The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by emitapelawi10, 2022-03-18 02:54:18

Buku Jejak Kaderisasi FEB Undip 2021

Buku Jejak Kaderisasi FEB Undip 2021

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat serta
karunia-Nya penyusunan dari Buku Jejak Kaderisasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro berjalan dengan lancar, sehingga dapat menghasilkan suatu
produk baru bagi kaderisasi mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Diponegoro. Semoga kita selalu berada dalam lindungan, karunia, serta dilimpahkan
rezeki dari-Nya dalam bentuk apapun.

Saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah terlibat dalam
mewujudkan terbentuknya Buku Jejak Kaderisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan
Bisnis 2021. Pertama, kepada Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Wakil Dekan
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis beserta jajaran
yang selalu memberikan kesempatan mahasiswa untuk menjalankan hak berserikat,
berkumpul, serta selalu memberikan nasihat-nasihat baik kepada kami. Kedua, kepada
Tim Penyusun Buku Jejak Kaderisasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang telah
bekerja keras dalam menyusun dan akhirnya dapat menghasilkan suatu produk legacy
dari kaderisasi tahun ini. Teristimewa, kepada Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia yang ada dalam Fakultas Ekonomika dan Bisnis, tanpa kolaborasi yang kita
bangun dan wujudkan, Buku Jejak Kaderisasi ini tidak akan terbentuk dan bermanfaat
bagi mahasiswa.

Secara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nasional, kualitas sumber daya
manusia Indonesia mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat,
IPM Indonesia mencapai 72,29 pada tahun 2021, meningkat sebesar 0,49% dari 71,94
pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 pun, Indonesia juga mencatat peningkatan
IPM dari tahun 2019, meskipun peningkatannya relatif kecil. Tidak hanya secara
akumulatif, peningkatan IPM pada tahun ini terjadi di semua dimensi, antara lain

i

Dimensi Hidup Layak, Dimensi Pendidikan, dan Dimensi Umur Panjang dan Hidup
Sehat.

Peningkatan IPM Indonesia satu dasawarsa belakangan ini, menjadi bekal
penting dan fundamental bagi Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas dari
adanya bonus demografi yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2030 – 2040.
Secara global, Human Development Index (HDI) Indonesia masih bertengger pada
urutan 107 dari 189 negara yang terdaftar dalam Human Development Index Ranking
dari United Nations Development Programme pada tahun 2020.

Seperti yang kita ketahui, hampir dua tahun ini kita dihadapkan oleh adanya
pagebluk Covid-19. Pagebluk tersebut merubah tatanan, pola, kebiasaan, hingga sistem
kehidupan yang biasa kita jalani sebelumnya. Sebagian besar sektor-sektor yang ada
terjerumus akibat adanya pagebluk Covid-19. Sebelumnya, saat kita kuliah dengan
tatap muka dan bersua dengan dosen dan teman-teman yang lain, kita rasanya ingin
sembari menghayal untuk melaksanakan kuliah dari rumah seperti apa rasanya. Pada
awal tahun 2020, menjadi jawaban akan khayalan mahasiswa tersebut. Tak tanggung-
tanggung, sepanjang hari sampai dengan akhir tahun 2021 sekarang ini, kita masih
melakukan kuliah secara daring.

Sistem dan pola kaderisasi yang ada di kampus pun mengikuti kebijakan kuliah
yang diterapkan saat masa pandemi. Dampak yang ditimbulkan dari pagebluk Covid-
19 terhadap kaderisasi kampus bagaikan bermata dua, positif dan negative. Dampak
positif yang ditimbulkan dari adanya pagebluk adalah pelaku-pelaku kegiatan
kaderisasi dari panitia sampai dengan peserta lebih fleksibel dalam membuat atau
mengikuti suatu acara karena tidak dibatasi oleh jarak, tempat, dan biaya. Disisi lain,
dampak negatif yang ditimbulkan, yakni menurunnya antusiasme, animo, dan vibes
dari adanya kegiatan kaderisasi mahasiswa. Hal itu dikarenakan, antara panitia dan
peserta kegiatan kaderisasi hanya bertemu dan berinteraksi secara virtual.

ii

Evaluasi kaderisasi yang terdampak dari adanya pagebluk Covid-19 menjadi
latar belakang kami untuk dapat menghasilkan sebuah buku kaderisasi yang memuat
gambaran, evaluasi, serta saran mengenai kegiatan kaderisasi yang sudah terlaksana di
tahun ini dan tahun sebelumnya secara komprehensif. Melalui Buku Jejak Kaderisasi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Tahun 2021, harapannya dapat menjadi batu pijakan
dalam pengembangan dan pemenuhan kaderisasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis di
masa yang akan datang yang beradaptasi dengan zaman dan perubahan secara
berkelanjutan.

“Evaluasi, catat dan perbaiki, hari esok harus lebih baik. Evaluasi tanpa aksi
hanyalah basa-basi”

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip
2021
Agam Maulana Ardi

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................iv
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1

1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
2. Tujuan ................................................................................................................ 3
3. Sasaran ............................................................................................................... 3
4. Ruang Lingkup................................................................................................... 4
ANALISIS KONDISI DAN PERMASALAHAN ....................................................... 5
1. Analisis Kondisi Eksternal Kaderisasi FEB....................................................... 5
2. Analisis Kondisi Internal Kaderisasi FEB ....................................................... 10
RANGKAIAN KADERISASI DI FEB ...................................................................... 14
1. ODM FEB ........................................................................................................ 14

I. Pelaksanaan ODM FEB 2021....................................................................... 14
II. Survei dan Analisis Kegiatan ODM FEB 2021 ........................................ 19
2. LKMM Pra-Dasar ............................................................................................ 36
1) LEAP ........................................................................................................ 36
2) ATLAS...................................................................................................... 70
3) SDT......................................................................................................... 100
4) LEVEL.................................................................................................... 133
3. Kaderisasi Riset (GORe)................................................................................ 166
I. Pelaksanaan Grand Opening Research 2021 ............................................. 166
II. Survei dan Analisis Grand Opening Research 2021 .............................. 170
4. Kaderisasi Rohani .......................................................................................... 189
1) IMOT (Islamic Motivation Training) ..................................................... 189
2) REKOLEKSI .......................................................................................... 215
3) RETREAT .............................................................................................. 241
5. EFL/Leadership Training ............................................................................... 272
I. Pelaksanaan Economic Future Leaders 2021 ............................................. 272
II. Survei dan Analisis Kegiatan Economic Future Leaders 2021.............. 280

iv

6. LKMM Dasar ................................................................................................. 312
I. Pelaksanaan ................................................................................................ 312
II. Alokasi Peserta LKMM Dasar................................................................ 315

7. LKMM Tingkat Menengah ............................................................................ 322
PENUTUP................................................................................................................. 324

v

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kaderisasi merupakan suatu proses pengembangan diri yang sejatinya

akan terus berlanjut dan tidak pernah berhenti. Tidak hanya untuk
mempersiapkan keberlanjutan tongkat estafet kepemimpinan saja, melainkan
juga untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia guna menjawab
perubahan dan tantangan zaman yang ada serta mewujudkan sumber daya
manusia bangsa indonesia yang berkualitas dan unggul demi menunjang cita-
cita bangsa yaitu Indonesia Emas 2045.

Dalam lingkup Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro
sendiri, terdapat tiga fokus utama kaderisasi, yaitu kaderisasi politik, kaderisasi
riset, dan kaderisasi rohani yang kemudian dikenal dengan Tiga Pilar
Kaderisasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Dalam keberjalanan rangkaian tiga pilar kaderisasi di FEB, PSDM
BEM FEB Undip selaku bidang BEM FEB yang memiliki tugas dalam hal yang
berkaitan dengan kaderisasi dan pengembangan sumber daya mahasiswa dalam
lingkup Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, bekerja sama dan berkoordinasi
dengan PSDM Himpunan, Bidang Akademik & Keilmuan BEM FEB Undip,
dan UKM Kerohanian FEB untuk saling bersinergi sehingga terwujudnya
mahasiswa FEB yang berkarakter COMPLETE dan dapat
mengimplementasikan nilai-nilai inti FEB Undip, yaitu Understanding,
Nurturing, Developing, Inspiring, People (UNDIP).

Permasalahan yang seringkali muncul dalam sebuah pelaksanaan
kaderisasi adalah; pertama, mengenai indikator-indikator dan/atau data-data

1

yang didapat selama berlangsungnya kegiatan kaderisasi seringkali hilang
begitu saja padahal data tersebut akan sangat berguna bagi keberjalanan
kaderisasi kedepannya, baik sebagai inovasi maupun perbaikan untuk kegiatan
yang sama maupun kegiatan lain yang se-linear dengan kegiatan yang
dilaporkan. Kedua, sulit untuk menentukan indikasi capaian atau kesuksesan
atas kaderisasi yang telah diselenggarakan apakah mampu memenuhi target
yang diharapkan dan berdampak positif bagi pelaku kaderisasi (peserta dan
pengkader), dengan kurangnya indikator capaian membuat kegiatan yang telah
diselenggarakan sulit untuk dinilai apakah sukses (dalam artian berdampak
terhadap peserta) atau tidak. Ketiga, kaderisasi hanya dianggap sebagai sebuah
kegiatan saja dan seringkali pemantauan terhadap para pelaku (baik peserta
maupun panitia) kaderisasi pasca kegiatan kaderisasi seringkali tidak berlanjut
sehingga track record yang diharapkan mampu menjelaskan proses
pengembangan atas kaderisasi yang didapat tidak tercapai.

Maka dari itu, kaderisasi yang merupakan proses berkelanjutan dan
terus berkembang sudah seharusnya untuk memiliki sebuah laporan terpusat
yang saling berkaitan dan berkelanjutan dari tahun ke tahun, sehingga
pemantauan dan penilaian terhadap kesuksesan diadakannya kegiatan
kaderisasi bisa terlihat secara nyata dan dipermudah berdasarkan data yang
didapat.

Buku Jejak Kaderisasi merupakan sebuah buku yang PSDM BEM FEB
Undip 2021 coba untuk wujudkan bersama dengan para stakeholders tiga pilar
kaderisasi di FEB. Dalam proses penyusunan Buku Jejak Kaderisasi FEB,
PSDM BEM FEB Undip bekerja sama dengan stakeholders tiga pilar kaderisasi
melalui delegasi yang telah diajukan. Buku ini berisi mengenai laporan atas
rangkaian kegiatan 3 pilar kaderisasi (politik, riset, dan rohani) di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang telah terlaksana dalam
kurun waktu satu periode kepengurusan berjalan (2021) dan tahun sebelumnya

2

(2020) sebagai pembanding. Dalam buku tersebut tercantum pula survei,
analisis serta saran bagi periode selanjutnya.

Dengan adanya Buku Jejak Kaderisasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis,
diharapkan segala proses, penilaian, dan pemantauan akan keberlangsungan
kegiatan kaderisasi dapat terinformasukan dengan baik dan jelas serta hal-hal
yang perlu dievaluasi dapat tersampaikan dengan baik dan mendorong untuk
terus berinovasi dalam mengembangkan sumber daya mahasiswa FEB.

2. Tujuan
Adapun tujuan dengan disusun dan dibentuknya Buku Jejak Kaderisasi

FEB 2021 adalah sebagai berikut ;

1) Sebagai bentuk evaluasi yang sifatnya menyeluruh terhadap seluruh
kegiatan kaderisasi 3 pilar yang ada di FEB Undip selama tahun 2021;

2) Sebagai database terpusat terhadap rangkaian kegiatan kaderisasi yang
telah berlangsung;

3) Menjadi pedoman ataupun rekomendasi untuk kegiatan kaderisasi yang
akan berlangsung di periode selanjutnya;

4) Model Evaluasi Kirkpatrick (Reaction, Learning, Behavior, Result)
dapat menjadi standar untuk pembuatan survei kaderisasi di masa
mendatang.

3. Sasaran
Buku Jejak Kaderisasi ditujukkan secara khusus kepada seluruh

stakeholder 3 pilar kaderisasi yang ada di FEB termasuk di dalamnya para
panitia pelaksana kegiatan kaderisasi di FEB.

3

4. Ruang Lingkup
Dalam Buku Jejak kaderisasi FEB akan dijabarkan mengenai

permasalahan kaderisasi di FEB secara umum, keberjalanan pelaksanaan
kaderisasi tiga pilar yang telah berlangsung beserta evaluasi yang menggunakan
Model Evaluasi Kirkpatrick, yang mana terdapat empat level evaluasi yang
menggambarkan urutan sebuah alur evaluasi kegiatan pendidikan dan
pelatihan. yaitu Reaction yang mengukur tingkat reaksi peserta dengan
menunjukkan kepuasannya atas kegiatan kaderisasi yang diikuti, Learning
mengukur pemahaman atas pengetahuan yang telah disampaikan dari kegiatan
kaderisasi, Behavior melihat perubahan perilaku peserta atas kepuasan dan
pemahaman (level 1 dan 2) dari kegiatan kaderisasi, dan Results ditandai
dengan hasil akhir yang terjadi dalam diri peserta setelah mengikuti kegiatan
kaderisasi. Namun, kami (PSDM BEM FEB Undip 2021) hanya dapat
melakukan evaluasi sampai level 2 karena untuk melanjutkan ke level
berikutnya membutuhkan waktu minimal 1 tahun untuk melihat prosesnya.
Lalu, evaluasi tersebut disertai dengan analisis dan saran, serta harapan dan
proyeksi atas kegiatan kaderisasi di masa mendatang.

4

ANALISIS KONDISI DAN PERMASALAHAN

1. Analisis Kondisi Eksternal Kaderisasi FEB
a. Kebijakan

Tahun 2020 memberikan banyak kejutan bagi masyarakat dunia,
adanya pandemi covid-19 membuat pembatasan pun harus dilakukan guna
memutus dan mencegah penularan. Sektor pendidikan merupakan salah
satu sektor yang terkena dampak dari adanya pandemi, melalui Surat
Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3.6962 tertanggal
17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah
dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19)
diputuskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan disesuaikan
pelaksanaannya melalui media daring. Selain dalam kegiatan akademik
seperti pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan pun terkena dampaknya
sehingga rangkaian kegiatan kaderisasi yang selama ini berjalan secara
luring harus mengalami penyesuaian dan pembentukan ulang guna
menyesuaikan dengan perubahan dan kondisi yang sedang terjadi.

Kaderisasi yang kemudian disesuaikan dengan dilaksanakan secara
daring membuat para pengkader harus memikirkan formulasi terbaik guna
mencapai target dan tujuan kaderisasi itu sendiri. Namun, pelaksanaan
kaderisasi secara daring menimbulkan banyak sekali problematika, mulai
dari tingkat pemahaman dari transfer learning yang diberikan, wujud
implementasi dari materi yang diberikan, serta keefektifan dan ketepatan
dari pemantauan dan penilaian yang dilakukan.

Hal lain yang menjadi perhatian bersama adalah dengan adanya
Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka yang mulai diperkenalkan

5

pada awal tahun 2020. Program yang diperkenalkan oleh Kemendikbud ini
menawarkan program yang kemudian apabila mahasiswa mengikuti
program tersebut, mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar
program studi sebanyak tiga semester yang berupa 1 semester kesempatan
mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 semester melaksanakan
aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi (Buku Panduan Merdeka
Belajar - Kampus Merdeka). Program Merdeka Belajar tentu akan lebih
menarik minat mahasiswa, karena program tersebut menawarkan benefit
yang mungkin organisasi kemahasiswaan tidak bisa menawarkan, seperti
halnya program magang. Program magang menawarkan para mahasiswa
untuk mendapatkan pengalaman dunia kerja, konversi SKS, dan juga
mahasiswa mendapatkan bayaran atas magang yang dilakukannya. Benefit
seperti itulah yang organisasi kemahasiswaan mungkin belum dapat
wujudkan, sehingga minat mahasiswa terhadap kaderisasi pun mengalami
penurunan.

Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka sejatinya tidak
bersinggungan dengan kaderisasi tahap awal yang ada di lingkup
universitas khususnya FEB, karena Program Merdeka Belajar - Kampus
Merdeka memiliki persyaratan yaitu mahasiswa yang mengikuti Merdeka
Belajar minimal adalah mahasiswa semester 5 dan kaderisasi wajib yang
selama ini berjalan di FEB ditujukkan kepada mahasiswa semester 1
(Kaderisasi Politik, Riset, Rohani, dan EFL) dan mahasiswa semester 2 atau
4 (LKMM Dasar). Namun yang menjadi persoalan adalah karena kaderisasi
erat kaitannya dengan reorganisasi dan keberlanjutan tongkat estafet
kepemimpinan dan FEB sendiri mensyaratkan untuk menjadi sebuah
pimpinan atau ketua dalam sebuah organisasi haruslah mahasiswa yang
sedang berada di semester 5, dan tidak sedikit mahasiswa yang tidak
melanjutkan pengabdian dalam sebuah organisasi karena dihadapkan

6

dengan pilihan Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka yang sekali
lagi, menawarkan benefit yang mungkin organisasi tidak bisa berikan. Dan
akhirnya untuk mendapati calon-calon penerus kepemimpinan di sebuah
organisasi mengalami kesulitan.

b. Kondisi Kaderisasi di Fakultas Lain

Penggambaran akan kondisi kaderisasi di fakultas lain yang ada di
Undip diharapkan mampu memberikan insight baru bagi para pengkader di
FEB untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas kaderisasi yang ada
di FEB. Adapun kami (PSDM BEM FEB) mencoba untuk mendapatkan
informasi seputar kaderisasi yang ada di fakultas lain melalui kepala bidang
PSDM BEM masing-masing fakultas yang ada di Undip dan didapat tiga
fakultas yang dirasa sesuai dengan kebudayaan FEB dan menyanggupi
untuk memperoleh informasi melalui wawancara, yaitu FKM, FSM, dan
FPsi.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh perwakilan
PSDM BEM FEB dan Kabid K&PSDM BEM FKM, Kabid PSDM BEM
FSM, dan Kabid K&PSDM BEM FPsi didapatkan informasi bahwasanya
kondisi kaderisasi di fakultas mereka (FKM, FSM, dan FPsi) mengalami
kondisi yang bisa dikatakan sama, yaitu penurunan minat mahasiswa
terhadap kaderisasi.

FKM merupakan fakultas yang memiliki kaderisasi yang terbilang
cukup kompleks dan karena hal itu FKM juga dikenal dengan “Fakultas
Kaderisasi Mahasiswa”. Hal tersebut bukan tanpa sebab, selain terdapat
kaderisasi wajib bagi mahasiswa awal (disebut dengan prospek) yang harus
diikuti, FKM juga memiliki kaderisasi peminatan yang wajib diikuti.

7

Kaderisasi peminatan merupakan kaderisasi yang harus mereka (mahasiswa
semester 4) ikuti sesuai dengan forum peminatan akademik yang telah
mereka pilih. Cukup banyak mahasiswa FKM yang berada di semester 4
atau mahasiswa yang sudah sekitar dua tahun berada dalam organisasi
mahasiswa FKM cenderung memilih untuk fokus dalam kaderisasi
peminatan mereka, sehingga reorganisasi kepemimpinan pun mengalami
kesulitan. Selain hal tersebut, rangkaian prospek yang cukup padat di tahun
2020 membuat banyak mahasiswa baru FKM yang kurang tertarik terhadap
kaderisasi yang ada di FKM.

K&PSDM BEM FKM sendiri mencoba berbagai macam formulasi
guna meningkatkan minat mahasiswa untuk mengikuti kaderisasi dan
membantu meringankan rangkaian kaderisasi yang dirasa begitu padat,
seperti diadakannya forum diskusi seperti “Sikad Beb” dan “Sikad Bu”
yang bertujuan untuk mengedukasi dan membangun minat mahasiswa
FKM untuk mengikuti kaderisasi dan inovasi yang dibuat oleh K&PSDM
BEM FKM adalah revitalisasi kaderisasi, dimana beberapa kegiatan dalam
prospek disesuaikan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kegiatan
kaderisasi yang tidak masuk dalam prospek akan disesuaiakan dalam
kaderisasi minat. Hal ini ditujukkan untuk membuat kaderisasi dengan
sistem yang seefisien dan seefektif mungkin.

Selanjutnya adalah FSM. Berdasarkan wawancara yang telah
dilakukan diperoleh informasi bahwa kondisi kaderisasi di FSM mengalami
kenaikan minat terutama pada program kerja LT (Leadership Training) dan
Karisma (Kaderisasi Mahasiswa), namun mengalami penurunan jumlah
peserta LKMM Dasar dibandingkan dengan tahun lalu. Meningkatnya
minat mahasiswa FSM terhadap kaderisasi tidak lepas dari peran PSDM
BEM FSM Undip yang melakukan inovasi. Salah satu inovasinya adalah
melalui program kerja Karisma yang tahun ini dikemas lebih menarik dari

8

segi grafis dengan diberikannya infografis sebagai pemantik terhadap
materi yang akan dibahas dalam forum diskusi. Selain itu, inovasi besar
yang dilakukan yaitu dengan hadirnya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
yang bertujuan sebagai bekal untuk menjembatani para mahasiswa dari
LKMM tingkat Dasar ke LKMM tingkat Menengah serta mengantisipasi
apabila LKMM tingkat Menengah 2021 tidak diadakan seperti LKMM
tingkat Menengah tahun 2020.

Terakhir adalah FPsi, kondisi kaderisasi di FPsi diakui juga oleh
Kabid K&PSDM BEM FPsi mengalami penurunan minat mahasiswa
terhadap kaderisasi, dimana banyak mahasiswa FPsi yang lebih tertarik
dengan organisasi diluar kampus serta semakin sulitnya mendapati
mahasiswa-mahasiswa yang nantinya akan memimpin sebuah organisasi
dalam lingkup FPsi, walaupun lulus LKMMD sebagai syarat untuk
memimpin sebuah organisasi mahasiswa di FPsi telah dihapus.

Menghadapi permasalahan krisis SDM yang dalam melanjutkan
tongkat estafet kepemimpinan di organisasi FPsi, K&PSDM BEM FPsi
mencoba untuk melahirkan program SP3 (Sekolah Para Pengkarya
Psikologi). SP3 merupakan wadah untuk belajar dan berkembang untuk
meningkatkan jiwa kepemimpinan (mahasiswa FPsi) dan nantinya wadah
ini diproyeksikan sebagai penghasil calon-calon pemimpin FPsi. Selain
dengan inovasi SP3, pembuatan konten kreatif dalam media sosial
K&PSDM BEM FPSi diakui mampu memberikan edukasi dan pemahaman
mahasiswa FPsi perihal kaderisasi ataupun yang berkaitan dengan softskill
dan kepemimpinan.

Berdasarkan informasi yang dapat diperoleh melalui Kabid PSDM
BEM FKM, FSM, dan FPsi, dapat disimpulkan bahwasanya semakin kian
berkembangnya zaman, minat mahasiswa terhadap kaderisasi

9

“konvensional” mengalami penurunan dan organisasi mahasiswa
mengalami krisis SDM untuk kelanjutan eksistensinya. Mahasiswa lebih
tertarik dengan sesuatu yang menawarkan apa yang lebih berguna bagi
mereka dalam menunjang aspek akademik. Dan pembaruan yang coba
ditawarkan adalah perumusan sistem kaderisasi yang simple namun bisa
mengakomodir minat dan bakat mahasiswa, serta media sosial yang baik
dan menarik merupakan salah satu kunci penting dalam mengedukasi dan
memberikan pemahaman akan pentingnya kaderisasi.

2. Analisis Kondisi Internal Kaderisasi FEB
Selama berlangsungnya rangkaian kegiatan kaderisasi di Fakultas

Ekonomika dan Bisnis pada tahun 2021, terdapat beberapa hal yang menjadi
perhatian :

a. Belum maksimalnya kurikulum kaderisasi yang mencakup minat dan bakat
mahasiswa

Kurikulum kaderisasi merupakan salah satu dasar dari
dilaksanakannya kegiatan kaderisasi. Kurikulum kaderisasi menjadi sebuah
pedoman bagi para pengkader untuk mewujudkan karakter dan
pengetahuan apa saja yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang dikader.
Dalam lingkup FEB sendiri, kurikulum kaderisasi yang ada hingga saat ini
(2021) hanya mencakup kaderisasi politik, riset, dan rohani. Sebuah
persoalan yang muncul adalah tidak semua mahasiswa FEB memiliki minat
dan ketertarikan terhadap bidang politik, riset, dan/atau rohani sehingga
tidak sedikit mahasiswa yang beranggapan bahwa kaderisasi yang ada di
FEB tidak mampu mengakomodir dan memfasilitasi dari apa yang mereka
(mahasiswa FEB) harapkan. Disamping itu, kurikulum kaderisasi yang

10

hanya mencakup tiga aspek, melahirkan stigma-stigma bahwa kaderisasi
yang ada sebagai suatu hal yang sifatnya “eksklusif” dan hanya ditujukan
bagi seorang organisatoris saja dan hanya untuk menyiapkan individu-
individu yang akan masuk ke dalam sebuah organisasi saja.

b. Pemantauan dan penilaian yang tidak jelas dan tidak berlanjut

Dalam proses Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa tentu kita
sebagai pengkader akan dihadapkan pada sebuah pemantauan dan
penilaian. Dalam pemantauan dan penilaian, kita dapat mengetahui
seberapa jauh mahasiswa itu berproses berdasarkan nilai-nilai yang didapat
dari indikator yang telah dibuat sehingga kita bisa menilai capaian dan
tingkat keberhasilan dari kegiatan kaderisasi yang telah kita laksanakan.
Namun, adanya perlakuan kaderisasi untuk diadakan secara daring
membuat pengawasan dan penilaian yang seharusnya dilakukan seobjektif
mungkin berdasarkan perilaku dan pemahaman dari pelaku kaderisasi
(peserta dan pengkader) menjadi sulit karena harus terpisahkan oleh jarak
dan komunikasi. Hal tersebut menyebabkan penilaian yang dilakukan
hanya sebatas formalitas dan apa yang terlihat saja.

Hal yang menjadi perhatian lainnya adalah belum adanya catatan
mengenai penilaian mahasiswa yang dikader yang sifatnya terus diperbarui
seiring dengan kaderisasi-kaderisasi yang diikuti sehingga dalam proses
pemantauan pasca kegiatan pun, para pengkader mengalami kesulitan
dalam menilai sejauh mana mereka (mahasiswa yang dikader) berkembang
atas proses yang dijalani. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan besar
“bagaimana diri seorang pengkader harus bisa konsisten dalam pemantauan
terhadap proses kaderisasi yang berjalan”. Inkonsisten dalam pemantauan
dan penilaian akan proses kaderisasi yang berjalan disebabkan oleh kurang

11

adanya perhatian bersama terhadap pengawalan proses kaderisasi yang
dijalani, dan bagi sebagian pengkader, kaderisasi hanyalah dianggap
sebagai suatu kegiatan belaka yang mana ketika kaderisasi itu telah
terlaksana, maka proses lanjutan dari kaderisasi tersebut sudah tidak
mendapatkan perhatian dan pemantauan lagi dari seorang pengkader.

c. Iklim diskusi terhadap keberjalanan kaderisasi masih kurang

Kaderisasi adalah hal yang seharusnya lekat akan diskusi, karena
sekali lagi makna dari kaderisasi adalah mengenai sebuah proses
pengembangan. Dalam proses pengembangan tersebut tentu akan dihadapi
oleh tantangan dan perubahan baru sesuai dengan semakin berkembangnya
zaman. Sejatinya untuk menemukan inovasi maupun solusi atas
permasalahan yang ada tentu dapat dicapai melalui sebuah wadah saling
bertukar pikiran, salah satunya adalah diskusi.

PSDM BEM FEB Undip mencoba untuk membangun beragam
iklim diskusi seputar kaderisasi, baik itu bertujuan untuk mengedukasi,
seperti Tonight Talks ataupun bertujuan untuk saling bertukar pikiran akan
isu-isu dan problematika yang dihadapi dalam lingkup kaderisasi seperti
Diskad (Diskusi Kaderisasi). Namun, dirasa iklim diskusi yang ada belum
dapat berjalan dengan maksimal dikarenakan kurangnya keaktifan dalam
mengkritisi dan berbagi pandangan serta solusi antar pengkader terhadap
permasalahan kegiatan kaderisasi antar ormawa. Lalu, masih sedikitnya
hal-hal yang menjadi kepentingan bersama karena tiap ormawa memiliki
budaya kaderisasi yang berbeda.

12

d. Training of Trainer yang hanya menjelaskan hal teknis
Training of Trainer merupakan kesempatan yang sangat baik bagi

diri pengkader untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengkader
peserta kaderisasi karena diberikan pelatihan dan pemahaman bagaimana
seorang pengkader seharusnya mengkader. Namun, yang terjadi di FEB,
salah satunya adalah ToT yang diselenggarakan oleh panitia ODM FEB
Undip 2021 adalah hanya memberikan pencerdasan akan teknis acara saja
akan tetapi makna penting dalam kaderisasi yang harus dimiliki oleh
seorang pengkader yaitu “Bagaimana perlakuan, penerapan, penilaian, dan
pemantauan terhadap yang dikader” dari seorang pengkader yang
seharusnya didapat justru tidak diberikan, sehingga banyak sekali
pengkader (dalam hal ini disebut sebagai observer) yang hanya bertugas
atas apa yang ditugaskan saja, yaitu pengawasan dan pemberian nilai
sebagai formalitas saja namun pemahaman, transfer learning, dan
pemantauan yang berkelanjutan tidak dilaksanakan secara maksimal.

13

RANGKAIAN KADERISASI DI FEB

1. ODM FEB
I. Pelaksanaan ODM FEB 2021
A. Nama Kegiatan

Orientasi Diponegoro Muda Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro 2021.

B. Nilai dan Konsep

Pada tahun 2021 ODM FEB UNDIP mengangkat tema dasar
“Social Technology”, tema dasar ini diambil karena kondisi sosial di
Indonesia yang tidak kunjung stabil, banyak tindak kejahatan dan
kekerasan, serta di masa pandemi seperti sekarang kita diharuskan
untuk dapat menggunakan teknologi dengan baik dan bijak.
Berdasarkan tema dasar “Social Technology” ketika di breakdown lebih
lanjut didapatlah tema ODM FEB 2021 yaitu “Abhinaya Pemuda,
Karyakan Cakra, FEB Jaya”. Abhinaya merupakan Bahasa Sansekerta
yang berarti semangat, diharapkan Diponegoro Muda dapat
menstabilkan kondisi sosial di Indonesia dengan semangat membara
pemuda yang dimiliki. Selanjutnya, kata Cakra merupakan Bahasa Jawa
Kuno yang berarti roda, harapannya Diponegoro Muda dapat berkarya
sebagaimana filosofi roda yang memberi manfaat baik di atas maupun
di bawah, baik di masa sulit maupun di masa normal. Dan yang terakhir
adalah untuk meraih kejayaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

ODM FEB 2021 mempunyai 5 nilai yang diangkat :

14

a. Bravery

Mahasiswa sebagai Agent of Change, di mana
mahasiswa menjadi agen perubahan yang memiliki tugas
untuk mengubah negeri ini menjadi lebih baik dari
segala sisi. Harus mempunyai sifat berani, berani
berubah, berani mengubah, berani mengungkapkan dan
berani bersuara.

b. Integrity

Mahasiswa sebagai Iron Stock artinya
mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang akan
menjadi tonggak kokoh bangsa ini di masa depan harus
mempunyai sifat integritas jujur dan bertanggung jawab.

c. Morality

Mahasiswa sebagai Moral Force atau kekuatan
moral. Harus memiliki moral yang baik dan memegang
idealisme yang benar agar tidak terpengaruh oleh
kepentingan pribadi yang merugikan banyak orang.

d. Caring

Mahasiswa sebagai Social Control, di mana
peran mahasiswa menjadi penjaga kondisi sosial di
lingkungannya harus mempunyai sikap peduli atau
aware terhadap lingkungan sekitar, bisa dari lingkungan
kecil seperti bagaimana kita memperlakukan teman,
keluarga, kelompok dan bisa saja peduli terhadap
lingkungan, alam, serta makhluk hidup.

15

e. Entrepreneur

Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan
Bisnis sudah seharusnya mempunyai nilai entrepreneur
atau berwirausaha. Sebagai implementasi keilmuan dan
ciri khas dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

C. Tanggal Pelaksanaan

1. Hari 1
Hari, Tanggal : Kamis, 19 Agustus 2021

Waktu : 07.30 – 12.55 WIB

Tempat : Zoom Meetings

2. Hari 2

Hari, Tanggal : Jumat, 20 Agustus 2021

Waktu : 07.45 – 11.30 WIB

Tempat : Zoom Meetings

3. Hari 3

Hari, Tanggal : Sabtu, 21 Agustus 2021

Waktu : 07.45 – 12.30 WIB

Tempat : Zoom Meetings

16

D. Target Kuantitatif dan Kualitatif
1. Kuantitatif
Mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro angkatan 2021 dengan total peserta
sebanyak 1106 orang.
2. Kualitatif
a. Mahasiswa baru dapat mengerti nilai-nilai
kediponegoroan dalam peran mahasiswa.
b. Mahasiswa sebagai Agent of Change, Iron Stock, Moral
Force, dan Social Control.
c. Mahasiswa baru bangga terhadap almamater dan FEB.
d. Mengubah pola pikir dari siswa ke mahasiswa.

E. Target Aktual yang Tercapai
1. Kuantitatif
Pada hari pertama ODM FEB UNDIP 2021, dihadiri
sebanyak 1106 orang, pada hari kedua sebanyak 1052, dan pada
hari ketiga sebanyak 1032 orang.
2. Kualitatif
a. Peserta dapat mengerti nilai-nilai kediponegoroan dan
ikut ambil bagian dalam peran mahasiswa

17

b. Mahasiswa dapat menjadi Agent of Change, Iron Stock,
Moral Force, dan Social Control

c. Mahasiswa baru bangga terhadap almamater dan dapat
mengubah pola pikirnya dari siswa menjadi mahasiswa.

F. Kendala yang Dihadapi
1. Pelaksanaan kegiatan secara online menyebabkan esensi dan
penanaman nilai dari acara kurang didapat oleh mahasiswa baru.
2. Adanya kendala platform yang digunakan error pada
pelaksanaan acara.
3. Kurangnya koordinasi antara panitia dan moderator sehingga
menyebabkan miss komunikasi.
4. Pemateri dan mozaik yang melebih durasi waktu menyebabkan
acara tidak sesuai dengan susunan acara yang sudah ditentukan.

G. Saran
1. Lebih mempersiapkan platform dan koordinasi dengan vendor
sehingga tidak terjadi kesalahan.
2. Koordinasi yang lebih baik dari panitia kepada seluruh pihak
yang bersangkutan.
3. Memastikan semua sesi yang terdapat di dalam acara sesuai
dengan durasi waktu yang ada di susunan acara.

18

II. Survei dan Analisis Kegiatan ODM FEB 2021
Survei terhadap kegiatan ODM FEB UNDIP 2021 dibuat

melalui platform Google Form yang kemudian disebarkan oleh panitia
ODM FEB UNDIP 2021. Dari survei, didapatkan 94 responden yang
mengisi survey dari total keseluruhan 1106 peserta ODM FEB UNDIP
2021. Dalam survei ada beberapa pertanyaan yang menggunakan skala
1-5 dimana setiap nilai skala memiliki arti yaitu, Skala 1 : Tidak Baik,
Skala 2 : Kurang Baik, Skala 3 : Cukup Baik, Skala 4 : Baik, dan Skala
5 : Sangat Baik. Dari hasil survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
A. Survei Kegiatan ODM FEB 2021

1. Ketepatan Waktu Kegiatan ODM FEB 2021

19

Kegiatan ODM FEB UNDIP 2021 pada hari pertama
mendapatkan rata-rata 4,19. Pada hari kedua mendapatkan rata-
rata 4,19. Dan pada hari ketiga mendapatkan rata-rata 4,20.
Rata-rata penilaian dari ODM FEB 2021 dimulai tepat waktu
mendapatkan hasil 4,19., dimana masuk dalam kategori baik.

Hari Pertama ODM FEB UNDIP 2021 direncanakan
dimulai pada pukul 07.30 WIB, akan tetapi di beberapa jurusan
seperti Akuntansi dan Manajemen dimulai pada pukul 10.10
WIB dikarenakan adanya kendala platform Zoom yang dipakai,
dan pada jurusan Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam dimulai
tepat waktu yaitu pukul 07.30 WIB.

Hari Kedua ODM FEB UNDIP 2021 direncanakan
dimulai pada pukul 07.45 WIB dan pada keempat jurusan
masing-masing dilaksanakan tepat waktu yaitu pada pukul 07.45
WIB.

Hari Ketiga ODM FEB UNDIP 2021 direncanakan
dimulai pada pukul 07.45 WIB dan pada keempat jurusan
masing-masing dilaksanakan tepat waktu yaitu pada pukul 07.45
WIB.

Masalah yang dihadapi pada aspek ini adalah terjadinya
error dalam Zoom A (yang merupakan Meeting room bagi
program studi Akuntansi dan program studi Manajemen) dan hal
ini merupakan hal di luar kendali panitia dan pihak fakultas.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain:

20

a. Panitia dari mahasiswa dapat menyediakan back
up platform Zoom dan tidak hanya
mengandalkan dari platform yang disediakan
oleh fakultas.

b. Panitia dapat accept peserta 10-15 menit sebelum
kegiatan dimulai untuk menghindari
keterlambatan peserta bergabung dalam acara.

2. Susunan Kegiatan ODM FEB 2021

Pada hari pertama mendapatkan rata-rata 4,21.
Kemudian pada hari kedua mendapatkan rata-rata 4,23, dan
pada hari ketiga mendapatkan rata-rata 4,23. Rata-rata penilaian
dari ODM FEB 2021 memiliki susunan kegiatan yang menarik
dan terstruktur mendapatkan hasil 4,22., dimana masuk dalam

21

kategori baik. Dibandingkan dengan ODM FEB 2020, banyak
sekali peningkatan dalam acara ODM FEB 2021 agar peserta
tertarik untuk terus mengikuti, seperti adanya penugasan
kelompok dan juga game-game ice breaking agar mahasiswa
tidak bosan.

Masalah yang dihadapi dalam aspek ini adalah susunan
acara yang cukup padat materi dan juga melelahkan bagi
peserta.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain:
a. Memperbanyak ice breaking bagi peserta agar
kegiatan lebih menarik dan tidak begitu padat
dengan materi.
b. Memberi waktu ishoma ketika waktu melebihi
jam 12 siang.

22

3. Koordinasi Panitia ODM FEB 2021 dengan Peserta

Rata-rata penilaian dari ODM FEB 2021 memiliki
koordinasi antar panitia dan peserta berjalan lancar
mendapatkan hasil 4,46., dimana masuk dalam kategori baik.
Koordinasi kegiatan ODM FEB UNDIP 2021 berjalan dengan
lancar, dimana sebelum ODM FEB UNDIP 2021 dimulai dibuat
grup line oleh observer dan kakak pembimbing masing-masing
sesuai dan jurusan masing-masing yang bertujuan agar
pemberian koordinasi, penugasan, dan informasi terkait ODM
FEB 2021 dapat tersalurkan dengan baik.

Masalah yang dihadapi dalam aspek ini adalah tidak
semua observer ikut aktif dan ambil bagian sesuai dengan
porsinya sehingga terjadi beberapa miss komunikasi mengenai
penugasan.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain:

23

a. Lebih menekankan kepada setiap observer dan
kakak pembimbing agar terus aktif mengawal
dari awal hingga akhir kegiatan berlangsung.

4. Publikasi dan Informasi ODM FEB 2021

Rata-rata penilaian dari ODM FEB 2021 memiliki
publikasi dan informasi kegiatan ODM dapat tersampaikan ke
peserta mendapatkan hasil 4,69, di mana masuk dalam kategori
sangat baik. Publikasi dan informasi kegiatan ODM FEB
UNDIP 2021 tersampaikan dengan baik kepada peserta.
Publikasi ODM FEB UNDIP 2021 hadir di media sosial
@odmfebundip @psdmbemfebundip @bemfeb.undip sehingga
peserta ODM FEB UNDIP 2021 dapat mengetahui informasi
dengan mudah.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain:

24

a. Membuat konten dan branding yang lebih
menarik lagi baik dalam Instagram resmi ODM
FEB UNDIP yaitu @odmfebundip.

5. Kesesuaian Bidang Pemateri

Pada hari pertama mendapatkan rata-rata 4,42. Lalu pada
hari kedua mendapatkan rata-rata 4,43. Kemudian pada hari
ketiga mendapatkan rata-rata 4,43. Rata-rata penilaian dari
ODM FEB 2021 (peserta dapat menerima penyampaian materi
dengan baik) mendapatkan hasil 4,43, di mana masuk dalam
kategori baik. Sesuai dengan kesan yang mereka berikan,
melalui ODM FEB 2021 mereka mendapatkan ilmu yang
bermanfaat, menambah wawasan, dapat lebih memahami
tentang materi yang disampaikan. Pemateri berasal dari dosen di
setiap program studi masing-masing yang mana sudah

25

berpengalaman di tahun-tahun sebelumnya untuk menjadi
pemateri di ODM FEB UNDIP.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain:
a. Panitia baik dari mahasiswa maupun fakultas
memaksimalkan pemilihan pembicara agar lebih
menarik lagi sehingga mahasiswa tidak bosan
dan peserta lebih bersemangat dalam
mendengarkan.

B. Survei Peserta ODM FEB 2021
1. Penyampaian Materi

Rata-rata penilaian dari ODM FEB 2021 peserta
menerima penyampaian materi dengan baik mendapatkan hasil
4,5., dimana masuk dalam kategori sangat baik. Peserta dapat
menerima penyampaian materi dengan baik karena para
pembicara memiliki masing-masing cara untuk menyampaikan

26

materi seperti dengan cara menyampaikan lewat video, dan
bertanya jawab.

Masalah yang dihadapi mengenai penyampaian materi
yang diterima peserta yaitu masih adanya beberapa peserta yang
kurang fokus dan kurang aktif dalam mendengar maupun
berpartisipasi dalam penyampaian materi oleh pembicara.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Peserta dapat diminta untuk selalu
mendengarkan materi dengan baik dengan selalu
mengaktifkan kamera (jika kegiatan ODM FEB
UNDIP masih dilaksanakan secara daring)
ataupun diminta agar senantiasa fokus agar
peserta dapat menerima materi yang
disampaikan dengan baik.
b. Panitia dapat memberikan peserta penugasan
mengenai materi yang dibawakan oleh
pembicara agar peserta lebih menerima dan
memahami materi yang disampaikan.

27

2. Tema Materi

Rata-rata penilaian dari ODM FEB 2021 tema materi
yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan peserta
mendapatkan hasil 4,62, dimana masuk dalam kategori sangat
baik. Peserta dapat menerima materi yang dapat memenuhi
kebutuhan peserta yaitu materi untuk mempersiapkan diri
menjadi mahasiswa baru. Tema materi yang disampaikan dalam
ODM FEB UNDIP 2021 pada Sesi 1 adalah mengenai “Siapa
Saya”, kemudian dalam Sesi 2 adalah mengenai “Siapa Kita” ,
kemudian dalam Sesi 3 adalah mengenai “Merdeka Belajar”,
kemudian dalam Sesi 4 adalah mengenai “Prestatif Pencerah”
dan yang terakhir pada Sesi 5 yaitu mengenai “Declaration of
Excellence (DOE).

3. Keaktifan Peserta

28

Rata-rata penilaian dari ODM FEB peserta merasa
dituntut dan ingin aktif mendapatkan hasil 4,47, di mana masuk
dalam kategori baik. Peserta dituntut dan ingin aktif dapat
dibuktikan dengan banyak mahasiswa yang memberikan
feedback kepada dosen pemberi materi dan juga banyak yang
dapat melakukan tanya jawab dengan dosen pemberi materi.

Masalah yang dihadapi dalam keaktifan peserta yaitu
peserta masih harus ditunjuk oleh pembawa acara yang
menunjukkan bahwa peserta malu maupun ragu untuk aktif.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :

a. Peserta dapat diberikan dorongan atau ajakan
untuk turut aktif dan berpartisipasi dalam
kegiatan ODM FEB UNDIP melalui sesi tanya
jawab ataupun penugasan yang ada. Pada sesi
tanya jawab, panitia melalui kakak pembimbing
maupun observer dapat menyemangati atau
memberi apresiasi para peserta untuk

29

memberikan pertanyaan ataupun tanggapan
mengenai materi yang dibawakan.

4. Diskusi Kelompok

Rata-rata penilaian dari ODM FEB peserta merasa
dituntut dan ingin aktif mendapatkan hasil 4,50, dimana masuk
dalam kategori sangat baik. Diskusi peserta dapat berjalan
dengan kondusif dan juga bisa membuahkan solusi karena
selama prosesnya didampingi oleh observer masing-masing.

Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Seluruh peserta di dalam kelompok dapat
diminta untuk lebih aktif berpartisipasi dalam
diskusi ataupun penugasan kelompok yang ada
agar dapat menciptakan suasana kelompok yang
aktif, kondusif juga dapat menuangkan solusi

30

mengenai materi ataupun penugasan yang
dibahas bersama kelompok masing-masing.
5. Penugasan

Rata-rata penilaian dari ODM FEB peserta merasa
dituntut dan ingin aktif mendapatkan hasil 4,53., dimana masuk
dalam kategori sangat baik. Penugasan yang diberikan sesuai
dengan materi dan membawa dampak baik untuk peserta.
Terdapat pula penugasan seperti self branding, yang dapat
membuat mahasiswa baru dapat percaya diri untuk mengunggah
mengenai diri dan asalnya ke media sosial.

Masalah yang dihadapi dalam penugasan yaitu adanya
peserta yang merasa terbebani akan penugasan karena kegiatan
ODM FEB UNDIP terlalu banyak. Beberapa hal yang perlu
dimaksimalkan antara lain :

a. Panitia (dapat melalui kakak pembimbing dan
observer) dapat selalu melakukan follow up
mengenai penugasan yang diberikan. Di mana

31

jika peserta mengalami kendala dalam
mengerjakan penugasan, panitia dapat
membimbing dan membantu para peserta dalam
menyelesaikan penugasan yang ada.
b. Penugasan yang diberikan juga dapat lebih
menarik lagi dan diberikan waktu yang cukup
agar peserta dapat mengerjakan penugasan yang
ada dengan semangat dan tepat waktu.

6. Harapan Peserta Sebelum Mengikuti Kegiatan ODM FEB 2021
a. Mengenal kegiatan perkuliahan serta mengenal
Universitas Diponegoro dengan mendalam.
(Didapat 36 pendapat serupa dari 94 responden)
b. Mendapatkan materi dan wawasan yang berkaitan
dengan perkuliahan terutama perkuliahan di Universitas
Diponegoro.
(Didapat 15 pendapat serupa dari 94 responden)
c. Menghadirkan acara yang seru dan menyenangkan.
(Didapat 4 pendapat serupa dari 94 responden)
d. Menghadirkan acara yang menarik bagi peserta.
(Didapat 4 pendapat serupa dari 94 responden)
e. Dapat melatih jiwa kepemimpinan.

32

(Didapat 3 pendapat serupa dari 94 responden)

7. Perubahan yang Peserta Lakukan Setelah Mengikuti Kegiatan
ODM FEB 2021
a. Lebih mengenal lingkungan UNDIP khususnya FEB dan
mendapatkan teman baru.
(Didapat 17 pendapat serupa dari 94 responden)
b. Menghargai waktu, produktif, menjadi lebih Adaptif,
Cerdas, Tangguh dan Beretika.
(Didapat 6 pendapat serupa dari 94 responden)
c. Memiliki teman serta relasi baru di dunia perkuliahan.
(Didapat 6 pendapat serupa dari 94 responden)

Berdasarkan survei mengenai harapan peserta sebelum
mengikuti Orientasi Diponegoro Muda FEB 2021 dan perubahan yang
didapat oleh peserta setelah mengikuti kegiatan, dapat diketahui bahwa
kegiatan ODM FEB UNDIP 2021 sudah cukup baik dalam
mengakomodir dan memfasilitasi apa yang menjadi harapan bagi para
peserta. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya harapan untuk mengenal
lingkungan UNDIP khususnya FEB dan mengenal kegiatan perkuliahan
(sebanyak 36 responden) dengan perubahan yang didapat oleh peserta,
yaitu lebih mengenal lingkungan UNDIP (sebanyak 17 responden).

33

Post Test
Post Test bertujuan untuk mengetahui bagaimana mereka

menangkap materi yang telah disampaikan.

1. Nilai yang dipelajari saat menonton 3 video terbaik?

Dapat termotivasi agar terus menerus menunjukkan kreativitas
dan semangat.

(Berdasarkan hasil survei, ada 12 responden yang menjawab
benar)
2. Generasi merdeka belajar di dunia membutuhkan teknik…

NAVIGASI DIRI (Net Ethics, Attitude, Value, Information,
Growth, Achievement, Smart, Inspiration).

(Berdasarkan hasil survei, ada 43 responden yang menjawab
benar)

3. Apa itu kampus merdeka?

Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka
Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempatan
bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan
minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan
karir masa depan.

(Berdasarkan hasil survei, ada 45 responden yang menjawab
benar)

4. Mahasiswa yang prestatif & pencerah adalah...

34

Mawas diri terhadap kelebihan dan kekurangan, mempertajam
suasana hati, memunculkan keunikan, memiliki kebebasan
berekspresi atau pengembangan ide-ide yang produktif,
memecahkan masalah dengan imajinasi, kreativitas, dan
beradaptasi dengan tepat, keteladanan dalam bentuk ucapan,
sikap, dan perilaku, Memiliki sifat-sifat yang baik, seperti
sederhana, obyektif, setia, sabar, adil, peduli, amanah, memiliki
kemampuan nyata yaitu baik martabatnya, taat hukum dan
peraturan, tekun beribadah, sederhana, pekerja keras tanpa
pamrih dan hanya mengharap keridhoan Allah.

(Berdasarkan hasil survei, ada 23 responden yang menjawab
benar)

5. Unsur-unsur yang ada di sebuah DoE

Unsur-unsurnya adalah 4W + 1H, Why (SWOT), What (Tujuan
Program), When, Who, How (Nama Program, Inspiratif,
Dedikatif, Empatik).

(Berdasarkan hasil survei, ada 41 responden yang menjawab
benar)

C. Kritik dan Saran dari Peserta ODM FEB 2021
1. Kritik untuk Kegiatan ODM FEB 2021

a. Acara yang kurang tepat waktu, dan beberapa durasi
terlalu lama.

(Didapat 16 pendapat serupa dari 94 responden)

35

b. Acara yang sedikit membosankan.
(Didapat 6 pendapat serupa dari 94 responden)

2. Saran untuk Kegiatan ODM FEB 2021
a. Kegiatan ODM FEB lebih tepat waktu.
(Didapat 16 pendapat serupa dari 94 responden)
b. Semoga ODM FEB berjalan dengan lebih baik lagi.
(Didapat 10 pendapat serupa dari 94 responden)

Secara keseluruhan, kegiatan ODM FEB UNDIP 2021 sudah
melakukan banyak peningkatan dari tahun sebelumnya. Kegiatan ODM
FEB UNDIP 2021 telah berupaya menghadirkan acara yang baik,
koordinasi yang baik dengan peserta dan panitia yang lain, publikasi yang
baik untuk peserta dan pemilihan pembicara yang terbaik untuk
menyampaikan materi kepada peserta.

2. LKMM Pra-Dasar
1) LEAP

I. Pelaksanaan Leading Program 2021
A. Nama Kegiatan
Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra Dasar,
Leading Program (LEAP), Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro 2021.

36

B. Nilai dan Konsep

Leading Program merupakan kegiatan kaderisasi di lingkup
Program Studi S1 Ekonomi Islam FEB UNDIP. Leading Program
merupakan wadah dari LKMM-PD mahasiswa baru Ekonomi Islam
yang dilaksanakan beberapa minggu dengan berbagai materi serta
simulasi yang bermanfaat dan mengajarkan solidaritas dalam dunia
kampus.

Pada Prephase 1, materi yang dibawakan adalah “Pengenalan
Pendikar Departemen” yang bertujuan untuk memperkenalkan
Pendidikan Karakter di Departemen Ekonomi Islam.

Pada Prephase 2 dan 3, materi yang dibawakan pada sesi
pertama adalah “Sejarah Ekonomi Islam” yang bertujuan untuk
memperkenalkan latar belakang berdirinya Program Studi Ekonomi
Islam di FEB UNDIP. Selanjutnya, materi yang dibawakan pada sesi
kedua adalah “Pengenalan Struktur dan Solidaritas Angkatan” yang
bertujuan agar mahasiswa baru dapat mengetahui struktur yang ada di
dalam angkatan serta mengetahui pentingnya solidaritas dalam
angkatan.

Pada Prephase 4, materi yang dibawakan adalah
“Kewirausahaan” yang bertujuan untuk menanamkan jiwa wirausaha
pada mahasiswa baru Program Studi Ekonomi islam FEB UNDIP.

Pada Prephase 5, materi yang dibawakan adalah “Urgensi
Keorganisasian” yang bertujuan untuk menjelaskan pentingnya
organisasi dalam dunia mahasiswa.

37

Pada Puncak Hari 1, materi yang dibawakan adalah “Analisis
Potensi Diri, Personal Building, dan Time Management” yang bertujuan
agar mahasiswa baru dapat menganalisis potensi yang ada pada diri
mereka yang selanjutnya diharapkan dapat membentuk personal
building, serta dapat melatih time management.

Pada Puncak Hari 2, materi yang dibawakan pada sesi pertama
adalah “Sikap Kritis Mahasiswa” yang bertujuan untuk menanamkan
sikap kritis pada mahasiswa baru dan pengenalan berbagai lembaga
keorganisasian yang ada di UNDIP. Selanjutnya, materi yang
dibawakan pada sesi kedua adalah “Dasar Komunikasi dan Teamwork”
yang bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar dalam komunikasi yang
diharapkan dapat diimplementasikan dalam kerja tim.

Pada Puncak Hari 3, materi yang dibawakan pada sesi pertama
adalah “Pola Pikir Prestatif” yang bertujuan untuk menanamkan pola
pikir prestatif pada mahasiswa baru agar dapat berkontribusi aktif dalam
meningkatkan iklim prestatif yang ada di Program Studi Ekonomi
Islam. Selanjutnya, materi yang dibawakan pada sesi kedua adalah
“Teknik Sidang” yang bertujuan agar mahasiswa baru mengetahui alur
dan proses sidang yang dilaksanakan dalam organisasi.

Tema yang diusung pada Leading Program 2021 adalah “Create
a good Quality of Leader with Islamic Character”.

Nilai yang dibawa pada Leading Program 2021 bahwa
kaderisasi memiliki nilai yang dapat mempersiapkan mahasiswa baru
untuk siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan. Untuk itu, pada
kaderisasi Ekonomi Islam 2021 ini, kami ingin membentuk pemimpin
yang berkualitas sesuai dengan karakter Islam. Oleh karena itu nilai
yang diangkat, yaitu:

38

a. Siddiq : Mahasiswa Ekonomi Islam diharapkan nantinya
bisa menjadi seseorang yang benar atau jujur dalam
perkataan dan perbuatan.

b. Tabligh : Mahasiswa Ekonomi islam diharapkan dapat
mengajak atau menyampaikan sekaligus memberi suatu
contoh kepada orang lain untuk melakukan perbuatan
yang benar dan sesuai dengan akidah yang berlaku di
dalam kehidupan.

c. Amanah : Mahasiswa Ekonomi Islam diharapkan
menjadi seseorang yang dapat dipercaya dan selalu
berupaya dalam menjaga amanah dengan sebaik-
baiknya.

d. Fathanah : Mahasiswa Ekonomi Islam diharapkan dapat
cerdas dalam berfikir dan bertindak.

C. Tanggal Pelaksanaan

1. Prephase 1

Hari, Tanggal : Sabtu, 11 September 2021

Waktu : 08.15 - 10.45 WIB

Tempat : Ms. Teams

2. Prephase 2 dan 3

39

Hari, Tanggal : Sabtu, 18 September 2021

Waktu : 08.15 - 11.40 WIB

Tempat : Ms. Teams

3. Prephase 4

Hari, Tanggal : Sabtu, 25 September 2021

Waktu : 08.15 - 11.15 WIB

Tempat : Ms. Teams

4. Prephase 5

Hari, Tanggal : Minggu, 3 Oktober 2021

Waktu : 08.15 - 11.15 WIB

Tempat : Ms. Teams

5. Puncak Hari 1

Hari, Tanggal : Jumat, 29 Oktober 2021

Waktu : 18.30 - 21.30 WIB

Tempat : Ms. Teams

6. Puncak Hari 2

Hari, Tanggal : Sabtu, 30 Oktober 2021

Waktu : 07.15 - 14.55 WIB

Tempat : Ms. Teams

40

7. Puncak Hari 3

Hari, Tanggal : Minggu, 31 Oktober 2021

Waktu : 07.15 - 13.20 WIB

Tempat : Ms. Teams

D. Target Kuantitatif dan Kualitatif

1. Kuantitatif

Mahasiswa baru Program Studi S1 Ekonomi Islam
Universitas Diponegoro angkatan 2021. Dengan sasaran peserta
yaitu 161 mahasiswa baru Ekonomi Islam 2021.

2. Kualitatif

a. Dapat menjadi sarana pelatihan kepemimpinan bagi
mahasiswa khususnya mahasiswa Ekonomi Islam
angkatan 2021.

b. Mempererat tali persaudaraan, silaturahim, dan
kekeluargaan diantara mahasiswa Ekonomi Islam.

c. Menumbuhkan komitmen mahasiswa baru untuk
mengikuti perkuliahan dengan baik dan meningkatkan
jiwa kewirausahaan.

d. Dapat meningkatkan kualitas dalam diri masing-masing
mahasiswa Ekonomi Islam maupun antar mahasiswa

41

berupa pengakraban dan persaudaraan sesama
mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam.

E. Target Aktual yang Tercapai

1. Kuantitatif

Total peserta yang mengikuti kegiatan Leading Program
2021 berjumlah 161 peserta.

2. Kualitatif

a. Leading Program dapat menjadi sarana pelatihan
kepemimpinan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa
Ekonomi Islam angkatan 2021.

b. Dengan adanya kegiatan Leading Program yang
dilaksanakan kurang lebih 2 bulan lamanya, peserta
dapat lebih mengenal teman angkatan dan juga kakak
tingkat Ekonomi Islam, baik yang menjadi panitia
maupun pembiacara sehingga rasa kekeluargaan yang
ada dalam Program Studi Ekonomi Islam tetap terjaga.

c. Dengan adanya kegiatan Leading Program, mahasiswa
baru dapat berkomitmen untuk mengikuti perkuliahan
dengan baik dan juga termotivasi untuk meningkatkan
jiwa kewirausahaan.

d. Dengan adanya kegiatan Leading Program, mahasiswa
baru Program Studi Ekonomi Islam dapat meningkatkan
kualitas dalam diri masing-masing maupun antar

42

mahasiswa yang berupa pengakraban dan persaudaraan
sesama mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam.

F. Kendala yang Dihadapi
1. Adanya pandemi COVID-19 ini membuat panitia harus
berkomunikasi secara online dan menyebabkan terjadinya
banyak miss communication.
2. Karena acara yang diadakan secara online, menyebabkan
banyaknya kendala yang disebabkan oleh jaringan, terutama
pada saat pengisian link presensi peserta sehingga ada beberapa
peserta yang terlambat untuk mengisi link presensi.
3. Tidak stabilnya jaringan dari divisi PDD yang menyebabkan
terlambatnya penampilan video.

G. Saran
Saran untuk acara berikutnya, yaitu agar lebih dipersiapkan

secara matang, baik dari panitia maupun peserta, menjalin koordinasi
dengan baik dengan jajaran birokrasi, lebih selektif dalam perekrutan
panitia di luar HMEI agar kegiatan dapat berjalan sesuai target,
meningkatkan koordinasi antar divisi dan anggota lainnya untuk
meminimalisir adanya miss communication.

43

I. Survei dan Analisis Kegiatan Leading Program 2021

Survei terhadap kegiatan Leading Program 2021 dibuat melalui
platform Google Form yang kemudian disebarkan oleh panitia Leading
Program 2021 melalui social media, seperti grup LINE dan Whatsapp
peserta Leading Program 2021, Instagram Leading Program 2021
@leapundip, dan Instagram serta OA LINE HMEI. Dari survei
didapatkan 105 responden yang mengisi survei dari total keseluruhan
161 peserta Leading Program 2021. Dalam survei ada beberapa
pertanyaan yang menggunakan skala 1-5 dimana setiap nilai skala
memiliki arti yaitu, Skala 1 : Tidak Baik, Skala 2 : Kurang Baik, Skala
3 : Cukup Baik, Skala 4 : Baik, dan Skala 5 : Sangat Baik. Dari hasil
survei tersebut, dapat kami simpulkan bahwa :
A. Survei Kegiatan Leading Program 2021

1. Ketepatan Waktu Kegiatan Leading Program 2021

Kegiatan Leading Program 2021 berjalan dengan
ketepatan waktu yang baik. Hal ini dapat dilihat pada grafik,
untuk Prephase 1, memiliki rata-rata nilai skala 3,96. Prephase
2 dan 3 memiliki nilai rata-rata skala 3,98. Prephase 4 memiliki

44


Click to View FlipBook Version