187 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur pentingnya K3 di desa wisata masih minim,” ungkap Abdul Kadir SKM., M.Sc. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah dengan kategori tertinggal dan posisi jauh dari ibu kota. Sehingga wilayah ini sudah menjadi lokasi prioritas program pengabdian masyarakat Universitas Indonesia. Disamping itu, Banyuwangi merupakan salah satu area yang memiliki potensi dapat menumbuhkan perekonomian Indonesia di bidang pariwisata. Oleh karena itu, Banyuwangi membutuhkan penanganan khusus dalam meningkatkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pariwisata. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan dapat mengimplementasikan tentang manajemen risiko K3 di desa wisata, diantaranya kaji risiko K3, manajemen risiko K3, safety driving, keselamatan pada aktivitas di ketinggian, keselamatan pada aktivitas air dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan) APAR serta mendorong sektor pariwisata yang sehat dan selamat di Desa wisata Tamansari. Selain itu, program ini sebagai bentuk kontribusi UI dalam mendukung pencapaian SDGs, yaitu SDGs 3 (Good Health and Wellbeing), SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities). Bentuk pelatihan yang diberikan kepada masyarakat Desa Wisata Taman Sari, yaitu pelatihan dan pembinaan pengelola desa wisata terkait identifikasi risiko Health (kesehatan), Safety (Keselamatan) dan Environment (lingkungan). Gambar 1.Presentasi Materi Kebencanaan dan Emergency Response Gambar 2. Praktik ERP Gambar 3. Sesi diskusi dan tanya jawab Gambar 4. Foto bersama 34
Pengmas UI 2022 - DPPM 188 Banyuwangi, Jawa Timur PSIKOLOGI UI LAKUKAN PENDAMPINGAN BAGI REMAJA BANYUWANGI AGAR SIAP MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH Fitri Fausiah, M.Psi., M.Phil., Psikolog Pembangunan ekonomi daerah tidak terlepas dari peran masyarakat yang produktif dan kondisi daerah yang mendorong produktivitas masyarakatnya. Disamping itu, peran remaja setempat menjadi salah satu faktor besar pendorong pembangunan ekonomi daerah. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah tertinggal yang jauh dari ibukota dan perlu diberikan perhatian khusus karena dapat memunculkan dampak negatif, mulai dari aspek ekonomi, sosial, dan psikologis bagi masyarakat. Hal ini pula menjadi penyebab remaja dari daerah tertinggal rentan mengalami ketidaksetaraan untuk mengambil peran dalam membangun ekonomi di daerahnya. Oleh sebab itu, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) melakukan program pengabdian berjudul “Pendampingan Kepercayaan Diri yang Setara bagi Remaja untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Daerah Secara Berkelanjutan” di Banyuwangi, Jawa Timur. Tim pengabdi melihat sangat pentingnya pendampingan untuk para remaja Banyuwangi agar memiliki kondisi psikologis yang siap untuk mengambil peran tersebut. Tim pengabdi menyadari bahwa faktor penghambat partisipasi remaja dalam kegiatan perekonomian adalah kemampuan, baik berupa hard skill maupun soft skill. Peningkatan hard skill atau kemampuan berbasis kompetensi sudah banyak dilakukan melalui program gratis yang disediakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah. Sayangnya, program yang berfokus pada penanaman soft skill seperti kepercayaan diri, masih jarang ditemukan. Hal ini menjadi perhatian karena hard skill maupun soft skill sama-sama dibutuhkan. Salah satu soft skill yang penting untuk dimiliki dalam dunia pekerjaan adalah kepercayaan diri, terkhusus bagi remaja. Mereka yang percaya diri cenderung memiliki inisiatif yang tinggi, kemampuan melihat hal secara tepat dan sesuai, penerimaan yang baik terhadap saran atau kritik, serta lebih resilien ketika mengalami kegagalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian Psikologi UI memberikan layanan pendampingan kepada 40 siswa/i SMP 3 Muhammadiyah Banyuwangi pada Maret 2022. Hal ini sebagai langkah awal membangun kepercayaan diri peserta, tim pengabdian Psikologi UI mengarahkan mereka 1
189 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur untuk merencanakan kegiatan pengembangan diri secara individual untuk dirinya sendiri dan remaja di sekitarnya. Selama perencanaan tersebut, tim pengabdi melakukan pemantauan dan pendampingan secara daring melalui platform komunikasi WhatsApp dan platform video conference selama satu bulan. Selanjutnya tim pengabdi melakukan monitoring dan evaluasi pasca pendampingan yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan yang telah dibuat berjalan dengan maksimal. Dalam tahap evaluasi, tim pengabdi juga melibatkan guru atau orang tua peserta untuk melihat sejauh mana perubahan tingkat kepercayaan diri serta pemahaman materi yang dirasakan oleh peserta. Program ini diharapkan dapat membuat remaja lebih siap secara psikologis dan mampu berdaya di dunia kerja untuk memajukan perekonomian di daerahnya. Gambar 1. Dokumentasi kegiatan pendampingan melalui panggilan video WhatsApp Gambar 2. Dokumentasi kegiatan pendampingan melalui aplikasi Zoom Gambar 3. Dokumentasi kegiatan pendampingan melalui chat WhatsApp 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 190 Banyuwangi, Jawa Timur PROGRAM INKLUSIF UNTUK MUSEUM RAMAH DISABILITAS DI BANYUWANGI Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC., Ph.D, Psikolog Tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI) membuat program inklusif dan desain untuk penyandang disabilitas pada museum-museum di Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Museum Geopark Ijen dan Museum Blambangan. Trend pada museum saat ini adalah museum yang dinamis dan inklusif. Museum inklusif yang dimaksud ialah museum yang terbuka dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh semua kalangan. Idealnya, museum sebagai instansi pendidikan informal dan juga tempat rekreasi edukatif dapat dikunjungi oleh setiap orang, termasuk penyandang disabilitas. Namun masih banyak museum di Indonesia yang belum menerapkan trend ini. Misalnya, tata pamer, fasilitas, dan program publik museum belum memiliki akses dan program inklusif yang memadai untuk penyandang disabilitas, termasuk museum-museum di Banyuwangi. Hal ini erat kaitannya dengan rendahnya kepedulian atau awareness tentang isu dan kebutuhan penyandang disabilitas. Oleh sebab itu, tim Psikologi UI berinisiatif melakukan program “Museum-Museum Banyuwangi: Program Inklusif dan Desain untuk Penyandang Disabilitas” agar mendorong awareness yang lebih dari pemerintah dan pihak museum tentang isu dan kebutuhan penyandang disabilitas untuk museum-museum di Banyuwangi. Pada program ini, tim pengabdi berhasil meningkatkan kesadaran terhadap isu inklusivitas di museum dan mengetahui tentang tata pamer untuk kelompok disabilitas pada 25 individu dari 3 instansi. Tim Psikologi UI mengambil Museum Geopark Ijen dan Museum Blambangan sebagai lokasi sebab Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi cukup serius dalam menangani permasalahan terkait isu penyandang disabilitas. Program ini dilaksanakan pada rentang waktu Mei hingga Desember 2022. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kerap mengadakan pelatihan terkait isu disabilitas, memiliki program “Agage Pinter” pada bidang pendidikan, mengadakan forum rembug dengan penyandang disabilitas. Serta berangsur-angsur melengkapi layanan ramah penyandang disabilitas di kantor pemerintah dan fasilitas publik lainnya. Dengan adanya perhatian dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait isu disabilitas maka program inklusif yang dilakukan oleh tim Psikologi UI dapat menjadi umpan dan bekal awal untuk program berkelanjutan. Dalam program inklusif ini tim pengabdi melakukan analisa kebutuhan (need analysis) dalam rangka pemetaan masalah 1
191 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur melalui dua cara, yaitu melaksanakan observasi lapangan ke Museum Blambangan dan Museum Geopark Ijen serta melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra. Rangkaian ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai pemahaman tentang disabilitas dan kondisi museum. Tim pengabdi mengharapkan keberlanjutan program ini dapat dilakukan sendiri oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Museum Blambangan, dan Museum Geopark Ijen setelah bekal ilmu didapatkan. Gambar 1. Kegiatan pelatihan Gambar 2. Sesi tanya jawab Gambar 3. Buku panduan 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 192 Banyuwangi, Jawa Timur AGEN SIGAP BENCANA BAGI SISWA/I SMPN 2 GLAGAH, JAWA TIMUR Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program ini berjudul “Sekolah Mitigasi Bencana di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur” dan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2022. Sekolah mitigasi ini digelar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Glagah dengan target peserta berjumlah 20 orang siswa/i SMPN 2 Glagah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi dan mitigasi yang dapat dilakukan oleh agen tanggap bencana untuk menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan bencana tersebut. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Tim Program dari UI, Kepala Sekolah SMPN 2 Glagah, Kepala Desa Taman Suruh, dan Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi. Selama pemaparan materi berlangsung didampingi oleh para guru di SMPN 2 Glagah, diberikan beberapa pertanyaan kepada siswa-siswi untuk mengetahui pemahaman awal mereka terkait informasi mengenai gempa bumi. Kegiatan berikutnya dilaksanakan games kartu bencana secara berkelompok dan bagian terakhir dilakukan simulasi mitigasi bencana gempa bumi yang dilakukan dengan berlindung di bawah 1 2
193 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur meja dan membunyikan sirine sehingga siswasiswi berlari keluar ruangan dan diperagakan di lapangan sekolah SMPN 2 Glagah. Setelah itu, sebelum penutupan diberikan kembali pertanyaan kedua untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa-siswi terkait bencana gempa bumi dan mitigasinya. Program ini mengaplikasikan konsep Geologi dan Geofisika mitigasi bencana yang melibatkan siswa/i SMPN 2 Glagah, tidak hanya agar mengetahui bagaimana bencana tsunami terjadi dan potensi bencana tersebut melainkan juga menjadi “AGEN SIGAP BENCANA”. Selain itu, pemahaman mengenai tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko bencana juga disampaikan sehingga menjadi daerah yang memiliki wawasan tanggap bencana yang sigap. Acara ini berjalan dengan anggota tim berjumlah 5 orang yang dipimpin oleh Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc., dan berjalan dengan baik hingga akhir dengan tugas masingmasing diantaranya dua presenter, satu operator, satu mengatur logistik serta satu sebagai dokumentasi. Gambar 1. Sambutan Kepada Sekolah SMPN 2 Glagah (Bapak Karyono) Gambar 2. Penyampaian materi kepada peserta melalui presentasi Gambar 3. Sesi games kartu bencana yang dilakukan secara berkelompok Gambar 4. Foto bersama Tim Program Pengmas UI dengan para guru pendamping SMPN 2 Glagah serta siswa-siswi SMPN 2 Glagah 3 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 194 Banyuwangi, Jawa Timur SOSIALISASI SADAR PELANGGARAN ATURAN KERJA Dr. Kurniawaty Iskandar, M.A Persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Permasalahan PMI terjadi karena berbagai faktor mulai dari kesiapan para pekerja, regulasi hingga perlindungan hukum pekerja. Terdapat berbagai risiko pelanggaran PMI mulai dari perizinan, pembayaran upah tidak sesuai perjanjian hingga kekerasan di tempat kerja. Melihat kondisi tersebut, penting bagi PMI untuk memahami hak, kewajiban serta regulasi yang berlaku sesuai negara penempatan. Penempatan PMI berada pada berbagai sektor bisnis seperti manufaktur, pertanian, peternakan, perikanan, perawat serta makanan dan minuman. Dapat dikatakan, Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang populer bagi para PMI dan tenaga magang Indonesia yang ingin mencari tempat bekerja dan pengalaman sesuai dengan keahlian. Bahkan selama pandemi COVID-19, minat Indonesia untuk mengirimkan tenaga kerja dan magang ke Jepang tidak meredup. Namun, pengiriman PMI ke Jepang bukan tanpa masalah. Tim Kajian Wilayah Jepang Sekolah Kajian Stratejik dan Globalisasi Universitas Indonesia (KWJ SKSG UI) mengidentifikasi berbagai persoalan PMI di Jepang. Beberapa bentuk pelanggaran umum yang dialami PMI antara lain tidak dibayarnya gaji walaupun sudah jatuh tempo, sebagian gaji tenaga magang dipaksa untuk ditabung oleh perusahaan tempat kerjanya, upah yang hanya dibayar 350 Yen per jam setelah bekerja lebih dari 8 jam sehari, tidak pernah didaftarkan perusahaan untuk tes kesehatan walau sudah lama bekerja untuk perusahaan tersebut, tidak mendapat kompensasi akibat kecelakaan saat bekerja. Selain itu, terdapat kasus PMI hanya dibayar 600 Yen per jam padahal upah minimum yang disepakati mencapai 1.000 Yen per jam. PMI juga tidak bisa leluasa keluar asrama dan terdapat risiko tuntutan denda 50.000 Yen jika merusak barang milik perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat KWJ SKSG UI melakukan kegiatan pengabdian dengan topik “Sosialisasi Sadar Pelanggaran Aturan Kerja” yang digelar pada tanggal 28 dan 29 Juli 2022 di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nusantara Gakkou, Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 45 Orang Calon Pekerja Migran Indonesia dari LPK Nusantara Gakkou. Kurniawaty Iskandar, MA, selaku ketua tim pengabdi dari KWJ SKSG UI mengungkapkan pemahaman tersebut dibalut berupa kegiatan sosialisasi, yang bertujuan untuk memberi edukasi kepada calon PMI untuk memahami regulasi serta berbagai persoalan yang dialami saat bekerja di luar negeri. “Sebab, Jepang merupakan salah 1
195 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur satu negara penerima PMI tertinggi. Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini calon PMI dapat mengetahui hak serta kewajibannya saat bekerja di negara lain,” ungkapnya. Dalam kegiatan tersebut, para calon PMI mendapatkan materi mengenai berbagai regulasi yang mengikat seperti Undang Undang 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan UU Pelatihan Teknis Bagi Pemagang (Technical Intern Training) dan Perlindungan bagi Pemagang (Act on Proper Technical Intern Training and Protection of Technical Intern Trainees). Selain itu, para calon PMI juga mendapatkan materi mengenai kewajiban saat penempatan seperti berusaha untuk memperoleh dan menguasai keterampilan dan mentransferkan keterampilan tersebut ke negara asal dengan berkonsentrasi pada pelatihan teknis yang diikuti. Tidak kalah penting, para calon pekerja juga mendapatkan materi prosedur permohonan visa Jepang bagi calon pekerja magang (Technical Intern Training Program) serta proses pengaduan jika mendapatkan pelanggaran dari pemberi kerja. Tujuan utama kegiatan sosialisasi ini adalah agar para PMI memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana medan yang akan dihadapi dan juga sadar hak mereka sebagai pekerja agar menjadi lebih tangguh dan tidak berpotensi menjadi pekerja ilegal. Ini sejalan dengan terus meningkatnya jumlah PMI yang dikirim ke Jepang baik melalui IM japan, program IJEPA, dan juga Tokutei Ginou. Gambar 1. Penyampaian Materi Mitigasi Bencana di SDN Pesanggaran 11 Banyuwangi Gambar 2. Penyampaian Materi Mitigasi Bencana di SDN Sumberagung Banyuwangi Gambar 3. Penyampaian Materi Sadar Hak dan Regulasi di LPK Nusantara Gakkou Banyuwangi 23
Pengmas UI 2022 - DPPM 196 Banyuwangi, Jawa Timur TINGKATKAN DAYA SAING UMKM PARIWISATA DI DESA BANGSRING DENGAN INTERNALISASI PELAPORAN KEUANGAN Indriani, SE., MA Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri kreatif menjadi salah satu isu strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Data UMKM Binaan Kabupaten Banyuwangi yaitu 136 UMKM yang terbagi dalam berskala mikro, kecil . Jenis usaha UKM yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi cukup beragam, masingmasing kecamatan mempunyai komoditas atau jenis usaha yang berbeda-beda. Dalam struktur perekonomian Indonesia, sektor UMKM memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dibandingkan sektor formal. Hingga 2017, realisasi penerimaan pajak tidak pernah mencapai target dan disisi lain UMKM yang berkontribusi sangat besar pada perekonomian, masih memiliki realisasi pembayaran pajak yang belum sesuai harapan. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya kepatuhan pajak (tax compliance) dari sektor UMKM, hal ini terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan pemahaman UMKM terhadap pembukuan. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) yang terdiri dari Indriani, S.E., M.A., dan Dr. Maria Tambunan dibantu dengan tim teknis, Annisa Parasty, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bagi UMKM di Banyuwangi pada 3 Agustus 2022. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan pengetahuan terkait pembukuan dan keuangan bagi UMKM yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM. Kegiatan yang dihadiri oleh 31 peserta ini, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia menguraikan pengetahuan mengenai keuangan dan perpajakan baik pusat dan daerah terhadap pelaku usaha pariwisata, merancang materi yang akan disampaikan beserta simulasi berupa latihan perhitungan, pembuatan jurnal keuangan, dan simulasi kasus-kasus yang biasa terjadi di lapangan serta pembuatan suatu aplikasi penyusunan laporan keuangan dan melakukan pendampingan dalam penggunaan aplikasi tersebut. Kegiatan pendampingan pembuatan pembukuan dan laporan keuangan difokuskan pada UMKM pariwisata di Desa Bangsring, Kabupaten Banyuwangi. Hal ini dikarenakan pembukuan keuangannya masih sederhana sehingga pengetahuan akan pembukuan dan pelaporan keuangan untuk dapat meningkatkan realisasi penerimaan pajak dari sektor UMKM yang ada di kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan pengetahuan tentang pembukuan dan pelaporan keuangan. Beberapa upaya
197 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur UMKM di Kabupaten Banyuwangi adalah dengan memberikan pendampingan dan pelatihan terkait pembukuan dalam rangka pembuatan laporan keuangan. Program Pengabdian Masyarakat ini ditujukan untuk menjadikan pengetahuan keuangan menjadi pengetahuan umum yang jauh dari kesan sulit dan rumit bagi pengusaha UMKM. yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut antara lain dengan melakukan sosialisasi Gambar 1. Pemberian materi laporan keuangan bagi UMKM Gambar 2. Sambutan Bapak Camat desa Bangsring 1 2 dan diseminasi tata kelola pajak atas UMKM dan pembukuan. Solusi yang ditawarkan bagi pengusaha
Pengmas UI 2022 - DPPM 198 Banyuwangi, Jawa Timur UPAYA MEMBANGUN CEPAT TANGGAP RESPON BENCANA DENGAN EDUKASI MITIGASI BENCANA BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DI BANYUWANGI Dr. Drs. A. Hanief M.Si. Wilayah Banyuwangi merupakan daerah rawan bencana gempa bumi karena berdekatan dengan zona megathrust (pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia) dan back arc. Kondisi tersebut menjadikan sebagian besar wilayah di kabupaten Banyuwangi termasuk dalam skala intensitas VI MMI (Modified Mercalli Intensity). Berdasarkan data dari Kementerian Desa, sebagian besar wilayah di Kabupaten Banyuwangi masih tergolong desa tertinggal dalam Indeks Desa Membangun (IDM). Penentuan IDM ini dengan meletakkan prakarsa dan kuatnya kapasitas masyarakat sebagai basis utama proses kemajuan dan pemberdayaan desa. Minimnya pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat Banyuwangi dicerminkan dari sikap panik ketika menghadapi bencana gempa. Hal ini yang kemudian mendasari adanya kesenjangan pengetahuan dan edukasi tentang tanggap cepat mitigasi bencana. Ditinjau dari aspek sosial, masyarakat Kabupaten Banyuwangi sebagian besar termasuk golongan yang religius, sehingga lembaga - lembaga berbasis agama memiliki peran penting tidak hanya dalam pendidikan religi namun juga edukasi kepada masyarakat secara umum. Melihat kondisi ini, Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) melakukan program pengabdian, “Edukasi Mitigasi Bencana Bagi Santri Pondok Pesantren Banyuwangi sebagai Upaya Membangun Cepat Tanggap Respon Bencana”. Tim Pengmas UI melihat bahwa Pondok Pesantren berpeluang besar untuk menjadi mitra dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam aksi cepat tanggap mitigasi bencana khususnya gempa bumi. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan Gambar 2. Para peserta kegiatan Gambar 3. Buku “Tanggap & Tangkas Hadapi Bencana” 1
199 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur Tim memilih Pondok Pesantren Bustanul Makmur II sebagai mitra karena merupakan salah satu pondok pesantren terbesar di Banyuwangi, serta memiliki dukungan dan pengaruh besar terhadap masyarakat sekitarnya. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta menurunkan kesenjangan yang ada diantara warga Pondok Pesantren Bustanul Makmur II dan sekitarnya dalam hal tanggap mitigasi bencana gempa. Harapannya, upaya ini dapat membangun cepat tanggap respon bencana pada warga Pondok Pesantren Bustanul Makmur II dan sekitarnya. Langkah ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGS) terutama dalam hal mengurangi kesenjangan serta berupaya bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Tidak hanya melakukan edukasi kepada 100 santri Pesantren Bustanul Makmur II dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana pada lingkungan sekolah dan sekitarnya, tim pengabdi juga melakukan beberapa kegiatan lainnya. Seperti mengadakan Forum Group Discussion (FGD) secara daring dan luring dengan bupati dan dinas terkait untuk perumusan potensi dan permasalahan Kabupaten Banyuwangi, melakukan pendampingan kepada pembina dan siswa dalam pembuatan denah dan titik evakuasi, dan pembuatan media informasi yang interaktif yang akan disebarluaskan melalui media sosial. 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 200 Banyuwangi, Jawa Timur FMIPA UI BANGUN SISTEM ALARM GEMPA BUMI DI KECAMATAN GLAGAH, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc Kecamatan Glagah merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Jarak tempuh yang diperlukan dari Kecamatan Glagah ke Ibu Kota Jakarta kurang lebih 1000 kilometer. Kecamatan yang memiliki luas kurang lebih 110 Ha ini terdiri dari pemukiman, persawahan, perkebunan, dan prasarana atau fasilitas umum. Jumlah penduduk Kecamatan Glagah sekitar 1.297 jiwa. Kecamatan Glagah berada di kaki Gunung Ijen dan berjarak 7 kilometer dari pantai, secara geologi berada di dekat zona vulkanik dan dekat dengan struktur sesar geser serta patahan yang sangat kompleks. Situasi ini menjadi penyebab kerawanan terhadap bencana gempa bumi. Struktur sesar dan patahan yang berada tepat di atas zona subduksi akan bergetar seiring dengan penjalaran gelombang gempa hingga menimbulkan guncangan kuat, ini yang menyebabkan kerusakan konstruksi bangunan di Kecamatan Glagah . Dengan kondisi letak tersebut, menimbulkan kesiapsiagaan terhadap penduduk Kecamatan Glagah. Terlebih setelah gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter yang berpusat di Jember terjadi pada Kamis 16 Desember 2021 lalu, para ahli gempa memperingatkan ancaman gempa megathrust 8,9 skala Richter di Selatan Pulau Jawa di Samudera Hindia yang berjarak hanya beberapa kilometer dari wilayah Jawa Timur dan bisa terjadi kapan saja. Untuk upaya peningkatan kewaspadaan penduduk Kecamatan Glagah terhadap bencana gempa bumi, tim pengabdian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan Program Pengabdian kepada Masyarakat UI 2022 untuk membangun sistem alarm gempa bumi. Program ini diawali dengan sosialisasi yang dihadiri oleh 20 siswa/i SMP Negeri 2 Glagah dan 200 warga Desa Taman Suruh serta pemerintah desa mengenai fenomena gempa bumi. Tidak hanya sosialisasi tentang fenomenanya saja, sosialisasi juga berlanjut ke pencerdasan prosedur reaksi penyelamatan diri saat gempa bumi terjadi. Sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai ancaman gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja serta pemahaman awal penyelamatan diri, sehingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Selanjutnya program pengabdian yang diketuai oleh Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc ini, melakukan pemasangan alarm gempa bumi di dusun-dusun dengan memprioritaskan tingkat kepadatan dan jumlah hunian warga. Komponen utama dari sistem alarm 1
201 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur gempa bumi yang dipasang terdiri dari sensor geophone, mikrokomputer Raspberry Pi, serta USB Wifi Adapter dan speaker. Sensor geophone yang mendeteksi kehadiran getaran gempa akan diakuisisi oleh mikrokomputer Raspberry Pi, kemudian data hasil akuisisi tersebut akan dikirim ke sebuah komputer host yang terhubung ke speaker/sirine melalui jaringan nirkabel (Wifi). Ketiga perangkat utama tersebut tersimpan didalam sebuah rumah geophone. Sistem komunikasi antara geophone dengan komputer host dirancang dengan menggunakan dua bahasa pemrograman yaitu untuk geophone (Raspberry Pi) menggunakan bahasa pemrograman Python, sedangkan untuk komputer host menggunakan bahasa pemrograman Java. Topologi jaringan yang digunakan pada sistem ini, yaitu menggunakan topologi jaringan Wireless LAN (Access Point). Alat ini disebut dengan Earthquake Warning Alert System atau EWAS. Gambar 1. Pemasangan alarm EWAS di Kantor Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi Gambar 2. Produk prototipe berupa alarm gempabumi Gambar 3. Visualisasi alarm EWAS yang sudah terpasang di beberapa tempat 3 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 202 Banyuwangi, Jawa Timur PENINGKATAN PRODUKSI BUAH NAGA DI BANYUWANGI DENGAN PENERAPAN LAMPU LED BERBASIS SOLAR PANEL Dr. Ir. Tomy Abuzairi, ST, MSc, MT, PhD Tim pengabdian masyarakat Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) menciptakan teknologi tepat guna berupa lampu LED berbasis tenaga surya untuk penerangan kebun buah naga milik pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Teknologi tepat guna ini dibuat untuk menyelesaikan permasalahan biaya operasional yang cukup besar dari penggunaan lampu berbasis energi listrik dari PLN yang digunakan warga untuk pencahayaan kebun mereka. Program pengabdian yang diketuai oleh Dr. Ir. Tomy Abuzairi, ST, MSc, MT, PhD ini, mengangkat judul “Penerapan Lampu LED berbasis Solar Panel untuk Peningkatan Produksi Buah Naga di Banyuwangi”. Program ini diawali dengan persiapan program berupa pembuatan desain alat dan pembelian peralatan pada April hingga Juni 2022, dilanjutkan dengan pemasangan sistem penerangan sel surya sekaligus pelatihan perawatan sistem pada Bulan Juli hingga Oktober 2022. Sebelumnya, para petani buah naga di Banyuwangi menggunakan sistem penyinaran yang bersumber daya listrik dari PLN. Hal ini terbukti efektif dalam peningkatan produktivitas buah naga, namun hal ini juga menyebabkan biaya operasional menambah. Biaya operasional yang bertambah ini akibat penggunaan sistem penyinaran dengan 400- 800 lampu berdaya 12-15 Watt dan dilakukan mulai 1
203 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur pukul 17.00 hingga 05.00 WIB. Dengan sistem penyinaran tersebut, 1 hektar buah naga dapat menghasilkan 26 ton buah tiap tahunnya dan tanpa penyinaran, 1 hektar buah naga hanya menghasilkan 14 ton buah tiap tahunnya. Maka dari itu, untuk mengatasi penambahan biaya operasional produksi dan meningkatkan produktivitas buah naga, tim pengabdian masyarakat FT UI menerapkan lampu LED yang memanfaatkan tenaga surya untuk menggantikan penggunaan sumber daya listrik dari PLN. Lampu LED tersebut dapat beroperasi dengan menggunakan sumber daya matahari menggunakan panel surya dengan sistem pengisian baterai yang diimplementasikan pada lahan pertanian. Panel surya akan beroperasi pada saat adanya paparan radiasi matahari dan melakukan konversi energi surya menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan akan digunakan untuk melakukan pengisian daya baterai, sehingga baterai dapat digunakan untuk memberikan daya pada sistem penyinaran lahan pertanian buah naga milik warga. Total lampu LED berbasis tenaga surya dapat menerangi sebanyak 38 lampu LED (sekitar 4 baris buah naga). Lampu ini akan menyala otomatis pada malam hari dan mati otomatis ketika matahari terbit. Dengan pemasangan lampu LED berbasis solar panel ini maka dapat menghemat biaya produksi sekitar Rp. 170 ribu per bulan atau Rp. 2,1 juta per tahun. Gambar 1. Prosesperakitan alat di lokasi Gambar 2. Proses pemasangan panel surya Gambar 3. Kebun buah naga yang sudah dipasangkan panel surya 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 204 Banyuwangi, Jawa Timur MAKSIMALKAN POTENSI OLAHAN KOPI DI BANYUWANGI MENJADI SABUN AROMA KOPI RAMAH LINGKUNGAN Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc. Kelurahan Gombengsari yang terletak di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi lokal kopi yang bagus. Pada tahun 2020 dan 2021, Kelurahan Gombengsari tercatat memiliki luas panen tanaman perkebunan kopi sebesar 1.834 hektar dan dapat memproduksi kopi hingga 1.980,7 ton. Walaupun komoditi kopi di Kelurahan Gombengsari merupakan komoditi utama, Kelurahan Gombengsari justru memiliki kendala pada komoditi tersebut. Salah satu kendalanya terletak di harga jual produksi kopi kepada tengkulak yang cukup murah. Di samping itu, masyarakat tidak termotivasi untuk mengembangkan komoditi kopi ini sehingga dapat dipasarkan sendiri. Melihat kondisi tersebut Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, dosen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama dengan tim-nya yang beranggotakan 8 orang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Kewirausahaan Sabun Aroma Kopi Khas Gombengsari” yang bertempat di Rumah Digital Gombengsari, Lingkungan Kacangan Asri, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang diadakan pada 29 Oktober 2022 ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di Kecamatan Sembalun. Untuk mendorong perilaku wirausaha masyarakat desa usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan dan memanfaatkan potensi alam yang ada, tim pengabdian UI melakukan pelatihan teknis pembuatan produk turunan kopi berupa “Sabun Aroma Kopi Ramah Lingkungan”. Tidak hanya itu, tim pengabdi juga memberikan pelatihan keilmuan wirausaha untuk menjalankan kegiatan bisnis. Terlebih Banyuwangi merupakan salah satu lokasi pariwisata yang terkenal di Indonesia, kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh para wirausaha untuk memasarkan produk sabun sebagai cinderamata yang 1 2
205 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur dikemas dengan menarik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pelatihan kewirausahaan ini mencakup pemahaman melakukan riset pasar sederhana, membangun tim, brand, packaging dan melakukan marketing dengan memanfaatkan internet marketing (e-market). Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dihadiri oleh 20 orang yang terdiri dari masyarakat sekitar dan beberapa aparat pemerintah Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro dengan usia produktif (26 - 45 tahun). Sebesar 93% peserta mengatakan program pengabdian ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi Kelurahan Gombengsari, serta memiliki potensi 63% untuk dapat diimplementasikan keberlanjutan usaha ini secara mandiri. Sabun kopi yang diproduksi adalah sebuah produk teknologi berbasis kimia yang dihasilkan dari reaksi saponifikasi minyak trigliserida dengan basa NaOH menjadi sabun (garam asam lemak) dan gliserol sebagai produk sampingnya. Kualitas sabun yang dihasilkan sangat bergantung kepada jenis minyak dan basa yang digunakan, cara produksinya, serta bahan tambah yang diberikan (pewangi, pewarna, dan bahan aktif) beserta komposisi setiap bahannya. Dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi kopi di Kelurahan Gombengsari, tim pengabdi menjadikan kopi hasil produksi masyarakat sebagai bahan tambah pada sabun dengan menggunakan teknik ekstraksi, yaitu prinsip perbedaan polaritas dan kelarutan zat dari matriksnya. Sabun yang menggunakan bahan alam sebagai bahan tambah akan memiliki nilai jual yang lebih besar dibandingkan sabun murni dari bahan sintetik. Selanjutnya tim pengabdi juga memberikan pemahaman tentang teknik produksi sabun cold and hot process. Yang mana teknik hot process merupakan teknik yang melibatkan pemanasan pada suhu tertentu dalam pembuatan sabun. Teknik ini memiliki kelebihan cepat dalam proses produksi, namun biaya investasi lebih besar dan menghasilkan kualitas produk standar karena gliserol (hasil samping) akan terpisah dari sabun setelah reaksi. Teknik ini cocok pada level industri. Disisi lain, teknik cold process memungkinkan pembuatan sabun tanpa proses pemanasan dan membuat sabun yang dihasilkan memiliki warna indah dan kualitas lebih baik karena produk samping gliserol yang berfungsi sebagai pelembab tercampur ke dalam sabun. Kelemahan teknik ini adalah waktu produksi yang relatif panjang karena diperlukannya proses resting. Gambar 1. Pemaparan materi pembuatan sabun Gambar 2. Pemaparan materi kewirausahaan Gambar 3. Pelatihan pembuatan sabun Gambar 4. Hasil sabun aroma kopi khas Banyuwangi 3 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 206 Buleleng, Bali BULELENG, BALI BULELENG BULELENG
207 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali
Pengmas UI 2022 - DPPM 208 Buleleng, Bali FIA UI BANTU PENGUATAN KAPABILITAS INOVASI, ADMINISTRASI KEUANGAN DAN PERPAJAKAN UMKM DI KABUPATEN BULELENG Prima Nurita Rusmaningsih, S.A.P., M.A. Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Administrasi melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada Pengembangan Kemandirian Ekonomi Desa Wisata yang Inklusif melalui Penguatan Kapabilitas Inovasi, Administrasi Keuangan dan Perpajakan UMKM di Kabupaten Buleleng. Pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan Desa Panji Anom dan Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Permasalahan UMKM di dua desa tersebut terkait dengan kemampuan melakukan inovasi dalam bidang pemasaran digital, pengelolaan keuangan dan perpajakan. Di tengah potensi yang dimiliki yaitu potensi wisata alam dan budaya sebagai daya tawar tinggi; serta tumbuhnya pelaku usaha dalam menunjang desa wisata (Desa Sambangan) dan menuju desa wisata (Desa Panji Anom), UMKM memiliki permasalahan terkait dengan kurangnya optimalisasi penggunaan media digital sebagai alat pemasaran produk. Oleh karena itu, tim pengmas UI memberikan pembekalan pemahaman terkait dengan inovasi, kapabilitas inovasi dalam bentuk seminar; seminar digital pemasaran, pemberian pemahaman dan pelatihan administrasi/ pengelolaan keuangan; pemberian pemahaman dan pelatihan terkait dengan pengelolaan pajak penghasilan. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini, 21 peserta yang merupakan pelaku UMKM di Desa Panji Anom dan Desa Sambangan, pemahaman terkait dengan inovasi dan kapabilitas inovasinya meningkat. 1 3 2
209 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali Gambar 1. Pemberian Seminar Pengelolaan Keuangan dan Perpajakan Gambar 2. Pemberian Seminar Inovasi dan Digital Marketing Gambar 3. Foto Bersama Dengan Peserta Seminar Gambar 4. Buku saku 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 210 Buleleng, Bali FIK UI BERI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DENGAN PROGRAM DIET DASH (DIETARY APPROACH TO STOP HYPERTENSION) Dr. Etty Rekawati, S.Kp., MKM Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia menjalankan program manajemen nutrisi dengan metode DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) untuk Mengontrol Tekanan Darah Pada Kelompok Masyarakat dengan Hipertensi di Kabupaten Buleleng, Bali. Program tersebut dijalankan karena Hipertensi menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Penyakit hipertensi menduduki posisi pertama sebagai penyakit dengan jumlah kasus terbanyak di Kabupaten Buleleng yakni 31.087 kasus, kemudian diikuti dengan penyakit diabetes mellitus. “Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi mengenai Hipertensi sekaligus mempraktekkan penyusunan menu diet sebagai upaya untuk mengontrol tekanan darah.” Tulis tim pengabdian FIK UI dalam laporan kegiatannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan ceramah dan praktek. Intervensi yang digunakan adalah dengan pengaturan makanan penyusunan menu diet DASH. DASH atau Dietary Approach to Stop Hypertension. DASH merupakan metode penyusunan menu makanan dan pemilihan makanan yang didominasi dengan makanan tinggi serat dan protein dari kacang-kacangan untuk menurunkan tekanan darah. Diet DASH yang bertujuan untuk mengurangi tekanan darah tinggi telah lebih banyak diteliti oleh para ahli dan menunjukkan hasil yang efektif dalam menurunkan tekanan darah. Dalam pelaksanaannya Gambar 1. Skrining Diabetes Melitus oleh tim pengabdi bersama petugas Puskesmas Gerokgak 1 Gambar 2. Senam Lansia Sehat Gambar 3. Penyuluhan Kesehatan tentang Diabetes Melitus. 1
211 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali masyarakat akan mendapatkan edukasi, promosi kesehatan dan pelatihan dalam pembuatan makanan dengan metode DASH. Masyarakat juga akan dibekali buku panduan pembuatan makanan sehat sesuai dengan metode DASH agar dapat menyajikan makanan sehari-hari untuk menurunkan hipertensi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan ratarata pengetahuan mengenai Hipertensi dan penyusunan diet HT dari 65% menjadi 95%. Selain itu, 5 dari 30 peserta juga mampu menyebutkan Langkahlangkah penyusunan Diet HT menggunakan DASH. Sebagai kesimpulan, Intervensi DASH ini merupakan upaya yang bisa dijadikan sebagai referensi oleh Puskesmas untuk dilaksanakan pada program Posbindu dalam mengontrol tekanan darah pasien HT. 3 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 212 Buleleng, Bali FIK UI MEMBUAT EDUKASI MELALUI VIRTUAL REALITY UNTUK REMAJA DI BULELENG BALI Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Keperawatan melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada upaya meningkatkan literasi remaja pada kesehatan di wilayah Banjar, Bali. Kegiatan tersebut dilakukan karena permasalahan kesehatan remaja yang banyak disoroti di Bali saat ini adalah semakin meningkatnya angka kejadian HIV/AIDS pada remaja. Di Bali, angka kejadian HIV/AIDS tercatat sebanyak 1615 kasus dan 50% dari jumlah tersebut adalah rentangan usia 19-25 tahun. Peningkatan kejadian HIV/AIDS sangat terkait dengan meningkatnya kejadian infeksi menular seksual (IMS). Mengacu dari data tersebut FIK UI melakukan kegiatan Pemberdayaan Remaja Berbasis Virtual World dalam Meningkatkan Health Literacy di Kelurahan Banjar Bali. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Health Literacy. Permasalahan yang mendasari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya HL remaja sehingga berpengaruh kepada kualitas hidup dan status kesehatan remaja. Program pengabdian masyarakat ini terbagi menjadi lima kegiatan, yaitu sosialisasi program dan deteksi dini, pelatihan kader cyber health remaja, pelatihan remaja, dan evaluasi program. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memberikan gambaran tentang program yang berlangsung, tujuan yang ingin dicapai, dan uraian kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh 64 siswa/i di SMAN 3 Singaraja. Kegiatan pertama ini dimulai pada awal 1
213 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali terselenggaranya program pengabdian masyarakat selama kurang lebih satu minggu. Diharapkan seluruh komponen petugas pemerintah, sekolah dan masyarakat dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan yang kedua yaitu pelatihan kader cyber health remaja yang dilakukan oleh narasumber dan didampingi oleh fasilitator dari tim, serta pengulanganpengulangan yang dilakukan agar menjadi terampil. Kegiatan ini dibagi kedalam kelompokkelompok kecil sehingga memudahkan tim untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan HL. Kegiatan tahap ini menggunakan media Virtual World interaktif. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan remaja yang didampingi oleh kader cyber health remaja dan dipantau oleh tim. Setelah keseluruhan kegiatan tersebut diakhiri dengan evaluasi pada remaja yang dilakukan oleh tim. Gambar 1. Portal masuk virtual world melalui website literasehat.com Gambar 2. Pelatihan Kader cyber health dan Pembentukan role model Gambar 3. Analisis bersama pemilihan, kesiapan remaja Gambar 4. Diskusi kelompok 234
Pengmas UI 2022 - DPPM 214 Buleleng, Bali PASCA COVID-19 DESA MUNDUK MENJADI DESA WISATA YANG SEHAT Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes. Fakultas Kesehatan Masyarakat melakukan pengabdian masyarakat di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali yang berfokus pada program, pengembangan wisata sehat demi mendorong ekonomi masyarakat meningkat. Kegiatan tersebut dilakukan karena desa Munduk merupakan desa yang memiliki wilayah multi potensi, baik potensi alam maupun budaya. Lapisan tanah vulkanik dan ditambah banyaknya sumber air membuat Desa Munduk menjadi salah satu sentral budaya pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bukan hanya itu saja potensi pariwisata di Desa Munduk juga sangat unggul. Tim pengmas FKM UI yang diketuai oleh Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes. datang untuk mengembangkan potensi wisata tersebut menjadi wisata yang sehat dalam mendorong peningkatan ekonomi adalah melakukan promosi kesehatan di area wisata pada masa transisi Pandemi COVID-19. Oleh karena itu diperlukan penciptaan kawasan wisata yang sehat dan aman. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemberlakuan promosi kesehatan di area wisata. Promosi kesehatan tersebut dapat berupa pemberian edukasi dan informasi terkait hal- hal yang perlu diperhatikan dan dijaga oleh masyarakat selama berwisata agar tetap aman dari virus COVID-19 maupun penyakit lain yang berpotensi timbul. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pembentukan 10 kelompok Duta Wisata Sehat serta pemberdayaan kelompok unsur masyarakat desa yang terdiri dari pemangku 1 2
215 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali adat, karang taruna, guide, sopir wisata, pengelola akomodasi, PKK, kader, pedagang, subak, dan pengrajin untuk meningkatkan pengetahuan mengenai wisata sehat di masa transisi Pandemi COVID-19. Pelatihan tersebut menghasilkan “Buku Panduan Wisata Sehat” yang terdaftar ISBN. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan yang dapat diimplementasikan oleh pengelola wisata lain di Indonesia sehingga dapat mengembangkan media edukasi baik berupa video maupun media cetak sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dan menciptakan wisata sehat. Gambar 1. Pencanangan Duta Desa Wisata Sehat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Gambar 2.Sosialisasi Hasil Pelatihan oleh Duta Wisata Sehat Kelompok PKK Gambar 3.Sosialisasi Hasil Pelatihan dan Poster Edukasi oleh Duta Wisata Sehat Kelompok Adat Gambar 4. Sosialisasi Hasil Pelatihan Gambar 5. Poster Kelompok Karang Taruna 3 4 5
Pengmas UI 2022 - DPPM 216 Buleleng, Bali PENGENDALIAN HIPERTENSI DI BULELENG BALI DIBANTU OLEH FIK UI Dr. Tuti Herawati, S.Kp., MN. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia melakukan pelatihan untuk 30 kader dan masyarakat agar sadar untuk mengendalikan hipertensi di wilayah Buleleng, Bali. Kegiatan tersebut dilakukan karena hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Kabupaten Buleleng. Tingginya angka kejadian hipertensi di Kabupaten Buleleng dapat menunjukkan belum optimalnya upaya pencegahan pengendalian yang dilakukan oleh Masyarakat Buleleng. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih kader yang ada di sarana kesehatan Buleleng dan Masyarakat sekitar terkait kesadaran akan pentingnya pengendalian hipertensi dengan output modul kader masyarakat sadar pengendalian hipertensi. Dalam kegiatan ini program yang dilakukan adalah peningkatan kesadaran masyarakat Buleleng terkait dengan pencegahan penyakit hipertensi. Identifikasi tingkat kesadaran dan perilaku masyarakat Buleleng perlu dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat 1 2
217 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali terkini sehingga nantinya dapat menjadi data dasar sebagai tindak lanjut langkah berikutnya dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hipertensi. Kemudian melakukan pelatihan kader sadar pencegahan penyakit hipertensi di Buleleng. Pada tahapan ini nantinya para kader di masyarakat akan dibekali dengan pelatihan dimana Modul pelatihan akan disesuaikan dengan identifikasi data awal yang didapat sebelumnya. Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah membuat Video pencegahan hipertensi sebagai salah satu media Pendidikan kesehatan pencegahan hipertensi. Upaya pencegahan penyakit hipertensi pada masyarakat Buleleng akan dilakukan salah satunya melalui penggunaan media video, dimana melalui media video ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami penyakit hipertensi serta pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat kaitannya dengan komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit hipertensi. Gambar 1. Kegiatan pelatihan kader Gambar 2. Nonton bersama video edukas kesehatan Gambar 3. Cek kesehatan Gambar 4. Modul kader kesehatan 3 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 218 Buleleng, Bali UI BANTU KEMBANGKAN UMKM DEMI OPTIMALISASI WISATA DI BULELENG BALI Dr. Milla Sepliana Setyowati, S.Sos., M.Ak. Universitas Indonesia memberikan perhatian bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Desa Wisata di Kabupaten Buleleng, Bali sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tata kelola UMKM agar siap untuk menyambut sektor pariwisata yang sudah mulai pulih, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan juga pada akhirnya meningkatkan pendapatan hasil daerah Kabupaten Buleleng. Beberapa lokasi wisata yang dapat dioptimalisasi, sebut saja Pantai Lovina, Air Terjun Gitgit, Pantai Penimbangan, Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan, dan lain-lain. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah media promosi digital yang menjadi salah satu solusi bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka serta dapat meningkatkan kunjungan wisatawan pada saat kondisi new normal. Anisatul Auliya, SST. Par., M.Par., salah satu dosen yang menjadi pengabdi, menyebutkan, Media digital dapat menjadi wadah yang memiliki dampak besar bagi target pasar desa wisata tersebut. Kemudahan, akses dalam mendapatkan informasi juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan media digital. “Kami memberikan bantuan berupa situs web baru kepada salah satu desa wisata, yakni Desa Les, yang dapat dikembangkan untuk mengoptimalisasi promosi desa wisata tersebut,” tutur Anisatul dalam laporan kegiatan. Situs web tersebut memiliki berbagai informasi umum yang dapat diakses oleh wisatawan. Beragam keunikan yang dimiliki desa wisata tersebut dan aktivitas wisata yang disuguhkan untuk wisatawan di wilayah Desa Wisata Les juga 1
219 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali disajikan dalam situs web tersebut. Sehingga, lanjutnya, dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk mencari informasi terkait kegiatan wisata di kawasan Desa Wisata Les sebelum berkunjung ke desa wisata tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah media promosi digital yang menjadi salah satu solusi bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka serta dapat meningkatkan kunjungan wisatawan pada saat kondisi new normal. Salah satu peserta, Putu Sinar Jaya yang merupakan perwakilan dari Desa Sidetapa, mengungkapkan kesan yang baik terhadap kegiatan pengmas tersebut. “Kami mendapatkan banyak ilmu baru yang diberikan UI terhadap pengembangan desa wisata yang kami miliki. Pelatihan ini membuka wawasan baru yang dapat diterapkan di Desa Wisata Sidetapa. Saya berharap agar pelatihan ini dapat diadakan lagi di desa kami, di kawasan pedesaan Bali Aga SCTPB (Desa Sidatapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa, Desa Pedawa, dan Desa Banyuseri),” ungkapnya. Gambar 1. Pelatihan Pengelolaan Website untuk Desa Les, Buleleng Bali Gambar 2. Sosialisasi Digitalisasi Pariwisata Gambar 3. Foto bersama dengan para peserta 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 220 Buleleng, Bali UI MEMBERIKAN EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BALITA STUNTING Dr. Nur Agustini, S.Kp., M.Si Universitas Indonesia memberikan edukasi kepada para ibu dalam merawat balita stunting melalui edukasi kesiapan diri menjadi ibu untuk masa depan anak unggul di wilayah Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan tersebut dilakukan karena stunting di Kabupaten Buleleng masih menjadi prioritas karena kasus balita dengan gizi buruk dan balita kurus mencapai 455 anak serta adanya 38 anak yang mengalami stunting, khususnya di kecamatan Sawan. Anak balita yang sudah terdeteksi mengalami stunting memerlukan perhatian khusus, karena dampak dari kekurangan gizi kronik pada anak dapat mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya. “Di Puskesmas Sawan I ada beberapa program untuk peningkatan gizi yaitu berupa penyuluhan dan konseling gizi secara individu maupun secara berkelompok, pemantauan status gizi balita melalui Posyandu setiap satu bulan sekali. Namun program ini belum berjalan efektif karena penyuluhan dan konseling baru dilakukan oleh tim gizi atau dokter.” Tutur Luh Komang Yuliasih, S. Tr. Gz sebagai penanggungjawab program gizi di Puskesmas Sawan I. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim FIK UI yang bekerjasama dengan Ikatan Perawat Anak Indonesia wilayah Bali untuk memberikan edukasi tentang pelatihan atau edukasi bagi 50 orang kader di kecamatan Buleleng, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sawan 1, mendapatkan respon dan hasil positif. “Setelah pelatihan kader ada peningkatan pada pelaksanaan Posyandu oleh kader. Sebelum mengikuti pelatihan kader sama sekali tidak melakukan konseling atau penyuluhan namun setelah pelatihan kader telah dapat menerapkannya di Posyandu masingmasing,” ungkap Luh Komang Yuliasih, S. Tr. Gz. Selain itu dari 50 orang kader yang hadir didapatkan 100% mampu melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak dan memberikan penyuluhan kepada Ibu balita dan 80% mengalami peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil uji pre dan post test. 1
221 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali Rekomendasi yang disampaikan oleh penanggung jawab program gizi Puskesmas Sawan 1 berharap kedepannya kegiatan pelatihan yang sama dapat dilakukan kepada seluruh kader yang ada di wilayah Puskesmas Sawan I (249 orang), sehingga Gambar 1. Penyampaian materia pelatihan Gambar 2. Para kader kesehatan saat sesi pelatihan Gambar 3. Sesi latihan Gambar 4. praktik langsung kepada masyarakat 2 3 4 para kader tersebut dapat meningkatkan kegiatannya dalam melakukan edukasi kepada Ibu yang memiliki balita.
Pengmas UI 2022 - DPPM 222 Buleleng, Bali UI MEMBUAT APLIKASI PANGKALAN DATA UNTUK MEMPERMUDAH PENGELOLA MUSEUM BULELENG Dian Sulistyowati, M.Hum. Tim pengmas Arkeologi Universitas Indonesia membantu mengembangkan inventarisasi dan dokumentasi Museum Buleleng sebagai bentuk pelestarian warisan budaya dan identitas masyarakat Bali. Belum maksimalnya informasi mengenai museum membuat penyajian informasi yang diberikan kepada pengunjung di Museum Buleleng menjadi terbatas. Dalam upaya meningkatkan pengamalan dan pemahaman masyarakat mengenai bukti-bukti sejarah dan budaya masyarakat. Museum Buleleng dinanti oleh tim pengmas Arkeologi UI melakukan inventarisasi dan pendokumentasian koleksi secara sistematis dan terstruktur. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, inovasi yang dihasilkan terkait permasalahan mitra mengenai pengelolaan koleksi adalah sistem inventarisasi koleksi museum yang didasarkan pada pangkalan data koleksi. Sistem inventarisasi ini dibuat dalam bentuk manual berupa formulir inventarisasi dan secara digital dalam bentuk pangkalan data. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghasilkan data koleksi yang lebih informatif dan bermakna, selain tujuan utamanya untuk pelestarian warisan budaya dan identitas masyarakat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Bali pada khususnya. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjalin kemitraan antara museum dengan lembaga pendidikan yang berada di daerah Buleleng, karena museum juga memiliki keterbatasan sumber daya manusia untuk melakukan kegiatan pengelolaan koleksi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah formulir inventarisasi koleksi secara manual dan digital berupa aplikasi pangkalan data (database) koleksi. 1 2
223 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali Formulir inventarisasi manual dibuat untuk memudahkan pengelola museum yang memiliki keterbatasan fasilitas berupa komputer atau laptop untuk mengisi formulir secara digital. Sementara aplikasi inventarisasi koleksi secara digital dibuat untuk memudahkan penyimpanan data koleksi yang lebih lengkap dan dapat diperbaharui kapanpun. Gambar 1. Diskusi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bulelengsecara daring Gambar 2. Proses Pengisian Formulir Inventarisasi Koleksi Secara Digital Gambar 3. Proses Pendokumentasian Koleksi museum Gambar 4. Diskusi Tim Pengabdi bersama Pihak Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng 4 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 224 Buleleng, Bali UI MENINGKATKAN MINAT BACA DENGAN METODE ‘READ LOAD’ Dr. Ahmad Fahrurodji, S.S., M.A. Universitas Indonesia dalam kegiatan pengabdian masyarakatnya di Buleleng Bali berfokus pada meningkatkan minat literasi masyarakat. Hal tersebut dilakukan karena Literasi merupakan faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa, karena literasi mendorong terbukanya cakrawala yang berimplikasi pada kemajuan sumber daya manusia suatu negara. Namun, sungguh disayangkan masih ada beberapa daerah di Indonesia yang masih memiliki tingkat literasi yang rendah, salah satunya adalah di Desa Patas, Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng sendiri merupakan salah satu dari kabupaten di Provinsi Bali. Permasalahan konkret di Desa Patas, Kabupaten Buleleng diketahui melalui survei pendahuluan yang diambil dari mitra terkait. Dari data tersebut, disimpulkan bahwa tingkat minat literasi anak sekolah ternyata masih tergolong rendah. Oleh karena itu masalah prioritas mitra dalam hal ini adalah rendahnya minat literasi anak sekolah. Dari hal tersebut Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia dengan mitra dalam hal ini adalah Perpustakaan Pelangi meninjau serta berupaya meningkatkan tingkat literasi dengan metode read aloud. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia dalam programnya di Desa Patas diketuai oleh Dr. Ahmad Fahrurodji, S.S., M.A., Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Sasaran utama dalam program adalah siswasiswi Sekolah Dasar. Namun, melibatkan peran orang dewasa di dalamnya. Metode yang digunakan dalam meningkatkan Gambar 1. Kegiatan membaca dengan metode read aloud Gambar 2. seorang anak sedang membaca buku Gambar 3. Penyampaian materi Gambar 4. Foto bersama 1
225 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali kegemaran membaca adalah read aloud atau membaca nyaring. Metode ini memiliki beberapa manfaat, yaitu meningkatkan minat membaca, melatih kemampuan membaca, dan mengasah imajinasi anak. Peran orang dewasa, yaitu guru dan orang tua sangat penting dalam keberlanjutan penerapan metode ini untuk murid maupun anak-anak mereka. Dari program ini, kurang lebih 50 penerima manfaat telah tertarik untuk membaca buku. Diharapkan metode tersebut dapat diterapkan untuk menanamkan kegemaran membaca bagi anak-anak di Kabupaten Buleleng. Dikatakannya membaca nyaring merupakan salah satu metode yang dapat menumbuhkan minat baca pada anak. Dengan membaca nyaring, kegiatan ini juga mampu meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus dapat mengembangkan literasi anak. 4 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 226 Buleleng, Bali VOKASI UI MEMBERIKAN EDUKASI TERKAIT KREATIF DIGITAL MARKETING BAGI UMKM DI SIDETAPA BALI Arius Krypton, S.Sos, M.Si Universitas Indonesia melalui Vokasi UI memberikan kegiatan pengarahan tentang branding dan digital marketing untuk pengembangan produk anyaman di wilayah Sidetapa, Buleleng Bali. Kegiatan ini dilakukan karena salah satu komoditas utama UMKM Desa Sidetapa yang terkenal yaitu kerajinan anyaman bambu menjadi sumber pendapatan utama warga setempat. Hampir seluruh warga desa tersebut berprofesi sebagai pengrajin anyaman bambu dengan berbagai macam varian produk yang dihasilkan seperti tempat pensil, tempat lampu, kursi, hingga interior rumah lainnya. “Kita semua tahu bahwa Indonesia, khususnya Bali, memiliki ragam seni dan budaya yang perlu untuk dikenalkan ke mancanegara. Membanggakan sekali, keindahan anyaman bambu dari Desa Sidetapa dapat diakui hingga ranah internasional”, ujar Padang Wicaksono, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI. Branding dan digital marketing dibutuhkan guna mendiferensiasi produk anyaman bambu satu daerah dengan daerah lainnya. Semakin luas jangkauan penjualan dan cakupan pemasarannya, semakin dikenal brand-nya, maka diharapkan akan memberikan dampak bagi kesejahteraan warga setempat. Program ini dilaksanakan dengan tajuk “Lokakarya Gambar 1. Pengkoordinasian kegiatan sebelum pelaksanaan Gambar 2. Praktik penganyaman bambu Gambar 3. Penyampain materi 1 2
227 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali Pemasaran Digital bagi UMKM Anyaman untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat pada Masa Pandemi di Desa Sidetapa-Buleleng” Kegiatan dihadiri oleh warga desa, khususnya para pengrajin anyaman bambu, Pokdarwis, dan UMKM setempat. Serta dari program ini telah membuat 8 pengrajin mulai berjualan di online market place. 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 228 Buleleng, Bali VOKASI UI MENGOPTIMALISASI DESA WISATA SIDATAPA DENGAN METODE GREEN ECONOMY Dr. Rahmi Setiawati, S.Sos, M.Si Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia membantu mengoptimalisasi upaya pembangunan Desa Wisata Berbasis budaya lokal, teknologi digital, ekonomi kreatif di Desa Sidatapa-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilakukan karena Desa Sidatapa merupakan salah satu desa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang memiliki keunikan, nilai sejarah serta budaya yang sangat unik, sehingga sangat tepat untuk dikembangkan sebagai Desa Wisata dengan menggunakan konsep Community Based Tourism. Potensi-potensi Desa Sidatapa sebagai Desa Wisata adalah berupa rumah adat, tarian sakral, dan keindahan alam. Permasalahan yang ada di desa sidatapa sampai saat ini, diantaranya: 1) konektivitas lokasi pariwisata sebagai kawasan wisata, 2) Pengelolaan homestay, 4) kapasitas masyarakat sebagai subjek pengelolaan kawasan 5) zonasi lingkungan peninggalan arsitektur budaya lokal, yang mulai tergusur karena modernisasi. Destinasi wisata tersebut belum dikelola dengan baik sebagai pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa di kawasan wisata. Oleh karena itu Vokasi UI melakukan upaya dengan cara melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk kader sadar wisata serta memberikan penguatan kapasitas ekonomi dalam mengelola potensi lokal desa kepada badan usaha di desa seperti badan usaha milik desa, koperasi maupun lembaga mikro desa, pengelola rumah adat yang digunakan sebagai homestay 1 2
229 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali dengan menggunakan pendekatan solidarity ekonomi, serta melakukan promosi wisata berkelanjutan. Penyelenggaraan program pengabdian masyarakat ini baik langsung maupun tidak langsung akan mengembangkan pengelolaan professional, kreatif, dan inovasi bagi kelompok masyarakat. Melalui teknik tersebut dapat diketahui bahwa dalam pengembangan pariwisata pedesaan, harus menambah fasilitas yang mendukung pariwisata, membuat paket-paket wisata serta meningkatkan sumber daya manusianya dengan pengetahuan dan bahasa. Gambar 1. Kegiatan sosialisai dan pembekalan materi tentang Green Economic Gambar 2. Kegiatan wawancara dengan para UMKM tentang produk lokal Gambar 3. Foto bersama 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 230 Buleleng, Bali BERBAGI SENYUM CERIA DI PULAU DEWATA Dr. Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih, drg., SpKG(K) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat di Buleleng Bali. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FKG UI berfokus pada upaya peningkatan kesehatan mulut dan gigi. Pengabdian masyarakat tersebut bertajuk ‘Peduli Kesehatan Gigi, Berbagi Senyum Ceria di Pulau Dewata.’ Program tersebut dilaksanakan di Desa Telaga, Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod, Kabupaten Buleleng Bali pada 12 Agustus 2022. Desa-desa tersebut merupakan desa-desa tertinggal berdasar data Kemendesa tahun 2016. Desa Sepang, Desa Telaga, dan Desa Sepang Kelod termasuk dalam Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, berada pada ketinggian rata rata 500 meter dari permukaan laut dengan luas 4296 Ha. Desa Sepang Kelod memiliki jumlah penduduk sebanyak 4321 jiwa. 1224 penduduknya tidak pernah sekolah dan 1978 bekerja sebagai petani. Karena akses terhadap pendidikan yang susah mengakibatkan wilayah Desa Telaga, Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod menjadi desa dengan terkategori berkembang dengan pelayanan kesehatan gigi yang belum memadai akibat akses yang masih sulit dan keterbatasan tenaga kesehatan. Permasalahan yang ada itu dijadikan landasan oleh Departemen Konservasi Gigi, FKG UI yang terdiri dari tim panitia inti, Dr. Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih, drg. Sp.KG(K); Citra Kusumasari, drg., Sp.KG(K)., Ph.D; Shalina Ricardo, drg., Sp.KG (K); serta mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Konservasi Gigi, FKG UI Angkatan 2020 menjalankan program tersebut. Acara diawali dengan seminar dan pembelajaran bagaimana cara melakukan penambalan gigi secara detail dengan baik agar tambalan dapat bertahan lama. Materi tersebut dibawakan oleh Dr. Aditya Wisnu Putranto, drg. Sp.KG(K) kepada dokterdokter gigi di Kabupaten Buleleng. Acara selanjutnya adalah acara inti pembukaan pengabdian tersebut yang dihadiri oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., dan juga jajaran di pemerintahannya. Kemudian dari pihak Departemen Konservasi Gigi FKG UI, Dr. Anggraini Margono, drg., Sp.KG(K)., dan Ketua Panitia Baksos, 1 2
231 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali Dr. Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih, drg., Sp.KG(K). Target peserta pada acara tersebut adalah masing-masing desa mendatangkan lebih dari 130 anak Sekolah Dasar dan lebih dari 20 kader untuk ikut berpartisipasi. Tujuan dari target tersebut adalah agar pelaksanaan penyuluhan dan praktek langsung tata cara pencegahan gigi berlubang dapat berjalan dengan lancar. Anak-anak mendapatkan ilmu bagaimana cara menjaga kesehatan gigi, sedangkan para keder mendapatkan pelatihan dengan materi deteksi dini gigi berlubang, cara mengidentifikasi gigi berlubang, risiko dan dampak buruk gigi berlubang dan cara pencegahan gigi berlubang serta cara meningkatan kesehatan gigi dan mulut. “Para ibu-Ibu Kader dan anak-anak SD menyimak materi dengan sangat cermat dan fokus. Semua peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berkonsultasi terkait permasalahan gigi dan mulut,” ucap Shalina Ricardo, drg., Sp.KG (K). 34 Gambar 1. Seminar dan pembelajaran bagaimana cara melakukan penambalan gigi secara detail kepada dokter gigi Gambar 2. Penyuluhan kepada kader sepang Gambar 3. Mahasiswa UI memberi edukasi cara menyikat gigi Gambar 4. penyuluhan dan praktek langsung tata cara pencegahan gigi berlubang
Pengmas UI 2022 - DPPM 232 Buleleng, Bali UI BANTU PRODUK ANYAMAN DI BULELENG BALI GO INTERNATIONAL Arius Krypton, S.Sos, M.Si Masyarakat Desa Sidetapa, Buleleng Bali mendapatkan edukasi pengembangan branding dan digital marketing untuk mendiferensiasikan produk anyaman bambu mereka dengan produksi dari wilayah lain, edukasi tersebut diberikan oleh Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Program edukasi dan pendampingan tersebut dilakukan karena Desa Sidetapa memiliki keunikan dan potensi wisata yang ada, seperti rumah adat, tarian sakral, dan keindahan alam. Selain potensi wisata yang ada, Desa Sidetapa juga memiliki satu komoditas utama penunjang pergerakan ekonomi mereka, yaitu produksi anyaman bambu dalam berbagai produk seperti rumah lampu, tempat pensil, tumbler, kotak tisu, kursi, meja, dan lainnya. Anyaman bambu dari Desa Sidetapa merupakan salah satu anyaman bambu terbaik yang sudah masuk ke pasar internasional. Oleh karena itu pendampingan melalui edukasi pengembangan dan digital marketing sangat penting bagi warga Desa Sidetapa. Karena pada masa ini perkembangan teknologi sudah semakin maju, sehingga dalam proses pemasaran produk juga harus mengikuti perkembangan teknologi. “Kemajuan teknologi ini juga idealnya diiringi dengan Kecakapan dalam menggunakan platform tersebut seperti memproduksi konten membuat narasi hingga mengedit,” kata ketua Tim pengabdian masyarakat vokasi UI Tujuan dari program ini adalah untuk membuat cakupan pemasarannya menjadi semakin luas dan brand dari Desa Sidetapa menjadi lebih terkenal. Sampai saat ini 8 pengrajin sudah mulai berjualan di online market place “warga Desa Sidetapa sangat membutuhkan pelatihan-pelatihan seperti ini untuk memaksimalkan komoditas anyaman bambu agar semakin dikenal dan penjualannya meningkat. Semoga para warga dapat menyerap dan menerapkan ilmu yang disampaikan oleh tim Vokasi UI.” Tutur Kepala Desa Sidetapa. Gambar 1. Produk anyaman UMKM Gambar 2. Landing Page Sidetapa Bamboo Craft Gambar 3. Sidetapa Product Page 1
233 Pengmas UI 2022 - DPPM Buleleng, Bali 23
Pengmas UI 2022 - DPPM 234 Lombok Timur, NTB LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT LOMBOK TIMUR LOMBOK TIMUR
235 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB
Pengmas UI 2022 - DPPM 236 Lombok Timur, NTB APLIKASI REMAJA LASKAR CEGAH STUNTING (RELA CETING) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING SEJAK DINI DI DESA BATU NAMPAR SELATAN Dr.Nani Nurhaeni,S.Kp., M.N. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari pada 26-27 Agustus 2022 ini mengangkat judul “Peningkatan Kapabilitas Remaja dalam Mencegah Stunting Melalui Remaja Laskar Cegah Stunting (Rela Ceting)”. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pencegahan stunting. Yang harapannya setelah kegiatan ini dapat terjadi peningkatan pemahaman dan sikap terkait pencegahan stunting. Pada kegiatan ini, tim pengabdi memberikan edukasi perihal gizi remaja dan dampak pernikahan usia dini sebagai salah satu faktor terjadinya stunting. Untuk edukasi perihal gizi remaja, tim memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang dan dampak anemia. Pertama, tepat kombinasi gizinya. Artinya semua kebutuhan zat gizinya terpenuhi dengan kombinasi dan susunan yang tepat. Kedua, tepat porsinya. Artinya porsi makanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan tubuhnya atau sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian. Ketiga, tepat dengan tahap perkembangan anak. Artinya makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kalori anak berdasarkan usia dan berat badan anak. Untuk edukasi perihal dampak pernikahan usia dini, tim pengabdi menyampaikan bahwa hal ini berdampak buruk pada kesehatan ibu dan balita, salah satu dampaknya adalah status nutrisi yang tidak baik saat kehamilan yang menyebabkan kehamilan beresiko dan berakibat anak yang dilahirkannya mengalami masalah terutama terkait dengan status nutrisi seperti stunting. Tim pengabdi juga memberikan pengertian bahwa pernikahan usia dini juga berdampak pada pola asuh yang tidak sesuai 1