The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

124_02_Affni Syavieranova
Peningkatan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Berbasis Digital Kelas X Multimedia (Roda Si Gita) SMK Negeri 50 Jakarta

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ANGKATAN 124 KELOMPOK 3, 2022-07-26 06:27:06

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR BERBASIS DIGITAL KELAS X MULTIMEDIA (RODA SI GITA) SMK NEGERI 50 JAKARTA

124_02_Affni Syavieranova
Peningkatan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Berbasis Digital Kelas X Multimedia (Roda Si Gita) SMK Negeri 50 Jakarta

Keywords: Pembelajaran berbasis digital. Pemrograman Dasar, Hasil Belajar

AFFNI SYAVIERANOVA

LAPORAN AKTUALISASI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR
PEMROGRAMAN DASAR BERBASIS
DIGITAL KELAS X MULTIMEDIA

(RODA SI GITA)
SMK NEGERI 50 JAKARTA

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
ANGKATAN 124 2022

LAPORAN FINAL AKTUALISASI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN
DASAR BERBASIS DIGITAL KELAS X MULTIMEDIA

(RODA SI GITA)
SMK NEGERI 50 JAKARTA

Disusun Oleh :
Affni Syavieranova
NIP : 199307232020122018

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN 124
2022

ii

iii

iv

ABSTRAK

Affni Syavieranova, 199307232020122018, Guru Ahli Pertama Komputer, dengan
judul aktualisasi Peningkatan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Berbasis Digital
Kelas X Multimedia di SMK Negeri 50 Jakarta.
Pelatihan dasar CPNS ini dilakukan untuk membangun kompetensi yang diukur
berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara, mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar PNS dalam melaksanakan tugas jabatannya, mengaktualisasikan
kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai bidang tugas
serta mewujudkan SMART ASN. Penulis bertugas di SMK Negeri 50 Jakarta yang juga
melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh. Dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran secara jarak jauh tak lepas dari mekanisme pembelajaran juga diatur
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15
Tahun 2018 mengenai Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas.
Dari hasil uji kemampuan peserta didik saat PTS (Penilaian Tengah Semester) dan
PAS (Penilaian Akhir Semester) menunjukkan bahwa rata – rata hasil belajar peserta
didik masih dibawah standar KKM. Data pada tabel ini merupakan hasil murni yang
belum dilakukan pengayaan dan remedial terhadapnya, namun persoalan rendahnya
hasil belajar peserta didik di kelas X Multimedia ini perlu mendapat perhatian. Maka dari
itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan hasil
belajar peserta didik sehingga dapat berpengaruh pada capaian hasil belajar peserta
didik kelas X pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Salah satu strategi
pembelajaran yang dapat memfasilitasi hal tersebut adalah dengan menggunakan
media pembelajaran yang berbasis digital.
Kata Kunci : Pembelajaran berbasis digital. Pemrograman Dasar, Hasil Belajar.

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Laporan Final aktualisasi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar
Pemrograman Dasar Berbasis Digital Kelas X Multimedia di SMK
Negeri 50 Jakarta” pada kesempatan diklat latsar CPNS golongan III
angkatan 124 tanpa halangan suatu apapun.

Laporan ini disusun sebagai syarat untuk melaksanakan
aktualisasi nilai-nilai dasar BerAKHLAK. Penyusun menyadari bahwa
terselesaikannya Laporan final ini tidak terlepas dari bantuan,
bimbingan, dan pengarahan berbagai pihak. Untuk itu, penyusun
menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Mochamad Miftahulloh Tamary, S.STP., M.T., M.Sc.
selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi DKI Jakarta;

2. Ibu Nahdiana, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi DKI Jakarta;

3. Ibu Linda Romauli Siregar, M.Pd selaku Kepala Suku Dinas
Pendidikan Wilayah Jakarta Timur I;

4. Ibu Indang Murniningsih, S.Pd., M.M. selaku Kepala Bidang
Pengembangan Kompetensi Dasar, Manajerial, dan Fungsional;

5. Ibu Meyridalisna, M.Pd., selaku mentor yang telah banyak
membantu, membimbing, dan memberikan arahan serta
dukungan dalam penyusunan laporan perancangan aktualisasi;

6. Bapak H. Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd. selaku coach yang
telah membimbing dan memberikan arahan dalam menyusun
pelaksanaan aktualisasi;

7. Fitrianda, S.Psi., M.Si. selaku Kepala Subkoordinator Urusan
Pengembangan Kompetensi Dasar dan Kader;

vi

8. Bapak Eko Hariadi, Ph.D, MM., Ibu Ns. Ai Siti Sutilah, S.Kep.,
M.Kes., Ibu Sarah Hidayati, MPH., selaku tutor untuk
pembelajaran distance learning pada agenda 1, agenda 2, dan
agenda 3;

9. Suami tercinta, anak – anak, kedua orang tua dan keluarga
penulis yang selalu memberi dukungan dan doa serta
penyemangat dalam menyelesaikan rangkaian kegiatan
Pelatihan Dasar CPNS ini;

10. Teman – teman Angkatan 124 Pelatihan Dasar CPNS 2022
Golongan III khususnya kelompok 3 yang senantiasa saling
membantu dan menyemangati selama kegiatan;

11. Rekan CPNS di SMK Negeri 50 Jakarta dan semua pihak yang
tidak dapat disebutkan satu per satu yang turut membantu dan
memberikan kelancaran dalam penyusunan laporan perancangan
aktualisasi.

Penyusun menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh
dari kesempurnaan karena berbagai keterbatasan. Meskipun
demikian, penyusun berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Jakarta, 17 Juni 2022
Peserta Diklat

Affni Syavieranova, S.Pd
NIP 199307232020122018

vii

DAFTAR ISI

COVER

LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN

SURAT PERNYATAAN ORIGINALITAS

ABSTRAK

KATA PENGANTAR ..................................................................................II
DAFTAR ISI ............................................................................................ VIII
DAFTAR TABEL ....................................................................................... X
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. XI
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. XII
BAB I PENDAHULUAN............................................................................13

A. LATAR BELAKANG...............................................................................13
B. TUJUAN AKTUALISASI .........................................................................16
C. MANFAAT AKTUALISASI ......................................................................17
BAB II PROFIL INSTANSI TEMPAT AKTUALISASI ..............................18
A. VISI MISI ORGANISASI ........................................................................18
B. NILAI-NILAI ORGANISASI .....................................................................19
C. TUGAS ORGANISASI ...........................................................................19
D. URAIAN/RINCIAN TUGAS JABATAN PESERTA.........................................21
BAB III ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI
..................................................................................................................21
A. IDENTIFIKASI DAN ANALISIS ISU AKTUAL...............................................21
B. KETERKAITAN PENYEBAB ISU DENGAN KEDUDUKAN DAN PERAN PNS
UNTUK MENDUKUNG TERWUJUDNYA SMART GOVERNANCE .........................34
C. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SEBAGAI GAGASAN KREATIF ..........40
BAB IV RENCANA AKTUALISASI ..........................................................44
A. RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS..................................44
B. REKAPITULASI RENCANA PENERAPAN NILAI-NILAI DASAR ASN ...........102
C. PENJADWALAN KEGIATAN.................................................................104
D. AKTOR YANG TERLIBAT DAN PERANNYA DALAM AKTUALISASI ..............107
BAB V PELAKSANAAN AKTUALISASI ...............................................108
A. DESKRIPSI PROSES AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS .................108

viii

B. CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS...........204
C. KUALITAS DAN KEMANFAATAN AKTUALISASI .......................................218
BAB VI RENCANA TINDAK LANJUT ...................................................223
A. PENETAPAN ISU LANJUTAN/ALTERNATIF ............................................223
B. GAGASAN KREATIF PEMECAHAN MASALAH LANJUTAN ........................223
C. RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS LANJUTAN................225
BAB VII PENUTUP .................................................................................231
A. KESIMPULAN ...................................................................................231
B. SARAN ..............................................................................................233
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................234
LAMPIRAN .............................................................................................236

ix

DAFTAR TABEL
Tabel 1: Rata – Rata Capaian Hasil Belajar ............................................15
Tabel 2 : Identifikasi isu permasalahan dengan keterkaitan ....................23
Tabel 3: Analisis isu menggunakan APKL ...............................................32
Tabel 4 : Penilaian kualitas Isu ................................................................33
Tabel 5 : Analisis Masalah Penyebab Isu Prioritas menggunakan USG .37
Tabel 6 : Analisa Tapisan Mc Namara untuk menentukan Alternatif Solusi
Prioritas .....................................................................................................41
Tabel 7 : Keterkaitan Tahapan Kegiatan dengan Nilai Dasar PNS
(BerAKHLAK) ............................................................................................45
Tabel 8 : Rekapitulasi Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar ASN
(BerAKHLAK) ..........................................................................................102
Tabel 9 : Rancangan jadwal kegiatan aktualisasi ..................................104
Tabel 10 : Aktor yang Terlibat dan Perannya dalam Aktualisasi............107
Tabel 11 : Matriks Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS.............................217
Tabel 12 : Rencana Tindak Lanjut Penerapan Nilai-nilai Dasar PNS ...225

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1: Struktur Organisasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta.................23
Gambar 2 : Struktur Organisasi SMK Negeri 50 Jakarta ..........................24
Gambar 3 : Rata – rata hasil capaian belajar siswa (PTS dan PAS) pada
mata pelajaran Pemrograman Dasar ........................................................25
Gambar 4 : Hasil rekap ujian Daring Pemrograman Dasar.......................26
Gambar 5 : Persentase perolehan KKM dan Belum KKM mata pelajaran
Pemrograman Dasar.................................................................................27
Gambar 6 : Persentase perolehan nilai KKM dan Belum KKM Sistem
Komputer...................................................................................................28
Gambar 7 : Persentase perolehan nilai KKM dan Belum KKM Komputer
Jaringan Dasar..........................................................................................30
Gambar 8: Persentase perolehan nilai KKM dan Belum KKM Dasar
Desain Grafis ............................................................................................30
Gambar 9 : Diagram hasil angket analisis isu prioritas .............................32
Gambar 10 : Dokumentasi diskusi analisis APKL dengan rekan sejawat.33
Gambar 11: Analisis Tulang Ikan (fishbone) .............................................35
Gambar 12 : Diagram hasil angket analisis penyebab isu prioritas ..........36
Gambar 13 : Hasil diskusi dengan Kakom dan rekan sejawat tentang
penyebab utama isu prioritas ....................................................................37
Gambar 14 : Hasil angket analisis alternatif solusi ...................................41
Gambar 15 : Tangkapan layar mencari informasi tentang format RPP
terbaru .....................................................................................................112
Gambar 16 : Perbedaan format RPP yang lama dengan yang terbaru ..115
Gambar 17 : Konsultasi dengan Kepala Sekolah ...................................118
Gambar 18 : Draft RPP dengan format terbaru ......................................120
Gambar 19 : Lembar pengesahan RPP..................................................122
Gambar 20 : Tampilan awal video pembelajaran....................................127
Gambar 21 : Tampilan awal laman web pembelajaran...........................129
Gambar 22 : Diskusi dengan Kakom dan rekan sejawat terkait konten
video dan website ...................................................................................131
Gambar 23 : Konsultasi dengan Kepala Sekolah mengenai konten video
dan website .............................................................................................134
Gambar 24 : Perbaikan dari hasil diskusi terhadap konten video ...........136
Gambar 25 : Proses unggah soal dan LKPD pada website....................141
Gambar 26: Diskusi dengan Kakom terkait draft soal pretest, post test,
dan LKPD................................................................................................143
Gambar 27 : Dokumen presentasi pembagian kelompok belajar ...........157
Gambar 28 : Dokumen penugasan pembuatan aplikasi dan video tutorial
................................................................................................................159
Gambar 29 : Pemantauan progres penegrjaan tugas melalui website ...162
Gambar 30 : Data hasil perolehan nilai Pretest dan Post Test ...............218
Gambar 31 : Data perbandingan hasil Pretest dan Post test pelaksanaan
pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi android...............................219

xi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Bukti belajar kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS......236

xii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5

Tahun 2014, Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN
adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. ASN
sebagai profesi berlandaskan pada prinsip nilai dasar, kode etik dan
kode perilaku, komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada
pelayanan publik, kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang
tugas, dan kualifikasi akademik. Dalam upaya menyelesaikan
Pelatihan Dasar CPNS yang memiliki tujuan untuk membangun nilai
– nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), dan
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang seorang ASN.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun
2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dimana masa
percobaan merupakan masa prajabatan yang dilaksanakan melalui
proses Pendidikan dan pelatihan. Kemudian hal ini juga diperkuat
dengan peraturan dari Berdasarkan Keplan No.13/K.1/PDP.07/2022
tujuan dari diselenggarakannya pelatihan dasar adalah untuk
mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara
terintegrasi. Pelatihan dasar ini juga dilakukan untuk membangun
kompetensi yang diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan
sikap perilaku bela negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS
dalam melaksanakan tugas jabatannya, mengaktualisasikan
kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia, dan menunjukkan penguasaan Kompetensi

13

Teknis yang dibutuhkan sesuai bidang tugas serta mewujudkan
SMART ASN. Sementara terintegrasi berarti penyelenggaraan
Pelatihan Dasar CPNS memadukan antara pelatihan klasikal dan non
klasikal; dan Kompetensi Sosial Kultural dengan Kompetensi Bidang.
Berdasarkan hal tersebut, sudah sepatutnya seorang ASN untuk
melaksanakan peran dan kedudukannya serta mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar terutama dalam instansi tempatnya bekerja dan
dalam kehidupannya sehari – hari.

Penulis bertugas di SMK Negeri 50 Jakarta yang juga
melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh. Dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran secara jarak jauh tak lepas
dari mekanisme pembelajaran juga diatur dalam Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun
2018 mengenai Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan
Pengawas yaitu pada pasal 3 ayat 1 dijelaskan mengenai uraian
tugas yang dilaksanakan oleh Guru antara lain merencanakan
pembelajaran atau pembimbingan, melaksanakan pembelajaran dan
pembimbingan, menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan,
membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas
tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai
dengan Beban Kerja Guru.

Bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pendidikan merupakan
sektor yang mendapat perhatian penting. Salah satunya adalah untuk
mewujudkan misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang pertama
yaitu “Menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya,
dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang
kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan
dan memanusiakan.” Misi tersebut bisa diwujudkan melalui tugas
Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tertulis di
Peraturan Gubernur Nomor 277 tahun 2016 tentang Organisasi dan

14

Tata Kerja Dinas Pendidikan yaitu pelaksanaan pendidikan
prasekolah, dasar, menengah, luar biasa, pendidikan non formal dan
informal. Namun, kondisi pandemi Covid-19 memiliki dampak yang
besar bagi sektor Pendidikan. Selama pandemi berlangsung, proses
kegiatan belajar mengajar berubah menjadi pembelajaran jarak jauh
atau sering disebut pembelajaran daring. Para siswa yang biasanya
menerima materi langsung di sekolah, harus mulai terbiasa belajar
dari rumah. Pergantian proses dari proses kegiatan pembelajaran ini
ternyata memiliki dampak terhadap capaian hasil belajar siswa yang
cenderung menurun.

Berdasarkan data rata – rata capaian hasil belajar peserta didik
dalam mata pelajaran Pemrograman Dasar di kelas X, persoalan
rendahnya hasil belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh
merupakan isu yang terkait tusi utama peserta yang perlu untuk
segera diselesaikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil
penilaian tengah semester ganjil dan penilaian akhir semester ganjil
serta pada penilaian tengah semester genap pada mata pelajaran
Pemrograman Dasar didapatkan hasil rata rata capaian kelas tidak
mencapai KKM. Data Hasil rata – rata dapat dilihat pada tabel berikut
ini.

Tabel 1: Rata – Rata Capaian Hasil Belajar

Rata – Rata Capaian Hasil Belajar

PTS Ganjil PAS Ganjil PTS Genap

73.88 73.16 73.93

Sumber : Rekapitulasi Nilai PTS dan PAS

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Pemrograman

Dasar di SMK Negeri 50 Jakarta adalah 75. Dari hasil tabel

menunjukkan bahwa rata – rata hasil belajar peserta didik masih

dibawah standar KKM. Data pada tabel ini merupakan hasil murni

yang belum dilakukan pengayaan dan remedial terhadapnya, namun

15

persoalan rendahnya hasil belajar peserta didik di kelas X Multimedia
ini perlu mendapat perhatian.

Maka dari itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang dapat
membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga dapat
berpengaruh pada capaian hasil belajar peserta didik kelas X pada
mata pelajaran Pemrograman Dasar. Salah satu strategi
pembelajaran yang dapat memfasilitasi hal tersebut adalah dengan
menggunakan media pembelajaran yang berbasis digital. Maka
penulis memilih judul yaitu “Peningkatan Nilai Belajar
Pemrograman Dasar Berbasis Digital Kelas X Multimedia SMK
Negeri 50 Jakarta”.

B. Tujuan Aktualisasi

Adapun tujuan dari pelaksanaan aktualisasi ini adalah sebagai
berikut:

1. Peserta dapat menerapkan dan mengimplementasikan wawasan
kebangsaan serta sikap dan prilaku bela Negara melakui
kegiatan aktualisasi di tempat kerja

2. Menerapkan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS
Ber-AKHLAK, seperti Berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif melalui
kegiatan aktualisasi di tempat kerja.

3. Mengimplementasikan peran dan kedudukan ASN melalui
kegiatan serta tahapan kegiatan sesuai dengan penerapan
Manajemen ASN dan Smart ASN yang telah direncanakan di
instansi tempat bertugas.

4. Memberikan pelayanan maksimal dalam meningkatkan nilai
tematik peserta didik dengan menerapkan pembelajaran
demonstrasi Pemrograman Dasar berbasis digital.

16

5. Melaksanakan poin 1, 2 dan 3 secara terus menerus dan
bekelanjutan.

C. Manfaat Aktualisasi

Manfaat pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS adalah
sebagai berikut:

1. Bagi penulis:
Dapat menerapkan nilai - nilai dasar BerAKHLAK yaitu Berorientasi
Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan
Kolaboratif dalam bekerja dan dalam kehidupan sehari – hari.

2. Bagi peserta didik: selama
Dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
pembelajaran mata pelajaran Pemrograman Dasar.

3. Bagi sekolah:
Dapat memberikan konstribusi terhadap pencapaian visi, misi, dan
tujuan organisasi serta memperkuat nilai-nilai budaya organisasi di
sekolah.

17

BAB II
PROFIL INSTANSI LOKUS AKTUALISASI

A. Visi Misi Organisasi

Sesuai Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Tahun 2017 - 2022 bahwa Visi dan Misi Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta yaitu :

Visi

“Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam
mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua.”

Misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu :

1. Menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya, dengan

memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang kreativitas

melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan dan

memanusiakan.

2. Menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum

melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan

kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial, percepatan

pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta

perbaikan pengelolaan tata ruang.

3. Menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya,

mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota

dan warga, secara efektif, meritokratis dan berintegritas.

4. Menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata

kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial.

5. Menjadikan Jakarta ibukota yang dinamis sebagai simpul

kemajuan Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan dan

kebhinekaan.

18

B. Nilai-nilai Organisasi

Sesuai Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor
54 tahun 2020 tentang budaya kerja:

1. Berintegritas yaitu keselarasan antara perkataan dan perbuatan
dengan memegang teguh prinsip, aturan dan norma yang berlaku
meliputi perilaku, jujur dapat dipercaya, konsisten, berani
menegakkan kebenaran, tulus melayani, memenuhi komitmen dan
berdedikasi tinggi.

2. Kolaboratif yaitu bekerja sama dengan seluruh pemangku
kepentingan untuk mencapai tujuan bersama dengan membentuk
tim dan membangun kemitraan yang efektif meliputi perilaku saling
percaya, saling menghormati, aktif dalam perbincangan tematik,
produktif, kreatif menangani konflik dan mampu melakukan
coaching dan mentoring.

3. Akuntabel yaitu melaksanakan pekerjaan secara tuntas dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan target kinerja meliputi
perilaku bertanggung jawab, professional, transparan, cermat
dalam bertindak dan dapat diandalkan.

4. Inovatif menciptakan gagasan pembaharuan untuk meningkatkan
mutu layanan melalui evaluasi, pemecahan masalah dan perbaikan
secara terus menerus meliputi perilaku meliputi menyukai
tantangan dan rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir di luar
kebiasaan, kreatif dan visioner, terbuka terhadap masukan/kritik
dan mampu menciptakan ide-ide baru yang orisinal.

5. Berkeadilan yaitu kepedulian/kepekaan untuk memastikan hak
berbagai pihak dapat terakomodasi meliputi perilaku objektif,
proporsional, mengedepankan kesetaraan, kesamaan hak dan
mendorong kemajuan bersama

C. Tugas Organisasi

19

Berdasarkan Peraturan Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Nomor 377 Tahun 2016 tentang Pembentukan, Organisasi Dan Tata
Kerja Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) terdapat tugas dan
fungsi dari SMK, diantaranya :

1. Pembimbingan, pengajaran dan/atau pelatihan teori dan praktik
kejuruan bagi peserta didik sesuai dengan kurikulum;

2. Pembimbingan dan pembinaan kompetensi non-akademik bagi
peserta didik;

3. Pengurusan sarana pendidikan dan bahan pengajaran yang
dipergunakan untuk proses belajar mengajar dan latihan praktik
kejuruan para peserta didik;

4. Penjajagan, perintisan, pelaksanaan dan pembimbingan hubungan
kerja sama dengan dunia usaha dan industri serta orang tua/wali
peserta didik dan masyarakat;

5. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan unit produksi;
6. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan terhadap Guru,

Tenaga Fungsional Kependidikan lainnya, Ketua Program Studi
Keahlian, Ketua Paket Keahlian, penanggung jawab ruang praktik,
Laboran, Pustakawan, Ketua Unit Produksi dan Tenaga Fungsional
Profesi lainnya;
7. Pelaksanaan konseling bagi para peserta didik;
8. Pengembangan Bursa Kerja Khusus;
9. Pengelolaan kepegawaian, keuangan dan barang SMKN;
10. Pelaksanaan pengelolaan prasarana, sarana dan fasilitas SMKN;
11. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan dan kerumahtanggaan
SMKN;
12. Pelaksanaan publikasi kegiatan dan pengaturan acara SMKN;
13. Pelaksanaan pengelolaan kearsipan, data dan informasi SMKN;
dan

20

14. Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi
SMKN.

D. Uraian/rincian Tugas Jabatan Peserta

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Pasal 3 dan 4 tentang
Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
Sekolah. Tugas dan fungsi guru adalah sebagai berikut:

1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
a. Pengkajian kurikulum dan silabus pembelajaran/
pembimbingan/ program kebutuhan khusus pada satuan
pendidikan;
b. Pengkajian program tahunan dan semester;
c. Pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran/
pembimbingan sesuai standar proses atau rencana
pelaksanaan pembimbingan.

2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan:
a. Pelaksanaan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
b. Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dipenuhi
paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam Tatap Muka per minggu
dan paling banyak 40 (empat puluh) jam Tatap Muka per
minggu.

3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan, yang merupakan
proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik pada aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.

4. Membimbing dan melatih peserta didik, yang dilakukan melalui
kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler.

5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan
kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru yang terkait
dengan pendidikan di satuan pendidikan meliputi
21

a. Wakil kepala satuan pendidikan;
b. Ketua program keahlian satuan pendidikan;
c. Kepala perpustakaan satuan pendidikan;
d. Kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi/ teaching

factori satuan pendidikan;
e. Pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang

menyelenggarakan pendidikan inklusif atau pendidikan
terpadu; atau
f. Tugas tambahan selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a
sampai dengan huruf e yang terkait dengan pendidikan di
satuan pendidikan, meliputi:
1) Wali kelas
2) Pembina Osis
3) Pembina Ekstrakurikuler
4) Koordinator PKG/PKB
5) Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1)
6) Penilai Kinerja Guru
7) Pengurus asosiasi profesi Guru
8) Tutor pada pendidikan Jarak Jauh pendidikan dasar dan

menengah

22

Gambar 1: Struktur Organisasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Sumber : Pergub No. 277 Tahun 2016

23

Struktur Organisasi SMK Negeri 50 J
Gambar 2 : Struktur Orga

24

Jakarta dapat dilihat pada gambar berikut.
anisasi SMK Negeri 50 Jakarta

BAB III

ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI

A. Identifikasi dan Analisis Isu Aktual
Berdasarkan Perditjen Dikdasmen No. 7/D.D5/KK/2018 tentang

Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah
Aliyah Kejuruan (MAK) kompetensi keahlian multimedia itu sendiri
terdiri dari beberapa dasar program keahlian yang dipelajari
diantaranya di kelas X siswa belajar mengenai Komputer dan Jaringan
Dasar, Sistem Komputer, Dasar Desain Grafis dan Pemrograman
Dasar. Kelas XI mulai memasuki kompetensi keahlian Multimedia yang
mempelajari Animasi dan Desain Grafis Percetakan. Sedangkan Kelas
XII kompetensi keahlian yang mempelajari tentang Teknik Pengolahan
Audio Video dan Desain Media Interaktif. Dari semua mata pelajaran
yang dipelajari siswa, penulis mendapati hasil belajar siswa yang
kurang di mata pelajaran pemrograman dasar. Penulis memahami
bahwa pada masa ini siswa mengalami peralihan proses pembelajaran
dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK). Tidak hanya proses pembelajaran tapi kondisi
psikologis siswa juga mengalami masa peralihan dari masa remaja
akhir menuju masa perkembangan dewasa awal. Siswa dituntut untuk
lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab atas segala tugas dan
pembelajarannya di sekolah. Ditambah lagi dengan adanya pandemi
Covid-19 yang menyebabkan siswa tidak dapat melakukan
pembelajaran secara tatap muka langsung di sekolah mengakibatkan
siswa harus belajar dari rumah.

Hambatan yang dihadapi tidak hanya kondisi jaringan internet yang
kurang memadai, namun kepemilikan gawai untuk praktikum siswa di
rumah pun juga kurang. Berbagai model dan media melalui jarak jauh
pun dikembangkan oleh banyak developer. Sebagai Guru produktif

21

mencoba aplikasi yang ringan yang bisa dipakai di rumah dan hanya
perlu diakses menggunakan Smartphone. Agar siswa dapat dengan
mudah mempraktikkannya di rumah tanpa kendala apapun.
1. Identifikasi Isu

Dari uraian tugas pokok guru yang tertuang dalam
Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban
Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, rancangan
aktualisasi ini disusun berdasarkan beberapa isu atau
permasalahan yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai
guru di SMK Negeri 50 Jakarta. Berikut beberapa uraian tugas
peserta yang memiliki isu permasalahan yaitu merencanakan
pembelajaran atau pembimbingan.

Berdasarkan isu dari masing-masing uraian tugas pokok guru
di atas, maka dilakukan identifikasi isu permasalahan dengan
mengkaitkan manajemen ASN dan Smart ASN pada tabel berikut
ini :

22

Tabel 2 : Identifikasi isu pe
Manajemen A

No Uraian Tugas Isu Deskripsi Keterkaitan

12 3 Manajemen ASN :
1 Merencanakan Pembelajaran Pengembangan karir AS
Pemrograman kompetensi penilaian kinerj
pembelajaran Dasar masing masing dengan
atau pelatihan di P2KPTK2 Jaka
pembimbingan

Smart ASN :

Profesionalisme guru

pembelajaran. Guru berper

materi pembelajaran yang

membimbing mereka dala

dimiliki. Diharapkan guru d

penggunaan perangkat lun

2 Merencanakan Pembelajaran Manajemen ASN :

pembelajaran Sistem Melakukan pengembanga

atau Komputer kualifikasi bidang keahlian

pembimbingan melalui pelatihan-pelatihan

Smart ASN :

Pengembangan dalam me

media pembelajaran secar

didik dalam menerima dan

3 Merencanakan Pembelajaran Manajemen ASN :

pembelajaran Komputer Dengan mempraktikkan ten

atau Jaringan dasar, praktik merakit kom

pembimbingan Dasar menyampaikannya dengan

23

ermasalahan dengan keterkaitan

ASN dan smart ASN

n dengan Mata Pelatihan Agenda 3 Data / Fakta / Output
Data
4
5
SN dilakukan berdasarkan kualifikasi,
ja yang mencerminkan kebutuhan instansi Rendahnya nilai belajar
n peningkatan kompetensinya melalui siswa dalam mata
arta Timur. pelajaran Pemrograman
Dasar dapat dilihat pada
merupakan unsur penting dalam gambar III.2
ran sebagai pendidik yang menyampaikan Berdasarkan data yang
g belum dipahami oleh peserta didik dan didapat dari jumlah 36
am pencapaian kompetensi yang harus peserta didik, sebanyak
dapat memberikan contoh salah satu fitur lebih dari 20 peserta
nak. didik masih belum
mencapai KKM dalm
an pada kompetensi sesuai dengan setiap penilaian (PH,
n dengan meningkatkan kompetensinya PTS, dan PAS)
n atau seminar tentang sistem komputer.
Berdasarkan hasil
enyajikan materi dengan memanfaatkan perolehan nilai Sistem
ra digital agar lebih memudahkan peserta Komputer, didapatkan
mengembangkan pembelajaran. sejumlah 83% peserta
sudah diatas KKM dan
ntang perangkat keras komputer jaringan 17% peserta didik yang
mputer, praktik menyusun jaringan dan belum mencapai KKM.
n mudah kepada peserta didik. Dapat dilihat pada
gambar persentase III.4

Berdasarkan hasil
perolehan nilai
Komputer jaringan dasar
didapatkan 86% peserta
didik sudah mencapai

No Uraian Tugas Isu Deskripsi Keterkaitan
12 3
Smart ASN :
4 Merencanakan Pembelajaran Pemanfaatan aplikasi deng
pembelajaran Dasar Desain jaringan dapat membantu d
atau Grafis secara virtual dan tetap da
pembimbingan meskipun terkendala denga
Manajemen ASN :
Pengembangan dalam de
diterapkan untuk desain s
dimanfaatkan juga untuk ke

Smart ASN :
Melakukan pengembanga
pelajaran desain grafis da
motivasi peserta didik dala

24

n dengan Mata Pelatihan Agenda 3 Data / Fakta / Output
Data
4
5
gan game merakit PC atau menyusun
dalam menyampaikan pembelajaran KKM dan 14% peserta
apat melaksanakan pembelajaran didik yang belum
an perangkat keras yang dimiliki. mencapai KKM. Hal ini
dapat dilihat pada
esain grafis yang dimiliki tentunya dapat gambar III.5
seperti poster atau spanduk yang dapat
egiatan acara sekolah. Berdasarkan hasil
perolehan nilai Desain
an materi dengan mengkaitkan mata Grafis didapatkan 97%
an kewirausahaan dapat lebih memacu peserta didik sudah
am kegiatan pembelajaran. mencapai KKM dan 3%
peserta didik yang
belum mencapai KKM.
Hal ini dapat dilihat pada
gambar III.5

Berikut ini adalah pemaparan dari beberapa isu yang terkait
dengan tugas dan fungsi guru :

a. Pembelajaran Pemrograman Dasar.
Berdasarkan hasil pengamatan saat proses

pembelajaran berlangsung, terdapat penurunan hasil belajar
selama pembelajaran jarak jauh. Pada mata pelajaran
Pemrograman Dasar di kelas X Multimedia, nilai yang
dihasilkan dari Rata – Rata Penilaian Tengah Semester
Ganjil, Penilaian Akhir Semester Ganjil, dan Penilaian
Tengah Semester Genap di bawah KKM yang telah
ditentukan, yaitu 75.

PTS GENAP
PAS GANJIL
PTS GANJIL

70 71 72 73 74 75

PTS GANJIL PAS GANJIL PTS GENAP
73.15 73.93
Series1 71.92

Gambar 3 : Rata – rata hasil capaian belajar siswa (PTS dan PAS)
pada mata pelajaran Pemrograman Dasar

Tabel tersebut menunjukkan rata – rata nilai PTS dan
PAS siswa masih di bawah KKM yaitu 75. Pada tabel rata-
rata nilai PTS dan PAS peserta didik kelas X Multimedia
tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Faktor internal yang
datang dari diri sendiri yakni kurangnya minat belajar siswa
saat pembelajaran jarak jauh. Jumlah siswa yang belum KKM
dapat dilihat pada tabel berikut ini.

25

Gambar 4 : Hasil rekap ujian Daring Pemrograman Dasar
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi siswa

dalam pembelajaran adalah kurangnya perhatian orang tua
saat pembelajaran jarak jauh, sarana dan prasarana yang
kurang memadai selama di rumah, serta materi yang sulit
dipahami jika belajar sendiri di rumah. Sehingga dari berbagai
faktor-faktor di atas dapat mempengaruhi rendahnya hasil
belajar peserta didik. Untuk persentase siswa yang belum
KKM dapat dilihat pada gambar berikut ini.

26

Hasil Ulangan Harian Siswa

KKM
36%

Belum
KKM
64%

Gambar 5 : Persentase perolehan KKM dan Belum KKM mata
pelajaran Pemrograman Dasar

Data tersebut diambil dari hasil ulangan harian siswa,
dimana masih banyak siswa yang hasil pembelajarannya di
bawah KKM. Berdasarkan data tersebut, hasil belajar yang
rendah menunjukan bahwa dalam proses pembelajaran yang
telah dilakukan belum ideal. Kompetensi profesional seorang
guru berupa penggunaan media yang tepat untuk digunakan
oleh peserta didik dan kompetensi pedagogis seorang berupa
penguasaan guru dalam menyampaikan materi menjadi lebih
mudah dipahami oleh peserta didik. Apabila ini dilakukan
dengan baik maka peserta didik dapat mencapai tujuan
pembelajaran serta mendapat hasil belajar yang lebih baik.

b. Pembelajaran Sistem Komputer
Dalam pembelajaran Sistem Komputer peserta didik

mempelajari tentang gerbang logika. Dimana gerbang logika
disini merupakan dasar dari program mikrokontroller.
Mikrokontroller adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai
pengontrol rangkaian elektronik dan dapat menyimpan
program dari CPU (Central Processing Unit), Input- output
dalam sebuah komputer.

27

Untuk mempelajari Sistem Komputer dibutuhkan logika
berpikir dan mengenali proses konversi bilangan, yang juga
merupakan dasar dari gerbang logika. Setelah dilakukan
survey siswa kelas X Multimedia, maka diperoleh hasil bahwa
peserta didik dapat memahami teori Sistem Komputer selama
pembelajaran jarak jauh berlangsung. Hal ini dikarenakan
peserta didik dapat melihat banyak contoh materi melalui
internet dan video pada youtube.

Persentase siswa KKM dan Belum KKM

17% BELUM KKM
83% KKM

Gambar 6 : Persentase perolehan nilai KKM dan Belum KKM
Sistem Komputer

Dari gambar diatas terdapat 83% peserta didik sudah
mendapat nilai di atas KKM selama Pembelajaran Jarak Jauh
berlangsung. Hal ini disebabkan karena dengan pemberian
Latihan soal dan mencontohkan proses menghitung konversi
bilangan dan proses pembuatan gerbang logika peserta didik
dapat mempelajari secara mandiri.

c. Pembelajaran Komputer Jaringan Dasar

Komputer Jaringan Dasar merupakan salah satu dasar
pembelajaran pada kompetensi keahlian teknologi (TKJ,
RPL, dan Multimedia). Hal ini dikarenakan peserta didik akan
mempelajari tentang pengenalan perangkat keras komputer,
merakit komputer, instalasi sistem operasi komputer, instalasi

28

software, instalasi jaringan. Diharapkan setelah mempelajari
dan memahami kegiatan tersebut peserta didik dapat
melamar pada perusahaan dengan pekerjaan sebagai IT
support pada sebuah perusahaan. Namun untuk lebih
spesifik dan detail pembelajaran Komputer Jaringan Dasar ini
lebih mengacu kepada kompetensi keahlian TKJ.

Sedangkan untuk peserta didik multimedia lebih
dimanfaatkan kepada proses instalasi sistem operasi atau
software aplikasi yang dibutuhkan dalam pembelajaran
multimedia. Dan multimedia lebih identic dengan
pembelajaran dasar desain grafis atau pemrograman dasar
dalam pengembangannya. Namun tetap saja ini menjadi
dasar keahlian yang harus dimiliki oleh peserta didik jurusan
teknologi komputer.

Kendala yang dihadapi selama mengajar mata pelajaran
Komputer Jaringan Dasar kepada peserta didik juga pada
peralatan perangkat praktikum jaringannya. Namun hal ini
tidak terlalu menjadi serius, dikarenakan sudah banyak
aplikasi simulator dan tutorial dalam mempraktikkannya.
Dapat dilihat juga pada hasil belajar peserta didik yang lebih
banyak yang memiliki nilai di atas KKM. Hal ini dapat dilihat
pada perolehan nilai Komputer Jaringan Dasar peserta didik.

Persentase siswa KKM dan Belum KKM

14% BELUM KKM
86% KKM

29

Gambar 7 : Persentase perolehan nilai KKM dan Belum
KKM Komputer Jaringan Dasar

Berdasarkan diagram didapatkan bahwa persentase
peserta didik yang belum KKM berjumlah 14% dimana hanya
ada 5 peserta didik yang masih di bawah KKM dan dapat
dilakukan remedial untuk materi yang belum dikuasai oleh
peserta didik tersebut.

d. Pembelajaran Dasar Desain Grafis

Dasar Desain Grafis adalah pembelajaran paling dasar
dalam proses pengenalan warna, Teknik menggunakan
garis, bentuk, dan komposisinya dalam sebuah gambar.
Namun dalam mempraktikkan komposisi gambar tidak hanya
membutuhkan kertas, pulpen, garis, ataupun pensil warna.
Siswa harus bisa mempraktikkannya dengan menggunakan
laptop dan ada aplikasi yang harus dipelajari tools dan menu
di dalamnya untuk bisa membuat sebuah komposisi gambar
yang baik.

Persentase siswa KKM dan Belum KKM

3% BELUM KKM
97% KKM

Gambar 8: Persentase perolehan nilai KKM dan Belum
KKM Dasar Desain Grafis

Bagi sebagian peserta didik memiliki laptop untuk
menunjang pembelajarannya sangatlah berat. Dikarenakan

30

kondisi ekonomi dan juga mahalnya harga laptop yang ada di
pasaran. Serta spesifikasi laptop yang dibutuhkan untuk
pembelajaran Multimedia dengan spesifikasi tinggi, sehingga
laptop yang dipakai memiliki harga yang cukup mahal. Hal ini
mengakibatkan selama pembelajaran jarak jauh peserta didik
yang tidak memiliki laptop terkendala untuk pembelajaran
praktik. Namun hal ini masih bisa diatasi dengan
pemanfaatan smartphone yang dimiliki peserta didik. Karena
sudah dipraktikkan peserta didik dapat menghasilkan karya
desain grafis dengan memanfaatkan aplikasi desain grafis
pada smartphonenya.

2. Analisis Isu Aktual dan Menentukan Isu Prioritas

Penetapan isu dilakukan melalui analisis isu dengan
menggunakan model Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak
atau yang disebut APKL. Analisis APKL adalah salah satu teknik
scoring dalam penentuan prioritas isu dengan skala penilaian
yaitu 1 - 5.

Untuk mendapatkan data pada analisis isu menggunakan

APKL, langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan Focuss

Group Discussion (FGD) untuk merumuskan isu dan membuat

angket analisis isu melalui google form . Pilihan angka

menggunakan Skala Likert 1 - 5 dengan keterangan: 1 (tidak

setuju), 2 (kurang setuju), 3 (cukup setuju), 4 (setuju), 5 (sangat

setuju). Alasan penulis menentukan angka dengan metode

tersebut adalah agar mempermudah rekan guru menjawab

angket tersebut dan mempermudah penulis untuk mendapatkan

data yang konkrit. Berikut link google form untuk melihat angket

pengisian analisis APKL

31

https://forms.gle/7qU6mDNdr4p15CcCA, sedangkan hasil olah
data angket dapat ditampilkan pada gambar berikut.

Analisis Isu Prioritas

60 PKL Pembelajaran
50 Pemrograman Dasar
40 Pembelajaran Sistem
30 Komputer
20 Pembelajaran Komputer
10 Jaringan Dasar
Pembelajaran Dasar
0 Desain Grafis
A

Gambar 9 : Diagram hasil angket analisis isu prioritas

Berdasarkan identifikasi hasil angket dari beberapa isu
masalah di atas, maka langkah selanjutnya adalah dianalisis
dengan menggunakan tabel analisis masalah dengan APKL
(Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak). Dan hasil dari
olah data diatas dihasilkan sebagaimana tabel berikut ini.

Tabel 3: Analisis isu menggunakan APKL

No Isu Kriteria Total Rank

A PK L

1. Pembelajaran 5 5 5 5 20 I
Pemrograman Dasar

2. Pembelajaran Sistem 3 3 3 4 13 III
Komputer 4 4 3 3 14 II
2 3 4 3 12 IV
3. Pembelajaran Komputer
Jaringan Dasar

4. Pembelajaran Dasar
Desain Grafis

Keterangan: 1 tidak setuju, 2 kurang setuju, 3 cukup setuju, 4 setuju, 5
sangat setuju.

32

Berdasarkan analisis APKL isu yang terpilih adalah
Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran jarak jauh
mata pelajaran Pemrograman Dasar. Adapun bukti hasil analisis
APKL tersebut diperkuat dengan hasil diskusi dengan rekan
sejawat seperti pada dokumentasi gambar berikut ini.

Gambar 10 : Dokumentasi diskusi analisis APKL dengan
rekan sejawat

Setelah dilakukan analisis APKL dengan menggunakan
angket via googleform, maka selanjutnya penulis melakukan
penilaian terhadap kualitas isu tersebut yang dibuat dalam tabel
berikut ini.

Tabel 4 : Penilaian kualitas Isu

No Analisis APKL Kualitas Isu Data/Fakta/sumber
Rata – Rata hasil PTS
1. Aktual: Benar- Pembelajaran jarak dan PAS siswa kelas X
benar terjadi jauh (PJJ) yang Multimedia Jakarta pada
dan dilakukan oleh mata pelajaran
sedang hangat peserta didik yang Pemrograman Dasar
dibicarakan disebabkan oleh yang masih dibawah
pandemi Covid-19, KKM
menyebabkan
menurunnya hasil Bukti data terlampir pada
belajar peserta didik lampiran 1 dan lampiran
dan tidak produktif 6.

33

No Analisis APKL Kualitas Isu Data/Fakta/sumber
Hal ini dapat dilihat
2. Problematik: Permasalahan pada Penilaian Harian yang
Isu yang isu ini apabila tidak telah dilakukan pada
memiliki segera diatasi dan mata pelajaran
dimensi ditindaklanjuti dapat Pemrograman Dasar
masalah mengakibatkan kelas X Multimedia
kompleks, menurunnya kualitas Jakarta dan
sehingga kognitif dan target menghasilkan rata-rata
perlu pencapaian nilai
dicarikan kompetensi yang dibawah nilai KKM.
solusinya tidak maksimal.
Bukti data terlampir pada
3. Kekhalayaka Isu mengenai lampiran 1 dan lampiran
n: Isu yang rendahnya hasil 6.
menyangkut belajar peserta didik
hajat hidup selama PJJ dialami Pada artikel yang
orang banyak oleh seluruh peserta dilansir oleh
didik di Indonesia. Medcom.id dengan
4. Layak: Hal ini disebabkan judul Survei IDEAS
Isu yang oleh ketidaksiapan beberkan Fakta
masuk akal perangkat, psikologi penurunan kualitas
dan realistis peserta didik, Pendidikan selama
serta relevan kondisi lingkungan PJJ.
untuk di rumah yang tidak https://www.medcom.id/p
dimunculkan mendukung endidikan/news-
inisiatif pembelajaran di pendidikan/ybJOvLWk-
pemecahan rumah survei-ideas-beberkan-
masalahnya fakta-penurunan-kualitas-
Isu ini layak untuk pendidikan-selama-pjj
dicarikan gagasan
pemecahan Daftar nilai rekapitulasi
masalahnya karena PTS dan PAS kelas X
jika dibiarkan akan Multimedia dalam mata
menurunkan kualitas pelajaran Pemrograman
pembelajaran Dasar.
peserta didik.
Bukti data terlampir pada
lampiran 1 dan lampiran
6.

Berdasarkan analisa diatas maka rumusan isu prioritas adalah
“Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran
Pemrograman Dasar”.

B. Keterkaitan Penyebab Isu dengan Kedudukan dan Peran PNS untuk
Mendukung Terwujudnya Smart Governance

34

Berdasarkan analisa di atas, maka rumusan isu prioritas adalah
rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran jarak jauh mata
pelajaran Pemrograman Dasar. Selanjutnya kemudian penulis bersama
dengan rekan sejawat berdiskusi pada Focus Group Discussion (FGD)
mengidentifikasi akar penyebab masalah isu yang diangkat
menggunakan metode Tulang Ikan (Fish Bone). Isu prioritas ini muncul
karena beberapa penyebab isu sebagai berikut:
a. Pendidik kurang update terhadap perkembangan aplikasi

pembelajaran
b. Pembelajaran dilaksanakan dengan metode konvensional
c. Evaluasi pembelajaran kurang variatif
d. Belum maksimalnya penggunaan media pembelajaran
e. Terbatasnya perangkat yang dimiliki peserta didik

Gambar 11: Analisis Tulang Ikan (fishbone)

35

Setelah penyebab-penyebab isu yang diketahui, selanjutnya
dilakukan penapisan kembali untuk menentukan penyebab isu utama
yang akan dicari solusinya. Metode yang digunakan adalah metode
USG (Urgency, Seriousness and Growth) melalui google form yang diisi
oleh rekan sejawat. Berikut adalah link google form untuk analisis
penyebab isu dengan metode USG
https://forms.gle/6XEeDB4JkeHZAMwT6. Dan dari hasil angket
tersebut dapat dilihat pada diagram dibawah ini.

Analisis Penyebab Isu (USG)

6

5

4

3

2

1

0

PENDIDIK PEMBELAJARAN EVALUASI BELUM TERBATASNYA
KURANG UPDATE DILAKSANAKAN PEMBELAJARAN MAKSIMALNYA PERANGKAT
TERHADAP DENGAN KURANG PENGGUNAAN YANG DIMILIKI
PERKEMBANGAN METODE VARIATIF MEDIA PESERTA DIDIK
APLIKASI KONVENSIONAL PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN

USG

Gambar 12 : Diagram hasil angket analisis penyebab isu prioritas

Dihasilkan bahwa penyebab isu prioritas dari rendahnya hasil
belajar peserta didik kelas X Multimedia adalah belum maksimalnya
penggunaan media pembelajaran.

36

Gambar 13 : Hasil diskusi dengan Kakom dan rekan sejawat
tentang penyebab utama isu prioritas

Berikut adalah hasil rekap angka analisis penyebab isu prioritas
menggunakan Model USG.

Tabel 5 : Analisis Masalah Penyebab Isu Prioritas menggunakan USG

Isu Kriteria

No U S G Total Rank

Pendidik kurang update

1 terhadap perkembangan aplikasi 4 3 4 11 2

pembelajaran

2 Pembelajaran dilaksanakan 324 9 3
dengan metode konvensional

3 Evaluasi pembelajaran kurang 223 7 5
variatif

4 Belum maksimalnya penggunaan 5 4 4 13 1
media pembelajaran

5 Terbatasnya perangkat yang 332 8 4
dimiliki peserta didik

Keterangan: 1 Sangat Rendah, 2 Rendah, 3 Sedang, 4 Tinggi, 5 sangat Tinggi.
37

Berdasarkan analisis penyebab masalah dengan menggunakan
teknik fishbone, ditemukan beberapa faktor penyebab masalah yang
memiliki keterkaitan dengan peran dan kedudukan ASN, sebagai
berikut

1. Manajemen ASN
Berdasarkan beberapa faktor di atas terdapat nilai-nilai yang

behubungan dengan Manajemen ASN, antara lain :

a. Pelayanan Publik
Dengan terus memperbaharui informasi mengenai

perkembangan teknologi terkini, mempelajari teknologi tersebut
dan menerapkannya dalam pembelajaran merupakan sebuah
pemberian pelayanan yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik
kepada peserta didiknya. Sehingga pembelajaran yang dilakukan
pun akan berkembang dengan memanfaatkan teknologi untuk
digunakan dalam pembelajaran, maka pembelajaran akan menjadi
terbaharui dan diharapkan peserta didik akan lebih bersemangat
mencoba hal baru dalam kegiatan pembelajarannya.
b. Berkinerja

Mengupayakan solusi terbaik dari kendala yang dihadapi oleh
peserta didik selama pembelajaran merupakan bentuk kinerja
seorang pendidik dalam memaksimalkan penggunaan media yang
dimiliki oleh peserta didik.

2. SMART ASN
Berdasarkan beberapa faktor di atas terdapat nilai-nilai yang
behubungan dengan Manajemen ASN, antara lain :

a. Literasi Digital
Perkembangan teknologi yang sangat cepat membutuhkan

kemampuan literasi digital yang baik, agar pendidik dan peserta

38

didik khususnya pada kompetensi keahlian bidang teknologi tidak
ketinggalan perkembangan teknologi terkini. Dengan
memperbaharui informasi teknologi maka seorang pendidik mampu
menerapkan Smart ASN literasi digital dalam kegiatan
mengajarnya.
b. Profesionalisme

Penggunaan media pembelajaran yang variatif dapat
memberikan semangat baru bagi peserta didik, karena dapat
mencoba hal baru dalam pembelajarannya. Dengan
memperbaharui seluruh aspek pembelajaran pendidik dapat
dikatakan telah menerapkan kompetensi professional guru dan
Smart ASN bidang profesionalisme.

Selanjutnya setelah penyebab utama isu didapatkan harus segera
diatasi karena sangat berkaitan dengan kewajiban Pendidik dalam
melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab. Sesuai
dengan tugasnya yaitu Pendidik sebagai perencana, pelaksana, dan
pengawas dalam kegiatan belajar mengajar di kelas tentunya memiliki
andil yang besar dalam ketercapaian kemampuan peserta didik di
kelas. Pendidik harus mengevaluasi bagaimana kemampuan mengajar
di kelasnya apabila kemampuan tersebut belum dirasa maksimal maka
Pendidik harus mencari solusi agar adanya peningkatan kemampuan
tersebut dan dapat meningkatkan kualita mengajarnya. Serta dapat
pula meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik.

Jika isu prioritas ini tidak segera diselesaikan maka akan
menyebabkan hal-hal sebagai berikut :

a. Bagi Sekolah
1) Kualitas sekolah menurun
2) Belum optimalnya pembelajaran di sekolah

b. Bagi Peserta Didik

39

1) Peserta Didik belum mencapai kompetensi yang ditargetkan
2) Peserta Didik tidak dapat memahami materi secara optimal
3) Ketercapaian nilai belajar menjadi rendah
c. Bagi Pendidik
1) Pendidik belum memenuhi kategori Pendidik profesional

sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang
2) Belum terpenuhinya layanan yang berkualitas terhadap Peserta

didik
3) Pendidik belum berkontribusi maksimal pada target sekolah yang

terdapat pada visi dan misi sekolah.
C. Alternatif Pemecahan Masalah sebagai Gagasan Kreatif

Setelah mendapat faktor utama penyebab isu utama yaitu belum
maksimalnya penggunaan media pembelajaran. Kemudian langkah
selanjutnya adalah menentukan penyelesaian isu rendahnya hasil
belajar mata pelajaran Pemrograman Dasar. Beberapa alternatif
solusi untuk membantu dalam penyelesaian masalah yang dihadapi
antara lain:

1. Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi android

2. Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi web

3. Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi desktop

Dari ketiga alternatif solusi tersebut, penulis dan rekan sejawat
menganalisa masing – masing alternatif tersebut agar mendapat
alternatif solusi terbaik. Dalam menentukan penyelesaian isu tersebut,
menggunakan model MCNAMARA. Model ini merupakan model
penilaian dengan teknik scoring dengan skala 1 - 5 untuk masing -
masing parameternya.

Parameternya yaitu Kontribusi, Biaya dan Kelayakan. Untuk
mendapatkan data analisis penyebab isu prioritas, langkah yang

40

dilakukan adalah membuat angket penyebab isu prioritas melalui
googleform yang diisi oleh rekan guru Mata Pelajaran Pemrograman
Dasar dengan link https://forms.gle/EGTNR4E1H1bN3BoG6 seperti
pada gambar berikut.

ANALISIS ALTERNATIF ISU (MC
NAMARA)

Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi android
Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi web
Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi desktop

5 4 4
4 3 4
3 3

2

KONTRIBUSI BIAYA KELAYAKAN

Gambar 14 : Hasil angket analisis alternatif solusi
Berikut adalah tabel hasil rekap penentuan alternatif gagasan.

Tabel 6 : Analisa Tapisan Mc Namara untuk menentukan Alternatif Solusi Prioritas

No Alternatif Solusi Tapisan MCNAMARA Total Rank
Penyelesaian Isu Kontribusi Biaya Kelayakan

Pembelajaran

1 demonstrasi 5 4 4 13 1
dengan aplikasi

android

Pembelajaran

2 demonstrasi 4 3 4 11 2
dengan aplikasi

web

Pembelajaran

3 demonstrasi 2 3 3 83
dengan aplikasi

desktop

41

Berdasarkan Analisa tapisan Mc Namara untuk menentukan
solusi prioritas, maka gagasan penyelesaian isu yang terpilih adalah
Pembelajaran demonstrasi dengan aplikasi android. Gagasan ini
sebagai pemecahan Isu yang akan dilanjutkan untuk menyusun
rancangan aktualisasinya.

Sebagai seorang pendidik pastinya akan selalu berupaya untuk
peserta didik mencapai target kompetensi yang harus dimiliki olehnya.
Bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan mereka dituntut tidak
hanya memahami secara teori dari kompetensi yang mereka pelajari,
tetapi juga harus dapat mempraktikkan kompetensi tersebut dan
menjadi bagian dari Hard Skill. Dan hal ini juga diatur dalam Undang-
Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, ASN berfungsi
sebagai pelaksana kebijakan publik, ASN sebagai pelayan publik, dan
ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Pelaksana kebijakan
publik disini berarti sebagai guru yang bertugas merencanakan
pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran dengan pelayanan
yang maksimal, salah satunya melalui peningkatan pembelajaran
peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran berbasis
digital yaitu kombinasi antara aplikasi Easy Coder : Learn Java App,
Genial.ly, live worksheet dan Youtube dengan menerapkan model
pembelajaran Project Based Learning. (what)

Dengan memilih kombinasi berbagai macam media pembelajaran
berbasis digital ini diharapkan sebagai guru harus bisa menerapkan
profesionalisme dalam penggunaan media pembelajaran yang adaptif
atau sesuai dengan keadaan saat ini. Serta penyesuaian dengan
sistem pembelajaran jarak jauh yang diakibatkan oleh Pandemi Covid
19. Guru harus lebih cekatan dalam mencari solusi dan membuat
pembelajaran tetap efektif dan menarik. Penggunaan media
pembelajaran berbasis digital ini dinilai akan lebih efektif untuk

42


Click to View FlipBook Version