The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diniw13577, 2024-02-17 19:31:11

RPP PKSM

XII-PKSM

NAMA GURU : Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. KODE GURU : AY MATA PELAJARAN : Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mengklasifikasi masalah pada sistem stater dan Menguraikan langkah – langkah penanganan gangguan sistem starter. No. RPP : 1 Pertemuan Ke : 1 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisni Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisni Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : KD 3. 12 : Menganalisis gangguan sistem starter IPK : 1. Mengklasifikasi masalah pada sistem stater 2. Menguraikan langkah – langkah penanganan gangguan sistem starter. 3 3.1 3.2 Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mengklasifikasi masalah pada sistem stater sepeda motor dengan benar 2. Peserta didik dapat menguraikan langkah – langkah penanganan gangguan sistem starter sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mengklasifikasi masalah sistem starter Menguraikan langkah-langkah penanganan gangguan sistem starter b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Masalah pada sistem starter c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Jenis-jenis masalah pada sistem starter Langkah-langkah penanganan gangguan pada sistem starter d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur penanganan masalah pada sistem starter Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem starter IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Powerpoint, Internet Alat : Handphone, LCD Proyektor Bahan : Hand Out/ Modul, Manual book sepeda motor VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 1 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir Kritis Komunikasi Kreatif Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menampilkan tayangan tentang pengenalan sistem starter sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 180 Menit Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang pengenalan sistem starter sepeda motor Identifikasi masalah Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang pengenalan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


sistem starter sepeda motor Guru memfasilitasi dan mengarahkan siswa membentuk kelompok belajar dan membagikan lembar diskusi kelompok Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang sistem starter sepeda motor Kerjasama Kreatif Literasi Kerjasama Kreatif Pengumpulan data Guru meminta siswa mengali informasi tentang sistem starter sepeda motor Siswa menggali informasi tentang tentang sistem starter sepeda motor Pembuktian Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang sistem starter sepeda motor Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Masalah pada sistem stater Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Masalah pada sistem starter Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang Masalah pada sistem stater Kreatif Kerjasama Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. Komunikasi Berfikir kritis Disiplin 90 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Pengetahuan Pertemuan : 1 KD 3. 12 : Menganalisis gangguan sistem starter IPK : Mengklasifikasi masalah pada sistem stater Menguraikan langkah – langkah penanganan gangguan sistem starter. Kisi Kisi Soal Penilaian Harian Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.12 Menganalisis gangguan sistem starter Mengklasifikasi masalah pada sistem stater Menguraikan langkah – langkah penanganan √ √ √ √ √ Pilihan Ganda 1 2 3 4 5 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 gangguan sistem starter. √ √ √ √ √ 6 7 8 9 10 Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, dan e di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Pada saat sepeda motor distart,motor starter berputar tapi tidak dapat menghidupkan mesin,kemungkinan penyebabnya adalah ? a. Ujung pinion aus b. Baterai lemah. c. Brush aus d. Spring brus lemah e. Sekring putus 2. Pada saat sepeda motor distart, motor starter bermutar tapi sangat lemah,kemungkinan penyebabnya adalah ? a. Ujung pinion aus b. Baterai lemah c. Gear flywheel aus d. Clutch starter aus e. Pinion macet 3. Pada saat sepeda motor distart, motor starter menimbulkan bunyi yang sangat berisik ,kemungkinan penyebabnya adalah ? a. Ujung pinion aus b. Baterai lemah c. Spring brush aus d. Pinion macet e. Kunci kontak macet 4. Pada saat sepeda motor distart, motor starter berputar terus ,kemungkinan penyebabnya adalah ? a. Sekring putus b. Baterai lemah c. Brush aus d. Spring brush aus e. Kunci kontak macet 5. Pada saat sepeda motor distart, magnetic switch tidak bekerja ,kemungkinan penyebabnya adalah ? a. Poros propeller. b. Poros engkol. c. Poros nok. d. Poros roda RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7


e. Poros transmisi. 6. Pada sepeda motor vega r terdapat gangguan pada sistem starternya yaitu pada switch starter,bagaimanakah caranya mendiagnosis masalah pada switch starter yang rusak ? a. Saat tombol starter ditekan, namun yang terdengar hanya bunyi cetak-cetak. b. Jika switch starter ditekan dan bendik tidak merespon/tidak ada suara apapun c. Jika bendik bereaksi saat switch starter ditekan (dalam kondisi on) d. Periksa apakah arus listrik mengalir atau tidak e. Menggunakan multimeter dengan cara probe (+) dihubungkan dengan kabel yang menuju motor starter dan probe (-) dihubungkan dengan massa 7. Pada sepeda motor vega r terdapat gangguan pada sistem starternya yaitu pada dinamo starternya,bagaimanakah caranya mendiagnosis masalah pada dinamo starter yang rusak ? a. Saat tombol starter ditekan, namun yang terdengar hanya bunyi cetak-cetak. b. Jika switch starter ditekan dan bendik tidak merespon/tidak ada suara apapun c. Periksa apakah arus listrik mengalir atau tidak d. Jika bendik bereaksi saat switch starter ditekan (dalam kondisi on) e. Menggunakan multimeter dengan cara probe (+) dihubungkan dengan kabel yang menuju motor starter dan probe (-) dihubungkan dengan massa. 8. Pada sepeda motor vega r terdapat gangguan pada sistem starternya yaitu pada relay starternya,bagaimanakah caranya mendiagnosis masalah pada relay starter yang rusak ? a. Saat tombol starter ditekan, namun yang terdengar hanya bunyi cetak-cetak. b. Jika switch starter ditekan dan bendik tidak merespon/tidak ada suara apapun c. sambung dua kabel (biasanya ada soketnya) ke baterai (+ dan -). Jika terdengar suara "cetak" berarti masih bagus d. Periksa apakah arus listrik mengalir atau tidak e. Menggunakan multimeter dengan cara probe (+) dihubungkan dengan kabel yang menuju motor starter dan probe (-) dihubungkan dengan massa. 9. Pada sepeda motor yamaha vixion terdapat gangguan pada motor starternya yaitu pada brush starternya,bagaimanakah caranya mendiagnosis masalah pada brush starter yang rusak ? a. Diperiksa menggunakan jangka sorong dengan hasil 7.0 mm. b. Diperiksa menggunakan jangka sorong dengan hasil 6.0 mm c. Diperiksa menggunakan jangka sorong dengan hasil 3.0 mm d. Diperiksa menggunakan jangka sorong dengan hasil 6.5 mm e. Diperksa menggunakan jangka sorong dengan hasil 5.0 mm 10. Kumparan hold in coil pada sistem starter bekerja pada ketika : a. Motor starter sesudah bekerja. b. Motor starter bekerja. c. Motor starter tidak bekerja. d. Motor starter mendapatkan penurunan tegangan sumber dari baterai. e. Motor starter mulai bekerja.. Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 10 0 2 Jawaban : B 10 0 3 Jawaban : D 10 0 4 Jawaban : E 10 0 5 Jawaban : B 10 0 6 Jawaban : A 10 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8


7 Jawaban : D 10 0 8 Jawaban : C 10 0 9 Jawaban : C 10 0 10 Jawaban : B 10 0 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.12 Menganalisis gangguan sistem starter Mengklasifikasi masalah pada sistem stater Menguraikan langkah – langkah penanganan gangguan sistem starter. √ √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 5 Soal Uraian : 1. Pada saat sepeda motor distart,motor starter berputar sangat lemah,kemungkinan penyebabnya adalah ? 2. Pada saat sepeda motor distart,motor starter berputar tapi tidak dapat menghidupkan mesin,kemungkinan penyebabnya adalah ? 3. Pada saat sepeda motor distart,motor starter menimbulkan suara berisik,kemungkinan penyebabnya adalah ? 4. Pada saat sepeda motor distart,motor starter berputar terus, kemungkinan penyebabnya adalah ? 5. Pada saat sepeda motor distart,magnetik switch tidak bekerja,kemungkinan penyebabnya adalah ? RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9


Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Baterai lemah Hubungan utama pada magnetic switch kurang baik (longgar), Adanya hubungan singkat pada armatur coil Commutator aus Brush aus Spring brush lemah Bushing aus SKOR MAKSIMUM 20 2. Jawaban : Ujung pinion aus Over running clutch macet / selip Gear fly wheel aus SKOR MAKSIMUM 20 3. Jawaban : Pengikat rumah fly wheel dan motor starter longgar Brush aus Pinion dan fly wheel aus Pinion macet Bushing karet perlu dilumasi Over running clutch aus SKOR MAKSIMUM 20 4. Jawaban : Sekring terhubung dengan magnetic switch Terjadi hubungan singkat pada coil magnetic switch Kunci kontak macet SKOR MAKSIMUM 20 5 Jawaban : Baterai lemah Hubungan terminal baterai lemah Sekring putus Tidak ada hubungan kunci kontak dengan magnetic switch Plunger macet SKOR MAKSIMUM 20 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10


c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11


LKPD KEGIATAN DISKUSI Nama Anggota Kelompok : 1. ……………………………. 2. ………………………….... 3. …………………………… 4. …………………………… Kelas : XII TBSM ….. A. Topik Klasifikasi masalah-masalah pada sistem starter dan langkah penangannya B. Tujuan Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan peserta didik mampu: 1. Mengklasifikasi masalah pada sistem stater 2. Menguraikan langkah – langkah penanganan gangguan sistem starter. C. Kegiatan Diskusikan tentang sistem starter sepeda motor : - Fungsi sistem starter - Komponen sistem starter - Masalah pada sistem starter - Langkah-langkah penanganan pada sistem starter D. Lembar Jawab Diskusi ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12


MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem Starter Sepeda Motor 1. Pendahuluan Hampir semua sepeda motor pada umumnya menggunakan dua jenis starter mesin, yaitu system starter mekanik dan system starter listrik. Penggunaan starter mekanik dikenal dengan sebutan kick starter, Karena pada system ini ketika akan menghidupkan mesin menggunakan kaki untuk memutar poros engkol, sedangkan Sistem starter listrik berfungsi sebagai pengganti kick starter, agar pengendara tidak perlu lagi mengengkol untuk menghidupkan mesin (untuk memutar poros engkol menggunakan motor listrik DC). 2. Persyaratan yang harus Dipenuhi Sistem Starter Pada umumnya sepeda motor yang dilengkapi dengan system starter listrik, sumber arus yang digunakan adalah baterai. Dalam hal ini kondisi baterai harus dapat menghasilkan tenaga putar (torque) yang sangat besar. Selain itu ukuran baterai juga diharapkan kecil dan ringan. Motor starter dalam sistem starter listrik harus dapat membangkitkan torque yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Maka untuk itu sistem starter dilengkapi dengan motor starter arus searah (DC). Dalam menentukan motor starter yang tepat menurut kebutuhan suatu mesin, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain: a. Sifat starter Tenaga putar (torque) yang dihasilkan motor starter akan menambah kadar arus yang mengalir pada starter secara proporsional (sepadan). Makin rendah putaran, makin besar arus yang mengalir pada starter sehingga menghasilkan tenaga putar yang besar. Begitu pula dengan tegangan yang disuplai pada starter, jika tegangannya bertambah besar, maka kapasitasnya akan menurun. Oleh karena itu kapasitas starter sangat erat hubungannya dengan baterai. b. Kecepatan putar dari mesin Mesin tidak akan start (hidup) sebelum melakukan siklus kerjanya berulang-ulang, yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran (usaha) dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, lalu memutarkannya RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13


dan enyebabkan siklus pembakaran awal (pendahuluan). Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awal. Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada konstruksi (banyaknya silinder, volume silinder, bentuk ruang bakar) dan kondisi kerjanya (suhu dan tekanan udara, campuran udara dan bensin dan lonctan bunga api busi), tetapi pada umumnya untuk motor bensin berkisar antara 40 sampai 60 rpm. c. Torque yang dihasilkan starter untuk menggerakkan mesin Torque yang dihasilkan starter merupakan faktor penting dalam menentukan apakah starter dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Setiap mesin mempunyai torque maksimum yang dihasilkan, misal suatu mesin dengan 100 cc maksimum torquenya adalah 0,77 kg-m. Untuk dapat menggerakkan mesin dengan kapasitas tersebut, diperlukan torque yang melebihi kapasitas tersebut (sampai 6 kali). Tetapi pada umumnya starter hanya mempunyai torque yang yang tidak jauh berbeda dari torque maksimum mesin tersebut, sehingga tidak akan mampu memutarkan poros engkol. Untuk mengatasi hal ini, pada motor starter dilengkapi dengan gigi pinion (pinion gear), sehingga momen yang dihasilkan bisa diperbesar. 3. Komponen Sistem Starter listrik Komponen system starter listrik terdiri dari Baterai berfungsi sebagai sumber tegangan DC Kunci kontak berfungsi menghubungkan dan memutuskan sumber tegangan dengan rangkaian kelistrikan Relay starter adalah saklar elektromagnetis yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus utama dari baterai menuju motor starter Tombol starter berfungsi untuk mengaktifkan relay starter Motor starter berfungsi untuk memutar poros engkol. Kopling starter berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran poros engkol dengan motor starter 4. Cara Kerja Sistem Starter Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa secara umum system starter listrik terdiri dari baterai, sekring (fuse), kunci kontak (ignition switch), saklar/tombol starter (starter switch), relay starter, dan motor starter. Arus yang besar (sekitar 40 ampere) akan mengalir ke motor starter saat dihidupkan. Untuk mengalirkan arus besar tersebut,diperlukan kabel yang tebal (besar) langsung dari baterai menuju motor tanpa lewat tombol starter agar kontaknya tidak meleleh ketika ditekan. Oleh karena itu, dalam rangkaian sistem starter dilengkapi relay starter. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14


Gambar 1. Dagram kelistrikan system 5. Prinsip kerja Sistem Starter listrik a. Saat Kunci Kontak Off Hubungan sumber tegangan dengan rangkaian sistem starter terputus, tidak ada arus yang mengalir sehingga sistem starter tidak dapat digunakan. b. Saat Kunci Kontak On Kunci kontak posisi ON, tetapi tombol starter tidak ditekan. Tombol starter tidak ditekan (posisi OFF) menyebabkan arus dari sumber tegangan (baterai) belum mengalir ke sistem starter sehingga sistem starter belum bekerja Kunci kontak posisi ON dan tombol starter ditekan. Apabila tombol starter ditekan (posisi START) pada saat kunci kontak ON, maka kemudian sistem starter akan mulai bekerja dan arus akan mengalir : Baterai ⇒ Sekering ⇒ Kunci Kontak (ON) ⇒ Kumparan Relay Starter ⇒ Tombol Starter (START) ⇒ massa. kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kumparan relay starter sehingga menghubungkan arus utama starter dari baterai menuju ke motor starter. Motor starter mengubah arus listrik dari baterai menjadi tenaga gerak putar, kemudian memutar poros engkol untuk menghidupkan mesin RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15


6. Pemeriksaan dan Perbaikan system Starter listrik Agar memperoleh diagnosis yang benar tentang gangguan yang terjadi pada system starter, maka perlu dilakukan langkah-langkah pemeriksaan, yaitu A. Pemeriksaan baterai, Memeriksa jumlah cairan baterai. Permukaan cairan baterai harus berada di antara batas atas dan batas bawah. Apabila cairan baterai berkurang, tambahkan air suling sampai batas atas tinggi permukaan yang diperbolehkan. Memeriksa berat jenis cairan baterai. Berat jenis cairan elektrolit baterai dalam kondisi penuh adalah 1,285 Kg/l B. Periksa panjang sikat / brush (batas servis : 4 mm) Gambar 2. Sikat Arang (Brush) C. Periksa Lempengan komutator terhadap adanya perubahan warna, jika terdapat perubahan warna secara berpasangan berarti terdapat kumparan armature yang terhubung singkat (motor starter harus diganti baru). Catatan : Jangan menggunakan amplas untuk membersihkan komutator. Periksa kontinuitas diantara pasangan lempengan komutator (harus ada kontinuitas. Gambar 3. Komutator RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16


Periksa kontinuitas antara lempengan komutator dan poros armature (tidak boleh ada kontinuitas) Gambar 3. Armature D. Periksa kontinuitas antara terminal kabel dan pemegang/penahan sikat dan juga terminal kabel dan ujung sikat. Catatan : Terminal kabel dan penahan sikat tidak ada kontinuitas : normal Terminal kabel dan ujung sikat ada kontinuitas : normal E. Pemeriksaan Relay Starter (Magnetic Switch) Menekan tombol starter pada saat kunci kontak posisi ON. Kumparan relay starter normal jika terdengar bunyi “Klik” dari dalam unit relay starter. Apabila tidak ada bunyi “Klik”, lakukan pemeriksaan lanjut Mengukur tegangan yang keluar dari kumparan relay starter, menuju ke tombol starter. Spesifikasi : Harus ada tegangan sekitar 12 V pada saat kunci Kontak posisi ON. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17


Apabila tidak ada tegangan, lepaskan relay starter dari rangkaian, kemudian periksa kontinuitas kumparan relay starter. Spesifikasi : Harus ada kontinuitas Gambar Pemeriksaan Kopling Starter Pasang driven gear pada rumahnya, kemudian periksa dari kelancaran putaran pada satu arah dan pada arah yang berlawanan tidak berputar. Buka starter clutch dan periksa pada bagian-bagian : Permukaan yang kontak dengan roler,Keausan pada gigi-gigi, Keausan pada roler,Perubahan bentuk pada per RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18


Cara Mengatasi Masalah Pada Sistem Starter Elektrik Catatan :Periksa terlebih dahulu bagian-bagian berikut sebelum menganalisa kerusakan pada sistem. 1) Kabel-kabel baterai dan motorstarter terhadap huubungan longgar atau berkarat . 2) Kondisi tegangan baterai yang lemah. A. Masalah Pada Sistem Starter Elektrik Motor starter tidak berputar : PEMELIHARAAN SISTEM KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR B. Motor starter berputar pelan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19


Kemungkinan Penyebab : Tegangan baterai lemah Ada tahanan yang berlebihan di dalam rangkaian kelistrikan sistem starter Kabel motor starter, kabel massa atau kabel positip baterai longgar Sikat motor starter aus C. Motor starter berputar tetapi mesin tidak ikut berputar Kemungkinan Penyebab : Kopling starter rusak Roda gigi starter/rantai starter dan/atau sproket tusak D. Motor starter dan mesin berputar tetapi mesin tidak hidup Kemungkinan Penyebab : Putaran motor starter terlalu pelan Sistem pengapian rusak Problem lain pada mesin (kompresi rendah, busi kotor, dsb.) RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Genap Materi Pokok : Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik Menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik No. RPP : 15 Pertemuan Ke : 1 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : KD 3. 15 : Menganalisis gangguan sistem pengapian elektronik IPK : 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik 2. Menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik 3. Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik 3.1 3.2 Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik sepeda motor dengan benar 2. Peserta didik dapat menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik sepeda motor dengan benar 3. Peserta didik dapat menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik Menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Sistem Pengapian Elektronik c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Penjelasan sistem pengapian elektronik dan fungsinya Jenis-jenis sistem pengapian elektronik Langkah perbaikan pada sistem pengapian elektronik d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Jenis sistem pengapian elektronik Prosedur perbaikan komponen-komponen pada sistem pengapian elektronik Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengapian elektronik IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Powerpoint, Internet Alat : Handphone, LCD Proyektor Bahan : Hand Out/ Modul, LKPD, Manual book sepeda motor VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 1 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir kritis Literasi Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menampilkan tayangan tentang pengenalan sistem pengapian elektronik sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 180 Menit Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang pengenalan sistem pengapian elektronik sepeda motor Identifikasi masalah Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang pengenalan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


sistem pengapian elektronik sepeda motor Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang sistem pengapian elektronik sepeda motor Kerjasama Literasi Kerjasama Berfikir kritis Pengumpulan data Guru meminta siswa mengali informasi tentang sistem pengapian elektronik sepeda motor Siswa menggali informasi tentang tentang sistem pengapian elektronik sepeda motor Pembuktian Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang sistem pengapian elektronik sepeda motor Guru memfasilitasi dan mengarahkan siswa membentuk kelompok belajar dan membagikan lembar diskusi kelompok Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang masalah pada sistem pengapian elektronik Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai masalah pada sistem pengapian elektronik Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem sistem pengapian elektronik Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. Komunikasi Disiplin 90 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Pengetahuan Pertemuan : 1 KD 3. 15: Menganalisis gangguan sistem pengapian elektronik IPK : 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik 2. Menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik 3. Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik Kisi Kisi Soal Penilaian Harian Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.14. Menganalisis gangguan sistem pengapian elektronik Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik Menyebutkan macam macam sistem pengapian √ √ √ √ Pilihan Ganda 1 2 3 4 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 elektronik Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik √ √ √ √ √ √ 5 6 7 8 9 10 Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, dan d, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Periksa koil pengapian dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1) antara terminal kabel primer dengan massa. Adalah pemeriksaan ? a. Skunder coil b. Tutup busi c. Busi d. Primer coil e. CDI 2. Periksa koil pengapian dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1K) antara terminal kabel primer dengan tutup busi. Adalah pemeriksaan ? a. Tutup busi b. Busi c. Skunder coil d. Primer coil e. CDI 3. Berwarna apakah kondisi percikan busi dalam keadaan tidak baik ? a. Orange/ kuning b. Biru c. Coklat d. Hitam e. Putih 4. Berapakah standar dari pemeriksaan primer coil pada sepeda motor yamaha PADA SUHU 200 C? a. 0,5 – 0,7 Ω b. 0,32-0,48 Ω c. 0,2 – 0,9 Ω d. 0,3 – 0,4 kΩ e. 0,5 – 0,6 kΩ 5. Berapakah standar dari pemeriksaan primer coil pada sepeda motor honda PADA SUHU 200 C? a. 0,32-0,48 Ω b. 5,68 – 8,52 k c. 0,3 – 0,4 kΩ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7


d. 0,5 – 0,6 kΩ e. 0,5 – 0,7 Ω 6. Berapakah standar dari Periksa tahanan kumparan sekunder koil pengapian sepeda motor yamaha antata kabel busi/kabel tegangan tinggi (tanpa tutup busi) dengan terminal kabel primer ? a. 5,68 – 8,52 k Ω b. 5,68 – 8,52 Ω c. 0,3 – 0,4 kΩ d. 0,5 – 0,6 kΩ e. 0,5 – 0,7 Ω 7. Berapakah standar dari putaran stationer pada sepeda motor yamaha vega ZR ? a. 1000 ± 50 rpm b. 1400 ± 100 rpm c. 1400 ± 300 rpm d. 1350 ± 250 rpm e. 1250 ± 50 rpm 8. Hasil pemeriksaan kunci kontak pada posisi normal pada saat kunci kontak ON adalah ? a. 1 Ω b. Tidak ada kontinuitas c. Ada kontinuitas d. 0,5 Ω e. 50 Ω 9. Hasil pemeriksaan kabel massa pada kondisi tidak normal adalah ? a. 1 Ω b. 0,5 Ω c. Ada kontinuitas d. Tidak ada kontinuitas e. 50 Ω 10. Hasil pemeriksaan generator pulse pada kondisi normal adalah ? a. 1 Ω b. Tidak ada kontinuitas c. Ada kontinuitas d. 0,5 Ω e. 50 Ω Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : D 1 0 2 Jawaban : C 1 0 3 Jawaban : A 1 0 4 Jawaban : B 1 0 5 Jawaban : E 1 0 6 Jawaban : A 1 0 7 Jawaban : B 1 0 8 Jawaban : C 1 0 9 Jawaban : D 1 0 10 Jawaban : E 1 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8


TOTAL SKOR MAKSIMUM 10 0 b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.14. Menganalisis gangguan sistem pengapian elektronik Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik Menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik √ √ Uraian 1 2 Soal Uraian : 1. Buatlah uraian secara singkat perbandingan antara system pengapian konvensional dan system pengapian elektronik! 2. Jelaskan minimal 2 keuntungan dan kerugian system pengapian elektronik! Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : System pengapian konvensional berbeda dengan system pengapian elektronik. Perbedaan utama antara system pengapian konvensional dan system pengapian elektronik adalah pada rangkaian primernya. Pada system pengapian konvensional menggunakan kontak point (platina) untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil yang berfungsi sebagai sensor timming pengapian yang tepat. Sedangkan pada pengapian elektronik peran platina telah digantikan oleh pembangkit sinyal elektronik dan unit pengendali pengapian elektronik. Dalam system pengapian yang dipakai untuk praktik disebut pick up sensor dan modul pengapian. Pembangkit sinyal digunakan untuk memberikan sinyal saat pengapian pada modul pengendali pengapian elektronik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9


Modul pengapian akan mensaklarkan rangkaian primer pengapian sebagai sinyal oleh pembangkit sinyal. SKOR MAKSIMUM 50 2. Jawaban : Keuntungan dan kerugian system pengapian elektronik. Keuntungan : Tidak menggunakan kontak point. Dalam system pengapian elektronik, fungsi platina digantikan oleh pick up sensor, hal ini tentu akan sangat menguntungkan karena bebas perawatan dan tidak memerlukan penyetelan celah platina karena hanya perlu menyetel celah antara reluctor dan breaker plate yaitu sebesar ± 0,4 mm. Sudut dwell ditetapkan oleh unit pengapian. Jika pada pengapian konvensional sudut dwell diatur oleh celah platina, namun pada system pengapian elektronik tidak. Hal ini tentu akan menghilangkan efek platina mengambang saat mesin berputar pada rpm yang tinggi seingga sudut dwell selalu tepat. Percikan bunga api lebih besar dan lebih lama. Hal ini sangat berguna untuk memberikan performance pada kendaraan agar optimal dan juga mengendalikan emisi gas buang karena campuran bahan bakar dan udara terbakar dengan sempurna. erja system pengapian elektronik lebih stabil karena tidak terjadi keausan komponen. Timming pengapian lebih tepat karena timming dikontrol secara elektronik dan secara mekanik, bukan seperti pada pengapian konvensional yang hanya menggunakan control mekanik saja. Kerugian : Harga komponen yang relative lebih mahal jika dibandingkan dengan harga komponen pada system pengapian konvensional. Pengaturan saat pengapian masih secara konvensional yaitu masih menggunakan sentrifugal advancer dan governor advancer. SKOR MAKSIMUM 50 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10


Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. LKPD KEGIATAN DISKUSI Nama Anggota Kelompok : 1. ……………………………. 2. ………………………….... 3. …………………………… 4. …………………………… Kelas : XII TBSM ….. A. Topik Analisis sistem pengapian elektronik, jenis-jenis sistem pengapian elektronik dan langkah perbaikannya B. Tujuan Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi sistem pengapian elektronik 2. Menyebutkan macam macam sistem pengapian elektronik 3. Menjelaskan prosedur perbaikan sistem pengapian elektronik C. Kegiatan Diskusikan tentang sistem starter sepeda motor : - Apa itu sistem pengapian elektronik - Apa fungsi sistem pengapian - Jenis-jenis sistem pengapian elektronik - Komponen-komponen sistem pengapian elektronik - Langkah-langkah perbaikan pada sistem pengapian elektronik D. Lembar Jawab Diskusi ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11


................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem Pengapian Elektronik Pengertian dan fungsi sitem pengapian elektronik Sistem pengapian adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi untuk melakukan proses pembakaran. Sistem pengapian bekerja melalui proses induksi elektromagnetik untuk menghasilkan tegangan mencapai 20 KV. Selengkapnya, simak cara kerja sistem pengapian beserta rangkaiannya. Sistem pengapian memiliki macam-macam jenis. Setiap jenis pengapian memiliki prinsip kerja yang sama namun memiliki perbedaan pada cara kerja. Macam-macam sistem pengapian yaitu ; 1. Sistem pengapian Konvensional 2. Sistem pengapian Elektronik (Transistor) 3. Sistem pengapian DLI 4. Sistem pengapian CDI Khusus untuk sistem pengapian sepeda motor (CDI), memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Karena sistem pengapian CDI bekerja menggunakan prinsip pengosongan arus. Sistem pengapian ini, lebih popular digunakan pada sepeda motor 4 tak. Nama Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12


Komponen pengapian konvensional Secara umum, sistem pengapian pada sepeda motor memiliki komponen yang tidak jauh berbeda. Macammacam komponen sistem pengapian CDI adalah sebagai berikut ; 1. Baterai Baterai berfungsi untuk menyuplai arus listrik yang akan dijadikan sumber untuk proses pengapian. Arus dari baterai bersifat DC dan bertegangan 12 Volt. Sumber dari baterai digunakan pada sistem pengapian CDI DC. 2. Spul AC Fungsi spul layaknya altrnator. Komponen ini akan menghasilkan tegangan AC atau bolak-balik yang dihasilkan saat mesin menyala. Komponen ini dapat digunakan agar sepeda motor dapat tetap hidup tanpa dilengkapi baterai. 3. Kunci kontak Kunci kontak adalah komponen yang akan menjadi sinyal untuk menyalakan dan menonaktifkan sistem pengapian pada mesin. Saat kunci kontak berada pada posisi ON, maka arus dari baterai akan mengaliri sistem pengapian. 4. Ignition Coil Ignition coil berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi dari 12 V mencapai 20 KV melalui proses induksi elektromagnet. Koil pengapian juga memiliki banyak jenis, untuk lebih jelas simak Cara kerja ignition coil beserta skema diagram. 5. CDI unit CDI unit adalah komponen yang akan melakukan proses pengosongan arus. Komponen capasitor menjadi bahan elektronika yang dapat menyimpan dan menyalurkan arus listrik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13


Di dalam CDI unit terdapat beberapa komponen antara lain, dioda. Fungsi dioda untuk menyearahkan arus yang didapat dari spul AC. Komponen lainya adalah transformator untuk menaikan tegangan arus induksi agar listrik yang masuk kedalam capasitor berlangsung cepat. 6. Pulse igniter Pulse igniter berfungsi seperti sensor CKP. Komponen ini akan mengirimkan sinyal yang menandakan timing pengapain mesin dengan frekuensi tertentu. 7. Kabel busi Kabel busi menjadi penghubung antara ignition coil dengan busi. Kabel ini di desain khusus karena akan mengalirkan listrik bertegangan tinggi. Sehingga kabel ini memiliki karet isolator yang lebih tebal dari kabel pada umumnya. 8. Busi Busi menjadi komponen terakhir pada sistem pengapian. Busi akan mengkonversi energi listrik menjadi percikan api didalam silinder mesin. Simak mengapa busi dapat mengeluarkan api? Untuk lebih detail. Untuk skema rangkaian sistem pengapian CDI, bisa simak gambar dibawah, Skema pengapian cdi Macam macam sistem pengapian elektronik Sistem pengapian ini memanfaatkan komponen elektronik seperti transistor, resistor, dll untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju kemudian dikembangkanlah pengapian elektronik yang dikontrol secara elektronik. Macam – macam pengapian elektronik antara lain : a. Transistorized Coil Ignition (TCI) RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14


sistem pengapian ini mengaplikasikan transistor sebagai pengontrol arus primer pada rangkaian coil. Sitem pengapian ini memiliki beberapa tipe pembangkit pulsa / sinyal tegangan, antara lain: i. Tipe Induktif : Sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model induktif terdiri dari penghasil pulsa, ignitier, koil, distributor dan komponen pelengkap lainnya. Sistem pembangkit pulsa induktif terdiri dari kumparan pembangkit pulsa (pick up coil), magnet permanen, dan rotor pengarah medan magnet. a. Tipe Hall Efect : Pembangkit pulsa untuk mengaktifkan power transistor dengan model hall effect digambarkan sebagai berikut : Pembangkit pulsa Hall effect RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15


Apabila bahan semikonduktor dialiri arus listrik dari sisi kiri ke kanan dan semikonduktor tersebut berada dalam suatu medan magnet, maka pada arah tegak lurus terhadap aliran arus itu akan timbul tegangan yang disebut dengan tegangan Hall ( Vh ). Apabila medan magnet yang berada di sekitar semikonduktor tersebut dihilangkan, maka tegangan yang tegak lurus terhadap aliran arus itu juga akan hilang. Pada gambar, medan magnet dihalangi oleh plat logam sehingga tidak melewati semi konduktor, dalam hal ini Vh = 0. Bila bilah logam dihilangkan, maka medan magnet dapat melewati semikonduktor dan Vh ≠ 0. Bila bilah logam itu secara teratur melintasi medan magnet maka pada tegangan Hall akan muncul dan hilang membentuk pulsa tegangan kotak - kotak. Pulsa inilah yang digunakan untuk mentriger rangkaian transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil. Pembangkit pulsa model Hall Effect mempunyai tiga buah kabel atau terminal. atu kabel merupakan sumber arus untuk dialirkan ke bahan semikonduktor yang terdapat di dalam sistem Hall, satu kabel ground, dan satu kabel adalah output tegangan. Bagian lainnya dari sistem ini adalah rotor yang berbentuk bilah dan magnet permanen. b. Capasitive Discharge Ignition (CDI) Capasitive Discharge Ignition (CDI), yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapasitor. Sistem pengapian CDI memanfaatkan capasitor untuk memutuskan arus primer. Sistem ini lebih populer pada sepeda motor. Keenam bagian utama dari sistem pengapian CDI tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Converter DC ke DC : Bagian ini berfungsi untuk mensuplai tegangan untuk pengisian kapasitor. Bagian ini pada prinsipnya terdiri dari rangkaian pengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi (seolah-olah) arus bolak-balik (AC) dengan rangkaian flip-flop. Arus AC yang dihasilkan kemudian dinaikan tegangannya oleh transformator step up menjadi sekitar 300 sampai 500 Volt dan kemudian disearahkan kembali dengan dioda sistem jembatan. Tegangan tinggi inilah yang digunakan untuk mengisi kapasitor. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa bagian ini berfungsi untuk mengubah arus DC menjadi AC kemudian dinaikan tegangannya dan kemudian disearahkan kembali menjadi DC. Kapasitor : Bagian ini berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang disuplai oleh Konverter DC ke DC. Generator pulsa : Bagian ini berfungsi sebagai pemicu (trigger) atau penghasil sinyal untuk mengaktifkan thyristor. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16


Penguat pulsa (Amplifier) : Bagian ini berfungsi sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh bagian pembangkit sinyal sehingga sinyal tersebut cukup kuat untuk mengaktifkan thyristor. Saklar thyristor (Thyristor switch) : Bagian ini berfungsi untuk mengalirkan energy dari kapasitor ke koil pengapian. Thyristor ini merupakan komponen semikonduktor yang akan bekerja (ON) oleh adanya pulsa tegangan pada kaki gate-nya. Pada saat distributor berputar, pulsa tegangan dihasilkan oleh pick up coil. Pulsa ini dikuatkan oleh amplifier untuk kemudian meng-ON-kan thyristor. Pada saat ON inilah kapasitor mengeluarkan energinya ke kumparan primer koil. Kemudian thyristor kembali OFF dan kapasitor terisi kembali. Koil : Koil pengapian dalam hal ini berfungsi sebagai transformator yang menghasilkan tegangan tinggi untuk disalurkan ke busi. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpan induktif (inductive storage system). Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi. Capasitive Discharge Ignition (CDI) c. Sistem Pengapian Terkontrol Komputer Sistem pengapian terkontrol komputer merupakan sistem pengapian yang ada pada mesin yang sudah menggunakan sistem bahan bakar injeksi (EFI). Pengontrolan pengapian dilakukan oleh komputer (electronic contro lunit/ECU) yang juga sebagai pengontrol sistem penginjeksian bahan bakar. Pengontrolan ini terutama pada sistem pemajuan atau pemunduran saat pengapian (ignition timing) yang disesuaikan dengan kondisi kerja mesin. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17


Komputer unit menentukan saat pengapian berdasarkan masukan masukan dari sensor dan memori internalnya yang memiliki data saat pengapian yang optimal untuk setiap kondisi putaran engine. Setelah menentukan saat pengapian, komputer unit memberikan sinyal saat pengapian ke igniter. Bila sinyal tersebut dalam posisi OFF, igniter akan memutus aliran arus primer koil dengan cepat sehingga terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder. Sistem pengapian terkontrol komputer terbagi menjadi beberapa kategori dasar, yaitu : Sistem pengapian dengan distributor Sistem pengapian tanpa distributor / distributorless ignition system (DLI) Sistem pengapian langsung / direct ignition system (DIS) Electronic Spark Advancer (ESA) Komponen utama sistem pengapian terkontrol komputer terdiri dari : Sensor poros engkol (sinyal Ne) Igniter Koil Kabel-kabel Busi Komputer (ECM) dan input-inputnya. Komponen sistem pengapian terkontrol komputer Syarat - syarat dari sistem pengapian antara lain : Sistem Pengapian harus memiliki sumber arus listrik yang memadai selama sistem bekerja. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18


Sistem pengapian harus menghasilkan tegangan yang tinggi supaya bunga api listrik yang dihasilkan pada celah busi yang mampu membakar campuran udara dan bahan bakar terkompresi di dalam ruang bakar. Sistem pengapian harus mampu mendistribusikan tegangan tinggi yang dihasilkan ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan pada mesin. Sistem pengapian harus mampu melayani kebutuhan saat pengapian yang tepat disesuaikan dengan putaran dan beban mesin. Sistem pengapian harus memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas dan getaran yang dihasilkan oleh mesin. Memelihara sistem pengapian elektronik Komponen yang perlu dirawat adalah: 1. Busi Busi harus mampu membakar campuran udara dan bahan bakar dengan sempurna, maka harus mampu membuat loncatan bunga api yang kuat. Pemeriksaa busi meliputi: a. Pemeriksaan secara visual Kondisi busi normal Kondisi busi bersih dan elektrode berwarna merah bata ini menunjukkan performance mesin baik Kondisi busi berjelaga Kondisi seperti ini disebabkan karena sistem bahan bakar yang tidak baik. Campuran terlalu kaya , hal ini disebabkan oleh filter udara tersumbat dan setelan pelampung terlalu rendah. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19


Kondisi busi penuh dengan endapan karbon Kondisi seperti ini disebabkan ada oli yang terbakar di dalam ruang bakar. Hal ini disebabkan kerusakan ring piston, piston, dinding silinder, penghantar katup dan seal katup. Bersihkan busi dengan spark plug cleaner: b. Menyetel celah busi Setel celah busi 0,8 - 1,1 mm c. Memeriksa kabel tegangan tinggi 1). Buka penutup distributor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20


2). Ukur nilai tahanan kabel tegangan tinggi Nilai tahanan kabel tegangan tinggi < 25 kilo ohm. Posisikan selektor pada 1 kilo ohm Kalibrasikan ohm meter Hubungkan tester pada terminal distributor dan ujunga kabel tegangan tinggi seperti gambar di bawah ini: d. Memeriksa coil pengapian 1. Buka penutup distributor 2. Periksa kumparan primer RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21


Set selektor pada 1 ohm Kalibrasi ohm meter Colokkan tester pada terminal + dam - coil pengapian. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mereparasi secara berkala sistem starter No. RPP : 2-3 Pertemuan Ke : 2-3 Alokasi Waktu : 14 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3 3.1 3.2 KD 4. 12 : Memperbaiki sistem starter IPK : 1. Mereparasi secara berkala sistem starter Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mereparasi secara berkala sistem starter sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mereparasi secara berkala sistem starter b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Reparasi kerusakan secara berkala pada sistem starter c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Reparasi berkala sistem starter d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur reparasi secara berkala pada sistem starter Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem starter IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Yamaha Vixion Alat : Caddy tools, Jangka Sorong, Multitester, Nampan, Kain majun, bike lift Bahan : Dinamo Starter , Relay Starter, Baterry VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 2 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir Kritis Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem starter sepeda motor Komunikasi Berfikir kritis 225 Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem starter sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik dan memberikan job sheet kepada siswa Kerjasama RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Kerjasama Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem starter sepeda Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem starter sepeda Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem stater Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Guru menyampaikan kelompok yang belum melaksanakan praktik untuk melaksanakan praktik pada pertemuan selanjutnya Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


Pertemuan ke- 3 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir Kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem starter sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem starter sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik dan memberikan job sheet kepada siswa Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job Kerjasama Berfikir Kritis RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


sheet terlebih dahulu Guru mempersilahkan siswa untuk membaca manual book dan hand out pada saat praktik Siswa membaca manual book dan hand out agar praktik dilakukan sesuai prosedur Literasi Kerjasama Berfikir kritis Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem starter sepeda Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem starter sepeda Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem stater Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7


Click to View FlipBook Version