24 Kunci Pengawasan K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? 9. Meningkatkan Kesadaran K3 ❖ P5M ❖ Safety Talk ❖ Campaign melalui poster dan media lainnya ❖ Melalui Lomba K3 10. Kreativitas untuk Pencegahan Kecelakaan Menciptakan suasana kerja yang baik untuk meningkatkan kreativitas •Masalah yang diperoleh melalui program yang dilakukan selama ini (misal laporan nearmiss) dicatat sebagai data •Tema secara perorangan atau perkelompok agar dapat dibahas dan dibuat usulan perbaikan •Memuji ide atau usulan baik Memahami situasi secara bersama •Pengawas dapat memperoleh hasil baik melalui usaha bawahan untuk melakukan pekerjaan maupun meningkatkan keselamatan dengan usaha bersama Membina daya kreativitas •Kemampuan dalam identifikasi masalah •Kemampuan menerapkan •Kemampuan berpikir •Kemampuan minciptakan ide baru •Kemampuan mengusulkan dan menyusun ide •Kemampuan menyempurnakan agar ide baru dapat digunakan secara nyata
25 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? PENGUKURAN PELAKSANAAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB PENGAWAS OPERASIONAL
26 Accountability APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? ❖ Seseorang dapat mengukur tanggungjawab atas apa yang mereka lakukan dan harus mampu untuk memberikan penjelasan atas tanggungjawab tersebut ❖ Orang yang accountable adalah orang yang responsible terhadap apa yang mereka kerjakan dan kinerjanya dapat dihitung dengan cara merinci pekerjaan yang tadinya bersifat kualitas tidak dapat dihitung menjadi dapat dihitung secara kuantitas (TERUKUR). ❖ Sehingga kinerja dari suatu kegiatan dapat dinilai dengan angka angka
27 Implementasi Tanggungjawab Pengawas APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Melakukan tindakan perbaikan terhadap TTA dan KTA Memastikan tugas yang diberikan telah dipahami Memastikan bahwa semua peralatan dan cara kerja aman Semua Pengawas wajib melaksanakan pemeriksaan safety harian
28 Tahapan menjadi Pengawas Accountable APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Merinci tahapan pekerjaan pengawasan K3 yang akan dilaksanakan Membuat jadwal pengawasan Menentukan waktu/lamanya pengawasan Membuat petunjuk (guidelines) pengawasan Menentukan aspek/bagian WAJIB periksa (daftar periksa/checklist) Menentuka daerah pengawasan Mengevaluasi kuantitasi pengawasan, daftar hadir dan presentase ketaatan K3 Menentukan penanggung jawab pengawasan Menentukan standar evaluasi Membuat laporan dan dokumen arsip mampu telusur
29 Kunci Pengawasan K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Standar Pelaksanaan 1. 2. 3. 4. Pada awal shift/gilir kerja pengawas melaksanakan inspeksi umum di area kerja yang meliputi: akses jalan, peralatan, area kerja, SOP, Unsafe ACT (TTA) & Unsafe CON (KTA) Menggunakan lembar check-list pemeriksaan safety harian/daily safety checklist Hasil pemeriksaan di tinjau/direview & ditanda tangani atasan Departemen membuat file pemeriksaan, follow-up & closure finding 1. Pengawas lini depan melakukan setiap hari gilir kerja; 2. Atasan memeriksa dan menandatangani. 1. Pemeriksaan safety harian harus mencakup semua area kerja 2. Tindakan perbaikan segera selama ditemukan 3. Hasil pemeriksaan ditandatangani atasan TARGET SECARA
30 Target Safety Accountability Program (SAP) APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Operation Group Periksa K3 Harian Inspeksi K3 Temu K3 Observasi K3 Observasi/Inspeksi Ulang Group Leader, Acting, Supervisor 1/ hari 4 / bulan 4 / bulan 1 / hari Tidak Section Head - 2 / bulan 2 / bulan 2 / Minggu Ya Department Head - 1 / bulan 1 / bulan 1 / minggu Ya Project Manager - 1 / bulan 1 / bulan 1 / bulan Ya SHE GL/Officer - 4 / bulan 4 / bulan 1/ hari Ya
31 Laporan Safety Accountability Program (SAP) APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA?
32 SHE System , Training, Data Evaluator TERIMA KASIH! APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA?
PT Hasnur Riung Sinergi Modul Diklat POP “Pertemuan Keselamatan Pertambangan”
PROFILE INSTRUKTUR Foto profile Nama : Profile kompetensi pengajar Ex: training
DAFTAR ISI Jenis Pertemuan Keselamatan Terencana Latar Belakang, Tujuan dan Fungsi Tahapan Pertemuan Keselamatan Terencana Faktor Komunikasi Efektif Tahapan Persiapan Pertemuan Tahapan Evaluasi Pertemuan Tahapan Pelaksanaan Pertemuan Tindak Lanjut hasil Pertemuan 1 2 3 4 5 6 7 8
Dasar Hukum Perlindungan Lingkungan Dasar Hukum Keselamatan Pertambangan Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Investigasi Kecelakaan Analisa Keselamatan Pekerjaan Inspeksi dan Observasi K3 1 2 3 4 5 6 7 8
Dasar Hukum Perlindungan Lingkungan Dasar Hukum Keselamatan Pertambangan Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Investigasi Kecelakaan Analisa Keselamatan Pekerjaan Inspeksi dan Observasi K3 1 2 3 4 5 6 7 8
NO KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI SK 1 PMB.PO02.001.01 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Keselamatan Pertambangan POP 2 PMB.PO02.002.01 Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan pada area yang menjadi Tanggung Jawabnya POP 3 PMB.PO02.003.01 Melaksanakan pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana POP 4 PMB.PO02.004.01 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan POP 5 PMB.PO02.005.01 Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko POP 6 PMB.PO02.006.01 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan POP 7 PMB.PO02.007.01 Melaksanakan Inspeksi POP 8 PMB.PO02.008.01 Melaksanakan Analisis Keselamatan Kerja POP SKKK – Unit Kompetensi POP Peraturan & Perundangan MINERBA
NO KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI SK 2 PMB.PO02.003.01 Melaksanakan Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana POP SKKK – Unit Kompetensi POP KU : PMB.PO02.003.01 ELEMEN KOMPETENSI : Referensi : Permen ESDM No. 43 Tahun 2016 1. Menyiapkan Pertemuan 2. Melaksanakan Pertemuan 3. Mengevaluasi Proses Pertemuan 4. Menindaklanjuti Hasil Pertemuan Peraturan & Perundangan MINERBA
1. Pengawas WAJIB melaksanakan Pertemuan K3 dengan bawahannya 2. Pekerja HARUS didorong untuk berpartisipasi, melaporkan dan membahas hal terkait K3 3. Rekaman Pertemuan K3 HARUS disimpan min. 1 tahun sebagai acuan dan bahan audit Latar Belakang Tujuan 1. Mengarahkan teknik & filosofi Rapat K3 2. Memberdayakan pekerja agar mampu selesaikan masalah K3 3. Mengembangkan keterampilan & Kepemimpinan Pertemuan Keselamatan Pertambangan
Pertemuan Keselamatan Pertambangan untuk membahas masalah K3 sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan program K3 di setiap perusahaan Beberapa Jenis Pertemuan Keselamatan Pertambangan: 1. Satu kelompok kerja dipimpin pengawasnya (safety Talk/P5M) 2. Satu kelompok atau lebih melibatkan pekerja maupun pengawas (safety meeting) 3. Kelompok lebih besar melibatkan seluruh pengawas perusahaan (safety committee meeting, Safety Stand down Meeting)
1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja tentang tugasnya; 2. Membantu identifikasi dan analisa masalah; 3. Membangun penyelesaian masalah; 4. Menstimulasi diterimanya kebijakan peraturan dan prosedur kerja; 5. Meningkatkan keselamatan/megurangi cidera dan kerusakan 6. Memperbaiki kualitas pekerjaan/mengurangi produksi yang rusak dan pengerjaan ulang. Fungsi Pertemuan
11 FAKTOR KOMUNIKASI AGAR EFEKTIF KETERTARIKAN PADA 04 PERASAAAN Komunikasi yang mudah terbaca dan menghasilkan pengertian dan tindakan yang lebih cepat dan efektif. 03 ALAT BANTU ● Orang akan mengerti dan mengingat lebih baik apa yang mereka lihat dan dengar sekaligus ● Fungsi alat bantu audio dan visual sangat menunjang dalam komunikasi. 02 PENGGUNAAN Apabila seseorang pengawas ingin supaya anak buahnya mengerti dan mengingat ide yang dia sampaikan maka pengawas harus membantu mereka untuk menggunakan ide tersebut dalam pekerjaannya. 01 TIDAK HILANG DIJALAN Semakin banyak orang yang terlibat dalam suatu garis komunikasi, maka: ● perlambatan ● kehilangan makna ● distorsi Pencegahan : Face to face meeting
Berdasarkan Penelitian Digambarkan bahwa Pekerja akan ingat : 10% Yang Mereka Baca 20% Yang Mereka Dengar 30% Yang Mereka Lihat 50% Yang Mereka Lihat Dan Dengar 70% Yang Mereka Katakan Dan Diskusikan 90% Yang Mereka Katakan & Lakukan Ekwal dan Shanker (dalam Ginnis, 2008) Hal Penting Terkait Penyampaian Informasi
Tahapan Pelaksanaan Pertemuan Keselamatan Pertambangan : 1. Menyiapkan Pertemuan 2. Melaksanakan Pertemuan 3. Mengevaluasi Proses Pertemuan 4. Menindaklanjuti Hasil Pertemuan PT. HASNUR RIUNG SINERGI | POP | RANTAU | SEPTEMBER 2022
Langkah-Langkah menyiapkan Pertemuan : Membuat rencana pertemuan sesuai kondisi actual Menentukan peserta sesuai dengan topik Menyiapkan alat penunjang pertemuan sesuai dengan topik Menentukan urutan pelaksanaan sesuai dengan topik Pemilihan topik sesuai kebutuhan Menentukan materi pertemuan sesuai dengan topik Menentukan metode presentasi sesuai dengan topik Menyiapkan Pertemuan
1. Supervisor harus membuat rencana safety meeting atau agenda sesuai kondisi actual (jadwal, waktu, tempat, agenda); 2. Beberapa perusahaan telah menetapkan jadwal pelaksanaan safety meeting (bulanan, mingguan); 3. Dalam menyusun agenda rapat faktor waktu dan peserta menjadi pertimbangan utama. Membuat Rencana Pertemuan Sesuai Kondisi Actual: 1
1. Supervisor dituntut kecermatan dalam memilih topik yang tepat sesuai kondisi; 2. Supervisor harus banyak menggali sumber-sumber ide terhadap topik yang akan disampaikan 1. Topik pertemuan adalah hal-hal yang dikuasai; 2. Hal yang menjadi masalah pada akhir-akhir ini; 3. Kecelakaan atau insiden lainnya yang baru terjadi; 4. Aturan atau peraturan yang baru; 5. Rekomendasi yang belum selesai dilaksanakan; 6. Kecelakaan yang mungkin bisa terjadi pada area kerja. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Supervisor dalam memilih topik: Pemilihan topik sesuai kebutuhan: 2
1. Peserta Safety Meeting harus sesuai dengan topik pertemuan yang akan dibahas 2. Peserta Safety Meeting yang tidak sesuai dengan topik yang dibahas akan membuat pertemuan kurang bermanfaat Menentukan peserta sesuai dengan topik 3
Dalam menyusun materi pertemuan harus sesuai dengan topik yang telah ditentukan. Contoh: Apabila kasus kecelakaan yang menjadi topik, maka Supervisor harus mempersiapkan uraian yang jelas mengenai kasus tersebut, faktor pendorong dan penyebab kecelakaan serta tindakan koreksi dll. Menentukan materi pertemuan sesuai dengan topik 4
Alat penunjang topik Menyiapkan alat penunjang pertemuan sesuai dengan topik 1. Supervisor harus memastikan segala kebutuhan pertemuan telah tersedia 2. Alat penunjang Pertemuan yang sesuai dengan topik dan metode presentasi, misalnya: Alat tulis, proyektor, papan tulis, Audio-Video, Sound System, Foto foto yang sesuai termasuk didalamnya kursi & meja 5
DISKUSI DAN TANYA JAWAB ● Pengawas menggali jawaban dari peserta, berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan untuk merangsang partisipasi dari peserta ● Keuntungan : hasil yang lebih akurat dan terpakai ● Kekurangan : diskusi bisa menjadi molor tanpa hasil yang memada DISKUSI KELOMPOK KECIL Setiap kelompok akan ditunjuk satu orang sebagai reporter dan mempresentasikannya di depan pengawas tentang hasil diskusi CERMAH DAN DISKUSI ● Pengawas adalah sosok kunci yang mendominasi. ● Metode untuk mengkomunikasikan hal-hal baru ● Keuntungan : mengendalikan pertemuan ● Kekurangan : cenderung bosan, gelisah, mengantuk dan bahkan tertidur PRO DAN KONTRA Metoda ini digunakan terhadap topik yang mengundang argumentasi atau ketidaksetujuan peserta. Supervisor akan merangsang peserta untuk menyampaikan opini serta ia memihak akan mengurangi keberanian peserta . METODE PERSENTASI Menentukan metode presentasi sesuai dengan topik 6
Urutan pelaksanaan Safety Meeting harus sesuai dengan topik pertemuan yang akan dibahas serta metode yang akan digunakan: 1. Pembukaan 2. Pemaparan Materi 3. Diskusi 4. Pengambilan Keputusan/Tindaklanjut 5. Penutup Menentukan urutan pelaksanaan sesuai dengan topik 7
Topik Pembahasan : Weekly Meeting KPI Waktu : 45 menit Pimpinan Rapat/ID : Doni/PM / KTT Penyelenggara : All Dept Penulis Rapat/ID : Syahrul/Management DevelopmentPeserta : Perwakilan All Dept Tujuan Rapat : Monitoring Pencapaian Mingguan dari masing-masing Dept Materi Rapat : 1. Weekly KPI SHE 2. Weekly KPI ENG 3. Weekly KPI PRO Metode presentasi : Pemaparan & Diskusi Urutan Rapat : 1. Pembukaan 2. Weekly KPI SHE 3. Weekly KPI ENG 4. Weekly KPI PRO 5. Pembahasan Issue dan Diskusi 6. Penutup 2 Menit 10 Menit 10 Menit 10 Menit 10 Menit 3 Menit Total 45 Menit Dokumen Terkait : Attendance List, TTD Pelaksana
A. Pembukaan 1. Pertemuan harus dimulai tepat waktu 2. Pemimpin rapat mengucapkan terimakasih dan membacakan agenda rapat, topik dan sasaran yang akan dicapai B. isi (Pemaparan Materi dan Diskusi) 1. Supervisor sebagai pemimpin pertemuan harus dapat membangkitkan partisipasi semua peserta rapat 2. Supervisor harus bisa mengatasi peserta yang kurang mendukung acara tersebut, diantaranya peserta yang: Senang berargumentasi, Pesimis, Suka bercanda, Pendiam & Sok Tahu C. Penutup 1. Usahakan pelaksanaan rapat tepat waktu, tidak molor 2. Pemimpin rapat harus membuat rangkuman hasil rapat dan kesimpulan serta tindak lanjut pertemuan kemudian membacakan pada akhir rapat 3. Ucapan terimakasih kepada peserta rapat atas partisipasi aktif mereka Hal-hal yang harus diperhatikan saat pelaksanaan pertemuan
1. LAPORAN : Membuat laporan dan hasil pertemuan dan mendistribusikan 2. EVALUASI : Menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan pertemuan 3. TINDAKLANJUT : Menindaklanjuti hasil pertemuan 24 Tugas Supervisor / Pimpinan Setelah Pertemuan
Terdapat 3 Hal Penting dalam Evaluasi Pertemuan : 1. Pembahasan dievaluasi sesuai dengan topik 2. Penggunaan alat bantu dan fasilitas dievaluasi sesuai rencana 3. Penggunaan waktu dievaluasi tiap urutan kegiatan Mengevaluasi Pertemuan
1. Tenggat waktu tindak lanjut ditentukan; 2. Penanggung jawab tindak lanjut ditentukan sesuai job-desc 3. Kesimpulan pertemuan didistribusikan sesuai daftar hadir 4. Laporan pertemuan dibuat sesuai hasil pelaksanaan 5. Hasil pelaksanaan tindak lanjut dievaluasi sesuai kesimpulan 6. Hasil pertemuan didokumentasikan 7. Hasil tindak lanjut didokumentasikan Terdapat 7 Hal penting dalam Tindaklanjut hasil pertemuan : Tindak Lanjut Hasil Pertemuan
SANGGAHAN (DISCLAIMER) Dokumen ini merupakan dokumen Perusahaan yang bersifat rahasia dan diperuntukkan serta dipergunakan hanya untuk kepentingan HASNUR RIUNG SINERGI. Dokumen ini tidak untuk didistribusikan ke luar HASNUR RIUNG SINERGI baik keseluruhan dokumen maupun sebagian dokumen tanpa persetujuan dari pihak HASNUR RIUNG SINERGI yang berwenang. Segala bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan dokumen ini akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. TERIMA KASIH 27
PT Hasnur Riung Sinergi Modul Diklat POP “Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko”
PROFILE INSTRUKTUR Foto profile Nama : Profile kompetensi pengajar Ex: training
DAFTAR ISI Tujuan Definisi Prosedur identifikasi bahaya Jenis-jenis potensi bahaya di tempat kerja Prosedur Penetapan tingkat risiko Hirarki Pengendalian risiko Metode Penilaian (Analisis) Risiko Penyusunan IBPR sesuai SOP 1 2 3 4 5 6 7 8
Dasar Hukum Perlindungan Lingkungan Dasar Hukum Keselamatan Pertambangan Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Investigasi Kecelakaan Analisa Keselamatan Pekerjaan Inspeksi dan Observasi K3 1 2 3 4 5 6 7 8
Dasar Hukum Perlindungan Lingkungan Dasar Hukum Keselamatan Pertambangan Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Investigasi Kecelakaan Analisa Keselamatan Pekerjaan Inspeksi dan Observasi K3 1 2 3 4 5 6 7 8
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PT. HASNUR RIUNG SINERGI | POP | RANTAU | SEPTEMBER 2022
NO KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI SK 1 PMB.PO02.001.01 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Keselamatan Pertambangan POP 2 PMB.PO02.002.01 Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan pada area yang menjadi Tanggung Jawabnya POP 3 PMB.PO02.003.01 Melaksanakan pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana POP 4 PMB.PO02.004.01 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan POP 5 PMB.PO02.005.01 Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko POP 6 PMB.PO02.006.01 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan POP 7 PMB.PO02.007.01 Melaksanakan Inspeksi POP 8 PMB.PO02.008.01 Melaksanakan Analisis Keselamatan Kerja POP SKKK – Unit Kompetensi POP Peraturan & Perundangan MINERBA Peraturan Menteri ESDM Nomor 43 Tahun 2016
Segala Sesuatu Yang Berpotensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Baik Jasmani Maupun Rohani ( merugikan pada manusia, property gangguan proses produksi dan kerusakan lingkungan ) Contoh : Berkendara melebihi batas kecepatan/dipengaruhi alcohol/narkoba, Bekerja di ketinggian tanpa alat keselamatan / sarana pelindung jatuh / menggunakan alat kerja / APD tidak layak/ tidak sesuai Definisi Bahaya ?
Kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya atau paparan dengan keparahan suatu cidera atau sakit penyakit yang dapat disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut Definisi Risiko ?
Adalah proses mengidentifikasi setiap bahaya yang ada dalam proses-proses kegiatan perusahaan dan dilakukan penilaian apakah setiap bahaya yang ada akan menimbulkan risiko dalam interaksinya dan menentukan pengendalian yang memadai sampai batas yang dapat diterima. Definisi Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko
Anda Harus Memahami : • Proses pekerjaan • Syarat & aturan tempat kerja • Sifat bahaya bahan terpakai • Perlindungan peralatan • Proses produksi • Informasi-informasi yang membantu identifikasi bahaya INGAT!!! Sesuatu dianggap aman oleh seseorang, mungkin sebaliknya bagi orang lain. Lakukan penilaian resiko, jika diyakini situasi ini tidak aman. Mengidentifikasi Bahaya
Proses Risk Assessment merupakan langkah awal untuk menentukan perencanaan SMK3L & Quality Adalah proses evaluasi risiko-risiko dengan memperhatikan kecukupan pengendalian yang sudah ada dan menentukan apakah risikonya bisa diterima atau tidak Definisi Penilaian Risiko
✔ Memastikan semua sumber bahaya diketahui ✔ Semua aspek lingkungan dan dampaknya diketahui ✔ Perencanaan pengendalian yang tepat dapat dilakukan ✔ Fokus dalam pengelolaan K3LH ✔ Sebagai bagian manajemen resiko tingkat modern ✔ Mengetahui potensi penyebab terjadinya kecelakaan ✔ atau kerugian sejak dini ✔ Dapat membuat perencanaan • Sebelum terjadinya kecelakaan • Pada saat terjadinya kecelakaan • Setelah terjadinya kecelakaan Tujuan Penilaian Risiko
BIOLOGI ▪ Bakteri ▪ Virus FISIK • Bising • Getaran ERGONOMI • Stress Fisik MEKANIS • Permesinan • Peralatan KIMIA • Asap • Fume LINGKUNGAN • Kemiringan • Cuaca PSIKOSOSIAL • Trauma • Intimidasi TINGKAH LAKU • Kurang ahli • Tidak patuh Jenis- Jenis Potensi Bahaya di Tempat Kerja Keselamatan Kesehatan