The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Strategi MRR dalam menggerakkan guru-guru Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang pendidik merupakan gerakan yang sangat masif sehingga guru-guru banyak yang tersadar atas segala kelemahan dan kekurangan diri sebagai pendidik.

Melalui IGI, MRR berhasil membangun IGI di 34 Provinsi dan 514 Kota/Kabupaten sehingga gerakan dan strategi yang diterapkan oleh Ketum IGI menjadi barometer sebuah kemajuan dalam waktu yang tidak lama.

Bagaimana strategi yang diterapkan oleh MRR. Melalui buku yang ditulis oleh guru-guru penulsi sagusaku IGI berhasil membukukan gerakan yang dibangun tersebut.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BHP RIAU, 2021-02-26 23:33:27

STRATEGI MRR MENGUBAH DUNIA PENDIDIKAN MELALUI IGI (JILID 2)

Strategi MRR dalam menggerakkan guru-guru Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang pendidik merupakan gerakan yang sangat masif sehingga guru-guru banyak yang tersadar atas segala kelemahan dan kekurangan diri sebagai pendidik.

Melalui IGI, MRR berhasil membangun IGI di 34 Provinsi dan 514 Kota/Kabupaten sehingga gerakan dan strategi yang diterapkan oleh Ketum IGI menjadi barometer sebuah kemajuan dalam waktu yang tidak lama.

Bagaimana strategi yang diterapkan oleh MRR. Melalui buku yang ditulis oleh guru-guru penulsi sagusaku IGI berhasil membukukan gerakan yang dibangun tersebut.

Keywords: igi,mrr,strategi pendidikan,sagusaku,sli,gelis

bahwa yang melatih guru adalah tingkatan diatasnya selevel dosen
dan lainnya. Birokrasi inilah yang menurut MRR melumpuhkan
kreativitas guru. Kapan guru bisa mandiri? Kapan guru bisa jadi
pelatih? Atas dasar inilah MRR mulai mengolah IGI dengan tetap
mengandalkan kekuatan bersama.

Guru juga sebenranya bisa menjadi pelatih bagi para guru
lainnya dengan catatan diberi pelatihan terlebih dahulu dan diberi
kesempatan untuk berproses. Apapun proses yang dijalankan
tentunya memberi dampak baik karena dilakukan secara berulang .
Keterampilan berpikirnya diasah terus, akhirnya lahirlah pelatih yang
memang juga sesuai standar yang diharapkan. Layaknya seorang
guru mengajar di depan kelas. Awalnya memang masih ada
kekurangan. Namun, seiring perjalanan waktu akhirnya menjadi
sosok seorang guru yang profesional dan disukai para muridnya.
Filosofi inilah yang digunakan MRR untuk membangun IGI hingga
sebesar ini. Cukup dengan satu gagasan milik seorang MRR
kemudian menghadirkan pelatih dari kalangan guru sendiri, setelah
itu guru tersebut dapat berbagi kepada rekan guru lainnya. Dan puji
syukur selama lima tahun ini berjalan dengan sangat baik. Baik di
kanal Sagusaku maupun 66 kanal lainnya. Ini memang sungguh lidah
pemimpin. Hari ini mencetuskan ide dan beberapa minggu kemudian
sudah menjadi kenyataan. Lahirlah pelatih-pelatih handal dari
kalangan guru-guru sendiri. Rupanya seorang MRR tahu banyak
tentang guru Indonesia. Kompetensi banyak dimiliki para guru tanah
air,tapi selama ini kurang mendapat sentuhan dari pihak terkait
dalam hal ini pemerintah setempat. Lebih tepatnya guru belum diberi
ruang cukup untuk mengembangkan potensi diri. Pada era Nadiem
Makarim, menteri kita sekarang, setelah berhasil mengumpulkan
para guru Indonesia dan menggelar duduk dengar pendapat akhirnya
boleh mengetahui secara lebih mendalam akar permasalahan guru
tanah air kita selama ini. Bagi saya ini menjadi salah satu langkah
awal yang baik bagi Menteri baru kita, yang sekarang kita kenal
dengan program Merdeka belajar. Melahirkan program yang secara
langsung menyentuh dengan kebutuhan guru di lapangan yang tahu
persis apa yang menjadi kelemahan dalam pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian menjadi salah satu alternati solusi atas
permasalahan tersebut.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 291

Buah pikiran mas Nadiem Makarim ini juga atas masukan
MRR, beliau paling paling banyak memberikan ide dan gagasan buat
Nadiem Makarim. Namun, jauh sebelum itu sebenarnya MRR sudah
memerdekakan guru tanah air melalui organisasi IGI. Ruang
merdeka belajar dibuka seluas-luasnya bagi kalangan guru yang
tersebear hingga ke pelosok negeri ini. Puluhan kanal sebagai
program nasional IGI dipercayakan kepada guru-guru IGI untu
berkerasi sebanyak mungkin menciptakan kanal-kanal pelatihan
sesuai kebutuhan guru di setiap daerahnya masing-masing. Ruang
inovasi tak henti-hentinya digelontorkan dan datang bertubi-tubi dari
mulut MRR didampingi rekan pengurus IGI pusat. Ini sesungguhnya
ruang merdeka belajar ala MRR. Bangga menjadi bagian dari IGI
karena jauh sebelum dipikirkan oleh pemerintah, IGI sudah berpikir
besar dan bertindak cepat.

Sejak Menteri Anis Baswedan yang memiliki kedekatan
emosional dengan IGI, ada kemudahan akses . Namun, MRR belum
ada niat sama sekali untuk meminta-minta dana operasional IGI.
Bulan berganti dan tahun pun demikian. IGI belum berpikir ke arah
itu, hingga pada pergantian kepada Menteri Muhadjir Efendy, beliau
sendiri menawarkan bantuan kepada IGI. Namun, sosok MRR sama
sekali belum tergiur dengan tawaran tersebut. PGRI sebagai kakak
sulung kami ketika mendapat bantuan 5 M, tapi IGI masih bisa
berjalan di atas pijakan kaki sendiri. Kalau kita hanya berpikir
sejenak, maka MRR terlalu tertutup. Tidak mau membuka diri. Tidak
mau menerima bantuan untuk kepentingan banyak orang teristimewa
untuk guru Indonesia. Ada apa yang mengganjal di hati MRR untuk
menolak tawaran emas ini? Namun, apa ada rahasia dibalik semua
ini?

Diskusi demi diskusi dibangun, melalui whatsaapp maupun
diundang secara langsung ke kementerian. Apakah MRR masih
bersikukuh keras tetap menolak anggaran? Ternyata benar. Ada apa
dengan MRR? Ternyata ada persyaratannya dibalik semua itu dan
lebih “gila” karena persyaratan itu datang dari MRR. Ini bukan
sebaliknya? Waow...apalagi sih gerangan si Daeng Ketum, sapaan
akrab pria Makasar. Apa persyaratannya? “Boleh memberikan
bantuan kepada IGI asalkan jangan sesekali mengganggu kultur
Organisasi IGI yang sudah selama ini kami bangun bersama dengan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 292

apik”. Lidah pemimpin MRR memang sulit ditebak. Mau di bawa ke
mana? Ini rahasianya yang menjadi alasan yang paling mendasar.
Bahwa berangkat dari pengalaman sebelumnya bahwa dana bantuan
tersebut memang ada namun dibatasi. Menurut pikiran MRR bahwa
bantuan seperti ini kurang cocok untuk IGI. Daeng lebih
menekankan kepada pemerataan pemberian dana kepada seluruh
pengurus IGI dan anggotanya. Tidak bagus menganaktirikan IGI.
Beberapa daerah mendapat bantuan sementara di daerah lain
bergerak dengan dana operasional dari saku sendiri. Ini sangat tidak
baik untuk tumbuh kembang IGI ke depannya. Bisa juga membawa
malapetaka bagi IGI. Gesekan-gesekan bisa terjadi hanya karena
uang. Memang uang itu segala-galanya. Namun, perlu diingat bahwa
uang bukan segala-galanya. Kitalah yang sebenarnya segala-galanya.

Daeng MRR memang boleh dibilang pemikir dan pejuang.
Layaknya orator ulung Bung Kanis asal Flores Timur NTT yang
dijuluki dengan “Pemikir pejuang” dan “pejuang pemikir”. Daeng
MRR adalah sosok pemikir cerdas dan gigih dalam memperjuangan
kepentigan guru-guru IGI. Selain itu, Daeng MRR juga sebagai
pemimpin yang selalu penuh dengan perjuangan memikirkan nasib
anggota IGI yang tersebar merata di seluruh pelosok nusantara ini.
Daeng MRR memang mau membangun IGI dengan kemandirian
termasuk bagaimana memanej kemandirian finasial organisasi IGI.
Tidak lagi bergantung pada siapapun. Kemandirian dalam
membangun diri termasuk kemandirian dalam pengelolaan. Mandiri
dalam membangun mitra kerja. PT Samsung menjadi pilihan pertama
IGI, berikutnya Epson. Selain itu kemandirian IGI terbentuk sejak
ToT pertama kalinya diselenggerakan di Surabaya. Setelah sukses
menyelenggarakan pelatihan, teman-teman IGI kembali ke
daerahnya masing-masing dan melatih sesama guru di sekitarnya.

MRR dan Solusi Fenomena Botol Kosong Tapi Tertutup

Filosofi botol kosong memang tak asing lagi ketika terdengar
di telinga. Ada dua hal yang menarik dalam fenomena ini. Botol
kosong hendaknya wajib bahkan harus diisi agar menjadi lebih
berguna. Hal kedua adalah botol kosong tetapi masih tertutup bahkan
tetap tertutup. Ditawarkan untuk diisi namun tidak mau membuka

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 293

tutup botolnya. Ini menarik untuk dikaji lebih mendalam. Hal ini
terbukti dengan nilai yang keluar saat uji kompetensi 2015 sangat
jauh di bawah standar. Faktanya bahwa hanya 6,1 % guru mIndonsia
yang dianggap layak untuk mengajar. Guru-guru merasa hebat tetapi
minim kemampuan. Masalahnya bahwa guru-guru kita tidak mau
dilatih oleh guru muda kita, padahal dianggap sudah layak melatih
guru lain. Punya kompetensi yang lebih daripada guru lainnya.

Apa masalahnya dibalik fenomena ini. Ternyata ada
kesenjangan sosial, guru yang lebih tua merasa diri kecil bahkan
sangat rendah jika dilatih oleh guru muda. Hal lain terlihat juga
ketika guru yang saat itu sedang mengemban jabatan sebagai kepala
sekolah, guru berprestasi zaman old sehingga mereka merasa diri
sudah lebih dan tidak mau dilatih oleh guru muda. Tentunya tutup
botol mereka susah untuk dibuka dan diisi dengan perkembangan
kemjauan keterampilan teknologi kekinian yang jauh lebih maju dari
pada zaman dulu. Tutup botol mereka jika sulit dibuka maka ini
seperti sebuah penyangkalan diri. Seolah-olah dirimulah yang terbaik
di muka bumi ini. Sama sekali tidak memiliki kekurangan apapun.

Ini sebuah ego yang memang harus dihilangkan. Karakter
yang ingin menang sendiri sama sekali tidak membawa
keberuntungan bagi diri sendiri. Kita akui bahwa semua orang paati
mempunya kelebihan dan kekurangan. Tapi tidak semua orang
berani mengakui kekurangannya di deoan orang lain. Sikap lapang
dada dan legowo seharusnya digunakan. Bersedia menerima diri apa
adanya untuk menambah pengetahuan dengan belajar dari siapa saja
tanpa memandang buluh. Baik tua maupun muda sebenarnya bukan
menjadi sekat penghalang. Jika mau maju dan berkembang harus
mampu menerima diri apa adabya sembari tetap membuka diri untuk
menerima ilmu dan ketwramlilan orang lain. Jika ini dijalankan
dengan hati yang baik maka jayalah guru2 indonesia. Kompetensi
meningkat dan prestasi melintang. Bukankah ini menjadi idaman
semua insan guru kita. Bukankah ini menunjang profesi guru kita.
Bukankah ini juga mendukung program pemerintah meningkat
kualitas pendidikan kita. Jika kita semakun menutup botol setengah
penuh kita, apa mungkin kita mampu berdaya saing di level nasional
maupun internasional. Mari kita sejenak refleksikan untuk segera
membuka tutup botol setengah penuh kita.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 294

Mungkin di awal memang sulit, tapi seiring perjalan waktu
akan menjadi mudah. Hanya dengan mengakui kekurangan diri di
depan orang lain, ternyata justru membuatmu tampak lebih menarik
dan percaya diri. Proses yang akan membuatmu teelihat lebih
manusiawi, tampil apa adanya, lebih mampu menerima kekurangan
orang lain, bersedia menyediakan tempat di hatimu untuk orang lain
dapat mengisi ruang botol kosongmu. Dengan itu dirimu akan
terlihat lebih rendah hati karena dirimu audah berani mengakui
kekurangan sendiri. Ego dan angkuh diri akan semakin terhimpit dan
sirna. Pergi jauh dari kehidupan kita. Prestasi yang mengagumkan
siap menghampiri dirimu. Prestasi adalah bagian dari hidup kita
sambil tetap menerima kekurangan yang ada pada diri kita. Jangan
malu lagi mengakui kekurangan diri untuk menjemput prestasi yang
ada di depan mata.

Permasalahn klasik ini menimpa hampir semua gurudi tanah
air ini. Memang sangat sulit untuk menerobos sekat yang telah
sekian lama terpelihara dengan baik. Namun, tidak bagi IGI. Melalui
tangan pemimpin MRR mampu mendobrak sekat serakah manusia
dengan lebih mengutamakan dan terus mendekatkan pelayanan pada
guru Indonesia. Apa terobosan MRR? Sangat simpel namun tidak
banyak dipikirkan oleh pemimpin organisasi profesi pada umumnya.
Saling silang pelatih IGI yang tentunya telah dipersiapkan secara
matang dan berkualitas melalui Training of Trainer (ToT). Guru-
guru di IGI harus ditukar dari satu daerah ke daerah lainnya di
seluruh pelosok negeri ini. Pelatih nasional IGI DKI Jakarta melatih
di Papua, dan dari Papua ke Bandung. Pelatih IGI Makasar ke
Kalimantan dan Kalimantan ke NTB. Pelatih NTT ke Bali dan Bali
ke Sumatera, dan sterusnya. Sebagai pelatih nasional juga saya
pernah diterbangkan ke Bali, melatih 400-an guru-guru di Bali.
Sangat menarik memang ide brilian milik MRR ini. Selain berbagi
ilmu juga menambah wawasan pengetahuan kita. Apalagi di tempat
yang baru pertama kali kita datangi. Tempat baru pasti banyak ide
baru. Kreatif baru semakin mendorong untuk melakukan inovasi
baru. Sementara bagi peserta semakin terdorong motivasinya untuk
ikut menjadi peserta pelatihan. Apalagi yang datang adalah pelatih
nasional. Rasa ingin tahun semakin menjadi akhirnya terlibat dalam
pelatihan yang digelar IGI. Satu kali ikut sebagai peserta rasanya

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 295

ingin mau tambah lagi. Akhirnya menjadi kecanduhan dan selalu
terlibat aktif tanpa harus diajak bahkan dipaksakan. Karena terbiasa,
maka akan menjadi biasa. Suatu ketika akhirnya juga dipercayakan
oleh IGI pusat melalui ToT untuk menjadi pelatih Nasional dan siap
diterbangkan kemana saja di tanah air tercinta ini. Ternyata ide ini
sangat berkualitas sehingga mampu mendobrak sekat dan menarik
simpati kalangan guru tanah air untuk segera membuka tutup
botolnya. Ada yang mungkin masih kosong tetapi ada juga yang
setengah penuh. Sebuah trik pemungkas nan mumpuni dan memang
joss, sukses membuka tutup botol itu. Dalam kurun waktu yang tidak
lama, hanya 5 tahun belakangan ini, berhasil melatih ribuan bahkan
jutaan guru Indonesia yang berkualitas dan mampu berdaya saing.
Bahkan merambah hingga ke daerah yang organisasi IGI daerahnya
belum terbentuk. Pengaruh baik ini akan berdampak pada
pembentukan IGI di daerah tersebut. Itulah geliat IGI yang berpikir
besar dan bertindak global untuk kemajuan pendidikan negeri
tercinta tanah air Indonesia ini.

Mengapa IGI lakukan demikian? Karena tuntutan kualitas
siswa yang terus meningkat merupakan salah satu tantangan bagi
guru untuk meningkatkan kompetensi. Selain hal itu, seorang guru
harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi profesionalisme dan kompetensi sosial. Namun,
demikian pada kenyataanya, tidak semua guru memiliki kompetensi
yang seharusnya dikuasai oleh seorang guru. Untuk itu IGI hadir
bukan untuk membawa masalah. Namun, IGI hadir untuk
menyelesaikan masalah. Hadir dengan sedikit berbicara dan lebih
banyak berbuat dan menghasilkan karya-karya baru. Hal ini terbukti
melalui kanal-kanal pelatihan hasil karya guru IGI. Dalam waktu
yang termasuk sangat singkat, rekan-rekan guru IGI yang tersebar
hampir di seluruh antero negeri ini dan mampu menghasilkan
puluhan kanal pelatihan yang siap hadir datang dan menyapa bapak
ibu guru tanah air untuk sesegera mungkin mengisi botol kosong
para guru.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 296

MRR Bergerak dan Menggerakan

Selama 5 tahun memimpin, banyak terobosan baru. Banyak
gerakan baru. Sarat kreativitas dan mampu mendulang inovasi baru.
Bergerak dan menggerakan. Penasaran? Mau ingin tahu tentang apa
dan bagaimana MRR bergerak dan menggerakan guru tanah air?
Mari kita bedah bersama, seseungguhnya apa isi perut IGI? Berikut
di antara kanal-kanal sebagai program nasional IGI, hasil karya
ciptaan guru IGI di bawah pimpinan Daeng MRR yaitu kanal:

SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku). Ibunda Nurbadriyah
sebagai Penanggung Jawab Sagusaku ini lebih fokus melatih dan
memberikan bimbingan kepada guru untuk menulis buku hingga
terbit. Selain itu juga telah melahirkan para trainer-trainer baru yang
siap melatih guru-guru lainnya dalam membuka dan menggali
potensi guru dalam menuangkan ide dan kreativitas dalam tulisan.
Selaku sekretaris IGI, saya dipercayakan sebagai ketua panitia dalam
dua kegiatan bersamaan berskala besar yang dikemas oleh IGI Flores
Timur, yaitu pelantikan Pengurus IGI Flores Timur masa bhakti
2018/2023 dan kegiatan berikutnya adalah pelatihan Menulis Buku
Hingga Tuntas. Masih terekam di file kepala saya dan siapa saja
yang hadir mengikuti hajatan besar perdana bersama IGI Flores
Timur di aula Hotel Fortuna 2 Larantuka, Sabtu, 17 Maret 2018
silam. Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH,
walaupun ditengah kesibukan dengan jadwal yang cukup padat,
namun masih menyempatkan diri untuk hadir membuka dengan
resmi kegiatan Perdana IGI Flores Timur berskala nasional ini. Saya
harus jujur dengan diri sendiri ketika mendengar sambutan hangat
dari orang nomor dua di kabupate Flores Timur ini. Menerima
dengan penuh sukacita, lahirnya IGI di tanah Lamaholot Flores
Timur. Untaian kata demi kata tentang IGI cukup mendetail
dilantunkan didepan ratusan peserta, semakin menambah rasa
percaya diri bapak ibu guru Flores Timur untuk mendaftar dan
bergabung di IGI. Rupanya tamatan dengan nilai cumlaude ini tahu
banyak tentang IGI di kancah nasional. Hampir semua isi perut IGI
dikeluarkan semuanya agar dapat memastikan kepada peserta dan
publik bahwa IGI akan tumbuh subur di bumi Flores Timur. Ini lidah
pemimpin yang cukup berpengaruh besar.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 297

Hadir melantik saat itu Ibunda Nurbadriyah, M.Pd, pengurus
Pusat IGI sekaligus Penanggung Jawab Sagusaku yang ditemani oleh
dua orang pengurus pusat lainnya, Ibunda Yulismar dan Guslaini
atau lebih dikenal dengan Bhp Riau. Setelah pelantikan, ketiga guru
hebat nasional ini melanjutkan dengan memberikan Pelatihan
Menulis Buku Hingga Tuntas. Tembok Fortuna menjadi saksi bisu
tetapi bersejarah . Di tengah terpaan ganasnya sengatan sang raja
siang langit bumi Flores Timur, namun tak mampu mematahkan
semangat para Guru Flores Timur. Tiga guru hebat kita ini mampu
menghipnotis ratusan peserta yang memadati lantai 3 Aula Hotel
Fortuna Larantuka. Peserta membludak dan rupanya lantai 3 aula itu
tak mampu menduduki peserta pelatihan. Panitia sepertinya
kelabakan kehabisan ruang tempat pelatihan. Lantai 2 Fortuna pun
menjadi alternatif tepat dan cepat. Perdana Guru-Guru Flores Timur
dilatih oleh coach nasional IGI Pusat dan seolah-olah kerinduan
mereka terobati. Sinar mentari Larantuka seketika itu juga terlihat
redup kala itu ketika mendengar suara lantang penuh semangat
berapi-api dari tiga nara sumber hebat ini. Sesekali terdengar suara
riuh dan tepuk tangan peserta yang menggemuruh, pertanda
semangat mereka semakin menjadi. Sungguh luar biasa. Perdana
terjadi di Flores Timur dengan peserta 405 orang, terbanyak
sepanjang sejarah. Sebagai ketua panitia kegiatan, saya patut
berbangga atas kerja keras dan kerja cerdas teman-teman panitia dan
pengurus IGI Flores Timur walaupun saat itu bekerja tetapi masih
menyandang status panitia bayangan karena memang belum dilantik.
Perdana dan langsung waow, boleh dibilang sukses dengan mampu
menerbangkan 3 orang pelatih nasional sekaligus dari IGI Pusat dan
salah seorang utusan kemendikbud Kabag Umum Bidang
peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Kemeriahan SAGUSAKU IGI Flores Timur sungguh terasa dan
kami akhiri dengan Tarian DOLO Bersama para nara sumber hebat
kelas nasional.

IGI Flores Timur saat ini baru berusia balita, namun sudah
membawa dampak besar bagi iklim organisasi di Kabupaten Flores
Timur. Animo yang tinggi dari para guru semakin menggebu-gebu
ketika terlihat semakin aktif mengikuti kegiatan yang digelar di atas
panggung pentas IGI Flores Timur, baik daring maupun luring. Baik

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 298

sebelum pandemi maupun disaat pandemi. Semua kegiatan bersifat
pelatihan dan tidak membuat jenuh peserta. IGI Flotim semakin di
hati.

SAGUMANISAN (Satu Guru Mahir Penilaian Berbasis
Android). Sagumanisan adalah kanal untuk melatih guru
menggunakan sistem penilaian digital. Melalui pelatihan ini
diharapkan guru mampu penggunaaan aplikasi penilaian berbasis
android sampai mahir. Menggunakan aplikasi Plickers, zipgrade dan
Class 123, maka guru mendapatkan raport hasil penilaian serta
analisisnya berbentuk file pdf dan excel. Muntasir Hak, S.Pd, sebagai
pelatih Nasional IGI sebagai pemilik kanal ini, jauh-jauh dari
Sulawesi Selatan, datang dengan penuh semangat menyapa guru-
guru Flores Timur, tepatnya di Pulau Adonara, kecamatan Adonara
Timur. Melalui kepanitian yang terbentuk dan atas kerja sama IGI
dengan salah satu Putera daerah Adonara, yang saat itu menjabat
sebagai anggota DPD RI, Bapak Syafrudin Atasoge, akhirnya
berhasil mengemaas kegiatan bertaraf nasional. Para guru Flores
Timur berbondong-bondong berdatangan, meskipun harus rela
menyeberangi laut hanya dengan menggunakan kapal motor kecil.
Ada juga harus rela menginap semalam demi mengais ilmu baru
berteknologi digital itu. terdata, 148 guru Flores Timur memadati
aula lantai 2 SMA Surya mandala Waiwerang, dalam rangka
memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2018. Namun
kegiatan dimajukan satu hari sebelumnya, 1 Mei 2018. Hadir juga
pelatih Nasional, Bapak Abdul Rashid. Hadir juga saat itu 3 rekan
pengurus IGI wilayah NTT, salah satunya sahabt karib saya, Abas
Muchtar, teman bangku kuliah saya. Perasaan saya berbinar-binar.
Lengkap sudah, selain ilmunya dapat juga mengobati kerinduan
setelah sekian lama pisah bersama teman seangkatan kampus
Universitas Nusa Cendana Kupang.

SAGUSATEG (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna).
Sagusateg adalah program dari Ikatan Guru Mata Pelajaran Kimia
(IGMP Kimia) untuk mengajak para guru membuat sebuah inovasi
terbarukan (teknologi tepat guna) dalam bidang energi dan bidang
sains lainnya. Secara tidak langsung kanal ini membantu pemerintah
dan masyarakat dalam menemukan inovasi-inovasi baru dalam
teknologi ramah lingkungan dan terbarukan. Zulfah Magdalena,

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 299

M.Pd, asal Balangan, Kalimantan Selatan, pemilik kanal ini yang
juga pelatih nasional IGI, mengajak guru untuk peduli lingkungan,
dan karya guru ini bisa masuk sebagai hasil karya inovatif guru
untuk penilaian angka kredit guru. Guru dibimbing untuk
mengeksplorasi inovasi-inovasi baru dibidang teknologi, membuat
proposal penelitian, membuat laporan hasil penelitian, hingga
dipublikasikan.

Selaku Sekretaris IGI Flores Timur, turut bangga dikukuhkan
menjadi pelatih nasional di gedung jakarta Convention Centre 2018.
Tidak mudah mendapat kepercayaan ini. Segala proses wajib
dipenuhi. Salah satunya adalah atas karya reset penemuanku, MESIN
PENGAWET TNAP LISTRIK. Setelah presentase alatku tersebut di
depan rekan-rekan guru IGI, dan atas karya baru dan terbarukan ini
akhirnya pantas dipercyakan menjadi coach nasional IGI. Sertifikat
dan surat keputusan legitimasi diberikan saat itu juga. Mejadi
moment langkah penuh sejarah, Guru kampung Flores Timur mampu
bersaing bersama para guru gebat lainnya di tingkat nasional. Saat itu
bertepatan dengan RAKORNAS Tahun IGI bersamaan dengan
GESS. Selang beberapa bulan kemudian di tahun yang sama, dalam
rangka HGN dan HUT IGI ke-9, saya diterbangkan ke Bali bersama
kedua rekan pelatih Nasionla kanal sagusateg. Ibu Zulfah
Magdalena, M.Pd, dari Kalimantan sebagai founder kanal Sagusateg
dan ibunda Dra.Dyah Istami Suharti, M.KPd. Bertiga namun hanya
satu tujuan. Berbagi bersama rekan-rekan guru di Bali. Tercatat ada
80 orang rekan-rekan guru Bali hadir di aula LPMP Bali. Materi 20
% dan langsung mengajak bapak ibu guru untuk praktek an
pembimbingan Pembuatan Teknologi Tepat Guna. Founder
Sagusateg, Ibu Zulfah Magdalena, M.Pd, hadir dengan inovasi yang
terbarukan, alat pembangkit listrik tenaga angin, dan masih banyak
lainnya yang berkaitan dengan kanal kami. Sementara ibunda Dra.
Dyah Istami Suharti, M.KPd, dengan inovasi Bonggol Pisang dan
saya sendiri dengan karya inovasi teknologi terbarukan yaitu Komfor
Tanpa Minyak Tanah. Selain berbagi namun menjadi keinginan yang
mungkin masih terpendam di dalam hati selama ini. Apa lagi di Bali
sebagai ikonnya Indonesia di mata dunia dengan panorma alammnya
yang sungguh luar biasa. Ide MRR ini memang unik. Bergerak dan
Mampu menggerakan guru-guru tanah air ini untuk terbang ke mana-

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 300

mana hingga ke seluruh penjuru negeri ini. Apalgi yang tidak ada di
IGI. Semuanya tersedia dan boleh dibilang sangat lengkap dengan
menu-menu yang menarik dan kekinian.

SADAR (Sarasehan Dalam Jaringan) dan SIDARING
(Diskusi Matematika Dalam Jaringan). SADAR adalah ruang diskusi
bagi seluruh guru Indonesia melalui video conference. Sadar menjadi
ruang belajar yang murah, pemateri gratis, tanpa perlu surat tugas,
hanya butuh kemauan dan jaringan internet yang stabil. Program
kerjasama IGI dengan Seameo Seamolec ini menggunakan WebEx
sebagai platform kegiatan. Sebuah aplikasi online yang
dikembangkan oleh Cisco agar para pengguna bisa saling
berkolaborasi lewat gambar, video, dan suara dari mana pun secara
lebih mudah. WebEx mengkombinasikan komunikasi lewat Telepon
dengan tampilan di layar Komputer. WebEx dapat menampung lebih
dari 500 pengguna device untuk bergabung pada room yang
disediakan. Pada jaringan internet yang stabil, WebEx memiliki
kejernihan suara dan tayangan termasuk tampilan layar monitor
presentator dengan mudah.

SADAR diilaksanakan setiap Rabu Malam pada Pukul 19.15 –
21.15 WIB. Hingga akhir Desember 2017 sudah berjalan sebanyak
44 Episode. Umi Tira Lestari, sebagai penanggung jawab kanal ini
penuh energik menyuarakan dan menyerukan hampir seantero guru
negeri ini untuk mulai mereflesikan diri dan secara sadar betul,
bergabung secara virtual, melalui saraehan dalam jaringan. Sejak
tahun 2017 saya tergabung dalam grup whasApp kanal SADAR IGI
Nasional dan tidak sia-siakan kesempatan emas ini. Selalu terlibat
aktif pada hari Rabu SADAR. Banyak ilmu dan pengalaman yang
diperoleh. Wawasan semakin bertambah seiring bertambahnya
jaringan kolega sesama rekan guru Indonesia dari sabang sampai
Merauke.. Awalnya hanya menjadi peserta SADAR, namun akhirnya
diberi kesempatan untuk menjadi narasumber. Selain sebagai nara
sumber, kami juga menerima tantangan dari Ibu Umi Lestari untuk
bagaiaman mengelolah room webex meeting, mulai dari seting
aplikasih sampai kepada bagaimana menjadi host, presenter dan
moderator, perekam layar, desaiter flyer, deskribsi flyer juga hingga
pada publikasih flyer kegiatan. Umi Tira Lestari, dengan penuh sabar
dan sarat keibuan, berbagi dengan hati hingga tuntas yang ditunjukan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 301

dengan praktek di lapanagan. Saya dan teman lainnya sebagai
pemula penuh dengan tantangan, juga bagaimana membagi waktu
antara tugas di sekolah dan di rumah. Namun semua ini saya dan
teman laiiinya mampu jalani dengan baik dan sangat puas strategi
joss dari founder Kanal ini, Umi Tira Lestari. Saya merasa beruntung
sekali, tanpa biaya dan hanya bermodalkan pulsa data didukung
dengan semangat yang membara, ahkirnya mulai perlahan-lahan saya
bisa mengetahui apa jiwa IGI sesungguhnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab saya setelah mengikuti kanal
SADAR ini, akhirnya saya dipercayakan sebagai Instruktur Nasional
untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua. Sebagai Trainer untuk
bapak ibu guru lainnya. Ini juga levelnya nasional dan sangat
berjalan baik. Yang masih hangat dan masih terasa hingga saat ini
ketika wabah pandemi covid-19 menyambangi negeri ini
terkhususnya kami di kab. Flores Timur. Jujur saja bahwa para guru
Flores Timur - NTT sangat belum siap, seperti guru di propinsi
lainnya. Ketika dirumahkan dan memang benar di rumah. Entah
harus berbuat apa dan bagaimana. Semuanya tetap di rumah. Apalagi
di minggu pertama saat covid itu tiba. Panik bercampur takut seakan
membuyarkan atas tanggung jawab profesi sebagai seorang guru.
Hanya bisa menunggu balada ini pergi dan baru bisa memulai
aktifitas di sekolah. Selaku guru IGI Flores Timur, ada ketakuatan
untuk covid, namun tidak untuk pembelajaran siswa. Sejak 2017
berproses di SADAR IGI hingga saat pandemi menyerang di bulan
Februari 2020, saya sudah sanagt siap untuk menjalankan
pembelajaran ajarak jauh (PJJ) tingkat sekolah saya. Kurang lebih 3
tahun lebih SADAR IGI sudah membekali saya dengan seribu satu
plafond teknologi digital masa kini. Saya adalah guru pertama di
Flores Timur bahkan mungkin di NTT yang mampu menjalankan PJJ
bersama siswa di minggu pertama pandemi menggunakan aplikasih
room webex meeting dan zoom meeting. Ini bukan tentang sebuah
kebetulan tetapi juga mejadi lompatan jauh guru muda Flores Timur
menjadi guru digital di jaman digital, seperti lazimnya selalu
disuarakan dalam pidato Presiden kita, Ir. Jokowi Dodo tentang guru
Digital menggunakan start up tol langit.

Hari berganti dan bulan pun demikian di tengah badai
pandemi. Akhirnya tercium juga di mata wartawan lokal Flores

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 302

Timur, Adam Betan, pemilik AFB Tv. Menghubungi via whasapp
dan memberi janji untuk meliput kegiatan PJJ perdana di Flores
Timur. Memang kita emua akui bahwa PJJ tidak seefisien dengan
tatap muka di kelas. Namun apa mau di kata, covid tak mengenal itu.
Dari pada tidak sama sekali masih mendingan tatap muka secara
virtual bersama siswa. Selain materi tetapi lebih dari itu menjawab
kerinduan untuk bersilahturahmi dengan siswa kita. Sesekali di sela-
sela PJJ, kutitipkan pesan moral, ingat patuhi protokol kesehatan.
Jaga Jarak, pakai masker, cuci tangan dan tetap dirumah. Jangan
bepergian kemana-mana. Cukup di rumah saja. Bekerja dari rumah
dan belajar dari rumah. PJJ berjalan lancar sejak Februari sampai
dengan April 2020 bersama siswaku SMPK Sanctissima Trinitas
Hokeng. Sebagai Sekretaris IGI Flores Timur, tidak baik jika virus
baik ini tidak dibagikan ke rekan guru lainnya. Minggu terakhir
bulan April 2020, menemui kepala Dinas PKO Kab. Flores Timur,
atas nama organisasi IGI Flores Timur, menawarkan salah satu
aplikasih digital untuk PJJ siswa Flores Timur sebagai salah satu
alternatif menjawabi situasi pandemi covid-19 di Flores Timur. Apa
jawaban kepala dinas PKO Flores Timur. Ama guru ini seperti di
utus oleh Tuhan. Dan Tuhan mendegar doa kita. saya juga baru saja
mendiskusikan hal ini bersama kepala bidang SD dan SMP juga
Kepala Seksi Kurikulum dinas kita, tentang bagaimana membangun
komunikasih secara masal dengan para guru Flores Timur dan
bagaimanacaranya sehingga walaupun siswa dan guru dirumahkan
tetapi tetap melakukan pembelajaran.ternyata ama guru datang
dengan membawa solusi. Dalam hati kecilku turut berbangga namun
tetap seperti ilmu padi. Cerita singkat padat dan jelas dan bersepakat
segera eksekusi. Hanya Tujuh hari persiapan bersama rekan-rekan
pengurus IGI Flores Timur dan berhasil menyelenggarakan program
“Webinar Edukasi Flores Timur”, yang secara resmi dibuka oleh
Kepala Dinas PKO Kab. Flores Timur, bapak Drs. Bernadus Beda
Keda, M.A.P pada tanggal 2 Mei 2020, bertepatan dengan Hari
Raya Pendidikan Nasional dengan fokus sasaran kepada guru dan
kepala sekolah SD dan SMP se-kabupaten Flores Timur. Alhasil
berjalan baik setiap minggunya dengan menggandeng juga nara
sumber nasional dan para praktisi pendidikan juga dari kaum
akademi kerja sama IGI dengan pihak Kampus Universitas Timor

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 303

NTT. Masing-masing kepala sekolah tidak perlu menunggu lama,
bersama para guru di sekolahnya melakukan uji coba bersama siswa
dan lancar. Ada sekolah yang masih berjalan sampai dengan
sekarang karena memang zona merah covid. Mendapat pengakuan
banyak orang bahwa program webinar untuk guru ini pertama
dilakukan oleh IGI Flores Timur. Sambutan hangat datang bertubi-
tubi dari semua kalangan. Tentunya tidak terlepas dari peran semua
pihak. Selain pengurus IGI, ada juga pembina IGI Flores Timur,
abang Aurelius Teluma, dosen salah satu kampus di NTB, yang juga
kakak kelas di waktu SMP dulu.

Rupanya wakil Bupati Flores Timur, Agustinus payong Boli,
SH selalu mengikuti jejak rekam digital guru-guru muda IGI Flores
Timur. Pada tanggal 29 Mei 2020, saya selaku sekretaris Daerah IGI
Flores Timur bersama Ketua Daerah IGI Flores Timur, Fransiskus
Xaferius Berek, M.Pd, diundang menghadiri Live News di APB
Channel, media Build Education. Dalam Bincang malam kami,
dengan tema Belajar Online Ditengah Corona. Kami diberi
kesempatan tampil dimedia digital dihadapan publik untuk
menceritakan suka duka kami bergerak dan menggerakan para kepala
sekolah dan para guru Flores Timur untuk bagaimana mendesain
pembelajaran jaraj jauh bersama siswa di tengah badai corona. Boleh
dibilang cukup memberi dampah baik bagi kalangan guru Flores
Timur, sehingga malam itu, 29 Mei 2020 bersama ketua daerah IGI
Flores Timur mendapat Award langsung dari wakil Bupati Flores
Timur sebagai Guru Muda Inspirator Flores Timur di tengah
pandemi covid-19.

Semua ini tentunya tidak terjadi begitu saja. Kehebatan MRR
melalui ibunda Umi Tira Lestari mampu membentuk kami. MRR
memang luar biasa mempunya ratusan bahkan ribuan guru pelatih
nasional yang hebat. Mampu mencengkram guru tanah air dalam
waktu yang singkat. Hanya 5 tahun tersebar merata hingga di
pelosok Flores Timur. sebuah terobosan baru di era digital dengan
kualitas yang sama sekali tidak diragukan. Kerja nyata untuk mutu
pendidikan anak didik kita melalui peningkatan kompetensi guru.
SIDARING lebih spesifik pada pengembangan kapasitas guru-guru
Matematika se-Indonesia. Namun dalam perjalanannya juga bisa
diisi oleh guru-guru non Matematika karena adanya permintaan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 304

peserta. Sidaring adalah kerjasama IGMP Matematika, Seameo
Seamolec dan Casio, mulai dilaksanakan pada Tanggal 18 Februari
2017. Dilaksanakan setiap Jumat Malam pada Pukul 19.15 – 21.15
WIB. Hingga akhir Desember 2017, Sidaring sudah menjalankan 23
Episode. Penanggung Jawab: IGMP Matematika Indonesia

SAGUSOFT 365 (Satu Guru Satu Akun Office 365). Sagusoft
365 bekerjasama dengan Microsoft untuk mengenalkan pemanfaatan
Office 365 dalam pembelajaran. Microsoft Indonesia telah
memberikan secara gratis portal Office 365 kepada IGI pada domain
igi.or.id. Sehingga setiap guru bisa memanfaatkan Office 365 dalam
pembelajaran, misalnya membuat kelas online, presentasi kreatif
berbasis sway, video conferencing menggunakan skype for business
dan lain-lain. Kanal ini mendukung upaya Paperless and Borderless
Classroom di Indonesia. Tepatnya tanggal 20-21 Oktober 2018,
hanya berbekal semangat muda yang terus membara, akhirnya
Garuda Indonesia bawa aku terbang juga ke Makasar, kota Daeng.
Kota kelahiran Daeng Ketua Umum IGI Pusat. Yuche Yahya
Sukaca, Jawa Tengah, selaku master Trainer Microsoft Office 365
bersama Tim MIEE (Microsoft Innovative Educator Expert)
Anastasia Moertodjo, dalam kegiatan ToT MIEE. Bersama 50 rekan
guru lainnya mendapat kesempatan baik ini untuk dilatih menjadi
trainer nasional dan siap berbagi ke seluruh belantara negeri ini.
Fitur-fitur Office 365 ini memang cukup lengkap. Teknologi dgital
ini dalam rangka mewujudkan kondisi paperless and Borderless
School. Karena kesibukan baik sebagai guru maupun sebagai
sekretarid IGI Daerah Flores Timur, Sagusoft ini sempat belum
mendapat tempat dihatiku untuk dikembangkan dan dibagikan. Masa
pandemi mengahruskan kita bekerja dari rumah. Melalui Program
Diseminasi ToT secara virtual dan serentak seluruh indonesia, maka
menyempatkan diri untuk mendaftar untuk menggali lagi ilmu yang
sudah dua tahun sempat belum terupdate sama sekali. Akhirnya
mampu membackup memori di file kepala dan akhirnya mendapat
legitimasi sebagai Trainer Nasional Microsoft Office 365. Namun
tidak semudah yang kita bayangkan, walaupun secara virtual.
Tantangan adalah harus melatih minimal 20 peserta secara virtual
tentang fitur-fitur office 365 hingga tuntas. Tantangan sekaligus
peluang ini penuh dengan tantangan di tengah keterbatasan jaringan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 305

internet Flores Timur. Akhirnya bisa lalui dan berhasil melatih 48
guru Nusa Tenggara, Bali dan jawa.

Sebagai bukti nyata bahwa di sekolah saya yang baru, SMP
Negeri 1 Larantuka, sudah mengajukan deploy Office 365 sejak
bulan Juli 2020. Pelatihan telah dibuat 2 kali didepan 80-an guru
Spensa One Heart Larantuka. Hampir semua fitur telah saya bedah
bersama team one heart. Pada latihan kedua, per tanggal 3-5
November 2020, tentang desain soal ujian akhir semester
menggunakan fitur form-kuis. Semua guru sudah siap dengan desain
soal ujian tersebut dan pada bulan Desember 2020 ini, untuk pertama
kalinya menyelenggarakan ujian akhir semester menggunakan media
digital berbasis android. Sebanyak 369 tablet Kaselir sudah tiba dan
siap dibagikan kepada siswa baik saat membelajarkan siswa di kelas
maupun tugas, ulangan dan ujian. Ini langkah perdana tingkatan
SMP di Flores Timur.

SAGUSAVID (Satu Guru Satu Video Inovasi Digital).
Sagusavid adalah sebuah kanal pelatihan berbasis IT yang
menggunakan software pembuatan video. Pelatihan sagusavid
memakai metode Luring dan Daring. Output dari kanal ini adalah
menghasilkan video pembelajaran berupa video tutorial
pembelajaran dan inovasi digital dalam pembelajaran berbasis IT.
Sagusavid menggunakan Focusky (berbasis laptop) serta Videoshow
dan kinemaster (berbasis smartphone). Penanggung jawab: Tri
Goesema Poetra, M.Pd. (Riau)

SAGUSAVI (Satu Guru Satu Video Pembelajaran). Sagusavi
adalah kanal pelatihan pembuatan video pembelajaran berupa video
klip atau film pendek berdasar dari materi pelajaran. Materi pelajaran
dituangkan menjadi ide cerita, sinopsis, dan skenario untuk dibuat
menjadi multi pembelajaran untuk siswa. Disebut multipembelajaran
karena selain belajar materi pelajaran, secara tidak langsung siswa
juga belajar mencari ide cerita, menulis sinopsis, skenario dan
bermain peran serta menjadi kameramen. Proses editing dan
finishing menjadi tugas guru sebagai bentuk inovasi dalam berkarya.
Kecuali untuk jenjang SMA/SMK, siswa bisa diarahkan dan
dilibatkan dalam proses editing dan finishing. Penanggung jawab:
Widi Astiyono, S.Ag, M.Pd. (Jawa Tengah).

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 306

SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi). Pada kanal ini guru
dilatih untuk mahir membuat aplikasi pembelajaran yang bisa
diakses melalui android. Guru bisa merancang dan membuat materi,
soal evaluasi, serta animasi lainnya sebagai media pembelajaran
yang kemudian bisa dishare melalui playstore. Saat ini Sagusanov
telah mengembangkan varian-varian pelatihan berbasis digital.
Semuanya untuk memudahkan guru dalam membuat media
pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah
berkembang saat ini. Saat ini IGI sudah mengembangkan SIM Guru
Pembelajar. Melalui sistem digital ini, pelatihan-pelatihan IGI dapat
terdata dengan baik, dari jumlah peserta, pelatih, hingga bisa
mengeluarkan sertifikat online. Dalam infografis, Mas Kholik
melaporan perkembangan kanal ini yaitu ada berbagai varian dari
Sagusanov telah dilatihkan kepada guru. Diantaranya adalah
Sagusanov Sites, Sagusanov Doc, Sagusanov Sheet, Sagusanov
Power Point, Sagusanov Pemanfaatan AR 33 dan lain-lain.

SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik Pembelajaran). Guru-
guru kita dilatih untuk membuat komik berbasis photografi dan
storytelling. Komik ini bisa digunakan guru sebagai media
pembelajaran di kelas. Abdul Karim sebagai pemilik kanal ini,
memberi keterampilan tentang teknik photografi, editing gambar,
dan bercerita (storytelling). Menggunakan aplikasi Comic life, guru
dengan mudah bisa membuat komik dengan foto-foto hasil jepretan
sendiri. Produk akhirnya bisa berupa komik cetak maupun komik
digital.

SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog), suatu kegiatan
pembuatan media pembelajaran berbasis blog yang menarik,
interaktif dan menyenangkan. Mengajak guru-guru Indonesia untuk
memperkaya dunia internet dengan konten pendidikan, serta
memberi informasi-informasi dari sumber yang bisa
dipertanggungjawabkan. Amin Mungamar, Penanggung jawab lebih
menekankan pada proses pembelajaran dengan pola in-on. Satu hari
pertemuan offline, 6 hari dipandu melalui chatting di kelas online
telegram. Dilengkapi 10 modul dan video tutorial bersama tim
pelatih Sagusablog.

SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis Ilmiah). Kanal ini
memberikan pelatihan kepada guru agar terampil membuat karya

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 307

tulis ilmiah. Tulisan yang dibuat bisa berupa Penelitian Tindakan
Kelas (KTI), Artikel, Jurnal dan sebagainya. Melalui Sagusakti guru
dapat melatih mengungkapkan pemikiran, menumbuhan etos ilmiah,
memiliki keterampilan melakukan penelitian, membuktikan potensi
dan wawasan ilmiah, sebagai wahana transpormasi pengetahuan serta
output (hasil) karya tulis ilmiah ini bisa digunakan guru ini sebagai
persyaratan kenaikan pangkat. Penanggung jawab: Hj. Noor Baytie,
SH, M.Pd. (Kalimantan Selatan)

METODE MENEMU BALING (Menulis Dengan Mulut,
Mendengar Dengan Telinga). Kanal ini dibuat untuk mendukung
percepatan Gerakan Literasi Nasional (GLN), isinya tentang
pembelajaran sebuah metode yang bisa merevolusi cara berliterasi,
yaitu metode MENEMU BALING (Menulis dengan Mulut dan
Membaca dengan Telinga). Dengan metode ini kebiasaan bertutur
yang semula produknya hanya bahasa lisan kini langsung dapat
diubah menjadi bahasa tulis. Setiap kata yang dituturkan akan
langsung diubah menjadi teks tertulis. Aktivitas membaca yang tidak
terlalu diminati oleh orang Indonesia karena membutuhkan waktu
khusus dan perlu banyak fokus, kini dengan metode ini membaca
menjadi lebih asik dan dapat dilakukan kapanpun serta dimanapun.
Kebiasaan menyimak dengan sendirinya diubah secara revolusioner
menjadi kebiasaan membaca. Ini karena dengan metode ini semua
teks dapat diubah menjadi suara dan disimak atau dibaca dengan
dengan telinga.

Di awal tahun 2018, IGI mendapat penghargaan Museum
Rekor Indonesia, guru menulis dalam jumlah terbanyak dengan
metode Menemu Baling. Tercatat 527 guru menulis secara online
dan offline selama dua jam dan menghasilkan 436 karya “tulis” guru.
Penanggung jawab : Mampuono (Jawa Tengah)

SAGUSAE (Satu Guru Satu Ebook). Sagusae adalah salah
satu sarana untuk mencapai Gapernas (Gerakan Paperless Nasional).
Para guru diajari bagaimana membuat buku digital yang biasa
disebut ebook. Buku pegangan guru, buku siswa, RPP, dll,
dikonversi menjadi ebook, sehingga bisa lebih praktis, hemat dan
bisa diinstall di handphone android. Bisa di bawa ke mana-mana
serta disebarkan ke pengguna smartphone android lainnya. Produk
dari workshop SAGUSAE berupa file APK. File ini berukuran cukup

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 308

kecil dan bisa langsung di-install-kan di smartphone android dan
langsung dibuka seperti layaknya buku kertas. Penanggung jawab:
Elyas, S.Pd. M.Eng. (DI Yogyakarta)

SAGUSAKA (Satu Guru Satu Aplikasi Koreksi LJK Berbasis
Android). Sagusaka adalah kanal yang melatih guru memanfaatkan
aplikasi android untuk mengoreksi LJK serta ujian siswa lainnya.
Guru dilatih menggunakan berbagai macam aplikasi seperti
Zipgrade, Plickers, TNMaker, Exam Reader, Shade Exam Checker,
Easy Grader, Checkit Go, dan Paper Scorer sebagai aplikasi
pendukung untuk mengoreksi LJK. Penanggung jawab: Dahli
Ahmad (Jawa Barat)

SAGUDELTA (Satu Guru Dua Evaluasi Digital). Sagudelta
adalah alternatif membuat soal tanpa internet, tanpa LMS, dan tanpa
membentuk kelas maya untuk melaksanakan ujian. Sagudelta bersifat
mandiri dan dapat diedit. Produk Sagudelta berupa soal-soal
beraneka jenis (bahkan bisa audio, dan video). Soal dibuat oleh guru
lalu diujikan kepada siswa baik pada ujian berbasis komputer
maupun ujian berbasis android. Siswa dapat pula melihat sendiri
hasil ujiannya, demikian pula guru tak perlu mengoreksi jawaban
siswa satu persatu karena sudah dikoreksi oleh sistem.

Tahun 2017 Sagudelta sudah dilatihkan pada 17 titik secara
nasional. Tahun 2018 sudah siap 200 orang trainer Sagudelta untuk
diterjunkan melatih guru-guru di seluruh nusantara. Penanggung
jawab: Khairuddin (DI Aceh Darussalam)

SAGUSAMEP (Satu Guru Satu Media Publikasi). Sagusamep
mewadahi guru untuk belajar dan terampil membuat media publikasi
untuk sekolah atau untuk keperluan lainnya. Media publikasi
dimaksud bisa berupa majalah atau bulletin sekolah, booklet, flyer,
pamflet untuk profil sekolah. Menggunakan software Adobe
Indesign dan photoshop, guru juga bisa mengembangkan lebih jauh
untuk membuat media pembelajaran di kelas seperti membuat
infografis, display, majalah dinding dan sebagainya. Selain
menyiapkan wadahnya (media), guru juga diberi pengetahuan
tentang membuat konten media. Bagaimana teknik penulisan berita,
feuture dan opini. Produk akhirnya bisa berupa media cetak maupun
digital. Penanggung jawab: Abdul Halim, M.Pd.I (Kalimantan
Selatan).

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 309

SAGUSARIF (Satu Guru Satu Kearifan Lokal). Sagusarif
adalah kanal pelatihan yang mengembangkan pembelajaran/budaya
sekolah berbasis kearifan lokal. Kanal ini bertujuan melestarikan
kearifan lokal dengan memasukkannya ke dalam pembelajaran atau
budaya sekolah. Pembelajaran yang berbasis kearifan lokal dapat
berupa budaya sekolah, strategi pembelajaran, dan media
pembelajaran. Guru dilatih untuk dapat mengidentifikasi dan
verifikasi kearifan local; Mengintegrasikan kearifan lokal dalam
pembelajaran/ budaya sekolah; Membuat skenario pembelajaran atau
program sekolah berbasis kearifan local; Peerteching dan real
teaching; Serta menghimpun seluruh produknya menjadi satu buku.
Penanggung jawab: Arnold Jacobus, M.Pd (Kota Singkawang,
Kalimantan Barat)

SAGUSAGAME (Satu Guru Satu Game). Kanal Pelatihan
Sagusagame akan melatih guru untuk membuat Game Edukasi yang
akan membuat materi pelajaran tersaji secara lebih menarik dan
menantang karena disajikan dalam bentuk Game Edukasi. Game
Edukasi yang dihasilkan dapat diakses melalui Laptop maupun PC
dan dapat juga diakses melalui andorid setelah sebelumnya dipublish
pada Scirra.com. Pelatihan Sagusagame sudah berjalan sejak tahun
2016. Penanggung jawab: Crysna Rhani Ningrum, S.Kom
(Ponorogo, Jawa Timur).

SAGUPASI (Satu Guru Paham Pendidikan Inklusi). Sagupasi
adalah kanal pelatihan guru untuk member pemahaman tentang
pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif adalah sistem layanan
pendidikan yang mengikutsertakan semua anak termasuk anak
berkebutuhan khusus (ABK) belajar di sekolah reguler tanpa
diskriminasi. Bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan
pendidikan sesuai dengan kebutuhannya. Sagupasi berupaya
merubah pola pikir guru bahwa ABK berhak untuk mendapatkan
pendidikan yang layak tidak hanya di SLB tetapi juga di sekolah-
sekolah reguler. Memberikan pemahaman tentang layanan ABK
mulai dari proses identifikasi, assesmen, profil dan layanan
kompensatoris sesuai kebutuhan anak. Melatih guru dalam membuat
perangkat pembelajaran yang yang inklusif, mulai dari silabus, RPP
modifikasi dan Program Pembelajaran Individual. Penanggungjawab:

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 310

DR. Rusnani, M.Pd. (Kalimantan Tengah) dan Nursyamsiah, S.Pd.
M.Pd. (Sulawesi Selatan).

SAGUSABEST (Satu Guru Satu Best Practice). Kanal ini
melatih guru untuk mampu menyusun best practice guru dalam
pembelajaran. Best practice adalah suatu ide atau gagasan mengenai
suatu teknik, metode, proses, aktivitas, insentif atau penghargaan
(reward) yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan yang luar
biasa, dibandingkan dengan tehnik, metode, proses lain. Ide atau
gagasan dengan pengawasan dan pengujian yang sesuai, dapat
memberikan hasil yang diharapkan dengan lebih sedikit
permasalahan dan komplikasi yang tidak terduga. Penanggung
jawab: Rina Sugiartinengsih, M.Pd (Bekasi, Jawa Barat)

SAGUSAMOD (Satu Guru Satu Modul Pembelajaran).
Sagusamod adalah program literasi berbasis tablet dengan konsep
satu guru mampu menghasilkan minimal satu modul pembelajaran.
Modul pembelajaran yang dibuat disesuaikan dengan mata pelajaran
yang diampu serta kondisi pembelajaran di daerah masing-masing.
Pembuatan modul pembelajaran ini juga sebagai bentuk publikasi
dan karya ilmiah guru. Hal ini selaras dengan pengembangan
keprofesian berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya peningkatan
kualitas kompetensi guru. Penanggung jawab: Heri Yudianto
(Sidoarjo, Jawa Timur).

SAGUTABI (Semua Guru Terampil Bahasa Inggris).
Sagutabi adalah kursus terampil berbahasa Inggris yang dikhususkan
pada guru-guru non Bahasa Inggris. Dengan durasi waktu pelatihan
hanya 4 Jam, para peserta kursus memiliki kemampuan
menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Sagutabi berupaya
meningkatkan kompetensi guru non Bahasa Inggris dalam
menggunakan bahasa Inggris secara aktif maupun pasif untuk
pengembangan diri mereka baik itu terkait dengan perkembangan
bidang studinya maupun informasi global secara umum. Penanggung
jawab: Slamet Riyanto, M.Pd (Gunung Kidul, DI Yogyakarta).

SAMISANOV (Satu Minggu Satu Inovasi). Samisanov adalah
gerakan moral yang mengajak guru dan siswa serta masyarakat
umum untuk selalu melakukan perubahan, inovasi dan kreasi setiap
minggunya. Menginspirasi orang lain agar termotivasi lebih baik lagi
kedepannya. Guru yang baik adalah yang mau berinovasi dan guru

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 311

yang luar biasa adalah yang mampu menginspirasi siswa dan guru
lainnya untuk lebih baik lagi kedepannya. Jika kita mampu membuat
kondisi dimana hari ini harus lebih baik dari kemaren dan hari esok
lebih baik dari hari ini maka itulah manusia yang beruntung.
Samisanov hadir sebagai solusi menciptakan gerakan inovatif
mengajak guru, siswa dan masyarakat umum menjadi sosok inovator.
Penanggung jawab: Aries Eka Prasetya, S.Pd. M.Si. (Surabaya, Jawa
Timur)

SAGUSABOT (Satu Guru Satu Bot Pembelajaran). Sagusabot
adalah kanal pelatihan IGI yang digelar secara daring (dalam
jaringan) maupun secara Luring (luar jaringan). Pelatihan Sagusabot
bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam membuat Bot
Pembelajaran berbasis Aplikasi Telegram. Materi Sagusabot berupa:
1). Group Telegram, 2). Welcome Bot, 3). Gedebug Bot, 4).
Animation Bot, 5). Stiker Bot, 6). Polling Bot, 7). Bot Using
Manybot, 8). Quiz using Quanbot. Penanggung jawab: DR. Basman
Tompo, M.Pd. (Sulawesi Selatan)

SAGUSADO (Satu Guru Satu Dongeng). Sagusado melatih
guru agar mampu membuat dongeng serta membawakan dongeng
(mendongeng). Mendongeng dapat menghilangkan kejenuhan siswa
dalam proses belajar mengajar serta membuat suasana kelas menjadi
bergairah dan bersemangat. Dongeng tidak hanya sebagai pelengkap,
dongeng juga bisa menjadi sarana dan media penyampai materi
pembelajaran. Hasil karya guru berupa kumpulan cerita dongeng ini
kemudian bisa dibukukan sebagai karya literasi guru. Penanggung
jawab: Muh. Syukur Salman, M.Pd (Pare Pare, Sulawesi Selatan)

SAGUSAKUPAT (Satu Guru Satu Buku Paket). Sagusakupat
member pelatihan kepada guru tentang bagaimana cara membuat
buku paket. Buku paket adalah sebuah buku yang digunakan murid
sebagai panduan akivitas pembelajaran untuk memudahkan siswa
dalam menguasai kompetensi tetentu. Guru yang mempunyai
komperensi menulis Buku Siswa sebagai panduan pembelajaran,
dipastikan ia akan menguasai kompetensi propfesional. Karena ia
akan menguasai konten atau materi, bahkan model pembelajaran
serta penilaian yang akan dilakukan dalam pembelajaran.
Penanggung jawab: Hasim Muhammad

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 312

SAGUSAPIJAR (Satu Guru Satu Metode Permainan Dalam
Belajar). Sagusapijar adalah kanal pelatihan bagi guru untuk
merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan metode
permainan. Pada workshop Sagusapijar, guru dikenalkan dengan
metode permainan dalam belajar; membuat rancangan permainan;
membuat alat permainan; dan memperagakan permainan; serta
melaksanakan (implementasi) permainan di sekolah masing-masing.
Penanggung jawab: Robie Ferli, S.Pd (Pontianak, Kalimantan Barat)

SAGUSAFIS (Satu Guru Satu Infografis). Sagusafis adalah
kanal yang memberi pelatihan kepada guru tentang bagaimana
membuat infografis. Infografis adalah bentuk visualisasi data yang
menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat
dipahami dengan lebih mudah dan cepat. Bahwa manusia dapat jauh
lebih cepat menangkap informasi yang disampaikan secara visual
dibanding melalui teks. Guru yang menggunakan infografis dalam
pembelajarannya akan lebih menarik minat siswa untuk membaca.
Menggunakan EDRAW MAX dan AKVIS SKETCH (offline), guru
dibimbing membuat infografis, sehingga materi ajar akan lebih
menarik. Penanggung jawab: Nurliyanto (Sintang, Kalimantan Barat)

SAGUSAIMORAN (Satu Guru Menguasai Model
Pembelajaran). Sagusaimoran melatih guru untuk menguasai model-
model pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi semakin
berkualitas. Dalam workshop, para guru langsung diajak
mempraktikkan model pembelajaran (simulasi) secara secara
berkelompok. Ada 25 Metode/Model Pembelajaran yang dilatihkan
kepada guru, diantaranya picture and picture, market place activity,
picture coment, STAD, galery walk, video coment, happy
performance, numbered heads together, jigsaw dan lain – lain.
Penanggung jawab: Khairil Muhammad Anwar, S.Pd.I, M.Pd.
(Makassar, Sulawesi Selatan).

SAGUSABOLA (Satu Guru Satu Bidang Olimpiade
Akademik). Sagusabola melakukan pendalaman materi olimpiade
akademik masing-masing bidang/mata pelajaran, secara pribadi
sebagai persiapan Olimpiade Guru Nasional (OGN) serta untuk
membimbing siswa dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional
(OSN) dan berbagai kompetisi akademik lainnya. Lebih umumnya
sebagai ajang penguatan keterampilan penyelesaian masalah dengan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 313

materi-materi yang melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi
(HOTS). Penanggung jawab: Tantan Sutandi Nugraha (Ciamis, Jawa
Barat).

SAGUBERAKSI (Satu Guru Beragam Aplikasi Akuntansi).
Software aplikasi akuntansi yang diajarkan di sekolah biasa hanya
satu, sementara aplikasi akuntansi yang dipakai di dunia industri
jumlahnya banyak dan beragam, akibatnya siswa akan kesulitan
dalam bersaing di dunia kerja. Karena itulah Saguberaksi hadir untuk
memberi pelatihan kepada guru akuntansi SMK dan guru ekonomi
SMA tentang ragam aplikasi akuntansi yang berkembang saat ini.
Harapannya guru dapat menguasai beragam aplikasi dan dapat
membuat komparasi dari beberapa aplikasi tersebut dan dapat
mengajarkannya kepada peserta didiknya. Penanggung jawab:
Ekowanto, S.Pd. (Banten)

SAGUSATOR (Satu Guru Satu Editor). Pelatihan sagusator
dilatarbelakangi dari banyaknya buku guru dalam daftar antrian
editing disebabkan karena terbatasnya editor dan masih banyaknya
isi buku tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang selayaknya.
Sagusator melatih guru tentang pengeditan naskah buku, lay out,
pengurusan ISBN, design cover yang sesuai dengan kaidah
penyuntingan, percetakan sehingga menghasilkan buku yang
berkualitas. Kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh guru dari berbagai
tingkat pendidikan bahkan perguruan tinggi. Penanggung jawab:
Yosi Sandra, S.Pd. ME.

SAGUSAGU (Satu Guru Satu Lagu). Kanal ini terinspirasi
dari maraknya lagu-lagu yang tidak memiliki nilai edukasi untuk
anak-anak, terlebih untuk anak sekolah dasar. Kanal Sagusagu
menawarkan konsep agar setiap guru dapat membuat lagu sederhana,
baik lagu pembelajaran, lagu anak-anak, lagu daerah, maupun
menggubah lirik lagu yang sudah ada dengan lirik yang dibuatnya
tanpa mengubah notasi lagu tersebut. Dengan adanya kanal ini,
diharapakan guru-guru dapat membuat kumpulan lagu-lagu hasil
karyanya sendiri. Penanggung jawab: Fathur Rahman, S.Pd
(Mempawah, Kalimantan Barat)

SAGUBASWAY (Satu Guru Banyak Sway). Sagubasway
adalah gerakan untuk mendorong guru agar memiliki banyak media
pembelajaran, media presentasi, dan media storytelling dengan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 314

Sway. Guru diajarkan cara pembuatan sway, cara share, cara kerja
kolaborasi. Dengan Sway, guru dapat menambahkan konten
darimana saja dengan mudah, hemat waktu dan desain yang tersedia,
serta dapat menyesuaikan secara dinamis sehingga terlihat
menakjubkan di setiap layar, dapat dibagikan dan diedit bersama
dengan URL yang sederhana. Penanggung jawab: Tri Haryanto
(Jawa Tengah)

SAGUSAPEN (Satu Guru Satu Cerpen). Sagusapen melatih
guru mahir membuat cerpen. Para guru diajarkan langkah- langkah
menulis cerpen mulai dari pengalaman pribadi, kisah orang-orang
terdekat atau orang lain yang tidak ada hubungan keluarga sama
sekali. Melalui Sagusapen kemampuan, semangat dan rasa percaya
diri guru untuk menulis akan meningkat. Kemampuan guru menulis
cerpen ini selanjutnya akan ditularkan kepada siswa sehingga guru
dan siswa mejadi generasi literad (kemampuan membaca, menyimak,
berbicara dan menulis) semakin terasah dengan diterbitkannya buku-
buku karya guru dan siswa. Penanggung jawab: Misnawati (Bekasi,
Jawa Barat).

SAGUABAD (Satu Guru Ahli Debat). Kanal ini akan
membahas A to Z Metode Debat Parlemen baik sebagai metode
pembelajaran maupun sebagai bentuk perlombaan dalam NSDC &
LDBI. Termasuk di dalamnya materi berfikir kritis, public speaking,
metode Asian parliamentary debate, Australian parliamentary debate,
British parliamentary system, metode penjurian, menyusun
kurikulum Klub debat dan lain-lain. Kanal ini memberikan
pemahaman teori maupun praktis bagi para guru agar mampu
berargumen secara kritis , sistematis, dan ilmiah serta mampu
menilai, mengevaluasi serta mengembangkan metode debat dan
membentuk Klub debat di sekolah masing masing. Penanggung
jawab: Zakaria Akhmad (DI Yogjakarta)

SAGUKANAL (Satu Guru Satu Artikel Jurnal). Sagukanal
bertujuan membantu guru untuk menulis karya ilmiah. Kegiatan yg
dikembangkan berupa penulisan KTI yang diawali dengan penelitian
tindakan kelas kemudian dikembangkan menjadi karya best practice
dan dilanjutkan menjadi sebuah artikel ilmiah yg bisa dijurnalkan.
Akhir dari kegiatan ini setiap karya tidak hanya bermanfaat bagi
pemiliknya namun akan menjadi bagian dari publikasi ilmiah yang

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 315

juga dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Kegiatan ini dapat
dilakukan secara tatap muka maupun dalam bentuk kelas maya.
Penanggung jawab: Bambang Setiawan, (Bima, Nusa Tenggara
Barat).

SAGUKAYA (Satu Guru Satu Kelas Maya). Sagukaya adalah
kanal pelatihan guru yg bertujuan melatih guru membuat dan
mengelola kelas maya berbasis internet. Kelas maya adalah kelas
yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan
yang diajar. Pengajar menyediakan sebuah forum kepada para
penerima bahan ajar dan melakukan diskusi seperti kegiatan belajar
mengajar di kelas konvensional. Kelas maya dapat mendukung
pembelajaran di kelas konvensional serta sebagai alternative dalam
meningkatkan pembelajaran kepada peserta didiknya.Menggunakan
kelas maya Edmodo memungkinkan guru menaruh bahan ajar yang
sangat berguna bagi siswa yang tidak masuk atau berhalangan saat
melakukan tatap muka. Siswa bisa bekerja sama dengan siswa lain
dalam grup kecil yang dibentuk oleh gurunya. Siswa bisa kembali
kapan saja untuk mengulang materi yang diberikan gurunya, bahkan
PR bisa diberikan melalui kelas maya ini. Penanggung jawab: Trival
Setyadik, S.Pd (Kalimantan Barat)

SAGUBAQU (Satu Guru Metode Baca Al Quran). Sagubaqu
adalah program pembelajaran membaca Al Quran dengan
menggunakan metode Tilawati (cepat, mudah dan menyenangkan).
Ditunjang dengan sarana belajar yang lengkap, metode Tilawati ini
bisa mencetak guru-guru Al Quran yang siap belajar dan mengajar.
Selanjutnya para guru ini bisa memberi pengajaran kepada
siswa/santri untuk belajar membaca Al Quran. Penanggung jawab:
Margiyanto, M.Pd.I (Denpasar, Bali).

SAGUPEGTAS (Satu Guru Penggerak Integritas).
Sagupegtas adalah kanal pelatihan untuk membangun kerjasama dan
mengerakkan guru-guru menciptakan integritas di dunia pendidikan
melalui pendidikan antikorupsi. Kanal Ini bergerak untuk
menanamkan nilai-nilai integritas dan 9 pendidikan antikorupsi pada
lembaga pendidikan, pemerintahan dan masyarakat. Penanggung
jawab: Arbain, S.Si. M.Pd. (Pekanbaru, Riau).

SAGUWARNA (Satu Guru Satu Warisan Budaya Nasional).
Saguwarna adalah kanal pelatihan yang mengorganisir upaya

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 316

pengintegrasian budaya dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Berdasarkan data BPS 2010, terdapat 1.211 bahasa daerah, 1.340
suku bangsa dan 300 kelompok etnik. Hal ini seharusnya berkorelasi
positif terhadap banyaknya skenario pembelajaran yang
mengintegrasikan budaya. Berdasarkan studi literatur (perbandingan
dengan negara-negara lain seperti: Papua New Guinea, Australia,
Hawaii, Amerika, India, atau Canada) integrasi budaya terhadap
kurikulum yang dilakukan di Indonesia ternyata masih langka.
Melalui saguwarna diharapkan diperoleh skenario pembelajaran
berbasis budaya nasional dari berbagai jenjang, berbagai mata
pelajaran yang nantinya dapat dijadikan referensi bagi semua pihak
terkait, terutama guru, siswa atau sekolah. Produk akhir Saguwarna
adalah lahirnya Ensiklopedia Skenario Pembelajaran Berbasis
Budaya Nasional Indonesia. Penanggung jawab: Chandra Sri
Ubayanti (Fakfak, Papua Barat).

SAGUTAPE (Satu Guru Tiga Aplikasi Dalam Satu Excel).
Sagusate adalah kanal pelatihan guru untuk membuat tiga aplikasi
berbasis excel yang terdiri dari soal, hasil, dan analisa. Ms. Excel
adalah software yang sudah biasa dijumpai oleh para pengguna
PC/laptop. Hanya dengan Ms.Excel, guru dapat membuat bahan ajar
maupun penilaian. Jika konten sagutape sebagai bahan ajar mandiri,
maka diperlukan satu sheet berupa materi ajar, tapi jika digunakan
sebagai penilaian maka hanya terdiri dari soal, nilai dan analisis.
Kekuatannya adalah tanpa software yang rumit, tanpa koneksi
internet, dan isinya/soal bisa dari hasil copy-paste baik deskripsi
maupun opsi soal. Konten Sagutape ini dapat dibuka baik dari
laptop/komputer maupun android/smartphone. Penanggung jawab:
Shahibah Sain (Poliwali Mandar, Sulawesi Barat).

SAGUSATA (Satu Guru Satu Cerita). Sagusata adalah
program nasional IGPAUD dan merupakan pelatihan non IT bagi
guru-guru PAUD di seluruh Indonesia. Kanal ini bertujuan
meningkatkan kemampuan dan mengasah potensi guru PAUD dalam
membuat cerita bergambar bagi anak usia dini. Guru dilatih membuat
gambar secara manual dan mewarnai gambar. Hasil karya guru
PAUD kemudian dibuat dalam buku kumpulan cerita bergambar
untuk anak usia dini. Sagusata telah dilaunching di Kemendikbud

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 317

pada tanggal 26 Agustus 2017, dibuka oleh Muh. Nuh (Kabid PAUD
Kemdikbud). Penanggung jawab: Chustini (IGPAUD).

SAGUSENI (Satu Guru Seribu Soal Interaktif). Saguseni
adalah kanal pelatihan yang memfasilitasi guru dalam pembuatan
soal berbasis Interaktif serta mengembangkan e-learning untuk
mendukung dunia pendidikan. Didukung oleh software iSpring, guru
dapat membuat soal dengan sangat mudah, variatif dan powerful.
Bentuk soal yang dibuat bisa beragam pula seperti; true/false,
multiple choice, multiple response, type in, matching, sequence,
numeric, fill in the blank, serta bentuk multiple choice text.
Penanggung jawab: Sutriyono (Jawa Tengah).

SAGUSAPOINTER (Satu Guru Satu Powerpoint
Interaktif)Sagusapointer adalah kanal pelatihan yang
mengembangkan Ms.Powerpoint sebagai media pembelajaran.
Microsoft Power Point merupakan perangkat lunak yang mudah dan
sering digunakan untuk membuat media pembelajaran. Di dalam Ms.
Powerpoint terdapat menu-menu yang memungkinkan pengguna
untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran lebih
menarik, lebih interaktif dan lebih menyenangkan. Penggunaan
PowerPoint untuk media pembelajaran bersifat multimedia karena
menggabungkan berbagai macam unsur media antara lain: teks,
gambar (ilustrasi/foto), audio dan video serta adanya hyperlink antar
slide. Sehingga media ini menjadi alternatif mudah bagi guru untuk
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penanggung
jawab: Rica Susanti, M.Pd. (Palembang, Sumatera Selatan)

SAGUSATI (Satu Guru Satu Tes Interaktif). Sagusati adalah
kanal yang melatih guru agar terampil membuat test interaktif
berbasis IT. Sagusati menggunakan aplikasi “I-SPRING SUITE8”
yang dibuat dengan PC/Laptop, dan outputnya bisa melalui
Smartphone, android dan PC/laptop. Test interaktif ini akan
memudahkan guru dalam melaksanakan tes/evaluasi; membantu guru
dalam mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran; serta
memperkenalkan keunggulan IT kepada peserta didik. Penanggung
jawab: Harmoko Mustafa (Sidrap, Sulawesi Selatan).

SAGUSAGE (Satu Guru Satu Geogebra). Sagusage adalah
kanal yang dikhususkan bagi guru matematika. Melalui kanal ini
ingin mengajak seluruh guru matematika di Indonesia untuk

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 318

memanfaatkan aplikasi geogebra sebagai alat bantu mengajar di
kelas maupun menyiapkan pembelajaran di kelas. Dengan aplikasi
geogebra, guru matematika dapat membuat grafik 2D dan 3D serta
membantu guru untuk menyelesaikan permasalahan dalam
pembelajaran matematika. Penanggung jawab: Yoel Istiawanto
(Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan)

SAGUSABBOOK (Satu Guru Satu Big Book). Sagusabbook
adalah kanal pelatihan bagi guru Sekolah Dasar dalam membuat Big
Book serta cara menggunakannya di dalam kelas. Big Book dibuat
bergambar full colour pada kertas A3. Big book ini dapat membantu
guru untuk melatih siswa membaca dengan benar dan memahami
bacaan. Penanggungjawab: Rohmawati (Sragen, Jawa Tengah)

SAGUSAMED (Satu Guru Satu Media Edukasi). Sagusamed
adalah kanal pelatihan IGI yang berfokus pada: a) Melatih guru
membuat media pembelajaran edukatif Non IT. b) Memberikan
pelatihan dengan durasi waktu 2 (dua) hari tatap muka. c)
Menyiapkan guru dengan media yang mudah didapat menjadi media
yang menyenangkan bagi siswa dan diharapkan akan menjadi
pendukung dalam peningkatan hasil belajar siswa. d) Mendaur ulang
media lama menjadi media baru dan menarik sesuai dengan
kurikulum yang ada. e) Melatih guru menjadi kreatif walaupun
terbatas keahlian di bidang IT dan terbatasnya jangkauan jaringan
internet atau listrik. Penanggung jawab: Elly Yuliana (Kalimantan
Barat).

SAGU MPI (Satu Guru Satu Media Pembelajaran Interaktif).
Sagusampi adalah kanal pelatihan untuk melatih guru membuat
media pembelajaran interaktif mempergunakan MS. Power Point.
Produk dari pelatihan ini adalah CD Pembelajaran yang memuat
panduan, kurikulum, materi, kegiatan, latihan, evaluasi, remidi dan
pengayaan. CD pembelajaran ini nantinya dapat digunakan guru
sebagai media pembelajara agar lebih menarik dan menyenangkan.
Siswa pun akan lebih aktif dan responsif serta mudah dalam
memahami pelajaran. Penanggung jawab: Wayan Suwirya, S.Pd
(Bali).

SAGUSAPIR (Satu Guru Satu Peta Pikiran). Sagusapir
melatih guru membuat konsep peta pikiran. Peta Pikiran sesuatu
teknik grafis berbentuk peta pikiran yang bekerja sesuai prinsip

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 319

manajemen otak dengan memberdayakan otak kanan dan otak kiri
dimana terdapat kata kunci, gambar dan warna sehingga suatu
informasi dapat dipelajari, diingat, dianalisa dan di keluarkan
kembali dari otak secara cepat dan efisien. Sagusapir dapat
membantu guru menggunakan peta pikiran di setiap awal pelajaran.
Peta pikiran bisa diperuntukan pula untuk perencanaan berbagai
aktivitas, gagasan, meringkas tulisan gaya baru dan keperluan
presentasi hebat. Penanggung jawab: I Gde Wayan Sudiarta, S.Pd.
(Tabanan, Bali).

SAGUSAPOP (Satu Guru Satu Pola Pembiasaan). Kanal ini
mengasah kreatifitas para guru dalam mempackage pola habituasi
(pembiasaan) dalam membangun karakter berbasis akhlak mulia.
Direkam dengan android lalu didesain jadi video berbasis camtasia,
videoscribe, atau vivavideo. Produk akhirnya adalah video habituasi
akhlak mulia. Penanggung jawab: Asep Gunawan (Kuningan, Jawa
Barat)

SAGUDISTRO (Satu Guru Satu Digital Storytelling).
Sagusdistro adalah kegiatan membuat media pembelajaran berbentuk
cerita digital yang menarik, interaktif dan menyenangkan. Guru
diajarkan memilih tema cerita, mengadakan riset sederhana tentang
tema tersebut, menulis naskah skenario, dan mengembangkannya
menjadi cerita yang menarik. Langkah-langkah tersebut kemudian
dikombinasikan dengan berbagai jenis multimedia, termasuk gambar
atau grafis berbasis komputer, rekaman audio, teks yang dibuat
secara digital, video klip, serta music. Produk yang sudah jadi bisa
diputar di komputer, diunggah ke website, sosial media, youtube,
atau di “bakar” ke dalam kepingan Digital Video Disc (DVD).
Penanggung Jawab: Sesep Ferdiansyah Syaiful Hijrah (Majalengka,
Jawa Barat).

SAGUSAVPRES (Satu Guru Satu Video Presentasi). Kanal
ini mengenalkan sekaligus melatih guru-guru membuat video
presentasi kekinian dengan sangat mudah. Dalam kisaran 32 jam
pelatihan para peserta diyakini sudah bisa menghasilkan produk
video presentasi. Video presentasi dibuat menggunakan powtoon,
videoscribe, prezi, toontastic 3D dan screen o matic. Kelebihannya
adalah style tampilan akan lebih kekinian, sesuai dengan gaya anak-

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 320

anak sehingga lebih menarik. Penanggungjawan: Imran Rosyidi
(Maros, Sulawesi Selatan).

SAGUSALAY (Satu Guru Satu Display). Sagusalay adalah
kanal pelatihan bagi guru SD untuk terampil membuat display.
Adanya display membuat pembelajaran menjadi lebih asyik dan
menyenangkan. Display sebagai wadah untuk mengoptimalkan
pengelolaan kelas dan menjadikannya sumber belajar dan sumber
informasi. Display terdiri dari dua jenis yakni display kelas
(administratif) dan display pembelajaran (mapel dan tematik).
Sagusalay telah dilatihkan pada 6 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan
sejak 2016 s.d. 2017. Penanggung jawab: Rawiyah, M.Pd.
(Makassar, Sulawesi Selatan).

SAGUSATEFA (Satu Guru Satu Teaching Factory).
Sagusatefa adalah kanal pelatihan yang berupaya membentuk
mindset guru agar mempunyai sebuah produk yang dihasilkan dari
kompetensi keahlian yang dimiliki. Sebagai upaya pengembangan
jiwa entrepreneurship di sekolah, maka guru dituntut untuk
melakukan sinkronisasi dan implementasi kurikulum pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan industri. Selanjutnya Industri pasangan
akan melakukan vokasi terhadap sekolah yang menerapkan
pembelajaran teaching factory. Penanggung jawab: Nur Rohman,
S.Kom (Rembang, Jawa Tengah).

SAGUSACAT (Satu Guru Satu Cat/ Computer Assisted Test).
Kanal ini melatih guru agar mampu melahirkan produk evaluasi
pembelajaran berbasis CAT, baik secara daring (online) maupun
luring (offline). Produk evaluasi pembelajaran ini bisa menjadi karya
inovasi guru dan bisa dipublikasikan ke media massa sebagai sebuah
pengalaman atau berbentuk tutorial penggunaan berbagai software
(Windows dan Android) evaluasi pembelajaran. Setiap guru
diwajibkan menguasai teori evaluasi pembelajaran hingga
penggunaan praktis berbagai software berbasis CAT (Computer
Assisted Test). Minimal menguasai Wondershare Quiz Creator yang
berjalan pada platform microsoft windows secara offline maupun
online Serta CAT berbasis android yang bisa diakses secara online
via smartphone. Penanggung jawab: Ode Abdurrahman (Maluku).

SAGUSALIST ((Satu Guru Satu Audio Listening). Sagusalist
adalah kanal pelatihan guru untuk membuat audio listening (native

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 321

speaker) dengan menggunakan aplikasi text aloud dan voices. Audio
listening ini digunakan utuk pembelajaran listening, test listening,
dan content MPI. Penanggung jawab: Joko Susilo (Klaten, Jawa
Tengah).

MALUKU BELAJAR. Maluku Belajar adalah wadah belajar,
berbagi, dan diskusi bersama serta sosialisasi dalam jaringan.
Digagas untuk memenuhi kebutuhan dan disesuaikan dengan waktu
guru-guru di wilayah Timur Indonesia. Maluku belajar diformat
dengan bentuk video conference menggunakan webex selama pukul
20.00-22.00 WIT. Penanggung jawab: Yandri. S (Maluku).

SAGUSANTRI (Satu Guru Satu Animasi 3D). Kanal ini
mengajarkan guru untuk mampu membuat animasi 3D sebagai media
pembelajaran. Animasi tiga dimensi sangat penting untuk
mensupport pembelajaran agar lebih riil. Dengan animasi, guru akan
lebih mudah menjelaskan pembelajaran secara lebih gamblang.
Dengan media ini guru juga bisa membuat simulasi cerita maupun
profil atau fitur sebuah benda tiruan di dalam layar komputer.
Menggunakan Muvizu, Blender, Toontastic dan lainnya, guru dapat
membuat animasi 3D pada materi pelajarannya sehingga mempunyai
daya tarik tersendiri bagi peserta didik. Penanggung jawab:
Mampuono (Semarang, Jawa Tengah)

SAGUSALIN (Satu Guru Satu Aplikasi Articulate Storyline)
Sagusalin melatih guru agar mampu membuat media
pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline dengan hasil
akhir aplikasi Android. Authoring tools aplikasi ini sangat mudah
digunakan karena tanpa memerlukan penguasaan bahasa
pemrograman. Produk akhirnya berupa media interaktif berbasis
android maupun desktop dengan animasi, simulasi , avid,
interaktivitas, survei, dan segala perlengkapan yang digunakan untuk
implementasi ICT based learning. Penanggung jawab: Mampuono
(Jawa Tengah), dan Adri Pranoto Edy (Sidoarjo, Jawa Timur)
SAGUBAIB (Satu Guru Satu Buku Ice Breaking). Sagusaib
adalah kanal pelatihan yang berisi berbagai macam ice breaking. Ice
breaking berguna untuk membantu para pendidik menciptakan
kondisi belajar yang menggairahkan peserta didik. Out put dari
pelatihan ini adalah peserta dapat menciptkan berbagai macam Ice
breaking dalam pembelajaran, serta menyusunnya menjadi buku

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 322

lengkap dengan videonya. Penanggung jawab: Widadi Muslim,
M.Pd. (DKI Jakarta).

SAGUSPEDA (Satu Guru Satu Papan Digital). Guru dilatih
untuk membuat papan digital online yang interaktif dengan bantuan
Padlet. Padlet adalah sebuah situs internet yang memungkinkan
Anda dan para pengguna lainnya untuk berkolaborasi teks, foto,
tautan atau konten lainnya. Masing-masing ruang kolaboratif ini
disebut "wall" (dinding) yang dapat digunakan sebagai papan buletin
pribadi. Para guru dan perusahaan umumnya menggunakan Padlet
untuk mendorong percakapan dan tukar pendapat multimedia yang
kreatif. Padlet sudah tersedia dalam versi Android sehingga lebih
fleksibel dalam aplikasinya di kelas. Secara umum padlet dapat
digunakan untuk pembelajaran kolaboratif, selain itu bisa digunakan
untuk melakukan brainstorming ide dari kelas, menyusun penelitian
tentang suatu topic, mengukur pemahaman tentang suatu topik,
menguji pengetahuan siswa, mengelola link website, serta berbagi
informasi kepada audiens. Penanggung jawab: Made Mahendra Eka
Purusa (Singaraja, Bali).

SAGUBEREN (Satu Guru Berjiwa Enterpreneur). Kanal ini
melatih guru untuk mengembangkan jiwa entrepreneur. Setiap guru
sejatinya adalah seorang Entrepreneur. Ada dua hal yang
mendasarinya, pertama guru memiliki situasi yang sama seperti
seorang entrepreneur, eksperimen, dan penerapan berbagai
pendekatan metode pembelajaran bagi semua kondisi peserta didik.
Dan kedua, guru memiliki kegigihan yang sama dengan seorang
Entrepreneur, terus belajar dan berusaha melakukan perbaikan.
Penanggung jawab: Rahmat Sentana (Cimahi, Jawa Barat)

SAGUSAPER (Satu Guru Satu Perangkat Pembelajaran).
Sagusaper adalah kanal yang mengajak guru untuk secara mandiri
menyusun perangkat pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan
maksimal. Dengan menyusun sendiri perencanaan pembelajarannya,
maka guru tidak akan menulis apa yang sekiranya tidak dapat ia
lakukan pada kegiatan PBM di kelas. RPP maupun perangkat
pembelajaran lainnya bukan sekadar seremonial dan bahan supervisi
bagi pengawas saja, namun menjadi langkah nyata dalam mendidik.
Penanggung jawab: Sumiati (Makassar, Sulawesi Selatan)

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 323

SAGUDIHATI (Satu Guru Mendidik Dengan "Hati”).
Sagudihati merupakan kanal pelatihan softskill guru Indonesia
mendidik dengan "hati" dengan pola in-on-in 32 jam. Arah pelatihan
ini adalah meneguhkan hati bahwa profesi guru sebagai kendaraan
menuju kebahagiaan ukhrawi; memperkuat komitmen bagaimana
beradab kepada diri sendiri, peserta didik dan selama proses
pembelajaran yang lebih religi dan humanis; serta memperkuat
komitmen untuk menerapkan konsep mendidik dengan “HATI”
dalam proses pembelajaran. Kanal pelatihan ini dapat memperkuat
kompetensi spiritual dan sosial guru, sehingga kualitas pembelajaran
akan lebih religi dan humanis. Penanggung jawab: Nurkholis, M.Th.I
(Surabaya, Jawa Timur).

SAGUSAPLET (Satu Guru Satu Padlet Pembelajaran). Kanal
ini memberi keterampilan pada guru bagaimana memanfaatkan
padlet sebagai cara mudah dalam bekerja kelompok secara online.
Sehingga akan memudahkan guru dalam menerapkan model
pembelajaran, melakukan penilaian autentik terhadap pengetahuan,
keterampilan dan sikap peserta didik. Dengan padlet, proses belajar
mengajar akan lebih aktif, interaktif, inovatif dan menyenangkan.
Peserta didik juga akan siap menghadapi tantangan global dengan
memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Penanggungjawab: Kasman

Selain 67 kanal di atas, MRR juga meresmikan 19 kanal
MATFIS (Matematika dan Fisika) yang lebih mengarah pada
spesikasi mata pelajaran. Lahirnya kanal ini juga terisnpirasi dari
keluahan para guru Indonesia bahwa siswa kita lebih sulit memahami
mata pelajaran Matematika dan Fisika. Cepat jenuh dan bosan. Tidak
menarik . Nah, ini masalah kita semua. Bukan hanya Bapakdan Ibu
yang mengampu mata pelajaran Matematika dan Fisika. Olehnya,
ditangan pemimpin MRR, lahirkan kanal baru IGI utuk menjawabi
permasalahan tersebut. Ini sungguh luar biasa. Ada masalah, ada
solusi. Ada kreativitas, ada inovasi. Itulah jiwa IGI yang
sesungguhnya. Roh yang kuat selalu berbagi untuk tumbuh bersama.
Tentunya masih ada kanal yang baru lahir dan tetap berharap inovasi
guru-guru tanah air ini untuk terus menciptakan kanal-kanal baru
yang mampu menjawabi problermatika yang sangat kompleks di
dunia pendidikan bangsa ini.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 324

IGI datang bukan menggurui Bapak dan Ibu, tetapi IGI datang
untuk berbagi apa yang kami miliki. Selaras dengan moto IGI,
berbagi untuk tumbuh bersama. Ilmu dan pengalaman yang ada,
bagi IGI bersifat wajib dibagikan. Jika didiamkan maka akan mati.
Jika dibagikan maka akan hidup dan tumbuh dengan subur.
Demikian hati IGI untuk sesama pahlawan tanpa tanda jasa
penghuni negeri tercinta ini. IGI berbagi tanpa pamrih. Tidak banyak
tuntutan IGI. Hanya satu, mari secara masif bersama tingkatkan
kompetensi dan raih berjuta prestasi. Sebagai anak bangsa mari
bersama berjibaku. Mengangkat martabat kualitas pendidikan
Indonesia agar lebih mampu berdaya saing di mata dunia. Bangsa ini
tidak menuntut seberapa besar perjuangan untuk negeri, tetapi
sudahkah kita berjuang untuk negeri. Kalau bukan kita siapa lagi,
kalau bukan sekarang siapa lagi. Dari kita, oleh kita dan untuk kita.
Tunggu apalagi rekan-rekan guru tanah air. Mari bergabung bersama
IGI. Semuanya akan menjadi mudah. Dengan moto Sharing and
growing Together, mampu membawa terbang para guru Indonesia
ke seluruh penjuru negeri ini. Sebuah gerakan masif dan satu-satunya
hanya di IGI, sebagai solusi cepat dan tepat. Tingkatkan kompetensi,
raih berjuta prestasi.

=====

Damsianus Sepulo Tukan, S.Pd, Guru yang mengajar di
SMPK Sanctissima Trinitas ini merupakan Sekretaris
Ikatan Guru Indonesia Kab. Flores Timur Prov. NTT.
Penulis juga aktif mengisi pelatihan di berbagai daerah
Flotim untuk membantu guru-guru dalam peningkatan
kompetenensi.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 325

MRR MEMBAWA IGI MENCAPAI TUJUAN
Oleh :

Rita Noviani,S.Pd.SD

IGI adalah singkatan dari Ikatan Guru Indonesia. IGI
merupakan organisasi profesi guru yang bertujuan meningkatkan
mutu dan professionalisme, perlindungan profesi , kesejahteraan,
pengabdian pada masyarakat serta memajukan pendidikan nasional
dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kiprah Ikatan guru Indonesia
sebenarnya sudah ada sejak tahun 2000, di Bandung. Awalnya,
organisasi ini bernama Klub Guru Indonesia di bawah kepemimpinan
Ahmad Rizali. Klub Guru Indonesia secara resmi berbadan hukum
pada tanggal 26 November 2009. Kemudian berdasarkan surat
keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-125 AH.01.06
TAhun 2009, Klub Guru Indonesia berubah nama menajdi Ikatan
Guru Indonesia dan diketuai oleh Satria Darma dan sekretaris
jenderal Muhamad Ikhsan serta dewan Pembina Indra Jati Sidi.

Pada saat kongres ke II IGI di Makasar yang diselenggarakan
pada tanggal 30-31 Januari 2016, Muhamad Ramli Rahim, terpilih
secara aklamasi sebagai ketua Umum Ikatan guru Indonesia,
sedangkan Mampuono dari Jawah Tengah terpilih sebagai sekjen IGI
periode 2016-2021. Muhamad Ramli Rahim (MRR) sebelumnya
adalah ketua Ikatan Guru Indonesia wilayah Sulawesi Selatan. Pria
kelahiran 23 Mei 1978 yang akrab dipanggil MRR ini adalah guru
SMK kehutanan widya Nusantara dan juga Presiden Direktur Ranu
Corp, gugus perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, real
estate, distribusi dan pertambangan.

Jiwa kepemimpinan MRR nampak sejak menjadi mahasiswa
di Universitas Hasanuddin. MRR tercatat pernah menjadi Ketua
Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas MIPA Unhas,
Ketua Kader Himpunan Mahasiswa Unhas, Ketua dewan kader
Badan Mahasiswa fakultas MIPA unhas, serta beberapa jabatan lain
terkait mahasiswa di luar Universitas Hasanudin. Berbekal
pengalaman dan juga niat memajukan dunia pendidikan Indonesia,
MRR menjalankan roda organisasi Ikatan Guru Indonesia. Dengan
semangat “Sharing and Growing Together,” Ikatan Guru Indonesia

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 326

terus mendorong guru-guru untuk meningkatkan kompetensinya
secara mandiri hingga tidak lagi harus bergantung pada upaya
pemerintah juga tidak tergantung pada anggaran, siapapun
pemimpinnya.

1. Upaya MRR dalam Membangun IGI

Pada awal kepemimpinan MRR, baru ada 7 provinsi yang
sudah bergabung dan memiliki pengurus wilayah IGI. MRR dan
kepengurusan lainnya berupaya untuk membangun sayap IGI hingga
bisa mencapai seluruh pelosok. Membangun IGI dengan
kemandirian, tanpa bergantung pada dana pemerintah. Berjuang
dengan memanfaatkan pengetahuan dan jaringan hingga seiring
waktu IGI sudah menunjukan eksistensinya di seluruh wilayah
Indonesia.

MRR adalah sosok yang selalu memikirkan upaya peningkatan
kompetensi guru Indonesia. Ia bertekad agar guru Indonesia
memiliki kompetensi yang baik, MRR juga bertekad agar IGI bisa
menjadi organisasi terhormat dan mampu mempertahankan
eksistensinya. Untuk mencapai semua harapan tentu tidaklah mudah.
Apalagi saat awal kepemimpinan MRR, kas IGI dalam keadaan
minim. Akhir Januari setelah pelantikan, di bulan Februari, MRR
sudah harus terbang ke Jakarta untuk mengikuti rakernas di
kementrian pendidikan. Selanjutnya MRR sudah harus ke Palembang
untuk melantik kepengurusan Wilayah Palembang. Dan setelah itu,
tidak terputus kegiatan ketua umum Ikatan Guru Indonesia ini hingga
sepanjang tahun. Dalam kondisi seperti ini , sebagai ketua umum
Ikatan Guru Indonesia Muhamad Ramli Rahim berinisiatif untuk
menggunakan dana pribadi. MRR mencatat hampir 2 Milyar uang
pribadi miliknya yang dipergunakan untuk IGI.

Menurut MRR, dana yang dikeluarkan pemerintah tidak akan
mampu menyentuh seluruh guru dan meningkatkan kompetensi
secara sempurna dan merata. Bukan karena mereka tak mampu tapi
karena pemerintah terikat dengan aturan dan regulasi sehingga
selama ini mereka sulit untuk bergerak apalagi menyentuh seluruh
guru-guru hingga ke pelosok.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 327

2. MRR membangun kemandirian organisasi guru

Dalam 5 Tahun terakhir, IGI Sudah berhasil membangun
kemandirian Pendidikan di Indonesia. Dengan melatih lebih dari 2
juta guru dari kanal-kanal yang ada. Pemanfaatan IT dan pembinaan
guru terus dilaksanakan oleh IGI tanpa dana dari pemerintah.
Kompetensi dan juga usia guru yang mayoritas masih muda dan bisa
memanfaatka media sosial sangat luar biasa untuk menciptakan
pelatihan online. Pakar IT Based learning bergabung di IGI terus
bergerak membina guru-guru Seluruh Indonesia.

Tidak menunggu dana dari pemerintah, pelatih IGI yang
berasal dari guru-guru yang sudah lebih dulu dilatih mandiri
membuat kegiatan pelatihan yang bisa menyentuh hingga kepelosok
negeri. Jika mindset sebagian guru sebelumnya adalah mendapat
amplop dari setiap kegiatan yang dilaksanakan, maka berbeda
dengan karakter para guru IGI yang melekat dengan motto berbagi
dan tumbuh bersama.

3. MRR membangun kemitraan strategis dan
berkelanjutan

Dalam mengembangkan profesionalisme guru, IGI besinergi
dengan lembaga lain, seperti organisasi profesi, LSM. Kerjasama IGI
dengan perusahaan, seperti Samsung, Telkom, Pertamina, Data
scrip, Indosat, Kompas grup, Sampoerna foundation, dan lain-lain.
IGI Juga menjalin kerjasama dengan pemerintah, seperti Kemdikbud,
Kemenag, Pemda, universitas dan lainnya. Dan untuk kepentingan
publikasi dan lainnya IGI pun menjalin kerjasama berbagai media.

Dari kerjasama dan kemitraan inilah, hingga saat ini ribuan
kegiatan pelatihan berhasil diselenggarakan oleh IGI baik secara
Online maupun offline di seluruh Indonesia. Berikut hanya sebagian
kecil dari kegiatan kemitraan dan kolaborasi yang berhasil di
rangkum oleh penulis.

a. TOT Literasi Produktif Berbasis IT
Salah satu upaya IGI untuk keberlangsungan organisasi adalah
dengan membangun kemitraan dengan industry dan perusahaan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 328

Samsung, dirjen GTK, Dirjen Disdakmen dan LPMP Jawa Timur,
Seperti yang direalisasikan pada saat TOT pada tanggal 6-9 Oktober
2016 di LPMP Jatim Surabaya. Kegiatan ini mengusung tema,”
Gerakan Nasional Satu Juta Guru Terlatih Produktif.”

Dalam kegiatan ini, pembicara dari PT Samsung Indonesia,
Banu menjelaskan tentang kegunaan Tablet A8, tablet luar biasa
dengan segala kecanggihan di dalamnya. Sedangkan nara sumber
dari IGI, Mampuono memberikan materi tentang menemu baling
(menulis dengan mulut, membaca dengan telinga) Nara sumber
berikutnya adalah Abdul Karim, yang mengajarkan guru membuat
teks ( word Office, adobe design, corel drow), gambar ( comic pro,
comic life, adobe hiework, adobe photoshop) dan juga video Audio
yang nantinya akan menghasilkan media pembelajaran interaktif
(MPI) dan lectora.

b. Hadirnya Samsung Smart Learning Class di Makasar
Tanggal 28 Februari 2017, PT Samsung Indonesia
meluncurkan program “Dari Samsung Untuk Guru Indonesia “
melalui Samsung Smart Learning Class di Makasar. Sebuah ruang
kelas berbasis ICT yang hadir untuk memberikan pelatihan
penggunaan gadged dan teknologi sehingga guru bisa
memanfaatkannya untuk menciptakan metode belajar-mengajar yang
lebih efesien, menarik dan interaktif dengan siswa.
Samsung Smart Learning yang dibangun ini dilengkapi sekitar
23 buah Samsung galaxy Tablet A8 dan perangkat berbasis ICT
seperti display TV, koneksi internet hingga printer. Di akhir tahun
2017, ada lebih dari 1.000.000 guru yang sudah menerima pelatihan
terkait IT di berbagai wilayah Indonesia. Khusus untuk pelatihan di
Samsung Smart Learning Class target 2300 guru akan dilatih dalam
setahun.
Selain fasilitas Samsung Smart Learning Class di Makasar,
program dari Samsung untuk Guru Indonesia adalah Training of
Coach agar seluruh peserta yang mengikuti program ini dapat
memberikan pengenalan e-learning . pelatihan gadged dan literasi
untuk daerah lain. Sekitar 30 Samsung Galaxi Tablet A8 disipkan
agar dapat digunakan secara mobile online.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 329

c. Workshop Sagusaku Delaying Solo
Workshop ini merupakan kerjasama IGI dan Universitas 11
Maret. Meski salah satu nara sumber kegiatan berasal dari
kemdikbud, tapi transportasi dan akomodasi para peserta tidak
ditanggung oleh dana APBN, artinya semua guru mengikuti
kegiatan secara mandiri demi berupaya meningkatkan kompetensi
diri. Peserta yang hadir pada kegiatan ini, berjumlah hampir seratus
peserta dari seluruh Indonesia.
Workshop Sagusaku Delaying Solo ini berlangsung dari
tanggal 16 hingga 18 Februari 2018, bertempat di Asrama Haji
Donoudi Solo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih dan
membekali para Coach Nasional Sagusaku yang akan menggerakan
literasi di lingkungan siswa dan guru di seluruh Indonesia. Materi
kegiatan yang dipelajari pala calon coach ini adalah desain, editing,
lay out dan marketing, oleh sebab itulah workshop ini juga disebut
delaying. Diharapkan dari kegiatan ini akan lahir guru yang tidak
hanya menguasai ilmu tentang kepenulisan, akan tetapi juga bisa
mendesain cover sendiri, lay out buku sendiri, mengedit buku sendiri
dan memahami bagaimana cara memasarkan buku yang sudah
berhasil diterbitkan.

d. Roadshow Spektakuler Sagusaku di 23 Kabupaten/ Kota di
Nangroe Aceh Darussalam

Kegiatan ini benar-benar spektakuler dan menyentuh hingga
pelosok Aceh. Disponsori oleh PT.Samsung Indonesia, IGI Pusat
mendatangkan coach Nasional untuk melatih para guru di provinsi
Aceh di 23 titik kabupaten / kota mulai tanggal 5 September hingga
30 September 2018. Mereka yang berkesempatan menjadi nara
sumber kegiatan adalah guru IGI yang sudah mendapat sertifikat
sebagai pelatih Nasional, yaitu : Teddy Handika, Huzaimah,
Supriadi, Marliah, Yulismar, Chrisdhianto, Darma Bakti Kalbar,
Rita Noviani dan Bambang Irawan.

e. Memberikan reward kepada guru kunjung
Bulan maret 2020, ketika pandemic awal covid-19, kita
bisa.com mengadakan konser awal untuk menggalang donasi. Dan
saat itu, narasi mengumpulkan dana yang cukup besar yakni sekitar 5

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 330

milyar dan setelah dibagi-bagikan, ternyata masih ada dana yang bisa
digunakan oleh beberapa organisasi pendidikan. Sedangkan IGI
membagi dua dana tersebut untuk guru-guru yang melakukan
pengabdian melebihi batasan. Para guru tersebut melakukan
kunjungan, mendatangi siswa yang tidak punya gawai, tidak punya
jaringan internet. Mereka tidak menunggu di kelas dan mereka juga
tidak menunggu jaringan intenet untuk melaksanakan tugas. IGI
hanya meminta merea mendokumentasikan kegiatan mereka
kemudian mereka membuat narasi yang menjelaskan alasan mereka
melakukan kegiatan tersebut. Setelah itu IGI mentrasfer sejumlah
Rp. 800.000 kepada para guru hebat yang rela melakukan
pengabdian tanpa terlebih dahulu menunggu instruksi dari
pemerintah daerah setempat.

Tulisan ini hanya mengutip sebagian kecil dari kegiatan upaya
peningkatan kompetensi guru selama masa kepemimpinan MRR.
Hampir semua kegiatan terekam jejaknya pada website resmi IGI.
www.igi.or.id.

=====

Rita Noviani, Lahir di Cinta Jaya pada tanggal 11
November 1977. Saat ini penulis bertugas sebagai guru
di SD Negeri 5 Pedamaran kabupaten Ogan Komering
Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Penulis juga adalah salah
satu coach Nasional Sagusaku.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 331

MENGENALMU BEGITU INDAH
Oleh :

Norhasanah

Ikatan Guru Indonesia (IGI) merupakan sebuah organisasi
yang beranggotakan guru, dosen, pakar pendidikan dan pemerhati
pendidikan yang ada di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada
tanggal 26 November 2009 dan telah disahkan oleh Kementrian
Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-
125.AH.01.06 Tahun 2009.

Visi Ikatan Guru Indonesia adalah memperjuangkan mutu,
profesionalisme dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut aktif
mencerdaskan kehidupan bangsa, sedangkan misinya adalah
mewujudkan peningkatan mutu, profesionalisme, kesejahteraan,
perlindungan profesi guru, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mengenal Ikatan Guru Indonesia (IGI) memberi arti tersendiri
bagi kehidupan para guru-guru yang ada di Indonesia. Setelah
bergabung dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) membuat guru-guru
menjadi berkembang, bahkan mempunyai karya.

Ikatan Guru Indonesai benar-benar bekerja sesuai misi dan
visinya, tujuannya untuk peningkatan mutu guru, sungguh luar biasa
organisasi yang diketuai oleh Muhammad Ramli Rahim dari
Sulawesi Selatan (Sulsel) ini sungguh luar biasa. Ia mampu mencetak
kader-kader yang tangguh dan berdedikasi. Orang-orang yang
tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia, adalah orang-orang yang
mempunyai nilai, ia bergerak semata-mata hanya untuk berbagi.

Dibawah kepemimpinan ketua umum Muhammad Ramli
Rahim, Ikatan Guru Indonesia seperti terbang, Ia mengepakkan
sayapnya di mana-mana. Kini Ikatan Guru Indonesia ( IGI) hadir di
34 provinsi yang ada di Indonesia. Setiap hari selalu ada saja
kegiatan yang dilakukan. Ikatan Guru Indonesia sekarang bergerak
dengan 67 (enam puluh tujuh) kanal. Bahkan pada tahun 2018 Ikatan
Guru Indonesia melalui salah satu kanalnya yaitu Sagusaku
menyelenggarakan kegiatan 1000 penulis yang di laksanakan di
Perpustakaan Nasional, Jakarta, kegiatan yang dihadiri oleh seluruh

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 332

penulis dari Indonesia yang tergabung dalam satu guru satu buku
(Sagusaku).

Mengenal MMR Lewat Gerakannya

Pada tahun 2018, saya mengenal MRR (Muhammad Ramli
Rahim) pada salah satu kegiatan yang di laksankan di Jakarta. Tidak
banyak yang saya tahu tentang sosok MMR, pada saat beliau
berbicara semua mata tertuju ke arahnya. Gaya bicaranya sungguh
sangat memukau , apa yang beliau sampaikan membuat hati menjadi
bergetar. Ide-ide beliau sangat cemerlang untuk memajukan
pendidikan yang ada di Indonesia. Terbukti setelah beliau menjabat
sebagai Ketua Umum, begitu banyak gebrakan yang beliau cetuskan.

MRR berjuang dengan ikhlas, ia rela mengorbankan
keluarganya, waktunya yang sangat berharga bahkan uangnya hanya
untuk kepentingan orang banyak. Sosok yang patut menjadi taulan
untuk kita semua. Laki-laki kelahiran 23 Mei 1978 yang berasal dari
Sulawesi Selatan. Sosok yang pernah masuk dalam bursa calon
Bupati Maros ini mempunyai tekad untuk memajukan kompetensi
guru-guru yang ada di Indonesia.

Keberanian beliau dalam memperjuangkan nasib para guru-
guru honorer juga bisa diacungkan jempol, beliau berani
memasangkan badan untuk memperjuangkan nasib guru-guru. Luar
biasa pejuangan beliau untuk memajukkan dunia pendidikan.

Pada tahun 2018 yang lalu, pameran pendidikan terbesar di
dunia yang dilaksanakan di Jakarta untuk Asia Tenggara, memilih
Ikatan Guru Indonesia menjadi salah satu mitra mereka. Dan lagi-
lagi terbukti kegiatan tersebut berjalan dengan sangat sukses.
Menurut para pemilik tenar pameran GESS, guru-guru IGI (Ikatan
Guru Indonesia) memang datang untuk pameran, mereka berinteraksi
dan berkomunikasi dengan baik.

Memutuskan Bergabung Dengan IGI

Pada tahun 2018, saya memutuskan bergabung dengan salah
satu organisasi yang menurut saya pribadi sungguh luar biasa, begitu
banyak pelajaran yang saya dapatkan setelah bergabung dalam

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 333

organisasi ini. Kerja ikhlas dan selalu berbagi menjadi tujuan utama
dalam organisasi ini. Bergabung bersama orang-orang hebat,
membuat kita akan menjadi hebat.

Inilah yang menjadi ketertarikan saya bergabung dalam salah
satu organisasi Ikatan Guru Indonesia. Meskipun saya baru
mengenal organisasi ini, tetapi saya melihat dari kacamata saya
secara pribadi, bahwa organisasi ini sangat serius dalam berbuat dan
membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru dalam
mencapai tujuannya. IGI hadir dan berdiri dengan mandiri, semua
kegiatan yang dilaksanakan dengan hati dan keihlasan, inilah salah
satu nilai positif yang saya temukan dari organisasi ini. Para anggota
rela mengelurkan rupiah secara pribadi, demi berkembangkan sebuah
organisasi. Tidak mudah mencari orang-orang yang berhati ikhlas
dan mandiri untuk saat ini. Biasanya oang-orang bekerja karena ada
nilai uang, namun di organisasi Ikatan Guru Indonesia tidak seperti
itu.

Ikatan Guru Indonesia, juga memotivasi anggotanya untuk
terus meningkatkan kualitas diri dan mau berbagi ilmu dan
pengalaman kepada seluruh guru tanpa memandang siapa guru itu, ia
rela dan ikhlas untuk berbagi. Siapa saja boleh mengikuti kegiatan
IGI. IGI hadir dan berkembang dengan moto sharing and growing
together.

Setelah saya mengenal Ikatan Guru Indonesia lebih dalam lagi,
saya juga menjadi banyak tahu tentang kegiatan yang ada di
organisasi Ikatan Guru Indonesia. Begitu banyak karya yang di
peroleh di sana, karya mandiri maupun karya bersama, mereka
melakukannya dengan sebuah komitmen yang luar biasa. orang-
orang yang berada di dalam Ikatan Guru Indonesai, dibawah naungan
Ketua Umum Mohammad Ramli Rahim (MRR) sangat tidak
diragukan lagi. Terbukti dengan capaian prestasi yang mereka
torehkan dalam dunia pendidikan. Selain itu di dalam organisasi
Ikatan Guru Indonesia, juga terdapat beberapa pelatih Nasional,
dimana mereka adalah orang-orang yang siap untuk diturunkan di
mana saja, mereka siap berbagi ilmu dan pengetahuan mereka
dengan sukarela dan ikhlas demi terwujudnya pendidikan yang
cerdas di Indonesia.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 334

Sepak Terjang Ketua Umum dalam Dunia Pendidikan

IGI salah satu organisasi profesi yang ada di Indonesia yang
sudah legal dan mempunyai badan hukum secara sah. Jadi, kehadiran
organisasi ini sudah tidak diragukan lagi dalam dunia pendidikan.
Sebuah organisasi yang sudah memiliki berbagai macam program-
program untuk meningkatkan kompetensi guru yang ada di
Indonesia. Kehadiran organisasi ini membantu guru-guru yang ingin
berkembang dan berkarya yang membantu sekali para guru yang
ingin maju. Organisasi ini tidak pernah membedakan, siapa saja yang
ingin maju dan berkembang,sangat didukung bahkan difasilitasi.
Tidak ada lagi guru yang kesulitan untuk mengembangkan potensi
dirinya, guru dibebaskan untuk berkarya dengan sebebas-bebasnya.
Bahkan guru-guru yang ingin maju, mereka akan diberikan nutrisi
untuk meningkatkan kompetensinya secara gratis, dengan niat
nantinya ilmu yang berikan mampu lagi untuk ditransfer kepada
guru-guru yang lain.

Saat ini Ikatan Guru Indonesia memiliki beberapa kanal,
silahkan bagi guru-guru untuk memilih mana kanal yang sesuai
dengan fashion dirinya. Tidak ada paksaan dalam organisasi ikatan
guru Indonesia, semua diberikan kebebasan untuk memilih dan
mengembangkan potensi dirinya.

Saat ini Organisasi Ikatan Guru Indonesia, mempunyai
berbagai macam kegiatan, dari 67 kanal itu semua dikuasai, alhasil
setiap hari selalu ada saja kegiatan yang dilakukan untuk memajukan
dunia pendidikan. Apalagi sekarang negara kita sedang berada di
masa pandemi, dan mengharuskan kita belajar dari rumah, sebagai
seorang guru kita harus bisa menciptakan model pembelajaran yang
menarik untuk para siswa. Di sini Ikatan Guru Indonesia hadir setiap
hari mengajak para Guru untuk belajar bersama-sama guna
mengasah ilmu pengetahuannya, agar kompetensi guru semakin
meningkat.

Apa yang menjadi tujuan dari ketua umum MRR ( Muhammad
Ramli Rahim) tercapai, dimana beliau menginginkan seorang guru
itu harus kreatif dan inovatif, serta guru harus mempunyai
kemampuan agar pendidikan di Indonesia bisa lebih maju dan cerdas.
Terbukti pada tahun 2019 yang lalu ketua Umum Ikatan Guru

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 335

Indonesia Muhammad Ramli Rahim diundang oleh Kemendikbud
bersama 22 organisasi guru dan komunitas. Dalam pertemuan
tersebut IGI mengajukan sejumlah hal yang terkait tentang revolusi
pendidikan dasar dan menengah yang ada di Indonesia. Hal pertama
yang beliau ajukan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa
Inggris dan pendidikan karakter berbasis agama dan pancasila,
menjadi mata pelajaran utama di sekolah dasar. Beliau juga
menegaskan untuk menghapus mata pelajaran Bahasa Inggris di
jenjang SMP dan SMA karena sudah dituntskan di pendidikan dasar.
Muhammad Ramli Rahim, sosok yang sangat berani, meskipun ide-
ide beliau selalu di tentang, beliau tetap berani untuk maju.
Keberanian beliau yang luar biasa patut diacungkan Jempol, beliau
bukanlah seseorang yang pengecut.

Selain itu beliau juga pernah mengusulkan untuk, sekolah
kejuruan atau SMK, sebaiknya menggunakan sistem SKS. Mereka
yang lebih cepat ahli bisa menuntaskan SMK hanya dengan waktu
dua tahun atau kurang. Sementara bagi peserta didik yang lambat
bisa menempuh pendidikan selama empat tahun, beliau juga
menegaskan kalau SMK tidak boleh kalah dari BLK.

Sepak terjang beliau dalam dunia pendidikan sudah tidak
diragukan lagi, beliau mengusulkan agar tidak ada lagi guru yang
berstatus honorer, beliau menginginkan semua guru honorer diangkat
menjadi PNS atau paling tidak guru tenaga kontrak profesional
dalam status PPPK dengan pendapatan minimal setara upahminimum
yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sesuai standar kelayakan
hidup. Karena mengingat saat ini masih banyak sekali guru hohorer
yang ada di Indonesia digaji tidak sesuai upah.

Fakta yang ada dimasyarakat seorang guru yang berpendidikan
S1 hanya dibayar dalam satu bulan senilai Rp 300.000,00 sampai Rp
500.000,00 menurut beliau ini sangat tidak sesuai standar. Beliau
menginginkan semua guru honorer itu sejahtera. Kemudian ketua
Umum Ikatan Guru Indonesia juga mengusulkan agar agar uji
kompetensi guru dilaksanakan minimal sekali dalam tiga tahun.
Organisasi profesi guru diberikan legalitas dalam melaksanakan
upaya peningkatan kompetensi guru, menurut beliau pemerintah
cukup melakukan uji terhadap standar kompetensi guru yang
diinginkan. Organisasi profesi guru harus segera mendapatkan

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 336

pengesahan setelah melalui verifikasi dan sepenuhnya pembinaan
guru diserahkan kepada organisasi profesi guru dalam pengawasan
pemerintah.

Beliau juga menegaskan kepada Pemerintah, agar pemerintah
diharapkan mampu memberikan ruang terbuka seluas-luasnya
kepada organisasi yang ada di Indonesia, khusunya organisasi Ikatan
Guru Indonesia. Untuk melaksanakan kegiatan secara mandiri, dan
untuk dinas pendidikan diharapkan sekali untuk menjadi mitra yang
paling mendukung organisasi ini karena dinas pendidikan merupakan
ujung tombak dalam kemajuan pendidikan dan bisa merangkul
organisasi yang secara sadar mau bergerak untuk mencapai tujuan
pendidikan yang seutuhnya. Inilah yang diinginkan oleh ketua
Umum Ikatan Guru Indonesai Muhamad Ramlin Rahim.

Ikatan Guru Indonesia dibawah pimpinan ketua umum luar
biasa berkembang, kini IGI ada di mana-mana, tidak ada yang
mampu meragukan kemampuan kepemimpinan beliau. Tegas,
berani, tangguh dan bertanggung jawab ada di dalam diri beliau.
Bakerja ikhlas selalu beliau tanamkan kepada anggota-anggota
Ikatan Guru Indonesia. Terbukti sekarang orang-orang yang ada di
bawah beliau juga hadir dan muncul seperti beliau. Sosok yang
sangat pantas untuk di apresiasikan pada dunia pendidikan. Karena
niat yang ada dalam dirinya semata-mata hanya untuk memajukan
pendidikan di Indonesia, agar pendidikan yang ada di Indonesia
mampu bersaing dengan dunia luar.

Semoga akan muncul sosok-sosok generasi berikutnya,
dimana sosok yang lebih mengutamakan kepentingan orang banyak.
Ia rela mengorbankan kepentingan pribadinya, demi sebuah
pendidikan yang berkualitas.

Ia bergerak dengan menggunakan sumber daya pribadinya
sendiri, ia mengidolakan seorang pemimpin yang jujur dan amanah,
itu lah sosok idola beliau sosok yang sama sekali tidak pernah beliau
lihat namum mampu menjadi panutan, dari sosok tersebut beliau
menerapkan dalam kehidupan pribadinya. Jadi beliau menghimbau
kepada anggotanya untuk mencontohkan sosok seperti ini. Jadi pada
saat melaksanakan Kegiatan Ikatan Guru Indonesia ia keluarkan dari
dana pribadi, ia keluarkan demgan niat semata-mata untuk mecari
ridho Ilahi.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 337

Beliau juga mempunyai kekuatan berpikir yang mendalam,
dan pemikiran yang cemerlang sehingga ia mampu untuk
mengorbankan kekuatan pribadi yang miliki, selain itu demi sebuah
organisasi Ikatan guru Indonesia, beliau rela meninggalkan dunia
bisnis yang beliau bangun dengan susah payah, beliau tinggalkan
demi Ikatan Guru Indonesia. Selain itu Keluarga yang beliau cintai
pun terpaksa beliau tinggalkan dalam sementara waktu untuk
mengembangkan Ikatan Guru Indonesia. Semua ini bisa beliau
lakukan berkat sebuah Kekuatan berpikir beliau sangat luar biasa.

Membangun sebuah Kemandirian

Membangun sebuah kemandirian itu lahir dari diri sendiri, itu
menurut beliau, beliau membangun beberapa mitra untuk melatih
anggota salah satunya dengan menghadirkan pelatih-pelatih untuk
mengembangkan potensi guru-guru yang ada di Indonesia. Agar
guru-guru yang dilatih nantinya mempunyai kekuatan dalam
bergerak. Kemudian beliau juga mandiri dalam pendanaan. Ikatan
Guru Indonesia tidak mempunyai anggaran tetap dari pemerintah.
Ikatan Guru Indonesia mempunyai dana yang mandiri. Pada saat
melakukan kegiatan beliau rela membuat proposal dan mencari dana
untuk membayar para pelatih-pelatih agar anggota Ikatan Guru
Indonesia bisa mengikuti pelatihan. Terbukti guru-guru yang ia
kerahkan untuk melakukan beberapa pelatihan berhasil membuat
dirinya bangga. Target yang beliau inginkan tercapai dengan luar
biasa. guru-guru yang beliau ikutkan pelatihan mampu ia turunkan
untuk mengembangkan sayap beliau.

Pendanaan yang mandiri, sangat luar biasa, beliau memiliki
managemen keuangan benar-benar di kelola dengan baik. Sistem
keuangan yang transparan, maju dan canggih sehingga organisasi
menjadi maju dan berkembang dibawah pimpinan ketua umum kita.

MRR juga Membangun kemitraan atau sponsor untuk
memajukan dan mengembangkan organisasi secara berkelanjutan.
Salah satu mitra sponsor yang beliau gandeng adalah Samsung.
Samsung merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan
potensi guru-guru. Dengan aplikasi yang ada di Samsung membuat
kemudahan tersendiri bagi guru-guru untuk berkembang. Selain itu

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 338

ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh Samsung setelah
organisasi Ikatan Guru Indonesia bekerjasama dengan samsung,
maka secara drastis penjualan samsung menjadi membludak.

Sebuah penjualan yang sangat meningkat pada saat itu.
kekuatan yang luar biasa telah di bangun oleh MRR. Kepercayaan
samsung pun semakin percaya dengan Ikatan Guru Indonesia. Sejak
saat itu Ikatan Guru Indonesia selalu bekerja sama dengan Samsung
dalam melaksanakan sebuah kegiatan. Tidak mudah MRR
memperjuangkan kerjasama itu, biaya yang beliau keluarkan sangat
banyak, dan lagi-lagi dana yang beliau keluarkan adalah dana
pribadi. bahkan dengan waktu yang sangat panjang. Luar biasa yang
beliau lakukan untuk menerbangkan beberapa pelatih.

Sistem keanggotaan yang beliau bangun pun bekelanjutan,
uang keanggotaan itu beliau gunakan untuk memperbesar sebuah
organisasi agar, organisasi bisa menjadi kuat dan selalu mempunyai
saldo, karena setiap hari selalu ada saja yang bergabung dengan
organisasi Ikatan Guru Indonesia.

Melihat anggota semakin banyak, MRR pun kembali
mengundang beberapa anggota daerah kembali untuk dilatih, dengan
harapan nantinya pelatih yang sudah dididik mampu untuk melatih
teman-temannya yang ada di daerah masing-masing. Namun, ada
beberapa yang tidak mau dilatih, MRR pun tidak patah semangat, ia
masih berjuang untuk beberapa guru yang mau dilatih, akhirnya
guru-guru yang mau dilatih menjadi pelatih nasional, mereka
akhirnya pergi ke mana-mana untuk melatih guru-guru yang ada di
Indonesia, dibayar maupun tidak dibayar mereka ikhlas terbang
untuk memberikan pelatihan. Itulah sisi positif dari diri para pelatih
hasil didikan ketua umum yang ada di Organisasi Ikatan Guru
Indonesia. Mereka pergi melatih keberbagai daerah hampir setiap
bulan, karena yang melatih orang dari luar daerah, akhirnya peserta
menjadi membludak, padahal peserta kegiatan pelatihan
menggunakan dana mandiri, setelah melaksanakan pelatihan ilmu
yang didapatkan mereka kembangkan bahkan menghasilkan
beberapa karya, inilah pelatihan yang luar biasa. berbeda dengan
pelatihan yang di baiaya oleh pemerintah, maka pesertanya tidak ada
yang serius, karena yang mereka inginkan bukanlah ilmu pelatihan,
namun tanda tangan dan sebuah amplop. Ironis sekali. Jauh sekali

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 339

dengan pelatihan yang dilaksanakan oleh ikatan Guru indonesia,
jangankan mendapatkan amplop, malah uang pribadi yang akan
dikeluarkan.

Selama ini pelatihan yang dibiayai oleh pemerintah ternyata
tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Sangat ironis sekali
penomena yang ada di Indonesia. Memang semua orang memerlukan
uang, namun uang bukanlah segala-galanya, pada saat kita
melakukan pelatihan hal yang sangat penting yang kita bdapatkan
sebenarnya sebuah ilmu. Ilmu itu sangat penting. Karena dengan
berilmu maka secara otomatis kita akan menghasilkan uang. Semoga
pelatih yang ada di Ikatan Guru Indonesia tidak pernah lelah untuk
melatih dan berbagi ilmu. Terima kasih banyak kepada ketua umum
Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim (MRR) untuk jerih
payahnya selama ini demi memajukkan pendidikan yang ada di
Indonesia. Kami merasa bangga mempunyai sosok ketua umum yang
luar biasa hebat.

=====

Norhasanah, lahir di Buntok 12 Desember 1981, Guru
Bahasa Indonesia di SMAN 2 Dusun Selatan, Buntok,
Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Membaca buku fiksi
merupakan kegemarannya sejak duduk di kelas dua (2)
Sekolah Dasar, dengan membaca membuat dirinya
mempunyai imajinasi yang sangat kuat, imajinasi tersebut
kemudian ia tuangkan dalam sebuah tulisan.

Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 340


Click to View FlipBook Version