The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by TIURNIARI PURBA, 2023-06-26 22:59:24

Manajemen Pemasaran Modern: Pemasaran dan Internet

Manajemen Pemasaran Modern

Keywords: Pemasaran dan Internet

individual. Perusahaan yang menjalankan strategi korporat, baik diversifikasi yang berhubungan maupun tidak, cenderung untuk menggabungkan berbagai bisnis manjadi unit bisnis strategik (strategic businnes units / SBU). Tiga bentuk dasar strategi bisnis adalah: 1. Diferensial (differentiation) Strategi ini berusaha membangun dan mempertahankan citra (baik nyata maupun hanya anggapan) bahwa barang atau jasa SBU pada dasarnya unik dibandingkan dengan barang atau jasa lain disegmen pasar yang sama. 2. Kepemimpinan Biaya Penuh (Overall cost leadership) Perusahaan berfokus pada pencapaian prosedur operasi yang sangat efisien sehingga biayanya lebih rendah dibandingkan dengan biaya para pesaingya. 3. Fokus (focus) Dalam strategi fokus perusahaan membuat target atas tipe produk tertentu untuk kelompok pelanggan atau wilayah tertentu. Kelompok pelanggan ini dapat di bagi berdasarkan wilayah geografis, etnis, daya beli, selera, atau faktor lain yang mempengaruhi pola pembelian. Strategi fungsional Strategi keuangan internasional membahas isu-isu seperti struktur modal yang diinginkan perusahaan, kebijakan investasi, kebijakan utang, dan manajemen modal kerja. Strategi operasioal internasional membahas penciptaan produk atau jasa perusahaan. Strategi sumber daya manusia internasional berfokus pada orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi. Strategi R&D internasional menekankan pada besar dan arah investasi perusahan dalam menciptakan produk baru dan mengembangkan teknologi baru. Langkah berikutnya dalam merumuskan strategi internsioanal adalah menentukan pasar luar negeri


yang akan dimasuki dan pasar yang harus dihindari. Kemudian manajer perusahaan memutuskan cara masuk pasar tersebut. Pada tingkat ini Jika proyek strategi yang sudah diturunkan dari level atas tidak dibuat dan dilaksanakan secara efisien, seluruh bisnis akan menderita. Jadi, strategi level fungsional Anda harus menyediakan cara untuk mengukur kemajuan. Anda atau kepala departemen Anda, harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut setiap saat: 1. Seberapa dekat kita dengan tujuan kita saat ini? 2. Apa langkah terpenting yang dapat kita ambil saat ini untuk memenuhi tujuan ini? Dengan kata lain, walaupun Anda memiliki sasaran, proyek, dan sasaran di setiap tingkat organisasi Anda, tujuan itu harus selalu sangat terperinci pada tingkat fungsional. IDENTIFIKASI PELUANG Dalam identifikasi peluang, tiga pertanyaan dapat membantu manajer pemasaran memutuskan apakah peluang-peluang yang diberikan lingkungan dapat merupah pertumbuhan organisasi: 1. Apa yang dapat dilakukan? 2. Apa yang terbaik yang dapat dilakukan? 3. Apa yang harus dilakukan? Untuk menjawab apa, dimana dan bagaimana mendapatkan peluang, para ahli manajemen pemasaran strategik menemukan dan mengimplementasi beberapa jenis rumusan yang terdiri dari tahap-tahap dan atau langkah-langkah untuk mempermudah pencapaian tujuan dalam bisnis, diantaranya adalah:


Analisis SWOT Analisis SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari empat sisi yang berbeda, di mana aplikasinya adalah: 1. Bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada. 2. Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan. 3. Bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada. 4. Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Keempat komponen SWOT ini dibagi dalam dua faktor pokok yang akan memengaruhi keempat komponen dasar pada analisis SWOT itu sendiri yaitu: 1. Faktor Internal (Strength dan Weakness) Untuk faktor internal atau disebut dengan faktor yang berasal dari dalam organisasi terdiri dari dua poin yaitu kekuatan dan kelemahan. Keduanya akan berdampak lebih baik dalam sebuah penelitian ketika kekuatan lebih besar dibandingkan kelemahan. Dengan demikian kekuatan internal yang maksimum jelas akan memberikan hasil penelitian yang jauh lebih baik. Adapun bagian bagian dari faktor internal itu sendiri ialah: - Sumber daya yang dimiliki - Keuangan atau finansial - Kelebihan atau kelemahan internal organisasi


- Pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil maupun yang gagal) 2. Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats) Ini merupakan faktor dari luar entitas, di mana faktor ini tidak secara langsung terlibat pada apa yang sedang diteliti dan terdiri dari 2 poin yaitu ancaman dan peluang. Adanya peluang serta ancaman ini tentu saja akan memberikan data yang harus dimasukkan dalam jurnal penelitian sehingga menghasilkan strategi untuk menghadapinya. Beberapa poin yang termasuk pada faktor eksternal ialah: - Tren - Budaya, sosial politik, ideologi, perekonomian - Sumber-sumber permodalan - Peraturan pemerintah - Perkembangan teknologi - Peristiwa-peristiwa yang terjadi - Lingkungan Formulasi Strategi Produk-Pasar Strategi produk-pasar terdiri dari rencana rencana untuk menyesuaikan penawaran-penawaran organisasi yang ada dan yang potensial dengan kebutuhan pasar. Boone & Kurtz (2006) membedakan empat strategi pengembangan produk yaitu: 1. Strategi Pengembangan Pasar, berkosentrasi pada pencarian pasar-pasar baru bagi produk-produk yang sudah ada. 2. Strategi Pengembangan Produk, mencoba memperkenalkan produk-produk baru ke pasar-pasar yang sudah tetap atau sudah dikenal. 3. Strategi Penetrasi Pasar, berusaha meningkatkan penjualan produk-produk yang sudah ada pada pasar yang sudah dikenal.


4. Strategi Diversifikasi Produk, memfokuskan pada pengembangan produk-produk yang sama sekali baru untuk pasar yang baru. Pasar Produk Lama Produk Baru P E N A W A R A N Pasar Lama Penetrasi Pasar Pengembangan Produk Pasar Baru Pengembangan Penawaran Baru Diversifikasi Produk Gambar 2.2 Alternatif Pengembangan Produk Sumber: Dikutip dari Boone and Kurtz, Pengantar Bisnis. Buku 1. Erlangga. Jakarta. Matriks Boston Cosulting Group (BCG) Strategi lain selain dari gambar strategi alternative pengembangan produk diatas, ada strategi sangat terkenal yang dikembangkan oleh Boston Cosulting Group (BCG) (Bruce Henderson) pada tahun 1970-an, dan diberi nama matrik BCG. Matriks BCG ini juga berkaitan erat dengan siklus hidup produk (Products life cycle) sehingga sering


disebut juga dengan Product Portfolio Matrix (Matriks Portofolio Produk). Nama-nama lain Matriks BCG diantaranya adalah BCG Growth-Share Matrix (Matriks Pertumbuhan dan Pangsa Pasar BCG), Boston Box dan Portfolio Diagram (Diagram Portofolio). Gambar 2.3 Matrix BCG Sumber: Hill and Jones, 2009 Matriks BCG terdiri dari matriks 4 kolom (4 kuadran). 4 kolom tersebut pada dasarnya mewakili 4 kategori portofolio produk perusahaan dari 2 dimensi klasifikasi bisnis unit yaitu Relative Market Share (pangsa pasar relatif) dan Market Growth Rate (tingkat pertumbuhan pasar). Pangsa pasar ditunjukkan pada garis horizontal (kiri rendah, kanan tinggi) dan tingkat pertumbuhan di sepanjang garis vertikal (rendah bawah, tinggi atas). Kategori-kategori tersebut masing-masing diwakili oleh simbol dan nama Bintang (Star), Sapi Perah (Cash Cows), Anjing (Dogs) dan Tanda Tanya (Question Marks). Dalam kuadran-kuadran tersebut menggambarkan atau mewakili unit bisnis strategik (Strategic business Units/SBU) yang dimiliki oleh perusahaan. Setiap kuadran akan menunjukkan unit bisnis yang bagaimana yang ada dalam kudran satu hingga


kuadran empat. Matriks BCG berbeda dengan strategi pemasaran STP. Jika STP secara khusus diterapkan pada pemasaran dengan melalui tiga tahapan proses (STP); segmenting, targeting, positioning, maka matriks BCG melihat dari market share dibandingkan dengan pertumbuhan produk itu sendiri. Akan tetapi Matriks BCG sangat berkaitan erat dengan siklus hidup produk. Sama seperti manusia yang mengalamai empat masa; dilahirkan (belum terlihat masa depannya), pertumbuhan, produktif kemudian akan mengalami masa tua (tidak produktif). Siklus produk juga mengalami empat proses dalam hidupnya. Bintang Bintang: Unit bisnis atau produk yang memiliki pangsa pasar terbaik dan menghasilkan uang paling banyak dianggap bintang. Monopoli dan produk pertama yang dipasarkan sering disebut bintang. Ini berarti produkproduk yang dihasilkan merupakan produk-produk terkemuka yang diminati oleh pasar. Namun, karena tingkat pertumbuhannya yang tinggi, para bintang mengkonsumsi uang dalam jumlah besar. Ini umumnya menghasilkan jumlah uang yang sama dengan yang keluar. Bintangbintang pada akhirnya bisa menjadi sapi perah jika mereka mempertahankan kesuksesan mereka sampai suatu saat ketika tingkat pertumbuhan pasar menurun. Perusahaan disarankan untuk berinvestasi dalam bintang. Sapi Perah Sapi Perah adalah pemimpin di pasar dan menghasilkan lebih banyak uang daripada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ini adalah unit bisnis atau produk yang memiliki pangsa pasar tinggi tetapi prospek pertumbuhannya rendah. Sapi perah menyediakan uang


tunai yang diperlukan untuk mengubah tanda tanya menjadi pemimpin pasar, menutupi biaya administrasi perusahaan, mendanai penelitian dan pengembangan, melayani utang perusahaan, dan membayar dividen kepada pemegang saham. Perusahaan disarankan untuk berinvestasi dalam sapi perah untuk mempertahankan tingkat produktivitas saat ini, atau untuk "memerah" keuntungan secara pasif. Anjing Anjing atau hewan peliharaan seperti yang kadang-kadang disebut adalah unit atau produk yang memiliki pangsa pasar yang rendah dan tingkat pertumbuhan yang rendah. Mereka sering mencapai titik impas, tidak menghasilkan atau memakai banyak biaya. Anjing umumnya dianggap jebakan uang tunai karena bisnis memiliki uang yang terikat di dalamnya, meskipun pada dasarnya mereka tidak mengembalikan apa-apa sebagai imbalan. Unit-unit bisnis ini adalah kandidat utama untuk divestasi. Tanda Tanya Bagian-bagian bisnis ini memiliki prospek pertumbuhan tinggi tetapi pangsa pasar rendah. Mereka memakan banyak biaya tetapi menghasilkan sedikit. Pada akhirnya tanda tanya juga dikenal sebagai masalah anak-anak yang kehilangan uang. Namun, karena unit-unit bisnis ini berkembang pesat, mereka memiliki potensi untuk berubah menjadi bintang. Perusahaan disarankan untuk berinvestasi dalam tanda tanya jika produk memiliki potensi untuk pertumbuhan, atau untuk menjual jika tidak. Menggunakan matriks BCG untuk menyusun strategi Sekarang Anda tahu di mana masing-masing unit bisnis atau produk berada, Anda dapat mengevaluasi mereka secara


objektif. Dalam sebuah artikel tentang pemasaran, penulis Hitesh Bhasin menguraikan empat strategi potensial yang dapat Anda ikuti berdasarkan hasil analisis matriks BCG Anda: 1. Membangun. Tingkatkan investasi dalam suatu produk untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Misalnya, Anda dapat memasukkan tanda tanya ke bintang dan akhirnya, uang tunai. 2. Memegang. Jika Anda tidak dapat berinvestasi lebih banyak ke suatu produk, pegang di kuadran yang sama dan biarkan. 3. Panen. Kurangi investasi Anda dan cobalah untuk mengambil arus kas maksimum dari produk, yang meningkatkan profitabilitas keseluruhan (terbaik untuk sapi tunai). 4. Melepaskan. Lepaskan jumlah uang yang sudah terjebak dalam bisnis (terbaik untuk kuadran anjing). Kelebihan dari Matriks BCG: 1. BCG-Matrix bermanfaat bagi para manajer untuk mengevaluasi keseimbangan dalam portofolio perusahaan saat ini yaitu Bintang, Sapi, Tanda Tanya, dan Anjing. 2. BCG-Matrix berlaku untuk perusahaan besar yang mencari efek volume dan pengalaman. 3. Modelnya sederhana dan mudah dimengerti. 4. Ini memberikan dasar bagi manajemen untuk memutuskan dan mempersiapkan tindakan di masa depan. 5. Jika sebuah perusahaan dapat menggunakan kurva pengalaman untuk keuntungannya, itu harus dapat memproduksi dan menjual produk baru dengan harga yang cukup rendah untuk mendapatkan kepemimpinan pangsa pasar awal. Setelah menjadi bintang, itu ditakdirkan untuk menjadi menguntungkan.


Keterbatasan BCG-Matrix: 1. Mengabaikan efek sinergi antar unit bisnis. 2. Pangsa pasar yang tinggi dijadikan satu-satunya faktor keberhasilan. 3. Pertumbuhan pasar bukan satu-satunya indikator daya tarik pasar. 4. Terkadang Anjing bisa mendapatkan lebih banyak uang tunai sebagai Sapi Tunai. 5. Masalah mendapatkan data tentang pangsa pasar dan pertumbuhan pasar. 6. Tidak ada definisi yang jelas tentang apa yang merupakan "pasar". 7. Pangsa pasar yang tinggi tidak selalu mengarah pada profitabilitas sepanjang waktu. 8. Model ini hanya menggunakan dua dimensi: pangsa pasar dan tingkat pertumbuhan. Ini mungkin menggoda manajemen untuk menekankan suatu produk tertentu, atau sebelum kelahiran. 9. Bisnis dengan pangsa pasar rendah bisa menguntungkan juga. 10. Model ini mengabaikan pesaing kecil yang memiliki pangsa pasar yang tumbuh cepat. Matriks 9-3-5 Marketing Power The Jakarta Consulting Group juga ada menyusun sebuah Manajemen Pemasaran yang disebut dengan Power Marketing (Susanto, 2014). Landasan utama Power Marketing adalah memanusiakan pelanggan yang terangkum dalam konsep Customer Centered Marketing (CCM). Pelanggan harus benar-benar dijadikan subyek, dan bukannya obyek. Ketika pendekatan terhadap pelanggan semakin personalized dan customized, paradigma dan perpektif pemasaran berdasarkan CCM merupakan pendekatan yang paling tepat (www.jakartaconsulting.com).


Sebagai acuan untuk menghadapi turbulensi, filososfi CCM bertumpu pada Perspective & Purpose, Pride dan Persistent. Penjabarannya adalah pencanangan tujuan berdasarkan visi jauh ke depan dengan membina hubungan jangka panjang dengan lingkungan. Visi dan hubungan jangka panjang ini akan meningkatkan kepuasan konsumen dan pada gilirannya akan memberi kontribusi bagi kesejahteraan stakeholders, serta partisipasi nyata dalam pengembangan masyarakat. Kebanggaan anggota organisasi juga perlu ditumbuhkan melalui melalui tiga pertanyaan kunci: apa yang kita berikan? Apa yang dapat kita kerjakan? Dan apa yang dapat kita capai? Aksi nyata dari jawaban terhadap ketiga pertanyaan itu, secara eksternal akan mengkristal dan membentuk kepercayaan konsumen. Kebanggan internal dan kepercayaan eksternal ini harus dipertahankan secara persisten melalui konsistensi usaha dan tindakan yang terintegrasi. Dalam mewujudkan semua itu, harus ada nilai sebagai bahan rujukan dalam melakukan aksi nyata. Nilai-nilai akan menjadi panduan dan patokan apa yang benar dan apa yang salah, apa yang pantas dan apa yang tidak pantas, serta mana yang baik dan mana yang buruk. Dalam Power Marketing tercermin dari landasan nilai 9-3-5 matrix, yaitu 9 nilai strategis, 3 nilai pengembangan dan 5 nilai penyampaian.


Gambar 2.4 Matriks 9-3-5 Marketing Power Sumber: Dikutip dari A.B. Susanto, Manajemen Strategik Komprehensif. (2014) PENYUSUNAN ANGGARAN SUMBER DAYA PEMASARAN, KEUANGAN, DAN PRODUKSI Yang tidak kalah penting dalam topik pemasaran yang strategik adalah masalah anggaran. Anggaran sering diterjemahkan sebagai anggaran perusahaan, rencana tentang kegiatan perusahaan (Saputro dan Asri, 2008). Rencana ini mencangkup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Dapat pula dikatakan bahwa anggaran perusahaan adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis dari pada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan. Fungsi penyusunan Anggaran oleh Herlianto (2015): 1. Fungsi perencanaan. Salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manejemen lainnya. Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang


akan datang dalam hal ini memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang di anggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan. 2. Fungsi Koordinasi. Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. 3. Fungsi pengawasan. Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelumnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. Anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang sebagai berikut (Sasongko dan Parulian, 2010): 1. Anggaran operasional a. Anggaran penjualan Anggaran penjualan menyajikan jumlah unit barang atau jasa sekaligus harganya yang diharapkan dapat dijual oleh perusahaan dimasa depan. b. Anggaran produksi Anggaran produksi memperlihatkan jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan dalam satu periode nggaran. Barang jadi yang akan diproduksi untuk setiap periode anggaran harus memperhatikan tignkat penjualan dalam unit, serta jumlah persediaan akhir dan awal barang jadi. c. Anggaran pemakaian bahan baku Jumlah bahan baku yang diperlukan dalam satu periode anggaran


ditentukan oleh jumlah barang jadi yang akan diproduksi dan standar kebutuhan bahan baku untuk setiap satu unit barang jadi. d. Anggaran pembelian bahan baku Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam satu periode anggaran diperoleh dengan menambahkan bahan baku yang diperlukan untuk produksi dengan persediaan akhir bahan baku dan dikurangi dengan persediaan awal bahan baku yang ada diperusahaan. e. Anggaran tenaga kerja langsung Anggaran biaya tenaga kerja langsung memperlihatkan jumlah jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk memproduksi barang jadi yang ditetapkan dalam anggaran produksi. Selain itu, anggaran biaya tenaga kerja langsungn juga memperlihatkan perkiraan tingkat upah yang akan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja langsungnya. f. Anggaran biaya overhead pabrik Anggaran biaya overhead pabrikmemperlihatkan perkiraan biaya overhead produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan utuk mencapai target produksi seperti yang ditetapkan dalam anggaran produksi. g. Anggaran biaya produksi Anggaran biaya produksi memperlihatkan seluruh biaya produksi yang akan dikeluarkan pada suatu tahun anggaran. Anggaran produksi sebenarnya hanya mengumpulkan informasi-informasi yang terdapat pada anggaran pemakaian bahan baku, anggaran tenaga kerja langsung, dan anggaran overhead. h. Anggaran beban operasi Anggaran beban operasi memperlihatkan perkiraan beban operasi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan dalam satu periode anggaran. Secara umum anggaran beban operasi dibagi kedalam dua kelompok, yaitu beban penjualan (selling expense) dan beban administrasi (administration expense)


i. Anggaran laba rugi Anggaran laba rugi disusun untuk memberikan informasi kepada manajemen tentang jumlah laba atau rugi bersih yang akan diperoleh perusahaan dalam suatu periode anggaran. 2. Anggaran keuangan a. Anggaran kas. Anggaran kas disusun oleh perusahaan agar pihak manajemen memperoleh informasi tentang likuiditas perusahaan pada periode mendatang karena anggaran kas menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah penerimaan dan pengeluaran kas pada periode suatu periode anggaran. b. Anggaran neraca. Anggaran neraca menyajikan informasi kepada manajemen tentang hasil akhir dari seluruh anggaran yang telah disusun sebelumnya (anggaran penjualan sampai anggaran kas). Anggaran neraca juga memperlihatkan kepada manajemen tentang pengaruh kebijakan yang diambil oleh manajemen terhadap aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan dalam suatu periode. Menurut Nafarin (2009:168-169), faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan yang dapat berpengaruh terhadap penjualan yaitu: 1. Faktor pemasaran. Faktor pemasaran yang perlu dipertimbangkan adalah: a. Luas pasar, apakah bersifat loka, regional, nasional. b. Keadaan persaingan, apakah bersifat monopoli, oligopoly, bebas. c. Keadaan konsumen, bagaimana selera konsumen, tingkat daya beli konsumen, apakah konsumen akhir atau konsumen industri. 2. Faktor keuangan. Apakah modal kerja perusahaan mampu mendukung pencapaian target penjualan yang


dianggarkan, seperti untuk membeli bahan baku, membayar upah, biaya promosi produk, dan lain-lain. 3. Faktor ekonomis. Apakah dengan meningkatnya penjualan akan meningkatkan laba atau sebaliknya. 4. Faktor teknis. Apakah kapasitas terpasang, seperti mesin dan alat mampu memenuhi target penjualan yang dianggarkan. Apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah dan murah anggaran. TREN STRATEGI PEMASARAN DI ERA INTERNET Dalam dunia manjemen pemasaran banyak perubahan yang terjadi akibat inovasi dan kemajuan teknologi. Sekarang terkenal dengan serba sistem online melalui internet, yang paling berpengaruh dengan system ini dari dunia pemasaran adalah metode promosi. Hampir semua metode promosi dilakukan dengan cara digital marketing. Digital Marketing atau pemasaran secara digital merupakan semua upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet dengan beragam strategi pemasaran dan media digital yang dapat berkomunikasi dengan para calon konsumen yang menghabiskan waktu di online. Ada beragam akses untuk para calon konsumen agar dapat melihat penawaran Anda, seperti Website, Blog, Media sosial (Instagram, Whatsapp, facebook, Line, dsb). Digital marketing dapat digunakan untuk bisnis apa pun di industri apa pun (B2B, B2C, dll). Terlepas dari apa yang dijual perusahaan yang bersangkutan, digital marketing masih memerlukan persona customer (gambaran akan target penawaran customer) untuk mengidentifikasi kebutuhan calon customer Anda, dan menciptakan konten online yang menarik dan membantu mereka. Namun, setiap bisnis memiliki cara penerapan strategi pemasaran digital dengan cara yang berbeda-beda.


Pilihan strategi digital marketing bagi perusahaan: 1. Virtual reality: Dengan menggunakan virtual reality maka bisa menunjang suatu event, open gallery, dan bahkan pameran sekalipun. 2. Instagram Stories: Instagram merupakan salah satu media sosial yang sering diakses oleh kebanyakan orang. Seiring dengan berjalannya waktu, fitur di Instagram saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh usernya. Salah satu fitur favotrite yang hampir digunakan oleh user ialah insta story atau Instagram Stories. 3. Internet of Things (IoT): Internet of Thing merupakan sebuah teknologi digital yang sering digunakan oleh para pemilik perusahaan untuk mempromosikan produknya. Dengan teknologi IoT ini banyak manfaat yang bisa Anda lakukan sebagai pelaku bisnis digital. Salah satu hal yang bisa dimanfaatkan ialah perkembangan digital marketing melalui internet of thing (IoT). 4. SEO (Search Engine Optimization): Bagi yang sudah terjun ke dunia digital lama pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah SEO. Dengan adanya suatu peran penting dari SEO, sekarang banyak pebisnis yang akan mendapatkan posisi pertama dalam Google pencarian. SEO merupakan bagian dari perkembangan digital marketing yang sudah dari dulu mengalami progress yang baik dan akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Peran SEO dalam sebuah dunia digital marketing ialah sebagai media promosi terbesar yang pernah ada dalam sejarah perkembangannya. Ketika berbicara strategi pemasaran digital, dampaknya pada konektivitas terkait dengan bisnis online dan offline akan berubah. Bisnis online telah mengambil porsi signifikan dari pasar dalam beberapa tahun terakhir, tapi tidak bisa sipasrtikan bahwa bisnis online akan sepenuhnya


menggantikan bisnis offline. Demikian pula sebaliknya, baik itu bisnis online maupun offline, masing-masing mempunyai segmennya sendiri. Jadi, kedua-dunya akan berdampingan untuk memberikan pengalaman terbaik pada pelanggan. Dunia digital telah sangat mempengaruhi kebiasaan pelanggan. Sejak booming pemakaian internet, banyak orang menggunakan internet sebagai tempat untuk mendapatkan informasi. Hal ini akan berlanjut ke depan, jumlah penduduk yang menggantungkan internet sebagai sumber informasi semakin bertambah. Maka tak heran jika media cetak seperti koran sudah mulai ditinggalkan. Dari perubahan inilah yang membuat strategi pemasaran kini beralih ke dunia online. Kebiasaaan konsumen yang dipengaruhi digital (The Influential Digital Subcultures) Menurut marketing 4.0 Kotler, di dunia digital tidak semua pelanggan (segmen) diciptakan setara dalam menilai merek. Beberapa segmen bergantung pada preferensi pribadi mereka dan apa yang mereka dengar dari iklan. Selain itu, ada kelompok konsumen yang tidak membagikan pengalaman dengan orang lain. Golongan konsumen yang suka berbagi informasi lebih memiliki kecenderungan lebih besar untuk meminta dan memberikan rekomendasi merek. Mereka ini adalah orang-orang yang lebih cenderung menjadi pendukung merek yang loyal. Marketing 4.0 mengelompokkan pelanggan menjadi tiga kelompok sesuai dengan perubahan kecenderungan di era digital, yaitu: 1. Kaum Muda (Youth) 2. Wanita (Women) 3. Netizens


Kaum Muda Pemuda mengakuisisi mind share. Kaum muda ini adalah kunci berbagi pikiran. Selain itu, menargetkan anak muda adalah hal paling menarik yang dilakukan pemasar. Pemasaran kepada anak muda selalu melibatkan iklan yang keren, konten digital yang trendi, dukungan selebriti, atau aktivasi merek yang inovatif. Tidak seperti segmen yang lebih tua, kaum muda sangat dinamis sehingga jarang tidak produktif untuk melibatkannya. Dan karena ukuran demografisnya sangat besar, perusahaan sering kali rela mengeluarkan banyak uang untuk segmen pemasaran yang menarik ini. Peran kaum muda dalam mempengaruhi sisa pasar sangat besar. - Pertama, biasanya mereka adalah pengguna awal. Anak muda sering dituduh memberontak dan anti kemapanan, mereka mencintai apa yang dibenci orang dewasa. Meskipun beberapa pemuda berperilaku sebagai tertuduh, kebanyakan dari mereka tidak. Yang benar adalah bahwa anak muda tidak takut bereksperimen. Mereka mencoba produk baru dan mengalami layanan baru yang menurut segmen lama terlalu berisiko. - Kedua, pemuda adalah trendsetter. Anak muda adalah pelanggan Generasi Sekarang yang menuntut segalanya instan. Ketika datang ke tren, mereka sangat gesit. Mereka mengikuti tren begitu cepat sehingga pemasar sering gagal mengimbangi. Tetapi keuntungannya adalah ini memungkinkan pemasar untuk dengan cepat menentukan tren yang akan mempengaruhi pasar dalam waktu dekat. Di era digital banyak merek produk di sokong (endorsement) kaum muda. Misalnya Munculnya Justin Bieber, yang awalnya mendapatkan ketenaran sebagai artis YouTube yang sedang tren diikuti oleh jutaan pemuda. Seluruh jagat social media, seperti Facebook dan Twitter, juga dimulai sebagai tren di kalangan kaum muda. Demikian pula, layanan


streaming musik seperti Spotify, Apple Music, dan Joox dibawa ke pasar utama oleh pelanggan muda. - ketiga, anak muda adalah pengubah permainan (game changer). Mereka sering dikaitkan dengan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan egois. Tetapi tren terbaru menunjukkan bahwa mereka matang jauh lebih awal. Ini karena kaum muda merespons lebih cepat terhadap perubahan yang terjadi di dunia, seperti kemajuan globalisasi dan teknologi. Sekarang, mereka khawatir tentang apa yang terjadi di sekitar mereka. Bahkan, mereka adalah salah satu pendorong utama perubahan di dunia. Wanita Pasar wanita juga merupakan pasar yang logis untuk dikejar oleh para pemasar. Tidak hanya karena ukurannya yang besar, profil segmennya juga khas. Menyoroti perbedaan psikologis, John Gray secara metaforis berpendapat bahwa "pria berasal dari Mars, wanita berasal dari Venus." Perbedaan yang melekat antara pria dan wanita telah menjadi subjek psikologi dan pemasaran. Banyak ahli telah mengemukakan pandangan mereka tentang pemasaran kepada wanita. Banyak kampanye pemasaran produk dan layanan telah dikembangkan khusus untuk perempuan. Pengaruh yang dimiliki wanita terhadap orang lain ditentukan oleh apa yang mereka lakukan. Rena Bartos, dalam bukunya Marketing to Women Around the World, menjelaskan segmentasi pasar wanita: ibu rumah tangga yang tinggal di rumah, ibu rumah tangga yang berencana bekerja, wanita yang bekerja dengan pekerjaan, atau wanita karier. Sederhananya, dunia wanita berputar di sekitar keluarga dan pekerjaan. Dilema yang sering mereka hadapi adalah memilih salah satu alternatif atau menyeimbangkan antara keluarga dan karier. Tetapi karena lebih cocok untuk multitasking, wanita pada dasarnya adalah manajer yang


lebih baik dalam hal tugas yang kompleks dan beragam, di rumah, di bekerja, atau keduanya. Secara umum, ada tiga peran yang dimainkan wanita yang memberikan banyak sumbangsih dalam dunia pemasaran: - Pertama, perempuan adalah pengumpul informasi. Menurut Martha Barletta, proses pengambilan keputusan seorang wanita berbeda dari proses seorang pria. Sementara jalur laki-laki untuk membeli pendek dan mudah, wanita mirip spiral, sering kembali ke langkah sebelumnya untuk mengumpulkan informasi baru dan menilai kembali apakah pindah ke langkah berikutnya adalah pilihan yang tepat. Wanita biasanya menghabiskan berjam-jam di toko-toko meninjau kualitas dan membandingkan harga serta jam meneliti online, sementara pria biasanya membatasi pencarian mereka dan mengejar apa yang mereka inginkan secepat mungkin. Wanita juga lebih banyak berbicara tentang merek. Mereka mencari pendapat teman dan keluarga mereka, dan mereka terbuka untuk menerima bantuan dari orang lain. Sementara pria hanya ingin menyelesaikan sesuatu, wanita ingin menemukan produk yang sempurna, layanan yang sempurna, atau semua yang sempurna. Bagi pemasar, sifat mengumpulkan informasi wanita memiliki manfaat. Ini berarti bahwa semua komunikasi pemasaran dan upaya pendidikan pelanggan tidak sia-sia. Wanita benar-benar memperhatikan semua informasi, dan mereka pada akhirnya akan meringkasnya untuk orang lain. - Kedua, perempuan adalah pembeli holistik. Fakta bahwa mereka mengalami lebih banyak titik kontak dalam jalur spiral mereka untuk membeli berarti bahwa mereka dihadapkan pada lebih banyak faktor untuk dipertimbangkan. Perempuan lebih cenderung mempertimbangkan segala sesuatu manfaat fungsional, manfaat emosional, harga, dan sejenisnya sebelum


menentukan nilai sebenarnya dari produk dan layanan. Untuk kategori rumah tangga tertentu, wanita mempertimbangkan nilai produk tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi untuk seluruh keluarga. - Ketiga, perempuan secara de facto adalah manajer rumah tangga. Mereka pantas mendapatkan gelar kepala keuangan, manajer pembelian, dan manajer aset keluarga. Tidak hanya mereka penjaga gerbang untuk sebagian besar produk rumah tangga, termasuk barangbarang mahal, wanita juga merupakan pemberi pengaruh untuk produk-produk lain seperti investasi dan jasa keuangan. Pengaruh wanita di rumah dan di tempat kerja semakin meningkat. Sebagai pengumpul informasi, pembeli holistik, dan manajer rumah tangga, wanita adalah kunci untuk memenangkan pangsa pasar dalam ekonomi digital. Untuk mengakses pasar yang bahkan lebih besar, mereka perlu melewati proses pengambilan keputusan komprehensif. Netizens Michael Hauben, tahun 1990-an mendefinisikan netizens (warga internet) sebagai orang-orang lintas batas geografis yang peduli dan secara aktif bekerja mengembangkan internet untuk kepentingan dunia yang lebih luas. Netizens dianggap sebagai warga negara demokrasi sejati karena mereka ingin terlibat dalam pengembangan internet. Mereka melihat dunia secara horizontal, bukan vertikal. Konten di internet dibuat dan dibagikan oleh orang-orang dan untuk orang-orang. Tetapi mereka percaya pada demokrasi total dan tidak begitu banyak dalam pemerintahan. Mereka merangkul keterbukaan dan berbagi dengan orang lain tanpa batas geografis. Akan tetapi tidak semua pengguna internet layak disebut netizens. Forrester's Social Technographics segmentation dapat membantu menjelaskan mengapa tidak


semua pengguna internet layak disebut netizens. Menurut segmentasi, ada hierarki pengguna internet, termasuk tidak aktif, penonton (orang yang menonton dan membaca konten online), joiner (orang yang bergabung dan mengunjungi media sosial), kolektor (orang yang menambahkan tag ke halaman web dan menggunakan RSS feeds), kritik (orang yang memposting peringkat dan komentar online), dan pembuat (orang yang membuat dan menerbitkan konten online). Para kolektor, kritikus, dan pencipta paling baik mencirikan netizen sebagai orang-orang yang secara aktif berkontribusi ke internet dan tidak hanya mengonsumsi di internet. Rangkuman Strategi manajemen pemasaran diera internet membutuhkan langkah-langkah yang berbeda dengan strategi pemasaran tradisional dan strategi pemasaran internet selalu mengalami perkembangan sesuai dengan trend-nya. Kotler mendefinisikan Strategi pemasaran adalah suatu mindset pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran, dimana di dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran, dan anggaran untuk pemasaran. Strategi ini tidak akan jalan tanpa ada kejelasan visi, misi, dan tujuan dari bisnis. Visi itu dinyatakan sebagai ‘What be believe we can be‘ yang dimana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti perusahaan, organisasi ataupun suatu lembaga. Menentukan visi berarti juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih. Atau bisa dikatakan visi itu adalah pernyataan yang menjawab pertanyaan where we are going? Sedangkan Misi yaitu ‘What be believe we can do‘ misi adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi diawal. Misi itu menjawab apakah bisnis kita? Kemudian untuk mempermudah pencapaian yang terarah dari visi dan misi


maka, ditentukan tujuan yang bersifat jangka pendek. Tujuan ini akan mempermudah pengelolaan dari penyusunan anggaran sumber daya pemasaran, keuangan, dan produksi yang menyesuaikan dengan tingkatan strategi bisnis dari organisasi. Ketika pencapaian akan sebuah tujuan sudah dan sedang dijalankan maka bisa dilanjutkan dengan identifikasi peluang bisnis lain dengan menggunakan berbagai analisis seperti; analisis SWOT, Matriks BCG, dan Matriks 9-3-5 Marketing Power. Tanpa melupakan trend dan perkembangan teknologi, sebuah bisnis dari skala kecil sampai skala besar kalau ingin mengikuti siklus hidup produk yang lama dan berulang maka mau tidak mau harus mengadopsi dan terlibat dengan Digital Marketing atau pemasaran secara digital yaitu merupakan semua upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet dengan beragam strategi pemasaran dan media digital yang dapat berkomunikasi dengan para calon konsumen yang menghabiskan waktu di online. Ada beragam akses untuk para calon konsumen agar dapat melihat penawaran Anda, seperti Website, Blog, Media sosial (Instagram, Whatsapp, facebook, Line, dsb). Pemasaran Internet dapat menarik lebih banyak orang ke situs web, meningkatkan jumlah pelanggan, dan meningkatkan nama merek produk juga nama perusahaan. Bahkan dengan era pemasaran digital, bisa ada perubahan dalam segmentasi dari 4 kelompok menjadi hanya 3 kelompok konsumen; Kaum Muda (Youth), Wanita (Women), dan Netizens. Latihan Soal: 1. Bedakan antara pemasaran strategik dengan strategi pemasaran! 2. Menurut Anda, apakah berbeda strategi pemasaran ecommerce dengan strategi pemasaran tradisional? 3. Menurut Anda, mana lebih mudah memasarkan produk barang dan jasa dengan metode e-commerce atau


memasarkan dengan metode konvensional tanpa ecommerce? 4. Mana yang lebih efektif Antara Formulasi Strategi Produk-Pasar dengan Strategi Matriks BCG? Alasannya apa? 5. Implementasikan dalam sebuah contoh kasus cara pemakaian 3 tingkatan strategi bisnis! 6. Jelaskan sekilas tentang apa itu Matriks 9-3-5 Marketing Power? Apa hubungannya dengan strategi pemasaran? Kasus Shopee adalah situs elektronik komersial yang berkantor pusat di Singapura dibawah naungan Sea Limited, yang didirikan pada 2009 oleh Forrest Li. Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015, dan sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.


Baru-baru ini situs meta-search iPrice Indonesia telah melaporkan informasi terkait persaingan toko online di Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2020 ini dimana terlihat bahwa Shopee masih berada di peringkat no.1 seperti di kuartal sebelumnya. Disebutkan bahwa Shopee berhasil menduduki posisi pertama dengan jumlah pengunjung web bulanan 96 juta users. Selain itu Shopee juga berhasil menduduki peringkat pertama sebagai aplikasi e-commerce yang paling populer baik di App Store dan juga Play Store. Diskusi: Silahkan Anda cari apa yang menjadi visi dan misi Shopee, lalu sesuai dengan pemikiran Anda, sesuaikan pencapaian visi misi tersebut dengan kinerja Shopee hingga berita ini terbit!


Marketing is no longer about the stuff that you make, but about the stories you tell. ---Seth Godin--- ra pemasaran mengawali semua hal yang berhubungan dengan manajemen pemasaran. Strategi pemasaran mengikuti kecenderungan sesuai dengan jaman. Internet salah satu alat yang membuat manajemen pemasaran unggul dalam prosesnya. Pelaku bisnis harus sadar bahwa internet telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, khususnya masyarakat urban di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Jumlah pengguna internet yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi potensi yang sangat menjanjikan bagi mereka yang mau memanfaatkannya. Siapa cepat dia dapat, terutama bisnis yang selalu menggandeng inovasi. Berikut ini adalah sub topic yang akan dibahas dalam Bab III. E


SUB BAB III SISTEM INFORMASI PEMASARAN ANALISIS LINKUNGAN MAKRO DALAM SISTEM INFORMASI PEMASARAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN DATA BASE, GUDANG DATA, DAN PENGGALIAN DATA SISTEM INTELIJEN PEMASARAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN Sistem informasi pemasaran (Marketing Information System/MKIS) adalah sistem informasi yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan pemasaran. Jobber (2007) mendefinisikannya sebagai "sistem di mana data pemasaran secara resmi dikumpulkan, disimpan, dianalisis, dan didistribusikan kepada manajer sesuai dengan kebutuhan informasi mereka secara teratur. Selain itu, kamus bisnis online mendefinisikan Sistem Informasi Pemasaran (SIP) sebagai "sebuah sistem yang menganalisis dan menilai informasi pemasaran, yang dikumpulkan terus menerus dari sumber di dalam dan di luar organisasi atau toko." Selanjutnya, "Sistem Informasi Pemasaran secara keseluruhan dapat didefinisikan sebagai seperangkat struktur prosedur dan metode untuk pengumpulan, analisis terencana, dan penyajian informasi secara teratur untuk digunakan dalam pengambilan keputusan pemasaran." (Kotler, at al, 2006). Dengan pasar yang semakin kompetitif dan berkembang, jumlah informasi yang dibutuhkan setiap hari oleh suatu organisasi sangat besar. Untuk itu, harus membangun Sistem Informasi Pemasaran (SIP). Ada beberapa keunggulan sistem informasi Pemasaran: 1. Pengumpulan Data Terorganisir – Sistem Informasi Pemasaran (SIP) dapat membantu para manajer untuk


mengatur banyak data yang dikumpulkan dari pasar, sehingga menghasilkan peningkatan produktivitas. 2. Perspektif luas - Dengan SIP yang tepat, organisasi dapat dilacak yang dapat digunakan untuk menganalisis proses independen. Ini membantu dalam membangun perspektif yang lebih luas yang membantu kita mengetahui langkah mana yang dapat diambil untuk memfasilitasi peningkatan. 3. Penyimpanan Data Penting - Penyimpanan data penting sangat penting dalam pelaksanaan dan dengan demikian membuktikan lagi bahwa SIP tidak hanya penting untuk informasi tetapi juga untuk eksekusi. 4. Menghindari Krisis - Cara terbaik untuk menganalisis saham (pasar saham) adalah dengan melihat kinerjanya di masa lalu. Situs web teratas seperti moneycontrol tumbuh subur di Sistem Informasi Manajemen (SIM). Dengan SIM bisa membantu Anda melacak margin dan keuntungan. Dengan sistem informasi yang luar biasa terbentuk, arahan organisasi dapat dianalisis dan mungkin krisis dihindari sebelum terjadi. 5. Koordinasi - Barang tahan lama konsumen (Fast Moving Consumer Goods / FMCG) memiliki sejumlah besar proses yang perlu dikoordinasikan. Perusahaanperusahaan ini sepenuhnya bergantung pada SIM untuk menjalankan organisasi dengan benar. 6. Analisis dan Perencanaan - SIP memainkan peran penting dalam proses perencanaan, mengingat prosedur perencanaan memerlukan informasi. Untuk perencanaan, hal pertama yang diperlukan adalah kemampuan organisasi, kemudian lingkungan bisnis dan akhirnya analisis pesaing. Dalam SIP yang tepat, semua ini hadir secara default dan terus diperbarui. Karena itu, SIP sangat penting untuk perencanaan dan analisis. 7. Kontrol - Seperti halnya SIP dapat membantu dalam suatu krisis, dalam waktu normal ia dapat mengendalikan ketika Anda memiliki informasi tentang


berbagai proses yang terjadi dan apa yang terjadi di seluruh perusahaan. Namun demikian, dibalik adanya keunggulan dari SIP, pengumpulan informasi pemasaran harus patuh terhadap cara yang frekuensinya tinggi karena di pasar eksternal perubahan sangat cepat berganti. Risiko yang mungkin dihadapi bisnis jika mereka tidak mematuhi cara dalam pengumpulan informasi pemasaran menurut Bhasin adalah: 1. Peluang mungkin akan terlewatkan. 2. Mungkin ada kurangnya kesadaran akan perubahan lingkungan dan tindakan pesaing. 3. Pengumpulan data mungkin sulit untuk dianalisis selama beberapa periode waktu. 4. Rencana dan keputusan pemasaran mungkin tidak ditinjau dengan benar. 5. Pengumpulan data dapat terputus-putus. 6. Studi sebelumnya mungkin tidak disimpan dalam format yang mudah digunakan. 7. Keterlambatan waktu dapat terjadi jika studi baru diperlukan. 8. Tindakan mungkin bersifat reaksioner dan bukan antisipatif. 9. Pemeliharaan, kompleksitas, dan pengaturan SIP adalah salah satu kendala utama sistem informasi Pemasaran. Selain itu, informasi yang salah dimasukkan dalam SIP dapat menjadi rumit sehingg penyaringanr yang tepat perlu dibuat. ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO DALAM SISTEM INFORMASI PEMASARAN Perusahaan yang bertahan lama di pasaran adalah perusahaan yang mampu memenuhi kebutuhanm dan keinginan konsumen serta mampu mengikuti tren. Peluang yang diberikan tren dianalisis melalui analisis lingkungan, diantaranya adalah lingkungan makro. Perusahaan tidak


sendirian dalam melakukan bisnis. Dikelilingi oleh dan beroperasi dalam konteks yang lebih besar. Konteks ini disebut Lingkungan Makro, yaitu terdiri dari semua kekuatan yang membentuk peluang, tetapi juga menimbulkan ancaman bagi perusahaan. Lingkungan Makro terdiri dari 6 kekuatan yang berbeda: Demografi, Economi, Hukum-Politic, Ecologi, Sosial-Budaya, dan Teknologi. Gambar3.1 lingkungan Makro di lingungan bisnis Sumber: dikutip dari Philip Kotler (2009) Kekuatan Demografi Kekuatan demografis berhubungan dengan orang, mengacu pada studi populasi manusia. Diantaranya adalah termasuk ukuran, kepadatan, usia, jenis kelamin, pekerjaan dan statistik lainnya. Mengapa orang penting? Karena secara keseluruhan, kebutuhanlah alasan bisnis ada. Dengan kata lain, orang adalah kekuatan pendorong untuk pengembangan pasar. Demografi yang besar dan beragam menawarkan peluang, tidak hanya itu tapi juga tantangan bagi bisnis. Terutama di saat pertumbuhan populasi dunia yang cepat, dan perubahan demografis secara keseluruhan,


studi tentang orang sangat penting bagi pemasar. Alasannya adalah bahwa mengubah demografi berarti mengubah pasar. Lebih lanjut, perubahan pasar berarti kebutuhan akan strategi pemasaran juga harus disesuaikan. Oleh karena itu, pemasar harus mengawasi demografi mencakup semua jenis karakteristik populasi, seperti ukuran, pertumbuhan, kepadatan, usia, dan struktur gender, dan sebagainya. - Pertumbuhan populasi dunia. Dikutip dari https://marketing-insider.eu/macro-environment/ 21 Januari 2019, Populasi dunia tumbuh pada tingkat yang eksplosif. Diperkirakan mencapai 8 miliar pada tahun 2030. Lebih dari 70% dari pertumbuhan populasi dunia yang diharapkan dalam 40 tahun ke depan diharapkan terjadi di luar 20 negara terkaya di dunia. Ini mengubah persyaratan untuk strategi pemasaran yang efektif dan harus selalu diingat. - Mengubah struktur umur. Struktur usia populasi dunia yang berubah adalah faktor penting yang memengaruhi pemasaran. Di masa depan, akan ada negara-negara dengan struktur umur yang jauh lebih menguntungkan daripada yang lain. Sebagai contoh, India memiliki salah satu populasi level usia anak muda di bumi dan diperkirakan akan mempertahankan status itu. Pada 2020, usia rata-rata di India adalah 28 tahun. Sebaliknya, negara-negara Uni Eropa dan AS harus menghadapi populasi yang sudah usia menua. - Mengubah struktur keluarga. Keluarga berubah berarti strategi pemasaran yang ditujukan pada mereka juga harus mengalami penyesuaian. Misalnya, format rumah tangga baru mulai muncul di banyak negara. Sementara di negara-negara barat tradisional rumah tangga tipikal terdiri dari suami, istri dan anak-anak, saat ini ada lebih banyak pasangan menikah tanpa anak, serta orang tua tunggal dan rumah tangga tunggal. Faktor lain berasal dari meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja penuh waktu, terutama di negara-negara maju termasuk


Eropa, Jepang, Singapura, Amerika, dan negara maju lainnya. Bersama dengan situasi struktur keluarga ini memerlukan strategi pemasaran yang harus diubah. - Pergeseran geografis dalam populasi. Satu elemen dari pergeseran geografis adalah migrasi. Pada 2050, migrasi global diperkirakan akan berlipat ganda. Ini memiliki dampak besar pada lokasi dan sifat permintaan untuk produk dan layanan. Alasannya adalah bahwa tempat orang yang dapat dijangkau telah berubah, seperti halnya kebutuhan mereka karena situasi baru. Faktor penting lainnya adalah keragaman etnis yang memberikan peluang baru, serta urbanisasi. Dikutip dari https://marketing-insider.eu/macro-environment/ 21 Januari 2019. Kekuatan Ekonomi Kekuatan ekonomi berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli konsumen dan pola pengeluaran. Sebagai contoh, sebuah perusahaan seharusnya tidak pernah mulai mengekspor ke suatu negara sebelum memeriksa berapa banyak orang yang dapat dibelanjakan. Kriteria penting adalah: PDB, tingkat pertumbuhan riil PDB, GNI, tarif Bea Masuk dan pajak penjualan / PPN, Pengangguran, Inflasi, Penghasilan pribadi sekali pakai, dan pola Pengeluaran. Sistem ekonomi merupakan penentu yang sangat penting dari ruang lingkup bisnis (swasta). Sistem dan kebijakan ekonomi merupakan kendala eksternal yang sangat penting pada bisnis. Ada tiga sistem ekonomi; Kapitalisme, Sosialisme, dan Komunisme. Sumber Daya Manusia memainkan peran penting (orang) dalam perekonomian. Orang bekerja untuk menghasilkan barang dan jasa. Orang menyediakan pasar untuk barang yang diproduksi. Tingkat kemakmuran ekonomi tergantung pada kualitas dan keterampilan masyarakat.


Orang membutuhkan pertumbuhan ekonomi seperti halnya kemakmuran menuntut layanan orang. Sayangnya, negara kita memiliki jumlah orang yang lebih banyak daripada ekonomi. Namun menurut negara itu adalah yang pertama di dunia yang mengadopsi keluarga berencana sebagai kebijakan negara. Kekuatan Sosial Budaya Kekuatan Sosial Budaya terkait dengan faktor-faktor yang memengaruhi nilai-nilai dasar, preferensi, dan perilaku masyarakat. Dasar dari faktor-faktor ini dibentuk oleh fakta bahwa orang adalah bagian dari masyarakat dan kelompok budaya yang membentuk kepercayaan dan nilai-nilai mereka. Banyak kesalahan budaya terjadi karena kegagalan bisnis dalam memahami budaya asing. Misalnya, simbol dapat membawa makna negatif dalam budaya lain. Untuk memahami kekuatan-kekuatan ini, dimensi budaya Hofstede dapat digunakan: Jarak Kekuatan, Individualisme versus Kolektivisme, Maskulinitas lawan Feminitas, Penghindaran Ketidakpastian dll. Kekuatan Teknologi Kekuatan teknologi membentuk pengaruh penting dalam Lingkungan Makro. Mereka berhubungan dengan faktorfaktor yang menciptakan teknologi baru dan dengan demikian menciptakan peluang produk dan pasar baru. Kekuatan teknologi yang dapat dipikirkan semua orang saat ini adalah pengembangan teknik komunikasi nirkabel, smartphone, tablet, dan sebagainya. Ini mungkin berarti munculnya peluang untuk bisnis, tetapi hati-hati: setiap teknologi baru menggantikan yang lebih lama. Dengan demikian, pemasar harus memperhatikan lingkungan teknologi dengan cermat dan beradaptasi agar dapat mengikutinya. Jika tidak, produk akan segera kedaluwarsa,


dan perusahaan akan kehilangan produk baru dan peluang pasar. Kekuatan Politik-Hukum Setiap bisnis dibatasi oleh lingkungan politik. Ini melibatkan hukum, lembaga pemerintah dan kelompok penekan. Ini mempengaruhi dan membatasi organisasi dan individu dalam suatu masyarakat. Oleh karena itu, keputusan pemasaran sangat dipengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan di lingkungan politik. Sebelum memasuki pasar baru di negara asing, perusahaan harus tahu segalanya tentang lingkungan hukum dan politik. Bagaimana undang-undang akan memengaruhi bisnis? Aturan apa yang harus dipatuhi? Undang-undang apa yang membatasi kemampuan perusahaan untuk menjadi sukses? Misalnya, undang-undang yang mencakup masalah-masalah seperti perlindungan lingkungan, peraturan keamanan produk, persaingan, penetapan harga, dan lain-lain. Mungkin mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan aspek dan strategi tertentu dengan pasar baru. Lingkungan atau sistem politik yang stabil, jujur, efisien dan dinamis dan yang menjamin partisipasi politik rakyat, dan menjamin keamanan pribadi bagi warga negara, merupakan faktor utama untuk pembangunan ekonomi. Dua filosofi politik dasar ada di seluruh dunia. - Pertama, dikenal sebagai Demokrasi mengacu pada pengaturan politik di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Mereka punya hak untuk memerintah dan memberikan suara untuk setiap masalah. Tetapi bentuk demokrasi murni ini tidak bisa diterapkan dalam masyarakat yang kompleks. Oleh karena itu bentuk pemerintahan Republik datang ke dalam gambar di mana orang / publik, secara demokratis, memilih wakilwakil mereka yang melakukan keputusan.


- Kedua yang dikenal sebagai totaliterisme juga disebut Otoriterisme adalah sistem di mana kebebasan individu (orang) sepenuhnya disubordinasikan ke kekuasaan otoritas negara dan terkonsentrasi di tangan satu orang (yaitu, seorang Diktator) atau dalam kelompok kecil yang terdiri dari tidak bertanggung jawab secara konstitusional kepada, rakyat. Masyarakat yang diperintah oleh militer atau oleh seorang diktator, ditambah sebagian besar oligarki dan monarki termasuk dalam kategori ini. Kekuatan Ekologi Kekuatan ekologis, atau alami di lingkungan makro itu penting karena menyangkut sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai input oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran mereka. Juga, masalah lingkungan telah tumbuh dengan kuat dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat kekuatan ekologis menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan. Misalnya, polusi dunia, udara, dan air adalah berita utama yang harus diperhatikan oleh setiap pemasar. Dengan kata lain, Anda harus melacak tren di lingkungan ekologis. Tren penting dalam lingkungan ekologis adalah semakin sedikitnya bahan baku dan kepedulian terhadap sumber daya terbarukan. Selain itu, peningkatan polusi, tetapi juga peningkatan intervensi pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam adalah masalah. SISTEM INFORMASI PENJUALAN Ujung dari manajemen pemasaran adalah menuai transaksi jual beli yang berkelanjutan. Sistem informasi adalah kesatuan sistem terdiri atas orang, hardware, software jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang


mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (J.O’ Brien). Penjualan adalah penjualan ialah sebagai kegiatan manusia yang mengarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Assuari “2004 Sistem informasi penjualan adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi dari keseluruhan kegiatan usaha yang terdiri dari penjualan barang atau jasa agar dapat mencapai tujuan organisasi. Unsur dari sistem informasi penjualan adalah: Sumber Daya Manusia. Manusia dibutuhkan untuk pengoperasian semua sistem informasi, sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakar sistem informasi 1. Pemakai akhir adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang dihasilkan sistem tersebut. Mereka adalah para pelanggan, tenaga penjualan, teknisis, staf administrasi, akuntan atau para manajer. Sebagian besar dari pemakai sistem informasi dalam dunia bisnis adalah pekerja ahli, yaitu orang yang sebagian besar waktunya untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim serta kelompok kerja yang membuat, menggunakan dan menyebarkan informasi. 2. Pakar Sistem Informasi adalah orangorang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Mereka adalah analis sistem, pembuat software, operator sistem, personal tingkat manajerial, teknisis dan staf administrasi sistem informasi lainnya. Analis sistem bertugas sebagai pendesain sistem berdasarkan pada kebutuhan informasi dari pemakai akhir. Pembuat software bertugas membuat program komputer yang di


berdasarkan pada spesifikasi yang di peroleh dari analis sistem. Operator bertugas membantu mengawasi serta mengoperasikan sistem komputer dan jaringan yang besar. Sumber Daya Hardware. Konsep sumber daya pemrosesan informasi. Secara khusus, sumber daya ini meliputi tidak hanya mesin, seperti komputer dan perlengkapan lainnya, tetapi juga semua media data, yaitu objek berwujud tempat data dicatat, dari lembaran kertas hingga disk magnetis atau optical. Contoh-contoh sumber daya hardware dalam sistem informasi berbasis komputer adalah: 1. Sistem komputer, yang terdiri dari unit pemrosesan pusat yang berisi pemrosesan mikro, dan berbagai periferal yang saling berhubungan. Contoh adalah sistem komputer palmtop, atau desktop. Sistem komputer berskala menengah dan sistem komputer mainframe besar. 2. Periferal komputer, yang berupa peralatan seperti keyboard atau electronic mouseuntuk input data dan perintah, layar video, atau printer untuk output informasi, dan disk magnetis/optikal untuk menyimpan sumber daya data. Sumber Daya Software. Sumber daya software meliputi semua rangkaian perintah pemrosesan informasi. Konsep umum software ini meliputi rangkaian perintah operasi dengan hardware komputer yang disebut program, rangkaian perintah pemrosesan informasi yang disebut prosedur. Berikut ini contoh sumber daya informasi: 1. Software system, seperti program sistem operasi, yang mengendalikan serta mendukung operasi sistem komputer. 2. Software aplikasi, yang memprogram pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu dalam sistem


komputer oleh penguna akhir. Contoh: program analisis penjualan, program pengolah kata. 3. Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan menggunakan sistem informasi. Contoh; perintah untuk mengisi formulir kertas atau menggunakan software. Sumber Daya Data. Sumber daya data dapat berupa angka, huruf serta karater lainnnya yang menjelaskan transaksi bisnis dan kegiatan serta entitas lainnya. Data teks berupa kalimat yang digunakan untuk menulis komunikasi, data gambar, seperti grafik dan angkaangka. Serta data dalam bentuk audio video. Sumber daya data pada umumnya disimpan, diatur dan diakses oleh berbagai teknologi pengelolaan sumber daya data ke dalam: 1. Database yang menyimpan data yang telah diproses dan diatur. 2. Dasar pengetahuan yang menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuknya seperti fakta, peraturan. Sumber Daya Jaringan. Teknologi telekomunikasi dan jaringan seperti Internet, Intranet, dan ekstranet telah menjadi hal yang mendasar bagi operasi ebusiness dan e-commerce yang berhasil untuk semua jenis organisasi dan dalam sistem informasi berbasis komputer. Jaringan telekomunikasi terdiri dari komputer, pemroses komunikasi danperalatan lainnya yang dihubungkan antara satu dengan lainnya melalui media komunikasi serta dikendalikan melalui software komunikasi. Sumber daya jaringan meliputi: 1. Media komunikasi, misalnya kabel twistedpair, kabel tembaga, kabel serat optik, teknologi gelombang mikro, seluler dan satelit yang tanpamenggunakan kabel. 2. Dukungan Jaringan, dalam hal ini diperlukan banyak dukunga hardware, software, dan teknologi data untuk mendukung operasi dan penggunaan jaringan komunikasi.


Sistem informasi sebagai hasil perubahan-perubahan yang memunculkan kemungkinan dan membawa bisnis masuk ke pemasaran abad 20 yang ditandai dengan revolusi informasi dan teknologi. Kotler merumuskan bahwa perubahan teknologi bergerak dengan lebih focus pada individu. Ditandai dengan ciri: Produksi massal Penjualan Manajemen merek Manajemen pelanggan Tren pemasaran abad 20 bergerak menuju abad 21 ditandai dengan perubahan-perubahan besar. Perkembangan pemasaran dapat diungkapkan dalam tema: connectedness (hubungan) Saat ini kita dengan mudah dapat berhubungan dengan siapapun dan dimanapun, di seluruh dunia. Perubahan teknologi dapat mempengaruhi pemasar dalam mendefinisikan kembali bagaimana mereka melakukan hubungan dengan pasar: Hubungan dengan pelanggan, Hubungan dengan marketing partners, dan Hubungan dengan seluruh dunia Peran Utama Sistem Informasi dalam Pemasaran Menurut O’Brien terdapat 3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu 1. Mendukung proses bisnis dan operasional. Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis seharihari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting. 2. Mendukung pengambilan keputusan. Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu


manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna. 3. Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif. Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing di pasar. Gambar 3.2 Peran Sistem informasi Dalam Pemasaran Pemasaran dan Penjualan Pemasaran dan penjualan adalah dua hal yang sama tapi berbeda. Bagi orang awam, pemahaman terhadap dua kegiatan ini sama. Sekilas dua kegiatan ini memiliki target yang sama yaitu, produk sampai ke tangan konsumen. Untuk


memahami seperti apa beda diantara dua kegiatan ini perlu pemahaman sebagai berikut: Pemasaran Penjualan Fokus: keinginan dan kebutuhan konsumen. Pangkal Tolak: Pasar Sarana: Pemasaran Berakhir pada kepuasan konsumen Fokus: Produk. Pangkal Tolak: Pabrik Sarana: Penjualan dan Promosi Berakhir pada laba melalui volume penjualan DATA BASE, GUDANG DATA, DAN PENGGALIAN DATA Apa hubungan istilah computer dengan pemasaran? Produsen, kalau ingin lebih mengenal konsumennya maka harus mempunyai data dan informasi yang lebih lengkap. Semua data dan informasi konsumen ini akan disimpan dan diolah selanjutnya oleh produsen sesuai dengan rencana dan strategi. Sebagai dasar untuk relationship marketing dan sebagai asset jangka panjang. Di awal, pada topik system informasi penjualan, pemasaran tidak akan pernah lepas dari teknologi termasuk dengan istilah data base, gudang data, dan penggalian data. Satu demi satu akan dibahas dan hubungannya dengan pemasaran. Data Base (database) “Gunakan data untuk merencanakan keunggulan menyeluruh”. Data dan informasi yang sudah dikumpulkan akan disimpan dalam database yang dapat digunakan untuk melaksanakan pemasaran database. Database pelanggan


berisikan semua nama pelanggan, alamat, transaksi masa lalu, dan terkadang bahkan data demografis dan psikografis (kegiatan, minat, dan pendapat). Jika dimanfaatkan secara maksimal Informasi ini dapat memberikan banyak keuntungan. Perusahaan dapat menentukan peringkat pelanggannya menurut pembelian terakhir, frekuensi, dan nilai moneter (Recency, Monetary Value, and Frequency) serta hanya mengirimkan penawaran kepada pelanggan yang memiliki nilai transaksi tertinggi. Pemasaran database adalah proses membangun, memelihara, dan menggunakan database pelanggan untuk bertransaksi dan membangun hubungan dengan pelanggan. Namun demikian perusahaan juga memiliki kelemahan dengan penggunaan database ini. Membangun database pelanggan tidak layak dilakukan dalam beberapa kasus berikut: (1) ketika produk merupakan produk yang dibeli satu kali seumur hidup, (2) ketika pelanggan memperlihatkan sedikit loyalitas terhadap merek, (3) ketika penjualan unit sangat kecil, dan (4) ketika biaya pengumpulan informasi terlalu tinggi. Gudang data (warehouse) Data warehouse adalah data yang menyimpan data historis dan data terkini yang berpengaruh bagi kepentingan pengambil keputusan di seluruh perusahaan. Data ini dikumpulkan dan diatur dalam gudang data (data warehouse) di mana pemasar dapat menangkap, menanyakan, dan menganalisisnya untuk menarik kesimpulan tentang kebutuhan dan respons pelanggan perorangan. Melalui penggalian data (datamining), ahli statistik pemasaran dapat menarik informasi yang berguna tentang tren, segmen, dan kebutuhan individu pelanggan. Secara umum, perusahaan dapat menggunakan database mereka dalam lima cara: (1) Mengidentifikasi prospek atau calon pelanggan, (2) Memutuskan pelanggan mana yang seharusnya menerima tawaran tertentu, (3) Memperdalam


loyalitas pelanggan seperti mengirimkan hadiah yang tepat dan bahan bacaan menarik, (4) Mengaktifkan kembali pembelian pelanggan, (5) Menghindari kesalahan pelanggan di saat melayani dan memberikan sesuatu penawaran. Jika dimanfaatkan secara maksimal Informasi ini dapat memberikan banyak keuntungan. Penggalian data (datamining) Menurut laudon (2015) Data minig lebih terdorong pada penemuan. Tipe dari informasi yang dapat diperoleh dari data mining adalah: asosiasi, dalam sekuen, klasifikasi, pengklasteran, dan peramalan. Data Mining adalah sebuah aktifitas dan bukanlah sebuah algoritma atau program. Secara umum, tujuan dilakukannya data mining dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu untuk dapat memahami lebih jauh mengenai perilaku data yang diamati, atau sering disbeut sebagai Deskripsi, dan untuk dapat memperkirakan kondisi yang akan terjadi di masa mendatang atau disebut Prediksi. Dengan kemampuan untuk dapat mengenali keberadaan pola baik yang terkait dengan perilaku, ketehubungan, pergerakan data maka diharapkan data mining dapat membantu manusia dalam memahami lebih lanjut mengenai sistem yang diamati serta kemudian mengantisipasi kemungkinan pergerakan sistem di masa mendatang. Setiap elemen dalam sistem informasi pemasaran mempunyai tugas. Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan. Manajer pemasaran dapat menggunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan.


System database internal menyediakan data terakhir mengenai penjualan, persediaan, biaya, arus kas, dan hutang piutang, serta data dari bagian riset dan pengembangan. Hampir semua perusahaan besar seperti gololongan perusaaan multinasional yang mengembangkan system pelaporab internal dengan dukungan computer. Elemen riset pemasaran, tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional lainnya, pemasaran juga memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global. Gambar 3.3 Sistem Informasi Pemasaran (Kotler & Keller, 2015) Sistem database eksternal tersiri dari sejumlah besar informasi yang dapat digunakan dalam membuat keputusan pemasaran yang tersesia dalam bentuk database eksternal yang terdiri dari: database pemerintah, database dari perusahaan lain yang menawarkan data pelanggan.


SISTEM INTELIJEN PEMASARAN Market intelligent atau Intelijen pemasaran (MI) adalah informasi sehari-hari yang relevan dengan pasar perusahaan, dikumpulkan dan dianalisis secara khusus untuk tujuan yang akurat dan percaya diri pengambilan keputusan dalam menentukan peluang pasar, strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar dan metrik. Jangan menolak informasi baru, juga pertimbangkan indikator yang paling buruk. Intelijen pemasaran sangat diperlukan ketika memasuki pasar luar negeri. Secara umum ada 4 pekerjaan utama dari departemen market intelligence yaitu: 1. Pekerjaan pertama adalah tahap perencanaan dimana mereka harus menentukan jenis-jenis informasi apa yang ingin diperoleh. 2. Tahap kedua adalah pengumpulan data dan informasi. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara mengamati atau observasi, membaca hasil publikasi atau melakukan interview kepada para pelanggan pesaing atau dengan para supplier. 3. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisa. Untuk analisa, perusahaan dapat membuat analisa kualitatif terutama bila ingin melihat trend secara global suatu industri atau analisa kuantitatif dengan melibatkan seperangkat computer atau alat-alat analisis lainnya. 4. Tahap yang terakhir dilakukan adalah sharing atau penyebaran informasi kepada departemen lain terkait. Manfaat dalam aktivitas intelijen pemasaran adalah: 1. Mengetahui dengan cepat hadirnya produk pesaing 2. Menghadang hadirnya produk pesaing 3. Membuat keputusan cepat dalam berpromosi 4. Membuat produk tandingan dengan cepat 5. Mencegah adanya pemalsuan produk 6. Antisipasi perusakan produk oleh pesaing


7. Mengubah strategi pemasaran jadi lebih baik 8. Menciptakan produk baru 9. Mengubah strategi distribusi 10. Mengubah pola penetapan harga Hasil kipan dari situs https://marketing.co.id/galiinformasi-menyeluruh-dari-kompetitor/ menyebutkan bahwa ada kendala yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan market intelligence. Kendala yang krusial adalah kebutuhan SDM dalam melakukan aktivitas ini sebab memang tidak ada sekolah khusus soal ini, kendala biaya, prototype program market intelligence itu sendiri, dan adanya anggapan departemen ini seolah masih kurang penting dibanding dengan departemen sales dan marketing. Meskipun kenyataan sebenarnya, market intelligence adalah bagian dari sales dan marketing. Kendala lainnya adalah kesulitan di lapangan, sebab tidak semudah yang kita baca di literatur bahwa kegiatan market intelligence bisa diuraikan dengan kalimat yang lancar. Di lapangan sangat berbeda. Butuh waktu, butuh ketahanan metal dan fisik, butuh kecerdikan, bahkan tipu daya yang tentunya sulit dilakukan oleh seorang yang moral dan spritualnya tinggi. Kegiatan ini ada posisi dimana kita merugikan orang lain dan membuat untung pihak pencari informasi. Mungkin kalau diistilahkan dengan kata-kata lain, market intelligence akan mencetak si “raja tega” baru. Oleh sebab itu, muncul dilema. Apakah kegiatan ini termasuk etis secara bisnis atau tidak. Etis selama pencarian informasi dilakukan secara jujur. Tapi kenyataannya di lapangan, banyak tidak jujurnya dalam aktivitas ini. Sebaik apapun dari sebuah sistem yang digunakan, jika tanpa adanya dukungan dari sumber daya manusia yang benar-benarkompeten, sistem tersebut tidak akan banyak memberikan hasil yang maksimal. Lalu apa saja kecerdasan yang harus dilatih dan dimiliki oleh seorang marketer dan


bagaimana caranya agar dapat memanfaatkan kecerdasan tersebut secara lebih maksimal? Kecerdasan seperti ini memiliki beberapa bagian utama yaitu: kecerdasan pesaing, kecerdasan produk, pemahaman pasar dan juga pemahaman terhadap para pelanggan. Beberapa Bagian Penting dari Marketing Intelligence Seperti disebutkan diatas bhawa kecerdasan marketing terdiri dari beberapa macam bagian; Competitor Intelligence, Product Intelligence, Market Understanding, dan Customer Understanding, berikut ini merupakan ilustrasi singkat tentang beberapa bagian tersebut. Anda mengetahui bahwa pesaing Anda akan memberikan harga pada barang mereka dibawah rata-rata harga normal (Product Intelligence). Selain daripada itu perusahaan Anda juga ingin sekali mengganti produk lamanya dengan produk baru (Product Intelligence) agar pricing yang akan dilakukan oleh pesaing tidak berarti apaapa bagi produk Anda. Pada saat informasi seperti ini akan dikombinasikan dengan pengetahuan tentang perusahaan, hal ini akan menjadi tantangan terberat bagi seorang CEO untuk dapat mengembangkan pangsa pasar (Competitor Intelligence) dan mereka harus memiliki tujuan dan strategi baru untuk dapat memasuki segmen pasar lainnya (Competitor Intelligence). Informasi tersebut akan menjadi lebih bernilai. Untuk pengambilan keputusasn tersebut, maka diperlukan adanya market research yang sangat mendalam yang berhubungan dengan pasar serta segmen pelanggan. Selain daripada itu dengan cara mengetahui apa saja ketertarikan dari pelanggan dan tren apa saja yang sedang berkembang di pasaran akan semakin memudahkan bagi Anda dalam menentukan strategi marketing (Market dan Customer Understanding).


Bagaimana caranya agar dapat mengaktifkan semua kecerdasan seperti diatas? Sebenarnya proses pemasaran akan berjalan dengan sangat baik apabila dilakukan secara bekerja sama (Teamwork). Dengan adanya bantuan dari tim yang sesuai, maka akan didapatkan hasil yang lebih maksimal. Dan inilah yang disebut dengan team of marketing intelligence sekelas dunia. Lalu bagaimana caranya agar dapat menjadi tim yang sekelas dunia? 1. Sumber data dan Sumber Lapangan. Dengan memiliki data-data yang lebih akurat dan harus berasal langsung dari lapangan, maka akan memberikan gambaran yang lebih jelas. Hal ini akan didapatkan dengan cara mengerahkan seluruh anggota tim untuk menjadi para pengumpul data yang sangat luas jangkauannya. 2. Kemampuan dalam hal menganalisis dan mengambil informasi dari data. Data yang sudah banyak dan sudah terkumpul tidak akan bermanfaat apa – apa. Namun setelah dilakukan tindakan analisis dan pengumpulan informasi yang berhubungan dengan pasar dari berbagai data tersebut, maka data akan menjadi sangat bermanfaat, terutamanya dalam hal pengambilan keputusan. 3. Memanfaatkan teknologi sebagai wadah utama dalam menyebarkan informasi. Setelah mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka sangat penting artinya untuk menyebarkan informasi tersebut kepada bagian yang bersangkutan agar dapat membantu untuk melakukan eksekusi tindakan, terutamanya adalah tindakan yang berhubungan dengan para pesaing Anda.


4. Adanya dukungan dan mengakses kepada para “petinggi/direksi”. Tanpa adanya dukungan dari para petinggi yang akan membuat keputusan tentang apa yang dilakukan oleh tim intelijen marketing, maka hanya akan kurang bermanfaat. Karena itu dalam tim harus ada dukungan, baik itu adalah dari sisi infrastruktur maupun moral dari para atasan. Kesimpulannya adalah untuk dapat membentuk tim marketing intelijen yang sekelas dunia, maka diperlukan adanya saling kepercayaan dan waktu yang lama. Namun semuanya akan dapat dilakukan secara bertahap dari awal, sehingga pada waktunya tim seperti ini akan menjad asset paling berharga dalam pengembangan perusahaan. Intelijen Pasar Dan Peranannya Dalam Dunia Bisnis Kutipan dari http://matacorpora.com/index. Pada aplikasi pemasaran masa kini memang belum banyak yang mengedepankan market intelligence sebagai bagian penting dari pemasaran. Hal ini tentu saja berkaitan dengan masih belum dirasa pentingnya oleh perusahaan baik dalam pengembangan pemasaran produk maupun dalam memproteksi rahasia perusahaan dari intaian market intelligence pesaing. Sedangkan di lapangan yang terjadi adalah banyaknya kasus-kasus yang tidak bisa ditangani dengan baik karena kurang informasi dan efek buruk jangka panjang yang belum dirasakan oleh perusahaan. Misalnya produk perusahaan ternyata oleh competitor dibuat merosot kualitasnya. Produk rokok, obat, minuman energy serta lainnya berada dalam bayang-bayang perusakan oleh competitor. Rokok yang cukup baik mutunya tiba-tiba menjadi tidak enak ketika dihisap oleh konsumen, sebab rokok sudah disuntik dengan cairan dan dijemur, kemudian didistribusikan kembali. Obat bagi perusahaan yang kurang mencari informasi di lapangan seringkali dipalsu. Sudah


Click to View FlipBook Version