Sebelum memahami sistem pengapian elektronik, kita akan mempelajari terlebih dahulu mengenai sistem pengapian konvensional. Kita akan mempelajari mulai dari pengertian sistem pengapian, fungsi sistem pengapian, komponen-komponennya dan cara kerja sistem pengapian konvensional. Komponen-komponen Sistem Pengapian Konvensional + Fungsinya Sistem pengapian konvensional memiliki beberapa komponen utama, yang membedakan komponen sistem pangapian konvensional dan elektronik adalah pada pemutusan arus primernya. Pemutusan arus primer ini bertujuan agar pada ignition coil terjadi induksi tegangan tinggi. Pada pengapian konvensional pemutusan arus primer dilakukan oleh breaker point (platina), sementara pada pengapian elektronik dilakukan oleh transistor maupun CDI (Capasitor Dicharge Igntiton). 1. Baterai Menyediakan arus listrik voltase rendah (12 volt) untuk ignition coil. 2. Ignition coil Menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk pengapian (meloncatkan bunga api pada busi). 3. Distributor Untuk membagi/mendistribusikan tegangan tinggi yang telah dibangkitkan oleh ignition coil ke masingmasing silinder. Distributor terdiri dari beberapa komponen yaitu : i. Cam (nok) Berfungsi untuk membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk setiap silinder. ii. Breaker point (platina) Berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer pada ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi elektromagnet. iii. Kondensor Menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada platina saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder. Baca lebih lanjut : Fungsi Kondensor pada Sistem Pengapian iv. Centrifugal Governor Advancer RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21
Berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin. v. Rotor Berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi. vi. Distributor Cap Berfungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing busi. 4. Kabel Tegangan Tinggi (High Tension Cord) Berfungsi untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. 5. Busi Menghasilkan loncatan bunga api melalui elektrodanya. Atau mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncata bunga api pada elektrodanya. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Cara kerja sistem pengapian konvensional di bawah ini di bagi menjadi dua bagian yaitu pada saat platina membuka dan pada saat platina menutup. Cara kerja ini juga mengilustrasikan bagaimana arus listrik dari baterai 12 volt yang kemudian dibangkitkan menjadi 10kvolt yang terjadi pada kumparan sekunder ignition coil dan kemudian disalurkan ke-busi melalui kabel busi. 1. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Saat Kontak Platina Menutup RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22
Ilustrasi di atas adalah cara kerja sistem pengapian pada saat kontak platina menutup. Pada saat ini aliran arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak, kumparan primer coil, menuju ke platina dan ke massa. Lihat aliran arus pada garis berwarna merah. Karena kumparan primer pada ignition coil dialiri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kumparan tersebut. 2. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Saat Kontak Platina Membuka Cara kerja sistem pengapian konvensional saat kontak platina membuka Ketika nok distributor berputar kemudian membuka kontak platina, maka arus primer (arus yang mengalir pada kumparan primer coil) akan terputus secara tiba-tiba. Pemutusan arus ini akan mengakibatkan indusi elektromagnetik pada kumparan sekunder coil. Tegangan akan dibangkitkan menjadi 10k volt atau lebih. Arus yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder coil ini akan dialirkan ke rotor dan di distribusikan ke masing-masing busi. Busi yang teraliri arus tegangan tinggi akan terjadi loncatan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. (Lihat garis berwarna merah). Kontak platina yang membuka dan menutup akan menghasilkan percikan juga pada kontak platina, percikan ini akan merugikan tegangan dan membuat kontak platina lebih cepat aus. Merugikan tegangan karena pemutusan arus primer akan terhambat akibat percikan api. Untuk itulah ada kondensor yang akan menyerap tegangan dan menyimpannya, sehingga loncatan bunga api pada platina dapat diminimalisisr. Memelihara sistem pengapian konvensional Memeriksa Komponen Sistem Pengapian Langkah kerja atau hal-hal yang dilakukan dalam perawatan sistem pengapian konvensional adalah sebagai berikut: RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 23
Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi. Memeriksa dan membersihkan kabel tegangan tinggi. Memeriksa, membersihkan rotor dan tutup distributor. Memeriksa nok, centrifugal advancer dan vacum advancer. Memeriksa koil pengapian. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah platina/menyetel sudut dwell. Berikut akan dijelaskan satu persatu dari ketujuh langkah kerja dalam perawatan sistem pengapian konvensional. A) Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian Pemeriksaan secara visual meliputi hal-hal berikut: Memeriksa jumlah elektrolit baterai (kurang atau tidak), Memeriksa sambungan terminal baterai (kotor atau tidak), Memeriksa kondisi kabel baterai dari kemungkinan putus atau terbakar. Memeriksa koil pengapian dari kemungkinan terminalnya kotor, kabel kendor, putus, terbakar atau bodi retak. Memeriksa distributor dari kemungkinan retak, kotor, terminal aus dan pemasangan kurang baik. Memeriksa kabel busi dari kemungkinan atau pemasangan kurang tepat. B) Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 24
Lepas kabel tegangan tinggi yang menempel dibusi, catat urutan kabel yang dilepas agar urutan pengapian tidak salah, karena kabel busi harus dipasang sesuai dengan urutan pengapian atau firing order (FO) yang benar. Lepas busi satu persatu, periksa bagaimana warna dan deposit karbon pada rongga busi, kondisi elektroda dan masukkan busi pada nampan yang berisi bensin. Bersihkan rongga busi menggunakan sikat dan bersihkan elektroda busi dengan amplas. Perhatian: Jangan membersihkan kotoran pada rongga busi dengan benda keras, seperti obeng kecil atau kawat karena dikhawatirkann isolator porselin menjadi retak sehingga busi mati. setel celah elektroda busi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan kendaraan. Mengukur Celah Busi, Menyetel Celah Busi dan Membersihkan Busi Pasang kembali busi pada silinder. Pemasangan yang benar adalah memutar busi dengan tenaga ringan, setelah ulir habis mengencangkan 1/4 putaran dengan kunci busi. Saat kita melakukan pengujian busi di luar silinder, kita dapat menyimpulkan busi masih baik, namun terdapat kemungkinan saat di dalam silinder busi mati karena busi bekerja pada tekanan lebih tinggi, sehingga kesimpulan kita salah, untuk mengatasi hal tersebut dibuat Spark plug cleaner and tester. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 25
RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 26
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Genap Materi Pokok : Mereparasi secara berkala sistem pengaman No. RPP : 24 Pertemuan Ke : 13 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1
II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3.1 3.2 KD 4. 17 : Memperbaiki sistem pengaman IPK : 1. Mereparasi secara berkala sistem pengaman Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mereparasi secara berkala sistem pengaman pada sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mereparasi secara berkala sistem pengaman b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Reparasi kerusakan secara berkala pada sistem pengaman c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Reparasi berkala sistem pengaman d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur reparasi secara berkala pada sistem pengaman Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengaman IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Vixion dan Sepeda Motor Mio J Alat : Caddy tools, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Lampu sepeda motor, flasher, fuse, Job sheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2
VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 13 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir Kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengaman sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem sistem pengaman sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik Kerjasama RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3
dan memberikan job sheet kepada siswa Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Berfikir Kritis Kerjasama Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengaman sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengaman sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengaman Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4
VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5
d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Keterampilan KD 4. 17 : Memperbaiki sistem pengaman sepeda motor IPK : Mereparasi secara berkala sistem pengaman sepeda motor SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Semester Genap Perbaikan Sistem Pengaman dan Penerangan NILAI : Waktu 7 x 45 Menit Ttd Guru Mapel: Nama Anggota : 1. ............................................ 2. ............................................ 3. ........................................... Kelas : XII TBSM Tanggal Praktik : ................................... RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6
A. Identifikasi Komponen – Komponen Sistem Keamanan dan Penerangan : No. Komponen Fungsi 1. Baterai : 2. Fuse : 3. Kunci Kontak : 4. Saklar Lampu : 5. Saklar Dimmer : 6. Saklar Sein : 7. Lampu Kepala Double Filamen: 8. Lampu Sein : 9. Lampu Single Filamen : RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7
10. Flasher : B. Data Praktik Pemeriksaan Komponen – Komponen Sistem Keamanan dan Penerangan No Item Pekerjaan Hasil Standar Kesumpulan Baik Buruk 1 Identifikasi warna – warna kabel sistem Penerangan 2 Identifikasi Daya Lampu Kepala Depan 3 Identifikasi Daya Lampu SeinKanan dan Kiri 4 Pemeriksaan kondisi bola lampu Kepala Depan 5 Pemeriksaan Kondisi bola Lampu Sein Depan 6 Identifikasi Bola Lampu kombinasi belakang 7 Identifikasi Daya Lampu Sein Belakang RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8
8 Pemeriksaan kondisi bola lampu kombinasi belakang 9 Pemeriksaan kondisi bola lampu sein 10 Pemeriksaan Spull Lampu (Kuning – Hijau) ............... Ω 11 Pemeriksaan kondisi Flasher 12 Pemeriksaan akhir lampu - lampu Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9
kurang lengkap dan tidak sesuai kebutuhan praktik Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan warna kabel-kabel Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan daya-daya lampu Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan kondisi visual lampu Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak 80-84 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10
bimbingan Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.4 Pemeriksaan tahanan full spull penerangan Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Pemeriksaan fuse Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan flasher Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11
Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.7 Pemeriksaan akhir kondisi lampu-lampu Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12
secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 menit 85-90 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13
NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.17 Memperbaiki sistem pengaman Mengidentifikasi kerusakan pada sistem pengaman √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 Soal Uraian : 1. Jelaskan fungsi komponen pengaman pada rangkaian kelistrikan sepeda motor ? 2. Sebutkan jenis sistem pengaman pada sepeda motor 3. Mengapa pada komponen kelistrikan sepeda motor diperlukan pengaman ? 4. Bagaimana cara kerja fuse ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Sekering (fuse) Sekering adalah komponen pengaman yang banyak digunakan sebagai pencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Hampir semua rangkaian selain rangkaian lampu kepala, sistem starter, dan sistem pengapian mendapatkan arus melalui kotak sekering. Tegangan baterai diberikan melalui bagian batang penghantar utama. Salah satu ujung sekering dihubungkan dengan bagian tersebut dan satu ujung lainnya dihubungkan dengan rangkaian yang diamankannya. Elemen Pengaman (Fuse Element) dan Sambungan Pengaman (Fusible Link) Fungsi sambungan pengaman pada prinsipnya sama dengan sekering. Sambungan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14
pengaman akan rusak jika dilewati oleh arus yang lebih besar dari kemampuannya. Sambungan pengaman (fusible link) dan elemen pengaman (fusible element)digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper atau lebih. Seperti halnya pada sekering, jika sambungan pengaman dan elemen pengaman rusak akibat arus yang berlebihan, maka komponen tersebut harus diganti. Pemutus Rangkaian (Circuit Breaker) Aliran arus yang besar dan terlalu lama akan menyebabkan kabel atau penghantar pada suatu rangkaian menjadi panas dan kemungkinan terjadi kabel terbakar sangat besar. Salah satu pengaman rangkaian yang banyak digunakan pada rangkaian yang rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah pemutus rangkaian (circuit breaker). Beberapa tipe pemutus rangkaian yang umum dijumpai adalah tipe mekanik (tipe reset manual), tipe reset otomatis mekanik, dan tipe reset otomatis polimer (PTC, positive temperature coeficient). Pemasangan pemutus rangkaian biasanya di kotak sekering, tetapi ada juga yang di luar kotak sekering seperti pada power window yang terpasang pada sistem tersebut. SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Alat pengaman sepeda motor terdiri dua macam: elektrik dan non elektrik. Contoh pengaman sepeda motor elektrik yaitu menggunakan alarm, yang non elektrik menggunakan kunci stir. Alat pengaman sepeda motor elektrik merupakan pengamanan yang efektif dalam melakukan fungsinya. SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Pengaman listrik digunakan untuk mengamankan rangkaian listrik dari kerusakan akibat panas yang timbul oleh adanya arus lebih ataupun akibat dari hubungan pendek dari sistem listrik tersebut ataupun dari rangkaian yang lain. SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawaban : Sekring adalah sebuah kawat tipis yang berfungsi untuk membawa arus listrik terbatas hingga tegangan rendah. Jika aliran listrik tinggi melewati kawat sekring, maka akan memanas. Ini akan membuat sekring terbakar atau meleleh dan akan korsleting serta memberhentikan arus listrik. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15
Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem pengaman sepeda motor Sistem Pengaman Pengaman rangkaian digunakan untuk mencegah kabel-kabel, soket-soket, dan jaringan kelistrikan lainnya dari kerusakan akibat kelebihan arus yang mengalir pada rangkaian yang disebabkan oleh hubungan singkat dan kelebihan beban. Beberapa macam komponen yang termasuk dalam komponen pengaman, yaitu sekering (fuse), sambungan pengaman (fusible link), dan pemutus rangkaian (circuit breaker). Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 sampai 35 amper dan yang paling banyak digunakan adalah 7,5 sampai 20 amper. Sambungan pengaman (fusible link) dan elemen pengaman (fusible element)digunakan untuk melindungi rangkaian listrik berarus besar dan biasanya dipakai pada rangkaian yang membutuhkan arus sampai 30 amper sampai 100 amper. Kapasitas elemen pengaman ditunjukkan dengan angka yang tertera pada bagian atas elemen pengamana tersebut dan warna badannya. Salah satu pengaman pada rangkaian yang lebih rumit, misalnya power window, sunroof, dan rangkaian pemanas, adalah pemutus rangkaian (circuit breaker). Beberapa tipe pemutus rangkaian yang umum dijumpai adalah tipe mekanik (tipe reset manual), tipe reset otomatis mekanik, tipe reset otomatis polimer (PTC, positive temperature coeficient). Pemasangan pemutus rangkaian biasanya di kotak sekering, tetapi ada juga yang di luar kotak sekering seperti pada power window yang terpasang pada sistem tersebut. Sambungan pengaman (fusible link) sebagai pengaman juga akan mengalami kerusakan saat terjadi aliran arus yang berlebihan. Pengecekan kerusakan pada sambungan pengaman juga dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengecekan secara visual dan pengecekan dengan pengukuran. Apabila secara visual tampak bahwa bagian elemen pengaman putus, maka sambungan pengaman harus diganti. Pengukuran sambungan pengaman dilakukan menggunakan ohmmeter. Jika tidak terdapat hubungan antar terminalnya, maka sambungan pengaman rusak dan harus diganti. Referensi https://docplayer.info/62607483-Bab-6-sistem-pengaman-rangkaian-kelistrikan.html RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16
RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengapian konvensional No. RPP : 13-14 Pertemuan Ke : 16-17 Alokasi Waktu : 14 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1
II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3 3.1 3.2 KD 4. 14 : Memperbaiki sistem pengapian konvensional IPK : 1. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengapian konvensional Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mengidentifikasikan kerusakan sistem pengapian konvensional sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mengidentifikasi kerusakan sistem pengapian konvensional b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Identifikasi jenis-jenis kerusakan pada sistem pengapian konvensional c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Macam-macam kerusakan pada sistem pengapian konvensional Langkah-langkah penanganan gangguan pada sistem pengapian konvensional d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur mengidentifikasi masalah pada sistem pengapian konvensional Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengapian konvensional IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Alat : Caddy tools, Jangka Sorong, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Ignition Coil, Platina, Condensor, Spark plug, Battery, Job sheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2
VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 16: 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem pengapian konvensional sepeda motor Literasi Komunikasi 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem pengapian konvensional sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3
Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk praktik dilakukan secara individu dan setelah selesai praktik membuat laporan praktik Siswa mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Komunikasi Berfikir Kritis Kreatif Pengumpulan data Guru meminta siswa mengidentifikasi kerusakan pada komponen-komponen sistem pengapian konvensional sepeda motor Siswa mengidentifikasi pada komponen-komponen sistem pengapian konvensional sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengapian konvensional sepeda motor Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Guru menyampaikan siswa yang belum melaksanakan praktik untuk melaksanakan praktik pada pertemuan selanjutnya Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4
Pertemuan ke-17 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengapian konvensional sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem pengapian konvensional sepeda motor Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk praktik dilakukan secara individu RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5
dan setelah selesai praktik membuat laporan praktik Siswa mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Komunikasi Berfikir kritis Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa melakukan pengecekan pada komponenkomponen sistem pengapian konvensional sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengapian konvensional sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengapian konvensional sepeda motor Komukasi Kreatif Penutup Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktik sistem pengapian konvensional sepeda motor Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6
VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7
d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Pengetahuan KD 3. 14 : Menganalisis gangguan sistem pengapian konvensional 4.14 : Memperbaiki sistem pengapian konvensional IPK : 1. Menganalisis jenis – jenis gangguan pada sistem pengapian konvensional 2. Menjelaskan penyebab ganguan pengapian konvensional 3. Merinci langkah – langkah perbaikan sistem pengapian konvensional 4. Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensional 5. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengapian konvensional Kisi Kisi Soal Penilaian Harian 3 Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 3.14 Menganalisis gangguan sistem pengapian Menganalisis jenis – jenis gangguan pada sistem pengapian √ √ √ Pilihan Ganda 1 2 3 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8
Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 konvensional 4.14 Memperbaiki sistem pengapian konvensional konvensional Menjelaskan penyebab ganguan pengapian konvensional Merinci langkah – langkah perbaikan sistem pengapian konvensional Mereparasi secara berkala sistem pengapian konvensio Mengidentifika sikan kerusakan sistem pengapian konvensional √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 10 Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, dan e di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Memicu proses pembakaran didalam mesin dengan memercikkan bunga api adalah fungsi dari …. A. Ignition coil B. Platina C. Spark plug D. Kondensor E. Kabel busi 2. Mengalirkan tegangan tinggi dari koil ke busi adalah fungsi dari.. A. Kunci kontak B. CDI C. Alternator D. Kabel busi E. Busi 3. Memutus dan menghubungkan arus listrik ke kumparan primer coil adalah fungsi dari.. A. Ignition coil B. Busi RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9
C. CDI D. Platina E. Alternator 4. Busi,kabel busi, platina, baterai, kunci kontak adalah komponen dari … A. Rangkaian pengisian B. Rangkaian pengapian konvensional AC C. Rangkaian pengapian elektrik DC D. Rangkaian pengapian elektronik E. Rangkaian pengapian konvensional DC 5. Busi,kabel busi, platina, alternator, kunci kontak adalah komponen dari …. A. Rangkaian pengisian B. Rangkaian pengapian konvensional AC C. Rangkaian pengapian elektrik DC D. Rangkaian pengapian elektronik E. Rangkaian pengapian konvensional DC 6. Apa penyebab dari busi kotor dan menyababkan motor susah hidup… A. Bahan bakar terlalu miskin B. Busi tidak sesuai spesifikasi C. Bahan bakar terlalu kaya D. Busi beda konstruksi E. Busi terlalu dingin 7. Apa yang terjadi pada busi apabila campuran bahan bakar terlalu miskin…. A. Elektroda busi meleleh B. Busi kotor C. Elektroda kotor D. Elektroda bersih E. Busi bersih 8. Apa pengaruhnya jika kita menggunakkan busi yang berbeda konstrksi.. A. Mesin tidak bisa hidup B. Busi cepat panas C. Boros bahan bakar D. Busi mudah kotor E. Putaran idle tidak sempurna 9. korsleting yang terjadi sebelum busi berakibat tidak terbentuknya bunga api di busi, sehingga proses pembakaran tidak berlangsung, biasa disebut dengan … A. Transpormer step up B. Elektrode bocor C. Miss fire D. Over head E. Over size 10. Tujuan menyetel platina diantara ebinit dan nok penekan adalah A. Menambah daya tahan platina B. Mencegah titik platina kotor C. Agar memperoleh hasil penyetelan yang akurat D. Mengurangi gesekan pada platina E. Mencegah terbentuknya bunga api di titik kontak Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO KUNCI JAWABAN SKOR RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10
SOAL Benar Salah 1 Jawaban : C 10 0 2 Jawaban : D 10 0 3 Jawaban : D 10 0 4 Jawaban : E 10 0 5 Jawaban : B 10 0 6 Jawaban : C 10 0 7 Jawaban : A 10 0 8 Jawaban : E 10 0 9 Jawaban : C 10 0 10 Jawaban : B 10 0 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 Keterampilan KD 4. 14 : Memperbaiki sistem pengapian konvensional IPK : Mengindentifikasi kerusakan pada sistem pengapian konvensional Instrumen job sheet keterampilan: SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR LEMBAR KERJA SISWA Nama Siswa : No. Absen : Kelas : Tanggal Praktik : A. Langkah Kerja 1. Pemeriksaan Baterai Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel positifnya. Bila kabel positif dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api. a. Kondisi bodi 1) Baterai yang rusak dan bocor tidak dapat diperbaiki lagi dan harus diganti baru. b. kondisi terminal RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11
1) Bersihkan terminal baterai dari kotoran maupun minyak/vet dengan air hangat (bila perlu) kemudian gosoklah dengan amplas c. ketinggian air accu 1) Letakan baterai pada tempat yang rata dan periksa volume electrolite pada batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan dengan air suling (accu zur). d. Periksa tegangan baterai 1) Dengan menggunakan baterai tester atau multi tester periksalah tegangan baterai (kondisi penuh: 12.6 volt) 2) Jika tegangan batery rendah, maka harus di charge ulang. e. Periksa lubang penguapan pada tutup baterai. 1) Dengan menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pada lubang penguapan udara f. Periksa berat jenis (BJ) electrolyte 1) Dengan menggunakan Hydrometer periksalah BJ electrolite, normal 1.260-1.280 pada suhu 25o C. Perbedaan setiap sel < dari 0.025 2. Pemeriksaan kunci kontak a. cara memeriksa kunci kontak masih dalam kondisi baik atau tidak, sebagai berikut: 1) Memeriksa secara fisik dengan melihat ada atau tidak terminal yang lepas dan isolator kabel terbakar. 2) Memeriksa hubungan antar terminal kontak menggunakan ohm meter. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12
b. Hubungan antar terminal kontak jika kunci kontak masih dalam kondisi baik seharusnya seperti yang ditunjukan tabel di bawah ini. 3. Pemeriksaan Busi Pemeriksaan secara visual. Periksa busi kemungkinan terdapat halhal berikut: a. Retak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator b. Keausan elektroda c. Gasket rusak atau berubah bentuk d. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan Bersihakan Busi a. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan b. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara bertekanan c. Besihkan ulir dan permukaaan luar isolator Stel celah busi a. Periksa setiap celah busi menggunakan feller gauge. Jika perl, stellah dengan membengkokkan bagian yang menonjol dari elektroda. (celah busi 0.75 – 90 mm) dan penggantian setiap 20.000 km 4. Pemeriksaan Tahanan Kabel Busi a. Cabut kabel busi dengan menarik pada bagian karet. b. Jangan menekuk kabel c. Periksa kondisi kabel dari putus atau retak d. Periksa tahanan kabel menggunakan Ohmmeter pada skala ukur X 1kΩ e. Tahanan : kurang dari 25 kΩ/kabel 5. Pemeriksaan Kabel Tegangan Tinggi/Coil a. Cabut kabel busi dengan menarik pada bagian karet. b. Jangan menekuk kabel c. Periksa kondisi kabel dari putus atau retak RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13
d. Periksa tahanan kabel menggunakan Ohmmeter pada skala ukur X 1kΩ e. Tahanan : kurang dari 25 kΩ/kabel 6. Pemeriksaan tahanan primer coil a. Periksa tahanan koil pengapian dengan Ohmmeter pada skala x1 atau x10. b. Periksa tahanan antara terminal posistif (+) dan negatif (-) koil. c. Tahanan (tanpa internal resistor) 1.3 – 1.6 Ω d. Tahanan (dengan internal resistor) 1.5 – 1.9 Ω 7. Pemeriksaan Tahanan sekunder coil pengapian a. Periksa tahanan koil pengapian dengan Ohmmeter pada skala x1kΩ b. Periksa tahanan antara terminal posistif (+) dan terminal tegangan tinggi. c. Tahanan (tanpa internal resistor) 10.7 - 14.5 kΩ d. Tahanan (dengan internal resistor) 13.7 - 18.5 kΩ 8. Pemeriksaan kondisi tuutp distributor a. Periksa tutup distributor dari kemungkinan retak, sisa-sisa karbon, terbakar atau terminal berkarat, pegas bagian tengah lemah. 9. Pemeriksaan cara kerja dari governor advance a. Putar rotor berlawanan arah jarum jam dan lepaskan, rotor harus kembali ke posisi semula dengan cepat 10. Pemeriksaan Kondisi rotor a. Periksa rotor dari kemungkinan retak, sisa-sisa karbon, terbakar atau terminal berkarat 11. Pemeriksaan cara kerja vacum advance a. Hubungkan slang vacum distributor dengan vacum tester. b. Saat dihisap breaker plate harus bergeser dari dudukannya. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14
c. Saat selang vakum dilepas, breaker plate harus kembali ke posisi awal 12. Pemeriksaan dan penyetelan Celah platina atau celah udara a. Cek kondisi platian dari keausan maupun kontak yang tidak tepat, perbaiki atau ganti bila platina sudah aus b. Stel celah platina 1) Putar poros engkol sampai rubbing blok posisi terendah 2) Kendorkan skrup pengikat paltina 3) Sisipkan feller gauge 0,45 mm diatara rubbing blok dengan lembah nok 4) Bila celah tidak tepat, geser platina menggunakan obeng (-) pada tempat penyetelan sampai tepat 5) Kencangkan sekrup platina 13. Pemeriksaan Sudut Dwell a. Periksa sudut Dwell dengan menggunakan Dwell tester b. Sudut Dwell standar: 52o ± 6o c. Jika sudut Dwell tidak pas, stell ulang celah Platina 14. Pemeriksaan saat pengapian (Ignition Timing) Pemeriksaan dan penyetelan dilakukan pada kondisi a. Oktan selektor pada posisi standart. b. Lepaskan slang vakum dari sub diafragma distributor dan sumbat ujung slangnya. c. Dengan mesin berputar idling sesuai spesifikasi, gunakan timing light untuk memeriksa saat pengapian. o Saat pengapian : (pada max. RPM. 950) o Seri 2K, 3K, 4K : 8o sebelum TMA o Seri 5K : 5o sebelum TMA d. Bila tidak pas kendorkan baut pengikat distributor, putar distributor untuk meluruskan dengan tanda. e. Periksa kembali saat pengapian setelah baut pengikat distributor dikencangkan. f. Pasang kembali slang vakum pada distributor. g. Periksa saat pengapian, saat pengapian : 12 ± 3o sebelum TMA pada @ max. 900 RPM RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15
Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap dan tidak sesuai 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16
kebutuhan praktik Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan Baterai Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan Busi Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan Coil Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak 80-84 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17
bimbingan Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.4 Pemeriksaan distributor Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Pemeriksaan Platina Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan sudut dwell Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18
Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.7 Pemeriksaan Ignition timing Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19
secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 menit 85-90 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20
Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.14 Memperbaiki sistem pengapian konvensiona l Mengidentifikasi kerusakan pada sistem pengapian konvensional √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 Soal Uraian : 1. Apa akibat jika celah pada platina terlalu sempit ? 2. Apa akibat jika proses pengapian terlalu mundur ? 3. Sebutkan langkah-langkah sistem pengapian konvensional ? 4. Bagaimana cara kondensor mencegah loncatan bunga api pada platina? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Kalau celah platina terlalu kecil atau sempit, maka sudut dwell menjadi terlalu besar. Arus primer menjadi lebih cepat besar. Inilah yang akhirnya membuat percikan bunga api di komponen busi juga besar SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Saat pengapian yang terlalu mundur, akan membuat langkah usaha kurang RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21
maksimal, mesin tidak ada power atau tenaga, dan pastinya boros bahan bakar SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Cara kerja sistem pengapian konvensional dimulai kunci kontak diputar ke posisi ON. Komponen ignition relay dan main relay akan aktif dan menciptakan aliran arus listrik menggunakan daya baterai. Arus dari relay mengalir menuju resistor dan kemudian masuk ke primer coil. SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawaban : Pada sistem pengapian, cara kerja kondensor adalah dengan mengaliri arus primer yang berasal dari baterai ke massa baterai serta kumparan sekunder ketika platina dalam keadaan menutup. Saat platina dalam keadaan terbuka, arus listrik akan dialirkan ke kondensor. Ini yang cegah percikan bunga api terjadi. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22
MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem pengapian konvensional SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL Pengapian disini diartikan pembakaran Campuran bahan bakar dan udara yang dicampur terlebih dahulu kemudian dimasukkan kedalam ruang bakar dan dikompresikan kemudian dilakukan percikan dengan waktu tertentu dan kualitas api yang baik,dengan demikian dapat dimulai pembakaran seperti gambardibawah ini Semua sistem pengapian memiliki busi dan satu koil atau lebih. Sistem pengapian merupakan salah satu faktor terjadinya pembakaran yang sempurna sehingga dapat dihasilkan daya yang optimal pada mesin tertentu dan emisi gas buang yang rendah.Adapun tuntutan/prasarat dasar dari terjadinya pembakaran yang baik digambarkan sebagai berikut RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 23
Gambar 1. Sistem pengapian Campuran bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam ruang bakar oleh karena gerakan menghisap dari piston dari TMA ke TMB Pada saat seperi ini temperatur campuran turun menjadi kurang lebih 200 C karena udara bercampur bensin (gambar A ) Langkah berikutnya mengkompresi campuran tersebut hingga piston mendekati TMA maka tekanan dan temperature naik hingga mencapai kurang lebih 2000 C (gambar B) Pada saat piston mendekati TMA dipercikkan bunga api pengapian melalui elektroda busi dan terjadilah pembakaran pada campuran bensin dan udara. Persyaratan adanya pembakaran yang baik juga ditentukan selain Rasio campuran yang sesuai, kompresi yang mencukupi dan Percikan api yang kuat. Gambar 2. Diagram tegangan pengapian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 24
Selisih antara tegangan maksimal yang dapat dihasilkan sistem pengapian dengan tegangan terpakai adalah tegangan cadangan.Semakin besar tegangan cadangan maka semakin baik kemampuan sistem pengapian ,Tetapi perlu diketahui bahwa semakin tinggi putaran motor maka semakin turun pula tegangan maksimalnya karena waktunya semakin singkat untuk membuat energi listrik pada sistem pengapian ,sedangkan tegangan terpakai menjadi lebih besar karena campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar jumlahnya juga bertambah maka daya pengapian yang dibutuhkan juga lebih besar. Maka area tegangan cadanganmenyempit .Ketika tegangan meloncat diantara celah elektroda busi pada saat itulah dibutuhkan tegangan yang cukup tinggi tetapi masih belum sampai pada tegangan maksimal sistem pengapian,sampai berhasil melompat dan membakar campuran bahan bakar yang dilewatinya. Setelah tegangan berhasil melompat diantara celah elektroda busi maka tegangan pembakaran turun..Hal tersebut ditunjukkan dengan Gambar osilogram tegangan sekunder sistem pengapian Pengertian dan fungsi sitem pengapian konvensional Motor bakar merupakan motor yang menghasilkan tenaga melalui proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam cylinder (ruang bakar). Berdasarkan jenis bahan bakarnya, motor bakar khususnya mobil dibedakan menjadi dua yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Pada mesin bensin, pada akhir langkah kompresi dibutuhkan percikan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi tadi. Sehingga akan terjadi langkah usaha yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mobil. Lihat selengkapnya tentang siklus kerja motor dalam artikel : Cara Kerja Motor 4 Langkah (Tak). Sebuah sistem yang menyediakan percikan bunga api dalam ruang bakar ini disebut sebagai sistem pengapian. Percikan atau loncatan bunga api akan terjadi pada ujung elektroda pada busi, bunga api ini dapat terjadi apabila tegangan yang melawatinya cukup tinggi. Untuk itu diperlukan ignition coil (koil pengapian) untuk menaikkan tegangan baterai (12 volt) menjadi 10k volt. Tegangan yang telah dinaikkan akan disalurkan/dibagi ke masing-masing silinder oleh distributor melalui kabel busi (kabel tegangan tinggi). Seiring perkembangan teknologi, sistem pengapian ini terus berkembang dengan kecanggihan dan kefektifannya. Ada sistem pengapian elektronik yang menggunakan transistor, CDI dan lain-lain, komponennya pun juga mengalami perkembangan. Misal saja pada sistem pengapian konvensional menggunakan satu ignition coil untuk 4 silinder, namun pada mobil-mobil sekarang terdapat satu ignition coil untuk satu silinder, atau satu inginiton coil untuk 2 silinder. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 25
Sebelum memahami sistem pengapian elektronik, kita akan mempelajari terlebih dahulu mengenai sistem pengapian konvensional. Kita akan mempelajari mulai dari pengertian sistem pengapian, fungsi sistem pengapian, komponen-komponennya dan cara kerja sistem pengapian konvensional. Komponen-komponen Sistem Pengapian Konvensional + Fungsinya Sistem pengapian konvensional memiliki beberapa komponen utama, yang membedakan komponen sistem pangapian konvensional dan elektronik adalah pada pemutusan arus primernya. Pemutusan arus primer ini bertujuan agar pada ignition coil terjadi induksi tegangan tinggi. Pada pengapian konvensional pemutusan arus primer dilakukan oleh breaker point (platina), sementara pada pengapian elektronik dilakukan oleh transistor maupun CDI (Capasitor Dicharge Igntiton). 1. Baterai Menyediakan arus listrik voltase rendah (12 volt) untuk ignition coil. 2. Ignition coil Menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk pengapian (meloncatkan bunga api pada busi). 3. Distributor Untuk membagi/mendistribusikan tegangan tinggi yang telah dibangkitkan oleh ignition coil ke masingmasing silinder. Distributor terdiri dari beberapa komponen yaitu : i. Cam (nok) Berfungsi untuk membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat untuk setiap silinder. ii. Breaker point (platina) Berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer pada ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi elektromagnet. iii. Kondensor Menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada platina saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder. Baca lebih lanjut : Fungsi Kondensor pada Sistem Pengapian iv. Centrifugal Governor Advancer RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 26
Berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin. v. Rotor Berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi. vi. Distributor Cap Berfungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing busi. 4. Kabel Tegangan Tinggi (High Tension Cord) Berfungsi untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. 5. Busi Menghasilkan loncatan bunga api melalui elektrodanya. Atau mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncata bunga api pada elektrodanya. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Cara kerja sistem pengapian konvensional di bawah ini di bagi menjadi dua bagian yaitu pada saat platina membuka dan pada saat platina menutup. Cara kerja ini juga mengilustrasikan bagaimana arus listrik dari baterai 12 volt yang kemudian dibangkitkan menjadi 10kvolt yang terjadi pada kumparan sekunder ignition coil dan kemudian disalurkan ke-busi melalui kabel busi. 1. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional Saat Kontak Platina Menutup RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 27