Design is the silent ambassador of your brand. ---Paul Rand--- kuitas merek tidak muncul dengan sendirinya begitu saja dalam sebuah bisnis. Ada yang namanya perencanaan yang seksama, sejumlah besar komitmen jangka panjang, strategi penetapan merek dan pemasaran yang dirancang dan dijalankan secara kreatif hingga loyalitas konsumen yang tinggi. Merek yang kuat memiliki pangsa pasar yang lebih tinggi dan harus diberikan dukungan yang baik untuk mempertahankan diri dalam jangka panjang. Sangat penting untuk mengelola sebuah merek dan membangun ekuitas merek dari waktu ke waktu. Maka dengan jamninan semuanya itu, ekuitas merek menjadi milik perusahaan. Berikut adalah sub pokok bahasan dalam Bab ini: SUB BAB STRATEGI PENENTUAN MEREK EKUITAS MEREK MENGATUR POSISI MEREK PENGEMBANGAN PRODUK BARU DAN SIKLUS HIDUP PRODUK E
STRATEGI PENENTUAN MEREK Oleh American Marketing Association (AMA) merek didefinisikan sebagai nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan merek dari para pesaing. Maka merek adalah produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa lainnya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Merek yang kuat mengurangi risiko keselamatan, moneter, dan sosial yang dirasakan pelanggan untuk membeli produk atau layanan. Seorang pelanggan dapat memiliki persepsi yang lebih baik tentang barang berwujud dengan nama merek. Merek adalah salah satu aspek yang penting dari bisnis apa pun di era modern ini, besar atau kecil, ritel, atau B2B. Strategi merek yang efektif memberi perusahaan keunggulan besar dalam pasar yang semakin kompetitif. Mari Kita lihat kekuatan dari sebuah merek, Kita di Indonesia sering terkecoh dengan menyebut sebuah merek untuk semua jenis barang yang sama dan hal ini sudah berlangsung lama hingga sekarang, seperti: 1. Merek Indomie disebut menjadi nama untuk semua mie instan. 2. Merek Odol disebut nama untuk semua pasta gigi. 3. Merek Softex disebut untuk nama semua pembalut wanita. 4. Merek Rinso disebut untuk nama semua detergen. 5. Merek Honda disebut untuk nama semua kendaran motor. 6. Merek Tipp Ex disebut untuk nama semua correction pen.
7. Dan yang paling gencar adalah Merek Aqua, disebutkan untuk semua jenis minuman mineral. 8. Dll Dengan sendirinya dan simpel, merek adalah janji yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan. Merek juga memberi tahu pelanggan apa yang dapat mereka harapkan dari sebuah produk dan layanan, dan itu membedakan penawaran dari pesaing. “Your brand is derived from who you are, who you want to be and who people perceive you to be”. Menciptakan sebuh merek dan mendefinikannya, tidaklah mudah. Mendefinisikan merek sama seperti perjalanan penemuan diri bisnis. Bisa saja sulit, memakan waktu, dan tidak nyaman. Paling tidak, Anda harus menjawab pertanyaan berikut: 1. Apa misi perusahaan Anda? 2. Apa manfaat dan fitur produk atau layanan Anda? 3. Apa pendapat pelanggan dan prospek Anda tentang perusahaan Anda? 4. Jenis kualitas apa yang Anda inginkan untuk dikaitkan dengan perusahaan Anda? Kotler mengatakan bahwa merek menyampaikan serangkaian fitur, manfaat, dan layanan khusus kepada pembeli sebagai tanda dan lambang nyata yang mengatakan sesuatu tentang produk. Dalam persepsi konsumen dan produsen, merek-merek terbaik, menyampaikan jaminan kualitas. Sebuah merek harus dapat memberikan empat level makna, yaitu: 1. Atribut. Sebuah merek pertama kali mengingatkan akan atribut produk tertentu. Misalnya, Mercedes menyarankan atribut seperti 'direkayasa dengan baik', 'dibangun dengan baik', 'tahan lama', 'prestise tinggi', 'cepat', 'mahal' dan 'nilai jual kembali tinggi'. Perusahaan dapat menggunakan satu atau lebih atribut ini dalam iklan mobilnya. Selama bertahun-tahun,
Mercedes mengiklankan 'Engineered like no other car in the world' 2. Manfaat. Pelanggan tidak membeli atribut, mereka membeli manfaat. Karena itu, atribut harus diterjemahkan ke dalam manfaat fungsional dan emosional. Misalnya, atribut 'tahan lama' dapat diterjemahkan ke dalam manfaat fungsional, 'Saya tidak perlu membeli mobil baru setiap beberapa tahun.' Atribut 'mahal' dapat diterjemahkan menjadi manfaat emosional, 'Mobil membuat saya merasa penting dan dikagumi.' Atribut 'dibangun dengan baik' dapat diterjemahkan ke dalam manfaat fungsional dan emosional, "Saya aman jika terjadi kecelakaan." 3. Nilai. Merek juga mengatakan sesuatu tentang nilai-nilai pelanggan. Demikian pembeli Mercedes sangat menghargai kinerja tinggi, keamanan dan prestise. Seorang pemasar merek harus mengidentifikasi kelompok pembeli mobil tertentu yang nilainya bertepatan dengan paket manfaat. 4. Budaya. Merek juga mewakili budaya tertentu. Contohnya, Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisasi, konsisten, tingkat keseriusan tinggi, efesien, dan berkualitas tinggi. 5. Kepribadian. Para pemasar harus tahu bahwa merek juga memproyeksikan kepribadian. Peneliti motivasi kadang bertanya, “Jika merek ini adalah seseorang, orang seperti apa itu?” Konsumen mungkin memvisualisasikan mobil Mercedes sebagai eksekutif bisnis paruh baya yang kaya. Merek akan menarik orang-orang yang citra diri aktual atau yang diinginkan cocok dengan citra merek. 6. Pemakai. Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Kebayakan pemakai adalah orang-orang yang menghargai nilai budaya dan kepribadian produk tersebut. Misalnya Mercedes pada umumnya diasosikan
dengan orang kaya, kalangan manajer puncak, dan sebagainya. Tjiptono dan Diana (2012) menyebutkan tujuan merek adalah: 1. Sebagai identitas perusahaan yang membedakannya dengan produk pesaing, sehingga mudah mengenali dan melakukan pembelian ulang. 2. Sebagai alat promosi yang menonjolkan daya tarik produk (misalnya dengan bentuk desain dan warnawarna menarik). 3. Untuk membina citra, yaitu dengan memberikan keyakinan, jaminan kualitas, serta citra prestise tertentu kepada konsumen. 4. Untuk mengendalikan dan mendominasi pasar. Artinya, dengan membangun merek yang terkenal, bercitra baik, dan dilindungi hak eksklusif berdasarkan hak cipta/paten, maka perusahaan dapat meraih dan mempertahankan loyalitas konsumen. Kotler (2005) berpendapat bahwa merek memiliki peranan dilihat dari sudut pandang produsen, sebagai berikut: 1. Merek memudahkan penjual untuk memproses pesanan dan menelusuri bila terjadi kesalahan. Di samping itu juga lebih mudah bagi produsen untul menemukan kalau ada keluhan dari konsumen. 2. Merek memberikan kesempatan pada penjual untuk menarik pelanggan yang setia dan menguntungkan. Kesetiaan merek memberikan perlindungan terhadap produsen dari pesaing serta pengendalian yang lebih besar dalam perencanan program pemasarannya. 3. Merek dan tanda dagang produsen memberikan perlindungan hukum atas tampilan produk yang unik, yang tanpa itu akan dapat ditiru oleh pesaing. 4. Merek membantu penjual melakukan segmentasi pasar.
5. Merek yang baik membantu citra perusahaan. Dengan membawa nama perusahaan, merek membantu mengiklankan mutu dan ukuran perusahaan. Syarat memilih merek (Alma, 2011): 1. Mudah diingat 2. Menimbulkan kesan positif 3. Memiliki ciri khas sendiri 4. Tepat untuk promosi 5. Bisa didaftarkan dan dilindungi haknya. Jenis-jenis merek secara umum terdiri atas 3 macam yakni: Merek Dagang (trademark) Merek ini biasanya mengacu pada barang dagangan yang diperdagangkan oleh seseorang yang nantinya menurut payung hukum barang yang diperdagangkan tersebut memiliki perbedaan antara satu barang dengan barang yang diperdagangkan lainnya. Merek Jasa Merek yang menempel pada sebuah usaha jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau suatu kelompok tertentu yang mana nantinya merek jasa ini nanti membedakan antara satu jasa dengan jasa yang lainnya. Merek Kolektif Merek ini biasanya melekat pada suatu barang atau jasa yang diperdagangkan dimana pelaku usahanya merupakan industri per kelompok. Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan atau jasa dengan karakteristik yang sama mengenai sifat, ciri umum, dan mutu barang atau jasa serta pengawasannya yang akan diperdagangkan oleh beberapa orang atau
badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang danj atau jasa sejenis lainnya. Menyadari arti penting sebuah merek dalam dunia usaha, pemerintah Indonesia telah menerbitkan UndangUndang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (UU Merek) sebagai dasar dan payung hukum bagi pengaturan terkait dengan merek di Indonesia. Dalam Pasal 1 ayat 1 undangundang tersebut, merek didefinisikan sebagai gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Untuk dapat mengklaim dan mendapatkan perlindungan serta manfaat dari sebuah merek, pemilik merek harus mendaftarkan merek tersebut ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI) yang berada di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Merek terdaftar mendapatkan perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran Merek yang bersangkutan dan jangka waktu perlindungan itu dapat diperpanjang. Terkait dengan pendaftaran merek di Indonesia, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Berikut ini ada beberapa keadaan yang membuat suatu merek tidak dapat didaftarkan, yaitu: a. merek yang permohonannya diajukan atas dasar itikad tidak baik (Pasal 4 UU Merek); b. merek yang bertentangan dengan moral, perundangundangan, dan ketertiban umum (Pasal 5 huruf a UU Merek); c. merek yang tidak memiliki daya pembeda (Pasal 5 huruf b UU Merek); d. tanda-tanda yang telah menjadi milik umum, seperti tanda tengkorak dan tulang bersilang yang sudah
menjadi tanda umum untuk melambangkan bahaya (Pasal 5 huruf c UU Merek); dan e. merek yang semata-mata menyampaikan keterangan yang berhubungan dengan barang atau jasa, atau bersifat deskriptif, seperti merek bertuliskan ‘air minum dalam kemasan’ yang menggambarkan perusahaan yang memproduksi air minum yang dikemas dalam bentuk botol atau kotak (Pasal 5 huruf d UU Merek). Permohonan pendaftaran Merek ditolak apabila merek tersebut: a. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis; b. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis; c. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis sepanjang memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan lebih lanjut dengan peraturan pemerintah; d. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal; e. merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak; f. merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang; g. merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh Negara atau
lembaga pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang. Menurut Kotler (2009) terdapat enam pemilihan kriteria merek, diantaranya adalah: 1. Dapat diingat. Merek harus dapat diingat dan dikenali dengan mudah oleh konsumen. 2. Berarti. Merek harus kredibel dan mencirikan karakter yang sesuai, serta menyiratkan sesuatu tentang bahan atau tipe orang yang mungkin menggunakan merek. 3. Dapat disukai. Seberapa menarik estetika dari merek dan dapat disukai secara visual, verbal, dan lainnya. 4. Dapat dipindahkan. Merek dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori yang sama atau berbeda dengan melintasi batas geografis dan segmen pasar. 5. Dapat disesuaikan. Merek harus dengan mudah dapat disesuaikan atau diperbarui sesuai dengan kebutuhan pasar. 6. Dapat dilindungi. Merek harus dapat dipatenkan atau dapat dilegalkan secara hukum, sehingga tidak mudah ditiru oleh pesaing. EKUITAS MEREK (BRAND EQUITY) Sederhananya, ekuitas merek mewakili nilai sebuah merek. Ini adalah perbedaan sederhana antara nilai produk bermerek, dan nilai produk itu tanpa nama merek yang melekat padanya (Rosenbaum-Elliott, 2015). David Aaker mendefinisikan ekuitas merek sebagai seperangkat aset dan kewajiban yang terkait dengan merek yang menambah nilai atau mengurangi nilai dari produk atau layanan di bawah merek itu. Dia mengembangkan model ekuitas merek (juga disebut Model Lima Aset) di mana dia mengidentifikasi lima komponen ekuitas merek atau disebut dengan dimensi ekuitas merek.
Dimensi Ekuitas Merek Model Aaker adalah cetak biru merek yang dikembangkan oleh pakar pemasaran David Aaker. Model Aaker menekankan pada pentingnya identitas merek dan menawarkan solusi unik untuk membangun merek yang kuat. Gambar Dimensi Ekuitas Merek Aaker Loyalitas Merek (Brand Loyalty). Loyalitas merek adalah komitmen kuat dalam berlangganan atau membeli kembali suatu merek secara konsisten di masa mendatang. Loyalitas merek adalah komponen kunci dari ekuitas merek yang diperjuangkan
oleh bisnis. Pelanggan yang terus membeli dari atau terlibat secara positif dengan merek Anda menjadi aset berharga bagi ekuitas merek. Pelanggan ini dapat mengenakan, membagikan, membicarakan, dan merekomendasikan merek Anda kepada orang lain, menyebarkan sentimen positif di sekitar merek Anda. Dalam berbagai sumber survei menyebutkan bahwa pembeli mengatakan bahwa mereka mempercayai saran teman dan keluarga mereka atas saran dari bisnis. Untuk memanfaatkan loyalitas merek, perusahaan sering membuat program insentif untuk meningkatkan keterlibatan merek dan memberi penghargaan kepada pelanggan terbaik mereka. Program-program ini mungkin membutuhkan uang dari bisnis untuk diterapkan, tetapi lebih mahal untuk mendapatkan pelanggan baru daripada mempertahankan yang sudah ada Faktor yang mempengaruhi Loyalitas Merek 1. Nilai (harga dan kualitas merek). Pemakaian suatu merek dalam waktu yang lama akan mengarahkan pada loyalitas, karena itu pihak perusahaan harus bertanggung jawab untuk menjaga kualitas merek tersebut. 2. Citra merek (reputasi merek). Merek yang memiliki citra yang baik akan menimbulkan loyalitas konsumen pada merek tersebut. 3. Kenyamanan dan kemudahan mendapatkan merek. Kenyamanan dan kemudahan mendapatkan merek merupakan faktor yang penting untuk membangun loyalitas konsumen pada merek tertentu. Semua kelebihan dari merek tertentu tidak akan berarti jika merek tersebut tidak mudah untuk didapat. 4. Kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan perasaan senang yang dirasakan konsumen yang berasal dari perbandingan antara harapan dengan hasil kinerja dari merek tersebut.
5. Pelayanan. Pelayanan yang baik yang ditawarkan oleh suatu merek dapat mempengaruhi loyalitas konsumen pada merek tersebut. 6. Garansi atau jaminan. Garansi atau jaminan yang telah diberikan kepada konsumen saat membeli produk dari merek tertentu tidak semua memanfaatkannya. Indikator Loyalitas Merek Sangat penting bagi perusahaan keberadaan pelanggan yang loyal terhadap merek, bahkan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Loyalitas merek merupakan suatu konsep yang sangat penting untuk perusahaan agar tetap bertahan hidup. Ballester dan Aleman (2005) loyalitas merek secara umum dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 1. Membeli merek yang sama secara terus menerus ketika membutuhkannya. 2. Merekomendasikan kepada orang lain. 3. Kekebalan terhadap merek lain. 4. Puas dengan manfaat yang diberikan. Perilaku Konsumen Pada Skala Loyalitas Merek Gambar: Piramida Loyalitas Merek Aaker
Piramida Loyalitas Merek Aaker menggambarkan lima jenis perilaku konsumen pada skala loyalitas merek: (1) beralih (Switchers), (2) pembeli yang puas/biasa (Habitual Buyer), (3) pembeli yang puas dengan biaya peralihan, (4) menyukai merek, dan (5) pembeli yang berkomitmen. Kita akan masuk lebih jauh ke dalam lima jenis berikut ini: 1. Switchers: ini adalah pembeli yang tidak setia pada merek yang bersangkutan. Pelanggan/konsumen seperti ini sama sekali tidak melihat merek dalam perilaku pembeliannya. Mereka cenderung membeli merek dalam obral, atau kebetulan mereka menemukan. Pelanggan/konsumen jenis ini tidak ragu untuk berpindah merek. Pemasaran akan paling efektif dalam menargetkan konsumen ini dengan berfokus pada peningkatan kesadaran nama merek, karena itu adalah prasyarat untuk naik ke atas piramida. 2. Pembeli yang puas/terbiasa (Habitual buyer): ini adalah pelanggan/konsumen yang membeli merek karena kebiasaan. Ini cenderung menjadi pelanggan yang cukup puas, yang pada dasarnya tidak melihat alasan untuk mengubah perilaku pembelian mereka (dan karena itu tidak mencari alternatif lain). 3. Satisfied Buyer Adalah kategori pembeli yang puas dengan merek yang mereka konsumsi. Namun mereka dapat saja berpindah merek dengan menanggung switching out (biaya peralihan), seperti waktu, biaya, atau risiko yang timbul akibat tindakan peralihan merek tersebut. 4. Likes the Brand (menyukai merek) Adalah kategori pembeli yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut. Rasa suka didasari oleh asosiasi yang berkaitan dengan simbol, rangkaian pengalaman menggunakan merek itu sebelumnya, atau persepsi kualitas yang tinggi. 5. Committed buyer (pembeli yang berkomitmen) Adalah kategori pembeli yang setia. Mereka mempunyai kebanggaan dalam menggunakan suatu merek.
Kesadaran Merek (Brand Awareness). Kesadaran merek adalah kemampuan pelanggan untuk mengenali atau mengingat kembali sebuah merek dan mengaitkannya dengan satu kategori produk tertentu. Kesadaran merek, adalah konsep bahwa semakin banyak konsumen menyadari merek Anda, semakin besar kemungkinan mereka untuk menjadi pelanggan potensial. Menghasilkan kesadaran merek bisa sulit untuk bisnis pemula, tetapi ada banyak jalan yang bisa mereka ambil untuk mendapatkan branding di depan konsumen. Optimisasi mesin pencari (SEO), email, dan pemasaran media sosial adalah jenis taktik populer yang digunakan merek untuk membuat pelanggan terlibat dan mengingat merek mereka. Memahami khalayak sasaran dan menyesuaikan konten pemasaran dengan minat atau perilaku mereka dapat membuat setiap interaksi lebih berkesan Jenis kesadaran merek: 1. Aided awareness. Ini berarti bahwa dengan menyebutkan kategori produk, pelanggan mengenali merek Anda dari daftar merek yang ditampilkan. 2. Kesadaran puncak pikiran (Immediate brand recall). Ini berarti bahwa saat menyebutkan kategori produk, merek pertama yang diingat pelanggan dari benaknya adalah merek Anda. Kepentingan relatif dari ingatan dan pengakuan merek akan bergantung pada sejauh mana konsumen membuat keputusan terkait produk dengan merek yang ada atau tidak. Misalnya: Di sebuah toko, pengenalan merek lebih penting karena merek akan hadir secara fisik. Dalam skenario di mana merek tidak hadir secara fisik, ingatan merek lebih signifikan (seperti dalam kasus layanan dan merek online).
Kesadaran merek ditingkatkan sejauh mana nama merek yang dipilih sederhana dan mudah diucapkan atau dieja; dikenal dan ekspresif; dan unik serta berbeda. Misalnya, Tolak Angin kemudian sudah pasti dikenal sebagai obat masuk angin. Tingakatan Kesadaran Merek Adanya tingkatan-tingkatan dalam brand awareness menunjukan adanya perbedaan tingkat kesadaran yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Gambar Tingkatan Kesadaran Merek 1. Top-of-mind awareness (puncak pikiran) adalah brand yang disebutkan pertama kali oleh konsumen atau yang pertama kali muncul dalam benak konsumen, atau brand tersebut merupakan brand utama dari berbagai brand yang ada dalam benak konsumen. Menurut definisi, kesadaran top-of-mind adalah "merek pertama yang muncul di benak ketika pelanggan ditanyai pertanyaan yang tidak terduga tentang suatu kategori." Ketika membahas kesadaran top-of-mind di antara kelompok konsumen yang lebih besar (sebagai lawan dari satu konsumen), itu lebih sering didefinisikan sebagai nama merek "paling diingat" atau "paling
diingat". Konsumen biasanya akan membeli salah satu dari tiga merek teratas dalam pertimbangan mereka. Ini dikenal sebagai kesadaran top-of-mind. Akibatnya, salah satu tujuan dari sebagian besar komunikasi pemasaran adalah untuk meningkatkan kemungkinan bahwa konsumen akan memasukkan merek dalam rangkaian pertimbangan mereka. 2. Brand Recall (pengingatan kembali brand) adalah pengingatan kembali brand tanpa bantuan (unaided recall). Ingatan merek juga dikenal sebagai ingatan tanpa bantuan atau ingatan spontan dan mengacu pada kemampuan konsumen untuk menghasilkan merek dengan benar dari ingatan ketika diminta oleh kategori produk. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah merek yang dapat diingat konsumen dipengaruhi oleh faktor individu dan produk termasuk; loyalitas merek, pengetahuan merek, faktor situasi dan penggunaan, dan tingkat pendidikan. Misalnya, konsumen yang sangat berpengalaman dengan kategori produk atau merek tertentu mungkin dapat mengingat serangkaian nama merek yang sedikit lebih besar daripada mereka yang kurang berpengalaman dengan kategori produk atau merek tertentu. 3. Brand Recognition (pengenalan brand) adalah pengenalan suatu brand muncul lagi setelah dilakukan pengingatan kembali lewat bantuan (aided recall). Pengenalan merek juga dikenal sebagai ingatan yang dibantu dan mengacu pada kemampuan konsumen untuk mengkonfirmasi bahwa mereka telah melihat atau mendengar merek tertentu sebelumnya. Ini tidak selalu mengharuskan konsumen harus mengidentifikasi nama merek. Sebaliknya, ini berarti bahwa konsumen dapat mengenali merek pada saat presentasi, baik di titik penjualan atau setelah melihat kemasan visualnya. 4. Unware of Brand (tidak menyadari brand) adalah tingkat paling rendah dalam piramida brand awareness
di mana konsumen tidak menyadari adanya suatu brand. Pada tahap ini, customer benar-benar sama sekali tidak tahu atau tidak pernah mendengar adanya merek tersebut. Indikator Kesadaran Merek: 1. Merek yang sering diingat. Merek dalam hal ini dikategorikan dalam arti bahwa seseorang pembeli mengenali dan mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan perwujudan kategori produk tertentu. 2. Merek yang dikenal. Yaitu adalah merek dalam kondisi dimana konsumen mengingat sebuah merek baik tidak diberi bantuan ataupun dengan diberi bantuan, misalnya dengan daftar merek, daftar gambar, ataupun dengan cap merek. 3. Merek yang sering disebut. Kondisi dimana seorang konsumen ketika mereka memikirkan, merek pada produk, kemudian menyebutkan nama merek atau memilih merek yang sama dalam benaknya. Citra merek (Brand Image) Istilah brand image didalam Bahasa Indonesia artinya adalah sebuah citra merek atau manajemen merek. Citra merek atau Brand Image sendiri memiliki arti sebagai sebuah upaya pengelolaan suatu merek agar mendapat kesan mendalam dan positif dimata konsumen. It is a set of beliefs held about a specific brand
Citra merek dibangun dengan menggunakan media komunikasi seperti periklanan, publisitas dari mulut ke mulut, pengemasan, program pemasaran online, media sosial, dan cara promosi lainnya. Pentingnya Citra Merek Setiap perusahaan berusaha untuk membangun citra yang kuat karena membantu dalam memenuhi motif bisnis mereka. Citra merek yang kuat memiliki keuntungan sebagai berikut: 1. Lebih banyak keuntungan karena pelanggan baru tertarik pada merek. 2. Mudah untuk memperkenalkan produk baru dengan merek yang sama. 3. Meningkatkan kepercayaan pelanggan yang sudah ada. Membantu dalam mempertahankan mereka. 4. Hubungan Bisnis dan Pelanggan yang lebih baik. Gambar Posisi Citra Merek Diantara Pemilik merek dan Konsumen Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Perceived Quality adalah kesan keunggulan yang dialami pelanggan tentang suatu produk, merek, atau bisnis, yang diperoleh melalui penglihatan, suara, sentuhan, dan aroma.
Persepsi kualitas terhadap merek menggambarkan respons keseluruhan pelanggan terhadap kualitas dan keunggulan yang ditawarkan merek. Di dunia di mana konsumen semakin ditawari produk yang fungsional, andal, dan sarat fitur, bisnis cerdas berfokus pada kualitas yang dirasakan untuk mengubah produk yang kompetitif secara fungsional menjadi produk premium yang lebih diinginkan, yang dapat dipesan dengan harga lebih tinggi. Ingat… Jika harapan pelanggan hanya terpenuhi, maka dia puas. Jika tidak, pelanggan tidak senang. Jika produk/jasa/merek melebihi harapan pelanggan, maka dia senang. Hal ini semakin mendorong persepsinya tentang produk/jasa/merek. Kita harus memahami bahwa kualitas yang dirasakan tidak berwujud. Kualitas yang dirasakan tidak dapat diukur secara kuantitatif, lebih disukai karena penilaian tentang apa yang penting bagi pelanggan sangat bervariasi di seluruh kepribadian, kebutuhan, dan preferensi yang berbeda. Jika itu produk, pelanggan mempertimbangkan tujuh fitur berikut untuk evaluasi: kinerja, fitur, kesesuaian dengan spesifikasi, keandalan, daya tahan, kemudahan servis, kesesuaian, dan penyelesaian. Keuntungan dari Kualitas yang Dirasakan 1. Membantu produk membedakan dirinya dari yang lain. 2. Menjaga perusahaan tetap pada jalur perbaikan berkelanjutan karena pesaing juga meningkatkan standar. 3. Membantu perusahaan untuk menuntut premium dibandingkan dengan merek lain. 4. Jika proses perbaikan lebih cepat dibandingkan dengan pesaing, perusahaan dapat menikmati keuntungan yang lebih tinggi dengan bantuan kualitas yang dirasakan
Gambar: The Perceived Service Quality Model Pada tahun 1982, Christian Gronroos, The Perceived Service Quality Model. Menurut Gronroos, studi kualitas layanan dan pengembangan model selanjutnya sejak awal didasarkan pada apa yang dianggap pelanggan sebagai kualitas. Dengan kata lain, kualitas layanan merupakan hasil dari konsep pemasaran; fokus pada pelanggan. Yang penting adalah apa yang dianggap sebagai kualitas oleh pelanggan dan bukan apa yang dirasakan desainer atau orang operasional sebagai kualitas baik atau buruk. Menurut model Perceived Service Quality (Gambar), kualitas layanan, seperti yang dirasakan oleh pelanggan, adalah hasil dari perbandingan antara harapan pelanggan dan pengalaman kehidupan nyatanya. Jika "kualitas yang dialami" melebihi "kualitas yang diharapkan", "kualitas yang dirasakan total" adalah positif. Jika harapan tidak dipenuhi oleh kinerja atau pengalaman aktual, kualitas yang dirasakan rendah. Ada beberapa pelanggan dalam program magang: siswa, pemasok magang, dan entitas sponsor,
misalnya. Keberhasilan akhir tergantung pada harapan awal dibandingkan dengan kinerja aktual. Gagasan bahwa persepsi pelanggan pasca pembelian adalah fungsi dari harapan pra-pembeliannya adalah dasar dari konsep konfirmasi/diskonfirmasi kualitas layanan. Konsep konfirmasi/diskonfirmasi adalah konsep dasar dari model Gronroos 1982, Perceived Service Quality Model dan model Analisis Kesenjangan dan SERVQUAL (1988) yang terkenal oleh V. A. Zeithaml, A. Parasuraman, dan L. L. Berry (Gronroos, 1991). Indikator Persepsi Kualitas 1. Kinerja (Performance): melibatkan berbagai karakteristik operasional utama. Kinerja merupakan karakteristik produk inti yang meliputi, merek, atributatribut yang dapat diukur dan aspek-aspek kinerja individu. Kinerja beberapa produk biasanya didasari oleh preferensi subjektif pelanggan bisnis yang pada dasarnya bersifat umum (universal). 2. Fitur (feature): Fitur atau keistemewaan tambahan dapat berbentuk tambahan dari produk inti, yang dapat menambah nilai dari suatu produk. Biasanya diukur secara subjektif oleh masing-masing individu (pelanggan bisnis) yang menunjukkan adanya perbedaan kualitas suatu produk atau jasa. Hal ini menuntut karakter yang fleksibel, disesuaikan dengan perkembangan pasar. 3. Kemampuan Pelayanan (serviceability): Kemampuan pelayanan meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, dan kemudahan produk untuk dioperasikan serta penanganan keluhan yang memuaskan. Dimensi ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya memperhatikan adanya penurunan kualitas produk, tetapi juga waktu produk
sebelum disimpan, penjadwalan pelayanan, proses komunikasi dengan staf, frekuensi pelayanan perbaikan akan kerusakan produk, dan pelayanan lainnya. 4. Daya Tahan (Durability): Daya tahan yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur pakai produk jadi maupun umur ekonomis produk saat disimpan, penggunaan suatu produk atau sering dikatakan dengan suatu refleksi ukuran ekonomis, berapa daya tahan atau masa pakai suatu barang. 5. Kehandalan (reliability): Konsistensi dari kinerja yang dihasilkan produk dari satu pembelian ke pembelian lain Kehandalan yaitu berkaitan dengan timbulnya kemungkinan suatu produk mengalami keadaan tidak berfungsi pada suatu periode. Keadaan suatu produk menandakan tingkat kualitas sangat berarti bagi konsumen dalam memilih produk. 6. Kesesuaian (conformance): Kesesuaian yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Kesesuaian suatu produk dalam industri jasa diukur dari tingkat akurasi, waktu penyelesaian, perhitungan kesalahan yang terjadi, keterlambatan yang tidak dapat diantisipasi, dan beberapa kesalahan lain. 7. Estetika (aesthetics): Estetika yaitu dimensi pengukuran yang paling subjektif. Estetika suatu produk dapat dilihat melalui panca Indera manusia, seperti suatu produk yang terdengar oleh pelanggan bisnis, bentuk fisik suatu produk yang menarik, model/desain yang artistik, warna, dan sebagainya. Estetika merupakan penilaian dan refleksi yang dirasakan oleh konsumen. Hal ini juga merupakan karakteristik yang bersifat subjektif mengenai nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi, dan refleksi dari preferensi individual.
Asosiasi Merek (Brand Associations) Asosiasi merek adalah hubungan timbal balik antara merek dengan konsep tertentu yang diingat konsumen ketika ia menemukan merek itu. Meskipun mendefinisikan asosiasi merek agak sulit, konsepnya mungkin menjadi lebih jelas dengan contoh-contoh tertentu. Contoh sederhana dari asosiasi merek adalah Asosiasi Merek Tolak Angin: meredakan masuk angin, meredakan perut mual, meredakan tenggorokan kering dan menghangatkan badan yang terasa dingin. Asosiasi merek berkenaan dengan segala sesuatu yang terkait dalam memori pelanggan terhadap sebuah merek. Brand associations are the tool that makes branding work. Karena itu, asosiasi merek adalah bagian penting dalam membangun citra merek. Ini penting karena: 1. Membantu pelanggan mengingat merek untuk kualitas unik yang ditawarkannya. 2. Membedakan merek dari pesaingnya. 3. Memastikan pelanggan akan kualitas yang ditawarkannya. 4. Ciptakan citra positif dari merek/produk. 5. Sangat membantu saat mencoba meluncurkan produk baru dengan merek yang sama. Jenis Asosiasi Merek Kombinasi yang tepat antara gambar, kata, grafik, dan materi pemasaran dapat membantu dalam membangun asosiasi merek. Beberapa kategori asosiasi merek yang paling umum adalah: 1. Asosiasi Merek Berbasis Atribusi. Asosiasi merek berbasis atribut terdiri dari elemen fisik atau aspek eksternal produk. Harga, kemasan, kualitas, dan
penampilan sebagian besar termasuk dalam kategori ini. Atribut ini membantu pasar sasaran dalam mengingat fitur dan karakteristik merek. Ini memberi merek keunggulan di industri, serta di ceruk pasar tertentu. 2. Asosiasi Merek Berdasarkan Minat. Banyak perusahaan menggunakan faktor asosiasi berbasis minat untuk memikat pelanggan. Kepentingan dasar konsumen ini membantu merek dalam membangkitkan kecerdasan dan kesadaran mereka. 3. Asosiasi Merek Berbasis Sikap. Pelanggan menentukan asosiasi merek setelah mengevaluasi merek. Asosiasi ini bisa sangat abstrak, serta dapat dikaitkan dengan gaya hidup tertentu. Misalnya, ketika seorang konsumen mendengar tentang Tolak Angin, ia akan langsung mengaitkannya dengan masalah masuk angin. 4. Asosiasi Merek Berbasis Selebriti. Ketika merek mempekerjakan selebriti untuk mendukung produk mereka, konsumen mulai mengasosiasikan selebriti tersebut dengan merek. Jika Agnes Monica muncul di benak Anda ketika mendengar tentang Fresh care dan Produk Clear, itulah asosiasi merek berbasis selebriti untuk Anda. Membawa seorang selebriti untuk mendukung sebuah merek meninggalkan jejak yang efektif di benak konsumen. Dimensi Asosiasi Merek 1. Kekuatan. Kekuatan asosiasi merek tergantung dari banyaknya jumlah atau kuantitas dan kualitas informasi yang diterima oleh konsumen. Semakin konsumen dalam menerima informasi terkait merek maka semakin kuat asosiasi merek yaitu hubungan personal dan informasi tersebut dan konsisteni informasi tersebut sepanjang waktu. 2. Kesukaan. Asosiasi merek yang disukai dapat dibentuk oleh program pemasaran yang brejalan efektif
mengantarkan produk-produknya menjadi produk yang disukai konsumen. 3. Keunikan. Keunikan sebuah merek dapat di bentuk dari kekuatan dan kesukaan yang dapat membuat merek menjadi lain. Asosiasi keunikan ini diciptakan agar konsumen tidak memiliki alasan untuk tidak memilih merek tersebut. Model Ekuitas Merek Keller Model Ekuitas Merek Keller, juga dikenal sebagai Model Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan (CBBE), adalah sebuah piramida. Banyak faktor yang memengaruhi kekuatan suatu produk atau merek tertentu. Model Ekuitas Merek Keller, menyoroti empat langkah yang dapat diikuti untuk membangun dan mengelola merek yang akan didukung pelanggan. Jika memahami faktor-faktor ini, dengan mudah sebuah perusahaan dapat meluncurkan produk baru secara efektif, atau mencari cara untuk mengubah merek yang sedang berusaha berjuang menjadi sukses. Pada gambar model menggambarkan empat langkah yang perlu Anda ikuti untuk membangun ekuitas merek yang kuat. Empat langkah piramida mewakili empat pertanyaan mendasar yang akan ditanyakan pelanggan Anda secara tidak sadar - tentang merek Anda. Empat langkah berisi enam blok bangunan yang harus ada di tempatnya untuk membantu Anda mencapai puncak piramida, dan untuk mengembangkan merek yang sukses. Untuk menciptakan merek yang solid, sangat penting untuk membangun hubungan pelanggan dari bawah ke atas.
Gambar Model Ekuitas Merek Keller Langkah 1: Identitas Merek - Siapa Anda? Pada langkah pertama ini, tujuan Anda adalah menciptakan "arti-penting merek", atau kesadaran, dengan kata lain, Anda perlu memastikan bahwa merek Anda menonjol, dan bahwa pelanggan mengenalinya dan menyadarinya. Anda tidak hanya menciptakan identitas dan kesadaran merek di sini; Anda juga berusaha memastikan bahwa persepsi merek "benar" pada tahap-tahap kunci dari proses pembelian. Langkah 2: Arti Merek – Apakah diri Anda? Tujuan Anda dalam langkah kedua adalah untuk mengidentifikasi dan mengkomunikasikan apa arti merek Anda. Dua blok bangunan dalam langkah ini adalah: "kinerja" dan "citra." "Kinerja" menentukan seberapa baik produk Anda memenuhi kebutuhan pelanggan Anda. Menurut model, kinerja terdiri dari kategori: karakteristik utama dan fitur; keandalan produk, daya tahan, dan kemudahan servis; efektivitas, efisiensi, dan empati layanan; gaya dan desain; dan harga.
"Citra" mengacu pada seberapa baik merek Anda memenuhi kebutuhan pelanggan Anda pada tingkat sosial dan psikologis. Merek Anda dapat memenuhi kebutuhan ini secara langsung, dari pengalaman pelanggan sendiri dengan suatu produk; atau secara tidak langsung, dengan pemasaran yang ditargetkan, atau dari mulut ke mulut. Langkah 3 Model Ekuitas Merek Keller - Respons Merek - Apa yang Saya Pikirkan, atau Rasakan, Tentang Anda? Respons pelanggan Anda terhadap merek Anda terbagi dalam dua kategori: "penilaian" dan "perasaan.” Ini adalah dua blok bangunan dalam langkah ini. Pelanggan Anda secara konstan membuat penilaian tentang merek Anda dan ini terbagi dalam empat kategori utama: - Kualitas: Pelanggan menilai suatu produk atau merek berdasarkan kualitas aktual dan persepsinya. - Kredibilitas: Pelanggan menilai kredibilitas menggunakan tiga dimensi yaitu keahlian (yang mencakup inovasi), kepercayaan, dan kesukaan. - Pertimbangan: Pelanggan menilai seberapa relevan produk Anda dengan kebutuhan unik mereka. - Superioritas: Pelanggan menilai seberapa superior merek Anda, dibandingkan dengan merek pesaing Anda. Pelanggan juga merespons merek Anda sesuai dengan bagaimana perasaan mereka. Merek Anda dapat membangkitkan perasaan secara langsung, tetapi mereka juga merespons secara emosional bagaimana merek membuat perasaan mereka tentang diri mereka sendiri. Menurut model, ada enam perasaan merek positif:
- kehangatan, - kesenangan, - kegembiraan, - keamanan, - persetujuan sosial, dan - harga diri Langkah 4: Resonansi Merek - Berapa Banyak Koneksi yang Ingin Saya Miliki dengan Anda? "Resonansi" merek berada di puncak piramida ekuitas merek karena tingkat yang paling sulit dan paling diinginkan untuk dicapai. Anda telah mencapai resonansi merek ketika pelanggan Anda merasakan ikatan psikologis yang mendalam dengan merek Anda. Keller memecah resonansi menjadi empat kategori: - Loyalitas perilaku: Ini termasuk pembelian reguler dan berulang. - Lampiran sikap: Pelanggan Anda menyukai merek atau produk Anda, dan mereka melihatnya sebagai pembelian khusus. - Rasa kebersamaan: Pelanggan Anda merasakan kebersamaan dengan orang-orang yang terkait dengan merek, termasuk konsumen lain dan perwakilan perusahaan. - Keterlibatan aktif: Ini adalah contoh terkuat loyalitas merek. Pelanggan secara aktif terlibat dengan merek Anda, bahkan ketika mereka tidak membelinya atau mengkonsumsinya. Ini bisa termasuk bergabung dengan klub yang terkait dengan merek; berpartisipasi dalam obrolan online, kampanye pemasaran, atau acara; mengikuti merek Anda di media sosial; atau mengambil bagian dalam kegiatan luar lainnya. Model ekuitas merek Keller juga dikenal sebagai Model Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan (CBBE). Konsep di balik
Model Ekuitas Merek ini sangat sederhana: untuk membangun merek yang kuat, Anda harus membentuk cara pelanggan berpikir dan merasakan tentang produk Anda. Anda harus membangun jenis pengalaman yang tepat di sekitar merek Anda, sehingga pelanggan memiliki pemikiran spesifik, positif, perasaan, kepercayaan, pendapat, dan persepsi tentang hal itu. Ketika Anda memiliki ekuitas merek yang kuat, pelanggan Anda akan membeli lebih banyak dari Anda, mereka akan merekomendasikan Anda kepada orang lain, mereka lebih loyal, dan Anda tidak akan mengalami kecenderungan kehilangan mereka karena lari ke pesaing. MENGATUR POSISI MEREK untuk MENDAPATKAN EKUITAS MEREK Perusahaan sering berusaha untuk meningkatkan ekuitas merek mereka dengan mentransfer asosiasi positif konsumen dengan merek ke produk atau layanan terkait. Pada akhir 1990-an, banyak perusahaan berusaha memperluas merek mereka menjadi perdagangan elektronik. Memanfaatkan penggunaan teknologi seperti berbisnis online adalah salah satu cara jitu untuk mengangkat posisi merek. Hal ini memang tidak mudah bahkan banyak bisnis terbukti kesulitan bahkan untuk bisnis mapan dengan merek yang sudah populer. Memikirkan branding bisnis itu sulit. Secara naluriah, setiap pemilik usaha kecil memahami pentingnya ekuitas merek, bahkan jika mereka mungkin tidak dapat mendefinisikan ide tersebut. Di sisi pemasaran, ekuitas merek adalah cara pelanggan mengenali mengapa Anda berbeda dan lebih baik daripada alternatifnya. Ekuitas merek dibangun berdasarkan pengalaman langsung pelanggan dengan produk atau layanan yang dibeli. Pengalaman ini, berulang kali seiring waktu menciptakan ekuitas atau nilai pada merek Anda. Dan itu berfungsi
sebagai steno dalam pikiran pembeli yang membedakan Anda dari orang lain. Ekuitas merek adalah sesuatu (entah apapun) yang menciptakan kesetiaan pelanggan yang melampaui harga, produk, atau layanan. Kualitas adalah salah satu yang memotivasi pelanggan Anda untuk merekomendasikan teman atau kolega mereka datang ke merek Anda. Semua orang menginginkan ekuitas merek. Kalau bisnis Anda masih baru dan merek baru, maka sesuaikan dengan mereka lain yang sudah ada sebagai panutan. Semua bisnis yang hebat itu karena memiliki produk hebat yang bisa memecahkan masalah pelanggan. Jika produk atau layanan Anda dapat diandalkan, klien setia akan terus membeli produk Anda. Ekuitas merek adalah cara untuk memastikan bahwa pelanggan memandang perusahaan Anda berbeda dari pesaing. Jika Anda memasarkan menggunakan ekuitas merek Anda, Anda dapat membangun basis pelanggan yang loyal. Yang bisa dilakukan perusahaan untuk membangun ekuitas merek: 1. Identifikasi Pelanggan Posisikan produk atau layanan Anda sebagai unik dan dapat diandalkan. Ingat! Ekuitas merek adalah bagaimana pelanggan Anda mengenali bahwa Anda berbeda dan lebih baik daripada pilihan lain di pasar. Perusahaan menggunakan ekuitas merek untuk membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan setia akan membeli produk Anda dan mungkin merujuk pelanggan lain kepada Anda. Ekuitas merek dibangun berdasarkan pengalaman pelanggan Anda dengan produk Anda Jika produk atau layanan Anda dapat diandalkan, Anda akan membuat ekuitas merek. Pikirkan tentang produk yang Anda beli setiap minggu atau bulan. Anda membeli produk-produk itu karena mereka dapat diandalkan. Itu sebabnya Anda terus kembali ke perusahaan yang sama.
Pelanggan yang loyal mungkin bersedia membeli produk Anda, bahkan jika harganya naik. Pelanggan setia dapat tetap menggunakan produk Anda, bahkan jika mereka memiliki masalah layanan pelanggan kecil. Pelanggan ini melihat nilai pada produk Anda. Jangan mengabaikan pentingnya layanan pelanggan yang baik. Bahkan dengan produk hebat, pengalaman pelanggan yang buruk dapat memiliki efek sebaliknya, secara efektif membangun merek negatif yang akan dihindari orang. 2. Selesaikan masalah pelanggan. Pelanggan membeli produk untuk memecahkan masalah. Masalahnya harus cukup penting sehingga memotivasi klien untuk menemukan solusi. Temukan solusi untuk masalah pelanggan. Gunakan solusi itu untuk membuat strategi pemasaran. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang strategi pemasaran di sini: Kembangkan Strategi Pemasaran. Strategi pemasaran Anda adalah cara Anda menjelaskan masalahnya, dan bagaimana produk Anda memecahkan masalah itu. Perusahaan yang menyediakan layanan juga dapat memecahkan masalah bagi pelanggan. Katakan, misalnya, bahwa Anda memiliki layanan pengiriman. Berdasarkan survei terhadap klien Anda, Anda melihat bahwa pelanggan sangat menyukai kemampuan untuk mengirim paket ke tetangga tertentu, jika mereka tidak ada di rumah. Anda menambahkan fitur ke situs web Anda yang memungkinkan pelanggan memasukkan nama dan alamat rumah tetangga. Perubahan ini memastikan bahwa paket pergi ke lokasi yang diinginkan pelanggan. 3. Perjelas posisi perusahaan di pasar. Pikirkan satu titik yang menggambarkan esensi perusahaan Anda ke pasar. Untuk membuat satu poin itu, isilah kalimat ini: "Kami adalah satu-satunya
perusahaan yang memecahkan masalah ini dengan cara yang unik ini." Gunakan kalimat dan isikan nama perusahaan Anda. Jelaskan masalah dan letakkan bahasa dalam kalimat. Terakhir, jelaskan secara singkat bagaimana Anda secara unik menyelesaikan masalah pelanggan. 4. Latih karyawan untuk percaya pada merek. Mengajari karyawan tentang merek akan meningkatkan hubungan emosional mereka dengan perusahaan dan dapat membantu mereka memahami dampak langsung mereka. Jika karyawan berinvestasi dalam merek dan keberhasilannya, mereka akan senang membicarakannya, mendidik pelanggan, dan memastikan mereka memiliki pengalaman yang memuaskan. Sekarang ini, metode memasarkan merek yang sering diterapkan oleh perusahaan adalah: 1. Ceritakan kisah produk menggunakan emosi. Cerita menarik perhatian orang dan membuat mereka tetap terlibat. Gunakan cerita untuk menjelaskan merek Anda. Cobalah dan terhubung dengan audiens Anda dengan emosi. Berikan contoh yang menjelaskan bagaimana pelanggan frustrasi tentang suatu masalah. Tunjukkan bagaimana produk Anda memecahkan masalah. Merek Anda juga dapat menghasilkan emosi positif di benak pelanggan Anda. The Saringawi misalnya, menghadirkan citra hangat dan nyaman bersama keluarga. Coca-Cola memberikan gambar cinta dan kebahagiaan. Citra positif adalah cara ampuh untuk membangun loyalitas pelanggan dan mendorong penjualan. 2. Masukkan semua aspek cerita produk dalam upaya pemasaran. Pendekatan ini membantu memperkuat posisi produk Anda di benak klien Anda. Pesan yang konsisten mudah diingat. Ketika seorang pelanggan memikirkan masalahnya, mereka mungkin akan lebih mengingat perusahaan Anda. Situs web Anda harus
mencerminkan solusi spesifik Anda untuk masalah tersebut. Situs web tiket pesawat yang cepat misalnya, mungkin memiliki gambar di halaman beranda. Gambar menunjukkan prosedur singkat cek jadwal n harga tiket. Teks pada halaman web misalnya, dapat menjelaskan keandalan berita. Akibatnya, semua orang yang datang ke situs Anda melihat pesan sederhana dan kuat yang menjelaskan masalah yang Anda selesaikan. Posting konten Anda di semua platform media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter. Dorong orang untuk menautkan ke konten Anda. Pastikan logo dan slogan Anda sesuai dengan kisah yang ingin Anda sampaikan. Jika Anda menjual produk ke pejalan kaki dan pengendara sepeda di luar yang serius, buat visual yang sesuai dengan audiens Anda. Mungkin logo Anda adalah pegunungan. 3. Buat metode yang membantu produk mudah diingat. Ketika seorang pelanggan siap untuk membeli, biarkan mereka hanya mempertimbangkan produk Anda jika mereka mengingat merek Anda. Kesadaran pelanggan tentang produk Anda merupakan faktor penting dalam menghasilkan lebih banyak penjualan. Buat logo sederhana yang mudah diingat orang. Seperti logo, slogan produk juga dapat membuat merek Anda berkesan. Gunakan logo dan slogan Anda di manamana. Sertakan alat-alat itu dalam kemasan Anda, serta upaya pemasaran dan periklanan Anda. Pelanggan perlu diingatkan tentang suatu produk berulang kali sebelum mereka akan membeli. Salah satu tujuan dari ekuitas merek adalah memberikan banyak peluang berbeda bagi orang-orang untuk melihat merek Anda. Anda ingin orang-orang mendengar tentang merek Anda secara online, melalui iklan TV dan banyak outlet lainnya. 4. Ukurlah seberapa baik usaha yang sudah dilakukan untuk mengubah prospek menjadi pelanggan. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya usaha dengan metode memasarkan merek yang sudah dijalankan
adalah dengan mengukur perpindahan prospek atau calon konsumen menjadi mengambil tindakan membeli produk. Satu cara untuk mengetahui adalah dengan melakukan survey. Tanya prospek dan pembeli tentang apa yang mereka pikirkan dengan pesan perusahaan ada di pasaran. Hasilnya akan menentukan apakah pesan merek anda jelas bagi mereka atau tidak. Rangkuman Ekuitas merek mewakili nilai suatu merek, dan terdiri dari kesadaran konsumen akan suatu merek, asosiasi yang mereka buat dengan merek, cara mereka memandang kualitas produknya, dan sejauh mana konsumen menunjukkan loyalitas terhadap merek tersebut. Ekuitas merek membentuk komponen penting dari strategi pemasaran, mengingat dampak signifikannya terhadap kemampuan merek untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dalam jangka panjang. Merek harus secara konsisten memantau ekuitas merek mereka menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif sehingga strategi merek mereka dapat disesuaikan untuk memperkuat ekuitas merek sejalan dengan tren ekonomi yang berfluktuasi Kasus Di bawah ini ada beberapa merek yang mungkin Anda belum tahu kalau semua merek ini adalah asli merek dari Indonesia, nama mereknya kebarat-baratan dan sudah mendunia, menembus pasar internasional. Indonesia juga punya banyak produk berkualitas yang sukses menembus pasar luar negeri.
Diskusi: Menurut analisa Anda, apakah karena namanya yang kebarat-baratan makanya bisa tembus pasar luar negeri? Jelaskan jawaban Anda. Silahkan Anda analisa juga beberapa jenis merek lainnya merek dari Indonesia yang sudah tembus ke pasar luar negeri (merek dengan menggunakan Bahasa Indonesia)!
If your business is not on the internet, then your business will be out of business Bill Gates esuai dengan judul buku ini “Manajemen Pemasaran Modern: Pemasaran Di Era Internet” maka untuk bab ini akan lebih meruncing pada topik pemasaran online. Keadaan yang terjadi didukung dengan inovasi menawarkan peluang bagi siapa saja yang mau terlibat dalam pemasaran, entah itu dari pihak produsen maupun pihak konsumen. Philip Kotler dkk, pada tahun 1999 dalam bukunya yang berjudul “Principel of Marketing” sudah meramalkan bahkan menjelaskan masa depan pemasaran adalan “Pemasaran Online”. Pada bab terakhir dari buku tersebut berjudul “Direct and Online Marketing”. Bab ini menceritakan bahwa computer dan internet adalah masa depan pemasarn yang akan booming disemua negara di dunia. Dan…. Iya… Terbukti. Sekarang tahun 2021, produk barang dan jasa sangat mudah diperjualbelikan karena dukungan internet atau yang disebut dengan online. S
SUB BAB DIGITAL MARKETING DAN PEMASARAN ONLINE STRATEGI PEMASARAN ONLINE ALAT PEMASARAN ONLINE IKLAN ONLINE DIGITAL MARKETING DAN PEMASARAN ONLINE Banyak istilah muncul berhubungan dengan kata online, digital, electronic (di singkat dengan e), dan lainnya. Yang sering muncul di publik adalah istilah antara digital marketing dan online marketing. Agar tidak membingungkan, akan dijelaskan perbedaan kedua variable tersebut. Dari sudut pandang umum, pemasaran adalah praktik mengidentifikasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Ini adalah tugas yang sangat penting dalam konteks bisnis, karena upaya pemasaran yang berhasil dapat mendorong prospek masuk dan menarik banyak pelanggan. Siklus pemasaran tradisional melibatkan analisis orientasi pasar, bauran produk, dan lingkungan bisnis. Meskipun pemasaran memiliki akar dalam sejarah dan budaya bisnis, pemasaran digital adalah praktik yang relatif baru.
Gambar 12.1 Saluran dalam Pemasaran Online dan Offline Pemasaran digital mengacu pada metode pemasaran apa pun yang dilakukan melalui perangkat elektronik. Ini termasuk upaya pemasaran online yang dilakukan di internet. Dalam proses melakukan pemasaran digital, bisnis dapat memanfaatkan situs web, mesin pencari, blog, media sosial, video, email, dan saluran serupa untuk menjangkau pelanggan. Heidrick & Struggles (2009) Digital marketing menggunakan perkembangan dunia digital untuk melakukan periklanan yang tidak digembar-gemborkan secara langsung akan tetapi memiliki efek yang sangat berpengaruh. Istilah digital marketing mengacu pada penggunaan saluran digital, perangkat dan platform untuk membangun atau mempromosikan pesan marketing Anda. Bisa dibilang selama teknologi terus berkembang, digital marketing juga turut berkembang. Segala hal yang memiliki dasar digital dapat disebut sebagai digital marketing. Ada banyak strategi digital marketing yang ada dan terus berkembang seperti: Games, Content Marketing, Video Marketing, Mobile Marketing (campaign melalui SMS), dan Iklan di TV. Dengan
ledakan teknologi digital—termasuk penggunaan komputer dan telepon pintar yang meluas dan meluas, bisnis mulai bereksperimen dengan taktik pemasaran baru. Dengan demikian, beginilah pemasaran digital lahir. Pemasaran online adalah praktik memanfaatkan saluran berbasis web untuk menyebarkan pesan tentang merek, produk, atau layanan perusahaan kepada pelanggan potensialnya. Metode dan teknik yang digunakan untuk pemasaran online meliputi email, media sosial, iklan bergambar, pengoptimalan mesin telusur, Google AdWords, dan lainnya. Tujuan pemasaran adalah untuk menjangkau pelanggan potensial melalui saluran di mana mereka menghabiskan waktu mereka membaca, mencari, berbelanja dan bersosialisasi secara online. Online marketing atau yang biasa disebut sebagai internet marketing adalah bagian dari digital marketing. Karakteristik utama online marketing adalah memerlukan koneksi internet langsung untuk bekerja. Misalnya, jika Anda menjalankan email campaign untuk bisnis, Anda melakukan bentuk online marketing. Online marketing dapat lebih rumit karena dibutuhkan keterampilan dalam menggunakannya. Beberapa cara yang meliputi online marketing seperti: SEO (optimasi situs web), PPC (Google Search, Bing Search,), Iklan bergambar (teks, gambar, video), Social Media Marketing (Facebook, LinkedIn), TV (jaringan Google’s Display) Digital marketing adalah sistem pemasaran dengan menggunakan media digital dan internet marketing (online Marketing) adalah sistem pemasaran yang memanfaatkan teknologi internet. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (2019) mengatakan bahwa Di Indonesia, pengguna internet mencapai 150 juta jiwa dengan penetrasi 56% yang tersebar diseluruh wilayah. Jumlah tersebut hanya selisih sedikit
dengan jumlah pengguna internet mobile yang berjumlah 142.8 juta jiwa dengan persentase penetrasi sebesar 53%. Gambar12.2 Penggunaan Internet Aktif di Indonesia Sumber: Kominfo (2019) Pengguna internet di Indonesia menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India. Menurut Sembiring, di era globalisasi, perkembangan telekomunikasi dan informatika (IT) sudah begitu pesat. Teknologi membuat
jarak tak lagi jadi masalah dalam berkomunikasi. Internet tentu saja menjadi salah satu medianya. “Indonesia menempati peringkat lima pengguna Twitter terbesar di dunia. Posisi Indonesia hanya kalah dari USA, Brazil, Jepang dan Inggris” Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya. Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Twitter menjadi salah satu jejaring sosial paling besar di dunia sehingga mampu meraup keuntungan mencapai USD 145 juta. STRATEGI PEMASARAN ONLINE Strategi perusahaan. Untuk membuat strategi pemasaran online, harus mulai dengan melihat tujuan bisnis perusahaan. Pertanyaan untuk ditanyakan kepada diri sendiri dan tim pemasaran adalah, “Apa yang kami ingin perusahaan capai dan bagaimana kami mewujudkannya?” Untuk itu, pertimbangkan topik-topik berikut: 1. Buat strategi pemasaran digital. Beberapa komponen masuk ke dalam strategi pemasaran yang sukses. 2. Dapatkan perhatian pelanggan Anda. Pemasar bersaing ketat untuk mendapatkan perhatian pelanggan Anda. 3. Pahami model bisnis dan merek Anda. Pelajari tentang berbagai model bisnis dan cara menentukan "pekerjaan" apa yang dilakukan produk Anda.
4. Putuskan kampanye pemasaran mana yang akan dibuat. Setelah Anda memahami tujuan Anda, Anda dapat memilih kampanye pemasaran digital pemasaran yang tepat. 5. Kembangkan penawaran terkuat. Anda melihat bagaimana mengubah prospek menjadi pelanggan dengan menyusun penawaran yang menang. Pengalaman Pelanggan Anda perlu mempelajari apa yang akan dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan prospek Anda saat berinteraksi dengan merek Anda sebagai bagian dari strategi pemasaran digital Anda. Pertanyaan yang harus ditanyakan oleh tim pemasaran Anda adalah, “Siapa prospek kita dan bagaimana kita akan melayani mereka sebagai pelanggan?” Anda harus menentukan audiens Anda dan menganalisis pengalaman pelanggan. Anda melakukan ini dengan yang berikut: 1. Mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan. Sebelum Anda menentukan audiens Anda, Anda perlu mengevaluasi jenis data yang akan Anda gunakan. 2. Buat persona. Anda menentukan karakteristik audiens sempurna Anda dengan menyelidiki beberapa jenis informasi yang berbeda. 3. Kembangkan perjalanan pembeli. Anda ingin memahami perjalanan yang diambil prospek Anda dari tertarik pada produk Anda hingga menjualnya. 4. Membantu pemberdayaan penjualan. Tim penjualan Anda menghadapi pelanggan yang diberdayakan. Konten Anda dapat membantu membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih bertenaga. Anda juga dapat menentukan di mana perusahaan Anda berada pada skala kedewasaan konten.
Pembuatan konten Anda perlu fokus untuk membuat konten berkualitas (berdasarkan cerita Anda) yang Anda tahu diinginkan dan dibutuhkan pelanggan Anda. Pertanyaan yang harus diajukan adalah, “Bagaimana kita akan membuat konten berkualitas, siapa yang akan melakukannya, dan seperti apa konten itu?” Anda perlu mengembangkan strategi untuk konten, menentukan pesan Anda, dan menetapkan sistem dan aturan tata kelola Anda. 1. Buat strategi konten. Anda harus memiliki rencana konten dan strategi pemasaran konten. 2. Kembangkan tipe konten. Anda ingin memastikan bahwa Anda memanfaatkan sepenuhnya semua jenis konten yang tersedia untuk Anda, termasuk konten asli berdurasi panjang dan pendek, konten yang dikurasi, dan konten visual. 3. Ketahui apa yang diinginkan pelanggan Anda. Anda mempelajari bagaimana saluran pemasaran membantu Anda menjangkau seluruh audiens. 4. Menulis dan bercerita. Anda memiliki cerita untuk diceritakan yang akan terhubung dengan audiens Anda. Bagaimana Anda memasukkannya ke dalam konten Anda? 5. Membuat proses dan sistem. Anda tahu bahwa tanpa alur kerja dan prosedur yang terdokumentasi, upaya pemasaran konten Anda gagal. 6. Targetkan konten untuk setiap audiens. Perusahaan Anda perlu membangun perpustakaan sumber daya yang dapat diakses pelanggan tanpa menghubungi Anda. Promosi saluran Agar konten Anda memberikan dampak terbesar, Anda ingin memutuskan di mana dan oleh siapa konten Anda akan didistribusikan. Pertanyaan yang harus diajukan adalah,
“Bagaimana prospek dan pelanggan kami menemukan konten kami sehingga mereka dapat memilih kami?” Anda ingin membuat konten Anda mudah ditemukan dan dibagikan. Anda perlu tahu cara mempromosikan konten Anda sehingga prospek dapat menemukannya. 1. Gunakan media berbayar, diperoleh, dibagikan, dan dimiliki untuk jangkauan maksimum. Memanfaatkan semua jenis media adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa suara merek Anda akan didengar. 2. Gunakan pemasaran pencarian. Meskipun pemasaran pencarian terus berubah, Anda tidak dapat mengabaikan nilainya. 3. Buat konten yang dapat dibagikan. Berbagi adalah kunci untuk rencana konten apa pun. Anda harus merangkul kemampuan berbagi sebagai strategi dan meminjam dari lima W dan satu H jurnalisme (siapa, apa, mengapa, di mana, kapan, bagaimana) sebagaimana diterapkan pada berbagi. 4. Tambahkan kampanye pemasaran email. Semua orang menyukai dan membenci email. Tapi pemasaran email masih merupakan taktik yang sangat penting untuk digunakan untuk menjangkau pelanggan. Analisis periksa kembali Fokus di sini adalah pada metrik yang Anda pilih untuk menentukan keberhasilan atau kegagalan strategi pemasaran digital Anda. Pertanyaan yang harus diajukan adalah, “Apakah kita sudah mencapai tujuan kita?” Anda ingin mengevaluasi kembali rencana Anda dan membuat revisi seperlunya: 1. Nilai kembali model bisnis dan nilai merek Anda. Anda tahu bahwa penting untuk sering menilai bagaimana segala sesuatunya bekerja.
2. Periksa kembali strategi pemasaran konten Anda. Jelas, penentuan seberapa baik strategi pemasaran konten Anda bekerja sangat penting. 3. Mengukur keberhasilan. Jika Anda melacak akun utama, Anda perlu menilai kembali tujuan Anda untuk masingmasing akun. 4. Melacak metrik. Sangat membantu untuk mengukur potensi peluang baru saat Anda melacak metrik Anda. 5. Optimalkan kampanye untuk laba atas investasi (ROI). Menggunakan pengujian terpisah dan menganalisis kecepatan halaman Anda adalah kunci untuk mengoptimalkan kampanye Anda. ALAT PEMASARAN ONLINE Ada sejumlah alat yang dapat digunakan untuk membangun dan memelihara program pemasaran online yang kuat: 1. Email Pemasaran. Pemasaran email dibandingkan dengan bentuk pemasaran digital lainnya dianggap murah; itu juga merupakan cara untuk mengkomunikasikan pesan dengan cepat seperti proposisi nilai mereka kepada pelanggan yang sudah ada atau potensial. Namun saluran komunikasi ini mungkin dianggap oleh penerima sebagai mengganggu dan menjengkelkan terutama untuk pelanggan baru atau potensial, oleh karena itu keberhasilan pemasaran email bergantung pada bahasa dan daya tarik visual yang diterapkan. 2. Video Marketing. Video Pemasaran tidak hanya terbukti membangun kesadaran merek, tetapi juga sangat efektif dalam meningkatkan lalu lintas dan konversi Anda. Buat blog video (vlog), berdasarkan konten blog Anda. Simpan video itu dengan cerdas di postingan blog, sebagai bagian dari strategi pemasaran konten Anda. Ini akan menarik pembaca dan konversi, plus mendapatkan lebih banyak jarak tempuh dari konten Anda.
3. Pemasaran media social. Jenis yang keempat merupakan bentuk promosi melalui situs jejaring sosial. Terdapat banyak sekali platform yang menyediakan fitur untuk melakukan promosi produk anda. Salah satu contohnya adalah iklan di Facebook ads, iklan di Twitter, serta Instagram. Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan media sosial sendiri adalah tidak membutuhkan biaya penanganan yang besar, serta dapat menjangkau customer secara luas melalui channel yang anda buat 4. Pemasaran mesin pencari/Search Engine Marketing (SEM). Pemasaran mesin pencari (SEM) adalah bentuk pemasaran Internet yang melibatkan promosi situs web dengan meningkatkan visibilitasnya di halaman hasil mesin pencari (SERP) terutama melalui iklan berbayar. SEM dapat menggabungkan optimasi mesin pencari, yang menyesuaikan atau menulis ulang konten situs web dan arsitektur situs untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi di halaman hasil mesin pencari untuk meningkatkan daftar pay per klick (PPC). 5. Pemasaran afiliasi. Pemasaran afiliasi dianggap tidak dianggap sebagai cara pemasaran yang aman, andal, dan mudah melalui platform online. Hal ini disebabkan kurangnya kehandalan dalam hal afiliasi yang dapat menghasilkan jumlah pelanggan baru yang diminta. Sebagai akibat dari risiko ini dan afiliasi yang buruk, hal itu membuat merek rentan terhadap eksploitasi dalam hal klaim komisi yang tidak diperoleh secara jujur. 6. Konten Bersponsor. Ini menggunakan konten yang dibuat dan dibayar oleh merek untuk mempromosikan produk atau layanan tertentu. 7. Pemasaran Inbound. strategi pasar yang melibatkan penggunaan konten sebagai sarana untuk menarik pelanggan ke merek atau produk. Membutuhkan penelitian ekstensif tentang perilaku, minat, dan kebiasaan target pasar merek.
8. Layanan jejaring sosial. Layanan jejaring sosial adalah platform online yang digunakan orang untuk membangun jejaring sosial atau hubungan sosial dengan orang lain yang memiliki minat, aktivitas, latar belakang, atau koneksi kehidupan nyata yang sama, baik pribadi maupun game karier. 9. Iklan dalam game. Iklan dalam game didefinisikan sebagai "penyertaan produk atau merek dalam game digital". Gim ini memungkinkan merek atau produk untuk memasang iklan di dalam gim mereka, baik secara halus atau dalam bentuk spanduk iklan. 10. Dan lain-lain. Manfaat Pemasaran Online Berbeda dengan marketing offline (Toko), digital marketing memungkinkan pemasar dapat melihat hasil yang akurat sesuai waktu memasukan data. Dengan digital marketing, bisa diidentifikasi tren dan pola perilaku customer sebelum mencapai tahap akhir dalam perjalanan pembelian mereka yaitu Checkout. Ini berarti ada kesempatan membuat corong yang tepat tentang bagaimana menarik calon pembeli untuk ke halaman situs Anda dan membeli penawaran Anda. Berikut manfaat yang didapat dari menjalankan pemasaran digitak: Kehadiran online yang sifatnya konstan Hemat biaya Memberikan hasil instan dan sangat terukur Memberikan pengembalian investasi (ROI) yang sangat baik Menyediakan rute komunikasi langsung antara Anda dan pelanggan Anda Menjangkau pelanggan potensial selama tahap awal perjalanan pembeli Dapat berinteraksi dengan audiens yang ditargetkan secara real time
Sangat dapat ditargetkan Menawarkan kemampuan personalisasi Memiliki jangkauan global Dll IKLAN ONLINE Schlosser dan Shavin (1999) menyebutkan iklan online merupakan bentuk konten komersial di internet yang didesain oeh pebisnis untuk menginformasikan kepada konsumen tentang produk atau jasa. Singkatnya, iklan online merupakan kegiantan memasang iklan di dunia maya dengan tujuan untuk menawarkan produk atau jasa. Iklan online juga disebut dengan iklan internet yaitu Jenis Jenis Iklan Online Jenis Jenis Iklan Online menurut Laudon (2010) menyebutkan beragam jenis internet advertising antara lain display advertising, rich media, transition dan superstisial advertising, e-mail advertising, sponsorship, mobile advertising, dan website. Berikut adalah penjelasan masingmasing jenis internet advertising tersebut. 1. Display advertising yaitu jenis iklan yang terdiri dari lebih banyak grafik dibandingkan teks. Jenis iklan ini sering disebut pop-up. Iklan ini banyak bertujuan untuk brand awarenes. 2. Rich media merupakan jenis advertising yang memiliki beragam jenis dalam berbagai format pilihan, antara lain: banner, interstitial advertising, floating advertising, wallpapper advertising, trick banner, video advertising, dan lain-lain. 3. Translation adalah jenis iklan dimana muncul ketika konten lain sedang loading (antar page), sedangkan superstisial adalah semacam mini video advertising yang muncul ketika pergerakan mouse pengunjung dari satu bagian situs ke bagian yang lain.
4. E-mail advertising adalah merupakan bentuk advertising dalam format teks. 5. Sponsorship (advertoril) adalah perpaduan antara artikel editorial dengan iklan; 6. Mobile advertising adalah media iklan dengan media telepon selular. Indikator Iklan Online Menurut Lau et, al. (2011 dalam Hening 2014:15) sejumlah studi telah meneliti efektivitas iklan internet dalam dekade terakhir. Umumnya untuk mengetahui seberapa efektifkah iklan online tersebut. Ada beberapa variabel yang bisa mengukur keefektifan suatu iklan online yaitu daya ingat pada iklan online, penghargaan iklan online, kesadaran merek, klik atau jumlah menurut klik, sikap terhadap iklan online dan merek, dan pertimbangan pembelian. Dari pengukuran efektifitas tersebut, sikap pada iklan online, daya ingat pada Iklan online dan klik pada iklan online adalah fokus dari penelitian ini. Ketiga langkah ini dinilai dengan kemampuan mereka untuk memprediksi keputusan pembelian online. 1. sikap pada iklan online Korgaonkar dan Wolin (2002 dalam Hening,2014:15) meneliti perbedaan antara pengguna web berat, menengah, dan pengguna ringan ditemukan bahwa "pengguna web berat memegang keyakinan kuat tentang sikap terhadap iklan Web yang kemungkinan memimpin untuk niat pembelian yang kuat. 2. daya ingat pada Iklan online Maksud dari Kemampuan Untuk Mengingat Iklan (Ability to Recall Online Ads) adalah kemampuan seorang konsumen untuk mengingat terhadap iklan yang sudah dilihatnya, baik dari media televisi, radio, internet. 3. Maksud dari Kemampuan Untuk Mengingat Iklan (Ability to Recall Online Ads) adalah kemampuan seorang konsumen untuk mengingat terhadap iklan yang sudah dilihatnya, baik dari media televisi, radio, internet.