The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisikan tentang tehnik Perawatan Luka dan Kumpulan berbagai Terapi Komplementer

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Kampus 2 Poltekkes Kemenkes Malang, 2023-03-13 08:15:29

Perawatan Luka dan Terapi Komplementer

Buku ini berisikan tentang tehnik Perawatan Luka dan Kumpulan berbagai Terapi Komplementer

Keywords: Rawat Luka Tehnik Terapi Komplementer

230


231 16 MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER Ns. Devanda Faiqh Albyn, S. Kep Holding PT Perkebunan Nusantara Pendahuluan Krisis penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) telah memperkuat pentingnya kebutuhan spiritual untuk mengatasi distres spiritual mengingat tingkat keterasingan, kesepian, dan kekhwatiran bagi pasien yang menderita maupun tidak terdiagnosis COVID-19, sehingga perlu pengembangan Spiritual Caring bagi keluarga, komunitas, dan kader. Meskipun perawatan spiritual telah lama diakui sebagai salah satu domain perawatan paliatif, akan tetapi seringkali tidak sepenuhnya terealisasi ke dalam praktik klinis (Ferrell, Handzo, Picchi, Puchalski, & Rosa, 2020). didasarkan pada penyembuhan secara holistik untuk mencapai kesejahteraan pasien secara utuh (bio-psiko-sosialspiritual). Prinsip Holistik telah menjadi landasan praktik keperawatan dengan menggabungkan pengobatan alami dan terapi modern sejak tahun 1700-an. Penggunaan kompres, plester, minyak, obat gosok, salep, dan teh yang terbuat dari ramuan obat merupakan praktik umum pda saat itu hingga periode 1900-an. Kurikulum dan praktik keperawatan holistik membahas aspek fisiologis, psikologis,, sosiologis, emosional, relasional dan spiritual manusia secara utuh dan saling terkait satu sama lain. peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 232 26 tahun 2019 tentang peraturan pelaksanaan undangundang nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan pada pasal 17 dalam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 huruf a di bidang upaya kesehatan perorangan, perawat berwenang melakukan pengkajian keperawatan secara holistik; (kemenkes ri, 2019). 1. Skema keperawatan holistik 2. Jenis Keperawatan Holistik National Center for Complementary/Alternative Medicine (NCCAM) membuat klasifikasi dari berbagai terapi dan sistem pelayanan dalam lima kategori: a. Mind-body therapy yaitu memberikan intervensi dengan berbagai teknik untuk memfasilitasi kapasitas berpikir yang mempengaruhi gejala fisik dan fungsi tubuh misalnya : imagery, yoga, terapi musik, berdoa, journaling, biofeedback, humor, tai chi, dan terapi seni. b. Sistem pelayanan alternatif yaitu sistem pelayanan kesehatan yang mengembangkan pendekatan pelayanan biomedis berbeda dari Barat misalnya pengobatan tradisional Cina, Ayurvedia, pengobatan asli Amerika, cundarismo, homeopathy, naturopathy. c. Terapi biologis yaitu natural dan praktik biologis dan hasil – hasinya misalnya herbal dan makanan d. Terapi manipulatif dan sistem tubuh. Terapi ini didasari oleh manipulasi dan pergerakan tubuh misalnya pengobatan kiopraksi, macam-macam pijat, rolfing, terapi cahaya dan warna, serta hidroterapi.


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 233 e. Terapi energi yaitu terapi yang fokusnya berasal dai energi dalam tubuh (bioifields) atau mendatangkan energi dari luar tubuh misalnya sentuhan terapetik, pengobatan sentuhan, reiki, external qi gong, magnet, berupa kombinasi antara biofield dan bioelektromagnetik (Pradana, 2022). 3. Traditional, Complementary and Integrative Medicine (TCI) Di banyak bagian dunia, pembuat kebijakan, profesional kesehatan dan publik bergulat dengan isuisu mengenai keamanan, efektivitas, kualitas, ketersediaan, pelestarian dan regulasi traditional and complementary medicine (T&CM) (World Health Organization (WHO), 2013). Terapi komplementer bisa dibilang belum cukup dikenal oleh masyarakat karena terapi komplementer lebih dikenal dengan pengobatan alternatif. Berkaitan dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/ 148/1/2010 Tahun 2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik perawat, maka terapi komplementer bisa dilakukan di sarana pelayanan kesehatan. Terapi komplementer yang bisa di aplikasikan di klinik diantaranya akupuntur kesehatan, aroma terapi, terapi relaksasi, terapi herbal dan hipnoterapy. Berpegang pada tugas perawat yang harus memberikan perawatan dengan menggunakan pendekatan secara holistik (bio, psiko, sosio,cultural, spiritual) (Rakhmawati, Putra, Rizki, & Hardiyanto, 2014).


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 234 Menurut National Health International Survey (NHIS) 2012, yang mencakup survei komprehensif tentang penggunaan pendekatan Komplementer oleh orang Amerika, 17,7 persen orang dewasa Amerika telah menggunakan suplemen makanan selain vitamin dan mineral pada tahun lalu. Menurut NHIS 2017 2017, popularitas yoga telah tumbuh secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, dari 9,5 persen orang dewasa AS yang berlatih yoga pada 2012 menjadi 14,3 persen pada 2017. NHIS 2017 juga menunjukkan bahwa penggunaan meditasi meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 4,1 persen pada 2012 menjadi 14,2 persen. pada tahun 2017. (NCCIH, 2018) Strategi Pengobatan Tradisional WHO 2014–2023 dikembangkan dan diluncurkan sebagai tanggapan atas resolusi Majelis Kesehatan Dunia tentang pengobatan tradisional (WHA62.13). Strategi ini bertujuan untuk mendukung Negara-negara Anggota dalam mengembangkan kebijakan proaktif dan mengimplementasikan rencana aksi yang akan memperkuat peran obat tradisional dalam menjaga kesehatan populasi.


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 235 (WHO, 2019) Untuk menghadapi tantangan yang akan datang, menanggapi kebutuhan yang diidentifikasi oleh Negara Anggota dan membangun pekerjaan yang dilakukan di bawah strategi pengobatan tradisional WHO: 2002 – 2005, strategi yang diperbarui untuk periode 2014 – 2023 mencurahkan lebih banyak perhatian daripada pendahulunya untuk memprioritaskan layanan dan sistem kesehatan, termasuk produk, praktik dan praktisi obat tradisional dan komplementer. Tujuan strategisnya adalah: a. Membangun basis pengetahuan untuk manajemen aktif T&CM melalui kebijakan nasional yang tepat; b. Untuk memperkuat jaminan kualitas, keamanan, penggunaan yang tepat dan efektivitas T&CM dengan mengatur produk, praktik dan praktisi; c. Untuk mempromosikan cakupan kesehatan universal dengan mengintegrasikan layanan T&CM ke dalam pemberian layanan perawatan kesehatan dan perawatan kesehatan diri.


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 236 Beberapa terapi Holistic dan komplementer yang ada di indonesia berdasarkan pendekatan spiritual Agama Islam: a. Mindfulness Spiritual Islam 1) Niat dan muraqabah Niat diartikan memunculkan keinginan atau dorongan hati sesuai dengan kebutuhan dirinya yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Niat merupakan energi spiritual dan ruhul ibadah. Muraqabah memiliki arti melihat, mengamati, memperhatikan dengan penuh perhatian. Jadi niat dan muraqabah dengan mindfulness adalah memunculkan keinginan atau dorongan hati dengan sadar penuh tanpa ada paksaan atau intervensi dari orang lain


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 237 untuk tujuan yang di inginkan oleh dirinya yang dipanjatkan kepada Allah SWT dengan disertai keyakinan muraqabahtullah (keyakinan senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT). Langkah ditahap ini, ada tiga hal yang dilakukan, yaitu a) Menenangkan diri dengan mencoba merasakan pernapasan dengan kesadaran penuh sehingga terasa rileks. b) Mulai memunculkan keinginan atau dorongan hati untuk tujuan yang diinginkan dan dipanjatkan kepada Allah SWT c) Mulai memunculkan keyakinan muraqabahtullah (keyakinan bahwa Allah SWT sekarang sedang melihat dan mendengar apa yang kita lakukan dan inginkan). 2) Muhasabah Muhasabah merupakan langkah menganalisa masalah yang dialami, dengan prinsip intropeksi diri bahwa masalah yang dialami datangnya dari Allah dan hanya kepadanya terdapat penyelesaian. a) Mengakui kekurangan atau kesalahan yang dimiliki seperti: mudah marah, dendam, iri, dengki dan hasut atau gejala psikis seperti malas tidak bergairah, tidak bisa fokus, cemas berlebihan dan lain sebagainya. b) Menerima dengan penuh penerimaan tanpa penghakiman bahwa semua diatas disebabkan oleh dirinya sendiri. c) Munculkan keinginan untuk memperbaikinya.


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 238 3) Taubat Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dari jalan, perbuatan, amalan yang Allah SWT larang dan menyesatkan. Taubat dengan mindfulness adalah menyadari dengan penuh kesadaran dari setiap kesalahan yang pernah dilakukan dengan optimis terhadap keberuntungan yang Allah SWT janjikan. Ada beberapa syaratsyarat yang dapat individu lakukan untuk menempuh taubat: a) Munculkan rasa penyesalan dari kesalahan yang pernah dilakukan; b) Berhenti dari kesalahan atau dosa yang pernah dilakukan; c) Bertekat kuat tidak mengulangi kesalahan atau dosa yang pernah dilakukan; d) Apabila kesalahan tersebut berhubungan dengan hak orang lain maka munculkan keinginan untuk memenuhi haknya, minta maaf atau memaafkan. 4) Rasakan respon qolbiyah dan fisik (Body Scan) Body scan dilakukan dengan cara fokus merasakan reaksi qolbu (hati) dan tubuh. Misalnya, merasa sesak/sakit, pusing, tubuh terasa panas, tengkuk terasa berat dan lainlain. Reaksi tersebut diterima dengan sepenuhnya tanpa melakukan penolakan dengan tetap menjaga kesadaran dengan merilekskan tubuh. Melakukan body scan dengan cara fokus merasakan reaksi qolbu dan tubuh. Seperti jantung berebar-debar, terasa panas didada atau seluruh tubuh, terasa berat ditengkuk, terasa gemetar dan bisa juga terasa lain.


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 239 (Dreeben, Mamberg, & Salmon, 2013; Schultchen, Messner, Karabatsiakis, Schillings, & Pollatos, 2019; Sevinc et al., 2018) 5) Doa Memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan menyertakan keyakinan setiap masalah pasti Allah SWT sertakan pertolongannya. Langkah selanjutnya adalah bertaubat kepada Allah SWT, memohon ampunan dengan memanjatkan do’a dan menyertakan keyakinan setiap masalah pasti Allah SWT akan menolong Memanjatkan permohonan pada Allah SWT dengan khusuk/kesungguhan untuk memohon pertolongan terhadap keluhan yang dirasakan. (Achour, et.al 2019; Muhamad, et.al 2019; DePierro et al., 2020; Rainville, 2018) 6) Relaksasi Relaksasi dapat dilakukan dengan beberapa cara: batuk dengan cara menarik nafas dalam terlebih dahulu lalu dibatukkan, muntah dan menangis (Bylsma, et.al 2019; 2014; Vertigan, 2017) 7) Tawakal Tawakkal adalah kesungguhan hati dalam berserah diri kepada Allah AWT untuk mendapatkan kemaslsahatan serta mencegah kemudharatan. Allah SWT berfirman: “dan barang siyapa bertawakkal kepada allah, niscaya allah akan mencukupkan keperluannya” (At-talaq 65:3).


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 240 b. Ruqyah Syar’iyyah Tanpa Kesurupan Ruqyah menurut syaikh al-Alamah Nashirudin alAlbany yaitu doa yang dibacakan dari Al-Qur’an dan Sunnah untuk kesembuhan. Sedangkan menurut Ibnu Atsir Mantra/jampi perlindungan yang dibacakan kepada orang sakit seperti sakit demam, kesurupan, dan penyakit lainnya. Berikut prinsip ilmu Ruqyah Syar’iyyah: Keterangan: (1) = menunjukkan proses interaksi yang terus menerus dalam mendalami ilmu ruqyah. (2) = Teknik ruqyah dibangun dari teori dan praktek (Ariffuddin, 2015)


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 241 c. Minyak Nigella Sativa atau jintan hitam (Habatussauda) Nigella sativa yang umumnya dikenal sebagai jintan, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari tiga perempat masyarakat di negara-negara terbatas sumber daya bergantung pada tanaman obat untuk kebutuhan perawatan kesehatan primer mereka karena lebih dari 60% masyarakat tidak dapat memiliki akses dan/atau obat allopathic. Diperkirakan dari 300.000 spesies herbal yang ada secara global, baru 15% yang telah dieksplorasi potensi farmakologinya. Di antara beberapa tanaman obat, Nigella sativa L. (Ranunculaceae) telah dianggap sebagai salah satu ramuan kaya nutrisi yang paling berharga dalam sejarah di seluruh dunia dan banyak penelitian ilmiah sedang berlangsung untuk memvalidasi penggunaan benih kecil spesies ini yang diklaim secara tradisional. Telah digunakan di berbagai peradaban di seluruh dunia selama berabad-abad untuk mengobati berbagai penyakit hewan dan manusia. Sejauh ini, banyak penelitian menunjukkan benih Nigella sativa dan konstituen aktif utamanya, thymoquinone, sangat efektif secara medis terhadap berbagai penyakit termasuk penyakit kronis yang berbeda: penyakit neurologis dan mental, gangguan kardiovaskular, kanker, diabetes, kondisi peradangan, dan infertilitas. serta berbagai penyakit infeksi akibat infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus. Terlepas dari penelitian terbatas yang dilakukan sejauh ini, kemanjuran N. sativa . yang menjanjikanterhadap HIV/AIDS dapat dieksplorasi sebagai pilihan alternatif untuk pengobatan penyakit pandemi ini setelah membuktikan kemanjuran terapeutik penuhnya. Selain itu, sifat antioksidan kuat dari biji yang berharga ini baru-baru ini mendapatkan perhatian yang meningkat sehubungan dengan perannya yang potensial sebagai suplemen makanan dengan efek samping yang minimal. Selain itu, bila dikombinasikan dengan agen


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 242 kemoterapi konvensional yang berbeda, itu mensinergikan efeknya sehingga mengurangi dosis obat yang digunakan secara bersamaan dengan kemanjuran yang optimal dan toksisitas yang paling rendah dan/atau tidak ada (Yimer, Tuem, Karim, Ur-Rehman, & Anwar, 2019). Tanaman ini banyak dibudidayakan di Pakistan untuk digunakan sebagai bumbu dan obatobatan. Habbatussauda digunakan untuk mengurangi efek samping arthritis, asma, peradangan, gangguan hati dan gastro selain peran potensial mereka dalam diabetes dan kanker. N. Sativa dalam pengobatan tradisional dan peluang untuk eksploitasi dalam pengobatan kontemporer. Hitam Tanaman ini telah sering dijelaskan dan direkomendasikan dalam Tibb-eNabvi, obat-obatan Unani, obat-obatan Afrika dan Timur, obat-obatan Arab, Cina dan Ayurveda.(Majeed et al., 2021). Benih N. sativa telah banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit dan penyakit. Dalam literatur Islam, itu dianggap sebagai salah satu bentuk pengobatan penyembuhan terbesar. Telah direkomendasikan untuk digunakan secara teratur dalam Tibb-e-Nabwi (Pengobatan Nabi). Telah banyak digunakan sebagai antihipertensi, tonik hati, diuretik, pencernaan, anti diare, perangsang nafsu makan, analgesik, anti bakteri dan gangguan kulit. Studi ekstensif tentang N. sativatelah dilakukan oleh berbagai peneliti dan spektrum luas tindakan farmakologisnya telah dieksplorasi yang mungkin termasuk antidiabetes, antikanker, imunomodulator, analgesik, antimikroba, antiinflamasi, spasmolitik, bronkodilator, pelindung hepato, pelindung ginjal, gastro-protektif, sifat antioksidan, dll. Karena kekuatan penyembuhannya yang ajaib, N. sativatelah mendapat tempat di antara obat-obatan herbal berbasis bukti peringkat teratas(Ahmad et al., 2013).


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 243 4. Madu Banyak penelitian yang dilakukan dalam beberapa dekade terakhir telah membuktikan bahwa madu sangat bermanfaat dalam hal penggunaan terapeutiknya. Cerita rakyat sebagai serta dokumentasi tertulis menunjukkan bahwa madu digunakan di masa lalu untuk menjaga kesehatan dan membantu penyembuhan penyakit. (Kuropatnicki, Kłósek, & Kucharzewski, 2018). Madu adalah makanan manis yang kompleks dengan sifat antimikroba dan antioksidan yang mapan. Bisa digunakan untuk perawatan luka permukaan, luka bakar dan peradangan. Berbagai zat dalam madu telah diusulkan sebagai komponen kunci potensi antimikrobanya; senyawa polifenol, hidrogen peroksida, methylglyoxal dan bee-defensin. Penggunaan madu dalam pengobatan luka permukaan dan luka bakar telah terbukti meningkatkan proses penyembuhan, mengurangi waktu penyembuhan, mengurangi jaringan parut dan mencegah kontaminasi mikroba (Nolan, Harrison, & Cox, 2019). Peradaban kuno menganggap madu sebagai produk bergengsi yang dikaruniai Tuhan. Oleh karena itu, banyak literatur tersedia mengenai pentingnya madu di hampir semua agama. Secara fisik, madu merupakan bahan kental dan jelly yang tidak memiliki warna tertentu. Secara kimiawi, madu adalah campuran kompleks dari banyak senyawa organik dan anorganik seperti gula, protein, asam organik, pigmen, mineral, dan banyak elemen lainnya. Saat ini, penelitian modern telah membuktikan pentingnya madu untuk pengobatan. Ini memiliki aktivitas antibiotik, anti-virus dan anti-jamur spektrum luas. Madu mencegah dan membunuh mikroba melalui mekanisme yang berbeda seperti peningkatan pH dan aktivitas enzim. Sampai saat ini, tidak ada senyawa sintetis yang bekerja sebagai obat anti bakteri, anti virus dan anti jamur yang dilaporkan dalam madu namun bekerja melawan bakteri, virus dan jamur


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 244 sementara tidak ada aktivitas anti-protozoa yang dilaporkan. Aktivitas anti-oksidan, anti-inflamasi dan anti-kanker yang kuat dari madu telah dilaporkan. Madu tidak hanya penting sebagai obat anti inflamasi yang meredakan peradangan tetapi juga melindungi hati dengan efek degeneratif dari obat anti inflamasi sintetik (Khan et al., 2018). (Waheed et al., 2019) Madu, produk nutrisi yang sehat, diproduksi terutama oleh dua jenis lebah: lebah madu dan lebah tanpa sengat. Madu mengandung zat gizi makro dan mikro yang pada dasarnya tergantung pada berbagai faktor: 1) jenis lebah, 2) sumber bunga, dan 3) faktor lingkungan dan pengolahan. Secara umum terdapat kurang lebih 200 senyawa dalam madu seperti gula, protein, enzim, mineral, vitamin, asam amino, dan berbagai macam polifenol. Variasi rasio senyawa ini menghasilkan warna, rasa, kekentalan, dan aktivitas terapeutik yang berbeda dari setiap madu. Sebagian besar madu di dunia memiliki 80% sifat fisik dan komposisi kimia (Ranneh et al., 2021).


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 245 Daftar Pustaka Achour, M., Binti Abdul Ghani Azmi, I., Bin Isahak, M., Mohd Nor, M. R., & Mohd Yusoff, M. Y. Z. (2019). Job Stress and Nurses Well-Being: Prayer and Age as Moderators. Community Mental Health Journal, 55(7), 1226–1235. https://doi.org/10.1007/s10597-019- 00410-y Achour, M., Muhamad, A., Syihab, A. H., Mohd Nor, M. R., & Mohd Yusoff, M. Y. Z. (2019). Prayer Moderating Job Stress Among Muslim Nursing Staff at the University of Malaya Medical Centre (UMMC). Journal of Religion and Health, (0123456789). https://doi.org/10.1007/s10943-019-00834-6 Adams, C., Arratoon, C., Boucher, J., Cartier, G., Chalmers, D., Dell, C. A., … Wuttunee, M. (2015). The Helping Horse: How Equine Assisted Learning Contributes to the Wellbeing of First Nations Youth in Treatment for Volatile Substance Misuse. HumanAnimal Interaction Bulletin, 1(1), 52–75. Retrieved from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26793794%0 Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fc gi?artid=PMC4716821 Ahmad, A., Husain, A., Mujeeb, M., Khan, S. A., Najmi, A. K., Siddique, N. A., … Anwar, F. (2013). A review on therapeutic potential of Nigella sativa: A miracle herb. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 3(5), 337–352. https://doi.org/10.1016/S2221- 1691(13)60075-1 Ariffuddin. (2015). Ruqyah Syar’iyyah Tanpa Kesurupan (1st ed.). Malang: YBM (Yayasan Bina Al-Mujtama’) Malang. Bylsma, L. M., Gračanin, A., & Vingerhoets, A. J. J. M. (2019). The neurobiology of human crying. Clinical Autonomic Research, 29(1), 63–73. https://doi.org/10.1007/s10286-018-0526-y DePierro, J., Katz, C. L., Marin, D., Feder, A., Bevilacqua, L., Sharma, V., … Charney, D. (2020). Mount Sinai’s


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 246 center for stress, resilience and personal growth as a model for responding to the impact of COVID-19 on health care workers. Psychiatry Research, 293(August), 113426. https://doi.org/10.1016/j.psychres.2020.113426 Dreeben, S. J., Mamberg, M. H., & Salmon, P. (2013). The MBSR Body Scan in Clinical Practice. Mindfulness, 4(4), 394–401. https://doi.org/10.1007/s12671-013- 0212-z Ferrell, B. R., Handzo, G., Picchi, T., Puchalski, C., & Rosa, W. E. (2020). The Urgency of Spiritual Care: COVID19 and the Critical Need for Whole-Person Palliation. Journal of Pain and Symptom Management, 60(3), e7– e11. https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2020.06.03 4 Gračanin, A., Bylsma, L. M., & Vingerhoets, A. J. J. M. (2014). Is crying a self-soothing behavior? Frontiers in Psychology, 5(MAY), 1–15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.00502 Kemenkes RI. (2019). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2019 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 38 TAHUN 2014 TENTANG KEPERAWATAN. Khan, S. U., Anjum, S. I., Rahman, K., Ansari, M. J., Khan, W. U., Kamal, S., … Khan, H. U. (2018). Honey: Single food stuff comprises many drugs. Saudi Journal of Biological Sciences, 25(2), 320–325. https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2017.08.004 Kuropatnicki, A. K., Kłósek, M., & Kucharzewski, M. (2018). La miel como medicina. Perspectivas históricas. Journal of Apicultural Research, 57(1), 113–118. https://doi.org/10.1080/00218839.2017.1411182 Majeed, A., Muhammad, Z., Ahmad, H., Rehmanullah, Hayat, S. S. S., Inayat, N., & Siyyar, S. (2021). Nigella sativa L.: Uses in traditional and contemporary


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 247 medicines - An overview. Acta Ecologica Sinica, 41(4), 253–258. https://doi.org/10.1016/J.CHNAES.2020.02.001 Meidiana Dwidiyanti, A. Y. F., & Munif, B. (2019). the art of Mindfulness Spiritual Islam. NCCIH. (2018). Complementary, Alternative, or Integrative Health: What’s In a Name? | NCCIH. July, p. 1. Retrieved from https://www.nccih.nih.gov/health/complementaryalternative-or-integrative-health-whats-in-a-name Nolan, V. C., Harrison, J., & Cox, J. A. G. (2019). Dissecting the antimicrobial composition of honey. Antibiotics, 8(4), 1–16. https://doi.org/10.3390/antibiotics8040251 Pradana, A. A. (2022). Pengantar Terapi Komplementer dan Keperawatan Holistik.pdf. Bekasi, Jawa Barat: STIKES Mitra Keluarga. Rainville, G. (2018). The Interrelation of Prayer and Worship Service Attendance in Moderating the Negative Impact of Life Event Stressors on Mental Well-Being. Journal of Religion and Health, 57(6), 2153–2166. https://doi.org/10.1007/s10943-017- 0494-x Rakhmawati, R., Putra, K. R., Rizki, F., & Hardiyanto. (2014). Metode keperawatan komplementer hipnoterapi untuk menurunkan efek stress pasca trauma tingkat sedang pada fase rehabilitasi. Keperawatan, 5(Hipnoterapi), 178–184. Ranneh, Y., Akim, A. M., Hamid, H. A., Khazaai, H., Fadel, A., Zakaria, Z. A., … Bakar, M. F. A. (2021). Honey and its nutritional and anti-inflammatory value. BMC Complementary Medicine and Therapies, 21(1), 1–17. https://doi.org/10.1186/s12906-020-03170-5 Schultchen, D., Messner, M., Karabatsiakis, A., Schillings, C., & Pollatos, O. (2019). Effects of an 8-Week Body Scan Intervention on Individually Perceived Psychological Stress and Related Steroid Hormones in


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 248 Hair. Mindfulness, 10(12), 2532–2543. https://doi.org/10.1007/s12671-019-01222-7 Sevinc, G., Hölzel, B. K., Hashmi, J., Greenberg, J., McCallister, A., Treadway, M., … Lazar, S. W. (2018). Common and dissociable neural activity after mindfulness-based stress reduction and relaxation response programs. Psychosomatic Medicine, 80(5), 439–451. https://doi.org/10.1097/PSY.0000000000000590 Vertigan, A. E. (2017). Somatic cough syndrome or psychogenic cough — what is the difference ? 9(3), 831–838. https://doi.org/10.21037/jtd.2017.03.119 Waheed, M., Hussain, M. B., Javed, A., Mushtaq, Z., Hassan, S., Shariati, M. A., … Heydari, M. (2019). Honey and cancer: A mechanistic review. Clinical Nutrition, 38(6), 2499–2503. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2018.12.019 WHO. (2019). WHO Global Report On Traditional and Complementary Medicine 2019. In World Health Organization. Retrieved from https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/ 312342/9789241515436-eng.pdf?ua=1 World Health Organization (WHO). (2013). WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023. World Health Organization (WHO), 1–76. https://doi.org/2013 Yimer, E. M., Tuem, K. B., Karim, A., Ur-Rehman, N., & Anwar, F. (2019). Nigella sativa L. (Black Cumin): A Promising Natural Remedy for Wide Range of Illnesses. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2019. https://doi.org/10.1155/2019/ 1528635


MODEL KONSEP PRAKTIK HOLISTIK CARING DAN KOMPLEMENTER 249 Profil Penulis Devanda Faiqh Albyn Penulis lahir di Pemalang, 28 Maret 1994 Saat berprofesi sebagai Perawat Kesehatan Kerja di perushaan milik BUMN yaitu Holding PT. Perkebunan Nusantara yang berlokasi DKI Jakarta. Ketertarikan penulis dengan bidang keilmuan keperawatan tentunya tidak lain dari latar belakag penulis, dimana penulis menekuni bidang Keperawatan dengan pendekatan keperawatan aliatif dan Holistic-Komplementer care dari pasien sehat hingga “End of Life Care” beliau menekuni keilmuan tersebut saat duduk di bangku perkuliahan S1 Keperawatan hingga Profesi Ners di STIKES Banyuwangi (2012- 2018) mulai mempelajari teori dan mengaplikasikannya, di klink Holistik Pusat Pengobatan Islam Terpadu (PPIT) Malang dan Rumah Sakit sampai Home Visit. Sembari menempuh pendidikan di Magister Keperawatan penulis aktif menulis beberapa Book chapter seperti Paliatif Caring, Kesehatan Jiwa, K3, dan lain-lain. beliau juga aktif dalam organisasi diantaranya Indonesian Paramedic Assosiation dan Himpunan Perawat Kesehatan Kerja (PERKESJA) sebagai ketua departemen kesehatan dan ventura. Penulis memiliki sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional (Penulisan Buku Nonfiksi). Adapun harapan dari penulis semoga buku ini bisa bermanfaat dan tidak lupa penulis juga meminta kritik dan saran dari pembaca guna membangun kualitas karya selanjutnya sehingga bisa berkontribusi dengan baik bagi para Mahasiswa, Praktisi, maupun Akademisi Keperawatan. Email Penulis: [email protected]


250


251 17 TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI Leni Landudjama, S.Kep.,Ns., M.Kep. Poltekkes Kemenkes Kupang Konsep Umum Terapi Homeopati 1. Pengertian Homeopati (Homeopathy) adalah suatu sistem pengobatan alternatif dan terapeutik yang termasuk kedalam salah satu terapi komplementer, sering digunakan dan kontroversial untuk pengobatan semua jenis penyakit termasuk penyakit menular selama lebih dari 200 tahun, yang telah menyebar luas ke seluruh dunia. Homeopati adalah penyembuhan alternatif dengan metode yang aman, lembut dan efektif. Homeopati dari bahasa Yunani “Homoios” dan “Pathos” berarti "mirip dengan penyakit" atau "mirip dengan penderitaan" (similar to suffering). Homeopati merupakan sistem pengobatan alternatif yang diserap tubuh secara menyeluruh. Homeopati merupakan pilihan terapi alami dalam pengobatan alternatif untuk kondisi pasien dengan penyakit kronis, akut, fisikal, emosional dan atau penyakit menular (Ciment, 2020); (Saikiran et al., 2017); (Staresinic, 2021); (Ijaz, 2020); (Anlauf et al., 2015); (Non Sowanna, 2017); (Kural Ciğerli and İlhan, 2021); (Christanto, 2013); (Carlston, 2003).


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 252 2. Sejarah Homeopati berasal dari karya seorang dokter Jerman, Samuel Hahnemann (1755-1843) pada pergantian pada akhir abad ke-18, model epistemik vitalistiknya bergantung pada tiga prinsip utama, yaitu hukum serupa (the law of similar), pengobatan individual (individualized remedies), dan potensi dosis yang sangat kecil (infinitesimal, potentized dosing) (Saikiran et al., 2017); (Staresinic, 2021); (Ijaz, 2020); (Anlauf et al., 2015). Ramuan pertama kulit kayu Cinchona yang terkenal karena pengobatan malaria, digunakan sebagai obat homeopati oleh Samuel H., bereksperimen pada dirinya sendiri, keluarga dan teman-teman dekatnya. Selain itu, hukum dosis minimum mirip dengan prinsip produksi vaksin. Homeopati telah digunakan untuk mengobati pasien dengan penyakit menular dan wabah. Mengikuti perkembangan sistem perawatan kesehatan dan penemuan antibiotik penisilin, peran homeopati diminimalkan (Non Sowanna, 2017). Filosofi dan prinsip homeopati mencerminkan kepercayaan dan budaya banyak negara sehingga mempunyai peranan penting dan layak menjadi pilihan dalam terapi komplementer (Saikiran et al., 2017); (Staresinic, 2021); (Ijaz, 2020); (Anlauf et al., 2015). 3. Prinsip Homeopati dalam bentuk klasiknya didasarkan pada empat prinsip yaitu like cures like (penggunaan zat yang menimbulkan gejala tertentu untuk mengobati penderita gejala yang sama sehingga dihubungkan dengan arti homeopati secara harfiah similar to suffering), provings (bentuk pembuktian dengan eksperimen pengobatan), single medicine (penggunaan salah satu pengobatan), dan minimal dose (menggunakan minimal dosis pengobatan). Masingmasing prinsip ini memerlukan pertimbangan yang mendetail (Carlston, 2003). Beberapa referensi menjelaskan bahwa homeopati mempunyai 3 prinsip utama (Staresinic, 2021); (Non Sowanna, 2017); (Saikiran et al., 2017), yaitu:


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 253 a. Hukum serupa (the Law of the Similar) Pasien dengan penyakit tertentu dapat disembuhkan dengan zat yang menghasilkan efek toksik serupa, dan pemilihan serta pemberian obat yang terbukti. Prinsip ini disebut 'similia similibus curentur' atau 'biarkan suka disembuhkan oleh suka', atau dikenal sebagai 'prinsip kesamaan' atau 'hukum kesamaan'. b. Hukum pengobatan tunggal (The Law of the Single Remedy) Ketika pasien menunjukkan gejala dalam sistem tubuh, termasuk emosi, mental, perilaku, gejala harus sesuai dengan zat yang di tes dalam hukum pertama (serupa/kesamaan) untuk pengobatan. c. Hukum dosis minimum (the Law of the Minimum Dose) Aturan penggunaan obat dalam jumlah dosis minimum setelah beberapa herbal, mineral, kadang-kadang zat beracun diuji menurut hukum kesamaan dengan mengencerkannya sehingga mengurangi toksisitas. Semakin encer zat tersebut maka lebih efektif kemampuannya untuk mengobati. 4. Penatalaksanaan Terapi Homeopati Homeopati berarti penyembuhan dengan memberikan obat sebagai agen terapeutik yang berasal dari tumbuhan, mineral, ataupun racun dari produk hewani seperti bisa ular yang telah diencerkan sampai meminimalkan efek racunnya dari substansi obat yang akan digunakan atau disebut potensiasi. Produk hewan dan tumbuhan, bakteri, virus, protozoa, dan jamur mikro dapat diubah menjadi obat yang sangat penting untuk terapi atau disebut nosoda mencakup obat apapun yang dibuat dari jaringan yang sakit tetapi tidak terinfeksi. Tahapan teknik kefarmasian meliputi persiapan awal, potensiasi dan impregnasi. Kekuatan utama dalam terapi homeopati adalah pemberian obatnya spesifik untuk pasien,


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 254 penggunaanya dalam dosis rendah, sangat aman, pemilihan ketapatan obat, pertimbangan respons organisme terhadap faktor penyebab, obat yang ditunjukkan dipilih berdasarkan gambaran gejala total pasien dan bukan pada penyebab penyakit (Non Sowanna, 2017); (Christanto, 2013); (Saikiran et al., 2017). Obat homeopati tidak menimbulkan efek samping sehingga dalam pengobatan homeopati, satu obat dapat diresepkan untuk beberapa jenis penyakit dan gejala. Contoh, semua penderita asma mendapatkan pengobatan yang sama oleh dokter konvensional, karena mereka telah memiliki pengetahuan lengkap yang diperlukan untuk mendeteksi dan mengobati penyakit asma berdasarkan gejala asma. Namun, pada kenyataannya setiap penderita asma memiliki banyak gejala di luar gejala penyakit. Pada setiap individu, sesak napas dapat terjadi dan ditemukan pada udara terbuka tetapi ini dapat meringankan sesak napas pada orang lain. Seseorang mungkin merasa lebih buruk setelah tengah malam, yang lain bisa terjadi di pagi hari. Oleh karena itu, terbukti bahwa orang merespon secara keseluruhan, sebagai organisme terhadap pengaruh dari suatu penyakit. Respon ini terlihat di semua orang dengan berbagai tanda dan gejala. Dalam homeopati, semua gejala ini secara bersama-sama mewakili gejala pasien. Pengobatan homeopati cenderung meringankan efek dari berbagai macam penyakit akut dan kronis termasuk: Alergi, asma, eksim, demam, sakit kepala, infeksi pernapasan dan Stres (Jain, Jain and Arjariya, 2011). Prosedur praktik dalam terapi homeopati berdasarkan teori bahwa setiap zat yang dapat menimbulkan gejala penyakit atau pada orang yang sehat dapat menyembuhkan gejala-gejala tersebut pada orang sakit. Misalnya, prosedur terapi homeopati pada seseorang yang menderita insomnia dapat diberikan dosis homeopati berupa kopi yang diberikan dalam bentuk larutan encer.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 255 Perawatan homeopati diturunkan dari berbagai sumber alami, termasuk tumbuhan, logam, dan mineral. Praktisi dalam terapi homeopati menerima pelatihan formal dalam diagnosis dan pengobatan kondisi kesehatan berdasarkan prinsip homeopati (Nahin, Barnes and Stussman, 2016). Adapun tahapan dalam penatalaksanaan terapi homeopati (Putri, 2020), yaitu: praktisi homeopati melakukan anamnesa dengan menanyakan secara keseluruhan pola hidup (makan, tidur, suasana hati, emosional) dan riwayat penyakit pasien, menentukan bahan pengobatan paling tepat berdasarkan hasil anamnesa, memberikan instruksi penggunaan obat dan menjalani kontrol untuk di evaluasi perkembangan status kesehatan pasien. Konsep Umum Terapi Naturopati 1. Pengertian Naturopati (Naturopathy) adalah sistem terapi alternatif dengan perpaduan antara metode modern dan tradisional, ilmiah, dan empiris. Naturopati adalah sistem penyembuhan holistik yang menggabungkan berbagai perawatan dan terapi alami serta berusaha menemukan penyebab penyakit dengan memahami tubuh, pikiran dan jiwa, dengan keyakinan mendasar bahwa tubuh mampu melawan infeksi dan penyakit itu sendiri, dengan dukungan yang tepat. Naturopati mampu memanfaatkan berbagai perawatan alami bersama-sama untuk memungkinkan pasien memiliki kesehatan yang optimal. Beberapa di antaranya adalah detoksifikasi, hidroterapi, pengobatan fisik dan gaya hidup, serta konseling psikologis. Kata "naturopati" berasal dari istilah Latin yang berarti "penyakit alam" (Ciment, 2020); (Christanto, 2013); (Jain, Jain and Arjariya, 2011). Naturopati adalah sistem yang berbeda dari pengobatan tradisional dan komplementer dan diakui oleh WHO (World Health Organization) sebagai model perawatan primer.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 256 Model pendidikan untuk naturopati mirip dengan pelatihan medis allopathic dengan landasannya fisiologi dan diagnostik biomedis. Namun atribut unik naturopati dengan prioritas ulang urutan terapi yang menekankan perawatan diri berorientasi pada gaya hidup, perilaku pencegahan, nutrisi, aktivitas fisik, dan konseling manajemen stres sebelum beralih ke nutrisi klinis (menargetkan tindakan farmakologis dari nutrisi untuk penyakit tertentu terlepas dari status nutrisi), obat herbal, homeopati, terapi manual daripada menekankan terapi obat bebas dan resep atau intervensi bedah (Bradley et al., 2019). Pengobatan naturopati adalah profesi perawatan kesehatan primer yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan, mencegah, mendiagnosis dan mengobati penyakit. Selain itu, untuk merangsang kapasitas penyembuhan diri individu dengan menggunakan sejumlah terapi modalitas yang meliputi obat-obatan botani, nutrisi klinis/konseling diet, suplemen gizi, homeopati, pengobatan fisik (fisioterapi, hidroterapi, manipulasi) dan konseling psikologis. Pengobatan naturopati dipraktekkan baik sebagai pelengkap atau alternatif pengobatan konvensional. Tujuan utama pengobatan naturopati yaitu menyembuhkan individu secara keseluruhan dari aspek tubuh, pikiran, dan jiwa. Fokus utama dalam pengobatan naturopati yaitu menyembuhkan akar penyebab penyakit, bukan menghentikan gejala penyakit (Tetteh, 2020); (Sari, 2021). 2. Sejarah Pengobatan naturopati sebagai sistem praktik yang terorganisir pertama kali dipahami pada awal abad ke20, dan sangat dipengaruhi oleh filosofi teori Hippocrates dan beberapa filosofi yang lainnya. Benedict Lust dianggap sebagai bapak dari terapi tradisional naturopati yang membawa teori dan praktek naturopati dari Eropa ke Amerika Utara pada akhir 1800-an dan sebagai pengobatan yang berbeda diresmikan pada pertemuan praktisi di New York pada tahun 1901.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 257 Sejak 1980-an dokter naturopati menunjukkan peningkatan kesadaran untuk mendirikan sekolah, menstandarisasi pendidikan dan akreditasi. Tujuan utama dari sistem naturopati adalah untuk memberikan pengetahuan pasien tentang gaya hidup sehat. Dalam sistem naturapathic gejala penyakit tidak ditekan melainkan seluruhnya diobati. Diet, herbal, latihan lainnya digunakan dalam pengobatan penyakit apapun tanpa menggunakan obat standar atau operasi (Jain, Jain and Arjariya, 2011); ((ACIH), 2017); (Iva Lloyd, 2019). Hubungan kolaborasi pasien dan dokter adalah mitra yang diakui sebagai aspek penting dari proses penyembuhan. Kualitas sama pentingnya dengan kuantitas sehingga makanan yang masuk kedalam tubuh pasien (kaya nutrisi atau tidak), jenis udara yang dihirup (bersih atau tercemar), lingkungan tempat tinggal (bebas racun atau beracun), dan jenis hubungan dalam hidupnya (mendukung atau merusak), dan lain sebagainya ((ACIH), 2017). Penyembuhan harus ditangani disemua tingkatan perkembangan dalam karakter pengobatan naturopati berupa alternatif, komplementari, integratif, dan holistik (Krisna Murti, 2005). 3. Prinsip Prinsip pengobatan naturopati dalam metode sistem pengobatan bersifat natural, non-invasive, no chemical approach, person-centered medicine, dan friendly environment (Krisna Murti, 2005). Filosofi pengobatan naturopati sesuai prinsip naturopati dari beberapa referensi (Jain, Jain and Arjariya, 2011); ((ACIH), 2017); (Ericksen-Pereira, Roman and Swart, 2018); (Sarris and Wardle, 2019), yaitu: a. First Do No Harm Usaha meminimalkan efek samping yang berbahaya, menggunakan cara paling tidak invasif yang diperlukan untuk mendiagnosis dan merawat pasien.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 258 b. Kekuatan/Energy Penyembuhan Alam (the healing power of nature) Mengenali dan berusaha memperkuat kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Mengidentifikasi dan menghilangkan bahaya kesehatan, mendorong pengembangan lingkungan internal dan eksternal yang aman. c. Mengidentifikasi dan Mengobati Penyebabnya (identify and treat the cause) Berusaha mengidentifikasi, mengatasi penyebab yang mendasari penyakit. d. Rawat Manusia Seutuhnya-perawatan holistic (treat the whole person) Kesadaran bahwa kesehatan pasien harus diperhatikan di semua tingkatan (body, mind, spirit) meliputi fisik, perilaku, kognitif, genetik, mental, emosional, spiritual, ekonomi, sosial, dan lingkungan e. Dokter sebagai Guru (doctor as teacher) Peran utama dokter naturopati adalah mendidik pasien dan memberdayakan individu untuk bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri. Dokter naturopati mengenali dan mendorong kekuatan terapeutik dari kemitraan dokter dan pasien. f. Fokus pada Pencegahan, promosi kesehatan secara keseluruhan Keyakinan tentang mencegah penyakit lebih baik daripada menunggu sampai penyakit harus diobati. Fokus ini termasuk menilai faktor risiko dan kerentanan terhadap penyakit, mendorong pilihan gaya hidup yang mencegah penyakit bermanifestasi, dan campur tangan dalam proses penyakit untuk memperlambat perkembangannya.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 259 4. Penatalaksanaan Pengobatan Naturopati Pengobatan naturopati adalah pendekatan holistik untuk perawatan kesehatan yang mengakui dan menghormati individualitas pasien dan sebagai profesi perawatan kesehatan primer yang berbeda, menekankan pencegahan, pengobatan dan kesehatan yang optimal melalui penggunaan metode terapeutik dan zat yang mendorong proses penyembuhan diri yang melekat pada seseorang. Dokter naturopati menstimulasi kemampuan penyembuhan diri yang melekat pada individu melalui perubahan gaya hidup dan penerapan metode dan modalitas terapi nonsupresif, termasuk nutrisi klinis, pengobatan botani, homeopati, pengobatan fisik, dan kesehatan psikologi. Pengetahuan tentang penerapaan praktik klinis konvensional juga termasuk pengobatan darurat, operasi kecil, farmakologi, dan persalinan alami. Dokter naturopati menghormati dan menerapkan prinsip praktik tradisional seperti pengobatan tradisional Cina dan pengobatan Ayurveda, yang memberikan dasar tambahan untuk memahami individu pasien dari perspektif konstitusional. Teknik pengobatan naturopati termasuk metode tradisional dan modern, empiris dan ilmiah ((ACIH), 2017). Gambar 17.1 Hirarki tipikal terapi dalam praktek naturopati (Bradley et al., 2019). Model naturopati bersifat holistik dengan melibatkan keterkaitan sistem fisiologis (seperti sistem saraf pusat dan sistem imunologi) dan sistem pada berbagai tingkat organisme (seperti tingkat fisik dan tingkat psikologis).


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 260 Pengobatan naturopati menampilkan pendekatan multifaktorial untuk penyembuhan berbagai kondisi (penyakit akut (nyeri, panas, kemerahan, bengkak, aktivitas tinggi dan lainnya), subakut (aktivitas menurun, gejala kambuh), kronik, degeneratif) seperti rencana perawatan meliputi terapi khusus, diet, olahraga, dan manajemen stress. Obat naturopati bekerja dalam pengaturan diri, (sistem biologis yang telah diatur untuk menjaga kesehatan). Pengobatan naturopati mengenali dan berusaha meningkatkan tiga jenis efek, yaitu: a. Efek spesifik dihasilkan dari penerapan terapi yang diketahui memiliki efek tertentu pada area yang ditargetkan (misalnya, konsumsi zat botani yang diketahui dapat mengurangi keasaman lambung). b. Efek umum dihasilkan dari resep pengobatan individual, dan berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap gangguan eksternal (misalnya, penggunaan Astragalus untuk merangsang sistem kekebalan). c. Efek non-spesifik adalah efek yang merupakan hasil dari koneksi pikiran/tubuh. Metode pengobatan yang digunakan dalam naturopati (Jain, Jain and Arjariya, 2011), yaitu: Metode Fisik (hidroterapi; latihan; pijat; chiropractic seperti teknik relaksasi naturopati; imobilisasi dengan gelang dan bidai; USG, diatermi atau terapi panas; stimulasi listrik; dan pengobatan ringan). Adapun terapi mandi seperti hip-bath (mandi memberi energy pada sistem internal dengan merevitalisasi sirkulasi darah melalui kontak dengan air dingin), mandi uap/steam bath (dilakukan di kabin kayu kecil dengan kursi sebagai tempat duduk pasien), mandi air hangat/hot foot bath (pasien duduk di kursi dan selimut menutupi seluruh badan kecuali kepala yang ditutupi dengan handuk basah), pemandian air panas dan dingin/ hot and cold bath (umumnya dilakukan di ruang tertutup), mandi matahari/sun bath (waktu terbaik untuk berjemur


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 261 adalah pagi hari yaitu 2 jam setelah matahari terbit). Gambaran dari ke lima Terapi mandi yang dijelaskan sebelumnya adalah sebagai berikut: Paket terapi seperti paket lumpur/mud packs, bungkus dengan sprei basah/wet sheet pack, atau metode fisik lainnya seperti enema (diberikan sebelum puasa atau mengobati sembelit dan masalah terkait dengan jenis enema air dingin dan enema herbal), pijat/massage (membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh dan menghilangkan limbah beracun secara efektif dari tubuh, berupa pijat minyak dan pijat kering yang arahnya selalu ke arah jantung), puasa/fasting (dianggap sebagai metode penyembuhan alami yang paling efektif dengan membiarkan alam melakukan proses pembersihannya didalam tubuh tanpa halangan dan beban tambahan makanan untuk dicerna, terdapat jenis puasa lengkap, puasa sebagian, puasa susu, puasa semua buah, puasa diet terbatas dan lainnya), pengaturan diet/regulation of diet (makanan alami memilki efek pembersihan dan pemurnian pada tubuh dan membantu menghindari penyakit dengan diet seimbang yang kaya pH basah karna asam menyebabkan produksi lebih banyak limbah beracun dalam tubuh sehingga rentan terhadap berbagai penyakit). Gambaran dari penjelasan diatas adalah sebagai berikut:


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 262 Naturopati efektif meningkatkan kesehatan pasien dengan berbagai kondisi kesehatan kronis, kecemasan, multiple sklerosis, penyakit kardiovaskular, dan kondisi musculoskeletal (Wardle, 2016). Pengobatan naturopati untuk memperkuat tubuh dengan kemampuan pengaturan diri yang alami (penyembuhan diri). Model naturopati, menerapkan terapi untuk membangun kembali homeodinamik fisiologis dan psikologis. Gejala dilihat sebagai cara tubuh mengingatkan pasien untuk memperhatikan beberapa aspek kesehatannya. Ada konsekuensi kesehatan yang merugikan hanya dengan menekan gejala tanpa mengatasi penyebabnya. Misalnya, mengenali demam sebagai upaya tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Ada dua fokus dalam naturopathy yaitu mendukung kemampuan tubuh dalam menyembuhkan diri dan memberdayakan karakter orang dengan perubahan gaya hidup yang dibutuhkan dalam mencapai kesehatan optimal. Pengobatan naturopati menekankan pencegahan penyakit dan mendidik pasien ((ACIH), 2017); (Christanto, 2013). Model naturopati menyatakan bahwa bahkan penyakit tertentu akan mendapat manfaat dari terapi non-spesifik, karena terapi non-spesifik ini akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatur diri sendiri. Penggunaan homeopati dalam pengobatan naturopati adalah ketika tubuh diberi Mud Packs


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 263 informasi yang dibutuhkan, tubuh akan mengoreksi diri untuk mempertahankan kondisi normal tubuh. Penyembuhan pada tingkat yang paling dalam tidak dapat terjadi sampai penyembuhan terjadi pada tingkat yang lebih dangkal. Gejala yang ditekan tanpa mengatasi penyebabnya nantinya akan bermanifestasi dengan cara lain, berpotensi pada tingkat yang lebih dalam yang akan mengarah pada keadaan penyakit yang lebih serius. Pengobatan naturopati memiliki dasar dalam ilmu pengetahuan biomedis, dan merupakan sistem perawatan kesehatan yang komprehensif ((ACIH), 2017). Prosedur Naturopati berdasarkan keyakinan bahwa ada kekuatan penyembuhan didalam tubuh yang membangun, memelihara, dan memulihkan kesehatan. Praktisi terapi naturopati bekerjasama dengan pasien mendiskusikan rencana pengobatan berfokus pada edukasi dan pencegahan. Tujuannya melalui perawatan konseling nutrisi dan gaya hidup, suplemen makanan, tanaman obat, olahraga, homeopati, dan perawatan menggunakan obat-obatan tradisional Cina. Filosofi pengobatan naturopati menggunakan urutan hierarki terapeutik dari intervensi terapeutik. Hal ini memberikan dampak pengobatan naturopati untuk kesehatan dan promosi kesehatan dengan sangat baik, karena fokus awalnya tetap pada intervensi tingkat rendah dan pencegahan terlebih dahulu. Pengobatan naturopati bisa menggunakan bahan herbal seperti aromaterapi minyak atsiri yang mempunyai kandungan campuran senyawa kimia yang kompleks dengan cara inhalasi, mandi rendam, kompres, pemakaian topikal dan masase sehingga meningkatkan kesehatan dan vitalitas tubuh, pikiran, jiwa juga dapat memberikan keseimbangan dan mengurangi gejala-gejala seperti mood swing, konstipasi, mual, jerawat, sakit kepala,


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 264 kelelahan, depresi, dapat memberikan reaksi dalam relaksasi otot, memperbaiki sirkulasi dan tekanan darah (Krisna Murti, 2005); (Sari, 2021); (Sarris and Wardle, 2019). Adapun tahapan dalam penatalaksanaan pengobatan homeopati, yaitu: praktisi naturopati melakukan komunikasi dan diskusi dengan pasien melalui identifikasi dalam pemeriksaan awal/pengkajian (holistik), pemeriksaan diagnostik, rencana terintegrasi dari pengobatan, memilih pengobatan dan penatalaksaannya sesuai dengan kebutuhan pasien dan evaluasi.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 265 Daftar Pustaka (ACIH), A. C. for I. H. (2017) Clinicians ’ and Educators ’ Desk Reference on the Integrative Health and Medicine Professions Academic Collaborative for Integrative Health. Anlauf, M. et al. (2015) ‘Complementary and alternative drug therapy versus science-oriented medicine’, GMS German Medical Science, 13, pp. 1–47. doi: 10.3205/000209. Bradley, R. et al. (2019) ‘Naturopathy as a model of prevention-oriented, patient-centered primary care: A disruptive innovation in health care’, Medicina (Lithuania), 55(9), pp. 1–14. doi: 10.3390/medicina55090603. Carlston, M. (2003) Classical homeopathy (Medical guides to complementary and alternative medicine). Christanto, C. (2013) ‘Refleksi dan Prinsip-prinsip Penilaian Teologis, Pertanggungjawaban Rasional, dan Strategi Pastoral Beberapa Terapi Alternatif’, Repository.Usd.Ac.Id. Available at: https://repository.usd.ac.id/41450/2/106312007_fu ll.pdf. Ciment, J. (2020) ‘Medicine, Complementary and Alternative’, Social Issues in America: An Encyclopedia, 2(1), pp. 1139–1150. doi: 10.4324/9781315700724-106. Ericksen-Pereira, W. G., Roman, N. V. and Swart, R. (2018) ‘An overview of the history and development of naturopathy in South Africa’, Health SA Gesondheid, 23, pp. 1–8. doi: 10.4102/hsag.v23i0.1078. Ijaz, N. (2020) ‘Paradigm-Specific Risk Conceptions, Patient Safety, and the Regulation of Traditional and Complementary Medicine Practitioners: The Case of Homeopathy in Ontario, Canada’, Frontiers in Sociology, 4(January). doi: 10.3389/fsoc.2019.00089.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 266 Iva Lloyd (2019) Holistic Healing Theoris, Practice, and Sosial Change. 1st edn. Edited by P. A. Dunn. Toronto, Ontario: Canadian Scholars. Jain, M., Jain, V. and Arjariya, P. (2011) Frontiers in life science NATUROPATHY: AN EXOTIC APPROACH FOR RESTORING HEALTH, Frontiers in Life Science. Edited by T. B. Galande et al. doi: 10.1080/21553769.2011.617195. Krisna Murti (2005) ‘Seminar Pengobatan Naturopati: Self Healing’. Available at: https://www.itb.ac.id/berita/detail/578/seminarpengobatan-naturopati-self-healing. Kural Ciğerli, O. and İlhan, F. (2021) ‘The role of homeopathy in the history of epidemics’, Journal of integrative and Anatolian medicine, 2(2), pp. 30–45. Nahin, R. L., Barnes, P. M. and Stussman, B. J. (2016) ‘Expenditures on Complementary Health Approaches: United States, 2012’, National health statistics reports, pp. 1–11. Non Sowanna, N. (2017) ‘Homeopathy: Science of alternative medicine and application’, วารสารการแพทย์และวิทยาศาสตร์สุขภาพ (Journal of Medicine and Health Science), 24(2), pp. 72–82. Putri, N. H. (2020) ‘Pengobatan Alami Homeopati Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit, Benarkah?’ Available at: https://www.sehatq.com/artikel/pengobatanhomeopati-bisa-sembuhkan-semua-penyakitbenarkah. Saikiran, K. V. et al. (2017) ‘Homeopathy in Pediatric dentistry – A review Homeopathy in Pediatric dentistry – A review’, (March), pp. 1–5. doi: 10.21276/sjds.2017.4.2.11. Sari, Y. N. I. (2021) ‘Mengenal Naturopati, Pendekatan Holistik dalam Menyembuhkan Penyakit’. Available at: https://www.sehatq.com/artikel/mengenalnaturopati-salah-satu-pengobatan-alternatif.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 267 Sarris, J. and Wardle, J. (2019) Clinical Naturopathy 3e An Evidence-based guide to practice. Elsevier Australia. Staresinic, C. (2021) ‘Homeopathy, Gender and Agency in German Romanticism: The Case of Bettina von Arnim and Annette von Droste-Hülshoff’, Gastronomía ecuatoriana y turismo local., 1(69), pp. 5–24. Tetteh, A. (2020) ‘Prevalence and Risk Factors of Benign Prostatic Hyperplasia among Men Attending Naturopathic Health Centers in the Adenta Municipality’, Ghana Alternative Medicine Journal, 1(1), pp. 1–17. doi: 10.36347/gamj.2020.v10i01.001. Wardle, J. (2016) ‘The Australian government review of natural therapies for private health insurance rebates: What does it say and what does it mean?’, Advances in Integrative Medicine, 3(1), pp. 3–10. doi: 10.1016/j.aimed.2016.07.004.


TERAPI HOMEOPATI DAN NATUROPATI 268 Profil Penulis Leni Landudjama Penulis tertarik dengan ilmu Keperawatan dimulai pada tahun 2010 silam, sehingga penulis memilih masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Usada Bali Program Studi S1 Keperawatan dan lulus pada tahun 2014. Penulis melanjutkan pendidikan Profesi Ners di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit dan lulus pada tahun 2015. Penulis juga mengikuti kursus bahasa inggris di English is Easy Bali pada tahun 2016. Kemudian penulis menyelesaikan studi Magister Keperawatan peminatan Keperawatan Gawat Darurat di jurusan S2 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2019. Penulis juga aktif sebagai tenaga pengajar di Prodi Keperawatan Waingapu Poltekkes Kemenkes Kupang dari tahun 2019-sekarang dan juga melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu mengajar, pengabdian kepada masyarakat, dan penelitian. Penulis juga pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan seperti BLS dan ACLS dari AHA dan mengikuti beberapa seminar dan workshop dalam bidang keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan penulis dalam bidang keperawatan. Penulis aktif sebagai peneliti dibidang kesehatan/keperawatan khususnya keperawatan gawat darurat. Beberapa penelitian telah terpublikasi di jurnal internasional bereputasi terindeks scopus seperti salah satu artikel jurnal dengan judul ‘The struggle of nurses in initial trauma emergency care in challenging geographic areas of Indonesia: A phenomenology’ terpublish di Australasian Emergency Care. Email Penulis: [email protected]


269 18 TAI CHI DAN YOGA Yosephina E. S. Gunawan, S.Kep.Ns., M.Kep. Poltekkes Kemenkes Kupang Sejarah Taichi dan Yoga Tai Chi (tai chi quan/taichi) dan yoga termasuk jenis mindbody therapy yang telah digunakan sebagai pengobatan tradisional ribuan tahun yang lalu yang saat ini menjadi popular dan banyak digunakan dalam berbagai program peningkatan kesehatan (Saravanakumar et al., 2018; Wang et al., 2019). Taichi adalah seni beladiri tradisional di Tiongkok, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan umur panjang, sedangkan yoga berasal dari India kuno yang merupakan praktek spiritual dan meditasi, dan menjadi populer di berbagai negara, termasuk Indonesia (Debora & Sulistyono, 2022; Deuel & Seeberger, 2020; Rohmah Fauziah, 2020; Wang et al., 2019; Zou et al., 2018). Istilah Tai Chi mengacu pada konsep masyarakat Tiongkok tentang keseimbangan atau yang lebih dikenal dengan istilah Yin dan Yang, dimana latihan taichi dilakukan dengan latihan pernafasan dan meditasi, digabungkan dengan unsur gerakan kompleks yang dilakukan secara disiplin sehingga tercapai keseimbangan yang dinamis. Taichi menyelaraskan gerakan tubuh yang berputar lambat dengan perpindahan berat badan dan perubahan postur yang berirama (Deuel & Seeberger, 2020; Lesley et al., 2022; Saravanakumar et al., 2018; Yekti et al., 2022). Demikian halnya dengan Yoga, yang awalnya merupakan perpaduan antara praktik meditasi dan spiritual dengan pernafasan yang berfokus pada


TAI CHI DAN YOGA 270 koneksi pikiran tubuh, dan terus mengalami perkembangan menjadi latihan kebugaran fisik dan relaksasi popular (Deuel & Seeberger, 2020; Rohmah Fauziah, 2020). Yoga melibatkan ekstensi terkontrol dan fleksi kelompok otot utama selama pose yoga, teknik pernapasan terkontrol, kesadaran tubuh dan proprioception. Dibandingkan dengan beberapa latihan konvensional lain yang berfokus pada kekuatan dan daya tahan otot, maka secara umum taichi dan yoga memiliki elemen yang serupa dengan menerapkan perpaduan gerakan fisik, latihan pernafasan, dan meditasi. Komponen dalam latihan taichi dan yoga disebut asana (postur fisik/gerakan fisik), pranayama (latihan pernafasan/ pernafasan perut dalam), dan meditasi (regulasi mental/focus). Komponen ini dipadankan untuk mencapai manfaat kesehatan fisik dan psikologis, termasuk peningkatan kesadaran diri dan pertumbuhan spiritual (Saravanakumar et al., 2018; Wang et al., 2019). Pandangan Masyarakat tentang Taichi dan Yoga Penggunaan taichi dan yoga di masa sekarang ini telah mendunia dan menjadi trend di masyarakat luas. Taichi bahkan telah disahkan di Amerika Serikat sebagai salah satu jenis olahraga yang aman dilakukan oleh orang dewasa hingga lansia. Taichi dan yoga telah digunakan oleh masyarakat modern sebagai seni dalam penyembuhan komplementer terhadap berbagai penyakit kronis, dengan mempertahankan gaya hidup sehat dan dinamis (Miller & Taylor-Piliae, 2021; Wang et al., 2019). Manfaat Taichi dan yoga terhadap tubuh, pikiran dan perasaan membuat jenis latihan ini diminati masyarakat luas dalam 15 tahun terakhir. Berawal dari kalangan orang dewasa yang lebih tua, hingga saat ini sangat diminati orang muda, ibu hamil, hingga anak-anak. Saat ini, masyarakat modern telah menjadikan olahraga sebagai suatu kebiasaan atau gaya hidup yang dimasukkan sebagai rutinitas harian (Barretto, 2021). Berbagai studio/sanggar latihan taichi dan yoga dapat dengan mudah ditemukan pada masa kini, bahkan


TAI CHI DAN YOGA 271 berbagai metode latihan telah dilakukan. Pada awalnya, metode latihan konvensional dilakukan di studio/sanggar latihan atau di lingkungan terbuka bersama instruktur/ pelatih, akan tetapi karena adanya pandemic Covid-19, metode latihan online mulai diterapkan sehingga manfaat latihan tetap didapatkan dan pembatasan sosial tetap dilakukan, atau dapat menjadi pilihan bagi mereka yang sibuk sehingga tidak dapat mengikuti kelas offline di studio/sanggar latihan (Pan et al., 2022). Dengan mengikuti kelas online, praktisi taichi dan yoga dapat dengan bebas memilih lokasi tempat mereka berlatih, bahkan ada yang menggabungkan kedua metode ini (hybird class). Berbagai inovasi terkait yoga dan taichi terus dikembangkan. Perlengkapan pendukung latihan ini tersedia dalam beragam model, gaya dan warna yang menarik dengan harga yang bervariasi sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Video-video tutorial yang diunggah oleh praktisi taichi dan yoga yang telah expert dibidangnya dapat dengan mudah ditonton di berbagai media sosial, bahkan telah banyak aplikasi latihan taichi dan yoga yang dapat diunduh secara bebas dengan menawarkan pendampingan tutor yang profesional. Penilaian yang tepat terhadap esensi latihan taichi dan yoga penting untuk memahami tindakan, kesenjangan konsep budaya timur dan barat, dan istilah yang digunakan. Pemahaman tentang delapan bahan aktif membuat praktisi taichi lebih mudah memilih intervensi taichi yang tepat berdasarkan kebutuhan populasi tertentu dan hasil studi yang telah dikembangkan, sehingga manfaat taichi lebih dirasakan walaupun terdapat berbagai komponen gerakan, interaksi dan kompleksitas dalam latihan taichi (Miller & Taylor-Piliae, 2021). Program taichi dan yoga yang dimodifikasi dapat diterima masyarakat karena dirasa sesuai, menyenangkan dan bermanfaat. Baik taichi dan yoga memberikan latihan fisik yang tepat dan kesempatan bagi orang tua atau kelompok umur lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui interaksi domain kesehatan fisik, emosional dan intelektual. Taichi dan yoga dalam perspektif masyarakat paruh baya hingga


TAI CHI DAN YOGA 272 lansia dianggap sebagai jenis olahraga ringan yang mengasyikkan karena kehalusan ritme dan alirannya, gerakan-gerakan lambat dan penuh perhatian dengan resiko cedera yang lebih minimal jika dilakukan dengan arahan yang tepat. Gerakan lembut pada taichi dan yoga tetap memberikan manfaat karena mencakup gerakan diseluruh tubuh. Praktisi taichi dan yoga menyatakan mereka merasa “hidup” lebih menenangkan dan menyenangkan setelah selesai berlatih, serta mengalami peningkatan kepercayaan diri dan berkurangnya stress. Ungkapan pujian atas keberhasilan mempertahankan pose menumbuhkan perasaan berarti dan dihargai (Saravanakumar et al., 2018). Taichi dan yoga memberi kesempatan untuk mempelajari hal baru, sehingga muncul ungkapan “fresh air” yang menunjukkan pengalaman akan sesuatu yang baru dan menyegarkan, beragam, berbeda dan menggairahkan serta menantang. Taichi dan yoga bahkan membuka wawasan tentang hal sederhana yang nyaris dilupakan oleh manusia, seperti kemampuan mempertahankan posisi seimbang, atau kepekaan merasakan energi positif yang mengalir sebagai hasil kombinasi antara pikiran positif dan gerakan lambat yang disengaja dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Alunan musik oriental yang lembut di sepanjang sesi latihan taichi dan yoga mendukung perasaan rileks dan tenang. Instruktur taichi dan yoga memegang peranan penting dalam kebermanfaatan latihan ini. Instruktur yang baik akan mengarahkan fokus pada integrasi pikiran dan tubuh melalui perhatian, postur, pernapasan, dan relaksasi. Seorang instruktur taichi dan yoga perlu dilatih secara professional, berpengalaman dalam bekerjasama dengan orang lain sehingga peka terhadap kebutuhan keselamatan. Pada masa pandemic Covid-19, latihan taichi dan yoga menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan di berbagai lapisan masyarakat, selain karena manfaat bagi kesehatan dan kebugaran fisik, juga karena latihan ini aman dan lebih mudah dilakukan dimana saja dengan biaya yang relatif terjangkau (Pan et al., 2022; Singh, 2022).


TAI CHI DAN YOGA 273 Gambar 18.1. Berlatih pose yoga mudra Sumber foto: Upeksha Yoga Sumba, 2022 Manfaat Taichi dan Yoga bagi Kesehatan Sejak ribuan tahun lalu, taichi dan yoga telah dipercaya bermanfaat dalam pengobatan kesehatan manusia. Saat ini banyak penelitian telah membuktikan pengaruhi taichi dan yoga terhadap keberhasilan proses pemulihan berbagai penyakit. Taichi dan yoga dipercaya dapat menurunkan stres, meningkatkan kesehatan jantung, menambah kualitas hidup, fleksibilitas dan keseimbangan, dapat meningkatkan kekuatan otot, dapat membantu meningkatkan pernafasan, memperbaiki postur tubuh, dan menurunkan berat badan serta sejumlah manfaat terapeutik lain. Berikut ini manfaat taichi dan yoga dalam konteks penggunaannya pada pengobatan komplementer dan alternatif: 1. Penyakit degeneratif Penyakit degeneratif merupakan perubahan kondisi kesehatan yang terjadi sebagai akibat penurunan fungsi organ/jaringan terkait. Secara alamiah, kondisi penurunan fungsi ini terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini memburuk jika terdapat faktor pemicu yang mengakibatkan berbagai keluhan, akan tetapi pada prinsipnya penyakit degeneratif dapat dicegah dengan meminimalkan faktor resiko tersebut, misalnya dengan mempertahankan pola hidup sehat, mekanisme adaptasi terhadap stres, dan pola makan yang sehat (Suiraoka, 2012).


TAI CHI DAN YOGA 274 a. Hipertensi dan penyakit Kardivaskular Taichi dan yoga adalah dua dari latihan pikirantubuh yang saat ini menjadi popular dipraktekkan oleh semua kelompok umur dengan kondisi kesehatan yang berbeda di seluruh dunia. Latihan ini digunakan untuk promosi kesehatan dan sebagai salah satu metode pengurangan stress bagi mereka yang hidup dibawah emosi negatif atau tekanan tinggi. Pengurangan stres berkaitan dengan keseimbangan simpatetik-vagal yang dimodulasi oleh latihan pikiran-tubuh. Beberapa studi yang telah di review oleh Zou, dkk menunjukkan potensi taichi dan yoga meningkatkan heart rate variability (HRV) melalui peningkatan modulasi parasimpatis (Zou et al., 2018). Studi yang dilakukan Yekti menuliskan bahwa tekanan darah (sistolik dan diastolik) pada kelompok partisipannya dapat menurun signifikan dengan melakukan latihan taichi secara teratur, daripada tidak melakukan gerakangerakan aktif lainnya. Oleh karena itu, taichi dapat digunakan sebagai pengobatan advujan hipertensi, pencegahan dan proses pengendalian tekanan darah, tetapi jika dibandingkan dengan latihan aerobic lainnya maka taichi tidak unggul dalam menurunkan tekanan darah (Yekti et al., 2022). Beberapa studi lain juga menunjukkan bahwa melakukan yoga setidaknya sebanyak 60 menit setiap minggu lebih efekif mempromosikan perubahan HRV dan stress (Zou et al., 2018). Sekresi adrenalin dan kortisol dapat ditekan sehingga memungkinkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah yang diikuti penurunan tekanan darah dan denyut nadi. Kondisi ini menormalkan sistem di dalam tubuh. Studi lain menunjukkan efek menguntungkan melakukan yoga pada orang dewasa yang lebih tua dengan komorbiditas penyakit kardiovaskular (Wang et al., 2019; Zou et al., 2018), karena latihan yoga memadukan postur


TAI CHI DAN YOGA 275 fisik yang tepat, perhatian, dan meditasi yang dapat menjadi tindakan pencegahan dan rehabilitasi yang komprehensif bagi lansia (Singh et al., 2021). b. Kanker Taichi dan yoga telah dikenal berpotensi efektif dalam kesehatan dan peningkatan kesejahteraan penderia kanker. Hal ini dihubungkan dengan penilaian dan keamanan taichi dalam imunologi penderita kanker. Penderita kanker sering mengalami berbagai gejala penurunan kualitas hidup selama dan setelah pengobatan, seperti depresi, nyeri, kelelahan, disfungsi kognitif, gangguan tidur, dan perubahan berat badan. Taichi dan yoga dapat ditolerir tubuh sebagai bentuk latihan aerobik dengan intensitas sedang, dan memilik efek imunomodulator yang sangat berpengaruh dalam membuat perubahan di beberapa fase kritis cross-talk tumor. Intervensi pikiran-tubuh didalam latihan taichi dan yoga membalikkan efek stress dan mengurangi aktivasi sistem saraf simpatis, sehingga tubuh diarahkan ke mekanisme reaksi stres terhadap respon imun terkait (Chen et al., 2021; Hima, 2019; RosadoPérez et al., 2021; Saravanakumar et al., 2018; Wang et al., 2019; Yekti et al., 2022). Gambar 18. 2 Reverse prayer pose Sumber foto: Upeksha Yoga Sumba, 2022


TAI CHI DAN YOGA 276 c. Penyakit tulang dan sendi Banyak studi yang telah membuktikan bahwa latihan taichi dan yoga efektif untuk meningkatkan keseimbangan, mencegah jatuh dan mengurangi berbagai gejala terkait peradangan pada tulang, sendi, dan otot. Terapi ini meningkatkan gaya hidup sehat dan berkontribusi pada proses penuaan yang sehat. Beberapa penyakit tulang dan sendi yang efektif diatasi dengan latihan taichi dan yoga yaitu osteoporosis, gout dan hiperurisemia, arterosklerosis, multiple sklerosis, ankilosing spondilitis dan rematoid artritis. Fleksibilitas tulang belakang, dan berbagai masalah muskuloskeletal seperti nyeri pada punggung, leher, sendi tungkai, dan penurunan rentang gerak serta keseimbangan dilaporkan mengalami perbaikan dengan berlatih taichi dan yoga yang kontinyu dan tepat. Terciptanya keselarasan antara pikiran dan tubuh yang diperoleh dari taichi dan yoga berefek pada imunitas tubuh, fungsi saraf otonom dan neurokimia, serta sistem endokrin. Gerakan stretching dan latihan nafas dalam memberikan efek tenang secara fisik dan mental, yang sangat meningkatkan kepercayaan diri dan membantu memutuskan rentang respon nyeri (Bougea, 2020; Rohmah Fauziah, 2020; Singh et al., 2021; Stroe et al., 2020; Wang et al., 2019). 2. Kesehatan Mental Taichi dan yoga sebagai bentuk latihan mind-body telah berbukti dapat menghilangkan stres, menanamkan mekanisme koping yang positif, serta meningkatkan fungsi kognisi dan keseimbangan. Berbagai penelitian menunjukkan hasil capaian yang baik dalam kesehatan mental bagi mereka yang melakukan latihan taichi atau yoga, seperti perasaan yang lebih tenang, rileks, peningkatan konsentrasi, lisan yang lebih bijak, berkurangnya rasa takut dan cemas (Debora & Sulistyono, 2022; Quigley et al.,


TAI CHI DAN YOGA 277 2020; Silva et al., 2022; Singh et al., 2021; Walter et al., 2020; Wang et al., 2019). Trauma merupakan factor pemicu utama dalam berbagai masalah kejiwaan (Taylor et al., 2020). Manfaat taichi dan yoga dalam kesehatan mental ini juga dirasakan oleh mereka yang mengalami trauma psikologi, misalnya depresi sebelum dan sesudah melahirkan, pasca kehilangan orang terdekat, hingga stres akibat pandemic Covid-19 (Debora & Sulistyono, 2022; Fogarty et al., 2022; Lesley et al., 2022; Pan et al., 2022). Manfaat ini dirasakan karena latihan taichi dan yoga mencakup konsentrasi dan meditasi, relaksasi pernafasan, dan gerakan tubuh (Quigley et al., 2020; Singh, 2022) yang memberikan kesejahteraan fisik, mengurangi gangguan suasana hati seperti kecemasan, depresi, dan meningkatkan keadaan suasana hati yang positif (Singh, 2022; Singh et al., 2021). Kombinasi taichi dan yoga dapat menjadi bentuk olahraga yang optimal bagi masyarakat di berbagai kalangan dan kelompok usia. Latihan taichi secara teratur efektif untuk mengurangi kadar lipoperoksida dan meningkatkan kadar katalase dan superoksida dismutase (Rosado-Pérez et al., 2021; Taylor et al., 2020). Gambar 18.3. Low lunge pose Sumber foto: Upeksha Yoga Sumba, 2022 3. Insomnia dan Gangguan Tidur Insomnia dan berbagai gangguan tidur berhubungan langsung dengan proses menua, atau berbagai onset trauma fisik dan psikis. Kurangnya kuantitas dan kualitas tidur dapat menyebabkan timbulnya


TAI CHI DAN YOGA 278 berbagai keluhan kesehatan akibat disfungsi kognitif dan metabolisme tubuh. Taichi dan yoga yang sistematis dan berkesinambungan berperan baik dalam peningkatan kualitas tidur. Restrukturisasi kognitif dan intervensi pikiran yang didapatkan selama latihan taichi dan yoga dapat dipraktekkan secara mandiri dalam jangka panjang sehingga meningkatkan kapasitas pikiran. Kapasitas pikiran yang membaik dapat membantu memperbaiki fungsi dan gejala tubuh. Mekanisme latihan taichi dan yoga mengembangkan relaksasi dengan gerakan lambat dan pemindahan berat badan, meningkatkan kapasitas aerobik dan sistem kekebalan tubuh. Komponen latihan taichi dan yoga telah terbukti mampu meningkatkan GABA talamus, memodulasi sistem serotoninergik dan noradrenergik dan melepaskan opioid. Komponen mindfulness mempengaruhi sistem hipotalamus-hipofisis-adrenal dan menurunkan kadar kortisol. Kontrol pernapasan dapat menyebabkan kalibrasi ulang sistem saraf simpatik melalui stimulasi vagal. Yoga juga telah terbukti meningkatkan kadar melatonin dan meningkatkan respon imun. Manfaat-manfaat ini yang membuat taichi dan yoga dimasukkan dalam program rehabilitasi masa depan dengan tujuan rutinitas tidur, olahraga, kebiasaan diet sehat dan pikiran positif (Barretto, 2022; Bougea, 2020; Munawaroh et al., 2017; V. P. O. Silva et al., 2022; Singh et al., 2021; Turmel et al., 2022; Yekti et al., 2022). 4. Kekuatan otot Taichi dan yoga meningkatkan kesejahteraan fisik dengan perbaikan kekuatan dan daya tahan otot, stabilitas postural, fleksibilitas, keseimbangan, dan pengurangan kelelahan dan risiko jatuh pada lansia. Manfaat ini dapat diperoleh jika latihan ini dilakukan secara teratur dengan pose yang tepat. Ada sikap satu kaki dalam gerakan taichi dan yoga yang sering digunakan untuk melatih keseimbangan dan program rehabilitasi untuk berbagai gangguan keseimbangan.


TAI CHI DAN YOGA 279 Terdapat beberapa postur kuda-kuda satu kaki yang menjadi ciri khas dalam taichi dan yoga dimana perbedaan mekanismenya masih kurang dipahami. Yoga lebih dikenal dengan gerakan-gerakan tertentu yang dipertahankan dalam waktu lama yang ditandai dengan hitungan nafas, sehingga gerakan yoga meningkatkan komponen sensorik keseimbangan lebih dari taichi. Sementara gerakan dalam latihan taichi meningkatkan komponen keseimbangan motorik (kekuatan otot kaki dan respons otot) lebih baik daripada yoga, namun pada saat yang sama, yoga juga meningkatkan komponen motorik (kekuatan dan kelenturan), meski tidak lebih baik dari taichi. Berbagai studi menunjukkan minat lansia lebih besar terhadap latihan taichi dibandingkan yoga. (Chen et al., 2021; Jelita et al., 2021; Khuzema et al., 2020; Silva et al., 2022; Singh et al., 2021) Gambar 10.4. Tree pose Sumber foto: Upeksha Yoga Sumba, 2022 5. Penyakit Kronis Penggunaan taichi dan yoga meningkat secara subtansi dalam pendekatan penyembuhan holisik dan alami terhadap kesehatan, termasuk penyakit kronis pada lansia seperti Parkinson, Alzheimer, Demensia, dan Penyakit Paru Menahun. Individu dengan penyakit kronis sering mengalami penurunan fungsional pada sejumlah domain motorik dan non-


Click to View FlipBook Version