The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Strategi MRR dalam menggerakkan guru-guru Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang pendidik merupakan gerakan yang sangat masif sehingga guru-guru banyak yang tersadar atas segala kelemahan dan kekurangan diri sebagai pendidik.

Melalui IGI, MRR berhasil membangun IGI di 34 Provinsi dan 514 Kota/Kabupaten sehingga gerakan dan strategi yang diterapkan oleh Ketum IGI menjadi barometer sebuah kemajuan dalam waktu yang tidak lama.

Bagaimana strategi yang diterapkan oleh MRR. Melalui buku yang ditulis oleh guru-guru penulsi sagusaku IGI berhasil membukukan gerakan yang dibangun tersebut.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BHP RIAU, 2021-02-26 23:33:27

STRATEGI MRR MENGUBAH DUNIA PENDIDIKAN MELALUI IGI (JILID 2)

Strategi MRR dalam menggerakkan guru-guru Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang pendidik merupakan gerakan yang sangat masif sehingga guru-guru banyak yang tersadar atas segala kelemahan dan kekurangan diri sebagai pendidik.

Melalui IGI, MRR berhasil membangun IGI di 34 Provinsi dan 514 Kota/Kabupaten sehingga gerakan dan strategi yang diterapkan oleh Ketum IGI menjadi barometer sebuah kemajuan dalam waktu yang tidak lama.

Bagaimana strategi yang diterapkan oleh MRR. Melalui buku yang ditulis oleh guru-guru penulsi sagusaku IGI berhasil membukukan gerakan yang dibangun tersebut.

Keywords: igi,mrr,strategi pendidikan,sagusaku,sli,gelis

pesat dan IGI ada 34 provinsi, 1 wilayah luar negeri, dan IGI daerah
di 400 kota dan kabupaten di Indonesia. Siapakah Muhammad
Ramli Rahim yang berhasil mengharamkan nama IGI? Kita harus
tahu siapa lelaki bertangan dingin ini dan mulutnya selalu di
dengarkan oleh semua orang.

Muhammad Ramli Rahim pria kelahiran Maros, Sulawesi
Selatan pada tanggal 23 Mei 1978. Berprofesi sebagai seorang guru
SMK Kehutanan Widya Nusantara. Dia juga Ini juga Presiden
Direktur Ranu Corp, gugus perusahaan yang bergerak di bidang
pendidikan, real estate, distribusi, dan pertambangan. Pria gagah
bertubuh subur ini menghabiskan masa sekolahnya sampai sekolah
menengah di Maros. Kemudian melanjutkan kuliah ke Universitas
Hasanudin di Makasar. Pemuda bersuku Bugis ini dari masa sekolah
sudah menunjukkan jiwa kepemimpinannya. Di masa kuliah banyak
sekali memegang jabatan sebagai pemimpin, diantaranya menjadi
Ketua Himpunan Islam, ketua Senat Mahasiswa, ketua Badan
Eksekutif Mahasiswa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pria hebat ini seorang yang memiliki pandangan yang luar
biasa untuk dunia pendidikan. Berbagai kegiatan yang dia lakukan
demi meningkatan kompetensi guru yang ada di Indonseia.
Kehidupan bapak yang memiliki 6 orang anak dan isteri yang
bernama Nurul fitriany Andi Alimudin ini sangat mapan dari segi
materi dari bisnis yang di kelola. Memiliki anak buah yang
membantunya menjalankan usahanya. Sehingga dia memiliki waktu
untuk melakukan berbagai kegiatan di luar demi dunia pendidikan.
Pria yang berkulit sawo matang ini sering menjadi narasumber di
sekolah-sekolah. Dia sangat terkenal di daerah kelahirannya juga di
daerah lainnya. Dia memiliki masa guru yang luar biasa banyaknya.
Yang nantinya sangat mendukung dalam kepemimpinan pria yang
memiliki senyum yang sangat simpatik ini.

IGI diawal kepimpinan beliau bukan seperti masa sekarang
banyak sekali yang dilalui sampai ke puncak kejayaannya. Beliau
berhasil membangkitkan semua daerah untuk melakukan berbagai
kegiatan. Tiap daerah bersemangat melakukan berbagai kegiatan
seperti IGI yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Sejak bergabung
tahun 2017 banyak sekali kegiatan yang saya ikuti yang digagas oleh
IGI. Diantara kegiatan yang sudah dilakukan peluncuran 72 buku

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 141

karya guru dan siswa pada tanggal 19 Desember 2018, seminar
sehari pada tanggal 13 November 2019, mengadakan
workshop PTK, SKP, PKG, PD, dan DUPAK pada tahun 2018 dan
2020 dan melakukan webinar daring sejak adanya covid-19. Di
masing-masing daerah tidak pernah IGI diam di tempat tapi terus
melaju. Kita patut bangga menjadi anggota IGI. Dapat lihat gaung
dan gerakan IGI dibeberapa wilayah yang ada di seluruh Indonesia.
Apa yang menyebabkan semangat berapi-api ada di tiap daerah.
Tentu ada yang menjadi penutan yang melatar belakanginya. Apa
yang membuat IGI itu melambung sejak dipimpin oleh Muhammad
Ramli Rahim? Apa gebrakan yang sudah beliau lakukan?

Kita akan putar balik waktu diawal kepemimpinan pria
berdarah Bugis ini. Bagaimana IGI ketika pertama kali beliau
pimpin. Ketika pertama kali memegang tampuk pimpinan pria yang
mengidolakan Umar Bin Abdul Aziz mengerakkan IGI dengan
memaksimalkan sumber dana pribadi. Terinspirasi dari tokoh
idolanya yang bisa yang menjadi khalifah yang membawa umat pada
situasi tanpa kemiskinan. Begitu pulalah yang beliau ingin lakukan.
Suatu organisasi butuh yang namanya dana untuk melaksanakan
kegiatan. Sementara ketika beliau menjabat tidak ada sepersen pun
dana. Untuk acara kongres pemilihan ketua pada tanggal 30-31
Januari 2016 yang membutuhkan biaya yang banyak tidak ada uang
yang tersedia. Hanya dengan uang 5 juta rupiah yang diberikan oleh
Indra Djati Sidi. Pada kongres ini beliau terpilih menjadi ketua
umum IGI. Dengan terpilihnya beliau pasti akan memulai kegiatan
sementara dana sedikit pun tidak ada. Tidak ada cara lain yang dapat
beliau lakukan selain merogoh kocek sendiri. Muhammad Ramli
Rahim (MRR) menggunakan sumber dana pribadi demi memajukan
IGI. Karena beliau sadar betul dengan keuangan IGI pada sat itu.
Selain merogoh kocek sendiri lelaki hebat ini mencari cara dengan
memaksimalkan jaringan yang beliau miliki. Beliau memiliki
jaringan dengan pejabat penting sangat banyak. Modal inilah yang
dimanfaatkan demi kemajuan IGI.

Pada suatu ketika Pak Anis Baswedan ke Makasar, dia singgah
ke rumah MRR dengan 3 orang yang kemudian hari menjadi eselon
di Kemdikbud waktu itu beliau belum menjabat menjadi Ketua
Umum IGI. Pada saat dia terpilih banyak sekali kemudahan yang

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 142

dirasakan ketika berurusan di sana karena semua orang sudah tahu

bahwa ketua umum IGI adalah sahabatnya mentri. Berawal dari

memaksimalkan dana pribadi menjadi landasan awal IGI bergerak.

Orang selalu bertanya ketika MRR berangkat kemana pun dengan

menggunakan pesawat orang menyangka itu uang IGI. Padahal kita

tahu IGI tidak punya uang. Kekuatan lain yang beliau miliki dalam

membangun IGI adalah karena beliau memiliki kekuatan berpikir

secara mandiri. Kita tahu memajukan suatu organisasi dibutuhkan

leader yang memperlihatkan arah organisasi itu benar. Kekuatan itu

sangat dimiliki oleh MRR. Terbukti dari pemikiran-pemikiran yang

beliau miliki IGI menjadi maju. Beliau mengadakan terobosan-

terobasan yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi guru.

Pelatihan, seminar, workshop, diklat sampai simposium diberikan

pada guru. Pada masa awal kepemimpinan menurut beliau pada acara

Advance Training Online yang diadakan pada tanggal 23 Mei
mengatakan,”Hampir tiap hari dia menghabiskan waktunya untuk
melakukan kegiatan ke luar daerah demi mengembangkan IGI”.

Banyak yang dia korbankan demi mengurus IGI selain

memaksimalkan dana pribadi juga tenaga, dan keluarga Anaknya

sakit pun dia tidak bisa menjaganya. Meninggalkan keluarga berhari-

hari hal yang sangat berat bagi dia dan keluarga. Bisnis perumahan

yang dia geluti mengalami penurunan karena tidak lagi terurus demi

mengeluti IGI. Perusahan tambang yang dimiliki juga mengalami

pasang surut. Bimbingan belajar dan sekolah yang dia punya juga

tidak lagi terurus. Dalam satu minggu kadang-kadang

melaksanakan tiga kali penerbangan. Suatu kerja keras yang patut

kita acungkan jempol. Pernah dia setelah melaksanakan perjalanan

langsung dirawat di rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang

menurun karena kelelahan. Itulah kisah organisasi Ikatan Guru

Indonesia di awal kepimpinan Muhammad Ramli Rahim penuh

perjuangan dan pengorbanan. Seorang yang dulunya pebisnis bisa

berhenti geraknya karena keinginan untuk memajukan IGI yang

ingin mmeperlihatkan pada semua orang bahwa IGI itu berbeda

dengan organisasi profesi guru lainnya. IGI itu tampil beda di bawah

kepemimpinan MRR. Selanjutnya gebrakan yang dilakukan MRR

dalam memajukan organiasi adalah membangun kemandirian

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 143

organisasi guru. Bagaimana sepak serjang beliau tentang ini? Mari
kita simak kisah selanjutnya.

Ketika membangun IGI ada suatu hal yang terpikir oleh MRR
yaitu merubah ketergantungan kita pada hal-hal di luar kita. Contoh
ketika kita mau melakukan pelatihan untuk guru-guru yang melatih
adalah dosen-dosen dan perusahaan-perusahaan IT. Dalam
memberikan pelatihan selalu terburu-buru dan tergantung pada
mereka. Karena sebelum lahirnya IGI, ketika masih di bawah PGRI
kita dikoordinir dan diketuai oleh para dosen dan biokrat. Itulah
masalah bagi MRR harus dirubah. Banyak yang terpikirkan oleh
lelaki yang bertubuh subur ini. Dia ingin IGI bisa memiliki
kemandirian organisasi dengan memiliki pelatih yang berasal dari
guru. Pelatihan berasal IGI sendiri. Tentu hal hal tidak mudah
mengwujudkannya. Banyak yang harus dipersiapkan. Banyak guru
yang hebat tetapi dalam membimbing rekan lainnya mereka tidak
mampu. Ilmu yang mereka punya tidak bisa ditularkan pada orang
lain. Karena ada kalanya seseorang itu pintar tapi tidak bisa
menyampaikan pada orang lain ilmu yang dipunyai dengan baik.
Sehingga pesan yang ingin disampaikan tidak tercapai. Yang
diniginkan MRR bagaimana kita bisa memiliki pelatih yang berasal
dari guru IGI sendiri tapi mampu berbagi pada rekan guru lainnya.

Lalu MRR membuat terobosan dengan memberikan
kesempatan kepada anggota IGI yang mampu dan bersedia dilatih
serta nantinya mau melatih. Lalu mulailah para guru yang sudah
terpilih dilatih, dibekali agar memiliki ilmu juga kepercayaan diri
melatih rekan gurunya nanti. Salah satu kegiatannya adalah pada
tahun 2018 di Jakarta diadakan Temu Pelatihan Nasional. Pada saat
acara tersebut yang sangat membanggakan IGI bisa masuk rekor
MURI dengan teknik MENEMU BALING (menulis dengan mulut
membaca dengan telinga). Mrr berhasil membangun kemandirian
organisasi dalam segi pelatih. Guru yang dilatih kemudian juga
memberikan pelatihan kepada sesama guru. Banyak pelatih lahir dari
guru IGI di seluruh Indonesia. Suatu hal yang patut kita contoh dari
kepemimpinan MRR. Dengan kerja keras dan pola pikirnya yang
kritis dan membaca pasar sebagai seorang businessman yang sudah
lama digelutinya sebelum menjadi ketua umum. Tidak banyak orang
seperti dirinya yang mau bekerja keras demi suatu organisasi.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 144

Kemudian MRR ingin adanya kemandirian dari segi anggaran
yang tidak selalu tergantung dengan pihak lain. Sehingga kita bebas
melakukan kegiatan organisasi tanpa tekanan dan diatur oleh pihak
mana pun. Pria yang memiliki 6 orang anak ini sudah bertekat dari
awal tidak akan meminta-minta pada kemdikbud walau pun pada
saat yang sama para sahabat atau orang-orang terdekatnya menjadi
pejabat penting di sana. MRR memiliki prinsip yang berbeda dengan
pemimpin lainnya ketika Pak Anis Baswedan menjadi Menteri
Pendidikan tidak pernah sekali pun dia menggunakan kedekatan
hubungan mereka. Padahal Pak Anis sudah memberikan peluang.
Sampai pada saat Pak Muhajir menjadi Menteri Pendidikan beliau
menyuruh MRR untuk membuat proposal untuk mendapat dana yang
ada di kementerian sebanyak 3,7 miliyar. MRR mau membuat
proposal tapi dengan persyaratan kemdikbud boleh membantu IGI
tapi tidak boleh mengganggu kultur dan karakter IGI. Lalu dibuatlah
proposal untuk kegiatan di Moros dan Palembang. Pihak kemdikbud
memberikan dana sesuai dengan paketan misalnya ada paket 100
juta, 200 juta dan sebagainya, Beliau menolak karena dia sudah tahu
jika uang itu diterima akan ada pihak tertentu yang dimewahkan dan
yang lain di nomor duakan, MRR hanya minta uang tiket,
penginapan dan uang saku pelatih 500 ratus ribu perorang.
Kemdikbud menolak karena dananya sudah paketan. Atas bujukan
dari salah seorang teman yang bernam Pak Uno pejabat dirjen
barulah dia mau menerima uang yang berjumlah 200 juta.

Sebenarnya pada dasarnya beliau tidak menyetujui
menerimaan dana itu karena dengan dana 100 juta hanya untuk satu
kali pelatihan dengan melibat 100 orang peserta. Bagi beliau
kemandirian organisasi itu lebih baik.kemandirian tanpa tergantung
pada dosen-dosen, perusahaan atau sponsor. Lebih baik melatih guru
dari IGI yang memiliki kemampuan untuk kemudian melatih ribuan
guru yang lainnya. Sistem sponsor juga diubah dulu berdasarkan
basis kegiatan kemudian diminta memberikan kebebasan pada IGI
untuk mengelolanya asal tujuan yang mereka inginkan tercapai.
MRR orang yang sangat baik dalam melakukan promosi sehingga
banyak sekali memiliki sponsor dari perusahaan seperti Samsung,
Telkom, Pertamina, Datascrip,NEC, Indosat, Telkomsel, Kompas
grup, Sampoerna Foundation, Pesona Edu, Pinnacle, dan lain-lain.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 145

Mereka selalu support kegiatan yang di lakukan IGI karena ada hasil
nyata yang sangat memuaskan. Inilah MRR orang yang sangat jitu
dalam menarik hati semua pihak. Dia berhasil melaksanakan
kemandirian dalam mengelola kegiatan.

Lelaki hebat ini memiliki berbagai pemikiran, selalu saja ide
yang bertujuan mengembangkan IGI. Belian juga melakukan
kemandiria dalam hal keuangan. Bagaimana cara yang dia lakukan
mari kita lanjutkan membaca tulisan ini? Yang dimaksud
kemandirian dalam mengelola keuangan/ manajemen keuangan
adalah mana cara mudah mengatur keuangan. Beliau melakukan
kerja sama dengan Bank Mandiri. Semua uang yang masuk tidak lagi
merepotkan kita menghitung pembagiannya. Dengan sistem yang ada
di bank tersebut semua terasa mudah secara otomatis sudah ada
perhitungan IGI pusat , daerah atau pun untuk kas kita. Sangat
mudah dan cepat tapi memiliki kelemahan yaitu saldo kita harus 10
juta karena kurang dari itu uang kita akan tergerus oleh biaya royalty.
Walau pun memiliki kelemahan kita sudah menggunakan sistem
yang sangat canggih dan transparan. Mengapa dikatakan transparan
karena untuk untuk menghindari fitnah jika suatu saat ada yang
menanyakan pengeluaran uang. Mereka bisa mengecek sendiri
rekening korannya. Pengelolaan keuangan dengan sistem yang maju
dan hebat ini tidak ada satu pun organisasi masa itu yang
melakukannya kecuali Ikatan Guru Indonesia di bawah
kepemimpinan Muhammad Ramli Rahim.

Maju mundurnya suatu organisasi salah satu tergantung dari
pemimpinnya. Siapa yang tidak mengenal dengan ketua umum IGI
seorang yang cerdas dan memiliki pemikiran jangka panjang untuk
organisasi yang beliau pimpin. Berbagai cara dilakukan demi
kemajuan IGI. Lelaki enerjik ini selalu bergerak lincah dalam
melakukan terobosan. Kegiatan yang dilakukan membangun
kemitraan yang strategis dan berkelanjutkan yang beliau lakukan
patut dianjungkan jempol. Sifat beliau yang tidak mau terikat
pemberian suatu perusahaan tapi melakukan dengan cara yang
berbeda. Untuk melakukan suatu kegiatan biasanya orang akan
mencari sponsor. Begitu juga dengan IGI, sebelum menjadi pengurus
untuk melakukan suatu kegiatan A akan mencari sponsor, begitu
seterusnya mau melakukan kegiatan B mencari lagi sponsor. Begitu

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 146

berulang-ulang tapi MRR berubah cara tersebut dengan membangun
kemitraan yang strtegis dan berkelanjutan yang dilakukan dengan
perusahaan Samsung. Bagaimana cara pelaksanaanya? Bagi sebagian
orang mungkin tidak pernah terpikirkan tapi MRR melakukannya.
Memang tidak mudah membangun kemitraan dalam waktu yang
panjang . butuh suatu kepercayaan dari yang memberikan sponsor.
Mengapa perusahaan Samsung mau? Tentu karena adanya suatu
kepercayaan pada IGI.

MRR dengan mengatakan dengan Samsung untuk diawal
kegiatan mereka boleh membantu tapi unuk kegiatan berikutnya
tidak. Bukan berarti putus hubungan melainkan kerja sama dilakukan
dengan cara yang berbeda. IGI tidak lagi diberikan suntikan dana
tapi kita menjualkan produk mereka. Dari pembicaraan MRR dengan
perusahaan Samsung, produk mereka Samsung A8 terjual satu tahun
sekitar seribuan menurut mereka tidak banyak. Lalu MRR
menawarkan pilihan, beliau minta tablet yang akan digunakan guru-
guru mengajar dan melatih guru-guru dengan cara IGI yang jual
dengan adanya margin untuk kita.mereka setuju dan mulailah kita
membuka toko IGI yang menjaul tablet yang digunakan untuk
pembelajaran. Kemudian Samsung membantu untuk selanjutnya
bukan karena penjualan tapi karena sejak IGI yang menjualkan
terjadi kenaikan sinigfikan penjualan tablet hampir mencapai 150
ribu setahunnya. Bagi Samsung budaya pengembangan pemakaian
tablet itu adalah Ikatan Guru Indonesia. Tahan berikutnya Samsung
memberikan kita sponsorship dan memberikan bantuan hampir
semua kegiatan IGI di Makasar. Dan untuk pertama kalinya Samsung
membangun SLLJ itu hanya di IGI. Untuk selanjutnya setiap
Samsung membangun SLLJ selalu minta pendapat IGI mana sekolah
yang cocok.

Semua yang dilakukan Samsung pada kita karena mereka
memiliki kepercayan yang utuh dan kuat pada IGI. Karena sejak
Samsung bekerja sama dengan IGI, Samsung Indonesia menjadi
yang terbaik di Indonesia yang digunakan untuk pembelajaran yang
dulu dipegang oleh Samsung India. Di samping itu juga karena kita
memperlihatkan SLLJ yang begitu megah, lengkap dengan segala
perangkat yang memiliki teknologi yang begitu canggih dalam
ruangan yang begitu megah. Walaupun dari luarnya terlihat kecil.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 147

Sehingga ide yang dibuat IGI ini menginspirasi dinas Pendidikan di
Makasar merancang ruangan yang memiliki teknologi canggih juga.
Selain dengan Samsung IGI juga membangun kemitraan dengan
Epson, wardah dan lainnya. Dengan kemitraan yang dilakukan IGI
bisa membiayaan guru untuk memberikan pelatihan ke seluruh
penjuru Indonesia termasuk juga membiayai perjalanan ketua umum
MRR. Sedikit demi sedikit uang pribadi ketua umum yang terpakai
bisa diganti. Itulah MRR dengan kejeniusannya bisa membangun
suatu hal yang sangat luar biasa demi kemajuan IGI.

Hal lain yang merupakan terobosan yang dilakukan MRR di
masa memegang tampuk pimpinan IGI adalah membangun sistem
keanggotaan yang canggih. Sebelum masa kepemimpinannya sudah
ada dasarnya menggunakan system web / digital. Tapi MRR masih
merasa ada yang kurang lalu mencari informasi dengan orang yang
ahli IT bagaimana cara mengelola keanggotaan yang canggih.
Dengan sekali mendaftar kita bisa memperhitungkan uang yang
masuk ke kas sekaligus dan berkelanjutan serta terkoneksi. Belum
banyak organisasi yang melakukan seperti ini tapi IGI dengan Blog
IGI, Web IGI dan verifikasi keanggotaan IGI di seluruh daerah
merupakan hal yang patut dibanggakan karena IGI menjadi orang
yang pertama melakukannya.

Bukan MRR namanya kalau dia tidak bisa melakukannya. Ada
suatu yang masih menjadi pemikiran yaitu ketika setelah TOT di
Surabaya yang memberikan pelatihan pada guru. Kemudian guru itu
kembali ke daerah-daerah masing-masing dan memberikan pelatihan
kepada guru-guru di daerahnya. MRR melihat ada kebuntuan yang
dialami oleh pelatih IGI. Ada yang yang sangat mendasar sekali
terjad,itu menjadi suatu pemikiran bagi MRR. Karena jika hal
tersebut dibiarkan terus menerus maka tidak aka ada lagi kegiatan
pelatihan yang akan diberikan kepada guru-guru. Apakah yang
menyebabkan timbulnya kebuntuan yang dialami pelatih IGI. Ini
semua disebabkan oleh guru-guru sikap guru-guru yang dilatih tidak
mau dilatih. Suatu keanehan terjadi guru-guru yang ada di daerah
tidak mau dilatih oleh guru-guru yang bersal dari daerahnya sendiri.
Apa yang ada dalam pemikiran guru-guru tersebut? MRR tidak mau
bersikap seperti kemdikbud atau dinas Pendidikan ketika terjadi
kesulitan atau terbentur lalu berhenti, diam.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 148

MRR bukan orang yang pantang menyerah. Dia tidak akan
membiarkan situasi yang membuat suatu ide yang sudah
dirancangnya sedemikian rupa hilang begitu saja hanya karena
disebabkan oleh kata kebuntuan. Dengan pemikirannya yang cepat
dan tanggap dia berusaha memecahkan masalah yang terjadi. MRR
mencari asal permasalahannya, ini fenomena apa yang terjadi? Lalu
didapatlah suatu kesimpulan penyebabkan para guru itu tidak mau
dilatih oleh pelatih yang berasal dari daerahnya sendiri. Menurut
MRR fenomena ini diistilahkan dengan “setengah penuh setengah
kosong”. Tentu kita akan bertanya-tanya apa arti dari istilah tersebut?
Maksud dari istilah ini menurut MRR artinya guru-guru itu tidak
punya kemampuan tapi tertutup artinya tidak mau mengakuinya.Ini
terbukti dari hasil kompetensi tahun 2015 yang hasilnya keluar di
awal tahun 2017 ternyata hanya 6,1 % guru Indonesia yang layak
untuk mengajar. Sangat miris dan mengecewakan. Kalau kita lihat
para guru itu merasa hebat, kuat,dan punya kemampuan ternyata
tidak. Iulah kesimpulan dari botol kosong tapi tertutup. Botolnya
kosong tapi tidak bisa diisi. Mereka tidak mau membuka diri atas
kekurangan yang dimiliki. Mereka merasa sudah senior merasa
sudah banyak memiliki pengalaman sehingga mereka tidak mau
dilatih oleh para guru muda. Dari sekian banyak pelatih yang berasal
dari IGI mereka sangat muda-muda sekali sehingga yang senior
merasa rendah jika yunior yang berdiri di hadapan.

Pada masa 5 tahun yang lalu ketika para pelatih yang berasal
dari IGI mau melatih guru-guru yang sudah tua, mendekati pensiun,
kepala sekolah dan guru-guru berprestasi zaman dulu yang dari segi
kemampuan teknologi kurang menguasai mereka merasa sudah
memiliki kemampuan yang banyak. Padahal sebenarnya mereka
hanya tua dari segi umur kurang dari segi kemampuan. Supaya
kebuntuan itu tidak berlanjut terus menerus MRR mencari jalan
keluarnya. Lalu dilakukan perubahan dalam pengiriman pelatih.
Adanya sistem silang atau tukar lokasi. Pelatih IGI yang berasal dari
Riau berangkat ke Papua,yang dari Jawa ke Kalimantan, dari Aceh
ke Sulawesi dan sebagainya. Awal merencanakan ini terjadilah
perdebatan di kalangan pengurus IGI disebabkan mengeluarkan
biaya yang besar. MRR menyadari hal tersebut, contohnya untuk
seorang pelatih yang dari Aceh ke Papua membutuhkan dana 12 juta.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 149

Tapi yang menjadi pemikiran lelaki yang lahir di Maros ini adalah
memberikan kesempatan kepada pelatih menikmati sesuatu yang
belum pernah dialami selama ini. Hampir rata dari pelatih itu tidak
pernah sekali pun seumur hidupnya naik pesawat. Hanya waktu
menjadi pelatih di IGI baru merasakannya. Sejak dulu tak pernah
mendapatkan kesempatan melatih dan berjalan kemana pun karena
dari dulu yang menjadi pelatih itu orangnya itu-itu saja.

Dari segi dana memang menbutuhkan dana yang besar untuk
membiayai pelatih itu terbang ke mana-mana. Tapi dari sisi lainnya
kita memberikan sesuatu yang belum pernah itu merupakan suatu
kenangan yang tidak terlupa bagi pelatih IGI. Betapa bangganya
mereka untuk pertama menaiki Si burung besi hanya setelah menjadi
pelatih di IGI. Selain itu para guru yang dilatih termotivasi ketika
yang melatih mereka orang luar. Pelatih nasional karena berasal dari
daerah yang jauh. Lalu ketika pelatihan dimulai peserta meledak,
mereka penasaran sekali karena orang akan melatih orang yang hebat
karena pelatih nasional. Hal membuat para pelatih IGI merasa senang
dan bersemangat melatih karena melihat peserta yang antusius.
Mereka mau melatih kemana-mana walau pun tidak mendapat honor.

Fenomena yang timbul sesudah mereka pulang, para pelatih
IGI merasakan bangga bisa pergi ke luar daerah. Untuk tantangan
yang lebih berat pun mereka mau. Misalnya di tempat mereka
melatih tidak ada anggota IGI mereka mau membuka IGI di sana
walau pun ada kendala. Kemudian para pelatih IGI yang sudah
kembali dari tempat pelatihan mempublikasikan kegiatan mereka ke
media sosial sehingga semua orang tahu, ada rasa bangga. Mereka
akan buat status di media sosial “pertama kali berkunjung ke Raja
Ampat”. Perasaan inilah yang membuat para pelatih IGI tidak pernah
surut untuk berbagi ilmu kemana pun. Pola pelatihan yang rotasi ini
sukses membuka botol yang tertutup rapat itu. Para guru senior yang
ada di kabupaten-kabupaten mau dilatih oleh guru-guru muda atau
pelatih nasional IGI. Karena mereka menyadari pelatih yang ada di
kabupaten mereka yang sudah lama tidak pernah ke mana-mana. Ini
yang datang jauh dari luar ada rasa bangga juga dari mereka
mendapatkan pelatih bukan dari daerah sendiri.

Ada hal yang baru yang MRR ingin hilangkan dari budaya
berpikir guru yaitu budaya amplop. Mengapa hal ini perlu

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 150

dihilangkan dan mengapa budaya ini sampai ada? Suatu ketika MRR
mengadakan pelatihan di Tual, Maluku setelah mendarat di bandara
Lambur yang pertama kali ditanyakan panitia adalah masalah amplop
peserta. Ternyata yang terbayangoleh peserta ketika mengikuti
pelatihan adalah amplopnya bukan ilmu. Ini disebabkan karena
adanya suatu kisah yang bersifat seperti naik tangga. Dicontohkan
dengan suatu peristiwa ketika Dinas Pendidikan mengadakan
pelatihan yang surat undangan disebarkan ke seluruh sekolah.
Singkat cerita kepala sekolah menyuruh guru senior berangkat.
Karena suatu hal atau alasan tertentu guru senior tidak mau
berangkat menyuruh guru muda. Setelah pulang dari pelatihan guru
muda tadi membawa guru senior makan dia yang bayar. Guru senior
bertanya dari mana uangnya. Lalu berceritalah guru muda tadi bahwa
uang itu didapat dari pelatihan. Katanya pada acara penutupan
peserta diberi amplop. Ada uang jumlahnya banyak menurut guru
muda tadi. Apa yang ada dalam pikiran guru senior?

Berlanjut pada budaya amplop tadi. Oh, kalau ada pelatihan
lagi jangan harap kau pergi lagi,bisik guru senior dalam hati. Tak
lama kemudian ada lagi pelatihan , kepala sekolah menyuruh guru
senior lagi. Tapi kali ini dia yang berangkat. Kepala sekolah heran,
lalu cari informasi. Ternyata setiap pelatihan ada amplopnya. Kepala
sekolah sudah tahu alasan guru senior berangkat. Hal yang sama ada
dalam pikiran kepala sekolah. Ketika ada lagi undangan pelatihan
kepala sekolah yang berangkat. Sampai begitu seterusnya sampai di
puncak tangga. Setelah sampai di puncak setiap ada pelatihan dia
terus yang berangkat. Sehingga timbul budaya 4 L (lu lagi lu lagi).
Yang ikut pelatihan orang-orang dekat dengan dinas atau panitia
yang mengadakan pelatihan. Budaya 4 L ini susah dihilangkan
karena ada budaya amplop disetiap akhir pelatihan. Para guru yang
mengikuti pelatihan yang terbayang-bayang amplop bukan ilmu yang
didapat. Bagi MRR budaya ini harus diberikan pengertian pada guru
untuk dihilangkan dan ada bergantian dalam mengikuti pelatihan.

Ketika MRR ke Barito Timur memberikan pelatihan peserta
lebih 1000 orang. Dia binggung kok bisa peserta membludak.
Ternyata dari mereka itu ingin mengikuti pelatihan yang diadakan
IGI karena selama ini tidak pernah mengikuti pelatihan. Kata mereka
sejak masa LPJ kami tidak pernah lagi mengikuti pelatihan. Ketika

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 151

melihat dan mendengar ada pelatihan mereka ikut walaupun dengan
biaya sendiri. Ini dapat kita simpulkan bahwa pelatihan-pelatihan itu
miliki minoritas guru bukan menyeluruh. Lalu MRR mulai
memberikan pemahaman dan masukan bahwa ketika mengikuti
pelatihan itu jangan mengharapkan amplop tapi ilmu yang
disampaikan narasumber. Budaya amlpop itu akhirnya di IGI hilang.

Satu kata yang ada di awal kepemimpin MRR adalah
“bergerak”. Bergerak dalam arti kalau dia hanya diam melihat
fenomena yang terjadi tanpa ada yang mengerakkan perubahan maka
itu akan terjadi selamanya. Lelaki pemegang puncuk pimpinan IGI
itu selalu bergerak melakukan perubahan. Dia selalu terbang dari
suatu daerah ke daerah lain untuk melakukan perubahan hal ini
terbukti ampuh. Hampir semua daerah yang didatang MRR
berkembang dengan pesat anggota IGI dan kualitas gurunya. Setiap
melakukan suatu pelatihan atau pelantikan di suatu daerah MRR
selalu berupaya membuat tulisan tentang acara itu. Dan tulisannya
itu ampuh menarik orang untuk masuk IGI. Setiap pelatihan yang dia
kunjungi peserta selalu ramai ternyata dari membaca tulisan MRR
yang tersebar kemana-mana. Walaupun tulisan yang dibuat itu tidak
panjang. Itu selalu dia laksanakan. Dia memilki ciri khas dalam
menulis yang tidak mau diatur oleh siapa pun. Dia adalah dia dengan
magnet yang kuat menarik orang untuk melakukan perubahan dan
mengerakkan orang. Sehingga dia terkenal dengan bergerak dan
mengerakkan orang.

Ada suatu yang bagi MRR sendiri itu suatu tantangan atau
yang unik untuk ditaklukan yaitu menerobos hutan belantara. Apa
yang itu hutan belantara? Hutan belantara yang dimaksud di sini
adalah daerah-daerah yang ada di seluruh Indonesia yang tidak ada
anggota IGI atau pun ada hanya dalam hitungan jari. Daerah -daerah
yang banyak anggota PGRI. Kepada guru yang menjadi pelatih IGI
diberikan tantangan untuk membentuk IGI di sana. Ketika
mengadakan pelatihan kepada guru-guru yang ada di daerah tersebut
IGI memperkenalkan diri. Barulah mereka tahu ada organisasi guru
selain PGRI yang begitu hebat, mau melatih guru untuk
meningkatkan kompetensi tanpa hanya memikirkan iuran anggota ,
upacara bendera dan rapat pengurus saja. Lalu lahirlah anggota-

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 152

anggota IGI yang banyak disetiap akhir pelatihan. Para pelatih IGI
berhasil mengerakkan guru kea rah perubahan yang lebih baik.

Ada yang menganggap MRR itu otoriter. Dia sendiri
mengakui. Pada suatu keadaan dia selalu memaksa. Contoh dari segi
keuangan dan pembentukan pengurus wilayah. Sehingga ada juga
terjadi perdebatan dengan IGI kota. Tapi MRR memaksa karena
supaya disetiap daerah itu kejelasan. Dia dia selalu memaksa untuk
membentuk pengurus wilayah. MRR selalu mengatakan jika kalian
ingin mendapatkan suata hak tertentu maka lakukan sesuai dengan
yang diminta. Itulah bentuk pemaksaan yang dilakukan orang no 1 di
IGI ini. Sehingga dia dikatakan bersikap otoriter.

Menurut MRR jika kita berpikir biasa-biasa saja maka kita
tidak bisa membangun IGI. Untuk membangun IGI dibutuhkan
pemikiran yang luar biasa. Kalau kita hanya menjalankan yang pada
organsasi lainnya atau dinas yang terkait maka IGI tidak akan pernah
seperti saat ini. IGI berkembang dengan begitu pesat karena yang
kita pikirkan itu belum terpikirkan bagi orang lain. Dengan banyak
melihat banyak yang dapat kita lakukan. Satulah lagi perubahan yang
dilakukan MRR di masa kepemimpinannya adalah keterbukaan
dalam kepengurusan/manajemen terbuka.Tidak ada perbedaan antara
ketua daerah dengan ketua wilayah. Semua mendapatkan hal yang
sama, informasi yang sama/setara. Manajeman terbuka yang
dilakukannya mungkin bagi orang tertentu kelihatan tertutup. Bagi
orang lain hanya memikirkan selangkah atau dua langkah ke depan
tapi dia sudah memikirkan enam atau tujuh langkah ke depannya.
Sehingga ketika sesuatu terjadi baru orang menyadari oh, ini yng
dipikirkan ketua umum IGI, jalannya tidak lurus tapi zig-zag.

MRR itu adalah orang berpihak pada guru honorer. Ketika
dia mengatakan hapuskan guru honerer,semua menghujatnya. IGI
menjadi melambung namanya disebut disetiap bibir guru honor.
Padahal maksud MRR adalah inginkan guru honorer tadi diangkat
menjadi PNS. Ketua umum yang nyentrik dengan gaya
berpakaiannya ini selalu membuat kejutan dengan kalimat yang
menyentil pemerintah. Tapi setelah dipahami ternyata tujuannya baik
walau pun gaya dan trik yang dia lakukan berbeda dengan orang
kebanyakkan. Orang yang pernah bertemu dengan MRR pasti kaget
melihat penampilannya. Orang tertinggi di IGI yang selalu tampil

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 153

dengan sepatu kets dan jeans serta baju putih kebanggaanya. Tidak
ada kesan formal dalam penampilannya. Setiap wajahnya
terpampang di TV, koran, dan media sosial jarang yang
menggunakan jas. Dai tampil dengan gaya dia sendiri. Itu sangat
unik dan merayat. Dia memang miliki orang banyak seperti yang
selalu dikatakannya terbuka untuk semuannya.

Ketika berkenalan dengan lelaki bertubuh subur ini kesan
yang pertama didapat adalah humble kepada semua orang dalam
bahasa Bugis disebut „Sambere‟ atinya ramah. Ya, dia memang
selalu ramah pada semua orang. Ketika baru pertama jumpa dengan
MRR pada acara GESS tahun 2018 kesan yang pertama saya rasakan
adalah murah senyum. Dia selalu tersenyum pada semua orang saat
berhadapan. Tidak ada perbedaan raut muka yang dia perlihatkan
pada orang-orang tertentu. Lelaki yang masih muda ini dari dulu
sudah ditempa dengan penanaman karakter yang baik. Sikapnya
sangat bertolak belakang dengan anggapan sebagian orang bahwa
suku Bugis itu kasar-kasar. Dia sudah bisa menata hatinya dalam
situasi apa pun. Sambere sangat cocok diberikan pada dia. Caranya
bersikap, bertingkah laku, dan bertutur kata menandakan dia sudah
memiliki akhlak yang baik sejak kecilnya. Walau pun tidak
berbusana bak seorang ahli agama tapi dia sangat agamis. Sangat
cocok sekali dengan tokoh idolanya yaitu khalifah Umar ke dua.

Lelaki yang luar biasa ini, juga manusia biasa yang
memiliki kekurangan dan ke tidak sempurnaan juga. Tapi di balik
semuanya dia berusaha untuk bersikap baik pada semua orang. Dia
selalu menyamaratakan orang, tidak ada yang diistimewakan.
Sikapnya yang patut kita contoh adalah tidak gila kehormatan dan
sanjungan. Ketika menghadiri acara-acara pejabat, dia lebih suka
duduk di belakang daripada di depan. Kebiasaannya membiarkan
pejabat yang duduk dulu di barisan depan sehingga dia bebas duduk
di tempat yang disukai. Contoh seorang pimpinan yang patut ditiru
jika ingin berhasil menbangun suatu organisasi. MRR adalah sosok
yang diidolakan para guru. Ide -ide briliannya selalu ditunggu-
tunggu. Gebrakannya selalu menjadi trending topik. Apa yang dia
sampaikan sesuai dengan fakta yang ada. Satu lagi sifatnya yang
membuktikan dia berpendirian teguh adalah dia tidak akan merubah

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 154

apa pun keputusan yang sudah diambilnya. Seperti kata pepatah
„tidak akan menjilat ludah yang sudah dikeluarkan‟.

Sebagai seorang pemimpin suatu organisasi MRR memiliki
sikap pantang menyerah, apa pun akan dihadapi. Dia bak pahlawan.
Rela mengorbankan jiwa jika sesuai dengan keyakinannya
benar.pemimpin itu harus bulat tekad. Dia berani menghadapi apa
yang sudah diputuskannya. Satu lagi yang dimiliki oleh MRR selalu
seorang pemimpin adalah berbicara seperti wartawan, menulis
seperti urator. Harusnya semua pemimpin memiliki sifat ini. Jika
ingin disebut pemimpin hebat. MRR memilki dua modal yang
merupakan dasar bagi seorang peminpin. Dia bisa menulis dan
tulisannya bisa menggerakan orang lain. Cara menulisnya tidak amu
diatur olah orang lain. Tulisan yang dibuat dan dimuat di media masa
tidak terlalu panjang tapi tujuan yang ingin dicapai tersalurkan.
Membuat orang penasaran. Ketika orang masih ingin membaca
tulisanya walaupun sudah tamat. Itulah sosok pemegang pucuk
pimpinan IGI.

Satu prinsip yang dimiliki oleh MRR adalah membangun
nilai tawar IGI. Apapun yang ditawarkan orang jika tidak sesuai
dengan IGI ditolak. Kalau cocok dengan IGI diterima. Dia tidak mau
diatur oleh siapa pun. MRR selalu mengatakan IGI tidak berharap
dana APBN. Dia berani berkata kepada siapa pun. Misalnya ketika
menghadap kepala dinas pendidikan, diawal dia sudah terlebih dulu
berkata. Bahwa dia datang bukan untuk minta bantuan tapi akan
memberi bantuan. Apa yang dibutuhkan guru-guru yang tidak
dipenuhi dinas dia akan bantu? MRR berharap kepada pemimpin IGI
ke depannya memilki nilai tawar kepada Presiden, Kemdikbud,
Dinas Pendidikan dan sebagaianya. Satu kalimat yang harus diingat
dan dilaksanakan adalah jangan mau di atur oleh siapa pun. Berbalik
kita ke belakang MRR itu orang yang tidak bisa dipreteli oleh
siapaun. Kalau dinas mau memecat dia bukan pegawai, kalau mau di
mutasi, mau dikemanakan. Sehingga dia selalu bisa berbuat sesuai
dengan kehendaknya. Dia berberbuat sesuai dengan marwah IGI.

Itulah kisah sepak terjang seorang Muhammad Ramli Rahim
ketua umum Ikatan Guru Indonesia yang sukses mengharumkan
nama organisasi guru ini. Berkat dia IGI tersebar kemana-mana. IGI
berkembang pesat di Indonesia juga sampai ke luar negeri. Tak kan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 155

lelang adat oleh waktu tak akan dilupakan dia sepanjang zaman.
Namanya akan sekali disebut ketika orang menjadi anggota IGI, dia
tokoh yang dikenang selamanya. Selamat buat Bapak sukses selalu,
kami butuh dorongan, saran dan kritik walaupun bukan lagi sebagai
ketua umum. Bagi kami Bapak adalah yang terbaik. Salam literasi.
=====

Yarni. N, S.Pd.SD, lahir pada tanggal 26 Maret 1971 di
Padang, Sumatera Barat negeri yang sangat terkenal
dengan makanan khasnya “Rendang”. Anak kedua dari
lima bersaudara pasangan suami – istri Nurdin dan Kartini.
Sejak kelas 2 SMP dia menjadi anak yatim. Bertugas di
SDN 032 Tembilahan. Penulis aktif dalam menekuni dunia
tulis menulis dan saat ini juga diamanahkan sebagai
pengurus di IGI Inhil.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 156

IGI TERBANG BERSAMA MRR
Oleh :

Yusfiarni, S.Pd.SD

Guru sebagai Profesi

Menurut KBBI (2005: 897), kata profesi berarti bidang
pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan,
kejuruan, dan sebagainya) tertentu. Sardiman (2009: 133)
berpendapat, secara umum profesi dapat diartikan sebagai suatu
pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut dalam science dan
teknologi yang digunakan sebagai perangkat dasar untuk
diimplementasikan dalam kegiatan yang bermanfaat.

Menurut Uno (2008:15),
guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang
memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat
dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan. Profesi
guru adalah jabatan profesional yang memiliki tugas pokok dalam
proses pembelajaran, mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, dan melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar dan menengah.

Fungsi guru dalam proses pendidikan adalah mengajar,
mendidik, membina, mengarahkan, dan membentuk watak dan
kepribadian sehingga manusia itu berubah menjadi manusia yang
memiliki ilmu pengetahuan, cerdas, dan bermartabat.
Oleh karena itu, tidak setiap orang dapat menjadi guru, tidak setiap
orang dapat melaksanakan tugas guru.

Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sebagai
sebuah tuntutan profesi memerlukan suatu upaya yang terus-menerus
dilakukan oleh guru untuk dapat memberikan yang terbaik untuk
perserta didik. Dalam system pendidikan keberadaan guru
profesioanl merupakan satu komponen yang tidak dapat dipisahkan
dari keberhasilan pembelajaran di sekolah. Peningkatan
profesionalisme guru memilikii peran yang sangat vital dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan disamping komponene-kompenen

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 157

yang lain seperti sarana prasarana, media dan dana yang diperlukan

sekolah.

Guru adalah suatu profesi. Hal tersebut ditegaskan dalam

konstitusi negara dengan diberlakukannya UU No. 14 Tahun 2005.

Salah satu ciri suatu profesi adalah ketersediaan organisasi profesi

yang mengawal pelaksanaan tugas-tugas profesional anggotanya

melalui Tri Dharma Organsiasi profesi. Ikut serta mengembangkan

ilmu dan teknologi profesi, meningkatkan mutu praktik pelayanan

profesi dan menjaga kode etik profesi.

Saat ini, di Indonesia organisasi profesi guru, yang terdaftar

dan diakui, Dirjen GTK berdasarkan Surat Dirjen GTK tanggal 4

Desember 2015 yakni:

1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

adalah organisasi nama Persatuan Guru Hindia

Belanda (PGHB).

2. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU)

3. Ikatan Guru Indonesia (IGI)

4. Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI)

5. Federasi Serikat Guru Indonesia

6. Federasi Guru Independen Indonesia (FGII)

Organisasi Profesi

Dari mulai diangkat jadi guru tahun 1994, yang saya kenal
organisasi profesi guru cuma satu PGRI (Persatuan Guru Repubblik
Indonesia). Hanya sebatas memakai seragam dan upacara
memperingati hari guru setiap tanggal 25 November. Organisasi
profesi guru ini ada mempunyai program sekedar di atas kertas, tak
pernah direalisasikan. Mengapa saya berpendapat demikian, karena
PGRI belum bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh dunia
pendidikan tentang mutu pendidikan yang rendah dan pemerataan
tenaga pendidik di seluruh Indonesia umumnya dan di daerah
khususnya. Dan yang tidak kalah pentingnya informasi tentang
kurikulum yang selalu mengalami revisi yang tidak sampai ke
daerah, karena Indonesia itu bukan hanya Jakarta.

Program untuk meningkatkan kompetensi guru-guru yang
belum tersentuh sedikit pun. Wajar saja masih banyak guru yang

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 158

gaptek baik di kota dan di daerah. Organisasi profesi guru ini masih
tetap dipertahan sampai sekarang. Mengapa? Menurut saya pertama,
karena petinngi-petinngi pendidikan bercongkol di dalamnya. Kedua
karena organisasi profesi guru yang tertua lahir masih dalam masa
penjajahan. Ketiga karena guru-guru pada umumnya memilih posisi
aman dan haus jabatan. Keempat karena guru sudah terlena dengan
zona nyaman yang menina bobokannya. Tidak banyak tuntutan
untuk meningkatkan kompetensi guru, bermodalkan ijazah S-1
dengan masa kerja tertentu sudah bisa mendaftar untuk menggikuti
diklat sertifikasi guru. Sehingga guru-guru tidak terbuka hati untuk
melihat kemajuan organisasi profesi yang jauh lebih baik dan dapat
menjawab semua permasalahan di dunia pendidikan.

Pada tanggal, 9-10 Desember 2017, ada pelatihan menulis
perdana, di ibu kota kabupaten Indragiri Hilir (Tembilahan), provinsi
Riau, dengan biaya mandiri. Penyelenggara kegiatan adalah IGI
(Ikatan Guru Indonesia) kabupaten Indragiri Hilir, bertempat di
Hotel Selvira Tembilahan. Penggurus dan panitianya, alumni
Sagusaku (Satu Guru Satu Buku) pada kegiatan 11 April 2017 di
LPMP Pekanbaru, Riau. Yang melahirkan 12 orang penulis yang
berasal dari Tembilahan. Saya yang haus dengan ilmu langsung
mendaftar lewat nomor whatsaapp narahubung. Ditunngu-tunggu
pelatihan yang gratis dan dapat amplop dihari terakhir tidak pernah
sampai. Karena saya bertugas di daerah paling selatan di kabupaten
Indragiri Hilir.

Acara Pembukaan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas
Pendidikan, Kabag Kurikulum. Setelah menyanyikan lagu
Indonesia, diikuti oleh lagu Mars IGI. Syair lagu yang sangat luar
biasa memberi motivasi untuk belajar dan terus belajar selagi kita
mampu.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 159

Syair : HB. Aripin
Musik dan Lagu : Budiyno & Hary

MARS IGI

IGI IKATAN GURU INDONESIA
MENGEMBAN VISI MENCERDASKAN BANGSA
MENDIDIK GENERASI MULIA
MENJUNJUNG KEHORMATAN DAN KODE ETIK GURU
INDONESIA

IGI IKATAN GURU INDONESIA
BERSUMPAH MENJADI GURU SEJATI
MENGABDI UNTUK NEGERI
MENJADI MUTIARA IBU PERTIWI
JAYALAH IGI, MAJULAH IGI
IKATAN GURU INDONESIA
JAYALAH IGI, MAJULAH IGI
IKATAN GURU INDONESIA

IGI IKATAN GURU INDONESIA

Pelatihan Sagusaku (Satu Guru Satu Buku) adalah pelatihan
yang sangat luar biasa. Seakan-akan kita peserta seperti dibius oleh
narasumber yang multitalenta, Bunda Yulismar (yuli S‟ lalu Smart)
dari Pekanbaru. Bunda cantik dengan ciri khas ada lesung di pipinya,
membawa kita bergelud dengan masa lalu, dan menuangkan dalam
tulisan. Simpel, sederhana tapi sangat mengena. Hari kedua
bermunculan cover buku dari desainer handal Bhp Riau, sebagai
amunisi bagi peserta yang akan meneruskan kisahnya sampai selesai.
Sagusaku, kanal yang sangat menjanjikan untuk guru tidak sekadar
bermimpi. Kenyataan itu akan datang dan menghampiri, bila kita
berlatih terus dan jangan putus asa. Percayalah semua bisa menulis.
Tinggal waktu yang akan berbicara seberapa produktifnya, kita
menuangkan imajinasi ke lembaran-lembaran kertas putih yang siap
menunggu.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 160

Mustakim yang telah membuat peserta tak sanggup lagi
menggungkapkan kata-kata melaului materi Sejarah Lokal yang
disampaikan. Banyak sekali buku nonfiksi yang sudah beliau tulis
apalagi PTK jangan ditanya, tak terhitung berapa jumlah judulnya
yang sudah beliau selesaikan. Mustakim adalah Pengawas teladan
dari Jawa Timur. Memberi motivasi bukan dengan sekadar bercerita
dan teori, tapi langsung praktik dan membawa kita berselancar ke
kelas yang kita hadapi setiap hari. Kelas adalah rumah kedua bagi
guru yang profesional. Kelas tempat guru menumpahkan semua
energi yang ada untuk mendidik generasi yang menghadapi
tantangan yang revolusi industri. Pertanyaannya, seberapa
kemampuan yang kita punya sebagai agen perubahan? Merenung dan
sedih membayangkan, belum ada organisasi profesi guru yang bisa
menjawab permasalahan guru-guru baik di kota dan di daerah.
Semua ini akan berimbas kepada hasil lulusan satuan pendidikan.

Dalam kegatan tersebut ditayangkan dan dijelaskan tentang
selayang pandang tentang IGI, mulai IGI berdiri, perjuangan dan
perkembangan IGI dari tahun ketahun. Yang penuh dengan
tantangan dalam menyatukan visi dan misi untuk menuju perubahan.
Sekarang IGI sangat dirindukan oleh guru-guru yang ingin maju dan
professional. Berkat perjuangan dari ketum pertama Satria Dharma
dan Sekretaris Jenderal Muhammad Ihsan dari IGI Wilayah Jawa
Timur serta Ketua Dewan Pembina Indra Djati Sidi dari
Wilayah Jawa Barat dan semua unsur yang mengerakkan IGI.
Sekarang IGI di bawah kepemimpinan Muhammad Ramli
Rahim dari Sulawesi Selatan dan Mampuono dari Jawa
Tengah sebagai Sekretaris Jenderal IGI, dalam priode, 2016-2021.

Sagusaku adalah salah satu kanal IGI. Sebagai penanggung
jawab kanal ini Nurbadriyah. Dengan membawa amunisi berkeliling
ke daerah-daerah untuk merangkul dan menyadarkan guru-guru agar
mampu menggembangkan potensi-potensi yang terpendam.
Sagusaku akan membawa guru-guru di seluruh nusantara
mewujudkan mimpinya menjadi suatu kenyataan.

Dengan melihat bukti nyata dari organisasi profesi Ikatan
Guru Indonesia (IGI), saya bertambah yakin untuk menerima
tantangan dari Sagusaku menyiapkan naskah sebagai syarat untuk
mengikuti acara Delaying di Solo bulan Januari 2018. Juga

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 161

menggikuti penulisan naskah buku antologi Surat Cinta untuk
Noerbad, alhamdulilah tulisan saya termasuk 40 besar.

“Dibalik Senyum Fifi” adalah tulisan yang sangat sederhana
dengan keterbatasan literasi bisa menghantarkan saya ke Solo.
Untuk mengikuti serentetan pelatihan demi mempersiapkan pelatih-
pelatih nasional. Sagusaku akan bergerak dan menggerakan di
daerah-daerah. Sehingga IGI cepat sampai ke daerah sasaran.

Di Solo saya berharap bisa berjumpa langgsung dengan Ketum
MRR, rupanya beliau tidak bisa hadir karena ada acara yang sama di
tempat lain. Alhamdulilah, bertemu dengan penanggung jawab kanal
Sagusaku, Nurbadriyah. Si Imut yang berbicara dengan lantang
bahwa semua kita bisa menjadi bintang, mari kita saling
mengguatkan dalam meningkatkan kemampuan yang belum pernah
terasah.

Alumni Delayiang Solo, Januari 2018 mendapat tantangan
untuk melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (Gelis). Dari
kegiatan ini sudah mulai saya rasakan riak-riak yang tidak searah
untuk membuka mata sahabat guru-guru tentang organisasi profesi
guru IGI yang sudah terlihat pergerakanyan untuk menggerakan
guru-guru di seluruh penjuru negeri. Alhamdulilah, acara kami dari
tim literasi Sagusaku Inhil lancar dengan menggunjungi 12 sekolah
dari SD sampai SMA. Kegiatan tersebut menghasilkan tulisan yang
siap dibukukan dan rencana peluncurannya pada bulan Oktober
2018.

Tim literasi selalu menggikuti kegiatan-kegiatan IGI baik
yang dari pusat dan di daerah kususnya tempat kami bertugas di
Kabupaten Indragiri Hilir. Mengunjungi sekolah-sekolah yang
meminta untuk menggerakan literasi. Halangan dan rintangan sudah
menjadi makanan sehari-hari. Dengan tetap melangkah mengadakan
kegiatan pelatihan menulis di daerah yang sebagian jalannya masih
tanah. Dengan kerjasama yang solid dari tim literasi kegiatan
berjalan lancar dan menghasilkan beberapa buku antologi dan solo.

Sagusaku tidak pernah mengajak guru-guru hanya bermimpi,
tapi mari bergandengan tangan untuk menjadikan mimpi itu nyata.
Tak pernah terbayang sedikit pun saya dan sahabat-sahabat hebat
lainnya untuk mempunyai buku antologi dan buku solo. Mengukir
nama kita padasebuah buku. Sebagai bukti kita berada pada masa itu.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 162

Saya merasa bangga sudah bergabung dengan IGI dengan no anggota
2017 09040000055.

IGI sebagai Organisasi Profesi

Organisasi profesi guru IGI adalah salah satu organisasi
profesi yang anggotanya guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di
Indonesia. Lahir disaat yang tepat, di tengah-tengah guru sedang
haus ilmu pengetahuan. Untuk meningkatkan kompetensi, dan
mempersiapkan diri untuk menghadapi perubaha-perubahan dalam
pendidikan, baik itu kurikulum dan inovasi-inovasi yang harus
dimiliki oleh guru professional. Guna untuk menyambut revolusi
industry 4.0.

Setelah saya bergabung dengan IGI bulan September 2017,
berita-berita yang bersangkutan dengan IGI selalu saya ikuti.
Mengapa demikian? Saya mempunyai prinsip, sesuatu yang sudah
menjadi pilihan, akan dicintai dan dipertahankan. Untuk mencintai
sesuatu kita harus mengenalnya lebih jauh, dengan cara mencari
informasi dan selalu mengikuti program-program yang sudah
dirancang dan diputuskan oleh organisasi.

Orgasisasi profesi ini sudah disahkan oleh pemerintah dengan
nomor SK Depkumham Nomor AHU-125.AH.01.06. Tahun 2009
tanggal 26 November 2009, dan diperbaharui dengan Nomor:
AHU-0000308. Tahun 2016. Melalui wadah organisasi profesi guru,
IGI (Ikatan Guru Indonesia) diharapkan para guru-guru dapat
mengubah dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada pihak lain
dan sekaligus bersiap menjadi penggerak dan menggerakkan
perubahan dalam bidang pendidikan.

Harapan dari IGI (Ikatan Guru Indonesia) cepat terwujud
dengan terpilihnya Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) ke-2,
seorang yang sangat mempunyai semangat dan dedikasi yang tinggi
untuk bergerak dan menggerakkan guru-guru yang berada di seluruh
Indonesia, terutama guru-guru yang belum terjamah oleh organisasi
guru sebelumnya. Untuk meningkatkan potensi dan akan berbagi
ilmu dengan sahabat-sahabat guru yang berada disatu kawasan
khususnya dan di daerah yang lain pada umumnya.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 163

Muhamamd Ramli Rahim, dengan panggila akrab beliau
MRR, terpilih secara aklamasi pada Kongres II IGI (Ikatan Guru
Indonesia) yang berlangsung tangal 30-31 Januari 2016 di Kota
Makassar. Muhammad Ramli Rahim, seorang guru SMK Kehutanan
Widya Nusantara. Presiden Direktur Ranu Corp, gugus perusahaan
yang bergerak di bidang pendidikan, real estate, distribusi, dan
pertambangan. Lahir 23 Mei, 1978 (umur 42 tahun) di
Maros, Sulawesi Selatan. Mempunyai pendamping yang begitu
pengertian, setia dan ikhlas, Nurul Fitriany Andi Alimuddin dengan
tiga orang permata hati, cantik dan tampan, Siti Fayyaza Fathiya
Mallempu Ramli, Muhammad Fayyaz Al Fath Mallempu Ramli, dan
Muhammad Fayyaz Al Faid Mallempu Ramli.

Kepengurusan IGI yang sebelumnya, dipimpin oleh Ketua
Umum Satria Dharma dan Sekretaris Jenderal Muhammad Ihsan dari
IGI Wilayah Jawa Timur serta Ketua Dewan Pembina Indra Djati
Sidi dari Wilayah Jawa Barat. Untuk periode 2016-2021, Ketum
(Ketua Umum) IGI yang akrab dengan sapaan MRR, diperkuat
dengan Sekretaris Jendral IGI, Mampuono Rasyidin, dari Jawa
Tengah. Dua orang tokoh yang sangat prihatin tentang rendahnya
mutu pendididkan di Indonesia.

PR yang paling utama yang akan diselesaikan oleh IGI,
rendahnya mutu pendidikan. IGI berpendapat semua persoalan itu
berakar dari rendahnya kompetensi guru Indonesia baik kompetensi
profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi sosial maupun
kompetensi kepribadian.

MRR berusaha keras dengan mengoptimalkan kemampuannya
dengan menggorek kantong pribadi untuk mengubah kebekuan yang
selama ini menjadi hambatan dalam perubahan, peningkatan mutu
guru dilakukan secara konvensional dan tradisional. Dunia sudah
berubah tapi cara membina dan meningkatkan mutu guru masih
dilakukan dengan cara lama. Beliau ingin revolusi digital yang
mengubah wajah dunia hadir dan menjadi bagian penting perubahan
peningkatan kompetensi guru.

Hampir disetiap daerah bisa kita temui kejadian yang serupa.
Yang pergi pelatihan orangnya itu-keitu juga terus. Sementara hasil
dari pelatihan tidak dikembangkan di daerah atau di sekolah. Karena
tujuan pelatihan tadi bukan untuk meningkatkan kompetensi, tapi

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 164

cuma untuk datang menggisi absen, makan, dan menerima amplop.
Kebiasaan ini lah yang membuat terlena guru-guru, dan lupa untuk
belajar bahwa ilmu pengetahuan itu terus berubah seiring dengan
kemajuan Iptek.

Alhamdulilah IGI bersama Ketum MRR berhasil merangkul
guru-guru yang harus akan ilmu untuk meningkatkan kompetensinya
sampai ke daerah-daerah yang belum pernah dirambah oleh
pembaharuan dibidang pendidikan. Daerah-daerah di Papua dan
Sulawesi dan daerah-daerah lain di penjuru negeri. Segala upaya dari
dana, waktu, dan tenaga dikorbankan oleh Ketum MRR.
Alhamdulilah tahun pertama dari kepemimpinan beliau membuahkan
hasil yang sangat luar biasa. IGI sudah hadir di 34 provinsi di
Indonesia dengan lebih dari 400 kabupaten/kota. Dengan waktu satu
tahun IGI berhasil melakukan workshop dan diklat yang melibatkan
156.000 guru dengan 575 pelatih dan 17 kanal pelatihan guru.

Pasangan MRR dan Mampuono Rasyidin adalah pasangan
duet yang akan membawa IGI terbang tinggi dalam meningkatkan
kompetensi guru dan pengembangan organisasi profesi. Karena
mereka adalah kaum pergerak. Tidak ada yang tak mungkin karena
selagi tetap berusaha, kerja keras dan mencari celah untuk
kelangsungan suatu perubahan yang seiringan dengan tuntutan
zaman.

Selain mengembangkan IGI wilayah dan daerah, duet
Muhammad Ramli Rahim dan Mampuono tetap fokus pada
peningkatan kompetensi guru. Dengan menyelenggarakan kegiatan-
kegiatan workshop, diklat, seminar, hingga simposium. Pada tahun
2016, IGI pun mengembangkan seratus organisasi guru mata
pelajaran tingkat nasional yang disebut IGMP atau Ikatan Guru Mata
Pelajaran.

Ide-ide jitu selalu muncul di pemikiran MRR, karena keadaan
geografis Indonesia yang sangat luas tentu tidak mungkin tersentuh
oleh guru-guru hebat dan mentor-mentor dahsyat dari Jakarta untuk
menyebarkan ilmunya ke daerah. Maka MRR ingin menghadirkan
konten yang bergerak dan mendidik seluruh guru di penjuru negeri
tanpa harus menunggu workshop dan seminar dari pusat.

Artinya, dengan kesadaran dan motivasi yang tinggi dari
dalam diri guru itu sendiri untuk belajar dan membekali dirinya

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 165

dengan keterampilan digital. Semua guru berbagi konten, berbagi
pengetahuan, berbagi ilmu, berbagai sumber daya dan berbagi
potensi untuk tumbuh bersama. Sesuai mottonya “Sharing and
Growing Together” guru bergerak tanpa perlu harus menunggu
didanai oleh pemerintah. Terus bergerak dan menggerakkan. Berbagi
dan menggali ilmu ke seluruh pelosok negeri untuk peningkatan
pendidikan Indonesia.

Semangat ingin selalu mengasah kompetensi, dan jiwa berbagi
terhadap sesama guru, yang selalu ditananmkan oleh MRR kepada
guru-guru IGI Indonesia. Semua guru berbagi konten, berbagi
pengetahuan, berbagi ilmu, berbagai sumber daya dan berbagi
potensi untuk tumbuh bersama. Kepiawaian dari MRR ini yang patut
kita contoh dan teladani, dalam menggerakkan dan membangkitkan
jiwa-jiwa guru yang selama ini terpendam dan terpuruk karena tidak
mempunyai relasi, untuk mewujudkan mimpinya, untuk
mengembangkan sayapnya untuk berbagi ilmu.

Muhammad Ramli Rahim Sosok pemimpin yang tegas dan
berani, mensiarkan IGI ke seluruh pelosok negeri. Dengan
menggandeng mitra kerja dari PT Samsung Indonesia untuk bekerja
sama dalam upaya menyediakan sarana berupa perangkat /gadget
yang membantu guru dalam pembelajaran. Semua ini tanpa ada ikut
andil dari pemerintah.

Sekarang wangi harum Ikatan Guru Indonesia (IGI) sudah
tercium sampai ke luar negeri. guru-guru yang tergabung dalam
Ikatan Guru Indonesia berhasil mengukir banyak prestasi. Nama
Ikatan Guru Indonesia sudah tak asing lagi. Hampir seluruh pejabat
negeri mengakui pendidikan Indonesia semakin berkualitas dengan
bermunculannya guru-guru yang tak kenal lelah berjuang dan
berbagi kompetensi melalui wadah IGI.

Ini bukti kerja keras MRR bersama kabinet IGI selama 5
tahun membawa IGI terbang menelusuri pelosok-pelosok negeri,
yang belum terjamah sebelumnya. Pada awal tahun 2018 IGI telah
melahirkan 67 kanal kegiatan IGI yang akan berjuang meningkatkan
kompetensi guru di Indonesia,

Memasuki tahun 2017, IGI kembali memasuki babak baru, IGI
pun bertransformasi menjadi Induk Organisasi Guru dengan 100
Organisasi berbasis mata pelajaran dibawah nauangannya. Hal ini

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 166

terjadi karena pengembangan kompetensi guru memasuki babak baru
berbasis mata pelajaran.

Dari 100 organisasi dibawah naungan IGI ini, beberapa di
antaranya sudah bergerak di seluruh Indonesia misalnya Ikatan Guru
Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia menyelenggarakan TOC
literasi produktif dan Diklat Sagusaku berbasis tablet di 34 Provinsi
di Indonesia dengan target 1700 buku dari 1700 guru dalam 10
bulan, lalu Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika yang
akan menyelenggarakan Diklat Sagusacpad dan perubahan
paradigma dari menghitung matematika menjadi berpikir matematika
di 50 kabupaten/kota di Indonesia.

IGK SD/MI dan IGK PAUD akan menyelenggarakan master
coach camp non IT di Jakarta, lalu dilanjutkan di 34 provinsi di
Indonesaia dan seterusnya. Sementara IGMP Kimia akan
menyelenggarakan teacher innovation for new and renewable energy
(TINRE 2017) IGMP Kimia di 34 provinsi di Indonesia.

Pendidikan vokasi juga akan menjadi fokus perhatian khusus
bagi IGI, 64 IGMP berbasis SMK telah dibentuk dan akan bekerja
bersama-sama guru dalam kelompok keahliannya mengembangkan
kemampuan guru yang lainnya. Dengan bantuan teknologi dari
Samsung ini, semua akan jauh lebih mudah. Dengan hadirnya
Samsung Smart Learning Class di Makassar, IGI bisa lebih fokus
mengembangkan kemampuan guru spesifik pada mata pelajaran
yang mereka ampuh.

Khusus untuk penggunaan tablet, IGI akan menggelar
Indonesia Tablet Learning (ITL) di 34 provinsi di Indonesia untuk
mendorong inovasi-inovasi pengajaran berbasis tablet. IGI berharap
pola pembelejaran di sekolah yang dulu menggunakan kapur ke
spidol lalu ke laptop beralih total ke tablet dalam empat tahun ke
depan. Tentunya gerakan ini membutuhkan dukungan dari berbagai
pihak agar pembelajaran menyenangkan, menggembirakan dan jauh
lebih efektif dapat diwujudkan.

Berkat program dari IGI dan kesadaran dari guru-guru yang
bergabung dengan organisasi profesi guru IGI, tidak ada yang risau
untuk menghadapi masa pandemi. Karena jauh sebelum pandemi
datang aplikasi-aplikasi untuk PJJ sudah dikuasai. Sekarang guru-
guru IGI sibuk melayani guru-guru yang masih belum mengerti

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 167

harus membuat apa untuk kegiatan sekolah virtual atau BDR (Belajar
Dari Rumah). Di seluruh Indonesia guru-guru IGI membuka webinar
membantu guru-guru yang masih gaptek dan membuat media
pembelajaran berbasis laptop dan android.

Alhamdullilah semua program-program yang dicetuskan
oleh IGI sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh guru-guru dimasa
pandemi. Tidak ada seorang pun yang tau sampai kapan kita berada
disituasi yang dibuat senyaman mungkin.

Ikatan Guru Indonesia lima tahun terakhir, sudah kita rasakan
dan sama-sama kita sudah kita nikmati. Semua guru-guru sibuk dan
binggung dengan PJJ, tapi guru-guru IGI tidak, malah kesempatan
untuk berbagi ilmu dengan sesama.

Semua ini, berkat keringat, pemikiran, dan sepak terjang dari
MRR (Muhammad Ramli Rahim) yang sangat luar biasa. Terima
kasih IGI, terima kasih Muhammad Ramli Rahim, semoga
semangatmu tetap mengalir ke seluruh guru Indonesia untuk selalu
berjuang demi pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas,
bermartabat, dan bermanfaat di mata dunia.
Salam lierasi, tingkatkan kompetensi raih berjuta prestasi.

=====

Yusfiarni, S.Pd.SD, Guru SD Negeri 001 Kemuning Muda,
Kab. Indragiri Hilir, Riau. Penulis sangat aktif dalam
mengikuti berbagai tantangan menulis yang diadakan oleh
pihak penyelenggara. Penulis merupakan Tim Literasi
Indragiri Hilir dari 2018 sampai sekarang.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 168

CHANGE MANAGEMENT ALA MRR
Oleh:

Ester Yunginger

Jika seseorang dalam menyikapi posisi
kepemimpinan “hanya sebuah pekerjaan,” tidak
sedikit yang berkutat dalam lingkar posisi itu saja.
Maka untuk menjadi pemimpin yang baik dan
efektif, Anda perlu sebuah motivasi lebih dan
tepat.

Bermodal motivasi ketulusan mengabdi untuk guru,
Muhammad Ramli Rahim (MRR) bersedia menerima tongkat estapet
sebagai Ketua IGI. MRR demikian beliau disapa oleh IGIers terpilih
menjadi Ketua Ikatan Guru Indonesia pada kongres II di Makassar
pada tahun 2016. Masa bakti yang sangat singkat pada periode
kepemimpinan kedua membuatnya harus membenah organisasi
profesi guru yang tergolong muda. Saat menerima tongkat estapet
Ikatan Guru Indonesia yang telah dirintis pendiriannya oleh ketua
umum periode kepemimpinan pertama Satria Dharma, MRR
memutar otak cara terbaik untuk meningkatkan kompetensi guru di
era informasi teknologi dan digital.

Keunikan-keunikan memajukan guru yang membedakan IGI
dengan organisasi profesi guru lainnya. Keluar dari kenyamanan
yang selama ini mengungkung kebiasaan guru mewarnai dan
mencirikan organisasi yang baru tumbuh ini. Selalu hadir dengan
memberi solusi dalam setiap permasalahan guru secara nasional.
Saran-saran membangun kepada pemerintah mengawal kepentingan
guru menjadikan IGI melesat „tenar‟ bak artis yang lagi naik daun.
Tak heran jika hanya dalam waktu setahun saja MRR memimpin,
IGI menjadi sebuah organisasi yang disegani dan selalu dinanti kabar
beritanya.

Kabar berita dan debut MRR banyak menghiasi media online.
Jika membuka google dan men-search nama Muhammad Ramli
Rahim, kita akan menemukan banyak ide-ide brilian yang imposible
tetapi menjadi vitamin yang memberi energi positif buat guru dan
pendidikan. MRR benar-benar memahami kebutuhan guru,

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 169

memproyeksi perkembangan zaman, merencanakan strategi dan
taktik yang tidak biasa tanpa menghilangkan sisi humaniti. Satu hal
yang penulis selisik dari konsistensi MRR saat memimpin IGI adalah
Change Management.

Perubahan adalah bagian penting dalam sebuah manajemen,
apalagi dalam sebuah organasisasi profesi guru. Setiap pemimpin
dikatakan berhasil diukur dari kemampuannya memprediksi
perubahan dan menjadikan perubahan tersebut sebagai sebuah
potensi. Sejatinya tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua memiliki
titik awal dan titik akhir. Satu hal yang abadi yaitu perubahan itu
sendiri. Oleh karena itu, perubahan selalu konsisten dan abadi
dengan perubahannya. Makanya, guru harus bisa berubah
menyesuaikan perkembangan zaman yang selalu berubah. Inilah
filosofi dari change management seorang MRR.

A. Digitalisasi

Mesin ketik merek „Brother‟ ditemukan oleh William Burt,
warga America Serikat pada tahun 1830. Mesin ketik ini sangat
berjaya pada masanya dan diproduksi secara massal. Kejayaan mesin
ketik ini mendorong kaum wanita masuk bursa kerja. Teknologi
mesin ketik ini berkembang dalam 130 tahun dan menyelamatkan
banyak orang. Semua kantor mempunyai mesin ketik ini. Namun,
kejayaan si „Brother‟ berakhir dengan muncul komputer yang lebih
convenience, efisien, dan produktif.

Fenomena ini masuk dan mempengaruhi dunia pendidikan.
Membutuhkan perhatian yang serius terutama untuk mengubah
sistem pembelajaran yang konvensional. Sebagai bukti pada saat
pandemi Covid-19 pembelajaran tidak bisa lagi berkutat di dalam
kelas secara tatap muka, melainkan harus memaksa diri
menggunakan media digital, online, dan telekonferensi. Kata
„memaksa‟ digunakan karena sebagian besar guru mau tidak mau
secepatnya menyesuaikan proses pembelajaran dengan dunia digital.
Banyak yang tidak siap dengan perubahan yang tiba-tiba dan
mendesak. Pembelajaran tatap muka yang diagungkan pun lenyap
dari dunia nyata.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 170

Bingung? Nelangsa? Tentu saja tidak bagi IGIers. Sejak tahun
2016 Ikatan Guru Indonesia sudah menggembleng para gurunya
bekerja sama dengan Samsung melaksanakan Training of Trainer
(ToT). Kegiatan ini untuk mempersiapkan pelatih pembelajaran
berbasis teknologi. IGI tidak main-main menggembleng gurunya
untuk menjadi pelatih, karena harus melatih di daerahnya masing-
masing. Jika tidak melatih selama 6 bulan maka lisensi yang
disandangnya akan dicabut. Program tersebut berhasil mencetak 800
pelatih. Tugasnya adalah melatih 10 orang guru dalam seminggu.
Maka dalam setahun saja IGI membantu 408.000 guru yang siap
melaksanakan pembelajaran berbasis IT. Dampaknya adalah selain
guru melek IT pembelajaran di kelas pun semakin menarik dan
menyenangkan.

Dampak ini sangat dirasakan baik oleh IGI dan PT Samsung.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kerja sama antara Samsung dan
IGI. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),
Samsung mendirikan Rumah Belajar untuk tempat berlatih IT bagi
guru-guru IGI. Ikatan Guru Indonesia menjadi pioner satu-satunya
organisasi profesi guru di Indonesia yang bekerja sama dengan PT.
Samsung Indonesia sejak tahun 2017. Kerja sama ini meluncurkan
sebuah program Samsung untuk Guru Indonesia. Salah satu fasilitas
yang diberikan adalah Samsung Smart Kelas. SSLC merupakan
sebuah ruang kelas berbasis ICT, Information and Comucation
Technologi. SSLC memberikan pelatihan penggunaan gadget dan
teknologi bagi guru di seluruh Indonesia sesuai mata pelajaran
masing-masing agar menarik dan interaktif.

Ikhtiar yang dilakukan oleh IGI menjadi bukti memproyeksi
perkembangan zaman dengan program yang tepat oleh MRR. Siapa
yang akan menduga jika di tahun 2020 pembelajaran tatap muka
akan berevolusi menjadi pembelajaran virtual? Hanya mereka yang
mempersiapkan diri dengan perkembangan zaman bisa nyaman
bekerja di zamannya. Jangan sampai seorang guru memiliki penyakit
TBC (tidak bisa computer). Mengapa? Penjelasan di atas
mengisyaratkan bahwa keterbelakangan guru dalam iptek akan
menjadi bumerang yang mempengaruhi profesionalitas keguruannya.
Apalagi ditambah dengan anggapan bahwa guru adalah manusia
serba bisa dan memiliki kewibawaan yang tinggi di hadapan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 171

siswanya. Sementara siswa adalah manusia yang dihadapi guru saat
ini adalah orang-orang yang memiliki asupan gizi keilmuan
teknologi.

Kesenjangan inilah yang menyebabkan siswa cepat puas
dengan pengetahuan yang diperolehnya. Sehingga menganggap
informasi yang diperoleh melalui internet dan teknologi lebih
lengkap dan luas. Kualitas guru yang „hampa teknologi‟ tidak
mampu menanamkan daya berpikir kritis pada siswa. Akibatnya,
siswa terhambat potensi dirinya. Guru boleh produk tahun 90-an,
tetapi kapasitas keilmuannya tidak boleh kalah dengan persaingan
zaman. Di mana pun dan kapan pun seorang guru harus lebih pintar
daripada siswanya, tidak hanya dalam konteks pedagogik akan tetapi
juga harus update dalam segala bidang. Guru tempat berpijak siswa,
jika guru tidak ada gairah untuk meningkatkan potensi dirinya, sudah
pasti guru akan kalah dari tingkat keilmuan muridnya, mengingat
sumber belajar saat ini sudah betebaran di dunia maya setiap
detiknya.

Masa pandemi Covid-19 menjadi momentum tumbuhnya
kesadaran guru akan pentingnya teknologi dalam pendidikan. Secara
terang-terangan MRR mengatakan kepada Detiknews, berita tanggal
14 Oktober 2020 bahwa berdasarkan survei kemendikbud, lebih dari
60% guru di Indonesia tidak punya kemampuan sama sekali
menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Jangan heran, jika IGI
memiliki kesibukan bukan hanya melayani siswa belajar dari rumah
ke rumah, tetapi melayani juga guru yang ingin meningkatkan
kompetensi IT melalui kanal-kanal pelatihan IGI.

Sungguh patut diapresiasi kesiapan IGI untuk memasuki era
4.0, MRR sudah mengantisipasi para gurunya dengan
mempersiapkan kanal-kanal pelatihan IGI. Terdapat 86 kanal
pelatihan IGI semuanya berbasis teknologi informasi. Semua kanal
sangat dibutuhkan oleh guru. Sebut saja kanal pelatihan Sagusagame
(Satu Guru satu Game). Kanal ini melatih guru untuk membuat game
edukasi. Tujuanya agar materi pembelajaran disajikan dengan
manarik dan menantang. Permainan edukasi ini sudah dikenal di
kalangan IGI sejak tahun 2016. Siswa yang bosan dengan
pembelajaran konvensional akan menikmati pembelajaran berbasis
game edukatif. Selama ini media pembelajaran yang digunakan guru

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 172

adalah slide power point. media ini sudah sangat keren bagi guru,
namun tetap memberi peluang kepada siswa untuk bermain karena
bersifat satu arah. Coba ajak siswa bermain game edukasi. Selain
sesuai dengan keinginan siswa tetapi juga membuat siswa lebih aktif
dan interaktif.

Kanal pelatihan lainnya yang sangat aktif digunakan oleh
banyak guru dari berbagai organisasi profesi adalah kanal
SADAR (Sarasehan dalam Jaringan) dan SIDARING (Diskusi
Matematika dalam Jaringan). Kanal SADAR adalah ruang diskusi
bagi seluruh guru Indonesia melalui video conference. SADAR
menjadi ruang belajar yang murah, pemateri gratis, tanpa perlu surat
tugas, hanya butuh kemauan dan jaringan internet yang stabil.
Program kerjasama IGI dengan Seameo Seamolec ini menggunakan
WebEx sebagai platform kegiatan. Sebuah aplikasi online yang
dikembangkan oleh Cisco agar para pengguna bisa saling
berkolaborasi lewat gambar, video, dan suara dari mana pun secara
lebih mudah. WebEx mengkombinasikan komunikasi lewat telepon
dengan tampilan di layar komputer. WebEx dapat menampung lebih
dari 500 pengguna device untuk bergabung pada room yang
disediakan. Pada jaringan internet yang stabil, WebEx memiliki
kejernihan suara dan tayangan termasuk tampilan layar monitor
presentator dengan mudah. SADAR sudah berjalan sejak 30
November 2016, dilaksanakan setiap Rabu malam. Namun dalam
perjalanannya juga bisa diisi oleh guru-guru non Matematika karena
adanya permintaan peserta.

Ini hanya dua kanal yang ada di IGI di antara 86 kanal.
Aktivitas ini sebagai tanda bahwa bahwa apa pun jenis pelatihan
yang dibutuhkan guru tersedia di IGI sekaligus dengan trainernya.
Tidak heran di masa pandemi Covid-19, hampir seluruh guru yang
tergabung pada kanal pelatihan IGI aktif membantu kebutuhan guru
terutama bidang IT.

B. Transformasi

Apakah IGI membutuhkan transformasi? Sulitkah MRR
melakukan transformasi untuk IGI? Pertanyaan ini patut diajukan
mengingat IGI adalah organisasi yang relatif masih muda. Ikatan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 173

Guru Indonesia (IGI) merupakan organisasi profesi guru yang
disahkan oleh pemerintah melalui SK Kemenkumham Nomor AHU-
125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009. Dengan
demikian usia IGI 11 tahun pada tahun 2020. Inilah yang
mengharuskan IGI harus melakukan transformasi. Jangan terjebak
dengan kenyamanan. Apakah yang menjadi keunikan IGI yang
berbeda dengan organisasi guru yang lain. Pertanyaan yang cukup
kritis terlontar seperti, “Apa yang menjadi daya tarik IGI? Ngapain
sih kok masuk menjadi anggota IGI? Khan sudah ada organisasi
profesi yang lain?”

Nah, pertanyaan inilah yang membutuhkan sebuah organsasi
harus berbenah termasuk IGI. Memang, menggulirkan transformasi
organisasi ibarat mengayuh sepeda. Awalnya pasti berat. Sekayuh
dua kayuh, satu putaran roda, dua putaran roda, tiga putaran, semakin
lama semakin ringan mengayuh seiring kian lajunya sepeda. Ketika
sepeda mencapai puncak, kayuhan pedal sepeda semakin ringan
seperti mengayuh angin. Pertanyaannya, mengapa awal transformasi
begitu sulit?
Ada dua penyebab utama mengapa transformasi sangat sulit, yaitu :
1. Status quo dan paradigma lama yang sudah begitu mengeras.

Hal ini sangat sulit untuk dicairkan dan secara psikologi
orang-orang yang berada dalam status quo berada dalam zona
aman. Oleh karena itu penolakan-penolakan terhadap
organisasi profesi guru yang baru sangat terasa. Tentu saja IGI
tidak serta merta mundur dengan kondisi status quo organiasi
profesi guru sebelumnya. Dasar hukumnya diatur dalam
Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 tahun
2005. Dijelaskan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen
(UUGD) sebagaimana diamanatkan dalam pasal 14 butir (h)
yang menyatakan bahwa guru berhak memiliki kebebasan
untuk berserikat dalam organisasi profesi guru. UU tersebut
juga mengamanatkan guru untuk wajib berorganisasi dan
bebas memilih organisasi guru. Pasal ini sekaligus
menunjukkan bahwa organisasi guru tidak tunggal. Oleh
karena itu segala bentuk diskriminasi terhadap organisasi
profesi guru yang masih relatif baru bertentangan dengan
undang-undang. Kenyataan tersebut menyalahi ketentuan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 174

Pasal 39 (3) UU No. 14 tahun 2005 yang menyatakan
bahwa guru berhak mendapat perlindungan hukum dari tindak
diskriminatif, kekerasan, intimidasi atau perlakuan tidak adil
dari pihak birokrasi atau pihak lainnya. Juga tak sejalan
dengan ketentuan pada pasal 7 ayat (2) pemberdayaan profesi
guru atau pemberdayaan profesi dosen yang harus
diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan
secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan
berkelanjutan dengan menjunjung tinggi HAM, nilai
keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa dan kode etik
profesi. Oleh karena itu IGI tetap konsisten berupaya bekerja
sesuai visi organisasi, yaitu memperjuangkan mutu,
profesionalisme, dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut
secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. Masa-masa awal adalah masa yang
penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam organisasi.
Untuk menjawab hal ini, maka IGI merumuskan secara jelas
visi, misi dan tujuan organisasi. Tujuan IGI adalah : (a)
Menjadi sebuah forum yang terbuka bagi para guru, pegiat dan
pengamat pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas
pendidikan di Indonesia, termasuk meningkatkan kualitas diri
masing-masing di bidang pendidikan dan keguruan; (b)
Menjadi sebuah wadah tercetusnya ide-ide segar yang
berorientasi pada meningkatnya mutu generasi muda penerus
bangsa; (c) Mendorong profesionalisme keguruan serta
pendewasaan dan kemandirian para siswa, baik yang masih
dalam proses belajar maupun lulusan; dan (d) Meningkatkan
kepedulian dan partisipasi masyarakat luas, untuk bersama-
sama membangun masa depan melalui pendidikan yang
berkualitas bagi generasi muda.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 175

Dua hal penyebab sulitnya organisasi profesi di atas segera
disirnakan oleh IGI. Sebenarnya, keberhasilan mencairkan kebekuan
status qou di awal transformasi sudah merupakan sepertiga dari
proses transformasi. Contoh cerita berikut perlu mendapat apresiasi
yang tinggi. dari proses transformasi. Contoh cerita berikut perlu
mendapat apresiasi yang tinggi.

Konferensi IV PGRI tahun 2019 dilaksanakan di Hotel Horex
Sentani, Rabu tgl 20 November 2019. Salah satu peserta Konferensi
tersebut adalah Ketua IGI Kabupaten Jayapura, Heribertus
Dhasiyono, SE, M.MPd. yang diundang sebagai peserta karena
beliau sebelumnya adalah salah seorang pengurus PGRI Kabupaten
Jayapura, yang kelak ternyata menjadi ketua IGI Kabupaten
Jayapura.
Ada cerita menarik atas kehadiran beliau dalam konfrensi PGRI
tersebut. Yaitu beliau diundang sebagai pengurus PGRI, namun
disaat acara dimulai, beliau malah diperkenalkan sebagai Ketua IGI
Kabupaten Jayapura. Keadaan ini tentulah menjadi sesuatu yang
menarik, karena selama ini PGRI “kurang bersahabat” dengan IGI.
Dalam sambutannya, ketua PGRI Kabupaten Jayapura
menyampaikan point-point sebagai berikut:
1. Telah melihat dan mengakui hal-hal yang luar biasa yang telah

dilakukan oleh IGI di seluruh Indonesia dalam rangka
meningkatkan kompetensi guru.
2. IGI merupakan mitra PGRI dalam membangun kualitas guru
dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Sebagai penutup, Ketua PGRI yang akan mengakhiri masa
jabatannya berpesan agar PGRI bekerjasama, untuk saling mengisi,
memperkuat. Karena PGRI dan IGI adalah suatu organisasi profesi
yang memilki tujuan sama untuk mencerdaskan bangsa.
https://www.igi.or.id/igi-dan-pgri-dalam-bingkai-kasih-bersinergi-
memajukan-pendidikan-di-papua.html

Penulis: Heribertus Dhasiyono, SE, M.M.Pd. (Ketua IGI Kabupaten Jayapura)

Sepenggal cerita bahwa lambat laun seiring perkembangan
zaman maka IGI semakin diterima oleh semua kalangan dan semua

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 176

organisasi profesi lainnya. Setelah merampungkan masalah di atas,
maka langkah selanjutnya yaitu dua pertiga dari pekerjaan sisanya
akan mudah dilaksanakan. Tantangan kemudian adalah darimana
sebaiknya transformasi dimulai?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa untuk menyalakan
sebuah lantera maka yang pertama dicari adalah orang yang
menyalakan lantera tersebut. Dengan kata lain, kemunculan seorang
pemimpin yang inspiratif dan kharismatik merupakan faktor penentu
keberhasilan sebuah transformasi. Menurut John Koter, seorang
pemimpin kharismatik diperlukan dalam sebuah transformasi karena
peranannya yang sangat krusial dalam membangun sense of
urgency di dalam pribadi orang-orang yang telah begitu lama tertidur
pulas dalam status quo dan paradigma lama.

Siapakah John Kotter? Dr. John P. Kotter adalah profesor
emeritus bidang kepemimpinan, pakar perilaku organisasi di Harvard
Business School. Ia merupakan penulis dan pemikir terkemuka di
bidang bisnis, kepemimpinan, dan perubahan. Buku
karyanya, Leading Change (1996), dianggap merupakan peletak
landasan bagi bidang manajemen perubahan. Pendapat John Kotter
bukan tanpa alasan, karena untuk membangun sebuah tim, yang akan
menjadi perancang dan penggerak perubahan.

Pertanyaannya sekarang, apakah MRR adalah pemimpin
transformasi yang dimaksud oleh John Kotter? Apakah MRR sudah
melaksanakan perannya yang sangat krusial dalam
membangun sense of urgency? MRR adalah anugerah Yang Maha
Kuasa buat Ikatan Guru Indonesia. MRR adalah pemimpin yang
berpengalaman dan matang. Potensi diri yang terasah dengan baik
dari kemapuannya sebagai Presiden Direktur Ranu Corp. merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, real estate,
distribusi, dan pertambangan. Di bawah bendera Grup Ranu ini,
Ramli mendirikan PT. Ranu Prima College, PT. Ranu Niaga Prima,
PT. Ranu Globalindo Investama, PT. Ranu Transporindo Indonesia,
PT. Ranuland Indonesia, PT. Ranu Nusantra Insfrastruktur, serta
Yayasan Ranu Prima.

Kematangan memimpin mengelola bisnis dan organisasi
kemasyaratan membawa Muhammad Ramli Rahim menerima

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 177

beberapa penghargaan. Beberapa penghargaan yang pernah diraih
oleh MRR antara lain adalah:
1. Tokoh Penggerak Pembangunan dari Harian Berita Kota

Makassar (2013 dan 2015);
2. Tokoh Pemuda Inspiratif dari Majalah Makassar Terkini (2016);
3. The Best Tutoring Highly Recommended of The Year dari

Indonesia Achievment Center. Penghargaaan yang
ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia, Muhammad Nuh, tersebut diberikan kepada Prima
Ranu College tanggal 7 Februari 2014 di Grand Inna Hotel Bali.
4. Masih pada tahun yang sama, Prima Ranu College mendapat
penghargaan The Best Favorite College of The Year 2014 pada
ajang Leading Excellent Innovation Award di Grand Sahid
Hotel Jakarta tangal 5 Desember 2014; dan
5. Tahun 2015, Prima Ranu College kembali mendapat
penghargaan dari Indonesia Achievment Center sebagai The
Best Leading Education of The Year 2015. Penghargaan ini
diberikan di Grand Clarion Hotel tanggal 5 Juni 2015.

Tepatlah kiranya jika MRR adalah pilihan jitu untuk memimpin
IGI di masa-masa kritis mencari jati diri. MRR sangat jitu melihat
kesulitan-kesulitan yang mendesak bagi guru, segera merespon, dan
segera mencarikan solusi penyelesaian. Masih ingat dengan usulan
IGI yang viral tentang 10 Usulan Pendidikan Ketua IGI kepada
Kemendikbud tanggal 4 November 2019. Usulan ini dikatakan
merupakan pemikiran MRR terhadap pendidikan masa depan namun
sulit diterima. Apa saja usulan itu?
1. Pelajaran wajib di SD disarankan terdiri dari Bahasa

Indonesia, Matematika, Pendidikan Karakter berbasis Agama
dan Pancasila.
2. Pembelajaran Bahasa Inggris dihapuskan di SMP dan SMA
karena dianggap seharusnya sudah di SD. Pembelajaran
fokus pada percakapan bukan pada tata bahasa.
3. Jumlah mata pelajaran di SMP masimal 5 mata pelajaran dan
di SMA 6 mata pelajaran. Bagi siswa yang ingin fokus ke
keahlian bisa memilih SMK.
4. SMK lebih fokus pada sistem SKS dan bidang keahlian.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 178

5. Penghapusan jabatan pengawas.
6. Penyederahanaan administrasi guru, dibuat secara online dan

RPP 1 halaman.
7. Uji Kompetensi Guru disarankan sekali tiap 3 tahun.
8. Status guru honor diperjelas.
9. Meminta agar anggaran bimtek dialihkan pada rekrutmen

guru. Pembinaan guru diserahkan kepada organisasi profesi
dalam pengawasan guru
10. Pengaturan Sekolah kategori 3T.

Terlepas dari diterima atau tidaknya usulan-usulan tersebut,
namun yang sangat diapresiasi adalah kemampuan untuk
menganaliss kebutuhan-kebutuhan guru dan keinginan untuk
meningkatkan kompetensi.

C. Lead Generation Strategi

Lead generation sebenarnya strategi yang digunakan dalam
marketing. Namun, strategi ini digunakan oleh MRR tanpa sadar
pada saat memimpin IGI. Lead generation adalah proses menarik
perhatian dan menjadikan orang lain akan menunjukkan rasa
ketertarikan terhadap suatu brand.

Lead Generation Strategi yang pertama cara berpakaian.
Entah beliau sengaja atau tidak tetapi penulis melihat ada konsistensi
cara berpenampilan MRR. Hanya ada 2 kemeja yang digunakan
MRR jika beraktivitas atas nama IGI. Kemeja pertama yang
dicintainya itu adalah kemeja warna putih dengan dua kantong dan di
atas bagian dada, di atas kantong sebelah kanan disematkan logo
organisasi kebanggaannya IGI dan disebelah kiri bertuliskan
mananya dengan sulaman benang hitam bertuliskan tiga huruf
kapital, MRR. Kemeja yang kedua adalah batik kebanggaannya
sebagai identitas IGI. Dengan senyuman lebar yang tentu saja setiap
orang yang membaca berita seakan mulai banyak yang beradaptasi
dengan ciri khas yang digunakan oleh pimpinan tertinggi Ikatan
Guru Indonesia. Kebiasaan MRR yang konsisten terhadap cara
berpakaian atas nama IGI jarang dilakukan oleh orang lain. Cara
seperti ini tanpa sengaja mendorong orang-orang untuk tertarik.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 179

Ketika seseorang menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang
melekat pada diri kita, secara tidak sengaja kita sudah bisa mulai
membangun hubungan dengan orang tersebut. Dengan begitu, proses
menjadikan orang tersebut sebagai anggota kita juga terjadi secara
natural. Percaya atau tidak trend IGI dikenal melalui pakaian yang
digunakan oleh MRR.

Lead Generation Strategi yang kedua adalah menulis dan
berbicara. Caranya menulis seperti wartawan dan caranya berbicara
seperti orator. Sepertinya tepatlah apa yang pernah disampaikan oleh
HOS Tjokroaminoto seorang tokoh pahlawan Indonesia yang
meneriakkan Indonesia merdeka pertama kalinya. MRR adalah
penulis yang aktif menulis di beberapa media seperti Unhasian dan
Tegas.id, Setelah didaulat menjadi Ketua Ikatan Guru Indoesia,
tulisasn-tulisannya memihak guru dalam memperjuangan hak-hak
guru. Seperti halnya menulis, pendapat-pendapat MRR banyak
dimuat di media massa tanah air. Hal ini menyebabkan popularitas
IGI kian naik dan semakin disegani. Strategi jitu yang digunakan
MRR dalam setiap kemunculannya di media massa.

Berbicara bagaikan orator ini salah satu ciri khas MRR. Beliau
adalah pemimpin organisasi profesi guru yang independen. Berjuang
sebagai orator guru di media-media masa. Setiap minggu pasti ada
berita, pendapat, tanggapan, masukkan untuk kepentingan guru.
Media massa adalah corong yang tepat untuk menaikkan popularitas
IGI. Tidak pernah terlewati apakah itu media lokal maupun nasional.
Dalam memperjuangkan hak-hak guru beliau sangat lugas
mengemukakan pendapat dan memberikan solusi. Contoh berikut ini.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 180

1.

"Sekarang, guru bikinkan sistem dengan cara itu
sehingga pemda tidak melakukan mutasi guru
berdasarkan kepentingan politik mereka, atau
berdasarkan kedekatan. Sistemnya dibuat secara
nasional," kata Ramli, Kamis (15/8).

Ia menambahkan, di dalam pelaksanaan
kebijakan rotasi guru berdasarkan zonasi
nantinya, ada tiga hal yang harus diperhatikan.
Tiga hal tersebut adalah status guru, kompetensi
guru, dan domisili guru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA,

Jumat 16 Aug 2019 15:00 WIB

2.

"Dirjen GTK harusnya menjamin bahwa tak ada lagi
guru di seluruh Indonesia, apapun statusnya yang
mendapatkan upah di bawah upah minimum
regional," kata Ramli, Jumat (8/5).

Apalagi, lanjut Ramli, dalam masa pandemi Covid-19,
jutaan guru honorer menghadapi situasi sulit dan
pendapatan yang tidak jelas. Sebab selama masa
darurat Covid-19 para guru tidak lagi hadir di ruang
kelas. "Sementara selama ini mereka digaji per jam
sesuai dengan jam pengajaran mereka," kata Ramli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA,

Jumat 08 May 2020 15:10 WIB

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 181

3.

Ia pun setuju dengan usulan Ketua Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Hariyono soal revisi
buku sejarah. Sebab, masyarakat Indonesia perlu
dikuatkan dengan pendidikan sejarah Indonesia yang
kuat.

Meskipun demikian, Ramli menilai revisi harus
dilakukan dengan mengikutkan guru-guru sejarah. Guru
perlu ikut berpartisipasi mengajukan naskah apabila
revisi buku pendidikan sejarah dilakukan.

Jangan sampai, kata Ramli, pemerintah hanya merevisi
dengan mengundang dosen atau ahli. "Perubahan buku
sejarah sebaiknya dibuka ruang kepada banyak guru
untuk mengajukan naskah. Jangan dibuat oleh percetakan
atau para dosen yang tidak paham pendidikan dasar dan
menengah," kata dia lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA,

Senin 09 Sep 2019 18:50 WIB

Lead Generation Strategi yang ketiga adalah pembaharu.
Melakukan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kebiasaan
yang sudah mendarah daging diubah menjadi sebuah kemungkinan.
Kisah berikut ini pun dicatat sebagai keunggulan IGI.

Pemerintah menginginkan perubahan dimensi pendidkan di
kalangan guru. Berbagai diklat, workshop, bimtek, dan IHT pun
diprogramkan oleh pemerintah. Peningkatan kompetensi menjadi
tujuan utama pemerintah. Namun, ada sisi lain yang membuat guru
bersemangat untuk diikutkan dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Tips
nominal yang diperoleh setiap akhir kegiatan. Tak jarang kegiatan
workdhop, bimtek, IHT dan sejenisnya menjadi incaran guru-guru
tertentu. Bukan bermaksud menambah wawasan tetapi lebih kepada
plesiran dan koin. Setelah kembali dari pelatihan „kantong‟ tebal

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 182

kembali. Keadaan semakin diperburuk dengan „negosiasi‟
berdasarkan faktor kedekatan. Tetangga dekat, teman dekat, saudara
dekat, menjadi salah satu faktor seseorang berhasil lolos menjadi
salah satu yang ikut program pemerintah seperti di atas. Jangan heran
jika ada istilah 4L, loe lagi-loe lagi.

Maksud pemerintah adalah peningkatan mutu pendidikan dan
implementasinya secara konkrit. Faktor inilah yang memperlambat
penguatan peningkatan mutu pendidikan yang sebenarnya ingin
segera dituntaskan oleh pemerintah. Niat pelakunya bukan untuk
mengembangkan peningkatan pendidikan melainkan tujuan pribadi
yang tidak berimbas pada peningkatan pendidikan. Hal ini terbaca
oleh semua orang termasuk MRR. MRR mendobrak pola lama
dengan menawarkan vitamin yang lain. Jika sebelumnya guru yang
ikut pelatihan mendapatkan koin sebagai tambahan penghasilan,
maka kegiatan yang dibuat oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI)
sebaliknya. IGI membuat kegiatan peningkatan mutu tetapi
pesertanya harus membayar.

Pola ini tentu saja tidak serta merta mengubah pola pikir guru.
Membayar satu kegiatan 150 ribu tentu saja sangat berat saat 5 tahun
yang lalu. Satu dua kali pelatihan yang ikut dan membayar pasti
tidak akan sampai 10 orang. MRR memberi semangat agar tetap
menawarkan vitamin kepada para guru. Oleh karena itu dibuatlah
kanal-kanal dalam Ikatan Guru Indonesia. Gencarnya vitamin-
vitamin yang dihasilkan melalui pelatihan lambat laun mengubah
pola pikir para guru. Apalagi alumni pelatihan merasakan manfaat
dari kegiatan yang diikuti digunakan untuk meringankan pekerjaan
guru. Sampai saat ini, sudah bukan merupakan barang baru lagi jika
pelatihan harus merogoh kantung sendiri. Guru sudah terbiasa dan
mencari sendiri pelatihan-pelatihan yang mermakna bagi dirinya.
Lambat laun amplop-amplop siluman tersebut tidak menarik lagi
bagi guru. Guru menjadi terlatih merencanakan peningkatan
kompetensinya secara sadar, menyiapkan waktu, tenaga dan materi
untuk kepentingan dirinya sendiri.

Satu hal yang menarik dalam perkembangan dunia saat ini.
Munculnya fenomena baru dalam pada guru-guru muda. MRR
membuka peluang dan mendorong guru-guru muda yang berpotensi
untuk menjadi narasumber dan fasilitator kanal IGI. Biasanya

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 183

pelatih, narasumber, fasilitator adalah senior yang sudah matang dan
berwibawa. Periode ini ditandainya dengan munculkan guru-guru
muda sebagai pelopor kanal. Penolakan-penolakan pun dirasakan.
Karena memang secara kebiasaan itu begitu kuat adalah unsur senior.
Tidak ada yang salah, karena kebiasaan yang sudah turun temurun.

Pelan tapi pasti MRR mendorong anak-anak muda berbakat
untuk melatih di seluruh wilayah Indonesia. Perekrutan pun tidak
pernah mengiming-iming nominal dan angka. Seluruh trainer IGI
bersedia tidak dibayar jika menjadi narasumber dan fasilitator. Tentu
saja ini tidak gampang. Selain, membutuhkan militansi dari guru-
guru muda, juga komitmen yang tinggi.

D. Inspirator MRR

MRR adalah pribadi yang sukses. Istilahnya paket adalah
paket komplit. Pengusaha, pernah jadi politisi, dan pendidik. Tentu
saja manjadi pribadi sukses memiliki panutan sebagai inspirasinya.
Belajar dari kesuksesan dan pengalaman orang lain maupun orang
lain menjadi sebuah inspirasi dalam kehidupannya.

Diam-diam MRR mengagumi dan mengidolakan Amirul
Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Seorang pemimpin yang saleh,
kharimastik, bijaksana, dan dekat dengan rakyatnya. Sosoknya
begitu melegenda. Pemimpin yang dicintai rakyatnya. Ia beserta
seluruh keluarganya menyerahkan harta kekayaannya ke baitulmal
(kas negara), begitu diangkat menjadi pemimpin. Banyak gebrakan-
gebrakan yang luar biasa. Misalnya menolak kendaraan yang
disediakan negara, sederhana, sosok pemimpin yng melayani dengan
penuh hati, amanah. MRR terinspirasi dari cara memimpin Umar
Abdul Azid yang cerdas, piawai dalam mengatur manajerial
organisasi. Umar memberikan yang terbaik buat rakyatnya.
Sebagaimana MRR memberikan yang terbaik buat IGI. Memberikan
pelayanan yang prima dan memperjuangkan hak para guru.

MRR menginspirasi para guru dalam organisasi Ikatan Guru
Indonesia untuk bekerja keras dan cerdas. Ketika zaman seperti
sekarang ini yang merupakan era pengetahun, kerja otot sudah mulai
digantikan dengan kerja otak. Keseimbangan antara keduanya harus
ditempatkan dan dikelola dengan baik dan seimbang. Tidak heran

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 184

jika banyak ide-ide cemerlang yang membawa para IGI-ers menjadi
sangat maju dan mengambil peran penting dalam mempelopori
penggunaan IT dalam pembelajaran. Hanya di IGI kerja cerdas
dihargai sebagai bagian dari pengembangan tabungan pengetahuan.
Jangan heran jika saat ini para guru muda yang mempelopori dan
konsisten dalam menangani kanal-kanal IGI. Namun, tidak
mengenyampingkan para senior yang tentu saja memiliki
kemampuan yang sama. Oleh karena itu semboyan yang menjadi
semangat para IGIers adalah Sharing and Growing Together, berbagi
dan tumbuh bersama.

Salain tokoh yang menginpirasi, motivator yang membuat
MRR menjadi pemimpin yang „sempurna‟ adalah sang istri beliau
Nurul Fitriany Andi Alimudin. Beliaulah yang memberi dorongan
dan motivasi kepada MRR. Bersama istrinya mendirikan Grup Ranu.
Selama MRR memimpin Ikatan Guru Indonesia, semua urusan
perusahaan diserahkan kepada istrinya. Tidak tanggung-tanggung
MRR menggunakan dana pribadi untuk mengunjungi daerah-daerah
untuk mengembangkan IGI. Istrinya dengan ikhlas memberi
keluasan kepada MRR mengabdi untuk guru. Sinar inspirasi Umar
Abdul Azis mempengaruhinya ketika memimpin Ikatan Guru
Indonesia.

Peranan Nurul Fitriany Andi Alimudin sama seperti cerita
inspirasi Emily. Emily adalah wanita biasa dari seorang laki-laki
yang dipercayakan oleh pemerintah Amerika untuk membuat
jembatan yang menghubungkan antara Brooklyn dengan Manhattan.
Suatu saat suaminya sakit bahkan cacat maka Emmily yang
melanjutkan pekerjaan suaminya sampai jembatan itu selesai dan
diresmikan penggunaannya. Nurul Fitriany Andi Alimudin sosok
dibalik kesuksesan MRR yang melejitkan IGI sebagai organisasi
guru yang matang dan disegani. Dibalik setiap orang hebat, terdapat
orang-orang hebat.

E. Yuk, Belajar dari Sang Rusa

Gemercik anak sungai yang berada di hutan mengalir
melewati pepohonan liar yang indah, menambah keindahan sebuah
rumah kecil yang ada disana. Matahari sedang bersinar dengan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 185

terangnya di atas awan. Tiba-tiba, seekor rusa berlari menuju
halaman rumah itu dimana seorang anak kecil sedang bermain. Rusa
tersebut kemudian mengaitkan baju anak tersebut dengan tanduknya
dan berlari. Hal ini tentu saja membuat anak tersebut sangat
ketakutan sehingga ia menjerit sekuat-kuatnya. Saat anaknya
menjerit, ibunya mendengar dan langsung berlari keluar untuk
melihat apa yang terjadi. Saat ia keluar, ia melihat seekor rusa yang
berlari menuju gunung dengan membawa anaknya. Sang ibu sangat
ketakutan. Ia lalu berlari mengejar rusa tersebut dan tak lama
kemudian ia menemukan anaknya duduk diatas rumput dalam
keadaan selamat.

Sang Ibu merasa sangat bahagia karena anaknya baik-baik saja
sehingga tidak terasa air matanya mengalir. Dengan cepat, sang ibu
menuju rumah mereka bersama anaknya tercinta. Saat hampir tiba, ia
berhenti dan terperangan melihat apa yang disaksikannya. Sebuah
pohon besar dibelakang rumah mereka rubuh dan menimpa rumah
mereka saat ia sedang mengejar rusa yang membawa anaknya
tersebut. Seluruh binatang peliharaannya mati. Jika saja ia dan
anaknya masih berada di rumah tersebut, mungkin mereka sudah
tertimpa pohon itu sekarang.

Lalu, ibu dan anak tersebut teringat kembali akan peristiwa
pada satu tahun yang lalu dimana saat itu ada seekor rusa yang
melarikan diri dari seorang pemburu. Pemburu tersebut hendak
menembaknya dan menuju rumah mereka. Ia merasa sangat kasihan
melihat rusa yang ketakutan tersebut, lalu menutupi rusa tersebut
dengan beberapa helai kain.Ketika pemburu tersebut tiba disana, ia
tidak menemukan rusa tersebut. Ia pikir rusa tersebut telah pergi
melalui pintu belakang rumah tersebut. Ia lalu pergi. Setelah sang
pemburu pergi jauh, ibu anak tersebut membuka kain penutup rusa
lalu membiarkannya pergi menuju hutan. Rusa tersebut seakan-akan
mengerti bahwa ia telah diselamatkan oleh wanita tersebut, karena
ketika pergi, ia tak henti-hentinya memalingkan mukanya kepada
wanita tersebut seakan-akan hendak berterima kasih.

Ibu anak tersebut tidak menyangka bahwa rusa itu masih ingat
dengan kebaikannya. Rusa itu entah bagaimana mengetahui bahwa
pohon besar tersebut akan runtuh menimpa mereka sehingga Ia
datang kembali untuk menyelamatkan mereka.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 186

Nah, jika rusa saja bisa membalas jasa kepada manusia,
bagaimana kita sebagai manusia? Satu periode MRR memimpin
Ikatan Guru Indonesia bagaikan sudah memimpin 4 periode. Sudah
banyak karya gemilang yang dihasilkannya. Tidak bisa serta merta
dimusnakan tanpa jejak. Meskipun MRR tidak minta untuk dihitung
jasa-jasanya, paling tidak kita tahu sejarah seorang MRR sebagai
peletak dasar perubahan managemen organisasi IGI. Saya
menamakannya Change Management ala MRR.

MRR sudah mengambil tanggung jawab IGI 100%. Apa yang
kita petik dari uraian yang panjang ini? Satu hal yaitu cintai
pekerjaan kita. Pekerjaan kita sebagai guru adalah nyata, di
dalamnya ada kasih yang tak tampak. Jika tidak bekerja dengan
cinta, tetapi hanya dengan rasa enggan, lebih baik bagimu untuk
tidak bekerja. Duduk saja di pinggir jalan sambil mengemis dari
orang-orang yang bekerja dengan sukacita. Kerja saya adalah guru.
Bagaimana dengan Anda? Terima kasih MRR banyak memberi
inspirasi untuk mencintai kerja saya sebagai guru.

=====

Ester Yunginger, lahir di Gorontalo tepatnya 17
Agustus 1971. Penulis bertugas di SMA Negeri 2
Limboto sebagai Kepala Sekolah. Pendidikan terakhir
S3 di Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Jakarta
Tahun 2013. Adapun penghargaan yang pernah diraih
adalah Guru Berprestasi Tkt Nasional Nahun 2008, dan
Kepala Sekolah Berprestasi Tkt Nasional Tahun 2013.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 187

IKATAN GURU INDONESIA, ANTARA CITA-CITA DAN
HARAPAN
Oleh:

Diana Mulawarmaningsih, S.Ag.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum
hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d :11).

Membaca ayat di atas memberikan motivasi bagi kita untuk
terus memperbaiki diri. Terus melakukan perubahan jika ingin maju
mengikuti perkembangan zaman jika tidak ingin menjadi orang yang
termarginalkan dan tertinggal.

Demikian pula dengan kita yang menjatuhkan pilihan hidup
untuk menjalani profesi guru. Sebuah profesi yang sangat mulia,
mendidik putra putri bangsa, menyiapkan mereka menjadi pemimpin
masa depan, agar mereka memiliki akhlak mulia, berilmu dan
memiliki kecakapan hidup. Kalau mengambil istilah yang dikatakan
oleh Prof. Dr. Munif Chatib, bahwa tugas guru itu adalah penerus
para wali. Luar biasa, bukan? Sebuah profesi yang juga mulia di
hadapan Allah tentunya. Sehingga kita harus sepenuh hati
melaksanakan, dan selalu bersemangat untuk berusaha menjadi
profesional yang senantiasa mau meng-update dan meng-upgrade
keilmuannya, selalu memegang prinsip Long Live Education atau
belajar sepanjang hayat. Mengikuti sifat ilmu yang dinamis,
mengalami perkembangan.

A. Realita Guru

Idealnya peningkatan kompetensi guru difasilitasi oleh negara,
dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan, namun sayangnya Dinas
yang digadang-gadang sebagai pengelola pendidikan di negeri ini
ternyata tidak cukup punya daya dan waktu untuk membantu para
guru untuk maju. Sistem pelatihan guru yang dijalankan sangat tidak
efektif dan tidak merata. Sebagai contohnya nyatanya, saat saya
bertugas di daerah marginal di kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten
Asahan Sumatera Utara, selama delapan tahun bertugas sebagai guru
Bimbingan dan Konseling (BK) sekali pun tidak pernah diundang

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 188

untuk mengikuti pelatihan peningkatan guru BK. Padahal
dibandingkan guru mapel guru BK adalah golongan minoritas dalam
artian jumlahnya sangat sedikit.

Pelatihan yang ada hanya didominasi oleh teman-teman guru
yang tinggal di kota kabupaten atau di ibu kota provinsi, kalau pun
sesekali ada undangan pelatihan untuk guru hanya untuk guru mapel
dan penunjukan hanya untuk orang yang sama (biasanya karena ada
orang dalam yang mengenalnya). Kondisi ini diperparah, pasca
pelatihan ilmu yang didapat hanya untuk dirinya sendiri, tidak
diimbaskan untuk guru yang lain. Ada sebuah fenomena lain yang
saya dapat dari teman yang „ahli pelatihan‟ sering kali pelatihan
terkesan asal jalan dan menghabiskan dana. Sehingga di akhir tahun
biasanya berbagai kegiatan pelatihan digelar bak jamur di musim
hujan, dan yang lebih menyedihkan waktu pelatihan selalu maju dari
jadwal yang ditentukan.

Fenomena itu tentunya sangat membuat kita sangat miris,
lembaga yang seharusnya menjadi tumpuan pengembangan
keprofesian guru ternyata tidak mampu menampilkan jati dirinya
sebagai lembaga terhormat dan berprilaku sebagai pengayom
kepentingan para guru. Saya sedikit bersyukur karena setelah
delapan tahun bertugas di Sumatera Utara bisa terbang ke
Kalimantan Tengah tepatnya di Kabupaten Katingan, karena iklim di
sini sedikit berbeda meski aroma KKN (Kolusi Korupsi dan
Nepotisme) masih juga tercium. Di kota ini kesempatan untuk ikut
pelatihan sedikit terbuka, karena tempat tugas saya adalah sekolah
„kelinci percobaan‟ berbagai program Kemendikbud terbaru,
sehingga guru sering mendapat undangan mengikuti pelatihan.

Pada situasi seperti ini, keberadaan organisasi guru
sesungguhnya sangat penting, guna memberikan dorongan kepada
pemerintah guna bersikap lebih „ramah‟ terhadap guru. Namun
sayangnya, organisasi guru yang ada ibarat setali tiga uang dengan
pemerintah. Organisasi yang diharapkan dapat menampung dan
menyampaikan aspirasi guru kepada penguasa, ternyata „mandul‟.
Sebuah kenyataan yang bisa diamati dari tingkat paling rendah
organisasi guru yang ada, hanya terkesan sebagai batu loncatan untuk
menduduki posisi tertentu atau sebagai posisi yang menjadi katalis
dalam menaikkan pangkat guru. Sehingga tidak mengherankan jika

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 189

bukan memperjuangan nasib guru, melainkan memikirkan
jabatannya sendiri. Sementara iuran anggota tertib diminta setiap
bulan, tapi kami tidak mendapatkan manfaat apa pun.

B. Sebuah Awal Perubahan

Saya bersyukur pada saat ada seorang rekan kerja,
memperkenalkan sebuah organisasi guru yang lain. Ikatan Guru
Indonesia (IGI), itu organisasi yang dikenalkan kepada saya. Sebuah
nama yang baru sekali itu saya dengar. Saat itu teman saya
menceritakan bagaimana organisasi ini bergerak. Awalnya saya ragu,
khawatir akan menemukan kenyataan yang tak jauh beda dengan
organisasi profesi guru yang pernah diikuti. Suatu ketika teman saya
mengajak untuk mengikuti pelatihan membuat komik pembelajaran
yang diselenggarakan di kota Palangka Raya, sekaligus pelantikan
pengurus IGI beberapa kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah,
termasuk kabupaten Katingan. Kebetulan saya menjadi salah satu
pengurus. Kegiatan itu dihadiri oleh Muhammad Ramli Rahim Ketua
Umum IGI.

Mulai dari kegiatan tersebut saya mulai ada rasa percaya diri
ikut bergabung di dalamnya, hingga berani menolak membuat kartu
anggota organisasi profesi guru yang lama. Saya berani mengatakan
kepada Kepala Sekolah, bahwa saya sudah menjadi anggota IGI dan
ingin fokus di satu organisasi saja. Saya tidak takut, meski di sekolah
tempat saya bertugas hanya saya sendiri yang tidak memiliki kartu
organisasi itu. Saya bisa membuktikan kepada teman-teman di
sekolah bahwa tidak masalah jika kita tidak bergabung di organisasi
guru yang lama, terutama dalam kenaikan pangkat, bahwa KTA IGI
juga diperhitungkan.

Sebuah hal yang membuat saya semakin mantap menapakkan
kaki bergabung dengan IGI adalah saya banyak mendapatkan
peluang untuk mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan oleh IGI,
meski jujur saya masih agak sedih karena di IGI provinsi Kalimantan
Tengah masih sangat jarang mengadakan kegiatan pelatihan guru.
Saya memilih bergabung dengan beberapa kanal pelatihan, seperti
Sagusanov, Sagusablog, dan Sagusaku. Bagai orang yang sangat

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 190


Click to View FlipBook Version