Ilustrasi di atas adalah cara kerja sistem pengapian pada saat kontak platina menutup. Pada saat ini aliran arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak, kumparan primer coil, menuju ke platina dan ke massa. Lihat aliran arus pada garis berwarna merah. Karena kumparan primer pada ignition coil dialiri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kumparan tersebut. 2. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Saat Kontak Platina Membuka Cara kerja sistem pengapian konvensional saat kontak platina membuka Ketika nok distributor berputar kemudian membuka kontak platina, maka arus primer (arus yang mengalir pada kumparan primer coil) akan terputus secara tiba-tiba. Pemutusan arus ini akan mengakibatkan indusi elektromagnetik pada kumparan sekunder coil. Tegangan akan dibangkitkan menjadi 10k volt atau lebih. Arus yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder coil ini akan dialirkan ke rotor dan di distribusikan ke masing-masing busi. Busi yang teraliri arus tegangan tinggi akan terjadi loncatan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. (Lihat garis berwarna merah). Kontak platina yang membuka dan menutup akan menghasilkan percikan juga pada kontak platina, percikan ini akan merugikan tegangan dan membuat kontak platina lebih cepat aus. Merugikan tegangan karena pemutusan arus primer akan terhambat akibat percikan api. Untuk itulah ada kondensor yang akan menyerap tegangan dan menyimpannya, sehingga loncatan bunga api pada platina dapat diminimalisisr. Memelihara sistem pengapian konvensional Memeriksa Komponen Sistem Pengapian Langkah kerja atau hal-hal yang dilakukan dalam perawatan sistem pengapian konvensional adalah sebagai berikut: RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 28
Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi. Memeriksa dan membersihkan kabel tegangan tinggi. Memeriksa, membersihkan rotor dan tutup distributor. Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer. Memeriksa koil pengapian. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah platina/menyetel sudut dwell. Berikut akan dijelaskan satu persatu dari ketujuh langkah kerja dalam perawatan sistem pengapian konvensional. A) Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian Pemeriksaan secara visual meliputi hal-hal berikut: Memeriksa jumlah elektrolit baterai (kurang atau tidak), Memeriksa sambungan terminal baterai (kotor atau tidak), Memeriksa kondisi kabel baterai dari kemungkinan putus atau terbakar. Memeriksa koil pengapian dari kemungkinan terminalnya kotor, kabel kendor, putus, terbakar atau bodi retak. Memeriksa distributor dari kemungkinan retak, kotor, terminal aus dan pemasangan kurang baik. Memeriksa kabel busi dari kemungkinan atau pemasangan kurang tepat. B) Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 29
Lepas kabel tegangan tinggi yang menempel dibusi, catat urutan kabel yang dilepas agar urutan pengapian tidak salah, karena kabel busi harus dipasang sesuai dengan urutan pengapian atau firing order (FO) yang benar. Lepas busi satu persatu, periksa bagaimana warna dan deposit karbon pada rongga busi, kondisi elektroda dan masukkan busi pada nampan yang berisi bensin. Bersihkan rongga busi menggunakan sikat dan bersihkan elektroda busi dengan amplas. Perhatian: Jangan membersihkan kotoran pada rongga busi dengan benda keras, seperti obeng kecil atau kawat karena dikhawatirkann isolator porselin menjadi retak sehingga busi mati. setel celah elektroda busi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan kendaraan. Mengukur Celah Busi, Menyetel Celah Busi dan Membersihkan Busi Pasang kembali busi pada silinder. Pemasangan yang benar adalah memutar busi dengan tenaga ringan, setelah ulir habis mengencangkan 1/4 putaran dengan kunci busi. Saat kita melakukan pengujian busi di luar silinder, kita dapat menyimpulkan busi masih baik, namun terdapat kemungkinan saat di dalam silinder busi mati karena busi bekerja pada tekanan lebih tinggi, sehingga kesimpulan kita salah, untuk mengatasi hal tersebut dibuat Spark plug cleaner and tester. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 30
RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 31
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Genap Materi Pokok : Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengaman No. RPP : 25 Pertemuan Ke : 14 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1
II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3.1 3.2 KD 4. 16 : Memperbaiki sistem pengaman IPK : 1. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengaman Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mengidentifikasikan kerusakan sistem pengaman pada sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mengidentifikasi kerusakan sistem pengaman b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Identifikasi jenis-jenis kerusakan pada sistem pengaman c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Macam-macam kerusakan pada sistem pengaman Langkah-langkah penanganan gangguan pada sistem pengaman d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur mengidentifikasi masalah pada sistem pengaman Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengaman IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Vixion dan Sepeda Motor Mio J Alat : Caddy tools, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Lampu sepeda motor, flasher, fuse, Job sheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2
VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 14 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengaman sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem pengaman sepeda motor Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk praktik dilakukan secara individu dan setelah selesai praktik membuat laporan praktik Komunikasi RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3
Siswa mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Berfikir kritis Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa melakukan pengecekan pada komponenkomponen sistem pengaman sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengaman sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengaman Komukasi Kreatif Penutup Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktik sistem pengaman Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan Menit peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4
VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5
a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Pengetahuan KD 3. 17 : Mengevaluasi sistem pengaman 4.17 : Memperbaiki sistem pengaman IPK : 1. Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor 2. Menguraikan komponen-Komponen Sistem Penerangan 3. Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor 4. Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor 5. Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor 6. Mereparasi secara berkala sistem pengaman 7. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengaman Kisi Kisi Soal Penilaian Harian 6 Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.17. Mengevaluasi sistem pengaman sepeda motor 4.17. Memperbaiki sistem Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor Menguraikan komponen- √ √ √ Pilihan Ganda 1 2 3 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6
Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 pengaman sepeda motor komponen sistem penerangan Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor Mereparasi secara berkala sistem pengaman Mengidentifik asikan kerusakan sistem pengaman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, dan d, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Sistem sinyal/tanda pada sepeda motor dibedakan menjadi.... A. tanda belok dan rem B. rem dan plat nomor C. berupa cahaya dan suara D. klakson dan plat nomor E. rem dan suara RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7
2. Apabila soket bola lampu Rem terbalik maka akan berakibat.... A. pada saat malam hari lampu kota belakang kurang terang B. pada saat malam hari tidak terjadi perubahan intensitas cahaya dari L rem C. lampu kota belakang menjadi redup D. lampu rem tidak menyala E. tidak menyala sama sekali 3. Jika salah satu bola lampu tanda belok putus maka frekuensi kedipan akan .... A. Tetap seperti biasa B. Semakin cepat C. Semakin lambat D. Tidak teratur E. Tidak menyala 4. Sesuai ketentuan bahwa kedipan lampu tanda belok adalah 60 s/d 90 kali kedipan dalam 1 menit. Apabila kedipan menjadi lebih cepat dari ketentuan kemungkinan penyebabnya adalah.... A. kabel penghubung dari flasher ke saklar L tanda belok putus B. daya total bola lampu tanda belok terlalu besar C. daya salah satu bola lampu terlalu besar D. ada salah satu bola lampu tidak menyala E. arus baterai berlebih 5. Jika tombol klakson menghubungkan/memutuskan arus dari sekring,maka rangkaian klakson disebut rangkaian.... A. pengendali negatif B. pengendali positif C. seri D. paralel E. gabungan seri-paralel 6. Sistem tanda pada sepeda motor yang berupa cahaya adalah.... A. lampu dekat dan lampu blitz B. lampu kota dan lampu sign C. lampu sign dan blitz D. lampu blitz dan klakson E. lampu jauh 7. Rangkaian kelistrikan klakson yang benar adalah sebagai berikut.... A. kunci kontak, tombol klakson,klakson,massa B. baterai,tombol klakson,klakson,massa C. baterai,sekring kunci kontak,tombol klakson,klakson D. baterai,sekring,kunci kontak,tombol klakson,klakson massa E. kunci kontak, baterai,tombol klakson, klakson 8. Apabila lampu tanda belok berkedip terlalu cepat,kemungkinan penyebabnya adalah …. A. ada salah satu daya bola lampu tanda belok dengan daya terlalu besar B. ada salah satu bola lampu tanda belok yang putus C. ada hubung singkat pada soket bola lampu D. pengedip/flasher salah pasang E. adanya ukuran bola lampu yang berbeda depan dan belakang 9. Danil sedang melaksanakan praktik kerja lapangan di bengkel umum.Suatu ketika Danil disuruh mekanik untuk mencoba memperbaiki lampu sein yang tidak mau berkedip. Komponen – komponen yang harus diperiksa Danil untuk menentukan penyebab lampu sein tidak berkedip antara lain .... A. baterai,saklar lampu kepala,flasher, dan sakelar lampu sein B. sakelar lampu kepala, baterai,bohlam lampu sein, dan flasher RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8
C. rumah lampu sein, flasher,baterai, dan saklar lampu sein D. rumah lampu sein, bohlam lampu sein, sakelar lampu sein dan baterai E. flasher, bohlam lampu sein, sakelar lampu sein, dan baterai 10.Apabila mengganti bola lampu pada sistem tanda belok ,yang perlu diperhatikan selain bentuk bola lampu dan daya yang tertera pada bola lampu, jika daya bola lampu pengganti terlalu kecil adalah …. A. tidak terjadi perubahan frekuensi kedipan lampu B. terjadi frekuensi kedipan semakin lambat C. terjadi frekuensi kedipan semakin cepat D. terjadi kedipan tidak teratur E. bola lampu tidak berkedip 11.Urutkan komponen lampu rem dibawah ini …. 1. Kunci kontak 2. Accu 3. Fuse 4. Switch rem 5. Lampu rem 6. Flasher A. 1-6-5-4-3-2 B. 2-3-1- 4-5 C. 2-3-5-1-4 D. 2-5-3-1-4 E. 2-3-1-5-4 12.Apa penyebab lampu kepala DC tidak terang …. A. Kumparan penerangan lemah B. Kumparan pengisian lemah C. Regulator lemah D. Accu lemah E. Kumparan pengapian lemah 13.Untuk memindahkan posisi lampu kepala dari posisi dekat ke posisi jauh atau sebaliknya adalah fungsi.... A. Lighting Switch B. Dimmer switch C. Beam D. Headlight E. Brake light 14.Untuk menghubungkan dan memutuskan arus dari baterai ke lampu rem jika tuas rem ditarik adalah fungsi dari.... A. Switch rem B. Lampu rem C. Dudukan lampu rem D. Flasher E. Fuse 15.Saat klakson ditekan, arus dari baterai mengalir melalui klakson, terus kekumparan menuju platina dan selanjutnya ke massa adalah cara kerja klakson.... A. Udara B. Manual C. Listrik AC D. Listrik DC E. Pneumatik 16.Berapakah flasher mengedipkan dalam tiap menitnya.... RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9
A. 10 kedipan B. 5 kedipan C. 40 kedipan D. 50 kedipan E. 60 kedipan 17.Berapa wattkah pada lampu kepala …. A. 5 watt B. 10 watt C. 12 watt D. 20 watt E. 25 watt 18.Berapakah watt pada lampu rem …. A. 24 Watt B. 20 Watt C. 15 Watt D. 18 Watt E. 21 Watt 19.Penempatan saklar lampu kepala ditempatkan pada Holder karena .... A. pada holder sebelah kiri tidak ada mekanisme gas B. mudah pengoperasiannya C. tidak merepotkan dalam perawatan D. tidak mudah patah E. untuk variasi 20.Pada sistem kelistrikan sepeda motor yang termasuk sirkuit instrument adalah.... A. lampu sein, speedometer, rem, lampu jauh B. indikator lampu sein, indikator lampu jauh, indikator posisi gigi C. lampu sein, speedometer, lampu rem, lampu dekat, indikator lampu jauh D. lampu dekat, lampu jauh, lampu belakang, lampu indikator temperature E. lampu dekat, posisi gigi, lampu belakang, lampu rem, indikator gigi netra Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : C 5 0 2 Jawaban : B 5 0 3 Jawaban : B 5 0 4 Jawaban : D 5 0 5 Jawaban : D 5 0 6 Jawaban : C 5 0 7 Jawaban : D 5 0 8 Jawaban : B 5 0 9 Jawaban : E 5 0 10 Jawaban : B 5 0 11 Jawaban : B 5 0 12 Jawaban : D 5 0 13 Jawaban : B 5 0 14 Jawaban : A 5 0 15 Jawaban : D 5 0 16 Jawaban : E 5 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10
17 Jawaban : E 5 0 18 Jawaban : E 5 0 19 Jawaban : B 5 0 20 Jawaban : B 5 0 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 Keterampilan KD 4. 17 : Memperbaiki sistem pengaman IPK : Mengindentifikasi kerusakan pada sistem pengaman SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Semester Genap Perbaikan Sistem Pengaman dan Penerangan NILAI : Waktu 7 x 45 Menit Ttd Guru Mapel: Nama siswa : ……………………………………. No. Absen : …….. Kelas : XII TBSM Tanggal Praktik : ..................................................... A. Identifikasi Komponen – Komponen Sistem Keamanan dan Penerangan : No. Komponen Fungsi 1. Baterai : 2. Fuse : 3. Kunci Kontak : 4. Saklar Lampu : RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11
5. Saklar Dimmer : 6. Saklar Sein : 7. Lampu Kepala Double Filamen: 8. Lampu Sein : 9. Lampu Single Filamen : 10. Flasher : B. Data Praktik Pemeriksaan Komponen – Komponen Sistem Keamanan dan Penerangan No Item Pekerjaan Hasil Standar Kesumpulan Baik Buruk 1 Identifikasi warna – warna kabel sistem Penerangan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12
2 Identifikasi Daya Lampu Kepala Depan 3 Identifikasi Daya Lampu SeinKanan dan Kiri 4 Pemeriksaan kondisi bola lampu Kepala Depan 5 Pemeriksaan Kondisi bola Lampu Sein Depan 6 Identifikasi Bola Lampu kombinasi belakang 7 Identifikasi Daya Lampu Sein Belakang 8 Pemeriksaan kondisi bola lampu kombinasi belakang 9 Pemeriksaan kondisi bola lampu sein 10 Pemeriksaan Spull Lampu (Kuning – Hijau) ............... Ω 11 Pemeriksaan kondisi Flasher 12 Pemeriksaan akhir lampu - lampu Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan 80-84 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13
lengkap Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap dan tidak sesuai kebutuhan praktik 75-79 Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan warna kabel-kabel Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan daya-daya lampu Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14
Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan kondisi visual lampu Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.4 Pemeriksaan tahanan full spull penerangan Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Pemeriksaan fuse Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa 100 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15
bimbingan Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan flasher Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.7 Pemeriksaan akhir kondisi lampu-lampu Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16
bimbingan 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17
waktu 30 menit Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.17 Memperbaiki sistem pengaman Mengidentifikasi kerusakan pada sistem pengaman √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 Soal Uraian : RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18
1. Jelaskan fungsi komponen pengaman pada rangkaian kelistrikan sepeda motor ? 2. Sebutkan jenis sistem pengaman pada sepeda motor 3. Mengapa pada komponen kelistrikan sepeda motor diperlukan pengaman ? 4. Bagaimana cara kerja fuse ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Sekering (fuse) Sekering adalah komponen pengaman yang banyak digunakan sebagai pencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Hampir semua rangkaian selain rangkaian lampu kepala, sistem starter, dan sistem pengapian mendapatkan arus melalui kotak sekering. Tegangan baterai diberikan melalui bagian batang penghantar utama. Salah satu ujung sekering dihubungkan dengan bagian tersebut dan satu ujung lainnya dihubungkan dengan rangkaian yang diamankannya. Elemen Pengaman (Fuse Element) dan Sambungan Pengaman (Fusible Link) Fungsi sambungan pengaman pada prinsipnya sama dengan sekering. Sambungan pengaman akan rusak jika dilewati oleh arus yang lebih besar dari kemampuannya. Sambungan pengaman (fusible link) dan elemen pengaman (fusible element)digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper atau lebih. Seperti halnya pada sekering, jika sambungan pengaman dan elemen pengaman rusak akibat arus yang berlebihan, maka komponen tersebut harus diganti. Pemutus Rangkaian (Circuit Breaker) Aliran arus yang besar dan terlalu lama akan menyebabkan kabel atau penghantar pada suatu rangkaian menjadi panas dan kemungkinan terjadi kabel terbakar sangat besar. Salah satu pengaman rangkaian yang banyak digunakan pada rangkaian yang rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah pemutus rangkaian (circuit breaker). Beberapa tipe pemutus rangkaian yang umum dijumpai adalah tipe mekanik (tipe reset manual), tipe reset otomatis mekanik, dan tipe reset otomatis polimer (PTC, positive temperature coeficient). Pemasangan pemutus rangkaian biasanya di kotak sekering, tetapi ada juga yang di luar kotak sekering seperti pada power window yang terpasang pada sistem tersebut. SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Alat pengaman sepeda motor terdiri dua macam: elektrik dan non elektrik. Contoh pengaman sepeda motor elektrik yaitu menggunakan alarm, yang non elektrik menggunakan kunci stir. Alat pengaman sepeda motor elektrik merupakan pengamanan yang efektif dalam melakukan fungsinya. SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Pengaman listrik digunakan untuk mengamankan rangkaian listrik dari kerusakan akibat panas yang timbul oleh adanya arus lebih ataupun akibat dari hubungan pendek dari sistem listrik tersebut ataupun dari rangkaian yang lain. SKOR MAKSIMUM 25 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19
4. Jawaban : Sekring adalah sebuah kawat tipis yang berfungsi untuk membawa arus listrik terbatas hingga tegangan rendah. Jika aliran listrik tinggi melewati kawat sekring, maka akan memanas. Ini akan membuat sekring terbakar atau meleleh dan akan korsleting serta memberhentikan arus listrik. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20
MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem pengaman sepeda motor Sistem Pengaman Pengaman rangkaian digunakan untuk mencegah kabel-kabel, soket-soket, dan jaringan kelistrikan lainnya dari kerusakan akibat kelebihan arus yang mengalir pada rangkaian yang disebabkan oleh hubungan singkat dan kelebihan beban. Beberapa macam komponen yang termasuk dalam komponen pengaman, yaitu sekering (fuse), sambungan pengaman (fusible link), dan pemutus rangkaian (circuit breaker). Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 sampai 35 amper dan yang paling banyak digunakan adalah 7,5 sampai 20 amper. Sambungan pengaman (fusible link) dan elemen pengaman (fusible element)digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper sampai 100 amper. Kapasitas elemen pengaman ditunjukkan dengan angka yang tertera pada bagian atas elemen pengamana tersebut dan warna badannya. Salah satu pengaman pada rangkaian yang lebih rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah pemutus rangkaian (circuit breaker). Beberapa tipe pemutus rangkaian yang umum dijumpai adalah tipe mekanik (tipe reset manual), tipe reset otomatis mekanik, tipe reset otomatis polimer (PTC, positive temperature coeficient). Pemasangan pemutus rangkaian biasanya di kotak sekering, tetapi ada juga yang di luar kotak sekering seperti pada power window yang terpasang pada sistem tersebut. Sambungan pengaman (fusible link) sebagai pengaman juga akan mengalami kerusakan saat terjadi aliran arus yang berlebihan. Pengecekan kerusakan pada sambungan pengaman juga dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengecekan secara visual dan pengecekan dengan pengukuran. Apabila secara visual tampak bahwa bagian elemen pengaman putus, maka sambungan pengaman harus diganti. Pengukuran sambungan pengaman dilakukan menggunakan ohmmeter. Jika tidak terdapat hubungan antar terminalnya, maka sambungan pengaman rusak dan harus diganti. Referensi https://docplayer.info/62607483-Bab-6-sistem-pengaman-rangkaian-kelistrikan.html RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21
RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22