d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Pengetahuan Pertemuan : 14 KD 3. 14: Menganalisis gangguan sistem pengapian konvensional IPK : 1. Menganalisis jenis – jenis gangguan pada sistem pengapian konvensional 2. Menjelaskan penyebab ganguan pengapian konvensional 3. Merinci langkah – langkah perbaikan sistem pengapian konvensional Kisi Kisi Soal Penilaian Harian Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.14. Menganalisis gangguan sistem pengapian konvensiona l Menganalisis sistem pengapian konvensional Menjelaskan prosedur √ √ √ √ Pilihan Ganda 1 2 3 4 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6
Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 pemeliharaan sistem pengapian konvensional Merinci langkah – langkah perbaikan sistem pengapian konvensional √ √ √ √ √ √ 5 6 7 8 9 10 Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, dan e di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Apakah penyebab mesin tidak dapat hidup pada sistem pengapian konvensional ? a. Rotor tidaktidak terpasang b. Kabel tegangan tinggi bocor c. Platina kotor d. Busi kotor e. Pengapian terlalu mundur 2. Apakah penyebab mesin sulit hidup pada sistem pengapian konvensional ? a. Rotor tidaktidak terpasang b. Kabel tegangan tinggi bocor c. Platina kotor d. Busi kotor e. Pengapian terlalu mundur 3. Apakah penyebab terjadi ledakan pad kenalpot pada sistem pengapian konvensional ? a. Rotor tidaktidak terpasang b. Kabel tegangan tinggi bocor c. Platina mati d. Busi kotor e. Pengapian terlalu mundur 4. Apakah penyebab Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepaspada sistem pengapian konvensional ? a. Rotor tidaktidak terpasang b. Kabel tegangan tinggi bocor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7
c. Kerja vacum advancer kurang sempurna. d. Busi kotor e. Pengapian terlalu mundur 5. Apakah penyebab Busi cepat kotor pada sistem pengapian konvensional ? a. Rotor tidaktidak terpasang b. Kabel tegangan tinggi bocor c. Kerja vacum advancer kurang sempurna. d. Busi kotor e. Saat pengapian tidak tepat 6. Apakah penyebab Elektroda busi meleleh pada sistem pengapian konvensional ? a. Pemakaian tingkat busi yang terlalu panas. b. Kabel tegangan tinggi bocor c. Kerja vacum advancer kurang sempurna. d. Busi kotor e. Saat pengapian tidak tepat 7. Gambar dibawah adalah cara pemeriksaan pada busi pada bagian ? a. Pembersihan busi b. Penyetelan celah busi c. Pengukuran celah busi d. Penggantian busi e. Elektrida bu 8. Gambar dibawah adalah cara pemeriksaan pada busi pada bagian ? a. Pembersihan busi b. Penyetelan celah busi c. Pengukuran celah busi d. Penggantian busi e. Elektrida busi 9. Gambar dibawah adalah cara pemeriksaan pada busi pada bagian ? RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8
a. Penyetelan celah busi b. Pengukuran celah busi c. Penggantian busi d. Pembersihan busi e. Elektrida busi 10.Berapakah nilai tahanan pada sekunder coilpada sistem pengapian konvensional ? a. 10 ohm b. 500 ohm c. 1,3-1,6 ohm d. 1-5 kilo ohm e. 10-15 kilo ohm Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 1 0 2 Jawaban : B 1 0 3 Jawaban : D 1 0 4 Jawaban : C 1 0 5 Jawaban : E 1 0 6 Jawaban : A 1 0 7 Jawaban : B 1 0 8 Jawaban : C 1 0 9 Jawaban : D 1 0 10 Jawaban : E 1 0 TOTAL SKOR MAKSIMUM 10 0 b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.14. Menganalisis gangguan sistem pengapian konvensiona l Menganalisis sistem pengapian konvensional Menjelaskan prosedur √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9
Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 pemeliharaan sistem pengapian konvensional Merinci langkah – langkah perbaikan sistem pengapian konvensional √ 5 Soal Uraian : 1. Sebutkan 3 jenis gangguan pada pengapian konvensional ? 2. Sebutkan 3 penyebab mesin sulit hidup pada pengapian konvensional ? 3. Jelaskan cara membersihkan rotor dan tutup distributor ? 4. Berapakah Nilai tahanan resistor seharusnya ? 5. Jelaskan cara Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Mesin tidak dapat hidup Mesin sulit hidup Terjadi ledakan di knalpot SKOR MAKSIMUM 10 2. Jawaban : Deposit (penumpukan kerak) dibusi berlebihan. . Kabel tegangan tinggi bocor. Tutup distributor kotor. Karbon ditutup distributor hilang. Tutup distributor retak. Urutan pengapian tidak benar. Kontak platina kotor. Setelan celah platina tidak tepat. Saat pengapian tidak tepat. Koil rusak. Kondensor rusak. Konektor kabel kotor. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10
SKOR MAKSIMUM 30 3. Jawaban : Lepas tutup distributor dengan melepas kait penguncinya. Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, karat/kotor pada terminal tegangan tinggi. Bersihkan terminal tegangan tinggi dengan amplas. Lepas rotor, bersihkan karat/deposit pada ujung rotor menggunakan amplas. SKOR MAKSIMUM 20 4. Jawaban : Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer Periksa permukaan poros nok dari kemungkinan aus, keausan secara visual dapat dilihat dari banyaknya goresan pada nok. Lumasi poros menggunakan grease. Periksa kerja centrifugal advancer dengan cara: Pasang kembali rotor yang telah dibersihkan, putar rotor searah putaran rotor saat mesin hidup. Lepas rotor maka rotor harus segera kembali. Kekocakkan rotor saat diputar tidak boleh berlebihan. Periksa vacum advancer dengan cara: lepas slang vacum, hubungkan ke pompa vacum, lakukan pemompaan, amati dudukan platina (breaker plate) harus bergerak. Bila tidak mempunyai pompa vacum dapat dengan cara dihisap dengan kuat. SKOR MAKSIMUM 20 5 Jawaban : Memeriksa, membersihkan rotor dan tutup distributor Lepas tutup distributor dengan melepas kait penguncinya. Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, karat/kotor pada terminal tegangan tinggi. Bersihkan terminal tegangan tinggi dengan amplas. Lepas rotor, bersihkan karat/deposit pada ujung rotor menggunakan amplas. SKOR MAKSIMUM 20 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11
Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. LKPD KEGIATAN DISKUSI Nama Anggota Kelompok : 1. ……………………………. 2. ………………………….... 3. …………………………… 4. …………………………… Kelas : XII TBSM ….. A. Topik Analisis jenis-jenis gangguan pada sistem pengapian konvensional beserta penyebab, dan langkah perbaikannya B. Tujuan Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan peserta didik mampu: 1. Menganalisis jenis-jenis gangguan pada sistem pengapian konvensional 2. Menjelaskan penyebab kerusakan sistem pengapian konvensional 3. Merinci langkah-langkah perbaikan kerusakan pada sistem pengapian konvensional C. Kegiatan Diskusikan tentang sistem pengapian konvensional sepeda motor : - Fungsi sistem pengapian - Komponen-komponen sistem pengapian konvensional - Jenis-jenis gangguan pada sistem pengapian konvensional - Penyebab gangguan pada sistem pengapian konvensional - Langkah-langkah perbaikan pada sistem pengapian konvensional D. Lembar Jawab Diskusi ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12
................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem pengapian konvensional SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL Pengapian disini diartikan pembakaran Campuran bahan bakar dan udara yang dicampur terlebih dahulu kemudian dimasukkan kedalam ruang bakar dan dikompresikan kemudian dilakukan percikan dengan waktu tertentu dan kualitas api yang baik,dengan demikian dapat dimulai pembakaran seperti gambardibawah ini Semua sistem pengapian memiliki busi dan satu koil atau lebih. Sistem pengapian merupakan salah satu faktor terjadinya pembakaran yang sempurna sehingga dapat dihasilkan daya yang optimal pada mesin tertentu dan emisi gas buang yang rendah.Adapun tuntutan/prasarat dasar dari terjadinya pembakaran yang baik digambarkan sebagai berikut Gambar 1. Sistem pengapian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13
Campuran bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam ruang bakar oleh karena gerakan menghisap dari piston dari TMA ke TMB Pada saat seperi ini temperatur campuran turun menjadi kurang lebih 200 C karena udara bercampur bensin (gambar A ) Langkah berikutnya mengkompresi campuran tersebut hingga piston mendekati TMA maka tekanan dan temperature naik hingga mencapai kurang lebih 2000 C (gambar B) Pada saat piston mendekati TMA dipercikkan bunga api pengapian melalui elektroda busi dan terjadilah pembakaran pada campuran bensin dan udara. Persyaratan adanya pembakaran yang baik juga ditentukan selain Rasio campuran yang sesuai, kompresi yang mencukupi dan Percikan api yang kuat. Gambar 2. Diagram tegangan pengapian Selisih antara tegangan maksimal yang dapat dihasilkan sistem pengapian dengan tegangan terpakai adalah tegangan cadangan.Semakin besar tegangan cadangan maka semakin baik kemampuan sistem pengapian ,Tetapi perlu diketahui bahwa semakin tinggi putaran motor maka semakin turun pula tegangan maksimalnya karena waktunya semakin singkat untuk membuat energi listrik pada sistem pengapian ,sedangkan tegangan terpakai menjadi lebih besar karena campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar jumlahnya juga bertambah maka daya pengapian yang dibutuhkan juga lebih besar. Maka area tegangan cadanganmenyempit .Ketika tegangan meloncat diantara celah elektroda busi pada saat itulah dibutuhkan tegangan yang cukup tinggi tetapi masih belum sampai pada tegangan maksimal sistem pengapian,sampai berhasil melompat dan membakar campuran bahan bakar yang dilewatinya. Setelah tegangan berhasil melompat diantara celah elektroda busi maka tegangan pembakaran turun..Hal tersebut ditunjukkan dengan Gambar osilogram tegangan sekunder sistem pengapian Pengertian dan fungsi sitem pengapian konvensional RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14
Motor bakar merupakan motor yang menghasilkan tenaga melalui proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam cylinder (ruang bakar). Berdasarkan jenis bahan bakarnya, motor bakar khususnya mobil dibedakan menjadi dua yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Pada mesin bensin, pada akhir langkah kompresi dibutuhkan percikan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi tadi. Sehingga akan terjadi langkah usaha yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mobil. Lihat selengkapnya tentang siklus kerja motor dalam artikel : Cara Kerja Motor 4 Langkah (Tak). Sebuah sistem yang menyediakan percikan bunga api dalam ruang bakar ini disebut sebagai sistem pengapian. Percikan atau loncatan bunga api akan terjadi pada ujung elektroda pada busi, bunga api ini dapat terjadi apabila tegangan yang melawatinya cukup tinggi. Untuk itu diperlukan ignition coil (koil pengapian) untuk menaikkan tegangan baterai (12 volt) menjadi 10k volt. Tegangan yang telah dinaikkan akan disalurkan/dibagi ke masing-masing silinder oleh distributor melalui kabel busi (kabel tegangan tinggi). Seiring perkembangan teknologi, sistem pengapian ini terus berkembang dengan kecanggihan dan kefektifannya. Ada sistem pengapian elektronik yang menggunakan transistor, CDI dan lain-lain, komponennya pun juga mengalami perkembangan. Misal saja pada sistem pengapian konvensional menggunakan satu ignition coil untuk 4 silinder, namun pada mobil-mobil sekarang terdapat satu ignition coil untuk satu silinder, atau satu inginiton coil untuk 2 silinder. Sebelum memahami sistem pengapian elektronik, kita akan mempelajari terlebih dahulu mengenai sistem pengapian konvensional. Kita akan mempelajari mulai dari pengertian sistem pengapian, fungsi sistem pengapian, komponen-komponennya dan cara kerja sistem pengapian konvensional. Komponen-komponen Sistem Pengapian Konvensional + Fungsinya Sistem pengapian konvensional memiliki beberapa komponen utama, yang membedakan komponen sistem pangapian konvensional dan elektronik adalah pada pemutusan arus primernya. Pemutusan arus primer ini bertujuan agar pada ignition coil terjadi induksi tegangan tinggi. Pada pengapian konvensional pemutusan arus primer dilakukan oleh breaker point (platina), sementara pada pengapian elektronik dilakukan oleh transistor maupun CDI (Capasitor Dicharge Igntiton). 1. Baterai Menyediakan arus listrik voltase rendah (12 volt) untuk ignition coil. 2. Ignition coil Menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk pengapian (meloncatkan bunga api pada busi). RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15
3. Distributor Untuk membagi/mendistribusikan tegangan tinggi yang telah dibangkitkan oleh ignition coil ke masingmasing silinder. Distributor terdiri dari beberapa komponen yaitu : i. Cam (nok) Berfungsi untuk membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk setiap silinder. ii. Breaker point (platina) Berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer pada ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi elektromagnet. iii. Kondensor Menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada platina saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder. Baca lebih lanjut : Fungsi Kondensor pada Sistem Pengapian iv. Centrifugal Governor Advancer Berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin. v. Rotor Berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi. vi. Distributor Cap Berfungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing busi. 4. Kabel Tegangan Tinggi (High Tension Cord) Berfungsi untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. 5. Busi Menghasilkan loncatan bunga api melalui elektrodanya. Atau mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncata bunga api pada elektrodanya. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Cara kerja sistem pengapian konvensional di bawah ini di bagi menjadi dua bagian yaitu pada saat platina membuka dan pada saat platina menutup. Cara kerja ini juga mengilustrasikan bagaimana arus listrik dari RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16
baterai 12 volt yang kemudian dibangkitkan menjadi 10kvolt yang terjadi pada kumparan sekunder ignition coil dan kemudian disalurkan ke-busi melalui kabel busi. 1. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Saat Kontak Platina Menutup Ilustrasi di atas adalah cara kerja sistem pengapian pada saat kontak platina menutup. Pada saat ini aliran arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak, kumparan primer coil, menuju ke platina dan ke massa. Lihat aliran arus pada garis berwarna merah. Karena kumparan primer pada ignition coil dialiri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kumparan tersebut. 2. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Saat Kontak Platina Membuka RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17
Cara kerja sistem pengapian konvensional saat kontak platina membuka Ketika nok distributor berputar kemudian membuka kontak platina, maka arus primer (arus yang mengalir pada kumparan primer coil) akan terputus secara tiba-tiba. Pemutusan arus ini akan mengakibatkan indusi elektromagnetik pada kumparan sekunder coil. Tegangan akan dibangkitkan menjadi 10k volt atau lebih. Arus yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder coil ini akan dialirkan ke rotor dan di distribusikan ke masing-masing busi. Busi yang teraliri arus tegangan tinggi akan terjadi loncatan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. (Lihat garis berwarna merah). Kontak platina yang membuka dan menutup akan menghasilkan percikan juga pada kontak platina, percikan ini akan merugikan tegangan dan membuat kontak platina lebih cepat aus. Merugikan tegangan karena pemutusan arus primer akan terhambat akibat percikan api. Untuk itulah ada kondensor yang akan menyerap tegangan dan menyimpannya, sehingga loncatan bunga api pada platina dapat diminimalisisr. Memelihara sistem pengapian konvensional Memeriksa Komponen Sistem Pengapian Langkah kerja atau hal-hal yang dilakukan dalam perawatan sistem pengapian konvensional adalah sebagai berikut: Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi. Memeriksa dan membersihkan kabel tegangan tinggi. Memeriksa, membersihkan rotor dan tutup distributor. Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer. Memeriksa koil pengapian. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah platina/menyetel sudut dwell. Berikut akan dijelaskan satu persatu dari ketujuh langkah kerja dalam perawatan sistem pengapian konvensional. A) Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18
Pemeriksaan secara visual meliputi hal-hal berikut: Memeriksa jumlah elektrolit baterai (kurang atau tidak), Memeriksa sambungan terminal baterai (kotor atau tidak), Memeriksa kondisi kabel baterai dari kemungkinan putus atau terbakar. Memeriksa koil pengapian dari kemungkinan terminalnya kotor, kabel kendor, putus, terbakar atau bodi retak. Memeriksa distributor dari kemungkinan retak, kotor, terminal aus dan pemasangan kurang baik. Memeriksa kabel busi dari kemungkinan atau pemasangan kurang tepat. B) Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Lepas kabel tegangan tinggi yang menempel dibusi, catat urutan kabel yang dilepas agar urutan pengapian tidak salah, karena kabel busi harus dipasang sesuai dengan urutan pengapian atau firing order (FO) yang benar. Lepas busi satu persatu, periksa bagaimana warna dan deposit karbon pada rongga busi, kondisi elektroda dan masukkan busi pada nampan yang berisi bensin. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19
Bersihkan rongga busi menggunakan sikat dan bersihkan elektroda busi dengan amplas. Perhatian: Jangan membersihkan kotoran pada rongga busi dengan benda keras, seperti obeng kecil atau kawat karena dikhawatirkann isolator porselin menjadi retak sehingga busi mati. setel celah elektroda busi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan kendaraan. Mengukur Celah Busi, Menyetel Celah Busi dan Membersihkan Busi Pasang kembali busi pada silinder. Pemasangan yang benar adalah memutar busi dengan tenaga ringan, setelah ulir habis mengencangkan 1/4 putaran dengan kunci busi. Saat kita melakukan pengujian busi di luar silinder, kita dapat menyimpulkan busi masih baik, namun terdapat kemungkinan saat di dalam silinder busi mati karena busi bekerja pada tekanan lebih tinggi, sehingga kesimpulan kita salah, untuk mengatasi hal tersebut dibuat Spark plug cleaner and tester. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Genap Materi Pokok : Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor Menguraikan komponen-Komponen Sistem Penerangan Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan Sistem pengaman sepeda motor No. RPP : 23 Pertemuan Ke : 12 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : KD 3. 17 : Mengevaluasi sistem pengaman IPK : 1. Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor 2. Menguraikan komponen-komponen sistem penerangan 3. Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor 4. Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor 5. Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor 3.1 Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian pengaman pada sepeda motor dengan benar 2. Peserta didik dapat menguraikan komponen-komponen sistem penerangan pada sepeda motor dengan benar 3. Peserta didik dapat menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor dengan benar 4. Peserta didik dapat menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor dengan benar 5. Peserta didik dapat merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Menjelaskan pengertian pengaman pada sepeda motor Menguraikan komponen-komponen sistem penerangan pada sepeda motor Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor dengan benar Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Sistem Pengaman dan Penerangan Sepeda Motor c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Penjelasan sistem pengaman pada sepeda motor Komponen-komponen sistem penerangan pada sepeda motor Komponen-komponen sistem penerangan pada sepeda motor Fungsi sistem pengaman sepeda motor Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur sistem pengaman pada sepeda motor Prosedur memahami komponen dan fungsi sistem pengaman pada sepeda motor Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengaman IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2
2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Powerpoint, Internet Alat : Handphone, LCD Proyektor Bahan : Hand Out/ Modul, LKPD, Manual book sepeda motor VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 12 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir kritis Literasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3
yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Komunikasi Inti Stimulus Guru menampilkan tayangan tentang pengenalan sistem pengaman sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 180 Menit Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang pengenalan sistem pengaman sepeda motor Identifikasi masalah Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang pengenalan sistem pengaman sepeda motor Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang sistem pengaman sepeda motor Kerjasama Literasi Kerjasama Berfikir kritis Pengumpulan data Guru meminta siswa mengali informasi tentang sistem pengaman sepeda motor Siswa menggali informasi tentang tentang sistem pengaman sepeda motor Pembuktian Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang sistem pengaman sepeda motor Guru memfasilitasi dan mengarahkan siswa membentuk kelompok belajar dan membagikan lembar diskusi kelompok Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang masalah pada sistem pengaman Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai masalah pada sistem pengaman Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengaman Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas Komunikasi 90 Menit RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4
Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. Siswa melakukan pembersihan Disiplin peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5
b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Pengetahuan Pertemuan : 12 KD 3. 17 : Mengevaluasi sistem pengaman sepeda motor IPK : 1. Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor 2. Menguraikan komponen-komponen sistem penerangan 3. Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor 4. Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor 5. Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor Kisi Kisi Soal Penilaian Harian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6
Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.17. Mengevaluasi sistem pengaman sepeda motor Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor Menguraikan komponenkomponen sistem penerangan Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pilihan Ganda 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, dan d, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Perangkat rangkaian yang digunakan untuk mencegah kabel-kabel, soket-soket, dan jaringan kelistrikan lainnya dari kerusakan akibat kelebihan arus yang mengalir pada rangkaian yang disebabkan oleh hubungan singkat dan kelebihan beban adalah.... a. peralatan pengaman b. peralatan video c. peralatan desain grafis d. peralatan fotografi e. peralatan digital 2. Komponen pengaman yang banyak digunakan sebagai pencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus… a. Equalizer RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7
b. Sekering (fuse) c. Tranduser d. Multiplayer a. Speaker 3. Sekering yang dipakai pada kendaraan dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu… a. sekering tipe x ( cartridge) dan sekering tipe y ( blade ) b. sekering tipe kaca ( cartridge) dan sekering tipe logam ( blade ) c. sekering tipe tabung ( blade ) dan sekering bilah ( cartridge) d. sekering tipe tabung kaca ( cartridge) dan sekering tipe bilah ( blade ) e. sekering tipe tipis ( blade ) dan sekering tebal ( cartridge) 4. Fungsi sambungan pengaman pada prinsipnya sama dengan sekering. Sambungan pengaman akan rusak jika dilewati oleh arus yang lebih besar dari kemampuannya adalah ...… a. Equalizer b. Amplifier c. Fusible Link d. Multiplayer e. Speaker 5. Pemutus rangkaian tipe ini dapat memutus arus dan secara otomatis mereset kembali tanpa harus dilakukan pengesetan secara manual..… a. Pemutus Rangkaian Tipe Otomatis b. Amplifier c. Fusible Link d. Multiplayer e. Speaker 6. Komponen ini merupakan resistor yang peka terhadap suhu. Jika suhu yang mengenai komponen ini naik, maka tahanannya akan makin besar sehingga arus yang mengalir turun.....… a. speaker b. Pemutus Rangkaian Otomatis PTC c. equalizer d. mixer e. amplifier 7. Komponen yang termasuk dalam komponen pengaman, yaitu… a. circuit breaker b. equalizer c. mixer d. amplifier e. eject 8. Pengaman rangkaian yang digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper sampai 100 amper.... a. fusible link b. mixer c. amplifier d. speaker RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8
e. microphone 9. Salah satu pengaman pada rangkaian yang lebih rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah........… a. sumber b. pemutus rangkaian c. keluaran d. input e. output 10. Bagian elemen pengaman putus, maka sambungan pengaman harus diganti...…merupakan cara pengecekan.... a. Secara pengukuran b. Secara mandiri c. Secara langsung d. Secara tidak langsung e. Ssecara Visual Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 10 0 2 Jawaban : B 10 0 3 Jawaban : D 10 0 4 Jawaban : C 10 0 5 Jawaban : A 10 0 6 Jawaban : B 10 0 7 Jawaban : A 10 0 8 Jawaban : A 10 0 9 Jawaban : B 10 0 10 Jawaban : E 10 0 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.17. Mengevaluasi sistem pengaman sepeda motor Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor Menguraikan komponen- √ √ √ Uraian 1 2 3 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9
Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 komponen sistem penerangan Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor √ √ 4 5 Soal Uraian : 1. Jelaskan fungsi komponen pengaman pada rangkaian kelistrikan kendaraan. 2. Sebutkan beberapa macam komponen pengaman yang digunakan pada kendaraan, dan jelaskan perbedaan penggunaannya. 3. Jelaskan pemeriksaan yang harus dilakukan pada komponen pengaman rangkaian kelistrikan. 4. Jelaskan cara mengeset ulang pemutus rangkaian (circuit breaker) tipe manual 5. Jelaskan prinsip kerja pemutus rangkaian otomatis PTC Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : a. Sekering (fuse) Sekering adalah komponen pengaman yang banyak digunakan sebagai pencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Hampir semua rangkaian selain rangkaian lampu kepala, sistem starter, dan sistem pengapian mendapatkan arus melalui kotak sekering. Tegangan baterai diberikan melalui bagian batang penghantar utama. Salah satu ujung sekering dihubungkan dengan bagian tersebut dan satu ujung lainnya dihubungkan dengan rangkaian yang diamankannya. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10
b. Elemen Pengaman (Fuse Element) dan Sambungan Pengaman (Fusible Link) Fungsi sambungan pengaman pada prinsipnya sama dengan sekering. Sambungan pengaman akan rusak jika dilewati oleh arus yang lebih besar dari kemampuannya. Sambungan pengaman (fusible link) dan elemen pengaman (fusible element)digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper atau lebih. Seperti halnya pada sekering, jika sambungan pengaman dan elemen pengaman rusak akibat arus yang berlebihan, maka komponen tersebut harus diganti. c. Pemutus Rangkaian (Circuit Breaker) Aliran arus yang besar dan terlalu lama akan menyebabkan kabel atau penghantar pada suatu rangkaian menjadi panas dan kemungkinan terjadi kabel terbakar sangat besar. Salah satu pengaman rangkaian yang banyak digunakan pada rangkaian yang rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah pemutus rangkaian (circuit breaker). Beberapa tipe pemutus rangkaian yang umum dijumpai adalah tipe mekanik (tipe reset manual), tipe reset otomatis mekanik, dan tipe reset otomatis polimer (PTC, positive temperature coeficient). Pemasangan pemutus rangkaian biasanya di kotak sekering, tetapi ada juga yang di luar kotak sekering seperti pada power window yang terpasang pada sistem tersebut. SKOR MAKSIMUM 30 2. Jawaban : FUSE Fuse adalah alat pengaman listrik yang paling familiar dan sering kita jumpai. Fuse terpasang dalam rangkaiaan listrik tersusun secara seri,sehingga jika terlewati arus yang melebihi kapasitas kerja dari fuse tersebut, maka fuse akan terbakar dan memutus arus yang ada dalam rangkaian tersebut. Element penghantar yang terdapat dalam fuse tersebut akan meleleh, dan memutus rangkaian listrik tersebut sebagai pengaman terhadap komponen-komponen lain dalam rangkaian listrik tersebut dari bahaya arus besar. FUSIBLE LINK Ada 2 category yang disebut dengan fusible link, yaitu : fuse element cartridge dan fusible link itu sendiri., namun secara fungsi antara fuse dengan fusible link adalah sama yaitu sebagai pengaman listrik. Perbedaan yang paling terlihat adalah kapasitas arus yang diamankan, fusible link fuse element cartridge aplikasinya adalah untuk pengamanan arus di atas 30 ampere. CIRCUIT BREAKER Circuit breaker adalah alat proteksi yang bekerja,untuk memutuskan sirkuit saat terjadi gangguan. Ada beberapa circuit breaker yang terpasang pada instalasi motoryang saling berkoordinasi membentuk diskriminasi, agar pada saat terjadi gangguan hanya pada circuit breaker saja yang trip sedangkan yang lainnya tetap beroperasi SKOR MAKSIMUM 10 3 Jawaban : Pengecekan kerusakan pada sambungan pengaman juga dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengecekan secara visual dan pengecekan dengan pengukuran. Apabila secara visual tampak bahwa bagian elemen pengaman putus, maka sambungan pengaman harus diganti. Pengukuran sambungan pengaman dilakukan menggunakan ohmmeter. Jika tidak terdapat hubungan antar terminalnya, maka sambungan pengaman rusak dan harus digant 4 SKOR MAKSIMUM 20 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11
Jawaban : Bila hal ini terjadi, maka pemutus rangkaian ini harus direset (diset ulang) secara manual dengan menggunakan kawat kecil yang kaku untuk menekan bimetal sehingga kembali ke posisi melengkung dan kontaknya berhubungan kembali. Pemutus rangkaian tipe ini disebut dengan pemutus arus tidak bersiklus. SKOR MAKSIMUM 20 5 Jawaban : Pada keadaan normal, bahan polimer di dalam PTC berada dalam bentuk kristal padat, dengan banyak partikel-partikel karbon yang berkumpul menjadi satu. Partikel-partikel karbon ini memberikan jalan bagi arus listrik sehingga dapat mengalir. Pada kondisi ini tahanan PTC rendah sehingga arus besar dapat mengalir. Apabila arus yang terlalu besar mengalir, maka arus tersebut akan menyebabkan naiknya suhu sehingga polimer di dalam PTC berekspansi dan rantai karbon tertarik sehingga saling berjauhan. Dalam kondisi ini, tahanan PTC meningkat sehingga arus yang dapat mengalir kecil. Jika arus mengalir melebihi batas kerjanya, komponen ini akan berada dalam kondisi terbuka (memutus rangkaian) selama tegangan masih berada pada rangkaian tersebut. SKOR MAKSIMUM 20 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12
LKPD KEGIATAN DISKUSI Nama Anggota Kelompok : 1. ……………………………. 2. ………………………….... 3. …………………………… 4. …………………………… Kelas : XII TBSM ….. A. Topik Evaluasi Sistem Pengaman dan Penerangan B. Tujuan Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian pengaman sepeda motor 2. Menguraikan komponen-komponen sistem penerangan 3. Menyebutkan komponen sistem pengaman sepeda motor 4. Menyebutkan fungsi sistem pengaman sepeda motor 5. Merinci cara pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman sepeda motor C. Kegiatan Diskusikan tentang sistem starter sepeda motor : - Apa itu sistem pengaman dan penerangan sepeda motor - Sebutkan komponen sistem keamanan sepeda motor - Sebutkan fungsi komponen sistem keamanan sepeda motor - Langkah-langkah pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem keamanan sepeda motor D. Lembar Jawab Diskusi ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13
................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................ MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem pengaman sepeda motor Sistem Pengaman Pengaman rangkaian digunakan untuk mencegah kabel-kabel, soket-soket, dan jaringan kelistrikan lainnya dari kerusakan akibat kelebihan arus yang mengalir pada rangkaian yang disebabkan oleh hubungan singkat dan kelebihan beban. Beberapa macam komponen yang termasuk dalam komponen pengaman, yaitu sekering (fuse), sambungan pengaman (fusible link), dan pemutus rangkaian (circuit breaker). Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 sampai 35 amper dan yang paling banyak digunakan adalah 7,5 sampai 20 amper. Sambungan pengaman (fusible link) dan elemen pengaman (fusible element)digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper sampai 100 amper. Kapasitas elemen pengaman ditunjukkan dengan angka yang tertera pada bagian atas elemen pengamana tersebut dan warna badannya. Salah satu pengaman pada rangkaian yang lebih rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah pemutus rangkaian (circuit breaker). Beberapa tipe pemutus rangkaian yang umum dijumpai adalah tipe mekanik (tipe reset manual), tipe reset otomatis mekanik, tipe reset otomatis polimer (PTC, positive temperature coeficient). Pemasangan pemutus rangkaian biasanya di kotak sekering, tetapi ada juga yang di luar kotak sekering seperti pada power window yang terpasang pada sistem tersebut. Sambungan pengaman (fusible link) sebagai pengaman juga akan mengalami kerusakan saat terjadi aliran arus yang berlebihan. Pengecekan kerusakan pada sambungan pengaman juga dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengecekan secara visual dan pengecekan dengan pengukuran. Apabila secara visual tampak bahwa bagian elemen pengaman putus, maka sambungan pengaman harus diganti. Pengukuran sambungan pengaman dilakukan menggunakan ohmmeter. Jika tidak terdapat hubungan antar terminalnya, maka sambungan pengaman rusak dan harus diganti. Referensi https://docplayer.info/62607483-Bab-6-sistem-pengaman-rangkaian-kelistrikan.html RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14
RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional No. RPP : 12 Pertemuan Ke : 15 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1
II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3 3.1 3.2 KD 4. 14 : Memperbaiki sistem pengapian konvensional IPK : 1. Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Reparasi kerusakan secara berkala pada sistem pengapian konvensional c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Reparasi berkala sistem pengapian konvensional d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur reparasi secara berkala pada sistem pengapian konvensional Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengapian konvensional IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Alat : Caddy tools, Jangka Sorong, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Ignition Coil, Platina, Condensor, Spark plug, Battery, Job sheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2
VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 15 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir Kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengapian konvensional sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem pengapian konvensional sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3
3-4 anak untuk melakukan praktik dan memberikan job sheet kepada siswa Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Kerjasama Berfikir Kritis Kerjasama Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengapian konvensional sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengapian konvensional sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengapian konvensional Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4
No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5
c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Keterampilan KD 4. 14 : Memperbaiki sistem pengapian konvensional IPK : Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional Instrumen job sheet keterampilan: SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR LEMBAR KERJA SISWA PERAWATAN PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL SEPEDA MOTOR Nama Anggota : 1. ...................................... 2. ...................................... 3. ...................................... A. Langkah Kerja 1. Pemeriksaan Baterai Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel positifnya. Bila kabel positif dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api. a. Kondisi bodi RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6
1) Baterai yang rusak dan bocor tidak dapat diperbaiki lagi dan harus diganti baru. b. kondisi terminal 1) Bersihkan terminal baterai dari kotoran maupun minyak/vet dengan air hangat (bila perlu) kemudian gosoklah dengan amplas c. ketinggian air accu 1) Letakan baterai pada tempat yang rata dan periksa volume electrolite pada batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan dengan air suling (accu zur). d. Periksa tegangan baterai 1) Dengan menggunakan baterai tester atau multi tester periksalah tegangan baterai (kondisi penuh: 12.6 volt) 2) Jika tegangan batery rendah, maka harus di charge ulang. e. Periksa lubang penguapan pada tutup baterai. 1) Dengan menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pada lubang penguapan udara f. Periksa berat jenis (BJ) electrolyte 1) Dengan menggunakan Hydrometer periksalah BJ electrolite, normal 1.260-1.280 pada suhu 25o C. Perbedaan setiap sel < dari 0.025 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7
2. Pemeriksaan kunci kontak a. cara memeriksa kunci kontak masih dalam kondisi baik atau tidak, sebagai berikut: 1) Memeriksa secara fisik dengan melihat ada atau tidak terminal yang lepas dan isolator kabel terbakar. 2) Memeriksa hubungan antar terminal kontak menggunakan ohm meter. b. Hubungan antar terminal kontak jika kunci kontak masih dalam kondisi baik seharusnya seperti yang ditunjukan tabel di bawah ini. 3. Pemeriksaan Busi Pemeriksaan secara visual. Periksa busi kemungkinan terdapat halhal berikut: a. Retak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator b. Keausan elektroda c. Gasket rusak atau berubah bentuk d. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan Bersihakan Busi a. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan b. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara bertekanan c. Besihkan ulir dan permukaaan luar isolator Stel celah busi a. Periksa setiap celah busi menggunakan feller gauge. Jika perl, stellah dengan membengkokkan bagian yang menonjol dari elektroda. (celah busi 0.75 – 90 mm) dan penggantian setiap 20.000 km 4. Pemeriksaan Tahanan Kabel Busi a. Cabut kabel busi dengan menarik pada bagian karet. b. Jangan menekuk kabel c. Periksa kondisi kabel dari putus atau retak d. Periksa tahanan kabel menggunakan Ohmmeter pada skala ukur X 1kΩ e. Tahanan : kurang dari 25 kΩ/kabel RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8
5. Pemeriksaan Kabel Tegangan Tinggi/Coil a. Cabut kabel busi dengan menarik pada bagian karet. b. Jangan menekuk kabel c. Periksa kondisi kabel dari putus atau retak d. Periksa tahanan kabel menggunakan Ohmmeter pada skala ukur X 1kΩ e. Tahanan : kurang dari 25 kΩ/kabel 6. Pemeriksaan tahanan primer coil a. Periksa tahanan koil pengapian dengan Ohmmeter pada skala x1 atau x10. b. Periksa tahanan antara terminal posistif (+) dan negatif (-) koil. c. Tahanan (tanpa internal resistor) 1.3 – 1.6 Ω d. Tahanan (dengan internal resistor) 1.5 – 1.9 Ω 7. Pemeriksaan Tahanan sekunder coil pengapian a. Periksa tahanan koil pengapian dengan Ohmmeter pada skala x1kΩ b. Periksa tahanan antara terminal posistif (+) dan terminal tegangan tinggi. c. Tahanan (tanpa internal resistor) 10.7 - 14.5 kΩ d. Tahanan (dengan internal resistor) 13.7 - 18.5 kΩ 8. Pemeriksaan kondisi tutup distributor a. Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, sisa-sisa karbon, terbakar atau terminal berkarat, pegas bagian tengah lemah. 9. Pemeriksaan cara kerja dari governor advance a. Putar rotor berlawanan arah jarum jam dan lepaskan, rotor harus kembali ke posisi semula dengan cepat 10. Pemeriksaan Kondisi rotor a. Periksa rotor dari kemungkinan retak, sisa-sisa karbon, terbakar atau terminal berkarat 11. Pemeriksaan cara kerja vacum advance a. Hubungkan slang vacum distributor dengan vacum tester. b. Saat dihisap breaker plate harus bergeser dari dudukannya. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9
c. Saat selang vakum dilepas, breaker plate harus kembali ke posisi awal 12. Pemeriksaan dan penyetelan Celah platina atau celah udara a. Cek kondisi platian dari keausan maupun kontak yang tidak tepat, perbaiki atau ganti bila platina sudah aus b. Stel celah platina 1) Putar poros engkol sampai rubbing blok posisi terendah 2) Kendorkan skrup pengikat paltina 3) Sisipkan feller gauge 0,45 mm diatara rubbing blok dengan lembah nok 4) Bila celah tidak tepat, geser platina menggunakan obeng (-) pada tempat penyetelan sampai tepat 5) Kencangkan sekrup platina 13. Pemeriksaan Sudut Dwell a. Periksa sudut Dwell dengan menggunakan Dwell tester b. Sudut Dwell standar: 52o ± 6o c. Jika sudut Dwell tidak pas, stell ulang celah Platina 14. Pemeriksaan saat pengapian (Ignition Timing) Pemeriksaan dan penyetelan dilakukan pada kondisi a. Oktan selektor pada posisi standart. b. Lepaskan slang vakum dari sub diafragma distributor dan sumbat ujung slangnya. c. Dengan mesin berputar idling sesuai spesifikasi, gunakan timing light untuk memeriksa saat pengapian. o Saat pengapian : (pada max. RPM. 950) o Seri 2K, 3K, 4K : 8o sebelum TMA o Seri 5K : 5o sebelum TMA d. Bila tidak pas kendorkan baut pengikat distributor, putar distributor untuk meluruskan dengan tanda. e. Periksa kembali saat pengapian setelah baut pengikat distributor dikencangkan. f. Pasang kembali slang vakum pada distributor. g. Periksa saat pengapian, saat pengapian : 12 ± 3o sebelum TMA pada @ max. 900 RPM RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10
Paraf Guru Nilai Paraf Praktikan ............................................ .......................................... Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap dan tidak sesuai 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11
kebutuhan praktik Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan Baterai Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan Busi Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan Coil Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12
Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.4 Pemeriksaan distributor Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Pemeriksaan Platina Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan sudut dwell Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13
kerusakan dengan banyak bimbingan Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.7 Pemeriksaan Ignition timing Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14
ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 menit 85-90 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15
Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.14 Memperbaiki sistem pengapian konvensiona l Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 Soal Uraian : 1. Sebutkan 3 penyebab mesin sulit hidup pada pengapian konvensional ? 2. Jelaskan cara membersihkan rotor dan tutup distributor ? 3. Berapakah Nilai tahanan resistor seharusnya ? 4. Jelaskan cara Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Deposit (penumpukan kerak) dibusi berlebihan. . Kabel tegangan tinggi bocor. Tutup distributor kotor. Karbon ditutup distributor hilang. Tutup distributor retak. Urutan pengapian tidak benar. Kontak platina kotor. Setelan celah platina tidak tepat. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16
Saat pengapian tidak tepat. Koil rusak. Kondensor rusak. Konektor kabel kotor. SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Lepas tutup distributor dengan melepas kait penguncinya. Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, karat/kotor pada terminal tegangan tinggi. Bersihkan terminal tegangan tinggi dengan amplas. Lepas rotor, bersihkan karat/deposit pada ujung rotor menggunakan amplas. SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer Periksa permukaan poros nok dari kemungkinan aus, keausan secara visual dapat dilihat dari banyaknya goresan pada nok. Lumasi poros menggunakan grease. Periksa kerja centrifugal advancer dengan cara: Pasang kembali rotor yang telah dibersihkan, putar rotor searah putaran rotor saat mesin hidup. Lepas rotor maka rotor harus segera kembali. Kekocakkan rotor saat diputar tidak boleh berlebihan. Periksa vacum advancer dengan cara: lepas slang vacum, hubungkan ke pompa vacum, lakukan pemompaan, amati dudukan platina (breaker plate) harus bergerak. Bila tidak mempunyai pompa vacum dapat dengan cara dihisap dengan kuat. SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawaban : Memeriksa, membersihkan rotor dan tutup distributor Lepas tutup distributor dengan melepas kait penguncinya. Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, karat/kotor pada terminal tegangan tinggi. Bersihkan terminal tegangan tinggi dengan amplas. Lepas rotor, bersihkan karat/deposit pada ujung rotor menggunakan amplas. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17
Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem pengapian konvensional SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL Pengapian disini diartikan pembakaran Campuran bahan bakar dan udara yang dicampur terlebih dahulu kemudian dimasukkan kedalam ruang bakar dan dikompresikan kemudian dilakukan percikan dengan waktu tertentu dan kualitas api yang baik,dengan demikian dapat dimulai pembakaran seperti gambardibawah ini Semua sistem pengapian memiliki busi dan satu koil atau lebih. Sistem pengapian merupakan salah satu faktor terjadinya pembakaran yang sempurna sehingga dapat dihasilkan daya yang optimal pada mesin tertentu dan emisi gas buang yang rendah.Adapun tuntutan/prasarat dasar dari terjadinya pembakaran yang baik digambarkan sebagai berikut RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18
Gambar 1. Sistem pengapian Campuran bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam ruang bakar oleh karena gerakan menghisap dari piston dari TMA ke TMB Pada saat seperi ini temperatur campuran turun menjadi kurang lebih 200 C karena udara bercampur bensin (gambar A ) Langkah berikutnya mengkompresi campuran tersebut hingga piston mendekati TMA maka tekanan dan temperature naik hingga mencapai kurang lebih 2000 C (gambar B) Pada saat piston mendekati TMA dipercikkan bunga api pengapian melalui elektroda busi dan terjadilah pembakaran pada campuran bensin dan udara. Persyaratan adanya pembakaran yang baik juga ditentukan selain Rasio campuran yang sesuai, kompresi yang mencukupi dan Percikan api yang kuat. Gambar 2. Diagram tegangan pengapian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19
Selisih antara tegangan maksimal yang dapat dihasilkan sistem pengapian dengan tegangan terpakai adalah tegangan cadangan.Semakin besar tegangan cadangan maka semakin baik kemampuan sistem pengapian ,Tetapi perlu diketahui bahwa semakin tinggi putaran motor maka semakin turun pula tegangan maksimalnya karena waktunya semakin singkat untuk membuat energi listrik pada sistem pengapian ,sedangkan tegangan terpakai menjadi lebih besar karena campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar jumlahnya juga bertambah maka daya pengapian yang dibutuhkan juga lebih besar. Maka area tegangan cadanganmenyempit .Ketika tegangan meloncat diantara celah elektroda busi pada saat itulah dibutuhkan tegangan yang cukup tinggi tetapi masih belum sampai pada tegangan maksimal sistem pengapian,sampai berhasil melompat dan membakar campuran bahan bakar yang dilewatinya. Setelah tegangan berhasil melompat diantara celah elektroda busi maka tegangan pembakaran turun..Hal tersebut ditunjukkan dengan Gambar osilogram tegangan sekunder sistem pengapian Pengertian dan fungsi sitem pengapian konvensional Motor bakar merupakan motor yang menghasilkan tenaga melalui proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam cylinder (ruang bakar). Berdasarkan jenis bahan bakarnya, motor bakar khususnya mobil dibedakan menjadi dua yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Pada mesin bensin, pada akhir langkah kompresi dibutuhkan percikan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi tadi. Sehingga akan terjadi langkah usaha yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mobil. Lihat selengkapnya tentang siklus kerja motor dalam artikel : Cara Kerja Motor 4 Langkah (Tak). Sebuah sistem yang menyediakan percikan bunga api dalam ruang bakar ini disebut sebagai sistem pengapian. Percikan atau loncatan bunga api akan terjadi pada ujung elektroda pada busi, bunga api ini dapat terjadi apabila tegangan yang melawatinya cukup tinggi. Untuk itu diperlukan ignition coil (koil pengapian) untuk menaikkan tegangan baterai (12 volt) menjadi 10k volt. Tegangan yang telah dinaikkan akan disalurkan/dibagi ke masing-masing silinder oleh distributor melalui kabel busi (kabel tegangan tinggi). Seiring perkembangan teknologi, sistem pengapian ini terus berkembang dengan kecanggihan dan kefektifannya. Ada sistem pengapian elektronik yang menggunakan transistor, CDI dan lain-lain, komponennya pun juga mengalami perkembangan. Misal saja pada sistem pengapian konvensional menggunakan satu ignition coil untuk 4 silinder, namun pada mobil-mobil sekarang terdapat satu ignition coil untuk satu silinder, atau satu inginiton coil untuk 2 silinder. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20