c. Mempererat tali kasih dan rasa persatuan di antara
mahasiswa Kristen Protestan dalam lingkungan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro sehingga
meningkatkan persekutuan, pelayanan, serta kesaksian
agar makin konsisten dan terarah.
d. Meningkatkan peran serta dan kepekaan sosial
mahasiswa Kristen Protestan dalam kehidupan
bermasyarakat.
e. Peserta mengetahui apa yang diinginkan dan
kemauannya ke depannya, tetapi tetap taat sehingga
tidak hilang arah dalam proses perkuliahan.
E. Target Aktual yang Tercapai
1. Kuantitatif
Total peserta yang mengikuti kegiatan Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan
Global 2021 berjumlah 195 peserta yang terdiri dari mahasiswa
baru kristen FEB UNDIP, panitia pelaksana, pengurus dan juga
alumni PMK FEB UNDIP.
2. Kualitatif
a. Peserta memahami cara merealisasikan rasa peduli
terhadap berbagai permasalahan yang sedang terjadi dan
memiliki pandangan yang benar sesuai dengan Firman
Allah sehingga pada akhirnya mampu memberikan
245
solusi atau pemecahan yang tepat melalui penyampaian
firman, sesi tanya jawab dan penugasan yang diberikan.
b. Melalui penyampain firman menjadikan peserta makin
mengimani karya penyelamatan-Nya sebagai wujud
ucapan syukur atas kasih karunia Allah.
c. Melalui pembentukan kelompok di Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global 2021, tali kasih dan persatuan di
antara mahasiswa Kristen Protestan dalam lingkungan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro
terjalin dengan baik dan makin saling mengenal satu
sama lain walaupun terhalang pandemi.
d. Peserta makin peka akan peran mahasiswa Kristen
Protestan dalam kehidupan bermasyarakat melalui
penugasan mind mapping terkait materi yang
disampaikan.
e. Peserta juga menjadi lebih mengetahui apa yang
diinginkan dan kemauannya ke depannya, tetapi tetap
taat sehingga tidak hilang arah dalam proses perkuliahan
melalui tugas mind mapping dan diskusi bersama.
F. Kendala yang Dihadapi
246
1. Banyak peserta, terkhususnya mahasiswa baru, yang masih
kurang responsif terhadap informasi dan kegiatan sehingga
membutuhkan dorongan yang lebih dari setiap panitia
pelaksana.
2. Terjadinya kesalahan teknis dikarenakan kendala jaringan yang
mengakibatkan audio atau video yang diputar menjadi
bermasalah (video menjadi hitam, audio kurang kedengaran).
3. Pembicara masih memiliki pertanyaan sebelum acara dimulai
sehingga membuat peserta lumayan terlambat di accept ke
dalam room.
4. Perubahan terhadap pembicara yang berhalangan sehingga
membuat panitia harus mengganti proposal baru.
G. Saran
Saran untuk kegiatan selanjutnya, panitia dapat melaksanakan
kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global ini dengan lebih baik dari tahun 2021. Diharapkan
persiapannya dengan matang dari mulai konsep, timeline acara,
pembicara dan teknis kegiatan. Diharapkan juga menjalin komunikasi
yang baik dengan pihak yang berkaitan dengan acara untuk
meminimalisir terjadinya kesalahan komunikasi atau ada informasi
yang tidak tersampaikan agar Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global ini tetap berjalan dengan baik dan
lancar juga dapat memberikan manfaat kepada semua orang.
247
II. Survei dan Analisis Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021
Survei terhadap kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021 dibuat melalui
platform Google Form yang kemudian disebarkan oleh panitia Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global
2021. Dari survei didapatkan 100 responden yang mengisi survei dari
total keseluruhan 195 peserta Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021. Dalam survei ada beberapa
pertanyaan yang menggunakan skala 1-5 dimana setiap nilai skala
memiliki arti yaitu, Skala 1 : Tidak Baik, Skala 2 : Kurang Baik, Skala
3 : Cukup Baik, Skala 4 : Baik, dan Skala 5 : Sangat Baik. Dari hasil
survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
A. Survei Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021
1. Ketepatan Waktu Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021
248
Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021 berjalan dengan
ketepatan waktu yang baik. Untuk Sesi 1, memiliki rata-rata
nilai skala 4,59. Sesi 2, memiliki rata-rata nilai skala 4,12. Sesi
3, memiliki rata-rata nilai skala 4,61 dan Sesi talk show,
memiliki rata-rata nilai skala 4,59 dan dengan total rata-rata nilai
skala keseluruhan sesi adalah 4,47 dari total keseluruhan 100
responden.
Adapun hal-hal yang menjadi kendala dalam hal
ketepatan waktu pelaksanaan acara yaitu adanya keterlambatan
pembicara untuk bergabung dalam persiapan sebelum acara
sehingga menjadikan waktu untuk accept peserta menjadi
mundur dan acara mulai dengan waktu yang bersamaan saat
peserta bergabung ke dalam platform acara.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia dapat accept peserta 5-10 menit sebelum
kegiatan dimulai agar menghindari keterlambatan
peserta bergabung platform acara.
b. Panitia dapat menginfokan kepada peserta agar
mempersiapkan diri lebih awal atau dapat bergabung 5-
10 menit sebelum kegiatan dimulai.
c. Koordinasi mengenai susunan acara dapat
dimaksimalkan dengan seluruh panitia dan yang
bertugas saat kegiatan berlangsung.
249
d. Panitia juga dapat mengkoordinasikan lebih baik lagi
dengan pembicara mengenai estimasi waktu pembicara
agar pembicara tepat waktu dalam membawakan materi.
2. Susunan Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021
Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021 sudah menarik dan
terstruktur dengan baik. Hal ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi
1, memiliki rata-rata nilai skala 4,39. Sesi 2, memiliki rata-rata
nilai skala 4,39. Sesi 3, memiliki rata-rata nilai skala 4,37 dan
Sesi talk show, memiliki rata-rata nilai skala 4,39 dan dengan
total rata-rata nilai skala keseluruhan sesi adalah 4,38 dari total
keseluruhan 100 responden. Hal ini menunjukkan bahwa
Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global 2021 dapat menghasilkan kegiatan yang
menarik dan terstruktur sama seperti Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2020.
250
Masalah yang dihadapi terkait hal ini yaitu susunan
kegiatan yang sangat padat dan kurangnya sesi games dalam
pelaksanaannya. Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara
lain :
a. Susunan kegiatan dapat diinovasikan seperti menambah
games atau ice breaking maupun menyusun kegiatan
yang lebih efektif dan efisien.
3. Koordinasi Panitia Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021 dengan Peserta
Koordinasi kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021
berjalan dengan lancar, di mana para peserta dipandu oleh
panitia melalui grup besar peserta yang berisi perwakilan panitia
yang kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok yang
memiliki grup dan didampingi oleh salah seorang panitia
251
sebagai kakak pembimbing yang membantu koordinasi lebih
lanjut mengenai kegiatan acara, informasi maupun penugasan
dari panitia kepada peserta Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021. Hal ini
dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,51 dari total
100 responden.
Masalah yang dihadapi dalam koordinasi panitia dengan
peserta yaitu masih adanya beberapa peserta yang pasif dalam
menerima informasi dari panitia melalui perantara kakak
pembimbing. Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara
lain :
a. Panitia melalui kakak pembimbing tiap kelompok di
acara Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan
atau Permasalahan Global dapat ditingkatkan
komunikasinya dengan para peserta agar peserta
senantiasa terhubung dengan panitia dan informasi dapat
tersalurkan dengan baik.
4. Publikasi dan Informasi Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021
252
Publikasi dan informasi dari kegiatan Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan
Global 2021 tersampaikan dengan baik kepada peserta begitu
juga untuk desain kegiatan tahun ini baik dan kreatif. Publikasi
Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global 2021 hadir di media sosial @pmkfebundip
, hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,59 dari
total 100 responden. Masalah yang dihadapi mengenai publikasi
dan informasi kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global yaitu masih pasifnya
peserta dalam mengakses media sosial PMK. Beberapa hal yang
perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Agar publikasi Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global dapat lebih
maksimal, panitia dapat menginfokan kepada para
peserta bahwa peserta dapat mengakses informasi
maupun publikasi kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global
melalui platform media sosial PMK yang ada (dapat
diinformasikan melalui kakak pembimbing kepada para
peserta).
b. Diperlukannya pertimbangan untuk membuat media
sosial khusus untuk acara Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global, agar
peserta dapat lebih mudah mengakses publikasi dan
informasi karena di media sosial PMK cukup banyak
informasi yang dibagikan selain acara Pelatihan
253
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global.
5. Kesesuaian Bidang Pemateri
Pemateri yang dihadirkan pada acara Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan
Global 2021 sesuai dengan bidang keahliannya. Kelima
pembicara memiliki banyak hal yang dapat dibagikan dan
memiliki pengalaman dalam menjadi pemateri.
Pembicara sesi pertama yaitu Ps. Rendy Chandradinata
yang sudah berpengalaman dalam berpelayanan di komunitas
remaja dan pernah juga membawakan pelayanan di PMK FEB
UNDIP, pembicara sesi 1 membawakan tema sesi 1 yaitu
“Unique Gift From God” dengan baik dalam sebuah ppt untuk
menunjang materi yang disampaikan terkait dengan mengenal
karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.
254
Hal ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi 1, memiliki rata-rata nilai
skala 4,62 yang menunjukkan pembicara sesi 1 dapat
membawakan materi dan menghadirkan suasana yang nyaman
dengan peserta melalui sharing firman dan diskusi bersama
mengenai tema yang diangkat.
Selanjutnya pada sesi kedua dibawakan oleh Pdt. Ariel
Aditya Susanto yang merupakan seorang pendeta yang sudah
berpengalaman dalam berpelayanan di komunitas remaja juga
membawakan tema sesi 2 yaitu “Firm Commitment” dengan
baik dalam sebuah ppt yang membantu dalam menyampaikan
materi terkait dengan membangun komitmen yang teguh. Hal
ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi 2, memiliki rata-rata nilai
skala 4,54 yang menunjukkan dimana pembicara telah
membawakan materi dan menghadirkan sesi sharing firman
yang nyaman bagi peserta melalui diskusi bersama dan juga sesi
tanya jawab.
Pada sesi 3 dibawakan oleh Pdt. Johan Andreas Santoso
juga adalah pendeta yang sudah berpengalaman dalam
berpelayanan di komunitas remaja yang membawakan tema sesi
3 yaitu “Create Your Journey” dengan baik juga melalui sebuah
ppt yang berisikan materi yang disampaikan mengenai
mengembangkan dan membentuk karunia yang telah diterima
dari Tuhan dengan menghadirkan slido yang merupakan salah
satu inovasi yang menarik dalam mendukung keberjalanan sesi
3. Hal ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi 3, memiliki rata-rata
nilai skala 4,56 dimana menunjukkan pembicara dapat
membawakan materi dan juga menghadirkan sesi sharing firman
yang asik dan membuat peserta bersemangat melalui slido yang
255
menghadirkan pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh peserta
saat sesi tanya jawab dan diskusi.
Selanjutnya ada pembicara sesi talk show yang
menghadirkan dua pembicara dengan tema “Impactful and
Creative” dengan judul “Shine Your Way!”, yaitu Renhard
Gultom yang merupakan alumni dari Universitas Diponegoro
yang memiliki pengalaman menjadi seorang Kaisar Obkial pada
saat bergabung dengan PMK FEB UNDIP, pemateri
membawakan materi dengan baik dan berbagi pengalaman yang
menarik bagi para peserta dengan menghadirkan ppt. Lalu
pembicara kedua pada sesi talk show yaitu Yesaya Wilander
Soemantri yang merupakan seorang pemain drum dan
influencer kristen yang merupakan pembicara yang sudah
memiliki banyak pengalaman yang dibagikan dan dikemas
dengan baik melalui ppt. Pada sesi talk show ini pembicara
melakukan sesi interaktif dengan peserta. Hal ini dapat dilihat
bahwa untuk Sesi talk show, memiliki rata-rata nilai skala 4,56
yang menunjukkan dimana kedua pembicara dapat
membawakan materi dan membawakan suasana yang nyaman
bagi peserta saat sesi talk show melalui diskusi dan sesi tanya
jawab. Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia dapat memaksimalkan pembicara yang lebih
menarik dan lebih membawa suasana acara menjadi
lebih aktif dan para peserta semakin bersemangat untuk
mendengarkan para pembicara.
b. Panitia dapat meningkatkan koordinasi dengan para
pembicara mengenai materi yang akan dibawakan agar
256
pembicara dapat membawakan materi dengan tepat
sasaran dan sesuai dengan briefing yang sudah diadakan
oleh panitia dengan para pembicara.
B. Survei Peserta Pelatihan Manajemen Diri Mneghadapi Tantangan
atau Permasalahan Global 2021
1. Penyampaian Materi
Peserta dengan baik dapat menerima materi yang
disampaikan. Sesuai dengan kesan yang diberikan oleh peserta,
melalui Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global 2021 mereka memperoleh ilmu yang
bermanfaat, menambah wawasan, juga dapat lebih mengenal
diri mereka dan passion mereka sesuai materi yang disampaikan
dan memberikan banyak hal-hal baru yang belum mereka
ketahui. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah
4,55 dari total 100 responden.
Masalah yang dihadapi mengenai penyampaian materi
yang diterima peserta yaitu masih adanya beberapa peserta yang
257
kurang fokus dan kurang aktif dalam mendengar maupun
berpartisipasi dalam penyampaian materi oleh pembicara.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Peserta dapat diminta untuk selalu mendengarkan materi
dengan baik dengan selalu mengaktifkan kamera (jika
kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global dilaksanakan
secara daring) ataupun diminta agar senantiasa fokus
agar peserta dapat menerima materi yang disampaikan
dengan baik.
b. Panitia dapat memberikan peserta penugasan mengenai
materi yang dibawakan oleh pembicara agar peserta
lebih menerima dan memahami materi yang
disampaikan.
2. Keaktifan Peserta
Peserta Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021 dituntut aktif selama
acara berlangsung. Ketika acara memasuki sesi tanya jawab,
258
peserta aktif menjawab dan juga mengajukan pertanyaan kepada
pemateri dengan baik sehingga acara berlangsung sesuai dengan
yang diharapkan yaitu peserta aktif dan semangat. Hal ini dapat
dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,4 dari total 100
responden.
Masalah yang dihadapi dalam keaktifan peserta yaitu
peserta masih harus ditunjuk oleh pembawa acara yang
menunjukkan bahwa peserta malu maupun ragu untuk aktif.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Peserta dapat diberikan dorongan atau ajakan untuk turut
aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global melalui sesi tanya jawab ataupun
penugasan yang ada. Pada sesi tanya jawab, panitia dapat
menyemangati atau memberi apresiasi para peserta
untuk memberikan pertanyaan ataupun tanggapan
mengenai materi yang dibawakan (dapat melalui kakak
pembimbing di grup kelompok ataupun melalui
keseluruhan panitia yang berada di tempat atau platform
yang sama).
3. Diskusi Kelompok
259
Diskusi kelompok dapat berhasil dilakukan secara kondusif
dan membuahkan hasil dimana melalui diskusi kelompok, para
peserta dapat menyampaikan pendapatnya mengenai tema yang
dibahas untuk menghasilkan solusi yang baik. Hal ini dapat
dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,4 dari total 100
responden. Masalah yang dihadapi dalam diskusi kelompok
yaitu para peserta masih membutuhkan arahan dan bantuan dari
panitia pelaksana khususnya kakak pembimbing. Beberapa hal
yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Seluruh peserta di dalam kelompok dapat diminta untuk
lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi ataupun
penugasan kelompok yang ada agar dapat menciptakan
suasana kelompok yang aktif, kondusif juga dapat
menuangkan solusi mengenai materi ataupun penugasan
yang dibahas bersama kelompok masing-masing.
4. Penugasan
260
Penugasan yang diberikan sesuai dengan materi dan
membawakan dampak yang baik untuk peserta. Tidak hanya
untuk kepentingan dampak diri sendiri juga untuk orang-orang
sekitar juga untuk kemuliaan nama Tuhan melalui penugasan
resume materi, mind mapping, penampilan talent show, juga
penugasan diskusi kelompok mengenai tema materi dan
dibagikan oleh peserta melalui sosial media kelompok masing-
masing. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah
4,52 dari total 100 responden.
Masalah yang dihadapi dalam penugasan yaitu adanya
peserta yang merasa terbebani akan penugasan karena kegiatan
Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global yang terlaksana pada masa ujian.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia (dapat melalui kakak pembimbing) dapat selalu
melakukan follow up mengenai penugasan yang
diberikan. Di mana jika peserta mengalami kendala
261
dalam mengerjakan penugasan, panitia dapat
membimbing dan membantu para peserta dalam
menyelesaikan penugasan yang ada.
b. Penugasan yang diberikan juga dapat lebih menarik lagi
dan diberikan waktu yang cukup agar peserta dapat
mengerjakan penugasan yang ada dengan semangat dan
tepat waktu.
c. Penugasan yang diberikan harus sesuai dengan materi
dan dapat diminimalkan dan masih mencakup
keseluruhan penugasan dari materi yang dibawakan agar
para peserta semakin memahami materi yang
disampaikan melalui penugasan yang ada serta
memberikan dampak yang baik bagi para peserta melalui
penugasan yang dikerjakan.
5. Harapan Peserta Sebelum Mengikuti Kegiatan Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan
Global 2021
a. Meningkatkan iman kristiani dan semakin lebih dekat
dengan Tuhan.
(Didapat 29 pendapat serupa dari 100 responden)
b. Mendapatkan ilmu dan menambah wawasan baru dalam
mengembangkan diri juga dapat menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
262
(Didapat 25 pendapat serupa dari 100 responden)
c. Makin mengenal teman-teman seiman juga semakin
mengenal PMK yang merupakan wadah persekutuan
kristiani di FEB.
(Didapat 23 pendapat serupa dari 100 responden)
d. Menghadirkan acara yang seru dan dibawakan oleh
pembicara yang menarik.
(Didapat 18 pendapat serupa dari 100 responden)
6. Perubahan yang Peserta Lakukan Setelah Mengikuti Kegiatan
Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau
Permasalahan Global 2021
a. Lebih mengenal potensi diri sendiri dan karunia
pemberian Tuhan juga termotivasi untuk
mengembangkan dan merealisasikannya.
(Didapat 53 pendapat serupa dari 100 responden)
b. Mengalami perubahan menjadi lebih baik dan
meningkatnya manajemen diri dan waktu menjadi lebih
baik lagi.
(Didapat 17 pendapat serupa dari 100 responden)
c. Menjadi lebih percaya diri dan semakin bersyukur
kepada Tuhan.
263
(Didapat 15 pendapat serupa dari 100 responden)
d. Menjadi lebih giat dan bersemangat dalam menjalankan
perkuliahan.
(Didapat 13 pendapat serupa dari 100 responden)
Berdasarkan survei mengenai harapan peserta sebelum mengikuti
Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan
Global 2021 dan perubahan yang didapat oleh peserta setelah mengikuti
kegiatan, dapat diketahui bahwa kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021 sudah cukup baik
dalam mengakomodir dan memfasilitasi apa yang menjadi harapan bagi
para peserta. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya harapan meningkatkan
iman kristiani (sebanyak 29 responden) dengan perubahan yang didapat
oleh peserta, yaitu lebih mengenal potensi diri dan karunia pemberian
Tuhan (sebanyak 53 responden).
C. Post Test
Post Test yang dibuat bertujuan untuk mengetahui bagaimana
mereka menangkap materi yang telah disampaikan.
SESI 1
1. Apa tema yang dibawakan oleh pembicara Ps. Rendy
Chandradinata?
264
“Unique Gift From God”
(Berdasarkan hasil survei, ada 82 responden yang menjawab
benar)
2. Berapa jumlah hamba yang diberi talenta pada Matius 25 : 14-
30?
3 orang hamba.
(Berdasarkan hasil survei, ada 92 responden yang menjawab
benar)
3. Tetapi, arti istilah bakat sebenarnya tidak sama dengan
TALENTA seperti yang ditulis dalam Alkitab. Karena istilah
talenta dalam Alkitab (misalnya: dalam perumpamaan tentang
talent) tidak berbicara tentang bakat, melainkan satuan nilai
UANG pada zaman itu, yang setara dengan berapa dinar?
6000 dinar.
(Berdasarkan hasil survei, ada 82 responden yang menjawab
benar)
4. Skill + Kesempatan =
Kairos.
(Berdasarkan hasil survei, ada 77 responden yang menjawab
benar)
SESI 2
265
1. Apa tema yang dibawakan oleh pembicara Pdt. Ariel Aditya
Susanto?
“Firm Commitment”
(Berdasarkan hasil survei, ada 82 responden yang menjawab
benar)
2. Siapa salah satu tokoh Alkitab yang menjadi inspirasi dalam sesi
2 ini?
Ayub.
(Berdasarkan hasil survei, ada 89 responden yang menjawab
benar)
3. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh,
jangan goyah*, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!
Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih
payahmu tidak sia-sia.” Ayat Alkitab tersebut terdapat pada?
1 Korintus 15 : 58
(Berdasarkan hasil survei, ada 92 responden yang menjawab
benar)
4. "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan
telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. ...." Apa kalimat
selanjutnya yang diucapkan oleh Ayub?
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama
Tuhan!
266
(Berdasarkan hasil survei, ada 92 responden yang menjawab
benar)
SESI 3
1. Apa tema yang dibawakan oleh pembicara Pdt. Johan Andreas
Santoso?
“Create Your Journey”
(Berdasarkan hasil survei, ada 71 responden yang menjawab
benar)
2. "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya.Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Ayat
Alkitab tersebut terdapat pada?
Efesus 2 : 10
(Berdasarkan hasil survei, ada 94 responden yang menjawab
benar)
3. Kisah Suku apa yang diangkat oleh pembicara pada sesi 3?
Suku Sawi.
(Berdasarkan hasil survei, ada 80 responden yang menjawab
benar)
267
4. Dalam buku “Peace Child: An Unforgettable Story of Primitive
Jungle Treachery in the 20th Century” menceritakan kisah
mengesankan tentang apa?
Perjalanan Don Richardson yang berusaha membantu suku Sawi
untuk terbuka pada peradaban dan menjadi alat untuk
menyampaikan kabar keselamatan dengan perumpamaan "Anak
Damai" sebagaimana tradisi mereka untuk menggambarkan
Tuhan Yesus.
(Berdasarkan hasil survei, ada 70 responden yang menjawab
benar)
SESI TALKSHOW
1. Apa tema yang dibawakan oleh pembicara Renhard Gultom dan
Yesaya Wilander Soemantri?
“Impactful and Creative” (dengan judul “Shine Your Way!”)
(Berdasarkan hasil survei, ada 70 responden yang menjawab
benar)
2. Apa yang dimaksud dari kita semua berharga?
Kita semua sama di mata Tuhan dan sama berarti di hadapan
Tuhan. Kita sama sama diberikan kelebihan dan kekurangan dan
kita sama sama ditebus oleh-Nya serta diberkati.
(Berdasarkan hasil survei, ada 97 responden yang menjawab
benar)
268
3. Hal apa yang bisa kita lakukan untuk memberikan dampak dan
berkreasi?
Menghargai, melayani, mengasihi, mendekatkan diri kepada
Tuhan serta mengenal diri sendiri juga mengembangkan karunia
yang diberikan Tuhan.
(Berdasarkan hasil survei, ada 96 responden yang menjawab
benar)
4. Apakah semua yang kita lakukan di hidup kita hanya untuk diri
kita pribadi?
Tidak, karena segala sesuatu yang kita lakukan tidaklah hanya
untuk diri kita sendiri melainkan untuk memberikan dampak
bagi sekeliling kita juga untuk kemuliaan nama Tuhan.
(Berdasarkan hasil survei, ada 99 responden yang menjawab
benar)
Melalui post test yang ada, dari 16 pertanyaan yang dijawab oleh
100 responden dapat disimpulkan bahwa para peserta dapat menerima
materi dengan baik karena dari 100 responden sudah 70% hingga 99%
menjawab pertanyaan dengan baik dan benar meskipun ada beberapa yang
menjawab hampir benar dan masih ada beberapa yang tidak ingat terkait
dengan materi yang disampaikan ataupun izin saat acara Pelatihan
Manajemen Diri Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021.
269
D. Kritik dan Saran dari Peserta Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021
1. Kritik untuk Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021
a. Acara Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021 cukup seru
dan menarik, tetapi durasi pelaksanaan cukup lama
sehingga peserta mudah jenuh.
(Didapat 17 pendapat serupa dari 100 responden)
b. Waktu pelaksanaan kegiatan di sela UTS dan jeda materi
yang singkat membuat peserta merasa lelah.
(Didapat 8 pendapat serupa dari 100 responden)
c. Masih agak kurang komunikatif dan interaktif antara
peserta dengan kakak pembimbing juga masih ada
pembahasan (jokes) yang hanya diketahui panitia saja.
(Didapat 6 pendapat serupa dari 100 responden)
d. Deadline penugasan yang diberikan cukup singkat.
(Didapat 2 pendapat serupa dari 100 responden)
e. Masih terdapat kendala jaringan dan audio.
(Didapat 2 pendapat serupa dari 100 responden)
270
2. Saran untuk Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global 2021
a. Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global dapat berjalan
dengan lebih baik, lebih seru, lebih kreatif dan
pembicara lebih menarik lagi agar peserta lebih aktif
serta harapannya Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global dapat
dilaksanakan secara luring.
(Didapat 52 pendapat serupa dari 100 responden)
b. Durasi waktu Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi
Tantangan atau Permasalahan Global dibuat lebih
singkat dan seefektif dan seefisien mungkin
(Didapat 17 pendapat serupa dari 100 responden)
c. Lebih diperbanyak gamesnya yang lebih seru lagi agar
tidak terlalu kaku atau bosan.
(Didapat 6 pendapat serupa dari 100 responden)
d. Semoga tugasnya lebih mudah atau santai dan
diperbanyak tugas berkelompok.
(Didapat 2 pendapat serupa dari 100 responden)
Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021 sudah
271
mempertahankan dengan baik juga telah melakukan peningkatan dari
tahun sebelumnya di mana peserta menyampaikan antusias mereka
terhadap kegiatan Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan
atau Permasalahan Global 2021. Kegiatan Pelatihan Manajemen Diri
Menghadapi Tantangan atau Permasalahan Global 2021 juga telah
menghadirkan acara yang baik, koordinasi yang baik dengan peserta,
publikasi dan pemilihan materi yang tepat untuk masa sekarang sesuai
dengan yang diharapkan oleh peserta.
5. EFL/Leadership Training
I. Pelaksanaan Economic Future Leaders 2021
A. Nama Kegiatan
Leadership Training Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro yang memiliki nama Economic Future Leaders
2021.
B. Nilai dan Konsep
Economic Future Leaders merupakan acara leadership training
tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang tahun ini
mengusung tema “Wonderful Leader”. Kegiatan ini mempunyai
rangkaian acara yang terdiri dari Prephase, Pendidikan 1, Pendidikan 2,
Pendidikan 3, dan Warmly Night yang dikemas dalam bentuk Focus
Group Discussion dan pemaparan materi dengan mendatangkan
272
pembicara yang kompeten dan menarik di tingkat regional hingga
nasional.
Pendidikan 1 membawakan dua materi, yaitu “Kelembagaan
dan Konstitusi serta Pemantapan Mekanisme Kerja Organisasi” dan
“Kepemimpinan Efektif dalam Organisasi”. Tujuan dari adanya
penyampaian materi tersebut adalah memberikan pemahaman kepada
peserta untuk mengetahui kelembagaan mahasiswa yang ada serta
memberikan gambaran akan seni kepemimpinan efektif dalam
mengelola sumber daya manusia di sebuah organisasi.
Pendidikan 2 membawakan tiga materi, yaitu “Komunikasi,
Networking, dan Motivasi dalam Team”, “Keseimbangan Tanggung
Jawab dalam Lingkup Organisator dan Akademik”, dan “Kajian
Strategis”. Tujuan dari adanya penyampaian materi tersebut adalah
memberikan pemahaman bagi peserta akan pentingnya sebuah
komunikasi serta motivasi kerja dalam sebuah tim, lalu peserta
diharapkan juga bisa memahami pentingnya untuk menyeimbangkan
tanggung jawabnya sebagai organisator dan urusan akademik sehingga
keduanya mampu berjalan secara bersamaan, dan peserta juga mampu
terpantik agar memiliki sikap berpikir kritis dalam melihat sebuah isu
di berbagai lingkup yang ada.
Pendidikan 3 membawakan dua materi, yaitu “Digital
Leadership”, dan “Emancipation of Leadership”. Tujuan dari adanya
penyampaian materi tersebut adalah memberikan pemahaman bagi
peserta akan pentingnya kepemimpinan berbasis digital yang relevan
dengan keadaan pandemi seperti saat ini, dan diharapkan peserta juga
memahami bahwa kepemimpinan sekarang tidak dibatasi oleh
273
perbedaan gender sehingga semua orang bisa menjadi pemimpin yang
dilihat pada kemampuan dan kapabilitasnya.
Pada tahun ini, Economic Future Leaders membawa empat nilai
yang relevan dengan kondisi kepemimpinan di tengah pandemi
COVID-19, nilai-nilai tersebut adalah :
a. (L)oyal
Sifat loyalitas merupakan kompetensi yang harus
dimiliki oleh seorang pemimpin, loyalitas berarti sebuah
komitmen, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk visi
dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seorang pemimpin
yang memiliki loyalitas akan menjalankan segala komitmen
terhadap tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya
hingga tanggung jawab itu selesai.
b. (E)mpathy
Kepemimpinan empati merupakan sesuatu yang sangat
dibutuhkan di kala pandemi, empati dipahami sebagai suatu
kemampuan untuk memahami orang lain baik secara perasaan,
keadaan, maupun pikiran. Seorang pemimpin harus bisa
menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, dengan proses
komunikasi yang baik dapat menumbuhkan kepedulian,
pemahaman, dan pengertian satu sama lain.
c. (A)wareness
Selain pengetahuan, diperlukan kesadaran diri dari
seorang pemimpin akan tanggung jawabnya. Dengan kesadaran
ini, seorang pemimpin akan mampu meletakkan fokusnya
274
terhadap kepentingan bersama dibandingkan dengan
kepentingan dirinya sendiri.
d. (D)ecisive
e. Pemimpin akan dihadapkan pada kondisi di mana dia harus
memilih suatu keputusan yang akan berpengaruh terhadap orang
lain. Proses pengambilan keputusan harus dilakukan dengan
tegas dan lugas, artinya diambil secara cepat dan jelas agar
situasi tidak mengambang dan berlarut-larut. Setiap keputusan
memiliki risiko dan konsekuensi, maka dari itu perlu adanya
proses pertimbangan yang matang, tetapi tidak berlarut sehingga
dapat dihasilkan keputusan yang baik, tepat dan normatif.
C. Tanggal Pelaksanaan
1. Prephase
Hari, Tanggal : Jumat, 5 November 2021
Waktu : 18.45 - 21.30 WIB
Tempat : Zoom Meetings
2. Pendidikan 1
Hari, Tanggal : Minggu, 7 November 2021
Waktu : 07.30 - 10.45 WIB
Tempat : Zoom Meetings
275
3. Pendidikan 2
Hari, Tanggal : Sabtu, 13 November 2021
Waktu : 07.25 - 12.20 WIB
Tempat : Zoom Meetings
4. Pendidikan 3
Hari, Tanggal : Minggu, 21 November 2021
Waktu : 07.30 - 11.30 WIB
Tempat : Zoom Meetings
5. Warmly Night
Hari, Tanggal : Minggu, 21 November 2021
Waktu : 19.30 - 22.25 WIB
Tempat : Zoom Meetings
D. Target Kuantitatif dan Kualitatif
1. Kuantitatif
Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa baru
angkatan 2021 dan mahasiswa 2020 Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Diponegoro dengan target peserta sebanyak
100 orang.
2. Kualitatif
276
a. Meningkatkan pengetahuan serta pengembangan
softskill kepemimpinan mahasiswa FEB UNDIP
Memberikan sarana bagi mahasiswa FEB UNDIP untuk
mengembangkan kemampuan mereka terutama dalam
softskill kepemimpinan melalui kegiatan dan ilmu yang
diberikan.
b. Membentuk mahasiswa FEB UNDIP yang profesional
dan mampu menjadi bagian dari organisasi
kemahasiswaan
Membentuk sifat profesionalisme dalam diri mahasiswa
sehingga mampu menjadi bagian dari organisasi
kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ekonomika dan
Bisnis serta Universitas Diponegoro.
c. Mengasah pola pikir kritis (critical thinking) dan pola
pikir kreatif (creative thinking)
Meningkatkan pola pikir kritis (critical thinking) dan pola
pikir kreatif (creative thinking) sebagai bekal untuk
berdinamika di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis
serta Universitas Diponegoro.
E. Target Aktual yang Tercapai
1. Kuantitatif
277
Total peserta yang mengikuti kegiatan Economic Future
Leaders 2021 berjumlah 97 peserta yang terdiri dari mahasiswa
baru angkatan 2020 dan 2021.
2. Kualitatif
a. Peserta mengalami peningkatan berbagai softskill
kepemimpinan, khususnya terkait public speaking dan
teamwork. Hal ini terbentuk melalui berbagai penugasan
yang menuntut untuk peserta untuk memberikan pendapat
dan saling bekerja sama.
b. Terbentuknya sifat profesionalisme dalam diri peserta, hal
ini dibuktikan dengan pengumpulan penugasan yang
lengkap dari peserta.
c. Peningkatan pola pikir kritis (critical thinking) dan pola
pikir kreatif (creative thinking) pada diri peserta. Hal ini
dibuktikan dengan aktif berdiskusi pada sesi kajian strategis
dan dalam pengerjaan penugasan, peserta memberikan
kreatifitas terbaiknya.
F. Kendala yang Dihadapi
1. Keterlambatan persiapan di Hari-H dan briefing panitia untuk
memulai kegiatan pada Pendidikan 2.
2. Pembicara yang tiba-tiba tidak bisa mengisi materi pada jam
yang telah disepakati di awal.
278
3. Terdapat kendala Zoom error tidak bisa masuk ke general room
dari breakout room pada saat pelaksanaan.
4. Partner MC yang terlambat datang karena terdapat sesuatu hal.
5. Kurang teliti nya divisi Media Kreatif sehingga sering terjadi
take down konten berulang kali di media sosial EFL.
6. Tidak tercapainya target minimal 100 peserta EFL 2021 karena
ada beberapa peserta yang sudah mendaftar mengundurkan diri
ketika proses seleksi berlangsung.
7. Komunikasi antar panitia yang masih sering terkendala satu
sama lain.
G. Saran
1. Panitia dapat lebih disiplin dan jika berkumpul secara offline,
dapat dilakukan dengan tepat waktu sebelum acara dimulai
sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, agar briefing
panitia dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah
diperkirakan dan acara dapat dimulai tepat waktu.
2. Koordinasi yang lebih baik lagi dengan pembicara sehingga bisa
mengisi materi sesuai dengan kesepakatan di awal.
3. Mempersiapkan serta lebih memperhatikan pengaturan Zoom.
4. Mempersiapkan Back-up plan khusus untuk MC yang terlambat.
5. Lebih teliti kembali dan selalu melakukan cross check sebelum
mengunggah konten dan informasi lainnya mengenai EFL.
279
6. Melakukan promosi secara personal kepada target peserta.
7. Lebih ditingkatkan untuk bonding antar panitia sehingga
komunikasi satu sama lain dapat berjalan lebih baik lagi.
II. Survei dan Analisis Kegiatan Economic Future Leaders 2021
Survei terhadap kegiatan Economic Future Leaders (EFL) 2021
dibuat melalui platform Google Form yang kemudian disebarkan oleh
panitia Economic Future Leaders (EFL) 2021 melalui grup besar
Peserta EFL 2021 dan grup kecil Kelompok EFL 2021. Dari survei
didapatkan 47 responden yang mengisi survei dari total keseluruhan 97
peserta Economic Future Leaders (EFL) 2021. Dalam survei ada
beberapa pertanyaan yang menggunakan skala 1-5 dimana setiap nilai
skala memiliki arti yaitu, Skala 1 : Tidak Baik, Skala 2 : Kurang Baik,
Skala 3 : Cukup Baik, Skala 4 : Baik, dan Skala 5 : Sangat Baik. Dari
hasil survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
A. Survei Kegiatan Economic Future Leaders 2021
1. Ketepatan Waktu Kegiatan Economic Future Leaders 2021
280
Kegiatan Economic Future Leaders (EFL) 2021
berjalan dengan ketepatan waktu yang baik. Hal ini dibuktikan
pada hasil Survei Evaluasi yang telah disebarkan. Untuk
Pendidikan 1, memiliki rata-rata nilai skala 4,42. Pendidikan 2,
memiliki rata-rata nilai skala 4,48. Sesi 3, memiliki rata-rata
nilai skala 4,48 dan dengan total rata-rata nilai skala keseluruhan
sesi adalah 4,46 dari total keseluruhan 47 responden.
Adapun hal-hal yang menjadi kendala dalam hal
ketepatan waktu pelaksanaan acara, yaitu adanya keterlambatan
persiapan dan briefing panitia untuk memulai kegiatan pada
Pendidikan 2, perubahan pengaturan Zoom yang menghambat
mobilitas peserta untuk pindah dari breakout room sesi 1 ke sesi
2, Pembicara yang tidak bisa mengisi materi pada jam yang
telah disepakati di awal oleh panitia sehingga terjadi
kemunduran terhadap acara dalam memulai sesi materi.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia dapat lebih disiplin dan berkumpul dengan tepat
waktu sebelum acara dimulai sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan, agar briefing panitia dapat berjalan
sesuai waktu yang telah diperkirakan dan acara dapat
dimulai tepat waktu.
b. Panitia dapat mempersiapkan media acara, Zoom
Meetings, dengan lebih matang lagi sehingga tidak
terjadi perubahan pengaturan dan menghambat jalannya
acara.
281
c. Panitia dapat mengkoordinasikan lebih baik lagi di awal
kesepakatan dengan pembicara mengenai estimasi
waktu pembicara agar pembicara tepat waktu dalam
membawakan materi.
2. Susunan Kegiatan Economic Future Leaders 2021
Kegiatan Economic Future Leaders (EFL) 2021 sudah
menarik dan terstruktur dengan baik. Hal ini dibuktikan pada
hasil Survei Evaluasi yang telah disebarkan. Untuk Pendidikan
1, memiliki rata-rata nilai skala 4,46. Pendidikan 2, memiliki
rata-rata nilai skala 4,55. Pendidikan 3, memiliki rata-rata nilai
skala 4,57 dan dengan total rata-rata nilai skala keseluruhan sesi
adalah 4,52 dari total keseluruhan 47 responden. Hal ini
menunjukkan bahwa Economic Future Leaders (EFL) 2021
dapat menghasilkan kegiatan yang menarik dan terstruktur sama
seperti Economic Future Leaders (EFL) 2020.
Salah satu hal yang membuat EFL 2021 menjadi lebih
menarik karena membawa tiga inovasi yang berbeda dari
pelaksanaan sebelumnya. Terdapat tiga inovasi yang ada pada
282
EFL 2021, yaitu penamaan angkatan, pembuatan EFL Travel
Book, dan penambahan rangkaian kegiatan yang diberi nama
Warmly Night.
Masalah yang dihadapi terkait hal ini yaitu susunan
kegiatan yang sangat padat dan kurangnya sesi games atau ice
breaking dalam pelaksanaannya. Beberapa hal yang perlu
dimaksimalkan antara lain :
a. Susunan kegiatan dapat diinovasikan kembali, seperti
menambah games atau ice breaking maupun menyusun
kegiatan yang lebih efektif dan efisien.
3. Koordinasi Panitia Economic Future Leaders 2021 dengan
Peserta
Koordinasi kegiatan Economic Future Leaders (EFL)
2021 berjalan dengan lancar, di mana para peserta dipandu oleh
panitia melalui beberapa grup, diantaranya adalah grup besar
peserta yang berisi perwakilan panitia yang kemudian dibagi
menjadi beberapa kelompok yang memiliki grup dan
didampingi oleh salah seorang panitia sebagai observer yang
283
membantu koordinasi lebih lanjut mengenai kegiatan acara,
informasi, maupun penugasan dari panitia kepada peserta
Economic Future Leaders (EFL) 2021. Kemudian juga terdapat
grup antara Ketua Angkatan EFL 2021 dengan masing-masing
ketua kelompok yang didalamnya didampingi oleh perwakilan
panitia EFL 2021. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai
skala adalah 4,46 dari total 47 responden.
Terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam
koordinasi panitia dengan peserta, yaitu masih adanya beberapa
peserta yang pasif dalam menerima informasi dari panitia
melalui perantara kakak pembimbing, lalu terjadi keterlambatan
pembentukan grup Ketua Angkatan dan Ketua Kelompok EFL
2021 sehingga menyebabkan keterlambatan pula terhadap
koordinasi untuk keberjalanan acara, dan yang terakhir adalah
observer yang kurang aktif dan cenderung pasif sehingga peserta
tidak mendapatkan koordinasi dan bonding yang cukup.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia melalui kakak pembimbing tiap kelompok di
acara Pelatihan Manajemen Diri Menghadapi Tantangan
atau Permasalahan Global dapat ditingkatkan
komunikasinya dengan para peserta agar peserta
senantiasa terhubung dengan panitia dan informasi dapat
tersalurkan dengan baik.
b. Lebih disegerakan terkait pembentukan dan sosialisasi
atau pemberian informasi melalui Grup dengan Ketua
Angkatan dan Ketua Kelompok agar informasi dan
284
segala koordinasi nya dapat berjalan dengan lancar dan
tepat waktu.
c. Pembekalan atau pengarahan lebih kepada Observer
agar lebih aktif dan menaruh perhatian lebih kepada para
peserta sehingga output dari observer dan
komunikasinya dapat berjalan dengan lancar.
4. Publikasi dan Informasi Economic Future Leaders 2021
Publikasi dan informasi dari kegiatan Economic Future
Leaders (EFL) 2021 tersampaikan dengan baik kepada peserta
begitu juga untuk desain kegiatan tahun ini baik dan kreatif.
Publikasi Economic Future Leaders (EFL) 2021 hadir di media
sosial @efl_undip , hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai
skala adalah 4,74 dari total 47 responden. Masalah yang
dihadapi mengenai publikasi dan informasi kegiatan Economic
Future Leaders (EFL) 2021, yaitu postingan EFL di OA Line
yang tidak diposting sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
285
a. Panitia yang bertanggung jawab dalam memposting
konten di EFL dapat lebih ditekankan kembali mengenai
kedisiplinan untuk memposting konten di semua media
sosial EFL sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
dan bersamaan dengan media sosial lainnya agar tidak
terjadi keterlambatan informasi yang diterima oleh
Peserta EFL 2021 maupun mahasiswa lainnya.
5. Kesesuaian Bidang Pemateri
Pemateri yang dihadirkan pada acara Economic Future
Leaders (EFL) 2021 sesuai dengan bidang keahliannya. Ketujuh
pembicara memiliki banyak hal yang dapat dibagikan dan
memiliki pengalaman dalam menjadi pemateri.
Pembicara pertama di Pendidikan 1, yaitu Muhammad
Rivandi Tsani Almesa yang sudah berpengalaman dalam
keorganisasian dan sekarang menjadi Koordinator Bidang
Pelayanan dan Pengembangan Mahasiswa BEM FEB UNDIP
2021, pembicara pertama pada Pendidikan 1 membawakan tema
“Kelembagaan dan Konstitusi serta Pemantapan Mekanisme
Kerja Organisasi” dengan baik dalam sebuah ppt untuk
286
menunjang materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilihat
bahwa untuk sesi tersebut, memiliki rata-rata nilai skala 4,68.
Selanjutnya, materi kedua pada Pendidikan 1 dibawakan
oleh Humam Dzaki Putra yang merupakan seorang Kepala
Divisi PSDI KSEI 2021 dan Executive Producer di ILP 2021
membawakan materi dengan tema “Kepemimpinan Efektif
dalam Organisasi” dengan baik dalam sebuah ppt yang
membantu dalam menyampaikan materi terkait. Hal ini dapat
dilihat bahwa untuk Sesi tersebut, memiliki rata-rata nilai skala
4,72.
Pembicara Pertama di Pendidikan 2, yaitu Herfin
Angelina yang sekarang menjabat sebagai Kepala Divisi
Kesejahteraan Mahasiswa KMA UNDIP 2021 membawakan
materi dengan tema “Keseimbangan Tanggung Jawab dalam
Lingkup Organisator dan Akademik” dengan baik melalui
sebuah ppt yang berisikan materi yang disampaikan. Hal ini
dapat dilihat bahwa untuk Sesi tersebut, memiliki rata-rata nilai
skala 4,76.
Kemudian, Pembicara Kedua di Pendidikan 2, yaitu
Mariyah Haidar Cahya Annisa yang pernah menjadi Delegasi
Indonesia Youth Conference on Violence 2021 membawakan
materi dengan tema “Komunikasi, Networking, dan Komunikasi
dalam Tim” dengan baik melalui sebuah ppt yang berisikan
materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi
tersebut, memiliki rata-rata nilai skala 4,80.
Lalu, Pembicara Ketiga di Pendidikan 2, yaitu
Rahmatullah Yudha Welita yang sekarang menjabat sebagai
287
Kepala Bidang Kebijakan Publik BEM FEB UNDIP 2021
membawakan tema “Kajian Strategis” dengan baik melalui
sebuah ppt yang berisikan materi yang disampaikan. Hal ini
dapat dilihat bahwa untuk Sesi tersebut, memiliki rata-rata nilai
skala 4,65.
Selanjutnya, Pembicara Eksternal Pertama di Pendidikan
3, yaitu Amanda Margareth yang sekarang menjabat sebagai
Founder and CEO Talknow.id yang merupakan sebuah
organisasi non-profit dan memiliki misi untuk membagikan
pentingnya kesehatan mental semua anak muda di Indonesia,
membawakan materi dengan tema “Emancipation of
Leadership” dengan baik melalui sebuah ppt yang berisikan
materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi
tersebut, memiliki rata-rata nilai skala 4,76.
Pembicara Eksternal Kedua di Pendidikan 3, yaitu
Esther Lubis yang sekarang menjabat sebagai Founder and CEO
Produktifkuy dan seorang Content Creator di Tiktok,
membawakan materi dengan tema “Digital Leadership” dengan
baik melalui sebuah ppt yang berisikan materi yang
disampaikan. Hal ini dapat dilihat bahwa untuk Sesi tersebut,
memiliki rata-rata nilai skala 4,74.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia dapat memaksimalkan pembicara yang lebih
menarik dan lebih membawa suasana acara menjadi
lebih aktif dan para peserta semakin bersemangat untuk
mendengarkan para pembicara.
288
B. Survei Peserta Economic Future Leaders 2021
1. Penyampaian Materi
Peserta dengan baik dapat menerima materi yang
disampaikan. Sesuai dengan kesan yang diberikan oleh peserta,
melalui Economic Future Leaders (EFL) 2021 mereka
memperoleh ilmu yang bermanfaat, menambah wawasan, juga
dapat lebih mengenal diri mereka dan passion mereka sesuai
materi yang disampaikan dan memberikan banyak hal-hal baru
yang belum mereka ketahui. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-
rata nilai skala adalah 4,61 dari total 47 responden.
Masalah yang dihadapi mengenai penyampaian materi
yang diterima peserta yaitu masih adanya beberapa peserta yang
kurang fokus dan kurang aktif dalam mendengar maupun
berpartisipasi dalam penyampaian materi oleh pembicara.
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Peserta dapat diminta untuk selalu mendengarkan materi
dengan baik dengan selalu mengaktifkan kamera (jika
289
kegiatan Economic Future leaders dilaksanakan secara
daring) ataupun diminta agar senantiasa fokus agar
peserta dapat menerima materi yang disampaikan
dengan baik.
2. Tema Materi
Tema Materi-Materi yang disampaikan pada kegiatan
Economic Future Leaders (EFL) 2021 dapat memenuhi
kebutuhan peserta yang mengikutinya dengan cukup dan baik.
Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,61 dari
total 47 responden.
Masalah yang dihadapi mengenai Tema Materi yang
diberikan kepada peserta Economic Future leaders 2021 adalah
kurang sesuainya materi yang dibawakan oleh Saudara Humam
Dzaki Putra, yaitu mengenai “Kepemimpinan Efektif Dalam
Organisasi” yang seharusnya diganti menjadi “Kepemimpinan
Adaptif dalam Organisasi” mengingat kondisi sekarang yang
mengharuskan semua orang, termasuk para pemimpin, untuk
bisa bergerak dengan adaptif menyesuaikan dengan keadaan.
290
Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia dapat memperhatikan lebih mengenai tema dari
materi yang akan dibawakan oleh pembicara-pembicara
dan dapat menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan
sekarang sehingga materi yang dibawakan dapat relevan.
3. Keaktifan Peserta
Peserta Economic Future Leaders (EFL) 20211 dituntut
aktif selama acara berlangsung. Ketika acara memasuki sesi
tanya jawab, peserta aktif menjawab dan juga mengajukan
pertanyaan kepada pemateri dengan baik sehingga acara
berlangsung sesuai dengan yang diharapkan yaitu peserta aktif
dan semangat. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala
adalah 4,7 dari total 47 responden.
Masalah yang dihadapi dalam keaktifan peserta yaitu
kurangnya durasi tanya jawab bagi pembicara dan peserta,
karena keaktifan peserta EFL 2021 yang berlebih justru
mengakibatkan kurangnya durasi pada sesi tanya jawab.
291
Kemudian, dikarenakan sistem tanya jawab peserta dengan
pembicara yang dilakukan melalui fitur Raise Hand di Zoom
Meeting dan kurangnya koordinasi panitia dengan MC, sehingga
MC selalu mempersilahkan peserta yang terlebih dahulu
menekan fitur Raise Hand tanpa mengetahui apakah peserta
tersebut sudah pernah bertanya atau belum. Hal ini
menyebabkan kurang merata nya pembagian keaktifan untuk
peserta yang lain. Beberapa hal yang perlu dimaksimalkan
antara lain :
a. Panitia dapat memberikan durasi lebih pada sesi tanya
jawab sehingga seluruh peserta yang telah mengangkat
tangan dapat mengajukan pertanyaan.
b. Panitia dapat melakukan koordinasi lebih dengan MC
agar MC dapat mempersilahkan peserta yang belum
pernah bertanya untuk mengajukan pertanyaan, bukan
hanya berdasarkan urutan peserta yang telah menekan
fitur Raise Hand.
4. Diskusi Kelompok
292
Diskusi kelompok dapat berhasil dilakukan secara
kondusif dan membuahkan hasil dimana melalui diskusi
kelompok, para peserta dapat menyampaikan pendapatnya
mengenai tema yang dibahas untuk menghasilkan solusi yang
baik. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,65
dari total 47 responden. Tidak terdapat masalah yang dihadapi
dalam diskusi kelompok yaitu para peserta masih membutuhkan
arahan dan bantuan dari panitia pelaksana khususnya observer.
5. Penugasan
Penugasan yang diberikan sesuai dengan materi dan
membawakan dampak yang baik untuk peserta. Tidak hanya
mengenai kepemimpinan, tetapi mengenai kerjasama,
kreativitas, dan nilai lainnya melalui penugasan resume materi,
The Leader’s Mind Map, Let’s Get to Know Our Member,
Special Performance Of Bramanta Tri Abhipraya, Pemilihan
Ketua Angkatan, Big Project dan dibagikan oleh peserta melalui
sosial media kelompok masing-masing. Hal ini dapat dilihat
bahwa rata-rata nilai skala adalah 4,44 dari total 47 responden.
293
Masalah yang dihadapi dalam penugasan yaitu adanya
peserta yang merasa terbebani akan penugasan yang
kebanyakan berbentuk video. Beberapa hal yang perlu
dimaksimalkan antara lain :
a. Panitia (dapat melalui observer) dapat selalu melakukan
follow up mengenai penugasan yang diberikan. Di mana
jika peserta mengalami kendala dalam mengerjakan
penugasan, panitia dapat membimbing dan membantu
para peserta dalam menyelesaikan penugasan yang ada.
b. Penugasan yang diberikan juga dapat lebih menarik lagi
dan diberikan waktu yang cukup agar peserta dapat
mengerjakan penugasan yang ada dengan semangat dan
tepat waktu.
6. Harapan Peserta Sebelum Mengikuti Kegiatan Economic Future
Leaders 2021
a. Dapat menjadi sarana untuk menambah ilmu, melatih,
dan praktik kepemimpinan saya baik untuk bisa
memimpin diri sendiri maupun orang lain.
(Didapat 16 pendapat serupa dari 47 responden)
b. Dapat meningkatkan soft skills dan hard skills yang
dapat menunjang kualitas hidup, khususnya dalam
komunikasi dan public speaking.
(Didapat 12 pendapat serupa dari 47 responden)
294