MANAJEMEN PEMASARAN MODERN Tiurniari Purba, S.E., M.M. Dr. Nur Elfi Husda., S.Kom., M.Si.
MANAJEMEN PEMASARAN MODERN Penulis: Tiurniari Purba, S.E., M.M. Dr. Nur Elfi Husda., S.Kom., M.Si. ISBN: 978-623-8133-28-4 Ukuran Buku: 15,5 x 23 Tebal Buku: viii + 349 halaman Desain Cover: Sendy Boy Layouter: Ainunrh Editor: Achmad Wahdi Cetakan 1 Januari 2023 Dicetak & Diterbitkan Oleh: CV. Dewa Publishing Desa Kalianyar RT 003/ RW 002, Kec. Ngronggot Kab. Nganjuk, Jawa Timur Email : [email protected] Website : www.dewapublishing.com Phone : 0819-1810-0313 Anggota IKAPI No. 341/JTI/ 2022 SANKSI PELANGGARAN UNDANG-UNDANG TENTANG HAK CIPTA NOMOR 19 TAHUN 2002 (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1(satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (3) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
egala Puji dan Syukur Saya panjatkan selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kebaikan-Nya yang sudah diberikan sehingga saya bisa menyelesaikan buku ajar yang berjudul “Manajemen Pemasaran Modern: Pemasaran dan Internet” dengan tepat waktu. Tujuan dari penulisan buku ini tidak lain adalah untuk membantu para mahasiswa dan yang membutuhkan ilmu pengetahuan di dalam memahami seperti apa pemasaran dalam era internet atau yang sering disebut dengan istilah pemasaran digital, tidak terbatas dari jurusan atau program studi yang mereka tempuh. Buku ini juga akan memberikan informasi secara lengkap mengenai pengertian, macam, tujuan, dan banyak contoh tentang manajemen pemasaran yang berasal dari berbagai penulis atau peneliti yang namanya sudah terkenal dimana-mana. Saya sadar bahwa penulisan buku ini bukan merupakan buah hasil kerja keras saya sendiri. Ada banyak pihak yang sudah berjasa dimana saya banyak mengutip tulisan mereka di dalam menyelesaikan buku ini, seperti pengambilan data, pemilihan contoh, dan lain-lain. Maka dari itu, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah saya kutip tulisannya, semoga memberikan wawasan dan bimbingan kepada saya sebelum maupun ketika menulis buku ajar ini. S
Saya juga sadar bahwa buku ini masih belum bisa dikatakan sempurna. Maka dari itu, saya meminta dukungan dan masukan dari para pembaca, agar kedepannya Saya bisa lebih baik lagi di dalam menulis sebuah buku. Batam, Januari 2023 Penulis
KATA PENGANTAR ~ iii DAFTAR ISI ~ v BAB I RUANG LINGKUP MANAJEMEN PEMASARAN DAN E-COMMERCE ~ 1 DEFINISI PASAR ~ 2 PEMASARAN ~ 7 MANAJEMEN PEMASARAN ~ 9 E-COMMERCE ~ 14 SEJARAH E-COMMERCE DI INDONESIA ~ 20 BAB II PERKEMBANGAN STRATEGI MANAJEMEN PEMASARAN DI ERA INTERNET ~ 33 STRATEGI PEMASARAN ~ 34 BISNIS, VISI, MISI, DAN TUJUAN ORGANISASI ~ 36 IDENTIFIKASI PELUANG ~ 42 PENYUSUNAN ANGGARAN SUMBER DAYA PEMASARAN, KEUANGAN, DAN PRODUKSI ~ 52 TREN STRATEGI PEMASARAN DI ERA INTERNET~56 BAB III SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMASARAN MODERN ~ 67 SISTEM INFORMASI PEMASARAN ~ 68
ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO DALAM SISTEM INFORMASI PEMASARAN ~ 70 SISTEM INFORMASI PENJUALAN ~ 76 DATA BASE, GUDANG DATA, DAN PENGGALIAN DATA ~ 82 SISTEM INTELIJEN PEMASARAN ~ 86 BAB IV IDENTIFIKASI SEGMEN, TARGET, DAN POSISI~97 MENENTUKAN KEBUTUHAN SEGMEN ~ 98 IDENTIFIKASI SEGMEN ~ 103 SEGMEN MANA PALING ATRAKTIF ~ 110 TARGETING ~ 116 POSITIONING ~ 118 BAB V ANALISIS BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) ~ 127 PENGERTIAN BAURAN PEMASARAN ~ 128 KOMPONEN BAURAN PEMASARAN ~ 130 PENGEMBANGAN BAURAN PEMASARAN ~ 135 BAB VI PRODUK ~ 145 KONSEP DASAR DAN KARAKTERISTIK PRODUK~146 BAURAN PRODUK DAN LINI PRODUK ~ 158 PRODUK DAN MEREK ~ 165 BAB VII HARGA ~ 173 PENGERTIAN HARGA DAN PROSES PENETAPAN HARGA ~ 174
TUJUAN PENETAPAN HARGA BARANG DAN JASA~178 STRATEGI PENETAPAN HARGA ~ 181 KAPAN SEHARUSNYA PERUSAHAAN MENGUBAH HARGA~ 186 BAB VIII DISTRIBUSI FISIK ~ 201 STRUKTUR SALURAN DISTRIBUSI ~ 202 DISTRIBUSI FISIK ~ 204 SISTEM SALURAN DISTRIBUSI ~ 207 STRATEGI DISTRIBUSI ~ 219 BAB IX DISTRIBUSI ONLINE ~ 231 E-MARKETING LEBIH BESAR DARIPADA TEKNOLOGI ~ 232 PERILAKU KONSUMEN DAN ONLINE ~ 238 DISTRIBUSI ONLINE DAN DISTRIBUSI OFFLINE SERTA PERALIHANNYA ~ 242 BAB X PROMOSI ~ 249 PROMOSI DAN TUJUAN PROMOSI ~ 250 BAURAN PROMOSI ~ 260 IKLAN (ADVERTISING) ~ 263 PENJUALAN PRIBADI (PERSONAL SELLING) ~ 269 PROMOSI PENJUALAN (SALES PROMOTION ~ 273 HUBUNGAN MASYARAKAT (PUBLIC RELATION)~276 PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)~280
BAB XI EKUITAS MEREK ~ 291 STRATEGI PENENTUAN MEREK ~ 292 EKUITAS MEREK (BRAND EQUITY) ~ 299 BAB XII PEMASARAN DIGITAL ~ 327 DIGITAL MARKETING DAN PEMASARAN ONLINE~328 STRATEGI PEMASARAN ONLINE ~ 332 ALAT PEMASARAN ONLINE ~ 336 IKLAN ONLINE ~ 339 DAFTAR PUSTAKA ~ 342
Historically, there has been a bull market in the commodities every 20 or 30 years ---Jim Rogers--- erawal dari kegiatan perdagangan yang sudah ada sejak dahulu kala, prosesnya bertumbuh dan berkembang secara dinamis dan maju. Akhirnya sejarah pemasaran dan manajemen pemasaran menjadi sebuah cerita yang panjang hingga sampai ke era ecommerce. Tidak hanya berdampak pada perekonomian sebuah negara maju atau negara berkembang, melainkan semua negara di semua benua termasuk Indonesia. Indonesia adalah pasar besar dan penting bagi Asia bahkan di dunia. Setelah mempelajari Bab ini, Anda akan memahami: B
SUB BAB I APA ITU PASAR? APA ITU MANAJEMEN PEMASARAN? APA ITU E-COMMERCE? SEJARAH E-COMMERCE DI INDONESIA DEFINISI PASAR Sebelum membahas tentang pemasaran dan manajemen pemasaran, bahkan kekuatan dari manajemen pemasaran itu sendiri, akan dijelaskan sekilas tentang “Pasar”. Tidak sedikit pakar pemasaran baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri memberikan definisi tentang pasar, diantaranya adalah: William J. Stanton Arti pasar menurut William J. Stanton adalah sekumpulan orang yang memiliki keinginan untuk puas, uang yang digunakan untuk berbelanja, serta memiliki kemauan untuk membelanjakan uang tersebut. H. Nystrom Pasar menurut H. Nystrom diartikan sebagai tempat penyaluran barang dan jasa dari tangan produsen ke konsumen. Singkatnya, pengertian pasar adalah tempat transaksi barang dan jasa antara produsen dan konsumen. Kotler dan Amstrong Definisi pasar menurut Kotler dan Amstrong merupakan seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk atau jasa. Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung dengan jumlah orang yang menunjukkan tentang kebutuhan, mempunyai kemampuan dalam bertransaksi.
Simamora Pengertian pasar menurut Simamora adalah sekumpulan orang yang memiliki kebutuhan dan keinginan terhadap produk tertentu, memiliki kemampuan dan kemauan untuk membeli produk tersebut dan memiliki kesempatan untuk memutuskan membeli sebuah produk. Definisi Pasar Secara Umum Pengertian pasar secara umum adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang atau alat tukar yang berlaku. Ciri-Ciri Pasar Pasar mempunyai beberapa ciri-ciri khusus yang perlu anda pahami dan anda ketahui, diantaranya adalah: 1. Terdapat calon pembeli dan penjual. 2. Terdapat jasa ataupun barang yang hendak diperjualbelikan. 3. Terdapat proses permintaan dan penawaran dari kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. 4. Terdapat suatu interaksi antara pembeli dan penjual, baik itu langsung maupun tidak langsung. Apa saja yang bisa dipasarkan atau yang berpeluang dikomersialisasikan dalam dunia bisnis modern sekarang ini?
Gambar 1.1 Item Yang Bisa Diperjual Belikan Fungsi pasar menurut Sudarman: 1. Pasar menetapkan nilai (sets value). Dalam ekonomi pasar, harga merupakan ukuran nilai; 2. Pasar mengorganisir produksi. Dengan adanya hargaharga faktor produksi dipasar, maka akan mendorong produsen memilih metode produksi yang efisien; 3. Pasar mendistribusikan barang. Kemampuan seseorang untuk membeli barang tergantung pada penghasilannya; 4. Pasar berfungsi menyelenggarakan penjatahan (rationing). Penjatahan adalah inti dari adanya harga; 5. Pasar mempertahankan dan mempersiapkan keperluan di masa yang akan dating Jenis-Jenis Pasar Jenis Pasar Menurut Bentuk Kegiatan: 1. Pasar nyata. Pasar ini menyediakan berbagai jenis barang yang biasanya memang diperjualbelikan. Contohnya adalah pasar swalayan dan pasar tradisional. 2. Pasar abstrak. Pasar ini tidak dipenuhi oleh pedagang yang tawar menawar secara langsung dan bertransaksi secara langsung, para pelaku dalam pasar ini akan menggunakan surat dagangan saja tanpa perlu adanya pertemuan langsung. Contohnya adalah pasar online dan pasar modal.
Jenis Pasar Berdasar Cara Transaksi: 1. Pasar tradisional. Merupakan pasar dimana penjual dan pembelinya dapat saling tawar menawar secara langsung. Barang yang dijual biasanya berupa barang kebutuhan pokok keseharian. 2. Pasar modern. Merupakan pasar yang bersifat modern dan menyediakan berbagai macam barang yang diperjualbelikan dengan harga yang pas dan dilayani sendiri oleh konsumen tersebut. Pasar modern biasanya dapat anda temui dengan mudah di mal ataupun pusatpusat perbelanjaan di sebuah kota. Jenis Pasar Berdasar Barangnya 1. Pasar barang konsumsi. Merupakan pasar yang memperjualbelikan berbagai macam barang yang memang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang manusia. 2. Pasar sumber daya produksi. Merupakan suatu pasar yang menyediakan berbagai macam faktor-faktor produksi tertentu, seperti mesin-msein, tenaga ahli, dan lain sebagainya. Jenis Pasar Berdasar Waktunya 1. Pasar harian. Diadakan setiap hari dan biasanya menjual berbagai macam barang kebutuhan konsumsi seharihari. 2. Pasar mingguan. Hanya diadakan seminggu sekali, biasanya terdapat di daerah yang penduduknya masih sangat jarang seperti di pedesaan. 3. Pasar bulanan. Diadakan sebulan sekali di daerahdaerah tertentu. Contohnya adalah pasar hewan. 4. Pasar tahunan. Diadakan setahun sekali dan umumnya bersifat nasional. Contohnya adalah pasar pameran pembangunan dan pekan raya Jakarta. 5. Pasar temporer. Diselenggarkaan dalam suatu waktu tertentu dan tidak rutin. Biasanya pasar ini diadakan
guna merayakan suatu peristiwa tertentu, contohnya adalah bazar. Jenis Pasar Menurut Strukturnya 1. Pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna adalah sebuah struktur pasar di mana terdapat banyak penjual atau perusahaan yang menghasilkan barang.Pasar persaingan sempurna muncul karena adanya prinsip yaitu tidak ada satu penjual tunggal yang mempunyai sumber cukup banyak untuk dapat mempengaruhi harganya di pasar dan Sumber variabel mempunyai mobilitas yang tinggi untuk berbagai harga pasar dan penggunaannya relatif fleksibel. a. Pasar persaingan tidak sempurna. Dalam pasar persaingan tidak sempurna, para penjual maupun pembeli mempunyai kebebasan dalam menentukan harga dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan. Dalam hal ini berarti pembeli dan penjual dapat memengaruhi harga. Jenis dan kualitas barang yang diperdagangkan pada pasar ini bersifat heterogen. Pasar persaingan tidak sempurna dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. b. Pasar monopoli. Pasar monopoli adalah pasar yang hanya terdapat satu penjual untuk suatu jenis barang tertentu. c. Pasar monopsoni. Monopsoni adalah keadaan pasar dengan jumlah penjual yang banyak dan pembeli tunggal. 2. Pasar persaingan monopolistic. Dalam pasar monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli. Penjual bisa melakukan monopoli karena keistimewaan produk masing-masing. Pembeli bebas menentukan pilihannya dalam berbelanja. Jadi, pasar ini ada unsur persaingan dan monopoli.
a. Pasar oligopoly. Pada pasar oligopoli, persaingan antar perusahaan sangat ketat dan strategi pasarnya dilandasi oleh daya cipta. Produk yang dihasilkan sangat beragam dan jenisnya dapat berbeda pada masing-masing produsen. Tiap perusahaan dalam pasar oligopoli memberikan pengaruh yang besar bagi perusahaan lainnya sehingga timbul ketergantungan satu sama lain. b. Pasar oligopsoni. Oligopsoni adalah keadaan suatu pasar yang hanya memiliki sedikit pembeli. Produk yang ditawarkan dapat sejenis maupun beragam dengan adanya persaingan harga dan non harga. Pada pasar oligopsoni, informasi tentang produk sangat sedikit sehingga terjadi ketergantungan satu sama lain antar pedagang. Dalam oligopsoni, para konsumen membuat kesepakatan bersama untuk menguasai pembelian komoditas harganya dapat dikendalikan. Produsen tidak punya pilihan lain selain menjual produknya ke para konsumen ini. PEMASARAN Pasar saat ini sedang berubah secara radikal sebagai akibat perubahan dari kekuatan sosial, kekuatan teknologi dan globalisasi. Kekuatan ini menciptakan perilaku dan tantangan baru. Pelanggan makin berharap pada kualitas yang makin tinggi serta pelayanan dengan cara kustomisasi. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan atau produsen untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang, dan mendapatkan laba. Pemasaran dikembangkan dari kata pasar yang berarti sarana atau tempat berkumpulnya orang yang terlibat dalam pemasaran, dalam pengertian abstrak pemasaran diartikan sebagai suatu kegiatan, proses atau
sistem keseluruhan. Berbagi pengetahuan tentang pengertian pemasaran dan pengertian menajemen pemasaran yang dikemukakan oleh beberapa pendapat ahli, dimana dari pendapat-pendapat tersebut kita bisa menyimpulkan secara lebih spesifik mengenai definisi pemasaran dan definisi manajemen pemasaran serta hubungannya dengan topik e-commerce. Di era digital, tidak terpisahkan antara teknologi dengan pemasaran. Yang paling utama dan viral lagi saat ini adalah bagaimana e-commerce sangat mendukung pemasaran. Tidak hanya perusahaan dengan skala raksasa yang merespon kehadiran e commerce melainkan home industry yang walau hanya sekedar menghasilkan kripik atau sejenisnya sibuk memikirkan bagaimana memanfaatkan ecommerce. Kotler dan Keller (2016) Mengemukakan bahwa “marketing is meeting needs profitability”, maksud ungkapan tersebut adalah pemasaran merupakan hal yang dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan (kebutuhan konsumen) dengan cara-cara yang menguntungkan semua pihak. America Marketing Association (AMA) Marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large. Arti dari definisi tersebut, pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menghantarkan dan memberikan nilai pelanggan yang unggul. Daryanto (2011) Pemasaran adalah Suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan
menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain”. Swastha (1996) Pemasaran adalah suatu usaha untuk dapat memuaskan kebutuhan pembelidan penjual. Maksud dari pengertian ini yaitu manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dalam menjalankan kegiatan pemasaran suatu perusahaan melakukan pengkoordinasian agar tujuan dan sasaran yang diharapkan dalam bidang pemasaran khususnya dan perusahaan umumnya dapat tercapai secara etektif dan efisien. Pengkoordinasian yang dapat menciptakan sinergi dilakukan dengan manajemen yang baik, yang dikenal dengan istilah manajemen pemasaran. Meskipun kita biasanya menganggap pemasaran dilakukan oleh penjual, pembeli juga melakukan kegiatan pemasaran. Konsumen melakukan 'pemasaran' ketika mereka mencari barang yang mereka butuhkan dengan harga yang mereka mampu. Di pasar pembeli, pembeli memiliki lebih banyak kekuatan dan penjual harus menjadi 'pemasar' yang lebih aktif. MANAJEMEN PEMASARAN Manajemen pemasaran digambarkan sebagai melaksanakan tugas untuk mencapai yang diinginkan atau pertukaran dengan pasar sasaran. Filosofi manajemen pemasaran memengaruhi cara perusahaan mendekati pembelinya. Manajemen Pemasaran didefinisikan oleh para pakar pemasaran sebagai berikut.
Kotler (2005) Manajemen Pemasaran adalah proses dalam merencanakan, melaksanakan, memikirkan, menetapkan harga promosi, dan menyalurkan gagasan barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dalam organisasi. American Marketing Association (1960) Pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen. Assauri (2013) Manajemen Pemasaran adalah kegiatan menganalisis, merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan program-program yang disusun dalam pembentukan, pembangunan, dan pemeliharaan keuntungan dari pertukaran/ transaksi melalui sasaran pasar dengan harapan untuk mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang. Suparyanto & Rosad (2015) Manajemen Pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, mengatur, dan mengelola programprogram yang mencakup pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang utnuk menciptakan dan memelihara pertukarn yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Konsep Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran yang memiliki salah satu tujuan untuk memuaskan konsumen tidak lepas dari yang namanya konsep pemasaran. Konsep ini membantu produsen tidak hanya sekedar memberi rasa puas pada pelanggan melainkan juga memberi nilai dan manfaat. Contohnya,
menjual handphone yang canggih tapi dengan baterai yang daya tahan rendah. Hal ini hanya membuat konsumen sekedar puas, selebihnya mengeluh. Gambar 1.2 Konsep Manajemen Pemasaran Setiap perusahaan memiliki ide atau konsep yang berbeda mengenai manajemen pemasaran. Tergantung kepada tujuan dari perusahaan, ada perusahaan yang lebih menekankan pada konsep pemasaran, yang lainnya pada konsep yang berbeda. Ada enam konsep pemasaran menurut pakar manajemen pemasaran yang dibahas dalam buku ini yaitu pada gambar 1.2 Dikutip dari Philip Kotler 1. Konsep produksi Konsep produksi biasanya cocok di negara berkembang seperti Indonesia, karena biasanya konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dengan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi
dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. 2. Konsep produk Fokus pada konsep produk adalah produsen yang mulai menyadari bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri-ciri terbaik. 3. Konsep penjualan Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, jangan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. Konsep penjualan paling banyak dipraktekkan secara agresif pada barang-barang yang tidak dicari (unsought goods), barang yang biasanya pembeli tidak berpikir untuk membeli, seperti asuransi, ensiklopedia, dll. Industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen. Sama seperti ketika Kita mengunjungi pameran, penjual dengan sigap mempersilahkan duduk san menawarkan minuman ringan. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen. 4. Konsep pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Memahami kebutuhan dan keinginan konsumen tidak mudah, maka dari itu berikut ini kebutuhan dibedakan menjadi lima, yaitu:
a. Kebutuhan yang dinyatakan (Stated Need), misalnya butuh sebuah sepeda motor. b. Kebutuhan riil (Real Need), misalnya pembeli sepeda motor ingin bahan bakar yang murah dan pemeliharaan yang efisien. c. Kebutuhan yang tidak dapat dinyatakan (Unstated Need), misalnya sepeda motor dilengkapi dengan aksesoris gratis. d. Kebutuhan untuk menyenangkan (Delight Need), misalnya pelayanan di tingkat yang lebih baik secara gratis. e. Kebutuhan rahasia (Secret Need), misalnya pembeli sepeda motor ingin dilihat teman-temannya sebagai konsumen yang cerdas. 5. Konsep pemasaran sosial Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripada para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 6. Konsep Pemasaran Global Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. Tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. Setiap produsen memiliki tujuan jangka panjang yaitu memasuki pasar global, menjadi salah satu bagian dari multinational corporate atau transnational corporate, terlepas akan berhasil atau tidak nantinya.
E-COMMERCE Sekitar di September 2017, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengumumkan bahwa Jack Ma resmi menjadi penasihat e-commerce Indonesia. Tokoh di balik raksasa Alibaba Group tersebut diharapkan dapat membantu tim perumus peta arah perkembangan ecommerce Tanah Air, demi memaksimalkan potensi sektor perdagangan digital sekarang ini. (https://www.kompasiana.com/www.bhinneka.com/). Tidak lama kemudian jagat e-commerce Indonesia sudah ramai dengan beraneka kabar dan berita. Ditambah lagi dengan adanya pandemic covid-19 yang membatasi gerak setiap konsumen secara fisik. Memberi peluang yang sangat besar pada usaha sevara online, salah satunya dengan ecommerce. Ecomemerce secara garis besar, bisa memberikan kondisi sebagai berikut: 1. Hadirnya brand baru 2. Terjadinya akuisisi 3. Terjadinya perubahan tren belanja 4. Terjadinya perubahan struktur dan figur 5. Adanya suntikan dana 6. Adanya brand yang tutup atau berhenti beroperasi Sesuatu yang sering digunakan saat ini berhubungan dengan internet adalah E-commerce, suatu istilah yang sering digunakan atau didengar dalam dunia bisnis. Akan tetapi belum tentu paham dengan e-commerce itu sendiri, apalagi kalau dihubungkan dengan istilah e-business dan emarketing. Secara sekilas istilah istilah ini mirip tapi kenyataannya berbeda. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat perbedaan dari ketiga istilah tersebut. E-Business menurut Steven Alter (2002). Adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan,
pemenuhan, pesanan dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. E-business bukanlah istilah yang jauh dari ecommerce karena masih dalam lingkup yang sama yaitu bisnis. Yang membedakannya ialah cakupan dan juga jangkauan e-business yang jauh lebih luas dan tak hanya mengurusi soal transaksi secara komersial sebagaimana e-commerce tetapi juga menyediakan layanan lain yang lebih mendasar seperti penyedia layanan e-commerce. E-Commerce Jony Wong (2010) Electronic commerce adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik, seperti radio, televisi dan jaringan komputer atau internet. E-commerce atau kepanjangan dari electronic commerce, yang merupakan segala aktifitas perdagangan baik pembelian maupun penjualan yang dilakukan melalui jaringan elektronik, termasuk didalamnya adalah jaringan internet. Kegiatan jual beli ini bisa sangat luas baik jual beli barang maupun jasa, juga pengalihan data hingga dana secara elektronik. E-Marketing menurut Armstrong dan Kottler (2004) E-Marketing is the marketing side of E-Commerce, it consists of company efforts to communicate abaout, promote and sell products and services over the internet. Dalam bahasa Indonesia berarti e-marketing adalah sisi pemasaran dari e-commerce yang terdiri dari kerja perusahaan untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa melalui internet.
Untuk mempermudah pemahaman bisa dilihat bahwa dari pengertian di atas terlihat bahwa e-commerce adalah bagian dari e-business dan e-marketing bagian dari ecommerce. Manfaat E-commerce 1. Efisiensi Biaya Perusahaan a. Efisiensi Biaya Penjualan. Efisiensi biaya penjualan dapat dilihat dari bagaimana perusahaan dapat melakukan penjualan tanpa harus melakukan perhitungan penjualan secara offline dibandingkan perhitungan penjualan secara online. Seperti misalnya penjualan File eBook, Majalah dan sebagainya. b. Efisiensi Biaya Perjalanan. Efisiensi biaya perjalanan tentunya sangat bergantung pada berapa jauh konsumen dapat memperoleh barang dan jasa yang perusahaan tawarkan. Efisiensi yang paling terlihat adalah pada saat perusahaan menghitung biaya bagian staf penjualan dalam melakukan perjalanan ke konsumen juga biaya perjalanan memberikan penjelasan secara offline dan lainnya. c. Efisiensi Biaya Distribusi. Efisiensi biaya distribusi dapat diperoleh dalam hal perusahaan dapat menghemat biaya yang harus di belanjakan dalam melakukan distribusi barang dan jasa sampai ke tempat konsumen. d. Efisiensi Biaya Pemasaran. Efisiensi biaya pemasaran jelas terlihat pada saat website eCommerce sudah berjalan. Perusahaan dapat memasarkan seluruh brosur secara online tanpa harus melakukan pencetakan barang-barang dan spanduk yang selalu dilakukan secara offline.
e. Efisiensi Biaya Komunikasi. Efisiensi biaya komunikasi dapat didapat oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi secara online baik penjualan barang dan jasa maupun layanan purna jual dengan melakukan chatting, email dan pengisian form jajag pendapat dari konsumen. 2. Terbukanya Peluang Bisnis yang baru a. Penambahan citra Perusahaan bagi customer. Terbukanya jalur website mendukung pencapaian citra yang lebih baik bagi perusahaan. Faktor yang harus diperhatikan adalah bagaimana citra ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh perusahaan agar dapat membuka peluang bisnis baru dengan konsumen yang mendapatkan rasa percaya kepada produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. b. Pelayanan tambahan lewat elektronik. Pelayanan elektronik tambahan yang dapat dilakukan adalah terbukanya peluang untuk bisnis baru seperti pelayanan support online dengan cara bayar pertahun, pelayanan complain dan troubleshooting online dan juga pelayanan pesanan untuk jangka waktu tertentu dan juga bila dimungkinkan bisa diarahka ke eSupply Chain c. Terjangkaunya konsumen yang berbeda geografi. 3. Pertambahan Pendapatan a. Akses 24 jam dimungkinkan. Dalam hal keterkaitan dengan akses dimana saja dan kapan saja, maka akses ecommerce bagi bisnis akan mendorong pertambahan pendapatan pada perusahaan dilihat dari segi ketersediaan 24 jam ini. b. Konsumen yang belum pernah ada. Akses ini juga dapat menjangkau konsumen yang belum terpikirkan sebelumnya oleh perusahaan, sehingga mampu memperluas jangkauan segmen konsumen
yang dapat dilihat dari berbagai segmen seperti segmen pembeli, segmen distributor barang, segmen pengecer, segmen berdasarkan jenis kelamin, segmen berdasarkan waktu produktif keluarga dan sebagainya. Ini dapat menambah pendapatan yang tak terduga bagi perusahaan. Ancaman Menggunakan E-commerce Setiap inovasi memberikan keunggulan yang menguntungkan tapi juga tidak lepas dari resiko dan ancaman. Sama halnya dengan ecommerce yang sangat digadang-gadang dalam dunia pemsaran, ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi dalam e-commerce: a. Planting. Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang. b. System Penetration. Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. c. Communications Monitoring. Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi. d. Communications Tampering. Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan informasi rahasia mereka secara sukarela. Jenis-Jenis E-commerce Ada beberapa jenis transaksi di dalam e-commerce ini, antara lain bisnis ke bisnis, bisnis ke konsumen, konsumen ke konsumen atau konsumen ke bisnis. Karena itu, istilah e-
commerce dan e-business selalu dikaitkan. Semua hal ini sesuai dengan perkembangan teknologi di semua negara, termasuk negara Indonesia. Adopsi teknologi dilakukan secara besar-besaran untuk mengikuti perkembangan dan pertumbuhan perekonomian baik secara local maupun global. 1. E-Commerce Business to Business (B2B) Transaksi e-commerce ini dilakukan oleh dua belah pihak yang sama-sama memiliki kepentingan bisnis. Dua belah pihak ini saling mengerti dan mengetahui bisnis yang dijalankan. Umumnya bisnis tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan, atau secara sederhana berlangganan. Contoh sederhana dari B2B ini yaitu produsen dan suplier yang saling bertransaksi secara online baik untuk konsultasi kebutuhan barang, hingga proses pembayarannya. Krakatau dan Unilever 2. E-commerce Business to Consumer (B2C) Business to consumer dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online. Lazada dan Blibli 3. E-commerce C2C (Konsumen Ke Konsumen) Untuk C2C, traksaksi dilakukan oleh konsumen ke konsumen. Kalau Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLX, Shopee, dan sejenisnya, maka inilah yang dinamakan B2C e-commerce. Transaksi jual beli di lakukan secara online melalui marketplace. Jadi C2C disini menjadi perantara antara penjual dan pembeli. 4. Consumen to Busines (C2B) C2B adalah kebalikan B2C yang mana konsumen terakhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan
bertindak sebagai pembeli. Googleplay dan MBT (My Blogger Themes). Media atau Aplikasi E-commerce Seperti yang dijelaskan dalam pengertian ecommerce diatas, transaksi bisnis ini bergantung pada sejumlah aplikasi dan media online (baca: pengertian media online) lainnya, misalnya katalog, email, shopping carts, web service, EDI dan file transfer protocol. Hal ini tentunya melibatkan kegiatan B2B (business to business). SEJARAH E-COMMERCE DI INDONESIA E-commerce muncul di tahun 1960-an pada saat itu dunia bisnis masih menggunakan yang namanya EDI (Electronic Data Interchange). Kemudian tahun 1979, American Standars Institute mengembangkan ASC X12. ASC X12 kerap digunakan untuk saling share dokumen menggunakan perangkat elektronik dan terus berkembang di tahun 1980- an dan 1990-an sampai lahirnya salah satu perusahaan terbesar, eBay dan Amazon yang membuat revolusi dunia ecommerce. Sekarang konsumen bisa membeli produk apapun dengan jumlah tak terbatas secara online. Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini selain eBay, Amazon.com, adalah PayPal. Bidang perdagangan elektronik di Indonesia sendiri mulai menggeliat sejak hadirnya usaha rintisan yang bergerak di bidang perdagangan elektronik seperti Elevenia, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan lain-lain. Negara yang paling padat penduduknya di Asia Tenggara sejauh ini yaitu Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan dalam hal teknologi internet, seluler dan digital. Oleh karena itu, negara ini adalah salah satu pasar yang paling dicari secara global untuk e-commerce, dengan
pemain local, besar, dan kelas berat global berjuang untuk pasar yang tumbuh sangat besar ini. Pesatnya pembangunan infrastruktur membuat semakin banyak dari 260 juta penduduk Indonesia online. Terutama mengakses internet melalui perangkat seluler, demografi besar dari sisi jumlah orang Indonesia yang terhubung mendorong pengembangan perusahaan teknologi dan ekosistem negara ini, khususnya pasar belanja online. Berikut di bawah ini dikutip dari https://aseanup.com/top-e-commerce-sites-indonesia/ Tanggal 21 Januari 2019. Gambar 1.3 Jumlah Pengguna Internet, Media Sosial Dan Seluler di Indonesia E-commerce Indonesia telah menjadi pasar panas merah (red hot market) selama bertahun-tahun karena banyak bisnis tertarik pada potensinya yang sangat besar. Menyadari populasi besar negara Indoensia dan mengantisipasi ledakan digitalnya, perusahaan dan investor lokal dan asing telah meluncurkan situs web e-commerce, aplikasi, dan pasar. Beberapa dari mereka telah menjadi sangat sukses, dengan jutaan pengunjung setiap bulan seperti yang ada pada gambar diatas.
Tidak mengherankan bahwa pasar Indonesia sudah menguntungkan beberapa pemain besar yang sudah menuai manfaat dari pertumbuhan digital negara yang eksplosif ini. Indonesia adalah salah satu negara di e-commerce Asia Tenggara yang dapat dengan mudah memungkinkan pengembangan strategi underdog dan masuknya pendatang baru. Berikut ini adalah 10 pemimpin teratas situs web ecommerce pada Maret 2018 dan perkiraan lalu lintas bulanannya dari SimilarWeb. 1. Lazada Indonesia. Diperkirakan lalulintas bulanan (Monthly Traffic Estimate) per Maret 2018: 118,500,000. Sebagai pemimpin e-commerce di Indonesia, juga hadir di Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Vietnam, Lazada adalah department store dan pasar online bagi pengecer untuk menjual produk mereka sendiri. Didirikan pada 2011 oleh Rocket Internet, raksasa ecommerce China, Alibaba mengakuisisi saham pengendali di Lazada dan operasinya di Asia Tenggara pada 2016. 2. Tokopedia. Diperkirakan lalu lintas bulanan (Monthly Traffic Estimate) per Maret 2018: 111,000,000. Tokopedia adalah pasar online terbesar di Indonesia, memungkinkan individu dan bisnis untuk membuka dan mengelola toko online mereka sendiri dengan mudah. Ini telah menerima dana lebih dari 100 juta US$ dari Softbank Jepang dan perusahaan modal ventura teknologi Amerika yang terkenal, Sequoia Capital. 3. Bukalapak. Diperkirakan lalulintas bulanan (Monthly Traffic Estimate) per Maret 2018: 100,000,000. Bukalapak adalah salah satu pasar online terkemuka di Indonesia, menyediakan platform e-commerce untuk merek dan individu agar mudah membeli dan menjual online. Bukalapak menekankan kemudahan dan keandalan e-commerce, memberikan jaminan finansial ekstra kepada pelanggannya.
4. Blibli. Diperkirakan lalulintas bulanan (Monthly Traffic Estimate) per Maret 2018: 45,000,000. Blibli adalah pusat perbelanjaan online dengan beragam penawaran produk dari computer, gadget, fashion, kesehatan dan kecantikan, ibu dan anak, rumah dan dekorasi, otomotif. Ini juga menyediakan pengunjung dan pelanggan dengan promosi khusus, tiket dan voucher. 5. Shopee. Diperkirakan lalulintas bulanan (Monthly Traffic Estimate) per Maret 2018: 39,100,000. Seorang pemain penting di Indonesia, terutama di negara-negara "mobile-first", Shopee adalah toko online yang bergerak dan terdiversifikasi yang juga menyediakan pengalaman belanja web biasa. Platform utama di seluruh Asia Tenggara, Shopee juga hadir di Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, serta di Taiwan. 6. JD.Id 7. Elevania 8. Bhinneka 9. Zalora Indonesia 10. Qoo10 Indonesia Bentuk E-commerce di Indonesia: 1. Iklan Baris, merupakan salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online. Penjual yang menggunakan social media atau forum untuk beriklan, biasanya tidak bisa langsung menyelesaikan transaksi pada website yang bersangkutan. 2. Retail, merupakan jenis e-commerce yang di mana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu, kegiatan jual-beli di retail relatif aman. 3. Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk
berjualan di website marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Laporan tentang e-commerce paling top yang dirilis iPrice Group (2018). iPrice E-Commerce Merchants Award (iEMA) 2017 adalah penghargaan bergengsi yang melibatkan seluruh e-commerce di Asia Tenggara. iPrice memberi peringkat pada tiap e-commerce berdasarkan pada jumlah kunjungan ke website tiap bulannya, ranking aplikasi, jumlah pengikut di media sosial, hingga jumlah karyawan. Data ini dikumpulkan mulai dari Januari 2018 dan laporannya disajikan sebagai laporan kuartal pertama 2018 (https://iprice.co.id/insights/mapofecommerce/). 1. Lazada 2. Tokopedia 3. Bukalapak 4. Blibli 5. Shopee Peta E-commerce Indonesia ini tidak melibatkan ecommerce dengan kategori travel/tiket, penyewaan, asuransi, investasi, pengantar makanan, kupon & diskon, serta classified ads. Survey juga hanya memasukan ecommerce yang memiliki jumlah minimal 100.000 pengunjung bulanan atau minimal 100.000 pengikut di akun media sosialnya. Seperti halnya dalam aktivitas bisnis konvensional, sistem E-Commerce juga melalui tahapan-tahapan aktivitas tertentu yang biasa diistilahkan dengan proses bisnis. Dari berbagai jenis proses bisnis yang ada, aktivitas transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli merupakan hal mendasar yang harus dipahami oleh praktisi bisnis atau
produsen. Pada gambar di bawah ini, bahwa perusahaan, sekelompok orang, atau individu yang ingin menawarkan produk atau jasanya, dapat memulai rangkaian bisnis dengan menggunakan internet sebagai media berkomunikasi (Kosiur, 1997). Dengan bermodalkan sebuah website atau homepage, penjual (seller) dapat memberikan berbagai informasi sehubungan dengan profil usaha dan produk atau jasa yang ditawarkan. Di sisi konsumen sebagai calon pembeli (buyers), internet menyediakan akses secara luas dan bebas terhadap semua perusahaan yang telah “mendaftarkan” diri di dunia maya. Pertukaran informasi dalam arena ini dapat dilakukan secara satu arah maupun interaktif melalui beragam produk elektronik, seperti komputer, telepon, faks, dan televisi. Proses bisnis pertama di dalam sistem E-Commerce ini dinamakan sebagai “information sharing”. Gambar 1.4 Tahapan Aktivitas dalam Ecommerce Sumber: David Kosiur, (1997) Prinsip penjual di dalam proses ini adalah untuk mencari dan menjaring calon pembeli sebanyak-banyaknya, sementara prinsip pembeli adalah berusaha sedapat mungkin mencari produk atau jasa yang diinginkannya, dan
mencoba untuk mencari tahu penilaian orang lain terhadap produk atau jasa tersebut. Tahapan transaksi elektronik melalui ecommerce: 1. E-customer dan e-merchant bertemu dalam dunia maya melalui server yang disewa dari Internet Server Provider (ISP) oleh e-merchant. 2. Transaksi melalui e-commerce disertai term of use dan sales term condition atau klausula standar, yang pada umumnya e-merchant telah meletakkan klausula kesepakatan pada websitenya, sedangkan e-customer jika berminat tinggal memilih tombol accept atau menerima. 3. Penerimaan e-customer melalui mekanisme “klik” tersebut sebagai perwujudan dari kesepakatan yang tentunya mengikat pihak e-merchant. 4. Pada saat kedua belah pihak mencapai kesepakatan, kemudian diikuti dengan proses pembayaran, yang melibatkan dua bank perantara dari masing-masing pihak yaitu acquiring merchant bank dan issuing customer bank. Prosedurnya e-customer memerintahkan kepada issuing customer bank untuk dan atas nama e-customer melakukan sejumlah pembayaran atas harga barang kepada acquiring merchant bank yang ditujukan kepada e-merchant. 5. Setelah proses pembayaran selesai kemudian diikuti dengan proses pemenuhan prestasi oleh pihak emerchant berupa pengiriman barang sesuai dengan kesepakatan mengenai saat penyerahan dan spesifikasi barang.
Gambar 1.5 Tahapan Transaksi Jual Beli Ecommerce Dikutip dari: Sanusi, Arsyad M., 2001, E-Commerce, Hukum dan Solusinya, PT Mizan Grafika Sarana, Jakarta. Strategi pemasaran digital adalah masa depan semua merek dan organisasi Strategi pemasaran digital bukanlah sesuatu yang dapat menghasilkan hasil dalam satu hari. Melainkan butuh investasi konstan dalam hal uang, sumber daya, dan taktik (strategi). Karena strategi pemasaran digital sangat mahal, biaya investasi dalam metode ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan cara pemasaran tradisional seperti televisi dan radio. Ambil contoh jangkauan media sosial. Di media sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn dan Instagram membuat kampanye iklan bisa sangat mudah dan hemat biaya. Selain itu, promosi semacam ini memiliki kekuatan untuk menjangkau banyak orang juga. Namun, salah satu keuntungan terbesar pemasaran media digital adalah memungkinkan manajer untuk melacak promosi mereka secara real time, sehingga memungkinkan untuk
mengukur keberhasilan dan kegagalan dengan cara yang sederhana namun efektif. Oleh karena itu, rencana strategi pemasaran digital merupakan dasar bagi kesuksesan masa depan perusahaan mana pun. Menciptakan strategi pemasaran digital yang mencakup tujuan dan sasaran organisasi sangat penting. Terlepas dari kenyataan bahwa strategi pemasaran digital penting, banyak merek masih lupa untuk menginvestasikan waktu yang cukup untuk membuat rencana yang baik. Pergi ke pemasaran online tanpa rencana yang tepat dapat memiliki dampak yang parah dan melakukan lebih banyak kerusakan dalam jangka panjang. Rangkuman Para ahli pemasaran telah mengemukakan definisi pasar, pemasaran, dan manajemen pemasaran dengan makna yang saling melengkapi. Pakar pemasaran, yang disebut juga sebagai Bapak Manajemen Pemasaran, Philip Kotler, mendefinisikan pasar merupakan seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk atau jasa. Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung dengan jumlah orang yang menunjukkan tentang kebutuhan, mempunyai kemampuan dalam bertransaksi. Dan pemasaran adalah merupakan hal yang dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan (kebutuhan konsumen) dengan cara-cara yang menguntungkan semua pihak. Serta Manajemen Pemasaran adalah proses dalam merencanakan, melaksanakan, memikirkan, menetapkan harga promosi, dan menyalurkan gagasan barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dalam organisasi. Manajemen pemasaran berkembang sesuai dengan konsep yang terdiri dari; produksi, produk, penjualan, pemasaran, pemasaran social, dan pemasaran global. Konsep ini menjadi panduan setiap perusahaan untuk berkembang dan bertahan dipasaran
hingga pasar internasional. Bertahan di pasaran bukanlah hal yang mudah sekalipun sudah menjalankan strategi manajemen pemasaran, melainkan juga harus mengikuti perubahan seperti masuk ke era digital (online) serba internet. Era digital ini membawa perusahaan memasuki dan mengikuti serta menjalankan yang namanya electronic commerce (e-commerce) yaitu pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik, seperti radio, televisi dan jaringan computer atau internet. Ecommerce diiringi dengan ebusiness yaitu praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan, pesanan dan peny ediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. Baik ecommerce maupun ebusiness dijalankan dalam emarketing yaitu sisi pemasaran dari e-commerce yang terdiri dari kerja perusahaan untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa melalui internet. Latihan Soal: 1. Mengapa Anda harus belajar manajemen pemasaran? 2. Gambaran seperti apa yang Anda bisa berikan untuk membedakan antara ecommerce, ebusiness, dan emarketing! 3. Mengenai keterkaitan ecommerce website dengan tradisional bisnis, hubungan seperti apa yang bisa Anda berikan mengenai keseimbangan kedua-duanya di era digital sekarang ini! 4. Bagaimana apabila kasus yang terjadi adalah ketika perusahaan harus menangani konsumen dari waktu yang berbeda, negara yang berbeda dan peraturan yang berbeda?
5. Menurut Anda, apakah permasalahan-permasalahan yang bisa muncul akibat dari gencarnya implementasi ecommerce di pasar Indonesia sekarang ini? 6. Berikan sebuah ide kreativitas dalam manajemen pemasaran apabila dihubungkan dengan kasus pandemic covid-19! 7. Dadi sekian banyak jenis e-commerce yang beroperasi di Indonesia, yang mana satu yang Anda paling berminat untuk berbelanja? Alasannya apa? 8. Tantangan seperti apa yang akan dihadapi manajemen pemasaran pada masa masa berikutnya setelah masa ecommerce? 9. Model AIDA adalah salah satu model promosi yang digunakan dalam era pemasaran offline, seberapa efektif menurut Anda pemakaian Model AIDA dalam pemasaran online, jelaskan? Studi Kasus Tak Tangkap Peluang, Kodak Bangkrut WE Online, Jakarta - https://www.wartaekonomi.co.id/ Saat ini mengabadikan momen adalah hal yang mudah, tinggal buka fitur kamera di smartphone, kamera sudah siap untuk memotret, hasilnya pun sudah bisa dilihat atau dicetak. Itulah kehebatan teknologi kamera digital. Tahun 90-an adalah tahun-tahun saat perusahaan yang bernama Kodak sangat berjaya dengan produk kamera manual dan film seluloidnya. Namun, untuk mengabadikan momen, harus menyiapkan kamera dan rol film. Dan untuk melihat hasilnya, film harus dicuci dan dicetak terlebih dahulu. Kodak didirikan oleh Goerge Eastman pada 1892. Ini merupakan awal pendirian perusahaan yang memproduksi kamera Analog. Enam tahun kemudian kodak mulai memproduksi kamera digital. Artinya, perusahaan inilah
yang pertama kali memproduksi kamera digital. Namun, setelah teknologi kamera digital mulai berkembang, kodak bukannya mengembangkan kamera digitalnya, tetapi kodak terus berpacu untuk memproduksi secara besar-besaran kamera analognya yang memang saat itu menjadi andalan perusahaan ini. Perlahan namun pasti teknologi terus berkembang. Perusahaan-perusahaan kamera di Asia seperti Casio, Nikon, dan Canon melihat bahwa peluang pasar kamera digital sedikit demi sedikit terus meningkat. Akhirnya, ketika dunia memasuki era kamera digital, Kodak kelabakan oleh terjangan rivalnya tersebut. Bisnis film kamera pun berakhir dan Kodak kesulitan menghasilkan uang. Kamera digital generasi pertama mereka juga kurang diminati karena miskin inovasi. Perkembangan media penyimpanan tidak diikuti oleh Kodak. Kodak bangkrut karena ketidaksiapan perusahaan dalam mengantisipasi tren perkembangan teknologi. Kodak terlambat membaca peluang bisnis di segmen kamera digital, bahkan tidak menangkap peluang emas dengan kebesaran nama yang dimilikinya untuk meraih pasar yang lebih luas. Penulis: Agus Aryanto Editor: Ratih Rahayu Bahan diskusi: Setelah Anda membaca kasus diatas, untuk era digital sekarang ini, apakah masih ada peluang manajemen pemasaran untuk produk Kodak? Buat sebuah cerita untuk peluang tersebut!
Bila pelanggan Anda tidak lagi membeli barang atau jasa Anda, tidak ada lagi yang penting. ---Sun Tzu--- alau Anda melakukan perencanaan, Anda terlibat dalam strategi. Proses pemasaran menentukan strategi yang digerakkan oleh konsumen. Organisasi yang paling baik mengembangkan pemasaran dan penjualan yang baik untuk menang. Artinya, mereka melakukan pemasaran dengan demikian baik sehingga merekan pasti menang, dan ketika kekuatan pesaing menghaikmpiri, penjualan mereka demikian baik sehingga mereka tetap menang. Sejarah tidak memberikan toleransi pada kesalahan dalam desain dari rencana induk strategis. Kemenangan ditentukan oleh strategi yang ditetapkan sebelum memasuki pasar. Tugas penting dari pemasaran adalah menyediakan konsep dan penataan barang dagangan untuk produk yang memenuhi keperluan pelanggan. K
SUB BAB II STRATEGI PEMASARAN BISNIS, MISI, DAN TUJUAN ORGANISASI IDENTIFIKASI PELUANG PENYUSUNAN ANGGARAN SUMBER DAYA PEMASARAN, KEUANGAN, DAN PRODUKSI TREN PEMASARAN DI ERA INTERNET STRATEGI PEMASARAN Istilah strategi berasal dari ilmu kemiliteran, diadopsi oeh ilmu pemasaran. Strategi relevan dengan berperang dalam dunia bisnis. Strategi dapat didefinisikan sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan misinya. Para ahli manajemen pemasaran mendefinisikan strategi pemasaran sebagai berikut: Strategi pemasaran adalah suatu mindset pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran, dimana di dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran, dan budget untuk pemasaran (Philip Kotler). Strategi pemasaran adalah alat fundamental yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan daya saing yang berkesinambungan melewati pasar yang dimasuki, dan progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar target tersebut (Tjiptono). Strategi pemasaran adalah sesuatu yang melingkupi semua sistem yang memiliki hubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga hingga mempromosikan dan menyalurkan produk (barang atau jasa) yang dapat memuaskan konsumen (Stanton).
Berbicara tentang strategi pemasaran Sun Tzu, profesional pemasaran perlu secara aktif mengejar keunggulan di bidang berikut ini: 1. Buat keputusan pemasaran sebelum keputusan keuangan. 2. Jadilah ahli mengenai apa yang dipikirkan, diinginkan, diperlukan pelanggan, dan akan dibeli pelanggan. 3. Bangun budaya yang digerakkan oleh pelanggan. 4. Berpikir secara strategis. 5. Pikirkan pelanggan sebagai manusia 6. Jangan menjengkelkan pelanggan Anda. Secara gamblang, strategi pemasaran sangatlah mudah apalagi di era internet sekarang ini. Cukup lakukan: 1. Alat pemasaran yang ampuh yaitu media sosial 2. Jangan pelit memberi tawaran gratis atau rabat besar besaran. 3. Selalu pilih tempat yang strategis. 4. Selalu lakukan promosi 5. Hormati pembeli… jadikan mereka pelanggan. Tapi apakah pelaksanaannya semudah langkah-langkah diatas? Banyak aspek lain yang menggerakkan sebuah usaha itu berjalan walau hanya masih sekedar merangkak yang disebut dalam siklus perkenalan. Pernyataan strategi secara eksplisit merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Strategi memberikan kesatuan arah bagi semua anggota organisasi. Bila konsep strategi tidak jelas, maka keputusan yang diambil akan bersifat subyektif atau berdasarkan intuisi belaka dan mengabaikan keputusan yang lain (Tjiptono, 1997).
Faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya perubahan dalam strategi pemasaran adalah: 1. Siklus daur hidup produk, merupakan tahap perkenalan, tahap pertumbungan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran. 2. Tingkat persaingan perusahaan dipasar, dalam hal melakukan strategi pemasaran harus seuai dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar. 3. Keadaan ekonomi, strategi pemasaran harus sesuai dengan situasi ekonomi dan pandangan kedapan, apakah ekonomi berada pada situasi makmur atau inflasi tinggi Kerin & Peterson (2015) menyebutkan bahwa manajemen pemasaran strategis terdiri dari lima proses yang rumit dan saling berhubungan, yaitu: 1. Pendefinisian bisnis, misi, dan sasaran organisasi 2. Pengidentifikasian dan penyusunan kemungkinankemungkinan pertumbuhan organisasi 3. Formulasi strategi produk-pasar 4. Penyusunan anggaran sumber daya pemasaran, keuangan, dan produksi 5. Penyusunan reformulasi dan pemulihan strategi BISNIS, VISI, MISI, DAN TUJUAN ORGANISASI Setiap bisnis skala kecil atau besar memiliki sasaran yang bisa saja tanpa disadari lahir dari misi dan misi itu sendiri lahir dari visi. Sasaran inilah yang harus didefinisikan secara jelas dan diterjemahkan menjadi rangkaian kegiatankegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan waktunya masing-masing dan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Penetapan sasaran bisnis harus selalu berorientasi ke masa
depan dan fokus pada masalah. Setelah arah organisasi dirangkum ke definisi, misi, dan sasaran organisasi, maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi peluang. Bisnis Bisnis adalah sebuah organisasi atau sistem ekonomi dimana barang dan jasa dipertukarkan menjadi bentuk lain atau dalam bentuk uang (Business Dictionary). Bisnis adalah segala dan keseluruhan kompleksitas yang ada pada berbagai bidang seperti penjualan (commerce) dan industri, industri dasar, processing, dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan, insuransi, transportasi, dan seterusnya yang kemudian melayani dan memasuki secara utuh (which serve and interpenetrate) dunia bisnis secara menyeluruh (Hooper). Visi, Misi Visi itu dinyatakan sebagai ‘What be believe we can be‘ yang dimana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti perusahaan, organisasi ataupun suatu lembaga. Menentukan visi berarti juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih. Atau bisa dikatakan visi itu adalah pernyataan yang menjawab pertanyaan where we are going? Sedangkan Misi yaitu ‘What be believe we can do‘, misi adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi diawal. Misi itu menjawab apakah bisnis kita? Misi itu merupakan langkah, cara ataupun strategi yang sudah disusun sedemikian rupa sesuai dengan visi untuk mencapai Visi itu sendiri. Untuk itu ada 8 hal yang perlu ada dalam misi: 1. Pelanggan 2. Produk
3. Pasar 4. Teknologi yang digunakan 5. Komitmen terhadap pertumbuhan 6. keuntungan atau stabilitas 7. Konsep perusahaan 8. Komitmen terhadap stakeholder Tujuan Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka pendek (Tommy Suprapto). Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk mewujudkannya. Lebih detail tentang penjabaran turunan visi, misi, dan tujuan ini dibahas dalam buku-buku manajemen strategis. Tingkatan Strategi Bisnis Sebuah organisasi terdiri dari struktur organisasi yang memiliki startegi yang berbeda pada setiap tingkatan/level strukturnya. Demikian halnya dengan sebuah organisasi bisnis, pada umumnya, strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa memastikan bahwa
setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya. Gambar 2.1 Tingkatan Strategi Bisnis Sumber: Hill and Jones (2009) Strategi Tingkat Korporasi Strategi level korporasi (corporate strategy) adalah level tertinggi dari strategi bisnis dan yang paling luas. Anda harus menyusun strategi tingkat perusahaan Anda dengan tujuan utama Anda dalam pikiran. Ini adalah tempat untuk menetapkan tujuan jangka panjang. Strategi korporasi ini berdampak pada dua level berikutnya. Dengan kata lain, tujuan unit bisnis dan fungsional Anda harus terkait dan merupakan turunan dari tujuan korporasi (perusahaan) Anda dan sebaliknya. Strategi korporat berusaha menjelaskan wilayah bisnis yang ingin dimasuki perusahaan. Setiap perusahaan telah menjawab pertanyaan tentang wilayah bisnisnya dengan cara yang berbeda. Perbedaan jawaban itu mencerminkan kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berbeda dan juga penilaian yang berbeda atas kesempatan dan ancaman yang disebabkan oleh lingkungan ekonomi dan politik global. Perusahaan dapat menggunakan salah satu bentuk strategi korporat: strategi bisnis tubggal:
1. Strategi Bisnis Tunggal (Single business strategy) Keuntungan paling signifikan strategi ini adalah perusahaan dapat mengkonsentrasikan seluruh sumber daya dan keahliannya pada produk atau jasa. Akan tetapi, strategi ini meningkatkan kerentanan perusahaan terhadap persaingan dan perubahan lingkungan eksternal. 2. Strategi diversifikasi berhubungan (Related diverification strategy) Strategi ini membuat perusahaan mampu meningkatkan kompetensi disatu pasar agar dapat memperkuat daya saingnya dipasar lain. Diversifikasi yang berhubungan memiliki beberapa keuntungan, perusahaan tidak terlau tergantung pada satu produk atau jasa, sehingga perusahaan tidak terlalu rentan terhadap ancaman persaingan atau ekonomi. 3. Strategi diversifikasi yang tidak berhubungan (unrelated diversification strategy). Yaitu perusahaan beroperasi dibeberapa industri dan pasar yang saling berhubungan Strategi Unit Bisnis Mengingat strategi korporat berkaitan dengan organisasi secara keseluruhan, maka strategi bisnis berfokus pada bisnis khusus, anak perusahaan atau unit operasi khusus dalam perusahaan. Di sini Anda akan menentukan strategi terpisah untuk berbagai industri tempat Anda beroperasi. Pemilik bisnis yang beroperasi di berbagai ceruk yang berbeda harus memutuskan yang mana yang paling menjadi utama dan yang dapat berubah seiring waktu. Pada tingkat unit bisnis, Anda dapat memutuskan untuk keluar dengan anggun dari pasar yang berkinerja rendah. Atau, Anda bahkan dapat memutuskan untuk menjual unit bisnis