237 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB sehingga penting untuk dilakukan penyuluhan terkait dengan dampak pernikahan usia dini terhadap stunting. Selain diadakannya penyuluhan pada remaja, tim pengabdi juga melakukan penyuluhan berkelanjutan melalui poster terkait gizi seimbang dan dampak anemia remaja terhadap stunting yang ditempel pada tempat-tempat remaja berkumpul. Sebanyak 22 remaja menerima manfaat pemeriksaan HB, peningkatan pengetahuan tentang stunting melalui edukasi. Tidak hanya itu, tim pengabdi FIK UI juga mengembangkan aplikasi edukasi khusus untuk remaja berbasis android dengan tujuan memudahkan remaja untuk mencari informasi terkait dengan stunting, peningkatan status gizi, pencegahan anemia, perannya dalam mencegah stunting serta dapat berkonsultasi langsung terkait masalahmasalah gizi remaja dan stunting melalui salah satu menu pada aplikasi ini. Produk prototype aplikasi berbasis android ini disebut sebagai “RELA CETING” yang berarti “Remaja Laskar Cegah Stunting”. Harapannya dengan adanya aplikasi ini semua remaja dapat dengan mudah mengakses informasi terkait dengan stunting dan perannya sebagai remaja untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Gambar 1. Pemeriksaan Hemoglobin pada semua peserta (remaja putri) Gambar 2. Penjelasan, praktik dan diskusi aplikasi Remaja Laskar Cegah Stunting (Rela Ceting) Gambar 3. Aplikasi Rela Ceting 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 238 Lombok Timur, NTB EDUKASI ADVOKASI KEBIJAKAN UNTUK PERCEPATAN PENANGANAN STUNTING BAGI ORANG TUA DAN CALON ORANG TUA DI DESA SEMBALUN Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H. Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu kota di Indonesia dengan angka prevalensi stunting yang cukup tinggi, yaitu pada tahun 2021 sekitar 17,49%. Salah satu kecamatan dengan angka stunting yang cukup tinggi di Kabupaten Lombok Timur ialah Kecamatan Sembalun, yang mana 45 dari 60 balita terindikasi stunting. Bahkan, angka anak penderita stunting di Kecamatan Sembalun di tahun 2020 menyentuh angka 514 kasus. Untuk itu perlu partisipasi baik dari pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua yang meliputi perlindungan yuridis, ekonomi, dan sosial. Tanggung jawab pemerintah untuk menangani stunting sebenarnya telah tertuang dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945). Dalam Pasal 28 H ayat (1) UUD NRI tertulis, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Oleh karena itu tindakantindakan yang dilakukan oleh pemerintah pada juga amanah konstitusi. Ditambah lagi dengan Undang-Undang 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa semua orang berhak atas kesehatan. Kemudian untuk secara spesifik hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan juga termaktub dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak. Tentunya regulasiregulasi ini menjadi dasar atas kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi angka prevalensi stunting di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting pemerintah telah menyiapkan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang berisi lima pilar langkahlangkah konkret yang harus dilakukan. Lima pilar tersebut terdiri dari peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat, penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi. Dari kondisi ini, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melakukan program “Percepatan Penanganan Stunting Melalui Advokasi Kebijakan dan Komunikasi Perubahan Perilaku Sosial bagi Orang Tua dan Calon 1
239 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB Orang Tua di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat”. Solusi yang diberikan tim pengabdi ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong kemampuan sumber daya manusia yang melek teknologi, mengingat terdapat beberapa sesi nantinya akan menggunakan teknologi video conference. Hal ini juga dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dalam penanganan Covid-19, sehingga kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdi akan tetap berjalan dengan aman sekaligus tetap memberikan dampak kebermanfaatan secara langsung bagi mitra. Kegiatan inti dari program ini dilaksanakan pada pekan keempat November 2022 melalui media daring. Kegiatan ini diselenggarakan menggunakan metode focus group discussion. Pertama, peserta acara diberikan advokasi kebijakan oleh tim pengusul mengenai hak kesehatan rakyat, partisipasi serta peran pihak lembaga terkait, dan sebagainya. Setelahnya, peserta kegiatan akan dibagi dalam beberapa focus group atau kelompok kecil. Pada kelompok kecil nantinya antara orang tua dan calon orang tua akan berada dalam kelompok yang berbeda. Setiap focus group akan dipimpin oleh salah satu mahasiswa dan ditemani oleh seorang mitra sebagai fasilitator. Di dalam focus group ini akan diberikan materi mengenai perubahan perilaku yang bersesuaian dengan cara-cara untuk mencegah serta mengatasi stunting pada anak. Pembekalan materi kemudian akan dilanjutkan dalam bentuk diskusi yang interaktif untuk menunjang pemahaman peserta kegiatan. Fasilitator mengemas materi yang disampaikan mengenai perubahan perilaku berupa budaya pelayanan kesehatan reproduksi, budaya untuk menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan sejahtera, budaya pengasuhan dan merawat anak-anak, serta budaya mengenai nutrisi dan budaya makan. Kegiatan yang diikuti oleh 20 warga Desa Sembalun ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan calon orang tua terhadap pentingnya mencegah dan menangani stunting melalui advokasi kebijakan-kebijakan dalam bidang kesehatan yang relevan dengan isu stunting. Gambar 1. Suasana Audiensi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Gambar 2. Penyerahan Bantuan Alat Kesehatan Alat Pengukur Tinggi serta Makanan Bergizi Anak 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 240 Lombok Timur, NTB EDUKASI MENGENAI PENINGKATAN STATUS GIZI DAN SKRINING PRANIKAH UNTUK SISWI SMAN 1 SEMBALUN GUNA MENCIPTAKAN GENERASI BERENCANA Badra Al Aufa, MKM Pernikahan di usia dini dapat mengakibatkan dampak negatif pada calon ibu dan calon bayi yang dilahirkan. Wanita yang hamil di usia remaja akan terjadi perebutan asupan gizi antara ibu dan calon bayinya yang mengakibatkan terlambatnya perkembangan bayi sehingga saat lahir akan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan berpotensi stunting. Tim Pengabdian Masyarakat Program Vokasi Universitas Indonesia (Vokasi UI) melihat kurang optimalnya upaya peningkatan gizi remaja dan rendahnya pengetahuan remaja terhadap skrining pranikah di Desa Sembalun, Lombok Timur. Remaja puteri di Desa Sembalun sudah mengenal budaya merarik (budaya kawin lahir dari Suku Sasak) yang dapat meningkatkan angka pernikahan dini dan meningkatkan risiko terjadinya stunting karena asupan gizi yang kurang sebelum, selama dan setelah proses kehamilan. Sedangkan untuk menolak budaya merarik ini masih dianggap tabu, sehingga diperlukan penyuluhan serta edukasi kepada remaja puteri seputar gizi remaja dan perencanaan kehamilan yang sehat. Metode dan media yang digunakan dalam penyuluhan harus dapat diterima dan mudah dimengerti oleh remaja puteri karena selama ini masih dilakukan penyuluhan secara konvensional. Oleh karena itu, tim pengabdi Vokasi UI melakukan “Upaya Peningkatan Status Gizi dan Pengetahuan Remaja Puteri Terhadap Skrining Pranikah Guna Menciptakan Generasi Berencana yang Tangguh, Cerdas, dan Bebas Stunting di Desa Sembalun, Lombok Timur” dengan memanfaatkan booklet sebagai media penyuluhan. 1
241 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB Penyampaian berbagai informasi terkait upaya peningkatan gizi remaja dan pemahaman skrining pranikah melalui booklet diharapkan dapat melahirkan generasi berencana yang tangguh, cerdas dan bebas stunting. Kegiatan dilakukan pada 16 Agustus 2022 dengan menargetkan 30 siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sembalun Lombok Timur. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan status gizi remaja putri yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan serta kadar Hb. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai peningkatan status gizi remaja putri dan persiapan pranikah. Peserta diajarkan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), menentukan kebutuhan gizi sesuai dengan status gizinya, mengenal gizi seimbang melalui cakram isi piringku serta pengetahuan umum mengenai gizi calon pengantin. Tim pengabdi juga melakukan evaluasi kegiatan dengan melihat pengetahuan remaja puteri sebelum dan sesudah dilakukan edukasi diberikan. Gambar 1.Penyuluhan dan Edukasi Gizi Remaja Gambar 2. Penyuluhan dan Edukasi Perencanaan Kehamilan yang Sehat Gambar 3. Skrining Pranikah Melalui 3 Pemeriksaan Hb dan IMT 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 242 Lombok Timur, NTB EDUKASI PENTINGNYA BATASAN HAK KONSUMEN DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI PELAKU USAHA Dr. Eva Achjani Zulfa., S.H., M.H Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015-2017 tercatat sejumlah 1501 jiwa telah menduduki kawasan Sembalun Bumbung yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur dengan potensi wisata yang besar. Diperlukan promosi secara besar besaran terutama di media sosial, dengan harapan banyak masyarakat luas yang mengenal kawasan Sembalun sehingga hal ini berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat sekitar dengan ramainya berbagai wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini. Untuk itu, kegiatan “Edukasi Pentingnya Batasan Hak Konsumen dalam Pemanfaatan Media Sosial bagi Pelaku Usaha” yang diinisiasi oleh Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) diselenggarakan. Dengan penggunaan internet yang bersih, diharapkan promosi Sembalun berlangsung efektif dan tepat guna dalam mengajak wisatawan. Jumlah masyarakat Indonesia yang jumlahnya mencapai 256,4 juta jiwa dengan 49% diantaranya merupakan pengguna aktif media sosial, perlu dijadikan perhatian khusus bagi para pelaku bisnis. Dalam bauran pemasaran, diperlukan suatu promosi agar produk yang dipasarkan dikenal banyak orang, harapan hasil penjualan tersebut meningkat. Salah satu strategi yang perlu diaplikasikan oleh para pelaku bisnis ialah dengan memasarkan produk yang dijualnya di berbagai media sosial secara efektif dengan tujuan memperluas pangsa pasar. Pesantren Yayasan Pendidikan Pangsor Gunung Rinjani sebagai salah satu mitra dalam kegiatan ini dinilai masih memiliki kekurangan terkait edukasi penggunaan internet terutama pemanfaatannya untuk mendorong proses pemasaran produk pelaku usaha. Berdasarkan hasil analisis korespondensi tim pengabdi SKSG UI, tim menemukan bahwa mitra masih kurang dalam pengetahuan dan 1
243 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB kesadaran tentang etika siber baik dikalangan penduduk pada umumnya maupun pemangku kepentingan di sektor wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta masih adanya gap antara masyarakat Sembalun dengan informasi itu sendiri, minimnya edukasi seputar media sosial. Mengacu pada permasalahanpermasalahan yang dihadapi oleh Pondok Yayasan Pendidikan Pangsor Gunung Rinjani dan masyarakat sekitar di kawasan Sembalun Bumbung, bisa disimpulkan bahwa permasalahan tersebut berawal pada rendahnya pengetahuan tentang etika dalam menggunakan media sosial serta pemanfaatan media sosial bagi para pelaku usaha. Guna menjawab persoalan yang ada di masyarakat, tim pengabdi SKSG UI mengupayakan beberapa solusi, yaitu memberi edukasi kepada santri dan penduduk setempat terkait etika dalam menggunakan media sosial di tengah era disrupsi, memberi pengarahan dan edukasi tambahan kepada para pelaku usaha/ ustadz seputar hak dan batasan konsumen dalam memanfaatkan media sosial, memberi penyuluhan dan pelatihan terkait optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai media promosi kepada para pelaku usaha agar literasi digital guna menjangkau skala konsumen yang lebih luas, serta memberikan bantuan berupa pembuatan SOP aturan pemanfaatan ruang lingkup usaha bagi influencer dalam promosi produk/jasa. Sayangnya, banyak sekali penduduk di daerah pedesaan yang masih gagap teknologi, mereka belum mahir dalam memanfaatkan media sosial ke ranah yang menguntungkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi edukasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia khususnya penduduk Sembalun dalam hal pemanfaatan media sosial. Target yang hendak dicapai dalam program ini ialah masyarakat Sembalun Bumbung melek teknologi dan mampu memanfaatkan media sosial dengan bijak dan bermanfaat. Langkah ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam hal mengurangi kesenjangan serta berupaya bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dari program ini, tim pengabdi berhasil membantu 10 UMKM dan kurang lebih 30 penerima manfaat ingin melanjutkan kerjasama dalam bentuk pelatihan digital. Gambar 1. Edukasi mengenai pemanfaatan media social dan melek literasi digital Gambar 2. Foto bersama dengan para peserta 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 244 Lombok Timur, NTB PEMANFAATAN MEDIA EDUKASI BERBASIS PANGAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN DAN PENINGKATAN GIZI BALITA dr. Diyah Eka Andayani, M.Gizi, SpGK(K) Setelah program pengabdian pada tahun 2019 dan 2020 dilaksanakan, pada tahun 2022 Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) kembali melakukan program pengabdian berjudul “Pemanfaatan Media Edukasi Berbasis Pangan Lokal sebagai Upaya Perbaikan dan Peningkatan Gizi Balita di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur”, tepatnya pada pekan ke-3 bulan Agustus 2022 di Bale Adat Desa Sembalun Bumbung. Program ini tidak hanya berfokus pada memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan gizi seimbang, namun juga dapat meningkatkan sistem imun selama masa pandemi COVID-19. Adapun peran zat gizi yang dapat membantu untuk meningkatkan sistem imunitas, antara lain Vitamin A, B, C, D, E, asam lemak omega 3, selenium, seng, besi, dan tembaga. Contoh sumber makanan tinggi vitamin A yang dapat dikonsumsi antara lain hati ayam, kuning telur, wortel, bayam, kangkung dan labu kuning. Berdasarkan hasil kunjungan tim pengabdi pada tahun 2019, komoditas pangan Desa Sembalun Bumbung yang paling berpotensi untuk meningkatkan sistem imunitas adalah kentang (rendah indeks glikemik), padi merah (rendah indeks glikemik), strawberry (sumber vitamin C), wortel (sumber vitamin A) dan telur ayam. Membatasi asupan garam, gula dan lemak, memperhatikan keamanan pangan sejak persiapan, pengolahan dan penyajian makanan untuk anak, serta waktu tidur yang cukup juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sistem imunitas. Rangkaian program dimulai dengan pemberian materi pelatihan mengenai Makanan Pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat untuk balita dan resep modifikasi menggunakan pangan lokal. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 43 orang yang terdiri dari kader dan ibu balita. Pemilihan materi yang diberikan, berdasarkan diskusi bersama antara anggota tim, mengacu kepada masalah yang dihadapi dalam memberikan MPASI di masa pandemi bagi balita di Desa Sembalun Bumbung. Pelatihan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi. Setelah selesai diskusi, dilaksanakan demonstrasi membuat MP-ASI sederhana serta menunjukan contoh video masak menu makanan untuk anak usia diatas 2 tahun menggunakan bahan pangan lokal. Peserta juga diberikan materi melalui buku panduan mengenai MP-ASI yang di dalamnya terdapat resep membuat MP-ASI. Setelah kegiatan diskusi selesai, selanjutnya peserta dibagi menjadi 1
245 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB 6 kelompok kecil untuk selanjutnya berdiskusi untuk membuat menu makanan sehari untuk kelompok usia 1-3 tahun dan 4-6 tahun menggunakan media permainan interaktif. Pada hari kedua, kegiatan dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai tumbuh kembang anak dan permasalahan gizi yang dihadapi di Desa Sembalun Bumbung. Setelah FGD, kegiatan dilanjutkan dengan mempresentasikan hasil diskusi games interaktif mengenai menu makanan sehari. Di akhir presentasi, tim pengabdi memberikan masukan dan klarifikasi dari hasil presentasi tersebut serta membuka sesi diskusi kembali mengenai topik menu makanan dan gizi kesehatan anak sesuai dengan lingkup yang diberikan melalui games interaktif tersebut. Gambar 1. Edukasi mengenai pemanfaatan media social dan melek literasi digital Gambar 2. Foto bersama dengan para peserta 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 246 Lombok Timur, NTB PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM MENGENALI DAN MENCEGAH STUNTING MENGGUNAKAN CAKRAM GIZI Ari Nurfikri, SKM.,MMR Tim Pengabdian Masyarakat Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (Vokasi UI) melakukan program pengabdian yang berjudul “Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Dalam Mengenali dan Mencegah Stunting Menggunakan Cakram Gizi di Desa Sembalun, Lombok Timur” pada rentang waktu April hingga Desember 2022. Program yang diketuai oleh Dosen Program Studi Administrasi Rumah Sakit Vokasi UI, Ari Nurfikri, SKM.,MMR ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi hingga pemberdayaan. Yang dalam hal ini, tim pengabdi Vokasi UI menjadikan kader posyandu setempat sebagai objek penerima manfaat. Sebab tim pengabdi menilai bahwa posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, menjadi upaya yang tepat untuk mengatasi masalah stunting di masyarakat. Program dimulai dengan sosialisasi kegiatan bersama perangkat Desa Sembalun, Lombok Timur. Setelah agenda tersebut maka dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa Sembalun Lombok Timur pada tanggal 14 Juli dan 4 Agustus melalui zoom meeting untuk mensosialisasikan rangkaian kegiatan yang akan dilangsungkan beserta waktu pelaksanaannya. Puncak dari program pengabdian ini diselenggarakan pada 16 Agustus 2022 di ruang pertemuan Desa Sembalun dengan kegiatan pelatihan dan pemberdayaan kader posyandu. Kader posyandu di Desa Sembalun diberikan penjelasan konsep deteksi dini stunting serta pelatihan dalam menggunakan Cakram Gizi untuk mendeteksi kejadian stunting pada anak dan balita. Pelatihan ini diikuti oleh 21 orang 1 2
247 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB kader posyandu Desa Sembalun. Selanjutnya, kader posyandu didorong untuk dapat mengoptimalkan perannya dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yaitu pencegahan stunting. Kader posyandu diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat pada saat pelatihan, yaitu cara mendeteksi stunting menggunakan Cakram Gizi dan dapat menyebarluaskan informasi yang didapat terkait pencegahan stunting kepada masyarakat khususnya pada ibu hamil dan ibu menyusui. Di akhir rangkaian, tim pengabdi melakukan evaluasi kegiatan dengan melakukan post-test terkait bagaimana kader posyandu menggunakan Cakram Gizi Gaspol Asik dengan baik dan benar. Serta bagaimana cara kader memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan menyusui tentang ciri-ciri anak stunting dan bagaimana cara pencegahannya. Gambar 1. Pengarahan Pre Test Gambar 2. Pelatihan Penggunaan Cakram Gizi & Pencegahan Stunting Gambar 3. Penyerahan plakat 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 248 Lombok Timur, NTB PEMBERDAYAAN REMAJA LOMBOK TIMUR DALAM UPAYA MEMELIHARA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Sri Yona, SKp, MN, PhD Sejak pandemi COVID-19 di tahun 2020, jumlah pernikahan dini meningkat di Lombok, termasuk Lombok Timur. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lombok Barat, mencatat ada 245 kasus pernikahan anak di bawah umur sejak Januari 2020 hingga Oktober 2020. Di Lombok Timur, kasus pernikahan dini juga meningkat. Berdasarkan data dari DP3AP2KB Lombok Timur, jumlah kasus pernikahan dini pada tahun 2020 sebanyak 42 kasus, yang meningkat jauh dari jumlah kasus di tahun 2019 yang hanya 19 kasus, dengan kasus terbanyak di Kecamatan Jerowaru dan Pringgabaya. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan remaja dan masyarakat akan kesehatan reproduksi remaja, serta dampak dari pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi wanita. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melakukan program “Pemberdayaan Remaja dalam Upaya Memelihara Kesehatan Reproduksi Remaja di Lombok Timur, NTB”. Di tahap awal, tim pengabdi berdiskusi dengan pihak mitra membahas materi/ topik yang dibutuhkan oleh mitra. Selain itu, tim pengabdi berdiskusi mengenai jadwal kegiatan, serta lokasi tempat pelaksanaan kegiatan nantinya. Di pihak mitra ada Bapak Lurah Banyubiru, Bapak dan Ibu RT/RW, yang akan memotivasi warga untuk terlibat dalam kegiatan. Target sasaran edukasi sekitar 50-100 warga. Kegiatan ini dibuka dengan Focus Group Discussion (FGD) oleh remaja Lombok yang berusia 13-14 tahun, pada 2 Agustus 2022 yang dilakukan secara luring di ruang laboratorium SMPN 1 Pringgabaya dan daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh 25 siswa SMPN 1 Pringgabaya dengan pembahasan tentang kesehatan reproduksi remaja, serta permasalahan seputar kesehatan reproduksi yang dialami oleh remaja Lombok. Selanjutnya sesi edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring, berlokasi di Kantor Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh remaja putri sebanyak 58 orang dan 5 guru dari SMPN 1 Pringgabaya, Lombok Timur. Sesi edukasi ini berfokus pada topik kesehatan reproduksi kesehatan reproduksi remaja. Materi yang diberikan di sesi ini, yaitu tumbuh kembang remaja, termasuk Gambar 1. Sesi FGD secara hybrid Gambar 2. Sesi bersama orang tua Gambar 3. Sesi kegiatan bersama murid 1
249 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB perubahan fisik dan mental menjadi dewasa, serta upaya menjadi remaja sehat fisik dan mental. Selain itu, dibahas juga tentang dampak kehamilan pada remaja, dan dampak pernikahan dini bagi remaja. Siswa juga mendapatkan materi mengenai beberapa penyakit Infeksi menular seperti Gonorrhea, Sifilis, dan juga HIV/AIDS. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja, serta dampak dari pernikahan dini bagi remaja. Sesi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja, termasuk tidak melakukan pernikahan dini. 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 250 Lombok Timur, NTB PEMETAAN RISIKO DAN EDUKASI KEBENCANAAN ONLINE UNTUK DESA WISATA SEMBALUN YANG TANGGUH Prof. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar workshop pemetaan risiko bencana dan penyusunan materi edukasi kebencanaan di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan Indeks Rawan Bencana (IRB) yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Desa Wisata Sembalun adalah gempa bumi, banjir, tsunami, kebakaran, longsor, gunung api, konflik sosial dan wabah penyakit. Secara garis besar, permasalah Desa Wisata Sembalun adalah perubahan lahan yang masif untuk mendukung berkembangnya pariwisata dimana perubahan lahan akan meningkatkan risiko bencana alam dan perkembangan pariwisata yang tidak diiringi dengan partisipasi serta kapasitas pelaku wisata untuk mitigasi bencana alam. Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM UI bekerja sama dengan Disaster Risk Reduction Center (DRRC) dan UPT Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (UPT K3L UI) menggelar program pembinaan terhadap warga yang ada di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, NTB. Program ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2022 di Desa Sembalun dan 21- 25 November 2022 di Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan yang bertema “Mewujudkan Desa Wisata Tangguh Bencana di Desa Sembalun, Lombok Timur” ini diikuti oleh 21 peserta yang terdiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD, Kepala 1 2
251 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB Camat, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), tokoh masyarakat, tokoh wanita, UMKM, koperasi, mahasiswa, dan masyarakat desa. Tim pengabdi FKM UI bersama mitra dari pengelola pariwisata dan Dinas Pariwisata Lombok Timur melakukan identifikasi potensi bencana di Desa Wisata Sembalun. Identifikasi potensi bencana merujuk pada data Inarisk BNPB yang disesuaikan dengan lokasi desa Sembalun melalui website https:// inarisk.bnpb.go.id dan mobile aplikasi Inarisk Personal BNPB. Kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan P3K (Bantuan Hidup Dasar, Fiksasi dan Imobilisasi Korban Pengangkatan dan Pemindahan Korban/ Lifting Moving). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa terkait pemetaan risiko bencana Desa Sembalun. Prof. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D, selaku ketua tim pengabdi FKM UI berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran dan persiapan masyarakat melalui pembangunan atau peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana. Selain itu, juga membangun dan membuat seluruh Desa Sembalun menjadi aktif dalam program kesiapsiagaan bencana. Gambar 1. Diskusi kaji riisko bencana di object wisata Gambar 2. Pemaparan hasil pemetaan risiko bencana alam Desa Wisata Tangguh Bencana
Pengmas UI 2022 - DPPM 252 Lombok Timur, NTB PENERAPAN TAMAN BACA EKSPLORATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SAINS, TEKNOLOGI, DAN BUDAYA PADA ANAK USIA DINI Dr. Abdurakhman, M.Hum. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM dibentuk oleh 3 dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Dalam dimensi pengetahuan, IPM dipengaruhi oleh angka putus sekolah dan angka buta aksara. IPM Nusa Tenggara Barat (NTB) masih bertahan di urutan ke-29 dari 34 provinsi lainnya dengan IPM 68,25 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020. Kabupaten Lombok Timur, pada tahun ajaran 2019/2020 memiliki angka putus sekolah paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya di NTB. Selain itu, angka buta aksara Kabupaten Lombok Timur sebesar 13.31%, cukup tinggi untuk mendapatkan perhatian khusus. Untuk mengatasi hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) mengupayakan kegiatan “Penerapan Taman Baca Eksploratif sebagai Upaya Peningkatan Literasi Sains, Teknologi, dan Budaya, pada Anak Usia Dini Sembalun, Lombok Timur”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 22 Oktober 2022 di MTs Nahdlatul Wathan, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Peserta merupakan 31 anakanak usia 5-12 tahun yang berada di jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Sekolah Dasar (SD). Pada kegiatan ini, anak-anak mendengarkan cerita tentang tokohtokoh pahlawan yang berpengaruh di dunia pendidikan dan/atau Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu tokoh pahlawan Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah), dan Haji Agus Salim, anak-anak menjadi termotivasi dan lebih semangat untuk belajar. Selain itu, anak-anak melakukan percobaan 1 2
253 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB sains secara langsung, dengan alat-bahan yang disediakan dan didampingi oleh panitia. Terdapat tiga percobaan yang dilakukan, yaitu pasta gigi gajah, balon ajaib, dan lampu lava, melalui percobaanpercobaan ini anak-anak mengenal reaksi kimia sederhana dengan cara yang menyenangkan, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan gas karbondioksida (CO2) yang juga erat dengan sistem pernapasan yang digunakan dikehidupan sehari-hari. Tim pengabdi FIB UI juga membuat modul panduan taman baca eksploratif yang berisi materi tentang sepuluh pahlawan daerah, materi dapat disampaikan dengan cara bercerita/bermain peran/pemutaran video. Selain itu, modul juga berisi materi tentang sains dan teknologi, materi dipahami dengan cara melakukan lima belas percobaan serta dilengkapi dengan daftar alat bahan dan langkah-langkah dalam melakukan percobaannya. Secara umum kegiatan ini berdampak positif bagi anak-anak, mengenalkan tokoh-tokoh pahlawan daerah serta memberikan pemahaman sains sejak dini dengan cara yang berbeda dan menyenangkan. Saat berjalannya kegiatan, anak-anak sangat antusias mendengarkan cerita tokoh-tokoh pahlawan dan mengikuti dengan baik praktik percobaan sains, terlihat rasa bangga dari raut wajah anak-anak ketika berhasil melakukan percobaan-percobaan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Adanya modul panduan taman baca eksploratif yang diberikan kepada pembina taman baca Rumah Bambu, dapat menambah pengetahuan anak-anak tentang tokoh-tokoh pahlawan daerah, mengenalkan ilmu sains dan teknologi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari melalui kegiatan rutin yang berkelanjutan di taman baca tersebut. Gambar 1. Pemberian contoh kepada anak-anak Gambar 2. Anak-anak melakukan percobaan pasta gigi gajah, balon ajaib, dan lampu lava Gambar 3. Foto bersama dengan para anak-anak 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 254 Lombok Timur, NTB TIM FIK UI GERAKKAN WOMEN FOR CHANGE UNTUK UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH PARIWISATA DESA SEMBALUN Hening Pujasari, S.Kp., M.Biomed., MANP., Ph.D Permasalahan sampah di tempat wisata sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi daerah pariwisata. Dampak dari penumpukan sampah di area wisata akan dirasakan oleh lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem gunung, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika sampahsampah tersebut hanya didiamkan saja, maka akan berdampak buruk pada daya tarik wisatawan pada daerah wisata tersebut. Wisata daerah pegunungan atau dataran tinggi menjadi salah satu objek pariwisata yang menarik para wisatawan, salah satunya di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Wilayah di kaki Gunung Rinjani (3.726 mdpl) itu meliputi enam desa, berudara sejuk, dan berketinggian 800- 1.250 mdpl. Kecamatan ini berkembang menjadi agrowisata yang mengundang wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara untuk menikmati panorama alam dan udara segar pegunungan. Namun, masalah sampah di sana masih cukup parah. Ada banyak sampah yang berserakan dan bertumpukan. Sampah tersebut berasal dari sampah domestik maupun non domestik. Bahkan sampah dari para wisatawan juga berkontribusi pada meningkatnya jumlah sampah di Sembalun. Program “Empowering Community in Health Literacy for Sustainable Tourism in Sembalun Village, East Lombok, NTB” yang diinisiasi oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) hadir untuk menjawab permasalah tersebut. Program ini dilaksanakan dalam rentang waktu Mei hingga Desember secara daring. Sebelum melaksanakan rangkaian utama dari program ini, tim pengabdi melakukan penyusunan video panduan WFC (Women For Change) yang akan digunakan sebagai sumber literatur peserta dalam pengelolaan sampah. WFC ini merupakan nama program yang diangkat tim pengabdian FIK UI dalam upaya 1 2
255 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dengan meningkatkan kemampuan healthclean literacy masyarakat lokal melalui sosialisasi dan pemberdayaan ibu-ibu untuk meningkatkan peran ibu-ibu dalam pemilahan dan pengelolaan sampah domestik dan nondomestik yang berasal dari masyarakat setempat maupun para wisatawan pendaki Gunung Rinjani. Puncak program ini berada di rangkaian webinar, pendampingan, workshop dan launching program. Webinar Training of Awareness (ToA) ini menargetkan ibu-ibu yang tergabung dalam WFC untuk diberikan training secara daring sesuai dengan isi video panduan. Setelah pemberian training, peserta yang berjumlah 20 orang warga Desa Sembalun ini diberikan pendampingan melalui WhatsApp Group dengan bantuan buku yang sebelumnya telah disusun untuk memberikan pelatihan pemilahan sampah. Tim pengabdi juga memanfaatkan media WhatsApp Group ini sebagai wadah untuk komunikasi kepada peserta lebih lanjut terkait kegiatan. Tim pengabdi juga melakukan penyempurnaan isi buku berdasarkan tambahan masukan dari peserta online training yang disampaikan dalam formulir evaluasi. Setelah buku disempurnakan, tim pengabdi melakukan pengurusan pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) atas buku yang telah disusun. Gambar 1. Pengecekan kesehatan kepada peserta Gambar 2. Penyampaian materi Gambar 3. Praktik memanfaatkan sampah kemasan Gambar 4. Penyerahan sovenir dan plakat 4 5 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 256 Lombok Timur, NTB TIM FMIPA UI EDUKASI WARGA SEMBALUN MENGENAI PEMBUATAN SABUN AROMA KOPI UNTUK MEMANFAATKAN POTENSI ALAM Dr. rer. nat Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia dan Sembalun merupakan salah satu wilayah yang menyumbang potensi tersebut. Namun secara umum pemanfaatan kopi masih sebatas minuman dengan berbagai variasi atau sebagai pengharum ruangan. Perlu dilakukan pemanfaatan kopi secara menyeluruh mengingat kekayaan alam yang berlimpah. Selain itu adanya potensi bisnis yang dapat dikembangkan untuk dapat mengolah kopi menjadi produk yang digunakan sehari – hari. Bersama Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) membuat program yang dapat mendukung ekonomi masyarakat dalam bentuk pendampingan pembuatan produk sabun batang dengan mengoptimalkan potensi daerah, yaitu kopi. Sasaran program ini adalah masyarakat usia produktif yang memiliki ketertarikan berbisnis untuk skala rumahan. Pembuatan sabun didapatkan dari formula penelitian laboratorium yang sudah teruji dan aman. Produk sabun ini memiliki keunggulan dari sabun biasa karena berkhasiat baik sebagai aroma terapi dan perawatan kulit seperti mengatasi jerawat dan mengangkat sel kulit mati. Tujuan dari pelaksanaan program ini guna meningkatkan kapasitas produk lokal sehingga dapat menjadi produk unggulan daerah dan menjadi sumber daya ekonomi masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sajang, Kecamatan Sembalun. Selain itu, tim pengabdi juga memberikan penguatan pemasaran melalui pelatihan guna mendukung pemasaran yang lebih meluas. Rangkaian pelatihan dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2022 di MAS NW Sajang (Madrasah Aliyah Swasta nahdlatul Wathan) yang dihadiri warga Desa Sajang dan aparat pemerintah Desa Sajang. Sebanyak 85% dari 20 peserta adalah perempuan dengan pendidikan tertinggi Sarjana dan dengan pekerjaan wiraswasta serta umumnya berada pada usia produktif (20- 40 tahun). Selama proses persiapan 1 2
257 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB kegiatan, aparat pemerintah Desa Sajang mengakui bahwa tidak mengetahui potensi kopi yang dimiliki Desa Sajang. Sehingga penyelenggaraan kegiatan ini membuka wawasan warga Desa Sajang terkait pemanfaatan kopi yang menjadi potensi wilayahnya. Sebesar 55% peserta mengatakan program pengabdian ini sesuai dan 45% mengatakan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat meningkatkan daya saing dalam dunia wirausaha dan terciptanya pengusaha baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga terwujudnya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur industri dan inovasi, mengurangi ketimpangan, dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Gambar 1. Pemaparan materi UMKM Gambar 2.Demonstrasi pembuatan sabun Gambar 3. Peserta praktik membuat sabun Gambar 4. Peserta pelatihan pembuatan sabun 4 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 258 Lombok Timur, NTB TIM SKSG UI BERSAMA SISWA/I SMKN 1 PRINGGABAYA LUNCURKAN “GEROBAK SURYA” UNTUK PELAKU UMKM DI DESA SAPIT Bayu Kristianto, Ph.D. Tim Pengabdian Program Studi Kajian Wilayah Amerika (KWA) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) mengelar program pengabdian berjudul “Pelatihan Implementasi Teknologi Tepat Guna dan Ramah Lingkungan ‘Gerobak Surya’ Sebagai Sarana Kegiatan Ekonomi Kelompok UMKM Desa Sapit, Kabupaten Lombok Timur” di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengabdian masyarakat di Desa Sapit ini berlangsung pada 1-10 Agustus 2022. Tim pengabdian yang diketuai oleh, Bayu Kristianto, PhD ini melakukan sejumlah kegiatan berupa pelatihan mengenai digital marketing, teknologi terbarukan, serta perakitan dan praktik penggunaan gerobak surya yang ditujukan untuk masyarakat Desa Sapit, Lombok Timur, beserta para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di desa ini. Kegiatan ini bertujuan tujuan agar masyarakat mampu meningkatkan kemampuan dalam memasarkan produk berupa kopi, serta mampu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan untuk keperluan pemasaran produk. Diharapkan pula usaha-usaha yang sedang diupayakan oleh para petani dan penggiat UMKM di desa ini dapat semakin maju dan berkembang dengan adanya pelatihan mengenai teknik-teknik pemasaran secara digital. Serta dengan penggunaan alat teknologi terkini dalam proses pemasaran yang turut juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kopi sebagai produk pertanian masyarakat Desa Sapit semakin banyak memasuki pasar dan dikenal oleh masyarakat luas, serta penikmat kopi pada khususnya. Tim pengabdi berharap dengan adanya kegiatan 1 2
259 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB ini, masyarakat desa mampu mengelola sumber daya alam yang mereka miliki di tanah mereka sendiri dan tidak menggantungkan sumber kehidupan pada pihak-pihak di luar desa, seperti misalnya perusahaan-perusahaan asing atau instansiinstansi pemerintah. Pada 8 Agustus 2022, pelatihan digital marketing dilaksanakan di gedung serba guna yang terletak di belakang Kantor Kepala Desa Sapit. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah kaum muda penggiat UMKM di Desa Sapit serta sejumlah pejabat desa. Pada hari selanjutnya, 9 Agustus 2022 tim melakukan kunjungan ke SMKN 1 Priggabaya untuk melihat prose perakitan Gerobak Surya serta melakukan dialog dengan guru dan siswa/i SMKN 1 Pringgabaya yang telah menyusun dan merakit Gerobak Surya tersebut. Kemudian pada 10 Agustus 2022, tim dari SMKN 1 Pringgabaya datang ke Desa Sapit untuk menyerahkan Gerobak Surya tersebut sekaligus memberikan pelatihan mengenai cara pengoperasian Gerobak Surya dan pelatihan mengenai pentingnya penggunaan alat penghasil energi terbarukan ramah lingkungan. Setelah pelatihan, sejumlah perwakilan dari UMKM Sapir Farm Mandiri mencoba mengoperasikan Gerobak Surya. Gambar 1. Sesi materi Gambar 2. Pemberi petunjuk cara pemakaian gerobak surya Gambar 3. Mencoba menggunakan alat penyeduh kopi Gambar 4. Peresmian hibah grobak surya kepada UMKM sapit farm mandiri 4 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 260 Lombok Timur, NTB VOKASI UI EDUKASI PROGRAM GERNAS UNTUK UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SEMBALUN, LOMBOK TIMUR Badra Al Aufa, MKM Stunting menjadi salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Indonesia berproses mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs ke-2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Target yang termasuk di dalamnya adalah penanggulangan masalah stunting yang diupayakan menurun pada tahun 2025. Stunting masih menjadi masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Angka ini masih tergolong tinggi dibandingkan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yaitu sebesar 19% di tahun 2024. Sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi stunting di Indonesia, pemerintah mencetuskan program “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)”. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berharap gerakan ini dapat menciptakan budaya hidup sehat dengan meninggalkan kebiasaan masyarakat dan perilaku yang kurang sehat. Dengan melakukan perilaku hidup sehat maka gerakan masyarakat ini juga mendukung upaya terjadinya stunting. Germas ini merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan agar masyarakat ikut peduli dalam penanganan stunting. Melalui program Germas terdapat tujuah langkah yang menjadi panduan dalam menjalani pola hidup yang lebih sehat antara lain, melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur, cek kesehatan berkala, diberikan ASI eksklusif, menyalakan rokok, fokus penanganan stunting. Selain itu, penerapan sanitasi total berbasis masyarakat yang terdiri 5 pilar, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan air limbah rumah tangga menjadi sarana pendukung dalam menyehatkan keluarga sehingga dapat mencegah kejadian stunting. Namun demikian, masyarakat di Desa Sembalun masih memiliki kekurangan mengenai pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas yang memiliki bayi dan balita terkait Germas ini. Oleh sebab itu, Tim Pengabdian Masyarakat Program Vokasi Universitas Indonesia (Vokasi UI) berinisiatif melakukan “Upaya Pencegahan Stunting Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Sembalun, Lombok Timur” dengan memanfaatkan peran posyandu sebagai stakeholder terdekat dalam menangani kesehatan masyarakat sekitar. Sebanyak 36 ibu hamil dan menyusui telah mengikuti penyuluhan ini. Tim pengabdi menyadari bahwa intervensi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya sudah banyak dilakukan untuk menurunkan dan mencegah stunting, namun prevalensi terjadinya stunting masih cukup tinggi. Studi mengenai keberhasilan
261 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB implementasi kebijakan penurunan masalah stunting tidak mudah. Dalam mengoptimalkan program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait diperlukan transfer knowledge kepada para kader posyandu selaku garda terdepan dalam menjelaskan, mendeteksi dini, dan mencegah kejadian stunting melalui Germas ini. Tim pengabdi mengupayakan program ini karena sadar, bahwa diperlukan optimalisasi program sosialisasi Germas yang dapat mencegah stunting di Desa Sembalun Lombok Timur dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi. Gambar 1. Pemberdayaan Sasaran Posyandu Mencegah Stunting Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Gambar 2. Kegiatan post test 1 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 262 Lombok Timur, NTB PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA DAN INTERNET UNTUK BISNIS PADA SEKTOR UMKM TENUN LOKAL DI SEMBALUN LOMBOK Agung Nugroho, SE, M.Mgt Globalisasi sekarang ini mempengaruhi proses ekonomi dan bisnis yang ditandai dengan penerapan teknologi informasi di dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu fungsi manajemen dalam ekonomi dan bisnis yang terkena dampaknya adalah kegiatan pemasaran. Banyak pelaku bisnis yang meluangkan waktunya untuk memikirkan metode pemasaran apa yang tepat agar barang yang dijualnya laku di pasaran karena sukses tidaknya bisnis tergantung pada metode pemasaran. Lalu bagaimana yang dilakukan oleh pelaku usaha khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)? Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) melakukan upaya pemanfaatan teknologi informasi untuk mendorong kemajuan UMKM Tenun Lebak Lauk di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Program yang berjudul “Pemanfaatan Sosial Media dan Internet untuk Bisnis pada Sektor UMKM Tenun Lokal di Sembalun Lombok” ini menyasar tujuan 8 Sustainable Development Goals (SDG’s), yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua. Dengan harapan, program yang dihadiri oleh 10 orang penenun Gambar 1. Sesi pelatihan Gambar 2. Pengambilan gambar untuk konten instagram Gambar 3. Instagram yang sudah dibuat 1 2
263 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB ini dapat menciptakan pencapaian tingkat produktivitas ekonomi yang lebih tinggi melalui diversifikasi, peningkatan dan inovasi teknologi, termasuk melalui fokus pada sektor yang memberi nilai tambah tinggi dan padat karya. Program pengabdian ini berlangsung mulai bulan April hingga Desember 2022 dalam beberapa tahapan. Tim pengabdi mengawali program ini dengan mengidentifikasi masalah yang lebih terperinci dan menggali informasi untuk mengetahui apakah pihak mitra telah mempunyai pengalaman terhadap metode pemasaran tertentu. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran terhadap strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh mitra dalam upaya meningkatkan pangsa pasarnya dan meningkatkan penjualan dan pendapatan. Dengan demikian mitra akan memahami pentingnya strategi pemasaran yang akan digunakan untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Selanjutnya, barulah tim pengabdi FEB UI melakukan pelatihan dan pendampingan pengelolaan pemasaran digital hingga pembuatan medianya. Tim pengabdi membantu pembuatan website dan media sosial untuk metode pemasaran digital UMKM Tenun Lebak Lauk. Website dan akun Instagram ini dirancang untuk mempermudah pelaku UMKM Tenun Lebak Lauk dalam mengunggah foto produk, menangani pemesanan, penanganan pembayaran dan pembuatan laporan keuangan. 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 264 Lombok Timur, NTB “REMPAH LOMBOK” UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Dr. Nani Nurhaeni, S.Kp., MN Salah satu masalah kesehatan yang penting diperhatikan pada bayi dan anak usia dini adalah kejadian stunting. Pada anak-anak, stunting identik dengan kondisi gagal tumbuh di mana anak dengan kurang gizi jangka panjang cenderung memiliki usia lebih pendek dari seharusnya, sehingga memiliki risiko tinggi berupa gangguan fisik dan mental, serta kematian antara tahun pertama hingga tahun kelima kehidupannya. Mengingat pentingnya pencegahan stunting sedini mungkin, tim pengabdi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melakukan program pengabdian berjudul “Penguatan Pengetahuan Makanan Pendamping ASI bagi Kader Posyandu melalui ‘Rempah Lombok’ di Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur”. “Rempah Lombok” ini adalah judul buku yang dibuat oleh tim untuk metode edukasi, kata tersebut merupakan abreviasi dari “Resep Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Khas Lombok”. Isi dari buku ini berupa pengetahuan dasar tentang status nutrisi, MPASI, dan beberapa resep MPASI berdasarkan menu-menu lokal Kabupaten Lombok Timur. Adanya buku yang mengusung tema lokal ini akan membuat kader dan ibu lebih merasa mudah dan optimis untuk dapat memberikan MPASI yang tepat bagi anaknya. Pemilihan kata “Rempah” sendiri juga sangat khas Indonesia sehingga akan meningkatkan sense of belonging dari ibu yang memiliki buku ini. Rasa kepemilikan dan kecintaan seseorang terhadap hal yang dimilikinya diharapkan memiliki korelasi yang positif terhadap motivasi dan perilaku. Dari buku ini diharapkan warga dapat membuat MPASI yang tepat agar dapat mencegah anak dari stunting serta meningkatkan status nutrisi anak. Tim membuat buku ini sebagai bahan edukasi karena dirasa lebih tepat daripada pemberian edukasi menggunakan aplikasi di ponsel pintar, sebab mayoritas warga cukup kesusahan dalam mengakses aplikasi dari ponsel. Buku ini juga dibuat dengan desain menarik dibubuhi tulisan-tulisan yang cukup besar sehingga lebih memudahkan dan menarik untuk dibaca. Sebelum digunakan, buku ini telah dikoordinasikan dengan stakeholder dari Lombok Timur dan Batu Nampar Selatan serta telah mendapatkan International Standard Book Number (ISBN). Setelah penyusunan buku ini serta penyiapan sarana edukasi dan bahan peralatan demonstrasi memasak MPASI selesai dipersiapkan, barulah buku ini digunakan sebagai bahan edukasi dalam sosialisasi. Di mana sosialisasi ini dilakukan pada 27 Agustus 2022 di Balai Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 1
265 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari kader posyandu dan para orang tua di Desa Batu Nampar. Sebelum materi diberikan kepada para peserta, tim memberikan pertanyaanpertanyaan dasar terkait dengan MPASI. Dari sesi ini, tergambar bahwa masih ada peserta yang belum memahami MPASI dengan baik, seperti contohnya ada peserta yang menjawab anak pertama kali boleh makan makanan padat mulai dari usia 4 bulan. Dimana jawaban yang tepat seharusnya mulai dari usia 6 bulan. Selain itu ada pula peserta yang menjawab bahwa pertama kali makanan yang diberikan adalah pisang. Padahal sebaiknya anak mulai makan dengan berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dalam hal tersebut pisang tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan zat gizi. Sesi pemaparan materi pun diberikan selama 30 menit mengenai isi buku “Rempah Lombok”. Peserta diberikan buku “Rempah Lombok” dan mengatakan bahwa buku tersebut menarik untuk dibaca serta dapat dipahami dengan mudah isinya. Setelah sesi pemaparan usai, rangkai dilanjutkan dengan praktik memasak MPASI. Saat diberikan demonstrasi memasak MPASI, peserta tampak antusias ikut serta dalam proses pemberian bumbu dan pembuatan tekstur. Dengan adanya tekstur langsung yang dapat dilihat, peserta menyatakan bahwa tergambar dengan jelas bagaimana teksturnya tersebut dan bagaimana cara pembuatannya terutama untuk tekstur saring dan tekstur lumat. Dengan serangkaian program yang diberikan oleh tim FIK UI ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para kader posyandu dan orang tua terkait nutrisi anak, MPASI, dan meningkatkan keterampilan dalam membuat MPASI berdasarkan cita rasa lokal Lombok Timur. Yang mana harapan jangka panjang yang diinginkan adalah dapat terbentuknya kader posyandu yang memahami dan dapat mengaplikasikan pemberian MPASI yang tepat bagi anak usia 6-24 bulan. Gambar 1. Pemberian Materi Nutrisi dan MPASI Gambar 2. Sosialisasi Buku Rempah Lombok Gambar 3. Demonstrasi MPASI. 3 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 266 Lombok Timur, NTB TOILET TAHAN IKLIM UNTUK WARGA LOMBOK TIMUR Dr. Cindy Rianti Priadi, S.T., M.Sc. Tim pengabdi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) membuat inovasi “Pembangunan Toilet Tahan Iklim” di Dusun Padakcambe, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan penerima manfaat sebanyak 60 Kartu Keluarga (KK). Kegiatan yang dilaksanakan dengan rentang waktu April hingga Desember 2022 ini, bertujuan untuk memberikan solusi pembangunan toilet yang sesuai dengan kondisi iklim di wilayah tersebut. Sehingga warga sekitar dapat menggunakan toilet tahan iklim yang sudah dibangun sebagai template pembangunan toilet di rumah masingmasing dan bisa mencegah warga sekitar untuk melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Program pengabdian ini dilakukan melihat kendala yang terjadi di Desa Pijot, Kabupaten Lombok Timur akibat iklim di sana. Wilayah tersebut bersinggungan dengan Pantai Ketapang Indah dekat Pelabuhan Tanjung Luar dan mengalami dampak dari banjir akibat rob, pasang laut, serta curah hujan tinggi. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim sehingga daerah pesisir seperti Desa Pijot sangat rentan mengalami kekeringan ekstrem, naiknya permukaan air laut, peningkatan curah hujan, dan banjir berkepanjangan. Kondisi tersebut menjadi suatu ancaman bagi sistem air dan sanitasi mulai dari toilet, tangki septik, hingga instalasi pengolahan air limbahnya. Hal tersebut disebabkan karena perubahan iklim belum dimasukkan sebagai salah satu komponen yang dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan fasilitas sanitasi oleh pemerintah, sehingga masyarakat tidak memiliki acuan yang jelas. Terlebih lagi adanya keterbatasan masyarakat akan informasi mengenai bahaya iklim yang mengancam dan dampaknya terhadap fasilitas sanitasi juga menjadi penghambat. Fasilitas sanitasi yang terhambat ini dapat membuat warga menjadi stress serta tidak nyaman, serta dapat mengurangi ketersediaan air bersih sehingga sulit untuk menyiram kloset. Saat intensitas hujan yang tinggi, wilayah ini pun sering dilanda banjir yang menyebabkan toiletnya terendam, sulit mengakses toilet, tidak dapat menyiram toilet, maupun meluapnya tangki septik. Studi ISF-UTS, UI, dan UNICEF (2021) menyatakan bahwa walaupun sebagian besar sudah memiliki toilet pribadi, namun lebih dari 14% penduduk di Kabupaten Lombok Timur masih melakukan praktik BABS karena sarana sanitasi yang tidak berfungsi. Oleh karena itu, dibutuhkan desain toilet yang berketahanan iklim agar masyarakat tetap memiliki akses pada fasilitas sanitasi di musim hujan dan dapat dijadikan acuan oleh pemerintah dan masyarakat dalam membangun fasilitas sanitasi. Sebuah toilet tahan 1
267 Pengmas UI 2022 - DPPM Lombok Timur, NTB banjir sejatinya bukan merupakan inovasi baru. Pembangunan toilet ini pada dasarnya bisa dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan menggunakan barang-barang yang sudah tersedia di pasaran. Namun, kendala yang sering ditemui di lapangan adalah masyarakat belum mengetahui desain yang baik serta biaya pembangunan yang tentu lebih tinggi dari pembangunan toilet biasa. Bangunan toilet tahan banjir sendiri minimal memiliki tiga kriteria, yaitu mampu mencegah intrusi air pada saat banjir baik melalui pintu, tangki septik, maupun saluran pembuangan lantai, mampu mengalirkan air buangan di tengah kondisi banjir dalam batasan tertentu, dan memiliki sumber air yang dapat beroperasi ketika banjir. Untuk memenuhi kriteria diatas maka perlu ada penyesuaian dari beberapa bagian toilet yang akan digunakan. Pertama dari penggunaan tangki septik, tangki septik yang digunakan adalah tangki septik kedap sesuai dengan SNI 2398:2017. Toilet tahan banjir sebaiknya menggunakan biofil yang prefabricated terbuat dari material thermoplastic dan pipa ventilasi dibuat setinggi bangunan toilet untuk mencegah air masuk. Kedua, dari pembuatan saluran pembuangan lantai yang menggunakan saluran check valve sehingga tidak ada saluran balik. Kemudian saluran pipa menuju sumur resapannya berada di bawah sehingga pada kondisi normal tangki penampung akan kosong dan apabila terjadi banjir masih ada ruang untuk menampung air banjir tersebut. Terakhir dari penggunaan outlet tangki septik dan tampungan saluran pembuangan lantai yang menggunakan check valve yang tertutup otomatis pada saat banjir. Gambar 1. Pemaparan materi kepada warga Gambar 2. Proses pembangunan toilet tahan iklim Gambar 3. Toilet tahan iklim yang sudah selesai 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 268 Manggarai Barat, NTT MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR MANGGARAI BARAT MANGGARAI BARAT
269 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT
Pengmas UI 2022 - DPPM 270 Manggarai Barat, NTT FIK UI DAN PUSKESMAS WAE NAKENG BERSINERGI MENURUNKAN STIGMA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI MANGGARAI BARAT, NTT Herni Susanti, S.Kp., M.N., Ph.D Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bekerja sama dengan Puskesmas Wae Nakeng Masyarakat Lembor di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah bergabung dalam upaya untuk mengurangi stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang seringkali mendapatkan label negatif yang merusak dan menghambat proses pemulihan mereka. Data yang dikonfirmasi oleh penanggung jawab program kesehatan jiwa pada tanggal 21 November 2021 menunjukkan bahwa terdapat 342 penduduk yang mengalami gangguan jiwa berat/ psikosis berdasarkan hasil deteksi dini. Penanganan terhadap ODGJ seringkali terhambat oleh adanya stigma dan diskriminasi yang melekat pada mereka. Masyarakat seringkali memberikan stigma berupa pengucilan dan persepsi negatif terhadap ODGJ (Setiawati, 2021). Hal ini justru semakin mempersulit proses kesembuhan dan kesejahteraan hidup bagi ODGJ tersebut. Stigma dan diskriminasi yang mereka alami mencakup tindakan seperti pengasingan, penanganan yang tidak memadai, pengucilan, dan pengabaian dari keluarga dan masyarakat. Tidak hanya ODGJ yang mengalami stigma dan diskriminasi, tetapi anggota keluarganya juga terimbas oleh dampak negatif tersebut. Oleh karena itu, FIK UI dan Puskesmas Wae Nakeng berupaya mengatasi masalah ini melalui kegiatan 1
271 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT pengabdian masyarakat. Program ini dilaksanakan selama 29 September hingga 2 Oktober 2022 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tujuannya adalah mengurangi stigma dan dampaknya terhadap ODGJ, keluarga mereka, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Program ini mencakup tiga kegiatan utama yang dilaksanakan secara individu dan berkelompok sesuai dengan jumlah orang dan kebutuhannya. Kegiatan penyuluhan dan edukasi menjadi fokus utama untuk mengatasi stigma yang dihadapi oleh ODGJ dan keluarganya. Selain itu, pemberdayaan ODGJ juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi stigma. Dengan memberikan keterampilan dan dukungan yang diperlukan, diharapkan ODGJ dapat hidup mandiri dan mengurangi stigma yang mereka hadapi. Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan ODGJ dengan upaya menurunkan stigma, diskriminasi, dan memberikan dukungan mental. Melalui program ini, ODGJ diharapkan dapat mengembangkan kesiapan mental untuk menerima kondisi yang mereka alami. Selain itu, stigma negatif dan diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat diharapkan dapat berkurang. Untuk memastikan kelangsungan program, perawat setempat akan terlibat dalam memantau dan mendukung ODGJ beserta keluarganya. Program ini berhasil mengaet 50 peserta yang terdiri dari 15 ODGJ, 15 keluarga ODGJ, dan 20 masyarakat serta tokoh kunci dengan tujuan untuk mereduksi dan minimalisasi stigma negatif serta diskriminasi masyarakat terhadap ODGJ. Gambar 1. Kegiatan penyuluhan Gambar 2. Foto bersama dengan para peserta 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 272 Manggarai Barat, NTT UI INISIASI KOMODO CULTURE FESTIVAL DI PULAU KOMODO Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum. Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya menyelenggarakan culture festival di Pulau Komodo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur pada awal November 2022. Desa Komodo merupakan desa wisata di dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan. Namun, kegiatan kepariwisataan di desa ini tidak berkembang. Sudah cukup banyak intervensi yang dilakukan tetapi sayangnya intervensi ini belum menyentuh aspek budaya dan tradisi sebagai potensi yang menjadi ikon desa Komodo. Ini yang menyebabkan kegiatan kepariwisataan di desa Komodo belum berjalan dengan baik selama ini. Belum adanya paketpaket wisata yang ditawarkan, sehingga pada tahun 2020 Tim Pengmas berhasil menyusun paket-paket wisata tersebut. Program pengmas ini bertujuan untuk melanjutkan program pemasaran paket wisata yang sudah dibuat. Oleh karena persoalan itu, FIB UI melakukan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Bondan Kanumoyoso dengan menyelenggarakan event internasional untuk menarik para wisatawan. Event tersebut bertajuk Komodo Culture Festival. Rangkaian acara yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 3 sampai 5 November 2022 dengan berbagai kegiatan antara lain pertama.Upacara Ritual Persembahan untuk Leluhur Masyarakat Desa Komodo; kedua Ethnic Parade; ketiga Maritim Culture; keempat Bazar kuliner dan souvenir; dan kelima Live Music. 1 3 2
273 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT Ethnic Parade berisi berbagai seni tradisi masyarakat Komodo seperti, Tari Alugoro, Atraksi pencak silat, Tradisi Kolo kamba, & permainan tradisional. Sementara Maritime Culture berisi berbagai kegiatan dan lombalomba berbasis tradisi maritim seperti perahu layar, lomba perahu katinting, olahraga renang di laut, serta panitia juga berencana menyelenggarakan lomba foto bawah laut. Muhammad Sidik selaku ketua pelaksana acara, mengatakan festival ini juga akan diramaikan dengan pasar rakyat dimana wisatawan akan dapat menikmati aneka kuliner makanan khas Pulau Komodo dan berbagai souvenir asli Pulau Komodo. Sementara malam hari peserta atau wisatawan akan dapat menikmati alunan musik dengan beberapa penyanyi kenamaan dari Labuan Bajo sambil menikmati indahnya panorama pemandangan laut di malam hari dari bukit belakang desa Komodo dimana berbagai rangkaian kegiatan ini akan diselenggarakan. Puncak acara dalam kegiatan ini adalah ritual persembahan. Ada dua upacara ritual yang biasa dilakukan oleh warga Komodo yaitu upacara persembahan untuk satwa Komodo dan upacara persembahan kepada leluhur warga Komodo. Diharapkan Komodo Culture Festival dapat menjadi kegiatan tahunan sehingga dapat terus mempromosikan Desa Komodo sebagai Destinasi Wisata Budaya. Karena itu dalam penyelenggaraan kegiatan Festival ini, tim Pengmas UI akan melibatkan seluruh stakeholder kepariwisataan di kawasan Labuan Bajo, meliputi travel agensi, transportasi dan kapal pesiar, serta UMKM yang bergerak dalam bidang wisata. Gambar 1. Pelatihan pembuatan dekorasi dimana hasil dari dekorasi yang dibuat langsung digunakan untuk kegiatan festival. Gambar 2. Pementasan mayarkat Gambar 3. Prosesi upacara ritual adat Gambar 4. Foto bersama saat selesai acara 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 274 Manggarai Barat, NTT MELANGKAH MAJU DALAM PENANGGULANGAN KUSTA: PROGRAM PENGMAS UI BERSAMA RSU DAMIAN LEWOLEBA DI LEMBATA, NTT Dr. dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp.KFR(K) Kusta merupakan masalah kesehatan yang masih cukup tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan belum mencapai target pemberantasan kusta di Indonesia. Oleh karena itu, permasalahan kusta di NTT menjadi tantangan yang perlu diselesaikan guna mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s). Salah satu faktor penyebab tingginya kasus kusta di NTT adalah kurangnya kemampuan tenaga medis dalam melakukan deteksi dini, diagnosis yang tepat, dan rehabilitasi penderita kusta. Selain itu, tidak adanya dokter spesialis mata juga menyebabkan penderita kusta tidak mendapatkan penanganan yang komprehensif. Untuk mengatasi permasalahan ini, Universitas Indonesia melalui program pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran, menginisiasi upaya pemberantasan kusta dengan meningkatkan deteksi dini disabilitas pada penderita kusta. Jika kasus kusta tidak terdeteksi atau tidak diobati secara tepat waktu, penderita akan mengalami disabilitas tubuh permanen pada organ tangan, kaki, atau mata. Disabilitas tersebut kemudian berlanjut menjadi stigmatisasi dan diskriminasi terhadap pasien kusta, keluarga, dan lingkungannya dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RS St. Damian, Lembata, NTT pada bulan Juli 2022. Terdapat lima rangkaian kegiatan yang 1 2
275 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT dilaksanakan. Pertama, penyuluhan kepada pasien kusta, keluarga, dan masyarakat setempat mengenai edukasi penyakit kusta dan pemberantasan stigma. Kedua, pemeriksaan fisik, fungsi tangan, kaki, dan mata serta manajemen terapi pada penderita kusta. Ketiga, pelatihan kepada fisioterapis dan dokter umum. Keempat, pemeriksaan dan pelatihan penggunaan modalitas USG Saraf Tepi untuk dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR). Terakhir, pemeriksaan swab mukosa hidung dan slit skin smear sebagai modalitas diagnosis kusta. Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 144 pasien. Tujuan utama dari program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan temuan kasus baru penderita kusta sehingga dapat ditangani dengan segera dan tuntas. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian angka pemberantasan kusta sesuai dengan indikator yang ditargetkan. Dengan adanya upaya ini, diharapkan angka kasus baru kusta pada anak-anak di NTT dapat menurun secara signifikan. Gambar 1. Cek kesehatan peserta Gambar 2. Pemeriksaan Kesehatan dan Penunjang yang dilakukan oleh dokter spesialis Gambar 3. Penyuluhan mengenai penyakit kusta kepada pasien Gambar 4. Penyerahan buku saku 43
Pengmas UI 2022 - DPPM 276 Manggarai Barat, NTT MEMBANGUN BUDAYA KESELAMATAN KERJA DI LABUAN BAJO: KOLABORASI ANTARA AKADEMISI DAN UMKM LOKAL DALAM MENYAMBUT G20 Dr. Rahmi Setiawati, S.Sos, M.Si Labuan Bajo, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia, sedang berada di tengah persiapan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Dalam proses ini, berbagai tantangan muncul, salah satunya adalah peningkatan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area wisata. Sebagai destinasi wisata super premium, Labuan Bajo memiliki potensi besar dalam industri pariwisata. Namun, untuk memanfaatkan potensi ini sepenuhnya, perlu ada peningkatan dalam aspek K3. Dalam hal ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting, terutama dalam pengelolaan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta). Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM pengelola Sarhunta adalah kurangnya pengetahuan dan penerapan standar K3. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan lingkungan dan sampah, hingga pelayanan tamu dan infrastruktur pendukung. Selain itu, masih ada kekurangan dalam aspek budaya keselamatan K3, baik di antara pelaku usaha maupun wisatawan lokal. Untuk mengatasi tantangan ini, dosen dari Universitas Indonesia telah berkolaborasi dengan UMKM lokal dan berbagai entitas pemerintah dan swasta. Mereka telah merancang dan melaksanakan program pelatihan dan pendampingan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam K3. Program ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari identifikasi potensi dan hambatan, pendampingan dan pelatihan K3, hingga uji operasi dan penerapan Sistem Informasi K3. Melalui program ini, diharapkan UMKM pengelola Sarhunta dapat meningkatkan standar K3 mereka, sehingga dapat mendukung suksesnya Labuan Bajo sebagai tuan rumah event G20. Dengan demikian, melalui kolaborasi antara dosen, UMKM, dan entitas pemerintah dan swasta, Labuan Bajo berupaya untuk tidak hanya menjadi destinasi wisata utama, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan standar K3 di sektor pariwisata. Program ini diharapkan dapat 1
277 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT membantu mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam konteks kesehatan dan kesejahteraan, kota dan komunitas berkelanjutan, serta ekosistem darat. Gambar 1. Sosilisasi Sadar Wisata dan SAPTA PESONA Gambar 2. Kegiatan pelatihan 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 278 Manggarai Barat, NTT MEMBANGUN KEBIASAAN MERAWAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT: KOLABORASI FKG UI DAN GURU SD DI DESA GOLO MBU drg. Erik Idrus, Ph.D. Kepedulian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut tercermin dalam upaya pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus utama dari program ini adalah memberikan penyuluhan mengenai pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut kepada anak-anak usia sekolah, khususnya dalam hal teknik menyikat gigi yang benar dan pencegahan karies gigi. Karies gigi menjadi salah satu masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Di Kabupaten Manggarai Barat, proporsi masalah gigi dan mulut mencapai 67,79%-73,95%, namun hanya sekitar 7,2% dari populasi yang menerima perawatan gigi. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan perawatan gigi dan ketersediaan layanan yang diberikan. Program pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia melibatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta pemberian aplikasi topikal fluor. Aplikasi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Selain itu, guru-guru setempat turut membimbing para murid sekolah dasar dalam menjalankan praktik menyikat gigi yang benar, 1 2
279 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT dengan didampingi oleh mahasiswa dan staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Acara ini diselenggarakan dengan suasana yang meriah, dihadirkan panggung boneka, permainan, dan kegiatan bernyanyi bersama. Semua kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut yang disampaikan secara interaktif oleh dokter gigi dan tenaga pengajar. Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut disampaikan dengan cara yang menarik agar pesan tersebut lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Program ini dilakukan secara berkelanjutan dan berkala, sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kondisi kesehatan gigi dan mulut para siswa. Selain memberikan peningkatan pengetahuan kepada 100 siswa, sebanyak 10-15 orang guru juga mendapatkan peningkatan pengetahuan dalam hal pengawasan perkembangan kesehatan gigi dan mulut siswa. Dengan demikian, pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat ditransfer dari dokter gigi ke guru-guru SD, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin oleh guru-guru di masa yang akan datang. Gambar 1. Panggung boneka dan games bermuatan edukasi kesehatan gigi dan mulut Gambar 2. Pelaksanaan sikat gigi bersama dipandu guru
Pengmas UI 2022 - DPPM 280 Manggarai Barat, NTT MEMERANGI TUBERKULOSIS DENGAN TEKNOLOGI DIGITAL: PENGABDIAN MASYARAKAT FIK UI MELALUI APLIKASI MENU STOP TB DI PUSKESMAS PACAR, KAB. MANGGARAI BARAT, NTT Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N. Tim Pengabdi FIK UI berencana melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader melalui Pemanfaatan Teknologi Digital “Aplikasi Menu STOP TB” dalam Meningkatkan Penemuan Kasus Tuberkulosis di Kab. Manggarai Barat, NTT. Tuberkulosis atau yang sering disebut dengan TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang penularannya dapat melalui percikan ludah atau dahak yang yang dikeluarkan ketika penderita TBC batuk atau bersin (WHO, 2021). Sampai saat ini, TBC masih menjadi masalah serius yang butuh penanganan bersama dalam mengendalikan penyebarannya. Hal ini disebabkan karena TB menjadi salah satu dari 10 penyakit penyebab kematian di dunia. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi dengan angka kejadian TB Paru yang masih menjadi masalah yang cukup serius untuk dikendalikan. Pada tahun 2018, Provinsi NTT melaporkan jumlah kasus Tuberkulosis sebanyak 6583 kasus, mengalami 1 23
281 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT kenaikan hampir 100% dari tahun sebelumnya dimana pada Tahun 2017 kasus TB sebanyak 3 670 kasus (Kemenkes RI, 2020). Pengabdian ini dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat karena merupakan kabupaten di provinsi NTT yang masuk ke dalam 10 besar penyumbang angka kasus TB di NTT. Dan akan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari PJ Program TB Puskesmas, kader kesehatan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Gambar 1. Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Mendukung Penanganan TB Gambar 2. Sesi diskusi Gambar 3. Sesi tanya jawab
Pengmas UI 2022 - DPPM 282 Manggarai Barat, NTT MEMPERKUAT PERAN IBU DAN GURU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI ANAK: INISIATIF BARU DI DESA LEMBOR SELATAN, MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D., PBO. Desa Lembor Selatan, yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah menjadi pusat inisiatif baru yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan gigi anakanak. Program ini, yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia, berfokus pada peningkatan keterampilan ibu-ibu dan guru dalam memotivasi anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi mereka. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari kesejahteraan keseluruhan anak-anak. Namun, prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia cukup tinggi, dengan sekitar 80% populasi mengalami masalah ini. Khususnya, karies gigi adalah masalah yang umum terjadi, dengan prevalensi karies pada anak-anak mencapai 26,1%. Untuk mengatasi masalah ini, program ini melibatkan serangkaian pendekatan, termasuk pemeriksaan gigi dan mulut balita, pelatihan cara menyikat gigi yang benar kepada ibu-ibu dan guru, serta melibatkan mereka dalam memantau anak-anak menyikat gigi di rumah dan di Posyandu. Selain itu, program ini juga melibatkan pemberian bahan penghenti aktivitas karies gigi pada gigi anak yang berlubang dengan Propolis fluoride. Program ini telah dilaksanakan di Desa Lembor Selatan dan telah melibatkan ibu-ibu 1
283 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT dan guru dari berbagai latar belakang. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak, serta memotivasi anakanak untuk menjaga kesehatan gigi mereka. Dengan demikian, melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia dan komunitas Desa Lembor Selatan, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak-anak di daerah ini. Program ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, serta pembangunan komunitas yang berkelanjutan. Gambar 1. Pembukaan acara sosialisasi Gambar 2. Anak-anak sedang praktik menyikat gigi Gambar 3. Penyampain materi kepada anak-ank, Guru dan Kader Posyandu Gambar 4. Buku panduan 23 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 284 Manggarai Barat, NTT MENGUBAH NASIB INDUSTRI MIKRO DI DESA BARI: INISIATIF PEMBERDAYAAN DARI UNIVERSITAS INDONESIA Diah Kartini Lasman, M.Hum Universitas Indonesia (UI) telah meluncurkan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada industri mikro di Desa Bari, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini dirancang untuk membantu masyarakat setempat dalam memasarkan produk mereka secara efektif dan berkelanjutan. Desa Bari, yang terletak di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, adalah rumah bagi beberapa produk unggulan lokal. Produk-produk ini termasuk Minyak Kelapa (VCO), Keripik Pisang, dan Dodol Kopi. Meskipun produk ini berkualitas tinggi dan memenuhi standar SDG, mereka menghadapi tantangan dalam pemasaran dan publikasi. UI, melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), telah meluncurkan dua program utama untuk membantu masyarakat Desa Bari. Program ini adalah Pendampingan Pemasaran bagi Industri Mikro Ramah Lingkungan dan Pendampingan Pembuatan Konten Digital bagi Industri Mikro Ramah Lingkungan. Kedua program ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Bari dalam memasarkan produk mereka secara efektif dan berkelanjutan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Bari adalah keterbatasan akses ke informasi dan pengetahuan tentang pemasaran dan publikasi. Selain itu, mereka juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan sertifikat penyuluhan pangan, yang diperlukan untuk mengajukan Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Untuk mengatasi tantangan ini, Tim Pengmas FIB UI telah 1
285 Pengmas UI 2022 - DPPM Manggarai Barat, NTT berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Labuan Bajo. Melalui kolaborasi ini, dua produsen dari Desa Bari telah dapat mengikuti sertifikasi dan saat ini sedang dalam proses pengajuan berkasberkas PIRT. Selain itu, UI juga telah meluncurkan program pelatihan pemasaran digital untuk industri mikro di Desa Bari. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memasarkan produk mereka secara online. Ini termasuk teknik fotografi, copywriting, dan pembuatan konten digital yang menarik. Pelatihan ini diikuti oleh 30 ibu-ibu pelaku UMKM Desa Bari. Diharapkan, melalui program-program ini, produk unggulan Desa Bari dapat bersaing di pasar lokal dan regional. Selain itu, dengan peningkatan kapasitas pemasaran dan publikasi, diharapkan juga dapat membantu dalam mengurangi kesenjangan antara desa dan kota, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bari. Dengan demikian, inisiatif ini oleh Universitas Indonesia menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan industri mikro di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Gambar 1. Sesi pelatihan pengemasan produk Gambar 2. Hasil akhir pengemasan Gambar 3. Pembuatan konten digital 3 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 286 Manggarai Barat, NTT MENGUBAH WAJAH LABUAN BAJO: UPAYA UNIVERSITAS INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI SARANA HUNIAN PARIWISATA Dr. Robiana Modjo, S.K.M., M.Kes Labuan Bajo, sebuah permata tersembunyi di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, telah menjadi pusat perhatian dunia. Dikenal sebagai destinasi wisata super premium, Labuan Bajo telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru”. Namun, di balik pesona alamnya, Labuan Bajo menghadapi tantangan dalam meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pariwisatanya. Universitas Indonesia, sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka di negara ini, telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah ini. Melalui program yang dirancang khusus, universitas ini berusaha meningkatkan literasi K3 di antara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengelola Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Labuan Bajo. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama melibatkan identifikasi potensi dan hambatan dalam pelaksanaan K3. Tim dari Universitas Indonesia, bekerja sama dengan UMKM pengelola Sarhunta dan Dinas Pariwisata Pemkab Manggarai Barat, melakukan identifikasi ini melalui rapat koordinasi, FGD online, dan verifikasi lapangan. Tahap kedua adalah pendampingan dan pelatihan K3. Tim pengusul, bersama mitra dari UMKM pengelola Sarhunta dan Dinas 1 2