STRATEGI MRR
MENGUBAH PENDIDIKAN
INDONESIA MELALUI IGI
(Kumpulan Pandangan Penulis SAGUSAKU IGI tentang
Muhammad Ramli Rahim Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui
Ikatan Guru Indonesia)
Penulis : Nurbadriyah [et al.]
STRATEGI MRR
MENGUBAH WAJAH DUNIA PENDIDIKAN
MELALUI IGI
(Kumpulan Pandangan Penulis SAGUSAKU IGI tentang
Muhammad Ramli Rahim Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui
Ikatan Guru Indonesia)
Penulis : Nurbadriyah [et al.]
Editor : Guslaini
Penata Letak: Guslaini
Desain Sampul: Hendri Burhan
Copyright ©Arga Pustaka, 2020
x + 342 hlm, 21 cm
Diterbitkan oleh
CV. ARGA PUSTAKA
Jl. Pelem, RT 3/2 Kel. Pelem
Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah
E-mail: [email protected]
ISBN 978-623-6847-05-3
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan
cara apapun tanpa ijin dari penulis
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | ii
PENGANTAR
GUBERNUR DKI JAKARTA
ANIES RASYID BASWEDAN, Ph.D.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Izinkan saya mengapresiasi para guru yang tergabung dalam
Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang berhasil mengumpulkan gagasan
mereka dalam bentuk buku dan menerbitkannya. Mereka ini adalah
guru-guru pejuang. Di tangan mereka kita titipkan perbaikan
pendidikan negeri ini.
Bagaimana pun guru adalah ujung tombak pendidikan kita.
Jika kita memperhatikan kualitas, distribusi dan kesejahteraan guru
maka sebagian masalah pendidikan kita bisa teratasi. Ini bisa terjadi
karena kita mengapresiasi guru dengan baik. Apresiasi tidak mesti
berbentuk materi, tetapi bisa juga dalam bentuk peningkatan kualitas
guru itu sendiri. Dalam hal ini, IGI berada di garda depan. Tanpa
mengandalkan dan menggunakan dana pemerintah, IGI senantiasa
saling berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi guru
andal.
Tak bisa dimungkiri, IGI hadir untuk membantu tugas negara
dalam melunasi salah satu janji kemerdekaan Indonesia :
mencerdaskan anak bangsa. Apa yang belum dan tidak terjangkau
oleh pemerintah maka IGI mengambil alih tanggung jawab tersebut.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | iii
Mereka melakukannya karena cinta terhadap murid dan profesi. Juga
karena begitu lekat mencintai Indonesia ini.
Sejak berdiri pada 2009 hingga sekarang ini IGI terus
berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia.
Tidak pernah sekali pun melenceng dari komitmen ini. Mengusung
moto Sharing and Growing Together IGI terus berinisiatif
melahirkan inovasi dalam hal pembelajaran untuk murid dan
peningkatan kualitas guru itu sendiri. Mereka bergerak dan
menggerakkan halhal positif dalam pendidikan di Indonesia.
Di balik semua itu ada satu sosok penting dalam IGI, yaitu
Muhammad Ramli Rahim atau biasa dipanggil MRR. Beliau saat ini
memegang amanah sebagai Ketua Umum IGI. Berkat keuletan dan
keteguhannya dalam memimpin IGI, sudah tak terhitung guru di
Indonesia yang mendapatkan pengaruh positifnya. Yang semula tak
berani tampil dan menampilkan diri di hadapan khalayak banyak
setelah berproses di IGI justru menonjol dan menjadi pembicara di
tingkat lokal dan nasional; atau yang semula tak memiliki banyak
pengetahuan dan pengalaman menjadi guru yang kompeten, setelah
mendapatkan bimbingan dan cerita dari guru-guru lainnya di IGI
maka menjadi guru yang bukan hanya dicintai murid-murid
melainkan juga menjadi pemimpin.
Kita bisa membaca sebagian ceritanya dalam buku ini.
Membaca buku ini saya seperti melihat perwujudan gagasan IGI. Tak
pelak, buku ini merupakan sumbangan penting bagi dunia
pendidikan kita, terutama bagi tenaga pendidikan dan seluruh
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | iv
birokrasi pendidikan di tanah air. Melalui buku ini kita ditunjukan
bagaimana guru berperan sebagai pelaku dari perubahan itu sendiri,
bergerak melakukan perubahan dengan kesadaran penuh dan tumbuh
bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.
Dengan semua proses yang dijalani IGI ini kita, sekali lagi,
diingatkan bahwa profesi guru itu sangat mulia; mereka adalah
pahlawan tanpa tanda jasa.
Kepada sidang pembaca, insya Allah inspirasi yang ada dalam
buku ini bisa merembes ke dalam alam pikiran kita sehingga kita
bisa lebih mengapresiasi guru. Kepada para guru yang menulis dalam
buku ini, insya Allah ini akan menjadi amal jariah yang pahalanya
tidak akan kering.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Jakarta, Oktober 2020
Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | v
PENGANTAR
PJ SAGUSAKU
Nurbadriyah, M.Pd.
Kongres kedua Ikatan Guru Indonesia 30-31 Januari 2016
membawa warna baru dalam pendidikan Indonesia. Terpilihnya
Muhammad Ramli Rahim sebagai Ketua Umum dapat membuktikan
bahwa IGI mampu mewujudkan eksistensi dan kompetensinya dalam
dunia pendidikan. Apakah IGI memiliki dana yang besar sehingga
Ketua Umum dapat langsung bertemu dengan para guru di seluruh
Indonesia? Berapa milyar dana yang dimiliki sehingga IGI mampu
menerbangkan banyak pelatih untuk terbang ke seluruh Indonesia?
Yang penasaran, mari simak strategi apa yang digunakan
MRR dalam mengubah pendidikan Indonesia. IGI sebuah organisasi
profesi yang mandiri termasuk dari sisi finansial. Pelaksanaan
kongres kedua tetap berlangsung meskipun dengan keterbatasan
dana. Lima juta uang pemberian Bapak Indra Jati Sidi menjadi modal
awal pelaksanaan kongres kedua yang menghabiskan dana ratusan
juta rupiah. Secara aklamasi, Muhammad Ramli Rahim terpilih
menjadi ketua umum Ikatan Guru Indonesia periode 2016-2021.
Di awal kepemimpinannya, IGI tidak memiliki dana sama
sekali. Memang uang bukan sumber dari segala kekuatan, tetapi pasti
diakui kekuatan akan ada jika kita memiliki uang. Dari sinilah Ketua
Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim atau yang lebih familiar
dipanggil dengan MRR merogoh kocek sendiri sebagai awal
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | vi
pengembangan IGI. MRR yang sangat mengagumi Umar bin Abdul
Azis ini berpikir sebuah organisasi tidak akan bergerak jika tidak
diawali dari diri kita sendiri seperti yang dilakukan Umar bin Abdul
Azis ketika dibaiat menjadi Khalifah dan berhasil membangun
kesejahteraan dalam wilayah yang begitu luas hanya dalam 2,5
tahun. Berlandaskan pemikiran itu, beliau memaksimalkan kekuatan
jaringan yang dimilikinya.
Muhammad Ramli Rahim mampu mengubah pendidikan
Indonesia 5 tahun lebih cepat dari ukuran normal. Sosok Reinkarnasi
gabungan kepemimpinan Sultan Hasanudin, kecerdasan Karaeng
Patingaloang, dan keberanian Kareang Galesong dengan ide brilian
dan semangat tinggi. Kau mampu mengubah pendidikan Indonesia
menjadi lebih berarti. Kau mampu menggerakkan banyak guru hebat
dengan cepat. Dengan berani kau mampu tunjukkan bukti pada
negeri kalau tidak semua guru Indonesia anti teknologi.
Satu hal yang tak terlupakan adalah keberadaan kepemimpinan
MRR yang mampu berbicara seperti orator dan menulis seperti
wartawan, sosok pemimpin yang digambarkan guru para pendiri
negeri ini, H.O.S Cokroaminoto.
Indonesia, November 2020
PJ SAGUSAKU
Nurbadriyah, M.Pd.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | vii
DAFTAR ISI
PENGANTAR GUBERNUR DKI JAKARTA iii
Anies Rasyid Baswedan, Ph.D
vi
PENGANTAR PJ SAGUSAKU
Nurbadriyah, M.Pd viii
DAFTAR ISI 1
PESONA TIADA TARA 11
Nurbadriyah, M.Pd
INOVASI DAN TEROBOSAN SOSOK
PEMBAHARUAN DUNIA PENDIDIKAN
Guslaini, S.Si., M.Pd.
BU TEJO BESARKAN IGI 26
Neli Fori Karliana
GAUNG SPIRIT MAKASSAR KE PESISIR SUMATERA
Hendri Burhan 44
IGI MENJADI ORGANISASI BESAR DI BAWAH MRR
Teddy Handika 63
SEBUAH KABAR BAGI ANAK NEGERI 74
Marliah Yoesoef
IMPRESI EMPAT TAHUN BERSAMA PUTRA MAROS
Dra. Hj. Huzaimah, M.Pd.I 92
SANG REVOLUSIONER 102
Wirdayane, S.Pd.SD
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | viii
IGI DI BAWAH KOMANDO MRR 116
Jevery Paat
PESONA IGI DI TANGAN PRIA MAROS 137
Yarni N, S.Pd.SD
IGI TERBANG BERSAMA MRR 157
Yusfiarni, S.Pd.SD
CHANGE MANAGEMENT ALA MRR 169
Ester Yunginger
IKATAN GURU INDONESIA, ANTARA 188
CITA-CITA DAN HARAPAN
Diana Mulawarmaningsih, S.Ag.
CAHAYA MRR DI RUANG IGI 203
Rina Oktopiani
MEMBANGUN KEMANDIRIAN GURU 223
Suprihadi
TOKOH MUDA PEMBAHARUAN 238
Since, M.Pd.
MRR MERETAS FENOMENA BOTOL KOSONG 255
TERTUTUP
Bambang Sugiantoro
MESIN GENERATOR GURU BERKARYA, 264
MEREKAM JEJAK PENDIDIKAN BERSAMA IGI
DI MASA KEPEMIMPINAN MRR
Chalen Nur Aprilian Feliana, S.Pd
SEPAK TERJANG MUHAMMAD RAMLI RAHIM 277
TERHADAP PERKEMBANGAN IGI
Emmawati, S.Pd.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | ix
GELOMBANG PERUBAHAN ALA MRR 288
Damsianus Sepulo Tukan, S.Pd 326
332
MRR MEMBAWA IGI MENCAPAI TUJUAN
Rita Noviani,S.Pd.SD
MENGENALMU BEGITU INDAH
Norhasanah
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | x
PESONA TIADA TARA
Oleh :
Nurbadriyah, M.Pd
IGI
Ikatan Guru Indonesia
Mengemban Visi Mencerdaskan Bangsa
Mendidik Generasi Mulia
Menjunjung Kehormatan dan Kode Etik guru Indonesia
IGI
Ikatan Guru Indonesia
Bersumpah Menjadi Guru Sejati
Mengabdi untuk Negeri
Menjadi Mutiara Ibu Pertiwi
Jayalah IGI
Majulah IGI
Ikatan Guru Indonesia
Jayalah IGI
Majulah IGI
Ikatan Guru Indonesia
IGI
Ikatan Guru Indonesia
Bermutu, Jujur, dan Profesional
Menjadi Pelopor Perubahan
Pantang Mengajar Kalau Tidak Belajar
IGI
Ikatan Guru Indonesia
Terdepan Dalam Ilmu
Sharing and Growing Together
Jayalah IGI
Majulah IGI
Ikatan Guru Indonesia
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 1
Jayalah IGI
Majulah IGI
Ikatan Guru Indonesia
Mars IGI berkumandang dan menggetarkan jiwa guru yang
haus ilmu di ruang pelatihan itu. Syair yang indah ditulis oleh sosok
bersahaja HB Arifin, seorang wartawan senior yang tanpa henti
menyemangati para guru untuk terus berupaya menggali bakat,
berbagi informasi, berkreasi, dan meningkatkan kompetensi.
Kolaboratif yang apik antara Budiyono dan Hariyanto S ini
mampu membangkitkan semangat setiap orang yang mendengarkan
dan melantunkan Mars IGI ini. Tak kan terasa air mata mengaliri
kedua pipi saat menyanyikannya. Inilah kesan awal para guru hebat
mengenal sebuah organisasi guru yang dahsyat.
Melalui CBE, para pendiri IGI diantaranya Achmad Rizali
dan Satria Dharma, beberapa kali melakukan dialog pendidikan
secara nasional. Dalam acara tersebut, mereka menyatakan
keresahannya terkait kondisi mutu guru Indonesia karena menurut
mereka guru menjadi persoalan pendidikan yang serius. Pendidikan
adalah dasar sebuah peradaban. Dari sana akan melahirkan generasi
penerus yang akan membawa perubahan besar sebuah bangsa.
Di sisi lain, kinerja pemerintah dalam meningkatkan
profesionalitas guru juga memprihatinkan. Meski berbagai pelatihan
sering digelar. Namun, hasil yang dirasakan belum begitu optimal.
Masih banyak guru yang belum pandai mengelola pembelajaran
sesuai dengan perkembangan zaman. Jauh panggang dari api,
organisasi guru yang diharapkan bisa menjadi bidan yang ikut
melahirkan guru-guru profesional kurang optimal. Keresahan
berujung pada ketidakpuasan berbagai pihak. Sertifikasi guru
diungkit berbagai pihak. Guru dianggap tak layak menerima
tambahan penghasilan jika peningkatan mutu pendidikan belum
ditampakkan. Bercermin dari ini, maka reformasi pendidikan perlu
segera dilakukan.
Perubahan harus dilakukan oleh guru sendiri. Atas dasar inilah
Indonesia Teachers Club atau Klub Guru Indonesia (KGI) dibentuk.
Pada 21 Juni 2006, Klub Guru digagas sebagai wadah bagi guru
untuk meningkatkan mutu dirinya sendiri melalui berbagai kegiatan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 2
pelatihan. Di sini, guru-guru juga berbagi ilmu antar mereka sendiri.
Harapannya Klub Guru dapat menjadi wadah aspirasi insan
pendidikan Indonesia sebagai bentuk reformasi pendidikan.
Kehadiran Klub Guru saat itu menjadi penyemangat guru yang
haus akan ilmu. Keberadaannya memunculkan kepercayaan diri para
guru untuk berinovasi. Mereka ingin membuktikan bahwa profesi
guru tak bisa dianggap sebelah mata. Karena selama ini profesi guru
sering dipandang sebagai profesi pilihan terakhir, sering
dimarjinalkan dan dijadikan komoditas politik, sementara organisasi
profesi yang ada belum mampu menyuarakan dan memperjuangkan
aspirasi para guru, ketika guru menghadapi masalah, seolah-olah
tidak ada yang membela, sehingga guru harus berjuang sendiri-
sendiri.
Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi guru yang
diinisiasi sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia (KGI)
di bawah kepemimpinan Ahmad Rizali dan secara resmi berbadan
hukum pada tanggal 26 November 2009 disahkan oleh Kementerian
Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-
125.AH.01.06 Tahun 2009 dengan Ketua Umum Satrian Dharma dan
Sekjen Muhammad Ihsan dari Jatim serta Indra Djati Sidi dari Jabar
sebagai Ketua Dewan Pembina.
Pada tahun 2016 SK tersebut diperbarui dengan Nomor: AHU-
0000308.AH.01.08. Tahun 2016. Kehadiran IGI seolah menjadi
penyemangat bagi pengurus dan anggota IGI, sehingga tidak ragu-
ragu lagi dalam berkiprah dan sekaligus siap menjadi lokomotif
penggerak perubahan bagi bangsa khususnya bagi dunia pendidikan
di Indonesia.
Kepengurusan baru 2016-2021 juga telah terdaftar di
kementerian hukum dan ham dengan surat keputusan nomor AHU-
0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad
Ramli Rahim.
IGI lahir dari keprihatinan akan rendahnya kompetensi guru
Indonesia, pemerintah dalam kajian berbagai pihak dianggap belum
sukses mengangkat kompetensi guru, sementara organisasi guru yang
ada saat itu tak berbuat apapaun dalam rangka peningkatan
kompetensi guru.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 3
Sejak mendapat pengesahan resmi dari pemerintah sebagai
organisasi guru, IGI terus berkonsentrasi penuh pada peningkatan
kompetensi guru. Bagi IGI, ujung pangkal dari semua persoalan
pendidikan di Indonesia ada pada rendahnya kompetensi guru
Indonesia baik kompetensi profesional, kompetensi paedagogik,
kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian.
Periode Kedua IGI 2006-2021 telah menandakan masuknya
IGI ke dalam babak baru organisasi guru.
***
Kongres kedua Ikatan Guru Indonesia 30-31 Januari 2016
membawa warna baru dalam pendidikan Indonesia. Terpilihnya
Muhammad Ramli Rahim sebagai Ketua Umum dapat membuktikan
bahwa IGI mampu mewujudkan eksistensi dan kompetensinya dalam
dunia pendidikan. Apakah IGI memiliki dana yang besar sehingga
Ketua Umum dapat langsung bertemu dengan para guru di seluruh
Indonesia? Berapa milyar dana yang dimiliki sehingga IGI mampu
menerbangkan banyak pelatih untuk terbang ke seluruh Indonesia?
Yang penasaran, mari simak strategi apa yang digunakan
MRR dalam mengubah pendidikan Indonesia.
IGI sebuah organisasi profesi yang mandiri termasuk dari sisi
finansial. Pelaksanaan kongres kedua tetap berlangsung meskipun
dengan keterbatasan dana yang ada. Lima juta uang pemberian
Bapak Indra Jati Sidi menjadi modal awal pelaksanaan kongres
kedua yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Secara aklamasi,
Muhammad Ramli Rahim akhirnya terpilih menjadi ketua umum
Ikatan Guru Indonesia periode 2016-2021.
Di awal kepemimpinannya, IGI tidak memiliki dana sama
sekali. Memang uang bukan sumber dari segala kekuatan, tetapi pasti
diakui kekuatan akan ada jika kita memiliki uang. Dari sinilah Ketua
Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim atau yang lebih familiar
dipanggil dengan MRR merogoh kocek sendiri sebagai awal
pengembangan IGI. MRR yang sangat mengagumi Umar Bin Abdul
Azis ini berpikir sebuah organisasi tidak akan bergerak jika tidak
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 4
diawali dari diri kita sendiri seperti yang dilakukan Umar Bin Abdul
Azis ketika dibaiat menjadi Khalifah dan berhasil membangun
kesejahteraan dalam wilayah yang begitu luas hanya dalam 2,5
tahun. Berlandaskan pemikiran itu, beliau memaksimalkan kekuatan
jaringan yang dimilikinya.
Kekuatan berpikir pasti harus dilakukan secara mandiri.
Sebagai leader MRR menggunakan kekuatan pribadi untuk
mengembangkan Ikatan Guru Indonesia. Selain menggunakan dana
pribadi untuk terbang kemana-mana, MRR juga telah
mengenyampingkan semua kepentingan pribadinya untuk
kepentingan IGI dengan meninggalkan banyak hal mulai dari
keluarga, usaha, dan kepentingan pribadi lainnya.
Sumber Daya dan pemikiran pribadi inilah yang menjadikan
IGI dapat cepat bergerak dan diakui keberadaannya dalam dunia
pendidikan Indonesia. Tanpa pemikiran dan dana pribadi yang
mengawali semua, kekuatan itu tak kan ada. Tanpa perjuangan yang
pernah dilakukan tentulah tak kan membawa IGI merdeka
memberikan pelatihan dimana-mana. Tanpa kekuatan menjalin
sebuah jaringan, IGI tak kan mendapat kepercayaan untuk bermitra.
Salah satu kekuatan itu bersumber dari sosok Anies Baswedan dan
dilanjutkan Muhadjir Effendy yang telah membuka jalan IGI untuk
lebih dekat dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.**
Di bawah kepemimpian Ketua Umum Muhammad Ramli
Rahim, IGI terbang tinggi dalam peningkatan kompetensi guru dan
pengembangan organisasi. Kini IGI sudah hadir di 34 Provinsi di
Indonesia dengan anggota yang tersebar di 514 kabupaten/kota. Tak
satu pun minggu sepanjang Februari 2016 hingga saat ini yang tak
diisi seminar, workshop, diklat atau simposium kecuali saat Idul
Fitri.
Hanya dalam lima tahun IGI berhasil melakukan workshop
dan diklat yang melibatkan 2,5 juta guru peserta, lebih dari 100 kanal
pelatihan guru dan melibatkan lebih dari 1000 guru pelatih.
“Sharing and Growing Together” menyertai langkah para guru
hebat Indonesia dalam mengangkat pendidikan Indonesia sejajar
dengan dunia luar. Ikatan Guru Indonesia fokus dan berkomitmen
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 5
untuk meningkatkan kompetensi guru Indonesia melalui pelatihan-
pelatihan guru di bidang teknologi dan non teknologi.
Memanfaatkan waktu libur Sabtu dan Minggu, IGI berinovasi
tiada henti ikhlas berbagi informasi ke seluruh pelosok negeri.
Kepedulian IGI terhadap peningkatan kompetensi dan
profesionalisme para guru sangat besar. Hal ini sangat dirasakan
oleh para peserta seminar, workshop, training, dan diklat yang
dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia. Kegalauan guru yang selama
ini dirasakan, terjawab sudah. Karya inovatif yang sebelumnya tak
pernah dibayangkan ada,kini sedikit banyak sudah mereka miliki.
Setelah mengenal IGI, para guru seolah mendapat mainan
baru. Asyik mengotak-atik gawai membuat media pembelajaran.
Kreasi yang semula hanya mimpi, kini muncul ke permukaan secara
tak terkendali. Berbeda lagi cerita guru PNS terkait kehadiran IGI.
Mereka yang acap kali mengeluhkan sulitnya kenaikan golongan.
Setelah mengenal dan bergabung dengan IGI, kini tak ada keluh
kesah lagi. IGI telah memberikan beragam solusi melalui
peningkatan kompetensi.
Harapannya selain fokus di bidang peningkatan kompetensi,
IGI juga mampu berada pada garda terdepan dalam memperjuangkan
aspirasi dan nasib para guru sehingga guru Indonesia semakin
sejahtera dan profesional.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Ramli Rahim,
pergerakan IGI semakin terlihat. Kepiawaiannya memimpin IGI
mampu menyulut semangat para guru yang selama ini menunggu
asupan ilmu.
Sebagai ketua umum, ide cerdasnya mampu memunculkan
beragam gerakan dan program IGI seperti :
Gerakan Guru Berintegritas
Gerakan Hemat Energi dan Penciptaan Energi Baru dan
Terbarukan.
Gerakan peningkatan kemampuan guru Inklusi dan
pendidikan untuk semua
Gerakan Guru Bersaudara
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 6
Gerakan Bayar Balik
Gerakan Guru Kunjung
Selain gerakan-gerakan di atas, awal tahun 2018 IGI telah
melahirkan 67 Kanal Kegiatan IGI yang telah berjuang
meningkatkan kompetensi Guru di Indonesia.
Memasuki tahun 2017, Muhammad Ramli Rahim kembali
melakukan terobosan, ya IGI memasuki babak baru. Sebuah
organisasi yang bertransformasi menjadi Induk Organisasi Guru
dengan 100 Organisasi berbasis mata pelajaran di bawah
nauangannya. Hal ini terjadi karena pengembangan kompetensi guru
yang berbasis mata pelajaran. Dengan fokus pada mata pelajaran
diharapkan ke depan IGI mampu menjadikan guru semakin
profesional, mengajar sesuai dengan bidang keilmuan yang
dimilikinya dan selalu berinovasi mengikuti perkembangan
teknologi.
Dari 100 organisasi dibawah naungan IGI ini, beberapa
diantaranya sudah bergerak ke seluruh Indonesia misalnya Ikatan
Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia menyelenggarakan
TOC literasi produktif dan Diklat Sagusaku berbasis tablet di 34
Provinsi di Indonesia dengan target 1700 buku dari 1700 guru dalam
10 bulan. Sebuah gerakan di bidang literasi yang dikawal
IGMP Bahasa Indonesia ini sudah membuktikan hasilnya. Bukan
hanya karya buku yang sudah dipublikasikan, tetapi juga ribuan
pelatih nasional sudah dilantik di perpustakaan Nasional Republik
Indonesia pada 19 November 2019.
Gerakan nyata selama pandemi selalu dilakukan oleh IGMP
Bahasa Indonesia melalui kanal Sagusaku IGI. Sajian materi yang
bervariasi membawa warna tersendiri di bidang Literasi Indonesia.
Terdapat 250 guru yang aktif mengikuti kegiatan menulis setiap hari
dalam program Sagusaku Menulis Smart. Darinya lahir buku-buku
berkualitas baik dalam bentuk elektronik maupun dalam bentuk buku
cetak.
Selain IGMP Bahasa Indonesia, ada juga Ikatan Guru Mata
Pelajaran (IGMP) Matematika yang telah menyelenggarakan Diklat
Sagusacpad dan perubahan paradigma dari menghitung matematika
menjadi berpikir matematika di 50 kabupaten/kota di Indonesia.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 7
IGK SD/MI dan IGK PAUD telah menyelenggarakan master
coach camp non IT di Jakarta, lalu dilanjutkan di 34 provinsi di
Indonesaia dan seterusnya. Sementara IGMP Kimia yang
menyelenggarakan teacher innovation for new and renewable energy
(TINRE 2017) IGMP Kimia di 34 Provinsi di Indonesia.
Pendidikan Vokasi juga telah diwujudkan di akhir September
2020 ini. Ini yang sekarang menjadi fokus perhatian khusus bagi IGI,
64 IGMP berbasis SMK telah dibentuk dan akan bekerja bersama-
sama guru dalam kelompok keahliannya mengembangkan
kemampuan guru yang lainnya. Dengan Bantuan Teknologi dari
Samsung ini, semua akan jauh lebih mudah.
Dengan hadirnya Samsung Smart Learning Class di Makassar
dan banyak Kota di Indonesia, IGI bisa lebih fokus mengembangkan
kemampuan guru spesifik pada mata pelajaran yang mereka ampuh.
Khusus untuk penggunaan tablet, IGI juga telah menggelar
Indonesia Tablet Learning (ITL) di 34 Provinsi di Indonesia untuk
mendorong inovasi-inovasi pengajaran berbasis tablet. IGI berharap
pola pembelejaran di sekolah yang dulu menggunakan kapur ke
spidol lalu ke laptop beralih total ke tablet dalam empat tahun ke
depan. Tentunya gerakan ini membutuhkan dukungan dari berbagai
pihak agar pembelajaran menyenangkan, menggembirakan dan jauh
lebih efektif dapat diwujudkan.
Muhammad Ramli Rahim mampu mengubah pendidikan
Indonesia 5 tahun lebih cepat dari ukuran normal. Hal ini dibuktikan
saat pandemi sekarang ini. Di saat pembelajaran tatap muka
dihentikan karena covid-19, guru yang tergabung dalam IGI sudah
mampu berselancar mengajar dengan beragam inovasi yang telah
dipelajarinya sejak bergabung. Tanpa diminta, IGI sudah
memberikan sumbangan terbesar untuk kemajuan pendidikan
Indonesia. Tanpa dibayar, guru IGI mampu melakukan banyak
terobosan dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dari Sabang
sampai Merauke. Event spektakuler Selalu digelar secara nasional
dalam ajang GESS, API anugerah pendidikan Indonesia, Temu 1000
penulis, dan Kegiatan dalam jaringan (Sadar IGI).
Bukan hanya melalui Sadar IGI, pada masa pandemi COVID-
19 ini IGI membuktikan dengan banyaknya webinar yang mewarnai
dunia pendidik dalam jaringan, pembelajaran jarak jauh. Masa ini
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 8
menjadi momentum tumbuhnya kesadaran guru akan pentingnya
penggunaan teknologi dalam pendidikan. Kesadaran itu lebih dulu
dirasakan oleh guru IGI. sehingga banyak manfaat yang dirasakan
oleh guru setelah bergabung di IGI, banyak inovasi yang dimiliki.
Jika dari data survei Kemendikbud, menunjukkan lebih dari 60%
guru di Indonesia tidak punya kemampuan sama sekali menggunakan
teknologi dalam pembelajaran. Tentunya guru IGI tidak termasuk di
dalamnya.
Penggunaan teknologi dan media pembelajaran daring sudah
lama diterapkan oleh IGI, selain seamolec, di masa pandemi Lark
Indonesia aplikasi yang direkomendasikan UNESCO menggandeng
IGI untuk memudahkan guru dan siswa dalam pembelajaran.
Jika bagi kebanyakan guru sulit menghasilkan karya-karya,
seperti buku baik buku cetak maupun e-book, komik pembelajaran,
video kreatif pembelajaran, maka tidak demikian dengan guru IGI.
Di awal masa pandemi Ikatan Guru Indonesia (IGI) sibuk
bukan hanya sekadar melayani siswa yang harus berpindah belajar
dari sekolah ke rumah. Tetapi sibuk melayani guru-guru yang masih
belum paham tentang kegiatan pembelajaran jarak jauh secara virtual
di sekolah.
Akhirnya IGI membantu membukakan room virtual dan
webinar di mana-mana tentang cara membuka aplikasi zoom,
penggunaan aplikasi webek, dan pemanfaatan lark dalam mengelola
administrasi mengajar dan juga digunakan sebagai alternatif media
virtual.
Ikatan Guru Indonesia pada tiga bulan pertama pandemi,
menurunkan sekitar 1.458 pelatihan untuk para guru. "Itu tiga bulan
pertama 300.000 guru terlibat. Di sinilah teman-teman IGI
mendampingi para guru tidak hanya sekedar 1-2 jam pada saat
webinar tapi sampai mereka dapat menggunakan (teknologi) dalam
pembelajaran.
Terima kasih Ramli Sosok Reinkarnasi gabungan
kepemimpinan Sultan Hasanudin, kecerdasan Karaeng Patingaloang
dan keberanian Kareang Galesong dengan ide brilian dan semangat
tinggi, kau mampu mengubah pendidikan Indonesia menjadi lebih
berarti. Kau mampu menggerakkan banyak guru hebat dengan cepat.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 9
Dengan berani kau mampu tunjukkan bukti pada negeri kalau tidak
semua guru Indonesia anti teknologi.
Satu hal yang tak terlupakan adalah keberadaan kepemimpinan
MRR yang mampu berbicara seperti orator dan menulis seperti
wartawan, sosok pemimpin yang digambarkan guru para pendiri
negeri ini, H.O.S Cokroaminoto.
=====
Nurbadryah, M.Pd, wanita kelahiran Tanjung Karang
tahun 1974 ini merupakan guru SMAN 5 Cilegon,
merupakan sosok aktif dan energik. Penulis sebagai PJ
SAGUSAKU IGI dan memegang beberapa jabatan seperti
Koord. Lark IGI, Ketua IGMP Bahasa Indonesia, Ketua IGI
Cilegon, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Cilegon, dll.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 10
INOVASI DAN TEROBOSAN SOSOK PEMBAHARUAN
DUNIA PENDIDIKAN
Oleh :
Guslaini, S.Si., M.Pd.
Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada kondisi jauh dari
harapan akan ketercapaian tujuan pendidikan. Banyak strategi yang
sudah diterapkan dan diinstruksikan oleh para pemangku dan
pengambil kebijakan di negeri ini untuk membuat keputusan. Semua
pelatihan dengan dana yang cukup besar sudah dilakukan, namun
kondisi dan perubahan yang diharapkan dari guru-guru yang
diikutsertakan dalam setiap kegiatan tetaplah masih belum
membuahkan hasil.
Perubahan kurikulum pun tak terbantahkan lagi demi hasrat
dan keinginan yang besar agar tujuan dunia pendidikan cepat
tercapai. Nyatanya guru-guru ketika mendapatkan pelatihan tetap
saja tidak berubah dan kondisi hampir sama. Bahkan dalam setiap
pelatiahn yang terjadi adalah reunian antara satu guru dengan guru
yang lainnya. Sehingga ada anekdot “4L” yaitu Loe Lagi Loe Lagi.
Kondisi yang tercipta karena adanya utusan yang dikirim karena
kedekatan dengan atasan, posisi jabatan yang dipegang, bahkan
utusan dari dinas pun tanpa seleksi karena “N” yang sudah bukan
rahasia umum lagi. Sementara selesai dari pelatihan sang guru yang
diutus sama sekali tidak ada beban ataupun tanggungjawab untuk
memberikan keilmuannya pada guru-guru yang lain, sehingga yang
tercipta adalah hebat untuk diri sendiri.
Parahnya lagi adalah guru yang ikut dan diutus hanya berharap
amplop yang diberikan oleh pihak penyelenggara. Sementara
keilmuan yang disampaikan sama sekali terkadang tidak masuk
kepada peserta. Hanya memenuhi tugas saja “datang, duduk, dan
pulang”. Tidak ada tugas yang mengikat kepada peserta yang ikut
serta. Penomena yang terjadi dalam dunia pendidikan pun seakan
jalan di tempat.
Tantangan besar inilah akhirnya yang harus dihadapi oleh
dunia pendidikan untuk mencerdaskan guru-guru Indonesia. Banyak
kebijakan yang dibuat dan diterapkan. Sebut saja “sertifikasi” yang
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 11
dianggap guru yang sudah bersertifikasi adalah guru yang
profesional dan layak menyandang predikat sebagai pendidik.
Namun nyatanya di lapangan guru yang bersertifikasi tidak mampu
memenuhi tuntutan demi tuntutan pendidikan. Dana sertifikasi yang
cukup besar yang sekian persennya diarahkan untuk bisa
meningkatkan kompetensi ternyata banyak guru tidak melakukan
pengembangan diri tersebut. Sehingga dana sekian persen yang wajib
untuk pengembangan diri pun tidak tepat sasaran. Ditambah lagi jika
guru dituntut mampu menguasai teknologi minimal mampu
beradaftasi dengan teknologi, maka akan semakin mencengangkan
hasil yang didapatkan, dan masih banyak lagi problem-problem yang
dihadapi oleh dunia pendidikan.
Kondisi inilah akhirnya menggerakkan guru melalui organisasi
profesi (orprof) khususnya Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk
senantiasa bergerak dan bergerak serta tumbuh bersama dengan
saling mendukung. IGI dengan moto “Sharing and Growing
Together” memberikan angin segar dalam dunia pendidikan.
Peningkatkan kompetensi yang dibangun dalam bingkai kesadaran
yang tinggi untuk menggali potensi dan beradaptasi dengan
perkembangan dan tuntutan zaman. Menghadapi kondisi ini tidaklah
mudah untuk dilakukan oleh sebuah organisasi yang baru seumur
jagung dengan pendanaan yang sangat minim bahkan dapat
dikatakan nol rupiah tanpa bantuan pemerintah.
Namun kondisi ini terbantahkan oleh sosok revolusioner
seorang anak muda Muhammad Ramli Rahim yang biasa dikenal
dengan “MRR” mampu menakhodai kapal yang dianggap kecil ini
bisa berlayar bahkan mengelilingi Indonesia dengan dana yang
terbatas. Optimisme, semangat, energik, dan cerdas serta pribadinya
yang low profile ini mampu mengangkat IGI ke kancah nasional dan
menjadi diperhitungkan bagi orprof lain.
MRR yang terpilih secara aklamasi di Makassar pada kongres
ke II pada tanggal 30 – 31 Januari 2016 menjadi langkah awal dan
sejarah hebat dalam kepemimpinan IGI hingga IGI bisa berdiri di 34
Provinsi dan hampir 600an Kota/Kabupaten. Semangatnya bagai
seorang orator ulung yang mampu memompa semangat para guru-
guru khususnya pengurus wilayah maupun daerah. Karakter
pribadinya yang pemberani, tidak mudah diintervensi oleh pihak
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 12
manapun dalam setiap menyampaikan pesan blak-blakan tanpa takut
serta didukung dengan kecerdasannya berorasi tanpa teks ini
membuat sosok beliau adalah seorang sosok pemimpin hebat dan
cerdas. Tidak hanya itu saja pribadi beliau yang humble dan
kredibilitas beliau akhirnya mampu membangun kerjasama bersama
mitra-mitra perusahaan besar seperti SAMSUNG, Epson, Wardah,
GESS, Lark, dan lain sebagainya.
Organisasi yang berdiri tepat pada tanggal 26 November
2009, Ikatan Guru Indonesia (IGI) disahkan oleh pemerintah melalui
Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-
125.AH.01.06.Tahun 2009. Meskipun sebelumnya sudah bergerak
atas nama Klub Guru Indonesia (KGI) di tahun 2000. Di bawah
MRR IGI dikenal memang sebagai oraganisasi mandiri tanpa pernah
meminta kepada pemerintah ataupun berpangkutangan dalam
menggerakkan IGI. Di bawah kepemimpinan beliau IGI berkembang
pesat. Langkah yang luar biasa dilakukan oelh MRR dalam
mengembangkan orprof IGI ini berawal dari dana kantong pribadi
dalam menggerakkan organisasi.
Sosok MRR yang pernah masuk dalam bursa calon Bupati
Maros ini ternyata lebih memilih dan mendedikasikan dirinya pada
dunia pendidikan untuk meneruskan estafet kepemimpinan yang
sebelumnya beliau pernah memegang jabatan sebagai Ketua Wilayah
IGI Sulsel. Sebagai seorang organisatoris yang sudah ditempa
dengan berbagai pengalaman dengan dunia organisasi, MRR juga
sebagai seorang pengusaha sukses dalam menjalankan
perusahaannya “Prima Ranu Colleg” bahkan mendapatkan berbagai
penghargaan seperti The Best Tutoring Highly Recommended of The
Year dari Indonesia Achievment Center. The Best Favorite College
of The Year 2014 pada ajang Leading Excellent Innovation Award di
tahun yang sama 2014. The Best Leading Education of The Year
2015 penghargaan dari Indonesia Achievment Center. Tahun 2017
mendapat penghargaan dari Gubernur Sulsel, atas usaha dan
prestasinya dalam meningkatkan kompetensi guru di Sulawesi
Selatan bersama Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Selatan.
Tidak hanya mampu memompa semangat guru-guru dalam
meningkatkan kompetensi diri tetapi MRR juga memlili inovasi dan
terobosan program yang sangat diminati bahkan mampu
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 13
menggandeng perusahaan-perusahaan besar agar menjadi mitra
dalam setiap even yang dilakukan oleh IGI. Berikut ini inovasi dan
terobosan apa saja yang dilakukan oleh Ketum IGI dalam
mengangkat marwah dan martabat guru dalam dunia pendidikan.
Global Educational Suplies and Solutions (GESS)
Ikatan Guru Indonesia (IGI) menjadi satu-satunya organisasi
profesi yang digandeng GESS untuk bisa bekerjasama. Dibalik
susuksesnya kerjasama ini sosok MRR adalah sosok yang mampu
membawa angin perubahan dan membangun iklim kerjasama yang
baik hingga IGI tetap dipercaya dari tahun 2017 s.d 2019 menjadi
bagian sukses dari even-even nasional dan internasional. MRR
berhasil menjadikan GESS sebagai partner, dimana GESS
merupakan ajang pameran terbesar internasional dalam menampilkan
produk-produk inovasi terbaru dalam dunia pendidikan.
Di dalam kegiatan tersebut IGI memiliki satu tempat untuk
pemberian penghargaan dan dua stand/boath untuk memasarkan
produk IGI khususnya kanal sagusaku (satu guru satu buku) baik
berupa buku, maupun souvenir IGI.
Anugerah Pendidikan Indonesia (API)
Terobosan berikutnya yang dilakukan oleh MRR adalah
memberikan apresiasi terbesar bagi insan dunia pendidikan sebagai
wujud apresiasi IGI terhadap orang-orang yang peduli dengan dunia
pendidikan. Penghargaan ini khusus diberikan kepada setiap orang
yang peduli dengan kemajuan dunia pendidikan khususnya
mendukung gerakan pendidikan yang IGI bangun. Adapun kategori
yang menerima penghargaan API adalah Gubernur/wakil,
Walikota/wakil, Bupati/wakil, Politisi, Legislator, Birokrat, Tokoh
Masyarakat, Profesional/akademisi, dan Enterpreuner.
Penghargaan API ini untuk kedua kalinya dilakukan oleh IGI
di Jakarta Convention Centre (JCC). API pertama kali diberikan pada
September 2018 dengan jumlah penerima API sekitar 60 orang dari
seluruh Indonesia. Penghargaan langsung diserahkan oleh
Kemendikbud/Kemenag kepada para kandidat yang terpilih. API ke
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 14
II dilaksanakan di JCC tepatnya tanggal 20 September 2019 yang
akan dihadiri oleh para kandidat yang terpilih yang berjumlah sekitar
99 orang. Artinya adanya peningkatan satu tahun terakhir pemberian
apresiasi terhadap insan yang peduli dunia pendidikan.
Anugerah Guru Pendidikan Indonesia (AGI)
Anugerah Guru Indonesia (AGI) salah satu terobosan yang
dilakukan oleh IGI di bawah kepemimpinan MRR sebagai upaya
dalam mengangkat harkat dan martabat guru Indonesia yang sudah
berjuang melalui berbagai inovasi dan kreativitas dalam dunia
pendidikan. Khususnya mereka yang mampu dalam penguasaan
teknologi pembelajaran. AGI ini didukung oleh pihak SAMSUNG
sepenuhnya sebagai upaya memajukan guru Indonesia yang mampu
menguasai teknologi di zaman milineal serba canggih ini. Kegiatan
ini bersamaan dilakukan dengan API di tahun 2019 di gedung yang
sama yaitu JCC.
Ada dua kategori penghargaan dalam AGI :
A. Penghargaan ini perdana dilakukan oleh IGI untuk guru-
guru hebat Indonesia. Apa yang dilakukan IGI, ini sebagai wujud
apresiasi IGI terhadap guru-guru hebat tanah air yang selalu giat dan
semangat dalam meningkatkan kompetensi diri. Untuk tahun ini
penghargaan AGI hanya diberikan kepada guru-guru yang
menggunakan teknologi samsung dalam pembelajaran dengan
mengirimkan video pembelajaran saat kegiatan belajar mengajar
berlangsung. SAMSUNG sebagai promotor tunggal untuk kegiatan
AGI. Insya Allah tahun depan IGI juga akan berupaya memberikan
reward kepada guru-guru tanah air yang meningkatkan kompetensi
diri dan menyebarkannya kepada guru-guru dalam peningkatan
kompetensi diri khususnya dalam memajukan IGI.
B. AGI juga diberikan khusus kepada Ketua Wilayah dan
Ketua Daerah dalam mengembangkan roda organisasi dengan
penilaian pertambahan keanggotaan IGI di setiap wilayah ataupun
daerah. Penghargaan ini upaya IGI memberikan apresiasi dan
semangat terhadap pengurus untuk senantiasa bergerak dalam
mengembangkan organisasi profesi.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 15
Temu Nasional Pelatih (TPN)
Temu Nasional Pelatih (TNP) yang diselenggarakan oleh IGI
sebagai upaya dalam membangun iklim semangat dan berbagi
kepada setiap para anggoata IGI khususnya para pelatih yang
berjuang di lapangan dalam memberikan kontribusi untuk
peningkatan kompetensi guru Indonesia. Kegiatan TNP 2018 ini
bertujuan untuk mengukuhkan seluruh Pelatih Nasional yang
nantinya akan didistribusikan di beberapa daerah terluar dari provinsi
yang ada di Provinsi Daerah Pelatih. Pelatih Nasional yang
dikukuhkan dalam acara TNP ini merekalah yang nantinya akan
menjadi pelatih untuk mengisi acara di berbagai daerah yang ada di
Indonesia khususnya daerah yang terjauh dari Provinsi tersebut.
Adapun kegiatan yang diisi oleh seluruh pelatih Nasional yang
akan didistribusikan sesuai dengan kegiatan acara di tempat pelatihan
dan kanal yang dilaksanakan. Kegiatan TNP ini dilaksanakan pada
tanggal 5 Januari 2018 di Gedung A Kemendikbud Senayan tahun
2018. Dalam kegiatan TNP ini MRR menyatakan bahwa digelarnya
TNP ini untuk mengukuhkan para pelatih nasional yang berjumlah
350 orang dari seluruh Indonesia.
“Acara dilakukan selama 3 hari. tanggal 6 Januari 2018 semua
founder kanal yang berjumlah 67 kanal menyampaiakn presentasi di
depan pihak Kemendikbud. Terakhir 7 Januari 2018 dilanjutkan
dengan pemecahan rekor MURI Menemu Baling (Menulis dengan
mulut mendengar dengan telinga),” ujar Ramli.
Dalam kegiatan ini utusan Riau berjumlah 16 orang yang
terdiri dari 4 Kabupaten diantaranya Kampar, Pekanbaru, Indragiri
Hulu, dan Indragiri Hilir. Untuk utusan Inhil diikuti oleh 3 orang
yaitu Guslaini, S.Si., M.Pd (SMPN 4 GAS), Rabiah, M.Pd (SMPN 3
Keritang), dan Laila Suryani, S.Pd (SMPN 2 Tembilahan Hulu).
.
Indonesia Cerdas
Gerakan yang dibangun oleh IGI melalui sosok MRR
merupakan aksi nyata dan dirasakan dampaknya bagi setiap anggota
IGI. Sebagai bentuk kontribusi dan komitmen dalam upaya
memajukan kualitas pendidikan di Indonesia tahun 2018, IGI dan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 16
PT. Samsung Elektronik Indonesia meluncurkan Program "Indonesia
Cerdas" dengan menyeleksi 53 guru di 34 propinsi di Indonesia
untuk mengikuti workshop yang akan diselenggarakan oleh pihak
Samsung. Salah satu guru yang terpilih di Riau untuk mendapatkan
kesempatan mengikuti workshop adalah Guslaini, S.Si., M.Pd guru
dari SMPN 4 GAS Desa Teluk Sungka perwakilan dari Riau
kabupaten Indragiri Hilir.
Program "Indonesia Cerdas" yaitu program yang
mengintegrasikan teknologi terkini untuk menunjang pembelajaran
abad 21 khususnya penggunaan secara maksimal Tab A8 dalam
pengorganisasian sekolah seperti proses penilaian, pengumpulan
tugas, ujian, buku digital yang bisa dijadikan sebagai referensi yang
tepat untuk semua tingkat satuan pendidikan, dan sebagainya.
PT. Samsung menggandeng dua perusahaan besar Quipper
dan Pesona Edu untuk mampu menerapkan digital learning dalam
dunia pendidikan yang mampu menghemat waktu dan menjadikan
guru dan siswa bisa berkominikasi kapan dan dimana saja dengan
pemanfaatan Teknologi mampu menghemat waktu dan pengelolaan
kelas menjadi mudah.
Kegiatan berlangsung selama 4 hari di Hotel Amaris Jakarta, 2
- 5 Maret 2018 yang dibuka secara resmi oleh Bapak Banu Afwan
dari PT. Samsung Elektronik Indonesia serta Bapak Muhammad
Ramli Rahim memberikan kata sambutan sebagai bagian Ketua Tim
Seleksi program Indonesia Cerdas.
Hari pertama diisi dengan pengenalan program Samsung
dalam era digital learning. Hari kedua diisi oleh Quipper dalam
pengelolaan kelas digital dengan memanfaatkan teknologi mampu
memberikan kemudahan pengelolaan kelas baik proses penilaian,
proses pengumpulan tugas, pengorganisasian, dll. Hari ketiga diisi
oleh Pesona Edu yang mengenalkan buku-buku digital dari semua
satuan pendidikan yang bisa memberikan kemudahaan pemahaman
siswa terhadap materi pelajaran. Buku digital yang mampu
memberikan efek suara, gambar bergerak, dll. Buku digital mampu
menggantikan buku-buku paket untuk sekolah. Pesona Edu
menggandeng produk Bumi Aksara dan Yudisthira serta penerbit
lainnya. Hari keempat menerapkan aflikasi dalam pembelajaran era
digital dikelas.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 17
Program Indonesia Cerdas menjadi satu-satunya pilihan
memasuki zaman teknologi dimana dunia pendidikan harus mampu
menjadi bagian dari pemanfaatan kemajuan teknologi.
Temu 100 Penulis SAGUSAKU IGI
Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) merupakan kanal yang
sangat produktif bagi perkembangan IGI. Tidak hanya berdampak
pada kenaikan sisfo keanggotaan saja tetapi juga secara kompetensi
guru khususnya di bidang literasi semakin meningkat. Kemampuan
literasi guru melalui sagusaku mengalami kenaikan yang signifikan.
Ini bisa dilihat dari guru-guru yang awalnya tidak tahu mau menulis
apa, tidak tahu bagaimana menghasil buku sendiri baik fiksi maupun
non fiksi hingga akhirnya satu guru tidak hanya satu menghasilkan
karya tetapi bahkan puluhan.
Di sisi lain juga adanya peningkatan jumlah penerbit yang
menjadi langkah akhir ketika naskah sudah selesai maka tinggal
proses cetak. Peluang inilah yang juga dibaca oleh PJ. SAGUSAKU
Nurbadiyah, M.Pd memiliki inovasi dan terobosan agar guru tidak
hanya menulis saja tetapi juga memiliki kemampuan di bidang
lainnya. Duet maut antara PJ. SAGUSAKU dan sosok Ketum MRR
menjadi bagian dari sebuah perubahan yang besar dalam masa
kepemimpinan beliau hingga kotribusi sagusaku tak bisa diabaikan
dalam pengembangan IGI.
Pertama kalinya sagusaku membuat program “Temu 100
Penulis SAGUSAKU IGI” tahun 2017 di Jakarta Comvention Centre
(JCC). Tujuan kegiatan ini mengumpulkan para penulis yang sudah
memiliki buku untuk bisa bertemu dan berbagi dalam ajang temu
penulis tersebut.
Delaying I Solo
Pasca temu 100 penulis, sagusaku melebarkan sayapnya kembali
dengan menghadirkan 100 penulis di Solo tepatnya 16 – 18 Februari
2018. Delaying yang merupakan gabungan dari empat kata Desain,
Editing, Layout, dan Marketing. Kegiatan sagusaku IGI ini
bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kegiatan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 18
yang dihadiri oleh anggota IGI yang berasal dari berbagai provinsi di
Indonesia yang berjumlah sekitar 100 orang. Peserta terbanyak
berasal dari Prov. Jateng khususnya Kabupaten Wonogiri, Prov.
Riau, Sulawesi, Kalimantan, Jatim, Sumbar, Sumsel, dll. Kegiatan
dibuka langsung secara resmi oleh Prof. Dr. NUNUK SURYANI,
M.Pd selaku dari kemendikbud dan didampingi oleh Bapak Dr.
Asrowi dari Univ. Negeri Sebelas Maret Surakarta serta Ibu
Noerbadryah, M.Pd Ketua IGMP Bahasa Indonesia.
Materi yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah
DELAYING. Adapun Nara Sumber dalam kegiatan ini : Desain
Cover : Guslaini, S.Si., M.Pd (Guru SMPN 4 GAS Kab. Inhil Prov.
Riau), Layouter : Kong Fen Shun, Editing : Iqbal Damawi, Joko
Siswanto Marketing : Syawal Shadad.
Materi yang dibekali kepada peserta agar peserta mampu
menguasai bidang yang diminatinya untuk bisa menjadi sebuah Tim
Hebat Sagusaku Nasional IGI. Tujuan dilaksanakan SAGUSAKU
SPEKTAKULER DELAYING adalah pelatihan dan penguatan
pelatih Nasioal Tim Sagusaku Nasional. Agar saat dilaksanakan
disetiap Wilayah maupun daerah memiliki standard yang jelas, mulai
dari Standard Operasional Prosedur (SOP), Materi yang diselaraskan
disemua wilayah dan daerah yang melaksanakan sagusaku,
penerbitan sertifikat, maupun pelatih yang diterjunkan mengikuti
prosedur seperti yang diungkapkan oleh Koordinator SAGUSAKU
Ibu Noerbadryah, M.Pd selaku founder sagusaku IGI.
Kegiatan ini juga berakhir dengan wisata literasi yang menjadi
puncak acara bagi setiap peserta yang memiliki tugas menuliskan
perjalanan wisata yang dikunjunginya.
Perpusnas expo temu 1000 penulis
Terobosan-terobosan terus dilakukan untuk dunia pendidikan
melalui para creator yang luar biasa memikirkan bagaimana dunia
pendidikan dan khususnya orprof yang mandiri bisa bertahan dan
terus bergerak. Langkah nyata inilah akhirnya juga salah satu alasan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 19
para mitra akhirnya legowo memabntu dan menjadi partner disetiap
kegiatan yang dilaksanakan. Kepercayaan yang terus dijaga oleh
MRR sebagai Ketum IGI juga menjadi pertaruhan akan kredibilitas
dan kapabilitas IGI dimata setiap mitra.
Tepatnya September 2019, Kanal sagusaku kembali
menghadirkan 1000 penulis di Gedung Perpusnas RI dalam beberapa
rangkaian kegiatan yang spektakuler. Dalam kegiatan ini juga
menghadirkan : Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP (Kemendikbud),
Anies Baswedan, Ph.D. (Gubernur DKI Jakarta), Drs. M. Syarief
Bando, M.M. (Kepala Perpusnas RI), R. Alpha. A., M.Phil., Ph.D.
(Dir. Seamolec), Dr. Ir. Gayot Heri Priowirjanto (Koordinator 7
Seameo), Helvi Tiana Rosa (Pendiri FLP), Arief Dhelta Riswanto
(Pustakawan Ahli Pertama), dan Aris Setyawan, S.TP, C.HT
(Motivator). Acara ini akan diberikan penyematan dan selempang
1000 penulis.
Berbagai terobosan lahir dari pemikiran cerdas sosok
seorang ketum. Dalam pengelolaan keuangan modern pun, IGI hanya
membebankan kepada setiap guru yang bergabung bersama IGI
dikenakan Rp50ribu saja yang bisa dilakukan dengan mendaftar
sendiri secara online di https://anggota.igi.or.id/pendaftaran.html.
Setiap pendaftaran melengkapi syarat-syarat yang sudah ditentukan
oleh admin IGI. Dana yang dibayarkan berlaku seumur hidup tanpa
pernah membayar iuran perbulannya. Dari dana yang masuk ke kas
IGI aka ada persentasenya untuk Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Persentase untuk pusat 15%, wilayah 35%, dan daerah 50%. Sistem
modern ini sangat membantu semua tingkatan untuk berjalannya
roda organisasi. IGI pun menggandeng pihak bank nasional yaitu
Mandiri sebagai partner dalam pembuatan rekening organisasi
tersebut.
Spirit baru ini tidak lahir dengan sendirinya, akan tetapi ada
tokoh yang sangat berperan besar dalam membangkitkan semangat
perubahan dengan berbagai terobosan yang dilakukan. Beliau adalah
Muhammad Ramli Rahim atau yang dikenal dengan MRR. Tokoh
muda inspiratif pendidikan dengan penampilannya yang energik,
casual, berani, inovatif dan cerdas itulah kesan pertama yang
ditangkap oleh sebagian besar guru termasuk saya terhadap Ketua
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 20
Umum IGI. Tidak hanya dari penampilan ataupun orasi yang beliau
sampaikan di podium setiap tampil di depan, akan tetapi kapasitas
keilmuan dan keberaniannya akan mengundang decak kagum karena
kepiawaiannya membakar semangat guru-guru Indonesia.
Sosok reformis pendidikan yang membuat banyak guru sadar
dan tahu tanggungjawabnya tidak hanya mengajar tetapi juga
mendidik dan harus mengembangkan kemampuan diri dalam bidang
apapun. Kemampuan beliau dalam berorasi harus kuakui sangat baik.
Berani, berwawasan luas dan lugas dalam setiap kata yang
disampaikan. Apa yang beliau sampaikan sesungguhnya merupakan
kondisi real yang terjadi dalam dunia pendidikan dan bagaimana
peran pemerintah sebagai bagian dari perencana untuk memajukan
dunia pendidikan masih sangat terbatas jangkauannya. Melalui
organisasi profesi menjadi wadah untuk bisa bergerak dan berbagi
untuk mempercepat segala proses yang sudah dicanangkan.
Sinergisitas pun harus dibangun dan terus dilakukan dengan
berbagai pihak termasuk perusahaan-perusahaan. Itulah yang
dilakukan oleh sosok MRR melalui IGI melakukan percepatan dalam
dunia pendidikan. Apa yang belum dan tidak terjangkau oleh
pemerintah, IGI berusaha memfasilitasi dan memulai melakukan
dengan gerakan yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai
perkembangan zaman dan sesuai kebutuhan setiap guru untuk
mengembangkan kemampuannya melalui berbagai sarana yang IGI
miliki. Gerakan inilah yang akhirnya melahirkan terobosan-
terobosan baru dari hasil pemikiran dan gebrakan seorang Ketum IGI
Hingga kanal-kanal IGI pun lahir dan menjamur mengikuti
perkembangan yang dibutuhkan oleh zaman dan dunia pendidikan.
Kanal atau program yang lahir semua mengarah pada peningkatan
kompetensi seorang guru atau pendidik.
IGI sangat menyadari majunya suatu bangsa terletak pada
pendidiknya. Sebuah mindset yang harus dibangun kembali dan
disadarkan bahwa pendidik menjadi ujung tombak perubahan di
suatu negara. Untuk itulah segala terobosan pun dilakukan agar guru
benar-benar menjadi agent of change bagi suatu negara. Guru harus
ke luar dari zona nyaman yang selama ini sangat dimanjakan dengan
berbagai fasilitas yang disediakan. Berbagai sarana pun diberikan,
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 21
namun dalam pengembangan diri sangat minim sehingga fungsi dan
anggaran yang sudah diberikan banyak tidak tepat sasaran
Berikut beberapa pemikiran MRR yang menjadi senjata dan
penyemangat bagi guru-guru untuk bergerak dan berubah. Ide dan
terobosan dari sosok seorang Ketum IGI mampu menyihir para guru
tanah air. Program yang diagendakan pun selalu menjadi sorot bagi
guru tanah air maupun media. Adapun yang mampu mengubah
mindset para guru di antaranya adalah :
Mengubah Mindset guru amplop
Penomena yang sangat sering dilihat dan bukan rahasia umum
lagi jika guru akan mau belajar dan mengikuti pelatihan jika di bayar
dan diberikan amplop. Pemikiran seorang MRR yang tajam
mengubah mindset guru untuk belajar dan menggali potensinya
sekalipun harus membayar dari kantong pribadi guru tersebut.
Awalnya iklim kegiatan berbayar dari kantong sendiri sangat langka
dilihat oleh guru, bahkan banyak guru yang mencibir ketika
mengikuti kegiatan harus membayar. Baik kegiatan pelatihannya,
maupun transportasi darat, laut, dan udara.
Kondisi inilah akhirnya yang diubah oleh MRR melalui IGI
dalam dunia pendidikan. Pembiasaan yang awalnyanya berat dan
menjadi cibiran kini bisa dilihat bahwa guru dengan kesadaran yang
tinggi akhirnya rela mengeluarkan dari dana sendri alias mandiri.
Bahkan narasumber pun terkadang juga tidak dibayar untuk berbagi
ilmunya hanya menggantikan uang tiket yang dikeluarkan oleh
narasumber.
Rolling Pelatih antar daerah
Kondisi berikutnya lebih pada botol kosong yang tertutup.
Guru tampak enggan dan mengabaikan guru hebat yang ada di
lingkungannya sendiri/sekolahnya. Bahkan ada sebagian guru yang
tidak menghiraukan guru hebat yang ada di sekolahnya. Apalagi jika
guru tersebut masih muda dan dianggap masih minim pengalaman
sheingga pengabaian terhadap guru tersebut akan menciptakan iklim
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 22
pendidikan yang tidak baik di sekolah. Mengatasi kondisi demikian
MRR melalui programnya dengan menukarkan pelatih daerah A ke
daerah B, daerah B ke daerah C, atau rolling lokasi yang bukan
daerahnya sendiri. Tujuan terobosan ini agar setiap guru setempat
biasanya akan menghargai guru dari luar ketimbang guru yang ada di
sekolahnya sendiri.
Gerakan ini pun akhirnya menyebarkan ke seluruh Indonesia
seperti yang dilakukan oleh kanal sagusaku yang berkeliling
Indonesia dengan programnya meliterasikan Indonesia.
Menembus Daerah Terpencil
Gerakan yang dibangun IGI bukanlah gerakan biasa namun
gerakan yang penuh resiko tanpa ditunjang dengan dana yang besar
namun gerakan yang dibangun oleh MRR sukses menembus
belantara daerah terpencil, terjauh, dan terluar. Tetapi inilah yang ada
dalam pemikiran seorang ketum bahwa pendidikan bukan hanya hak
orang kota saja tetapi juga dapat dirasakan oleh guru-guru yang
berada di daerah terpencil. Semua memiliki hak untuk mendapatkan
perlakukan yang sama dalam dunia pendidikan. Berangkat dari
pemikiran inilah akhirnya MRR menggerakkan dan memberikan
kesempatan kepada gruu-guru yang siap terbang ke daerah yang
sduah ditentukan.
Dari gerakan ini pun akhirnya IGI mampu menembus
belanatara guru daerah terjauh seperti Papua, Flores Timur,
Kalimantan, Maluku, dan daerah lainnya. IGI Melalui SAGUSAKU
akhirnya berhasil mendirikan IGI NTT dan IGI Flores Timur yang
hingga saat ini geakan guru-guru disana sangat aktif dan bahkan
menembus level nasional untuk guru berprestasi.
Orator dan Wartawan
Salah satu yang membuat IGI bagai cendawan di musim
dingin terus tumbuh dan menyebar, bagai sinar cahaya mentari yang
memberikan kebermanfaatan cahaya bagi penghuni bumi tidak lain
adalah sosok semangat anak muda yang Inspiratif dan visioner
dengan terobosan-terobosan yang sangat menyentuh lapisan guru
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 23
dalam meningkatkan kompetensi. Ia tahu apa yang menjadi
kebutuhan guru. Karakternya yang keras dan pemberani menyatu
bersama dengan kemampuan lisannya saat berorasi menjadi
keunggulan dan mudah dikenal beliau baik dari kalangan bawah
maupun atas, baik dari guru, wartawan, pejabat pemerintah, hingga
level atas. Kemampuannya dalam menyampaikan orasi tanpa teks
menjadi amunisi semangat bagi guru-guru yang mengenalnya. Sosok
tegas ini juga memiliki darah Makassar yang melekat dalam dirinya
menjadi nilai plus beliau, setiap berhadapan dengan siapapun.
Keberanian dan ketajaman pemikirannya setiap melontarkan
masukan dan mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada guru
pun ia lakukan. Kebijakan terkait dengan program yang dilakukan
mulai dari tidak menarik iuran, tidak berbayar kegiatan, kalaupun
berbayar sesuai kantong guru. Semua dilakukan hanya dengan tujuan
perubahan dan kesadaran dalam dunia pendidikan. Tokoh
pembaharuan menurut saya adalah mereka bergerak untuk perubahan
bukan untuk kekuasaan.
Dimasa akhir kepengurusannya pun, MRR dengan tegas dan
lugas menyampaikan bahwa beliau tidak akan dicalonkan kembali
sebagai calon dalam pemilihan ketua umum periode berikutnya.
Keputusan yang ia buat adalah langkah hebat yang tidak semua
pemimpin bisa melakukan. Kesempatan dan dukungan kepada beliau
sebenarnya masih sangat banyak yang berharap ia kembali
mencalonkan. Kesempatan terbuka ia berikan kepada anggota
ataupun pengurus yang mengajukan diri. Memang sangat langka
Dimana banyak orang berlomba-lomba menempati posisi namun
ketua dengan jiwa yang besar melepaskan semua. Padahal saya yakin
dan percaya masih banyak daerah dan guru-guru berharap ia tetap
menjadi ketua umum untuk berikutnya.
"Sharing and Growing Together" menjadi moto yang tepat dan
indah yang akan selalu melekat pada semua IGIERS dengan
menjadikan organisasi hanya sebagai wadah ataupun perahu untuk
berbagi dan tumbuh bersama. Setiap kebaikan akan kembali pada
yang melakukannya. Maka lakukan setiap kebaikan sesuai kadar
individu untuk investasi kebaikan masa depan.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 24
Sumber :
Guslaini. (2018). Bunga Rampai 1 Tahun Bersama Posmetro Indragiri.
Pekanbaru. Maghfirah Maharani.
Posmetro Indragiri. 2018. Tiga Guru di Inhil Ikuti Temu Nasional
Pelatih 2018. Terbit Januari 2018.
Posmetro Indragiri. 2018. Guru SMPN 4 Gas Jadi Wakil Riau dan
Inhil di Pentas Nasional. Terbit 13 Maret 2018.
Diselesaikan di Tembilahan, Inhil
Sabtu, 7 November 2020
====
Guslaini atau dikenal dengan BHP Riau, lahir di
Tembilahan, 16 Agustus 1982. Penulis yang pernah
lulus di dua test PNS (BPS dan Guru) tetapi ia lebih
memilih menjadi guru. Penulis merupakan guru
SMPN 4 GAS Kab. Indragiri Hilir dan juga pernah
menjabat sebagai PD IGI Inhil dan PP IGI. Saat ini
penulis konsen dalam menggerakkan literasi di
Kabupaten Indragiri Hilir.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 25
BU TEJO BESARKAN IGI
Oleh:
Neli Fori Karliana
Hampir tidak ada lagi guru di Indonesia yang tidak mengenal
IGI (Ikatan Guru Indonesia), namanya semakin melambung tinggi
sebagai organisasi guru yang sangat berbeda dengan organisasi-
organisasi guru yang telah ada sebelumnya. IGI lahir dan disahkan
kehadirannya sebagai organisasi profesi guru oleh pemerintah
berdasarkan SK Kemenkumham RI Nomor: AHU-125.AH.01.06
Tahun 2009, tepatnya tanggal 26 November 2009 yang kemudian
menjadi tanggal peringatan hari lahir IGI. Sekarang IGI telah
menjadi organisasi guru yang sangat besar dan disukai jutaan guru,
kini telah hadir di 34 provinsi dan di lebih dari 500 kabupaten/kota
dengan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru. Kompetensi
guru yang menyeluruh sehingga menjadikan guru- guru Indonesia
bukan saja terampil mengajar juga pandai menggunakan teknologi
dalam proses pembelajaran, serta memiliki karakter yang terpuji. Hal
ini sangat sejalan dengan yang diharapkan oleh Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan Indonesia.
IGI yang terlahir dari keprihatinan akan rendahnya kompetensi
guru Indonesia dan beberapa kajian pemerintah dianggap belum
suskses meningkatakan kompetensi guru sementara organisasi guru
yang ada pun tidak banyak melakukan gerakan peningkatan
kompetensi guru. Periode kedua kepengurusan IGI Tahun 2016-2021
dengan Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim, periode inilah yang
melakukan lompatan-lompatan luar biasa sebagai babak baru
organisasi guru. Hanya dalam satu tahun IGI berhasil melakukan
woerkshop, diklat, atau simposium yag melibatkan 156.000 guru
dengan 575 pelatih dan 17 kanal pelatihan. Kini kanal-kanal itu
semakin berkembang dan bertambah menjadi 67 kanal sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru.
Tahun 2017 awal, IGI kembali melakukan lompatan dan
menjadi babak baru. IGI bertrasnformasi menjadi induk organisasi
guru dengan 100 organisasi berbasis mata pelajaran dibawah
naungannya. Hal ini bertujuan dengan fokus pada mata pelajaran IGI
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 26
akan mampu mengurai masalah rendahnya literasi dan kompetensi
profesional guru. Salah satunya adalah Ikatan Guru Mata Pelajaran
atau IGMP Bahasa Indonesia yang hingga kini tetap eksis dengan
segala kegiatannya yang bertajuk Sagusaku (Satu Guru Satu Buku)
dalam upaya meningkatan kemampuan literasi guru di Indonesia.
Ribuan buku telah berhasil diterbitkan melalui kanal Sagusaku. Ini
sekaligus IGI menjawab tantangan rendahnya kompetensi literasi
guru dan siswa di Indonesia. Demikian juga dengan IGMP yang lain
seperti Matematika dan Kimia terus bergerak meningkatkan
kemampuan profesional guru.
Kanal pelatihan yang ada di IGI berjumlah 67 umumnya
diawali dengan „sagu‟ artinga satu guru. Kanal-kanal tersebut
diresmikan pada kegiatan Temu Nasional Pelatih (TNP) yang
diselenggarakn pada tanggal 5-6 Januari 2018 di Gedung A
Kemendikbud Jakarta. Kanal-kanal inilah yang menjadi program
sekaligus andalan IGI untuk meningkatkan kompetensi guru
Indonesia.
Jika kita lihat bidang sasarannya, lengkap sekali mulai dari
kompetensi yang dasar sampai kompetensi yang sesuai denga
tuntutan perubahan di dunia pendidikan. Mulai dari jenjang PAUD
sampai jenjang sekolah menengah, semua terakomodasi. Kanal-kanal
ini yang membedaka IGI dengan organisasi guru yang lain yang
terus bergerak memberikan diklat kepada guru-guru. Setiap akhir
minggu hari Sabtu dan Minggu menyebar para pejuang pendidikan
berbaju seragam putih. Berbekal ilmu dan visi sharing and growing
together, tanpa merasa lelah berbagi demi meningkatkan kompetensi
guru.
Program-program yang dilaksanakan IGI secara perlahan tapi
pasti berhasil mengangkat harkat dan martabat guru Indonesia. Guru
Indonesia kini lebih percaya diri tampil di depan kelas bahkan tampil
di depan sesama guru untuk membagikan ilmu dan pengalamnnya
yang diperoleh melalui kanal-kanal yang dimiliki IGI. Tidak heran
jika IGI semakin banyak dikenal karena tidak pernah berhenti
menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru di seluruh
pelosok tanah air. Di mana-mana kini berkibar bendera IGI dengan
jumlah anggota yang semakin hari semakin bertambah hingga
mencapai lebih dari seratu ribu anggota. Organisasi yang bersifat
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 27
indpenden, netral, dan madiri ini memiliki visi memperjuangkan
mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut
secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. Berkibarnya bendera
IGI di setiap penjuru tanah air sangat erat kaitannya dengan
kepiawaian seorang Muhammad Ramli Rahim.
Nama Muhammad Ramli Rahim yang lebih familiar disapa
MRR ini semakin dikenal di dunia pendidikan Indonesia. Lelaki
kelahiran Makassar ini sedang banyak diperbincangkan terkait
dengan berakhirnya masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum
IGI (Ikatan Guru Indonesia) dan MRR memutuskan untuk tidak
mencalonkan kembali. IGI yang dipimpinnya sejak Januari 2016
akan berakhir masa jabatannya Januari 2021. Keputusan yang
mengagetkan seluruh anggota IGI juga para pemerhati organisasi,
dan dunia pendidikan Indonesia. IGI sedang berada di puncak
kejayaannya tiba-tiba harus ganti ketua umum, tidak ada yang
menjamin IGI akan dalam kondisi terbaiknya lagi. Kita berharap
saja, IGI dipimpin oleh siapapun akan tetap eksis dengan gerakan-
gerakannya untuk meningkatkan kompetensi guru. Sebaiknya kita
intip saja apa yang telah MRR lakukan, gaya apa yang dipakai
sehingga dapat melejitkan IGI sampai melambung tinggi dan
menyebar ke seantero nusantara.
MRR dengan Gaya “BU TEJO”
IGI yang memiliki motto Sharing and Growing Together kini
sudah menjadi orprof nomor dua di Indonesia setelah PGRI yang
lahir lebih dari 75 tahun yang lalu. Sungguh prestasi yang luar biasa.
IGI mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki orprof lain sehingga
berbondong-bondong para guru berpindah haluan menjadi anggota
IGI. Hal ini tentu tidak terlepas dari cara dan gaya MRR memimpin.
Mulai dari merintis, membesarkan, memelihara, dan membina
sehingga memiliki nama yang besar dengan jumlah anggota yang
sangat banyak dalam waktu yang singkat. Tentu saja kondisi seperti
ini membuat gerah orprof senior. Bagaimana MRR bisa dengan cepat
melejitkan nama IGI di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri?
Ternyata MRR menggunakan gaya “BU TEJO” yaitu akronim dari
B= Biaya sendiri, U= Usahakan terus mandiri, T= Terobos belantara
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 28
guru, E= Egaliter, J= Jaringan kemitraan yang strategis dan
berkelanjutan, dan O= Out of the box. Berikut beberapa penjelasan
gaya-gaya tersebut yang menurut saya sangat eksklusif.
Biaya Pribadi (B)
Sebagai organisasi yang belum lama lahir tentu belum
memiliki dana untuk melakukan kegiatan bahkan IGI pernah sama
sekali tidak memiliki uang sebagaimana yang disampaikan oleh
MRR dalam beberapa kesempatan pertemuan. MRR selalu berpikir
bahwa IGI harus dibangun oleh kita bukan oleh mereka. Tidak peduli
harus mengeluarkan dana pribadi, MRR terus bergerak menjalin
kerja sama dengan berbagai pihak terutama perusahaan besar. Bukan
hanya berpikir secara mandiri, MRR terbang ke mana-mana pun
menggunakan uang sendiri. Meskipun memiliki beberapa perusahaan
dan yayasan, bukan hal itu yang menjadikan MRR mau
mengeluarkan dana dari kantung sendiri. Namun, semua lebih karena
kepeduliannya yang tinggi dan tanggung jawabnya yang luar biasa
sebagai ketua umum.
Pantang bagi MRR untuk mengajukan proposal dan meminta
dana bantuan kepada pemerintah dalam hal ini Kemendikbud,
meskipun sudah ditawarkan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan pada yang saat itu adalah Anies Baswedan.
Kemandirian IGI harus diawali dari kita, demikian yang dikatakan
MRR. Demi IGI MRR telah menelantarkan perusahaan dan ladang-
ladang usaha miliknya, bahkan sempat melepaskan proyek yang
bernilai milyaran rupiah. MRR tidak pernah hitung-hitungan berapa
uang pribadi yang telah dikeluarkan untuk kepentingan IGI, yang ada
dalam pikirannya hanya membesarkan IGI sehingga semua tahu
bahwa ada organisasi pendidik yang lain daripada yang lain, yang
lebih peduli dengan peningkatan kompetensi guru. Itulah salah satu
sikap yang sulit dicari padanannya dalam dunia organisasi.
Usahakan Mandiri
Kemandirian yang ingin dicapai oleh MRR bukan hanya
dalam pendanaan pelaksanaan program juga dalam pelatihan sebagai
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 29
upaya meningkatkan kompetensi guru. Selama ini seolah sesuatu
yang sudah baku yang tidak bisa diubah bahwa seorang guru harus
dilatih oleh para dosen atau oleh para birokrat. Dengan brilian MRR
mengubah kebakuan itu menjadi sesuatu yang luar biasa yang tidak
pernah dilakukan sebelumnya oleh organisasi-organisasi guru yang
lebih senior. Sudah saatnya guru menjadi pelatih teman-temannya
sendiri sebagaimana yang menjadi motto IGI yaitu “Sharing and
growing together”. Diawali dengan menyelenggaraka pelatihan guru
untuk menjadi pelatih, setelah itu guru-guru yang telah dilatih tadi
melatih guru-guru yang lain. Dengan cara seperti ini ketercapaian
peningkatan kompetensi guru akan terpenuhi dalam waktu yang
sangat cepat.
Kemandirian ini saya realisasikan bersama IGI Kabupaten
Pandeglang. Tanpa meminta dan berharap batuan dana dari IGI
Pusat, kami berhasil menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang kami
danai dengan usaha sendiri. Upaya yang kami lakukan di antaranya
menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Pandeglang, dengan pengawas pembina SMA, dan
kepala-kepala Sekolah. Bantuan yang kami minta ke PP IGI
hanyalah minta dikirm pelatih dan tidak harus kami bayar. Biaya
operasional seluruhnya berasal dari iuran peserta, mulai dari
kudapan, makan siang, dan sertifikat. Kami tidak harus
mengeluarkan biaya besar untuk honor dan transportasi pelatih. Jadi,
sebenarnya peserta mendapatkan ilmu dan pelatihan secara gratis.
Bagaimana tidak kemandirian yang diciptakan MRR ini
menjadi percepatan peningkatan mutu guru juga pemerataan
peningkatan kompetensi guru karena pelatihan-pelatihan
dilaksanakan bisa mencapai seratus titik dalam satu minggu. Lima
ratus orang guru lebih yang telah layak untuk menjadi pelatih dari
tingkat daerah sampai ke tingkat nasional dihasilkan oleh IGI.
Mereka disebar ke seluruh pelosok negeri untuk melatih teman-
temannya yang mungkin selama menjadi guru tidak pernah
mendapatkan pelatihan.
Kemandirian dilakukan juga pada anggaran, kembali MRR
memperlihatkan kecerdasannya, dia mengubah sistem sponsorship.
Artinya perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan sponsor untuk
pelaksanaan kegiatan tidak lagi dengan cara memberikan bantuan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 30
dana atau produk dalam satu kegiatan saja. Namun, MRR
mengubahnya menjadi kerja sama yang bagus sekali dan
berkesinambungan dan saling menguntungkan. Dengan demikian IGI
dapat mendanai seluruh kegiatan tanpa bantuan dana dari pemerintah
atau Kemendikbud.
Terobos Belantara Guru
Berdasarkan data dari Kemendikbud bahwa jumlah guru di
Indonesia sampai bulan Mei 2020 sekitar 4.107.465 orang. Guru
yang dimaksud sudah termasuk guru yang mengajar di madrasah dan
sekolah umum, mulai dari jenjang PAUD/RA/TK, AD/MI,
SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan SLB. Dari jumlah tersebut 91,93%
atau 3.775.762 bekerja di sekolah umum yang merupakan tanggung
jawab Kemendikbud. Dengan jumlah guru sebanyak itu adalah satu
tugas yang cukup berat untuk melaksanakan peningkatan kompetensi
guru dan pemerataan pendidikan. Pelaksanaan pelatihan atau diklat
belum menyentuh seluruh guru terutama guru-guru yang ada di
daerah pedalama atau daerah terpencil.
Bukan MRR jika tidak mengambil tantangan itu, pantang
biduk berlabuh jika layar sudah terkembang. Dengan menggunakan
tangan dan kaki sendiri MRR masuk ke luar belantara nusantara,
berusaha untuk berbagi dengan guru-guru yang sebagian besar belum
mengenal betul teknologi. Belum lagi banyak guru yang sudah
merasa hebat tapi sebenarnya tidak mampu, termasuk gupres zaman
dulu yang merasa bisa tapi sebenaranya masih gaptek. Di daerah-
daerah kecil atau terpencil tidak pernah tahu ada orprof lain selain
PGRI. Tanpa meras lelah, MRR terus mengumpulkan guru-guru
untuk diikutkan diklat agar merek bisa menyesuaikan dengan
perkembangan zaman. MRR berhasil mengumpulkan 500 guru di
Gunung Sitoli untuk mengikuti kegiatan pelatihan. Mereka baru tahu
kalau ada organisasi guru yang bernama IGI.
Terobosan atau blusukan yang dilakukan oleh MRR juga saya
bersama IGI Kabupaten Pandeglang meraskannya. Ketika itu pada
tanggal 16 Oktober 2016 saya bersama 10 orang teman dilantik oleh
MRR sebagai pengurus IGI Pandeglang di aula Universitas Banten
Jaya di Serang. Melihat semangat MRR yang mau datang dan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 31
melantik kami menjadi motvasi besar kami untuk segera bergerak
dan menggerakkan sebagaimana yang diamanatkan oleh MRR.
Terlaksanalah dalam satu bulan sebanyak empat kegiatan
peningkatan kompetensi guru mulai dari Gerakan Literasi Sekolah,
Sagusamik, Sagusablog, dan Sagusanov. Sempat ada rasa tidak
percaya ketika MRR mau datang memenuhi undangan kami, untuk
memberikan arahan pada kegiatan Gerakan Literasi Sekolah
sekaligus syukuran sekretariat IGI Pandeglang. Perjalanan yang
sangat jauh dari bandara menuju ujung wilayah Banten, tampaknya
bukan halangan bagi MRR untuk tetap semangat dengan senyum
ramah dan sikap yang akrab menyapa dan bincang hangat bersama
kami. Tidak lama karena hari menjelang magrib, MRR langsung
berangkat lagi untuk mengunjungi daerah lain. Masyaallah begitu
gigih dan ikhlas ingin memajukan guru di Indonesia.
Egaliter
Pertama mengenal sosok MRR yaitu pada satu kegiatan
bimtek untuk para ketua MGMP mapel SMA yang mendapat block
grant di hotel Papandayan Bandung pada tahun 2015. Waktu itu
MRR tampil di forum untuk memperkenalkan IGI. Tertarik sekali
mendengar penjelasan beliau tentang IGI. Saya pikir ini dia
organisasi yang saya suka, organisasi guru yang memiliki visi betul-
betul untuk meningkatkan kompetensi guru. Cara MRR
menyampaikan pun terdengar enak dan mudah dipahami, tapi saya
sempat merasa heran dengan penampilannya yang sangat sederhana
sampai sempat tidak yakin bahwa beliau bisa membuat sebuah
organisasi besar tingkat nasional. Bukankah memerlukan dana yang
cukup besar? Selesai penyampaian di forum saya menghampiri
beliau di bagian belakang barisan peserta kegiatan. Saya banyak
bertanya tentang IGI, mulai dari kapan beridri, apa tujuannya,
bagaimana kegiatannya, sampai bagaimana cara membentuk IGI di
daerah. MRR menjelaskan dengan rinci bagaimana agar di
Pandeglang terbentuk kepengurusan IGI. Saat itu tidak terpikir
sedikitpun tentang keberadaan PGRI mungkin karena memang di
Pandeglang guru SMA jarang terlibat dengan kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan organisasi tersebut. Jadi, ketika mendengar apa itu IGI,
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 32
rasanya langsung jatuh hati. Seolah bertemu dengan seseorang yang
selama ini sangat dinanti kehadirannya.
Sebelumnya ada perasaan takut dan minder ketika mau
mendekati, berkenalan, dan bertanya kepada MRR. Namun, begitu
melihat senyumnya yang hangat dan penuh keakraban serta sikapnya
yang sopan, saya langsung mendekati. Senang melihat cara MRR
berbicara yang membuat saya merasa dihargai serta diakui
keberadaan kita. Apalagi belakangan saya tahu kalau ternyata MRR
adalah seorang pengusaha kaya raya. Semua itu tidak terlihat dari
penampilan dan sikapnya. Tahun 2016 saya bertemu kembali dengan
MRR ketika beliau melantik kepengurusan IGI di beberapa daerah di
Banten termasuk Pandeglang. Merasa percaya diri dan bangga saja
ketika saya dilantik menjadi ketua IGI Pandeglang. Merasa bangga
dan percaya diri karena memiliki Ketua Umum yang luar biasa, yang
membuat saya yakin akan bisa bergerak untuk meggerakkan guru-
guru Pandeglang. Pada waktu itu juga ada peristiwa yang tidak dapat
saya lupakan karena waktu itu pertama kali saya perkenalkan Bu
Nurbadriyah kepada MRR dan saya minta untuk ikut bergabung
dengan IGI. Bu Nurbadriyah yang terkenal dengan panggilan
Noerbad kini menjadi salah satu orang penting dalam tubuh IGI,
dialah yang kini dikenal sebagai PJ Sagusaku dengan segudang
prestasi dan kegiatan meliteratkan para guru di seluruh Indonesia.
Tahun 2017 kembali saya bertemu dengan MRR karena beliau
datang menghadiri kegiatan IGI Pandeglang. Saya semakin kagum
dengan sikapnya yang sangat peduli dengan anggota tanpa
membedakan jauh atau dekat. MRR yang cerdas, sederhana, dan
humble mau saja menginap di rumah salah seorang anggota IGI
padahal mau menginap di hotel termahal pun pasti bisa. Ada
peristiwa lucu juga yang dialami MRR pada saat itu. Pagi-pagi
semua sibuk menyiapkan kegiatan yang akan dibuka oleh MRR
sehingga tidak ada yang sempat membuka HP untuk melihat chat
termasuk saya. Ternyata ada chat dari MRR yang minta tolong
teleponkan yang punya rumah karena beliau terkunci di kamar di
lantai dua, teriakannya memanggil tuan rumah tidak terdengar.
Namun, setelah bisa dibuka kunci pintunya wajah MRR tetap tenang
penuh dengan senyum. Peristiwa yang menjadi kenangan khusu
untuk IGI Pandeglang. Kami sempat kumpul dan ngobrol-ngobrol
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 33
layaknya dengan teman lama penuh canda, pada saat itu Ketwil IGI
Banten pun hadir. Tahun 2018 bertemu lagi dengan MRR di salah
satu ruang Kemendikbud Jakarta dalam kegiatan peluncuran buku
karya Sagusaku, MRR masih mengenali saya bahkan memanggil dan
ngobrol dengan gaya santai dan akrab. Itulah gaya kepemimpinan
yang seharusnya dimiliki semua pemimpin terutama pemimpin
organisasi besar karena kebesaran organisasi tercipta oleh kekuatan
para anggotanya dan kepedulian pemimpinnya terhadap anggota.
Jalin Kerjasama yang Berkelanjutan
MRR mengatakan bahwa menjalin kerjasama dalam bentuk
kemitraan yang berkelanjutan adalah salah satu langkah utama yang
harus segera dilakukan agar IGI dapat terus bergerak dan
menggerakkan, melatih guru-guru setiap minggu di seluruh pelosok
negeri. Beberapa lembaga dan perusahaan berhasil MRR gandeng
untuk dapat bermitra dengan IGI. Pada era teknologi ini IGI bermitra
dengan PT Samsung Elektronik Indonesia, Telkomsel, dan Indosat.
Sementara untuk konten pendidikan yang bersifat digital bekerja
sama denga Pesona Edu dan Grasindo. Berkat program IGI yaitu
peningktan literasi berbasis tablet, PT Samsung mengalami
peningkatan penjualan yang sangat tinggi. Dalan satu tahun biasanya
1000 tablet yang terjual, berkat kerja sama dengan IGI meningkat
jauh menjadi 150 ribu tablet. Hampir semua guru IGI menggunakan
tablet untuk kegiatan pembelajaran karena memang tablet tersebut
dirancang isinya dengan memuat bahan-bahan ajar yamg diperlukan
guru. Menurut MRR sistem sponsorship yang biasa dilakukan
organisasi lain hanya dalam bentuk bantua pada saat kegiatan saja,
stelah itu selesai, Semua itu MRR ubah menjadi kerja sama yang
berkelanjutan artinya tidak hanya pada saat mengadakan kegiatan.
Dengan kejelian mata seorang pengusaha sukses, MRR juga berhasil
menggandeng perusaahn lain untuk bermitra di antaranya yaitu
Wardah Kosmetik, Epson, dan lembaga Kementerian SDM.
Pada masa pandemi covid 19 ini IGI telah menandatamgani
MoU dengan Tekomsel untuk memberikan paket data/kuota internet
murah bagi guru. Program ini dijalankan agar memberikan
keringanan kepada guru dalam melaksanakan BDR atau
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 34
pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet (daring) selama
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan. Hal ini dilakukan
dengan cara guru-guru melakukan pendaftaran kemudian divalidasi
oleh IGI wilayah masing- masing. Setelah semua valid, pihak
Telkomsel akan mengaktifkan penggunaan telkomsel tersebut.
Sistem sponsorship yang dijalankan MRR akan memberikan
keuntungan yang besar untuk kedua belah pihak. Pihak perusahaan
mendapatkan konsumen sedangkan IGI dapat meningkatkan
kemapuan dan kompetensi guru dengan menggunakan teknologi
yang tengah menjadi tuntutan guru di era digital ini. Selain itu
mendapatkan keuntungan uang untuk digunakan dalam kegiatan-
kegiatan yang sesuai dengan program IGI. MRR memahami betul
daya beli guru yang masih rendah sehingga menjalin kerjasama juga
dengan Spektra agar guru-guru dapat memiliki tablet Samsung A8
dengan cara kredit melalui Spektra.
Pengurus IGI Kabupaten Pandeglang merasakan betul
bagaimana beruntungnya dapat memiliki dan menggunakan tablet
untuk kegiatan pembelajaran juga media yang canggih dalam
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Masih ingat ketika
selesai pelantikan pengurus, kami langsung diosodori tablet oleh
seksi usaha penguru pusat untuk dibeli dengan cara menyicil.
Pengurus yang berjumlah 11 orang menyambut baik tawaran itu.
Bukan itu saja ternyata penampilan kami di sekolah berkomunikasi
dan mengajar dengan menggunakan tablet menjadi daya tarik yang
luar biasa untuk guru-guru yang belum menjadi anggota IGI. Mereka
tertarik untuk menjadi anggota IGI di antaranya karema bisa
memiliki tablet Samsung. Jadi jelas sekali IGI dapat meningkatkan
penjualan produk Samsung juga dapat meningkatkan jumlah anggota
khususnya anggota IGI Pandeglang.
Nyawa organisasi selain anggota juga kerjasama atau
kemitraan dengan lembaga atau perusahaan, keduanya yang dapat
menghidupkan organisasi. Dapatkah kerjasama ini tetap terjalin
ketika MRR sudah menanggalkan tampuk pimpinan IGI? Semoga
kerjasama dengan pihak manapun tetap berjalan siapapun yang
terpilih untuk menggantikan MRR. Namun, saya yakin tidak akan
mudah menemukan lagi ketua umum seperti MRR dalam menjalin
kerjasama atau kemitraan yang berkelanjutan.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 35
Out of The Box
MRR dikenal dengan ide dan tindakan-tindakan yang tidak
pada umunya orang lakukan. Berpikir out of the box sudah sering
dilakukannya dalam menjalankan roda kepemimpinannya sebagai
ketua umum IGI. Berpikir out of the box adalah mencari cara-cara
baru bagaimana meningkatkan produktivitas diri. Bukan hanya
meningkatkan lima atau sepuluh persen, tetapi bagaimana
melipatgandakannya. MRR berani melakukan tindakan atau sesuatu
yang berbeda dibandingkan dengan para pemimpin organisasi guru
yang ada. MRR selalu berusaha menciptakan sesuatu yang berbeda
denga orang lain dan memiliki nilai tinggi. Dengan berpikir out of
the box apapun yang kita sukai akan membuat kita lebih maju
dibandingkan orang lain karena seseorang yang berpikir di luar pada
umumnya orang berpikir akan mampu untuk mengimplementasikan
sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Demikian yang terjadi dengan
seorang MRR sehingga banyak lonjakan dan lompatan prestasi yang
diraih IGI.
Sebelum kita lanjutkan dengan melihat apa saja yang telah
MRR lakukan untuk IGI kaitan dengan out of the box, alangkah
baiknya kita mengenal dulu apa itu out of the box. Istilah out of the
box pertama kali diperkenalkan oleh seorang akhli matematika
Inffris yaitu Henry Ernest Dudeney melalui sebuah sebuah teka teki
yang diciptakannya. Edward de Bono meartikan juga sebagai cara
berpikir di luar kotak atau secara lateral. Bono
mengatakan”Seseoramg tidak dapat menggali lubang di tempat yang
berbeda dengan menggali lebih dalam lubamg yang sama.” Hal ini
menyatakan bahwa seseorang tidak akan menemukan hal yang baru
atau hal yang tidak pernah ditemui atau dialami sebelumnya jika
masih berada pada cara pemikiran yang sama. Seseorang harus
berani mengambil keputusan untuk ke luar dari „kotak‟ tersebut.
Bagaimana MRR dapat berpikir secara out of the box, tentu ada hal
yang dilakukan MRR di antaranya yaitu ke luar dari zona nyaman.
Pada umunya orang jika sudah mendapatkan apa yang diinginkannya
dia akan diam menikmatinya laksana di dalam kotak yang nyaman
sehingga tidak melihat adanya peluang atau terobosan baru yang
dapat meningkatkan level hidupnya.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 36
Ketika MRR terpilih menjadi Ketua Umum IGI, tidak terlihat
sama sekali menikmati zona nyaman melainkan terus mencari
peluang dan terobosan yang dapat meningkatkan levelnya sebagai
pemimpin organisasi yang berhasil dan sukses. Tidak pernah
sebelumnya mendengar organisasi guru bekerja sama dengan
perusahaan-perusahaan, tapi hal itu yang dilakukan MRR. Hasilnya
sesuatu yang luar biasa baik untuk MRR, IGI, maupun perusahaan .
MRR juga tidak ragu untuk ke luar dari kotak, misalnya saja MRR
tidak tinggal diam tinggal di Makassar meskipun semua yang
diperlukannya ada di sana. MRR tanpa ragu ke luar dari Makassar
untuk terus melihat peluang-peluang yang bisa diambil untuk
meningkatka kemampuannya sebagai pemimpin organisasi. MRR
tidak pernah ragu menuangkan ide-idenya yang kadang sulit diikuti,
tapi semua terbukti menjadi sesuatu yang luar biasa. Orang yang
berpikir dengan cara out of the box akan mendengarkan pendapat
orang lain, terbuka, serta bersikap menerima untuk kemudian
mengolahnya denga cara-cara di luar kerangka berpikir yang pada
umumnya. Begitu pula yang saya lihat dari sikap MRR selain
terbuka untuk melakukan hal yang berbeda dan melakukan suatu hal
dengan cara yang berbeda. Selama ini organisasi-organisasi guru
yang ada di Indonesia berjalan sebagaimana organisasi pada
umumnya. Organisasi itu hanya bergerak sesuai denga program yang
berlaku dari tahun ke tahun sejak organisasi itu berdiri, tanpa ada
yang berani mengusik meskipun monoton. Kegiatan yang
dilaksanakan sekadar menunjukkan bahwa organisasi itu ada.
Dapat kita lihat bagaimana IGI dengan cepat melejit di bawah
kepemimpinan MRR meskipun kebijakkannya sering meimbulkan
kontroversi dengan pengurus pusat maupun dengan ketua daerah dan
wilayah. Kontroversi itu timbul karena banyak yang berpikir pada
umumnya orang berpikir tidak berpikir seperti yang MRR lakukan.
Artinya orang seperti MRR tidak mudah diikuti jalan pikirannya oleh
orang-orang yang berpikir biasa-biasa saja dan tidak menginginkan
sesuatu terjadi dengan luar biasa. Cara berpikir MRR memang cara
yang dituntut pada zaman sekarang, zaman yang penuh dengan
konsep. Dengan daya kreativitas yang dimilik MRR, segala
kemudahan teknologi dan internet dapat menjadi keuntungan yang
luar biasa untuk membesarkan IGI.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 37
Itulah “Bu Tejo” di antara gaya kepemimpina MRR yang telah
membawa IGI semakin dikenal dan disukai guru di Indonesia. Gaya
MRR ini mungkin dapat diikuti oleh periode kepengurusan
berikutnya periode 2021-2026. Siapa pun yang melanjutkan tampuk
MRR, beruntung sekali karena tidak harus berdarah-darah
mempertahankan atau meningkatkan eksistensi IGI. Ketum yang
baru tidak harus merogoh kocek sendiri karena MRR sudah merintis
kerjasama dan kemitraan dengan beberapa perusahaan besar di
Indonesia, yang pasti kas IGI tidak kosong seperti di awal
kepemimpinan MRR. Segala jalan telah dibukakan, segala masalah
telah terselesaikan, segala kemungkinan telah terprediksikan. Semua
tinggal dilanjutkan tanpa harus melangkahkan kaki atau terbang
sejauh-jauhnya, yang diperlukan hanya kekompakan, keterbukaan,
dan loyalitas yang tinggi. Sebenarnya bukan hanya “Bu Tejo” gaya
dan strategi MRR dalam melejitkan IGI, masih banyak gaya dan
strategi memukau yang pada umumnya tidak pernah dilakukan oleh
seorang pemimpin organisasi pendidik yang lain. Kehebatan MRR
dalam membesarkan nama IGI mendapat sambutan yang luar biasa
dari media baik cetak maupun elektronik.
Kesan dan Harapan Terhadap MRR
Sebagai anggota dan ketua daerah IGI juga sebagai pribadi,
saya memiliki banyak kesan dan harapan terhadap MRR. Ketika
pertama bertemu langsung tertarik dengan penjelasannya tentang
IGI, merasa seolah mendapatkan apa yang selama ini saya cari.
Setelah mendengar penjelasannya, tanpa menunggu waktu lama
dengan penuh semangat saya mencoba untuk membentuk
kepengurusan IGI Kabupaten Pandeglang. Saya tidak peduli ada atau
tidak yang mau baergabung. MRR menyarankan untuk segera
menghubungi Ketua Wilayah, itupun segera saya lakukan dan
mendapat sambutan yang baik. MRR mengatakan cukup dengan 7
orang bisa dibentuk kepengurusan dan akan segera diterbitkan SK-
nya. Bersyukur sekali, lengkap tujuh orang terkumpul dengan tempat
mengajar yang berbeda. Tidak pernah mengira setelah dilantik
menjadi ketua daerah, banyak peristiwa terjadi, rupanyaorganisasi
guru di daerah saya merasa terusik dengan kehadiran IGI. Suasana
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 38
seperti sedang menghadapi musuh, ketika peringatan Hari Guru
Nasional 2016, spanduk IGI berisi ucapan selamat terhadap hari guru
dan terpampang foto saya dan foto ketua wilayah harus dikawal dan
dicek setiap saat agar tidak ada yang mencopot atau merobeknya.
Satu hari terpampang masih utuh, besok pagi ketika saya lihat
spanduk itu sudah disobek-sobek bagian foto ketua wilayah
sedangkan foto saya masih utuh. Menurut isu yang saya dapatkan,
teman-teman guru SD banyak yang marah terhadap Ketua Wilayah
IGI Banten karena sudah memasukan IGI ke Pandeglang. Itu adalah
peristiwa pertama yang saya alami sejak saya masuk dunia IGI.
MRR seolah sudah menghipnotis saya dengan teman-teman
pengurus IGI Pandeglang, kami menjadi kompak dan penuh
semangat menyelenggarakan beberapa kegiatan pelatihan
peningkatan kompetensi guru. Kami pun segera membuat seragam
sendiri dan dengan penuh percaya diri datang „sowan‟ menemui
Bupati Pandeglang, beliau menyambut dengan baik dan mndukung
kami sampai 1000%. Namun, sayang kepercayaan Bupati ini sampai
sekarang belum terealisasi, beliau belum sekalipun mengapresiasi
kegiatan yang kami selenggarakan. Kami tidak patah semangat, kami
meniru sikap MRR yang selalu semangat dan yakin dengan tujuan
yang akan dicapai.
Saya bangga sekali menjadi anggota IGI, saya senang sekali
memakai seragam organisasi guru yang berbeda dengan guru-guru
SD dan SMP. Tidak terpikir sama sekali jika perbedaan itu
menyebabkan terjadi beberapa peristiwa yang sempat membuat saya
takut. Tapi, ketakutan itu segera hilang ketika ingat MRR yang
begitu berani menghadapai apapun yang menghalangi tujuannya
untuk memajukan IGI dan meningkatkan kompetensi guru.
Tidak ada gading yang tak retak, sehebat-hebatnya manusia
pasti pernah melakukan kesalahan baik sengaja ataupun tidak.
Kesalahan-kesalahan kecil yang tanpa sengaja kadang menjadi
pemicu perdebatan bagi mereka yang kontra, menjadi polemik di
media. Ide dan pemikiran MRR yang pro ataupun kontra terhadap
pemerintah terutama tentang pendidikan. Beberapa pernyataan MRR
yang muncul di media baru-baru ini dan menurut saya perlu
mendapat tanggapan positif serta dukungan dari masyarakat
khususnya mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 39
Pernyataan MRR tentan menekankan persoalan pendidikan menjadi
fokus utama bagi program kerja yang akan dijalankan para kepala
daerah terpilih, khususnya pada persoalan guru dan tenaga
pendidikan di sekolah. Ini buah pikiran MRR yang benar-benar
menunjukkan bahwa MRR melalui IGI betul-betul sangta
memperhatikan nasib guru Indonesia. Jarang kita temukan dalam
pilkada para calon pemimpin daerah memprioritaskan pendidikan
sebagai sasaran utama. Sekalipun ada hanya di mulut tidak sampai
pada realisasi.
Masalah pendidikan tidak bisa dianggap main-main hanya
dijadikan buah bibir seperti pernyataan MRR pada salah satu media
elektronik "Masalah guru dan tenaga pendidikan ini merupakan
masalah serius. Makin sedikitnya jumlah PNS guru ditelan masa
pensiun, serta status tak jelas para guru honorer adalah rangkaian
panjang masalah pendidikan". Hal ini sangat diperlukan peran para
pemimpin daerah untuk lebih menghargai atau memanusiakan guru
honorer. Jika Kepala Daerah menerbitkan SK Kepala Daerah bagi
guru dan tenaga kependidikan Non PNS, maka Guru dan Tenaga
Kependidikan akan mendapatkan kesempatan memperoleh NUPTK
(Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan
berkesempatan untuk mendapatkan tunjangan profesional layaknya
guru ASN. Dengan memiliki NUPTK maka guru sudah memiliki izin
mengajar sebagai mana SIM bagi pengendara kendaraan bermotor.
Selain guru memiliki izin mengajar, guru pun berhak mengikuti
PPG (Program Profesi Guru). Dengan memperoleh Tunjangan
Profesi Guru maka pendapatan guru sudah baik, status guru jelas
sebagai guru profesional dan gurupun memiliki ijin untuk mengajar
di sekolah, pendapatan guru juga tak terpengaruh konstalasi politik
daerah. Konsep "Guru Minimal UMK" telah banyak dijanjikan para
paslon, niat itu baik tetapi tak cukup menjadi solusi jangka panjang
buat guru Indonesia. Ungkapan MRR ini seperti angin segar yang
menerpa rekan-reakan guru honorer. Dengan demikian bukan saja
dapat menyelamatkan atau meningkatkan kesejahteraan guru juga
menyelamatkan pendidikan Indonesia. Inilah salah satu pemikiran
MRR yang disambut dengan gembira oleh para guru honorer.
Berharap MRR akan terus berupaya mewujudkannya sekalipun
sudah tiak lagi menjabat Ketua Umum IGI.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 40