The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fazila6292, 2021-09-05 09:43:50

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 285

١٩١ ِ‫ُس ۡب َ�ٰ َن َك َف ِق َنا َع َذا َب ٱ�َّار‬

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-
orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
siksa neraka.

5Dengan zikir (mengingat Allah), manusia akan selalu ingat
dan sadar untuk apa dia diciptakan oleh-Nya. Mengingat Allah
sebagai Sang Pencipta semesta alam dan manusia akan melahirkan
rasa dan sikap syukur kepada-Nya. Sikap syukur manusia
diwujudkan dalam bentuk sikap ketundukpatuhannya kepada
tugas dan fungsinya yang telah diundangkan oleh Allah. Orang-
orang yang dalam hidupnya memperhatikan tentang penciptaan
langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, dikatakan
sebagai Ulil Albab.

6Proses penciptaan semesta alam dan segala isinya serta
silih bergantinya malam dan siang merupakan tanda (bukti; ayat)
bagi Ulil Albab. Tanda yang dimaksud tentu saja tanda bagi
manusia untuk bisa mengenal Allah, Tuan Semesta Alam, melalui
sunnatullah (tradisi Allah) yang tecermin dalam proses penciptaan
dan tradisi-tradisi-Nya yang termaktub di dalam Kitab-kitab-Nya.

7Al-Quran menuntun kita ke arah perenungan sejarah dan
mempelajari hukum jatuh bangunnya peradaban dunia untuk
dijadikan pijakan dalam mempelajari hal-hal lainnya di alam ini.
Al-Quran juga sebagai pijakan dalam melihat sunnatullah, seperti
yang dapat dilihat dalam masyarakat dan diri manusia itu sendiri.
Sikap objektif –dalam rangka mempelajari alam dan mengungkap
hukum-hukum Allah serta memanifestasikannya dengan benar,
merupakan sikap yang terbebaskan dari pandangan parsial, yang
tidak berhak untuk menjadikannya sebagai kesaksian peradaban.

Jalan Kebenaran Universal

286 | SUNNATULLAH

1. Adam Bukan Manusia Pertama
8Sesungguhnya, baik Taurat maupun Al-Quran tidak

pernah menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama yang
diciptakan Tuan Semesta Alam di bumi. Adam diciptakan secara
wajar sebagaimana manusia umumnya. Rumus dasar penciptaan
manusia menurut Tuan Semesta Alam adalah perpaduan antara
dzakar dan untsā, antara benih laki-laki dan benih perempuan.
9Bahwa kitab Taurat maupun Al-Quran tidak menceritakan bapak
atau ibu Adam, hal itu tidak berarti ia tidak mempunyai bapak
atau ibu. Sebagaimana kisah Musa dan Isa tidak diceritakan siapa
bapak mereka, yang disebut hanyalah ibunya, karena ibu
keduanyalah yang mendapat firman dari Allah.
10Bukti di dalam Taurat, Kejadian 4 ayat 8-17

Kata Kain kepada adiknya; “Marilah kita pergi ke padang”.
Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel
adiknya itu, lalu membunuh dia. Firman Tuhan kepada Kain;
“Di mana Kain adikmu itu?” Jawabnya; “Aku tidak tahu!
Apakah aku penjaga adikku?” Firman-Nya; “Apakah yang
telah kau perbuat ini? darah adikmu itu berteriak kepada-Ku
dari tanah. Maka sekarang terkutuklah, terbuang jauh dari
tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah
adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan
tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil
sepenuhnya lagi kepadamu, engkau menjadi seorang pelarian
dan pengembara di bumi”. Kata Kain kepada Tuhan;
“Hukuman itu lebih besar daripada yang dapat ku tanggung,
Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan
bersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan
pengembara di bumi. Maka barang siapa yang akan bertemu
dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Firman Tuhan
kepadanya; “Sekali-kali tidak, barang siapa yang membunuh
Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian
Tuhan menaruh tanda kepada Kain, supaya ia jangan dibunuh
oleh barang siapa yang bertemu dengan dia. Lalu Kain pergi
dari hadapan Tuhan dan ia menetap di tanah Nod di sebelah
timur Eden. Kain bersetubuh dengan istrinya dan
mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh,

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 287

kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamailah kota itu
Henokh menurut nama anaknya.

11Jika Adam adalah manusia pertama, berarti waktu itu baru
ada empat orang, yaitu Adam, istrinya, Habel, dan Kain. Habel
dibunuh, sehingga yang ada di bumi tinggal tiga orang! Tuan
mengusir Kain, dan Kain merasa takut kalau saja ia bertemu
dengan orang, ia akan dibunuh. Pertanyaannya adalah; Siapa
orang yang akan membunuh Kain? Bukankah selain dirinya hanya
ada bapaknya dan ibunya?

12Kekhawatiran Kain itu menunjukkan bahwa di luar
keluarga Adam sudah banyak suku-suku lain yang tinggal di luar
taman Eden! Jika ini hanya dugaan Kain, mengapa Allah memberi
“tanda” pada Kain agar dia tidak dibunuh orang, dan barang siapa
yang membunuh Kain akan dibalas dengan “tujuh kali lipat”.
Kemudian Kain bersetubuh dengan istrinya dan melahirkan
Henokh. Pertanyaannya, siapakah istrinya itu? Kemudian Kain
mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu “Henokh”.
Mungkinkah dan masuk akalkah jika keluarga Kain yang hanya
terdiri dari diri, istri, dan anaknya membangun suatu kota?

13Firman Allah diperuntukkan bagi manusia yang berakal
(berpikir) sehingga kita mengerti bahwa sebelum Adam diciptakan
dan diangkat sebagai nabi, bumi telah dihuni oleh banyak manusia
yang hidup secara berkelompok, bersuku, dan berbangsa. Kisah
Adam bukan kisah penciptaan manusia tetapi kisah tentang
“pengangkatan” atau “penjadian” Adam sebagai pemimpin atau
nabi.

14Bahasa wahyu memang ditujukan untuk manusia yang
berakal dan menggunakan akalnya untuk memahami kehendak
dan ilmu Tuan Semesta Alam. Hanya orang yang berakallah yang
dapat memahami “rahasia” Kerajaan Surga. Orang yang
memilikinya akan ditambah dengan berkelimpahan dan yang tidak
punya akan diambil dari padanya apapun yang dimilikinya.
15Perhatikan Matius 25 ayat 29 dan Lukas 10 ayat 23 berikut ini:

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi,
sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai,

Jalan Kebenaran Universal

288 | SUNNATULLAH

apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat.
25: 29)

Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat, karena
aku berkata kepadamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa
yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar
apa yang kamu dengar tetapi tidak mendengarnya. (Luk. 10: 23)

16Perhatikan juga Al-Quran surat Al-A’rāf [7] ayat 179:
‫نَ�سن‬ٞ ‫ۡ�ل َِّ َ�ُه� َهۡم َّن ُ�أََم ۡب َضَِكُّثُِل�ۚأُوٗ� ْو�َنَ ٰٓ�ِّم�ِبِ َ َنهَاكٱ َُۡهوِ�لَُم ُِّهنٱ ۡمۡل َوَٱ�َٰۡء ِفِا��لَُذاِو‬ٞ‫ََووَكلََلٱ َُهۡق ۡ�َۡمدنۡ َأََذ�ٰ َِۡر�م ۡ� ُنَبَا‬
‫بَ�ِ َۡهفآَۚق ُهأُوْو ََنٰٓ��ِبِ َهَكا‬ َّ ‫ب‬ٞ ‫ُقلُو‬ ‫لَ ُه ۡم‬
� َّ

‫� َ ۡس َم ُعو َن‬

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahannam)
kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qalbu,
tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang
ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-
orang yang lalai

17Para penafsir Al-Quran memahami kisah Adam sama
dengan orang Yahudi dan Nasrani memahaminya, bahwa Adam
adalah manusia pertama. Hal ini masuk akal karena orang Arab
adalah bangsa yang ummi, bangsa di luar Bani Israel, yang tidak
paham Alkitab kecuali sekadar menduga-duga atau mengira-ngira
maknanya. Karena ummi di dalam memahami kisah para Nabi
yang ada di dalam Al-Quran, mereka banyak bertanya kepada Ahli
Kitab. 18Perintah untuk bertanya tersebut ada di dalam Al-Quran
surat Yūnus [10] ayat 94:
‫ِ�َجآ ََءش َكّٖكٱ ِّمۡ َ�َّم ُّآقأَن ِم َز ۡن�َآَّر ّ�إِِ َ َۡ�ك َ َفك َ َف� ۡتَ َٔ� ِلُ� ٱو ََّ� ِ� َّين َن ِم ََ�ن ۡقٱَلرۡ ُءُموۡم ََن ِ�ٱ� ۡل َن ِك َ�ٰ َب‬
‫ِمن‬ ‫فَإِن ُكن َت‬
‫َ� ۡبلِ َكۚ لَ َق ۡد‬

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 289

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan
tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah
kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu.
Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Rabbmu,
sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang
ragu-ragu.

19Kisah Adam banyak diceritakan di dalam Al-Quran.
Untuk menguak masalah apakah Adam manusia pertama ataukah
bukan, kita petik ayat Al-Quran surat Al-Baqarah [2] ayat 30
berikut ini:
‫َ� َ ۡ� َع ُل‬ َۡ
‫�ِي َها‬ ْ‫ۖ َقالُ ٓوا‬ ‫َخلِي َف ٗة‬ ‫ٱ�� ِض‬ �ِ ‫ل‬ٞ ‫َجا ِع‬ �ِّ ِ‫إ‬ ‫لِ ۡل َم َ ٰٓ��ِ َك ِة‬ ‫َر ُّ� َك‬ ‫قَا َل‬ ‫� ۡذ‬

‫قَا َل‬ ۖ‫لَ َك‬ ‫َو ُ� َق ِّد ُس‬ ‫ِ َ� ۡم ِد َك‬ ‫� ُ َس ّبِ ُح‬ ‫َو َ ۡ� ُن‬ ‫ٱ ِّ� َمآ َء‬ ‫ُ� ۡف ِس ُد �ِي َها َو� َ ۡس ِف ُك‬ ‫َمن‬
‫أَ ۡع َل ُم‬ �ٓ ِّ ِ‫إ‬
‫َ� ۡع َل ُمو َن‬ َ ‫َما‬


Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat;
“Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka
bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu dari orang-orang yang berbuat kerusakan
di situ (di bumi) dan melakukan pertumpahan darah (perang),
padahal kami senantiasa bertasbih (sibuk mengabdi) dengan
memuji Engkau dan memaha-sucikan Engkau?” Tuan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak
kamu ketahui.”

20Sesungguhnya dialog ini hanyalah bahasa kisah atau
bahasa fragmentasi dari suatu peristiwa historis yang berlangsung
dalam rentang waktu yang cukup panjang. Kisah ini menceritakan
suatu episode sejarah ketika Tuan Semesta Alam menjadikan
Adam sebagai seorang nabi atau khalifah atau pemimpin dari
suatu bangsa. Tuan Yang Maha Kuasa telah memilih Adam untuk
memimpin bangsanya dan mengajarkan bangsa itu bagaimana cara
hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya.

21Kehidupan di dunia pada waktu itu sedang kacau, tidak
ada suatu kekuatan adikuasa yang mengendalikan kehidupan
bangsa-bangsa. Akibatnya, mereka berperang satu sama lain dan

Jalan Kebenaran Universal

290 | SUNNATULLAH

melakukan berbagai bentuk kerusakan, baik kerusakan pada alam
maupun kerusakan pada tatanan sosial manusia.

22Malaikat, menurut bahasa kitabiyah, adalah orang-orang
saleh yang hidup berdasarkan aturan Tuan Semesta Alam (lihat
Kitab Wahyu pasal 2-3), mengabdi, dan menyucikan Dia. Para
imam agama –yang diistilahkan sebagai malaikat, merasa heran
dengan rencana Allah. Keheranan mereka adalah, mengapa
pemimpin atau khalifah itu tidak ditunjuk dari kalangan mereka?
Kenapa justru dipilih-Nya seorang anak manusia dari bangsa yang
selalu membuat kerusakan dan pertumpahan darah. 23Menanggapi
protes malaikat –pemimpin-pemimpin agama itu, Allah
menyatakan; “Sesungguhnya Aku tahu tentang apa yang kamu
tidak ketahui.” Allah memilih Adam untuk menjadi Nabi atau
Khalifah karena Dia tahu kepada siapa tugas kepemimpinan (nabi
atau rasul) itu akan diberikan (QS. Al-An’ām [6]: 124).

24Bagaimanakah cara Allah “menjadikan” Adam –yang
dianggap malaikat sebagai orang dari golongan yang sering
melakukan kerusakan dan berperang itu? Caranya adalah dengan
mengajarkan kepadanya asmā-a kullahā, nama-nama dari segala
sesuatu. Asma atau nama adalah kata lain dari sifat. Sifat yang
Allah ajarkan kepada Adam adalah sifat-sifat-Nya. 25Sifat Allah
sama dengan tradisi atau ilmu Allah yang digunakan untuk
mengatur makhluk-makhluk-Nya, sehingga dapat melakukan
perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan
kata lain, sifat Allah itu adalah manajemen kepemimpinan untuk
menciptakan suatu komunitas orang yang beriman.

26Setelah Adam memahami manajemen kepemimpinan
yang diajarkan-Nya, Allah memerintah Adam untuk
memperlihatkan ilmu-Nya kepada para malaikat. Maka setelah
diberitahukan-Nya nama-nama itu, Allah berfirman: “Bukankah
sudah Aku katakan kepadamu (wahai para malaikat) bahwa Aku
mengetahui rahasia langit dan bumi, dan juga mengetahui apa
yang kamu nyatakan dan apa pula yang kamu sembunyikan?”
Setelah terbukti bahwa Adam lebih menguasai ilmu
kepemimpinan dibandingkan dengan para malaikat, Allah

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 291

memerintahkan para malaikat agar tunduk dan patuh kepada
Khalifah Adam. 27Maka tunduklah para malaikat, kecuali ada di
antara mereka yang menentang, yaitu Iblis. Iblis bukanlah
makhluk di luar malaikat. Iblis adalah “penamaan” dari malaikat
yang tidak taat kepada perintah Allah untuk tunduk dan patuh
kepada kepemimpinan Adam. Jadi, jika seseorang taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, maka ia disebut malaikat. Namun, apabila
di kemudian hari ia (malaikat) menentang perintah Allah dan
Rasul-Nya, ia berubah status menjadi Iblis atau setan.

28Iblis atau setan esensinya adalah manusia. Oleh sebab itu,
orang yang menentang kehendak Allah yang digenapi oleh Nabi
atau Utusan Allah disebut keturunan Iblis atau ular beludak (lihat
Mat. 3: 7 dan Mat. 23: 33). 29Bukti lain bahwa Adam bukan
manusia pertama –ia hanyalah manusia yang “dipilih” oleh Allah
dari suatu komunitas suku atau bangsa, dapat dilihat pada Al-
Quran 'Ali-Imrān [3] ayat 33 di bawah ini:

�َ ‫إِ َّن ٱ َّ َ� ٱ ۡص َط َ ٰٓ� َءا َد َم َونُو ٗحا َو َءا َل إِبۡ َ�ٰهِي َم َو َءا َل ِع ۡم َ�ٰ َن َ َ� ٱ ۡل َ�ٰلَ ِم‬

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga
Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala ummat (di masa
mereka masing-masing).

30Kata ‘ālamīn maknanya adalah ummat manusia pada
umumnya. Adam dinyatakan bahwa ia dipilih menjadi khalifah
atau nabi, sehingga ia menjadi orang yang memiliki kemuliaan dari
ummat yang ada pada masanya.

31Adam dipilih dari sekian banyak manusia dan dijadikan
seorang Khalifah tentu saja dalam rangka menata dan menjaga
kehidupan ummat manusia pada zamannya agar tercipta
kehidupan jannah di muka bumi. Dengan kata lain, Adam adalah
manusia pilihan sebagaimana Nabi dan Rasul Allah yang lainnya
untuk bangsa dan zamannya masing-masing. 32Jika Adam adalah
manusia pilihan, berarti dia bukanlah satu-satunya manusia yang
ada pada saat itu. Jika Adam manusia pertama dan satu-satunya
manusia saat itu, Allah tidak perlu memilih. Adam bukanlah
manusia pertama yang ada di bumi ini. Adam dipilih di antara

Jalan Kebenaran Universal

292 | SUNNATULLAH

beberapa manusia yang juga berhak untuk dipilih, sehingga wajar
jika mereka yang tidak terpilih merasa iri dan marah kepada
Adam.

33Kiranya, dengan bahasan ini menjadi jelas bahwa
sesungguhnya Adam bukanlah manusia pertama, ia bukan awal
dari keberadaan manusia di muka bumi. Orang mungkin bertanya;
“Jika demikian, siapakah manusia pertama di bumi?” Jawabnya
adalah, “Kitab-Kitab Allah tidak menyatakan Adam sebagai
manusia pertama.” 34Adam adalah Nabi yang dipilih dan diangkat
(dijadikan) di antara ummat manusia yang hidup pada zamannya.
Jika orang ingin mengetahui siapa manusia pertama yang
menghuni bumi, tanyakanlah kepada para Arkeolog yang
berkompeten dalam masalah ini. Jika tidak setuju dengan teori
evolusi Charles Darwin, adakanlah penelitian tandingan sehingga
Anda menemukan orang yang di kolom nama KTP-nya tertulis:
ADAM. Selamat mencari!

2. Bahtera Nuh
35Kebanyakan manusia tidak memahami hubungan Nabi

Adam dengan Nabi Nuh. Sesungguhnya, hubungan mereka
adalah masalah kekhalifahan. Adam menjadi Khalifah karena dia
menggunakan ilmu Allah, sehingga manusia taslim (tunduk)
kepadanya dan menjadikannya eksis. Begitu perjalanan
kekhalifahan Adam ini melanggar larangan Allah, berkolaborasi
dengan kekuasaan negatif (ingat kisah Adam dan pohon khuldi),
kekuasaannya pun hancur. 36Ingat, ketika sebuah kekuasaan yang
sistem intelijen, pertahanan, dan politiknya sudah menurun, serta
ummatnya sudah tidak disiplin lagi kepada visi dari sebuah
kekuasaan, maka kekuasaan itu akan dimasuki oleh kekuasaan
asing. Akhirnya, kekhalifahan Adam pun hancur pada saat ajalnya
tiba.

37Lantas, apa hubungannya dengan misi Nabi Nuh? Nuh
adalah Nabi yang diutus Allah untuk mengadakan ishlah
(perbaikan), mengangkat kembali Kerajaan Allah –yang dahulu
dibangun oleh Adam dan hamba-hamba-Nya, yang sedang

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 293

tertindas, terpecah belah, dan bergolong-golongan untuk kembali
dipimpin oleh Nuh sebagai Rasul (taddaburi definisi musyrik pada
QS. Ar-Rūm [30]: 30-32).

38Misi Nabi Nuh adalah mengajak ummat manusia yang
sudah sekian lama hidup dalam kezaliman itu kembali kepada
Jalan Kebenaran. Allah akan mengazab bangsa yang pernah
menjadi kekasih-Nya tetapi berkhianat dan menjadi musuh-Nya.
Jika ajalnya sudah tiba; sudah sampai pada saatnya, niscaya tidak
bisa diundur dan tidak bisa dimajukan. 39Allah tidak pernah
berbuat zalim kepada manusia, karenanya diutuslah Nuh sebelum
Dia menurunkan azab-Nya kepada bangsa zalim. “Sesungguhnya
Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan
memerintahkan): Berilah kaummu peringatan sebelum datang
kepadanya azab yang pedih” (QS. Nūh [71]: 1).

40Sampai pada suatu masa, Nabi Nuh harus membawa
ummatnya (ahli Nuh) berlayar dengan kapal buatannya. Nuh terus
berdakwah sampai kepada titik dimana kaumnya menolak
ajakannya. Pada saat itulah, Allah perintahkan kepada Nuh untuk
membawa semua orang-orang yang beriman naik ke kapal
(bahtera). Ketika Nuh hendak menolong keluarganya, anggota
keluarganya menolak dan tidak mau naik ke dalam bahtera, maka
malaikat berkata, “Ia bukan ahli-mu.” 41Artinya, persoalan aqidah
tidak bergantung kepada nasab atau hubungan keluarga. Aqidah
itu sanggup memutuskan perasaan subjektif; nasab (kolusi dan
nepotisme), yang akan membuat pemimpin berlaku tidak adil.
Hanya imanlah yang sanggup memutuskan perasaan subjektif.

42Pada kisah lainnya, ada hal yang menarik dari doa Nabi
Nuh untuk orang-orang mu’min baik laki-laki maupun
perempuan, yang masuk ke “rumahku” akan aman dari bencana
atau azab Allah terhadap kaumnya. Menarik, karena di surat lain
diceritakan bahwa untuk menyelamatkan diri, Nuh harus
membuat “kapal” (QS. Hūd [11]: 37 dan Al-Mu’minūn [23]: 27).
Dalam Al-Quran banyak sekali kata fulk (kapal), yang mengangkut
manusia di lautan. Tak sangsi lagi bahwa kapal yang dimaksud
adalah bahasa mutasyābihāt atau dharbul amtsāl dari sarana ibadah

Jalan Kebenaran Universal

294 | SUNNATULLAH

bagi ummat dalam mengabdi kepada Allah di tengah-tengah
lautan manusia.

43Dengan demikian, cerita tentang Nuh yang diperintahkan
untuk membuat kapal besar untuk menyelamatkan keluarganya
dan segala jenis binatang secara berpasangan menjelang banjir
besar yang airnya akan menutupi seluruh permukaan bumi adalah
salah satu isyarat dakwah dan jihad yang dikemas dalam gaya
bahasa ahsanu al-hadīts yang harus di-ta’wil maksud sesungguhnya.

44Al-Quran surat Al-Mu’minūn [23] ayat 22 dan Al-Mu’min
[40] ayat 80 menyatakan bahwa sarana pengangkut manusia di laut
dan/atau di darat dari titik awal menuju titik akhir, yaitu unta dan
kapal. Begitu juga perjalanan dakwah fase awal hingga fase akhir
dibutuhkan sarana dakwah, yakni suatu komunitas (persekutuan)
yang diumpamakan sebuah kapal atau binatang ternak. Dalam
perjalanan di lautan sering kali mengalami cobaan berupa
gelombang pasang yang amat besar disertai awan mendung yang
amat tebal, sehingga lautan menjadi gelap gulita. Seandainya
perjalanan laut ditempuh tanpa menggunakan kapal, niscaya
orang-orang yang mengarunginya akan mati ditelan ombak dan
lautan.

45Cerita Nabi Nuh membuat fulk atau kapal adalah satu
ungkapan sejarah yang sangat indah (ahsanu al-hadīts) terhadap
periode dakwah Nuh terhadap kaumnya yang musyrik itu. Kapal
adalah amsal dari sarana organisasi dakwah yang dikendalikan
oleh Nuh sebagai nahkoda. Ahli Nuh adalah orang-orang mu’min
yang mendukung beliau, sedangkan binatang ternak yang
dimasukkan berpasang-pasangan adalah perumpamaan dari
ummat yang mendukung beliau. Lautan yang dimaksud adalah
bangsa Nuh yang musyrik itu. 46Kehidupan mereka yang
materialistik menimbulkan gejolak politik dan peperangan yang
amat dahsyat yang berakhir pada kehancuran kekuasaan dari
bangsa itu. Nuh beserta ummatnya yang telah hijrah ke tempat
lain mendarat dengan selamat (QS. Al-Mu’minūn [23]: 26-29).

47Adapun keberhasilan Rasulullah Nuh beserta orang-orang
beriman dalam menegakkan Khilafah Allah di muka bumi

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 295

dijelaskan dengan tegas dalam Al-Quran surat Yūnus [10] ayat 73
berikut ini:

‫فَ َك َّذبُو ُه َ� َن َّج ۡي َ�ٰ ُه َو َمن َّم َع ُهۥ ِ� ٱ ۡل ُف ۡل ِك َو َج َع ۡل َ�ٰ ُه ۡم َخ َ ٰٓ��ِ َف َوأَ ۡغ َر ۡ� َنا‬
‫ٱ َّ ِ�ي َن َك َّذبُواْ � َ�ٰتِ َناۖ َفٱن ُظ ۡر َك ۡي َف َ� َن َ�ٰ ِق َب ُة ٱلۡ ُمن َذرِ� َن‬

Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan
orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami
jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami
tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang
diberi peringatan itu

48Sedangkan dalam surat Al-Ankabūt [29] ayat 14
dinyatakan bahwa Nuh hidup di kalangan bangsanya selama 1.000
tahun minus 50 tahun atau 950 tahun. Angka tersebut berkenaan
dengan umur ummat, bukan umur biologis Nuh.

3. Peradaban Bani Israel
49Seperti telah disinggung pada pembahasan sebelumnya,

Allah telah berjanji kepada Abraham untuk menjadikan ia dan
keturunannya sebagai pemimpin bagi seluruh manusia. Hingga
berusia 86 tahun, Abraham belum memiliki keturunan darah dan
daging, dan keadaan itu tidak membuat keyakinannya menjadi
goyah dan tidak pula meragukan janji Allah.

50Disebabkan kesabarannya, pada usia itu pula Abraham
diberikan keturunan dari istrinya yang kedua, Hajar, dan anaknya
itu diberinya nama Ismail. Sekitar empat belas tahun kemudian,
tatkala Abraham berusia seratus tahun, barulah dia memiliki anak
dari Sarah yang diberinya nama Ishak.

51Apabila kita membaca Kitab Genesis (Kejadian) yang
menceritakan tentang Abraham dan keturunannya, banyak nabi
yang didiskreditkan oleh Ahli Kitab. Misalnya, Abraham yang
mereka gambarkan sebagai nabi yang cacat karena telah mengusir
Hajar dan anaknya, Ismail, atas desakan Sarah, istri pertamanya.

Jalan Kebenaran Universal

296 | SUNNATULLAH

52Jahatnya lagi, para Ahli Kitab mengatakan Abraham memiliki
simpanan atau selingkuhan, mereka memfitnah Hajar sebagai selir
atau gundik Abraham. Disebabkan status Hajar tersebut, mereka
melabeli Ismail sebagai anak haram karena dianggap lahir dari
sebuah hubungan gelap. Sehingga, anak yang sah menurut hukum
adalah Ishak, dan karenanya ia yang berhak mendapat hak
kesulungan untuk diurapi oleh Abraham sebagai pemimpin. Itulah
kesan jahat terkait Abraham yang ditimbulkan oleh Ahli Kitab
Taurat.

53Sesungguhnya tidaklah demikian, Ismail maupun Ishak
adalah anak sah dari istri-istri sah Abraham. Siti Hajar, istri kedua
Abraham, adalah orang Mesir. Hajar dinikahi Abraham atas
permintaan Sarah karena ia tak kunjung mengandung di usianya
yang sudah tak lagi muda. 54Perhatikan kisah tersebut di dalam
Kitab Kejadian pasal 16 ayat 1-3 di bawah ini:

Adapun Sarai, istri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai
seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, Tuan tidak
memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri
hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh
seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
Jadi Sarai, istri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang
Mesir itu, yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di
tanah Kanaan, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya,
untuk menjadi istrinya.

55Tidak lama setelahnya, Hajar mengandung anak dari
Abraham. Dari sinilah awal mulanya timbul permasalahan, yakni
kecemburuan Sarah kepada Hajar yang mempunyai anak lebih
dahulu yang menyebabkan Hajar lari dan kabur dari rumah.
56Perhatikan kisah selanjutnya dalam Kitab Kejadian pasal 16 ayat
7-11 berikut ini:

Lalu Malaikat Tuan menjumpainya dekat suatu mata air di
padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya:
“Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah
pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”
Lalu kata Malaikat Tuan itu kepadanya: “Kembalilah kepada

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 297

nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”
Lagi kata Malaikat Tuan itu kepadanya: “Aku akan membuat
sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung
karena banyaknya.” Selanjutnya kata Malaikat Tuan itu
kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang
anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab Tuan telah
mendengar tentang penindasan atasmu itu.”

57Empat belas tahun setelah lsmail lahir, Allah, Tuan
Semesta Alam, mengaruniai Abraham dengan kelahiran anaknya
yang kedua dari kandungan Sarah yang diberi nama Ishak. Pada
waktu itu Abraham sudah berusia 100 tahun, dan Sarah berusia 91
tahun. Permasalahan lain yang seringkali menjadi titik tengkar
generasi Abraham adalah perihal hak kesulungan, kepada siapakah
hak tersebut akan diberikan.

58Sarah menganggap Ismail sebagai batu sandung yang akan
menjadi ganjalan bagi masa depan Ishak. Sarah berpikir pastilah
Ismail sebagai anak sulung yang akan diurapi oleh Abraham.
Istilah diurapi bermakna dilantik, yakni diserahkannya tongkat
kepemimpinan sebagai pengganti bapaknya. Di dalam tradisi
wahyu, anak sulung memiliki hak atas kesulungannya. 59Mengenai
hal tersebut, perhatikan janji Allah, Tuan Semesta Alam, kepada
Abraham terkait Ismail dan Ishak dalam Kitab Kejadian pasal 17
ayat 15-20 berikut ini:

Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang
istrimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi
Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari
padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak
laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi
ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari
padanya.” Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta
berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang
berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah
Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan
seorang anak?” Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah,
sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi
Allah berfirman: “Tidak, melainkan istrimu Saralah yang akan
melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia

Jalan Kebenaran Universal

298 | SUNNATULLAH

Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia
menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Tentang
Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan
Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan
memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya
menjadi bangsa yang besar.

60Sebagai penggenapan firman Allah di atas, kemudian
Abraham menempatkan Ismail di Mekah untuk menyebarkan
ajaran Millah Abraham. Kota Mekah yang awalnya padang pasir
yang tandus dan tidak ada tanaman –dengan kedatangan Ismail,
menjadi penuh oleh tanaman-tanaman Allah. Kelak dari tanah
yang tandus itulah lahir pemimpin dunia sebagaimana yang telah
Allah janjikan.

61Selanjutnya, Allah memberkati Ishak terlebih dahulu.
Ishak memperistri Ribka, dari rahimnya lahir dua putra, Esau dan
Yakub. Dari kedua anak Ishak, Allah memilih dan mengurapi
Yakub sebagai pemimpin. Yakub mempunyai empat orang istri
yang melahirkan dua belas anak laki-laki dan satu perempuan; Lea
melahirkan Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon, dan
Dina; Rahel melahirkan Yusuf dan Benyamin; Bilha melahirkan
Dan dan Naftali, serta; Zilpa melahirkan Gad dan Asyer.

62Di penghujung usia Yakub, dipanggilnyalah semua
anaknya. Percakapan antara Yakub dan kedua belas putranya ini
diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah [2] ayat 133:

‫أَ ۡم ُكن ُت ۡم ُش َه َدآ َء إِ ۡذ َح َ َ� َ� ۡع ُقو َب ٱلۡ َم ۡو ُت إِ ۡذ َقا َل ِ َ�نِيهِ َما َ� ۡع ُب ُدو َن ِم ۢن‬
‫َ� ۡع ِدي� قَالُواْ َ� ۡع ُب ُد إِ َ�ٰ َه َك � َ�ٰ َه َءابَآ�ِ َك إِبۡ َ�ٰ ِ�ۧ َم � ۡس َ�ٰ ِعي َل � ۡس َ�ٰ َق إِ َ�ٰ ٗها‬

‫َ�ٰ ِح ٗدا َو َ ۡ� ُن َ ُ�ۥ ُم ۡسلِ ُمو َن‬

Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda)
maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu
abdi setelah aku mati?” Mereka menjawab: “Kami akan
mengabdi kepada Tuanmu dan Tuan nenek moyangmu,
Ibrahim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuan Yang Maha Esa dan
kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 299

63Prinsip hidup yang Yakub wariskan kepada anak-anaknya
adalah agar mereka mengabdi hanya kepada Tuan Semesta Alam,
Allahnya Abraham. Ketaatan kepada Allah adalah sebuah
komitmen kesatuan tauhid atau iman dari dua generasi Abraham,
Ismail ataupun Ishak. Jika di antara dua generasi ini mempunyai
komitmen tauhid yang berbeda, berarti telah menyimpang dari
Millah Abraham.

64Keberlanjutan misi risalah Millah Abraham pada garis
keturunan Ishak berlanjut hingga Yusuf yang hidup pada era Raja
Mesir, Hyksos, Apopi I. Nabi Yusuf adalah anak biologis dan
anak ruh Yakub yang paling disayangi oleh kedua orang tuanya,
karena dia mempunyai sifat yang baik dan paras yang sangat
tampan di antara saudara-saudaranya. Namun, sudah barang tentu
hal itu bukanlah berbicara masalah keindahan fisik-biologis,
melainkan keimanan (aqidah) Yusuf sebagai penganut Millah
Abraham.

65Lika-liku perjalanan Nabi Yusuf hingga sampai ke negeri
Mesir dan menjadi pejabat tinggi di dalam kerajaan Fir’aun adalah
bagian dari kehendak dan rencana Tuan Semesta Alam untuk
membesarkan Bani Israel di tanah Mesir. Yusuf adalah seorang
Nabi Allah yang berjalan di atas jalan kebenaran sejati; Millah
Abraham. Ia dijadikan oleh Tuan Semesta Alam sebagai alat untuk
mengantar Bani Israel masuk ke daerah Tanah Perjanjian yang
telah dijanjikan oleh-Nya melalui Abraham.

66Nabi Yusuf adalah penganut Millah Abraham yang
berdasarkan ilmu, sangat memuja ilmu, bahkan identik dengan
ilmu. Wajar, jika Yusuf menjadi seorang teknokrat yang memiliki
dan menguasai pengetahuan di bidang ekonomi, logistik,
pertanian, dan pangan. Oleh karena itulah, Nabi Yusuf diberi
kepercayaan oleh Fir’aun untuk turut duduk dalam pemerintahan
sesuai dengan keahliannya. 67Yusuf adalah seorang visioner ulung
yang bisa membaca kondisi jauh ke depan, bahkan pada waktu itu
ia menyelamatkan perekonomian Mesir melalui tafsir mimpinya.
Dan karena jasa besarnya itulah, Fir’aun mengizinkan keluarga
besar Yakub hijrah dan menetap di Mesir.

Jalan Kebenaran Universal

300 | SUNNATULLAH

68Keterlibatan Yusuf sebagai petinggi kerajaan Fir’aun
tidaklah berarti ia melanggar aqidah Millah Abraham. Sebab,
ibadah sangat bergantung kepada yaum. Ketika Kerajaan Allah
belum tegak, dan orang-orang beriman hidup di bawah kekuasaan
kerajaan bangsa-bangsa, mereka tidak dituntut untuk
memberlakukan hukum Allah. Namun, dalam masalah akhlak,
ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya, para mu’min harus
menjadi manusia unggulan dan ummat yang terbaik.

69Begitulah rancangan pasti Allah, dan setelah Bani Israel
beranak-pinak hingga mencapai tidak kurang dari tiga juta orang
di Mesir, barulah kemudian Allah mengutus Musa untuk
membebaskan Bani Israel dari perbudakan. 70Perihal akan
datangnya Rasulullah Musa untuk membebaskan Bani Israel,
Kitab Kejadian pasal 50 ayat 24 menyatakan:

Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: “Tidak lama
lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu
dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang
telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham,
Ishak, dan Yakub.”

a. Rasulullah Musa (Moses)
71Allah tidak lalai dengan janji-Nya kepada Abraham untuk

menjadikan keturunannya sebagai pemimpin bagi seluruh
manusia. Melalui Musa, Allah memenuhi janji-Nya kepada
Abraham untuk membebaskan Bani Israel dari kuasa kegelapan
Fir’aun.

72Di saat keturunan darah dan daging Abraham beranak
pinak menjadi banyak suku dan menjadi satu bangsa (disebut Bani
Israel), eksistensi mereka secara otomatis berhubungan dengan
kekuasaan Fir’aun. Oleh sebab itu, muncullah masalah yang
berkaitan dengan sosial-ekonomi dan sosial-politik di Mesir.

73Sebagai kaum imigran, Bani Israel dianggap sebagai
ancaman bagi penguasa di Mesir. Penduduk asli Mesir (suku Qibti
misalnya) merasa khawatir dan takut, kalau-kalau generasi

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 301

Abraham nantinya akan merebut kekuasaan (ekonomi-politik)
mereka. Fir’aun pun mulai melakukan penindasan terhadap Bani
Israel. Mereka dijadikan budak dan pekerja paksa, khususnya
pasca zaman kekuasaan Nabi Yusuf. 74Selama 400 tahun Bani
Israel hidup sebagai bangsa tertindas, hingga akhirnya kuasa Ilahi
datang menolong dan membebaskan mereka dari perbudakan
rezim Fir’aun, yaitu dengan diutusnya seorang nabi dari kalangan
mereka sendiri, dialah Nabi Musa (lihat Kitab Kejadian 15: 13-16).

75Tidak banyak data sejarah yang dapat diungkap seputar
kelahiran Musa dari Alkitab Perjanjian Lama, kecuali keterangan
bahwa dia lahir di Mesir dari seorang ibu yang berasal dari suku
Lewi (salah satu suku Bani Israel). Begitu pula informasi tentang
Musa kecil dan remaja. 76Kitab Keluaran 2 ayat 1-15 merangkum
keterangan kelahiran Musa sebagai berikut:

Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang
perempuan Lewi; lalu mengandunglah ia dan melahirkan
seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik,
disembunyikannya tiga bulan lamanya. Tetapi ia tidak dapat
menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya
sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan t'er,
diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di
tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; kakaknya perempuan
berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang
akan terjadi dengan dia. Maka datanglah putri Fir’aun untuk
mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di
tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-
tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan
untuk mengambilnya. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu,
dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia
kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.” Lalu
bertanyalah kakak anak itu kepada putri Fir’aun: “Akan
kupanggilkah bagi tuan putri seorang inang penyusu dari
perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan putri?”
Sahut putri Fir’aun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis
itu memanggil ibu bayi itu. Maka berkatalah putri Fir’aun
kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku,
maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian

Jalan Kebenaran Universal

302 | SUNNATULLAH

perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. Ketika
anak itu telah besar, dibawanyalah kepada putri Fir’aun, yang
mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab
katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.” Pada waktu
itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-
saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah
seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-
saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya
tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan
disembunyikannya mayatnya dalam pasir. Ketika keesokan
harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah
berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa
engkau pukul temanmu?” Tetapi jawabnya: “Siapakah yang
mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami?
Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti
engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut,
sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.” Ketika
Fir’aun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk
membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan
Fir’aun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi
sebuah sumur.

77Musa adalah seorang Rasul dari keturunan Abraham
melalui jalur Ishak-Yakub-Lewi, yang hidup sekitar abad 13 SM.
Dia hidup di masa kekuasaan Fir’aun, Raja Ramses II, yang
memerintah Mesir tahun 1301 – 1234 SM. Pada saat itu, bangsa
asli Mesir (Qibti) tidak lagi mengenal Nabi Yusuf yang pernah
diangkat menjadi Raja Muda Mesir (sekitar tahun 1600 SM) yang
mengurusi bidang pangan di masa pemerintahan Hyksos, Apopi I.
78Nabi Yusuf berjasa menyelamatkan rakyat Mesir dari bencana
kelaparan (krisis pangan) yang melanda mereka. Ketika Yusuf
berkuasa, pada tahun 1573 SM dia mengundang orang tua dan
saudara-saudaranya untuk hijrah dari Palestina ke Mesir, hingga
populasi mereka berkembang pesat di Mesir.

79Setelah 400 tahun dari zaman kekuasaan Yusuf, pada
masa Musa, populasi Bani Israel sudah berjumlah jutaan orang.
Selama itulah Bani Israel diperbudak oleh Fir’aun karena
sebelumnya Allah telah berfirman kepada Abraham bahwa nanti

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 303

keturunannya akan diperbudak selama 400 tahun (Kej. 15: 3).
Dikisahkan bahwa Musa diangkat sebagai anak Fir’aun. Bahkan,
Musa dewasa pernah ikut memimpin perang ketika Fir’aun akan
menaklukkan Ethiopia.

80Pada suatu ketika, Musa mendapati prajurit Fir’aun ingin
memperkosa seorang perempuan Ibrani, tetapi Musa berhasil
membunuh prajurit itu, yang menjadikan Musa buron dan lari ke
Timur (Kota Midian; Madyan). Di sana dia bertemu dengan nabi
Yitro –keturunan Abraham dari istri ketiganya, Keturah, dan
akhirnya Musa menikahi anak perempuan Yitro, Zipora. 81Sepuluh
tahun kemudian, Musa dibimbing dan dipilih oleh Allah menjadi
nabi lalu diperintahkan oleh Allah untuk kembali ke Mesir untuk
membebaskan Bani Israel dari perbudakan Fir’aun. Musa
diperintah untuk berdakwah (mengajak) Bani Israel untuk
menyerang dan merebut tanah perjanjian, Palestina (selanjutnya,
silakan baca Kitab Bilangan 13: 1-14). Pada saat Musa kembali ke
Mesir, penguasa yang memerintahkan penangkapan dan
pembunuhan terhadapnya telah meninggal, sehingga dia dapat
kembali ke Mesir dengan aman.

82Sebagai seorang Rasul Allah, warta utama Musa adalah
pembebasan Bani Israel dari perbudakan raja Fir’aun dan untuk
mengenapi janji Allah kepada Abraham tentang Tanah Perjanjian,
Palestina. Untuk itu, Musa memulai misi mesianiknya dengan
berdakwah kepada komunitasnya, Bani Israel, di Mesir. Tujuannya
agar mereka iman kepada warta (misi) yang diembannya dan iman
kepada kerasulannya. Proses dakwah Musa ini tergambar dalam
Alkitab dan Al-Quran, termasuk saat Musa dan Harun berdakwah
kepada Fir’aun. 83Proses dakwahnya ini secara ringkas tertera
dalam surat Yunus (10) ayat 83-84 berikut ini:

‫َو َم َ ِ�يْ ِه ۡم‬ �‫ا ِّٖلم ِن�قَٱۡوۡ ِم�َ�هِۦِضَ َ ٰ��نَّ َُهخۥۡو لَٖ ِمف َنِّم ٱلنۡ ُمفِ ۡۡر َِ�ع�ِۡو َ َن‬ٞ‫أََ� َنمآ َ� َۡءفاتِ َمَن َُهن ۡۚملِ ُم�و ََّن ٰٓ�فِ ۡرإِ ََّع�ۡو َُذن ّرِ َلَّ� َعة‬
‫ َوقَا َل‬٨٣

٨٤ �َ ‫ُمو َ ٰ� َ�ٰ َق ۡو ِم إِن ُكن ُت ۡم َءا َمن ُتم بِٱ َّ�ِ َ� َعلَ ۡيهِ تَ َو َّ�ُ ٓواْ إِن ُكن ُتم ُّم ۡسلِ ِم‬

Jalan Kebenaran Universal

304 | SUNNATULLAH
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan
pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut
bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa
mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di
muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang
melampaui batas. Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu
beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja,
jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.”

84Ayat di atas menjelaskan bahwa pada saat pewartaan
Musa kepada pemuda-pemuda Bani Israel, kondisi mereka sedang
dalam keadaan tertekan karena mereka sedang menjadi budak dari
kekuasaan Fir’aun. Dalam kondisi seperti itu, maka Musa dan
Harun diperintahkan untuk menjalankan misi dakwahnya dari
rumah ke rumah (bukan dari sinagog ke sinagog) yang berada di
Kota Mesir.

85Untuk selanjutnya pada fase kedua, dakwah jahr (terang-
terangan beradu konsep; adu tongkat), Musa dan Harun
diperintah Allah untuk berdakwah kepada Fir’aun dan ahli
sihirnya. Dialog dan perdebatan di antara mereka (yang
diamsalkan dengan adu tongkat; adu ular) membuat Fir’aun marah
karena ia menyadari jika misi dakwah Musa dan Harun ialah
membebaskan Bani Israel dari kekuasaannya, itu sama halnya
dengan menentang kekuasaan Fir’aun (lihat QS. Al-A’rāf [7]: 103-
126 dan QS. Thāhā [20]: 42-76).

86Al-Quran mengisahkan tentang pengakuan Fir’aun bahwa
dirinya adalah “tuhan yang tertinggi”. Pengakuan ini bukan
dimaksudkan bahwa dia menganggap dirinya sebagai Tuhan Yang
Maha Esa, karena dia masih sadar bahwa dirinya hanyalah seorang
manusia biasa. Fir’aun hanya ingin menegaskan kepada Musa dan
Harun bahwa dirinya adalah penguasa tertinggi di Mesir.
Karenanya, hukum dialah yang tertinggi dan harus ditaati di Mesir,
bukan hukum Allah Abraham. Fir’aun semakin heran dan geram
karena di antara para pejabat dan ulamanya banyak yang justru
ikut (iman) kepada Musa dan Harun.

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 305

87Hingga akhirnya Fir’aun mengusir Bani Israel keluar dari
tanah Mesir. Musa dan Harun membawa Bani Israel keluar dari
Mesir. Dengan keluarnya Bani Israel dari Mesir, tergenapilah fase
ketiga dalam setiap perjuangan Nabi dan Rasul Allah menegakkan
Kerajaan Allah, yakni fase hijrah (eksodus).

88Peristiwa eksodus Bani Israel keluar dari Mesir (kuasa
kegelapan Fir’aun) menuju tanah yang dijanjikan oleh Allah
diibaratkan dengan lahirnya seorang bayi dari rahim (alam
kegelapan) keluar ke alam bebas. Jika janin tidak keluar pada saat
waktunya untuk dilahirkan, janin itu akan mati di dalam rahim ibu.
89Alegoris proses penciptaan manusia dengan proses kebangkitan
ummat digambarkan dengan sangat indah dalam Kitab Yehezkiel
pasal 16 ayat 3-14 berikut ini:

Dan katakanlah: Beginilah firman Tuan Allah kepada
Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan;
ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.
Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak
dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih;
juga dengan garam pun engkau tidak digosok atau dibedungi
dengan lampin. Tidak seorang pun merasa sayang kepadamu
sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas
kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang
pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu. Maka Aku lalu
dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan
kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu
dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup dan
jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau
menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai
pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok,
rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan
telanjang bugil. Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat
engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi.
Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi
auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan
engkau, demikianlah firman Tuan Allah, dan dengan itu engkau
Aku punya. Aku membasuh engkau dengan air untuk
membersihkan darahmu dari padamu dan Aku mengurapi

Jalan Kebenaran Universal

306 | SUNNATULLAH

engkau dengan minyak. Aku mengenakan pakaian berwarna-
warna kepadamu dan memberikan engkau sandal-sandal dari
kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan
selendang dari sutera. Dan Aku menghiasi engkau dengan
perhiasan-perhiasan dan mengenakan gelang pada tanganmu
dan kalung pada lehermu. Dan Aku mengenakan anting-anting
pada hidungmu dan anting-anting pada telingamu dan mahkota
kemuliaan di atas kepalamu. Dengan demikian engkau
menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan
halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah
tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi
sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu. Dan namamu
termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu,
sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-
Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuan Allah.

90Musa awalnya adalah manusia yang mati, belum hidup
kesadarannya menurut Allah. Kemudian, Allah menghidupkan
Musa dengan meniupkan (mengajarkan) Ruh-Nya kepadanya.
Musa yang awalnya seorang diri (nafs wāhidah), sesuai dengan
perintah Allah, mulai mencari pasangannya, yaitu Harun. Dengan
terjadinya keterikatan antara Musa dengan Harun, keduanya
terikat oleh perjanjian kepada Allah, lalu terjadilah “pembelahan
sel”, pengikut Musa terus berkembang jumlahnya hingga menjadi
besar (ummat). Jadi, segala sesuatunya diawali (minimal) oleh
sebuah kesepasangan.

91Keluarnya Bani Israel dari Kota Mesir tentu saja menjadi
hal yang memalukan bagi Fir’aun. Untuk itu, Fir’aun
memerintahkan pasukannya untuk tetap mengikuti dan mengejar
Musa dan ummatnya, bahkan berencana untuk memerangi
mereka. Namun demikian, Allah telah memerintahkan kepada
Musa untuk tetap membawa Bani Israel keluar dari Kota Mesir di
malam hari, meskipun Fir’aun beserta pasukannya mengikuti dan
mengejarnya. Tidak heran jika beberapa dari ummat Musa yang
ketakutan meminta kepada Musa untuk kembali lagi ke Mesir
meski harus menjadi budak Fir’aun. 92Akan tetapi, Musa mampu
meyakinkan ummatnya untuk tetap istiqamah dan tawakkal
kepada-Nya, karena Dia akan menyelamatkan Bani Israel dari

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 307

kejaran Fir’aun dan pasukannya. Caranya, Musa dan ummatnya
diperintahkan untuk berjalan di lautan yang kering di Mesir. Hal
ini dapat dilihat dalam Alkitab Keluaran 14 ayat 15-17 dan Al-
Quran surat Thāhā [20] ayat 77.

93Setelah mereka berhasil lolos dari kejaran pasukan
Fir’aun, maka Bani Israel diperintahkan oleh Allah untuk kembali
masuk ke Mesir. Tuan Semesta Alam memerintahkan Musa dan
ummatnya untuk mengambil beberapa rumah di kota untuk
dijadikan pusat aktivitas pengabdian. 94Hal ini digambarkan dalam
Al-Quran surat Yūnus [10] ayat 87 berikut ini:
َ ِ‫َوأَ ِخيه‬ ٓ‫َوأَ ۡو َح ۡي َنا‬
ْ‫َوٱ ۡج َع ُلوا‬ ‫ُ� ُيو ٗتا‬ �َ ۡ ‫بِ ِم‬ ‫لِ َق ۡو ِم ُك َما‬ ‫َ� َب َّو َءا‬ ‫أن‬ �ٰ َ ‫ُمو‬ �ٰ َ ِ‫إ‬
�َ ِ‫ُ� ُيوتَ ُ� ۡم قِ ۡب َل ٗة َوأَ�ِي ُمواْ ٱل َّص َل ٰوةَۗ َو�َ ِّ ِ� ٱلۡ ُم ۡؤ ِمن‬

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah
olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat
tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu
itu kiblat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah
orang-orang yang beriman.”

95Yang dimaksud dengan kiblat adalah tempat yang
dijadikan pusat kegiatan dakwah atau ibadah. Jadi, pengertian
kiblat bukanlah soal arah shalat; menghadap ke Masjidil Haram
atau Masjidil Aqsha. Meskipun mereka telah diusir dan keluar dari
Mesir –bahkan kembali masuk ke Mesir, tetapi Allah tetap
memerintahkan mereka untuk terus menjalankan program
pengabdian (shalat) sambil menunggu ketetapan-Nya atas Fir’aun
dan bala pasukannya (lihat QS. Yūnus [10]: 90-91). 96Di sinilah
keimanan Musa dan ummatnya kembali diuji oleh Allah, karena
mereka akan berhadapan dengan pasukan Fir’aun. Namun, Allah
berkata kepada Musa bahwa Dia sendiri yang akan berperang
melawan Mesir (fase keempat; qital). Peristiwa ini dilukiskan secara
indah dalam Alkitab Keluaran 14 ayat 13-14 dan ayat 23-30.
Peristiwa yang sama juga dikisahkan melalui bahasa hikmah dalam
Al-Quran surat Al-A’rāf [7] ayat 130-136 dan surat Yūnus [10]
ayat 87-91.

Jalan Kebenaran Universal

308 | SUNNATULLAH

97Seiring dengan kondisi sosial, politik, dan ekonomi bangsa
Mesir yang semakin krisis, atas izin dan pertolongan Allah, maka
bangsa Mesir dan Fir’aun akhirnya takluk ke tangan Musa dan
Bani Israel. Dalam bahasa kitabiyah dikatakan, Fir’aun dan bala
tentaranya ditenggelamkan oleh Allah. Bani Israel menjadi bangsa
yang merdeka dari penjajahan Fir’aun.

98Dengan bantuan para Malaikat-Nya (kekuatan alam dan
orang-orang beriman), Allah menenggelamkan (membinasakan)
kekuasaan Fir’aun dan bala tentaranya. Musa dan Harun berhasil
menaklukkan dan menguasai Kota Mesir (futuh Mesir; fase kelima).
Allah kemudian mewariskan Mesir dan daerah-daerah di
sekitarnya yang pernah dikuasai oleh Fir’aun dahulu kepada Bani
Israel. 99Peristiwa ini digambarkan dengan indah dalam Al-Quran
surat Al-A’rāf [7] ayat 136-137 berikut ini:

�‫ ۡنَّل ُهِ َو ۡأ�َم ۡو َفََر�ٰأَۡ� َرَنۡغۡا� َرَن ۡقاٱ َۡل�َٰق ُ�ِه ۡوي ۡمَمَهاِۖٱ َّ� َوِ�يَٱ� ۡ ََّم�َن ِّمۡتَ�بِنَُ� َوَّ�ا�ِْ ُه َم�ُۡم ُۡست َتَك ََّۡذرضبُّ�ِ َعواَُْفكو َ�ٱن َ�ٰۡ ُت�َِم َن ۡاَس ٰ�َ َٰوِر�َ َ�قنُ َواٱَْ ٰۡ� َ� َ��بَۡنِ َِه ٓاض‬١‫ ِمٱ‬٣٦‫َفَوَٱ�َٰمنفََِت�ٰلَِقرِ ۡمََ��َنَهاا‬
ْ‫إِ ۡس َ�ٰٓ ِءي َل بِ َما َص َ ُ� ۖواْ َو َد َّم ۡرنَا َما َ� َن يَ ۡص َن ُع فِ ۡر َع ۡو ُن َوقَ ۡو ُم ُهۥ َو َما َ�نُوا‬

١٣٧ ‫َ� ۡعرِ ُشو َن‬

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami
tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan
ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan
ayat-ayat Kami itu. Dan Kami pusakakan kepada kaum yang
telah ditindas itu, negeri-negeri bagian Timur bumi dan bagian
Baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah
sempurnalah perkataan Rabbmu yang baik (sebagai janji) untuk
Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan
apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah
dibangun mereka.

100Pasca penaklukan Mesir, Allah memerintahkan Musa dan
Bani Israel untuk menaklukkan Negeri Yerikho, Palestina. Mereka
kemudian keluar dari Mesir menuju “Tanah Perjanjian”.

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 309

Sebelumnya, Rasulullah Musa dibantu oleh Harun membagi dan
menyusun ummat Bani Israel ke dalam dua belas struktur
kepemimpinan ummat. Masing-masing suku dipimpin oleh para
imam yang ditunjuk oleh Musa. 101Penataan struktur
kepemimpinan ummat Bani Israel tersebut dijelaskan dalam
Taurat pada Kitab Imamat. Pada bulan ketiga setelah mereka
keluar dari Mesir menuju misi penaklukan Palestina, tibalah
mereka di Gurun Sinai. Di bukit inilah Musa dan Bani Israel
mendapatkan “Sepuluh Firman Allah” yang harus dipatuhi. Musa
naik ke Bukit Sinai untuk melakukan perjanjian kepada Allah
untuk selanjutnya juga mengajak Bani Israel berjanji setia kepada
Allah supaya Dia tetap mencintai mereka.

102Kesepuluh firman itu tertera pada Alkitab Perjanjian
Lama Kitab Keluaran 20 ayat 1-17 dan Kitab Ulangan 5 ayat 1-21
yang terangkum secara ringkas sebagai berikut:

1). Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku; dengan
2). Jangan membuat bagimu patung/berhala;
3). Jangan menyebut nama Tuan, Allahmu,

sembarangan;
4). Ingatlah dan Kuduskanlah hari Sabath;
5). Hormatilah ayah dan ibumu;
6). Jangan membunuh;
7). Jangan berzina;
8). Jangan mencuri;
9). Jangan mengucapkan saksi dusta; dan
10). Jangan mendengki.

103Kesepuluh firman Allah inilah yang harus diemban di
atas pundak Bani Israel sebagai akad pengabdian mereka kepada
Yahwe (YHWH). Al-Quran melukiskan peristiwa ini dalam
bahasa alegoris, “kemudian Kami angkat Bukit Thursina di atas
(pundak) kalian.” Artinya, Bani Israel yang telah melakukan
perjanjian tersebut di Bukit Thursina menjadi orang-orang yang
bertanggung jawab untuk mematuhinya. Selama Bani Israel

Jalan Kebenaran Universal

310 | SUNNATULLAH

memegang teguh perjanjiannya tersebut, maka mereka akan tetap
dijadikan bangsa yang paling unggul (mulia) di dunia. 104Peristiwa
ini pun diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah [2] ayat 93:
‫� ۡذ أَ َخ ۡذنَا ِمي َ�ٰ َق ُ� ۡم َو َر َ� ۡع َنا َف ۡوقَ ُ� ُم ٱل ُّطو َر ُخ ُذواْ َمآ َءا َ� ۡي َ�ٰ ُ�م‬
�َ ‫يَأۡ َ ُسم ُِمر ۡع َن ُا�م َوبِ َهِع ٓۦ َصإِيۡي َنَ�اٰ ُن َوأُُ� ۡ ۡم ِ�إِ ُ�نواْ ُك ِن ُ�تمقُ ُّمُل ۡؤو�ِمِنِهِ ُم‬
‫ٱ ۡل ِع ۡج َل‬ ْ‫بِ ُق َّو�ٖ َوٱ ۡس َم ُع ۖواْ َقالُوا‬
‫بِ ُ� ۡف ِرهِ ۡۚم ُق ۡل بِ ۡئ َس َما‬

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan
Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami
berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan
kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami
mendengar tetapi tidak menaati.” Dan telah diresapkan ke
dalam kesadaran mereka itu anak sapi karena kekafirannya.
Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan
imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).”

105Selanjutnya, Musa menyusun struktur pasukan perang
dengan mengumpulkan dan melatih para pemuda dari semua suku
Bani Israel yang berumur di atas 20 tahun dan sanggup diangkat
sebagai pasukan perang. Dalam catatan Harun, jumlah mereka
mencapai 603.550 orang yang kemudian dilatih sebagai pasukan
perang. 106Kitab Bilangan 1 ayat 44-46 menerangkan:

Itulah jumlah orang-orang yang dicatat oleh Musa dengan
Harun dan dengan kedua belas pemimpin Israel yang masing-
masing mewakili sukunya. Jadi, semua orang Israel yang dicatat
menurut suku-suku mereka, yaitu orang-orang yang berumur
dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang di antara
orang Israel, berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh
orang.

107Jumlah ini hanyalah para pemuda dari dua belas suku
Bani Israel, kecuali orang-orang yang leluhurnya dari suku Lewi
mendapat tugas khusus untuk mengawasi akomodasi dan kemah
suci. Berarti, jumlah keseluruhan kaum eksodus yang dipimpin
oleh Musa (termasuk perempuan dan anak-anak) sekitar dua
hingga tiga juta jiwa.

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 311

108Untuk mengetahui peta kekuatan angkatan perang
musuh, maka Musa membentuk tim pengintai yang diambil dari
masing-masing perwakilan dari dua belas suku Bani Israel untuk
masuk ke Kota Palestina. Hasilnya, selain Yosua dan Kaleb,
seluruh telik sandi tersebut merekomendasikan agar rencana
penyerangan tidak usah dilanjutkan karena pasukan Bani Israel
tidak akan menang. Menurut mereka –sepuluh suku yang menolak
perintah penyerangan, pasukan musuh jauh lebih tinggi postur
tubuhnya dan jauh lebih kuat dari Bani Israel. 109Meskipun
mayoritas suku Bani Israel menolak untuk melakukan
penyerangan, Yosua dan Kaleb tetap mendorong Musa agar
mematuhi perintah Allah untuk menyerang Palestina. Namun
pada akhirnya, Musa dan pasukan Bani Israel batal untuk
melakukan penyerangan karena jumlah pasukan yang siap untuk
berperang sangatlah sedikit dan tidak rasional dengan jumlah serta
kekuatan pasukan musuh.

110Kasus pembangkangan Bani Israel terhadap perintah
Allah ini merupakan titik penting dari perjalanan Musa dan Bani
Israel dalam merebut Tanah Perjanjian, terlebih karena kasus ini
terjadi pasca perjanjian mereka di Bukit Thursina. Kitab Bilangan
14 menceritakan bahwa akibat ketidaksetiaan tersebut, Allah
mengancam untuk mencabut hak waris Bani Israel, hukuman
yang hanya dapat dihindari dengan permohonan Musa kepada-
Nya. 111Meski akhirnya Allah mengampuni mereka, tetapi
hukuman tetap diberikan kepada Bani Israel dengan memaksa
mereka melanjutkan pengembaraannya di padang gurun (Mesir)
selama empat puluh tahun (atau sama dengan satu masa generasi
Bani Israel), sebelum nantinya mereka kembali diizinkan
memasuki (menaklukkan) Palestina. 112Perhatikan kisah tersebut
dalam Kitab Bilangan 14 ayat 33-34 berikut ini:

Dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di
padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung
akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di
padang gurun. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai
negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun,
jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat

Jalan Kebenaran Universal

312 | SUNNATULLAH

kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari
padamu.

113Kisah ini juga diungkap dalam Al-Quran surat Al-Māidah
[5] ayat 20-26 di bawah ini:

‫� ۡذ قَا َل ُمو َ ٰ� لِ َق ۡو ِمهِۦ َ�ٰ َق ۡو ِم ٱ ۡذ ُك ُرواْ نِ ۡع َم َة ٱ َّ�ِ َع َل ۡي ُ� ۡم إِ ۡذ َج َع َل‬
‫أَ َح ٗدا ِّم َن‬ ‫ َُ�ة َقمٱالَّلُوِ َّاْم�ا َ�ٰ َلكَُم َتۡمو ََبيُ ٰٓۡ�ؤٱ إَِِّت َُّ�ن‬٢‫ َس‬١‫ َيأَآۡدَ�َٰءبَ َاق ۡرِوَوُِ�م َۡجمٱ َعۡد َ�لَ َتُخن ُل َُق�والِْم ُبٱ ۡواَُّْ�م� ُل َ َو�ٰٗ�ضِ ٱ ِ�لَۡو� ُمَء َاَنقتَ َّٮٰد‬٢ِ‫�ب‬٠ٰٓ�َ َ‫ٱتَ�ِۡلۡري َتَ�ٰ ُّ َلد ُ�ِمواْۡم َ�َأ‬
�َ ‫َل ُ� ۡم َو‬

‫�ِي َها َق ۡو ٗما‬

ْ‫نَّا َقا َلَلن َرنَّ ُجۡد َ�ُخ ِلَن َها ِم َن َحٱَّ َّ ٰ�ِ�ي ََن ۡ� ُر َ َُ�جاوفُاْو َِمن ۡن ََ�ه ۡا� َع َفَمإِ ٱن َّ َُ� ۡ� ُرَع َُلج ۡيواِْه َماِم ۡنٱ َه ۡدا ُخفَلُإِنَّواا‬٢�٢ ‫َج َّبارِ� َن‬
‫قَاَدلُوَخاْ ۡل ُتَ�ُٰم ُمووهُ َ َف ٰٓإِ�نَّ إِنَّاُ� ۡمَلن َ�ٰنَّلِ ُۡبدو ُخَ ۚن َل َه َآو َ َ�َبَ� ٗداٱ َّ َّم�ِا‬ ‫َ�ٰ ِخ ُلو َن‬
‫َعلَ ۡي ِه ُم ٱ ۡ َ�ا َب‬
‫َ� َت َو َّ�ُ ٓواْ إِن‬ ‫َفإِ َذا‬ �َ ِ‫ُكن ُتم ُّم ۡؤ ِمن‬
‫َدا ُمواْ �ِي َها‬ ٢٣
‫أَ ۡملِ ُك‬ ‫ ِّ� َقَاََ َ�ٓ�ل‬٢‫إِس‬٥َ‫�ٰقَفَِاس ََ ِقل� ََر�تَأِّۡب‬٢‫ۡل �َض‬٤ِ‫إَِفَُّٱَ�� ۡذَّر ََهمَ� ٌۡةفۡب ِ َأَعن َل� ۡي َ ِهتَوأَۡۛم َو ِ َأرَ ُّ��ۡ�ر َ� َفَعِكٱ ۡفَفَ�َُر�ٰ ۡتِقَسَ َن�ٓبَ ٗةۡيۛإِ َننَّيََاناتِيَ�ُٰهَو ُهَ�و َنۡ َانَ� َ�ِٰٱِع� ۡل َُدقٱ ۡوۡو ِ َ�مَن� ٱ‬
‫َفإِ َّ� َها‬
‫ٱ ۡل َق ۡو ِم‬

٢٦ �َ ِ‫ٱ ۡل َ�ٰ ِسق‬

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai
kaumku, ingatlah ni’mat Allah atasmu ketika Dia mengangkat
Nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang
merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah
diberikan-Nya kepada seorang pun di antara ummat-ummat
yang lain.” Hai kaumku, masuklah ke Tanah Suci (Palestina)
yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke
belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi
orang-orang yang merugi. Mereka berkata: “Hai Musa,
sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah
perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 313

sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar
daripadanya, pasti kami akan memasukinya.” Berkatalah dua
orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang
Allah telah memberi ni’mat atas keduanya: “Serbulah mereka
dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu
memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada
Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar
orang yang beriman.” Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-
sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka
ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu,
dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya
duduk menanti di sini saja.” Berkata Musa: “Ya Rabbku, aku
tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu
pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu.”
Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri
itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama
itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang
Tīh) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib)
orang-orang yang fasiq itu.”

114Setelah 40 tahun, ketika generasi yang menolak perintah
Musa (untuk menyerang Yerikho) sebagian besar telah meninggal,
barulah Allah (melalui Musa) memerintahkan Yosua untuk
menyerang Palestina dan akhirnya memperoleh kemenangan
(futuhat) lalu masuklah mereka ke negeri yang dijanjikan Allah
kepada Abraham. 115Inilah fase keenam dari enam fase perjuangan
dalam menegakkan Kerajaan Allah. Pada fase ini, Kerajaan Allah
ditegakkan di Palestina (Yerusalem) sebagai penggenapan dan janji
Allah kepada Abraham dan generasinya. Sejak saat itulah Bani
Israel diberi kekuasaan untuk menjadi penguasa dunia.

116Sebelum masuk ke Kanaan, Nabi Musa menemui
ajalnya. Sehingga, beliau tidak sempat menjadi Khalifah meskipun
beliau berhasil mengantarkan Bani Israel masuk dan merebut
Tanah Perjanjian. Nabi Musa wafat pada umur seratus dua puluh
tahun. 117Peristiwa wafatnya Nabi Musa digambarkan dalam Kitab
Ulangan 43 ayat 1-12 sebagai berikut:

Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas Gunung
Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho,

Jalan Kebenaran Universal

314 | SUNNATULLAH
lalu Allah memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah
Gilead sampai ke kota Dan, seluruh Naftali, tanah Efraim dan
Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat
Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota
pohon kurma itu, sampai Zoar. Dan berfirmanlah Allah
kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah
kepada Abraham, Ishak, dan Yakub; demikian: Kepada
keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan
engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak
akan menyeberang ke sana. Lalu matilah Musa, hamba Allah
itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman Allah. Dan
dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di
tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya
sampai hari ini. Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika
ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari
lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena
Musa itu. Dan Yosua bin Nun penuh dengan ruh
kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke
atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan
melakukan seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa.
Seperti Musa yang dikenal Allah dengan berhadapan muka,
tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, dalam
hal segala tanda dan mukjizat, yang dilakukannya atas perintah
Allah di tanah Mesir terhadap Fir’aun dan terhadap semua
pegawainya dan seluruh negerinya. dan dalam hal segala
perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang

dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.
118Setelah enam hari (fase) Rasulullah Musa berjuang, maka
pada Hari Ketujuh mereka istirahat untuk menguduskan hari
Sabath. Selama enam fase, Allah selalu mendampingi dan
membimbing Musa (Bani Israel) dalam menggenapi nubuat Allah
kepada Abraham, maka pada Hari Ketujuh Dia beristirahat
(Ibrani; shavvat). Genaplah seluruh firman-Nya kepada generasi
Bani Israel dengan tegaknya Palestina sebagai negeri kedamaian
(Yerusalem); Tanah Suci bagi Bani Israel.

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 315

Kerajaan Daud
119Selanjutnya, Bani Israel (Yerusalem) dipimpin oleh

Yosua, Kaleb, Saul (Thalut), David (Daud) hingga zaman raja
Salomo (Sulaiman) sebagai puncak keemasan tegaknya Yerusalem.
Bani Israel menjadi ummat kesayangan Allah dan Yerusalem
menjadi negeri yang diberkati-Nya. Di mana bumi dipijak oleh
Bani Israel, di situ bumi dikuasainya. Tidak ada satu pun bangsa
yang sanggup melawan Bani Israel, karena selama mereka
mencintai Allah, Tuan Semesta Alam, mereka akan mendapat
perlindungan dan pertolongan dari-Nya.

120Nabi adalah orang yang bernubuat. Allah mengajarkan
kepadanya ilmu-Nya, kemampuan membaca kondisi atau orang-
orang yang layak dan pantas menjadi Khalifah dalam Kerajaan
Allah. Misalnya, ketika Nabi Samuel mengurapi Thalut (Saul) dan
Daud sebagai raja atau pemimpin Bani Israel.

121Hendaklah dipahami bahwa Musa dan Daud itu berbeda.
Musa merupakan sosok seorang The Founding Father, pelopor
tegaknya Kerajaan Allah; Yerusalem sebagai pusat dari daulah
Bani Israel, sedangkan Daud adalah penerus (Khalifah Rasul) dari
takhta yang telah dibangun oleh Rasulullah Musa. Daud tidak
mengalami proses dakwah dan jihad yang dialami oleh Musa.

122Bani Israel menjadi penguasa dunia hingga beberapa
ratus tahun. Ketika itu Roma, Kasdim, Assyur, Mesir, Turki,
Yunani maupun bangsa Arab, tunduk kepada Yerusalem.
Dilukiskan di dalam bahasa hikmah, Gunung Sion berdiri tegak di
hulu segala gunung bangsa-bangsa (Yes. 2: 2).

123Setelah Yerusalem bersinar, maka sesuai dengan
ketetapannya bahwa setelah siang (zaman keemasan) pasti ada
malam (zaman ratapan). Setiap kekuasaan ummat memiliki ajal.
Artinya, Yerusalem yang dibangun oleh Musa pasti akan runtuh
kembali dan ajaran yang dibawa oleh Musa akan diwarnai dengan
isme-isme atau ideologi-ideologi buatan manusia (musyrik). 124Dari
sinilah awal perpecahan Bani Israel; awal mula munculnya millah
Yahudi sebagai ranting yang patah dari pokok anggur Abraham.

Jalan Kebenaran Universal

316 | SUNNATULLAH

Millah Yahudi adalah sistem keagamaan yang telah menyimpang
dari ajaran tauhid Millah Abraham, karena mereka tidak lagi
konsisten dengan perjanjian mereka kepada Allah.

125Perpecahan Bani Israel ini dimulai dari zaman Rehabeam,
anak Salomo. Raja-raja Israel berbuat zalim, tidak lagi setia kepada
Allah, Tuan Semesta Alam. Perebutan kekuasaan menyebabkan
Bani Israel terpecah menjadi dua blok, Selatan dan Utara. Di blok
Selatan, Samaria, dipimpin oleh Rehabeam dengan dua suku Bani
Israel yang utama (Yehuda dan Lewi), sedangkan di blok Utara,
Yerusalem, dipimpin oleh Yerobeam yang bersekutu dengan
sepuluh suku Bani Israel lainnya ditambah negara-negara bangsa.
126Demikianlah terus-menerus terjadi pertempuran antara Selatan-
Utara hingga runtuhnya Kerajaan Yehuda di zaman Zedekia, anak
Yoyakim (lebih lengkap dinukil dalam Alkitab 2 Raj.: 24-25).

127Nabi Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea,
Zakaria, Yohanes adalah Nabi-nabi yang hidup pada masa
pembuangan (zaman Zedekia). Mereka hidup pasca zaman
kerusakan pertama (tahun 586 SM) dari dua zaman kerusakan,
sebagai sebuah ketetapan pasti Allah yang akan menimpa Bani
Israel. 128Perhatikan firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Isrā'
[17] ayat 4-5 berikut ini:
‫ َم َِّرع ََب�اۡ ٗدِ�ا‬٥‫جيا ََفُلسإِوَذااِْ� َِخجٱَآ�ٰۡل َءَل ِك َوٱَ�ٰۡعِّ� ُيَِدباأُرِ� َو َُ�َلو َۡٮفٰ� ُه َِسَنماُدَو ََّ�ۡنع َعٗدۡثاَِن�ا َّم ۡٱفَعۡ ُع َل�َوۡي� ٗ ِ� ُ�ض ۡم‬٤ِ‫بَإُِأۡع َ ٰلُٖ� ّٗوس�بَ َِشَكٓ�بِِديإِٗ� ٖد�ۡس ََف�ٰٓ َء‬
ٓ‫َو َق َض ۡي َنا‬
‫َو َ�َ ۡعلُ َّن‬
�ِ ‫َّ�َآ أُ ْو‬

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam Kitab itu
(Taurat): “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di
muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan
diri dengan kesombongan yang besar.” Maka apabila datang
saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan)
itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang
mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di
kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 317

129Tentang nubuatan Nabi-nabi bahwa Bani Israel akan
melakukan kerusakan sebanyak dua kali juga termuat dalam Kitab
Yeremia 2 ayat 13 di bawah ini:

Sebab dua kali ummat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan
Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka
sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

130Kerusakan maksudnya adalah merusak perjanjian yang
telah diikrarkan kepada Allah bahwa mereka akan setia hanya
kepada Allah. Akan tetapi, Bani Israel melacurkan dirinya kepada
penguasa bangsa-bangsa. Bani Israel –ibarat seorang perempuan,
telah berani bermain mata dengan lelaki lain. Maksudnya, mereka
kembali menjadi musyrik karena telah menduakan kesetiaannya
kepada Allah. 131Akibat melanggar janjinya, Allah mengutus
seorang penguasa yang jahat dan bengis yang akan merajalela di
kampung-kampung, yakni Raja Nebukadnezar. Pada saat itulah
yang disebut sebagai “kerusakan pertama”, dan hancurlah
Yerusalem yang dibangun oleh Nabi Musa dan ummatnya di
tahun 586 SM. Setelah itu, Bani Israel akhirnya kembali
diperbudak oleh raja-raja penguasa bangsa-bangsa.
Masa Pemulihan Yerusalem

132Nabi Musa hidup kurang lebih 1400 tahun sebelum
Yesus. Musa bernubuah atas ketetapan Allah yang difirmankan
kepadanya bahwa Bani Israel akan mengalami dua kali berkat dan
dua kali kutuk. 133Perhatikan beberapa firman Allah dalam Alkitab
Perjanjian Lama Kitab Ulangan berikut ini:
• 134Berkat Bani Israel yang pertama, Kitab Ulangan 28 ayat 1-2:

Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuan, Allahmu,
dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang
kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuan, Allahmu,
akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala
berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika
engkau mendengarkan suara Tuan, Allahmu:

Jalan Kebenaran Universal

318 | SUNNATULLAH

• 135Kutuk Bani Israel yang pertama, Ulangan 28 ayat 47-51:

Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada Tuan,
Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun
kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung
lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-
galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan
disuruh Tuan melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi
ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya. Tuan
akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, dari
ujung bumi, seperti rajawali yang datang menyambar; suatu
bangsa yang bahasanya engkau tidak mengerti, suatu bangsa
yang garang mukanya, yang tidak menghiraukan orang tua-tua
dan tidak merasa kasihan kepada anak-anak; yang akan
memakan habis hasil ternakmu dan hasil bumimu, sampai
engkau punah; yang tidak akan meninggalkan bagimu gandum,
air anggur atau minyak, ataupun anak lembu sapimu atau anak
kambing dombamu, sampai engkau dibinasakannya.

• 136Berkat Bani Israel yang kedua (pulih setelah pertobatan),
Kitab Ulangan 30 ayat 1-4:

Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan
kutuk yang telah Kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau
menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke
mana Tuan, Allahmu, menghalau engkau, dan apabila engkau
berbalik kepada Tuan, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya
sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari
ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu, maka Tuan, Allahmu, akan
memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan
mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana
Tuan, Allahmu, telah menyerakkan engkau. Sekalipun orang-
orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sana
pun Tuan, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan
dari sanapun Ia akan mengambil engkau.

137Selain itu, tatkala Rasulullah Musa berpidato di hadapan
khalayak Bani Israel, ada informasi penting yang disampaikannya
terkait kedatangan Rasul Allah setelah masa kehancuran

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 319

Yerusalem yang pertama dan masa ratapan Bani Israel. 138Kitab
Ulangan 18 ayat 15-18 mengatakan:

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-
saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh
Tuan, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Tepat
seperti yang kamu minta dahulu kepada Tuan, Allahmu, di
Gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak
mau aku mendengar lagi suara Tuan, Allahku, dan api yang
besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
Lalu berkatalah Tuan kepadaku: Apa yang dikatakan mereka
itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari
antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh
firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada
mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

139Nabi Musa membawa Bani Israel menjadi ummat yang
diberkati untuk kali pertama, yaitu menggenapi Tanah Perjanjian;
bumi Palestina yang menjadi tanah pusaka Bani Israel, tanah yang
subur yang melimpah susu dan madunya. Sesuai dengan
sunnatullah, ketika Bani Israel tidak lagi setia kepada perjanjiannya
dengan Allah, maka datanglah kutuk yang pertama, Bani Israel
kembali menjadi budak bangsa-bangsa.

140Namun, apabila orang-orang buangan itu meratap,
mengakui kesalahannya, dan tergerak untuk bertobat lalu kembali
mencintai Allah, Dia akan melindungi dan menolongnya dengan
membangkitkan nabi yang seperti Musa, yaitu Yesus anak Maria
sebagai tunas Nabi Daud. 141Jadi, tugas Yesus adalah
mengembalikan Yerusalem menjadi Kerajaan Daud, dan
memulihkan keadaan Bani Israel kembali seperti semula, yaitu
menjadi bangsa di atas segala bangsa-bangsa. Oleh karena itu,
tidaklah mungkin Yesus gagal menggenapi nubuatan Musa dan
memulihkan Yerusalem menjadi Kerajaan Allah di muka bumi ini.

142Selain nubuatan Musa tersebut di atas, nabi-nabi Bani
Israel seperti Yesaya dan Yeremia –yang hidup sebelum masa
kehancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar di zaman Zedekia,
serta Yehezkiel, Daniel, Zakaria, dan Yohanes –yang hidup

Jalan Kebenaran Universal

320 | SUNNATULLAH

setelah masa kehancuran, juga bernubuat tentang kehancuran dan
pemulihan Yerusalem sebagai Kerajaan Allah.

Nubuatan Yesaya
143Yesaya adalah nabi dari Bani Israel yang bernubuat

tentang kehancuran Yerusalem di satu sisi dan pemulihan
Yerusalem di sisi lainnya. Hal itu terjadi karena Yesaya hidup di
zaman menjelang kehancuran Yerusalem. Dalam hal ini, tentu saja
nubuatan Yesaya tentang pemulihan Yerusalem sebagai Ibu Kota
dari Kerajaan Allah di bumi adalah kerajaan yang historis sama
seperti Yerusalem yang dahulu dianugerahkan kepada Musa,
Yosua, Kaleb, Thalut, Daud, dan Salomo.

144Kerajaan yang dibangun Yesus sekali-sekali bukan
Kerajaan Allah yang utopis sebagaimana tafsir eskatologis pakar
pencerahan maupun tafsir kerajaan rohani gereja Romawi.
145Perhatikan beberapa nubuatan Yesaya tentang kebangkitan
Yerusalem; Kerajaan Allah untuk kedua kalinya yang tercantum
dalam Alkitab Perjanjian Lama Kitab Yesaya berikut ini:
• 146Kitab Yesaya 60 ayat 1-7:

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan
kemuliaan Tuan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan
menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi
terang Tuan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata
atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada
terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua
datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari
jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu
engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan
tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari
seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-
bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan
menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa.
Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas
dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuan.
Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu,

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 321

domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu;
semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai
korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan
menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

147Maksud nubuatan Yesaya di atas adalah, hukum Allah
(Taurat) akan tegak kembali di Yerusalem, dan kemuliaan Tuan
(keunggulan Bani Israel sebagai ummat kesayangan Allah
Abraham) akan kembali berada di atas segala bangsa. Kambing
domba adalah amsal dari ummat Allah. Domba Kedar dan domba
jantan Nebayot adalah lambang dari para pejuang yang datang
dari Timur dan Selatan, yaitu anak-anak Abraham keturunan
Ismail; Kedar dan Nebayot, yang selalu setia membantu anak-
anak Abraham keturunan Ishak dan Yakub yang hanif. Sebagai
korban yang berkenan bagi Allah, maksudnya adalah pembela-
pembela Din Allah, Millah Abraham.
• 148Kitab Yesaya 61 ayat 4:

Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad,
dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu
menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh,
tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.

149Dari perkataan Yesaya tersebut, tampak semakin jelas
bahwa pemulihan Yerusalem; Kerajaan Allah, bukanlah kerajaan
utopis di akhir zaman (kehancuran) dunia ini, melainkan di akhir
zaman (masa ratapan) Bani Israel.
• 150Kitab Yesaya 65 ayat 19-20

Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang
karena ummat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi
bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. Di situ tidak akan
ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua
yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada
umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang
tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.

151Masyarakat yang seperti ini bukan tidak mungkin untuk
diwujudkan. Jika semua warga negara telah terdidik dan hidup

Jalan Kebenaran Universal

322 | SUNNATULLAH

berdasarkan firman dan ilmu Allah, manusia pasti bisa hidup sehat
dan sampai lanjut usianya.
• 152Kitab Yesaya 52 ayat 13-15

Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan,
disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun
melihat dia, begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi,
dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi. Demikianlah
ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan
mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak
diceritakan kepada mereka akan segera mereka lihat, dan apa
yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

153Nubuat ini menginformasikan kepada Bani Israel tentang
tanda-tanda seorang Mesias dan keistimewaan dakwah yang
disampaikannya. 154Berikut beberapa poin nubuatan sebagaimana
dimaksud pada ayat tersebut:
155Pertama; Mesias itu akan berhasil melaksanakan tugasnya dalam
memulihkan Yerusalem sebagai Kerajaan Allah di muka bumi.
156Kedua; Mesias itu akan ditinggikan (dihormati), disanjung, dan
dimuliakan.
157Ketiga; Mesias itu tidak memiliki wajah yang tampan
(sebagaimana gambaran mayoritas manusia), bahkan ia berwajah
buruk seperti bukan manusia lagi, tetapi perkataan dan ajaran-
ajarannya membuat orang tercengang.
158Keempat; Bangsa dan raja-raja akan menutup mulut melihat dia,
ajaran dan hikmatnya tak dapat terbantahkan. Apa yang tidak
dimengerti oleh raja-raja itu tentang Kitab Taurat dan nubuah
Nabi-nabi akan dijelaskan oleh Mesias itu dengan baik dan benar.
Apa yang tidak dapat dilihat dan dimengerti oleh para imam-imam
Taurat dan raja-raja dapat dijelaskan oleh Mesias itu secara tepat.

159Nubuatan Yesaya tersebut digenapi oleh Yesus dengan
ucapan syukurnya, sebagaimana tertulis dalam Injil Lukas 10 ayat
21-24 berikut ini:

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 323

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus
dan berkata; “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuan langit dan
bumi, karena semua itu engkau sembunyikan bagi orang banyak
dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah
diserahkan kepadaku oleh Bapaku, dan tidak ada seorang pun
yang tahu siapa Anak selain Bapa, dan siapa Bapa selain Anak
dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan mengatakan hal
itu.” Sesudah itu berpulanglah Yesus kepada murid-muridnya
tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa
yang kamu lihat, karena aku berkata kepadamu; banyak nabi
dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak
melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tapi
tidak mendengarnya.”

160Yesus adalah anak manusia yang dididik dan diberi
kemampuan untuk memahami Kitab Taurat dalam tafsiran dan
dimensi yang sangat berbeda dengan para Ahli Taurat (Farisi dan
Saduki) yang hidup di bawah belas kasih tuannya; kaisar Romawi.
Para ulama Yahudi itu tidak diberi penglihatan dan pengertian oleh
Allah disebabkan mereka berlaku fasiq dan syirik.

161Para Ahli Kitab adalah orang-orang yang hanya mengaku
sebagai ulama suci; pewaris para nabi, tetapi menafsirkan Firman
Allah sesuai dengan izin dan kehendak Kaisar. Allah tidak
memberi kesempatan kepada mereka untuk memahami Kitab Suci
karena kenajisan (kemusyrikan) mereka. 162Ahli Kitab adalah
orang yang mengabdi kepada dua tuan, yaitu Tuan Semesta Alam
di satu sisi dan tuan Kaisar di sisi lainnya. Oleh sebab itu, mereka
tidak akan sanggup menyentuh (memahami) wahyu Allah, sampai
mereka menyucikan diri dari kemusyrikan dan beriman hanya
kepada Allah.

163Nubuatan Yesaya tentang kehancuran ternyata benar
terjadi. Di zaman Zedekia, Raja Yehuda yang terakhir, Yerusalem
diluluh-lantakkan oleh Nebukadnezar. Keturunan Bani Israel
seperti Nabi Daniel yang menjadi saksi mata tentu saja percaya
penuh kepada nubuatan Yesaya ini, demikian pula keturunan Bani
Israel yang beriman lainnya.

Jalan Kebenaran Universal

324 | SUNNATULLAH

164Jika nubuatan Yesaya tentang kehancuran Yerusalem
tergenapi, sudah seharusnya Bani Israel percaya (iman) juga
terhadap nubuatan pemulihannya. Di zaman Yesus, golongan
Farisi, Saduki, Zelot, Eseni, dan Nazarean pasti yakin akan
tergenapinya nubuatan pemulihan Yerusalem ini. Yesus meyakini
semua firman Allah yang disampaikan Nabi Yesaya akan tergenapi
olehnya.

165Jika demikian, semua nubuatan nabi-nabi Bani Israel
pasti akan tergenapi pada zaman Rasulullah Isa Al-Masih atau
Yesus Kristus. Bukankah Allah dan Rasul-Nya pasti menang
(dalam mewujudkan kehendak dan rencana-Nya)? Apatah nabi-
nabi Bani Israel (termasuk Yesus) adalah nabi yang terlalu berani
mengucapkan perkataan yang tidak difirmankan Allah, sehingga
mereka harus mati?

166Nubuatan tentang kebangkitan kembali Kerajaan Allah
(Yerusalem) juga dapat dilihat dari nubuatan Yeremia dalam
Taurat Kitab Yeremia 30 ayat 3 dan 8 berikut ini:

Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah
Firman Tuan: “Bahwa Aku akan memulihkan keadaan ummat-
Ku Israel dan Yehuda, dan Aku akan mengembalikan mereka
ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka,
dan mereka akan memilikinya.”
dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang
asing. Mereka akan mengabdi kepada Tuan, Allah mereka, dan
kepada Daud, raja mereka, yang akan Kubangkitkan bagi
mereka. Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub.”

167Perhatikan pula Kitab Yeremia 33 ayat 7 dan 14-16:

Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan
membangun mereka seperti dahulu.
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah Firman
Tuan: “Bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan
kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. Di pada waktu itu dan
pada masa itu, Aku akan menumbuhkan tunas keadilan bagi
Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran negeri.
Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 325

hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan
dipanggil: Tuan keadilan kita!

168Demikian halnya dengan nubuatan Nabi Daniel tentang
tafsir mimpi Raja Nebukadnezar (Dan. 2: 31-45), mimpi Nabi
Daniel tentang empat binatang aneh (Dan. 7), domba jantan dan
kambing jantan (Dan. 8), dan tujuh puluh kali tujuh masa (Dan. 9:
20-27).

b. Rasulullah Isa Al-Masih (Yesus Kristus)

169Ruhul Qudus dalam surat Al-Isrā' [17] ayat 6-7
menyatakan:
‫َوأَأَ ۡۡمح َدَس ۡدن َ ُت�ٰ ۡم ُ� ِ َ�من ُبِفأَ ِۡمس َ�ٰ ٖلُ� َۡمۖو َ�نِ� َۡ�ن‬
‫َو َج َع ۡل َ�ٰ ُ� ۡم‬ ‫ٱ ۡلإِ َۡكن َّر َةأَ ۡحَع ََلس ۡين ِهُت ۡمۡم‬٦‫أَُ� َّم ۡ�َر َ َدَ� ۡدنَنَافِلَ ً�ا ُ� ُم‬
ۚ‫أَ َس ۡ� ُ� ۡم فَ َل َها‬

‫َك َما‬ ‫ٱلۡ َم ۡس ِج َد‬ ْ‫َو ِ َ� ۡد ُخلُوا‬ ‫ُو ُجو َه ُ� ۡم‬ ْ ِ‫ٱ� ِخ َرة‬ ٖ�‫فََدإِ ََذخا ُلوهُ َجأَآ َّوَء َل َو َمۡع َّر ُد‬
‫�ا‬

٧ ‫َو ِ�ُتَ ِّ ُ�واْ َما َع َل ۡواْ تَ ۡتبِ ً�ا‬

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan
mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta
kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok
yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu
berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat,
maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat
hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-
orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka
masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu
memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan
sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

170Setelah Bani Israel jatuh dan meratapi nasibnya
disebabkan kerusakan yang pertama, mereka kemudian memohon
ampunan kepada Allah. Sesuai dengan ketetapan-Nya, Dia
memberikan giliran kedua kepada Bani Israel untuk kembali
mengalahkan bangsa-bangsa yang telah menghancurkan
Yerusalem yang dibangun oleh Musa dan orang-orang yang

Jalan Kebenaran Universal

326 | SUNNATULLAH

bersama dengan dia. Alhasil, di bawah kepemimpinan Yesus,
Yerusalem (Kerajaan Allah) kembali tegak dan Bani Israel kembali
mengalami masa kejayaan dan menjadi bangsa yang besar.

171Kaum gereja menyangka bahwa kedatangan Yesus adalah
untuk menebus dosa manusia (di tiang salib) dari semenjak Adam
sampai nanti pada hari hancurnya alam semesta. Sesungguhnya,
tidak demikian tujuan Allah mengutus Yesus. 172Yesus diutus oleh
Allah untuk menyelamatkan atau membebaskan Bani Israel yang
terpuruk akibat kezaliman (dosa) besar yang telah dilakukannya,
yakni melakukan perzinaan ideologi; mengadakan ilah-ilah lain
selain Allah, Tuan Semesta Alam.

173Gerakan penyelamatan atau pembebasan (mesianik) Bani
Israel yang dipimpin oleh Yesus sesungguhnya berjalan
berdasarkan petunjuk Taurat Musa. Yesus selalu menggunakan
Kitab Taurat sebagai dasar dan acuan setiap pikir, kata, dan
perbuatannya. Bagi Yesus, Taurat merupakan garis-garis besar
perjuangan mesianik. Yesus hanya mencontoh atau mengulang garis-
garis tersebut, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Musa yang
dikisahkan di dalam Taurat. 174Perjalanan Nabi Musa ketika
memimpin Bani Israel keluar dari kondisi Kutuk kepada kondisi
Berkat merupakan Jalan Allah, Tuan Semesta Alam, yang harus
dilalui oleh setiap gerakan pembebasan ummat-Nya.

175Visi gerakan mesianik yang ditempuh oleh setiap Rasul
Allah adalah sama, yaitu masuk dengan kemenangan. 176Untuk
mencapai visi ini, secara garis besar terdiri dari tiga tahapan, yaitu:
Pertama; Tahapan Pembinaan Iman atau Keyakinan.
Kedua; Tahapan Pemisahan Komunitas atau Keluaran.
Ketiga; Tahapan Meraih Kemenangan dengan jalan perang.

177Taurat yang terdiri dari lima kitab itu merupakan
penjabaran dari ketiga tahapan tersebut. Kitab Kejadian, sesuai
dengan judulnya, adalah kitab yang mengisahkan bagaimana Musa
menghimpun Bani Israel menjadi embrio dari bayi Israel yang
akan dilahirkan itu. Tahap pembinaan ummat sasarannya adalah
mencetak kader-kader pejuang yang memiliki keimanan yang kuat

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 327

terhadap Allah. Bani Israel harus menjadikan Allah, Tuan Semesta
Alam, sebagai satu-satunya Tuan sekaligus meninggalkan tuan-
tuan yang lain dalam kesadaran mereka.

178Proses pembentukan kesadaran tauhid dilakukan dalam
dua fase dakwah, yaitu fase pertama; Pertobatan, dan fase kedua;
Penyembuhan. Dalam bahasa Al-Quran, kedua fase dakwah
tersebut sejajar dengan fase dakwah sirr (tersembunyi; selektif) dan
fase dakwah jahr (terbuka). 179Perhatikan bagaimana Yesus
menggenapi fase dakwah sirr tersebut dalam Injil Matius 12 ayat
15b-21 di bawah ini:

bBanyak orang mengikuti Yesus dan ia menyembuhkan
mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka
memberitahukan siapa dia, supaya genaplah firman yang
disampaikan oleh Nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang
Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan;
Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan
memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan
berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan
mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai
tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya
tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu
menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

180Perhatikan pula bagaimana Yesus menggenapi fase
dakwah jahr dalam Injil Matius 10 ayat 27:

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada
sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada
sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa
yang kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam
terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu
dari atas atap rumah.

181Upaya dakwah Yesus untuk mengajak Bani Israel untuk
bertobat dan kembali kepada Allah dengan bergabung ke dalam
komunitas orang-orang beriman diibaratkan seperti ia sedang
menabur benih tanaman. Ketika komunitas misi risalah Millah
Abraham yang digagas Yesus tumbuh dan berkembang menjadi
besar, sebagai petani yang baik, orang-orang beriman harus

Jalan Kebenaran Universal

328 | SUNNATULLAH

senantiasa menyiram tanaman-tanaman yang telah ditanam Sang
Penabur di Kebun Allah. 182Dalam hal menanam benih tanaman,
Yesus menggambarkannya dengan bahasa hikmah yang tertulis
dalam Injil Matius pasal 13 ayat 3-9 dan ayat 18-23, berikut ini:

Dan ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada
mereka. Katanya: “Adalah seorang penabur keluar untuk
menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di
pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai
habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak
banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena
tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan
menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di
tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan
menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang
baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam
puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga,
hendaklah ia mendengar!
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada
setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga,
tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang
ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di
pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-
batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera
menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan
tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau
penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang
mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya
kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang
ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar
firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang
seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga
puluh kali lipat.

183Penabur ialah orang-orang yang beriman, bibit tanaman
yang mereka sebar adalah firman Allah, dan tempat menabur benih
adalah qalbu (otak; kesadaran manusia). Kebun Allah sangatlah
luas, Rasul butuh bantuan dari penanam-penanam yang lain, yakni

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 329

orang-orang beriman para pengikut Rasul Allah untuk
menanaminya. Selama benih yang ditabur itu benih yang sama,
yaitu firman Allah, maka hasilnya pun akan sama.

184Benih yang ditanam di pinggir jalan menggambarkan manusia
yang tidak memahami firman Allah, sehingga mudah mati terinjak
orang.

185Benih yang ditaburkan di tanah bebatuan menggambarkan
manusia yang menyambut firman Allah dengan gembira namun
tidak berakar, begitu datang sedikit “angin”, matilah ia. Mati segan
hidup pun tak mau, bak kerakap tumbuh di batu.

186Benih yang ditaburkan di semak duri menggambarkan
manusia pengusaha yang memahami firman Allah, tetapi lebih
memilih usaha perniagaan dunia daripada perniagaan dengan
Allah, maka matilah tanaman itu terbelit semak duri. 187Golongan
manusia yang paling sulit untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah
adalah orang kaya yang memiliki usaha perniagaan banyak (semak
duri), tetapi bukan berarti orang kaya tidak bisa memasuki
Kerajaan Allah (lihat perkataan Yesus dalam Injil Matius 19: 23-
24)

188Benih yang tumbuh di tanah yang baik, akarnya kuat dan
cabangnya menjulang tinggi ke angkasa. Persoalan menanam
adalah persoalan menumbuhkan akar, maka awali dari akar
(ashlun), batang (far‘un), dan buah (ukul) –Iman, Islam, dan Ihsan.
Persoalan terbesar manusia adalah persoalan akar atau Iman.
Demikian halnya dengan persoalan Bani Israel di zaman Yesus
yang berkubang dalam perzinaan dengan bangsa-bangsa, mereka
tidak lagi mencintai Allah, Tuan Semesta Alam.

189Jika penyakit kecenderungan Bani Israel kepada
perzinaan telah dapat disembuhkan dan Bani Israel sudah kembali
kepada Allah, barulah Dia memerintahkan Musa untuk
menempuh fase ketiga, yakni membawa ummatnya keluar dari
kuasa kegelapan Fir’aun. 190Keluarnya Bani Israel dari kuasa
kegelapan Fir’aun merupakan hari lahirnya mereka sebagai suatu
ummat. Sejak hari keluarnya Bani Israel dari kuasa kegelapan

Jalan Kebenaran Universal

330 | SUNNATULLAH

Fir’aun, Bani Israel menjadi sebuah ummat yang merdeka (Hari
Paskah). Babak keluarnya Bani Israel dari Mesir dalam Taurat
dinamakan Kitab Keluaran, dan dalam Al-Quran disebut fase
hijrah (eksodus).

191Dalam empat Injil tidak disebutkan secara tersurat bahwa
Yesus menggenapi fase hijrah. Namun, secara tersirat dalam
bahasa hikmah dikatakan bahwa Yesus pada hari (fase) ketiga
akan menggenapi fase eksodus, sebagaimana pernyataan Injil
Matius 20 ayat 19: “Dan mereka akan menyerahkan dia kepada bangsa-
bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya ia diolok-olokkan, disesah, dan
disalibkan, dan pada hari ketiga ia akan dibangkitkan.”

192Selanjutnya, setelah keluar dari kuasa kegelapan Fir’aun
dan kembali masuk ke Mesir, Musa menata Bani Israel ke dalam
dua belas struktur kepemimpinan. Masing-masing pimpinan
membawahi puluhan ribu tentara yang disusun secara struktural.
193Penataan ummat secara struktural ini dalam Taurat disebut
Kitab Imamat; kitab penataan kepemimpinan yang bersifat
militer. Dengan adanya struktur ummat, Bani Israel dapat
dikontrol guna menghadapi fase perjuangan bersenjata.
194Pencatatan ummat Israel ini disebut Kitab Bilangan. Kitab
Imamat berada pada fase keempat, yaitu fase perang, sedangkan
Kitab Bilangan merupakan kelanjutan dari proses penataan
struktur kepemimpinan ummat dikhususkan pada penataan
pasukan perang dalam rangka penaklukan “Tanah Perjanjian”,
yakni Palestina (futuhat). 195Perhatikan bagaimana Yesus
menggenapi fase keempat dalam Injil Matius 10 ayat 34-39 berikut
ini:

“Jangan kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa
damai di atas bumi; aku datang bukan untuk membawa damai,
melainkan pedang. Sebab aku datang untuk memisahkan orang
dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan
dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi
rumahnya. Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari
padaku, ia tidak layak bagiku; dan barang siapa mengasihi
anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaku, ia tidak
layak bagiku. Barang siapa tidak memikul salibnya dan

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 331

mengikut aku, ia tidak layak bagiku. Barang siapa
mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan
barang siapa kehilangan nyawanya karena aku, ia akan
memperolehnya.”

196Perhatikan pula Injil Lukas 22 ayat 35-37:

Lalu ia berkata kepada mereka: “Ketika aku mengutus kamu
dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah
kamu kekurangan apa-apa?” Jawab mereka: “Suatu pun tidak.”
Katanya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang
mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian
juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak
mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli
pedang. Sebab aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab
Suci ini harus digenapi padaku: ‘Ia akan terhitung di antara
pemberontak-pemberontak’. Sebab apa yang tertulis tentang
aku sedang digenapi.”

197Kemudian, fase keempat yang merupakan fase perang itu
menghasilkan fase kelima, yaitu “fase masuk dengan kemenangan”.
Mereka merebut Kota Mesir dan kota-kota di sekitarnya hingga
kemudian Allah mengizinkan mereka untuk menyerang dan
merebut (menaklukkan) benteng Yerikho sebagai pintu gerbang
negeri Palestina, negeri yang dijanjikan Tuan, Allah Abraham, bagi
Bani Israel. Kota Palestina akhirnya menjadi Ibu Kota dari
Kerajaan Allah (Yerusalem) dan sekaligus menjadi Kota Suci bagi
Bani Israel dan kaum muslimin (fase keenam).

198Tugas Musa sebagai The Founding Father kemerdekaan
Bani Israel berakhir pada fase kelima. Ia wafat setelah melakukan
khotbah terakhirnya di dataran Gunung Moab. Khotbah
terakhirnya di dataran Gunung Moab ini disebut Kitab Ulangan,
karena isi khotbahnya berisi pengulangan uraian sejarah
perjuangan Bani Israel dari mulai Kitab Kejadian, Keluaran,
Imamat, dan Bilangan. 199Isi dari khotbah Musa dalam Kitab
Ulangan tersebut adalah peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi di
Mesir, peristiwa dihancurkannya pasukan Fir’aun, peristiwa
Perjanjian Bani Israel dengan Allah, hal-hal yang menyangkut
hukum Taurat, dan khotbah tentang kehidupan (berkat) dan

Jalan Kebenaran Universal

332 | SUNNATULLAH

kematian (kutuk) Bani Israel. 200Tentang bagaimana Yesus
menggenapi fase kelima, masuk dengan kemenangan, perhatikan Injil
Matius 21 ayat 9-13 di bawah ini:

Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang
mengikutinya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi
Anak Daud, diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuan,
hosana di tempat yang mahatinggi!” Dan ketika ia masuk ke
Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata:
“Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah
Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” Lalu Yesus masuk ke Bait
Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman
Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan
bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka:
“Ada tertulis: ‘Rumahku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu
menjadikannya sarang penyamun.”

201Para penulis keempat Injil (yang sesungguhnya berasal
dari satu Injil) menyiratkan kejadian ayat tersebut di atas terjadi
sebelum peristiwa penyaliban. Dikesankan bahwa peristiwa ini
adalah peristiwa Paskah (kemerdekaan Bani Israel). 202Penulis Injil
menggambarkan Yesus sebagai seorang Yahudi yang terobsesi
menjadi mesias, ia berulah seolah-olah sedang menggenapi
nubuatan Nabi Zakaria, yaitu melakukan pawai alegoris yang
melambangkan bahwa ia adalah Raja Yahudi yang sedang
memasuki Yerusalem dengan kemenangan.

203Sesungguhnya, peristiwa Yesus masuk ke Kota
Yerusalem adalah peristiwa sejarah, yaitu masuk dengan kemenangan
(futuh Yerusalem). Masuk dengan kemenangan adalah istilah
pejuang Bani Israel tatkala mereka dapat mengalahkan musuh-
musuhnya dan merebut kekuasaan kota itu dari tangan lawan.
204Peristiwa ini merupakan penggenapan ucapan Yesus tentang
kedatangan Anak Manusia, sebagaimana dikisahkan dalam Injil
Matius 24 ayat 29-35 berikut ini:

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi
gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan
berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan

Jalan Kebenaran Universal

TRADISI TUAN SEMESTA ALAM | 333
semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat
Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan
segala kekuasaan dan kemuliaannya. Dan ia akan menyuruh
keluar malaikat-malaikatnya dengan meniup sangkakala yang
dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang
pilihannya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang
satu ke ujung langit yang lain. Tariklah pelajaran dari
perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya
melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas
sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini,
ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang
pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini
tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan
bumi akan berlalu, tetapi perkataanku tidak akan berlalu.

205Peristiwa ini adalah peristiwa sejarah dan sekali-kali
bukan pawai alegoris, bukan pawai arak-arakan perayaan Paskah.
Peristiwa Yesus masuk ke Kota Yerusalem ini sesungguhnya
adalah penggenapan rencana Allah, Tuan Semesta Alam, yang
telah dinubuahkan oleh Nabi Zakaria enam ratus tahun sebelum
Yesus.

206Fase yang terakhir, fase keenam, dari gerakan mesianik
Musa adalah fase tegaknya Kerajaan Allah di atas Tanah
Perjanjian sampai pada kemenangan yang bersifat internasional,
yaitu tegaknya Gunung Sion berada di atas segala bukit bangsa-
bangsa. 207Tentang bagaimana Yesus berhasil menegakkan
Kerajaan Allah dan duduk dalam takhta kerajaan-Nya, perhatikan
nas Kitab Injil berikut ini:
• 208Injil Matius 16 ayat 27-28:

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapanya
diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu ia akan membalas
setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu:
“Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak
akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang
sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

Jalan Kebenaran Universal

334 | SUNNATULLAH

• 209Injil Matius 19 ayat 28:

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini
telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi
apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan
kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta
kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut aku, akan duduk
juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas
suku Israel.”

210Secara keseluruhan, Allah, Tuan Semesta Alam,
menjadikan Bani Israel sebagai kuasa dunia berlangsung dalam
enam tahapan kejadian. Hal ini mengingatkan kita pada proses
Allah mencipta alam semesta yang juga berlangsung dalam enam
tahapan atau enam hari. Pada Hari Ketujuh (Sabath) Allah
berhenti dari pekerjaan penciptaan-Nya.

211Perbuatan Tuan, Allah Abraham, menjadikan Bani Israel
menjadi Kuasa Dunia (Khilafah) merupakan sunnatullah atau
tradisi Tuan Semesta Alam yang tidak pernah berubah atau
berganti. Artinya, setiap kali Allah akan menegakkan kerajaan-Nya
di bumi, prosesnya akan berlangsung menurut sunnah atau tradisi
ini, karena ini merupakan karakter Allah dalam mencipta kerajaan-
Nya. Dan demikianlah, Yesus menjadikan sunnatullah sebagai
pijakan visi dan misi bagi gerakan mesianiknya.

212Catatan sejarah Yesus yang ada dalam keempat Injil
Kanonik hanya merupakan potongan-potongan peristiwa yang
bersifat parsial dalam susunan yang tidak kronologis. Banyak
potongan kisah yang seharusnya terletak pada peristiwa awal,
tetapi diletakkan pada peristiwa akhir. 213Misalnya, peristiwa
penyaliban seharusnya terletak pada fase yang ketiga, yaitu fase
hijrah (eksodus) atau fase penyelamatan misi, tetapi oleh penulis
Injil diletakkan pada akhir kisah. Kisah tentang Yesus dielu-elukan
di Yerusalem pada Markus (yang merupakan Injil yang paling awal
dari ketiga Injil lainnya) diletakkan pada pasal 11, sedangkan
peristiwa penyaliban pada pasal 15, dan peristiwa menghilangnya
Yesus dari Yerusalem diletakkan pada pasal 16. 214Dengan cara

Jalan Kebenaran Universal


Click to View FlipBook Version