03 31 JENIS LIMBAH DARI KEGIATAN PERTAMBANGAN 02 LIMBAH B3 Dihasilkan dari kegiatan di perbengkelan maupun pada proses pengolahan komoditas tambang. meliputi oli bekas, semua material yang terkontaminasi minyak (bensin, solar, minyak tanah), gemuk bekas, bekas suku cadang kendaraan atau mesin yang mengandung hidrokarbon, 01 AIR LIMBAH ASAM TAMBANG ● Berasal dari dari air larian permukaan yang kontak langsung dengan kegiatan tambang. 03 LIMBAH NON B3 Berasal dari kegiatan fasilitas penunjang tambang, berupa bekas kemasan yang terbuat dari plastik atau logam yang tidak termasuk dalam limbah B3. 04 LIMBAH DOMESTIK berasal dari kegiatan perkantoran, perumahan atau mess karyawan, dan kegiatan lainnya. contoh : kertas, sisa makanan, dan sampah
32 PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG
Pedoman Pelaksanaan kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan MINERBA Pencegahan terhadap pembentukan air asam tambang terdiri atas : 1) Manajemen penempatan batuan penutup; 2) Pengkapsulan (dry cover) 3) Metode Perendaman (wet cover) 4) Pencampuran material pembentuk asam dengan material yang tidak berpotensi membentuk asam atau bersifat basa; 5) Penggunaan metode lainnya sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi; 6) Mengolah air asam tambang sampai memenuhi baku mutu lingkungan hidup. Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018
NAF: non acid forming material PAF: potential acid forming material
PENGENDALIAN DRANAGE REKLAMASI
Pengelolaan lingkungan Air Asam tambang Pengelolaan Limbah air asam tambang dilakukan dengan mengalirkan air asam tambang ke dalam bak-bak sediment pond untuk pengendapan dan pemberian bahan kimia yang sesuai sebagai penetralisir. 1 2 4 3 SUMP Tempat terendah penampungan air di pit SEDIMENT POND Tempat pengendapan lumpur air yang berasal dari sump SETTLING POND Tempat dilakukan treatmen air limbah supaya air sesuai baku mutu lingkungan PERAIRAN Pembuangan air yang sudah sesuai dengan BML
39 PENGELOLAAN KUALITAS UDARA AMBIEN PERTAMBANGAN
Untuk meminimalkan konsentrasi debu hingga memenuhi baku mutu udara ambien dilakukan: 1) Penyiraman jalan secara rutin; 2) Penghijauan; Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018 3) Pembatasan kecepatan kendaraan; 4) Penyemprotan debu di ban berjalan; dan/atau 5) Ban berjalan dilengkapi dengan atap penutup dan system pembersihan return belts
41 PENGELOLAAN KUALITAS EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN
Pedoman Pelaksanaan kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan MINERBA Reklamasi Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018 Kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya Kegiatan Reklamasi
Pedoman Pelaksanaan kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan MINERBA Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018 kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi social menurut kondisi local di seluruh wilayah pertambangan Kegiatan Pasca tambang
ALUR PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN
Pedoman Pelaksanaan kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan MINERBA Rencana reklamasi Kegiatan reklamasi dalam bentuk revegetasi meliputi kegiatan penatagunaan lahan, revegetasi, dan pemeliharaan 1. Tata guna lahan sebelum dan sesudah kegiatan; 2. Rencana pembukaan lahan; 3. Program Reklamasi; 4. Kriteria keberhasilan Reklamasi dalam bentuk revegetasi; 5. Kriteria keberhasilan Reklamasi dalam bentuk selain revegetasi; 6. Rencana biaya Reklamasi. Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018
Pedoman Pelaksanaan kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan MINERBA Revegetasi meliputi kegiatan: Penanaman tanaman penutup, penanaman tanaman cepat tumbuh, penanaman tanaman jenis local, dan pemeliharaan tanaman Pemeliharaan paling sedikit 3 tahun, yang paling sedikit terdiri atas: Pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit, penyulaman, pemeliharaan sarana pengendalian erosi dan sedimentasi dan akses jalan Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018
Aspek Lingkungan (Env. Aspect) Unsur-unsur kegiatan dari suatu organisasi, produk, & jasa yang dapat berinteraksi dengan lingkungan Dampak Lingkungan (Env. Impact): Setiap perubahan pada lingkungan baik merugikan maupun menguntungkan, menyeluruh atau Sebagian akibat adanya kegiatan suatu organisasi, produk & jasa . Pedoman Pelaksanaan kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan MINERBA Keputusan Menteri ESDM NOMOR: 1827 K/30/MEM/2018
Hal-hal umum regulasi Teknis Pencantuman Parameter Uji: Fisika, Kimia, Mikrobiologi, Kimia Organik, Residu Pestisida, Radioaktif. Sesuai lingkup regulasi dan memiliki nilai BML dan NAB tertentu. Regulasi pemerintah pusat dijadikan acuan utama regulasi daerah. Regulasi KLH (terutama: pengelolaan limbah B3 dan Kualitas Udara Emisi) dilengkapi pedoman pelaksanaan teknis.
Aspek kimia, fisika biologi
Aspek kimia, fisika biologi
APA YANG AKAN TERJADI BILA PENGELOLAAN LINGKUNGAN TIDAK DILAKUKAN DENGAN BENAR
Pemborosan Tidak bijaksana Pencemaran Udara ISPA Keracunan Kematian Gas Rumah Kaca Pencemaran Air Kontaminasi Tanah Konsumsi SDA Iritasi Kulit Keracunan Musnahnya Biota Air Penurunan Kesuburan Sanitasi LINGKUNGAN
• Gangguan kesehatan akibat pencemaran • Gangguan kenyamanan & kualitas hidup • Ketimpangan kesejahteraan karena lingkungan rusak • Hilangnya mata pencaharian • Hilangnya legitimasi perusahaan di masyarakat MASYARAKAT
▪ Keluhan masyarakat ▪ Demonstrasi ▪ Publikasi negatif ▪ Advokasi ▪ Jalur hukum ▪ Pemberian kompensasi ▪ Penutupan sementara aktifitas penambangan Keluhan Masyarakat Demonstrasi Publikasi Negatif Advokasi Jalur Hukum BISNIS EFEK BISNIS DARI PENCEMARAN LINGKUNGAN BISNIS
SANKSI PELANGGARAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SANKSI ADMINISTRATIF a. Teguran Tertulis b. Paksaan Pemerintah c. Pembekuan Izin Lingkungan d. Pencabutan izin Lingkungan SANKSI dan Denda Pidana a. Penjara 1-5 Tahun b. Denda s/d Rp. 15 Miliar c. Pengehentian Sebagian/ Keseluruhan Kegiatan d. Penyitaan Aset e. Pencabutan izin UU NO 32 TAHUN 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
SANGGAHAN (DISCLAIMER) Dokumen ini merupakan dokumen Perusahaan yang bersifat rahasia dan diperuntukkan serta dipergunakan hanya untuk kepentingan HASNUR RIUNG SINERGI. Dokumen ini tidak untuk didistribusikan ke luar HASNUR RIUNG SINERGI baik keseluruhan dokumen maupun sebagian dokumen tanpa persetujuan dari pihak HASNUR RIUNG SINERGI yang berwenang. Segala bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan dokumen ini akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. TERIMA KASIH 57
1 SHE System , Training, Data Evaluator Modul Diklat POP “Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional” APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA?
2 TRAINING RULES APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA?
3 DAFTAR ISI APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Definisi Tugas dan Tanggung Jawab Pengawas Operasional Jenjang Pengawas Operasional Fungsi dan Peranan Pengawas Wewenang dan Permasalahan Kunci Pengawasan Pengukuran Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Pengawas Operasional Tahapan Menjadi Pengawas Accountable 1 2 3 4 5 6 7 8
4 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Dasar Hukum Keselamatan Pertambangan Dasar Hukum Perlindungan Lingkungan Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Analisa Keselamatan Pekerjaan Investigasi Kecelakaan Inspeksi dan Observasi K3 1 2 3 4 5 6 7 8
5 Peraturan & Perundangan MINERBA APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? SKKK – Unit Kompetensi POP NO KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI SK 1 PMB.PO02.001.01 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Keselamatan Pertambangan POP 2 PMB.PO02.002.01 Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan pada area yang menjadi Tanggung Jawabnya POP 3 PMB.PO02.003.01 Melaksanakan pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana POP 4 PMB.PO02.004.01 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan POP 5 PMB.PO02.005.01 Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko POP 6 PMB.PO02.006.01 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan POP 7 PMB.PO02.007.01 Melaksanakan Inspeksi POP 8 PMB.PO02.008.01 Melaksanakan Analisis Keselamatan Kerja POP
6 Peraturan & Perundangan MINERBA APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? SKKK – Unit Kompetensi POP NO KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI SK 2 PMB.PO02.002.01 Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan pada area yang menjadi Tanggung Jawabnya POP KU : PMB.PO02.002.01 ELEMEN KOMPETENSI : 1. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengawas 2. Mengukur pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengawas
7 Responsibility vs Accountability APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Keadaan dimana seorang pengawas menjalankan kewajiban kewajiban yang ditugaskan kepadanya dan bertanggung jawab terhadap atasannya Keadaan dapat dimintai pertanggungan jawab terhadap apa yang mereka kerjakan dan kinerjanya dapat dihitung dengan cara merinci pekerjaan yang tadinya bersifat kualitas/tidak dapat dihitung (intangible) menjadi dapat dihitung dengan angka angka/prosentase. Tanggungjawab (Responsibility) Tanggunggugat (Accountability) Tujuan Program Akuntabilitas dan Tanggungjawab K3 Untuk memastikan hal apa saja yang menjadi tanggung gugat dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh para pengelola perusahaan pertambangan dalam implementasi program K3 Pertambangan
8 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? TUGAS & TANGGUNG JAWAB PENGAWAS OPERASIONAL
9 Pengawas Operasional APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? *Kepmen ESDM No 1827K/30/MEM/2018 Definisi • Orang yang ditunjuk oleh KTT/PTL dan bertanggung jawab kepada KTT/PTL dalam melaksanakan inspeksi, pemeriksaan, dan pengujian kegiatan operasional pertambangan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan mengenai kaidah teknik pertambangan yang baik Kriteria • Memiliki sertifikat kompetensi Pengawas Operasional atau sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT sesuai jenjang jabatannya; • Menduduki jabatan di dalam divisi atau departemen operasional pertambangan; dan • Memiliki anggota yang berada di bawahnya dan/atau melakukan pengawasan terhadap divisi atau departemen lainnya; Kelengkapan • Kartu Pengawas Operasional selanjutnya disebut KPO adalah kartu yang dimiliki oleh pengawas operasional yang diterbitkan dan disahkan oleh KaIT Kepala Dinas atas nama KaIT
10 Tugas & Tanggung Jawab Pengawas Operasional APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Bertanggung jawab kepada KTT/PTL untuk keselamatan dan kesehatan semua pekerja tambang yang menjadi bawahannya; Melaksanakan inspeksi, pemeriksaan, dan pengujian; Bertanggung jawab kepada KTT/PTL atas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan dari semua orang yang ditugaskan kepadanya; dan Membuat dan menandatangani laporan pemeriksaan, inspeksi, dan pengujian;
11 Jenjang Pengawas Operasional APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? POU adalah seseorang yang tugas dan tanggungjawabnya membawahi level Middle Management. POM adalah seseorang yang tugas dan tanggungjawabnya membawahi level Lower Management atau Frontline Supervisor POP adalah seseorang yang tugas dan tanggungjawabnya membawahi langsung para karyawan tingkat pelaksana , atau lebih dikenal dengan sebutan FRONT LINE SUPERVISOR
12 Jenjang Pengawas Operasional APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? POU POM POP Manajemen Puncak Manajemen Menengah Pengawas Garis Depan Menetapkan kebijakan, standar, prosedur, program kerja Mengintepretasikan kebijakan top manajemen dan menyampaikan ke pengawas Memimpin dan mengawasi pekerja mencapai produksi dengan aman. Membuat rencana strategis perusahaan Mengelola penerapan Program di bagian tanggung jawabnya Melakukan tugas teknis (inspeksi, safety meeting, JSA, Investigasi, observasi, dsb) Menetapkan tujuan perusahaan Memastikan tersedianya sumberdaya bagi pengawas dan pekerja melakukan tugasnya Memberikan keterampilan teknis kepada pekerja (LOTO, P2H, memakai APD, memakai JSA, melakukan confined space, dsb) Menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan Mencapai target produksi bagian yang dipimpinnya Memotivasi pekerja, melakukan apresiasi, menghentikan unsafe acts dan unsafe condition Berkomunikasi dengan pihak luar seperti pemerintah, client, media, dsb Bekerjasama dengan bagian lain dari perusahaan Menjadi penghubung pekerja dan manajemen Bertanggung jawab kepada BOD Bertanggung jawab kepada Manajemen Puncak Bertanggung jawab kepada Manajemen Menengah
13 Fungsi & Peranan Pengawas APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Fungsi Pengawas Penghubung, mediator antara manajemen dengan karyawan di lapangan, dimana pengawas harus mampu menggerakkan para karyawan yang menjadi bawahannya menuju tujuan perusahaan, memotivasi mereka agar tetap selalu produktif dan bekerja dengan aman Peranan Pengawas Berorientasi pada Produksi (Production Oriented) Berorientasi pada Pekerja (Employee Oriented) Berperan sebagai Atasan (Superior) Berperan sebagai Penasehat dan Instruktur (Advisor dan Instructor) Berperan sebagai Sesama Bawahan (Subordinate) Berperan sebagai Teman (Peer) Berorientasi pada K3 (Safety Oriented)
14 Pengawas Berorientasi Pada Produksi APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? menggerakkan bawahannya untuk kerja produktif dan menjadi contoh bahwa dia sendiribekerja secara produktif. Melakukan hal-hal yang berorientasi produksi • mengetahui latar belakang pendidikan pekerja • menyusun perencanaan kerja dan pengawasan • melaksanaan pekerjaan tersebut dengan diorganisir secara dengan baik • melaksanaan pengontrolan pekerjaan • menyusun pelaporan dengan baik
15 Pengawas Berorientasi Pada Pekerja APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? • Pengawas harus mengetahui kebutuhan bawahan, saling mempercayai, dan tidak berasumsi (Understanding others) • Pengawas harus mengetahui dimana bawahan berada, apa yang sedang dilakukan, kondisi tempat kerja dan alat yang dipakai (Looking after) Berperan sebagai Atasan (Superior) • Pengawas harus memberikan bimbingan, nasehat, pelatihan, pengarahan dan Berperan sebagai Penasehat dan koreksi kepada bawahan. Instruktur (Advisor dan Instructor) • pengawas harus loyal, berkomunikasi secara efektif, dan bersikap asertif (kemampuan untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan keinginan secara jujur kepada orang lain tanpa merugikan orang lain) Berperan sebagai Sesama Bawahan (Subordinate) • pengawas harus mampu mengembangkan kerjasama, terbuka, saling mendukung, komunikatif Berperan sebagai Teman (Peer)
16 Pengawas Berorientasi Pada K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? ❖ Mempunyai basic safety philosophy, safety and health policy, safety responsibility baik manajemen maupun supervision. ❖ Safety philosophy: • bekerja dengan aman dan selamat merupakan persyaratan utama dalam bekerja; • semua kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah; • K3 adalah tanggung jawab seluruh karyawan; • manajemen lini bertanggung jawab untuk mensupervisi dan melatih pekerja untuk bekerja aman; • mencegah kecelakaan dan terjadinya hampir celaka di tempat kerja berperan dalam keberhasilan kegiatan usaha pertambangan; • kesadaran K3 adalah sikap waspada terhadap yang sedang dikerjakan dan apa yang terjadi di sekitar pekerja
17 Wewenang Pengawas & Permasalahan dalam Pengawasan APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Wewenang Pengawas • Mengatur Anak Buah • Mengatur Pekerjaan • Mengawasi Pelaksanaan Pekerjaan • Menegur Bawahan • Menilai Bawahan Permasalahan dalam Pengawasan SUPERVISORY RESPONSIBILITY/ACCOUNTABILITY • Tidak terinci jelas • Jelas tapi tidak bertanggungjawab • Jelas tapi belum kuantitatif • Belum ada standar evaluasi sanksi SUPERVISORY SKILL • Pengetahuan • Kemampuan • Kemauan
18 Pengawas Operasional merupakan Kunci Pelaksanaan K3 Pertambangan APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? ❖ Pengawas selalu berada di tempat kerja dan sangat mengetahui keadaan di lapangan ❖ Sangat mengetahui sifat dan kemampuan bawahan ❖ Memiliki paling banyak kesempatan untuk menghilangkan kondisi yang tidak aman ❖ Memiliki paling banyak kesempatan untuk menghilangkan tingkah laku yang tidak baik dari segi keselamatan dan kesehatan kerja ❖ Mengetahui status kecelakaan atau kejadian berbahaya yang pernah terjadi sebelumnya di tempat kerja tersebut ❖ Mengetahui metode kerja untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja
19 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? Tugas Pengawas Sangat Penting dan Sebagai Kunci Penerapan K3, karena : 1. Ditempat kerja, keadaan dapat berubah setiap saat; 2. Pengawas bertindak menyesuaikan perubahan; 3. Pengawas selalu harus ada di tempat kerja; 4. Pengawas mengawasi keadaan saran produksi termasuk mesin, suasan tempat kerja dan metode produksi.
20 Kunci Pengawasan K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? 1. Penentuan Tata Pelaksanaan Kerja (Standar Operasi) Penentuan tata pelaksanaan kerja perlu distandarkan dengan mempertimbangkan kemungkinan bahaya yang timbul ketika memulai operasi dengan tujuan menghilangkan kondisi dan tindakan yang berbahaya di tempat kerja Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh pengertian dan kerjasama dari seluruh karyawan di tempat kerja, agar dapat ditaati dan dilaksanakan sebaik mungkin untuk mendapatkan kepastian atau jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
21 Kunci Pengawasan K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? 2. Perbaikan Metode Kerja ❖ Selalu memperhatikan apakah metode kerja/metode operasi yang selama ini diterapkan berpotensi bahaya atau menggangggu. ❖ Berusaha memperbaiki metode yang sedang digunakan agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik. ❖ Cara perbaikan dengan • Mencari hal-hal yang perlu diperbaiki (menyadari masalah dan bertanya-tanya sendiri) • Menganalisa metode sekarang berdasarkan fakta (memahami keadaaan) • Mencari masalah sesuai dengan standar (mengetahui hal-hal yang menjadi masalah) • Mempertimbangkan cara mengatasinya: mendengar pendapat orang-orang yang berkaitan (meneliti cara mengatasi) • Menerapkan metode baru: mempertimbangkan hasil pelaksanaan (menganalisa hasil) 3. Penempatan Pekerja yang Tepat ❖ Tahu kebutuhan pekerja ❖ Tahu ciri-ciri pekerja ❖ Usulan perubahan penempatan pekerja kepada atasan 4. Pembinaan Pengawasan dalam Menjalankan Tugas Pengawas memimpin dan membina bawahan melakukan tugas di lapangan dan langsung mengatur bahan, sarana, mesin dan peralatan di tempat kerja
22 Kunci Pengawasan K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? 5. Peningkatan K3 ❖ Keselamatan sarana mesin ❖ Keselamatan sarana listrik ❖ Keselamatan mencegah kebakaran oleh karena ledakan ❖ Keselamatan sarana angkutan ❖ Keselamatan akibat terjatuh dan bahaya jatuhan 6. Pemeliharaan Syarat Lingkungan Kerja (Housekeeping) ❖ Tempat kerja, jalan lalu lintas, gudang dan ruang pelayanan harus dirawat kebersihan dan kerapihannya ❖ Lantai tempat kerja harus dirawat sehingga sedapat mungkin selalu dalam keadaan kering ❖ Terdapat penanggung jawab untuk setiap area kerja
23 Kunci Pengawasan K3 APAKAH ADA SITUASI YANG BERBAHAYA? | APAKAH ADA PERALATAN ATAU PERLENGKAPAN DALAM KEADAAN MEMBAHAYAKAN? | APAKAH ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN? | APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKINYA? 7. Pemeriksaan K3 ❖ Membuat rencana pemeriksaan : Kapan, Siapa, Apa yang diperiksa, Bagaimana metode pemeriksaannya ❖ Hal-hal yang dilakukan pada saat pemeriksaan : • Membuat para pekerja memahami pentingnya pemeriksaan dan diminta bekerjasama • Menghindari sikap atau cara yang mencari kesalahan • Pemeriksaan dilakukan dengan teliti • Melakukan pemeriksaan berdasarkan checklist yang sudah dibuat 8. Penyelesaian Pada Waktu Ditemukan Kelainan waktu Terjadinya Kecelakaan Kondisi Tidak Aman • Sarana dan peralatan keselamatan dari mesin yang rusak atau kapasitas menurun • Penutup pelindung , jeruji dan instalasi yang rusak , dilepaskan atau dibiarkan setelah dipindahkan • Petunjuk meteran bergoyang melewatibatas normal • Ditemukan kelainan suara , getaran , suhu dan kecepatan mesin yang sedang dioperasikan , dan lain lain. Tindakan Tidak Aman • Bekerja dengan tidak menggunakan alat pelindung diri yang disyaratkan • Dalam kerja kelompok dilakukan pekerjaan secara tidak disiplin • Tetap menggunakan sarana produksi yang rusak dan lain lain