The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diniw13577, 2024-02-17 19:31:11

RPP PKSM

XII-PKSM

33 kedipan Apabila Anda mengalami kode ini, dipastikan sepeda motor Anda tidak akan bisa menayala. Pasalnya kode ini mengindikasi bahwa terjadi gangguan pada ECM (Engine Control Module) yang merupakan otak dari seluruh pengaturan sistem injeksi. 54 kedipan Kode ini menunjukkan terjadi kerusakan pada sensor Bank Angle. Sensor ini berfungsi mematikan tenaga ketika mesin mengalami kemiringan mencapai 60 derajat.. 2. Kode kerusakan Pada Sepeda Motor Yamaha 12 Kedipan Cranksaft Position Sensor/pulser. Signal yang diterima oleh CPS tidak normal 13 kedipan Intake Pressure Sensor terlepas atau terjadi hubungan arus pendek 14 kedipan Intake Pressure Sensor mengalami malfungsi (terlepas atau tersumbat) 15 kedipan Throttle Position Sensor (TPS), terlepas atau terjadi hubungan arus pendek. 16 kedipan Throttle Position Sensor (TPS) macet 19 kedipan Side Stand Switch, saklar standar samping terlepas atau putus 21 kedipan Coolant temperature sensor terlepas atau korslet 22 kedipan Intake Temperature Sensor lepas atau terjadi hubungan arus pendek 24 kedipan O2 Sensor bermasalah 28 kedipan Engine Temperature Sensor error 30 kedipan Sepeda motor jatuh 37 kedipan Idle Speed Control (ISC Valve) terjadi kerusakan 39 kedipan Fuel Injector bermasalah atau rusak 41 kedipan Lean angle sensor 42 kedipan Speed Sensor roda depan bermasalah, sinyal yang diterima tidak normal 44 kedipan chip EEPROM Error 46 kedipan Aliran listrik ke sistem FI tidak normal 50 kedipan Rusaknya Memori ECU 61 kedipan ISC tidak bekerja. 79 Kedipan Terlalu banyak udara masuk pada ruang bakar RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22


84 kedipan Selenoid VVA terlepas atau terjadi korsleting Referensi https://www.merdeka.com/otomotif/mencermati-kerusakan-motor-injeksi-melalui-lampu-indikator.html https://moladin.com/blog/kode-kerusakan-yamaha/ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 23


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mereparasi secara berkala sistem pengisian No. RPP : 7-8 Pertemuan Ke : 8-9 Alokasi Waktu : 14 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3 3.1 3.2 KD 4. 13 : Memperbaiki sistem pengisian IPK : 1. Mereparasi secara berkala sistem pengisian Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mereparasi secara berkala sistem pengisian sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mereparasi secara berkala sistem pengisian b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Reparasi kerusakan secara berkala pada sistem pengisian c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Reparasi berkala sistem pengisian d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur reparasi secara berkala pada sistem pengisian Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengisian IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Yamaha Vixion Alat : Caddy tools, Multitester, Nampan, Kain majun, bike lift Bahan : Alternator, Regulator, Battery VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 8: 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Kreatif Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengisian sepeda motor Literasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem pengisian sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik dan memberikan job sheet kepada siswa Kerjasama RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Guru mempersilahkan siswa untuk membaca manual book dan hand out pada saat praktik Siswa membaca manual book dan hand out agar praktik dilakukan sesuai prosedur Literasi Berfikir kritis Komunikasi Kreatif Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengisian sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengisian sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang perbaikan pada sistem pengisian Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Guru menyampaikan kelompok yang belum melaksanakan praktik untuk melaksanakan praktik pada pertemuan selanjutnya Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


Pertemuan ke- 9 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Kreatif Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengisian sepeda motor Literasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem pengisian sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik dan memberikan job sheet kepada siswa Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job Kerjasama RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


sheet terlebih dahulu Guru mempersilahkan siswa untuk membaca manual book dan hand out pada saat praktik Siswa membaca manual book dan hand out agar praktik dilakukan sesuai prosedur Literasi Berfikir kritis Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengisian sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengisian motor sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengisian Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7


a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8


Keterampilan KD 4. 13 : Memperbaiki sistem pengisian IPK : Mereparasi secara berkala sistem pengisian Instrumen job sheet keterampilan: SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR LEMBAR KERJA SISWA PERAWATAN PERBAIKAN SISTEM PENGISIAN SEPEDA MOTOR Nama Anggota : 1. ...................................... 2. ...................................... 3. ...................................... 1. LANGKAH KERJA PERBAIKAN SISTEM PENGISIAN Pemeriksaan, Perawatan, Perbaikan Sistem Pengisian Sepeda Motor 1) Persiapan a. Menyiapkan training object (sepeda motor) sesuai pembagian kelompok b. Tempatkan sepeda motor pada tempat yang aman. c. Menghidupkan motor selama 3 menit untuk pemanasan, apabila perlu. untuk mempermudah praktik, gunakan buku servis manual. d. Melepas cover body sepeda motor yang diperlukan. 2) Sistem pengisian a. Mempelajari rangkaian dan cara kerja sistem pengisian b. Memeriksa tegangan baterai c. Melakukan uji awal kerja alternator I. Tegangan pengisian (Voltase yang diatur adalah 14,0 – 15,0 pada rpm 5000) II. Arus pengisian (Std 0,4 A) III. Pemeriksaan kebocoran arus (Std 0,1 mA) d. Memeriksa fuse e. Memeriksa rangkaian pengisian I. Memeriksa kabel RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9


II. Memeriksa soket III. Memeriksa kunci kontak IV. Memeriksa koneksi massa f. Melakukan overhaul alternator g. Memeriksa komponen alternator I. Kumparan generator II. Rotor magnet h. Melakukan uji akhir kerja alternator I. Tegangan pengisian II. Arus pengisian Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10 PARAF INSTRUKTUR NILAI


kurang lengkap dan tidak sesuai kebutuhan praktik Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan Tegangan Baterai Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan Uji Awal Kerja Alteranator Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan Fuse Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak 80-84 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11


bimbingan Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.4 Pemeriksaan Rangkaian Pengisian Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Melakukan Overhaul Alternator Membongkar sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Membongkar sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Membongkar kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Membongkar tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Membongkar tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan Kumparan Generator dan Rotor Magnet Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12


Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.7 Pemeriksaan Uji Akhir Alternator Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13


Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 menit 85-90 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14


Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi Kisi Soal Remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.13 Memperbaiki sistem pengisian Mereparasi secara berkala sistem pengisian √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15


Soal Uraian : 1. Apa yang dilakukan untuk mengecek regulator rectifier pada massa body agar tidak terjadi masalah? 2. Apa fungsi dari regulator rectifier selain penyearah arus? 3. Cara kerja masing-masing komponen sistem pengisian dari baterai sampai ke baterai lagi! 4. Apa penyebab baterai mati? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Cara pertama lihat lampu headlamp raja, jika headlamp Raja tidak terang, bisa jadi salah satu penyebabnya kiprok anda sudah kurang bekerja maksimal ato lemot. Anda bisa mengakalinya dengan melepas batasan arus di kiprok (kabel putih=charging ACCU) tetapi bohlam headlamp standar harus diganti dengan yang lebih besar watt-nya agar tetap kuat pada arus besar pada saat putaran mesin tinggi. Anda juga bisa memasang saklar di stang ato memodifikasi fungsi saklar standar King di stang anda agar mudah untuk memutus & dan menyabung (on/off) fungsi charging ACCU yang sangat banyak memakan arus, sehingga fungsi instrument, klakson, sign dll tetap bisa bekerja. Kalo anda butuh untuk menggunakan lampu sign ato klakson tinggal swicth chargingnya dihidupkan setelah itu bisa dimatikan tergantung kebutuhan anda. Soalnya bisa pusing kalo diberhentikan polisi lalu instrument seperti lampu sign, taillamp, klakson kita gak nyala. SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Fungsi lain dari rectifier adalah sebagai pengubah arus AC menjadi arus DC. Diode digunakan karena baterai yang digunakan sebagai penampung tegangan hanya bisa diisi kembali (charge) dengan arus yang sejenis yaitu arus DC, sedangkan lilitan stator justru menghasilkan arus AC. Sifat semikonduktor yang unik mampu merubah arus AC menjadi arus DC sehingga alternator mampu mengisi kembali tegangan baterai. SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Cara kerja pada saat kunci kontak ON dan mesin mati Bila KK diputar pada posisi ON, arus dari battry akan mengalir ke rotor dan merangsang rotor coil. Pada waktu yaang sama, arus battry juga mengalir ke lampu pengisian (CHG) dan akibaatnya lampu jaadi menyala (ON). Secara keseluruhan mengalirnya arus listrik sebagai berikut: a. Arus yang ke field coil Terminal (+) battrey - fusibel link - kunci kontak (IG switch) - sekring - terminal IG regulator - poin PL1 - poin PL0 - terminal F regulator - terminal F altenator - brush - slip ring - rotor coil - brush - terminal E alternator - massa body. Akibatnya rotor terangsang dan timbul kemagneten yang seharusnya arus RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16


ini disebut arus medan (field corrent). b. Arus ke lampu charge Terminal (+) bateray - fusibel link - kunci kontak IG (IG sekring) - lampu CHG - terminal L regulator - titik kontak P0 - titik kontak P1 - terminal E regulator - massa bodi. Akibatnya lampu change akan menyala. SKOR MAKSIMUM 25 4 Jawaban : Mengemudi dengan jarak pendek Suhu yang ekstrim Perangkat pada mobil Korosi atau karat Usia aki SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17


MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Perawatan Perbaikan sistem pengisisan sepeda motor Perawatan Perbaikan sistem pengisisan sepeda motor Pemeriksaan sistem pengisian sepeda motor perlu dilakukan secara berkala, atau pada saat terjadi kesalahan pada sistem kelistrikan sepeda mototr terutama pada saat terdapat indikasi baterai mengalami tegangan drop. Pada dasarnya secara umum pemeriksaan sistem pengisian sepeda motor ini selalu dilakukan pada saat dilakukan service rutin pada sepeda motor kita di bengkel resmi. Tahapan Pemeriksaan Sistem Pengisian Sepeda Motor Berikut beberapa tahap dalam pemeriksaan sistem pengisian sepeda motor : Pemeriksaan Kebocoran Arus Periksalah baterai dari pengosongan diri yang berlebihan dengan cara memeriksa kebocoran arus ketika semua beban pemakai tidak dinyalakan. Caranya seperti ditunjukkan dalam gambar.. lepas kabel minus dari baterai kemudian rangkaikan Amper meter kabel berwarna merah hubungkan dengan minus baterai dan warna hitam dengan ujung kabel yang terlepas. Selama mengukur jangan menghidupkan kunci kontak kemudian bacalah hasil pengukuran. Gambar 1. Pemeriksaan kebocoran arus Hasil pengukuran yang baik adalah tidak ada arus mengalir dengan penunjukan amper meter 0 amper. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18


Bila ada/terbaca ada arus mengalir maka pada rangkaian ada kebocoran arus. Periksa bagian bagian dari rangkaian dengan cara melepas satu persatu soketnya. apabila soket sedang terlepas arus tetap terbaca berarti kebocoran bukan pada jalur soket yang dilepas. Dan sebaliknya apabila soket sedang dilepas dan arus tidak mengalir lagi berarti pada rangkaian tersebut ada komponen atau kabel yang hubung singkat. Catatan : Jangan menggunakan amper meter yang ukurannya lebih kecil dari arus yang semestinya,karena dapat merusakkan alat ukur. Pemeriksaan Tegangan Dan Arus Pengisian Sebelum memulai pekerjaan ini lakukan pengecekan pada baterai (baterai harus dalam kondisi penuh ) dengan cara mengukur berat jenis elektrolit baterai dapat diketahui kondisi baterai yaitu berat jenis elektrolit 1,28 kg/l pada 20 C tetapi bila baterai yang terpasang adalah baterai MF (Maintenance Free) maka pengecekan ini tidak dapat dilakukan.Ukurlah besar arus pengisian dengan cata melihat gambar diatas,yaitu dengan cara melepas sekring utama,pasanglah kabel hitam ampermeter pada sisi baterai dan sisi merah pada sisi pemakai (kabel bodi) Lakukan Start dengan Kick Starter jangan menggunakan elektrik starter karena akan merusakkan ampermeter.Setelah mesin hidup naikkan putaran mesin sesuai spesifikasi merk dan type sepeda motor kemudian baca hasil pengkuran dan bandingkan dengan spesifikasi arus yang dihasilkan dengan buku manual sepedamotor yang bersangkutan.Lakukan juga seperti hal yang sama tetapi nyalakan lampu kepala. Gambar 2. Pemeriksaan Tegangan dan Arus Pengisian Pada saat yang bersamaan catat juga tegangan dengan voltmeter yaitu volt meter dihubungkan pada terminal plus dan minus baterai. Setelah melakukan pemeriksaan seperti diatas ,hasilnya dapat disimpulkan dibandingkan hal hal yang umum terjadi pada system pengisian sepeda motor : 1. Tegangan melebihi tegangan jepit baterai (12Volt) dan arus yang mengalir kecil,hal ini menunjukkan system pegisian normal. 2. Terjadi tegangan dan arus pengisian yang besar,ini menunjukkan pengisian tidak normal. Ada kondisi lain yang terjadi pada saat melakukan pengukuran ini seperti dibawah ini berikut kemungkinan penyebabnya. 1. Tegangan semakin tinggi dan arus semakin besar bila putarannya dinaikkan,kemungkinan penyebabnya adalah usia baterai sudah tua atau pemasangan baterai yang tidak sesuai kapasitasnya (terlalu besar) 2. Arus pengisian normal tetapi tegangan pengisian terlalutinggi jika putaran semakin tinggi, ke mungkinan penyebabnya adala kerusakan pada regulator rectifier. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19


3. Tegangan pegisian terlalu rendah Arus pengisian terlalu kecil, kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan regulator rectifier (meregulasi terlalu rendah), atau kumparan generator rusak. Pemeriksaan Kumparan Pengisian Gambar 3. Pemeriksaan Kumparan Pengisian Pemeriksaan kumparan generator pembangkit dapat dilakukan melalui soket yang akan masuk ke regulator berjumlah 4 pin.Lepas soket dari regulator dengan cara menekan pengunci soket dan menarik keluar. Ukur ujung pada ujung pin kabel berwarna hijau (G) pada sisi generator terhadap massa/bodi,hasilnya harus ada kontinuitas hubungan/tanpa tahanan. Ukur ujung pin pada konektor kabel berwarna merah (R) terhadap massa,hasilnya harus ada tegangan baterai. Ukur pada ujung pin kabel berwarna putih (W) terhadap massa maka hasilnya harus ada tahanan berkisar antara1,1 -1,2 ohm. Pemeriksaan Regulator Rectifier RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20


Bila Regulator rectifier rusak maka komponen tersebut tidak dapat diperbaiki, maka komponen tersebut harus diganti baru.Adapun cara pemeriksaan bisa dilakukan dengan tahapan seperti yang dibahas sebelumnya.Setelah diperiksa ternyata kesimpulan hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa regulator rectifier rusak maka dapat dilakukan pengukuran kembali pada regulator untuk lebih meyakinkan bahwa benar-benar regulator rectifier rusak. Untuk itu ada cara lain menguji regulator rectifier sebagai berikut : Cara pemeriksaan : Warna Kabel Pemeriksaan Kabel Baterai (merah/putih atau merah) Harus ada tegangan antara kabel merah dengan massa Kabel massa (hijau) Harus ada kontinuitas hubungan antara kabel hijau dengan body. Kabel pengisian (putih) Harus ada nilai tahanan sesuai standar Kabel lampu penerangan jalan (kuning) Harus ada nilai tahanan sesuai standar Setelah pemeriksaan selesai dan hasil pemeriksaan memenuhi syarat atau sama dengan kondisi yang disebutkan pada tabel pemeriksaan tetapi hasil pengukuran tegangan pada sistem pengisian tidak sesuai dengan ketentuan (14,5 Volt) maka gantilah regulator tersebut dengan yang baru. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mereparasi secara berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan No. RPP : 16 Pertemuan Ke : 7 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3.1 3.2 KD 4. 16 : Memperbaiki sistem injeksi dan reset kode kerusakan IPK : 1. Mereparasi secara berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mereparasi secara berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan sepeda motor injeksi dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mereparasi secara berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Reparasi kerusakan secara berkala pada sistem injeksi dan reset kode kerusakan c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Reparasi berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur reparasi secara berkala pada sistem injeksi dan reset kode kerusakan Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem injeksi dan reset kode kerusakan IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Vixion dan Sepeda Motor Mio J Alat : Caddy tools, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Full Injection Diagnostic, Job Sheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 7 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir Kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem injeksi sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem injeksi sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik Kerjasama RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


dan memberikan job sheet kepada siswa Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Berfikir Kritis Kerjasama Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem injeksi sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem injeksi sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem injeksi Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Keterampilan KD 4. 16 : Memperbaiki sistem injeksi dan reset kode kerusakan IPK : Mereparasi secara berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Semester Genap Perbaikan Sistem Injeksi Elektronik NILAI : Waktu 7 x 45 Menit Ttd Guru Mapel: Nama Anggota : 1. ............................................ 2. ............................................ 3. ........................................... Kelas : XII TBSM Tanggal Praktik : ................................... RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


A. Full Injection Diagnostic: 1. Mode Normal Hasil Pemeriksaan Putaran Mesin : ................. rpm Hasil Pemeriksaan Suhu Mesin : ................ C Hasil Pemeriksaan Kode Kerusakan : .................................... 2. Mode Diagnosis No Kode Diagnosis Item / Komponen Hasil Pemeriksaan Keterangan 1 D 01 2 D 03 3 D 05 5 D 07 6 D 09 7 D 11 8 D 30 9 D 36 10 D 54 11 D 60 12 D 61 13 D 62 14 D 67 15 D 70 3. Mode CO Hasil Pemeriksaan CO = ...................................... B. Kesimpulan Praktik = .................................................................................................... .................................................................................................... RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7


Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap dan tidak sesuai kebutuhan praktik 75-79 Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan FID Mode Normal Memeriksa sesuai SOP tanpa 100 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8


kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan FID Mode Diagnosis Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan FID Mode CO Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9


bimbingan 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10


waktu 30 menit Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.16 Memperbaiki sistem injeksi dan reset kode kerusakan Mereparasi secara berkala sistem injeksi dan reset kode kerusakan √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11


Soal Uraian : 1. Bagaimana prinsip kerja sistem injeksi sepeda motor ? 2. Apa saja yang menyebabkan injector bermasalah ? 3. Apa keunggulan sistem injeksi ? 4. Apa yang terjadi jika terjadi kerusakan pada ECU ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Pada dasarnya, prinsip kerja sistem injeksi adalah mengontrol aliran bahan bakar secara elektronik, mulai dari tangki hingga masuk ke ruang bakar. Aliran bahan bakar ini diproses dalam bentuk kabut dengan volume, sesuai permintaan mesin sehingga teknologi ini lebih irit dari teknologi pengabut bahan bakar karburator. SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Injektor yang bermasalah atau bahkan rusak akan tidak maksimal dalam melakukan pengkabutan bahan bakar. Penyebab dari kurang maksimalnya kerja injektor adalah karena salah satu holes (lubang) tersumbat oleh kotoran. Saat injektor rusak atau kotor maka bensin yang dikeluarkan bisa lebih sedikit atau juga terlalu banyak SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : motor yang menggunakan teknologi injeksi memiliki pembakaran yang lebih sempurna. Pembakaran yang lebih sempurna ini akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Karena pembakaran lebih sempurna, maka proses pembakaran pun akan menjadi lebih optimal. SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawaban : Kerusakan ECU di motor injeksi akan berakibat fatal karena motor bisa mati total. Karena peran ECU di motor injeksi ini sebagai otak dari motor injeksi, maka mesin akan tidak bisa hidup normal kalau ada masalah di ECU. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12


Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem Injeksi Pengertian EFI (Electronic Fuel Injection) EFI adalah sebuah kata singkatan dari Electronic Fuel Injection. Adapun pengertian dari EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang minimal serta mempunyai gas buang yang ramah lingkungan. Dalam kehidupan sehari hari nama EFI telah dipakai oleh merk Toyota, sedangkan merk lain mempunyai nama nama yang berbeda, akan tetapi prinsip dari semua sistem tersebut adalah sama. Fungsi dan cara kerja injeksi Fungsi dan cara kerja komponen injeksi Bahan bakar bensin elektronik Sistem EFI itu terdiri dari tiga system utama,yaitu system bahan bakar,system induksi udara,dan system control elektronik. Untuk sepeda motornya bisa dilihat di Sepeda Motor Injeksi Honda. Sistem Bahan bakar Sitem Bahan Bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke ruang bakar. Komponen system bahan bakar terdiri atas 1. Pompa Bahan bakar Pompa bahan bakar berfungsi utuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke injector.Pompa bahan bakar yang digunakan adalah pompa bahan bakar listrik 2. Fuel pulsation damper Fuel pulsation damper berfungsi sebagai penyerap perubahan tekanan pada saluran tekanan karena adanya injeksi.Tekanan bahan bakar dalam intake manifold dipertahankan oleh pressure regulator 3. Pressure Regulator RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13


Pressure regulator berfungsi mengatur tekanan bahan bakar ke injector-injektor.Jumlah bahan bakar yang di injeksikan diatur oleh sinyal yang di berikan ke injector sehingga tekanan harus tetap pada tiaptiap injketor.Untuk mendapatkan jumlah penyemprotan yang tepat,tekanan bahan bakar harus dipertahankan lebih kurang 2,55 kg/cm2. 4. Injektor Injektor adalah sebuah nozzle elektromagnetik yang kerjanya dikontrol leh computer.Injektor dilengkapi dengan heat insulator pada saluran masuk atau pada kepala slinder yang dekat dengan lubang pemasukan 5. Cold start injektor Cold start Injektor digunakan untuk mensuplai bahan-bahan pada saat suhu motor masih rendah.Injektor ini dipsang di baian tengah ruangan udara masuk.Injektor bekerja hanya pada saat start bila temperature air pendingin di bawah 220 Celsius. Sistem induksi udara berfungsi untuk menyediakan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran terdiri atas: Throttle body Throttle body terdiri atas katup therottle untuk mengontroludara masuk,sebuah system by pass udara yang mengatur aliran udara pada putaran idle dan sebuah throttle position sensor untuk menyensor kondisi terbukanya katup therottle. Katup udara Katup udara di gunakan untuk fast idle yang bekerjanya oleh bimetal dan heat coil motor dalam keadaan dingin.Katup udara di pasangkan pada permukaan samping kanan slinder.Jika putaran fast idle selama pemanasan tidak stabil atau rendah maka hali ini antara lain disebabkan oleh kesalahan pembukaan katup udara. Air flow meter Air flow meter mendeteksi jumlah udara yang masuk dan mengirimkan sinyal ke computer yang menentukan dasar jumlah injeksi.Air flow meter terdiri atas plat pengukur,pegas kembali ,baut penyekat campuran idle,sensor udaa masuk dan switch pompa bahan bakar. system Kontrol Elektronik (ECU) Sistem Kontrol elektronik mempunyai bermacam-macam sensor yang terdiri atas air flow meter,Sensor air pendingin,sensor psisi katup gas,sensor udara masuk,sensor gas tekan,dan sensor tekanan mesin.Perangkat ini akan menentukan lama kerja injector.Kelengkapan yang lain adalah main relay RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14


yang menyediakan sumber arus listrik ke computer.Circuit opening relay yang mengontrol kerja pompa bahan bakar dan sebuah resistor yang menstabilkan kerja injector.. Prinsip Sistem Kontrol EFI (Electronic Fuel Injection) System yang digunakan pada electronic fuel injection terbagi atas sensor-sensor, ECU dan actuator. Sensor-sensor merupakan informan atau pemberi informasi tentang kondisi-kondisi yang berkaitan dengan penentuan jumlah bahan bakar yang harus diinjeksikan dan kapan harus di injeksikan. Pemberian informasi dapat berupa sinyal analog ataupun digital. Sensor-sensor yang mengirim informasi dalam bentuk analog seperti misalnya TPS (Throttle Position Sensor dan mass air flow). Informasi lainnya dan sensor-sensor lainnya antara lain jumlah udara yang masuk (aliran), suhu air (water temperatur sensor), sensor oksigen (oxygen sensor), knocking sensor, dan masih banyak lagi. Sensor-sensor ini kemudian mengirimkan informasi ke ECU (Electronic Control Unit) yang kemudian dikirim ke actuator untuk eksekusi. Jadi actuator merupakan bagian/komponen yang akan diperintah oleh ECU dan perintah dapat berupa analog ataupun digital. Pemberian perintah berupa analog diberikan pada pompa bensin elektrik dan lampu engine kontrol. Sedangkan pemberian perintah berupa sinyal digital diberikan pada injector, coil pengapian, katup pernapasan tangki, pengatur idle, pemanas sensor lamda dan steeker diagnosa. Macam-macam Sistem EFI D-EFI (Tipe manifold absolute control) Sistem D-EFI mengukur tekanan udara dalam intake manifold dan kemudian melakukan penghitungan jumlah udara yang masuk, tetapi karena tekanan dan jumlah udara dalam intake manifold tidak dalam konvensi yang tepat, sistem D-EFI tidak begitu akurat dibandingkan dengan sistem L-EFI. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15


L-EFI (Tipe air flow meter) Dalam sistem L-EFI, air flow meter langsung mampu mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold. Air flow meter mengukur jumlah udara dengan sangat akurat, sistem L-EFI dapat mengontrol penginjeksian bahan bakar lebih tepat dibandingkan dengan sistem D-EFI. Nama-nama Komponen dan Fungsi Sistem EFI Komponen pada sistem EFI mobil dan fungsinya RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16


1. Tanki bahan bakar Fungsi tanki bahan bakar adalah sebagai wadah penampung bensin selaku sumber tenaga dari mobil. Mobil-mobil keluaran dibawah tahun 2000 mungkin masih banyak ditemui tanki berbahan plat logam. Namun pada mobil-mobil sekarang, tanki bahan bakar banyak dibuat dari bahan plastik tebal yang memiliki bobot ringan namun kuat menampung bahan bakar. Meski ringan, kelemahan tanki berbahan plastik ini rawan bocor kalau terkena benturan. 2. Fuel filter Filter bensin berfungsi untuk menyaring kotoran yang terbawa oleh aliran bensin saat melintasi fuel feed. Dengan adanya filter ini maka bensin yang masuk ke injector nantinya sudah dalam kondisi bersih. Ada dua filter bensin dalam sistem efi yakni ; Filter kasar, terbuat dari rajutan kawat yang memiliki pori cukup besar. Fungsinya sebagai penyaring kotoran padat berukuran besar. Filter halus, terbuat dari bahan seperti kain dengan pori lebih kecil sehingga mampu menyaring kotoran berpartikel kecil. Pada fuel filter juga terdapat water sedimenter yang berfungsi memisahkan air kalau ada air yang terbawa aliran bensin. 3. Fuel pump Pompa bensin memiliki dua fungsi yakni ; Untuk mengalirkan bensin dari tanki ke injector. Meningkatkan tekanan bahan bakar pada fuel feed. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17


Pompa bensin memang bukan hanya pada sistem EFI, tapi pada mesin-mesin karburator juga disediakan fuel pump. Namun pada sistem EFI, fuel pump sudah digerakan oleh energi listrik. Sehingga tidak membebani mesin. Lokasi fuel pump ini juga tersembunyi terendam didalam tanki bahan bakar. 4. Delivery pipe Delivery pipe adalah pipa yang terletak di ujung saluran bensin, fungsinya untuk menampung bensin yang dipompa oleh fuel pump. Pipa delivery ini biasanya terbuat dari bahan yang lebih keras, karena disinilah titik temu antara saluran bensin dan semua injector. Kalau dilihat, pipa ini memiliki beberapa lubang yang terdiri dari inlet hose yang terhubung ke saluran bensin dari tanki serta injector hose yang terhubung ke semua injector. 5. Injector Fungsi injektor adalah untuk mengeluarkan bensin dari dalam delivery pipe dengan komposisi yang pas. Injektor bekerja menggunakan sebuah solenoid. Ketika pada posisi normal (mesin mati) solenoid ini tidak mendapatkan tegangan listrik sehingga noozle pada injector tidak membuka. Sementara saat piston berada pada langkah hisap, solenoid akan diberikan tegangan listrik oleh ECU. Akibatnya timbul berakan aksial yang menyebabkan noozle terbuka. Karena bensin didalam delivery pipe itu sudah bertekanan, maka ketika noozle membuka bensin otomatis akan keluar. Lama waktu pemberian listrik ke solenoid ini mempengaruhi komposisi bensin yang keluar, semakin lama maka akan semakin banyak. 6. Pressure regulator Pressure regulator berfungsi untuk menjaga tekanan didalam saluran bensin tetap stabil. Pressure regulator diperlukan karena untuk menanggulangi kelebihan tekanan yang diakibatkan pompa bensin yang terus bekerja. Ketika terdeteksi tekanan bensin berlebih, maka bensin akan dialirkan kembali ke tanki sampai tekanan stabil. Besar kecil tekakan didalam saluran bensin ini juga mempengaruhi komposisi bensin yang keluar ke intake. 7. Fuel feed Fuel feed atau disebut juga selang bahan bakar berfungsi sebagai tempat mengalirnya bensin dari tanki ke injector. Umumnya selang bahan bakar terbuat dari bahan seperti mika yang memiki bobot ringan namun kuat menahan bensin bertekanan. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18


Hanya saja, kelemahan bahan mika terletak pada kekuatannya apabila tertekuk. Maka akan mudah pecah. 8. Return feed Sebenarnya selang ini hampir sama seperti fuel feed, namun return feed berfungsi untuk mengalirkan bensin sisa saat kelebihan tekanan kembali menuju tanki. Saluran ini memanjang dari delivery pipe ke tanki. 9. Sensor Kalau berbicara soal sensor, berarti kita masuk ke komponen elektrikal EFI. Ada tiga komponen kelistrikan efi, yakni sensor, ECU dan injektor. Sensor sendiri merupakan alat untuk mendeteksi, yang hasilnya dijadikan sebagai acuan bagi ECU untuk menentukan lamanya injektor membuka. Apa yang dideteksi ? Ada beberapa kondisi yang dieteksi oleh sensor, antara lain massa udara yang masuk ke mesin, suhu udara yang masuk ke mesin, serta sudut pembukaan sensor. Oleh karena itu dalam mesin efi setidaknya ada 5 sensor yang terdiri dari ; MAF sensor IAT sensor MAP sensor TPS sensor CKP sensor Tapi pada mobil sekarang, sistem EFI tidak hanya bergantung pada 5 sensor itu. Ada beberapa tambahan sensor agar komposisi bensin yang keluar dari injektor semakin akurat. 10. ECU Apabila sensor fungsinya untuk mendeteksi, maka ECU berfungsi untuk mengolah data-data yang diperoleh dari sensor. Data dari 5 sensor tadi akan dikirimkan ke dalam ECU, lalu ECU akan melakukan processing. Hasil pemrosesan data didalam ECU berupa tegangan dengah interval waktu tertentu yang dikirimkan ke injektor agar noozle terbuka. Bagaimana ECU bisa mengolah data ? Kalau ini, mirip processor komputer namun yang diolah ada listrik yang memiliki tegangan variatif. Dan setiap nilai tegangannya memiliki arti tersendiri. 11. Baterai RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19


Pada sistem bahan bakar konvensional, baterai tidak menjadi bagian penting. Namun pada sistem EFI, karena namanya juga Electronic fuel injection, maka artinya sistem ini bekerja secara elektronika. Barang elektronika pasti memerlukan arus listrik, dengan kata lain sistem EFI tidak bisa dijalankan tanpa adanya arus dari baterai. Fungsi baterai pada sistem EFI adalah sebagai pemberi tegangan referensi (umumnya 5 volt) yang nantinya akan diolah oleh sensor sehingga memberikan tegangan balik ke ECU dengan nilai tegangan antara 0 hingga 5 Volt. Sepeda motor berteknologi injeksi biasanya dilengkapi dengan lampu indikator pada panel speedometer. Lampu yang disebut MIL (Malfunction Indicator Light) ini berfungsi sebagai pemberitahu kondisi mesin, khususnya sensor-sensor pada sepeda motor. Untuk mengetahui kerusakan yang terjadi, Anda bisa melakukan penghitungan pada jumlah kedipan yang muncul. Honda sendiri memiliki standar kode yang berupa jumlah dari kedipan MIL tersebut. "Kedipannya terdiri atas satuan dan puluhan. Untuk satuan lampu berkedip antara 0,3 atau 0,4 detik. Sedangkan puluhan ditandai dengan kedipan lebih lama. Jumlah kedipan ini nantinya akan membentuk kode yang merepresentasikan kerusakan," ucap Agung Sugihono, Training Fasilitator PT Daya Adicipta Mustika. Lalu apa saja kode kerusakan tersebut, simak berikut ini. 1. Kode kerusakan pada sepeda motor Honda 1. Kedipan Kode ini memastikan motor Anda mengalami kerusakan pada Manifold Absolute Pressure (MAP) yang mendeteksi tingkat kevakuman pada intake manifold. 7 kedipan Apabila kode ini muncul, Engine Oli Temperatura atau Engine Coolent Temperature mengalami gangguan. Gangguan ini menyebabkan sistem pembakaran tidak bisa bekerja secara maksimal yang berimbas pada pemborosan bahan bakar. 8 kedipan Kode ini menunjukkan terjadinya gangguan pada sensor Throttle Position. Kerusakan pada sensor tersebut menyebabkan pemborosan bahan bakar dan sulit starter. 9 kedipan Dipastikan Intake Air Temperature Anda mengalami gangguan. IAT sendiri bekerja dengan cara mendeteksi suhu udara yang melewati throttle body, kemudian mengubah suhu menjadi sinyal listrik yang dikirim ke ECU. Dengan adanya sensor IAT, jumlah bahan bakar yang diinjeksikan akan selalu pada tingkat yang optimal. 12 kedipan Kode ini menunjukkan Injector sepeda motor Anda mengalami masalah. Gangguan ini biasanya menyebabkan motor tak bisa dinyalakan. 21 kedipan Gangguan sensor O2 akan diproyeksikan melalui kode ini. Sensor ini sendiri befungsi untuk mendeteksi gas buang terhadap gas-gas beracun dan kondisi pembakaran mesin. 29 kedipan Idle Air Control Valve merupakan komponen yang membantu dalam penyalaan mesin. Apabila kode ini muncul, dipastikan IACV Anda mengalami gangguan. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20


33 kedipan Apabila Anda mengalami kode ini, dipastikan sepeda motor Anda tidak akan bisa menayala. Pasalnya kode ini mengindikasi bahwa terjadi gangguan pada ECM (Engine Control Module) yang merupakan otak dari seluruh pengaturan sistem injeksi. 54 kedipan Kode ini menunjukkan terjadi kerusakan pada sensor Bank Angle. Sensor ini berfungsi mematikan tenaga ketika mesin mengalami kemiringan mencapai 60 derajat.. 2. Kode kerusakan Pada Sepeda Motor Yamaha 12 Kedipan Cranksaft Position Sensor/pulser. Signal yang diterima oleh CPS tidak normal 13 kedipan Intake Pressure Sensor terlepas atau terjadi hubungan arus pendek 14 kedipan Intake Pressure Sensor mengalami malfungsi (terlepas atau tersumbat) 15 kedipan Throttle Position Sensor (TPS), terlepas atau terjadi hubungan arus pendek. 16 kedipan Throttle Position Sensor (TPS) macet 19 kedipan Side Stand Switch, saklar standar samping terlepas atau putus 21 kedipan Coolant temperature sensor terlepas atau korslet 22 kedipan Intake Temperature Sensor lepas atau terjadi hubungan arus pendek 24 kedipan O2 Sensor bermasalah 28 kedipan Engine Temperature Sensor error 30 kedipan Sepeda motor jatuh 37 kedipan Idle Speed Control (ISC Valve) terjadi kerusakan 39 kedipan Fuel Injector bermasalah atau rusak 41 kedipan Lean angle sensor 42 kedipan Speed Sensor roda depan bermasalah, sinyal yang diterima tidak normal 44 kedipan chip EEPROM Error 46 kedipan Aliran listrik ke sistem FI tidak normal 50 kedipan Rusaknya Memori ECU 61 kedipan ISC tidak bekerja. 79 Kedipan Terlalu banyak udara masuk pada ruang bakar RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21


84 kedipan Selenoid VVA terlepas atau terjadi korsleting Referensi https://www.merdeka.com/otomotif/mencermati-kerusakan-motor-injeksi-melalui-lampu-indikator.html https://moladin.com/blog/kode-kerusakan-yamaha/ RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengisian No. RPP : 9-10 Pertemuan Ke : 10-11 Alokasi Waktu : 14 JP x 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3 3.1 3.2 KD 4. 13 : Memperbaiki sistem pengisian IPK : 1. Mengidentifikasikan kerusakan sistem pengisian Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mengidentifikasikan kerusakan sistem pengisian sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mengidentifikasi kerusakan sistem pengisian b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Identifikasi jenis-jenis kerusakan pada sistem pengisian c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Macam-macam kerusakan pada sistem pengisian Langkah-langkah penanganan gangguan pada sistem pengisian d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur mengidentifikasi masalah pada sistem pengisian Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengisian IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Vixion Alat : Caddy tools, Multitester, Nampan, Kain majun, bike lift Bahan : Alternator, Regulator, Battery, Job sheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 10 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir kritis Kreatif Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem pengisian sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem pengisian sepeda motor Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


praktik dilakukan secara individu dan setelah selesai praktik membuat laporan praktik Siswa mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Komunikasi Berfikir kritis Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa mengidentifikasi kerusakan pada komponen-komponen sistem pengisian sepeda motor Siswa mengidentifikasi pada komponen-komponen sistem pengisian sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang mengidentifikasi kerusakan pada komponenkomponen sistem pengisian sepeda motor Komukasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Guru menyampaikan siswa yang belum melaksanakan praktik untuk melaksanakan praktik pada pertemuan selanjutnya Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


Pertemuan ke- 11 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir kritis Kreatif Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem pengisian sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem pengisian sepeda motor Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk praktik dilakukan secara individu dan setelah selesai praktik RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


Click to View FlipBook Version