The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kumpulan Cerpen yang ditulis bersama para guru hebat di seluruh Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kepe227102, 2022-12-13 21:50:07

HISTOIRE D'AMOUR

Kumpulan Cerpen yang ditulis bersama para guru hebat di seluruh Indonesia

Histoire D’amour
1

Histoire D’amour
2

Histoire D’amour

Histoire D’amour

Tim Penulis:

Weldamayenti, S.Pd.– Fauzi Ashari, M.Pd. - Agustina Oktovina Wattimury, S.Pd. -
Rismawati, S.Pd. - Lilis Sulis Setyoningrum, S.Pd. -Sri Ayu Ningsih, S.Sos.-
Mahfudlotul Farida, S.Pd. - Riyahya Lestari, S.Pd. -
Sylvia Rizki Amalia, S.Pd. -Santi Manda Sari, S.Pd.I. -
Dewi Ayu Asti, S.Pd. -Ika Kurniawati, S.Pd. - Wike Novianda, S.Pd. -
Ardinawati, M.Pd. -Eliyana, S.Pd. - Cucu Karnelis, S.Pd. -
Diana Nora Putri, S.Pd. -Solihah, S.Pd. - Burhanudin, S.Pd., M.Pd. -
Siti Nuryati, S.Pd. - Fenti Karmalita, S.Pd. - Kurnia Septiani, S.Pd. -
Dahlia, S.Pd. - Sisca Marlina Elisabeth, S.Pd. - Ramayulis Rahman, S.Pd. -
Wiyanto, S.Pd.I, S.Pd. - Krispa Elan Paramudita E., S.Pd. - Yusriadi, S.Pd. -
Devi Setya Utami, S.Pd. - Asri Puji Rahayu, S.Pd. -Silvi Arriyanti, S.Pd. -
Dwiati, S.E. - Hermanto, S.Pd. - Alfwinna Schrampfer, S.Pd. -
Istianah, S.Pd. - Dwi Suciasriani, S.Pd. - Rian Purwanti, S.Pd. -
Ratna Sari, S.Pd. - Reviana Aulia Sandi, S.Pd. - Siska Eliza, S.Pd. -
Euis, S.S., M.M.Pd. - Irma Irianti, M.Pd. - Raudatul Jannah, S.Pd. -

Nur Syifa Fauziyah, S.Pd.I. - Yunus Tanthowi, S.Pd.- Sun Indira S, S.Pd. – Soraya
Setiawati, S.Pd.

3

Histoire D’amour

Histoire D’amour

Antologi Cerpen

Copyright © 2022
Sisca Marlina Elisabeth, S.Pd., dkk
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

Editor :Yuke Synthia Dewi, S.Pd.
Penata Letak :Umi Nur Aziza

Desain Sampul :Alfi Rohmatul Lail

Diterbitkan oleh :

CV. Babad Bumi
FB : Babad Bumi
Hp : 085-749-911-174

Cetakan I, Agustus 2022
ISBN : 978-623-5588-82-7

Dimensi 14 cm x 20 cm
318 Halaman

Self Publishing

Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau
seluruh isi buku ini tanpa seizin tertulis dari penerbit

4

Histoire D’amour

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas selesainya Antologi Cerpen yang berjudul Histoire
D’amour. Atas dukungan moral dan materiil yang diberikan dalam
penyusunan Antologi Cerpen ini, maka kami mengucapkan terima
kasih kepada Yuke Synthia Dewi, S.Pd., selaku editor naskah
cerpen kami yang telah meluangkan waktunya, memberi saran, ide
dalam pembuatan antologi ini.

Terimakasih kepada seluruh rekan guru dalam Guru
Hebat Indonesiadari Sabang sampai Merauke yang telah bersusah
payah berkolaborasi menuangkan idenya betapa pentingnya kasih
sayang dalam hidup.

Kami berharap, kelak buku ini akanmenjadi inspirasi
betapa universal arti cinta itu. Bukan hanya cinta kepada pasangan
saja melainkan cinta kepada sesama dan Tuhan lebih dari
segalanya. Kami juga berharap, buku ini bisa memacu semangat
kami untuk bisa lebih menampilkan talenta kami dalam bidang
literasi selain mengajar. Aku akan mencintaimu dengan
sederhana. Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada
api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintainya dengan
sederhana. Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada (Kahlil Gibran).

Klaten, 10 Juli 2022

5

Histoire D’amour

Daftar Isi

Kata Pengantar _______________________________________ 5
Daftar Isi_____________________________________________ 6
1. Akhir Sebuah Penantian -Weldamayenti, S.Pd. ______________ 9
2. Guru Rasa Operator - Fauzi Ashari, M.Pd. _________________ 14
3. Hahalang dan Kamboti - Agustina Oktovina Wattimury, S.Pd. _ 21
4. Sepenggal Kisah -Rismawati, S.Pd. _______________________ 26
5. Terima Kasih, Ndre! - Lilis Sulis Setyoningrum, S.Pd. _________ 33
6. KetetapanNya Jauh Lebih Indah dari Rencanaku - Sri Ayu
Ningsih, S.Sos. _______________________________________ 41
7. Buah dari Kesabaran - Mahfudlotul Farida, S.Pd. ___________ 47
8. Kisah Ibu dengan Kedua Putri Cantiknya - Riyahya Lestari, S.Pd.52
9. Jejak Langkahku - Sylvia Rizki Amalia, S.Pd. ________________ 59
10. Ibu yang Pemarah - Santi Manda Sari, S.Pd.I. ______________ 65
11. Namaku Ayu - Dewi Ayu Asti, S.Pd. ______________________ 71
12. Saat Anakku Pulang Telat - Ika Kurniawati, S.Pd. ____________ 78
13. Rindu Asa - Wike Novianda, S.Pd.________________________ 84
14. Tantangan Kehidupan - Ardinawati, M.Pd. ________________ 91
15. Ternyata Mertuaku Menyayangiku - Eliyana, S.Pd. __________ 97

6

Histoire D’amour
16. Kisah Perjalananku Menjadi ASN - Cucu Karnelis, S.Pd. ____ 104
17. Darimu (siswaku) Aku Belajar - Diana Nora Putri, S.Pd. _____ 111
18. Luka Sepotong Hati - Solihah, S.Pd. _____________________ 117
19. Demi Kau, Ibu - Burhanudin, S.Pd., M.Pd. ________________ 124
20. Attitude - Siti Nuryati, S.Pd. ___________________________ 132
21. Karma - Fenti Karmalita, S.Pd. _________________________ 139
22. Aku ingin pulang - Kurnia Septiani, S.Pd._________________ 146
23. Gita Cinta Masa SMA - Dahlia, S.Pd. ____________________ 151
24. Kebahagiaan yang Tertunda - Sisca Marlina Elisabeth, S.Pd. _ 156
25. Indah pada Waktunya - Ramayulis Rahman, S.Pd. _________ 164
26. Pedagang Cilok Keliling Menjadi Guru - Wiyanto, S.Pd.I, S.Pd. 171
27. Bu Guru Nunik - Krispa Elan Paramudita E., S.Pd.__________ 178
28. Jalan Takdirku - Yusriadi, S.Pd. ________________________ 186
29. Tentang Rasa - Devi Setya Utami, S.Pd.__________________ 193
30. Putraku, Anugerahku - Asri Puji Rahayu, S.Pd. ____________ 200
31. Janin Dua Bulanku - Silvi Arriyanti, S.Pd. _________________ 206
32. Pergeseran Manajemen - Dwiati, S.E. ___________________ 214
33. Tukinah yang Malang - Hermanto, S. Pd. ________________ 221
34. Di Atas Cinta Masih Ada Cinta - Alfwinna Schrampfer, S.Pd. _ 227
35. Aku dan Pendidikan Anak Usia Dini - Istianah. S.Pd. _______ 233
36. Senja - Dwi Suciasriani, S.Pd. __________________________ 241
37. Dua Peran Penting - Rian Purwanti, S.Pd. ________________ 249

7

Histoire D’amour
38. Menjemput Matahari Terbit - Ratna Sari, S.Pd. ____________ 253
39. Melangitkan Asa - Reviana Aulia Sandi, S.Pd.______________ 259
40. Menggapai Asa - Siska Eliza, S.Pd. ______________________ 266
41. Temanku, Si Pengkhianat - Euis, S.S., M.M.Pd. ____________ 273
42. Segelas Coffelatte - Irma Irianti, M.Pd.___________________ 281
43. Kita Berbeda - Raudatul Jannah, S.Pd. ___________________ 288
44. Pupus Impianku - Nur Syifa Fauziyah, S.Pd.I. ______________ 296
45. Satu Langkah - Yunus Tanthowi, S.Pd. ___________________ 303
46. Hapsari - Sun Indira S, S.Pd. ___________________________ 310
47. Berharap ASN - Soraya Setiawati, S.Pd. __________________309

8

Histoire D’amour

Akhir Sebuah Penantian

Weldamayenti, S.Pd.

S etiap orang adalah guru bagi sekitarnya.
Berbahagialah yang punya jiwa guru dan
mengabdi didunia pendidikan, itu rezeki dari Allah SWT,
tidak semua orang mempunyainya, apapun statusnya
PNS,P3K, ataupun honorer.
Didaerah bagianSelatan—KabupatenSolok, terdapat
sebuat desa yang biasa dijuluki negeri dingin tanpa
saljukarena daerahnya memang sangat dingin, yang mana

9

Histoire D’amour
mayoritas penduduknya adalah petani. Welda adalah salah
satu dari anak petani yang bercita-cita ingin menjadi seorang
guru dan membuat orangtua bangga.

Welda seorang guru P3K yang berasal dari
honorerdan sudah belasan tahun mengabdikan diri disebuah
sekolah negeri. Saat lulus dari bangku perkuliahan,
saatnyalah untuk mencari pekerjaan. Bulan April 2007,
Welda mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan sebagai hasil
dari pendidikan selama tiga setengah tahun dikampus STKIP
PGRI Sumbar dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Welda mecoba memasukan surat lamaran ke
beberapa sekolah negeri maupun swasta, tetapi belum
mendapatkan hasil karena saat itu memang guru
BahasaInggris banyak. Juli 2007,ia mencoba mencari sebuah
sekolah yang berada diluar kecamatan tempatnya
tinggal.Kebetulan, kepala sekolahnya eks—guru dan kepala
sekolah Welda dulunya. Alhamdullillah, bisa ikut bergabung
disekolah tersebut. Disana sudah ada dua orang guru
bahasaInggris; yang satu PNS dan yang satu lagi honorer,
jadi dengan bergabungnya Welda disana menjadi tiga orang
guru bahasa Inggris.

Pada bulan September 2017, Welda dapat tawaran
mengajar di SMA N 1 Danau Kembarkarena salah satu guru
bahasa Inggris-nya cuti melahirkan. Alhamdulillah, dapat
menambah pengalaman dan juga tambahan penghasilan.
Selama tiga bulan Welda menggantikan jam guru tersebut.

10

Histoire D’amour
Setelah tiga bulan saat guru tersebut masuk dan Welda masih
dikasih jam. Tidak dilepas begitu saja.

Dari saat itu, welda mengajar dua sekolah. Sekolah
antara SMA dan SMP itu jaraknya lumanyan dekat, masih
dalam kecamatan yang sama, jadi bisa ditempuh dalam waktu
lima menit saja. Awalnya tak ada masalah tentang jam
pembelajaran, tapi setelah tahun 2015, jam mata pelajaran
BahasaInggris berkurang. Welda dapat mata pelajaran
Prakarya

Pada tahun yang sama 2015—di SMP tempat welda
honor, masuklah seorang guru PNS yang telah sertifikasi
yang sama jurusannya. Dari sinilah mulainya kekhawatiran
tidak mengajar bidang studi BahasaInggris lagi. Guru ini juga
pernah merasakan jadi guru honorer, jadi dia tahu dan
merasakan kekhawatiran itu. Saat diadakan rapat bulanan, dia
menyampaikan ingin membagi jam sedikit untuk Welda.
Karena dia baru melahirkan. Hal ini tidak membuat keadaan
membaik, sebabKepalaSekolah tidak mengizinkan,
disampaikan kalau guru nohorer bisa mengajar bidang studi
lain yang jamnya berlebih. Sekitar dua tahun guru tersebut
mutasi lagi ke sekolah sebelumnya.

Waktu tes CPNS 2015 dibuka, beberapa orang siap
mengikuti tes CPNS. Teman Welda pun lulus. Perasaan
Welda tidak bisa dibohongi, ada rasa kecewa dalam dirinya.
Tidak hanya satu kali tes, tapi sudah empat kali semenjak
tamat perkuliahan, Welda mengikuti tes. Baik dalam dan luar

11

Histoire D’amour
kabupaten, maupun diluar provinsi—sudah Welda coba, tapi
belum membuahkan hasil. Semenjak itu, Welda tak pernah
lagi mengajar jurusan Bahasa Inggris. Welda mengajar
bidang studi yang jamnya berlebih atau yang gurunya tidak
ada sama sekali. Seperti; Keterampilan Pertanian, BAM
(Budaya Alam Minangkaba) dan Mata Pelajaran Prakarya

Pada tahun 2018, Welda resign dari SMA Danau
Kembar. Jam yang dulu dipegang, lama-kelamaan
berkurang.Berhubung jumlah siswa yang mendaftar disana
juga berkurang. Tidak hanya Welda yang tidak dapat jam,
ada jug beberapa orang teman yang bernasib sama dengan
Welda. Banyak yang pindah bahkan berhenti bekerja.

Selang beberapa tahun, ada seorangmurid yang telah
lulus kuliah, kebetulan anak tersebut masuk honor juga
disekolah Welda. Nah, karena anak yang sudah jadi guru ini
baru pertama kali mengajar, kembali Welda merasa
terpanggil untuk sedikit membantu mengarahkan anak
tersebut cara praktik mengajar Dengan baik, sesuai kondisi
anak didik dan lingkungan yang ada disekolah tersebut
sebagai tambahan dari hasil kuliahnya yang memang sudah
baik.

Seiring waktu berjalan, tiba masanya Welda ikut
seleksi CPNS. Ini adalah kesempatan terakhir bagi Welda
untuk bisa ikut seleksi, karena sudah sampai batas
umur.Setelah bergumul beberapa jam didepan komputer,
hasilnya, keberuntungan masih juga belum berpihak.

12

Histoire D’amour
Pelangi mulai menampakkan warnanya, dua bulan
setelah tes CPNS terakhir yang Welda ikuti, diadakanlah tes
ASN P3K. Dengan semangat dan persiapan yang matang,
Welda kembali mengikuti, walau banyak rintangannya.
Alhamdulillah, Welda lulus dengan nilai tertinggi
dikabupaten tempat Welda saat itu. Ujian belum berakhir
sampai disitu.Welda masih melanjutkan mengajar dengan
status honor. Selama setahun ia menunggu SK dan
penempatan dengan masih mengajar bidang studi Prakarya.
Alhamdulillah, sejak Maret 2021, Welda sudah
menikmati hasil dari kesabarannya selama ini. Satu bulan
mengajar disekolah yang baru, Welda dikarunia seorang
putra. Tahun 2022, ia dapat kesempatan ikut Pretest PPG.
Alhamdulilah,lulus akademik. Rezeki sudah diatur oleh
Allah. Sabar dan ikhlas, maka akan ada balasan yang indah
dari Yang Maha Kuasa.

Alahan Panjang, 10 Juli 2022

Bionarasi Penulis
Weldamayenti,S,Pd. Lahir di Alahan Panjang 09
September 1984.Lulus dari STKIP PGRI SUMBAR Tahun 2007
dengan JurusanPendidikan Bahasa Inggris. Saat ini mengajar di
SMP Negeri 4 Lembah Gumanti dan ibu dari satu putri dan dua
putra yang berdomisili di Alahan Panjang Kota Dingin Tanpa Salju.
Pembaca bisa lebih dekat dengan penulis lewat akun media social
instagramnya @weldamahhri1984

13

Histoire D’amour

Guru Rasa Operator

Fauzi Ashari, M. Pd.

P ada zaman era digitalisasi, tepatnya zaman
industri 4.0, manusia dituntut untuk
menguasai teknologi dengan cepat. Perubahan informasi yang
disampaikan begitu banyak melalui media-media publik,
membuat ilmu pengetahuan selalu berkembang dari hari ke
hari. Hal ini menjadikan dunia pendidikan tertantang untuk
melakukan perubahan dalam melakukan proses pembelajaran
di sekolah. Guru mempunyai peran penting dalam

14

Histoire D’amour
menyukseskan keberhasilan peserta didik agar menjadi
seorang yang berguna bagi bangsa dan negara, serta berbakti
kepada orang tua. Guru juga mempunyai tugas untuk
menguasai perubahan-perubahan kurikulum baru dalam dunia
pendidikan.

Kurikulum Merdeka mengharuskan guru melek
teknologi agar fitur-fitur dilaman yang disediakan oleh
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,
dapat dimanfaatkan dengan baik.

Penulis ingin menceritakan sebuah pengalaman
seorang guru yang berhasil mengajarkan guru-gurunya
menjalankan komputer sebagai sarana untuk pembelajaran
disekolah. Guru tersebut penulis panggil dicerita inisebagai
Umar. Umar dikenal sebagai guru muda yang cekatan dalam
urusan teknologi komputer. Oleh sebab itu, Umar selalu
diandalkan jika ada tugas sekolah dalam bentuk
komputerisasi dan digitalisasi.

Umar mengajar di SMP Negeri 1 Tarumajaya—
tempat beliau menimba ilmu pula. Pada masa sekolah dulu,
beliau memang dikenal dengan anak yang rajin dan aktif
dalam pergaulan, baik dengan teman-teman sebaya dan juga
dikalangan guru-gurunya.

Singkat cerita, Umar melamar pekerjaan sebagai guru
di tempat beliau belajar.Dengan membawa persyaratan
lengkap, layaknya sebagai pelamar mengajukan lamaran di
sekolah-sekolah. Sesampainya di SMP Negeri 1

15

Histoire D’amour
Tarumajaya,Umar memberikan Permohonan Surat Lamaran
kepada Bapak Hery yang merupakan guru Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS)—sang guru Umar.

Bapak Hery berkata, ―Loh, kamu Ashari, kan, yah?‖
Umar mempunyai kepanjangan nama; Umar Ashari.
Jadi, Bapak Hery memanggil nama belakang Umar.
Kemudian Umar menjawab kepada Bapak Hery, “Iya,
Bapak. Saya Umar Ashari, Alumni SMP Negeri 1
Tarumajaya.‖
―Ada perlu apa Ashari, bawa map segala itu,‖ tanya
Bapak Hery pada Umar.
―Saya ingin mengajukan lamaran, Pak. Sebagai guru
Bahasa Inggris. Apa ada lowongan disini?‖jawab Umar.
―Oh, sekarang memang kita membutuhkan guru
Bahasa Inggris, Ashari. Ya Sudah, kebetulan sekarang sedang
ada Masa Orientasi Siswa Baru. Silakan, kamu langung isi
kelas yang kosong, ya,‖ lanjut Bapak Hery
Umar sontak kaget karena baru saja tiba untuk
mengajukan lamaran, malah langung disuruh untuk mengisi
kelas kosong di kegiatan masa orientasi siswa baru. Hal itu
beralasan karena Bapak Hery mengenal sosok Umar yang
waktu belajar disekolahbegitu rajin, ramah, dan ulet dalam
menyelesaikan pekerjaan.
Tidak hanya Bapak Hery yang menilai seperti itu,
guru-guru senior pun yang berada di SMP Negeri 1

16

Histoire D’amour
Tarumajaya merasakan hal yangsama. Inilah yang menjadi
nilai tambahan Umar untuk dipekerjakan di sekolah ini.

Umar menekuni karier sebagai guru Bahasa Inggris
dengan sangat mencintai perkerjaanya sebagai tenaga
pengajar. Beliau menjadi panutan guru muda yang
mempunyai banyak inovatif dan kreasi-kreasi yang baru
dalam dunia pengajaran. Sampai-sampai salah satu pengawas
sekolah bernama Bapak H. Endang, yang berada diwilayah
Kecamatan Tarumajaya, memberikan tawaran kepada Umar
untuk menjadi Narasumber program CSR PT. Pembakitan
Jawa-Bali, yang merupakan Perusahaan Listrik Tenaga Gas
Uap. Berada di wilyah Kecamatan Tarumajaya. Bapak H.
Endang meminta kepada Umar untuk mengajarkan
Information Technology mengenai komputer kepada guru-
guru Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah
Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, pegawai
kecamatan dan pegawai desa-desa se-Kecamatan
Tarumajaya.

Pengawas H. Endang meminta kepada Umar, ―Umar,
tolong kamu ajarkan kepada guru-guru dari tingkat
TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, pegawai
puskesmas dan pegawai kantor di desa untuk meningkatkan
penguasaan dalam mengoperasikan komputer.‖

Umar yang mendengar tugasnya begitu banyak
langsung kaget dan berkata kepada Bapak Pengawas H.
ending, ―Lohh,Kok, Pak Aji, banyak sekali peserta yang

17

Histoire D’amour
harus saya ajarkan, sementara kemampuan saya di Bahasa
Inggristidak linear di saya, kalo saya harus mengajarkan
komputer, itu bukan jurusan saya.‖

Bapak pengawas H. Endang pun tidak lantas
menyurutkan Umar untuk mengajarkan kepada peserta
pelatihan komputer, justru berkata seperti ini kepada guru
Umar, ―Umar ajarkan saja yang paling mendasar tentang cara
pengoperasian komputer, peserta pelatihan ini nantinya
adalah para guru-guru dan pegawai-pagawai yang umurnya
sudah cukup tua, tetapi keseharianyamembutuhkan komputer
dalam pekerjaan sehari-hari. Jadi, Umar cukup membimbing
dan memperkenalkan komputer yang dasar-dasar saja. Hal
inilah yang mendorong dari PT. PJB untuk memberikan CSR
kepada UPTD pendidikan wilayah Tarumajaya karena dilihat
masih banyak yang membutuhkan bimbingan komputer
sekarang ini.‖

Mendengar nasihat seperti itu dari bapak pengawas,
Umar tersentak hatinya untuk segera mengadakan pelatihan
komputer yang dikira sangat membutuhkan bimbingan untuk
pengoperasian komputer dalam dunia pendidikan dan dunia
pemerintahan di wilayah Kecamatan Tarumajaya. Pelatihan
pun berjalan selama dua minggu yang di adakan di SMP
Negeri 1 Tarumajaya.Pesertanya kebanyakan ibu-ibu dari
sekolah-sekolah dan puskesmas, adapun dari kaum laki-laki
berasaldari perwakilan desa-desa sekecamatan Tarumajaya.
Setelah pelatihan ini, kegiatan pelatihan pengoperasian

18

Histoire D’amour
komputer diadakan rutin setiap akhir tahun yang danaya
diserap dari CSR PT. PJB yang diberikan dalam program
masyarakat.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Tarumajaya melihat
sepak terjang Umar yang menguasai InformationTechnology
memanggilnya untuk masuk dalam barisan Tenaga
Kependidikan untuk membantu mengelolah Data Pokok
Kependidikan disekolah SMP Negeri 1 Tarumajaya.
Semenjak saat itulah Umar memegang peranan di Tata Usaha
dalam mengelola DAPODIK dan menjadi
TimInformationTechnology disekolah tersebut. Umar tidak
hanya mengolah data-data sekolah, tetapi beliau mengajarkan
guru-guru bagaiamana cara mengajarkan kepada siswa pada
zaman pandemik. Beliau mendorong agar guru-guru
menggunakan pengajaran daring sesuai dengan Kurikulum
Darurat yang penyampaian model pembelajaran berbasis
jaringan internet. Sampai saat ini Umar memegang peranan
sebagai seorang guru Bahasa Inggris dan sebagai operator
sekolah yang selalu siap memberikan ilmu kepada peserta
didik dan teman sejawat baik yang muda-muda maupun yang
sudah tua.

Hal inilah yang membuat penulis menceritakan sosok
beliau yang sampai saat ini masih terus semangat
mengejarkan kepada rekan-rekannya dan masih memegang
peranan sebagai operator disekolah tersebut.

Bekasi, 04 Juli 2022

19

Histoire D’amour
Bionarasi Penulis
Penulis menceritakan sosok guru Bahasa Inggris yang gigih
untuk mengajarkan seluruh kemampuanya kepada rekan-rekanya.
Fauzi Ashari, M. Pd.lahir di Bekasi pada tanggal 04 Juli 2022.
Penulis merupakan guru Bahasa Inggris lulusan dari Universitas
Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dan Pacsa Sarjana di Universitas
Indraprasta PGRI Jakarta. Motto hidup ‘Let’s enjoy n do the best.’

20

Histoire D’amour

Hahalang dan Kamboti

Agustina Oktovina Wattimury, S.Pd.

J am dinding menunjukan pukul setengah dua
pagi. Aku tersentak dari tidur pulasku, setelah
mendengar bunyi dering ponsel merk Nokia 3350.
Kesadaranku masih belum terkumpul, segera kuraih ponsel
yang tergeletak disebelah bantalku dan menekan tombol hijau
itu. Terdengar suara dari ujung sana memanggil namaku.
―Nona ....‖

21

Histoire D’amour
Aku mengenali suara laki-laki itu, dia saudara laki-
lakiku, Seo.Dengan suara parau, langsung kujawab ―Iya.
Kenapa meneleponku jam segini?Apakah terjadi sesuatu?‖
Diujung sambungan telepon itu kudengar suara parau
setengah menangis. Aku terdiam sejenakdan kembali
bertanya, ―Seo, kenapa? Apakah ada yang salah? Katakan
sesuatu?‖ Aku setengah berteriak.
Setelah beberapa saat terdiam, diapun langsung
menjawab dengan terbata-bata, ―Apakah kau sudah mendapat
pesan dari Papa?‖
Akupun langsung menimpali, ―Belum... ada apa??
Apa isi pesannya?‖ Aku.pun penuh penasaran.
Sambil menangis dia membaca pesan yang dikirim
oleh Ayah.
―Seo, One, dan Nona, Dengan sebuah ‗hahalang‘1 dan
sepasang ‗kamboti‘,Papa berjalan dibawah pepohonan kelapa
yang bukan milik kita, hanya untuk mencari kelapa agar bisa
dijadikan kopra untuk kuliah kalian bertiga. Papa harap jerih
juang Papa berbuah hasil yang baik.‖
Sambil berderai air mata, Akupun beranjak bangun
dari tempat pembaringan. Aku tak hentinya menangis. Dalam
benak, apakah aku harus menyerah? Apakah aku harus
berhenti disini saja? Apakah aku puas dengan hasil jerih
payahku selama ini?

1Bambu yang biasa dipakai untuk memikul.
22

Histoire D’amour
Orang tuaku petani, tetapi punya cita-cita yang besar
bagi anak-anaknya. Mereka tak ingin ke-tiga anaknya kelak
akan menjadi seperti dirinya. Mereka punya kerinduan dan
khayalan setinggi mungkin agar anak-anaknya kelak bisa
menaikan derajat dan nama mereka, lalu dengan bangga
mengatakan, ―Bahwa walaupun saya petani, anak-anak saya
bisa sukses.‖
Itu cerita yang selalu digaungkan Papa setiap kali ia
pulang dari kebun dengan raut wajah yang lelah, kulit yang
hitam terbakar matahari, dengan alas kaki tarupa2.
Tiba saatnya satu persatu dari kami harus melanjutkan
sekolah ke jenjang universitas. Kami harus meninggalkan
rumah, kampung halaman, dan orang tua untuk pergi
menuntut ilmu ke Ambon. Disana kami bertiga hidup
bersama pada satu kamar kos kecil dengan kasur seadanya.
Kami yang biasanya hidup di kampung dengan
kurangnya wawasan pergaulan, kami yang hanya bisanya
bermain di ladang, kebun dan hutan ditemani dengan suara
percikan air, suara jangkrik, serta kodok.
Disini lain, kami bertemu berbagai macam teman dari
berbagai macam golongan dan status sosial yang berbeda.
Kami yang hanya biasa makan singkong dan papeda3, tak
kuasa ingin memanjakan lidah dengan makanan orang
perkotaan.

2Sejenis Sendal yang terbuat dari ban mobil bekas.
3Makanan khas Maluku yang terbuat dari sagu.

23

Histoire D’amour
Demikian juga diriku, ketika di kampung,fashion
bukanlah suatu item yang harus selalu dinomorsatukan,
asalkan ada yang muat dibadan, itu lebih dari cukup. Merasa
tak bisa memenuhi segala kebutuhanku di rantau, jika hanya
mengandalkan uang bulanan Papa, yang hanya bisa mengirim
satu juta rupiah untuk kami bertiga. Akupun memutuskan
untuk mencari tambahan biaya.
Pada akhirnya, aku mendapatkan pekerjaan sambilan,
yang gajinya lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhanku.
Dengan gajiku, aku bisa membeli apa yang kumau, makan
apa yang kusuka, dan membeli pakaian yang kurasa sesuai
dengan fashion masa kini.
Merasa puas dengan gaji bulananku, circle
pertemanan baru yang kutemui dan gaya hidup yang lebih,
aku pun lupa pada tujuan awalku datang ke kota ini. Lupa
akan beban tanggung jawab orang tua untukku, untuk masa
depanku. Harapan mereka padaku, untuk mengangkat nama
mereka, harkat mereka.
Sampai pada malam itu, malam dimana Seo
meneleponku dengan tangisannya. Malam dimana aku sadar
bahwa menyelesaikan tujuan ini lebih penting dari sekedar
teman dan gaya hidup.
Kini aku sadar setelah aku ada dititik ini, merasakan
jerih juang orang tuaku. Aku tahu, apa yang mereka buat, apa
yang mereka korbankan untukku, hingga membuat diriku ada

24

Histoire D’amour
dan seperti ini. hahalang dan kamboti4, serta tarupa, yang
selalu Papa kenakan dalam mengais rejeki untukku, untuk
kami.

Bionarasi Penulis
Agustina Oktovina Wattimury, S.Pd. lahir di Aboru pada
tanggal 21 November 1985 dan sekarang menetap di desa Kamal,
SBB provinsi Maluku. Menyelesaikan pendidikan di Universitas
Pattimura program studi Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan
Bahasa Inggris tahun 2010. Awal karir dimulai dengan menjadi
guru honorer Bahasa Inggris di SDN 65 Ambon selama kurun
waktu 10 tahun. Kemudian menjadi PNS di SMPN 81 Maluku
Tengah. Ia mempunyai hobi menyanyi.

4Anyaman daun kelapa berbentuk seperti saku yang digunakan
untuk meletakan sesuatu untuk dipikul.

25

Histoire D’amour

Sepenggal Kisah

Rismawati, S.Pd.

A ku dilahirkan disebuah kota kecil di
Sumatera Selatan. Ayahku asli orang
Sumatera Utara —suku Batak. Sementara ibuku orang
Palembang asli. Ayahku dulu adalah seorang guru Bahasa
Indonesia di SMP yang hidup dizamannya dengan gaji yang
terbilang kecil, sehingga beliau harus menyambi berjualan
makanan.
Ketika akuberumur lima tahun, beliau meninggal
dengan usia yang sangat muda.Beruntungnya, kala itu beliau

26

Histoire D’amour
sudah PNS, sehingga ada pensiun yang ditinggalkan untuk
istri dan ke-tiga anaknya.

Disinilah perjalan sulit mulai aku dan keluarga
rasakan.Sepeninggal ayahku, kami hijrah, pulang kampung
ke tempat ibuku dilahirkan. Banyak hal yang aku rasakan saat
tinggal bersama keluargadan aku sempat terhenti sekolah
selama dua tahun karena ibuku kesulitan ekonomi. Apalagi,
ibuku hanya seorang petani yang mengandalkan hasil sawah
saja karena pensiuan ayahku tidaklah cukup.

Namun, entah mengapa jalan hidup yang membawaku
untuk duduk kembali di bangku sekolah. Selama sekolah di
SMP dan SMA, aku termasuk siswa yang lumayan
berprestasi. Aku pernah mendaptkan beasiswa dari
‗Sampoerna Fondation‘ kala itu— karena sering mendapat
juara kelas. Akan tetapi, perjalanan hidup tetap penuh dengan
liku-liku ketika aku duduk dibangku SMA kelas tiga, ibuku
yang tercinta meninggalkan kami untuk selamanya. Betapa
sedih dan terpuruknya aku.

Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Punya
kakak laki-laki dan adik laki-laki. Waktu itu kakakku belum
memiliki pekerjaan dan hanya tamat SMK, sedangkan adiku
masih duduk di bangku SMP.

Beruntungnya aku dikelilingi sahabat yang baik,
mereka memberikan semangat untuk terus berjuang
melanjutkan cita-cita, sampai sekarang aku masih sering
merindukan mereka.

27

Histoire D’amour
Walaupun aku tinggal di lingkungan keluarga ibuku,
tetapi mereka tidak terlalu peduli dengan kehidupan kami.
Bahkan, sering menghina dan merendahkan, tetapi aku tak
pernah dendam.
Setelah mendapatkan ijasah SMA, aku dijemput untuk
pulang ke kampung ayahku di Sumatera Utara karena disana
masih ada keluarga dari ayah. Kami berbeda agama. Ayahku
dahulu adalah seorang mualaf ketika menikahi ibuku.
Aku masuk kampus swasta di kota kecil ini. Aku
berjuang kuliah sambil bekerja untuk mencukupi
kebutuhanku. Aku tak mau menyusahkan keluarga ayahku,
mereka hanya petani desa yang mengandalkan hasil panen
saja, tapi mereka sangat menyayangik. Meraka menganggap
aku adalah bagian dari anggota keluarga mereka, walau kami
berbeda keyakinan. Mereka selalu memberi semangat
untukku terus berjuang, apalagi aku keturunan Batak yang
konon katanya bisa tumbuh dan berkembang di mana saja.
Banyak halang rintang saat aku duduk di bangku
kuliah. Kuliahku hampir terputus karena ulah kakak sepupu
yang tidak membayarkan uang kuliahku yang dititip Bou—
kakak perempuan ayah—dan kakakku kepadanya, karena aku
dan adiku menumpang tinggal di rumahnya dengan gratis.
Betapa aku merasa sendiri hidup di dunia ini. Akhirnya, aku
pindah dan kos ditempat lain.Adiku masih disana, sebab
adiku dibiayai oleh bouku.

28

Histoire D’amour
Diperjalanan hidupku, banyak ujian, tetapi banyak hal
tak terduga yang aku dapatkan dari SangPencipta, ketika aku
mau tamat kuliah. Adikku mau melanjutkan kuliah dan aku
tidak ada biaya, tak sengaja aku dapat lucky draw sebuah
sepeda motor di acara hari guru yang diadakan oleh wali
kota. Dari ribuan peserta, akulah satu orang yang beruntung
itu, sepeda motornya aku jual dan uangnya aku pakai untuk
tugas akhir kuliahku dan biaya kuliah adikku beserta uang
kostnya. Dengan segala daya upaya, aku berhasil
menguliahkan adikku sampai tamat.
Kala itu, aku sudah bekerja sebagai tenaga honorer di
SD Negeri yang sampai sekarang tempatku bekerja.
Awalnya, aku hanya sebagai petugas perpustakaan dan
operator sekolah karena masih kuliah belum ada ijasah S-1.
Setelah aku mendapatkan ijazah, aku mulai mendapat jam
untuk mengajar bidang studi tertentu dan sekarang aku sudah
menjadi wali kelas di sekolah ini, lebih kurang 10 tahun.
Karena terlalu sibuk mengurus adikku, aku terlupa
bahwa umurku sudah 29 tahun, tetapi aku belum juga
menikah. Kisah percintaanku juga tidak terlalu mulus.
Akhirnya, aku menikah dengan pria yang baik dan pendiam,
tetapi sangat penyayang dan sampai sekarang kami sudah
dianugerahi tiga orang putra.
Karena aku benar-benar ingin mengabdi di Sekolah
Dasar ini, 2019 aku mengambil kuliah PGSD.
Walaupun ijazahku linier di SD, tapi aku tetap ingin

29

Histoire D’amour
mengambil PGSD untuk menambah ilmu. Setelah tamat
PGSD, aku coba ikut guru penggerak. Alhamdulillah, aku
lulus dan sekarang masih dalam proses pembelajaran.
Sebentar lagi tamat. Banyak juga dari teman-teman yang
tidak lulus mengikuti seleksi ini, tetapi yang kudengar dari
mereka bahwa aku termasuk orang yang beruntung.

Awalnya, aku ikut karena diajak teman.Akupun
mengajak rekan guru di sekolahku, tetapi mereka mundur.

Setelah aku dinyatakan lulus CGP,
tibalah penerimaan PPPK. Waktu itu ijazah PGSD belum
keluar, aku mencoba memakai ijazahku sebelumnya; yaitu
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Sekolah tempatku mengajar tidak membuka formasi,
aku mencoba keberuntungan di SMP.Alhamdulillah aku
dinyatakan lulus tahap satu.

Akulah satu-satunya yang lulus, walau sekolah yang
aku tuju, ada guru sekolah induk yang ikut ujian. Betapa
beruntungnya aku, ujar teman-temanku yang lain.Aku hanya
bisa mengucap syukurdan ketika ada pemanggilan ujian PPG
tahap dua, namaku terjaring. Aku belajar sekadarnya karena
sibuk menyelesaikan tugas-tugas guru penggerak.Aku
hanya melihat contoh soal dari internet lalu membayangkan
betapa sulitnya. Apakah aku bisa lulus?

Dihari yang telah ditentukan, aku ikut ujian
pretest dengan tingkat kesulitan soal, yang bagiku sangat
sulit selama ini.Aku hanya sebagai guru SD yang hanya

30

Histoire D’amour
mengajar dasar dari pelajaran saja, sedangkan yang aku ambil
adalah PPG Bahasa Indonesia SMP karena sesuai dengan
kelulusan PPPK. Saat pengumunan, aku dinyatakan
lulus.Sempat tak percaya karena hampir semua teman-
temanku sesama guru banyak yang tidak lulus. Ini baru
langkah awal, walau belum dijalani, setidaknya aku sudah
mengarah untuk menjadi seorang guru yang profesional.

Sampai detik ini, aku kadang berpikir, di balik semua
kesulitan perjalan hidupku, banyak kemudahan yang
diberikan Tuhan. Di sini, aku mulai menyadari bahwa
rejeki, jodoh, dan maut itu tak akan pernah tertukar dan
semua sudah tertakar. Serta, tidak ada yang kebetulan di
dunia ini, semua sudah direncanakan Tuhan untuk
umatnya.Kita hanya bisa berusaha dan berdoa, tetapi
Tuhanlah yang menentukan semuanya. Untuk mereka yang
pernah menggores luka di kehidupanku, aku ucapkan
terimakasih karena dengan luka yang kalian beri, memberi
jalan kepadaku untuk selalu kuat dan bangkit dari rasa sakit.
Aku ingin mengabarkan bahwa aku baik-baik saja menjalani
takdir yang sudah digariskan.

Pematangsiantar, 5 Juli 2022.

Bionarasi Penulis
Rismawati, S.Pd., lahir di Prabumulih Sumatera Selatan 15
Agustus 1985. Mengajar di SD Negeri 122349 Kota

31

Histoire D’amour
Pematangsiantar. Semoga cerita pendek ini bisa bermanfaat untuk
kita semua.Tetaplah berbuat baik karena perbuatan baik kita akan
kembali kepada kita.

32

Histoire D’amour

Terima Kasih, Ndre!

Lilis Sulis Setyoningrum, S.Pd.

S ukma tertunduk lesu, lagi-lagi Bu Guru
menagih uang SPP dan itupun di hadapan
teman sekelasnya. Bukannya Sukma tidak punya uang, dia
enggan kalau diminta membayar sendiri SPP-nya. Dia tidak
kekurangan uang karena ayahnya pemilik perusahaan besar.
Hari ini Sukma sengaja pulang lewat pintu belakang dan
menghindari sopir yang menjemputnya. Rumahnya sepi, hal
ini membuat dia semakin jengah untuk pulang. Belum lagi di

33

Histoire D’amour
rumah nanti, ayah dan ibunya pasti bertengkar. Dia masih
berjalan menyusuri trotoar dengan kepala tertunduk. Sampai
akhirnya, brukkk! Dia jatuh terjerembab.
Sukma buru-buru bangkit dan mengibaskan roknya yang
kotor. Dia juga bersiap memaki orang yang telah
menabraknya, namun, belum sampai mulutnya terbuka, dia
sudah mengurungkan niatnya. Seorang pemuda tanggung
berkacamata minus berdiri di hadapannya.

―M-maaf ….,‖ ucapnya terbata.
―Andre!‖ teriak Sukma.
Belum sempat Sukma berkata lebih lanjut, Andre
sudah melangkah pergi. Andre adalah cowok yang diam-
diam ditaksir Sukma. Selama ini Sukma berusaha untuk
mendapatkan perhatiannya, sayang, Andre tidak merespon
sikap Sukma. Herannya lagi, cowok itu akhir-akhir ini jarang
terlihat di kelas. Ya, Andre membolos hampir empat hari ini.
Herannya lagi, siang ini Sukma ketemu dengan Andre dan
dia berseragam lengkap.
Sukma segera mengikuti Andre dari belakang, hingga
akhirnya sampailah dia di sebuah tempat kumuh. Terlihat ada
seorang wanita tua, yang mungkin saja itu ibunya, dan dua
orang anak kecil. Belum sampai langkah Andre mencapai
pintu, sebuah teriakan terdengar.
―Anak sialan! Mana duit hari ini!‖ teriak wanita itu.
Bergegas Andre merogoh sakunya dan mengeluarkan
beberapa lembar uang lusuh. Muka wanita itu berubah ceria

34

Histoire D’amour
saat menemukan dua lembar uang seratus ribuan. Tanpa
menghiraukan dua anaknya yang sedang merebut tas Andre,
wanita itu melangkah masuk rumah. Separah itukah
kehidupan Andre?

Perlahan bulir bening luruh dari kelopak mata Sukma,
dia sama sekali tidak mengira kalau kehidupan Andre
semenderita itu. Andre yang dulu pernah ceria dan suka
membully temannya, ternyata punya kehidupan setragis itu.
Sukma segera beringsut dari tempat itu karena takut Andre
akan melihat kehadirannya.

Sepanjang jalan kearah rumahnya di Cibubur, Sukma
hanya mampu menghela nafas berat. Apa yang sebenarnya
terjadi pada Andre? Belum sampai dia masuk ke rumah, ayah
dan ibunya terlihat rebut di teras. Lagi-lagi perselingkuhan
ayahnya menjadi topik kemarahan ibunya. Tanpa disangka,
sebuah pot bunga hinggap di kepala Sukma dan membuat
dirinya pingsan.

Saat membuka mata, Sukma sudah berada di ruangan
yang serba putih, diiringi monitor rekam jantung di samping
tempat tidur. Terlihat wajah panic kedua orang tuanya,
namun saat mereka melihat putri semata wayangnya
membuka mata, mereka segera menghampiri dengan cemas.

―Neng, gimana kepalanya?‖ tanya ibunya dengan
lembut.

―Maafkan kami, ya, Neng,‖ lanjut ayahnya.

35

Histoire D’amour
―Stop! Menjauh dari Neng! Neng nggak butuh orang
tua seperti kalian. Ayah yang sibuk dengan selingkuhannya
dan ibu yang sibuk arisan dengan teman sosialitanya. Neng
benci kalian!‖ teriak Sukma histeris.
Usai berkata demikian, dia pun kembali pingsan.
Kedua orangtuanya panik dan segera menemui dokter.
Setelah mendengar penjelasan dokter, kedua orang itu baru
bias diam dan menyesal. Sukma menderita gegar otak akibat
benturan keras yang dialaminya. Tidak hanya sampai di situ,
dia juga masih perlu di observasi lebih lanjut karena dokter
khawatir syaraf matanya terganggu.
―Ini semua kesalahan ayah,‖ bisik ibunya Sukma.
―Ibu yang salah. Kalau saja ibu tidak emosi dan
melempar pot itu, pasti anakku akan baik-baik saja,‖ ucap
ayahnya Sukma.
―Bagaimana kalau anak kita buta, Yah. Ibu nggak
sanggup membayangkan,‖ isak Bu Marta.
Suaminya hanya bisa menghela nafas berat.
Penyesalan yang sudah terlambat karena kekhawatiran
mereka terbukti. Sukma mengalami kebutaan. Dia semakin
membenci kedua orang tuanya. Minimal dengan kejadian
yang menimpanya, ayah dan ibunya jadi jarang bertengkar.
Ayahnya sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf
pada ibunya. Demikian juga ibunya, sekarang lebih banyak di
rumah menemani Sukma.

36

Histoire D’amour
Siang ini jadwal Sukma kontrol ke rumah sakit
ditemani ayah ibunya. Saat Sukma selesai diperiksa dan
mengantri obat, dia mendengar suara Andre. Setengah
berteriak, dia memanggil Andre. Sayangnya Andre lari saat
tahu siapa yang memanggil.
―Yah, tolong panggilkan Andre. Tadi ada suaranya di
sini. Sukma pengen bicara sama Andre,‖ rengeknya.
―Teman yang kamu panggil sudah lari, Neng. Ada
apa? Kenapa Neng ingin sekali ketemu Andre?‖ tanya
ayahnya.
Sukma dengan berurai airmata menceritakan
pemandangan yang dilihatnya tempo hari. Sementara
ayahnya mendengarkan dengan seksama. Atas permintaan
Sukma pula, ayahnya pergi ke rumah Andre untuk bertemu
kedua orang tuanya. Dari kunjungan ayahnya itu, Sukma tahu
kalau wanita tua yang merampas seluruh uang Andre itu
adalah ibu tirinya dan dua anak kecil itu adalah saudara
tirinya.
Kedua orang tua Andre sudah meninggal. Ibunya
meninggal sepuluh tahun lalu karena kecelakaan, ayahnya
menikah lagi. Ibu tiri Andre yang jahat itu pula yang
menyebabkan kematian ayah Andre. Ayah Andre yang saat
itu sakit jantung tidak diperiksakan ke dokter sampai dia
meninggal dunia. Sekarang Andre-lah yang menjadi tulang
punggung keluarga. Kalau dia kerja tanpa membawa pulang
uang, ibu tirinya nggak bakal membukakan pintu.

37

Histoire D’amour
Sukma menangis mendengar cerita ayahnya soal
kehidupan Andre. Dia meminta ayahnya menolong Andre.
Sementara ibunya memahami perasaan putrinya dan ikut
membujuk ayahnya. Pak Hadi segera meminta Andre untuk
bekerja menjadi Office Boy di kantornya sepulang sekolah.
Sayangnya, niat baik keluarga Sukma tidak diterima ibunya
Andre.
Baru setelah Pak Hadi, ayah Sukma, mengancam akan
lapor ke KOMNAS ANAK, ibunya mengijinkan Andre
sekolah lagi. Sekarang tugas Andre bertambah dengan
menjadi teman Sukma. Pasca kebutaannya, Sukma tidak lagi
masuk sekolah. Dia hanya menunggu kedatangan Andre
untuk menemaninya ngobrol.
Baru sebulan Andre menikmati kehidupan yang layak,
lagi-lagi ibu tirinya membuat masalah. Dia merampas semua
uang gaji Andre. Andre yang sudah muak dengan kelakuan
ibunya ini melawan dan mengejar ibunya. Nahas bagi Andre,
saat menyeberang jalan, dia tertabrak mobil. Andre terluka
parah dan segera dibawa ke rumah sakit.
Andre tidak dapat tertolong lagi dan dia mendonorkan
matanya untuk Sukma tanpa sepengetahuan keluarganya. Pak
Hadi, Sukma dan istrinya hanya diberitahu pihak RS kalau
sudah ada donor mata. Malam itu, Sukma menerima
transplantasi kornea milik Andre.
Seminggu kemudian, Sukma bias melihat kembali.
Riang hatinya saat kembali menikmati indahnya warna dunia.

38

Histoire D’amour
Sepulang dari RS, Sukma segera meminta ayahnya ikut ke
perusahaan karena sudah hamper dua minggu ini Andre tidak
dating menemuinya. Ayahnya sendiri tidak tahu kalau sudah
dua minggu Andre absen dari kantor.

Melalui HRD Personalia, Pak Hadi baru tahu kejadian
yang menimpa Andre. Sukma menangis sedih, dia segera
mengajak ayahnya ke rumah Andre. Di sana ibu tirinya
bercerita dan meminta maaf. Melalui ibu tirinya mereka tahu
kalau mata Sukma adalah mata Andre. Hati Sukma makin
teriris, dia sama sekali tidak menyangka kalau Andre
sesayang itu padanya. Sampai akhirnya, ibu tirinya
mengangsurkan amplop penuh darah ke Sukma. Tangan
Sukma gemetar membuka amplop itu.

Dear Sukma,

Thanks ya, udah mau membantu keluargaku. Aku sangat
bersyukur memiliki sahabat seistimewa kamu meski aku ingin
kita bisa lebih dari itu.Menjadi matamu dan tongkat
penyanggamu tiap hari itu rasanya sudah lebih dari cukup
untuk aku bisa bahagia.
Sukma sekali lagi terimakasih untuk kasih sayang
keluargamu.

Andre

39

Histoire D’amour
Tangis Sukma pecah sambil mendekap surat itu. Dia
hanya mampu berucap dalam hati untuk ketulusan hati cowok
yang sudah mau menjadi mata dan tongkat baginya.
“Terimakasih,nDre.”

Bionarasi Penulis
Lilis Sulis Setyoningrum, S.Pd. adalah seorang ibu guru
dengan dua putra dan satu putri yang berdomisili di Sragen, Jawa
Tengah. Guru Bahasa Inggris di salah satu SMP di Sragen ini punya
hobi membaca dan travelling. Baginya, menulis merupakan salah
satu cara meluapkan ide yang banyak bermunculan di kepala,
dengan harapan tulisan-tulisannya bisa dinikmati banyak orang
dan membawa manfaat. Mottonya adalah “Belajar bisa dari mana
saja, selama ada kemauan untuk terus maju. Teruslah membenahi
diri dengan kemampuan yang kita punya.”

40

Histoire D’amour

Ketetapan-Nya Jauh Lebih
Indah dari Rencanaku

Sri Ayu Ningsih,S.Sos.

M emang tidak mudah menerima keadaan yang
tidak sesuai dengan keinginan dan harapan,
apalagi harapan itu adalah cita-cita yang selalu kita bisikkan
ke diri sendiri. Maka, tidak jarang dalam kamus kehidupan,
setiap orang akan begitu banyak kata penyesalan. Penyesalan
yang akan menggiring mereka untuk mencari penyebab
semua kegagalan mereka.

41

Histoire D’amour
Berbagai berita berseliweran di media massa dan
elektronik, remaja yang bunuh diri, orangtua yang bunuh diri,
yang tidak lain adalah karena ketidakmampuan mereka
menerima keaadaan. Menyesali dan memilih untuk
mengakhiri kisah hidup mereka. Ya, semua itu karena
penyesalan yang terus mereka pupuk sehingga meledakkan
diri mereka sendiri.
Kadang kita harus kembali belajar dengan anak-anak
dalam menanggapi setiap keadaan dan kondisi hidup kita.
Pernahkah kita bandingkan diri kita sebagai orang dewasa
dengan anak-anak dalam menghadapi masalah.Ketika
seorang anak dimarahi atau bertengkar dengan teman
sepermainan mereka, mereka akan dengan cepat pulih dan
kembali bermain tanpa ada dendam diantara mereka. Coba
kita bandingkan dengan orang dewasa, yang dengan pikiran
mereka yang rumit akan menjadikannya dendam
berkepanjangan dan kadang disertai dengan keinginan untuk
balas dendam.
Di ruangan ini, Dea duduk diiringi lagu westlife—
lagu favorite pada zaman SMA-nya dulu. Kalau sekarang,
seperti BTS. Ups, bukan mau bercerita tentang boyband, ya,
tapi lagu inilah salah satu lagu yang bisa
membawanya flashback kemasa-masa SMA. Masa yang
penuh dengan perjuangan dan optimisme.Belajar, kursus, dan
mengerjakan tugas menjadi kesehariannya yang dia nikmati
karena cita-cita, yang ternyata bukan jodohnya.

42

Histoire D’amour
Cita-citanya terpaksa ia kubur, cita-cita yang
membuatnya begitu semangat pada saat itu. Cita-citanya
pupus. Sesaat gairah hidupnya berhenti karena tidak tau
mengapa bisa seperti ini dan digantikan oleh jurusan
lain yang menghantarkannya menjadi seorang guru seperti
sekarang ini.
Kalian pasti bisa bayangkan bagaimana rasanya
ketika cita dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Pedih,
sedih,tidak bisa menerima dan menyesali. Jika kamu mau
tahu, rasanya seperti jatuh cinta. Seorang cowok yang kamu
perjuangkan, ternyata bukan jodohmu dan ternyata kamu
berjodoh dengan yang lain.
Ya, pada awalnya sedih dan pada akhirnya harus
menerima apa yang ada didepan mata.Belajar untuk
menikmati dan melalui jalan ini. Biar terdengar lebih
romantis.Melihat Dea bersedih, keluarganya memberi
semangat. Masih terekam jelas olehnya ketika itu di kota P,
hujan yang deras dan kondisi jalan yang banjir ia lewati
untuk kewartel—warung telepon—yang mungkin anak
zaman sekarang tidak tahu karena sudah menggunakan
ponsel. Disana,Dea menghubungi keluarganya untuk
memberi kabar bahwa dirinya masih belum bisa menerima
keadaan ini.
Ingin ia ceritakan panjang lebar apa yang ia rasa dan
yang ia inginkan, tapi layar didepannya memaksanya untuk
bercerita sesingkat mungkin karena jumlah biaya telepon

43

Histoire D’amour
sudah hampir mendekati uang yang ada disakunya. Didalam
room wartel itu, sang kakak menyemangati dan memberi
dukungan padanya, bahwa setelah Dea menyelesaikan
studi ini, ia diizinkan untuk melanjutkan S2 agar bisa
menjadi dosen. Pada saat itu, Dea merasa sedikit terobati.

Selama kuliah S1 ini, Dea menjalaninya dengan rasa
hambar, tidak seperti semangatnyaketika SMA dulu. Sehari-
harinya hanya seputaran kampus dan pulang ke kosan. Satu-
satunya penyemangat yang dia miliki adalah ingin
secepatnya mengakhiri proses ini dan melanjutkan S2.
Ternyata, Dea bisa menamatkan kuliah lebih cepat dari teman
seangkatannya dengan nilai yang memuaskan.

Setelah prosesi wisuda,Dea langsung pulang ke
kampung sambil menunggu jadwal pendaftaran S2 di
Kampus U di kota Y. Karena jadwal pendaftaran masih agak
lama, Dea disarankan untuk mengikuti program akta IV. Pada
saat itu, yang ada dalam pikirannya; daripada tidak ada
kegiatan, ada baiknya ia ikut akta IV.

Perkuliahan berakhir bertepatan dengan awal masuk
kuliah S2 dan akta IV berhasil dia selesaikan tepat waktu.Dea
terbang menuju kota Y untuk memulai perkuliahan.Dea
merasa ada yang aneh dengan dirinya saat itu. Ia yang pada
awalnya hanya berkeinginan untuk kuliah dan menjadi dosen,
malah jadi begitu menikmati perkuliahan ini. Bertemu
dengan orang-orang dari daerah dan etnis yang berbeda,
dengan semangat yang luar biasa,semangat mereka

44

Histoire D’amour
menjangkitinya dan membuatnya begitu menikmati kuliah
dijurusan ini.

Belum enam bulan Dea mengikuti perkuliahan, di
daerahnya diadakan tes CPNS dan ternyata dibuka lowongan
jurusannya. Keluarganya memasukkan bahan untuk ikut te
CPNS dengan melampirkan akta IV yang berarti—kalau lulus
ia akan menjadi seorang guru. Beberapa minggu
kemudian,Dea terbang kembali ke provinsi J untuk mengikuti
tes, kemudian kembali lagi ke kota Y untuk melanjutkan
perkuliahan.

Hari itupun datang, pengumuman tes CPNS keluar
dan Dea dinyatakan lulus, ia menjadi bingung dengan apa
yang harus ia pilih.Setelah mempertimbangkannya, Dea
memilih untuk cuti kuliah dulu dan mengambil kesempatan
ini. Sebagian besar orang yang ia temui menganggap dia
sangat beruntung karena dengan mudahnya lulus, sementara
mereka yang bersungguh-sunggah gagal, dan akan sangat
disayangkan jika membuang kesempatan ini.

Dea menekuni pekerjaannya sebagai seorang pendidik
dengan masih berharap bisa melanjutkan kuliah S2, mencoba
mengurus izin belajar dan ternyata itu tidak mudah. Sampai
pada akhirnya, dia bertemu dengan seorang laki-laki
yang pada akhirnya menjadi suaminya.

Kondisi ini membuatnya merasa berat untuk
melanjutkan kuliah, apalagi tidak lama setelah menikah ia
dikarunia seorang anak laki-laki. Dea menyadari Itulah

45

Histoire D’amour
kekurangannya, ternyata ia bukan seorang perempuan yang
ambisius dan masih dipengaruhi kuat nilai-nilai yang ada
didaerah dalam melihat kedudukan seorang perempuan.

Sekarang Dea tersadar, bahwa penyesalannya pada
saat kuliah S1 itu hanyalah permainan pikirannya saja, karena
ketidak mampuannya dalam memahami keinginan Sang
Pencipta. Sekarang ia bersyukur dan berterimakasih dengan
pengalaman dan perjalanannya ketika S1. Dea meminta maaf
karena tidak menjalaninya dengan penuh cinta dan bahkan
terkesan abai, padahal itulah yang menghantarkannya
menjadi dirinya yang sekarang.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi pula menyukai sesuatu, padahal
ia amat buruk bagimu;Allah mengetahui, sedangkan kamu
tidak mengetahui (QS Al-Baqarah;216)

Sungai Penuh, 10 Juli 2022

Bionarasi Penulis
Sri Ayu Ningsih,S.Sos. adalah seorang ibu dan juga guru,
memiliki dua orang putra dan berdomisili di Sungai Penuh-
Jambi. Melalui tulisannya, ia berharap banyak orang bisa
menikmati dan mengambil manfaat. Mottonya, ‘Jadilah pibadi
yang penuh syukur’.

46

Histoire D’amour

Buah dari Kesabaran

Mahfudlotul Farida, S.Pd.

S abar bukanah hal yang mudah untuk dilakukan.
Ujian-ujian yang kita hadapi akan menambah
kedewasaan cara berpikir dan cara bersikap kita dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga dari tiap-tiap tingkatan ujian
yang kita hadapi akan membentuk diri menjadi pribadi yang
lebih baik.
Hari Sabtu, tepatnya pada bulan Oktober, Farida
mengikuti tes CPNS di Simpang Lima Gumul Kediri. Dia
adalah seorang guru Sekolah Dasar Negeri. Dia mengabdi di

47

Histoire D’amour
sekolah tersebut kurang lebih 14 tahun lamanya. Bahkan,
penduduk di sekitar sudah mengenal dia dengan baik, bahkan
salah satu muridnya sekarang adalah anak dari muridnya juga
berapa tahun silam. Farida adalah seorang guru yang
diidolakan oleh murid-muridnya, wali murid juga suka jika
anaknya diajar olehnya. Meskipun wajahnya tidak berparas
cantik, tetapi Farida memiliki budi pekerti yang sangat baik,
dia sangat sabar dalam menghadapi murid-muridnya.

Dia pernah bercerita, bahwa dia memiliki beberapa
murid yang memiliki keterbelakangan mentel. Farida sudah
menyarankan orang tuanya untuk menyekolahkan anaknya di
SLB, tetapi orang tua si anak menolak, ia ingin tetap anaknya
di sekolahkan di sekolah itu. Memang sekolah yang dia
tempati adalah sekolah di desa, sehingga banyak penduduk di
sekitar yang masih minim kesadaran untuk menyekolahkan
anak-anaknya, karena rata-rata wali murid di daerah tersebut
hanya mengenyam pendidikan dasa. Setelah itu, mereka
bekerja kemudian menikah.

Selain sebagai guru kelas, Farida juga mendapat tugas
tambahan sebagai pengerja administrasi BOS. Walaupun dia
seorang GTT, tetapi dedikasinya sangat tinggi.Farida seorang
guru yang bertanggung jawab, bahkan dia juga sering
dimusuhi oleh teman yang sudah pegawai negeri karena
Farida lebih dekat dengan Kepala Sekolahnya. Kepala
sekolahnya mempercai sepenuhnya tentang anggaran

48

Histoire D’amour
sekolah. Dari mulai pembuatan RKAS, sampai Rapor
sekolah, dipercayakan kepada Farida.

Farida tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya,
walaupun gajinya tidak seberapa, tetapi dia tetap ikhlas dan
tulus dalam melaksanakan pekerjaan.

Sebelum mengajar di Sekolah Dasar, Farida sempat
mengajar di RA/TK selama tiga tahun. Selama tigatahun
Farida jarang merasakan kebahagiaan karena di sekolah
tempat dia mengajar, dia sering sakit, dia mengajar sambil
kuliah. Pagi dia ke sekolah dan siangnya dia kuliah. Mungkin
dia merasa kurang bahagia karena mata kuliah yang diampu
tidak sesuai dengan apa yang dia cita-citakan selama ini.
Sebenarnya, Farida ingin mengambil jurusan Pendidikan
Biologi, tetapi dia harus kuliah jurusan pendidikan Bahasa
Inggris. Farida diterima di salah satu Universitas Negeri di
Malang,tetapi tidak bisa melanjutkan di sana karena
terkendala biaya. Kebetulan Faridah adalah anak ke tujuh dari
delapan bersaudara, sehingga dia harus kuliah di kotanya
sendiri—yang lebih dekat dari rumah dengan alasan tidak
membutuhkan banyak biaya.

Saat melaksanakan kuliah, sebenarnya hatinya sangat
bera, tetapi mengingat nasihat dari ayahnya, akhirnya Farida
merima dengan ikhlas. Meskipun Farida menempuh mata
kuliah yang tidak disenanginya, Farida tetap aktif dalam
mengikuti perkuliahan. Dia tidak pernah membolos bahkan

49

Histoire D’amour
nilai yang diperoleh juga tidak kalah dengan teman-
temannya.

Dua tahun mengikuti kuliah, Farida berumah tangga,
setahun kemudian dikaruniai seorang anak-laki-laki.
Bertambahlah kesibukannya, sehingga dia kuliah sambil
momong dan juga mengajar. Bukanlah hal yang mudah
dilakukan karena Farida dan suaminya memiliki prinsip,
setelah menikah tidak boleh membebani orang tuanya. Harus
mandiri. Untuk biaya kuliah, harus hutang dulu kepada
saudara, jika sudah memiliki uang maka segera dibayarnya
hutang-hutangnya.Perhiasan maskawin pun harus terjual
untuk membayar kuliahnya. Hal ini terus berlangsung,
sampai kuliahnya lulus. Tidak berhenti sampai di sini karena
setelah tiga tahun mengajar di Taman Kanak-Kanak dia
melamar di SD dan diterima. Setelah beberapa tahun ada
peraturan yang mengharuskan guru SD harus linier ijazahnya,
maka Farida harus kuliah lagi. Hal itupun benar-benar terjadi,
diapun harus kuliah di PGSD. Setelah kuliahnya lulus, ada
pre-test PPG. Terjaringlah dia, tetapi nasib berkata lain,
Allah belum cukup menakdirkan dia bisa mengikuti
PPG.Sehingga, tertundalah harapan yang selama ini dinanti-
nanti karena sebagai seorang GTT, untuk bisa mengikuti PPG
harus memiliki SK Bupati. Farida sudah memiliki SK Bupati.
Namun,barutiga, padahal yang dibutuhkan adalah
lima.Pupuslah harapan untuk bisa mengikuti PPG.

50


Click to View FlipBook Version