The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diniw13577, 2024-02-17 19:31:11

RPP PKSM

XII-PKSM

a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8


Keterampilan KD 4. 12 : Memperbaiki sistem starter IPK : Mereparasi secara berkala sistem starter Instrumen job sheet keterampilan: SMK KESATRIAN PURWOKERTO TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR LEMBAR KERJA SISWA PERAWATAN PERBAIKAN SISTEM STARTER SEPEDA MOTOR Nama Kelompok : Anggota : 1. ...................................... 2. ...................................... 3. ...................................... 4. ...................................... 1. Pemeriksaan fungsi kerja relay starter Hasil pemeriksaan = ................................. Rekomendasi = ................................. 2. Pemeriksaan motor starter Periksa hubungan motor starter : Antara kabel terminal dengan pemegang sikat à Baik = tidak ada hubungan. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9


Antara kabel terminal dengan brush (kul), à Baik= ada hubungan. Hasil pemeriksaan : Antara kabel terminal dengan pemegang sikat = ....................... Antara kabel terminal dengan brush = ................................... Rekomendasi = ..................................................................... 3. Pemeriksaan brush set Ukur panjang brush, ganti brush jika ukurannya tidak standar,akibat dari keausan dan ketegangan pegas brush Ukuran standar = .............mm Hasil pemeriksaaan = .............mm Ketegangan pegas brush = ............................ Rekomendasi = ............................ 4. Pemeriksaan Komutator Periksa dari keausan,karat,dan kotoron serbuk besi di antara commutator bar. Jangan gunakan kertas amplas untuk membersihkan komutator. Periksa terhadap kontinuitas di antara pasangan lempengan kumutator. Baik = kontinuitas Juga periksa terhadap adanya kontinuitas di antara lempengan komutator dan poros armatur. Baik =Tidak ada kontinuitas Antara pasangan-pasangan lempengan komutator = ............ Antara lempengan komutator dan poros armatur = ................ Rekomendasi = .......................... 5. Pemeriksaan batang komutator terhadap perubahan warna Hasil pemeriksaaan = ............................ 6. Pemeriksaan Diameter Komutator Hasil pemeriksaaan = ..................mm Rekomendasi = ............................ 7. Pemeriksaan bearing Periksa ketidak lancaran dan kerusakan bearing dengan cara memutar dengan jari Hasil pemeriksaan = ...................................... Rekomendasi = ...................................... 8. Pemeriksaan Voltage (tegangan) baterai / aki Hasil pemeriksaan = ...................................... Ukuran rekomendasi = ...................................... RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10


Rekomendasi = ...................................... 9. Merangkai sistem starter dengan teliti dan memeriksa rangkaian sistem starter Hasil rangkaian = ...................................... Paraf Guru Nilai Paraf Praktikan ............................................ .......................................... Instrumen Penilaian Praktik No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap dan tidak sesuai kebutuhan praktik 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11


Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan Relay Starter Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan Dinamo Starter Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan Komutator Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa 75-79 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12


kerusakan dengan banyak bimbingan Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.4 Pemeriksaan Perubahan Warna Batang Komutator Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Pemeriksaan Diameter Komutator Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan Bearing Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak 80-84 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13


bimbingan Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.7 Pemeriksaan Tegangan Baterai Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14


4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 menit 85-90 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15


Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.12 Memperbaiki sistem starter Mereparasi secara berkala sistem starter √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 Soal Uraian : 1. Apa fungsi dari relay starter ? 2. Apa tanda yang ditimbulkan apabalia relay starter mengalami kerusakan? 3. Apa penyebab motor tidak bisa di starter padahal kondisi aki masih baik? 4. Apa yang harus dilakukan apabila motor tidak bisa di starter ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : Relay starter adalah komponen penting pada sistem mesin kendaraan dengan fungsi sebagai pengaman sekaligus saklar elektromagnetik. SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Relay starter yang rusak akan ditandai tidak ada suara cetak – cetek pad saat swit starter ditekan, selain itu jika relay starter rusak kadang terjadi konsleting / korsleting sehingga dinamo starter akan berputar walaupun tombol swit starter ditekan SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Penyebab motor susah distarter padahal aki baru juga bisa disebabkan starter elektrik mengalami kotor. Pada bagian tombol starter kerak sangat mudah muncul karena sering terkena hujan, debu, dan kotoran lainnya RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16


SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawaban : Cek Komponen Bermasalah. ... Pastikan Aki Mendapat Cukup Tegangan. ... Membuka Sistem Starter. ... Mengecek Busi. ... Masalah pada Karburator. ... Cek Aliran Bahan Bakar ke Mesin. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17


MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem Starter Sepeda Motor 1. Pendahuluan Hampir semua sepeda motor pada umumnya menggunakan dua jenis starter mesin, yaitu system starter mekanik dan system starter listrik. Penggunaan starter mekanik dikenal dengan sebutan kick starter, Karena pada system ini ketika akan menghidupkan mesin menggunakan kaki untuk memutar poros engkol, sedangkan Sistem starter listrik berfungsi sebagai pengganti kick starter, agar pengendara tidak perlu lagi mengengkol untuk menghidupkan mesin (untuk memutar poros engkol menggunakan motor listrik DC). 2. Persyaratan yang harus Dipenuhi Sistem Starter Pada umumnya sepeda motor yang dilengkapi dengan system starter listrik, sumber arus yang digunakan adalah baterai. Dalam hal ini kondisi baterai harus dapat menghasilkan tenaga putar (torque) yang sangat besar. Selain itu ukuran baterai juga diharapkan kecil dan ringan. Motor starter dalam sistem starter listrik harus dapat membangkitkan torque yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Maka untuk itu sistem starter dilengkapi dengan motor starter arus searah (DC). Dalam menentukan motor starter yang tepat menurut kebutuhan suatu mesin, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain: a. Sifat starter Tenaga putar (torque) yang dihasilkan motor starter akan menambah kadar arus yang mengalir pada starter secara proporsional (sepadan). Makin rendah putaran, makin besar arus yang mengalir pada starter sehingga menghasilkan tenaga putar yang besar. Begitu pula dengan tegangan yang disuplai pada starter, jika tegangannya bertambah besar, maka kapasitasnya akan menurun. Oleh karena itu kapasitas starter sangat erat hubungannya dengan baterai. b. Kecepatan putar dari mesin RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18


Mesin tidak akan start (hidup) sebelum melakukan siklus kerjanya berulang-ulang, yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran (usaha) dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, lalu memutarkannya dan enyebabkan siklus pembakaran awal (pendahuluan). Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awal. Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada konstruksi (banyaknya silinder, volume silinder, bentuk ruang bakar) dan kondisi kerjanya (suhu dan tekanan udara, campuran udara dan bensin dan lonctan bunga api busi), tetapi pada umumnya untuk motor bensin berkisar antara 40 sampai 60 rpm. c. Torque yang dihasilkan starter untuk menggerakkan mesin Torque yang dihasilkan starter merupakan faktor penting dalam menentukan apakah starter dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Setiap mesin mempunyai torque maksimum yang dihasilkan, misal suatu mesin dengan 100 cc maksimum torquenya adalah 0,77 kg-m. Untuk dapat menggerakkan mesin dengan kapasitas tersebut, diperlukan torque yang melebihi kapasitas tersebut (sampai 6 kali). Tetapi pada umumnya starter hanya mempunyai torque yang yang tidak jauh berbeda dari torque maksimum mesin tersebut, sehingga tidak akan mampu memutarkan poros engkol. Untuk mengatasi hal ini, pada motor starter dilengkapi dengan gigi pinion (pinion gear), sehingga momen yang dihasilkan bisa diperbesar. 3. Komponen Sistem Starter listrik Komponen system starter listrik terdiri dari Baterai berfungsi sebagai sumber tegangan DC Kunci kontak berfungsi menghubungkan dan memutuskan sumber tegangan dengan rangkaian kelistrikan Relay starter adalah saklar elektromagnetis yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus utama dari baterai menuju motor starter Tombol starter berfungsi untuk mengaktifkan relay starter Motor starter berfungsi untuk memutar poros engkol. Kopling starter berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran poros engkol dengan motor starter 4. Cara Kerja Sistem Starter Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa secara umum system starter listrik terdiri dari baterai, sekring (fuse), kunci kontak (ignition switch), saklar/tombol starter (starter switch), relay starter, dan motor starter. Arus yang besar (sekitar 40 ampere) akan mengalir ke motor starter saat dihidupkan. Untuk mengalirkan arus besar tersebut,diperlukan kabel yang tebal (besar) langsung dari baterai menuju motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19


tanpa lewat tombol starter agar kontaknya tidak meleleh ketika ditekan. Oleh karena itu, dalam rangkaian sistem starter dilengkapi relay starter. Gambar 1. Dagram kelistrikan system 5. Prinsip kerja Sistem Starter listrik a. Saat Kunci Kontak Off Hubungan sumber tegangan dengan rangkaian sistem starter terputus, tidak ada arus yang mengalir sehingga sistem starter tidak dapat digunakan. b. Saat Kunci Kontak On Kunci kontak posisi ON, tetapi tombol starter tidak ditekan. Tombol starter tidak ditekan (posisi OFF) menyebabkan arus dari sumber tegangan (baterai) belum mengalir ke sistem starter sehingga sistem starter belum bekerja Kunci kontak posisi ON dan tombol starter ditekan. Apabila tombol starter ditekan (posisi START) pada saat kunci kontak ON, maka kemudian sistem starter akan mulai bekerja dan arus akan mengalir : Baterai ⇒ Sekering ⇒ Kunci Kontak (ON) ⇒ Kumparan Relay Starter ⇒ Tombol Starter (START) ⇒ massa. kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kumparan relay starter sehingga menghubungkan arus utama starter dari baterai menuju ke motor starter. Motor starter mengubah arus listrik dari baterai menjadi tenaga gerak putar, kemudian memutar poros engkol untuk menghidupkan mesin RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20


6. Pemeriksaan dan Perbaikan system Starter listrik Agar memperoleh diagnosis yang benar tentang gangguan yang terjadi pada system starter, maka perlu dilakukan langkah-langkah pemeriksaan, yaitu A. Pemeriksaan baterai, Memeriksa jumlah cairan baterai. Permukaan cairan baterai harus berada di antara batas atas dan batas bawah. Apabila cairan baterai berkurang, tambahkan air suling sampai batas atas tinggi permukaan yang diperbolehkan. Memeriksa berat jenis cairan baterai. Berat jenis cairan elektrolit baterai dalam kondisi penuh adalah 1,285 Kg/l B. Periksa panjang sikat / brush (batas servis : 4 mm) Gambar 2. Sikat Arang (Brush) C. Periksa Lempengan komutator terhadap adanya perubahan warna, jika terdapat perubahan warna secara berpasangan berarti terdapat kumparan armature yang terhubung singkat (motor starter harus diganti baru). Catatan : Jangan menggunakan amplas untuk membersihkan komutator. Periksa kontinuitas diantara pasangan lempengan komutator (harus ada kontinuitas. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21


Gambar 3. Komutator Periksa kontinuitas antara lempengan komutator dan poros armature (tidak boleh ada kontinuitas) Gambar 3. Armature D. Periksa kontinuitas antara terminal kabel dan pemegang/penahan sikat dan juga terminal kabel dan ujung sikat. Catatan : Terminal kabel dan penahan sikat tidak ada kontinuitas : normal Terminal kabel dan ujung sikat ada kontinuitas : normal E. Pemeriksaan Relay Starter (Magnetic Switch) Menekan tombol starter pada saat kunci kontak posisi ON. Kumparan relay starter normal jika terdengar bunyi “Klik” dari dalam unit relay starter. Apabila tidak ada bunyi “Klik”, lakukan pemeriksaan lanjut RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22


Mengukur tegangan yang keluar dari kumparan relay starter, menuju ke tombol starter. Spesifikasi : Harus ada tegangan sekitar 12 V pada saat kunci Kontak posisi ON. Apabila tidak ada tegangan, lepaskan relay starter dari rangkaian, kemudian periksa kontinuitas kumparan relay starter. Spesifikasi : Harus ada kontinuitas Gambar Pemeriksaan Kopling Starter Pasang driven gear pada rumahnya, kemudian periksa dari kelancaran putaran pada satu arah dan pada arah yang berlawanan tidak berputar. Buka starter clutch dan periksa pada bagian-bagian : Permukaan yang kontak dengan roler,Keausan pada gigi-gigi, Keausan pada roler,Perubahan bentuk pada per RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 23


Cara Mengatasi Masalah Pada Sistem Starter Elektrik Catatan :Periksa terlebih dahulu bagian-bagian berikut sebelum menganalisa kerusakan pada sistem. 1) Kabel-kabel baterai dan motorstarter terhadap huubungan longgar atau berkarat . 2) Kondisi tegangan baterai yang lemah. A. Masalah Pada Sistem Starter Elektrik Motor starter tidak berputar : PEMELIHARAAN SISTEM KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR B. Motor starter berputar pelan RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 24


Kemungkinan Penyebab : Tegangan baterai lemah Ada tahanan yang berlebihan di dalam rangkaian kelistrikan sistem starter Kabel motor starter, kabel massa atau kabel positip baterai longgar Sikat motor starter aus C. Motor starter berputar tetapi mesin tidak ikut berputar Kemungkinan Penyebab : Kopling starter rusak Roda gigi starter/rantai starter dan/atau sproket tusak D. Motor starter dan mesin berputar tetapi mesin tidak hidup Kemungkinan Penyebab : Putaran motor starter terlalu pelan Sistem pengapian rusak Problem lain pada mesin (kompresi rendah, busi kotor, dsb.) RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 25


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Genap Materi Pokok : Mereparasi secara berkala sistem pengapian elektronik No. RPP : 16 Pertemuan Ke : 2 Alokasi Waktu : 7 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3.1 3.2 KD 4. 15 : Memperbaiki sistem pengapian elektronik IPK : 1. Mereparasi secara berkala sistem pengapian elektronik Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat Mereparasi secara berkala sistem pengapian elektronik sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mereparasi secara berkala sistem pengapian elektronik b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Reparasi kerusakan secara berkala pada sistem pengapian elektronik c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Reparasi berkala sistem pengapian elektronik d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur reparasi secara berkala pada sistem pengapian elektronik Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem pengapian elektronik IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Vixion Alat : Caddy tools, Jangka Sorong, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Spark plug, Ignition coil, Crankshaft position sensor VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 2 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Menit Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Literasi Berfikir Kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem pengapian elektronik sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Menit Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem pengapian elektronik sepeda motor Identifikasi masalah Guru membagi kelompok praktik 3-4 anak untuk melakukan praktik dan memberikan job sheet kepada siswa Kerjasama RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


Siswa tiap kelompok mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Berfikir Kritis Kerjasama Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa tiap kelompok melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengapian elektronik sepeda motor Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem pengapian elektronik sepeda motor Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem pengapian elektronik Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Komunikasi Disiplin 45 Menit Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


VIII. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan a. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial Bentuk penilaian : lembar pengamatan Instrumen penilaian : No Nama Peserta didik Kerjasama Tanggung jawab Santun Pro Aktif Nilai Akhir 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. dst Rubrik Penilaian Peserta didik memperoleh skor: 4 = jika empat indikator terlihat 3 = jika tiga indikator terlihat 2 = jika dua indikator terlihat 1 = jika satu indikator terlihat Indikator Penilaian Sikap: 1. Kerjasama a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok b. Ketersediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan d. Rela berkorban untuk teman lain 2. Tanggung Jawab a. Melaksanakan tugas dengan baik b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan c. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan d. Mengerjakan pekerjaan tepat waktu 3. Santun RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


a. Baik budi bahasanya b. Menggunakan ungkapan yang tepat c. Mengekspresikan wajah yang cerah d. Berperilaku sopan 4. Proaktif a. Berinisiatif dalam bertindak b. Mampu menggunakan kesempatan c. Memiliki prinsip dalam bertindak d. bertindak dengan penuh tanggung jawab Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas. Kategori nilai sikap: Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4 Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3 Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2 Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1 Keterampilan KD 4. 15 : Memperbaiki sistem pengapian elektronik IPK : Mereparasi secara berkala sistem pengapian elektronik SMK KESATRIAN PURWOKERTO JOB SHEET PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Tingkat/Semester Judul Job Waktu XII/Genap SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK 7 X 45’ Nama Anggota Kelompok : 1. ................................ 2. ................................ 3. ................................ Kelas : .............................. Tanggal Praktik : .............................. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


A. Identifiksi Komponen Sistem Pengapian : N o Gambar komponen Nama Komponen Fungsi 1 2 3 4 5 6 B. Data Praktik No Item Pekerjaan Hasil Spesifikasi/ Standar Kesumpulan Baik Tidak Standar 1 Identifikasi warna Kabel – Kabel Sistem Pengapian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 7


2 Pemeriksaan tahanan cup busi ....................... Ω 3 Pemeriksaaan celah busi 4 Pemeriksaan percikan bunga api pada busi 5 Pemeriksaan visual kondisi busi 6 Pemeriksaan tahanan primer coil ....................... Ω 7 Pemeriksaan tahanan sekunder coil .................. KΩ 8 Pemeriksaan tahanan Pulser ....................... Ω 9 Pemeriksaan tahanan spul pengapian/pembangkit ....................... Ω Paraf Guru Nilai Paraf Praktikan ............................................ .......................................... RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 8


Instrumen Penilaian Keterampilan No Komponen/ Sub Komponen Indikator Penilaian Skor 1 2 3 4 1 Persiapan Kerja 1.1 Penggunaan pakaian kerja Berpakaian dengan rapih dan lengkap 100 Berpakaian sesuai ketentuan kurang rapih tetapi lengkap 85-90 Berpakaian dengan cukup rapih dan lengkap 80-84 Berpakaian tidak rapih dan lengkap 75-79 Berpakaian kurang sesuai ketentuan tidak rapih 60-74 Berpakaian tidak rapih dan tidak lengkap 0 1.2 Persiapan tools and equipment Tools dan alat ukur dipersiapkan sangat lengkap dan sesuai kebutuhan praktik 100 Tools dan alat ukur dipersiapkan lengkap dan kurang sesuai kebutuhan praktik 85-90 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap tetapi sesuai kebutuhan praktik 80-84 Tools dan alat ukur dipersiapkan kurang lengkap dan tidak sesuai kebutuhan praktik 75-79 Tools dan alat ukur tidak dipersiapkan 0 2 Proses Kerja Kerja 2.1 Pemeriksaan Warna Kabel Memeriksa sesuai SOP tanpa 100 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 9


kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.2 Pemeriksaan Tahanan Cop Busi Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.3 Pemeriksaan celah busi Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 10


bimbingan 2.4 Pemeriksaan percikan bunga api dan kondisi visual busi Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.5 Pemeriksaan Tahanan Primer dan Sekunder Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 2.6 Pemeriksaan tahanan pulser Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada 0 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 11


kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 2.7 Pemeriksaan Tahanan Spull Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan, secara mandiri dan tanpa bimbingan 100 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 85-90 Memeriksa kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 80-84 Memeriksa tidak sesuai SOP tanpa kerusakan dengan banyak bimbingan 75-79 Memeriksa tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 3 Sikap Kerja Menggunakan tools sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan 85-90 Menggunakan tools sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 80-84 Menggunakan tools kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Menggunakan tools tidak sesuai SOP ada kerusakan dan tidak dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 4 Keselamatan Kerja Melakukan pekerjaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan 100 Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan 85-90 RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 12


secara mandiri dengan sedikit bimbingan Melakukan pekerjaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan 80-84 Melakukan pekerjaan kurang sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 75-79 Melakukan pekerjaan tidak sesuai SOP ada kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan 0 5 Waktu Penyelesaian Praktik Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 30 menit 100 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 menit 85-90 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 35 menit 80-84 Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 menit 75-79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik(NP) Persiapan Proses Kerja Sikap Kerja Keselamatan Kerja Waktu ∑ NP 1 2 3 4 5 6 Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum Bobot 10% 60% 10% 10 % 10% NK Keterangan: Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 13


Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum b. Remedial Kisi-kisi soal remedial Kompetensi Dasar Indikator Soal Tingkat Berfikir Jenis Soal Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6 4.15 Memperbaiki sistem pengapian elektronik Mereparasi secara berkala sistem pengapian elektronik √ √ √ √ Uraian 1 2 3 4 Soal Uraian : 1. Apa pengaruh CDI pada sistem pengapian ? 2. Bagaimana cara kerja sistem pengapian elektronik ? 3. Apa fungsi dari sistem pengapian elektronik ? 4. Kapan terjadinya sistem pengapian ? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawaban : CDI akan bekerja untuk mengatur kapan waktunya percikan api dari busi bisa digunakan pada bahan bakar yang telah dipadatkan piston. Fungsi CDI motor besar pengaruhnya pada sistem pengapian mesin motor dan mempengaruhi performanya SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawaban : Sistem pengapian transistor (elektronik) bekerja secara elektronik dengan menggunakan transistor untuk memutuskan arus primer. Sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) memanfaatkan capasitor untuk memutuskan arus primer. Sistem ini lebih populer pada sepeda motor. SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawaban : Fungsi sistem pengapian ini merupakan rangkaian mekatronika yang membantu membangkitkan percikan api melalui pemutusan arus. Percikan api tersebut memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi yang didapatkan dari induksi pada coil RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 14


SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawaban : Waktu pengapian dalam ruang bahan bakar selalu diatur pada titik sebelum piston mencapai puncak saat langkah kompresi. Jadi, selama satu siklus kerja mesin, waktu pengapian hanya terjadi sekali, yaitu tepat sebelum akhir langkah kompresi. SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 c. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Rosihan Wahyu Jatmiko, S.Pd. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 15


MODUL / HAND OUT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR (PKSM) KELAS XII SEMESTER GASAL KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR Materi Pokok : Sistem Pengapian Elektronik Pengertian dan fungsi sitem pengapian elektronik Sistem pengapian adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi untuk melakukan proses pembakaran. Sistem pengapian bekerja melalui proses induksi elektromagnetik untuk menghasilkan tegangan mencapai 20 KV. Selengkapnya, simak cara kerja sistem pengapian beserta rangkaiannya. Sistem pengapian memiliki macam-macam jenis. Setiap jenis pengapian memiliki prinsip kerja yang sama namun memiliki perbedaan pada cara kerja. Macam-macam sistem pengapian yaitu ; 1. Sistem pengapian Konvensional 2. Sistem pengapian Elektronik (Transistor) 3. Sistem pengapian DLI 4. Sistem pengapian CDI Khusus untuk sistem pengapian sepeda motor (CDI), memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Karena sistem pengapian CDI bekerja menggunakan prinsip pengosongan arus. Sistem pengapian ini, lebih popular digunakan pada sepeda motor 4 tak. Nama Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 16


Komponen pengapian konvensional Secara umum, sistem pengapian pada sepeda motor memiliki komponen yang tidak jauh berbeda. Macammacam komponen sistem pengapian CDI adalah sebagai berikut ; 1. Baterai Baterai berfungsi untuk menyuplai arus listrik yang akan dijadikan sumber untuk proses pengapian. Arus dari baterai bersifat DC dan bertegangan 12 Volt. Sumber dari baterai digunakan pada sistem pengapian CDI DC. 2. Spul AC Fungsi spul layaknya altrnator. Komponen ini akan menghasilkan tegangan AC atau bolak-balik yang dihasilkan saat mesin menyala. Komponen ini dapat digunakan agar sepeda motor dapat tetap hidup tanpa dilengkapi baterai. 3. Kunci kontak Kunci kontak adalah komponen yang akan menjadi sinyal untuk menyalakan dan menonaktifkan sistem pengapian pada mesin. Saat kunci kontak berada pada posisi ON, maka arus dari baterai akan mengaliri sistem pengapian. 4. Ignition Coil Ignition coil berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi dari 12 V mencapai 20 KV melalui proses induksi elektromagnet. Koil pengapian juga memiliki banyak jenis, untuk lebih jelas simak Cara kerja ignition coil beserta skema diagram. 5. CDI unit CDI unit adalah komponen yang akan melakukan proses pengosongan arus. Komponen capasitor menjadi bahan elektronika yang dapat menyimpan dan menyalurkan arus listrik. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 17


Di dalam CDI unit terdapat beberapa komponen antara lain, dioda. Fungsi dioda untuk menyearahkan arus yang didapat dari spul AC. Komponen lainya adalah transformator untuk menaikan tegangan arus induksi agar listrik yang masuk kedalam capasitor berlangsung cepat. 6. Pulse igniter Pulse igniter berfungsi seperti sensor CKP. Komponen ini akan mengirimkan sinyal yang menandakan timing pengapain mesin dengan frekuensi tertentu. 7. Kabel busi Kabel busi menjadi penghubung antara ignition coil dengan busi. Kabel ini di desain khusus karena akan mengalirkan listrik bertegangan tinggi. Sehingga kabel ini memiliki karet isolator yang lebih tebal dari kabel pada umumnya. 8. Busi Busi menjadi komponen terakhir pada sistem pengapian. Busi akan mengkonversi energi listrik menjadi percikan api didalam silinder mesin. Simak mengapa busi dapat mengeluarkan api? Untuk lebih detail. Untuk skema rangkaian sistem pengapian CDI, bisa simak gambar dibawah, Skema pengapian cdi Macam macam sistem pengapian elektronik Sistem pengapian ini memanfaatkan komponen elektronik seperti transistor, resistor, dll untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju kemudian dikembangkanlah pengapian elektronik yang dikontrol secara elektronik. Macam – macam pengapian elektronik antara lain : RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 18


a. Transistorized Coil Ignition (TCI) sistem pengapian ini mengaplikasikan transistor sebagai pengontrol arus primer pada rangkaian coil. Sitem pengapian ini memiliki beberapa tipe pembangkit pulsa / sinyal tegangan, antara lain: i. Tipe Induktif : Sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model induktif terdiri dari penghasil pulsa, ignitier, koil, distributor dan komponen pelengkap lainnya. Sistem pembangkit pulsa induktif terdiri dari kumparan pembangkit pulsa (pick up coil), magnet permanen, dan rotor pengarah medan magnet. a. Tipe Hall Efect : Pembangkit pulsa untuk mengaktifkan power transistor dengan model hall effect digambarkan sebagai berikut : Pembangkit pulsa Hall effect RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 19


Apabila bahan semikonduktor dialiri arus listrik dari sisi kiri ke kanan dan semikonduktor tersebut berada dalam suatu medan magnet, maka pada arah tegak lurus terhadap aliran arus itu akan timbul tegangan yang disebut dengan tegangan Hall ( Vh ). Apabila medan magnet yang berada di sekitar semikonduktor tersebut dihilangkan, maka tegangan yang tegak lurus terhadap aliran arus itu juga akan hilang. Pada gambar, medan magnet dihalangi oleh plat logam sehingga tidak melewati semi konduktor, dalam hal ini Vh = 0. Bila bilah logam dihilangkan, maka medan magnet dapat melewati semikonduktor dan Vh ≠ 0. Bila bilah logam itu secara teratur melintasi medan magnet maka pada tegangan Hall akan muncul dan hilang membentuk pulsa tegangan kotak - kotak. Pulsa inilah yang digunakan untuk mentriger rangkaian transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil. Pembangkit pulsa model Hall Effect mempunyai tiga buah kabel atau terminal. atu kabel merupakan sumber arus untuk dialirkan ke bahan semikonduktor yang terdapat di dalam sistem Hall, satu kabel ground, dan satu kabel adalah output tegangan. Bagian lainnya dari sistem ini adalah rotor yang berbentuk bilah dan magnet permanen. b. Capasitive Discharge Ignition (CDI) Capasitive Discharge Ignition (CDI), yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapasitor. Sistem pengapian CDI memanfaatkan capasitor untuk memutuskan arus primer. Sistem ini lebih populer pada sepeda motor. Keenam bagian utama dari sistem pengapian CDI tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Converter DC ke DC : Bagian ini berfungsi untuk mensuplai tegangan untuk pengisian kapasitor. Bagian ini pada prinsipnya terdiri dari rangkaian pengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi (seolah-olah) arus bolak-balik (AC) dengan rangkaian flip-flop. Arus AC yang dihasilkan kemudian dinaikan tegangannya oleh transformator step up menjadi sekitar 300 sampai 500 Volt dan kemudian disearahkan kembali dengan dioda sistem jembatan. Tegangan tinggi inilah yang digunakan untuk mengisi kapasitor. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa bagian ini berfungsi untuk mengubah arus DC menjadi AC kemudian dinaikan tegangannya dan kemudian disearahkan kembali menjadi DC. Kapasitor : Bagian ini berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang disuplai oleh Konverter DC ke DC. Generator pulsa : Bagian ini berfungsi sebagai pemicu (trigger) atau penghasil sinyal untuk mengaktifkan thyristor. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 20


Penguat pulsa (Amplifier) : Bagian ini berfungsi sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh bagian pembangkit sinyal sehingga sinyal tersebut cukup kuat untuk mengaktifkan thyristor. Saklar thyristor (Thyristor switch) : Bagian ini berfungsi untuk mengalirkan energy dari kapasitor ke koil pengapian. Thyristor ini merupakan komponen semikonduktor yang akan bekerja (ON) oleh adanya pulsa tegangan pada kaki gate-nya. Pada saat distributor berputar, pulsa tegangan dihasilkan oleh pick up coil. Pulsa ini dikuatkan oleh amplifier untuk kemudian meng-ON-kan thyristor. Pada saat ON inilah kapasitor mengeluarkan energinya ke kumparan primer koil. Kemudian thyristor kembali OFF dan kapasitor terisi kembali. Koil : Koil pengapian dalam hal ini berfungsi sebagai transformator yang menghasilkan tegangan tinggi untuk disalurkan ke busi. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpan induktif (inductive storage system). Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi. Capasitive Discharge Ignition (CDI) c. Sistem Pengapian Terkontrol Komputer Sistem pengapian terkontrol komputer merupakan sistem pengapian yang ada pada mesin yang sudah menggunakan sistem bahan bakar injeksi (EFI). Pengontrolan pengapian dilakukan oleh komputer (electronic contro lunit/ECU) yang juga sebagai pengontrol sistem penginjeksian bahan bakar. Pengontrolan ini terutama pada sistem pemajuan atau pemunduran saat pengapian (ignition timing) yang disesuaikan dengan kondisi kerja mesin. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 21


Komputer unit menentukan saat pengapian berdasarkan masukan masukan dari sensor dan memori internalnya yang memiliki data saat pengapian yang optimal untuk setiap kondisi putaran engine. Setelah menentukan saat pengapian, komputer unit memberikan sinyal saat pengapian ke igniter. Bila sinyal tersebut dalam posisi OFF, igniter akan memutus aliran arus primer koil dengan cepat sehingga terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder. Sistem pengapian terkontrol komputer terbagi menjadi beberapa kategori dasar, yaitu : Sistem pengapian dengan distributor Sistem pengapian tanpa distributor / distributorless ignition system (DLI) Sistem pengapian langsung / direct ignition system (DIS) Electronic Spark Advancer (ESA) Komponen utama sistem pengapian terkontrol komputer terdiri dari : Sensor poros engkol (sinyal Ne) Igniter Koil Kabel-kabel Busi Komputer (ECM) dan input-inputnya. Komponen sistem pengapian terkontrol komputer Syarat - syarat dari sistem pengapian antara lain : Sistem Pengapian harus memiliki sumber arus listrik yang memadai selama sistem bekerja. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 22


Sistem pengapian harus menghasilkan tegangan yang tinggi supaya bunga api listrik yang dihasilkan pada celah busi yang mampu membakar campuran udara dan bahan bakar terkompresi di dalam ruang bakar. Sistem pengapian harus mampu mendistribusikan tegangan tinggi yang dihasilkan ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan pada mesin. Sistem pengapian harus mampu melayani kebutuhan saat pengapian yang tepat disesuaikan dengan putaran dan beban mesin. Sistem pengapian harus memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas dan getaran yang dihasilkan oleh mesin. Memelihara sistem pengapian elektronik Komponen yang perlu dirawat adalah: 1. Busi Busi harus mampu membakar campuran udara dan bahan bakar dengan sempurna, maka harus mampu membuat loncatan bunga api yang kuat. Pemeriksaa busi meliputi: a. Pemeriksaan secara visual Kondisi busi normal Kondisi busi bersih dan elektrode berwarna merah bata ini menunjukkan performance mesin baik Kondisi busi berjelaga RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 23


Kondisi seperti ini disebabkan karena sistem bahan bakar yang tidak baik. Campuran terlalu kaya , hal ini disebabkan oleh filter udara tersumbat dan setelan pelampung terlalu rendah. Kondisi busi penuh dengan endapan karbon Kondisi seperti ini disebabkan ada oli yang terbakar di dalam ruang bakar. Hal ini disebabkan kerusakan ring piston, piston, dinding silinder, penghantar katup dan seal katup. Bersihkan busi dengan spark plug cleaner: b. Menyetel celah busi Setel celah busi 0,8 - 1,1 mm RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 24


c. Memeriksa kabel tegangan tinggi 1). Buka penutup distributor 2). Ukur nilai tahanan kabel tegangan tinggi Nilai tahanan kabel tegangan tinggi < 25 kilo ohm. Posisikan selektor pada 1 kilo ohm Kalibrasikan ohm meter Hubungkan tester pada terminal distributor dan ujunga kabel tegangan tinggi seperti gambar di bawah ini: d. Memeriksa coil pengapian 1. Buka penutup distributor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 25


2. Periksa kumparan primer Set selektor pada 1 ohm Kalibrasi ohm meter Colokkan tester pada terminal + dam - coil pengapian. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 26


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website: smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas / Semester : XII TBSM / Gasal Materi Pokok : Mengidentifikasikan kerusakan sistem starter No. RPP : 4-5 Pertemuan Ke : 4-5 Alokasi Waktu : 14 JP X 45 Menit I. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Bisnis Sepeda Motor Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 1


II. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 3 3.1 3.2 KD 4. 12 : Memperbaiki sistem starter IPK 1. Mengidentifikasikan kerusakan sistem starter Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mengidentifikasikan kerusakan sistem starter sepeda motor dengan benar III. Materi Pembelajaran a. Materi Faktual (dapat diamati dengan indera atau alat) Mengidentifikasi kerusakan sistem starter b. Materi Konseptual (Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan) Identifikasi jenis-jenis kerusakan pada sistem starter c. Materi Prinsip (Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait) Macam-macam kerusakan pada sistem starter Langkah-langkah penanganan gangguan pada sistem starter d. Materi Prosedural (sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip) Prosedur mengidentifikasi masalah pada sistem starter Cara melatih pengunaan alat yang digunakan dalam perawatan sistem starter IV. Strategi Pembelajaran : 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan 3. Model : Problem Based Learning V. Media / Alat / Bahan : Media : : Sepeda Motor Yamaha Vixion Alat : Caddy tools, Jangka Sorong, Multitester, Nampan, Kain majun , bike lift Bahan : Dinamo starter, Relay Starter, Battery, Jobsheet VI. Sumber Belajar : 1. Hand Out 2. Youtube, Internet, Google 3. Manual book sepeda motor RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 2


VII. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan ke- 4 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem starter sepeda motor Komunikasi Berfikir kritis 225 Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik mengidentifikasi kerusakan sistem starter sepeda motor Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 3


praktik dilakukan secara individu dan setelah selesai praktik membuat laporan praktik Siswa mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Guru mempersilahkan siswa untuk membaca manual book dan hand out pada saat praktik Siswa membaca manual book dan hand out agar praktik dilakukan sesuai prosedur Komunikasi Literasi Berfikir Kritis Kreatif Pengumpulan data Guru meminta siswa mengidentifikasi kerusakan pada komponen-komponen sistem starter sepeda Siswa mengidentifikasi pada komponen-komponen sistem starter sepeda Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem starter Komunikasi Kreatif Penutup Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Guru menyampaikan siswa yang belum melaksanakan praktik untuk melaksanakan praktik pada pertemuan selanjutnya Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 4


Pertemuan ke- 5 : 7 x 45 Menit LANGKAH PEMEBELAJARAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN DESKRIPSI KEGIATAN Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS WAKTU Pendahuluan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran. Siswa melanjutkan membaca suratan pendek atau membaca AlQuran (Pend. Karakter Religius) Religius 45 Siswa melakukan kegiatan pemanasan sebelum memulai pembelajaran Siswa melakukan kegiatan membersihkan, merapihkan barang/benda dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa (Pend. Karakter Budaya Industri / 5S) guna pembiasaan softskill siswa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Disiplin Berfikir kritis Komunikasi Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya Inti Stimulus Guru menyampaikan tata cara praktik perbaikan sistem starter sepeda motor Literasi Komunikasi Berfikir kritis 225 Siswa mengamati dan memahami tata cara praktik perbaikan sistem starter sepeda motor Identifikasi masalah Guru memberitahukan untuk praktik dilakukan secara individu dan setelah selesai praktik RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 5


membuat laporan praktik Siswa mengambil job sheet dan memahami isi job sheet terlebih dahulu Guru mempersilahkan siswa untuk membaca manual book dan hand out pada saat praktik Siswa membaca manual book dan hand out agar praktik dilakukan sesuai prosedur Komunikasi Literasi Berfikir kritis Komunikasi Berfikir kritis Komunikasi Pengumpulan data Guru meminta siswa melakukan pengecekan pada komponenkomponen sistem starter sepeda Siswa melakukan pengecekan pada komponen-komponen sistem starter sepeda Pembuktian Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya Siswa menyampaikan hasil pemeriksaan setiap komponennya. Menarik kesimpulan Siswa menyajikan job sheet yang di isi setelah melakukan pengecekan Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru Siswa menyimpulkan materi tentang masalah pada sistem starter Komukasi Kreatif Penutup Guru meminta siswa untuk mengumpulkan laporan praktik sistem starter Guru menyampaikan evaluasi praktik yang sudah dilakukan Disiplin Komunikasi Disiplin 45 Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius RPP / PKSM / XII / TBSM / ROSIHAN WAHYU JATMIKO, S.PD. / 2023/2024 6


Click to View FlipBook Version