137 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta tersebut program yang dilakukan oleh FKM UI meliputi Literasi Gizi Kader Posyandu di Kepulauan Seribu menggunakan diskusi interaktif sebagai metode utama dan dilengkapi dengan praktik deteksi dini stunting dan role play sederhana dalam menjawab pertanyaan seputar stunting dan anemia pada anak. Sebanyak 21 kader posyandu dari 8 posyandu di wilayah Kelurahan Pulau Panggang yang hadir diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini stunting pada balita, anemia zat besi pada balita dan Gizi Seimbang melalui pengukuran status gizi. 4 5
Pengmas UI 2022 - DPPM 138 Kep. Seribu, DKI Jakarta PENGMAS FKM UI MEMBUAT POS UPAYA KESEHATAN KERJA DI PULAU UNTUNG JAWA Indri Hapsari Susilowati, SKM., MKKK, Ph.D Universitas Indonesia melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat mendukung adanya keamanan bagi pekerja dengan membuat Pos Upaya Kesehatan Kerja di sentra kuliner Pulau Untung Jawa, Kepulauan seribu. Ketua tim pengabdi dalam program ini, Indri Hapsari Susilowati, SKM., MKKK, Ph.D membawa timnya untuk mengatasi persoalan utama kesehatan kerja di sentra kuliner Pulau Untung Jawa. “untuk mengatasi hal itu kita perlu melakukan upaya preventif dan promotif dengan membangun pos upaya kesehatan juga memperkenalkan apa fungsi dari program yang kita buat.” tulis tim pengmas FKM UI dalam laporannya. Program ini dilakukan dengan membangun Pos UKK bagi masyarakat pekerja Sentra Kuliner di Pulau Untung Jawa atas dasar SK Lurah Pulau Untung Jawa Nomor 38 Tahun 2022 tentang Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Taman Arsa dan Pantai Sakura Kelurahan Pulau Untung Jawa. Dari program ini, tim telah membangun 2 Pos UKK di Pulau Untung Jawa. Pos UKK Taman Arsa menaungi 33 pedagang, sedangkan Pos UKK Taman Sakura menaungi 20 pedagang. Pos UKK ini akan berjalan secara berintegrasi Gambar 1. Peninjauan lokasi sentra kuliner pulau untung jawa Gambar 2. Sosialisasi pembentukan pos ukk ke pedagang sentra kuliner Gambar 3. Diskusi dengan pedagang terkait fokus utama pos ukk saat ini Gambar 4. Buku luaran kegiatan 1
139 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta dengan program atau kegiatan kesehatan lainnya yang terdapat pada kelompok pekerja dan bentuk peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini, pemantauan faktor risiko pada penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, pengendalian penyakit bersumber binatang, serta program gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan lingkungan, dan PHBS yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Pelaksanaan Pos UKK dilakukan oleh petugas kesehatan dan kader. Kader dapat berasal dari pekerja atau kader dari Posyandu, Posbindu dan pos kesehatan lainnya yang sudah terlatih dan/ atau bersertifikat telah mengikuti pelatihan kader kesehatan kerja serta mempunyai kemauan dan kemampuan bekerja secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan diri sendiri dan kelompoknya agar dapat bekerja dengan aman, sehat dan produktif dalam bekerja. 2 3 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 140 Kep. Seribu, DKI Jakarta UI BANTU NELAYAN KEPULAUAN SERIBU MEMBUAT PRODUK OLAHAN IKAN Revi Hernina, S.Si, M.T Universitas Indonesia membantu meningkatkan produktivitas keluarga nelayan di Kepulauan Seribu melalui produk olahan ikan. Pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu yang diselenggarakan di Sekaya Maritim Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Wilayah tersebut dipilih berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022, target Jumlah produksi dan pemasaran produk olahan hasil perikanan pada tahun 2022 sekitar 7.310 ton. Untuk mencapai target tersebut, Pemda DKI Jakarta melakukan pelatihan-pelatihan untuk mencetak wirausahawan baru terutama di Kepulauan Seribu berdasarkan karakteristik produk seperti olahan ikan. Oleh karena itu maka diperlukan pelatihan bagi para keluarga nelayan untuk bisa memproduksi olahan ikan yang berbasis pada sumberdaya ikan lokal di Kepulauan Seribu. Program peningkatan produktifitas keluarga nelayan melalui makanan olahan ini ditargetkan berjalan selama 1 tahun yang dimulai dari April 2022 sampai dengan Desember 2022. Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu dengan Suku dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Hal pertama yang dilakukan adalah identifikasi ketersediaan ikan lokal. Puncak dari kegiatan ini adalah pemberdayaan keluarga nelayan yang diwakili oleh kelompok ibu-ibu nelayan di Pulau Kelapa dua melalui pelatihan peningkatan produk ikan lokal, pengemasan produk, pelatihan ekonomi untuk penjualan produk, sampai dengan marketing atau cara memasarkan hasil olahan ikan secara online. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi kehidupan keluarga nelayan. Kegiatan ini telah memberi manfaat kepada 5 kelompok ibu-ibu istri nelayan atau sekitar 20 orang di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. 1 2
141 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Gambar 1. Peragaan Praktek pengolahan ikan Gambar 2. Peserta antusias mempraktekkan mengolah makanan olahan dari ikan Gambar 3. Produk olahan ikan berupa samosa dan pilus ikan 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 142 Kep. Seribu, DKI Jakarta UI DUKUNG TRANSFORMASI EKONOMI DIGITAL DENGAN MEMBERIKAN EDUKASI UMKM DI PULAU PANGGANG Ngurah Rangga Wiwesa S.I.Kom., M.I.Kom. Vokasi UI memperkenalkan digital branding sebagai salah satu strategi pemasaran bagi para pelaku UMKM di Pulau Panggang. Kegiatan pengabdian masyarakat Content Lab diselenggarakan oleh Program Studi Produksi Media Vokasi UI, terdiri atas satu pengabdi utama dan enam pengabdi lapangan (alumni dan mahasiswa aktif Produksi Media), serta dihadiri oleh 30 Warga Desa Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Sosialisasi strategi digital marketing dalam bentuk pemanfaatan media sosial sangatlah penting karena dapat memberi pengetahuan kepada para pelaku UMKM mengenai cara maupun tahapan dalam memperluas jaringan konsumen melalui pemanfaatan media sosial dalam memasarkan produknya sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing bagi UMKM itu sendiri. Program sosialisasi tersebut menjadi semakin penting karena ada lebih dari 40 UMKM di Pulau Panggang, sehingga kegiatan tersebut dapat memberi manfaat bagi peningkatan kualitas ekonomi Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan yang diadakan di Kantor Kelurahan Pulau Panggang dihadapan 30 orang yang hadir pada 30 Agustus 2022. Aktivitas digital branding dimulai dari menciptakan sebuah nama bagi usaha yang dimiliki sampai dengan menciptakan logo yang dapat menjadi identitas dari usaha warga Pulau Panggang. Selain itu, warga Pulau Panggang juga diedukasi cara menggunakan media sosial untuk pemasaran produk usaha mereka. “Kami juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya logo dan pengurusan merek dagang mereka ke dalam Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI). Hal ini akan memiliki banyak manfaat, seperti perlindungan hukum, bukti kepemilikan merek yang sah secara hukum, menambah nilai aset produk, dan lainnya,” kata Ketua Tim Pengmas Vokasi UI, Ngurah Rangga Wiwesa, M.I.Kom., CICS, MIPR. 12
143 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Gambar 1. Kegiatan penyuluhan tentang digital marketing Gambar 2. Penyerahan sertifikat Gambar 3. Foto bersama dengan peserta 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 144 Kep. Seribu, DKI Jakarta UI MENGAJARKAN WARGA MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DENGAN AKUPRESUR MANDIRI Dr. dr. Hasan Mihardja, M.Kes, Sp.Ak, SubSpAk-G(K) Pengabdian masyarakat dilakukan oleh FK UI melalui Akupuntur Medik dengan menggelar seminar awam dan workshop dalam rangka pemberdayaan masyarakat lanjut usia untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan meningkatkan kualitas hidup dengan akupresur. Kegiatan tersebut diadakan di Kepulauan Seribu. Fokus tersebut dipilih karena Penyakit tekanan darah tinggi atau yang sering disebut hipertensi merupakan salah satu kondisi yang sering tidak terdeteksi dan dapat menyebabkan gangguan pada jantung hingga serangan stroke. Menurut data dari Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk usia diatas 18 tahun di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 10,17%, yang mana sebesar 24,04% didapatkan pada kelompok usia di atas 75 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur Medik FKUI Dr dr Hasan Mihardja Mkes SpAk SubsAk-G(K). Ia mengemukakan, hipertensi merupakan penyakit lansia yang terbanyak di Indonesia. “Pengobatan hipertensi memerlukan hidup yang sehat dan perlu obat yang kontinu,” kata Dr Hasan Mihardja. 1 2
145 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Kegiatan ini diselenggarakan di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, melihat fakta di lapangan bahwa prevalensi kejadian hipertensi yang cukup tinggi terutama pada penduduk usia lanjut, dan juga belum pernah diadakan penyuluhan mengenai akupresur dan manfaatnya di daerah ini. Seminar awam ini dilakukan juga secara hybrid online secara daring via zoom, dan offline di Aula Kepulauan Seribu, yang dihadiri oleh perwakilan warga Kepulauan Seribu dan warga di luar Kepulauan Seribu sebanyak 830 peserta serta perwakilan dari staf pengajar dan peserta pendidikan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur Medik FKUI. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kepulauan Seribu Utara yang dalam acara ini diwakili oleh dr Raden Aa Koesoema Wijaya, serta camat Kepulauan Seribu Utara. Acara ini diharapkan dapat mengontrol dan menurunkan tekanan darah tinggi masyarakat setempat dengan menggunakan akupresur mandiri maka dihasilkan peningkatan kualitas hidup masyarakat khususnya masyarakat lansia. Gambar 1. Sambutan ketua pengabdi Gambar 2. Kegiatan seminar awam secara daring Gambar 3. Seminar awam dan pelatihan akupresur Gambar 4. Kegiatan Seminar secara luring 3 4
Pengmas UI 2022 - DPPM 146 Kep. Seribu, DKI Jakarta UPAYA MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT KEPULAUAN SERIBU HANYA DENGAN BUKU. Dr. Ir. Mahawan Karuniasa, MM Universitas Indonesia melakukan pengabdian masyarakat dengan menerapkan prinsip ilmu lingkungan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kepulauan Seribu. Potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Seribu seharusnya dapat mendukung perekonomian mereka. Pemanfaatan wilayah kepulauan, keindahan laut jawa dan ekosistem terumbu karang alami dapat dikembangkan menjadi area pariwisata utama yang menarik bagi penduduk kota- kota DKI Jakarta lainnya maupun penduduk Kabupaten/ Kota lainnya di Indonesia. Namun sayangnya, kegiatan pariwisata di Kepulauan Seribu dinilai belum memberikan kontribusi yang cukup bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Eksploitasi perairan laut seperti perikanan, pertambangan dan sumber daya laut lainnya cenderung menyumbang polutan lingkungan yang merusak ekosistem, sebagai contoh, penangkapan ikan menggunakan bahan beracun atau bahan peledak. Bukan hanya itu, kendala dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga didukung oleh persebaran penduduk yang tidak merata serta rendahnya tingkat pendidikan. Oleh karena permasalahan yang ada di wilayah tersebut UI hadir dengan menerapkan prinsip ilmu lingkungan dalam upaya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Solusi yang ditawarkan UI yaitu dengan memberikan edukasi melalui penyusunan buku mengenai Ilmu Lingkungan yang sesuai dengan konteks di lokus kegiatan, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan kunci dengan menggunakan buku yang disusun sebagai sarana pembelajaran. Sebanyak 20 orang warga menjadi penerima buku ini sebagai panduan pengeloalaan lingkungan dan sumberdaya alam. Inovasi berupa buku mengenai Ilmu Lingkungan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi pendidikan lingkungan informal di 1
147 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta lokasi kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan isi buku ilmu lingkungan dan proses diseminasinya ke dalam sistem yang berlaku, baik melalui program kerja dinas pemerintahan lokal terkait, paguyuban maupun lembaga sosial masyarakat yang ada di lokus kegiatan. Gambar 1. Buku ilmu lingkungan Gambar 2. Penanaman bakau Gambar 3. Warga Sekitar yang sedang bermain 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 148 Kep. Seribu, DKI Jakarta VOKASI UI BANTU EDUKASI DETEKSI STROKE PADA LANSIA DI KEPULAUAN SERIBU Riza Pahlawi, S.Tr. Ftr., M.Kes Penyuluhan tentang pentingnya meningkatkan kualitas hidup lansia diberikan oleh dosen fisioterapi Vokasi UI melalui pengabdian masyarakat di wilayah Pulau Panggang Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut dilaksanakan karena Angka kesakitan penduduk lansia di Indonesia mencapai 25.05% artinya bahwa dari setiap 100 orang lansia terdapat 25 orang diantaranya mengalami sakit. Dengan bertambahnya umur, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak menular banyak muncul pada lansia. Selain itu, masalah degeneratif dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh dan dapat menimbulkan masalah-masalah lainnya. Pada hasil RISKESDAS 2018 penyakit tidak menular yang paling banyak terjadi pada masyarakat lansia adalah 1 32
149 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta hipertensi, kemudian diikuti dengan artritis, dan stroke. “Berdasarkan jumlah lansia yang berada di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu yang cukup banyak, maka tindakan pencegahan terhadap datangnya penyakit degeneratif dan stroke penting untuk dilakukan,” tutur kepala tim pengmas UI Riza Pahlevi Di wilayah Pulau Seribu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara sendiri tingkat kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan stroke dan penyakit degeneratif itu masih tergolong sangat rendah. Melihat persoalan yang ada Vokasi UI melakukan pencegahan terhadap penyakit stroke dan juga penyakit degeneratif lainnya. Pencegahan terhadap penyakit stroke sendiri dapat dilakukan dengan cara penerapan pemeriksaan dasar fisioterapi dan terapi latihan pada lansia dan kader di lokasi. Menurutnya, pemeriksaan dasar serta deteksi dini stroke merupakan pemeriksaan yang nantinya dapat mengkategorikan pasien atau orang yang diperiksa ke dalam risiko rendah, hati-hati, atau risiko tinggi terhadap serangan stroke. Rangkaian program ini dilakukan demi bisa membantu para insan lansia untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit stroke dan melakukan terapi latihan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit degeneratif lainnya. Dari program ini, sebanyak 30 lansia berhasil mengetahui risiko stroke dan cara mencegah penyakit degeneratif. Gambar 1. Pelatihan deteksi dini stroke untuk para kader, lansia, dan warga Gambar 2. Kegiatan senam dengan warga Gambar 3. Pemeriksaan dasar dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif
Pengmas UI 2022 - DPPM 150 Kep. Seribu, DKI Jakarta VOKASI UI BERIKAN PEMERIKSAAN FISIK GRATIS UNTUK WARGA PULAU PANGGANG KEPULAUAN SERIBU Mita Noviana, S.Ft, M.Kes Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia lanjut di Kepulauan Seribu, Universitas Indonesia melalui Program Studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi memberikan pemeriksaan fisik gratis. Pemeriksaan fisik ini dilakukan di wilayah Pulau Panggang karena hasil dari observasi dan penelitian yang dilakukan tim pengmas menunjukan bahwa banyak permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di Pulau Panggang, terlebih pada golongan usia lanjut. Program pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu). Program pengabdian masyarakat ini membantu para insan lansia untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular dan melakukan terapi latihan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit tidak menular yang mungkin akan terjadi pada kader, warga, dan lansia. Dalam program ini akan ada kegiatan kegiatan penyuluhan pencegahan penyakit, pelatihan pemeriksaan fisik, konsultasi medis ke Fisioterapis, dan pelatihan senam pencegahan penyakit tidak menular. Namun, kegiatan tersebut tidak berdampak banyak dikarenakan kurangnya minat dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. 1 2
151 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang derajat kesehatan serta mayoritas penduduk sekitar yang berlatar belakang pendidikan yang rendah sehingga mereka abai terhadap pencegahan penyakit. Gambar 1. Edukasi pada kader dan lansia tentang Penyakiyt Tidak menular dan Peran Kader dalam Posbindu Gambar 2. Pelatihan pemeriksaan fisik terkait penyakit tidak menular bagi para kader Posbindu Gambar 3. Proses pemeriksaan Kesehatan pada lansia 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 152 Kep. Seribu, DKI Jakarta VOKASI UI MEMBANTU MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN IBU HAMIL DI PULAU PANGGANG Faizah Abdullah, S.St.Ft., S.Ft., M.Biomed Program studi Fisioterapi Vokasi UI memberikan penyuluhan, pemeriksaan fisik, dan penerapan aktivitas fisik untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil di wilayah Pulau Panggang Kepulauan Seribu. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang yang meliputi kader dasawisma dan ibu hamil di Pulau Panggang. Kegiatan tersebut dilakukan karena menurut Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) menilai bahwa angka kesehatan ibu hamil di Indonesia belum dapat dikategorikan baik. Hal ini ditunjukkan oleh angka kematian ibu di Indonesia yang masih tinggi. Berdasarkan data Sampling Registration System (SRS) tahun 2018, sekitar 76% kematian ibu terjadi di fase persalinan dan pasca persalinan dengan proporsi 24% terjadi saat hamil, 36% saat persalinan dan 40% pasca persalinan. Faizah Abdullah mewakili tim pengabdi dari program studi Fisioterapi, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) mengatakan inaktivitas atau kurang bergerak merupakan faktor risiko independen penyebab obesitas pada ibu hamil. Selain itu memicu komplikasi kehamilan. Seperti, diabetes melitus gestasional (atau biasa disebut diabetes pada kehamilan), hipertensi, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan depresi selama kehamilan. “Untuk mencegah terjadinya komplikasi pada kehamilan, penting bagi ibu hamil selalu aktif bergerak dan berolahraga,” Faizah dalam keterangannya. Dia juga menegaskan 1
153 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta penting bagi para bumil untuk menjaga kualitas hidup ibu hamil melalui aktivitas fisik. Aktivitas fisik saat kehamilan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pematangan servik menjelang persalinan. Selain itu aktivitas fisik selama kehamilan dapat membantu mengurangi intervensi medis selama persalinan, misalnya amniotomi, induksi persalinan, ataupun risiko seksio sesarea. Kebanyakan ibu hamil di Indonesia melakukan aktivitas fisik hanya dengan jalan sehat dan aktivitas rumah tangga. Dengan melihat berbagai masalah kesehatan yang muncul pada ibu hamil, Tim Pengabdi terpanggil untuk memberikan sumbangsih keilmuan untuk membantu para insan ibu hamil dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, mengenalkan berbagai aktivitas fisik yang baik dan benar sehingga mereka mampu menjalani kehamilan yang sehat, bebas dari keluhan, dan dapat berkontribusi lebih terhadap pembangunan di sekitarnya. Gambar 1. Pemeriksaan fisik bagi ibu hamil Gambar 2. Konsultasi fisioterapi bagi ibu hamil Gambar 3. Senam bagi ibu hamil 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 154 Kep. Seribu, DKI Jakarta VOKASI UI PEDULI STUNTING PADA ANAK-ANAK DI PULAU PANGGANG Triana Karnadipa, S.Ft., Physio., MSc in Vokasi Universitas Indonesia peduli stunting pada anak dengan melakukan pelatihan terkait water, sanitation and hygiene dan memonitoring pertumbuhan pada anakanak yang berada di wilayah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut dilakukan karena Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk, air yang terkontaminasi, makanan yang dimasak kotor, dan kontak langsung dengan sampah dan kotoran. Hal ini menyebabkan sulitnya mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal pada anak. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), “Indonesia merupakan negara dengan prevalensi tertinggi ketiga di Asia Tenggara, untuk prevalensi stunting di bawah usia lima tahun dengan Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005- 2017 adalah 36, 4%. Oleh karena itu, Vokasi UI memberikan tindakan pencegahan, yaitu pelatihan WASH (water, sanitation and hygiene) yang terdiri dari pelatihan cuci tangan yang baik dan benar untuk 13 pasang ibu dan anak dan 8 orang kader kesehatan Pulau Panggang, Kepulauan seribu. Kemudian, Pengabdi memberikan pelatihan penghitungan z-score agar para ibu dan kader dapat melakukan deteksi dini stunting dan monitoring tumbuh kembang anak-anak mereka. Pemeriksaan z-score gratis juga diberikan di hari kedua dan didapatkan 3 dari 13 anak 1 2
155 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta mengalami stunting. Berdasarkan hasil survey, 80% peserta merasa cukup puas dengan kegiatan pengmas dan merasa terbantu dengan informasi mengenai stunting. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilanjutkan dengan memberikan intervensi langsung pada anak yang terdeteksi stunting, serta mengevaluasi dan memonitor perubahan perilaku sehat anak dan ibu-ibu di Pulau Panggang. Gambar 1. Penyuluhan stunting Gambar 2. Praktik Cuci Tangan Enam Langkah untuk Anak-anak Gambar 3. Penyerahan Poster dan Modul Pelatihan pada Kepala RPTRA Tanjong Timoer Gambar 4. Pengukuran TB dan BB Anak Gambar 5. Konseling dengan ibu dan anak 5 43
Pengmas UI 2022 - DPPM 156 Kep. Seribu, DKI Jakarta BANGUNAN TETRAPOST UNTUK PARIWISATA DI PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Widyarko, S.Ars., M.Ars. Fakultas Teknik Universitas Indonesia membuat konstruksi bangunan pada wilayah pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu dengan menggunakan teknik knock down. Pembuatan konstruksi bangunan menggunakan teknik knock down karena setiap tahunnya air laut di wilayah tersebut terus naik, sehingga perlu konstruksi bangunan yang tidak mudah rusak akibat kenaikan air laut. “program ini mengusulkan untuk memberikan solusi dengan memperkenalkan teknik konstruksi Konstruksi Bangunan Kayu Berkelanjutan berbasis knock down kepada masyarakat Pulau Untung Jawa.” Tutur tim pengabdian masyarakat Fakultas Teknik UI. 10 warga Pulau Untung Jawa telah mendapatkan ilmu konstruksi kayu knock down yang dapat diaplikasikan pada kebutuhan konstruksi selanjutnya. Bangunan yang disumbangkan dalam program ini dinamakan ‘TetraPost’. Bangunan yang terdiri dari rangka kayu ini dibuat untuk mendukung kegiatan pariwisata pulau dan dengan mudah bisa dibongkar pasang secara mandiri. Selama proses perencanaan serta program konstruksinya, kegiatan ini aktif melibatkan tidak hanya mahasiswa namun juga mitra perwakilan masyarakat yaitu POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Pulau Untung Jawa. Bangunan Tetrapost ini berhasil menerapkan prinsip knock down. Saat proses bongkar pasang 2 kali di Lab Departemen Arsitektur FTUI dan 1 kali di pulau. Terdapat 12 tahap konstruksi yang melibatkan 36 komponen yang berbeda dimana hanya 1 komponen berupa non-kayu. Serah terima bangunan ini kepada mitra terlaksana pada tanggal 10 September 2022. “bangunan ini ternyata aktif digunakan sesuai dengan fungsinya sebagai tempat istirahat wisatawan pulau, warga pulau ternyata juga rutin menggunakan Tetrapost ini untuk 1 2
157 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Gambar 1. proses desain Tetrapost di Lab DA FTUI Gambar 2. Pemasangan konstruksi Tetrapost Gambar 3. Tetrapost yang sudah selesai Gambar 4. Pemasangan Logo kerja sama 3 4 tempat berkumpul warga yang ingin beristirahat selama mengelola kolam ternak ikan yang letaknya berdekatan.” Ucap kepala POKDARWIS Pulau Untung Jawa.
Pengmas UI 2022 - DPPM 158 Kep. Seribu, DKI Jakarta EDUKASI KONSEP EKONOMI BIRU PADA NELAYAN DI KEPULAUAN SERIBU Hadining Kusumastuti S.Sos., M.Ak. Vokasi UI memberikan pendampingan dan pembelajar terkait konsep ekonomi biru agar bisa diterapkan dalam mengatur keuangan keluarga para nelayan di Kepulauan Seribu. Meningkatnya perkembangan sektor ekowisata khususnya di Kepulauan Seribu. sebagai salah satu rujukan ekowisata di Indonesia memberikan dampak ekonomi yang positif bagi pengembangannya, namun masih perlu adanya pembenahan terhadap objek ekowisata dan pelatihan terhadap masyarakat lokal mengenai ekowisata yang berlangsung di daerahnya untuk meningkatkan minat dan daya tarik wisatawan untuk meningkatkan ekonomi lokal wilayah Kepulauan Seribu. Menurut penelitian tim Vokasi UI, masyarakat khususnya pemilik homestay di kepulauan seribu terkhusus di Pulau Harapan, memiliki keterbatasan modal untuk pengembangan usaha serta pengelolaan keuangannya belum memadai akibat rendahnya literasi keuangan. Minimnya literasi keuangan juga dialami oleh penduduk kepulauan seribu yang berprofesi sebagai nelayan. Meninjau kehidupan nelayan di kawasan Pulau Seribu, mereka belum bisa memaksimalkan pengolahan ikan hasil tangkapannya, sehingga sering kali mereka langsung menjual seluruh hasil tangkapannya kepada para tengkulak dengan harga murah yang penting terjual dan mendapatkan uang. “Oleh karena hal itu tim Vokasi UI kerjasama dengan pihak terkait yang dapat berkontribusi dalam pendampingan literasi keuangan keluarga nelayan sebagai bagian pengembangan ekonomi biru di Kepulauan Seribu.” Tutur ketua tim Pengmas Vokasi UI. Program ini berfokus pada pada pendampingan tentang konsep ekonomi biru. 1
159 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Ekonomi biru sendiri merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada jasa ekosistem laut yang juga berfokus pada perluasan kesempatan sosial dan pengurangan limbah terhadap lingkungan di mana terdapat 8 sektor dalam ekonomi biru, yaitu perikanan berkelanjutan, perlindungan laut, pemulihan keanekaragaman hayati dan ekosistem, penanganan limbah, energi terbarukan laut, penanggulangan bencana dan pengurangan risiko, bioteknologi kelautan, turisme, serta teknologi kelautan. “Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan laut, ekonomi biru juga dapat membuka peluang investasi, lapangan pekerjaan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional karena distribusi pertumbuhan ekonomi perikanan cenderung ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga turut meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah,” kata Hadining Kusumastuti dalam keterangannya, Kamis. Pelatihan literasi keuangan keluarga bagi nelayan pesisir di Pulau Tidung Besar ini merupakan fondasi yang dapat membantu para nelayan dan keluarga nelayan khususnya di Pulau Tidung Besar untuk memiliki kesadaran mengelola keuangan keluarga mereka, mengingat pendapatan mereka sebagian besar pada hasil melaut, yang mana hasil melaut tidak pasti dan memiliki ketergantungan pada iklim dan cuaca yang berubah-ubah. Oleh karena itu, dengan adanya pelatihan literasi keuangan keluarga nelayan ini, para peserta dapat memiliki kesadaran, pemahaman dan kemampuan baru dalam mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik agar mencapai kestabilan ekonomi. Jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 33 nelayan dan keluarga nelayan (istri-istri nelayan) di Pulau Tidung Besar yang terdapat di Kepulauan Seribu. Gambar 1. Kegiatan literasi keuangan keluarga Gambar 2. Sesi tanya jawab dengan peserta Gambar 3. Foto bersama dengan para peserta 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 160 Kep. Seribu, DKI Jakarta UI MEMBUAT KOMIK UNTUK ANAK SD DALAM MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG KENAIKAN AIR LAUT Dr.-Ing. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc. Bentuk kepedulian UI terhadap bencana ditunjukan dengan adanya program pengabdian masyarakat yang berfokus pada aksi edukasi fenomena kenaikan air laut dan banjir rob untuk siswa SD kelas 5 dan 6 yang tinggal di daerah pesisir. Dampak pemanasan global adalah kenaikan permukaan air laut, sekaligus menjadi isu besar pada wilayah pesisir dunia. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tidak luput dari dampaknya, khususnya permukiman di daerah pesisir yang mendapatkan ancaman berupa banjir rob atau banjir air laut. Mengingat kenaikan permukaan air laut adalah satu dari rangkaian dampak perubahan iklim global dan Indonesia yang memiliki sebanyak 17.504 pulau adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Atas kerentanan kawasan pesisir atau tepi pantai terhadap bencana, aksi mitigasi dan adaptasi fenomena kenaikan air laut pun masuk ke dalam daftar terpenting Indonesia. Keberadaan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir juga memerlukan adanya kesadaran akan permasalahan kenaikan air laut dan banjir rob yang secara perlahan mulai terjadi. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, perlu ditanamkan pengetahuan tanggap bencana yang akan disampaikan di dalam buku panduan serta melalui pelatihan atau simulasi. Oleh karena itu UI melakukan program edukasi yang bertajuk ‘Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Ruang Edukasi Tanggap Bencana 4.0.’ Target dari program ini adalah anakanak sekolah dasar yang duduk dibangku kelas satu sampai kelas enam. Pengenalan tanggap bencana pada usia sekolah dasar penting untuk membangun kesadaran dan sikap tanggap sejak dini mengenai permasalahan yang mungkin saat ini belum secara signifikan dirasakan. Penanaman kesadaran akan kenaikan air laut serta dampaknya penting dilakukan sebagai usaha pencegahan terhadap kejadian yang tidak dapat diduga akibat isu ini di kemudian hari. Oleh karena itu Departemen Arsitektur FTUI bekerja sama dengan Pokdarwis dan SDN Pulau Untung Jawa 01 untuk mengembangkan Seri Panduan Tanggap Bencana. Kegiatan ini 1
161 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta dilangsungkan dengan memberikan penjelasan dan diselingi menonton bersama, bermain quiz serta game. Selain itu kegiatan tersebut juga menggunakan media lain sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak terhadap bencana. Bentuk edukasi tersebut berupa komik Seri Panduan Tanggap Bencana, yang diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh target program ini yaitu pelajar Sekolah Dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pemahaman terkait isu perubahan iklim sejak dini, khususnya kenaikan air laut dan banjir rob pada masyarakat pesisir. Pulau Untung Jawa, di Kepulauan Seribu. Gambar 1. Penyampain materi kepada para peserta Gambar 2. Belajar berdasarkan kelompok Gambar 3. Foto bersama dengan pihak sekolah 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 162 Kep. Seribu, DKI Jakarta UI MEMBUAT GAME ONLINE TENTANG EDUKASI KESEHATAN DAN GIZI BAGI REMAJA Nurul Dina Rahmawati, S.Gz., M.Sc UI membuat game sebagai penunjang informasi dan kepedulian akan kesehatan gizi SMA 68 Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kepedulian tersebut sebagai bentuk tridarma perguruan tinggi UI melalui pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sebanyak 28 siswa/i telah mendapatkan edukasi gizi dan kesehatan, khususnya mengenai anemia melalui modul dan permainan video “Nutrition Impact”. Pengabdian ini dilakukan berdasarkan persoalan yang ada di Indonesia tentang masalah kekurangan gizi pun masih tinggi dialami oleh anak usia sekolah, bahkan sekitar 1 dari 3 anak mengalami stunting (pendek) yakni sebesar 32% (2001), 30% (2004), 33,4% (2007), 28,3% (2010), 31,7% (2013). Tidak hanya itu, prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah Pulau Pramuka juga sangat tinggi, yakni sekitar 1 dari 4 anak. Jika tidak ditangani, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga kehamilan dan tidak hanya menyebabkan masalah gizi antargenerasi, namun juga kematian ibu hamil dan bayi. Ketiga masalah gizi inilah, gizi kurang, gizi lebih, dan defisiensi gizi mikro, yang disebut sebagai Triple Burden of Malnutrition. “program pengabdian masyarakat ini hadir sebagai inovasi untuk membantu menjembatani kebutuhan remaja terkait informasi kesehatan agar menjadi remaja yang sehat, aktif, dan produktif dengan cara yang menyenangkan. Diharapkan, dengan dikembangkannya game online ini, remaja Indonesia dapat menemukan wadah edukasi gizi dan kesehatan yang menarik minat mereka, sekaligus mampu berkontribusi menuju perubahan perilaku yang baik.” Program intervensi ini akan dilaksanakan selama 1 (satu) periode kegiatan pengabdian dengan menyampaikan edukasi gizi dan kesehatan kepada seluruh siswa/i SMP dan SMA dengan menggunakan materi edukasi yang telah dibuat dan divalidasi oleh Tim Pengabdi. Penyampaian materi akan dilakukan secara blended, yakni gabungan antara online atau jarak jauh dan offline atau bertemu langsung sebagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19 sekaligus memastikan edukasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para peserta. 1
163 Pengmas UI 2022 - DPPM Kep. Seribu, DKI Jakarta Program ini bertujuan untuk mengedukasi remaja putera dan puteri di Kelurahan Pulau Panggang, khususnya mengenai gizi dan kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku remaja. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas remaja dan kesiapan menjelang pernikahan yang diketahui menjadi perhatian khusus pemerintah setempat. Materi yang akan disampaikan dalam program ini dirancang dengan metode inovatif dengan menggabungkan platform daring dan luring serta dalam bentuk modul dan game online yang didesain khusus untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dengan cara yang lebih menyenangkan. Gambar 1. Pelaksanaan Edukasi Gizi Remaja secara Luring di Ruang Aula SMAN 69 Jakarta Gambar 2. Bukti capaian luaran Siswa dan Siswi SMAN 69 Jakarta mencoba memainkan Nutrition Impact Games Gambar 3. Tampilan Games Online “Nutrition Impact” 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 164 Banyuwangi, Jawa Timur BANGUWANGI, JAWA TIMUR BANYUWANGI BANYUWANGI
165 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur
Pengmas UI 2022 - DPPM 166 Banyuwangi, Jawa Timur MEMANFAATKAN BUAH NAGA UNTUK MENGURANGI ASAM URAT DAN GULA DARAH Dr. apt. Anton Bahtiar, M. Biomed Desa Kradenan merupakan salah satu desa tertua Banyuwangi, tepatnya di wilayah Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data Kementerian Desa, ada beberapa permasalahan yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi, termasuk Desa Kradenan ini. Posisi desa yang jauh dari Ibukota Provinsi Jawa Timur menyebabkan kerentanan akan kesenjangan ekonomi dan kesehatan masyarakat setempat. Hal ini juga diperparah dengan infrastruktur pendukung yang belum masuk ke desa, antara lain kurangnya sarana Pelayanan Kesehatan Primer. Namun begitu, perkembangan ekonomi di Desa Kradenan mulai berkembang. Hal ini didorong oleh sebagian petani yang merupakan petani modern dan sarana prasarana pengairan yang sangat mendukung, sehingga dapat memaksimalkan hasil pertanian masyarakat. Hasil pertanian yang cukup membanggakan dari Desa Kradenan ini adalah buah naga dan buah jeruk. Dengan kondisi ini tim pengabdian dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran Universita Indonesia (FF dan FK UI), yang diketuai oleh Dr. apt. Anton Bahtiar, M.Biomed melakukan penyuluhan kesehatan bagi siswa/i SMPN 1 Cluring dan masyarakat Desa Kradenan. Tidak hanya penyuluhan, tim pengabdi juga melakukan tes kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah. Hasil yang didapat dari pemeriksaan masyarakat di Desa Kradenan memperlihatkan 88,1% peserta mempunyai tekanan darah >120/80 mmHg; 52,5% peserta mempunyai kadar kolesterol >200 mg/dL; 24,8% peserta memiliki kadar asam urat > 6–7 mg/dL; serta 28,7% peserta memiliki kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dL. Sedangkan di SMPN 1 Cluring dengan peserta berumur muda 13–15 tahun, memperlihatkan 24% peserta mempunyai tekanan darah >120/80 mmHg; 26,7% peserta mempunyai kadar kolesterol >200 mg/dL; 22,7% peserta memiliki kadar asam urat > 6–7 mg/dL; tetapi seluruh peserta masih memiliki kadar gula darah yang normal. Dari data tersebut di atas, mayoritas penduduk mengalami hipertensi, hiperkolesterol, serta hiperurisemia yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Selain itu, kurang lebih 20 - 25% siswa/i SMPN 1 Cluring sudah mengalami peningkatan pada tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar asam urat darah. Untuk memanfaatkan kondisi wilayah dan menunjang sarana kesehatan di Desa Kradenan, tim pengabdi juga melakukan pemberdayaan 1
167 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur masyarakat setempat untuk menanam dan menggunakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Upaya ini diambil berdasarkan respon masyarakat yang besar untuk mempelajari TOGA. Tim pengabdi melakukan program “Pelatihan Pembuatan Simplisia Kering” dari buah naga untuk mengurangi gula darah dan asam urat. Dalam proses pembuatannya, buah naga yang sudah dicuci bersih dan dikupas kulitnya akan dipotong tipis dan dikeringkan dalam oven. Setelah buah naga mengering, buah naga tersebut akan dihaluskan hingga menjadi produk herbal siap pakai dan siap jual yang diberi nama “Teh Celup Buah Naga”. Gambar 1. Kegiatan penyuluhan Gambar 2. Pelatihan Penanganan Penyakit dengan Tanaman Obat Gambar 3. Para peserta Gambar 4. Cek kesehatan 2 4 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 168 Banyuwangi, Jawa Timur FF UI LAKUKAN EDUKASI PRODUK HERBAL SESUAI PEDOMAN BPOM Dr. apt. Anton Bahtiar, M. Biomed Desa Olehsari merupakan salah satu desa di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang memiliki banyak program swadaya, wisata, kemasyarakatan dan acara rakyat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam wilayahnya. Namun di samping itu, Desa Olehsari masih memiliki kekurangan dalam sarana pelayanan kesehatan primer. Hal tersebut dibuktikan dari daya tampung pasien yang kurang memadai dan jumlah tenaga kesehatan yang terbatas di daerah tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu adanya upaya kesehatan yang bersifat preventif maupun kuratif untuk menunjang kurangnya sarana pelayanan kesehatan primer. Tim pengabdian FF UI mengupayakan pemberdayaan masyarakat setempat untuk menanam dan menggunakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk menunjang kurangnya sarana kesehatan. Dari program ini, 100 orang warga menjadi penerima manfaat. Upaya ini diambil berdasarkan respon masyarakat yang besar untuk mempelajari TOGA, selain itu didukung juga dengan ketersediaan lahan dan keanekaragaman TOGA yang cukup banyak di daerah tersebut. Tim pengabdian FF UI melakukan program “Pelatihan Pembuatan Simplisia Kering” dari buah naga untuk mengurangi gula darah dan asam urat. Dalam proses pembuatannya, buah naga yang sudah dicuci bersih dan dikupas kulitnya akan dipotong tipis dan dikeringkan dalam oven. Setelah buah naga mengering, buah naga tersebut akan dihaluskan hingga menjadi produk herbal siap pakai dan siap jual yang diberi nama “Teh Celup Buah Naga”. 1
169 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur Selain edukasi mengenai TOGA, tim pengabdian FF UI juga melakukan pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada glukosa, kolesterol Gambar 1. Penyampain materi Gambar 2. Para peserta menyimak materi Gambar 3. Penyerahan plakat 23 dan asam urat. Serta penyuluhan kesehatan tentang 3 penyakit, yaitu Kencing Manis, Hiperkolesterolemia dan Gout.
Pengmas UI 2022 - DPPM 170 Banyuwangi, Jawa Timur EDUKASI MENGENAI PROSES MENDAPATKAN SERTIFIKAT CLEANLINESS, HEALTH, SAFETY, AND ENVIRONMENT SUSTAINABILITY (CHSE) UNTUK PARA PELAKU USAHA PENYEDIA JASA PENGINAPAN Farida Prihatini, S.H., M.H., C.N. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) memberikan edukasi mengenai proses mendapatkan Sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) untuk para pelaku usaha penyedia jasa penginapan di tempat wisata Pulau Merah, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi. Edukasi ini dilakukan pada November 2022 dan diikuti oleh 27 peserta. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penunjang perekonomian negara, namun sepanjang pandemi Covid-19 sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Rasa khawatir terhadap penyebaran Covid-19 membuat para wisatawan ragu untuk melakukan perjalanan ataupun staycation. Sertifikat CHSE menjadi upaya untuk menjawab keraguan para wisatawan dengan harapan dapat meningkatkan kembali minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata, sebab Sertifikat CHSE ini dikeluarkan dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran wabah Covid-19. Namun Tim Pengabdian FH UI menyadari bahwa belum semua tempat wisata memenuhi standar penginapan sesuai dengan syarat CHSE. Ini disebabkan karena kurangnya pelatihan mengenai pendaftaran kepemilikan Sertifikat CHSE pada usaha penyedia jasa penginapan. Pantai Pulau Merah yang diambil oleh Tim Pengabdian FH UI sebagai lokasi pengabdian memiliki potensi besar untuk menunjang kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Hal ini didukung oleh pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Perum Perhutani dan BUMDes sebagai penanggung jawab POKMAS Pulau Merah. Target dari dilakukannya program ini adalah masyarakat setempat dapat memahami betapa pentingnya penerapan CHSE untuk mendukung perkembangan sektor wisata di wilayah Desa Sumberagung. Dari program ini pula, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang CHSE. Tidak hanya sosialisasi, Tim Pengabdian FH UI 1
171 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur juga melakukan edukasi dengan membagikan booklet yang berisi pemaparan lebih ringkas dan sederhana mengenai CHSE untuk memasifkan program pelatihan ini. Selain itu untuk memastikan peningkatan terhadap pemahaman pengelola wisata tentang pentingnya sertifikasi CHSE, Tim Pengabdian FH UI juga mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan para pimpinan pengelola pariwisata bersama dengan BAPPEDA dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat. Ini bertujuan untuk mendiskusikan hal-hal apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan CHSE serta evaluasi sejauh mana CHSE tersebut diterapkan. Tim Pengabdian FH UI berharap semua pelaku usaha sektor pariwisata di Pulau Merah dapat memahami pentingnya CHSE untuk mendukung kemajuan pariwisata di Indonesia, sehingga para pengelola wisata dapat melakukan pendaftaran program CHSE secara keseluruhan guna mendapatkan sertifikasi CHSE. Gambar 1. FGD bersama POKMAS, BAPPEDA dan Disparbud Gambar 2. Foto Bersama dengan Peserta setelah Kegiatan Sosialisasi selesai 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 172 Banyuwangi, Jawa Timur PEMBERDAYAAN REMAJA OSING DALAM PENGELOLAAN RUMAH CERDAS MELTIK DI DESA PESUCEN Dr. Dra. Sri Murni, M.Kes Desa Pesucen merupakan satu dari sembilan desa di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Batas-batas wilayah Desa Pesucen adalah sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kelir/Telemung, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Grogol, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kelir/Grogol, dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bulusari. Desa seluas 427 Ha ini berpenduduk 4.374 jiwa (1.583 Kepala Keluarga) terdiri dari 2203 perempuan dan 2171 laki-laki. Desa Pesucen memiliki dua Taman Kanak-kanak milik swasta, sebuah sekolah dasar (SD) dan sebuah sekolah menengah pertama (SMP). Fasilitas kesehatan hanya terdapat sebuah puskesmas pembantu. Fasilitas ibadah di Desa Pesucen terdapat masjid (11) dan mushala (5). Sebuah pasar permanen juga terdapat di desa Pesucen dengan mayoritas warga desa bekerja dibidang pertanian. Dari data yang didapat, mayoritas warga Desa Pesucen hanya menamatkan pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah. Hal ini tentu memprihatinkan mengingat Provinsi Banyuwangi adalah destinasi wisata internasional yang semestinya ditunjang oleh sumber daya manusia yang berpendidikan cukup tinggi guna menunjang pariwisata. Berdasarkan penyampaian informasi dari seorang relawan yang juga calon kader Rumah Cerdas Meltik bahwa warga desa Pesucen masih memerlukan bantuan pihak luar seperti Universitas Indonesia untuk memotivasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pendidikan. Tercatat pula bahwa Desa Pesucen secara administratif dibawah naungan Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi termasuk dalam daftar Kementerian Desa sebagai wilayah tertinggal. Oleh sebab itu, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) 1
173 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur merasa terpanggil untuk melakukan pelatihan pengelolaan rumah cerdas bagi para kader Desa Pesucen seperti rumah-rumah cerdas lainnya di wilayah Indonesia. Sebanyak 17 remaja Osing telah mengikuti program pemberdayaan rumah cerdas dengan kegiatan yang meliputi, yang pertama adalah pembekalan materi pendirian mini perpustakaan, cara melakukan pendampingan seperti calistung (membaca, menulis, dan menghitung) melalui cara bermain, bernyanyi, dan belajar di ruang terbuka lebih menyenangkan bagi warga terutama anak-anak. Kedua, pembekalan cara mendongeng yang menyenangkan bagi anak. Ketiga, pembekalan materi cara menyelenggarakan lomba menggambar, dan terakhir adalah pembekalan pelatihan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang tentunya dapat menjadi solusi bagi peningkatan perilaku higienis dan sanitasi warga Desa Pesucen sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan warga desa. Pelatihan pengelolaan rumah cerdas diharapkan mampu memotivasi para kader untuk mampu secara mandiri mengelola rumah cerdas. Hal ini terlihat sejak dimulainya kegiatan pelatihan mengelola rumah cerdas, para kader amat antusias mengikuti pendampingan calistung (membaca, menulis, dan menghitung) dan kegiatan mendongeng yang dipandu oleh tim pengabdi. Demikian juga, setelah mendapat pembekalan dan melihat langsung kegiatan lomba menggambar bagi anak-anak sekolah dasar, para kader memperhatikan dengan seksama dan turut membantu tim pengabdi dalam penyelenggaraan lomba menggambar. Pembekalan materi mengenai pelatihan PHBS (Program Hidup Bersih dan Sehat) bagi anak-anak, juga menjadi pengalaman berharga bagi para kader karena dapat melihat secara langsung praktik menggosok gigi dengan benar dan mencuci tangan sesuai protokol kesehatan. Gambar 1. Pemberian pembekalan kepada para kader Gambar 2. Peserta lomba mengambar dikelompokkan Gambar 3. Dua peserta sedang membaca dan menceritakan dongeng 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 174 Banyuwangi, Jawa Timur PEMBINAAN ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BAGI NELAYAN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA Abdul Kadir SKM., M.Sc Sektor perikanan laut diakui di seluruh dunia sebagai industri yang memiliki potensi bahaya sangat tinggi dengan tingkat kecelakaan fatal dan/atau serius jika dibandingkan dengan sektor lain seperti pertanian atau konstruksi. Sayangnya, setiap tahun di sektor ini, kasus kecelakaan yang sama cenderung terulang kembali, diantaranya yang sering timbul karena kelelahan, risiko keadaan darurat, tidak mengikuti tindakan pencegahan dasar seperti mengindahkan prakiraan cuaca. Kecelakaan dan insiden pada nelayan dapat menyebabkan sakit dan penderitaan bagi individu dan keluarganya. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja. Banyak kecelakaan dan kasus kesehatan buruk di tempat kerja disebabkan oleh kegagalan dalam mengelola keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan dengan benar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di dua tempat yang berbeda di kabupaten Banyuwangi, yaitu di Desa Tembokrejo, Muncar dengan sasaran masyarakat nelayan dan di Desa wisata Tamansari, Licin dengan waktu yang berbeda. Pengabdian yang dilaksanakan di Desa Tembokrejo, Muncar mengangkat judul ”PELAMPUNG K3 (Program Pelatihan Kampung Nelayan): Pembinaan Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Nelayan sebagai Upaya Menurunkan Risiko Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Oktober 2022 dan dihadiri oleh 23 orang nelayan Muncar, perwakilan Dinas Perikanan Banyuwangi dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahaya dan risiko K3 serta upaya dalam meningkatkan pengetahuan baik softskill maupun hardskill kepada masyarakat nelayan dan pelaku wisata terkait prinsip dasar K3. Fokus program ini melalui beberapa aktivitas kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan pembinaan 1 2
175 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur terkait melakukan kajian risiko terhadap aspek keselamatan dan kesehatan pada semua aktivitas nelayan dan pelaku wisata di Banyuwangi. Masyarakat nelayan Muncar dan pelaku wisata sangat antusias karena narasumber sangat interaktif dan mengajak nelayan untuk mempraktekan langsung antisipasi berbagai bahaya dan keselamatan kerja. Dari dua kegiatan ini, masyarakat di dua tempat memiliki harapan yang sama, hal ini juga didukung materi yang dijelaskan oleh Tim K3 UI tidak hanya berhenti di tataran teori melainkan mengajak masyarakat mempraktekkan langsung yang dibantu oleh instruktur yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Gambar 1. Presentasi Materi K3 oleh Abdul Kadir SKM., M.Sc. Gambar 2. Sesi Praktik ERP Gambar 3. Sesi tanya jawab 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 176 Banyuwangi, Jawa Timur MEMBANGUN RASA “AKU BERHARGA, AKU BANGGA !” MELALUI SEMINAR LITERASI OLEH PSIKOLOGI UI Sherly Saraghih Turnip, S.Psi.,M.Phil., Ph.D., Psikolog Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) adakan seminar literasi tentang kondisi kesehatan mental dan kepercayaan diri pada remaja di Banyuwangi, tepatnya di SMP 3 Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur. Seminar ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembentukan karakter remaja di Banyuwangi yang merupakan salah satu daerah tertinggal di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan para remaja rentan mengalami ketidaksetaraan dalam membangun ekonomi di daerahnya. Seminar yang diadakan pada 21 - 22 Juli 2022 ini dihadiri oleh 54 siswa/i SMP 3 Muhammadiyah Banyuwangi. Kemampuan dan peran remaja untuk mendorong perekonomian daerah tidak terlepas dari kemampuan yang mereka miliki. Baik hard skill maupun soft skill sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan remaja. Salah satu soft skill yang dibutuhkan adalah rasa percaya diri, sebab dengan kepercayaan diri dapat meningkatkan performa remaja dalam beraktifitas dan dapat mengoptimalkan pencapaian di masa remaja maupun di usia dewasa. Melihat kondisi ini, tim pengabdian Psikologi UI membuat modul “Pelatihan Membangun Keberhargaan Diri: Aku Berharga, Aku Bangga !” yang sudah memiliki Hak Cipta berdasarkan analisis kebutuhan kesehatan mental peserta didik SMP 3 Muhammadiyah Banyuwangi. Sebagai implementasi dari modul tersebut, dilakukan seminar interaktif oleh fasilitator yang terdiri dari relawanrelawan mahasiswa psikologi yang berada di bawah bimbingan dosen dan psikolog klinis yang ahli di bidangnya. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi berharap dengan 1 2
177 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur diselenggarakannya seminar ini, peserta dapat lebih menyadari pentingnya kesehatan mental dan dapat menjadi lebih percaya diri. Dengan begitu, peserta dapat lebih memaksimalkan kemampuan dan perannya dalam membangun perekonomian daerah yang berkelanjutan. Gambar 1. Modul Pelatihan Keberhargaan Diri pada Remaja dengan judul “Aku Berharga, Aku Bangga” Gambar 2. Pemberian materi Gambar 3. Sesi tanya jawab 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 178 Banyuwangi, Jawa Timur OPTIMALISASI INSTAGRAM DAN TIKTOK DALAM MEMPROMOSIKAN PARIWISATA BANYUWANGI Hapsari Setyowardhani, S.E., M.M Desa Wisata Basring adalah sebuah desa wisata yang beralamat di Dusun Krajan 1 Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, dengan titik lokasi di peta 8°03’11.8”S 114°25’54.0”E. Destinasi wisata yang dikembangkan oleh Desa Bangsring adalah Pantai Bangsring. Pada tahun 2009, para nelayan membangun ide untuk membuat kawasan perlindungan laut (konservasi) di Bangsring, dengan menanam kembali terumbu karang di kawasan tersebut. Sehingga di tahun 2013, terumbu karang alami dan buatan tumbuh bagus, serta ikan hias dan ikan konsumsi mulai muncul di kawasan tersebut. Di tahun 2014, atas inisiatif akademisi dan aktivis lingkungan, dikembangkan konsep ecotourism, sehingga Pantai Bangsring kemudian menjadi destinasi wisata berbasis konservasi yang diberi nama Bangsring Underwater. Bangsring Underwater ini letaknya tepat di bawah Rumah Apung yang lokasinya tidak jauh dari bibir Pantai Bangsring. Rumah Apung ini dibuat agar para pengunjung dapat menikmati keindahan biota laut dari atas permukaan air laut. Pengunjung juga dapat menikmati snorkling atau menyelam di sekitar Rumah Apung ini. Potensi wisata yang dimiliki oleh Pantai Bangsring ini mampu mengangkat Desa Bangsring menjadi Desa Wisata yang menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Kabupaten Banyuwangi. Sebelum pandemi, setiap tahun ada sekitar 21.000 orang wisatawan datang untuk berwisata ke Pantai dan Desa Wisata Bangsring ini. Kebanyakan wisatawan yang datang adalah wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Selain itu ada sepuluh persen wisatawan asing yang berasal dari Australia hingga Belanda. Seperti kondisi yang dialami pelaku pariwisata lainnya, pandemi berdampak pada turunnya jumlah wisatawan yang datang ke Pantai dan Desa Bangsring. Hal ini tentunya berdampak pada pendapatan masyarakat di Desa Wisata Bangsring. Saat ini pemerintah sudah mulai melonggarkan aturan pembatasan wilayah. Perkembangan ini tentunya diharapkan berdampak positif pada peningkatan perekonomian riil, termasuk sektor pariwisata. Selain memperbaiki fasilitas sesuai protokol kesehatan (prokes), Desa Wisata Bangsring juga harus melakukan perbaikan dari sisi promosinya. Pemerintah saat ini sedang mendorong penerapan teknologi digital di seluruh sektor, termasuk pariwisata dan UMKM. Media yang paling efektif untuk melakukan promosi terhadap 1
179 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur Generasi Y dan Z sebagai target pasar utama Bangsring Underwater ini adalah lewat media sosial, terutama lewat Instagram, Youtube, dan Tiktok. Perlu adanya perbaikan dalam tampilan media sosial Bangsring. Untuk mendorong hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memberikan edukasi berbentuk pelatihan tentang optimalisasi media sosial sebagai alat promosi dari kegiatan pariwisata di Bangsring, Banyuwangi. Edukasi ini mengangkat tema “Optimalisasi Instagram & Tiktok dalam Mempromosikan Pariwisata Banyuwangi”. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di ruang serba guna Grand Watu Dodol (GWD) pada tanggal 3 Agustus 2022. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kabupaten Banyuwangi, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Camat Wongsorejo, serta Pengelolaan Destinasi Wisata Pantai dan Laut. Strategi keberlanjutan dari program pengabdian masyarakat ini adalah menghubungi secara personal admin pengelola Instagram dan Tiktok dari Bangsring, GWD, dan Mustika, untuk menanyakan kendala apa saja yang dihadapi dalam memperbaharui kualitas dan kuantitas dari konten Instagram maupun Tiktok. Bahkan untuk Pantai Mustika akan diarahkan untuk membuat akun resmi Tiktok, dan kemudian mengarahkan bagaimana kualitas dan kuantitas dari konten Tiktoknya. Gambar 1. Koordinasi dengan Kabid Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Gambar 2. Narasumber Saat Pelatihan Gambar 3. Foto Bersama Para Peserta 2 3
Pengmas UI 2022 - DPPM 180 Banyuwangi, Jawa Timur PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN MENAFSIRKAN SIMBOL-SIMBOL KESENIAN JARANAN BUTO PADA SANGGAR TARI SAYU WIWIT Dr. Darmoko, S.S., M.Hum Suku Osing merupakan suku khas Banyuwangi yang kaya akan kebudayaan, kesenian, dan adat istiadat. Namun seiring bergantinya zaman tidak menutup kemungkinan jika kebudayaan yang ada semakin terkikis. Oleh karena itu, tim pengabdian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang diketuai oleh Dr. Darmoko, S.S., M.Hum, melakukan upaya pelestarian melalui program “Pemberdayaan Kemampuan Menafsirkan Simbol-Simbol Kesenian Jaranan Buto pada Sanggar Tari Sayu Wiwit di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur”. Jaranan Buto sendiri merupakan kesenian kuda lumping yang berkembangan di Banyuwangi, tari ini dimainkan oleh seorang laki-laki yang berdandan ala raksasa menyeramkan sambil menunggang kuda kulit bergambar wayang raksasa atau kala. Tarian ini banyak digemari oleh kalangan muda sampai tua, tentunya tidak terlepas dari unsur-unsur yang penuh dengan makna, seperti dalam tarian, musikal, busana, dan lainnya. Banyaknya penggemar membuat kepopuleran tari Jaranan Buto menjadi naik daun, tetapi hal tersebut belum dibarengi dengan pemahaman mengenai simbolsimbol dalam makna, sejarah, dan lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian masyarakat ini akan dilakukan pemberdayaan kemampuan menafsirkan simbol-simbol kesenian Jaranan Buto yang dibutuhkan dalam upaya menyimbangkan pengetahuan dan wawasan mengenai Jaranan Buto. Pemberdayaan yang dilakukan oleh tim pengabdi pada rentang waktu Agustus - Oktober 2022 ini berfokus pada beberapa kegiatan, diantaranya yang pertama memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat Desa Tegalarum mengenai Jaranan Buto dengan progresif dan persuatif. 1
181 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur Kedua, penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan secara inovatif dan aktif. Serta yang ketiga, menghasilkan luaran yang efektif sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat terhadap Desa Tegalarum. Dari program ini, sebanyak 40 penerima manfaat mampu menafsirkan simbol-simbol kesenian Jaranan Buto tingkat dasar. Menurut Dr. Darmoko, untuk dapat menafsirkan suatu objek budaya diperlukan metode lokal yang telah dimiliki oleh para leluhur Jawa, yaitu sanggit. Di dalam sanggit tersebut terdapat istilah yang mengandung konsep penafsiran, yaitu othakathik gathuk atau othak athik mathuk. Di dalam menafsiran simbol-simbol kesenian Jaranan Buto para sesepuh Jawa berusaha membentangkan pengalaman, pengetahuan, dan cara untuk dapat memahami objek budaya Jaranan Buto, baik dari aspek bentuk maupun isinya. Penafsiran (interpretasi) dalam rangka pemaknaan sebuah objek dalam budaya Jawa berkorelasi dengan sejarah (genealogi) dan religi (mitos) serta tradisi dan konvensi masyarakat setempat. Untuk dapat menafsirkan simbol-simbol kesenian Jaranan Buto tersebut juru tafsir perlu memiliki kekuatan imajinasi, kepekaan intuisi, intelektualitas, dan penguasaan kode budaya yang cukup, sehingga makna tafsir tersebut memiliki kriteria aktual, relevan, dan logis. Metode penafsiran simbol-simbol pada kesenian Jaranan Buto ini diapdopsi dan dikembangkan dari metode penelitian dan kerangka konseptual teoritis Dr. Darmoko dalam disertasinya Tahun 2017 yang berjudul “Wayang Kulit Purwa Lakon Semar Mbabar Jatidiri: Sanggit dan Wacana Kekuasaan Soeharto”. Dalam disertasi disebutkan bahwa sanggit dapat dipandang sebagai konsep dan sekaligus metode penafsiran budaya lokal. Gambar 1. Senam pagi dengan judul senam padhang bulan Gambar 2. Kegiatan FGD mengenai Simbol-simbol Kesenian Jaranan Buto Gambar 3. Foto Bersama Para Peserta 3 2
Pengmas UI 2022 - DPPM 182 Banyuwangi, Jawa Timur PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ADAT KEMIREN MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS LITERASI BENCANA Dr. Herdis Herdiansyah Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) lakukan program pengabdian di Desa Adat KemirenOlehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program ini dipersiapkan dan dilaksanakan dalam kurun waktu 9 bulan, mulai pada bulan April hingga Desember 2022. Puncak program ini, yaitu pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Banyuwangi dengan tema “Peningkatan Kapasitas Literasi Bencana dan Konservasi Lingkungan Masyarakat Banyuwangi Berbasis Manuskrip dan Tradisi Lisan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2022 di Sawah Art Space, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang warga dan siswa/i di Desa Adat Kemiren. Potensi yang dimiliki Banyuwangi dan berbagai penghargaan yang telah diterimanya, tidak serta merta membuat The Sunrise of Java bebas dari permasalahan. Universitas Indonesia mencatat 1 2
183 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur bahwa Kabupaten Banyuwangi berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), serta Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) termasuk kategori desa tertinggal, Infrastruktur pariwisata yang kurang mendukung, Posisi jauh dari ibukota provinsi, dan daerah gempa dan tsunami. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdi SIL UI berharap program ini akan mendorong pengembangan potensi Banyuwangi, sekaligus mencoba memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi. Potensi yang dimaksud adalah potensi budaya berupa peninggalan manuskrip dan warisan tradisi lisan. Sedangkan masalah yang dimaksud berkaitan dengan kemungkinan terjadinya bencana serta kerusakan lingkungan yang telah dan mungkin akan terjadi. Tim pengabdi SIL UI melaksanakan program ini untuk mencapai 4 tujuan utama. Pertama untuk memperkenalkan warisan manuskrip dan tradisi lisan Banyuwangi, yang mana program ini memberikan pengantar berkaitan dengan potensi budaya Banyuwangi. Kedua untuk memaparkan kondisi lingkungan dan wilayah rawan bencana kepada masyarakat Banyuwangi dengan menunjukkan fakta berkaitan dengan kondisi lingkungan dan potensi bencana. Ketiga untuk memberdayakan masyarakat dalam menggali data budaya berkaitan dengan kebencanaan dan konservasi lingkungan. Hal itu akan memaksimalkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) dalam mencari data budaya. Tujuan terakhir adalah untuk meningkatkan kapasitas literasi bencana dan konservasi lingkungan berbasis manuskrip dan tradisi lisan. Gambar 1. Pelatihan literasi bencana dan konservasi lingkungan Banyuwangi Gambar 2. Para peserta
Pengmas UI 2022 - DPPM 184 Banyuwangi, Jawa Timur PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA OLEHSARI MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH Fajar Muhammad Nugraha, M.Si. Setelah tim pengabdi lain datang ke Desa Olehsari pada tahun lalu, didapati bahwa Kantor Kepala Desa Olehsari secara darurat dijadikan sebagai TPA (tempat Pembuangan Akhir) sampah untuk masyarakat Desa Olehsari. Kondisi tersebut cukup ironi, karena kantor desa yang sejatinya diperuntukkan untuk pelayanan warga desa, terutama urusan administratif, cukup terganggu dengan kondisi tumpukan sampah yang berada tepat di sebelah kantor Kepala Desa Olehsari. Tidak hanya itu, keberadaan serangga, terutama lalat menambah ketidaklayakan suasana tersebut yang harus bersanding dengan kantor Kepala Desa. Permasalahan ini perlu dituntaskan dengan cara memberikan edukasi kepada warga desa Olehsari terkait pengolahan sampah (termasuk pengelompokan), dan memberikan penyuluhan kepada warga tentang risiko yang akan ditanggung apabila desa tidak dapat mengelola sampahnya dengan baik. Untuk merealisasikan solusi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) memberikan pembekalan dengan “Pelatihan Pengelolaan Sampah” yang digelar di Kantor Desa Olehsari pada 25 September 202. Dalam kesempatan tersebut, pelatihan disampaikan oleh Fajar Muhammad Nugraha, M.Si., Dr. Rahadjeng Pulungsari, S.S, M. Hum., Albert P. J. Roring, S.S, M.Hum., dan Rianti Demerista Manullang, M.A. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari warga setempat, Petugas Pemungut Sampah, ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pemuda Karang Taruna, dan tokoh masyarakat, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan interaktif. Selain pelatihan tersebut, tim pengabdi FIB UI juga melakukan beberapa kegiatan 1
185 Pengmas UI 2022 - DPPM Banyuwangi, Jawa Timur untuk memaksimalkan pemberdayaan, antara lain dengan menginventarisasi kebutuhan Desa Olehsari dalam pendampingan pengelolaan sampah, menyediakan 3 tong sampah berbeda warna untuk keperluan demonstrasi pengelompokan sampah berdasarkan material dan atau sumbernya, dan memberikan pendampingan tentang pengolahan sampah. Misalnya, memberikan Gambar 1. Kegiatan pelatihan Gambar 2. Penempelan sticker Gambar 3. Buku saku 2 3 contoh bahwa ada beberapa sampah plastik sisa deterjen yang dapat dijadikan produk lain yang masih dapat digunakan, seperti tas belanja dan topi
Pengmas UI 2022 - DPPM 186 Banyuwangi, Jawa Timur PENGUATAN ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI DESA WISATA TAMAN SARI KABUPATEN BANYUWANGI Abdul Kadir SKM., M.Sc Berbagai kegiatan dan aktivitas wisata tidak terlepas dari berbagai macam bencana, bahaya dan risiko keselamatan seperti terjatuh, terpeleset, dan kecelakaan yang dapat menyebabkan wisatawan cedera. Program prioritas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yaitu sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental) merupakan salah satu guna menjalani new normal dan pandemi COVID-19 (RENSTRA Kemenparekraf 2020- 2024). Namun, Saat ini Desa Wisata belum memiliki pengetahuan tentang aspek HSE yang cukup. Melihat hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), khususnya Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bekerjasama dengan UPT Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Universitas Indonesia melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat dengan judul “Penguatan Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Desa Wisata Tamansari Kabupaten Banyuwangi dalam Mendukung Program Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf”. Program pengabdian yang diketuai oleh Abdul Kadir SKM., M.Sc. ini dilaksanakan pada 21 Oktober 2022 di Desa Wisata Taman Sari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Ada pun undangan yang turut hadir antara lain, 22 Perwakilan Pengelola objek wisata Tamansari, Perlindungan Masyarakat (LINMAS) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tamansari. “Berbagai kegiatan dan aktivitas wisata tidak terlepas dari berbagai macam bencana, bahaya dan risiko keselamatan seperti terjatuh, terpeleset, dan kecelakaan yang dapat menyebabkan wisatawan cedera. Wawasan akan 1 2