The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erpitriyanti, 2022-10-03 22:25:46

teknologi animasi

teknologi animasi

Teknologi Animasi

12. Appeal

Appeal adalah daya tarik, animasi
yang dibuat harus mempunyai daya
tarik agar penonton pertama kali
melihat ingin mengetahuinya sampai
akhir

I. Pendalaman

1. Buatlah cerita pendek dan ten-
tukan karakternya !

2. Buatlah model sheet dari karakter
tersebut dengan pertimbangan

a. 3 tampak

b. Keterangan warna

c. Gambar ekspresi karakter (su-
sah, sedih, senang, terkejut
dan lain-lainnya

3. Buatlah story boardnya !

4. Buatlah lay outnya !

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 175

Teknologi Animasi

BAB XII
MENGGAMBAR
BACKGROUND

A. Persiapan alat dan bahan B. Background

Alat dan Bahan yang digunakan Background bisa diartikan dengan
dalam proses menggambar back- lokasi dan setting dalam semua
ground dan layouting adalah; tampilan suatu kegiatan berlangsung
secara luas tidak hanya difilm tapi
1. Alat dalam pementasan drama, fotografi,
a. Meja gambar maupun dalam dunia entertaintmen
b. Meja animasi dengan light box (hiburan). Background menduduki
c. Lampu baca tempat yang sangat vital titak jarang
d. Kuas, ukuran #3, #4, dan #6, kuas dalam dunia film layar lebar menge-
luarkan dana yang sangat besar demi
medium dan detail kecil ukuran 1 menunjang adegan tokoh berlang-
1/2" untuk bidang luas sung. Secara umum background
e. Palet, tempat melakukan mixing dibuat secara sederhana atau rumit
warna sesuai dengan naskah dan tujuan
f. Pensil tipe 2B, B, HB, 6B cerita yang dibuat (Gambar: 12.1
g. Rautan, sebagai peruncing pensil A,B).
h. Penghapus
i. Pelubang kertas, digunakan untuk
lubang kertas animasi
j. Pegbars
k. Komputer yang dilengkapi dengan
software pewarnaan digital (pho-
toshop).

2. Bahan

a. Cat, digunakan untuk pewarnaan
dengan teknik manual. Diharap-
kan menggunakan cat air karena
dapat digunakan dengan teknik
transparansi maupun opaque,
tetapi juga diperbolehkan meng-
gunakan cat poster.

b. Kertas animasi/cell, sebagai ba-
han untuk menggambar.

Gambar: 12.1 A, B
Background disesuaikan dengan suasana

dan alur cerita

176 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar background adalah sebuah perhatian gambar background ditam-
karya seni yang digunakan sebagi pilkan dengan lebih kuat.
latar belakang dari sebuah scene 1. Background dalam animasi
atau adegan animasi 2D. Gambar Dalam dunia animasi perancangan
diletakkan di bawah animasi sel secara keseluruhan background dibu-
sehingga obyek animasi sel tampak at berdasarkan naskah dalam cerita,
bergerak di atas lebih dari satu layer secara khusus memerlukan porsi
dapat diletakkan di atas gambar tersendiri, pekerjaan ini memerlukan
background untuk menghasilkan ani- orang khusus yang disebut (back-
masi yang lebih detail. ground artist). Pembuatan detail ukur-
an dan rancangan background secara
Terdapat beberapa tahapan dalam keseluruhan disesuaikan dengan ka-
menggambar background. Bagian rakter, khususnya dalam perban-
penting dari tahap tersebut adalah dingan ukuran, begitu juga dalam
tahap membuat Key Backgrounds, pewarnaan secara keseluruhan
yaitu sebuah sketsa latar belakang (Gambar: 12.2 A, B).
yang merupakan visualisasi konsep Dalam pengerjaannya, proses efek
mengacu pada naskah animasi untuk khusus dari karakter dalam sebuah
memberikan acuan mengenai range film animasi dapat diubah setiap
warna yang digunakan dan suasana frame atau setiap bingkai yang lain
yang ingin diciptakan dari sebuah untuk menciptakan ilusi aksi.
adegan animasi.
Gambar: 12.2 A, B
Sebuah Key Backgrounds digunakan Diperlukan detail dalam background
oleh background artists sebagai
referensi dalam menciptakan sebuah
final artwork latar belakang atau
background adegan yang lebih detail.

Background dapat menciptakan sebu-
ah dunia imajinasi yang merupakan
dunia dari karakter animasi yang
ditampilkan “they create the imagi-
nary world that the characters
inhabit.” Pelalui penggunaan teknik
pewarnaan dan pencahayaan yang
tepat sebuah background dapat men-
ciptakan emosi dan kontinuitas dari
adegan.

Background selalu memilki sifat
melengkapi tokoh dan tampil sebagai
pendukung. Background pada umum-
nya ditampilkan dengan penggambar-
an yang soft dengan pencahayaan
yang difokuskan pada pusat per-
hatian yaitu pergerakan karakter
animasi. Hanya pada bagian pusat

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 177

Teknologi Animasi

Fungsi latar belakang sangat berpe- obyek. Perspektif disebut juga gam-
ran menciptakan dampak emosional bar proyeksi sentral, karena dalam
berurutan pada setiap framenya satu gambar sudah tampak bagian
sehingga menimbulkan rasa keeper- depan, atas, dan samping.
cayaan yang akan terjadi pada sebu-
ah aksi peran dalam film animasi.  Teknik Kesan Gelap Terang dan
Bayangan
Pada prinsipnya, peranan back-
ground yang menonjol hanya seke- Untuk dapat menciptakan kesan ru-
dar pendukung dari sebuah adegan, ang yang kuat sebuah ambar
dan karakter yang dibuat. Peranan background harus dilengkapi dengan
background hanya menciptakan du- efeek pencahayaan yang sesuai.
nia imajiner untuk karakter sekaligus Efek pencahayaan ditampilkan dalam
menyoroti tingkah laku dalam adegan gambar dengan menunjukkan bagian
menjadi lebih berkesan, dengan cara gelap dan terang dari gambar serta
bisa berupa penonjolan warna, pen- pencitraan bayangan yang tercipta
cahayaan, perspektif, tata letak, dan mengacu kepada arah datangnya
efek-efek tertentu lainnya. cahaya atau posisi sumber cahaya.

Background dalam film animasi se- b. Aspek Psikologi
cara umum bisa dibedakan menjadi
dua macam; yaitu latar depan (over-
lays), dan latar belakang (underlays).
Perlu diingat bahwa peranan
background hanya penunjang the
background must always complement
and enhance the character, never
overpower it.

2. Aspek gambar background

Terdapat dua aspek yang diperha-
tikan dalam proses menggambar
background yaitu aspek teknik dan
aspek psikologis.

a. Aspek Teknis Gambar: 12.3 A, B

Dalam menggambar background se- Teknik perspektif dan psikologis
buah kesan dimensional harus dapat dalam background
dtampilkan dengan baik, kesan di-
mensi tersebut diciptakan dengan
aspek teknik, yaitu teknik perspektif
gambar, dan teknik kesan gelap
terang dan bayangan.

 Teknik Perspektif Gambar
Perspektif adalah perubahan semu
obyek akibat pengaruh jarak dan le-
tak sudut pandang pengamat pada
178 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Selain aspek teknis perlu juga  Penyempurnaan gambar dasar
diperhatikan aspek psikologi. Sebuah perspektif background.
gambar background harus mampu
menampilkan atau memperkuat sua-  Pewarnaan gambar.
sana psikologis (Gambar: 12.3 A, B).  Penyelesaian akhir.

Pencapaian aspek psikologi untuk Ketiga tahap di atas dapat dilakukan
mencapai kesan dramatis dalam secara manual maupun digital 2D
sebuah adegan. Hal ini dapat dicapai maupun 3D sesuai dengan teknik
melalui pencitraan warna, cahaya produksi yang digunakan.
serta visualisasi suasana seting.
4. Konsultasi
C. Prosedur kerja menggam- Setelah gambar jadi kemudian dikon-
bar background sultasikan pada sutradara, sangat
memungkinkan terjadi revisi pada
Tahapan menggambar background tahap ini.
terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
5. Final artwork
1. Koordinasi Setelah gambar background menda-
Sebelum memulai proses menggam- pat persetujuan, gambar dilengkapi
bar seorang background artis harus dengan keterangan atau data scene.
berkodinasi dengan sutradara mau-
pun bagian warna (color stylist) 3. Layout
mengenai aspek teknis maupun psi-
kologi dari background. layout Artist bertanggung jawab un-
tuk menentukan bagaimana sebuah
2. Persiapan adegan dibangun secara teknis.
Pada tahap ini seorang background Sebuah pertemuan dilakukan oleh
artis mempersiapkan alat dan bahan sutradara perencana adegan, penga-
yang akan digunakan dalam proses rah efek, dan bagian layout untuk
menggambar background. menentukan bagaimana sebuah
adegan divisualisasikan termasuk ba-
3. Pengerjaan gaimana department layout menset
Background artis memulai proses adegan.
menggambar background menngacu
pada naskah dan masukan dari infor- Layout menyediakan bidang dimana
masi yang dikumpulkan pada tahap animator akan menganimasikan ka-
koordinasi proses pengerjaan. rakter dan efek serta mempersiapkan
background yang kemudian akan
Gambar perencanaan sketsa dasar diwarna oleh background artist.
background terdiri atas, tampak atas,
tampak depan, dan perspektif. Ketiga Layout artist bertugas menganalisa
gambar sketsa dasar tersebut digu- adegan kemudian menerjemahkan
nakan untuk memberikan pemaham- bagaimana merancang teknis ke da-
an menyeluruh mengenai lingkungan lam tingkatan cell atau lebih dikenal
background. dengan level diagram (Gambar:
12.4). Penampilan layout disesuaikan
dengan peran dan ekpos cerita untuk
menghasilkan hasil gambar yang
berbobot (Gambar: 12.5 dan 12.6).

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 179

Teknologi Animasi

Gambar: 12.4
Level diagram/ tingkatan cell

Gambar: 12.5
Final artwork long shot

Gambar: 12.6
Final artwork full shot

180 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Sebuah susunan level diagram yang Seorang Layout Artist harus memiliki
menggunakan cell diupayakan tidak pengetahuan yang mendalam me-
lebih dari 5 tingkatan walaupun ngenai perspektif, desain, dan kerja
dengan pekembangan teknik produk- kamera pada animasi. Mereka juga
si tingkatan layer dapat lebih dari lima perlu memahami tentang animasi
tingkat. karakter, animasi efek, penitaan dan
penwarnaan background, dan ke-
Pada umumnya tingkatan layer dari mampuan menggambar berbagai
sebuah adegan terdiri atas back- macam objek dalam berbagai.
ground cell, charactercell, effect cell,
overlay cell. D. Departement layout

4. Layout Artist Layout department bertanggung
jawab mempersiapkan bagian bagian
Layout Artist mempersiapkan bidang berikut ini dari sebuah susunan atau
gambar untuk animator. Mereka level cell sebuah adegan (Gambar:
mempersiapkan background untuk 12.7).
setiap adegan, mengacu pada cerita
dan informasi serta arahan dari 1. Background (B.G.)
sutradara. Bagian hyang berada pada bagian
terbawah susunan cell berisi gambar
Sekalipun layout tidak pernah muncul latar belakang.
pada karya akhir, mereka memiliki
peran penting dalam menciptakan 2. Underlay (U.L.)
sebuah adegan film animasi yang Cell ini berisi property atau elemen
sempurna. dari background yang bergerak
namun berada di bawah animasi
karakter.

Gambar: 12.7
Contoh scene planning sebuah adegan animasi

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 181

Teknologi Animasi

3. Overlay/Underlay (O.L./ U.L.) 1. Staging
Cell ini berisi property atau elemen Bagaimana keberadaan sebuah
dari background yang bergerak dan background dapat memunculkan aksi
berada di antara animasi karakter. terpenting dari dalam adegan.

4. Overlay/Foreground 2. Perspective
Cell ini berisi property atau elemen Bagaimana kita menciptakan kesan
dari background yang bergerak dan meruang. Sehingga karakter tampat
berada di atas animasi karakter. di dalam sebuah area tiga dimensi.

5. Model For Effects 3. Setting
Ketika background perlu untuk Bagaimana kita dapat menciptakan
dianimasikan, bagian Layout meng- dunia yang nyata bagi karakter
gambar sebuah gambar acuan bagi termasuk element dan propertynya.
animator special efek untuk mem- Untuk itu perlu dilaksanakan sebuah
bantu mereka menyamakan dengan riset agar dapat menciptakan seting
style dan desain. Sedangkan pada yang sesuai bagi karakter.
cell karakter bagian layout hanya
memberikan registrasi point posisi 4. Mood
karakter serta kode urutan cell frame Bagaimana kita dapat menyampaikan
saja. suasana yang ingin dibangun oleh
adegan menurut kesenangan hati,
E. Aspek layouting animasi tanpa meninggalkan tujuan misi film
animasi.
Terdapat beberapa aspek yang harus
dikembangkan oleh layout artist da- Gambar: 12.8 (bawah)
lam membangun sebuah adegan Sebuah susunan atau level cell adegan
(Gambar: 12.8).

182 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

5. Technical Oleh karena itu, seorang background
Bagaimana sebuah adegan dibagun artist harus menggunakan warna
mengacu pada teknik kamera yang warna yang ditunjukkan oleh color
digunakan dalam menampilkan adeg- keys dalam proses pewarnaan
an, seperti zoom in-zoom out. background agar suasana yang ingin
diciptakan pada gambar background
F. Warna pada Background tercapai (Gambar: 12.9, 12.10, dan
12.11).
Pewarnaan pada background menga-
cu pada instrument yang disebut 1. Psikologi warna
Color Keys atau Color Sketches yang
pada umumnya dirancang oleh color Untuk dapat melakukan pemilihan
stylist. Acuan warna yang digunakan warna yang tepat maka seorang
dalam key background, ditampilkan Color Stylist harus memahami
dalam bentuk gradasi. bagaimana secra psikologi warna
berpengaruh terhadap manusia (Ta-
Warna ini berguna untuk menjaga bel: 12.1).
agar suasana yang ingin disampaikan
atau dibagun oleh adegan dapat Gambar: 12.9 (bawah)
tercipta melalui pengunaan komposisi Warna background gelap
warna yang tepat. mengacu color keys

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 183

Teknologi Animasi

Gambar: 12.10 Berikut ini adalah tinjauan umum
Warna background psikologi warna.
terang mengacu color keys
Hitam Hitam adalah warna yang memilki
Gambar: 12.11 kesan psikologi keras dan lux.
Susunan warna color keys Putih Hitam juga mengesankan
kepatuhan
184 Direktorat Pembinaan SMK (2008) Merah Putih adalah warna yang
Merah berkesan murni, netral, dan bersih
Muda Merah adalah warna yang
Biru berkesan cepat, marah, dan
Hijau gairah

Kuning Merah Muda adalah warna yang
Ungu berkesan romantis dan manja

Coklat Biru adalah warna yang berkesan
damai, dingin, dan depresi

Hijau adalah warna yang berkesan
alami dan segar

Kuning adalah warna yang
berkesan hangat dan ceria

Ungu adalah warna yang
berkesan ningrat dan feminism

Coklat adalah warna yang
berkesan natural dan bijaksana

Tabel: 12.1
Psikologi warna

Mengacu pada psikologi warna di
atas warna dapat menciptakan

Teknologi Animasi

Susana atau mood tertentu. Berikut
ini adalah chart suasana atau mood
yang dapat tercipta oleh warna
(Gambar: 12.12).

Gambar: 12.12 Gambar: 12.13
Suasana dalam warna Kesan misterius dan dramatis

 Warna analogus, yaitu perpaduan
warna-warna yang saling berde-
katan dalam lingkaran warna
(Gambar: 12.14).

2. Komposisi warna pada
Background

Satu hal yang harus diperhatikan oleh Gambar: 12.14
seorang color stylis adalah tahap Kesan harmonis dan tentram
komposisi warna. Bagaimana men-
ciptakan komposisi warna yang
sesuai agar dapat menciptakan nuan-
sa adegan yang diinginkan. Satu hal
yang harus diingat pengkomposisi
beberapa warna yang memilki kesan
psikologi masing masing akan men-
ciptakan kesan psikologi baru.

Secara umum teknik komposisi warna  Warna komplementer, yaitu per-
terdiri atas
paduan warna-warna yang saling

 Warna monokromatis, yaitu per- berlawanan atau bertentangan
paduan warna-warna dalam satu dalam lingkaran warna, tetapi jus-
jenis keluarga warna (Gambar: tru saling mendukung (Gambar:
12.13). 12.15).

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 185

Teknologi Animasi

o Gunakan kuas yang lebar.

o Mulailah dari atas ke bawah
bidang, seperti pada Gambar
12.16.

Gambar: 12.15
Kesan keras dan mencolok

3. Teknik pewarnaan
Background

Pewarnaan background dapat dilaku- Gambar: 12.16
kan dalam dua teknik yaitu; Teknik Flat Wash

a. Teknik Manual  Teknik Glazing
Teknik Glazing, adalah teknik mencat
Teknik pewarnaan menggunakan dengan warna cat air dengan tipis
media cat dapat dengan media cat air dan transparan di atas warna yang
atau cat poster. Teknik pewarnaan telah kering. Teknik ini akan menye-
manual yang digunakan dapat meng- babkan pencampuran warna dan
gunakan teknik overlay maupun menciptakan warna baru. Teknik ini
opaque. Film film animasi 2D Disney diaplikasikan dengan menggunakan
menggunakan teknik pewarnaan cat kuas lembut dengan tekanan ringan
air pada pewarnaan backgroundnya pada saat mencat (Gambar: 12.17).
agar mendapatkan hasil yang artistik.
Gambar: 12.17
Berikut ini adalah beberapa teknik Teknik Glazing
pewarnaan menggunakan cat air.
 Teknik Wet In Wet
 Teknik Flat Wash

Teknik ini merupakan teknik dasar
yang umum digunakan untuk melapisi
bidang yang luas dengan warna. Hal-
hal yang perlu diperhatikan dalam
mengaplikasikan teknik ini adalah

o Buatlah campuran cat dan air
yang ideal tidak terlalu cair
ataupun kental.

o Perhatikan sudut kuas dengan
bidang gambar dalam mencat.

o Jangan menghentikan pelapisan
di tengah proses karena akan
menyebabkan warna tidak sama
intensitasnya.

186 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Teknik Wet In Wet adalah teknik Teknik Lifting Off digunakan untuk
mencat menggunakan cat air diatas menghilangkan warna cat air tertentu
bidang gambar yang basah. Dimulai pada gambar. Diawali dengan mem-
dengan membasahi kertas meng- basahi daerah warna yang akan
gunakan spray dan menyerap air dihilangkan pada gambar dengan
yang berlebih dengan spons, seperti spons dan kemudian menyerap war-
Gambar 12.18 di bawah. na dengan tissue (Gambar: 12.20,
dan 12.21).

Gambar: 12.18 Gambar: 12.20
Teknik wet in wet Teknik lifting off

 Teknik Dry Brush Proses tersebut dilakukan berulang-
ulang hingga warna hilang. Teknik ini
Teknik Dry Brush adalah teknik dibutuhkan kesabaran dan ketelitian
mencat diatas permukaan bidang dalam melakukan teknik ini untuk
gambar yang kering menggunakan menghindari rusaknya bidang gam-
cat air dengan sedikit sekali cam- bar. Dalam menciptakan sebuah
puran air. Teknik ini digunakan ketika gambar cat air teknik di atas dapat
ingin menciptakan tektur (Gambar: digunakan atau dikombinasikan agar
12.19). mendapatkan hasil yang sempurna.

b. Teknik Digital

Teknik Digital, yaitu pewarnaan yang
dilakukan dengan batuan software
pewarnaan digital. Sebagai contoh
software pewarnaan digital yang
paling banyak digunakan adalah
Photoshop (Gambar: 12.22).

Gambar: 12.19
Teknik dry brush

 Teknik Lifting Off

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 187

Teknologi Animasi

Gambar: 12.21
Aplikasi background cat air pada adegan animasi

 Tahap Pewarnaan

Line art menyempurnakan
garis dari gambar
sketsa dasar

pewarnaan memberikan warna

dasar dasar pada gambar

Gambar: 12.22 Shading memberikan kesan
Pewarnaan pada adegan gerakan yang manusia gelap terang dan
bayangan
Pewarnaan dengan teknik digital
dilakukan dengan tolls. Adapun ta- pewarnaan merubah atau
hapannya sebagai berikut:
 Digital coloring Tools line art menghilangkan

Paint Bucket  Digunakan warna garis
untuk solid color section.
finishing penyempurnaan
Brush tool digunakan untuk gambar
aplikasi gradasi warna dan aplikasi
gelap terang. Tabel: 12.2
Tahap pewarnaan

Gambar: 12.23
Brush tool

188 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

G. Pendalaman

Perhatikan storyboards berikut ini.

Berdasarkan storyboard tersebut di
atas buatlah;

a. Scene layout planing dari masing
masing adegan

b. Gambar background adegan
menggunakan teknik: cat air untuk
adegan 1, digital coloring untuk
adegan 3.

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 189

Teknologi Animasi

BAB XIII
MERANCANG INTERIOR
DAN EKSTERIOR

A. Persiapan Alat dan Bahan 2. Bahan
a. Cat
Alat dan bahan yang digunakan da-
lam proses menggambar interior dan Digunakan untuk pewarnaan de-
exterior adalah sebagai berikut; ngan teknik manual lebih baik
menggunakan cat air, karena da-
1. Alat pat digunakan dengan teknik
a. Meja gambar transparansi maupun opaque, se-
b. Lampu baca lain itu bisa menggunakan cat
c. Kuas ukuran #3, #4, dan #6, serta poster.

kuas medium dan detail kecil, b. Kertas animasi/cell
ukuran 1 1/2" untuk bidang luas.
d. Palet, tempat melakukan mixing B. Interprestasi Kondisi de-
warna ngan Naskah
e. Pensil, tipe 2B, B, HB, 6B
f. Rautan Gambar interior dan eksterior dalam
g. Penghapus sebuah film animasi berfungsi seba-
h. Pelubang kertas, digunakan untuk gai seting atau lokasi dari sebuah
melubang kertas animasi adegan. Dalam scene layout planning
i. Pegbars gambar interior dan eksterior umum-
nya merupakan level background
Gambar: 13.1 sementara elemen di dalam gambar
Interior sebagai background dapat menjadi level underlay atau
level overlay.
sebuah film animasi

190 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Seorang background artist harus Proses Interprestasi:
mampu menganalisa naskah per
adegan untuk kemudian menginter- Mengacu pada adegan dalam naskah
prestasi seting adegan, baik itu di atas, analisa yang dilakukan me-
interior maupun eksterior menjadi nyimpulkan bahwa:
gambar background (Gambar: 13.1).
Di bawah kami berikan contoh yang Seting: interior
dapat mem-berikan gambaran yang Jenis: Kamar tidur anak laki-laki
jelas bagai-mana proses interprestasi Waktu: Pagi hari
naskah dilakukan. Kondisi: Cerah
Ciri khas: kamar anak laki laki usia
Contoh naskah sekolah dasar: terdapat tempat khu-
sus untuk dua ekor kucing

Interior (Int) Kamar Adi, Pagi Berdasarkan informasi tersebut baru-
cerah lah dimulai proses perancangan
gambar interior sebagai latar bela-
Adi baru bangun dari tempat kang atau background dari adegan
tidurnya, demikian juga dengan animasi dalam naskah. Dalam proses
Belang dan Chiko. Mereka ini seorang animator atau background
semua bermalas-malasan sambil artis juga mengacu pada arahan
menggeliat kesana kemari, mata sutradara mengenai gaya visualisasi
mereka menunjukkan ekspresi gambar yang diinginkan
masih ngantuk.
Gambar: 13.2 (bawah)
Gedung lengkap dengan elemen interiornya

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 191

Teknologi Animasi

C. Merancang Gambar Pada pokok bahasan ini, kita akan
Interior memfungsikan gambar interior seba-
gai background seting adegan dalam
Gambar interior adalah gambar yang sebuah film animasi. Maka dari itu
menyajikan visualisasi ruangan dalam merancang gambar interior harus
sebuah rumah atau gedung lengkap tetap mengacu pada prinsip serta
dengan elemen interiornya (furniture). prosedur yang berlaku.
Gambar ini digunakan sebagai acuan
dalam perancangan atau desain Ada beberapa proses tahapan dalam
interior. Gambar harus dapat meng- menggambar interior sebagai seting
komunikasikan fungsi, jenis dan tata adegan animasi.
letak elemen interior, serta suasana
yang ingin diciptakan dari sebuah  Menentukan Jenis Ruangan Inte-
ruangan (Gambar: 13.2 dan 13.3). rior dalam Adegan Animasi.

Pada bahasan sebelumnya telah  Menentukan Jenis dan Penataan
digambarkan bagaimana sebuah pro- Elemen Interior Ruangan.
ses interprestasi naskah dilakukan
hingga menghasilkan data mengenai  Aspek Gambar Interior.
seting yang dibutuhkan dalam adeg-  Visualisasi Gambar interior
an sebuah film animasi.
Gambar: 13.3 (bawah)
Interior dipandang dari berbagai sudut

192 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

1. Menentukan Jenis Ruangan Seting  kamar tidur anak laki laki
Interior dalam Adegan
Animasi Elemen Elemen kamar tidur ini
terdiri atas elemen utama dan
Dalam tahap awal dilakukan proses pendukung
menganalisa naskah atau storyboard
beserta arahan dari sutradara. Yang Elemen utama Elemen
dianalisa pada umumnya jenis ruang- pendukung
an yang menngacu pada jenis Tempat tidur,
areanya (Gambar: 13.4). Almari pakaian, Poster, gantungan
meja belajar, baju, seperangkat
 Area public misalkan: ruang dan lain-lain computer,
tunggu terminal alat musik,
dan lain-lain
 Area komersial misalkan: ruang
swalayan Tabel: 13.1
Elemen interior
 Area perkantoran missalkan:
ruang rapat Dalam menentukan elemen perlu
dilakukan observasi terhadap ruang-
 Area rumah tinggal misalkan: an dalam kondisi nyata, sehingga
ruang makan mendapatkan gambaran yang lebih
detail dan rinci mengenai jenis
elemen interior apa saja yang
umumnya terdapat dalam ruangan,
serta penataanya

Gambar: 13.4
Pengaturan ruangan interior

Selain jenis area, budaya yang ber- Gambar: 13.5
laku pada sebuah area juga akan Interior digambar secara perspektif
berpengaruh pada karakter ruangan
yang dibangun. 3. Aspek Gambar Interior
Dalam menggambar interior terdapat
2. Menentukan Jenis dan beberapa aspek yang perlu untuk
Penataan Elemen Interior diperhatikan teknik dan psikologis.
Ruangan

Pada prinsipnya jenis elemen interior
ruangan mengacu pada fungsi ruang-
an, sebagai contoh:

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 193

Teknologi Animasi

 Aspek Teknis o Teknik Kesan Gelap Terang
Dan Bayangan
Dalam menggambar interior, buatlah
sket kesan sebuah dimensi yang Untuk dapat menciptakan kesan
dapat dtampilkan dengan baik dan ruang yang kuat sebuah ambar
nyata. Kesan dimensi tersebut dicip- background harus dilengkapi dengan
takan dengan beberapa teknik yaitu; efek pencahayaan yang sesuai. Efek
pencahayaan ditampilkan dalam
o Teknik Perspektif Gambar gambar dengan menunjukkan efek
Perspektif adalah perubahan semu bagian gelap dan efek terang dari
obyek akibat pengaruh jarak dan gambar serta pencitraan bayangan
letak sudut pandang pengamat pada yang tercipta mengacu kepada arah
obyek. Perspektif disebut juga gam- datangnya cahaya atau posisi sumber
bar proyeksi sentral karena dalam cahaya (Gambar: 13.7, 13.8, dan
satu gambar sudah tampak bagian 13.9).
depan, atas, dan samping. Pengam-
bilan dari sudut pandang tersebut
diaplikasikan mengacu pada sudut
pengambilan gambar yang digunakan
dalam adegan animasi (Gambar:
13.6).

Gambar: 13.6 Gambar: 13.7
Kursi digambar dengan Efek pencahayaan
teknik perspektif

Gambar: 13.8
Pencahayaan dalam perspektif interior secara manual

194 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar: 13.9
Gambar perspektif interior dengan teknik komputer

Gambar: 13.10
Visualisasi interior dengan teknik 2D

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 195

Teknologi Animasi

o Teknik Visualisasi  Aspek Psikologis

Teknik visualisasi gambar interior Selain aspek teknis perlu juga diper-
mengacu pada teknik animasi yang hatikan aspek psikologis. Sebuah
digunakan oleh film, yaitu teknik gambar interior harus mampu me-
animasi 2D atau 3D (Gambar: 13.10, nampilkan atau memperkuat suasana
13.11, dan 13.12). yang ingin diciptakan dalam sebuah
adegan. Hal ini dapat dicapai melalui
pencitraan warna, cahaya serta vi-
sualisasi suasana seting melalui
penataan letak elemen interior serta
gaya visualisasi gambar.

Gambar: 13.11 (kiri)
Visualisasi teknik
animasi 2D

Gambar: 13.12
Visualisasi teknik animasi 3D

196 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

o Teknik dan Komposisi Warna o Gaya Visualisasi Gambar

Seperti telah diuraikan pada bab Gaya visualisasi yang digunakan
sebelumnya setiap warna dan penga- dalam gambar juga berpengaruh
turan antar warna akan menghasilkan terhadap kesan atau nuansa yang
kesan psikologis tertentu. Kesan dihasilkan. Gaya akan mempertahan
psikologis ini seharusnya sesuai kan karakter sebiah film animasi
dengan apa yang dibutuhkan oleh (Gambar: 13.15)
adegan dalam film animasi (Gambar:
13.13 dan 13.14).

Gambar: 13.13 Gambar: 13.14
Warna suasana adanya harapan Warna suasana mencekeram

Gambar: 13.15
Gaya visualisasi gambar

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 197

Teknologi Animasi

Gambar: 13.16
Gaya visualisasi gambar interior dengan teknik komputer

Gambar: 13.17
Gaya visualisasi suasana dalam adegan ke kebun binatang

(eksterior) teknik manual

198 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

4. Visualisasi Gambar interior  Pewarnaan, baik menggunakan

Adapun tahap menggambar interior  teknik manual maupun digital
adalah sebagi berikut: (Gamnar: 13.20).
Finishing, seting gambar sesuai
 Sketsa dasar, pembuatan gam- dengan scene layout planning.
bar rancangan dasar (Gambar:

13.18).

 Line art, penyempurnaan garis

dan pemberian efek gelap terang

dan bayangan (Gambar: 13.19).

Gambar: 13.18
Sketsa dasar

Gambar: 13.19
Line art

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 199

Teknologi Animasi

Gambar: 13.20
Pewarnaan gambar

D. Merancang Gambar Adapun tahapan dan aspek aspek
Eksterior yang perlu diperhatikan adalah me-
nentukan jenis area eksterior, jenis
Adegan animasi selain mengambil dan tata letak elemen eksterior.
seting di dalam ruangan (Interior)
juga dapat terjadi di luar ruang 1. Menentukan Jenis Area
(eksterior). Seting adegan baik Eksterior
interior maupun eksterior mengacu
pada tututan naskah film animasi itu Area eksterior atau lebih dikenal
sendiri. Oleh karena itu seorang dengan istilah landscape terbagi
background artis selain dituntut menjadi dua area yaitu;
mampu merancang gambar interior
juga harus mampu merancang  Public Landscape Area
gambar eksterior pula.
Area yang didalamnya terdapat ko-
munitas dan interaksi manusia, mi-
salkan: kota, desa, dan lain-lain
(Gambar: 13.21 dan 13.22).

200 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar: 13.21
Aneka warna dalam ekterior

Gambar: 13.22
Public landscape area

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 201

Teknologi Animasi

 Wild Life Landscape Area Sebagai contoh area pengunugan,
yang terdiri beberapa eleman, seperti
Area yang merupakan alam bebas gunung, sungai, pohon, sawah, dan
atau alami, misalkan; pegunungan, sebagainya.
hutan, pantai, gurun, dan lain-lain.
Jenis landscape area yang dipakai  Tata Letak Elemen
dalam seting adegan disesuaikan
dengan naskah film animasi. Setelah jenis elemen telah diketahui
dan dirancang, berikutnya yang harus
2. Menentukan Jenis dan Tata di lakukan adalah menata elemen-
Letak Elemen Eksterior elemen tersebut di dalam sebuah
perencanaan gambar. Seperti gam-
Setelah diketahui jenis area eksterior bar tapak ini akan membantu seorang
yang akan digambar, berikutnya ada- background artist dalam merancang
lah melakukan penentuan elemen gambar eksterior secara perspektif
eksterior yang ada di dalam gambar (Gambar: 13.24 A, B).
eksterior (Gambar: 13.23 A, B).

Gambar: 13.23 A, B
Wild life landscape area

202 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar: 13.24 A, B Gambar: 13.25 A, B
Tata letak elemen eksterior Teknik perspektif mengekspos adegan

3. Aspek Gambar Eksterior o Gelap Terang dan Bayangan

Aspek dalam gambar eksterior sama Untuk mewujudkan kesan gelap te-
dengan aspek gambar interior yang rang dan bayangan, hal yang perlu
berbeda hanyalah obyek gambarnya diperhatikan adalah arah datang sinar
(Gambar: 13.25 A, B). matahari yang menimpa. Sesuai
dengan konsep bayangan, bahwa
 Aspek Teknis sumber sinar dapat menciptakan ting-
kat kepekatan obyek. Tingkat kepe-
Dalam menggambar eksteriorr sebu- katan digunakan untuk menunjukkan
ah kesan dimensional harus dapat perbedaan bidang-bidang, kesan ke-
dtampilkan dengan baik, kesan di- dalaman dan kontras gelap terang
mensi tersebut diciptakan dengan (Gambar: 13.26 A, B).
beberapa teknik.
o Teknik Visualisasi
o Teknik Perspektif
Teknik visualisasi gambar eksterior
Teknik perspektif digunakan untuk mengacu pada teknik animasi yang
menampilkan sudut pengambilan digunakan oleh film yaitu teknik
gambar yang digunakan dalam me- animasi 2D atau 3D (Gambar: 13.27
ngekspos adegan. dan 13.28).

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 203

Teknologi Animasi

Gambar: 13.26 A, B
Kesan kedalaman dan kontras gelap terang dalam eksterior

204 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar: 13.27
Eksterior teknik animasi 2D

Gambar: 13.28
Eksterior teknik animasi 3D

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 205

Teknologi Animasi

 Aspek Psikologis Kesan psikologis ini seharusnya
sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
Selain aspek teknis perlu juga adegan dalam film animasi. Tampil-
diperhatikan adalah aspek psikologis. nya warna akan mengasilkan kesan
Sebuah gambar interior harus mampu dramatis film animasi.
menampilkan atau memperkuat sua- o Gaya Visualisasi gambar
sana yang ingin diciptakan dalam
sebuah adegan. Adapun yang harus Gaya visualisasi yang digunakan
diperhatikan dalam mengolah aspek dalam gambar juga berpengaruh
psikologis gambar adalah komposisi terhadap kesan atau nuansa yang
warna dan visualisasi gambar. dihasilkan, seperti yang terlihat di
bawah ini (Gambar: 13.30 A, B, C).
o Warna dan Komposisi Warna
Gambar: 13.29 A, B (bawah)
Seperti telah diuraikan pada bab Kesan romantis dan dramatis
sebelumnya setiap warna dan penga-
turan komposisi antar warna akan pada warna eksterior
menghasilkan kesan psikologis ter-
tentu (Gambar: 13.29 A, B).

206 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar: 13.30 A, B, C
Gaya visualisasi gambar

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 207

Teknologi Animasi

4. Tahap Menggambar  Line art, adalah penyempurnaan

Eksterior garis dan pemberian efek gelap

 Sketsa dasar, adalah pembuatan terang dan bayangan (Gambar:
gambar rancangan dasar (Gam- 13.32).

bar: 13.31).

Gambar: 13.31
Sketsa dasar

Gambar: 13.32
Line art

208 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

 Pewarnaan, adalah pewarnaan Teknologi Animasi
atau pengarsiran gambar baik
menggunakan teknik manual ma- Gambar: 13.33 (bawah)
upun digital (Gambar: 13.33). Pewarnaan pada gambar

 Finishing, adalah seting gambar Gambar: 13.34 (bawah)
sesuai dengan scene layout Gambar ekterior setelah diterapkan sebagai
planning (Gambar: 13.34). background dalam animasi komputer 3D

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 209

Teknologi Animasi

E. Merancang Gambar Sebuah gambar detail dari eksterior
Eksterior dan Interior dan interior yang menjadi acuan bagi
dalam Model Sheet seorang background artist.

Gambar interior dan eksterior di Gambar: 13.35
dalam sebuah produksi animasi ber- Gambar ekterior setelah diterapkan sebagai
peran sebagai seting, dalam sebuah
adegan animasi. Gambar interior dan background dalam animasi cell 2D
eksterior ini di dalam sebuah susunan
scene layout dapat berperan sebagai
background, overlay, maupun under-
lay (Gambar: 13.35).

Gambar interior dan eksterior yang
berfungsi sebagai background terse-
but dirancang mengacu pada model
sheet (Gambar: 13.36).

Gambar: 13.36
Gambar ekterior dan interior dalam model sheet

210 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

F. Perbandingan Ukuran
Background dengan
Berbagai Karakter

Gambar karakter manusia harus
mampu memanusiawikan rancangan.
Gambar karakter manusia dapat
digunakan sebagai petunjuk skala
(Gambar: 13.37 A-F).

Gambar: 13.37 A-F
Perbandingan ukuran background dengan manusia

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 211

Teknologi Animasi

 Prinsip konversi tinggi manusia o Aturan perspektif

o Garis horison Pada prinsipnya dapat diterapkan
pada berbagai model perspektif yang
Garis horison ideal adalah maksimal ada, tetapi paling optimal digunakan
seperempat bagian atas bidang pada perspektif datar.
gambar. Posisi kepala dari obyek
manusia harus selalu terletak pada Gambar: 13.38 (bawah)
garis horizon (Gambar: 13.38 dan Garis horison ideal pada sket perspektif
13.39).

Gambar: 13.39
Sket perspektif dua sudut pandang

212 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

G. Pendalaman  Naskah 2

Perhatikan naskah dibawah ini. Ext. Rumah Adi, pagi cerah

 Naskah 1 Di halaman rumah, Adi sudah siap-
siap bersiap berangkat ke sekolah,
Int. Rumah Adi ruang makan, Pagi sementara ibu berjalan keluar
cerah. bersama Ani. Ibu membawa kotak
makanan milik Ani, Adi segera pamit
Ibu sedang sibuk memasak dan kepada Ibu dengan mencium tangan
menyiapkan sarapan bagi seluruh ibu.
keluarga. Ibu memasak sarapan pagi
secara cepat, kemudian meja makan Tugasnya
ditatanya dengan sigap dan rapi. Adi
berjalan menuju meja makan dengan Berdasarkan naskah di atas buatlah
malas dan langsung duduk dikursi modelsheet untuk gambar eksterior
sambil tangannnya mengambil sepo- dan interior masing-masing adegan.
tong roti yang ada diatas meja. Ibu
langsung memukul Tangan Adi de-
ngan lembut.

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 213

Teknologi Animasi

BAB XIV
MERANCANG PROPERTY

A. Persiapan alat dan bahan Property adalah segala sesuatu yang
mendukung tampilan cerita. Pada
Alat dan Bahan yang digunakan perancangan property seorang ani-
dalam proses menggambar interior mator harus memperhatikan secara
dan exterior adalah; lebih dalam pada aspek fungsi.

1. Alat Pada umumnya seorang animator
akan merancang property mengacu
a. Meja gambar pada property pada dunia nyata yang
b. Lampu baca memilki kesamaan fungsi, kemudian
c. Kuas ukuran #3, #4, dan #6 mengembangkannya sesuai tuntutan
d. Kuas medium, detail kecil dan cerita

ukuran 1 1/2" untuk menggambar C. Memilih Property dalam
bidang luas Naskah
e. Palet
f. Tempat melakukan mixing warna Property dalam sebuah scene layout
g. Pensil, tipe 2B, B, HB, 6B umumnya berada pada level un-
h. Rautan derlay. Menurut jenisnya, property
i. Penghapus dibedakan, menjadi 5 bagian.
j. Pelubang kertas
k. Pegbars 1. Property seting eksterior
2. Property seting interior
2. Bahan 3. Property kendaraan
4. Property kostum (wardrobe) dan
a. Cat, digunakan untuk pewarnaan
dengan teknik manual. Penggu- accessories
naan bahan ini bisa mengguna- 5. Property senjata
kan cat air agar dapat dipakai
dengan teknik transparans, di Jenis property yang digunakan atau
samping itu juga bisa menggu- hadir di dalam setiap adegan me-
nakan cat poster. ngacu pada kebutuhan adegan. Ke-
butuhan property ini dapat diketahui
b. Kertas animasi/cell dari menganalisa naskah pada setiap
adegan, seperti pada contoh naskah
B. Property berikut ini.

Memvisualkan setting seorang anima-
tor juga perlu merancang visualisasi
dari property.

214 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Int. Ruang makan, dapur, siang, Analisa kebutuhan property dalam
dan cerah adegan tersebut di atas, adalah;

Ibu terlihat sedang memasak di  Propety seting
dapur,sambil menyiapkan makan o Seperangkat meja kursi makan
siang,Adi masuk kerumah dan o Kompor
langsung menuju dapur. o Peralatan penggorengan
o Peralatan makan
Adi o Peralatan minum
Wah,Ibu masak apa nih !
Baunya enak sekali sampai  Propety karakter
tercium keluar ! o Baju ibu
o Celemek
(OS)Ibu o Baju Adi
Oh hanya menggoreng ikan kok! o Taplak meja
o Serbet makan
Adi
Asyik Jadi tambah lapar nih Adi!

Gambar: 14.1
Property kendaraan bergaya futuristic

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 215

Teknologi Animasi

D. Merancang property a. Bentuk Mengikuti Fungsi (form
follow function)
Setelah semua kebutuhan property
adegan diketahui, barulah proses Pola perancangan ini lebih menitik-
perancangan property dilakukan. Da- beratkan pada sisi desain atau
lam merancang property ada bebera- tampilan visual dari property. Umum-
pa hal yang perlu kita perhatikan nya property yang dirancang dengan
mulai dari aspek, jenis dan teknik pendekatan ini memilki kesan yang
hingga tahap perancangan property. futuristic (Gambar: 14.1 dan 14.2).

1. Aspek Perancangan Property b. Fungsi Mengikuti Bentuk
(function follow form)
Dalam merancang property terdapat
dua aspek yang harus diperhatikan Sedangkan perancangan dengan
yaitu bentuk (form) dan fungsi (fungsi) pola ini akan lebih menitikberatkan
property. Terdapat dua pola hu- pada sisi fungsi dibandingkan bentuk.
bungan dari kedua aspek di atas Rancangan property dengan pola ini
yang dapat digunakan sebagai acuan akan lebih bersifat konvensional
proses perancangan. (Gambar: 14.3).

Gambar: 14.2
Property kursi bergaya futuristic

216 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

Gambar: 14.3
Property tank yang disukai anak-anak

2. Property Seting Exterior Gambar 14.4
Karakter daun
Secara umum jenis property seting
eksterior terbagi menjadi beberapa
bagian, yaitu elemen alami dan
elemen buatan.

a. Elemen Alami

Elemen alami dalam gambar se-
ting eksterior terdiri atas elemen-
elemen yang ada di alam atau
sekitar kita.

1) Tumbuhan

Dalam menggambar tumbuhan
terdapat dua aspek yang harus
diperhatikan yaitu, anatomi dan
jenis tumbuhan.

a) Anatomi Tumbuhan

tumbuhan ditinjau dari anatomi-
nya terbagi atas bagian daun,
batang, ground cover atau akar
(Gambar: 14.4, 14.5, dan 14.6).

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 217

Teknologi Animasi

Gambar: 14.5
Karakter batang

Gambar: 14.6
Karakter groundcover atau akar

218 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

b) Jenis Tumbuhan Jenis tumbuhan yang ada dalam
Ditinjau dari jenisnya, tumbuhan ter- seting eksterior disesuaikan dengan
bagi tiga jenis (Gambar: 14.7). vegetasinya. Sebelum menggambar
properti eksterior akan lebih baik jika
T umbuhan melakukan observasi baik melalui
Kayu observasi gambar dan foto maupun
turun langsung ke lokasi.
T umbuhan
Rumpun 2) Material Alam

Selain tumbuhan, juga terdapat
material alam seperti batu, kerikil,
pasir, sungai, air, awan, pelangi dan
lain-lain (Gambar: 14.8)

T umbuhan Gambar: 14.7 (kiri)
Perdu Karakter tumbuhan

Gambar: 14.8
Karakter materi alam

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 219

Teknologi Animasi

b. Elemen Buatan Terdapat beberapa metode peru-
bahan kubus untuk pembuatan
Pada seting exterior yang termasuk karakter gedung, seperti contoh pada
dalam jenis area public, juga terdapat Gambar 14.9.
elemen buatan.
Apabila posisi gedung menggunakan
1) Gedung/ Rumah kesan perspektif, maka hal yang perlu
diperhatikan adalah menentukan
Dalam menggambar gedung secara model perspektif yang digunakan
mudah, dapat diterapkan metode pada susunan dasar balok.
penyusunan dasar balok. Dasar balok Penggunaan model perspektif akan
hendaknya disusun berdasarkan ben- sangat menentukan arah sudut
tuk dasar dari karakter gedung yang pandang terhadap karakter gambar
akan dibuat. Perubahan tingkat ke- yang dihasilkan.
sulitan sangat tergantung dari metode
perubahan sebuah kubus.

Gambar: 14.9
Metode perubahan kubus

220 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

2) Property landscape Property landscape harus dise-
suaikan dengan property kostum
Property pendukung yang digunakan yang disesuaikan dengan cerita dan
untuk memperkuat karakter atau suasana adegan. Bila suasana
suasana adegan yang menggunakan maupun cerita suatu kerajaan, maka
seting eksterior seperti padepokan, harus disesuaikan dengan property
kerajaan, gubug, bendera, tempat kerajaan masa lalu (Gambar: 14.11).
maklumat, dan sebagainya (Gambar:
14.10).

Gambar: 14.10
Property panji-panji (bendera)

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 221

Teknologi Animasi

3. Property Seting Interior a. Bentuk Elemen Interior

Furniture adalah property seting Dalam menggambar elemen interior
interior. Jenis furniture mengacu pada perlu diperhatikan detail bentuk dari
fungsi menurut konsep ruangan. benda. Untuk mempermudah tahap
Dalam memvisualisasikan furniture ini dapat menggunakan foto sebagai
dalam bentuk gambar terdapat dua acuan atau model sesungguhnya
hal yang perlu diperhatikan, yaitu yang ada di dalam rumah, sekolah,
bentuk elemen eibterior, dan karakter dan perkantoran (Gambar: 14.12 dan
bahan. 14.13).

Gambar: 14.11
Property reruntuhan kerajaan

Gambar: 14.12
Property eleman interior almari

222 Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Teknologi Animasi

4. Properti Kendaraan

Dalam sebuah film animasi seringkali
dimunculkan kendaraan sebagi se-
buah property adegan. Adapun ken-
daraan ini terbagi jenisnya dalam

a. Kendaraan transportasi pribadi,
seperti; motor, mobil, dan lain-lain
(Gambar: 14.15).

Gambar: 14.13 Gambar: 14.15
Property eleman interior meja Property mobil

b. Karakter Bahan

selain detail bentuk juga harus
diperhatikan karakter bahan misalkan
logam, kayu, kain dll. Karakterbahan
ini dapat dimunculkan dengan pewar-
naan, arsir atau penggunaan tekstur
(Gambar: 14.14).

Gambar: 14.14
Teknik dasar (isometric)

Direktorat Pembinaan SMK (2008) 223

Teknologi Animasi

b. Kendaraan transportasi umum, c. Kendaraan perang, sperti; tank,

seperti; bus, pesawat, kereta api, pesawat tempur, kapal selam dan

dan lain-lain (Gambar: 14.16). lain-lain (Gambar: 14.17).

Gambar: 14.16
Property transportasi bus

Gambar: 14.17
Property kendaraan perang tank

224 Direktorat Pembinaan SMK (2008)


Click to View FlipBook Version