayah Sumedang dipilih karena Kabupaten Sumedang memiliki latar belakang Sunda yang kuat, terutama tradisi lisan dan masyarakat Sumedang memiliki seni tradisi yang masih dipraktikkan dalam berbagai upacara adat atau pertunjukan seni. Tetapi beberapa dari seni tradisi masyarakat tersebut, ada pula yang hampir atau terancam punah sehingga perlu direvitalisasi, salah satunya adalah Gamelan Sari Oneng Museum Prabu Geusan Ulun Keraton Sumedang memelihara Gamelan Sari Oneng sebagai bagian dari warisan sejarah yang terjaga dengan baik. Menurut Dr. Syahrial, dengan merevitalisasi Gamelan Sari Oneng, kita juga ikut berperan dalam menjaga kelangsungan tradisi kesenian lain yang ada di sekitar Keraton Sumedang. Kegiatan Revitalisasi Gamelan Sari Oneng ini dilaksanakan pada Maret-Oktober 2022 di Museum Prabu Geusan Ulun Keraton Sumedang Larang, wilayah Sumedang dengan 45 peserta sebagai penerima manfaat. Dr. Syahrial mengungkapkan bahwa kegiatan pengmas di bidang kebudayaan di Sumedang menghasilkan berbagai produk, termasuk publikasi melalui platform digital, penerbitan melalui media massa dan media sosial, produksi film dokumenter tentang Gamelan Sari Oneng, dan penyusunan buku. Ia berharap bahwa hasil-hasil tersebut dapat disebarluaskan dan didistribusikan ke berbagai sekolah di Sumedang guna memperkaya pengetahuan dan apresiasi terhadap budaya lokal. 123


101 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Gambar 1. Tim Pengabdi diterima oleh Sri Radya Keraton Sumedang Larang, Rd. Lucky Soemawilaga Gambar 2. Rd. Fetty R. Soemawilaga sedang memberi sambutan dalam diskusi terpumpun Gambar 3.Tim Pengabdi sesaat sebelum diskusi terpumpun (FGD) dengan para penari Gambar 4. Seorang anak penerus budaya Sunda sedang belajar menari buhun 4


Pengmas UI 2022 - DPPM 102 Sumedang, Jawa Barat MEWUJUDKAN GENERASI BERKARAKTER PANCASILA: PENTINGNYA PROGRAM PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN PELATIHAN PENDIDIKAN PANCASILA BAGI GURU PAUD DI DESA CITENGAH Dr. Palupi Lindiasari Samputra S.Pi,M.M Dr. Palupi Lindiasari, memimpin tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, untuk menyelenggarakan program informasi dan keterampilan bagi para pengajar PAUD di desa Citengah, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Desa Citengah, yang terletak di Kecamatan Sumedang Selatan, dipilih karena memiliki tingkat Pendidikan yang relatif rendah, terutama di tingkat SD, dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Situasi ini berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan, terutama di tingkat PAUD. Selain itu, pemahaman guruguru PAUD di desa tersebut terhadap nilainilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masih sangat terbatas referensinya, meskipun daerah tersebut kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat di PAUD Lestari, Desa Citengah ini bertujuan untuk memberikan penguatan nilai-nilai Pancasila bagi Guru PAUD sebagai pilar penting dalam mewujudkan Pembangunan manusia berkarakter Pancasila dimulai dari usia dini. Target program ini untuk 15 guru PAUD dengan harapan dari program ini adalah peningkatan kemampuan hard skill dan soft skill mereka sebagai guru PAUD, terutama dalam memberikan pengajaran Pendidikan Pancasila melalui penggunaan permainan tradisional. 3 2 1


103 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Hal ini bertujuan untuk memperkuat karakter anak didik di tingkat PAUD. Pelaksanaan program ini dilakukan pada 13 Agustus 2022 kepada Guru PAUD Lestari di Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Program ini akan dimulai dari seminar berupa edukasi dan pelatihan Pendidikan Pancasila Gambar 1. kegiatan sosialisasi : pentingnya pendidikan pancasila dalam memperkuat ketahanan nasional secara daring Gambar 2. Anak-anak siswa PAUD memanfaatkan Perlengkapan dari Kegiatan Gambar 3. Sosialisasi Penguatan Nilai-nilai Pancasila memanfaatkan Media Digital Gambar 4. Buku panduan untuk guru paud 4 berbasis kearifan lokal bagi para pendidik di tingkat PAUD, dan luaran berupa buku panduan pengajaran Pendidikan Pancasila berbasis kearifan lokal untuk Pendidik (Guru) di tingkat PAUD.


Pengmas UI 2022 - DPPM 104 Sumedang, Jawa Barat PELATIHAN PEMBUATAN NASKAH SUMBER UNTUK MEMPERKAYA KHAZANAH ARSIP STATIS KABUPATEN SUMEDANG Dyah Safitri, M.Hum Program Vokasi Universitas Indonesia melaksanakan Pelatihan Pembuatan Naskah Sumber Untuk Memperkaya Khazanah Arsip Statis di Kabupaten Sumedang Kegiatan ini memilih Kabupaten Sumedang sebagai lokasi karena wilayah ini kaya akan sumber daya alam dan budaya yang telah tercatat secara historis dalam arsip statis yang diawasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. Untuk mendukung pengembangan pariwisata, dilakukan narasi kreatif mengenai objek wisata di Kabupaten Sumedang, yang sejalan dengan salah satu program unggulan daerah tersebut. Meskipun telah ada upaya untuk mempublikasikan arsip, namun belum mencapai tingkat maksimal, seperti yang terlihat pada situs SISEMAR yang dikelola 1 2


105 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Sumedang. Pelatihan ini memiliki target yang diharapkan, yaitu agar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang dapat menjadi mandiri dalam menyajikan publikasi arsip statis, terutama yang berkaitan dengan tema objek wisata, serta memastikan kelangsungan program ini dapat terus berjalan. Sebanyak 25 peserta menjadi penerima manfaat dari pelatihan ini. Menghasilkan naskah sumber dengan pendekatan kreatif akan menjalin kedekatan dengan masyarakat, terutama generasi muda, sehingga naskah tersebut akan menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya oleh masyarakat secara luas. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi para pemangku kepentingan pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat Sumedang dan Jawa Barat secara umum. Sementara itu, tujuan utama dari pelatihan ini adalah menciptakan berita populer yang mengulas tentang pelatihan pembuatan naskah sumber. Gambar 1. Dyah Safitri, Ketua tim pengabdi memberikan Materi pelatihan Gambar 2. Mahasiswa prodi MRA Vokasi UI sharing tentang social media Gambar 3. Penjelasan tentang arsip digital Gambar 4. Penyerahan plakat 3 4


Pengmas UI 2022 - DPPM 106 Sumedang, Jawa Barat PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENINGKATAN KETANGGUHAN KELUARGA UNTUK MENCEGAH TRAUMA PASCA BENCANA Prof. Achir Yani S. Hamid, M.N., DNSc Fakultas Ilmu Keperawatan UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang secara langsung memberikan pembelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mengatasi trauma bencana di Desa Ciherang, Jawa Barat Desa Ciherang merupakan salah satu desa yang rawan terhadap terjadinya bencana tanah longsor. Kurang lebih enam bulan yang lalu bencana tanah longsor terjadi di desa tersebut dan menimpa beberapa keluarga. Bencana membuat warga kehilangan harta benda dan kehilangan sumber pencaharian. Wilayah Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat dipilih karena belum adanya kegiatan pemberdayaan keluarga dalam peningkatan ketangguhan keluarga untuk mencegah trauma pasca bencana tanah longsor. Mereka bersama dengan perangkat desa dan kader kesehatan program memberikan pemahaman terkait pencegahan trauma dan manajemen stres kepada 20 kader kesehatan Desa Ciherang. Lalu, dilanjutkan dengan praktik lapangan pendampingan kader kesehatan berkunjung kepada warga untuk melaksanakan deteksi masalah kesehatan jiwa dan diikuti dengan pelaksanaan intervensi 1 234


107 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat manajemen stres untuk mengatasi trauma pascabencana. Dalam upaya untuk meningkatkan ketangguhan keluarga dalam menghadapi masalah bencana tanah longsor, dilakukan pembekalan dan pemberdayaan kader kesehatan melalui kegiatan peningkatan kapasitas. Melalui pelatihan kebencanaan, keluarga yang selamat maupun keluarga yang terdampak bencana tanah longsor diberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Hal ini bertujuan agar keluarga dapat mandiri dalam mengembangkan ketangguhan keluarga dalam menghadapi bencana tanah longsor, melalui pemahaman dan keahlian yang diperoleh dari pelatihan tersebut. Target yang diharapkan dari adanya pemberdayaan kader kesehatan dalam peningkatan ketangguhan keluarga untuk mencegah trauma pasca bencana adalah meningkatkan ketangguhan keluarga mengatasi trauma bencana seperti kepanikan dan kecemasan yang dapat mengganggu psikologis Kegiatan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Peningkatan Ketangguhan Keluarga untuk Mencegah Trauma Pasca Bencana dilaksanakan selama 9 bulan di Desa Ciherang. Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Kader Desa Hari I Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Kader Desa Hari II Gambar 3. Wawancara kepada warga Gambar 4. Foto bersama dengan peserta


Pengmas UI 2022 - DPPM 108 Sumedang, Jawa Barat PENGEMBANGAN GEOSPASIAL DATABASE ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN MELALUI CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI MENGGUNAKAN GIS Dr. Supriatna, M.T. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan mengenai Pengembangan Geodatabase by name by address melalui Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) untuk Desa Situraja Kecamatan Situraja dan Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Alasan di balik pemilihan Desa Situraja dan Desa Citengah sebagai lokasi pengabdian masyarakat dalam pembangunan dan pembaruan geospasial database berbasis nama dan alamat, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Supriatna, adalah untuk memberikan gambaran perbandingan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Desa Situraja dipilih sebagai representasi desa di wilayah urban, sementara Desa Citengah dipilih sebagai 1 2


109 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat representasi desa di wilayah rural. Dengan demikian, melalui kegiatan ini dapat terlihat bagaimana hasilnya berbeda antara kedua wilayah tersebut, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang kebutuhan dan perbedaan karakteristik dalam pengembangan geospasial database di kedua tipe wilayah tersebut. Database telah diisi oleh 50 warga dari 5 desa. Dengan melaksanakan kegiatan ini, tujuan yang diharapkan adalah terbentuknya database berbasis spasial (geospasial database) yang lengkap dengan informasi nama dan alamat, yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis spasial dan Command Center Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Melalui ini, masyarakat desa akan memiliki akses untuk melihat dan mengupdate data lokasi, nama, serta informasi sosial dan ekonomi lainnya dari warga Desa Situraja beserta alamat tempat tinggal mereka, sehingga tercipta pemahaman yang lebih baik tentang profil masyarakat desa dan perbaikan data yang terus-menerus. Gambar 1. Update geodatabase dengan perangkat desa dan masyarakat I Gambar 2. Update geodatabase dengan perangkat desa dan masyarakat II Gambar 3. Penyerahan peta ke desa 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 110 Sumedang, Jawa Barat PROGRAM “BACKYARD SCIENCE ” SEBAGAI METODE EDUKATIF ILMU SAINS UNTUK SISWA SDN CIMARGA, SUMEDANG Dr. Retno Lestari, M.Si. Pendidikan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Beberapa penyebabnya adalah kurangnya literasi atau minat baca pada siswa dan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Metode pembelajaran ini seringkali dianggap membosankan sehingga menyebabkan kurangnya minat siswa untuk mendalami ilmu pengetahuan. Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FMIPA UI bekerja sama dengan Yayasan Pandu Cendekia membuat program edukasi sains “Backyard Science” dengan harapan dapat meningkatkan literasi siswa, terkhusus bidang sains kepada 64 siswa SDN Cimarga, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI). Penggunaan metode “Backyard Sains” dianggap sebagai pembelajaran yang mengasyikan karena siswa diajak terjun langsung untuk mencoba dan memvisualisasikan teori dasar sains yang diajarkan, seperti eksperimen sains gunung berapi dan roket air. Tidak hanya itu, dongeng dengan latar belakang sains juga digunakan sebagai metode pembelajaran karena akan mengembangkan imajinasi, emosi, seni, dan fantasi siswa SDN Cimarga. Sebanyak 10 orang Guru juga dilibatkan dalam sosialisasi untuk memperkenalkan metode pembelajaran yang efektif yang tidak hanya mengandalkan peran guru secara dominan, dan dapat juga untuk meningkatkan minat siswa terhadap ilmu sains dan penerapannya. 1 2


111 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Gambar 1. Eksperimen pembuatan roket air Gambar 2. Pengisahan dongeng sains oleh Dr. Retno Lestari, M.Si. Gambar 3. Infografis 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 112 Sumedang, Jawa Barat UI MEMBERDAYAKAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI GERAKAN PILAH SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT dr. Dewi Sukmawati, M.Kes., PhD. Tim pengabdian Masyarakat FK UI menggelar kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di MTs/MA Al Irfan Tanjungsari. Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan, tim dosen FK UI secara rutin melibatkan siswa/i dan guru dalam kegiatan edukasi dan praktek pemilahan sampah, serta menyampaikan informasi penting mengenai berbagai jenis sampah dan konsekuensinya terhadap kesehatan. Selain kegiatan edukasi tentang pengolahan sampah dan penyuluhan kesehatan, juga dilakukan launching pojok pilah sampah yang ditandai dengan pemberian bantuan berupa paket tempat sampah warna warni untuk kegiatan pilah sampah di sekolah Dengan tujuan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kabupaten Sumedang serta sekolah terkait, tim dosen FKUI berupaya melibatkan siswa dan guru dalam Gerakan Pilah Sampah di lingkungan sekolah. Melalui keterlibatan mereka, diharapkan mereka menjadi agen perubahan yang mendorong perubahan perilaku dalam membuang sampah di masyarakat. Diharapkan siswa dan guru dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh tentang pemilahan sampah dalam kehidupan seharihari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat secara luas. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melakukan kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di MTs/MA Al Irfan Tanjungsari, terkait pengelolaan sampah serta dampak bagi kesehatan masyarakat Alasan pemilihan Kabupaten Sumedang karena masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan data terkini dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2021, tercatat hanya terjadi penurunan sebesar 4,11% dari jumlah timbulan sampah di Kabupaten Sumedang. Selain itu, persentase penanganan sampah per tahun juga masih tergolong rendah, yaitu sekitar 26,72%. Analisis data SIPSN juga mengungkapkan bahwa DAS Citarum, yang mencakup wilayah Sumedang, menjadi sumber utama timbulan sampah, di mana sekitar 61,05% di antaranya adalah jenis sampah rumah tangga, terutama sisa makanan sebesar 53,68%. Program ini dilakukan dengan cara memberi penyuluhan serta kegiatan edukasi tentang pengolahan sampah dan penyuluhan kesehatan, juga dilakukan launching pojok pilah sampah yang ditandai dengan pemberian bantuan berupa paket tempat sampah warna warni 1


113 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat untuk kegiatan pilah sampah di sekolah Program ini bertujuan untuk mengajarkan langsung kepada siswa dan guru tentang pentingnya pemilahan sampah dengan mendirikan Pojok Pilah Sampah di sekolah. Diharapkan melalui program ini, siswa dan guru akan mulai dan terbiasa memilah sampah sejak dari rumah dan lingkungan sekolah, dengan tujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bebas sampah (zero waste) dan mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Gambar 1. kegiatan Pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat di MA/ Mts. Al Irfan Tanjungsari Gambar 2. Para peserta Gambar 3. Sesi tanya jawab 23


Pengmas UI 2022 - DPPM 114 Sumedang, Jawa Barat FAKULTAS TEKNIK UI MEMBUAT MESIN PENGOLAH KOTORAN TERNAK MENJADI KOMPOS Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA Fakultas Teknik Universitas Indonesia membuat mesin untuk mengolah kotoran ternak menjadi kompos sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan Koperasi Saung Agroternak Sukajaya (SAS) di Sumedang sebagai mitra. Koperasi SAS merupakan koperasi rintisan dari sekian banyak pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim Inkubator UI di bawah bimbingan Prof. Raldi (Fakultas Teknik). Koperasi SAS telah merangkul 8-10 masyarakat sekitar untuk mewujudkan proses pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, hasil produk telah dimanfaatkan oleh 2-3 kelompok tani di sekitar Koperasi SAS. Koperasi SAS pada saat ini sedang fokus dengan pengembangbiakan hewan ternak berupa kambing. Saat ini kotoran yang dihasilkan tidak dimanfaatkan. Padahal ada potensi untuk dijadikan pupuk kompos dan dapat bermanfaat untuk perkebunan yang dikelola oleh koperasi tersebut atau bahkan masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena persoalan yang dihadapi oleh Koperasi SAS tersebut, tim pengmas yang juga diketuai oleh Prof Raldi mencoba untuk membuat mesin pengolah kotoran kambing untuk dapat digunakan di koperasi SAS. Alat olah kotoran kambing yang akan dibuat merupakan prototipe / purwarupa dengan kapasitas kecil yang cocok untuk peternakan dengan jumlah hewan ternak tidak terlalu banyak. Dengan dimensi yang tidak terlalu besar diharapkan mudah dalam mobilisasi. Dengan ukuran drum panjang sekitar 60 cm dan diameter 30 cm. Dilengkapi dengan motor listrik untuk memutarkan poros pengaduk di dalam drum untuk mencampur bahan-bahan yang diperlukan agar menjadi pupuk kompos. Pengoperasian yang tergolong mudah dengan cara memasukkan campuran kotoran kambing dan beberapa bahan tambahan seperti molasses dan lainnya lewat hopper di atas dan mesin saat dinyalakan akan mengaduk bahan di dalamnya secara merata. Setelah adanya alat mesin pengaduk kotoran hewan, setidaknya beberapa kotoran kambing yang tidak digunakan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah dari kotoran kambing, menjadi pupuk untuk keperluan koperasi dalam bidang agrikultur atau pertanian yang membutuhkan pupuk dapat dimanfaatkan sehingga mengurangi pengeluaran pembelian pupuk. 1


115 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Gambar 1. Penempatan beberapa bahan baku untuk material campuran dalam pembuatan pupuk kandang. Gambar 2. Persiapan sekam bakar sebagai bahan campuran pupuk kandang. Gambar 3. Mesin / Alat pengaduk yang dibuat di bengkel Gambar 4. Persiapan lahan yang akan digunakan sebagai aplikasi produk pada tanaman produksi/ palawija 24 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 116 Sumedang, Jawa Barat DIGITALISASI MUSEUM PRABU ULUN SUMEDANG OLEH TIM PENGMAS FIB Dr. Kresno Yulianto FIB UI membuat museum virtual di Sumedang. Hal tersebut dilakukan untuk tetap menjaga peninggalan sejarah yang ada di museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Menurunnya minat masyarakat terhadap kunjungan langsung ke museum menyebabkan keberlangsungan museum itu sendiri. Oleh karena itu UI hadir lewat pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Kresno Yulianto. “Dalam rangka mewujudkan visi “Jabar Juara”, Universitas Indonesia turut serta berperan memberikan kontribusi bagi kemajuan Jawa Barat. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, fokus permasalahan pada sektor kebudayaan dan peranan museum.” Tulis tim pengabdian FIB. Menurut hasil survey Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Indeks Pembangunan Kebudayaan 2018, menunjukkan Indeks Pembangunan Kebudayaan Jawa Barat masih di bawah rata-rata Indeks Pembangunan Kebudayaan Indonesia. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan peranan museum daerah sebagai pusat dari sejarah dan kebudayaan lokal Jawa Barat. Museum yang dipilih para program ini yaitu Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang yang menyimpan koleksikoleksi dari Keraton Sumedang Larang. “Persoalannya adalah museum terlebih pada daerah masih bersifat pasif dan konvensional untuk pengembangan kebudayaan, sehingga perlu pengembangan teknologi seperti jenis teknologi 360 Virtual Reality.” Tambah tim pengabdian FIB UI. Penerapan Museum Digital ini dapat memberikan luaran berupa sebuah museum virtual yang akan dikemas dalam sebuah website 1


117 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat sehingga pengunjung dapat mengakses museum maupun informasi di balik koleksinya dari mana saja dan kapan saja. Berdasarkan informasi per November 2022, sebanyak 37 pengunjung telah mengakses kunjungan virtual dan 12 sekolah telah menerima poster QR Code untuk mengakses kunjungan virtual. Program ini diharapkan dapat membantu agar masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi sejarah dan budaya dari Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang dan terus terlestarikannya sejarah dan budaya dari Keraton Sumedang Larang dan Kabupaten Sumedang karena adanya kemudahan aksesibilitas informasi. Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan program, program ini sukses dilakukan, melihat banyaknya masyarakat yang mengakses QR code menuju halaman museum virtual. Gambar 1. Proses pengambilan gambar di dalam museum Gambar 2. Proses pengambilan gambar di luar museum Gambar 3. Tampilan Virtual Tour Reality Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang Gamba 3. QR Code 23


Pengmas UI 2022 - DPPM 118 Sumedang, Jawa Barat UI BANTU EDUKASI WARGA SUMEDANG MEMFILTER AIR DENGAN BAHAN SEDERHANA Dita Arifa Nurani, M. Si, M. Sc Pengabdian masyarakat dilakukan oleh Universitas Indonesia melalui Departemen Kimia FMIPA UI berfokus pada persoalan air bersih di wilayah Desa Gunasari, Sumedang Selatan. Kegiatan pengolahan Air Bersih dan Aman (ABA) ini diketuai oleh Dita Arifa Nurani. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih bagi kesehatan khususnya di Desa Gunasari, Sumedang Selatan. Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Jika kebutuhan akan air belum tercukupi maka dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan sosial masyarakat. Permasalahan air yang terdapat di masyarakat adalah kualitas air yang kurang memenuhi syarat sebagai air bersih dan aman. Air dikategorikan bersih dan aman jika memenuhi standar kualitas parameter fisika, kimia, dan biologi sesuai ketentuan KEPMENKES RI no. 907/MENKES/SK/ VII/2002. Berdasarkan hasil survey, wilayah desa Gunasari memiliki permasalahan terkait sanitasi dan penyediaan air bersih. Kegiatan akan dilakukan melibatkan mitra warga desa Gunasari sebagai salah satu desa swadaya yang ada di wilayah kabupaten Sumedang. Program ABA memberikan edukasi pada masyarakat terkait bagaimana kualitas air bersih dan aman dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Sebanyak 26 peserta pelatihan yang terdiri dari perangkat desa, BPD, LPM, kader dan pengurus RT dari 4 dusun (Sukamulya, Sembir, Cihonje dan Ciawi) menjadi penerima manfaat program ini. “Selain itu program ini juga memberikan pelatihan kepada warga untuk dapat melakukan pengolahan air secara sederhana melalui teknik filtrasi. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan dapat diaplikasikan di wilayah lain khususnya di Kabupaten Sumedang jawa Barat.” Tulis ketua program Dita Arifa Nurani Dosen Kimia Anorganik Departemen Kimia UI Dr. Yuni K. Krisnandi menambahkan masyarakat juga harus berhati-hati jika ingin menggunakan desinfektan seperti kaporit atau kalsium hipoklorit. “Jika penggunaannya tidak sesuai dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama yang terkait dengan infeksi saluran pernafasan,” jelasnya. Praktek pengolahan air menggunakan filter dalam program ini dilakukan dengan menggunakan paralon yang diisi dengan busa kapas, zeolite, arang aktif, dan pasir silika. Filtrasi yang dilakukan menggunakan media campuran pasir silika dan zeolite mampu menurunkan kandungan besi dan mangan secara signifikan sehingga kualitas air dapat memenuhi standar baku. 1


119 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Gambar 1. Seminar edukasi air bersih dan aman Gambar 2. Uji coba filter air Gambar 3. Foto bersama dengan para peserta Gambar 4. Alat prototype filter air sederhana 3 4 2


Pengmas UI 2022 - DPPM 120 Sumedang, Jawa Barat UI LAKUKAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN Dita Arifa Nurani, M. Si, M. Sc Departemen Kimia, FMIPA Universitas Indonesia kembali melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diketuai oleh Dita Arifa Nurani, S.Sc, M.Si dengan tema “Peningkatan Pola Hidup Bersih melalui Pemilahan Sampah dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Pisah Pelita)” selama 2 hari pada tanggal 17 dan 18 November 2022 di Desa Gunasari, Kabupaten Sumedang Selatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan memberdayakan masyarakat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kreasi daur ulang yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini juga selaras dengan salah satu Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pada hari Sabtu pagi ini diikuti lebih dari dua puluh orang warga Desa Gunasari yang ada di wilayah Desa Gunasari, Kabupaten Sumedang, yang juga melibatkan perangkat desa, anggota BPD, LPM, dan kader. Materi mengenai Peningkatan Pola Hidup Bersih melalui Pemilahan Sampah dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Pisah Pelita) disampaikan oleh Dr. Yuni Krisnandi. Yuni menyampaikan bahwa dengan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle sampah yang mulanya menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari, bisa dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini tidak berhenti sampai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan praktek sederhana cara mengolah kembali minyak jelantah menjadi sabun. Dilaksanakan di GOR Desa Gunasari yang bersebelahan dengan kantor desa, kegiatan diwarnai dengan antusiasme warga. Pembuatan sabun dengan berbahan dasar minyak merupakan reaksi saponifikasi. Reaksi saponifikasi merupakan reaksi hidrolisis asam lemak dengan basa kuat, seperti NaOH. Sumber asam lemak yang digunakan dalam percobaan sederhana ini adalah minyak jelantah. Reaksi saponifikasi akan menghasilkan sabun sebagai produk utama dan gliserin sebagai produk samping. 1


121 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat Selain acara inti pembuatan sabun, dilakukan juga pre-test dan post-test untuk mengetahui kemampuan pengetahuan warga terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Hasil post-test menunjukkan bahwa pengetahuan warga setempat meningkat setelah adanya pemberian materi dan praktek pembuatan sabun. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga terkait pengolahan limbah rumah tangga, terkhusus dalam hal ini yaitu minyak jelantah. Sebelum acara berakhir, Bapak H. Mukhtar selaku kepala Desa Gunasari menyampaikan bahwa warga setempat sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, dimana mereka dapat memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi suatu bahan yang memiliki nilai guna. Beliau berharap semoga program tersebut tidak hanya berhenti sampai disini saja. Gambar 1. Pemaparan materi mengenai pemilahan sampah Gambar 2. Peserta melakukan praktek pembuatan sabun dari minyak jelantah Gambar 3. Evaluasi peserta melalui pretes dan postes 2 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 122 Sumedang, Jawa Barat PEMANFAATAN HANJELI SEBAGAI TANAMAN LOKAL MENJADI PRODUK KOPI DAN TEH KHAS SUMEDANG Prof. Dr. apt. Berna Elya, M.Si. Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Farmasi, mengenalkan kopi dan teh dari tanaman Hanjeli. Tanaman ini memiliki nutrisi tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman Hanjeli merupakan tanaman yang tersebar di desa Sukajaya namun karena minimnya informasi yang masuk kepada masyarakat maka budidaya dan pemanfaatan tanaman Hanjeli belum dilakukan di desa Sukajaya. “Tanaman Hanjeli sudah banyak digunakan di berbagai negara sebagai obat tradisional untuk berbagai macam penyakit. Tanaman ini mengandung antioksidan tinggi yang dapat diolah menjadi minuman. Sedangkan bijinya juga memiliki nilai gizi yang lebih bagus dibandingkan dengan serealia lainnya sehingga dapat diolah menjadi beras hanjeli dan dikonsumsi sebagai pangan fungsional pengganti beras,” tutur Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) yang diketuai oleh Guru Besar dan pakar ilmu herbal dari Fakultas Farmasi UI apt Prof. Dr. Berna Elya, MSi Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan bersama dengan kepala desa dan perangkat desa Sukajaya, pembinaan dalam pemanfaatan tanaman Hanjeli menjadi berbagai macam produk olahan baik daun maupun bijinya dapat memberikan manfaat baik bagi pendapatan petani Hanjeli maupun promosi kuliner Desa Sukajaya. Edukasi awal mengenai tanaman hanjeli ke masyarakat desa Sukajaya dilakukan pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2022. Kegiatan pengenalan awal tanaman hanjeli ini merupakan kegiatan yang dilangsungkan bersamaan dengan pengabdian masyarakat “Budidaya Hanjeli” yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) di desa Sukajaya. Pada kegiatan ini melibatkan narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran yang tidak hanya mengulas mengenai budidaya hanjeli, namun juga memberikan gambaran awal mengenai tanaman hanjeli dan manfaatnya dalam kesehatan. Melalui 1 2


123 Pengmas UI 2022 - DPPM Sumedang, Jawa Barat program ini diharapkan mampu memberikan edukasi awal mengenai tanaman hanjeli dan potensinya untuk dikembangkan menjadi produk. Salah satu metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan SDM Desa Sukajaya yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam hal pemanfaatan tanaman Hanjeli sebagai bahan baku pangan, khusus untuk pembuatan produk teh dan kopi Hanjeli. Melalui program dengan penerima manfaat sebanyak 30 orang ini, diharapkan masyarakat masyarakat Desa Sukajaya dapat menjadi komunitas yang berkualitas, independen dan mandiri yang dapat melakukan pemasaran dan pengembangan bisnis mereka sendiri dengan mitra bisnis lain. Gambar 1. (online dan offline) Pengenalan Awal tanaman Hanjeli Gambar 2. Sosialisai tentang Manfaat Kesehatan, Cara Pengolahan Biji dan Daun Hanjeli dengan Teknologi Farmasi, serta Metode Promosi Produk Hanjeli Gambar 3. Pelatihan Pembuatan Teh dan Kopi Hanjeli Gambar 4. Pelatihan Pembuatan Kemasan Teh dan Kopi Hanjeli Gambar 5. Prototype Teh Hanjeli dengan 5 varian 4 3 5


Pengmas UI 2022 - DPPM 124 Kep. Seribu, DKI Jakarta KEP. SERIBU, DKI JAKARTA KEP. SERIBU KEP. SERIBU


125 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta


Pengmas UI 2022 - DPPM 126 Kep. Seribu, DKI Jakarta EDUKASI CERDAS MENGELOLA UANG BAGI REMAJA ALA VOKASI UI Dr. Fia Fridayanti Adam, M.Si. Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia memberikan edukasi terkait literasi pengelolaan keuangan bagi remaja di SMAN 69 Kepulauan Seribu. Edukasi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat karena setelah pandemi covid-19 sangat berdampak terhadap ekonomi keluarga. Menurunnya ekonomi keluarga menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%. Rendahnya angka indeks literasi keuangan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan sangat diperlukan untuk mendidik manusia sadar dan paham tentang bagaimana cara mengelola keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan, termasuk pendidikan literasi keuangan pada usia remaja. Menurut survei OJK juga, kelompok usia 15 – 17 tahun memiliki persentase literasi keuangan paling rendah. Pada usia tersebut, anak mulai memperlihatkan kemandirian agar tidak terus bergantung pada orang tua. Siswa juga sudah cukup dewasa dalam bertindak dan mengambil keputusan, termasuk keputusan dalam membeli sesuatu yang lebih mengedepankan keinginan dan pendapat teman. Oleh karena itu Dr. Fia Fridayanti Adam, M.Si. dan tim pengabdian masyarakat vokasi UI menjelaskan perlu adanya edukasi kepada para remaja dengan melakukan edukasi literasi keuangan dengan tajuk Cerdas Kelola Uangmu: Suatu Proses Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 69 Kepulauan Seribu. SMA Negeri 69 Jakarta 1


127 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta yang berlokasi di Kepulauan Seribu merupakan sekolah yang percaya bahwa pendidikan merupakan human investment yang mempunyai jangkauan jauh ke masa depan dan juga cita-cita menghasilkan pembelajar yang long life learner maka pendidikan literasi keuangan merupakan suatu kebutuhan. Salah satu usaha inovatif yang ditempuh agar pembelajaran tetap menarik adalah penggunaan media yang menarik dan menyenangkan namun tetap edukatif. Bentuk media pembelajaran tersebut di antaranya adalah menonton videoviedeo pembelajaran yang terkait dengan literasi keuangan dan pemanfaatan aplikasi online yang tersedia, misalnya Spin, Kahoot, dll. Gambar 1. Pemberian materi 1 Gambar 2. Cuplikan video Gambar 3. Pemberian materi 2 2 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 128 Kep. Seribu, DKI Jakarta FIB UI BERIKAN EDUKASI LITERASI BUDAYA KEPADA SISWA MTSN PULAU TIDUNG Dr. Untung Yuwono, A.Md., S.S. Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Kepulauan Seribu dengan fokus kegiatan memberikan edukasi literasi bahasa terhadap siswa-siswi di MTsN Pulau Tidung. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan literasi bahasa (baca-tulis) tersebut diberi nama SIKAP GEMAS MARITIM, yang merupakan akronim dari Siswa Kepulauan Gemar Berliterasi Maritim. Program pengabdian kepada masyarakat Sikap Gemas Maritim: Siswa Kepulauan Gemar Berliterasi Maritim ditujukan untuk memberikan kemampuan literasi membaca dan menuangkan gagasan kembali hasil pembacaan ke dalam suatu bentuk tulisan. Dalam konteks pengembangan wawasan dan rasa cinta kepada lingkungan maritim, kegiatan Sikap Gemas Maritim ini memberikan kesempatan kepada para siswa peserta pengmas untuk mengekspos rasa bangga dan kecintaan para siswa terhadap lingkungan maritim tempat lahir, tinggal, dan tumbuh mereka melalui tulisan, yang kemudian dipublikasi oleh Tim Pengabdi dalam bentuk buku dan laman. 1 2


129 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Aktivitas yang dilakukan selama pengabdian masyarakat (pengmas) antara lain pelatihan penulisan teks formal, pelatihan penulisan teks populer, pemantauan dan pendampingan penulisan artikel karya siswa, penerbitan antologi karya siswa, serta diakhiri dengan aktivitas pengecekan secara rutin laman dan pengingatan kepada siswa untuk pengayaan isi laman Kegiatan ini realisasikan oleh tim pengabdian UI yang diketuai oleh Dr. Untung Yuwono, A.Md., S.S. Pengabdian ini dilakukan karena saat ini minat literasi di Indonesia semakin menurun. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mencatat indeks kegemaran membaca di tanah air pada 2020 sebesar 55,74 atau masuk kategori sedang. Skor tersebut naik 1,9 poin dari tahun sebelumnya (2019) yang 53,84. Pada 2020, ratarata kegiatan membaca masyarakat Indonesia adalah empat kali dalam seminggu dengan durasi rata-rata sekitar 1 jam 36 menit per hari. Survei tersebut melibatkan 10.200 responden di 34 provinsi yang bertujuan mengukur frekuensi membaca, durasi membaca, dan jumlah buku yang dibaca. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat FIB UI melakukan kegiatan yang berfokus pada memunculkan kembali semangat dan minat literasi dari para siswa-siswi di MTsN Pulau Tidung. Kegiatan yang dilakukan secara daring ini sukses memberikan pemahaman tentang pentingnya meningkatkan kemampuan literasi. Gambar 1. Tampilan awal laman web MTsN 26 Jakarta Gambar 2. Salah satu konten dari laman web MTsN 26 Jakarta Gambar 3. Pelatihan Literasi Tulis secara daring 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 130 Kep. Seribu, DKI Jakarta FK UI CEGAH DBD DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Dra. Rawina Winita, MS, DAP&E Ditengah pandemi Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tetap melakukan kegiatan pengabdian masyarakat demi mencegah dan menurunkan transmisi demam berdarah di wilayah Kepulauan Seribu. Kegiatan ini dilakukan karena demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang menimbulkan masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi, ditambah lagi Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta memiliki banyak faktor risiko sebagai wilayah penularan DBD. Oleh karena itu dosen Departemen Parasitologi FKUI Rawina Winita menyebut perlu adanya transfer pengetahuan tentang nyamuk Aedes aegypti kepada masyarakat setempat. Kegiatan transfer pengetahuan tentang demam berdarah ini diawali dengan penjelasan mengenai siklus hidup, jentik Aedes, perilaku, nyamuk Aedes dewasa, dan pengendalian nyamuk Aedes aegypti-nya DBD. Selain membagikan pengetahuan tentang demam berdarah kegiatan ini juga melakukan demonstrasi yang terbagi menjadi empat meja. Meja pertama dan kedua penjelasan mengenai fase telur, larva, pupa, dan dewasa, meja tiga penjelasan mengenai klinis DBD dan meja keempat penjelasan mengenai perilaku hidup sehat bersih serta pemeriksaan kesehatan masyarakat. “Setelah itu, masyarakat melakukan praktikum survei jentik di rumahrumah warga Kelurahan Pulau Panggang disertai makna dari hasil survey jentik tersebut. Dan 1 2


131 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta dilanjutkan dengan aksi memberantas jentik Aedes aegypti di lingkungan-lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Selain itu, penguatan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan juga kembali dihidupkan. Booklet sebagai media inovatif juga dibagikan kepada masyarakat sasaran,” Setelah program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan, terjadi peningkatan pengetahuan sikap dan perilaku dari 40 peserta. Masyarakat juga terlibat aktif dalam monitoring tempat perindukan nyamuk yang tersebar di wilayah Kelurahan Pulau Panggang. Gambar 1. Sosialisasi Pendidikan Kesehatan Post-Covid19 dalam Upaya Menurunkan Transmisi DBD Gambar 2. Aksi Bersama masyarakat dalam monitoring tempat perindukan nyamuk di wilayah Kelurahan Pulau Panggang Gambar 3. Praktik inovatif kepada masyarakat dengan melihat langsung sampel jentik, nyamuk dewasa, dan pengendaliaannya 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 132 Kep. Seribu, DKI Jakarta FK UI CEGAH KEBUTAAN AKIBAT DIABETES DENGAN MELAKUKAN SKRINING RETINOPATI DIABETIK Dr. dr. Gitalisa Andayani, SpM(K) Dalam upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, Universitas Indonesia melalui Fakultas Kedokteran mengupayakan pencegahan dampak dari penyakit diabetes dengan menggunakan Skrining Retinopati Diabetik di wilayah Kepulauan Seribu. Hal tersebut dilakukan karena Gangguan penglihatan dan kemiskinan memiliki hubungan yang erat. Gangguan penglihatan mengakibatkan seseorang kehilangan kemandirian, kesempatan untuk bekerja, dan penurunan produktivitas serta penghasilan dan berujung pada kemiskinan. Retinopati diabetik (DR) telah menjadi penyebab utama kebutaan global sebagai komplikasi penyakit diabetes. Masalah utama dalam penanganan DR adalah keterlambatan diagnosa karena sebagian besar penderita pada tahap awal tidak mengalami gangguan penglihatan. Deteksi dini DR pada pasien diabetes merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya kerusakan penglihatan bahkan kebutaan. Skrining rutin DR sangat dianjurkan bagi penderita diabetes sehingga pengobatan tepat waktu dapat diberikan untuk mengurangi kejadian gangguan penglihatan. “Namun, skrining DR tidak dilakukan dengan baik karena kurangnya fasilitas kesehatan mata, terutama di daerah perifer di Indonesia, salah satunya di Kepulauan Seribu.” Tulis tim pengmas FK UI Dalam upaya peningkatan pengetahuan DR pada dokter umum dan tenaga kesehatan lain di Kepulauan Seribu sebagai garda terdepan fasilitas kesehatan dan untuk mengatasi keterbatasan ini, tim pengabdi telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pengayaan secara virtual bertema “Meningkatkan Kapasitas Skrining Retinopati Diabetik”, serta kegiatan skrining DR pada pasien diabetes di Kepulauan Seribu Selatan. Pada kegiatan skrining di Pulau Tidung ini terdapat 4 dokter umum dan 6 tenaga kesehatan lain dari Kepulauan Seribu Selatan yang turut berpartisipasi dalam pemeriksaan. Dari 47 Warga di Pulau Tidung yang menjalani pemeriksaan mata, pada pemeriksaan tajam 1 2


133 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta penglihatan ditemukan 4 pasien memiliki gangguan penglihatan 1 pasien dengan gangguan penglihatan berat (<6/60 hingga 3/60), dan 2 pasien mengalami kebutaan (<3/60). Sebanyak 7 pasien (12 mata) dari 39 pasien dengan DM mengalami DR. Gambar 1. Sesi workshop pemeriksaan mata sederhana Gambar 2. Pemeriksaan tajam penglihatan Gambar 3. Pemeriksaan tekanan bola mata Gambar 4. Pemeriksaan segmen anterior mata Gambar 5. Edukasi Pasien Gambar 6. Pemeriksaan foto fundus 3 4 5 6


Pengmas UI 2022 - DPPM 134 Kep. Seribu, DKI Jakarta FK UI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR MELALUI HIDRASI SEHAT Dr. dr. Diana Sunardi, MS, SpGK Indonesian Hydration Working Group (IHWG) bekerja sama dengan Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kerjasama keduanya dalam pengabdian masyarakat ini berfokus pada pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang Hidrasi Sehat pada Keluarga. Program ini menargetkan warga (ibu-ibu) dan kader kesehatan yang nantinya akan menyebarkan pengetahuan terkait hidrasi sehat kepada keluarga di sekitar Pulau Panggang. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam program ini berupa pembuatan modul dan materi edukasi terkait hidrasi dengan topik antara lain pentingnya hidrasi untuk kesehatan dan produktivitas, kecukupan hidrasi untuk anggota keluarga, gejala dehidrasi dan bagaimana mendeteksinya. “Melalui edukasi ini, diharapkan peserta banyak menyerap ilmu dan menerapkan dalam praktik sehari-hari,” kata Diana selaku ketua tim pengabdi dalam sambutannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dibuka oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Pulau Panggang, Ibu Sofiah. 1 23


135 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Sebanyak 98 peserta penyuluhan juga dibekali pengetahuan tentang syarat air layak minum, yaitu air tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak tercemar. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang syarat air layak minum, yaitu air tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak tercemar. Para peserta sangat antusias mendengarkan materi dengan dibuktikan banyaknya peserta yang dapat menjawab pertanyaan kuis dengan benar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat FKUI ini didanai Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM UI) melalui hibah internal Universitas Indonesia. Melalui kegiatan ini, Universitas Indonesia turut mendukung Sustainable Development Goals nomor 8, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak. Gambar 1. Rapat koordinasi dengan Pihak Kelurahan Pulau Panggang Gambar 2. Sambutan dari Kepala Puskesmas Pulau Panggang Gambar 3. Pelaksanaan Edukasi dari fasilitator masing-masing kelompok


Pengmas UI 2022 - DPPM 136 Kep. Seribu, DKI Jakarta TERAZI IBU(PENINGKATAN LITERASI GIZI UNTUK KADER POSYANDU DI KEPULAUAN SERIBU) Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM Universitas Indonesia melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI) menunjukan kepeduliannya terhadap gizi melalui program pengabdian masyarakat di Kepulauan Seribu. Kegiatan pengmas dilakukan karena Kelurahan Pulau Panggang merupakan salah satu wilayah di Kepulauan Seribu DKI Jakarta yang masih menghadapi permasalahan gizi dan kesehatan. Kelurahan Pulau Panggang di wilayah Kepulauan Seribu masih menghadapi masalah gizi ganda pada kelompok usia balita. Data tahun 2021 menunjukkan 15% balita di wilayah Kelurahan Pulau Panggang mengalami stunting. Sebanyak 36% dari balita stunting tersebut juga mengalami anemia. Di sisi lain, keterampilan kader dalam mendeteksi stunting juga masih perlu ditingkatkan. Hal ini terlihat dari hasil validasi pengukuran stunting yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI tahun 2021, terlihat adanya perbedaan jumlah kasus stunting antara hasil pengukuran kader dengan pengukuran oleh tenaga kesehatan. Melihat persoalanpersoalan yang ada Gambar 1. Pembukaan kegiatan oleh Kasie Kesra, Kelurahan Pulau Panggang Gambar 2. Pemaparan materi terkait stunting dan anemia pada anak Gambar 3. Kerja kelompok oleh para kader terkait deteksi dini stunting Gambar 4. Role play oleh para perwakilan kader terkait hasil deteksi dini & edukasi gizi Gambar 5. Modul cegah stunting dan anemia pada anak 1 2 3


Click to View FlipBook Version