The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dalam buku ini, kami jabarkan beberapa program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adnan Kurniawan, 2023-11-28 21:49:05

Buku Profil Pengmas UI 2022

Dalam buku ini, kami jabarkan beberapa program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)

337 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali program lansia, yang menjadi program prioritas oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Depok. Serta, belum tercapainya angka literasi lansia sebesar 100%, dan masih rendahnya SPM kesehatan lansia sebesar 74%. Solusi pemecahan masalah tersebut, ialah membuka kelas lansia sebagai bentuk implementasi pendidikan berkelanjutan bagi lansia menuju lansia SMART. Pada September 2022 ini, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pusat Kajian Kelanjutusiaan/Centre for Ageing Studies Universitas Indonesia (CAS UI) melaksanakan kelas lansia di Kelurahan Mampang, dengan sasaran peserta yang berbeda dengan peserta kelas lansia tingkat kecamatan, 2020 lalu. “Kelas lansia kelurahan diikuti oleh 10 siswa baru selama 4 minggu,” ujar ketua tim pengabdian CAS UI, Dr. Fatmah kepada Radar Depok, 6 Juli 2022. Sasaran target adalah 10 anggota pokja lansia per kelas untuk dididik menjadi instruktur baru. Beberapa topik pengajaran yang akan diberikan adalah teknologi digital bagi lansia, gizi lansia, penyakit dementia dan Alzheimer, dan aktivitas kebugaran fisik lansia. Pendampingan teknis melalui monitoring evaluasi akan diberikan oleh tim pengabdi masyarakat CAS UI melalui kunjungan ke kelas lansia di Kelurahan Mampang selama sebulan. Tujuannya, terang Fatmah, untuk memantau proses pengajaran instruktur dalam kelas dan mengamati hambatan dan masalah lapangan yang dihadapi. Ia menuturkan, Kecamatan Pancoran Mas dengan penduduk lansia cukup besar (7,7% dari total penduduk), adalah satu-satunya kecamatan di Depok yang telah memiliki kelas lansia. Sebuah kelas lansia tingkat kecamatan telah berlangsung sebanyak 12 kali yang dihadiri oleh 12 siswa anggota dan pengurus pokja lansia enam kelurahan (Pancoran Mas, Depok, Depok Jaya, Rangkapan Jaya, Mampang, Rangkapan Jaya, dan Rangkapan Jaya Baru). Gambar 1. Penyampaian materi kelas lansia tingkat kelurahan sebanyak 1 kelas Gambar 2. Para peserta mengerjakan test Gambar 3. Sesi tanya jawab 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 338 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali FKM UI BERDAYAKAN ANAK SD DAN IBU RUMAH TANGGA DI KOTA DEPOK MENJADI PEMANTAU JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI Dr. Budi Hartono S.Si. MKM Data Profil Kesehatan Kota Depok tahun 2019 menyebutkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) menempati urutan pertama dari sepuluh jenis penyakit pasien yang dirawat di Rumah Sakit Kota Depok, yaitu sebanyak 9.763 kunjungan. Pada tahun 2021 tercatat kasus DBD di Kota Depok sebanyak 309 kasus per November 2021, dan hingga Maret 2022 tercatat sebanyak 601 kasus DBD di Kota Depok. Mengacu pada kondisi di atas maka Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) merasa perlu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kota Depok, khususnya di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya dalam melakukan salah satu upaya pencegahan dini penyebaran penyakit DBD melalui intervensi di tingkat siklus hidup vektor DBD yaitu pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti, melalui pemberdayaan anak usia sekolah dasar dan ibu rumah tangga. Program yang diangkat oleh tim FKM UI ini berjudul “Pemberdayaan Anak Usia Sekolah Dasar dan Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Tirtajaya Kota Depok sebagai Pemantau Jentik Nyamuk Aedes Aegypti dalam Mengantisipasi Terjadinya KLB DBD di Kota Depok Tahun 2022”. Program ini digarap dalam kurun waktu 10 bulan, mulai Januari hingga Oktober 2022. Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 36 orang yang terdiri dari 21 siswa/i SD dan 15 ibu rumah tangga. Dalam program ini, tim pengabdi membaginya menjadi 4 kegiatan. Kegiatan pertama, yaitu dengan memberikan pengetahuan terhadap mitra sasaran yang mewakili 4 RW di Kelurahan Tirtajaya. Pengetahuan yang diberikan kepada warga adalah mengenai pencegahan munculnya jentik dengan menerapkan 3M plus, penyebab penyakit DBD, ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti, siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti, perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, ciri-ciri penyakit DBD, dan cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit DBD. Dari materi tersebut, bertujuan agar warga dapat memantau jentik di lingkungan sekolah dan rumah. Dalam mendukung pemantauan jentik, para warga diberikan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) kit yang terdiri dari senter, filter, kantong plastik bening, stiker PSN kit, materi pelatihan. Kegiatan kedua adalah pengisian lembar PSN, lembar PSN dibagikan 2


339 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali kepada warga juru pemantau jentik untuk melakukan pengisian ketika melakukan pemeriksaan jentik di lingkungan rumah. Pada lembar PSN berisi tanggal pengamatan dan jenis/ tempat penampungan air. Tanggal pengamatan diisi sesuai dengan waktu saat melakukan pengamatan. Pada bagian jenis/tempat penampungan air terdapat masing-masing 2 baris. Pada lembar berisi beberapa jenis/ tempat penampungan air yang dicantumkan, jika ditemukan tempat penampungan air pada lokasi pengamatan, maka baris pertama diberi tanda “√”. Sedangkan bila tidak ditemukan tempat penampungan air yang disebutkan, Kader Jumantik menuliskan tanda “X”. Baris kedua menyatakan ada tidaknya jentik. Bila terdapat jentik, ditulis “pos” yang artinya positif, sedangkan bila tidak terdapat jentik ditulis “0” (nol). Kegiatan ketiga adalah warga juru pemantau jentik akan melakukan tugasnya sebagai Kader Jumantik dengan memeriksa tempattempat perindukan jentik seperti toilet, genangan air, barang yang sudah tidak terpakai di sekitar sekolah dan rumah warga. Warga Juru pemantau jentik juga diberi senter untuk melihat keberadaan jentik dan membawa lembar PSN. Kegiatan keempat adalah memasukkan informasi dari lembar PSN ke sistem online yang sudah didesain oleh tim pengabdi. Sistem online ini dapat diakses di smartphone / komputer dan langsung terhubung dengan sistem yang disebut Bank Jentik. Bank jentik merupakan sistem penyimpanan data atau informasi tentang jumlah jentik yang didapat warga pemantau jentik setiap harinya, dan dilaporkan setiap 2 kali dalam satu bulan. Memasukkan data dari lembar PSN jentik dilakukan oleh RW dan kader yang menjadi pendamping dari warga yang menjadi juru jentik. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Jumantik Murid SD (Jumantik Cilik) Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Jumantik Ibu Rumah Tangga (Jumantik Cantik) 1


Pengmas UI 2022 - DPPM 340 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali FKM UI LAKUKAN KOLABORASI BERSAMA PROFESIONAL KESEHATAN JIWA UNTUK MENCEGAH BUNUH DIRI PADA REMAJA Prof. Dr. dr. Sabarinah, M.Sc. Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan kesehatan fisik dan mental menuju masa dewasa, dan status kesehatan remaja berdampak besar pada kehidupan selanjutnya. Memberikan intervensi yang tepat untuk remaja berisiko akan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan dan meningkatkan peluang mereka untuk memiliki hidup yang panjang, sehat, dan produktif. Kesehatan Mental sendiri merupakan salah satu target 3.4 dari SDGs yang menyatakan bahwa pada tahun 2030, mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Di Depok sendiri kita mendengar beberapa kali percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar. Di Jakarta, terdapat 5% pelajar yang memiliki ide untuk bunuh diri pada satu bulan terakhir dan 71,6% pelajar mengalami depresi (1,2% depresi sangat berat, 5,4% depresi berat, 17,7% depresi sedang, dan 43,6% depresi ringan). Pelajar yang terdeteksi berisiko bunuh diri memiliki risiko 5,39 kali lebih besar untuk mempunyai ide bunuh diri dibandingkan pelajar yang tidak terdeteksi berisiko bunuh diri. Sementara pelajar di Kota Depok ditemukan 71% diantaranya mengalami depresi yang juga berisiko melakukan tindakan bunuh diri. Terlebih pada saat pandemic COVID-19 ini telah menjadi masalah tersendiri bagi kesehatan mental remaja selama pembelajaran daring. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa faktor dan tantangan selama pembelajaran. Kondisi inilah yang mengakibatkan timbulnya konflik batin dan tekanan yang dirasakan para remaja sehingga mengganggu kesehatan mental mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan kolaborasi dengan kalangan 1


341 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali Profesional Kesehatan Jiwa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Jakarta Raya. Program yang dilaksanakan mulai Juni hingga Desember ini, menarget mahasiswa/i tingkat satu Universitas Indonesia sebagai penerima manfaat. Kolaborasi antara FKM UI dengan kalangan profesional dilakukan mulai dari pencarian ide dan solusi, pengambangan aplikasi SePI, hingga fiksasi penggunaan aplikasi SePI. Aplikasi SePI ini merupakan hasil disertasi dari Dr, dr. Nova Riyanti Yusuf SpKJ., di FKM UI yang dibuat untuk melakukan assessmen faktor risiko bunuh diri pada remaja. Program ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi SePI berbasis android sebagai bahan edukasi, early warning system, dan follow up terkait kesehatan jiwa serta faktor risiko bunuh diri. Aplikasi ini menggabungkan beberapa pertanyaan, yaitu instrumen PHQ9 remaja, instrumen ketahanan jiwa remaja, dan instrumen stresor psikososial untuk mengetahui remaja yang mempunyai faktor tinggi ide bunuh diri sekaligus mengetahui remaja yang bergejala bunuh diri kemudian akan dapat di follow up oleh profesional. Gambar 1. Sosialisasi aplikasi sepi Gambar 2. Narasumber dalam kegiatan Gambar 3. Tampilan awal aplikasi Sepi 3 2


Pengmas UI 2022 - DPPM 342 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali GOW DAN TIM FMIPA UI MAKSIMALKAN KEBUN PENGUJIAN DAN PERCONTOHAN EDUKASI BUDIDAYA ORGANIK TANAMAN BUAH DAN SAYURAN Dr.rer.nat. Mufti P. Patria, M.Sc. Meningkatnya kesadaran dan perilaku masyarakat akan bahaya penggunaan bahan kimia sintetik dalam pertanian mendorong masyarakat untuk selektif memilih makanan yang akan dikonsumsi. Konsumen maupun produsen akan memilih produk alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sehingga hal ini mendorong meningkatnya permintaan produk organik. Tingginya permintaan produk organik mempengaruhi sistem pertanian yang dilakukan oleh petani atau masyarakat dari cara lama yang mengandalkan pupuk sintetik ke cara baru menggunakan bahan organik (pertanian organik). Pertanian organik adalah sistem pertanian menyeluruh yang mendukung dan mempercepat biodiversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah. Produk organik yang dihasilkan, proses penyimpanan, pengolahan, pasca panen dan pemasaran harus disertifikasi dan sesuai standar yang ditetapkan oleh badan standardisasi (IFOAM, 2008). Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Depok bersama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan giat pemodelan pengelolaan sampah di laboratorium Parangtopo FMIPA UI, Kota Depok pada Kamis, 24 November 2022. Ketua GOW Kota Depok, Hj. Asri Mulyanita menyebutkan, kegiatan kunjungan ini merupakan pelatihan pengolahan sampah hingga bisa menjadi pupuk cair dan kompos di FMIPA UI. Pupuk organik dapat dihasilkan dari sampahsampah organik yang dapat diperoleh dari lingkungan sekitar. Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah organik seperti penggunaan biodigester dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah. Pengolahan sampah untuk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik memerlukan sistem terpadu yang dapat mengatasi melimpahnya sampah organik serta menjadikannya suatu produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Tujuan dari program ini sendiri adalah untuk memaksimalkan pemanfaatan pupuk organik hasil pemrosesan 1


343 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali biodigester untuk budidaya tanaman sayur dan buah dengan membuat kebun percobaan dan menguji pupuk hasil biodigester. Hal ini didorong dengan melakukan sosialisasi ke mahasiswa dan masyarakat sehingga peserta dapat memanfaatkan pupuk organik hasil biokonversi dan mengembangkan budidaya organik. Asri Mulyanita menuturkan, bahwa kegiatan ini juga sebagai field trip dalam rangka melihat langsung dan memanfaatkan edukasi dari tim ahli para dosen FMIPA. Program ini akan berkelanjutan, agar dalam pengolahan limbah ibu-ibu mendapatkan pendampingan dari akademisi dan jadi semakin bertambah kreativitas dalam pengelolaannya. “Perempuan salah satu pemasok penghasil sampah. Jadi, harus segera diberikan kesadaran terus mengedukasi, karena sampah bisa menjadi peluang menambah nilai ekonomi,” ucap Asri Mulyanita. Program ini merupakan bentuk pemanfaatan pupuk dari hasil biodigester sampah organik dengan memanfaatkan sisa hasil penguraian baik dalam bentuk padat dan cair. Pupuk organik yang dihasilkan akan dimanfaatkan dan digunakan di kebun percontohan di laboratorium Parangtopo dan selanjutnya akan menjadi bahan edukasi serta didistribusikan ke masyarakat sekitar dan di lingkungan UI sendiri . Gambar 1. Mesin pencacah sampah organik dan biodigester UI-PE waste to energy project Gambar 2. Kunjungan dari masyarakat terkait model pengolahan sampah organik 2


Pengmas UI 2022 - DPPM 344 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali IDENTIFIKASI INDEKS KEMATANGAN TATA KELOLA UI MENUJU KOMUNITAS BERKELANJUTAN OLEH TIM PENGMAS FIB UI Dr. Ike Iswary Lawanda Dr. Ike Iswary Lawanda bersama dengan Tim Pengabdian Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), bekerja sama dengan Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) melakukan program “Indeks Kematangan Tata Kelola Universitas Indonesia menuju Komunitas yang Berkelanjutan”. Program ini dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2022 dengan penerima manfaat sebanyak 14 orang yang terdiri dari 11 orang dari Universitas Indonesia dan 3 orang lagi luar. Program ini dimulai dengan mengidentifikasi teknologi informasi yang tersedia dan pemenuhan kebutuhannya, dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi. Dari rangkaian kegiatan tersebut, tim pengabdi mendapatkan kesimpulan bahwa indeks tata kelola memberikan kemudahan dalam hal pencarian dan menemukan kembali hambatan dalam implementasi tata kelola. Dalam Rencana Strategis UI 2020-2024 tertera pernyataan bahwa dalam penerapan tata kelola UI, sejumlah hal masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi, tentunya tantangan tersebut perlu diindikasi menggunakan suatu parameter tertentu. Sejumlah parameter mengakses tata kelola tersedia namun program ini tim pengabdi berfokus pada tantangan mengenai manajemen rekod atau informasi sebagai konten tata kelola. Tim pengabdi menyadari bahwa indikator ini belum diketahui, padahal indikator ini bisa memberikan makna lebih bagi komunitas. Tim pengabdi bersama administrator tata kelola UI dan 10 operator melakukan persiapan pengembangan dan penyesuaian indeks untuk kebutuhan rekod substantif atau vital UI, lalu diidentifikasi yang berlangsung sepanjang hingga setelah berakhirnya program. Dari hasil tugas akhir tersebut didapatkan bahwa indeks tata kelola memberikan kemudahan dalam hal pencarian dan 1


345 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali temu-kembali hambatan dalam implementasi tata kelola. Titik temu yang beragam juga disediakan memudahkan penelusuran informasi sesuai dengan kategori atau subjek yang diinginkan. Indeks kematangan menunjukkan hubungan relasi antar-dokumen dengan tata kelola sehingga dapat menjelaskan unsur tata kelola secara kontekstual dan komprehensif. Tim pengabdi berharap keberlanjutan tata kelola UI perlu terus dipertahankan, setelah program ini selesai. Sebab Universitas Indonesia sebagai bagian dari Kota Depok berperan aktif dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan dengan menjalankan tugas dan fungsi bergantung pada rekod organisasi. Dalam menjalankan tata kelola, UI juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat. Tata kelola UI melalui rekod vital digital harus menjadi layanan pengguna dan sekaligus rasa memiliki oleh pengguna melalui transparansi, akuntabilitas dan andal. Strategi keberlanjutan program PPM pengabdian kepada masyarakat indikator kematangan tata kelola UI selaras dengan sasaran program SDGs sustainable cities and communities. Indeks kematangan tata kelola UI mendukung, mengendalikan, mengamankan, menjaga tujuan tata kelola dan terpenting menjaga kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan mitra. Tata kelola UI membutuhkan strategi yang jitu dengan pengelolaan rekod secara terkendali bagi pengguna yang memiliki otoritas dan dapat dipercaya. Akses terbuka sudah dilengkapi dengan kendali menggunakan klasifikasi akses. Strategi keberkelanjutan program ini mendukung program pemerintah SDGs sustainable cities and communities, sudah disampaikan kepada administrator bahwa tim pengabdi dapat menjadi tempat berkonsultasi mengenai indeks kematangan tata kelola. Gambar 1. Kegiatan FGD secara daring Gambar 2. Foto bersama dengan pihak terkait 2


Pengmas UI 2022 - DPPM 346 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali WISATA EDUKASI SAMPAH MENJADI ENERGI UNTUK SISWA/I MI TAUFIQURRAHMAN II DEPOK DI LABORATORIUM PARANGTOPO FMIPA Dr. Cindy Rianti Priadi, S.T, M.Sc Sampah menjadi salah satu permasalahan paling penting yang harus dihadapi masyarakat dan pemerintah. Permasalahan sampah dapat mengganggu ketertiban umum, menyebabkan pencemaran, dan menimbulkan wabah penyakit. Penerapan pola kumpul-angkut-buang saja tidak menghasilkan pengelolaan sampah secara efisien karena sampah tidak akan terangkut seluruhnya. Selain itu, kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah mengakibatkan semua jenis sampah hanya dibuang ke lingkungan. Padahal dengan pengelolaan sampah secara baik dan benar dapat menjadikan sampah sebagai barang yang berguna dan mempunyai nilai tambah. Oleh karena itu, kesadaran dalam pemilahan sampah dan menerapkan program 3R (reuse, reduce, recycle) secara mandiri perlu ditingkatkan. Kesadaran akan pengelolaan sampah harus dipupuk sejak dini agar menciptakan generasi yang peduli akan lingkungan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menyediakan muatan pengelolaan sampah dalam kurikulum prototipe untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) agar mendukung pengembangan karakter peserta didik. Akan tetapi, implementasi kurikulum tersebut di sekolah belum maksimal akibat hanya menjadi pilihan bagi satuan pendidikan yang berminat. Kegiatan wisata edukasi ini diterapkan bagi siswa yang memiliki muatan pembelajaran mengenai pengelolaan sampah atau kelestarian alam untuk siswa/i Sekolah Dasar (SD). Adapun tema tersebut telah disesuaikan dengan buku ajar sekolah yang digunakan setiap hari sehingga dapat mendukung pembelajaran siswa. Adapun, pada program wisata edukasi ini jumlah siswa yang diundang sebanyak 60 siswa, yaitu kelas IV dan kelas V Sekolah Dasar dari MI Taufiqurrahman II. Kegiatan wisata edukasi dilakukan pada dua lokasi berbeda, yaitu di Laboratorium Parangtopo FMIPA dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI). Kegiatan pertama dilakukan di FT UI dalam rangka memberikan materi mengenai jenis-jenis sampah, pengelolaan sampah, dan materi mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dimiliki oleh Tropical Renewable Energy Center Universitas Indonesia (TREC UI). Adapun materi mengenai jenis-jenis sampah dan pengelolaannya disampaikan menggunakan buku ajar “Sampahku Tanggung Jawabku”. Pengenalan jenis-jenis sampah dilakukan dengan menggunakan kartu yang telah disediakan oleh panitia, sedangkan materi


347 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali pengelolaan sampah menggunakan metode bernyanyi bersama. Adapun pengelolaan sampah yang diperkenalkan kepada siswa, yaitu adalah Reduce, Reuse, Recycle. Kegiatan kedua dilakukan di pinggir Danau Mahoni dengan tujuan untuk mengenalkan salah satu teknologi yang dapat menghasilkan energi listrik dari sinar matahari (PLTS). Kegiatan ini berlangsung hanya 20 – 30 menit karena hanya bertujuan sebagai tambahan pembelajaran untuk memberikan diversifikasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Kegiatan ketiga atau kegiatan terakhir dilakukan di Laboratorium Parangtopo FMIPA UI untuk memperkenalkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menggunakan metode anaerobik digester. Di lokasi ini, siswa diajak untuk berinteraksi secara langsung mengenai cara untuk menggunakan teknologi anaerobik digester hingga menghasilkan biogas dan dimanfaatkan sebagai sumber utama energi listrik. Melalui pembelajaran interaktif oleh tim pengabdi, mitra diajarkan tentang karakteristik sampah yang dapat diolah melalui teknologi anaerobik digester dan melihat seluruh rangkaian proses pengolahan. Proses perubahan sampah organik menjadi biogas akan dijelaskan dengan ringan agar mitra, agar siswa mudah memahami. Selanjutnya melalui pembelajaran interaktif ini mitra tidak hanya melihat dan mendengar, melainkan dilibatkan untuk dapat aktif. Dengan demikian, proses belajar berbasis proyek pengolahan sampah terlaksana dengan efisien. Gambar 1. Pemaparan Materi di Ruang Kelas FTUI Gambar 2. Salah Satu Siswa Mencoba Memasukkan Sampah Organik ke Dalam Anaeobic Digester Gambar 3. Siswa Menggunakan Sekop


Pengmas UI 2022 - DPPM 348 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali DOSEN VOKASI UI BERI TIPS AGAR MASYARAKAT TIDAK TERJEBAK PINJOL ILEGAL DAN BISA MENGATUR KEUANGAN DENGAN BAIK. Mila Viendyasari, S.Sos.,M.Si. Universitas Indonesia melalui tim pengabdian masyarakat Vokasi UI yang diketuai oleh Mila Viendyasari, S.Sos.,M.Si., memberikan edukasi literasi keuangan keluarga. Kegiatan ini dilakukan karena adanya kekhawatiran akan apa yang terjadi di masyarakat. Sejak adanya pandemi covid-19 sistem pembayaran menjadi beragam dan banyak jenisnya. Banyak muncul aplikasi-aplikasi baru untuk mempermudah transaksi keuangan. Kemajuan teknologi dibarengi dengan kemunduran ekonomi akibat dampak dari pandemi, mengakibatkan banyak masyarakat kekurangan sehingga mudah teriming-imingi pinjaman cepat dan juga investasi bodong. Bukan hanya itu saja, sejak pandemi covid-19 berbelanja dengan media online jauh lebih mudah, namun kemudahan itu juga dibarengi juga dengan banyaknya masyarakat yang tertipu saat berbelanja secara online. Oleh karena itu persoalan itu Universitas Indonesia memberikan edukasi Pendidikan Literasi Keuangan Perempuan dan Membangun Stabilitas Keluarga dan Bangsa. Kegiatan yang dilakukan secara online ini dihadiri oleh 80 peserta. “Mengapa harus memiliki literasi keuangan yang baik adalah karena dengan adanya penghasilan tambahan yang lain kita dapat menyiapkan kebutuhan di masa depan dengan lebih terjamin, selain itu bisa mencoba dengan memulai belajar investasi, baik crypto atau threading. Semakin tinggi keuntungan semakin tinggi juga risiko.” Penjelasan Mila Viendyasari selaku ketua program saat sesi pemaparan via zoom. Kegiatan ini tentunya memberikan solusi yang bisa diterapkan oleh masyarakat dalam pengelolaan keuangan setiap harinya. Solusi yang diberikan seperti menyarankan masyarakat menggunakan marvy plan yaitu metode budget best practice yang paling pas untuk orang Indonesia. Metode tersebut merupakan gabungan dari metode kakeibo dari Jepang dan metode 50:30:20 dari Amerika dengan zero 1


349 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali budget metode. Sebagai penutup dari kegiatan tersebut, dosen Vokasi UI memberikan tips agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh pinjaman-pinjaman online ilegal agar dapat terhindar dari permasalahan bunga dari pinjaman yang semakin tinggi. “Adapun tips menghindari pinjaman ilegal yang pertama jangan mengunduh aplikasi pinjaman apapun dari app store yg tidak diverifikasi. Lalu kita perlu tahu cara membedakan pinjol yang ilegal dan legal. Pinjol yang legal pasti sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.” Terang dosen Vokasi UI, Devie Rahmawati. Gambar 1. Persiapan sebelum dimulainya kegiatan webinar Gambar 2. Kegiatan webinar secara daring Gamabr 3. Modul pinjaman online 2 3


Pengmas UI 2022 - DPPM 350 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali UI BERSAMA DENGAN KEMENTERIAN ESDM AKAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VR DI MUSEUM GRAHA WIDYA PATRA Dr.-Ing. Yulia Nurliani Lukito, ST, MDesS Universitas Indonesia bekerjasama dengan Kementerian ESDM dalam perencanaan revitalisasi Museum Graha Widya Patra (Gawitra) yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Museum Graha Widya Patra (Gawitra) adalah sebuah museum yang berada di bawah kepemilikan dan pengelolaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Museum ini berlokasi di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Graha Widya Patra mulai dibangun pada tahun 1987 dalam rangka memperingati 100 tahun pengusahaan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia, dan kemudian diresmikan untuk pertama kalinya pada tanggal 20 April 1989 oleh Presiden Soeharto. “Pengelolaan Museum sempat berpindah tangan dari PT Pertamina menjadi aset milik Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Namun sudah beberapa tahun ini bangunan museum dan isinya terbengkalai dan bahkan akhirnya ditutup karena ada permasalahan pengelolaan dan 1 2


351 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali kepemilikan.” Ungkap Yulia Nurliani Lukito Kondisi museum sudah sangat memprihatinkan, untuk menyelamatkan koleksi-koleksi yang ada di dalam museum, perlu program dan perencanaan yang baru untuk merevitalisasi agar museum dapat hidup kembali. Revitalisasi Museum Gawitra ini penting untuk meningkatkan kualitas museum dalam melayani masyarakat sesuai dengan fungsinya, yaitu sumber ilmu pengetahuan, inspirasi, juga simbol karakter kepribadian bangsa dengan legacy industri migas di Indonesia. Revitalisasi juga diharapkan dapat menjadikan Museum Gawitra relevan dengan perkembangan masa kini dan menjadi museum bertaraf internasional. Revitalisasi museum terdiri dari beberapa aspek yaitu aspek fisik seperti interior dan display, kesesuaian dengan visi dan misi serta pencitraan, dan pengalaman ruang. Untuk mewujudkan revitalisasi museum itu, Departemen Arsitektur UI memberikan masukan mengenai konsep yang harus diterapkan di museum Gawitra. Pertama adalah unsur sejarah, karena nilai-nilai sejarah di mana migas menjadi energi primer di tanah air tidak bisa dilupakan. Kemudian unsur interaktif pada museum juga perlu ditingkatkan dengan menggunakan Teknologi virtual reality / VR atau teknologi visual dan modelling lain bisa menjadi pilihan untuk menciptakan atmosfer ruang yang kondusif untuk belajar dari koleksi museum. “Konsep desain museum juga menjadi bagian dari penerapan Iptek untuk pengmas ini. Konsep desain museum akan memperhatikan alur ruang, pengalaman yang diinginkan serta keefektifan pengaturan dalam mengkomunikasikan koleksi museum kepada pengunjung.” Gambar 1. Presentasi Pengmas Tentang Museum Graha Widya Patra Gambar 2. Tidak Terawatnya Bangunan Existing dan Display Pameran Gamabr 3. Konsep revitalisasi 3 museum Gawitra


Pengmas UI 2022 - DPPM 352 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali FK UI LAKUKAN KEGIATAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI KAMPUNG CISEWU Dr. dr. Rahyussalim, SpOT(K) Fakultas Kedokteran UI melakukan kegiatan Implementasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Kampung Cisewu, Desa Sukajaya, Jonggol. Program ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) RI Nomor 3 Tahun 2014 telah mencanangkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Dipilihnya Kampung Cisewu karena kampung ini berada pada wilayah perbukitan, dimana wilayah perbukitan fungsi tanahnya tidak banyak bisa dimanfaatkan. Ditambah lagi kampung Cisewu sulit mengakses air bersih karena hanya ada satu sumber air bersih pribadi yang terletak di perbukitan. Aliran sungai yang melewati Kampung Cisewu juga memiliki karakteristik yang hanya bervolume tinggi saat hujan turun saja. Persoalan air bersih yang dihadapi oleh warga kampung Cisewu juga berdampak pada kehidupan mereka yang jadi kurang higienis. Kebanyakan warga melakukan semua aktivitas MCK di sungai, hal tersebut semakin jelas mengurangi aspek higienis. Oleh karena persoalan yang ada di Kampung Cisewu, UI melalui Pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran yang diketuai oleh Dr. dr. Rahyussalim, SpOT(K) melakukan kegiatan berupa mengupayakan mengalirnya air bersih Gambar 1. Proses pemipaan dari sumber air Gambar 2. Pemberian edukasi STBM ke masyarakat Gambar 3. Pembagian poster edukasi STBM dan pengobatan massal 1


353 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali dan juga edukasi hidup bersih kepada masyarakat setempat, khususnya para ibu rumah tangga. Kegiatan dilakukan pada pertengahan Desember 2022, dengan kegiatan pertama yaitu, mengupayakan ketersediaan air bersih melalui mekanisme pemipaan dari sumber air bersih satu-satunya yang berada di area bukit bagian atas setelah berkoordinasi dan meminta izin dari pemilik tanah dimana sumber air bersih itu berada. Kurang lebih 100 masyarakat di sekitar Kampung Cisewu, Desa Sukajaya, Jonggol merasakan manfaat dari ketersediaan air bersih ini. Setelah air bersih tersedia di area khusus yang dekat dengan rumah penduduk, tim secara bertahap akan mengimplementasikan 2 (dua) pilar prioritas kegiatan dari 5 (lima) pilar yang seharusnya yaitu, tidak BAB sembarangan (Stop BABS) dan mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Implementasi 2 (dua) pilar dilakukan melalui kegiatan edukasi dan penyediaan produk dan layanan sanitasi kepada ibu rumah tangga sehingga terjangkau oleh penduduk desa Cisewu menuju higiene dan sanitasi total yang memicu pemahaman dan perubahan perilaku. 32


Pengmas UI 2022 - DPPM 354 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali FIB UI DORONG PELESTARIAN BAHASA JAWA MELALUI PEMBUATAN BAHAN AJAR TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOYOLALI Widhyasmaramurti, M.A. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) melakukan program “Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar untuk Guru Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa Tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Boyolali” pada kurun waktu Mei hingga Oktober 2022. Program ini juga didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali sebagai upaya mendukung pelestarian bahasa dan budaya Jawa, khususnya di Kabupaten Boyolali. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menaungi 581 Sekolah Dasar (SD) baik negeri dan swasta dengan jumlah guru sebesar 4.721 guru. Semua guru merupakan wali kelas yang mengampu semua mata pelajaran, kecuali guru olahraga. Dari banyaknya jumlah guru tersebut, hampir semuanya adalah lulusan Sarjana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) selain dari Guru Bantu yang awalnya merupakan lulusan Diploma PGSD. Pada saat masa perkuliahan, para guru hanya mendapatkan mata kuliah Bahasa Jawa sebagai muatan lokal selama 1 semester. Jadi materi yang diajarkan tidak sama dengan mereka yang lulus Sarjana dari Program Studi Sastra Jawa, yang menjadi syarat Guru Bahasa Jawa untuk tingkat SMP atau SMA/SMK. Hal ini memunculkan masalah yang dihadapi oleh guru di lapangan saat harus mengajarkan bahasa Jawa. Permasalahan tersebut juga didorong dari keterbatasan bahan ajar yang digunakan, para guru hanya bisa menggunakan bahan ajar yang diterbitkan oleh penerbit tertentu saja. Hal ini membuat pengajaran di kelas menjadi kurang menarik dan bersifat monoton serta membosankan. Bahkan berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali di tahun 2021 dan saat konsinyering Pendampingan Pembuatan Buku Ajar sebagai bagian dari Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat UI tahun 2022 ini, diketahui bahwa muatan lokal Bahasa Jawa masih menjadi salah satu pelajaran yang dianaktirikan sehingga tidak diajarkan secara berkala. Ini juga dikarenakan waktu belajar di kelas masih memprioritaskan mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional atau Ujian Akhir Sekolah. Melihat permasalahan tersebut, para guru di


355 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali Kabupaten Boyolali perlu untuk diberikan pengayaan terkait pengajaran Bahasa Jawa dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali. Namun, karena Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki keterbatasan dalam memperkaya pengetahuan guru secara bersamaan dan keseluruhan, diperlukan adanya bentuk pelatihan yang sesuai untuk diterapkan agar dapat menjangkau keseluruhan guru. Untuk mendukung upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali dalam memberikan pengayaan tentang pengajaran Bahasa Jawa untuk para guru, tim pengabdi FIB UI melakukan “Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar untuk Guru Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa Tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Boyolali”. Program ini melibatkan 27 orang penerima manfaat yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, 25 orang guru dan pengawas tingkat Sekolah Dasar. Pembuatan bahan ajar ini akan menghasilkan buku ajar ber-ISBN yang dapat digunakan para guru dalam menjalankan pembelajaran di sekolah. Pembuatan buku ini dimulai dari konsinyering bersama 6 tim penyusun buku ajar yang telah dipilih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan koordinasi dengan koordinator tim penyusun. Setelah itu dilakukan pengecekan materi dari ke-6 tim penyusun, dilanjutkan dengan pendampingan pendalaman penulisan materi dan proofreading secara bertahap. Setelah finalisasi buku ajar tersebut, barulah diajukan untuk mendapatkan nomor ISBN. Dengan adanya buku ajar ini, diharapkan dapat digunakan sebagai menguat PPKD (Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) yang merupakan perpanjangan dari Undang-Undang No.5 Tahun 2017 Tentang Objek Pemajuan Kebudayaan di mana bahasa menjadi salah satu objeknya. Serta diharapkan dapat dapat mempermudah para guru untuk saling menyampaikan materi ajar kepada rekan-rekan pengajar lainnya melalui KKG (Kelompok Kerja Guru). Gambar 1. Konsinyering Kegiatan (Pertemuan dengan Kepala Dinas dan Peserta Kegiatan) Gambar 2. Cover buku ajar basa jawi


Pengmas UI 2022 - DPPM 356 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali MENCARI POTENSI TANAMAN HERBAL DI DALAM HUTAN KOTA UI Dr. Sutriyo, M.Si., Apt UI melakukan survey di Taman Kota Hutan UI untuk memetakan jenisjenis tanaman herbal yang berpotensi bisa dijadikan usaha produk herbal. Hutan di dalam UI dipilih karena memiliki variasi flora dan fauna yang banyak, memiliki danau-danau yang indah, lokasi yang strategis serta aksesibilitas yang baik sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan EduPark, salah satunya dalam bentuk taman wisata herbal. Selain itu taman agrowisata sangat cocok bagi masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya yang telah jenuh dengan kehidupan kota yang hiruk pikuk. Atraksi wisata di Jakarta dan sekitarnya juga masih sangat sedikit yang memanfaatkan potensi alam hutan alami. Oleh karena itu, Hutan Kota UI ini sangat berpotensi untuk dijadikan taman wisata herbal yang dapat dimanfaatkan untuk program pendidikan dan komunikasi sains kepada warga melalui kegiatan edukasi, wisata observasi dan menyelenggarakan berbagai acara pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan Hutan Kota UI menjadi taman wisata herbal yang memiliki konsep wisata edukasi tanaman herbal yang berkualitas dan terjangkau, serta dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan implikasinya untuk konservasi tanaman obat. Program ini melakukan strategi pengembangan dilakukan melalui peningkatan kualitas manajemen berupa peningkatan kualitas pelayanan bagi pengunjung, pemeliharan dan penambahan sarana dan prasarana, promosi yang informatif pada media sosial dan pemberdayaan masyarakat dengan membangun komunitas resmi pengelolaan dan pengembangan tanaman herbal di masyarakat. Masyarakat juga dikenalkan dengan berbagai macam tanaman berkhasiat obat dan pengolahannya untuk menjadi obat tradisional. Tidak hanya itu, edukasi berlanjut hingga cara-cara membudidayakan mulai dari lingkungan rumah tangga hingga dapat dimanfaatkan dalam skala industri. Praktisi yang dihadirkan juga memberikan kiat dan motivasi untuk mendirikan usaha berbasis herbal. Komunitas yang terbentuk dalam edukasi ini berkomitmen untuk pengembangan taman herbal di lingkungannya masing-masing serta berpartisipasi aktif


357 Pengmas UI 2022 - DPPM Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali dalam perawatan dan pengembangan taman herbal di hutan kota UI. Dengan kegiatan ini diharapkan terbentuk komunitas yang teredukasi dan berpartisipasi mewujudkan Hutan Kota UI menjadi taman wisata herbal yang memiliki konsep wisata edukasi tanaman herbal yang berkualitas dan terjangkau, serta dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan implikasinya untuk konservasi tanaman obat Gambar 1. Survei lokasi di Hutan UI (UI Wood) Gambar 2. Kegiatan Penanaman Tanaman Herbal di Hutan UI Gambar 3. FOCUS GROUP DISCUSSION Survei dan Pemetaaan Jenis Usaha dan Produk Potensial Herbal dari Taman Wisata Herbal di Hutan Kota UI


Pengmas UI 2022 - DPPM 358 Depok-Bogor-DKI Jakarta-Boyolali


Click to View FlipBook Version