The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Pra-POP PT Hasnur Riung Sinergi Site AGM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Riski Ayu Rosami, 2023-07-13 16:40:34

MODUL PRA-POP

Modul Pra-POP PT Hasnur Riung Sinergi Site AGM

2 Komponen Penting a. Pengukuran : Checklist & Pengamatan b. Kesesuaian secara Fisik c. Penerapan Prosedur Fungsi Lembaran Laporan Inspeksi: 1) Sebagai dasar penentuan tindakan; 2) Dokumen K3 & umpan balik Karyawan; 3) Data analisa awal atau terakhir K3; 4) Barometer kesadaran karyawan terhadap K3; 5) Bahan Laporan Dept. K3LH & Manajemen.


3 Siklus Pengamatan a) Memutuskan melakukan inspeksi alat atau tempat kerja b) Berhenti di dekat tempat /alat kerja c) Mengamati apakah ada tindakan/kondisi tidak aman terjadi d) Bertindak 1) Menghentikan tindakan/pekerjaan membahayakan 2) Menjelaskan potensi kecelakaan 3) Menjelaskan perbaikan yang harus dilakukan e) Melaporkan tindakan/kondisi tidak aman (laporan inspeksi K3)


4 Proyeksi Pengamatan a) Alat Pelindung Diri b) Reaksi seseorang c) Posisi seseorang d) Perkakas (alat-alat ringan) e) Tata cara Bekerja Aman f) Tata Tertib


5 Pengamatan Total Tingkatkan kewaspadaan keselamatan kerja Asah Keterampilan Pengamatan Total; Atas, bawah, Muka, belakang, dalam..... Suara asing/aneh..... Bau asing/aneh..... Meraba & merasakan suhu dan getaran asing/aneh.....


6 Klasifikasi Bahaya Pengawas harus dapat; mengklasifikasikan temuan berdasar tingkat risikonya & menentukan skala prioritas melakukan perbaikan


7 Hierarki Pengendalian


8 Prinsip Umum a) Gambaran area b) Periksa area secara sistematis c) Catat semua temuan d) Tindak lanjut e) Laporkan temuan f) Cari penyebab inti g) Perbaikan ulang yang tidak perlu h) Pendapat tidak bias


Inspeksi Jalan dan Jalur Inspeksi Peledakan dan Bahan Peledak Inspeksi PIT OB & coal Inspeksi Top soil Inspeksi Sump Inspeksi ROM/ Stockpile Inspeksi pit area


Inspeksi Workshop Inspeksi washing pad Inspeksi Pit Stop Workshop Area


Inspeksi Daerah Tangki dan Tempat Pengisian BBM Inspeksi TPS Inspeksi HANDAK Inspeksi unloading fuel Inspeksi hydrocarbon Logistik Area


∙ Inspeksi Daerah Mess ∙ Inspeksi Kantor ∙ Inspeksi kantin dan dapur ∙ Inspeksi parkiran ∙ Inspeksi emergency room ∙ Inspeksi Gudang Office & Mess area


Inspeksi Sediment Pond Inspeksi Settling Pond Enviroment Area


Inspeksi tool box Inspeksi alat angkat, angkut Inspeksi tangga Inspeksi listrik portable Inspeksi panel listrik Inspeksi pelindung machine Inspeksi alat2 peringatan Inspeksi bejana & tabung gas bertekanan Inspeksi tugas khusus


Inspeksi Bulanan APD Inspeksi Ban Pengangkutan Inspeksi APAR Inspeksi daerah basah Inspeksi conveyor Commisioning & re-comisioning Inspeksi lain-lain


Inspeksi penyalur petir alat angkat angkut / crane / stand Tabung bertekanan Genset Compressor Pressure gauge Hyperkes pihak ketiga/sertifikasi


Tahap Perencanaan dan Persiapan Inspeksi a. b. c. d. Mengumpulkan Informasi; Membuat daftar periksa/checklist inspeksi tempat kerja; Membuat daftar periksa inspeksi peralatan; Area tidak tetap a. b. c. Menyiapkan pelaksanaan Siklus pengamatan objek Pengamatan Total. Klasifikasi bahaya. Pelaksanaan: Interaksi & Menangani Keadaan Darurat a. b. c. Rekomendasi & Menindaklanjuti temuan Evaluasi Inspeksi Laporan & Penyebarluasan hasil Inspeksi Tahap Pelaksanaan Inspeksi Tahap Tindak Lanjut Tahapan Inspeksi K3


Ada Follow up Terjadwal Mengacu pada standar yang berlaku Terdokumentasi menggunakan ceklis dan form Tidak merubah kondisi yang diinspeksi kecuali membahayakan manusia / alat Inspeksi bukan kegiatan pemeliharaan Dilakukan oleh orang / tim yang kompeten dan ditunjuk 1. 7. 6. 5. 4. 3. 2. Tata cara inspeksi


1. Kode Bahaya Untuk mengetahui tingkat bahaya 2. Item yang DiPeriksa Daftar yang harus dilakukan pengecekan 3. Standar Referensi Sebagai pedoman standar dari suatu kondisi Tingkat pemenuhan 4. Skoring 5. Personil Data inspektur 6. Atasan Melakukan inspeksi ulang Ceklis Inspeksi


Kode Bahaya


Lembar Deviasi, Bahaya, & Tindak Lanjut


Didistribusikan kepada para penanggung jawab dan salinannya ke SHE Dept. bisa melalui email, WA atau hardcopy. Rekomendasi Perbaikan


✔ Dilakukan oleh atasan ✔ Terhadap : ▪ Hasil inspeksi yang dilakukan di areanya ▪ Hasil pelaksanaan tindakan perbaikan hasil inspeksi sebelumnya ✔ Untuk memastikan inspeksi dijalankan dan ditindaklanjuti secara efektif Over Inspeksi Hasil inspeksi sebelumnya periksa •Sudah dilakukan •Sudah efektif evaluasi •Sign off •Outstanding close


1. Peserta inkonsistensi dalam melakukan inspeksi 2. Deviasi tidak tercapture 3. Follow up overdue date Tantangan Inspeksi


Observasi tugas berisiko tinggi


1. Menurunkan cara kerja tidak aman – TTA 2. Meningkatkan komunikasi dan pemahaman K3 pekerja 3. Memperkuat peningkatan kompetensi K3 4. Membentuk budaya kerja aman 5. Mengapresiasi dan tindakan disiplin Tujuan Manfaat 1. Membetulkan tindakan tidak aman/substandard sebelum terjadi 2. Feedback efektivitas Pelatihan 3. Evaluasi kecukupan PTT/JSA 4. Create Relationship – pekerja & atasan 5. Promosi awareness keselamatan kerja


1. Waktu khusus 2. Pengamatan total 3. Penggunaan lembar pemeriksaan (Check-list) 4. Cermat, Menyeluruh dan Uji Coba 5. Pelaporan dan Rekomendasi / Perintah Kerja Penentuan Objek Kritis 1. Potensi Kerugian (catatan kerugian, perawatan, kecelakaan) 2. Pengalaman yang relevan 3. Potensi kecelakaan (Risk Assessment) 4. Buku Petunjuk 5. Interview Karyawan Prinsip Observasi


Kondisi Fisik Umum: Pelindung Mesin, Pemasangan Listrik, Tabung Gas Bertekanan, Bahan Mudah Menyala, Jalan Keluar, Alat Pemanjat/Tangga, Perkakas Tangan, Gang (Walk Way), Gudang/Penyimpanan, Label dan Kunci, Sisa Bahan/Material Observasi Kritis Pada Objek Pengamatan Pengendalian: Sistem Alarm & Deteksi, Sistem Penyiraman, Evakuasi Kebakaran, Pemadam Api Portable, Pencegahan Kebakaran, Pengurungan Kebakaran, Pemberitahuan Kebakaran, Pelayanan Kebakaran, Peralatan Kebakaran Lingkungan & Kesehatan: Korosi, Material, Beracun, Ventilasi, Kebisingan, Radiasi, Temperatur, Penerangan, Bahan Berbahaya, Alat Proteksi Diri


4 20 76 Condition & misc Behavior & Condition Behavior 10 0 60 50 40 30 20 90 80 70 Unsafe Act Unsafe Condition 96 4 (%) 100 % % % Hasil Riset DuPont & Terry E. Mc Sween “96% kecelakaan disebabkan Tindakan Tidak Aman (At Risk Behavior) dibandingkan Kondisi Tidak Aman (At Risk Condition)


Elemen Kunci Pengubahan Perilaku 1. Observasi 2. Umpan Balik (Feedback) 3. Kepemimpinan (Leadership) 4. Konsistensi 4 Observasi adalah Pengamatan yang diarahkan pada perilaku pekerja pada tempat kerja


Seeing Observation Indera : Mata Seluruh Indera Beda pengamat, beda interpretasi Interpretasi sama meski beda pengamatan Informal Formal (Ada Tujuan) Pelaksanaan tidak tersistematis Pelaksanaan Sistematis Tidak perlu “skill” Butuh Kecil Tidak Berlanjut Berkelanjutan Tidak “Fokus) Fokus Seeing vs Observation


Observation Hazard Report Dijadwalkan atau direncanakan Fokus kepada peralatan, alat dan fasilitas Komunikasi 2 arah harus dilakukan Tidak harus melakukan komunikasi 2 arah Merubah perilaku secara langsung Tidak diperlukan suatu kesepakatan Tidak ada tekanan Tidak memerlukan pujian Fokus kepada perilaku kerja Fokus kepada KTA & TTA Terjadi sebuah kesepakatan Tidak ada kesepakatan Ada Pujian Kemungkinan besar Hukuman Observation vs Hazard Report


Observation Safety Talks Komunikasi 2 arah harus dilakukan Komunikasi 1 Arah Fokus kepada perilaku pekerja Penjelasan, mengingatkan prosedur, aturan atau kejadian kecelakaan Terjadi sebuah kesepakatan Tidak ada kesepakatan Ada Pujian Kemungkinan besar Hukuman OBSERVASI TUGAS BERISIKO TINGGI “Alat bantu manajemen dalam melakukan pengendalian insiden melalui pengawasannya terhadap perilaku orang melalui pengamatan terhadap tugas/pekerjaan berisiko tinggi secara sistematis Observation vs Safety Talks


Segala Sesuatu Yang Berpotensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Baik Jasmani Maupun Rohani ( merugikan pada manusia, property gangguan proses produksi dan kerusakan lingkungan ) Contoh : Berkendara melebihi batas kecepatan/dipengaruhi alkohol/narkoba, Bekerja di ketinggian tanpa alat keselamatan / sarana pelindung jatuh / menggunakan alat kerja / APD tidak layak/ tidak sesuai Bahaya ?


BIOLOGI ▪ Bakteri ▪ Virus FISIK • Bising • Getaran ERGONOMI • Stress Fisik • Ruang terbatas MEKANIS • Permesinan • Peralatan KIMIA • Asap • Fume LINGKUNGAN • Kemiringan • Cuaca PSIKOSOSIAL • Trauma • Intimidasi TINGKAH LAKU • Kurang ahli • Tidak patuh Tipe Bahaya


Kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya atau paparan dengan keparahan suatu cidera atau sakit penyakit yang dapat disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut Risiko ?


Eliminasi Substitusi Engineering Administrasi Alat Pelindung Diri Menghentikan Pekerjaan Barang beda Fungsi sama Desain ulang Membuat prosedur Mengurangi Paparan Hierarki Pengendalian Resiko


PERENCANAAN / PREPARING PENGAMATAN / OBSERVING DISKUSI / DISCUSSING PENCATATAN / RECORDING TINDAK LANJUT / FOLLOW UP KOMITMEN / COMMITMENT 1 2 3 4 5 6 7 tahapan observasi tugas berisiko tinggi


Observer Observed Pengawasa Area Karyawan baru Paham PTT/SA Yang melakukan Tugas Baru Skill/Kompeten Poor Performance/Risk Taker Experienced With Ability Proble Tentukan tugas apa yang akan diobservasi 1. Prinsipnya semua pekerjaan sebaiknya diobservasi; 2. Namun perlu prioritas pelaksanaan: Tugas = top incident, risk rating (kode bahaya) potensi Major Loss & Tugas baru Prioritas observasi pada 1. Pekerjaan baru: baik orang baru maupun penugasan baru 2. Pekerja dengan kinerja yang menurun 3. Pekerja dengan sifat “risk takes” 4. Pekerja dengan keterbatasan tertentu Perencanaan


1. Berdiri dan melakukan observasi dengan mengambil jarak yang sesuai 2. Fokus kepada perilaku & amati pula area kerja sekelilingnya 3. Menggunakan Formulir yang telah tersedia 4. Bangun & jalin komunikasi Pengamatan


Immediate Feed Back – dengan pekerja • Terimakasih • Menjelaskan yang benar • Membetulkan/menghentikan yang salah • Memberi contoh • Buat “Kontrak/Kesepakatan” bekerja aman Performance Discussion – dengan atasannya: • Review dan tindak lanjut Diskusi


Menggunakan formulir observasi tugas terencana • Satu observasi – satu pekerjaan • Semua temuan wajib dituliskan • Ditulis dengan tulisan yang terbaca dan mudah diidentifikasi maksudnya Pencatatan


• Analisa Repetitive Items • PICA • Follow up Observation Tindak Lanjut


• Buat komitmen untuk konsisten penerapan safe action • Berikan apresiasi jika melakukan pekerjaan sesuai prosedur • Lakukan penegakan disiplin Komitmen


Pelaksanaan JSO merupakan bagian dalam SAP (Safety Accountability Program) yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pengawas. Group Leader Observasi 1x / hari Tidak ada Observasi ulang Section Head Observasi 2x / minggu Observasi ulang 2x / minggu Departement Head Observasi 1x / minggu Observasi ulang 1x / minggu Project Manager Observasi 1x / bulan Observasi ulang 1x / bulan SHE Officer/GL Observasi 1x / hari Observasi ulang 1x / bulan Frekuensi Partisipasi JSO


• Jenis • Pemakaian • Dihindari dari kerusakan • Tidak dipakai untuk keperluan lain Object Observasi Penggunaan APD • Urut-urutan pekerjaan • LOTO • By-pass • Merubah, menyetel, memasang pada saat mesin beroperasi • Coba-coba Penggunaan Alat Kerja • Perilaku • Kesesuaian jenis dengan pekerjaan • Petunjuk pemakaian / pemeliharaan • Pemakaian • Dihindari dari kerusakan • Tidak dipakai untuk keperluan lain


Pada lokasi dan tempat yang berpotensi terjepit, terjatuh, tertimpa, dsb. Berpijak pada lokasi yang rentan, terpeleset, tersangkut, terperosok Object Observasi Posisi Manusia • Prosedur Area kerja • Kebersihan • Rambu/Safety Sign? • Cuaca? • Getaran? • Suhu? • Kebisingan? • Pencahayaan? • Diketahui & Dipahami? • Diikuti & Dijalankan? • Tersedia & memadai


1. Dilakukan oleh orang yang kompeten dan ditunjuk 2. Dilakukan secara incognito / tanpa disadari oleh objek observasi 3. Tidak mengintervensi kegiatan yang dilakukan objek observasi kecuali membahayakan manusia / alat 4. Terdokumentasi menggunakan ceklis dan form QSHEMS Mengacu pada Job Safety Observation (JSO) yang berlaku Aturan Observasi


o Dilakukan pada pekerjaan-pekerjaan kritikal (resiko I dan II) o Menggunakan ceklis observasi yang disesuaikan dari Job Safety Observation (JSO) o Dilakukan oleh atasan pelaksana pekerjaan o Fokus pada: – Aktivitas yang dilakukan – Persyaratan dan standar yang seharusnya dilakukan – Perilaku dan kecenderungannya Observasi Tugas Terencana


Harus memuat: o Kegiatan kritis yang diperiksa dan standar yang harus dipenuhi o Kolom untuk memeriksa dilakukan / tidak o Kolom untuk mencatat hasil Analisis dari Deviasi 1. Statistik pergerakan perubahan Perilaku Aman & Perilaku Tidak Aman & Pencapaian target Observasi 2. Kemungkinan gejala “Lack of Management” seperti ketersediaan peralatan, perkakas, APD, yang memadai, bentuk monitoring area kerja, dsb. 3. Kemungkinan gejala “Lack of Competence” dan kekurangan lainnya seperti knowledge/awareness 4. Kemungkinan gejala “Lack of Procedure”


➜ Jika langkah kerja yang dilakukan tidak sesuai dengan ceklis, periksa apakah; ○ Merupakan suatu deviasi ○ Selidiki penyebab terjadinya deviasi ○ Cermati perubahan yang terjadi dan ○ Potensi kecelakaan akibat deviasi ➜ Catat di ceklis observasi ➜ Buat Green Card STOP AND FIX JIKA AKTIFITAS ORANG TERSEBUT BERBAHAYA (RESIKO I ATAU II) Deviasi dalam Observasi


Click to View FlipBook Version