The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dalam buku ini, kami jabarkan beberapa program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adnan Kurniawan, 2023-11-28 21:49:05

Buku Profil Pengmas UI 2022

Dalam buku ini, kami jabarkan beberapa program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)

287 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Tenaga Kerja Pemkab Manggarai Barat, melakukan pelatihan dan praktik bagaimana mengimplementasikan K3 di Sarhunta. Materi yang diberikan meliputi kesehatan lingkungan Sarhunta, kebersihan lantai, dinding, dan ventilasi, kesehatan karyawan Sarhunta, faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di Sarhunta, jenis-jenis kecelakaan kerja di Sarhunta, dan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja secara umum di Sarhunta. Tahap ketiga adalah uji operasi dan penerapan Sistem Informasi K3. Tim pengusul, bersama UMKM pengelola Sarhunta dan Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Manggarai Barat, menggunakan Sistem Informasi K3 untuk melaporkan secara mandiri kasus K3 dan juga memberikan respon mandiri untuk menangani kasus K3 itu. Seluruh rangkaian pelatihan ini dihadiri oleh 20 peserta. Harapan setelah program ini dijalankan adalah peningkatan literasi tentang K3 dan implementasinya, serta keterampilan melaporkan kasus K3 secara cepat dan akurat serta memberikan respon secepatnya. Dengan demikian, Labuan Bajo dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan sehat bagi semua pengunjung dan penduduknya. Gambar 1. Penyampaian Materi oleh Dr. Robiana Modjo, SKM., M.Kes Gambar 2. Sesi Focus Group Discussion Gambar 3. pilan Flyer Penerapan Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Pariwisata 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 288 Manggarai Barat, NTT MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI LABUAN BAJO: INISIATIF UNIVERSITAS INDONESIA DAN RSUD KOMODO DALAM PEMBERDAYAAN CARE PARTNER Prof. Dr. Rr. Tutik Sri hariyati, S.Kp., MARS Labuan Bajo, yang diakui sebagai destinasi wisata prima di Indonesia, tengah berjuang melawan berbagai problematika kesehatan. Di luar masalah kekurangan gizi yang menyebabkan stunting, wilayah ini juga dilanda oleh penyakit-penyakit menular termasuk ISPA, Pneumonia, Tuberkulosis, Diare, Malaria, dan Filariasis, serta penyakit kronis antara lain Asma, Diabetes Melitus, Hipertensi, Gagal Ginjal Kronis, dan Penyakit Sendi. Dalam upaya mengatasi prevalensi penyakit ini, keterlibatan aktif dalam pengoptimalan layanan kesehatan merupakan kunci, salah satunya melalui pemberdayaan keluarga dan kerabat pasien yang dikenal sebagai ‘care partner’. Sebagai respons, Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Keperawatan telah menjalin kerjasama dengan RSUD Komodo Labuan Bajo dalam inisiatif pemberdayaan ‘care partner’. Program ini terstruktur untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, dengan fokus pada mereka yang berjuang melawan penyakit kronis. Inisiatif ini melibatkan serangkaian langkah, mulai dari identifikasi potensi dan rintangan, hingga pendampingan, pelatihan, uji coba, dan implementasi Sistem Informasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pelaksanaan program ini berlangsung di RSUD Komodo Labuan Bajo pada 12 September 2022, dengan keterlibatan 15 perawat dari berbagai departemen. Program ini diharapkan mampu memperkaya perawat dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang K3, serta menggalang dukungan dan pemberdayaan keluarga dalam peran mereka sebagai ‘care partner’. Dengan kerjasama antara Universitas Indonesia dan RSUD Komodo Labuan Bajo, diharapkan tercipta peningkatan dalam kualitas hidup pasien di Labuan Bajo. Program ini juga selaras dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), yang mencakup peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan perkotaan dan komunitas yang berkelanjutan. Gambar 1. Ketua tim pengabdi menjelaskan terkait care partner kepada peserta Gambar 2. Para peserta menyimak penjelasan tentang care partner dari tim pengabdi Gambar 3. Peserta menanyakan terkait pelaksanaan care partner 1


289 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT 2 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 290 Manggarai Barat, NTT MENUJU INDONESIA BEBAS STUNTING 2030: INISIATIF UNIVERSITAS INDONESIA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR drg. Citra Fragrantia Theodorea, MSi., PhD. Universitas Indonesia (UI), melalui Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi, telah mengambil langkah proaktif dalam memerangi stunting di Indonesia. Dalam upaya untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu zero hunger dan kesehatan yang baik dan kesejahteraan, UI telah memilih Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai lokasi utama untuk program bakti sosial mereka. Manggarai Barat dipilih karena prevalensi stunting di daerah ini sangat tinggi, mencapai 42,6%. Selain itu, Desa Nggorang di daerah ini memiliki indeks ketahanan sosial yang rendah, terutama dalam aspek pelayanan kesehatan, keberdayaan masyarakat, dan jaminan kesehatan. Program bakti sosial ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dalam upaya pencegahan stunting. Program ini melibatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada kader masyarakat dan pemeriksaan serta pengobatan gigi kasus terbatas. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan pelaporan. Pada tahap persiapan, tim melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat, serta mengatur jadwal, materi penyuluhan, dan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Tahap pelaksanaan melibatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada kader kesehatan setempat. Setelah program selesai, tahap evaluasi dan pelaporan dilakukan untuk menilai efektivitas dan dampak program ini. Dengan program ini, Universitas Indonesia berharap dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang 1


291 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT pentingnya kesehatan gigi dan mulut dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil langkahlangkah proaktif untuk memerangi masalah ini. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya nasional untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu zero hunger dan kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta menuju Indonesia bebas stunting tahun 2030. Gambar 1. Pembukaan acara Gambar 2. Penyuluhan dan pemberian booklet Gambar 3. Foto bersama Setelah pemeriksaan dan pengobatan Bersama PDGI cabang Flores 23


Pengmas UI 2022 - DPPM 292 Manggarai Barat, NTT OPTIMISASI KESELAMATAN KERJA DAN UPAYA PENCEGAHAN MASALAH MUSKULOSKELETAL PADA PENGRAJIN TENUN DI DESA LABUAN BAJO, NTT Abdul Kadir SKM., M.Sc. Tim Pengabdian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) telah melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk membantu pengrajin tenun di Desa Wisata Labuan Bajo. Program ini difokuskan pada pelatihan dan pembinaan penenun yang berhubungan dengan pencegahan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). MSDs merupakan keluhan pada jaringan lunak yang terjadi secara non-traumatik akibat ketidakseimbangan interaksi dengan lingkungan kerja. Keluhan muskuloskeletal meliputi gangguan pada otototot skeletal yang dapat dirasakan mulai dari ringan hingga parah. Di Labuan Bajo, terdapat sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam bidang penenunan. Setiap proses pekerjaan penenun melibatkan postur yang tidak alami, gerakan yang repetitif, dan postur kerja statis. Postur-postur ini sering dilakukan dalam waktu yang lama. Jika tidak diatasi dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada tulang dan otot rangka, bahkan dapat berujung pada kelainan pada saraf tulang belakang. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kurangnya praktik kerja yang ergonomis, yang dapat meningkatkan risiko dan bahaya terkait dengan MSDs. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat dari FKM UI telah menginisiasi program pelatihan dan pembinaan kepada 22 pengrajin tenun di Kaper, Kecamatan Komodo, Desa Golo Bilas, Kabupaten Manggarai Barat pada tanggal 8 1 2


293 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Oktober 2022. Program ini difokuskan pada beberapa kegiatan, antara lain pelatihan dan pembinaan penenun yang berhubungan dengan pencegahan risiko MSDs. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan literasi dan kesadaran akan pentingnya pencegahan bahaya MSDs di kalangan pengrajin tenun UMKM di kawasan Sarhunta. Dengan melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan pengrajin Gambar 1. Sesi presentasi Gambar 2. Sesi praktik Gambar 3. Foto bersama tenun dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengurangi risiko MSDs dalam pekerjaan mereka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas para pengrajin tenun serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat di industri tenun. 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 294 Manggarai Barat, NTT PEMANDU WISATA LABUAN BAJO DAN UNIVERSITAS INDONESIA BERSINERGI MENINGKATKAN KESELAMATAN WISATAWAN MELALUI PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR Ns. Shanti Farida Rachmi, S.Kep., M.Kep.,Sp.Kep. MB Labuan Bajo, yang dikenal sebagai permata dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia, sedang berada di tengah transformasi. Dengan statusnya sebagai destinasi wisata super prioritas, Labuan Bajo berada di garis depan dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan aman. Dalam perjalanan ini, Universitas Indonesia, melalui program pengabdian masyarakatnya, telah berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Himpunan Pemandu Wisata untuk membawa perubahan positif. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi para pemandu wisata. Meski target peserta seharusnya 30 orang, namun karena kegiatan ini dilakukan saat peak season liburan, hanya 16 orang yang dapat hadir. Namun, jumlah ini tidak mengurangi semangat dan antusiasme peserta. Mereka merasa pelatihan ini sangat bermanfaat dan menjadi modal kepercayaan diri bagi mereka dalam menemani wisatawan. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan secara kognitif para peserta pelatihan. Kegiatan redemonstrasi juga dapat terlaksana dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk praktik tindakan BHD dengan alat peraga. Redemonstrasi berhasil dilakukan dengan hasil lulus pada seluruh peserta. Strategi keberlanjutan disusun berdasarkan analisis hasil kegiatan dan proses diskusi bersama Dinas Pariwisata, Pemandu Wisata dan Ketua HPI. Program ini merupakan program inisiasi/ awal yang dapat mendukung optimalisasi safety culture di wilayah Labuan Bajo. Keterampilan lain yang mendukung pemandu wisata akan diidentifikasi 1 2


295 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT bersama dan disusun sebagai program rutin. Dengan demikian, melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia, Dinas Pariwisata, dan Himpunan Pemandu Wisata, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemandu wisata di Labuan Bajo. Program ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, serta pembangunan kota dan komunitas yang berkelanjutan. Gambar 1. Penyamapaian materi Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Gambar 2. Sesi praktik I Gambar 3. Sesi praktik II 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 296 Manggarai Barat, NTT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGENALAN BRANDING DAN PACKAGING UNTUK PENGEMBANGAN UMKM DI DESA KOMODO Nailul Mona S.I.Kom., M.Si. Program ini berjudul “Pengenalan Branding dan Packaging untuk Pengembangan UMKM di Desa Komodo - Labuan Bajo”. Program ini diselenggarakan secara luring di Balai Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, dan berlangsung selama tiga hari. Program ini dirancang dengan mengadaptasi model pemberdayaan masyarakat, yang meliputi tahapan persiapan, pengkajian, perencanaan program kegiatan, dan pelaksanaan. Dalam tahap persiapan, tenaga pengabdi mempersiapkan perencanaan program yang akan disampaikan sesuai dengan kompetensi dan bidang keahliannya. Sementara itu, pihak desa setempat mempersiapkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan. Tahap pengkajian melibatkan identifikasi kapasitas sumber daya manusia yang akan menjadi target program. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya duplikasi program dan memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, dalam tahap perencanaan program kegiatan, pengabdi merencanakan program kegiatan yang disesuaikan dengan hasil pengkajian. Program ini diharapkan mampu secara konkrit menyelesaikan persoalan sekaligus memenuhi kebutuhan yang diharapkan oleh penerima manfaat program. Tahap terakhir adalah pelaksanaan, di mana pengabdi melaksanakan program yang telah direncanakan, yaitu pengenalan branding dan packaging 1


297 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT terhadap pelaku UMKM. Pelatihan ini diikuti oleh 47 warga Desa Pasir Panjang, termasuk mahasiswa universitas lain yang sedang mengikuti KKN di desa tersebut. Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Labuan Bajo dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Gambar 1. Workshop pengenalan brand dan branding untuk produk kuliner dari UMKM di Labuan BajoPada Kecelakaan (P3K) Gambar 2. Para peserta pelatihan Gambar 3. Foto Bersama peserta pelatihan 32


Pengmas UI 2022 - DPPM 298 Manggarai Barat, NTT PEMBERDAYAAN UMKM LABUAN BAJO MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL DAN MEDIA SOSIAL OLEH TIM PPM FEB UI Agung Nugroho, SE, M.Mgt UMKM Prima Komodo di Labuan Bajo menghadapi tantangan dalam pengetahuan dan penerapan pemasaran digital. Untuk mengatasi hal ini, Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) merespons dengan memberikan solusi berupa pelatihan pemasaran digital dan pengembangan website serta akun media sosial yang dapat mendukung kegiatan bisnis. Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama 9 bulan, mulai dari April 2022 hingga Desember 2022, dan akan dilaksanakan di kantor Dinas Pariwisata Manggara Barat. Peserta pelatihan terdiri dari pemilik dan sejumlah personel UMKM Prima Komodo. Pada awal pelatihan, akan dilakukan identifikasi masalah secara mendalam dan pengumpulan informasi untuk mengetahui sejauh mana mitra telah memiliki pengalaman dalam metode pemasaran tertentu. Selanjutnya, dilakukan pendampingan dan pelatihan untuk menggali informasi produk yang akan dijual. Fokus selanjutnya adalah pelatihan pembuatan website, pengelolaan media sosial, dan pengisian konten website guna meningkatkan pemasaran produk secara online. Tim juga akan memberikan dukungan, melakukan monitoring, dan mengevaluasi kegiatan pengabdian masyarakat selama proses pelatihan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM di Labuan Bajo akan mampu menguasai teknologi informasi yang dapat meningkatkan strategi pemasaran dan penjualan. Dengan adanya website dan kehadiran online yang efektif, diharapkan UMKM Prima Komodo dapat bersaing dengan pelaku bisnis sejenis lainnya. 1 2


299 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Gambar 1. Kegiatan pengabdian masyarakat di kantor Dinas Pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT Gambar 2. Foto bersama dengan perwakilan peserta Gambar 3. Sosial media prima komodo 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 300 Manggarai Barat, NTT PENDIDIKAN VOKASI UNIVERSITAS INDONESIA EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PASIR PANJANG, KEPULAUAN RINCA Nur Fadilah Dewi, SKM., MKM. Nusa Tenggara Timur, sebuah wilayah dengan angka prevalensi stunting yang tinggi, berstatus merah, dan berada di urutan teratas daerah dengan angka stunting yang sangat tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya. Di tengah kondisi ini, Desa Pasir Panjang, yang berada di Kawasan Taman Nasional Komodo dan menjadi destinasi wisata super prioritas, membutuhkan perhatian khusus. Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat telah bergerak untuk memberikan edukasi tentang cara mengenali dan mencegah stunting. Stunting bukan masalah yang sepele karena berkaitan dengan pemenuhan gizi pada anak-anak yang dapat mempengaruhi kecerdasan, pola asuh, dan status kesehatan gizi remaja terutama mencegah terjadinya anemia, kemudahan dalam mengakses air bersih dan peningkatan sanitasi lingkungan. Berdasarkan data statistik Komodo dalam angka 2020, dari 1688 penduduk hanya 19 orang yang melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang diploma dan sarjana. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM yang berdaya saing sangat diperlukan. Permasalahan lain yang dihadapi Desa Pasir Panjang adalah sulitnya pemenuhan air bersih, akses pelayanan kesehatan, sarana pendidikan dan masalah pemenuhan bahan makanan terutama sayuran hijau dan segar. Untuk mengatasi masalah ini, program ini melaksanakan metode yang melibatkan dosen dan mahasiswa untuk mendukung dalam kegiatan pemetaan status gizi balita, remaja anemia dan ibu hamil. Dengan demikian, kesalahan pelaporan data yang berhubungan dengan kejadian stunting dapat ditekan sekecil – kecilnya. Selain 1


301 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT itu, program ini juga menggunakan aplikasi untuk memudahkan kader dan ibu-ibu memberikan informasi perkembangan balita di Desa Pasir Panjang. Dengan upaya ini, diharapkan masyarakat Desa Pasir Panjang dapat meningkatkan kecerdasan kesehatan terhadap anak-anak dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenali dan mencegah terjadinya stunting. Dengan demikian, Desa Pasir Panjang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata super prioritas, tetapi juga sebagai desa yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Gambar 1. Sosilisasi tentang pencegahan stunting Gambar 2. Para peserta Gambar 3. Foto bersama 2 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 302 Manggarai Barat, NTT PENGABDIAN MASYARAKAT FIK UI: MENYUARAKAN PERHATIAN SERIUS TERHADAP STUNTING MELALUI PELATIHAN KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS PACAR, NTT Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N. Stunting (kerdil) merupakan kondisi di mana balita memiliki tinggi atau panjang tubuh yang kurang jika dibandingkan dengan usianya. Jika tidak ditangani dengan baik, stunting dapat memiliki dampak serius terhadap perkembangan bayi, seperti hambatan dalam pertumbuhan, penurunan fungsi kekebalan tubuh, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi balita stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 42,6%, yang merupakan angka tertinggi di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia. Tingginya prevalensi stunting juga didukung oleh proporsi balita dengan gizi buruk yang mencapai 29,5%. Artinya, tiga dari sepuluh balita di NTT mengalami masalah gizi buruk. Kabupaten Manggarai Barat, sebagai bagian dari NTT, termasuk dalam 10 besar penyumbang kasus stunting di provinsi ini. Dalam rangka mengatasi permasalahan stunting tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI telah merencanakan kegiatan “Optimalisasi Peran Posyandu Melalui Pengembangan Kapasitas Kader dalam Pencegahan Stunting” di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Kader kesehatan dipilih sebagai sasaran intervensi karena mereka memiliki peran penting dalam mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tempat tinggalnya. Kader kesehatan merupakan individu yang dipilih oleh masyarakat untuk bertanggung jawab atas masalah kesehatan, termasuk stunting, di wilayah tempat tinggal mereka. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi yang dilaksanakan selama satu bulan. Sesinya meliputi 1 2


303 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Gambar 1. Sosialisasi Gizi Seimbang Gambar 2. Manajemen Sosialisasi lingkungan sehat Gambar 3. Sesi tanya jawab penyuluhan tentang Gizi Seimbang, sosialisasi tentang Manajemen Lingkungan Sehat, dan Pola Asuh dalam Keluarga. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang, terdiri dari kader kesehatan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Harapannya, melalui kegiatan ini, kader kesehatan dapat menjadi lebih produktif dalam menemukan kasus stunting di komunitas mereka. Mereka juga diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah mereka peroleh untuk mengendalikan masalah stunting dengan baik di komunitas tersebut. 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 304 Manggarai Barat, NTT PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA DI DESA MANO, NTT: MEMBANGUN KESEHATAN IBU HAMIL DAN BALITA DENGAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM KEPERAWATAN KOMUNITAS Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N. Stunting, sebuah masalah kesehatan yang menjadi perhatian seluruh negara di dunia, juga tidak luput dari perhatian di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 (Kemenkes RI, 2018). Penyebab langsung dari stunting umumnya disebabkan oleh kurangnya nutrisi dalam jangka panjang dan sering terpapar infeksi berulang pada anak. Dampaknya pada balita yang mengalami stunting dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan memiliki efek jangka panjang pada perkembangan kognitif, kinerja akademik, dan produktivitas ekonomi di masa depan (Akombi et al., 2017). Stunting diperkirakan akan memberi beban pada sistem sosial, ekonomi, dan kesehatan. Stunting juga meningkatkan risiko penyakit, kerusakan tubuh yang tidak dapat diperbaiki, perkembangan otak yang tidak optimal, serta mempengaruhi kemampuan kognitif dan menyebabkan kematian balita. Berdasarkan hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, melaksanakan 1 2


305 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT program sosialisasi atau penyuluhan guna mencegah stunting di Kabupaten Manggarai. Kabupaten Manggarai dipilih sebagai wilayah pengabdian masyarakat karena masuk dalam 10 besar kontributor kasus stunting di Provinsi NTT. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki angka stunting tertinggi, yaitu sebesar 24,2%. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta, termasuk ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, dalam upaya pencegahan kejadian stunting pada anak. Kegiatan ini akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Terdapat tiga sesi dalam kegiatan ini. Sesi pertama adalah penyuluhan mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan, diikuti dengan sesi diskusi. Setelah penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan selesai, dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pentingnya memahami dan menjaga asupan gizi selama kehamilan. Terakhir, akan dilakukan penyuluhan mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Diharapkan melalui penyuluhan ini, pengetahuan ibu hamil akan meningkat mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan bayi, asupan gizi yang baik selama kehamilan, serta pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan MPASI pada anak. Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting. Gambar 1. Sesi pendaftaran Gambar 2. Pembukaan acara oleh dinas terkait Gambar 3.Kegiatan sosialisasi tentang keseharan ibu dan anak 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 306 Manggarai Barat, NTT PENGMAS UI MEMBUAT SPAH SOLUSI AIR BERSIH UNTUK KECAMATAN KOMODO (NTT) Dr. Hayati Sari Hasibuan, ST, MT. Usaha mengatasi persoalan air bersih di Nusa Tenggara Timur dilakukan oleh Universitas Indonesia melalui program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dari Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL). Kondisi wilayah Nusa Tenggara TImur yang merupakan semi-arid atau wilayah yang menerima curah hujan rendah menjadikan wilayah ini sering kekeringan. Jenis tanah di wilayah ini juga tidak mendukung tersimpannya banyak air. Karena kondisinya yang berada kurang dari 500 mdpl mengakibatkan jenis tanah yang ada di wilayah ini adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan batuan sehingga sulit untuk menyimpan air. Sumber air yang biasa digunakan pada wilayah ini biasanya menggunakan berasal dari PDAM. “Sumber air utama di Labuan Bajo berasal dari PDAM. Namun PDAM Kabupaten Manggarai Barat belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan air bersih kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih penduduknya, yakni hanya 24% penduduk yang mendapatkan akses air dari PDAM dengan frekuensi aliran air hanya mengalir 2 (dua) kali tiap minggu selama beberapa jam” seperti yang ditulis dalam laporan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Menilik persoalan tersebut tim pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Hayati Sari Hasibuan berupaya memberikan solusi alternatif dengan pembangunan instalasi sistem pemanen air hujan (SPAH) yang dapat memanfaatkan air hujan menjadi air bersih bahkan hingga menjadi air minum. Instalasi SPAH ini dibagun secara komunal agar masyarakat dapat mengakses dengan baik dan pemeliharaan yang dilakukan secara kelompok. Dalam pelaksanaannya tim melakukan identifikasi terlebih dan 1


307 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Gambar 1. Proses pembangunan Sistem pemanen air hujan Gambar 2. SPAH yang sudah selesai Gambar 3. Sosialisai menganasi SPAH Gambar4. Peresmian SPAH survei lapangan terlebih dahulu untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakatnya. Melibatkan juga para ahli sosial, kemudian tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh, dan yang paling penting adalah adanya kerjasama dengan pemerintah agar bisa ikut berkontribusi. “program ini berhasil dengan memberikan lebih dari 100 orang warga di Kampung Husu, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo terlayani air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dari air hujan yang diproses per harinya dengan kapasitas (2000 L per hari), kemudian masyarakat juga dapat menggunakan langsung SPAH ini untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan ibadah.” Ditulis dalam laporan. 4 2 3 5


Pengmas UI 2022 - DPPM 308 Manggarai Barat, NTT PERAN UNIVERSITAS INDONESIA DALAM MENGEMBANGKAN URBAN DESIGN GUIDELINES LABUAN BAJO: MEMBANGUN IDENTITAS DAN MEMELIHARA KEARIFAN LOKAL Ir. Antony Sihombing, MPD., Ph.D. Universitas Indonesia melalui pengabdian masyarakat Fakultas Teknik turut membantu dalam menyusun panduan desain kota untuk Kawasan Labuan Bajo, terutama dalam hal penataan signage. Panduan ini bertujuan untuk menjaga keindahan skyline di kawasan jalan SoekarnoHatta, yang merupakan pusat kegiatan wisata di Labuan Bajo. Labuan Bajo, yang terletak di kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara, merupakan sebuah daerah pesisir dengan topografi berbukit. Potensi wisata Labuan Bajo dalam bidang transportasi, kuliner, kerajinan tradisional, dan lainnya membuat penataan ruang yang lebih baik sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas ruang kota dan perekonomian di kawasan ini. Namun, salah satu permasalahan yang dihadapi Labuan Bajo adalah kurang optimalnya penataan ruang. Terdapat beberapa masalah terkait tata ruang kota di Labuan Bajo, seperti ketimpangan penyebaran fungsi kawasan, kepadatan di pusat kota, dan ketergantungan pada kendaraan bermotor. Ketidakteraturan dalam penataan kawasan tersebut mengakibatkan potensi yang dimiliki tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, penempatan bangunan dan fungsi ruang yang tidak tepat dapat menghalangi pemandangan di beberapa lokasi. Padahal, memanfaatkan potensi visual dengan baik dapat meningkatkan nilai ekonomi kawasan tersebut. Salah satu luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah panduan merek (brand guideline) yang berisi rancangan dan petunjuk bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait dalam penataan signage, baik signage komersial maupun informasional, yang terletak di 12


309 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT sepanjang jalan Soekarno-Hatta sebagai jalan utama di Labuan Bajo. Program pengabdian ini memiliki target untuk memberikan acuan kepada pemerintah daerah dalam membangun kawasan Labuan Bajo ke depannya, sehingga skyline kawasan dapat tetap terjaga. Dengan penataan yang baik, keindahan alam Labuan Bajo dapat dibingkai dengan sempurna untuk dinikmati oleh wisatawan. Sebanyak 25 stakeholder pemerintah telah mendapatkan mendapatkan urban design guideline ini. Diharapkan bahwa panduan desain kota ini dapat memberikan identitas dan semangat baru bagi pariwisata Labuan Bajo, serta memudahkan promosi di pasar pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional. Gambar 1. Rapat dengan dinas terkait Gambar 2. Kegiatan FGD


Pengmas UI 2022 - DPPM 310 Manggarai Barat, NTT REVITALISASI POTENSI WISATA DI DESA PASIR PANJANG: MEMBANGKITKAN SEJARAH DAN INTERAKSI MANUSIA DENGAN HEWAN PURBA KOMODO Dr. Dra. Sri Murni, M.Kes. Desa Pasir Panjang, sebuah permata tersembunyi di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, kini sedang mengalami transformasi. Dengan bantuan Tim Pengabdi Universitas Indonesia, desa ini sedang berubah menjadi destinasi wisata permukiman yang berkelanjutan. Meski berdekatan dengan destinasi wisata internasional, yaitu habitat Komodo, Desa Pasir Panjang masih mengalami ketertinggalan. Kebutuhan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan warga menjadi tantangan utama. Desa Pasir Panjang, meski berada di dekat destinasi wisata internasional, yaitu habitat Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, masih mengalami ketertinggalan. Pemukiman penduduk yang juga menarik untuk menjadi destinasi sejarah asal usul cerita tentang interaksi manusia dan hewan purba komodo malah terabaikan. Padahal potensi ini dapat dijadikan destinasi baru yang akan berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan warga setempat. Melihat potensi ini, Tim Pengabdi Universitas Indonesia berinisiatif untuk membantu. Mereka meluncurkan program pengembangan wisata pemukiman, yang melibatkan penggalian cerita rakyat dan pendokumentasian objek wisata. Selain itu, mereka juga memberdayakan masyarakat untuk mengelola dan mempromosikan potensi wisata mereka. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan 1 2


311 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT partisipasi aktif masyarakat lokal. Melalui metode Partispatory Rural Appraisal (PRA), warga desa diajak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Keterlibatan masyarakat lokal secara keseluruhan akan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap keberadaan rumah cerdas ini. Sebanyak 30 warga yang terdiri dari kepala desa, guru, warga nelayan, pedagang jajanan, dan pedagang cinderamata merasakan perbaikan ekonomi dengan kehadiran ke pemukiman. Dengan program ini, diharapkan Desa Pasir Panjang tidak hanya menjadi destinasi wisata baru yang menarik, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga setempat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan wisata berkelanjutan di daerah lainnya. Gambar 1. Ketua Tim UI berbincang dengan Kepala Desa Pasir Panjang Gambar 2. Kegersangan menjadi daya tarik wisata Gambar 3. Cindermata yang dapat dibeli wisawatan 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 312 Manggarai Barat, NTT TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK KONSERVASI: PELATIHAN PENYUNTINGAN VIDEO SMARTPHONE BAGI RANGER HUTAN DAN NATURALIST GUIDE DI TAMAN NASIONAL KOMODO Dr.-Ing. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc. Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia melalui Tim Pengabdian Masyarakat telah meluncurkan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyuntingan video melalui smartphone. Program ini ditujukan kepada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, terutama para ranger hutan Taman Nasional Komodo. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para ranger dapat memotivasi warga setempat dan mengajarkan mereka keterampilan penggunaan smartphone dalam kerangka bisnis pariwisata. Selain itu, kegiatan pemasaran melalui video di media sosial juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan potensi kemitraan, serta membuka lapangan kerja baru. Semua ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan. Taman Nasional Komodo dikelola oleh Balai Taman Nasional (BTN) Komodo, dengan total 120 ranger yang bertugas di kawasan ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 94 ranger laki-laki dan 26 ranger perempuan. Dari 120 ranger, sebanyak 11 ranger mengikuti pelatihan penyuntingan video ini. Tugas utama para ranger adalah mengendalikan ekosistem hutan, memonitor perlindungan, serta melakukan pengamanan terhadap kawasan ini, termasuk pengelolaan sektor eko-pariwisata secara berkelanjutan. Salah satu hambatan dalam menjalankan tugasnya adalah keterbatasan kemampuan para ranger dalam mendokumentasikan kawasan ini dalam bentuk video. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurang efektifnya sosialisasi pelestarian wisata di kawasan Taman Nasional Komodo. Untuk mengatasi hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat melakukan pelatihan kepada para peserta, yang meliputi ranger dan naturalist guide, di Komodo Visitor Center, Gg. Cakalang, Labuan Bajo, Komodo, West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. 1


313 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Pelatihan ini yang berlangsung dari 25-29 Juli 2022 ini terdiri dari beberapa modul, mulai dari pencarian konten, penulisan, storyboard, komposisi, hingga editing video menggunakan smartphone. Mengingat smartphone menjadi alat utama yang cukup mahal, kelompok peserta yang paling sesuai adalah para ranger. Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta para trainer yang memiliki keahlian dalam teknologi penyuntingan video berbasis smartphone. Selama pelatihan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pembekalan materi, pengambilan gambar dan video, hingga pengeditan video. Semua kegiatan ini didasarkan pada potensi wisata alam, kondisi geografis, serta produk lokal yang beragam di Labuan Bajo. Gambar 1. Ketua Tim UI berbincang dengan Kepala Desa Pasir Panjang Gambar 2. Kegersangan menjadi daya tarik wisata Gambar 3. Cindermata yang dapat 3 dibeli wisawatan 2


Pengmas UI 2022 - DPPM 314 Manggarai Barat, NTT UI TINGKATKAN PENGETAHUAN WARGA DESA TANGGE DENGAN MEMBANGUN RUMAH CERDAS VARANUS KOMODOENSIS DI WILAYAH MANGGARAI BARAT Dr. Dra. Sri Murni, M.Kes Kepedulian akademisi Universitas Indonesia untuk meningkatkan literasi (melalui pendampingan calistung), pengetahuan, dan wawasan serta kreativitas masyarakat di Desa Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dilakukan melalui program Hibah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Pendampingan calistung, mendongeng, menggali kembali permainan tradisional yang hampir dilupakan anak-anak Manggarai, menjadi ini penting dilakukan karena mitra masih memerlukan keterlibatan pihak Universitas Indonesia untuk memotivasi warga dalam pembelajaran dan peningkatan pendidikan. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Rumah Cerdas Varanus Komodoensis ini meliputi pendirian rumah cerdas, membuat mini perpustakaan, pengadaan buku bacaan untuk anakanak, remaja, dan orang dewasa, mendongeng, menggambar, mendokumentasikan permainan tradisional menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA). Pemilihan lokasi di kelurahan Tangge karena daerah ini menjadi perlintasan wisatawan yang akan menuju destinasi wisata Wae Rebo. Oleh karenanya wilayah Tangge dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan pemandangan hamparan sawah sepanjang kiri-kanan jalannya. Diharapkan dengan menjadi destinasi wisata maka perekonomian dan kesejahteraan warga desa menjadi lebih baik. Rumah Cerdas Varanus Komodoensis diharapkan mampu menjadi wadah bercengkrama warga Desa Pesucen melalui pendirian Mini Perpustakaan dengan menggunakan Perpustakaan SD Inpres Cambir Bendera. Hal ini terlihat sejak dimulainya kegiatan pendampingan calistung (membaca, menulis, dan menghitung) dan kegiatan mendongeng. Anak-anak yang didampingi para guru terlihat dapat saling bercengkrama. Rumah cerdas ini memberikan Gambar 1. Ketua Tim UI berbincang dengan Kepala Desa Pasir Panjang Gambar 2. Kegersangan menjadi daya tarik wisata Gambar 3. Cindermata yang dapat dibeli wisawatan 1


315 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT manfaat kepada 200 orang yang terdiri dari murid, orang tua, dan guru. Tim Pengabdi Universitas Indonesia yang terlibat dalam program Rumah Cerdas Varanus Komodoensis terdiri dari dosen dan mahasiswa serta seorang Alumni Universitas Indonesia. Tim Pengabdi terdiri Ketua Pengabdi adalah Dr. Sri Murni, M.Kes yang telah cukup lama berkecimpung dalam masalah pemberdayaan masyarakat, yang juga sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia serta inisiator rumah-rumah cerdas sebelumnya. Kemampuannya di bidang ilmu Antropologi sangat membantu dalam pengembangan rumah cerdas dengan programprogramnya. 2 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 316 Likupang, Sulawesi Utara LIKUPANG, SULAWESI UTARA LIKUPANG LIKUPANG


317 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara


Pengmas UI 2022 - DPPM 318 Likupang, Sulawesi Utara FIB UI BANTU MASYARAKAT PROMOSIKAN HOMESTAY LIKUPANG MELALUI APLIKASI Dr. Filia, S.S., M.Si Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya melakukan pengabdian masyarakat dengan fokus Pengembangan Homestay di Likupang Sulawesi Utara dengan Pendekatan Kearifan Lokal dan Budaya Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut dilakukan di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Dengan melihat performa pariwisata Likupang yang sedang meningkat, pemerintah membangun homestay di Likupang, tepatnya di Desa pulisan, Desa Marinsow dan Desa Kanonang. Saat proses pengembangan homestay tersebut rampung, masyarakat pemilik homestay memerlukan arahan terkait hospitality kenyamanan wisatawan. Hospitality yang dimaksud berkenaan dengan fasilitas, kenyamanan yang menyajikan ciri khas, kearifan lokal masyarakat Likupang dan juga tetap mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat FIB UI yang diketuai oleh Dr. Filia, S.S., M.Si., datang menawarkan solusi untuk persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Solusi pengembangan homestay di Likupang sendiri akan mencakup mengenai persoalan hospitality, dalam kegiatan yang diusulkan ini dilihat dari dua perspektif, yaitu (i) kearifan lokal, dan (ii) budaya kesehatan. Pemberdayaan 1


319 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara masyarakat yang akan dilakukan berupa diskusi (FGD) dan pelatihan yang melibatkan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat pemilik homestay. Menurut Dr. Filia, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan homestay berbasis kearifan lokal diantaranya, bangunan rumah berciri khas daerah, kuliner, fasilitas photobooth pakaian tradisional. Selain itu, hal yang tak kalah pentingnya adalah promosi berbasis Internet dengan menggunakan aplikasi dan platform media sosial diajarkan oleh tim pengmas UI. “Kita bisa menawarkan ciri khas kedaerahan sebagai bentuk kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh homestay daerah lain. Seperti yang telah terlihat saat ini rumah penginapan sudah berciri khas Minahasa, kuliner khusus seperti welcome drink serta sajian menu makanan yang bercita rasa khas, yang tentunya menarik minat tamu dan meninggalkan kesan untuk kembali menginap di homestay kita,” kata Filia ketua Tim yang saat ini menjabat ketua Program Studi Jepang UI. Dalam diskusi, 12 pemilik homestay sangat antusias serta mendapat penguatan dan penyegaran dari ketiga anggota Tim Pemberdayaan Masyarakat FIB terkait strategi pengembangan dan pemasaran yang mengutamakan ciri khas daerah. Hasil diskusi tersebut menggambarkan bagaimana tampilan bangunan rumah penginapan, kuliner, sarana pendukung kebersihan dan kesehatan penginapan yang nantinya akan dikembangkan dengan menggunakan pendekatan ekonomis. Diskusi ini juga memberikan arahan bagaimana cara menjalankan promosi melalui fasilitas internet yang bekerjasama dengan penyedia jasa promosi berbasis website dan platform media sosial. Bukan hanya itu saja tim pengmas FIB UI juga memberikan pemahaman mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan homestay tersebut memiliki standar kesehatan yang memadai. Dalam hal itu pihak UI memberikan saran adanya tingkat higienitas dan kebersihan dalam homestay seperti melakukan penggantian sprei, dan pembersihan kamar mandi secara berkala, dsb. Juga mengikuti pengadaan protokol kesehatan Covid-19 dengan menyediakan handsanitizer dan juga masker. Gambar 1. Beberapa homestay milik warga Gambar 2. Pelaksanaan Pelatihan dan Pembuatan video edukasi 2


Pengmas UI 2022 - DPPM 320 Likupang, Sulawesi Utara FISIP UI BERI PENDAMPINGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT KULTUR JARINGAN DI LIKUPANG BARAT Yuni Reti Intarti, M.Si. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi di Likupang Barat berfokus pada upaya pemberdayaan budidaya rumput laut. Kegiatan tersebut dilakukan karena Desa Munte dan Bulutui di Likupang Barat merupakan desa yang ditinggali oleh nelayan yang bermata pencaharian dari budidaya rumput laut, namun sayangnya edukasi mengenai budidaya rumput laut terutama jenis Eucheuma cottonii belum pernah dilakukan bagi pembudidaya kedua desa tersebut. Kurangnya edukasi tersebut menyebabkan hasil panen rumput laut tidak maksimal dikarenakan rendahnya pemahaman pembudidaya tentang hama, pembibitan, dan teknik menanam rumput laut. Melihat persoalan tersebut tim pengmas FISIP UI yang diketuai oleh Yuni R. Intarti beserta tiga anggota tim lainnya, yaitu Arivia Tri Dara, Hardy Agusman, dan Denisward Eurico terpanggil untuk melakukan edukasi kepada para pembudidaya masyarakat setempat. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan dengan para pemangku kepentingan lainnya, seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Sulawesi Utara, Tenaga Pendamping Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Penyuluh Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, aparat pemerintah Desa Munte dan Bulutui, serta perwakilan pembudidaya rumput laut dari Desa Munte dan Bulutui. Rangkaian kegiatan dimulai sejak tanggal 8 Oktober 2022, dengan memberikan edukasi penanaman rumput laut kultur jaringan jenis Eucheuma Cottonii di Balai Desa Bulutui kepada para warga setempat yang memiliki budidaya rumput laut. 1 2


321 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara Dari kegiatan tersebut, diperoleh informasi bahwa pembudidaya banyak mengeluhkan mengenai hama rumput laut dan belum mengetahui adanya rumput laut dari pengembangan kultur jaringan. Padahal, rumput laut kultur jaringan ini lebih tahan terhadap hama penyakit dengan kualitas hasil panen yang lebih baik ketimbang rumput laut non kultur jaringan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya dua kelompok perintis pembudidaya rumput laut kultur jaringan yang dipimpin oleh ketua kelompok, masingmasing kelompok terdiri dari 10 orang. Tim pengmas UI selain memberikan bantuan berupa alat-alat keperluan budidaya juga melakukan pendampingan pada dua kelompok perintis pembudidaya tersebut. Tim PPM UI dan masyarakat desa setempat mengharapkan pasca pengukuhan kedua kelompok tersebut, Kampung Sentra Budidaya Rumput Laut Kultur Jaringan di Kecamatan Likupang Barat dapat segera terwujud sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kedua desa. Gambar 1. Penyampaian materi Gambar 2. Para peserta pelatihan Gambar 3. Demo masak Gambar4. olahan rumput laut 3 4


Pengmas UI 2022 - DPPM 322 Likupang, Sulawesi Utara PENGOLAHAN OBJEK WISATA DI SULAWESI UTARA SUKSES KARENA ADANYA BANTUAN DARI UI Karin Amelia Safitri, S.Pd., M.Si Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), melalui program pengabdian masyarakat memberikan literasi keuangan bagi warga Desa Marinsow, Likupang Timur, Sulawesi Utara agar melek finansial. Ketua Pengmas Vokasi UI Karin Amelia Safitri di Kota Depok, Kamis mengatakan untuk pengembangan pariwisata harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia yang mengelola obyek wisata tersebut, salah satunya dalam hal literasi keuangan. Masyarakat Desa Marinsow, Likupang Timur, Sulawesi Utara, banyak yang berpenghasilan dari mengelola homestay. Sebagai salah satu daerah wisata prioritas di Indonesia yang kaya akan wisata alam dan budaya, beberapa di antara mereka menjadikan homestay sebagai sumber penghasilan utama. Kendati begitu, ada juga yang menjadikan homestay sebagai sumber penghasilan tambahan, karena pekerjaan utama mereka adalah nelayan, petani, penambang, dan sebagainya. Dalam pengembangan pariwisata harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia yang mengelola obyek wisata tersebut, salah satunya dalam hal literasi keuangan. Saat ini, warga Desa Marinsow masih banyak yang memiliki pemahaman bahwa menabung diperoleh dari sisa seluruh penghasilan. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Vokasi UI datang untuk mengubah mindset warga Desa Marinsow bahwa menabung perlu 1 2


323 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara dilakukan di awal setelah menerima penghasilan, bukan sisa dari seluruh pengeluaran. Melalui pelatihan yang diberikan, warga Desa Marinsow diminta untuk mencatat seluruh penghasilan, baik penghasilan utama maupun penghasilan tambahan. “Produk jasa keuangan yang familiar bagi warga setempat adalah bank. Sedangkan, asuransi dan dana pensiun, hanya sedikit di antara mereka yang sudah memilikinya, serta mengetahui konsep perlindungan atau manfaat dari asuransi jiwa yang mereka terima. Selain itu, mereka juga belum mengetahui konsep dasar dari pasar modal,” ujar Karin Amelia Safitri, selaku ketua tim pengmas Vokasi UI. Kegiatan ini berhasil membuat 47 peserta dapat mengidentifikasi potensi dan permasalahan bagi pengembangan desa ekowisata di Desa Marinsow. Likupang dengan potensi pantai yang indah mulai mendapat perhatian dari para wisatawan sebagai lokasi wisata. Gambar 1. Sesi materi Gambar 2. Sesi tanya jawab Gambar 3. Produk buatan warga setempat 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 324 Likupang, Sulawesi Utara UI BANGUN BLUE ECONOMY BERKELANJUTAN DI LIKUPANG TIMUR Vishnu Juwono, S.E., MIA., Ph.D Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Administrasi tim blue economy Likupang Timur UI melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada warga di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim Pengabdi UI memberikan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Likupang Timur untuk membuat regulasi mengenai Tempat Pembuangan Sampah (TPS); menerapkan pemilahan sampah; dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan nilai tambah dari sumber daya laut sebagai mata pencaharian utama. Kegiatan tersebut dijalankan karena Kecamatan Likupang merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan pelabelan Kecamatan Likupang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, tentunya segala potensi harus dimaksimalkan agar menghasilkan sebuah kawasan yang menguntungkan. Program yang dihari oleh 49 peserta ini memiliki 4 rangkaian, yaitu : (1) sosialisasi penerapan SDGs kepada masyarakat guna penguatan blue economy di Kabupaten Likupang; (2) sosialisasi peraturan pemerintah di tingkat pusat dan daerah terkait penerapan SDGs, pariwisata berbasis lingkungan, dan penjagaan ekosistem kelautan; (3) pendampingan pengelolaan kawasan ekonomi khusus dan pembuatan program penunjang KEK guna mengoptimalkan penerapan SDGs di Kecamatan Likupang kepada perangkat daerah (dinas pariwisata, dinas lingkungan hidup, dan pemerintah daerah kabupaten) dan; (4) pendampingan musrenbang terkait penguatan blue economy guna meningkatkan implementasikan SDGs di Kecamatan Likupang. Dalam kegiatan tersebut, anggota tim pengabdi memaparkan penerapan 1


325 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara blue economy demi keberlanjutan ekosistem laut serta menjelaskan penerapan regulasi terkait SDGs dan pengelolaan sampah di Likupang Timur sebagai KEK. Materi-materi yang disampaikan tersebut diterima dengan baik oleh warga sekitar. “Kami sangat senang dengan kegiatan pengabdian masyarakat UI yang dapat membangun desa kami kedepannya,” kata Hukum Tua atau Kepala Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur. Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari kerusakan ekosistem laut dan meningkatkan tourism attraction berbasis blue economy di Kecamatan Likupang Sulawesi Utara. Gambar 1. Wawancara bersama masyarakat yang merupakan pelaku usaha di Pantai Pall, Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur Gambar 2.Sosialisasi dan pendampingan kepada ,asyarakat bersama anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara dan Camat Likupang Timur. Gambar 3. Sesi foto bersama 32


Pengmas UI 2022 - DPPM 326 Likupang, Sulawesi Utara UI BERI PENYULUHAN MITIGASI BENCANA KEPADA 100 SISWA DI MINAHASA UTARA Anne Meylani Magdalena Sirait, S.Si., M.Si., Ph.D. Sebagai bentuk kepedulian Universitas Indonesia dalam kesiapan terhadap bencana tercermin dalam pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi mitigasi bencana gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung berapi untuk Pelajar dan juga pemasangan media mitigasi bencana di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sulawesi Utara. Edukasi mitigasi bencana ini dilakukan karena berdasarkan data dari BMKG, Sulawesi Utara telah terjadi beberapa gempa bumi selama 5 tahun belakangan ini dengan skala yang besar, bukan hanya gempa wilayah Sulawesi Utara juga merupakan salah satu wilayah yang dikelilingi gunung api aktif. Melihat persoalan yang ada di wilayah tersebut, tim pengmas Universitas Indonesia yang diketuai oleh Anne Meylani Magdalena Sirait, S.Si., M.Si., Ph.D., mencoba mengatasi persoalan tersebut dengan membuat generasigenerasi muda siap dan tanggap terhadap bencana. Pada bulan Agustus 2022 barulah kegiatan mitigasi bencana tersebut dijalankan dengan dilakukan penyuluhan tentang mitigasi bencana, setiap sekolah di Kabupaten Minahasa harus mengirimkan salah satu perwakilan untuk mengikuti penyuluhan tersebut. Disamping itu juga untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan dibuat juga infografis tentang mitigasi kebencanaan. Kegiatan yang menyasari 100 siswa dan 10 guru pendamping ini sangat diperlukan untuk pembekalan kepada anak sekolah yang ada di wilayah tujuan pengabdian. Selain itu yang menjadi alasan pengabdian ini perlu dilakukan karena adanya perbedaan pemerataan strata kualitas pendidikan di daerah. 2


327 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara Gambar 1. kegiatan pemberian materi pendidikan mitigasi bencana gempa, tsunami, dan erupsi gunung berapi Kecamatan Likupang Timur Gambar 2. Penyerahan plakat simbolis kepada salah satu sekolah mitra kegiatan Gambar 3. Pemasangan alat mitigasi bencana di sekolah mitra kegiatan Gambar 4. pemasangan desain infografis mitigasi bencana 1 3 4


Pengmas UI 2022 - DPPM 328 Likupang, Sulawesi Utara UI DAMPINGI PEMKAB MINAHASA UTARA UNTUK PROMOSI WISATA EXPLORE LIKUPANG OLEH SKSG UI Dr. Lin Yola, S.T., M.Sc UI melalui Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG UI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk memaksimalkan program promosi Explore Likupang. Likupang dipilih karena Likupang termasuk sebagai kawasan wisata yang dicanangkan pemerintah sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Lokasinya yang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara berjarak sekitar 48 km dari Kota Manado, menjadikan daya tarik Likupang dengan banyaknya objek wisata bahari atau Paradise Water Sports, Episentrum objek wisata di sekitar Pantai Likupang adalah pantai Pulisan, Pantai Paal, Pulau Nain, Ekowisata Bahoi. Dalam proses penanganan sektor pariwisata Likupang ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sedang mengoptimalkan upaya pembangunan, perbaikan dan promosi Explore Likupang. Untuk itu, dibentuklah unit bidang Destinasi Super Prioritas (DSP) untuk menangani dan mendukung aktivitas wisata di DSP Likupang agar proses pembangunan dan perbaikan wisata Likupang dapat lebih fokus dan dipercepat. “Saat ini, walaupun potensi yang dimiliki wisata Likupang dan adanya komitmen dari pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan para pemangku kepentingan pariwisata untuk mendukung pembangunan dan perbaikan wisata Likupang, sayangnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai Likupang merupakan Destinasi Super Prioritas yang paling lambat kemajuan pembangunannya dibanding kawasan DSP lainnya di Indonesia.” Pemerintah Kabupaten Minahasa Oleh karena itu kerjasama dilakukan dengan tim pengabdian masyarakat SKSG UI yang diketuai oleh Dr. Lin Yola. Dalam kerjasama tersebut program yang akan dilakukan penerapan konsep e-BaPontar dan Minahasa Utara Smart City. Dengan menghadirkan konsep e-BaPontar yang dapat diakses semua stakeholder terutama wisatawan dan masyarakat daring baik lokal maupun internasional, serta membantu masyarakat setempat dalam mempromosikan potensi destinasi wisata baru yang dapat mendorong perekonomian mikro setempat dan percepatan pembangunan Bitung Minahasa Manado (BIMINDO). “saat ini, Kabupaten Minahasa Utara memiliki peran penting, karena menjadi kawasan pendukung dua kota utama, yakni Manado dan Bitung. Baik dari segi pengembangan manusia, sirkulasi barang jasa dan 1


329 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara kawasan yang memiliki potensi besar dalam akomodasi akses utama, penghasil komoditas pertanian, serta capaian yang tinggi dalam tingkat investasi.” Tutur ketua tim pengabdian UI, Lin Yola. Tim ini memetakan destinasi wisata yang terdiri dari wisata bahari, budaya, pertanian, kuliner, sejarah, dan cagar budaya. Beberapa destinasi wisata ini merupakan destinasi wisata baru yang masih perlu promosi, pusat kerajinan dan usaha kecil masyarakat setempat, dan pulau terpencil dengan fasilitas wisata yang perlu diperbaiki. Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan implementasi prototipe Gambar 1. FGD Brainstorming tim dengan dinas terkait Gambar 2. Team saat sampai di lokasi Gambar 3. Foto bersama 2 3 e-Bapontar untuk memaksimalkan promosi Explore Likupang yang cerdas dan efektif.


Pengmas UI 2022 - DPPM 330 Likupang, Sulawesi Utara PRODUK INOVASI ‘MUNTE BANANA CHIPS’ SEBAGAI OLAHAN KHAS DESA MUNTE, MINAHASA Dr. Retno Lestari, M.Si. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim UI melalui Departemen Biologi FMIPA UI membantu warga Desa Munte membuat produk inovasi dari olahan pisang. Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara dijadikan lokasi pengmas karena memiliki potensi berupa banyaknya hasil buah pisang yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Namun, pisang tersebut dijual di pasaran tanpa ada kreasi olahan lain dari buah tersebut. Fokus utama program ini adalah untuk memberikan pelatihan sebagai solusi menaikkan nilai jual buah pisang yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Munte. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan dan pembinaan dalam beberapa bidang, seperti bidang pembuatan produk keripik pisang, bidang pemasaran produk, dan bidang kemasan inovatif. Pelatihan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat setempat. Pelatihan mencakup kegiatan, seperti pelatihan marketing product dan pelatihan produk kemasan inovatif. Sedangkan, praktik langsung dilakukan untuk mempelajari cara pembuatan keripik pisang dengan mesin dan alat yang modern. Setelah melakukan pelatihan dan praktik langsung, tim pengmas UI yang diketuai oleh Dr. Retno Lestari juga berikutnya dilanjutkan dengan monitoring. Monitoring dilakukan agar program dan komunitas yang telah dibentuk dapat berjalan secara berkelanjutan meskipun program pengabdian masyarakat berhasil dilakukan. Menurut hasil monitoring dan evaluasi yang didapatkan dari masyarakat penerima manfaat, pelatihan yang diberikan oleh Tim


331 Pengmas UI 2022 - DPPM Likupang, Sulawesi Utara Pengabdian Masyarakat dapat dikembangkan oleh masyarakat, khususnya dalam menciptakan produk olahan pisang. Produk tersebut pun dapat dijual kembali di pasaran, sehingga meningkatkan pemasukan ekonomi masyarakat. Gambar 1. Sesi pemberian materi kepada para peserta Gambar 2. Proses pembuatan munte banana chips dari pisang gorohoi Gambar 3. Penyerahan kemasan untuk kemasan munte banana chips


Pengmas UI 2022 - DPPM 332 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali a a DKI JAKARTA DEPOK BOGOR BOYOLALI


333 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali


Pengmas UI 2022 - DPPM 334 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali BANK JENTIK UNTUK SISTEM TERINTEGRASI ONLINE REPORT DI DESA SUKMAJAYA Prof. Dr. Dra. Dewi Susanna, MS. Setiap tahunnya terdapat 500-100 juta infeksi virus dengue dimana 250,000-500,000 adalah kasus demam berdarah dan dari kasus demam berdarah terdapat 24.000 kasus kematian. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi isu utama kesehatan masyarakat dunia, karena selama 3 dekade ini telah terjadi peningkatan yang signifikan jumlah kasus DBD. Terdapat lebih dari 100 negara tropis dan subtropis di dunia yang pernah terinfeksi virus dengue dan juga menjadi daerah endemis dari penyakit demam berdarah dengue ini, di wilayah Asia Tenggara juga terdapat lebih dari 50% penduduk yang terancam oleh infeksi virus dengue (World Health Organization, 2016). Pada Tahun 2019, Kota Depok tercatat berstatus siaga karena terdapat 504 pasien yang dirawat akibat DBD. Pada saat ini Kota Depok sudah mempunyai program sendiri dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD, tetapi kasus DBD masih terjadi setiap tahunnya. Salah satu kekurangan terhadap program yang dikembangkan adalah belum pernah ada pelatihan dan evaluasi terhadap kinerja kader jumantik peduli DBD yang pernah dilatih. Program-program kader jumantik banyak dilakukan tetapi tidak banyak program yang dievaluasi dan berkelanjutan serta tersistem dengan baik, sehingga tidak dapat memberikan gambaran terkini mengenai sarang nyamuk yang ada, padahal dengan mengetahui posisi dan jumlah sarang nyamuk, kita bisa memprediksikan daerah mana yang harus diprioritaskan dalam penanganan DBD. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Dewi Susanna, MS., lakukan


335 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali program “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemantau Jentik di Desa Sukmajaya Kecamatan Sukajaya RW.11, Kota Depok dengan Menggunakan Sistem Terintegrasi Online Report (Bank Jentik)”. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam pemantau jentik di Desa Sukmajaya khususnya RW 11 untuk penurunan kasus DBD di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, serta melakukan evaluasi kegiatan pelatihan pada masyarakat agar berkelanjutan dengan pengawasan pihak puskesmas. Keterlibatan warga atau masyarakat sebagai Jumantik merupakan salah satu program yang masih jarang dilakukan, memang bukan hal yang baru di Indonesia namun evaluasi dan keberlanjutan terhadap program jumantik merupakan program yang jarang dilakukan. Program yang dikembangkan adalah penyuluhan, pelatihan mengenai PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), serta mengajak semua warga untuk menjadi Kader Jumantik. Kegiatan ini dilakukan untuk menurunkan Kasus DBD di Desa Sukmajaya RW 11 kecamatan Sukmajaya Kota Depok yang berfokus pada pendidikan kesehatan, sehingga semua warga bisa memantau jentik di rumah masingmasing. Program yang dilaksanakan pada kurun waktu Maret hingga Agustus 2022 ini menyasari 30 warga yang tersebar di RT masingmasing. Sistem online ini dapat diakses di handphone/ komputer dan langsung terhubung dengan sistem yang disebut Bank Jentik. Bank Jentik merupakan sistem penyimpanan data/informasi tentang jumlah jentik yang didapat Warga Pemantau Jentik setiap harinya, dan dilaporkan setiap 2 kali dalam satu bulan. Memasukkan data dari lembar PSN jentik dilakukan oleh RW dan Kader yang menjadi pendamping dari Warga yang menjadi juru jentik. Bank Jentik ini dapat dilakukan melalui aplikasi atau program pemantauan lingkungan atau survei jentik dengan Aplikasi JUMALI singkatan dari Juru Pemantauan Lingkungan dan APSURTIK singkatan dari Aplikasi survei jentik Gambar 1. Kegiatan pengmas jumantik Cilik Gambar 2. Foto bersama setelah kegiatan Gambar 3. Foto bersama dengan perwakilan sekolah


Pengmas UI 2022 - DPPM 336 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali CAS UI KEMBANGKAN PROGRAM KELAS LANSIA MENUJU LANSIA SMART (SEHAT, MANDIRI, AKTIF, DAN PRODUKTIF) DI KOTA DEPOK Dr. Fatmah, SKM, M.Sc. Menurut Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok (2019), populasi lansia di Depok mencapai 114.060 jiwa dari total penduduk 1.570.949 jiwa dengan Usia Harapan Hidup (UHH) sebesar 74,2 tahun. Peningkatan populasi lansia Kota Depok harus diimbangi dengan upayaupaya pencapaian tujuan menua aktif (active ageing). Oleh karena itu, Kota Depok berpeluang besar menjadi kota ramah lansia karena pelaksanaan kegiatan Posbindu lansia telah berjalan cukup lama, ini terlihat dari sarana prasarana untuk lansia yang dimiliki Kota Depok. Depok memiliki hampir 500 Posbindu dan 11 puskesmas santun lansia di tingkat kecamatan. Tingginya dukungan pelayanan kesehatan dan masyarakat terhadap lansia didorong pula oleh dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mendeklarasikan Depok sebagai kota ramah lansia dengan lahirnya Perwal No. 83 Tahun 2018 tentang Depok Kota Ramah Lansia (Walikota Depok, 2018). Namun capaian Depok Kota Ramah Lansia (DKRL) diperkirakan masih cukup lama karena masih minimnya pemberdayaan lansia Kota Depok. Masih banyak lansia yang belum diperhatikan hak kesejahteraan sosialnya yaitu pendidikan yang didukung belum tercapainya 100% angka melek huruf lansia. Salah satu upaya perwujudan DKRL adalah memberikan pendidikan berkelanjutan bagi lansia menuju lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART). Pendidikan berkelanjutan merupakan program yang dapat mendukung dimensi dukungan masyarakat dan pelayanan kesehatan sebagai salah satu dimensi WHO atas Kota Ramah Lansia (AgedFriendly City). Untuk menuju DKRL, lansia harus diberdayakan dengan membekali pendidikan berkelanjutan di segala bidang, Agar terwujud tujuan itu, pendidikan bagi lansia merupakan hal yang penting dengan aktif mengikuti aktivitas komunitas ataupun sekolah agar bisa tetap aktif dan produktif. Selain itu, untuk menghindari perasaan sendirian serta sedih dalam menghadapi masa-masa menjadi lansia. Namun hal itu belum didukung oleh adanya 1 2


Click to View FlipBook Version