IGI kapal besar bung
Bermuatan penuh dengan mereka yang ikhlas membangun
negeri
Jangan kau cemari dengan niat yang tak kami ingini
Jika terbersit di hati akan nilai tak terpuji
Maka kami ingatkan kau akan hal ini
Bahwa semua akan mati
Ingatkan diri apa yang kan kau bawa dihari nanti
Baimana kau disuatu saat nanti
Di sana di alam kubur serta yaumil akhir nanti
Baimana cara kau bertanggung jawab dihapadapanNya
Pikirkan Bung banyak yang akan kau lukai
Generasi negeri
Kehancuran yang akan meluluh lantakkan kau disana nanti
Pastikan diuji niat sucimu
Pastikan ada kami, dibarismu nanti
Siap sokong, bahu membahu raih cita dan prestasi demi anak
negeri
=====
Marliah Yoesief, wanita asli kelahiran Aceh ini paling
hobi membuat puisi. Namun, ia tak mau ketinggalan
memberi sumbangsih bagi pemikiran bagi lahirnya buku
MRR sebagai Ketua Umum yang menjelang berakhir
masa kepemimpinannya. Pengajar di SMKN 2
Tembilahan yang mengajar bidang studi Bahasa
Indonesia. Penulis juga sebagai Pengurus Wilayah IGI
Riau, Guru Pendamping, dan Penggiat Literasi Inhil.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 91
IMPRESI EMPAT TAHUN BERSAMA PUTRA MAROS
Oleh:
Dra. Hj. Huzaimah, M.Pd.I
A. Mengenal Seorang Putra Maros yang Jos
Muhammad Ramli Rahim merupakan tokoh yang cukup
fenomenal di kalangan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru
Indonesia dan merupakan salah satu ketua organisasi guru yang
sangat intens dalam memperhatikan dunia pendidikan. Putra
kelahiran Maros, 23 Mei 1978 ini menuntut ilmu dari pendidikan
dasar hingga menengah di kota kelahirannya salah satu daerah
Sulawesi Selatan. Setelah menamatkan pendidikan menengah, Ramli
melanjutkan ke pendidikan tinggi di Kota Makassar, Universitas
Hasanuddin.
Selama studi di Universitas Hasanuddin inilah jiwa
kepemimpinan MRR mulai terlihat. Di Kampus yang terletak di ibu
kota Provinsi Sulawesi Selatan ini, Ramli tercatat pernah
menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas
MIPA Unhas, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas MIPA
Unhas, Ketua HMI Cabangan Makassar Timur, Ketua Parlemen
Mahasiswa Unhas, Ketua Dewan Kader Himpunan Mahasiswa
Kimia Unhas, Ketua Dewan Kader Badan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas MIPA Unhas, serta beberapa jabatan lain terkait
mahasiswa di luar Universitas Hasanuddin.
Selepas dari studi di Universitas Hasanuddin, Ramli
mendirikan Grup Ranu, yakni perusaan yang bergerak di bidang
pendidikan, perumahan, dan pertambangan. Di bawah bendera Grup
Ranu ini, Ramli mendirikan PT. Ranu Prima College, PT. Ranu
Niaga Prima, PT. Ranu Globalindo Investama, PT. Ranu
Transporindo Indonesia, PT. Ranuland Indonesia, PT. Ranu Nusantra
Insfrastruktur, serta Yayasan Ranu Prima. Selain itu, Ramli juga aktif
mengajar sebagai guru tetap yayasan di SMK Widya Nusantara
Maros serta menjadi dosen tamu di Universitas Hasanuddin
dan Universitas Islam Timur Makassar.
(https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Ramli_Rahim).
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 92
B. Memimpin Ikatan Guru Indonesia
Kiprah Muhammad Ramli Rahim di kepengurusan Ikatan
Guru Indonesia diawalinya ketika terpilih menjadi Ketua Ikatan Guru
Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan. Kepiawaian memimpin IGI
wilayah Sulsel dan fokus pada peningkatan kompetensi guru,
mengantarkannya mendapatkan tiket terpilih secara aklamasi sebagai
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia periode 2016-2021 pada
Kongres II IGI di Makasar, 30 s.d. 31 Januari 2016.
Setelah disahkan sebagai orang nomor satu di IGI, sosok yang
pernah masuk dalam bursa calon Bupati Maros ini bertekad untuk
tetap eksis pada program peningkatan kompetensi guru seperti yang
telah dilakukannya ketika memimpin IGI Sulsel. Selain Fokus
terhadap peningkatan kompetensi juga melakukan program
advokasi terhadap para guru yang memerlukan. Program ini
dilakukan oleh pengurus daerah, wilayah, atau pusat sesuai
kepentingan para guru yang membutuhkan.
C. Mengawali Program dengan Cerdas
Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diinisiasi sejak tahun 2000
dengan nama Klub Guru Indonesia dibawah kepemimpinan Ahmad
Rizali dan secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November
2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan
Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009 dengan
Ketua Umum Satria Dharma, dan Sekjend Muhammad Ihsan dari
Jawa Timur, serta Indra Djati Sidi dari Jawa Barat sebagai Ketua
Dewan Pembina.
Untuk memperkuat eksistensi IGI, dibentuk kepengurusan
baru 2016-2021 dan berbadan hukum kementerian hukum dan HAM
dengan surat keputusan nomor AHU-0000308.A.H.01.08.Tahun
2016. Muhammad Ramli Rahim ditunjuk sebagai ketua Umum dari
Sulawesi Selatan, dan Sekjend Mampuono dari Jawa Tengah.
Organisasi yang lahir dari keprihatinan munculnya hujatan tentang
rendahnya kompetensi guru Indonesia dan adanya hasil kajian
beberapa pihak yang menganggap Pemerintah belum berhasil dalam
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 93
meningkatkan kompetensi guru serta kinerja organisasi guru yang
ada saat itu dianggap belum melakukan apapun.
Pengesaham resmi dengan berbadan hukum, menjadikan
peluang IGI lebih mudah untuk terus menguatkan program yang
berorientasi penuh pada peningkatan kompetensi guru. Hal ini
didasarkan pada konsep, bahwa semua persoalan pendidikan di
Indonesia berawal karena rendahnya kompetensi guru dalam hal
kompetensi profesional, kompetensi pedagogis, kompetensi sosial
maupun kompetensi kepribadian.
Pergerakan yang masif dari program-program IGI dalam
meningkatkan kompetensi guru menjadikan IGI sebagai organisasi
guru dengan konsep baru. Dari upaya babak baru ini, MRR berhasil
mengembangkan IGI di 34 Provinsi dengan lebih dari 400 kabupaten
kota. Kegiatan peningkatan kompetensi guru yang diawali Februari
2016 hingga saat ini terus berjalan. Hanya dalam waktu setahun, IGI
berhasil melaksanakan program peningkatan kompetensi dengan
berbagai paket seminar, workshop, diklat atau simposium secara
daring dan luring dengan melibatkan 156.000 guru dan 575 pelatih.
Bukan itu saja IGI juga berhasil membentuk 67 kanal pelatihan guru
dengan varian program pelatihan terutama pengenalan IT. Untuk
melengkapi program peningkatan kompetensi profesionalitas, IGI
berupaya mengembangkan kompetensi sosial guru dengan
membentuk beberapa gerakan program seperti guru saudara yang
memfasiltasi kemudahan para IGIERS dalam hal akomodasi saat
melakukan kunjungan antar daerah.
Awal 2017, IGI terus melakukan peningkatan kompetensi
dengan membentuk induk organisasi berbasis mata pelajaran yang
disebut IGMP. Hal ini dilakukan untuk menjawab persoalan
rendahnya literasi berbasis mata pelajaran, dengan harapan para guru
mata pelajaran dapat berinovasi dalam tugas-tugas mengajarnya.
Salah satu gerakan organisasi berbasis mata pelajaran ini yang sangat
masif dilaksanakan oleh Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa
Indonesia dengan menyelenggarakan TOC literasi produktif dan
Diklat Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) berbasis tablet di 34
Provinsi di Indonesia dengan target 1700 buku dalam 10 bulan.
Selanjutnya diikuti pembentukan IGMP yang lain seperti,
Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika yang akan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 94
menyelenggarakan perubahan paradigma dari menghitung
matematika menjadi berpikir matematika di 50 kabupaten/kota di
Indonesia. Pergerakan program tidak hanya untuk guru tingkat
menengah, namun berupaya merangkul tingkat dasar, dengan
program master coach camp non IT di Jakarta dan 34 provinsi di
Indonesaia dan seterusnya oleh IGK SD/MI dan IG PAUD.
Pendidikan Vokasi juga akan menjadi fokus perhatian khusus
bagi IGI, 64 IGMP berbasis SMK telah dibentuk dan akan bekerja
bersama guru dalam kelompok keahliannya mengembangkan
kemampuan guru yang lainnya. Untuk mendukung pengembangan
program ini IGI melakukan kerjasama dengan Samsung dalam
bentuk kerjasama berbasis kegiatan. Salah satu kegiatan itu adalah
Samsung Smart Learning Class di Makassar, yang fokus pada
pengembangan kemampuan guru spesifik pada mata pelajaran.
Kerjasama bersama Samsung ini semakin terasa saat IGI
menggelar Indonesia Tablet Learning (ITL) di 34 Provinsi di
Indonesia untuk mendorong inovasi-inovasi pengajaran berbasis
tablet. IGI berharap pola pembelejaran di sekolah yang dulu
menggunakan kapur ke spidol lalu ke laptop beralih total ke tablet
dalam empat tahun ke depan. Tentunya gerakan ini membutuhkan
dukungan dari berbagai pihak agar pembelajaran menyenangkan,
menggembirakan dan jauh lebih efektif dapat diwujudkan.
D. Upaya MRR Mengangkat Citra IGI
Berbekal kader aktivis HMI saat masih menjadi mahasiswa
dan pergaulan yang luas, Daeng, panggilan akrab MRR, bukan
hanya memiliki kecerdasan sosial dan profesional juga memiliki sisi
spiritual yang luar biasa. Hal ini terbukti pada pola kepemimpinan
awal beliau setelah dilantik menjadi ketua Umum IGI.
Masuk dalam organisasi yang baru mulai berkembang, tentu
tidaklah mudah untuk memulai dengan gebrakan-gebrakan kegiatan.
Kondisi keuangan IGI yang masih minim, tidak menajadi halangan
baginya untuk terus bergerak, justru membuka ide pergerakan pada
konsep metode seorang khalifah yang sangat dikagumi beliau yaitu
Umar Ibnu Aziz. Menurutnya seorang pemimpin wajib memiliki
karakter seorang Umar Ibnu aziz bahwa prinsip pemimpin yang baik
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 95
dan berkualitas adalah pemimpin yang mampu memberikan contoh
teladan dan memulai dari diri sendiri (Zoom meeting, 05 November
2020).
Kesadaran seorang MRR mengemban amanah, dibuktikan
dengan keikhlasannya untuk menggunakan aset bisnis keluarga
untuk mensuport tugasnya sebagai ketua IGI. Pengorbanan bukan
saja finasial, namun beliau harus rela intensitas bersama keluarga
menajadi terbatas. Basis sebagai pengusaha membuat MRR terus
mencoba membangun kemandirian, memanfaatkan kekuatan dari
potensi organisasi tanpa harus berpikir meminta bantuan dari luar.
Baginya kondisi ini adalah tantangan menguji nyali seorang anak
Makasar yang dipercaya untuk memimpin.
Membangun kekuatan sebuah organisasi guru menurut beliau
memang bukanlah perkara mudah sebab ada dua sisi yang harus
benar-benar menjadi petimbangan. Pertama, kehadiran organisasi
guru yang di sejak awal menjadi tempat bernaungnya para guru
yang memiliki kemampuan secara akademisi, namun tidak memiliki
pengalaman memperluas jaringan karena tendesi-tendensi
kepentingan politik pemerintah membuat para guru terbentuk
menjadi guru amplop, dimana terbiasa dibayar untuk mendapatkan
ilmu. Kedua, para guru yang tergabung dalam organisasi IGI waktu
itu adalah guru-guru seperti botol kosong yang tertutup. Kedua
tantangan itu menghadirkan kecerdasan yang luar biasa. Baginya
sesuatu yang sudah menjadi tugas adalah harga diri personal dan
organisasi.
Mengingat masalah keuangan yang begitu minim, sedangkan
keinginannya untuk merubah mindset guru di IGI dimulai dengan
membangun kekuatan dan memperluas jaringan IGI dari daerah ke
daerah,tentu memaksanya harus mengorbankan dana pribadi. Salah
satu program yang dijalankan adalah membangun kemandirian para
guru melalui motivasi dengan melakukan roadshow ke seluruh
daerah yang mulai berkembang. Kegiatan roadshow yang dilakukan
menunjukkan kesuksesan seiring kuantitas pengurus IGI yang ada
di seluruh Indonesia. Program roadshow ini menunjukkan
perkembangan yang cukup baik dari beberapa daerah.
Upaya untuk menggaungkan IGI melalui roadshow
meletakkan eksistensi organisasi guru yang dipimpin semakin kuat.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 96
Untuk menguatkan image kemandirian, MRR berusaha bagaimana
IGI dapat diterima oleh pemerintah. Bukan berbasis proposal, namun
mengupayakan koordinasi program. Berbekal pergaulan dengan
Anis Baswedan yang waktu itu menjabat sebagai Menteri
Pendidikan, Daeng berhasil memperkenalkan gerakan dan
kemandirian IGI di jajaran Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Sejak IGI dikenal di kalangan pembuat kebijakan pendidikan
maka gerak beliau sedikit lebih bebas dalam membawa misi
organisasi guru ini karena kepercayaan para guru semakin
meningkat. Untuk menunjukkan visi IGI dan menguatkan citra
organisasi guru yang mandiri beliau berupaya membuka ruang bagi
para IGIERS mengikuti sistem pelatihan dengan cara daring.
Meskipun di awal banyak dipertanyakan tentang keabsahan pelatihan
ini, namun fakta aturan perundangan tidak memuat tentang larangan
sehingga program ini terus berjalan dan menunjukkan hasil yang
baik.
Program ini juga merupakan bagian dari strategi MMR,
membebaskan mindset guru amplop bahwa meningkatkan
kompetensi harus menjadi visi seorang guru. Kegiatan ini sekaligus
untuk menunjukkan cara berpikir bahwa organisasi yang Ia pimpin
adalah organisasi yang memiliki orientasi yang benar dan jelas.
Kegiatan pelatihan daring yang diprogramkan semakin
meluas, dari sekedar seminar kemudian didesain dengan multi skill.
Diantaranya kerjasama bersama Seamolec program Webex yang
melatih guru menguasai beberapa skill dari satu program mulai dari
membuat room, mengundang peserta, record dan sistem pelaporan
tanpa kertas. Yang paling mengesankan adalah program ini juga
menjadi awal terbukanya mindset baru para guru tentang IT.
Bukan itu saja Beliau berusaha untuk mendukung semua
program kanal dengan melakukan kegiatan Temu Nasional Pelatih
(TNP) pada tanggal 5 Januari 2018 di Kemendikbud Jakarta
(igi.or.id, 2018). Kegiatan ini sangat spektakuler. Pertemuan yang
dihadiri guru dari semua daerah mengakui selama menjadi guru dan
ikut pada salah satu organisasi guru sebelum IGI, merasa tidak
pernah mendapatkan surprise dan cara menghargai profesi dan
kemampuan serta membangun kepercayaan luar biasa pada setiap
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 97
orang. Hal ini menunjukkan betapa egaliternya beliau. Mengayomi
dan memberikan kepercayaan luar biasa pada setiap anggota
sehingga memiliki kepercayaan diri dan motivasi terus
meningkatkan kompetensi diri.
Dari program TNP ini gerakan pelatihan IGI semakin masif
dan memaksa guru untuk keluar dari budaya amplop. Di daerah-
daerah terasa dunia baru bagi guru sudah terbuka. Para guru diberi
kepercayaan dan keberanian untuk mengasah diri melalui tugas-
tugas menjadi pelatih yang dikirim antar daerah. Banyak guru
mendapatkan kenyataan yang tak pernah diimpikan, terbang dengan
fasilitas organisasi dan mendapatkan kesempatan mengenal daerah-
daerah saudara IGI yang ada di seluruh provinsi. Keberhasilan
program ini menunjukkan bahwa Beliau benar-benar adalah
pemimpin yang visioner.
E. Ide Seorang MRR yang Egaliter
Pemikiran beliau bukan hanya terbatas pada bagaimana
membuka kondisi guru yang diibaratkan seperti botol kosong yang
tertutup dengan membuka wacana menajadikan guru memiliki
kompetensi, beliau juga mengantarkan guru mengenal hakikat dan
wibawa diri. Sifat egaliter yang beliau miliki dibuktikan dengan ide
memperhatikan guru honorer dengan meminta pemerintah
meningkatkan insentif para pejuang pendidikan tanpa jasa ini. Hal ini
sangat beralasan sebab menurut Beliau, guru adalah guru dan tidak
pantas untuk dibeda-bedakan dalam hal pendapatan karena proporsi
dan jam kerja yang sama.
Untuk merealisasikan program ini ada dua langkah yang bisa
efektif; pertama, sistem honorer dihapuskan sehingga tak ada lagi
yang mengisi ruang kelas yang statusnya tidak jelas. Kedua, status
bagi honorer harus jelas PNS atau PPPK.
Perjuangan beliau dalam mengembangkan program mendapat
respon luar biasa dan sampai hari ini jumlah anggota IGI mencapai
105.102 (anggota.igi.or.id, diakses 14 November 2020 pukul 03.16
WIB). Ide cerdas MRR membawa IGI semakain mempesona, pada
setiap kegiatan forum Pemerintah mengundang IGI untuk
memberikan warna bagi kemajuan dunia pendidikan. Salah satu
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 98
kehormatan yang diberikan pemerintah pada IGI adalah mengundang
Ketua Ikatan Guru Indonesia bersama 22 organisasi guru dan
komunitas guru) diundang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Nadiem Makarim IGI pada akhir tahun 2019. Pada
kegiatan ini beliau menunjukkan loyalias pada organisasi yang
dipimpinnya dengan tetap berupaya menawarkan ide-ide revolusi
pendidikan dan mencuri perhatian Menteri Pendidikan.
Beberapa pemikiran beliau adalah rekonstruksi kurikulum,
bahasa Inggris dan pendidikan karakter menjadi mata pelajaran
utama di sekolah dasar (SD). Pembelajaran bahasa Inggris di tingkat
SMP dan SMA dihapuskan karena seharusnya sudah dituntaskan di
SD serta jumlah mata pelajaran di SMP menjadi maksimal 5 mata
pelajaran dengan basis utama pembelajaran pada coding dan di SMA
menjadi maksimal enam mata pelajaran tanpa penjurusan lagi.
Jiwa pengusaha MRR memberikan inspirasi pada ide-ide
pembenahan sistem program pada SMK fokus pada keahlian, maka
harus digunakan sistem kredit semester (SKS). Prinsip efisiensi dan
efektivitas dalam setiap program menjadi prioritas dengan pemikiran
jabatan Pengawas Sekolah dihapuskan hingga jumlah guru yang
dibutuhkan mencukupi.
Sebagai bentuk konsistensi pada program meningkatkan
kompetensi bidang literasi dengan memprogramkan seluruh beban
administrasi guru harus dibuat dalam jaringan atau secara online dan
tak ada lagi dalam bentuk hard copy, verifikasi keaslian dilakukan
secara acak dengan kewajiban menunjukkan berkas asli, bukan
fotokopi.
Keinginan beliau memperbaiki kualitas pendidikan dilakukan
dengan menawarkan ide, pengangkatan guru berdasarkan kompetensi
dan kebutuhan kurikulum. Selanjutnya perubahan kurikulum harus
dibarengi dengan bimbingan teknis cukup dilakukan secara daring
melalui video tutorial dengan kewajiban uji secara acak terhadap
pemahaman kurikulum dan anggaran bimtek dialihkan untuk
rekrutmen guru.
Ide lain yang juga cukup cerdas dan menarik adalah anggaran
peningkatan kompetensi guru dihapuskan dan upaya peningkatan
kompetensi guru diserahkan kepada organisasi profesi guru
berdasarkan acuan kompetensi yang dibutuhkan, sehingga anggaran
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 99
tersebut dialihkan untuk rekrutmen guru. Pemikiran Daeng Ramli,
tentu sebuah pemikiran yang baru bagi pelaku pendidikan yang
selama ini terbelenggu dengan sistem yang berbasis proyek. Program
yang beliau tawarkan menunjukkan kemandirian seorang
Muhammad Ramli Rahim sebagai seorang pemimpin dalam bersikap
sekaligus menguatkan kepribadian seorang putra “to warani” yang
berarti pemberani.
Tidaklah berlebihan jika beliau disebut sebagai pembaharu
sistem pendidikan. Meskipun ide beliau mengundang pro kontra,
namun semua dilakukan fokus pada kepentingan IGI dan membantu
para guru untuk mendapatkan hak kemerdekaan sebagai pendidik.
Fakta ini telah dirasakan oleh guru-guru yang tergabung dalam IGI.
Tentu saja kekurangan dan kelebihan adalah sesuatu yang biasa,
tetapi tekad dan keingian beliau patut dihargai sebagai satu bentuk
keberanian yang tidak semua orang mampu melakukannya.
F. Ide Membangun Kesadaran Pejabat Negeri Sadar
Pendidikan
Salah satu terobosan untuk membangun kesadaran pejabat
negeri untuk memperhatikan pendidikan adalah dengan menggelar
program penghargaan yang diberi nama Anugerah Pendidikan
Indonesia (API).
Penghargaan ini dilakukan dengan cara mengundang para
pejabat daerah yang peduli pendidikan dan mendukung kegiatan IGI
pada pameran pendidikan internasioal GESS di JCC dan digelar tiap
tahun.
Program ini bukan saja mengundang decak kagum, namun
memberikan warna baru tentang makna keseriusan IGI dalam
memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia. MRR membangun
konsep pergerakan IGI dengan mengedepankan idealisme dan spirit
jihad. Beliau berharap ke depan para guru menyadari bahwa mereka
bukan sekedar bekerja dan mendapat insentif setiap bulan, namun
harus mampu memberikan nilai lebih pada negeri. Insentif hanyalah
kebutuhan personal, kemauan dan niat ikut memikirkan negeri
adalah sesuatu kewajiban personal yang tidak dapat ditinggalkan.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 100
Akhir tulisan ini khusus menyematkan salam hormat dan
terima kasih kepada seorang tokoh pembaharu pendidikan yang
memiliki keberanian dan tanggung jawab yang luar biasa. Strategi
MRR telah mampu mengubah wajah pendidikan di Indonesia melalui
pergerakan IGI.
=====
Huzaimah, lahir di Curup Propinsi Bengkulu. Saat ini
bertugas sebagai guru MAN 2 Kota Lubuk Linggau
Sumatera Selatan mengampu mata pelajaran Fikih.
Memiliki motto hidup adalah perubahan membawanya
menjadi salah satu anggota IGI sejak tahun 2017. Penulis
saat ini menjabat sebagai ketua daerah IGI Lubuk Linggau.
Karya penulis tentang kecintaannya pada IGI dan kagum
akan sosok MRR dituangkannya dalam kumpulan Jejak Rekam
Kepemimpinan MRR jilid 2 lewat tulisan “IMPRESI EMPAT TAHUN
BERSAMA PUTRA MAROS”.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 101
SANG REVOLUSIONER
Oleh :
Wirdayane, S.Pd.SD
Ikatan Guru Indonesia ( IGI ) kini semakin Berjaya.
Anggotanya terus bertambang dan naik sangat signifikan.Guru-guru
semakin mengerti pentingnya arti sebuah organisaasi yang
bermanfaat dan memperhatikan kebutuhan guru.Sesuai dengan moto
dari IGI yaitu” sharing and growing together” banyak guru
merasakan manfaatnya.Walau masih terbilang baru bergabung di
organisasi ini namun sepak terjangnya membuat tidak ingin
berpindah hati.
Tiga tahun bergabung di organisasi profesi ini yaitu sejak
tahun 2017 saat mengikuti pelatihan yang diadakan oleh salah satu
kanal yaitu Satu Guru Satu Buku ( Sagusaku ) di wisma Selvira
Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir – Riau. Terlihat sekali
bagaimana organisasi ini menyelenggarakan dan memotivasi guru
untuk meningkatkan kompetensi.Pelatihan dengan biaya mandiri itu
memfasilitasi peserta untuk menghasilkan sebuah buku. Motivasi
yang diberikan serta pencerahan agar guru tidak hanya mengajar
namun harus menjadi guru yang hebat dengan cara mandiri.
Mandiri?
Sebuah tanda tanya besar terpampang di pikiran. Kok
bisa?Bagaimana caranya?Pelatihan yang dilaksanakan dua hari itu
memberikan pencerahan luar biasa tentang langkah-langkah konkret
yang dilakukan oleh IGI.Semua itu terlihat dari awal saat mendaftar
untuk bergabung di organisasi ini. Biaya pendaftaran hanya lima
puluh ribu saja tanpa ada iyuran setiap bulan. Ibaratnya bayar satu
kali untuk seumur hidup. Akhirnya setelah kegiatan itu semua
peserta berbondong-bondong menjadi anggota IGI.
Apalah arti uang lima puluh ribu dengan banyaknya kanal
pelatihan yang bisa kita ikuti. Semua pelatihan tersebut sangat
dibutuhkan guru dan kepala sekolah serta pengawas. Apalagi saat
lagu mars IGI dinyanyikan oleh peserta, walaupun belum hapal tap
dibantu dengan teks di layar. Sair dalam lagu tersebut terasa
menyentuh di sanubari.Moto yang dibuat membuka mata dan pikiran
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 102
diri selama ini.Bukan tak pernah ikut organisasi profesi
lainnya.Malahan baru jadi ASN sudah terdaftar menjadi anggota
orprof. Buktinya punya kartu dan tentunya membayar iyuran wajib
setiap bulan yang tidak tahu untuk apa kegunaannya. Paling tidak
ikut kegiatan seremonial dalam rangka hari guru seperti lomba olah
raga voli, tarik tambang dan baca puisi.Sehingga tidak begitu
menarik bagi diri pribadi.
Kegiatan Sagusaku yang diikuti membuka wawasan, bahwa
ada organisasi profesi yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan
kompetensi guru.Tanpa berpikir panjang lagi untuk ikut dan megajak
beberapa teman.Jadilah kami segelintir orang menjadi anggota
IGI.Apakah semudah itu diterima? Ternyata sangat susah membuat
pembaharuan pada banyak orang yang sudah terbiasa mendapat
kenyamanan.Kemudian banyak di antara kita guru tidak peduli
dengan organisasi yang diikutinya. Kepeduliannya misalnya bayar
iuran, lalu protes bila tak ada mendapat kegiatan. Menuntut hak
untumenerima santunan bila terjadi musibah atau melaksanakan
pernikahan.Terakhir berebut menjadi pengurus apalagi ketua.
Pola piker itu seharusnya tidak lagi ada dipikiran para guru
yang professional. Pola pikir kita seharusnya menjadi guru yang
selalu belajar untuk meningkatkan kompetensi dan bagaimana
menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya. Itu
yang saya rasakan. Hingga pandangan orang lain yang memandang
sebelah mata terhadap kegiatan IGI semakin terlihat. Pertama kali
mereka mengatakan bodoh, masa ikut pelatihan harus mengeluarkan
dana pribadi. Biasanya pelatihan gratis malahan pulangnya dapat
amplop lagi.Sangat sulit merubah mindset sebagian orang. Namun
perlahan saya mulai membuat cara agar mulut-mulut iseng itu
bungkam. Setelah pelatihan selesai saya makin intens membuat
tulisan yang dikirim ke media social seperti facebook dan media
cetak seperti surat kabar. Mulai dari tulisan sederhana tentang
kearifan local hingga tulisan artikel pendidikan.Ibaratnya saya tidak
sekedar berbicara tapi memberi contoh.Tantangan terberat juga
datang dari keluarga sendiri. Ketakutan nanti saya akan dipojokkan
di tempat tugas dan lingkungan. Menurut keluarga saya telah
berjalan terlalu jauh dan berani membawa sesuatu yang
baru.Semangat untuk berubah mengalahkan semuanya.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 103
Setelah menjadi anggota IGI yang aktif, saya berkesempatan
mengikuti kegiatan “ DELAYING” di asrama haji Donuhudan Solo
Jawa Tengah.Ini adalah kegiatan pertama yang saya ikuti di luar
provinsi.Bertemu guru-guru hebat se-Indonesia membuat air mata
meleleh.Betapa Allah maha baik, jangankan untuk di provinsi di
kabupaten saja say jarang dapat pelatihan karena tidak adanya
koneksi hehehe.Kini Allah memberi jauh di atas ekspetasi saya.
Pelatihan disain cover layout dan editing ini mempertemukan
dengan bayak guru dan membuka peluang untuk berbagi. Di sini
saya merasa terharu.Siapalah saya? Guru SD yang selalu diremehkan
dengan ungkapan „ Oh Guru SD.‟ Di sini saya mulai
mengembangkan diri untuk bisa memantaskan diri di organisasi
baru. Pulang dari kegiatan banyak yang harus kami lakukan di
antaranya mengadakan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah ( Gelis )
dengan mendatangi sekolah-sekolah sasaran untuk memotivasi dan
meberikan materi agar bisa membuat buku antologi siswa. Kegiatan
ini ternyata sangat banyak manfaatnya.Selain meningkatkan
kemampuan literasi siswaq, juga memotivasi guru untuk
menghasilkan karya.Siswa bisa guru tentu lebih bisa.Sampai
akhirnya saya bersama puluhan anggota IGI kabupaten Indragiri
Hilir mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan GESS yaitu
pameran pendidikan dunia yang diadakan di JCC dan IGI satu-
satunya orprof yang diundang.Beruntungnya kami bisa hadir
ikegiatan besar tersebut. Di sana kami berjumpa dengan sosok sang
revolusioner ketua umum Ikatan Guru Indonesia Daeng Muhammad
Ramli Rahim yang lebih dikenal dengan MRR.
Sosok yang selama ini hanya di kenal di dunia maya, namun
terasa sudah akrab. Beliau pernah memberi aprresiasi atas cover
buku saya yang dibuat oeleh BHP Riau. Memberi like dan komentar
di facebook.Kini sosok tersebut berada di antara kami yang hadir di
JCC pada kegaitan GESS serta pemberian penghargaan pada tokoh
dan kepala pemerintahan yang mendukung kegiatan IGI di
daerahnya.Dalam sambutannya mulai dari pembukaan samapai acara
inti betapa saya sangat kagum pada ide-ide cemerlang
beliau.Ternyata telah banyak yang beliau lakukan agar IGI ini
bermanfaat bagi seluruh guru. Kebermanfaatan bagi guru tentu akan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 104
bermanfaat pula bagi siswa-siswa yang diajarnya. Generasi muda
yang akan memimpin Indonesia akan datang.
Pada awal tahun 2018, IGI mengadakan acara Temu Pelatih
Nasional di Jakarta.Sebagai anggota baru saya hanya mendoakan
acara tersebut sukses. Informasi tentang kegiatan itu sangat sukses
dilaksanakan dengan munculnya enam pulu tujuh kanal pelatihan
yang akan menghebatkan guru-guru. Hampir semua pelatihan itu
memanfaatkan teknologi dalam pelaksanaannya. Terlihat sekali
bahwa pandangan Daeng sangat jauh ke depan. Sebelum pandemik
melanda dunia bahkan Indonesia, IGI telah berpikiran membuat
pelatihan yang berbasis teknologi.Teknologi bukan lagi barang
istimewa tetapi sudah bisa digunakan oleh guru hampir disetiap
tingkatan dengan harga yang terjangkau.
Keterjangkauan harga alat komunikasi itu memudahkan guru
untuk memililkinya dengan menyisihkan sebagian kecil dana
sertifikasi yang mereka dapatkan. Semua kanal tersebut bertujuan
untuk peningkatan kompetensi guru.Sagusaku yang telah terlebih
dahulu hadir sebagai salah satu kanal yang berfungsi meningkatkan
kompetensi guru di bidang literasi.Kanal ini juga identik dengan IGI,
setiap orang menyebut organisasi ini maka yang ada dalam
pemikiran mereka adalah Sagusaku.Namun kanal lain yang
diperkenalkan juga ada kaitannya dengan peningkatan literasi
misalnya Kanal Menemu Baling.Kanal yang memanfaatkan gawai
sebagai alat untuk menghasilkan tulisan.Menulis dengan mulut dan
membaca dengan telinga. Keunggulan cara ini adalah kita bisa
membuat tulisan tanpa susah-susah mengetik. Cukup dengan
berbicara kemudian direkam dengan gawai maka akan menjadi
sebuah tulisan. Begitu juga saat kita ingin membaca tetapi malas
untuk membaca langsung bisa kita gunakan baling yaitu membaca
dengan telinga artinya kita cukup mengaktifkan microphone pada
gawai maka tulisan tadi akan keluar dalam bentuk audio sehingga
kita cukup mendengarkan saja.
Memasuki tahun 2017, IGI kembali memasuki babak baru, IGI
pun bertransformasi menjadi Induk Organisasi Guru dengan 100
Organisasi berbasis mata pelajaran dibawah nauangannya. Hal ini
terjadi karena pengembangan kompetensi guru memasuki babak baru
berbasis mata pelajaran. Dengan fokus pada mata pelajaran
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 105
diharapkan ke depan IGI mampu menjawab keterbatasan literasi
berbasis mata pelajaran dan rendahnya kompetensi profesionalisme
guru.
Dari 100 organisasi dibawah naungan IGI ini, beberapa
diantaranya sudah bergerak di seluruh Indonesia misalnya Ikatan
Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia menyelenggarakan
TOC literasi produktif dan Diklat Sagusaku berbasis tablet di 34
Provinsi di Indonesia dengan target 1700 buku dari 1700 guru dalam
10 bulan, lalu Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika yang
akan menyelenggarakan Diklat Sagusaplet dan perubahan paradigma
dari menghitung matematika menjadi berpikir matematika di 50
kabupaten/kota
Itulah di antara beberapa kanal yang telah disyahkan oleh
pengurus IGI yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru
dan memanfaatkan teknologi.Seluruh kanal itu berjumlah enam
puluh tujuh yang intinya memudahkan pembelajaran menggunakan
aplikasi yang di saat pandemic sekarang sangat terasa manfaatnya.
Setelah duduk di kepengurusan IGI daerah di sini semakin
mengenal IGI lebih jelas lagi.Langkah-langkah yamg dilakukan oleh
orprof ini terbentang nyata.Banyak hal yang dilakukan dan merubah
stigma yang terjadi di masyarakat dalam pengelolaan sebuah
organisasi.Ketua umum IGI Memberikan aturan dan perubahan yang
jelas tentang kepengurusan.Ini terlihat dalam kebijakan pengurus.
Sebagai sebuah organisasi profesi IGI telah disahkan oleh
pemerintah melalui SK Kemenkumham RI nomor AHU-
AH.01.06,Tahun 2009 tertanggal 26 November 2006. Jadi organisasi
ini legal dengan bukti SK di atas. Hal ini membantah bahwa IGI
adalah organisasi kaleng-kaleng namun organisasi yang berbadan
hukum.Segelintir orang mengatakan IGI adalah organisasi yang
dibuat untuk menanding orprof yang sudah ada saat ini, ternyata
tidak semuanya benar. Organisasi ini memberikan berbagai
kemudahan di antaranya; . . .
IGI memberikan kesempatan yang sama pada semua anggota
untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi
di bidangnya.
IGI memberikan kesempatan anggotanya untuk menjadi pelatih
di seluruh Indonesia.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 106
Tersedia enam puluh tujuh kanal yang bisa diikuti dan
disesuaikan minat dan bakat para guru.
Nara sumber IGI akan melatih di seluruh tanah air baik diberi
honor maupun tidak.
Moto IGI “ Sharing and Growing Together”
Sosok Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim merupakan
sosok yang berada di depan dalam kemajuan IGI ini. Dari pemaparan
yang beliau sampaikan bagaimana beliau menggerakan organisasi ini
dengan dana pribadi. Sangat jarang pada saat ini orang yang mau
mengorbankan dana pribadi untuk sebuah organisasi yang ada malah
mereka ingin mendapat jabatan dengan adanya keuntungan pribadi,
mendapat fasilitas yang nyaman dan berada di posisi yang
menguntungkan. Betapa beliau memikirkan ide-ide bagi
perkembangan IGI ke depannya.Misalnya dengan mengadakan
kerjasama dengan berbagai perusahan seperti Samsung dan Garuda
mile.Kerjasama ini bisa membantu peningkatan kompetensi guru
dengan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan tersebut.Misalnya
dengan adanya Jaringan Sekolah Digital Indonesia bekerjasama
dengan perusaan alat komunikasi terbesar untuk meningkat
kemampuan guru dengan adanya pembelajaran berbasis digital.Guru-
guru diberi pelatihan sehingga guru melek teknologi.
Dalam setiap kesempatan beliau juga berupaya mencari cara
membuka sikap guru bagaikan botol kosong yang tertutup. Ini adalah
tipe guru yang sudah terjadi turun temurun hingga susah untuk
merubahnya. Guru yang berada di posisi nyaman, mereka malas lagi
untuk bergerak apalagi melakukan perubahan. Mereka tidak
mempunyai kemampuan, mengajar dengan cara begitu-begitu saja
dan tidak mau berubah. Hal inilah yang diusahakan oleh ketum
dengan melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya mengadakan
pertukaran pelatih suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya pelatih
dari Riau diberi tugas melatih ke Kalimantan Timur dan begitu
sebaliknya. Ini suatu cara yang tepat sehingga guru yang berada pada
posisi botol kosong yang tertutup menjadi termotivasi mendengar
pelatihnya dari daerah lain.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 107
Pertukaran pelatih ini mempunyai dampak luar biasa, baik
bagi guru maupun pelatihnya. Bagi guru mereka mendapatkan ilmu
dari pelatih lain. Bagi pelatih ini merupakan kesempatan untuk bisa
berkunjung ke daerah-daerah yang membutuhkannya. Maka
beransur-ansur guru yang bertipe botol kosong yang tertutup akan
membuka diri. Kemudian bagi pelatih juga merasakan keleluasaan
dalam melatih.Kalau melatih di daerah sendiri banyak hambatannya.
Terutama mereka akan melatih guru atau teman sejawatnya.
Tidak sampai di situ saja, gebrakan yang dilakukan Daeng (
begitu beliau biasa dipanggil) memberikan penghargaan pada tokoh
pemerintah maupun non pemerintah seperti anggota dewan dan
orang-orang yang berbuat untuk pendidikan. Tokoh ini diberikan
penghargaan saat diadakan kegiatan GESS di Jakarta. Kegiatan yang
dikenal dengan Anugerah Pendidikan Indonesia ( API ) telah
memberikan penghargaan pada tokoh hampir diseluruh daerah yang
memiliki kepengurusan IGI-nya. Gerakan ini ternyata memotivasi
setiap tokoh untuk terus peduli dengan pendidikan di
Indonesia.Kabupaten Indragiri Hilir saja sudah mengirim beberapa
pejabat daerah dan tokoh masyarakat untuk mendapat penghargaan
tersebut.Mulai dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta
Bupati dan Wakil Bupati serta tokoh masyarakat seperti anggota
Dewan dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam setahun ini menjadi pengurus daerah IGI kabupaten
Indragiri Hilir sebagai bendahara daerah, saya semakin takjub
dengan pengelolaan keuangan IGI.Pada organisasi ini tidak ada iuran
wajib setiap bulan namun hanya uang pendaftaran untuk menjadi
anggota. Dalam pengelolaan dana tersebut yang bekerjasama dengan
Bank Mandiri untuk pembagian presentase keuangan pendaftaran
peserta baru. Dengan rincian bagian untuk daerah, wilayah dan
pusat.Pembagian ini berlangsung secara otomatis dilakukan oleh
bank sehingga bendahara daerah cukup menerima pembagian itu
langsung di tabungan kas daerah.Ini terlihat bagaimana beliau
mengelola keuangan secara terbuka.
Walau hanya lima puluh ribu rupiah dana yang masuk bagi
setiap peserta yang baru masuk. Dana itu menjadi modal bagi
pengurus daerah, pengurus wilayah dan pengurus pusat untuk
bergerak.Anggota baru pun merasa tidak keberatan karena tidak
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 108
adanya iuran setiap bulannya. Untuk biaya pelatihan yang diadakan
setiap peserta menggunakan dana pribadinya.
Penggunaan dana pribadi atau mandiri ini berdampak
terhadap keseriusan peserta melaksanaan pelatihan. Mereka berusaha
dengan sepenuh hati mengikutinya sehingga tampak keberhasilan
dalam kegiatan tersebut. Sehingga budaya datang, duduk, diam dan
duit ( 4D) mulai beransur-ansur menghilang. Taka da lagi dalam
pelatihan hanya sekedar hanya datang di kegiatan, kemudian duduk
manis mendengarkan tanpa ada yang tertinggal diingat. Saat pulang
bersemangat menerima amplop. Hal ini membuat beda pelatihan
yang dilakukan oleh IGI.
Ikatan Guru Indonesia memberi kesempatan kepada daerah
yang belum mempunyai kepengurusan untuk mengadakan pelatihan
dengan mendatangkan pelatih dari IGI kemudian dilaksanakan
pembentukan kepengurusan baru di daerah tersebut. Langkah hebat
untuk menari peserta, dengan melihat kebermanfaatkan organisasi
yang mereka ikuti.Daerah-daerah di pelosok menjadi prioritas
kegiatan ini. Hingga saat ini lima tahun kepemimpinan MRR, IGI
sudah berdiri di seluruh kabupaten kota di Indonesia di tiga puluh
empat provinsi.
Keterbukaan pengelolaan organisasi ini juga terlihat dalam
penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Dilihat dari
ketentuan umum dalam anggaran dasar yaitu.
1. Guru adalah pendidik, pengajar, dan pembelajar
professional yang memiliki kompetensi utama di bidang pedagogik,
professional, social dan kepribadian yang melaksanakan tugas dan
fungsi utama mendidik, mengajar , melatih, membimbing,
memfasilitasi, menilai dan mengevaluasi peserta didik baik pada
jalur formal maupun non formal di satuan pendidikan yang didirikan
pemerintah , pemerintah daerah, dan masyarakat, yang secara sadar
berusaha terus meningkatkan keprofesionalannya secara
berkelanjutan melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan
karya inovatif.
2. Ikatan Guru Indonesia adalah organisasi profesi guru
seperti yang diatur dalam undang- Undang Republik Indonesia
Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 109
Memasuki tahun 2017, IGI kembali memasuki babak baru,
IGI-pun bertransformasi menjadi Induk Organisasi Guru dengan 100
Organisasi berbasis mata pelajaran dibawah nauangannya. Hal ini
terjadi karena pengembangan kompetensi guru memasuki babak baru
berbasis mata pelajaran. Dengan fokus pada mata pelajaran
diharapkan ke depan IGI mampu menjawab keterbatasan literasi
berbasis mata pelajaran dan rendahnya kompetensi profesionalisme
guru.
Dari 100 organisasi dibawah naungan IGI ini, beberapa
diantaranya sudah bergerak di seluruh Indonesia misalnya Ikatan
Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia menyelenggarakan
TOC literasi produktif dan Diklat Sagusaku berbasis tablet di 34
Provinsi di Indonesia dengan target 1700 buku dari 1700 guru dalam
10 bulan, lalu Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika yang
akan menyelenggarakan Diklat Sagusacpad dan perubahan
paradigma dari menghitung matematika menjadi berpikir matematika
di 50 kabupaten/kota di Indonesia.
IGK SD/MI dan IGK PAUD akan menyelenggarakan master
coach camp non IT di Jakarta, lalu dilanjutkan di 34 provinsi di
Indonesaia dan seterusnya. Sementara IGMP Kimia akan
menyelenggarakan teacher innovation for new and renewable energy
(TINRE 2017) IGMP Kimia di 34 Provinsi di Indonesia.Pendidikan
Vokasi juga akan menjadi fokus perhatian khusus bagi IGI, 64 IGMP
berbasis SMK telah dibentuk dan akan bekerja bersama-sama guru
dalam kelompok keahliannya mengembangkan kemampuan guru
yang lainnya. Dengan Bantuan Teknologi dari Samsung ini, semua
akan jauh lebih mudah.
Dengan hadirnya Samsung Smart Learning Class di Makassar,
IGI bisa lebih fokus mengembangkan kemampuan guru spesifik pada
mata pelajaran yang mereka ampuh.Khusus untuk penggunaan tablet,
IGI akan menggelar Indonesia Tablet Learning (ITL) di 34 Provinsi
di Indonesia untuk mendorong inovasi-inovasi pengajaran berbasis
tablet. IGI berharap pola pembelajaran di sekolah yang dulu
menggunakan kapur ke spidol lalu ke laptop beralih total ke tablet
dalam empat tahun ke depan. Tentunya gerakan ini membutuhkan
dukungan dari berbagai pihak agar pembelajaran menyenangkan,
menggembirakan dan jauh lebih efektif dapat diwujudkan.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 110
Semua yang telah dilakukan oleh IGI tidak terlepas dari
sosok sang ketua umum yaitu Muhammad Ramli Rahim. Pemuda
yang lahir di Maros Sulawesi Selatan ini. Pendidikan dasar hingga
menengah diselesaikannya di kota kelahirannya. Kemudian
melanjutkan studi di Universitas Hasanudin Makasar.Jiwa
kepemimpinan sudah terlihat dalam diri MRR ini dengan menjadi
ketua diberbagai organisasi di kampus. Mulai dari ketua Himpunan
Mahasiswa Islam ( HMI ) Komisariat Fakultas MIPA Unhas. Ketua
Senat mahasiswa MIPA Unhas serta jabatan lain terkait mahasiswa
di Universitas Hasanuddin Makasar ini,
Jiwa kepemimpinan juga terlihat setelah menyelesaikan
kuliah, beliau menjadi pimpinan perusahaan yang
didirikannya.Bergerak di bidang pendidikan, perumahan, dan
pertambangan.Juga aktif mengajar sebagai guru tetap yayasan di
SMK Widya Nusantara Maros serta menjadi dosen tamu di
Universitas Hasanuddin dan Universitas Islam Timur Makasar.
Kiprah Muhammad Ramli Rahim di kepengurusan Ikatan
Guru Indonesia diawali dengan terpilihnya menjadi ketua Ikatan
Guru Indonesia wilayah Sulawesi Selatan. Saat menjadi ketua IGI
wilayah inilah diadakan kongres di Makasar.Pada kongres II IGI
tersebut MRR terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Ikatan
Guru Indonesia periode 2016-2021. Mulailah beliau beertekad untuk
tetap pada program peningkatan kompetensi guru seperti yang telah
dilakukannya saat menjadi ketua IGI Sulawesi Selatan..Saat
pemerintahan beliau IGI melakukan kerjasama dengan berbagai
lembaga terkaitpeningkatan kompetensi ini.
Kendati fokus terhadap kompetensi guru, di bawah
kepemimpinan sosok yang sering di panggil MRR ini IGI juga tetap
melakukan advokasi terhadap para guru yang memerlukan .
Advokasi dilakukan oleh pengurus daerah, wilayah, atau pusat sesuai
kepentingan. Penghargaan Aktivitasnya dalam mengelola bisnis dan
organisasi kemasyarakatan membawa Muhammad Ramli Rahim
menerima beberapa penghargaan.Penghargaan tersebut antara lain
Tokoh penggerak Pembangunan dari Harian Berita Kota Makassar
(2013 dan 2015) serta Toko Pemuda inspiratif dari Majalah
Makassar Terkini (2016).
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 111
Selain dirinya secara personal, perusahaan yang di kelola
Ramli bersama istri, Nurul Firiany Andi Alimuddin, juga tercatat
beberapa kali menerima penghargaan .Penghargaan tersebut di
antaranya The Best Tutoring Highly Recommended of The Year dari
Indonesia Achievmen Center. Penghargaan yang di tandatangani
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ,
Muhammad Nuh, tersebut diberikan kepada Prima Ranu College
tanggal 7 Februari 2014 di Grand Inna Hotel Bali. Masi pada tahun
yang sama , Prima Ratu College mendapat penghargaan The Best
Favorite College of The Year 2014 pada ajang Leading Excellent
Innovation Award di Grand Sahid Hotel Jakarta tanggal 5 Desember
2014. Tahun 2015 , Prima College kembali mendapat penghargaan
dari Indonesia Achievment Center sebagai The Best Leading
Education of The Year 2015 diberikan di di Grand Clarion Hotel
tanggal 5 Juni 2015. Tahun 2017 Muhammad Ramli Rahim
mendapat penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan Muhammad
Yasin Limpo, terkait usaha dan prestasinya dalam meningkatkan
kompetensi guru di Sulawesi Selatan bersama Ikatan Guru Indonesia.
Begitu banyak prestasi yang beliau torehkan jadi wajar saja
beliau juga mampu memimpin Ikatan Guru Indonesia yang selama
ini banyak guru yang sudah berada dimposisi nyaman sehingga tidak
mau lagi meningkatkan kompetensinya.
Ketua umum IGI ini juga konsisten dengan AD / ART bahwa
yang menjadi ketua IGI adalah benar-benar seorang guru.Tujuannya
organisasi guru harus dipimpin oleh guru bukan birokrat. Dengan
pimpinannya seorang guru maka otomatis ketua ini akan paham
dengan keadaan dan masalah yang dihadapi guru. Untuk periode
kedua ini beliau tiddddak mau mencalonkan diri menjadi ketua
umum atau dicalonkan kembali cukup satu periode hingga ada
regenerasi kepemimpinan. Berarti beliau tidak kemaruk dengan
jabatan. Bisa saja beliau menjadi ketua umum untuk periode
berikutnya pengurus masih menginginkan beliau untuk memimpin
IGI lima tahun ke depannya.
Lahir dari keluarga Bugis mempengaruhi cara berpikir dan
bertindaknya. Tegas, disiplin dan pekerja keras. Sikap ini terlihat dari
cara beliau menanggapi setiap masalah yang menyangkut dunia
pendidikan. Banyak berita yang muncul tentang pro dan kontra yang
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 112
beliau lakukan terhadap program yang diluncurkan oleh
Kemendikbud. Misalnya saat memberikan tanggapan dan masukan
saat Nas Nadiem Makarim dilantik menjadi Menteri Pendidikan.
Saat itu MRR diminta memberikan masukan yang membuat
sebagian orang yang duduk dalam kependidikan menjadi kebakaran
jenggot dengan usulannya meniadakan pelajaran Bahasa Inggris di
sekolah serta mempertimbangkan pengangkatan Pengawas Sekolah.
Semua orang meras usulan beliau tidak adil dan cendrung merugikan
guru yang mengampu pembelajaran tersebut.Namun dengan tegas
beliau memberikan penjelasannya.
Ini beberapa tanggapan Ketua Umum IGI terhadap kebijakan
yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan :
Begitu Mas Menteri Nadiem Makarim meluncurkan Program
Organisasi Guru Penggerak Kemdikbud. Banyak organisasi guru
yang tidak mau dan menerima program tersebut dengan berbagai alas
an namun Pak Ketum IGI terang-terangan memberikan dukungannya
terhadap program tersebut. Beliau melihat ini salah satu program
yang berdampak sangat baik terhadap peningkatan kompetensi guru
di Indonesia. Program ini tetap berjalan dan sedang dalam
pelaksanaan.
Ikatan Guru Indonesia sangat peduli dengan keberadaan
guru honor. Oleh sebab itu IGI tetap berusaha memperjuangkan
nasib guru honor. Salah satunya memberikan insentif n bagi guru
honor sebesar Rp 800.000, yang sangat berarti bagi guru honor
tersebut dan sudah terealisasi saat ini. Penghargaan terhadap guru
honor juga terlihat dengan mengingatkan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan memberikan jaminan taka da guru yang menerima
upah di bawah UMR. Ini adalah salah satu bentuk memberikan
penghargaan terhadap profesi guru.
Ikatan Guru Indonesia juga menyarankan untuk merevisi buku
Pendidikan Sejarah Indonesia.Muhammad Ramli Rahim menilai
buku sejarah Indonesia yang ada saat ini kurang kuat dalam
menggambarkan perjuangan kedaerahan Indonesia.Padahal menurut
MRR penggambaran perjuangan kedaerahan tersebut merupakan
simpul-simpul kekuatan nasional.
Muhammad Ramli Rahim sebagai ketua Umum IGI
menanggapi naiknya anggaran pendidikan pada RAPBN 2020.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 113
Menurut beliau naiknya anggaran tidak akan memiliki dampak
signifikan apabila dana tersebut alokasinya tidak difokuskan.
Anggaran 20 % untuk pendidikan harus tersebar ke banyak tempat
sehingga peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak
terjadi. Seharusnya anggaran itu fokus kependidikan.
Tentang rotasi guru MRR sebagai ketua umum IGI
mengatakan pemerintah pusat harus menyiapkan sistem yang berlaku
secara nasional soal rencana rotasi guru berdasarkan zonasi. Sistem
yang diterapkan secara nasional dinilai akan menjaga netralitas rotasi
guru di daerah. Pemerintah pusat cukup sukses melaksanakan
Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) system zonasi. Sehingga
pelaksanaan rotasi guru juga dapat mencontoh pelaksanaan PPDB
zonasi.
Wacana Belajar Jarak Jauh secara permanaen yang
dicanangkan oleh Kemendikbud mendapat tanggapan dari MRR.
Menurut beliau Mas Menteri harus menjelaskan maksud
pembelajaran daring akan dipermanenkan setelah Covid – 19.
Menurut MRR pembeljaran daring harus dikaji ulang sebelum
dipermanentkan karena pembelajaran bukan hanya pencapaian
materi saja tetapi juga penanaman karakter sangat diperlukan.
Sebagai pemimpin sebuah organisasi profesi terutama profesi
guru yang sangat penting dalam mendidik generasi penerus ketua IGI
sangat memperhatikan urusan dan program – program yang
berhubungan dengan pendidikan.Apalagi yang menyangkut guru
sebagai ujung tombak pendidikan itu sendiri.Jangan kebijakan yang
dibuat itu tidak berpihak pada guru sebagai tenaga pendidik. Maju
mundurnya sebuah pendidikan tentu sangat tergantung dari
pendidiknya. Bila tenaga pendidiknya tidak diperhatikan maka secara
tidak langsung akan berpegaruh terhadap generasi penerus bangsa.
Guru sebagai pendidik harus diberi penghargaan dan perhatian
untuk terus meningkatkan kompetensinya. Hancurnya sebuah Negara
karena hancurnya pendidikan di negara tersebut. Seperti sejarah di
Jepang saat terjadinya perang dunia ke-2, Kota Nagasaki dan
Hirosima yang hancur di bom oleh Sekutu. Untuk mengembalikan
keadaan pemerintahan Negara Jepang memulai dengan mencari guru
untuk mendidik generasi. Dengan Pendidikan maka Negara itu akan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 114
bisa di bangun kembali. Hingga akhirnya Jepang saat ini menjadi
Negara maju karena kemajuan pendidikannya.
Begitu pentingnya pendidikan itu maka organisasi profesi guru
juga harus dibenahi. Tidak ada lagi organisasi yang hanya untuk
menjadikan tempat atau jabatan tapi lebih fokus untuk
meningakatkan kompetensi guru sebagai ujung tombaknya. Harapan
kami sebagai anggota IGI semoga Bapak Muhammad Ramli Rahim
selalu sehat dan sukses tetap memberikan masukan terhadap IGI
nantinya.Terima kasih banyak terhadap ide-ide dan pikirannya untuk
IGI selama ini.Semoga ketua IGI berikutnya bisa berbuat lebih baik
lagi agar IGI semakin menunjukan marwahnya sebagai organisasi
profesi yang independent untuk bergerak meningkatkan kompetensi
guru. Jayalah Ikatan Guru Indonesia dengan motonya “ Sharing and
Growing Together”.
====
Wirdayane, lahir di Padang, 27 Oktober 1970. Setelah
menamatkan pendidikan ditugaskan di kabupaten
Indragiri Hilir sejak tahun 1993 sampai sekarang.
setelah mengalami beberapa kali mutasi sekarang
bertugas di SDN 032 Tembilahan. Dalam kepengurusan
IGI kabupaten menjabab sebagai bendahara periode saat
ini.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 115
IGI DI BAWAH KOMANDO MRR
Oleh:
Jevery Paat
Ikatan Guru Indonesia (IGI) merupakan Organisasi Perofesi
Guru yang ada di Indonesia kehadiran IGI di Tanah Tercinta ini
merupakan sebuah anugerah terbesar bagi semua Guru-Guru yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Dikutip dari https://www.igi.or.id/tentang-ikatan-guru-
indonesia (06/11/2020), Menjelaskan tentang Ikatan Guru Indonesia
Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisai guru yang diinisiasi
sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia dibawah
kepemimpinan Ahmad Rizali Dan secara resmi berbadan hukum
pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian
Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-
125.AH.01.06 Tahun 2009 dengan Ketua Umum Satria Dharma dan
Sekjen Muhammad Ihsan dari Jatim serta Indra Djati Sidi dari Jabar
sebagai Ketua Dewan Pembina.
Kepengurusan baru 2016-2021 juga telah terdaftar di
kementerian hukum dan HAM dengan surat keputusan nomor AHU-
0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad
Ramli Rahim dari Sulsel dan Sekjen Mampuono dari Jawa
TengahIGI lahir dari keprihatinan akan rendahnya kompetensi guru
Indonesia, pemerintah dalam kajian berbagai pihak dianggap belum
sukses mengangkat kompetensi guru, sementara organisasi guru yang
ada saat itu tak berbuat apapaun dalam rangka peningkatan
kompetensi guru.
Sejak mendapat pengesahan resmi dari pemerintah sebagai
organisasi guru, IGI terus berkonsentrasi penuh pada peningkatan
kompetensi guru. Bagi IGI, ujung pangkal dari semua persoalan
pendidikan di Indonesia ada pada rendahnya kompetensi guru
Indonesia baik kompetensi profesional, kompetensi paedagogik,
kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian.
Periode Kedua IGI 2006-2021 telah menandakan masuknya
IGI ke dalam babak baru organisasi guru.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 116
Dibawah kepemimpian Ketua Umum Muhammad Ramli
Rahim dan Sekjen Mampuono, IGI seperi terbang tinggi dalam
peningkatan kompetensi guru dan pengembangan organisasi. Kini
IGI sudah hadir di 34 Provinsi di Indonesia dengan lebih dari 400
kabupaten/kota. Tak satupun minggu sepanjang Februari 2016
hingga saat ini yang tak diisi seminar, workshop, diklat atau
simposium kecuali saat Idul Fitri.
Hanya dalam setahun IGI berhasil melakukan workshop dan
diklat yang melibatkan 156.000 guru dengan 575 pelatih dan 17
kanal pelatihan guru.
Di era kini, kita mengenal berbagai gerakan dan program IGI
diantaranya :
1. Gerakan Guru Berintegritas
2. Gerakan Hemat Energi dan Penciptaan Energi Baru dan
Terbarukan.
3. Gerakan peningkatan kemampuan guru Inklusi dan
pendidikan untuk semua
4. Gerakan Guru Saudara
5. Gerakan Bayar Balik
Disamping gerakan-gerakan di atas, awal tahun 2018 IGI telah
melahirkan 67 Kanal Kegiatan IGI yang akan berjuang
meningkatkan kompetensi Guru di Indonesia.
Memasuki tahun 2017, IGI memasuki babak baru, IGI
bertransformasi menjadi Induk Organisasi Guru dengan 100
Organisasi berbasis mata pelajaran dibawah naungannya. Hal ini
terjadi karena pengembangan kompetensi guru memasuki babak baru
berbasis mata pelajaran. Dengan fokus pada mata pelajaran
diharapkan ke depan IGI mampu menjawab keterbatasan literasi
berbasis mata pelajaran dan rendahnya kompetensi profesionalisme
guru.
Dari 100 organisasi dibawah naungan IGI ini, beberapa
diantaranya sudah bergerak di seluruh Indonesia misalnya Ikatan
Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia menyelenggarakan
TOC literasi produktif dan Diklat Sagusaku berbasis tablet di 34
Provinsi di Indonesia dengan target 1700 buku dari 1700 guru dalam
10 bulan, lalu Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika yang
akan menyelenggarakan Diklat Sagusacpad dan perubahan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 117
paradigma dari menghitung matematika menjadi berpikir matematika
di 50 kabupaten/kota di Indonesia. IGK SD/MI dan IGK PAUD akan
menyelenggarakan master coach camp non IT di Jakarta, lalu
dilanjutkan di 34 provinsi di Indonesaia dan seterusnya. Sementara
IGMP Kimia akan menyelenggarakan teacher innovation for new
and renewable energy (TINRE 2017) IGMP Kimia di 34 Provinsi di
Indonesia. Pendidikan Vokasi juga akan menjadi fokus perhatian
khusus bagi IGI, 64 IGMP berbasis SMK telah dibentuk dan akan
bekerja bersama-sama guru dalam kelompok keahliannya
mengembangkan kemampuan guru yang lainnya. Dengan Bantuan
Teknologi dari Samsung ini, semua akan jauh lebih mudah. Dengan
hadirnya Samsung Smart Learning Class di Makassar, IGI bisa lebih
fokus mengembangkan kemampuan guru spesifik pada mata
pelajaran yang mereka ampuh. Khusus untuk penggunaan tablet, IGI
akan menggelar Indonesia Tablet Learning (ITL) di 34 Provinsi di
Indonesia untuk mendorong inovasi-inovasi pengajaran berbasis
tablet. IGI berharap pola pembelejaran di sekolah yang dulu
menggunakan kapur ke spidol lalu ke laptop beralih total ke tablet
dalam empat tahun ke depan. Tentunya gerakan ini membutuhkan
dukungan dari berbagai pihak agar pembelajaran menyenangkan,
menggembirakan dan jauh lebih efektif dapat diwujudkan.
IGI sebagai Orprof Independent dengan Ciri Khas yang Unik
Keberadaan IGI dimasa MRR merupakan masa dimana sebuah
organisasi guru (Orprof) yang sangat dirindukan oleh seluruh lapisan
Guru. Dikatakan Independen berarti bebas dan bebas itu secara
menyeluruh namun terstruktur. Dimana independen tersebut diikuti
dengan sebuah keunikan yang tidak dimiliki oleh Orprof lainnya.
Mengapa Saya Katakan Demikian…. Itulah sebuah persepsi natural
yang saya alami dan rasakan sendiri. Kenapa Seperti Itu?.... Saya
sendiri sedikit beranalogi dimasa membangun IGI bersama beliau
(MRR) khususnya mengepakkan Sayap Literasi di Ujung Utara
NKRI. Dimana melalui sebuah sistem independen tersebut, itulah
yang membuat IGI berasa Unik di pemikiran Saya!!! Artinya Saya
sendiri merasakan sistem Multiplikasi yang sangat kuat dari Sosok
MRR untuk mengibarkan kemerdekaan bagi Guru untuk berekspresi
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 118
dibalik kerinduan untuk meningkatkan kompetensi dan ingin
meningkatkan martabat jati diri Guru yang selama ini terpendam
oleh Regulasi Papan atas yang kadang tak jelas arah.
Sedikit curhat juga, bahwa Power of Spirit yang ada di dalam
MRR itulah yang coba beliau transfer ke seluruh IGIers di seantero
tanah air (bagi yang peka terhadap hal ini).
Itulah yang sedikit berhasil Saya tebarkan di Ujung Utara
Indonesia tepatnya di Kabupaten Sangihe. Dimana waktu itu sosok
MRR hanya saya kenal lewat Dumay (Dunia Maya), kami menjalin
komunikasi singkat lewat tulisan untuk berkonsultasi dan sharing
terkait kiat-kiat mendirikan IGI di Daerah, (itupun tidak selalu,
karena MRR telah mengutus orang-orang IGI waktu itu untuk
menuntun Saya dalam persiapan mendirikan IGI di Sangihe).
Berstatus sebagai pendatang di Pulau Sangihe, Saya
dimandatkan untuk melalui SK Caretaker Pembentukan IGI Sangihe
tahun 2017, dan dengan kerinduan bahwa di Tahun 2017 waktu itu
aka nada wadah yang dapat memberikan kontribusi dalam
melaksanakan berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi
bagi Guru di daerah Kepulauan Sangihe.
Berpikir Out Of The Box
Menggunakan sumber dana pribadi, dan berbekal spirit
berorganisasi semasa kuliah (ketiga hal inilah yang masih masih
terlintas dipikiran Saya saat mengetik naskah ini), sedikit kesamaan
yang MRR lakukan juga, dan inilah langkah awal yang dilakukan
sehingga IGI Sangihe sudah 3 tahun berkipra dalam membantu
Guru-Guru dalam peningkatan kompetensi melatih 600-an Guru
dalam kurun waktu 3 tahun (Tanpa APDB) bermodalkan Regulasi
Resmi dan Keunikan IGI sebagai Organisasi Indenpen.
Syukur Puji Tuhan, dengan semangat dan jiwa patriotik sosok
MRR maka IGI saat ini sudah berada selevel dengan organisasi
profesi yaitu Orprof Saudara Tua kita…. Bahkan apa yang IGI
lakukan khususnya di Sangihe sudah sangat luar biasa, dan bahkan
sosok Ketum IGI MRR sudah sangat familiar di Sangihe meskipun
para Guru hanya dapat melihat lewat layar kaca televise maupun
lewat kegiatan Daring yang dilaksanakan oleh IGI.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 119
MRR Menggunakan Sumber Daya Pribadi
Siapa yang tidak mengenal MRR (Muhammad Ramli Rahim)
sosok Ketua Umum yang menahkodai IGI (Ikatan Guru Indonesia).
Pernyataan beliau MRR di masa-masa akan mengakhiri tugas
sebagai Ketum IGI Pusat. Kutipaan ini diambil dari pesan yang
dipublikasin melalui media WhatsApp:
“Lima tahun berjibaku dengan segala ide pembaharuan guru,
membangun skenario mencapai tujuan meningkatkan kompetensi
guru Indonesia, menyusun strategi menghadirkan IGI di seluruh
pelosok tanah air dan berjuang tanpa bergantung APBD dan APBN
membuat saya mesti menguji keikhlasan pada level yang lebih tinggi
yaitu meninggalkan organisasi yang dipimpin dan dibesarkan
dengan segala pengorbanan di saat kenikmatan menanti di depan
mata.
Insya Allah 31 Januari 2021 nanti, saya akan melepaskan
jabatan sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia setelah terpilih
secara aklamasi 5 tahun sebelumnya. Kongres akan kita gelar lebih
awal meskipun secara virtual karena pandemi Covid-19.
Sebenarnya, secara konstitusi, saya masih punya kesempatan
sekali lagi memimpin IGI tetapi tepat 10 September 2020 lalu, saya
memutuskan dan mengumumkan untuk tidak lagi mencalonkan diri
dan tidak pula bersedia dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum
IGI. Cukuplah 5 tahun saya bersama kawan-kawan semuanya
menghadirkan IGI di seluruh pelosok tanah air, kita mesti
memberikan kesempatan regenerasi dalam tubuh organisasi.
Alhamdulillah sebulan sejak pengumuman 10 September lalu,
bermunculan talenta-talenta baru calon pemimpin IGI. Saya
mengucapkan terima kasih karena berbagai strategi pengembangan
IGI dalam 5 tahun ini diulas tuntas tim Sagusaku dalam Buku
"Strategi MRR Mengubah Wajah Pendidikan Indonesia Melalui IGI"
pada Jilid dua nantinya.
Sejak saat saya mengumumkan penolakan pencalonan diri,
bertubi-tubi WA masuk meminta saya untuk tetap bersedia
memimpin IGI sekali lagi, jumlahnya sangat banyak bahkan
beberapa orang yang menurut saya tak mungkin mendukung saya
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 120
juga secara jelas dan tegas meminta saya untuk tetap bersedia
memimpin IGI satu periode lagi.
IGI lima tahun lalu yang belum begitu dikenal kini sudah
sangat terkenal.
IGI lima tahun lalu yang belum begitu disegani, kini sudah
sangat disegani.
IGI lima tahun lalu yang belum begitu diminati, sekarang
sudah sangat diminati.
IGI lima tahun lalu yang belum begitu meng-Indonesia, kini
telah hadir di seluruh Indonesia, 34 Provinsi dan 514 Kabupaten
Kota.
IGI lima tahun lalu yang begitu miskin, tanpa duit, tanpa
sekretariat, tanpa dukungan dana akan mendapatkan kucuran dana
di tahun 2021,2022 dan 2023 nantinya.
Dan justru karena itu, inilah ujian keikhlasan bagi seorang
MRR, membangun IGI dengan uang pribadi tapi justru menyerahkan
IGI ketika IGI menjelang kaya raya. Staf keuangan perusahaan saya
melaporkan "MRR menggunakan Rp. 1,849 Milyar uangnya
membangun IGI, tetapi jika dimasukkan honor dan fee sponsorship,
maka total dana MRR di IGI itu mencapai Rp. 2.549.423.127,
sebagian sudah diterima kembali dan total MRR masih memiliki hak
Rp.834.170.527 yang seharusnya dibayarkan IGI kepada MRR"
Meskipun demikian, saya sudah berkomitmen untuk tidak
menjadikan utang IGI ini menjadi sesuatu yang harus dibayarkan
oleh pengurus selanjutnya.
Selanjutnya, saya sudah berkomitmen untuk mengabdi dengan
cara yang berbeda ditempat yang berbeda, kami tidak ingin terjebak
dalam fenomena post power syndrom sang mantan, karena itu, saya
bersama beberapa kawan yang saya kenal betul kualitas dan
karakternya sudah mendirikan sebuah lembaga sebagai jawaban
tantangan masa depan bernama JARINGAN SEKOLAH DIGITAL
INDONESIA, sebuah organisasi nasional berbasis di Jakarta yang
akan lebih fokus pada upaya membantu sekolah, guru, siswa dan
orang tua berdaya secara digital dalam meraih dan mewujudkan
masa depan yang lebih baik. Lembaga ini didirikan di Jakarta pada
tanggal 09 September 2020 atau 09092020 sebuah deretan angka
yang sangat cantik.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 121
Keberadaan JSDI ini sebagai bentuk keseriusan kami
menyerahkan IGI secara penuh kepada pengurus baru, seperti yang
dilakukan Mas Nanang dengan Gernastastaka, Mas Ihsan dengan
Media Gurunya dan Pak Satria dengan Gerakan Literasinya.
Organisasi ini akan menjadi organisasi terbuka bagi semua
guru dan sekolah di Indonesia. Keanggotaannya ada tiga, guru
sebagai Individu, sekolah sebagai institusi dan siswa sebagai
sasaran belajar. Dalam rangka itu, JSDI sudah memiliki partnership
dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan siswa. Dua
perusahaan teknologi informasi terbesar di Indonesia sudah
menjalin kerjasama dengan JSDI. Alhamdulillah saat ini bersama
Samsung, JSDI menyelenggarakan TOC Segusesmat yang akan
ditindaklanjuti dengan 1000 pelatihan berbasis Tablet/Smartphone
dalam tajuk "1000 Segusesmat Series"
Pengurus pusat telah dibentuk dan disahkan kemkumham dan
bagi siapapun guru Indonesia yang ingin bergabung sebagai
Pengurus Regional, Pengurus Provinsi, Pengurus Daerah, Pengurus
Kecamatan dan Pengurus Satuan Pendidikan, bisa bergabung
dengan klik.
Membangun relasi dalam menjalankan Organisasi”
Spirit tersebut yang terus membawah IGI dalam sebuah track
dan trend positif berbasis multiplikasi, IGI tidak memungut iuran
bagi anggotanya dan pendaftaran anggota IGI hanya sekali dan
berlaku selamanya dan saat anda menjadi Guru. Memang secara
nyata di lapangan agak sulit memulai sebuah gerakan organisasi
tanpa dana dan anggaran, akan tetapi karena perilaku dan ciri khas
IGI yang selalu memprioritaskan Sharing and Growing, sehingga
berbagai kegiatan yang IGI lakukan bersifat independen. Itu juga
yang secara multiplikasi yang kami lakukan di Sangihe, berbekal
semangat dan melayani dengan hati untuk pengembangkan diri
Guru-Guru di Kepulauan Sangihe maka terkadang Saya pun
merogoh kocek sendiri, diawal membentuk IGI di Sangihe sebagai
Caretaker waktu itu melaksanakan lobi-lobi dengan berbagai pihak
terkait. Bahkan pernah sebagian dana Sertifikasi Saya digunakan
untuk menyokong kegiatan Operasional pembentukan IGI Sangihe,
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 122
bahkan waktu yang tersita selama berminggu-minggu dalam upaya
mempersiapkan pelantikan IGI Sangihe.
Mungkin ini tak sebanding dengan apa yang MRR lakukan
dalam menahkodai IGI, sehingga sampai detik ini IGI sudah menjadi
besar. Menjalin Relasi dalam menjalankan organisasi inilah strategi
MRR dalam mendukung berbagai kegiatan IGI, berdasarkan
penjelasan MRR bahwa awal mula IGI bekerjasama dengan relasi
yaitu Samsung yang menjadi sponsor IGI sampai saat ini. Secara
nyata IGI membantu Samsung dalam memasarkan produknya di
Indonesia sehingga secara tak langsung Samsung telah menjalin
relasi dengan IGI khususnya dalam bidang pendidikan. Dimana
tujuannya ialah Penjualan tablet Samsung bagi Guru-Guru sebagai
upaya meningkatkan minat guru terhadap penggunaan Tablet
Samsung dalam kegiatan pembelajaran, sehingga secara drastis
produk tablet Samsung meningkatkan pesat penjualan produknya di
Indonesia. Hal inilah yang menjadi langkah awal Samsung menjadi
sponsor bagi IGI dan IGI merupakan satu-satunya organisasi profesi
Guru yang bermitra dengan Samsung, bahkan Samsung membangun
LSC di Makassar sebagai sarana fasilitas belajar berbasis IT di
Indonesia. MRR dalam hal telah berupaya semaksimal mungkin
dalam membangun IGI dari awal yang tidak punya apa-apa, dan
sekarang ini IGI semakin berkembang pesat.
MRR Membangun Kemandirian Organisasi Guru
Guru adalah salah satu unsur penting yang ada di dalam dunia
pendidikan. Seperti apa dan bagaimana kualitas Pendidikan
Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kualitas guru yang
ada pada saat ini. Pentingnya peran dan tanggung jawab guru, UU
No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa
guru sebagai agen pembelajaran yang harus menjadi fasilitator,
motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran dan pemberi inspirasi
belajar bagi peserta didik. Lalu dalam UU Guru dan Dosen Pasal 20
juga dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan,
seorang guru memiliki kewajiban untuk meningkatkan dan
mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan, hal tersebut sejalan dengan adanya perkembangan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 123
ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangan di beberapa bidang
lainnya.
Saat ini banyak sekali orang yang ingin menjadi seorang guru,
jumlah guru di Indonesia pun sudah cukup memadai tetapi
permasalahannya ialah banyak guru yang tidak memenuhi
persyaratan untuk menjadi seorang guru profesional, dan guru di
Indonesia kurang memerankan fungsinya sebagai guru profesional.
Banyak guru di sekolah-sekolah yang bukan berasal dari
universitas yang bukan diperuntukan untuk menjadi seorang guru,
bahkan ada guru yang bukan dari lulusan sarjana, maka dari faktor
tersebut banyak guru yang tidak dapat mengajar dengan baik, karena
guru tersebut tidak mengetahui bagaimana cara mengajar, serta
membimbing peserta didik dengan baik.
Faktor lainnya yaitu kesejahteraan guru juga kurang
diperhatikan, banyak guru yang masih mendapatkan pendapatan
yang sangat minim, oleh karena itu banyak guru yang bekerja
sampingan atau banyak guru yang mengambil pekerjaan di dua
tempat, dan menyebabkan guru tersebut kurang fokus dalam
mengajar seperti sekedar hanya memberikan materi kepada peserta
didik, tanpa memberikan bimbingan kepada peserta didiknya.
Faktor lainnya yang berkaitan dengan kualitas guru di
Indonesia yaitu banyaknya guru yang tidak dapat menyesuaikan diri
dengan perkembangan jaman, banyak guru yang tidak dapat
menggunakan alat-alat canggih seperti komputer serta alat bantu
lainnya dalam pembelajaran dan guru juga tidak menguasai materi
yang digunakan untuk mengajarkannya kepada peserta didik.
Dari faktor diatas sekolah juga harus dapat lebih menyeleksi
calon guru tersebut, pemerintah juga harus lebih bisa untuk
memperhatikan pendapatan guru seperti guru-guru yang masih
berstatus sebagai guru honorer agar guru merasa termotivasi dan
guru tersebut akan mengajar siswanya dengan baik, dan pemerintah
dapat memberikan pelatihan terhadap guru agar dapat menjadikan
guru tersebut menjadi guru profesional yang dapat mengajar serta
menjadi pembimbing para peserta didik yang akan menjadi penerus
bangsa.
Dibalik keadaan tersebut maka IGI ada dan hadir dalam
Membangun Kemandirian Organisasi Guru, konsep pemikiran sang
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 124
maestro Ketum IGI Muhammad Ramli Rahim (MRR), bahwa IGI
sebagai organisasi profesi Guru harus menerobos batas untuk
beberapa hal berikut:
Menghadirkan Pelatih dari Guru
Ikatan Guru Indonesia (IGI) hadir sebagai sebuah Organisasi
Guru Independent yang resmi dan bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi Guru, dengan moto Sharing and Growing Together maka
IGI hadir untuk membersamai para Guru-Guru se Indonesia dalam
mengembangkan diri. Berdasarkan fakta di lapangan bahwa berbagai
curhatan hati Guru yang ada mengatakan bahwa kecenderungan
berbagai pelatihan Guru, diikuti oleh orang yang itu-itu saja. Nah,
IGI hadir untuk menerobos tirai kelam masa itu. Diawali dengan
mempersiapkan pelatih IGI yaitu Guru sendiri. Seperti yang sudah
pernah terjadi di masa lampau dimana berbagai pelatihan Guru yang
dilaksanakan menghadirkan narasumber dosen dari pihak Universitas
atau Kampus. Ataupun menghadirkan praktisi-praktisi dari industri
yang dibayar mahal namun dampak dari capaian kompetensi guru
tidak nyata.
Sejak awal ketika IGI hadir dan resmi sebagai sebuah
Organisasi Profesi Guru ciri khas IGI ialah berkecimpung dalam
bidang peningkatan kompetensi Guru yang kesemuanya bermuara
dari Guru, Oleh Guru dan untuk Guru. Situasi ini berkembang pesat
dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, di masa kepemimpinan MRR
sebagai Ketua Umum Pusat IGI perihal ini secara perlahan namun
pasti mulai membuka tirai kelam Guru dalam mengikuti berbagai
pelatihan Guru menjadi cahaya terang yang menyinari Guru dalam
mengekspresikan diri mengembangkan berbagai kompetensi demi
manggapai berjuta prestasi.
Pelatih-pelatih awal IGI terbang ke berbagai daerah dengan
kocek sendiri hanya untuk menancapkan bendera IGI di penjuru
tanah air dengan harapan akan menghadirkan Guru-Guru hebat di
bidang Pendidikan berbasis Literasi dan Bidang IT. Alhasil, secara
pasti Guru-Guru mulai menemukan mutiara yang hilang, dalam arti
Guru di zaman IGI dibawah kepemimpin MRR sangat mudah
menemumakan kegiatan pelatihan dalam berbagai kompetensi.
Dengan pemikiran cerdas dan kreatif maka MRR menemukan
sebuah ide kreatif dimana agar Pelatih-Pelatih IGI yang adalah Guru-
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 125
Guru dari berbagai Daerah dapat meningkatkan jam terbang dalam
melatih, maka MRR memprogramkan pertukaran pelatih dimana IGI
mendapatkan support dari pihak sponsor yaitu Samsung dengan
melaksanakan pertukaran pelatih, dimana Guru dari Sulawesi dikirim
melatih ke Pulau Jawa bahkan Guru dari Sumatera melatih ke
Kalimantan bahkan ke berbagai Provinsi lainnya yaitu Bali, Jakarta,
Ambon, Ternate, dan daerah lainnya.
Siapa pelatihnya?
Mereka ialah Guru-Guru hebat yang loyal dan mau
menggerakkan IGI dengan semangat Sharing and Growing
Together.
Secara pribadi saya sendiri telah merasakan dampak dari
program ini, dimana sejak dikukuhkan menjadi pelatih nasional IGI
di Gedung A Kemendikbud Jakarta pada Januari 2018. Disinilah
untuk keduakalinya saya dapat bertatap muka langsung dengan MRR
sosok Ketum IGI. Dimana awal ketemu beliau pada kegiatan GESS
September 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).
Dengan Kocek sendiri Saya berangkat memenuhi amanah ini.
Pada Januari 2018 inilah kami dikukuhkan menjadi pelatih
nasional IGI dan mendapat kepercayaan untuk memilih lokasi untuk
kami melatih, inilah langkah hebat IGI bersama MRR dan seluruh
Pengurus Pusat pada waktu itu. Tak disangka hal inilah yang menjadi
langkah awal Saya berkipra di dunia IGI secara penuh. Sebagai
seorang Guru dari Daerah Kepulauan yang dipercayakan oleh PP IGI
maka saya secara penuh mencurahkan waktu dan tenaga untuk terus
belajar bersama orang-orang hebat dari berbagai pelosok daerah yang
hadir di Kemendikbud waktu itu.
Ini merupakan impact besar dari buah pemikiran MRR
bersama rekan-rekan PP IGI waktu itu, yang secara langsung telah
menerbangkan Guru-Guru dari berbagai daerah ke daerah lain, dan
bahkan ada menjadi pengalaman tak terlupakam saat berkunjung ke
provinsi lain dengan tujuan melatih rekan Guru. Jadilah Guru melatih
Guru untuk menjadi Pelatih untuk melatih Guru-Guru.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 126
Membangun Organisasi dengan dana pribadi
Seperti yang sudah ditulis pada bagian awal tadi yaitu
tentang MRR membangun sumber daya pribadi untuk
mengembangkan organisasi. Tak dapat dipungkiri hal ini memang
sangat luar biasa dan tidak ada di organisasi lain. Mengeluarkan
kocek untuk membangun sebuah Gerakan yaitu Gerakan di bidang
pendidikan. Tak tanggung-tanggung berbunyi „M‟ beliau keluarkan
untuk melintasi Nusantara dari Sabang sampai Merauke kini nama
IGI sudah tersebar luas bahkan sampai ke Negara tetangga.
Keberanian dan kegigihan beliau “MRR” memulai perjuangan ini
membuahkan hasil dimana IGI dulu adalah organisasi yang tak
memiliki uang sampai akhirnya pada tahun 2021 IGI akan
mendapatkan bantuan alokasi dari dari Kemendikbud. Namun, hal ini
tidak akan dirasakan lagi oleh MRR, karena sang Ketum sudah tidak
akan mencalonkan diri lagi sebagai Ketua Umum IGI pada periode
selanjutnya. Keseriusan dan keuletan beliau serta kecerdikan beliau
„MRR‟ itulah yang sedikit coba Saya terapkan di Kepulauan Sangihe
dalam peran Saya saat ini sebagai Sekretaris IGI Sangihe Periode
2017-2022. Membangun dan memantapkan sebuah perjalanan
perkembangan organisasi memang tak lepas dari komitmen bahwa
menyelesaikan sebuah Misi harus mengorbankan sumber daya dan
dana bahkan waktu tersita, diantara menjalankan Tugas Pokok
sebagai ASN dan bahkan sebagai seorang Kepala Keluarga di tengah
keluarga, tidak sedikit materi yang terkuras dalam rangka komitmen
menjalankan Visi dan Misi IGI yang telah hadir di Sangihe sebagai
Organisasi Guru yang kredibel dan berkeinginan untuk memajukan
pendidikan di Ujung Utara NKRI. Iya, uang memang bukan
segalanya akan tetapi segalanya tidak akan jalan tanpa ada uang…
namun semuanya dapat berjalan dengan baik, meskipun terkadang
dalam hati kecil berkata masa iya kita yang kerja, kita yang melatih,
kita yang keluar uang, namun Pemerintah tidak menghargai kita…
hal ini yang sering terlintas di dalam benak ketika akan mengakhiri
aktivitas di ujung hari. Namun esoknya prinsip pergerakan itu harus
tetap dikumandangkan “Sharing and Growing Together”
Guru dilatih untuk menjadi Pelatih dan untuk melatih Guru
Teringat dipikiran ini saat akan memulai mengetik bagian
ini. Sebuah statement yang fenomenal namun tetap abadi hingga
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 127
detik ini. Sebuah ucapan khas dari sang Proklamator Republik
Indonesia Ir. Soekarno “Berikan aku 10 Pemuda, maka akan „ku
taklukkan dunia”. Ini sebuah penggalan kalimat yang sejak masih
duduk di bangku sekolah sering „ku dengar. Lantangnya pidato itu
terus menggema di seantero jagad raya ini. Sebuah inspirasi lewat
kata yang mungkin mudah di dengar dapat dipahami akan tetapi sulit
untuk di terjemahkan apalagi dilakukan. Nah, itu mungkin yang
dialami Guru dimasa sekarang ini, kenapa demikian mungkin dimasa
lampau, waktu IGI belum seperti sekarang ini banyak tantangan dan
rintangan yang dialami oleh Guru-Guru di Indonesia secara khusus
dalam hal peningkatan kompetensi. Perkembangan Ilmu pengetahuan
dan teknologi mampu menjembatani sebuah perilaku sikap manusia
yang dimulai dari dikenalnya mesin ketik, kemudian bermunculan
computer dan telepon genggam hingga kini internet yang dapat
diakses hingga ke pelosok Negeri (walupun belum semua), akan
tetapi sudah dapatb memberikan layanan ekstra bagi masyarakat
dalam mengakses informasi dari belahan dunia. Itupun yang
sebenarnya sudah dapat dilakukan oleh para Guru-Guru yang ada di
Indonesia, akan tetapi seperti sebuah kutipan berikut:
Dikutip dari http://gresik.igi.or.id/2020/10/fenomena-botol-
kosong-tertutup-menjadi.html
Menumbuhkan kepercayaan pelatih senior pada guru-guru
muda yang memiliki kemampuan sebagai trainer di daerahnya
sendiri diibaratkan seperti fenomena botol kosong tertutup. Hal ini
disampaikan Muhammad Ramli Rahim dalam sambutannya, Sabtu
(24/10/2020).
"Guru-guru ini kan masih muda, lalu mau mengisi di
daerahnya, itu seperti mengisi botol kosong tapi tertutup, tumpah-
tumpah. Karena belum ada kepercayaan Dinas Pendidikan atau
pelatih senior pada mereka," ungkapnya saat membuka secara
virtual Pelatihan Editing Video Pembelajaran Menggunakan
Kinemaster.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini
melanjutkan, IGI membuka tutup botol itu dengan strategi mengirim
guru-guru muda itu keluar daerahnya.
"Kami kirim pelatih-pelatih muda ini ke luar daerahnya. Isi
pelatihan di sana, dan publikasikan. Maka saat itulah pelatih senior
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 128
dan Dinas Pendidikan akan mulai melirik, oh ternyata bagus ya.
Tolong latih di sini. Nah, saat itulah tutup botolnya mulai terbuka,"
jelas pria yang mengomandani IGI untuk masa jabatan 2016-2021.
Menurutnya, jika tutup botol sudah terbuka, akan siap diisi.
Tentu, kemampuan pelatih-pelatih IGI mulai diakui. Ada lagi
fenomena amplop, yang menurutnya cukup menggemaskan. Setiap
pelatihan, peserta bertanya apakah ada pengganti uang
transportasinya.
"Saya jawab saat itu, ikuti dulu lah. Nanti usai pelatihan,
silakan berkomentar. Maka apa komentar yang muncul? Pak, besok
kalau ada pelatihan lagi, tolong kami diinfokan. Bahkan jika perlu
ada kontribusi peserta kami siap. Asalkan pelatihannya sebagus ini,"
ucap Ramli, panggilan akrabnya.
Peraih penghargaan Tokoh Pemuda Inspiratif dari Majalah
Makassar Terkini di tahun 2016 itu menegaskan semua pelatihan
IGI harus ada produk.
"Produk yang dihasilkan peserta harus ada sebagai syarat
untuk mendapat sertifikat pelatihan. Karena IGI ingin melahirkan
pelatih-pelatih handal dari IGI sendiri, bukan dari kalangan luar.
Salah satu pelatih handal yang berhasil adalah Pak Sukari ini,
Ketua IGI Gresik," jelasnya disambut tepuk tangan peserta.
Ramli menambahkan, keberadaan IGI di 34 provinsi di
Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri untuk membuktikan bahwa
IGI tak surut berkembang dalam situasi apapun.
"Kini, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai
Pulau Rote, semua ada anggota IGI-nya. Apa yang kita lakukan saat
ini menunjukkan kepada siapapun juga bahwa IGI tidak pernah
surut di mana upaya peningkatan kompetensi guru terus dilakukan.
Bahkan Hari Raya Idul Fitri pun masih ada yang menyelenggarakan
pelatihan," tandas ayah dari tiga anak ini.
Turut hadir Ketua IGI Kabupaten Gresik, Sukari, yang
menyempatkan diri mengikuti jalannya kegiatan meski dalam
perjalanan darat. "IGI Kabupaten Gresik mendapatkan amanah dan
kepercayaan dari Pimpinan Pusat IGI yang bekerja sama dengan
Narasi, Jaringan Sekolah Digital Indonesia, dan Kita Bisa.com,
menyelenggarakan pelatihan pengembangan keterampilan guru. IGI
Gresik masuk dalam 30 titik daerah yang terpilih menyelenggarakan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 129
acara ini. IGI Gresik memilih pelatihan kinemaster karena
dipandang sesuai dengan kebutuhan guru di era pandemi,"
ungkapnya dalam sambutan.
Pria yang juga merupakan Pelatih Nasional IGI ini berpesan
pada peserta untuk dapat mengikuti pelatihan selama tiga kali
pertemuan dan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
Seperti kutipan artikel tersebut, hal ini merupakan salah satu
informasi bersifat inspirasi. Di bawah kepemimpinan MRR
(Muhammad Ramli Rahim) IGI mempersiapkan para Guru untuk
menjadi pelatih Nasional yang nantinya akan melatih para Guru-
Guru yang ada di seluruh pelosok Indonesia, dimana di daerah
tersebut IGI belum ada dan Guru-Guru belum pernah tersentuh
dengan berbagai pelatihan untuk pengembangan kompetensi Guru.
Saya sendiri sejak dikukuhkan secara resmi menjadi Pelatih Nasional
IGI pada tahun Januari 2018 yang lalu. Kami pun diarahkan untuk
terus berlatih untuk meningkatkan kompetensi di berbagai kanal
pelatihan IGI yang ada. Bersama Guru-Guru Hebat para Master
Traineer IGI kami saling berbagi ilmu mulai dari Literasi sampai
kepada Informasi dan Telekomunikasi berbasis IT. Hal ini yang
sedapat mungkin kami peroleh dan tanpa pamrih dan keraguan kami
pun berusaha untuk meningkatkna jam terbang dengan mulai melatih
sesame anggota IGI yang ada di Kabupaten/Kota tempat kami
bertugas dan mengabdi sebagai seorang Guru.
Sejak saat itulah sebuah terobosan baru hadir dimana semua
Pelatih IGI dari berbagai Daerah telah menghasilkan para pelatih
yang adalah rekan sejawat untuk melatih rekan-rekan Guru di
lingkungan sekolah, bahkan ada yang melatih rekan sejawat di
sekolah lain, bahkan ada yang melatih di sekolah pada kecamatan
lain, bahkan pun sampai melatih ke luar kota bahkan ada yang
melatih sampai lintas provinsi. Itulah yang saya rasakan dan alamih
dimana pada tahun 2018 tepatnya pada Agustus dan September lewat
kanal Sagusaku IGI Saya dikirim untuk melatih rekan-rekan Guru di
Kabupaten Jayapura (September) dan Kabupaten Keerom
(Sepetember) Provinsi Papua. Terbang dengan Pesawat melintasi
Provinsi dan menjadi pengalaman pertama 2 kali diterbangkan oleh
IGI sebagai Pelatih Nasional IGI dengan Pelatih Nasional IGI dari
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 130
Kabupaten Kepualaun Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. Puji Tuhan
dari hasil melatih tersebut ada sebuah karya yang dihasilkan dan
menjadi catatan tersendiri dari sebuah hasil sebagi seorang Pelatih.
Masing-masing Kabupaten menghasilkan Buku Antologi, yah 2 buku
Antologi terbit ber-isbn hasil dari tulisan Guru-Guru Kabupaten
Jayapura dan Kabupaten Keerom Provinsi Papua dan Spesialnya lagi
di Kabupaten Keerom akhirnya terbentuklah Pengurus Daerah IGI
Kabupaten Keerom. Nah, inilah yang memotivasi Saya, kenapa
untuk Kabupaten lain Saya bisa melatih dan menghasilkan karya,
mengapa di Sangihe tidak? Mulai saat itu saya terus menggandeng
kawan-kawan Guru yang mau untuk bergerak bersama dalam
meningkatkan kompetensi. Akhirnya semuanya dapat terjawab
karena pada tahun 2018 dan tahun 2019 semakin banyak kawan-
kawan Guru di Sangihe yang berkarya bahkan sampai hadir pada
kegiatan GESS 2018 dan GESS 2019 yang lalu. Dan hingga detik ini
pun di tengah kesibukan mereka sebagai Guru dan Kepala Sekolah,
mereka terus berkarya untuk mengembangkan Pendidikan yang ada
di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pada masa pandemi covid-19 ini IGI Sangihe pun tetap
melaksanakan kegiatan pelatihan melalui Webinar dengan
mengundang para Narasumber yang berkompeten di bidang
Pendidikan, serta rekan-rekan Guru Pengurus IGI dari bebagai
Daerah untuk berbagi ilmu tentang Literasi atau pun Aplikasi
pembelajaran, melalui hal sederhan ini akhirnya kami temukan
beberapa kisah klasik dari para Guru dimana mereka sangat
merindukan akan berbagai pelatihan seperti yang IGI Sangihe
laksanakan, meskipun tujuan utama mereka ialah untuk mendapatkan
Sertifikat atau pun piagam dengan alasan klasik yaitu sebagai bekal
untuk kredit poin kenaikan pangkat. Hal ini menjadi catatan khusus
bagi dunia pendidikan di Sangihe maka untuk itu IGI Sangihe terus
berupaya melakukan apa yang dapat kami lakukan untuk membantu
Guru-Guru yang haus akan berbagai pelatihan. Nah, sejak awal 2020
IGI Sangihe berkomitmen bahwa dalam setiap kegiatan pelatihan
yang dilaksanakan oleh IGI, akan muncul 1 atau 2 orang yang mau
dan mampu untuk belajar dan berkomitmen untuk membangun
pendidikan demi kemajuan dan peningkatan mutun Guru dalam
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 131
menunjan Sistem Pendidikan Nasional untuk menghasilkan lulusan
yang mempunyai Kompetensi yang baik dan sesuai harapan.
Semuanya itu Kami telah konsepkan di dalam berbagai
program kerja IGI Sangihe dalam periode kepengurusan 2017-2022.
Hal ini inilah yang kami jadikan tujuan utama dan semoga dengan
semangat Sharing and Growing Together IGI dibawah kepemimpin
MRR akan terus menduplikasikan sebuah system pergerakan di
bidang Pendidikan yang independen serta berkualitas dan terus
berinovasi dalam upaya menghasilkan Guru yang mau belajar untuk
meningkatkan kompetensi dalam berbagai bidang dengan bersama
IGI sehingaa Guru tau dan Guru paham akan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0
MRR Bergerak dan Menggerakkan
Sore ini, tepatnya Minggu, 8 November 2020 saat sedang rehat
sejenak setelah mengetik beberapa halaman naskah tulisan ini. Saya
pun menbuka handphone dan menyalakan sambungan internet untuk
melihat apakah ada pesan WhatssApp atau SMS yang masuk. Dan
sejenak saya memperhatikan ada beberapa pesan teks di WA yang
salah satunya ialah pesan dari MRR. Langsung saya buka dan isinya
menayakan sebuah keadaan yang ada di Daerah….
Begini Diskusi kami lewat WA:
MRR :
Kawan-kawan IGI, adakah di daerah bapak ibu, Paslon
Bupati, Walikota atau Gubernur yang berkomitmen menerbitkan SK
bagi Guru Honorer jika terpilih nantinya. Mohon dibalas WA ini jika
ada.
Saya :
Selamat Sore Pak. Ketum…
Sampai saat ini belum ada Pak…
Mungking belum ada masukan ke paslon atau ke tim suskes
mereka….
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 132
MRR :
Ini yang mau kita tekankan Pak
Saya :
Tahun kemarin saya sudah pernah menyuarakan hal ini ke
pajabat Dinas namun sampai saat ini belum ada respon…
MRR :
Sedang Pilkada disana?
Saya :
Iya PilGub Sulut sama Pilwakot dan PilBup di beberapa
Kabupaten/Kota
Kota Manado
Kab. Minasaha Selatan
Kab. Minahasa Utara
Kota Tomohon
Dam beberapa Kabupaten di Daerah Bolmong
(Bolaangmongondow)
MRR:
Kita ingin Gunakan moment pilkada menekan
Saya:
Mungkin Pak. Ketuk punya petunjuk kira-kira langkah taktis
apa yang bisa kami IGI Sulut lakukan agar hal ini dapat terealisasi
Memang benar Pak…
Kesempatan ini sudah saya lakukan lewat media…
kebetulan ada beberapa adik tingkat saya juga yang sudah
jadi wartawan dari beberapa media…
Sudah Saya berikan Opini lewat mereka dan Insya Allah akan
segera terbit…
MRR:
Mantap
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 133
Ini salah satu diskusi kami dengan MRR melalui aplikasi WA.
Terkadang saat-saat tertentu pun MRR sering mengirimkan pesan
melalui WA secara langsung, yang isinya berupa informasi yang
sangat membantu bahkan menginspirasi. Nah, dari sini Saya dapat
belajar tentang sebuah pergerakan yang militant serta bersifat ajakan
dari seorang MRR, dari sinilah kita bisa melihat sebuah prinsip dasar
dan jiwa pantang menyerah beliau yang mencerminkan pribadi sosok
Pria asli Bugis Makassar. Saya teringat beberapa waktu yang lalu
tepatnya Juli 2020 dimana saat itu MRR mengirimkan sebuah link
berupa isian tengtang Survey Guru Honorer Indonesia isinya
demikian:
Ikatan Guru Indonesia telah berupaya maksimal
meningkatkan kompetensi Guru Indonesia,
baik guru PNS,
guru Yayasan maupun Guru Honorer,
meskipun tentu saja butuh waktu untuk menjangkau semua
Guru di Indonesia.
Selanjutnya IGI ingin secara maksimal memperjuangkan
kesejahteraan Guru honorer
Mengingat infomarsi dari Pemerintah bahwa
“tidak aka nada pengangkatan PNS dalam 2 tahun kedepan”
karena itu, kami membutuhkan informasi valid terkait guru
honorer untuk dijadikan dasar
memperjuangkan kesejahteraan kawan-kawan Guru Honorer
Indonesia.
mohon diisi dengan data dan Informasi yang benar
agar data yang kami sampaikan ke Presiden, DPR RI,
Kemendikbud, Kemenag, Kemenkeu,
KemenPAN-RB, DPD, dan lembaga terkait lainnya bisa lebih
valid.
Jakarta, 12 Juli 2020
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 134
Ini salah satu dari buah pemikiran beliau MRR untuk
penyerataan kesejahteraan Guru-Guru termasuk Guru Honorer di
Indonesia. Sepintas inilah yang dimaksudkan oleh MRR bahwa
pergerakn IGI bukan hanya sebatas pada peningkatan kompetensi
saja namun juga harus jeli melihat keadaan pendidikan kita terlebih
dari sistem peningkatan kesejahteraan. Terobosan yang beliau
lakukan sempat menjadi viral dimana waktu itu melalui statement
MRR tentang Hapuska Guru Honor di Indonesia, maka IGI sempat
menuai polemik kala itu. Namun berkat klafirikasi MRR maka
sebuahnya menjadi jelas. Bila bercermin dari apa yang MRR
lakukan, kami pun pernah melakukan hal serupa dakam sebuah
pergerakan awal saat memperjuangkan Hak Tunjangan Kinerja
Daerah (TKD), bagi Guru-Guru SMA/SMK yang sejak berstatus
Guru Provinsi hak kami hilang dan tak dibayarkan lagi yaitu
Tunjangan Guru Jabatan Fungsional Tertentu, sempat beberapa kali
melakukan dialog dengan pejabat terkait dan memberikan Opini dan
Kritikan lewat Media Online dan Media Cetak, namun sejak 2017
hingga saat ini semuanya lenyap diterpa angina „Politik” dan
„regulasi‟ terstruktur. Kami pun memvonis bahwa pemaparan Visi
dan Misi pada orasi kampanye semuanya hanyalah „Surga Telinga‟
bagi para „Oemar Bakri‟ ini yang menjadi pelajaran berharga dibalik
sisi kelam tekanan Politik bagi Guru ASN yang masih terasa di era
Demokrasi ini. Dan saat ini pun ketika sampai pada bagian ini, terus
terlintas dibenak ini untuk terus mencurahkan sebuah keluhan bahwa
Gerakkan MRR ialah sebuah misi untuk menyamaratakan hak dan
kewajiban dimana semunya bermuara pada satu kata yaitu
„sejahtera‟. MRR terus bergerak untuk menduplikasikan sebuah
sistem di seantero tanah air, berangkat terbang dari satu kota ke kota
lain dengan membawah panji IGI. Pola terstruktur dengan dengan
sebuah sistem kerja yang terprogram sesuai dengan Visi dan Misi
IGI dari mulai pengurusan Izin resmi serta berbagai regulasi internal
IGI berhasil disusun bersama dengan Pengurus IGI dan sesepuh IGI,
artinya kerjasama tim tetap diutamakan ketika menggerakkan IGI di
berbagai daerah. Satu harapan nantinya ketika MRR yang tidak lagi
menjadi Ketum IGI, maka pertahankanlah sistem ini, dimana IGI
ialah Ikatan Guru Indonesia dengan moto Sharing and Growing
Together. Salut untuk MRR dan Gerakannya, semoga IGI semakin
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 135
maju, semakin jaya dan semakin dikenal oleh seluruh Guru di
Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dan terima kasih karena
Saya boleh dipercayakan menjadi bagian dari IGI dengan predikat
Pelatih Nasional IGI dan sebagai Sekretaris Daerah IGI Sangihe
Periode 2017-2022.
=====
Jevery Paat, S.Pd, Guru SMK Negeri 2 Tahuna
Sekretaris Daerah IGI Kabupaten Kepulauan Sangihe
(Pelatih Nasional IGI) Coach Nasional Sagusaku IGI
Pemenang I Guru Berprestasi SMK Cabang Dinas
Sangihe Dikda Provinsi Sulut Guru SMK Berprestasi
Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019 Finalis GTK
Berprestasi Dikmensus SMK Tahun 2019
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 136
PESONA IGI DI TANGAN PRIA MAROS
Oleh :
Yarni N, S.Pd.SD
Dulu diriku bukan siapa-siapa? Saya hanya seorang guru
yang mengajar jauh dari perkotaan. Rutinitas saya lebih banyak
dihabiskan bersama dengan murid-murid. Saya selalu ada buat
mereka. Saya adalah guru, sekaligus sahabat bagi mereka. Tiap ada
masalah mereka datang pada saya. Saya adalah seorang guru yang
selalu haus akan ilmu. Banyak pelatihan yang telah saya
ikuti,berbagi ilmu selalu saya lakukan. Dulu diri saya hanya sebatas
itu. Semua berubah karena suatu hal. Berteman dengan orang baik
sedikit banyak kita akan menjadi baik, berkawan dengan orang jahat
kadang kala bisa juga jadi jahat. Itulah kata pepatah yang dikatakan
para orang tua. Ternyata i‟tibar itu benar. Sejak pindah ke sekolah
baru yang lokasinya dekat dari rumah dan dikeliling teman-teman
penulis ada rasa yang berbeda dalam diri saya. Mengapa mereka bisa
menulis? Wadah apa yang membuat mereka bisa berkarya? Apakah
mereka dari dulu memiliki hobi menulis? Banyak pertanyaan yang
ada dalam pikiran saya. Jawaban yang selalu menjadi motivasi bagi
saya adalah tidak semua dari mereka dulunya hobi menulis, seiring
waktu dan tekat mereka bisa menghasilkan karya karena menemukan
wadah yang tepat. Hati saya menjadi girang artinya saya juga bisa
menulis walau pun tidak hobi. Karena dengan niat semua bisa
terwujud.
Lalu mulailah para sahabat hebat mengajak saya mengikuti
mengikuti Traning Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) pada
tanggal 9-10 Desember 2017 yang diadakan oleh Ikatan Guru
Indonesia (IGI) Inhil. Inilah mula pertama kali saya mengenal Ikatan
Guru Indonesia yang juga merupakan organisasi profesi guru. seperti
yang diatur dalam Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 14
Tahun 2005 (dua ribu lima) Tentang Guru dan Dosen. IGI
berazaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.
IGI merupakan organisasi profesi guru yang bersifat nasional,
independen, netral, mandiri, dan tidak memihak pada kepentingan
politik mana pun. Di wadah inilah para sahabat itu bergabung.
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 137
Awalnya saya bingung dengan organisasi ini karena saya hanya tahu
PGRI saja. Lalu mulailah saya mencari informasi tentang IGI.
Ternyata IGI adalah salah satu dari 6 organisasi profesi guru yang
terdaftar dan diakui pada Dirjen GTK berdasarkan Surat Dirjen GTK
tanggal 4 Desember 2015 selain Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Persatuan
Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Federasi Serikat Guru
Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).
Ikatan Guru Indonesia adalah organisasi guru yang diinisiasi
tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia di bawah
kepemimpinan Ahmad Rizali. Klub Guru Indonesia secara resmi
berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dengan keluarnya
Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-
125.AH.01.06 Tahun 2009. Pada Surat Keputusan tersebut, Klub
Guru Indonesia berubah nama menjadi Ikatan Guru Indonesia (IGI)
dan dipimpin oleh Ketua Umum Satria Dharma dan Sekretaris
Jenderal Muhammad Ihsan dari IGI Wilayah Jawa Timur serta Ketua
Dewan Pembina Indra Djati Sidi dari Wilayah Jawa Barat. Pada
tanggal 30-31 Januari 2016, Ikatan Guru Indonesia melaksanakan
Kongres II di Makassar. Pada Kongres ini, Muhammad Ramli
Rahim dari Sulawesi Selatan dan Mampuono dari Jawa
Tengah terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal IGI
periode 2016-2021.
Saya penasaran tentang sahabat hebat yang berada di
sekeliling yang rata-rata guru bisa menghasilkan karya berupa buku.
Lalu saya ingat ada satu kata yang selalu mereka gaungkan yaitu
Sagusaku yang merupakan singkatan dari Satu Guru Satu Buku.
Mereka mengatakan seorang guru itu paling sedikit bisa
menghasilkan karya sebuah buku. Apa, sih Sagusaku itu? Pertanyaan
itu pun timbul dari dalam diri saya. Lalu mulailah saya mencari
informasi tentang semuanya. Waktu mengikuti pelatihan itu
narasumber Pak Mustakim dan Bu Yulismar memberikan informasi
tentang IGI. Dan sejak itu saya resmi menjadi anggota IGI dengan
NTA 201709040000084. Tentu orang akan bertanya-tanya mengapa
saya bisa tertarik menjadi anggota IGI.
Setiap orang pasti punya alasan yang kuat jika mau bergabung
dengan suatu organisasi. Pasti orang akan mendapatkan keuntungan
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 138
atau manfaat jika sudah bergabung secara akal sehat itu jawabannya.
Semua informasi saya dapatkan mengapa saya harus bergabung
dengan IGI. Alasannya adalah :
1. IGI memberikan kesempatan yang sama pada semua anggota
untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi
dibidangnya.
2. Di IGI tidak ada kalimat pilih kasih, anak emas atau pun anak
bawang. Semua kedudukannya sama, siapa yang mau maju
silakan tidak harus menunggu urutan kedudukan.
3. IGI memberikan kesempatan anggota untuk menjadi pelatih
diseluruh Indonesia (hak yang sama).
Tidak ada diskriminasi semua berhak sesuai dengan peraturan
yang ada.
4. Di IGI tersedia 67 kanal yang bisa diikuti dan sesuai minat dan
bakat para guru.
Organisasi profesi guru ini sunguh luar biasa banyak sekali
kanal yang bisa diikuti oleh anggota diantaranya kanalnya
adalah Sagusaku yang merupakan ajang bagi guru untuk
menunjukan kemampuannya dalam menulis serta mengajak
siswa untuk terlibat.
5. Narasumber IGI akan melatih diseluruh tanah air baik kasih
honor ataupun tidak.
Yang paling membanggakan narasumber IGI itu bukan
mengejar keuntungan tapi bekerja dengan ikhlas dan sukarela.
Mencari amal untuk di akhirat kelak.
6. Motto IGI “SHARING AND GROWING TOGETHER” .
Motto inilah yang sangat menginspirasi saya anggota IGI
selalu berbagi dan maju bersama. Tidak ada yang menonjolkan
diri sendiri apalagi mau hebat sendiri.
Sejak bergabung dengan IGI banyak sekali manfaat yang saya
rasakan, mata saya terbuka dengan lebar, wawasan bertambah, yang
paling membanggakan bagi saya pribadi adalah bisa menulis buku
sendiri yang berjudul Tangga Nol yang merupakan buku non fiksi
tentang pelajaran Matematika dan sebuah novel yang berjudul Jalan
Berliku Menuju Bahagia yang menceritakan kisah perjalanan saya
dari kecil sampai menjadi seorang guru. Berkat IGI saya juga bisa
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 139
membimbing siswa menulis antologi. Sudah ada dua antologi yang
dihasilkan berjudul Bunga Kehidupan di Ruang sekolahku dan
Berlian Mas Depan. IGI selalu memotivasi saya terus melangkah.
Sudah lebih dari 20 antologi yang saya hasilkan. Karena menjadi
anggota IGI saya bisa mengikuti acara yang membuat nama saya
masuk koran.
Bergabung dengan IGI merupakan suatu anugrah karena bisa
mengikuti event bergensi. Serasa bermimpi saya mendapat
kesempatan bersama 13 orang guru dari kabupaten Indragiri Hilir
mengikuti acara Global Educational Supliess and Solutions (GESS)
berlangsung dari tanggal 26-28 Sentember 2018 di JCC Jakarta.
Acara dimulai dengan pembukaan Rakornas IGI oleh gubenur DKI
Jakarta bapak Anis Baswedan,Phd. Dilanjutkan dengan Penyematan
Selempang Apresiasi terhadap penulis sebanyak 200 orang dan
launching buku karya penulis, saya salah satunya. Bangga rasanya
juga, diberikan penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API)
oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) kepada 69 pejabat yang terlibat
aktif dan mendorong peningkatan kompetensi guru.Dua orang
diantaranya berasal dari Inhil yaitu : Wakil Bupati H.Samsudin Uti
dan Kadis Pendidikan Drs.H Rudiansyah ,M.Si.Alhamdulilah IGI
Inhil bisa tampil mempersembahkan “Mini Drama Tampa Kata” dan
pembacaan puisi dari Guslaini.
Selama menjadi anggota IGI yang saya rasakan banyak suka
dari dari pada dukanya. Semua bagaikan air mengalir saya bisa
mencapai apa yang diimpi-impikan. Hidup terasa bergairah,
menantang dan bersemangat. Berada di sekeliling orang hebat kita
pun merasa hebat. Dukanya pasti ada banyak mata yang memandang
aneh kala berada di tengah keramaian dengan penampilan yang
berbeda. Memakai baju batik IGI bagi mereka dianggap aneh. Masih
saja ada yang belum tahu bahwa IGI itu organisasi profesi guru yang
diakui. Saya merasa bersama IGI saya bisa terbang tinggi mencapai
awan. IGI begitu mempesona.
Sejak menjadi anggota IGI tidak ada informasi yang saya
dengar tentang kemunduran tapi selalu maju. IGI maju melesat
bagaikan anak panah. Tentukan ada orang hebat yang memimpinnya.
Itu pasti. Siapa dia? Sejak terpilihnya Muhammad Ramli
Rahim sebagai ketua umum, IGI mengalami perkembangan cukup
Strategi MRR Mengubah Pendidikan Indonesia Melalui IGI | 140