The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sapto Winarno Santoso, 2024-03-19 09:26:36

AMI_ebook_19Maret

AMI_ebook_19Maret

(19.3.2024) 283 BAB III Kesan Para Keponakan


(19.3.2024) 284 1) Mba Ami, Tante Yang Saya Kagumi Mba Ami bukan hanya tanteku, tapi juga sahabat sepermainan ketika aku dan mba Ami masih kecil. Aku seharusnya memanggil ‘tante’ tetapi karena selisih umur kami hanya kurang lebih 1 tahun (mba Ami lahir 30 Juni 1967, sedangkan aku lahir 6 Agustus 1968), maka saya memanggil ‘mba’. Entah bagaimana mulainya saya memanggil ‘mba’ tetapi seingat saya, mba Ami tidak marah dipanggil ‘mba’, bahkan pernah saya panggil ‘tante’ mba Ami malah tidak mau. Akhirnya saya selalu memanggil mba Ami bukan tante Ami, dan dengan memanggil ‘mba’ saya merasa lebih dekat dengan mba Ami. Kami melewati masa kecil bersama yaitu sejak mba Ami berdomilisi di Jakarta pada tahun 1974 hingga kami remaja dan kuliah. Begitu banyak kenangan bersama mba Ami dan semuanya indah sehingga sulit dilupakan. Yang juga sulit dilupakan adalah kebaikan hatinya yang membuat saya mengagumi mba Ami. 1. Keseruan Masa Kecil Kami dekat sekali waktu kecil, kalau udah ketemu ada aja yang kami lakukan, dari sekedar baca buku bareng, seru-seruan cerita apa saja sampai main jual-jualan dan masak-masakan. Kadang saya menginap di Pancoran, atau sesekali mba Ami menginap di Rawamang. Saat menginap selalu ditunggu-tunggu. Kalau seandainya waktu itu sudah ada handphone, pasti kami telponan dan bercandaan setiap hari. Kami punya baju kembar. Kalau pergi bareng, kadang kami kembaran bajunya. Baju kembar pasti dipakai jika ada acara khusus, seperti lebaran dan ulang tahun kami. Saya ingat baju-baju kami yang kembar itu beberapa dibeli di toko baju “Cinderela” di Blok M yang pada jamannya sangat terkenal. Kalau kami pakai baju kembar, maka sepatu dan kaos kakinya pun harus kembar. Rasanya seru banget, kembaran baju dengan mba Ami. Kami sangat menikmati makan dan makanan. Jadi kalau yangkung utik atau mama papa ngajak makan, wah kami gembira bukan main. Restoran yang kami senangi dan selalu terkenang-kenang hingga saat ini adalah Bakmi Gang Kelinci di


(19.3.2024) 285 Pasar Baru. Kami bisa menghabiskan masing-masing 1½ porsi. Kami suka ketawa geli kalau ingat kok bisa ya anak sekecil itu habis makan bakmi bakso 1½ porsi. Selain ke Bakmi Gang Kelinci, kami juga senang makan di Bakmi GM yang di Blok M atau di kota. 2. Kenangan Masa Remaja dan Saat Kuliah Keseruan kami berlanjut hingga remaja dan saat kami kuliah. Saya ingat kami senang membaca majalah “Gadis” melihat-lihat model baju atau aksesoris yang sedang nge-trend, trus kita membongkar koleksi pakaian dan mencoba padu padan baju seperti yang dipakai model. Kami kadang-kadang jalan-jalan ke Pasaraya untuk melihat-lihat baju atau sepatu atau apapun yang menarik. Seperti waktu kecil, kami juga senang makan bareng. Restoran yang kami suka adalah AH Burger di Blok M. Rasanya keren banget karena sepertinya AH Burger itu pertama kalinya resto burger di Jakarta. Karena kami suka sekali bakso, kami punya tempat jajan bakso favorit yaitu di “Bakso Ibu” di sebelah SD Yasporbi dan “Bakso


(19.3.2024) 286 Blok S”. Sesudah pergi dari mana saja diusahakan mampir di bakso di Blok SS. Selain itu, di hari minggu kami sesekali jajan bubur ayam di senayan. Ketika kuliah, kita jarang barengan tapi kami tetap dekat satu sama lain, suka bercanda dan pergi bersama. Kadang-kadang setelah pulang kuliah, mba Ami mampir ke rawamangun bersama teman-teman kuliahnya. Karena sering ketemu teman mba Ami, saya jadi kenal dengan beberapa teman mba Ami. Hal yang menyenangkan adalah ketika mengantar mba Ami ke taman-taman, salah satunya ke taman di cibubur. Di sana mba Ami motret atau menggambar. Saya selalu kagum karena mba Ami bagus banget gambarnya. Rasanya kertas gambar dan pinsil itu menyatu dengan tangan mba Ami, menghasilkan gambar yang luar biasa bagus. 3. Mba Ami Yang Sangat artistik Satu hal yang selalu saya kagumi dari mba Ami adalah bakat artistiknya. Mba Ami tidak hanya jago gambar/melukis tapi pandai membuat atau merangkai sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang menarik sekaligus artistik. Satu contoh ketika menghidangkan buah. Mba Ami tidak hanya mengupas dan menaruh potongan buah dipiring, tetapi menata dan menghiasnya misalnya dengan meletakkan daun-daunan dan bunga di sisi piring. Hidangan yang mba Ami tata selalu apik dan menggugah selera. Pernah mba Ami mengajari membuat scrapbook. Ketika mba Ami memberi contoh rasanya gampang banget membuat scrapbook, hanya menggunting, melipat, menempel dan menata. Ternyata tidak mudah membuat scrapbook, jangankan menata, menggunting saja susah banget. Ketika sudah hampir menyerah, mba Ami langsung menyemangati, bahkan memuji katanya scrapbook buatanku sudah bagus. Begitulah mba Ami, selalu sabar mengajari, menyemangati dan terlebih lagi memuji. Ketika ada acara pernikahan saudara, mba Ami selalu sibuk membantu, salah satunya membantu urusan dekorasi dan hias-menghias yang memerlukan sentuhan artistik. Meski tahu saya luar biasa payah untuk urusan hias menghias tapi mba Ami selalu meminta untuk dibantu. Salah satu yang saya ingat adalah membantu menghias box hantaran dengan menempel bunga. Meski saya terus-terusan nanya


(19.3.2024) 287 karena ngga percaya diri, mba Ami selalu sabar dan dengan telaten mengajari bagaimana menghias box itu., bahkan memuji hasil karyaku yang sebenernya jauh dari bagus. 4. Kami Menyukai Drakor Mba Ami adalah orang yang mengenalkan saya pada drakor. Saya ingat itu di bulan Desember 2019, mba Ami dateng ke Serpong dan saat itu mba Ami menyarankan saya untuk non drakor “Crash Landing on You” yang katanya bagus sekali. “Naning pasti suka” kata mba Ami. Saya langsung nonton drakor itu dan benar saya sangat suka dan lalu pengen nonton drakor yang lainnya. Singkat cerita, akhirnya saya menjadi penggemar drakor. Karena sama-sama menyukai drakor, kami saling memberikan referensi tentang drakor-drakor apa yang bagus. Rasanya seru sekali kalau sudah ngobrol tentang drakor dengan mba Ami. Jika saya memberitahu drakor yang bagus, kadang mba Ami ingin langsung nonton. Mba Ami cerita kalo om Dodi sering mengingatkan kalau mba Ami sudah terlalu lama nonton drakor karena om Dodi takut mba Ami jadi kurang tidur dan capek. Bagi saya nonton drakor adalah salah satu cara untuk menghibur diri terutama saat pandemi. Oleh karena itu, secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada mba Ami yang sudah mengenalkan drakor. Thanks ya mba sudah ngenalin drakor, itu sangat berarti banget buat aku…


(19.3.2024) 288 5. Mba Ami yang baik hati Mba Ami itu hatinya baik sekali. Mba Ami selalu tulus membantu dan tulus memuji. Misalnya saya membawa oleh-oleh ke rumah mba Ami, apapun makanan yang saya bawa selalu mba Ami bilang enak dan suka, padahal mungkin rasanya biasa-biasa saja. Mba Ami juga selalu tulus dan ringan tangan membantu. Mba Ami juga punya kesabaran luar biasa. Kalau saya menceritakan sesuatu yang tidak menyenangkan, mba Ami lalu menenangkan dan melihat sisi positifnya dari hal yang tidak menyenangkan tersebut. Mba Ami adalah tante yang sangat perhatian. Contohnya kalau mba Ami tau saya ke kontrol ke dokter, mba Ami sering kali menanyakan hasilnya dan lalu memberi semangat. Ketika pandemi, mba Ami tahu kalau saya begitu cemas, mba Ami kemudian menasehati supaya saya tidak terlalu cemas. Kalau datang ke Serpong, mba Ami selalu membawa oleh-oleh, padahal saya tahu mba Ami mestinya sibuk dengan anak-anak dan kegiatannya. Mba Ami juga terkadang lucu dengan celetukannya yang tidak terduga. Saya melihat mba Ami sebagai sosok yang selalu semangat dan tidak menyerah. Meski mba Ami harus menjalani pengobatan, tapi mba Ami terlihat tenang dan tidak menyerah. Saya beberapa kali menengok mba Ami dan pernah menemani mba Ami menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Saat itu mba Ami terlihat semangat, bahkan pernah mba Ami sedang menggambar ketika sedang diopname. Semangat mba Ami itulan yang ingin saya contoh, karena pasti tidak mudah bagi mba Ami dalam menjalani pemeriksaan dan pengobatan, tapi saya tidak melihat mba Ami cemas. Saya mengagumi kebaikan hati mba Ami, karena mba Ami begitu perhatian, sabar dan semangatnya yang tidak pernah menyerah. Tidak hanya itu, mba Ami juga saya kagumi karena bakat artistiknya dan hal baik lainnya yang rasanya sulit saya sebutkan satu persatu karena terlalu banyak. Kenangan indah bersama mba Ami sangat banyak sehingga tidak bisa saya tuliskan semua. Terima kasih mba Ami atas kebersamaan kita selama ini, atas kebaikan hati, nasehat-nasehat dan semangat mba Ami yang sangat menginspirasi. Semoga saya dapat meneruskan hal-hal dan nilai-nilai yang baik dari mba Ami. Al-Fatihah untuk mba Amiku sayang… 12 Maret 2024 Naning,


(19.3.2024) 289 2) Cerita tentang Tante Ami oleh Astri Banyak hal yang bisa menjadi pelajaran bagi Astri mengenai Tante Ami. Kesederhanannya, kejujurannya, kesabarannya..itu semua masih sedikit sekali dari apa yang bisa diceritakan dari seorang Tante Ami. Beliau sekarang sudah berpulang, rasanya antara enggak percaya tapi ya harus ikhlas karena ini takdir. Semoga Tante Ami bahagia disana dengan Yangkung, Utik, Mamah, Tante Menik, dan Om Mamam, diampuni segala dosanya, ditempatkan di tempat terindah di sisinya............. Amin amin amin YRA. Kamar Tante Ami Tante Ami tidak terpaut jauh dengan Astri, hanya 11 tahun, jadi Astri dulu terbiasa memanggil mbak Ami. Tapi karena Tante Yayah dipanggil dengan Tante, jadi Astri ubah sendiri deh dengan Tante, walaupun sebetulnya masih terlalu muda juga sih karena Tante Ami itu jiwa muda, jauh dari sosok Tante-Tante. Dulu pas Astri kecil, Astri sering tidur di Pancoran dan selalu yang Astri cari adalah kamar Tante Ami yang rapi, wangi dan pastinya ada kucing lah ya. Saat Astri sampai di siang hari di Pancoran bareng sama gangku (Dito, Bayu, dan Wahyu kadang-kadang), kami senang sekali menyalakan AC lalu main loncat-loncatan atau apalah padahal yang punya kamar sedang kuliah. Tante Ami pulang kuliah seringnya bersama Yangkung secara gedungnya sama di Rawasari. Melihat kamarnya yang sudah engga ada bentuknya, Tante Ami itu enggak pernah marah malah ikutan sama kita ngobrol-ngobrol (lebih tepatnya momong kita, karena ada Mamah ya, takut juga daripada dimarahin kalau nyuekin keponakan-keponakannya hehehe). Tante Ami lalu ngajak kami tidur, kelonan bersama kucing-kucingnya dan selalu mendengarkan cerita-cerita kami yang enggak bermutu. Yang Astri ingat dan selalu Astri tanyakan, kenapa Tante Ami sekolahnya Landscape (Pertamanan), itu bukannya sama kayak Mang Erik ya? Tante Ami langsung melotot dan menjelaskan apa yang dipelajari. Tapi yang namanya anakanak, ga mudeng atau entah emang seneng liat Tante Ami melotot-melotot, Astri tanya2 melulu dan Tante Ami dengan sabar menjawab terus. Yang Astri inget dari kamar Tante Ami adalah kumpulan gambar yang selalu tertata rapi, tempat tidur single berukuran besar yang ada kemul lusuh, dan balsam Cap Tiger di samping kamar tidur. Oh ya Tante Ami selalu menyediakan plastik di atas selimut untuk melapisi sprei kalau sedang halangan, kata Tante Ami biar tidak tembus dan tidak mengotori seprei. Memang dari dulu Tante Ami untuk masalah aestetika ini memang jagonya yaaa. Keren bangetttts.


(19.3.2024) 290 Pengarah Gaya yang Keren Nah terus ada lagi nih, pas kami masih kecil-kecil juga Tante Ami itu senang mendadani aku dan Dito bak model loh. Kami dibajuin dan dibengesi pastinya, lalu disuruh senyum di balik pintu kamar Tante Ami, terus cekrek diambil foto deh. Kayaknya pas itu ada Tante Yayah, dan Mbak Naning juga tapi lupa-lupa ingat. Yang jelas Tante Ami itu paling bersemangat kalau jadiin kami model, pas hasilnya jadi Tante Ami puas luar biasa, bilang kami cocok loh jadi model hahahha. Bisa aja Tante Ami bikin kita tersipu-sipu malu. Terus pas Astri pulang liburan musim panas, Tante Ami bawa Astri (tentu saja atas persetujuan kakak tertuanya wkwkkw) untuk potong rambut di daerah Cikajang. Salon itu kata Tante Ami biasa didatengin sama modelmodel saat itu di jamannya. Lalu Astri pernah dibawa ke Jonas Photo Studio di Tanah Abang, lagi-lagi untuk difoto bak model hahaha. Saat Astri terpilih jadi salah satu semi finalis di Gadis Sampul, Tante Ami sangat senang dan bangga banget. Yah tapi sayangnya Astri ga bisa pulang untuk proses labih lanjut karena Mamah memberat sakitnya dan kemudian meninggal. Maaf ya Tante Ami, sampai sekarang ga ada satupun keponakannya yang terjun di dunia model hihihi, bahkan jauh dari body seorang model hehehe. Sifat Tante Ami yang Humble, Genuine dan Selalu Positive Thingking Saat Tante Ami main ke rumah Astri yang besarnya kayak rumah lilliput, Tante Ami selalu bilang: Astri kalau rumah tidak terlalu besar itu gampang desain tamannya, nanti bisa ditanam ini itu ini itu di belakang dan depan. Bagus ada sirkulasinya ya jadi enggak nutup satu ruangan, bisa ditaruk perosotan Nuna ya. Begitulah Tante Ami, selalu memberi tanggapan positif tentang ide-ide kita, yang sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ide Tante Ami sendiri. Selain itu Tante Ami sangat detil dan punya daya ingat yang baik, seperti: Bagus banget itu hiasan dari Turki ditaruk di bagian ini, nanti Dodo beli lagi ya bisa dipasang di bagian ini bla bla bla. Lalu sepulang dari Turki pun, Tante Ami masih nanya: Udah dibeli belum hiasannya, kalau udah bisa juga tuh dipasang di sisi yang ini..Aduh care banget Tante Ami ini Masya Allah. Sampai sekarang ini hiasannya belum dipasang-pasang juga, karena udah ga ada yg cerewetin, Astripun lupa hadeu. Ga mengherankan kalau teman Tante Ami banyak, karena Tante Ami care sama orang lain dan tulus banget perhatiannya, genuine dari dirinya sendiri. Cerita lain lagi Tante Ami merasa bahwa Dodo itu jago gambar, Tante Ami inget kapan Dodo gambar Vespa, gambar orang dan lain-lain. Setelah Dodo pasang gambarnya di IG, Tante Ami telpon aku: Ih keren gambar suamimu ya Tri, seharusnya dia lebih sering gambar loh. Ya ampun, padahal ya menurutku ga lebih bagus juga dari gambar maestro Pancoran seperti om Mamam, om Bambang, Tante Ami sendiri, Om Dodi, Dito. Intinya Tante Ami spontan untuk memuji orang lain. Siapa yang ga senang dipuji Tante Ami sih. Tapi ga tau kenapa Tante Ami ga pernah telpon Dodo langsung ya, barangkali karena sama dengan nama Om Dodi


(19.3.2024) 291 dengan tanggal lahir yang sama juga (sama-sama Widodo, sama-sama tanggal lahir 23 Oktober) hahahhaa Ada lagi nih cerita, pas Astri lagi S2 ada tugas Art Therapy ya. Astri keder dgn banyaknya tugas yang udah ga kepegang lagi. Lalu Astri nakal dong, telpon Tante Ami dan bilang: Tante buat gambar yang jelek deh versi Tante Ami buat aku, abis udah enggak kepegang nih. Terus Tante Ami nanya kenapa ga Dodo, aku jawab: ga mau dia ga sabaran kalau ngajarin, makanya sama Tante aja ah. Kirain Astri Tante Ami bakal cincay yah hahhaha, eh ternyata malah aku dinasehatin : Ga boleh begitu Astri, jelek gak papa, yang penting Astri sendiri yang buat. Nanti aku buatin foto Nuna aja yah. Rasanya malu yah, tapi ya emang harusnya begitu sih emang, Astrinya aja yang bandel wkwkwkw. Akhirnya Tante Ami ngajarin Astri poin-poin yang harus digambar. Tapi tetep aja, tangan maestro beda sama tanganku yg super kaku ini. Eh selanjutnya, Tante Ami nanya Astri dapat nilai apa di Art Therapy, alhamdulilah A sih. Tante Ami senang banget, malah nyemangatin lagi tuhhh kan Astri bisa kok. Memang nyaman ya ada di samping tante Ami yang selalu berpikir positif dan menyemangati. Saat Tante Ami sudah sakit, beberapa kali Astri ke rumah Tante Ami, kebetulan jarak rumah kita ga terlalu jauh. Seperti biasa Tante Ami menyiapkan segala macam permakanan dari appetizer sampai dessert. Masih sempat Tante Ami nanya Astri mau disiapin apa, segala macam makanan depan masjid disebutin sama Tante Ami dari siomay, bakso dan lain-lain. Ya ampun padahal Astri belum kepikir mau bawa apa, Tante Ami yang sakit udah duluan mikirin mau nyiapin apa. Yang pasti is a must bagi Tante Ami untuk nyajenin aku siomay hehehe. Tante Ami pasti akan nyedian yang mirip-mirip siomay kalau kang siomaynya ga jualan, mungkin kayak bakwan malang. Baiknya Tante Ami sama Astri, jadi sedih kalau ingat. Pas Astri kesana bawa makanan Thailand, Tante Ami terlihat senang sekali, walaupun makannya sudah tidak lahap. Tante Ami disaat susah saja masih mikirin orang lain, apa lagi kalau bukan orang yang sangat baik yang berhati tulus. Kegigihan Tante Ami menginspirasi Astri Tante Ami di saat sakitnya masih berusaha membuat cookies, banana cake, dan pastinya membuat kartu dengan gambar-gambar yang luar biasa. Artinya pada situasi yang tidak mengenakkan, Tante Ami masih berusaha untuk terus maju dan berusaha melakukan yang terbaik. Kalau Bahasa Psikologinya, self efficacy Tante Ami tinggi. Apa yang telah Tante Ami lakukan sangat menginspirasi Astri untuk tidak mengeluh, selalu berjuang, tidak putus asa, selalu bersyukur dengan apapun yang Allah berikan kepada kita. Struggling membesarkan 3 anak bersama Dodo dengan minimal bantuan asisten, sambil bekerja dan praktek juga, kok rasanya jadi kecil hati kalau tidak melihat ada orang lain yang lebih harus berjuang dibandingkan Astri. Tante Ami, semangat Tante menginspirasi Astri dalam menjalani hidup ini. Semoga Tante Ami bahagia disana, we miss you deeply Tante..


(19.3.2024) 292 3) BAYU HARTOKO Di hari minggu pagi 50 menit sudah mendekap disini Sebagian waktu untuk ciptakan puisi Bukan untuk ditepuktangani Hanya ingin mengeluarkan isi hati Mengenai seorang arwah bernama Padmi Nawestri Tante Ami… Hatimu bagai bidadari Tidak pernah punya rasa dengki Teringat senyuman tulusmu yang menyejukkan hati Saya rasa semua sepakat dan bersaksi


(19.3.2024) 293 Tante Ami… Pada dasarnya manusia tidak boleh punya rasa iri Namun sungguh saya iri, dengan sifat Tante yang tidak pernah menghakimi Dengan masa mudaku penuh anomali Namun pandangan dan senyumanmu tidak membedakanku dengan orang2 yang dianggap suci Terimakasih Tante Ami Telah hadir di dunia ini Mewarnai hari2 kami Tidak ada satu celahpun sifat Tante yang perlu dikritisi Tante Ami Memang tidak ada orang yang sempurna Tapi bagiku kau paripurna Ya Allah, ampunilah kesalahan Tante Ami Tempatkan di surga terbaik di sisi Tante Ami Saya memang bukan pengarang puisi Namun semoga ketulusan tulisan ini tetap penuh arti Selamat jalan tante Padmi Nawestri Salam sayang dari keponakanmu ini Sampai jumpa suatu saat nanti Al-Fatihah


(19.3.2024) 294 4) TANTEKU, TANTE AMI Semua pasti setuju, Tante Ami adalah sosok tante muda yang ramah, perhatian, easy going, dan asik. Ketika aku kecil, aku beberapa kali diajak ke kampus Tante Ami untuk mengumpulkan tugas. Aku juga diajak “nongkrong” bersama Tante Ami dan sahabatnya, Tante Rika. Setelah pulang dari kampus, lanjut lagi nongkrong di kamar Tante Ami dan memperhatikan bagaimana Tante Ami begitu fokus dan telaten mengerjakan tugas. Saat itu dalam hatiku berkata “Wow Tante Ami keren banget ya, anak kuliahan yang membawa beberapa kertas gulung panjang dan lengkap dengan pensil warna, spidol, dan bolpen rotring”. Sejak itu bisa dibilang aku nge-fans sama Tante Ami. Fast forward ketika aku sudah cukup dewasa, aku mulai memikirkan masa depan, dan tiba saatnya ketika aku memperkenalkan Tizar yang saat itu adalah teman dekat dan berencana untuk menuju tahap lebih serius. Pertemuannya diadakan di restoran di daerah Menteng. Setelah pertemuan itu aku ingat sekali komentar Tante Ami, yaitu “Galuh, semoga lancar ya. Tante Ami sih OK.” sambil senyum. Dan benar adanya, Tante Ami pun mengikuti semua prosesnya. Saat lamaran di Desember 2009, Tante Ami pun menjadi seksi sibuk dan bersedia menjadi MC. Alur perkenalan sungguh rapih, renyah, dan sesekali diselipi guyonan. Menjadi MC di acara lamaran Galuh Tizar, Desember 2009


(19.3.2024) 295 Tak cukup di situ, di tahun 2018 ketika saat itu aku memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan ingin fokus mengurus anak-anak di rumah, aku dengan kemampuan yang terbatas mencoba untuk membuat kue-kue dan cookies. Tiba saatnya aku membuka pesanan untuk hampers Lebaran, dan Tante Ami adalah customer pertama yang memesan hampers Lebaran. Tante Ami pesan sebanyak 25 toples yang rencananya akan diberikan untuk ibu-ibu pengajian komplek. Tante Ami request dengan tema hijau dan menyerahkan semuanya ke aku, padahal saat itu aku sangat tidak PD. Ternyata, teman-teman Tante Ami yang kedapatan toples cookies puas, dan beberapa ada yang order di kemudian hari. “Thank you, Tante Ami!” Isi whatsapp-ku ke beliau. Pesanan hampers Lebaran tahun 2018 dari Tante Ami


(19.3.2024) 296 Tante Ami bersama Aiza, Juni 2019. Sebelum Galuh pindah ke Singapore Di tahun 2019 ketika aku mulai pindah ke Singapore, komunikasi aku dengan Tante Ami banyak dilakukan melalui Instagram. Tukar pikiran ketika Tante Ami pertama kali mau ketemu Dokter Sonar Soni Panigoro sampai dengan pembahasan drakor (drama Korea). Setiap ada drakor baru keluar, kita pasti bahas bersama. Ternyata kita sama-sama suka dengan drama yang bergenre romantic comedy, diselipi dengan tangisan cheesy. Menurut Tante Ami, menonton drama Korea adalah salah satu kegiatan yang cukup menghibur selain menggambar tentunya. Rest in love, Tanteku sayang. Terima kasih sudah menjadi tante yang asik dan perhatian. Terima kasih telah hadir di setiap perjalanan hidup Galuh. We love you. Singapore, 2 Februari 2024 Galuh Retnosari


(19.3.2024) 297 5) PPP Bukan Partai, Melainkan “Padmi, Putri, & Poetsoe” Devani, Tante Ami, Putri di Poetsoe, 2019 Terlalu banyak kenangan dengan Tante Ami, karena beliau bisa dibilang sebagai sosok yang selalu ada pada setiap peristiwa penting para keponakanannya, termasuk aku. Kali ini, aku ingin berfokus pada Tante Ami ketika mendukung usaha kecilku yang lahir pada akhir tahun 2016, setelah 1 tahun menetap di London, Inggris untuk kuliah S2. Tante Ami dengan kepribadiannya yang ramah, menyenangkan, dan baik hati tentu membuat kami sebagai keponakan nyaman untuk bercerita dengan beliau. Ia selalu “hadir” pada keseharian dan momen-momen pentingku. Salah satunya ketika aku menikah di bulan Mei 2016. Aku meminta Tante Ami untuk mendekor kamar pengantin yang “tidak biasa” karena aku membawa berbagai macam pajangan dari Inggris. Ibu juga membuatkan selimut rajut yang dibuat selama kami berkeliling Inggris. Karena penggabungan elemen-elemen tersebut, Tante Ami mendapatkan tantangan unik dan ia sangat bersemangat untuk mengerjakannya. Dan betul saja, hasil dekornya melebihi dari apa yang


(19.3.2024) 298 aku bayangkan: kamar pengantin yang berwarna-warni, ekletik, dan artsy. Itulah Tante Ami, selalu memberikan lebih dari apa yang kami minta. Kamar Pengantin Jalan EE, 2016 Ketika aku menyampaikan ide untuk “melestarikan” carport rumah bapak untuk menjadi Poetsoe Creative Space & Cafe, Tante Ami adalah salah satu orang yang antusias akan ide tersebut. Ia selalu menanyakan progress serta konsep, dan mendengarkan cerita-cerita serta visi misiku untuk membangun tempat tersebut. Aku masih ingat betapa sumringahnya ekspresi Tante Ami ketika aku cerita bahwa akan ada banyak tanaman hijau, juga furnitur warna-warni dari Omah Padma yang akan menghiasi Poetsoe. Aku pun dengan bangga menceritakan ke pengunjung Poetsoe bahwa banyak dari dekorasi Poetsoe yang dibuat oleh Omah Padma. Tante Ami sebisa mungkin selalu datang, tidak hanya pada pembukaan tetapi juga ketika Poetsoe sudah beroperasi dengan normal, ia sempatkan untuk mampir jika berada di area sekitar. Aku ingat beberapa kali Tante Ami selalu pesan Kopi Susu Angus & roti bakar, termasuk ketika datang dengan Tante Yayah. Tante Ami selalu memancarkan energi dan ekspresi kegembiraannya yang sama, dan selalu mendokumentasikan dirinya ketika di Poetsoe, seakan itu adalah kali pertamanya ia datang.


(19.3.2024) 299 Aku Bersama Tante Yayah, Devani & Tante Ami, 2019 Puncaknya adalah ketika memasuki pandemi Covid-19, aku bekerja sama dengan Omah Padma untuk dibuatkan ilustrasi Poetsoe & ciri khasnya. Lagi-lagi Tante Ami yang paling bersemangat untuk mengerjakan. Aku beri beberapa foto untuk digunakan sebagai panduan menggambar. Gambar-gambar tersebut digunakan sebagai design motif untuk produk “New Normal Starter Pack” keluaran Poetsoe, yang didalamnya terdiri dari masker, hand sanitizer, face shield dan stiker. Ilustrasi Omah Padma untuk produk “New Normal Starter Kit” by Poetsoe, 2020


(19.3.2024) 300 Setelah “New Normal Starter Pack” ini rilis, Tante Ami pun langsung membantu mempromosikan ke teman-temannya dan membuat produk ini sold out. Senang sekali aku pada saat itu. Di mana keadaan bisa dibilang sulit untuk para pelaku usaha, mendapati ini terjual habis diikuti feedback positif yang aku dapat karena produk yang unik serta bermanfaat untuk banyak orang. Ilustrasi-ilustrasi Poetsoe oleh Omah Padma merupakan beberapa karya favoritku, karena pada torehan gambar tersebut terdapat cerita akan memori, perjalanan, dan perjuanganku dalam membangun Poetsoe dan Tante Ami senantiasa menemani aku pada journey ini. Tante Ami berhasil membuatku “merasakan” karyanya secara mendalam. Bar Poetsoe, 2020 Nasi Bakmoy Poetsoe, 2020


(19.3.2024) 301 Karya-karya tersebut saat ini aku pajang di rumahku, sebagai dekorasi dan juga kenangan manis dari Tante Ami. Maka itu, aku merasa bahwa Tante Ami akan selalu “hadir” dalam karyanya yang menghiasi berbagai tempat, walau beliau secara raga sudah tidak bersama kita semua. Aku bangga memiliki banyak karya Omah Padma dan aku anggap semuanya sangat sentimental. Terima kasih, Tante Ami. Terima kasih karena selalu “ada” untuk kami semua. Tante Ami akan selalu hidup dalam spirit dan karyakaryanya. You will never be forgotten. Karya Omah Padma di Casadaran, 2022 Jakarta, 01 Februari 2024 Putri Sulistyowati


(19.3.2024) 302 6) TANTE KESAYANGAN KAMI Oleh Ira Arief (Kirana Damarjati Arief) Dear Tante Ami kesayangan……. Tante Ami itu sosok yang baaaik banget dan lembut.. Dulu waktu kecil, Ira tinggal di Jogja, kalo ke Jakarta, Tante beberapa kali pas nikin kue dari biscuit Regal. Biskuitnya duhaluskan, dibentuk bulat, ditaburin meses coklat lalu didinginkan di kulkas. Jaman dulu Regal kan mahal, jadi Ira sukaa, soalnya di Jogja jarang beli itu, wkkk.. Sewaktu tante Ami menikah dengan om Dodi, Ira dan mbak Galuh yang jadi pengipas manten (Jawa: patah). Tapi kayanya karena Ira kepanasan, jadinya Ira malah mengipasi diri sendiri. Walah walaaah hehee.. Mohon dimaklumi ya Tante dan Om, namanya juga anak SD, suka gak fokus hihii. Sewaktu Ira menikah, Tante Ami lah yang mendekor rumah di jalan Belanak, Rawamangun. Jadi caaaaaaantik sekali, dari membantu Ira memilih bedroom set, gorden kamar, menghias kamar Ira dengan bungabunga cantik, dan juga Tante membuat beberapa hampers pas siraman. Maturnuwun sanget ya Tante… Sentuhankreativitas dari kreasi Tante, punya ciri khas yang bikin kangen, terutama saat acara kumpul silaturahim di Pancoran… Hiks jadi kanen Tante. Tante Ami… Ira masih suka keingatan sama Tante… semoga Tante Ami husnul khotimah, sampai bertemu lagi insyaAllah di Surganya Allah SWT ya Tante… Aku sayang Tante…………………………… Rawamangun, 11 Maret 2024 (Kirana Damarjati Arief)


(19.3.2024) 303 7) Mengenang tante Ami. (Muhammad Arif) Tante Ami yang saya kenal adalah orang yang baik , penuh perhatian, dan sangat ramah. Suatu waktu saya dan dik Ira bertamu ke rumah tante Ami dan Oom Dodi di rumah Cinere Depok yang asri. Tante Ami dan Oom Dodi menerima dengan senyuman lebar dan hangat. Kami disuguhi masakan nasi goreng dan kopi .. selain itu juga saya diberi tanaman Ron do Bolong.. . Saya meminta tante Ami melukis Ratu Elizabeth II dari Inggris. Beliau mengabulkan permintaan kami.. Terimakasih Tante Ami. Kami mendoakan semoga tante Ami ditempatkan di sisi Allah di syurga Nya. Aamiin...aamiiin...aamiin. (Muhammad Arif MK)


(19.3.2024) 304 8) TANTE, KAMI RINDU Saat Muli mulai menulis karangan ini, tanggal 7 Maret. Beberapa hari lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan. Menurut perkiraan, hari pertama puasa akan jatuh pada tanggal 11 dan rencananya tanggal 9 akan ada acara munggahan di Pancoran, mengundang semua saudara dan keluarga besar Santoso Poedjosoebroto untuk berkumpul menyambut bulan suci ini. Biasanya untuk acara kumpul-kumpul, Tante Ami dan Tante Yayah yang pertama untuk berinisiatif melakukan persiapan. Dari dekorasi, konsumsi dan pilihan hampers, Tante Ami terlihat paling semangat. Biasanya beberapa jam sebelum acara dimulai, Tante Ami sudah datang lebih awal janjian dengan Tante Yayah. Biasanya membawa beberapa taplak dari rumah Cinere dan juga tanaman hias yang biasanya dipasang sebagai centerpiece di beberapa sudut ruangan. Semua dikerjakan dengan rapih dan sabar, dan dengan sentuhan Tante yang begitu khas. (2016, saat mempersiapkan pengajian untuk Utiek) Pada awal pandemi, Muli sempat pesan beberapa kartu ucapan Idul Fitri dari Omah Padma. Aku tanya ke Tante, apakah bisa kartu ucapannya dibuat customized? Kebetulan aku sedang menampung beberapa kucing dan aku tau Tante Ami sangat suka menggambar dan melukis kucing. Boleh dong, Muli. Tak lama setelah itu, aku kirim


(19.3.2024) 305 beberapa foto kucing-kucingku, Amma, Nuka, Soren, Yuki, Ucat, & Bang As. Tante senang sekali melihat mereka. Lucu banget, gemuk gemuk kucingnya. Kapan-kapan tante mau lihat ya. Sayangnya saat itu kami masih disarankan untuk social distancing, jadi aku baru bisa kirim foto saja. Seminggu sebelum Idul Fitri, kartu-kartu bergambar kucingku yang ginuk-ginuk itu ku terima. Tidak hanya kartu, aku juga pesan beberapa hampers berisi chocolate banana bread buatan tante yang sering aku bawa ke kantor. Aku pamer ke temen-temenku, kartu dan banana breadnya buatan tanteku loh. Semua dibuat handmade. Lalu aku perlihatkan juga karya-karya Omah Padma sambil minta mereka untuk follow account instagramnya. Aku minta tolong mereka untuk ikut mendoakan tante, meskipun aku tidak spesifik menyebutkan penyakitnya. (2020, kartu ucapan Idul Fitri kucing-kucing Muli) Sepertinya tahun itu tante baru mendapat diagnosa dan sedang mulai pengobatan. Kemoterapi sangat berat dan mengonsumsi energi tapi tante Ami tetap berusaha untuk semangat. Tetap aktif berkumpul dengan keluarga dan mengaji bersama teman teman. Tante terlihat luar biasa tegar dan kuat walaupun aku tau pasti semuanya berat. Pada saat itu aku sering flash back teringat ketika aku, Ibu, dan Dik Rini menemani Bapak melakukan operasi dan juga treatment pengobatan cancer. Menurutku, support keluarga dan teman adalah salah satu faktor yang bisa membantu proses pemulihan. Setidaknya, membantu memberikan semangat.


(19.3.2024) 306 Salah satu upayaku memberikan semangat kepada tante saat itu adalah bercerita ke tante tentang trip-trip kami sebelumnya. Alhamdulillah, tante Ami dan Dek Irfan sempat main ke Beirut dan Stockholm saat Bapak sedang dinas di sana. Saat wisata ke Stockholm Om Dodi juga ikut. Pas lagi halal bihalal di rumah tante Ami tahun 2022, aku cerita tentang satu kejadian di Stockholm. Kita sedang jalan-jalan di kota tua, gamla stan, melihat beberapa toko souvenir. Ada satu toko yang menyita perhatian tante, satu toko pernakpernik yang temanya mirip dengan decoupage yang sering tante bikin untuk Omah Padma. Kita masuk ke toko itu dan disambut wanita Swedia yang umurnya mungkin sekitar 60 tahun. Ternyata dia owner yang kebetulan juga pengerajin/pelukis pernak-pernik di toko itu. Tante Ami lalu ngobrol dengan ownernya dan kalau tidak salah akhirnya beli satu dishwashing cloth bergambar kucing. Pas aku cerita, tante Ami ingat dan berusaha mengingat nama si ownernya. Walaupun lupa namanya, tante ingat obrolannya. Hebat, tante ingat secara detail obrolan walaupun dia cuma seorang stranger. Tante Ami memang seseorang yang attentif, pendengar yang baik, dan dengan mudah bisa membuat nyaman lawan bicaranya. Aku tidak heran ketika melihat banyak sekali teman yang mengantar tante ke peristirahatan terakhir. Aku tidak heran mendengar penjaga makam cerita kalau makamnya tante masih kerap dikunjungi oleh sahabat, kerabat dan keluarga terdekat. Aku tidak heran kalau sampai sekarang pun masih banyak yang meratapi kepergian tante, aku pun juga. Kami rindu tante, rindu sekali. Tapi kami bersyukur tante sudah tidak sakit lagi. Insha Allah kami yang merindukan tante bisa berjumpa lagi kelak.


(19.3.2024) 307 9) TANTE AMI , OUR RAY OF SUNSHINE Oleh : Rini Hilfi Sejak pertama kali bertemu dengan keluarga besar De Santos pada usia 6 tahun (setelah menetap di luar negeri), Tante Ami selalu meninggalkan kesan yang istimewa di hati saya. Entah karena tawanya yang khas, keramahannya, terlepas siapa lawan bicaranya, atau keduanya. Salah satu momen masa kecil yang tidak pernh saya lupakan adalah ketika diajak menginap dirumah Tante Ami bersama sepupu-sepupu, kemudian jalan-jalan dan berenang di Pondok Indah, membeli stikerstiker lucu, aksesoris, dan aktivitas seru lainnya. Pada saat itu kartun Jepang Sailor Moon sedang trendy , dimana karakter yang paling saya gemari bernama “Sailor Mercury” karena memiliki rambut pendek seperti saya pada masa itu. Ketika Tante Ami mengetahuinya, beliau menggambar karakter itu di depan saya untuk kemudian saya bawa pulang. Saya ingat beliau mengucapkan, “ Ini karakter kamu banget, Rini.” Seketika saya merasa senang sekali, tidak hanya karena disandingkan dengan “idola” saya, namun karena ada sosok dewasa yang memberikan validasa terhadap sesuatu yang saya gemari, meskipun hal tersebut sesimpel tokokh kartun kekanak-kanakan. Perhatian Tante Ami terus saya rasakan sampai pada-fase hidup berikutnya Beliau selalu mendengarkan keluh kesah saya, dari sulitnya bersaing di bangku kuliah, sebalnya bekerja di lingkungan yang tidak kompeten, hingga ketika saya melahirkan anak pertama dan menghadapi masa-masa menyusui yang terasa sangat berat. Untuk setiap permasalahan yang saya sampaikan, Tante Ami selalu menyampaikan rasa empati yang besar serta memberikan semangat agar saya terus menguatkan diri. Ia pun selalu totalitas dalam membangun suasana hangat bagi keluarga besar, dari membawa makanan atau camilan yang lezat ketika kumpul-kumpul, hingga membangun dekor yang indah untuk rangkaian acara pernikahan keponakan-keponakannya. Masya Allah, begitu besar kasih sayang beliau untuk kita semua.


(19.3.2024) 308 Saya merasa beruntung karena mampu memiliki kenangan indah bersama tante Ami dalam berbagai jenjang hidup yang dilalui. Memori tentang kebaikam dan kehangatan beliau akan terus saya kenang, sebagai pengingat untuk tetap tangguh ketika menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. “Rest in love, tante Ami. Thank you for everything that you did for us”. Jakarta, 9 Maret 2024 Rini Hilfi


(19.3.2024) 309 10) Tante Terbaik ☺ Kalau cerita tentang Tante Ami pasti langsung keingetnya dulu sering banget nginep dirumah tante. Dulu pas adek-adek kecil nginep rumah tante, tidurnya udah pasti dikamar bawah dan kalau dirumah pasti bantuin tante nyuapin adek (plus ikut makanin makanan adek), ikut ke sekolah adek hehe. Terus dulu kalau mau jajan dirumah tante pasti duitnya ditaro di laci paling atas samping sofa ruang tamu. Waktu kecil juga pernah diajak sama Tante Ami sama Om Dodi ke Sydney buat liburan bareng plus jagain adek-adek. Itu pengalaman yang seneng banget sampe pas pisah mau ke Adelaide jadi pada nangis hehe. Tante Ami itu pokoknya tante paling the best deh, sama-sama suka yang lucu-lucu kayak bikin scrapbook, printil-printilan lucu pokoknya samaa banget. Kalau lagi pergi terus liat yang ada gambar kucing-kucing pasti keingetnya tante ami. Tante juga suka dengerin cerita-cerita aku yang kadang suka gapenting hehe terus ikut sedih kalau aku sedih, ikut seneng kalau aku seneng.


(19.3.2024) 310 Pokoknya Rara seneng banget deh punya tante kayak Tante Ami, semoga diulang tahun tante kali ini tante panjang umurnya, lancar selalu omah padmanya yang super keren, diberikan selalu kesehatan sama Allah SWT. I love you Tante ☺ 8 n 9 yang selalu kompak..


(19.3.2024) 311 11) Little Things We Remember (Sumber : Truly Ratna Dewi Savitri) Little things we remember about Tante Ami; Her smile almost never faded from her face. Her tender voice and warm giggles were contagious. Her soft spoken words resonanced how beautiful and kind her soul was. Little things we remember about Tante Ami; Her friendly demeanor and gracious heart were always her strength. Her artistic traits and creative aesthetics would brightened your heart. Her two sons reflects her gentle ways of caregiving. Though we wish she hadn't gone too soon, but Allah knows best. Though we miss her presents, we are sure that she is in peace. Though our heart ache for her, surely her legacy will still continue through the love of her life and two beloved sons. In Shaa Allah we'll be praying for your soul Tante Ami. May Allah grant you the best place in Jannah. Aamiin


(19.3.2024) 312 IN MEMORIAM OUR BELOVED AUNTY AMI Menoftinoftatkanku akan buku catatan kecil atau sketch book keoftemarannya yanoft unik dan penuh warna seperti ini


(19.3.2024) 313 Mba Ami Pertama kenal dan masuk ke keluarga kami, perempuan cantik, tinggi semampai, rambut legam bergelombang, senyum ramah dan ceria yang dibawa oom Dodi, ternyata kakak kelas satu almamater di FAL Usakti van Rawasari.... Kenangan paling bikin senyum-senyum sendiri, saat mba Ami tanya Oom Dodi, “medhokan mana aku sama Tia”?......kalo dipikir, mungkin itu kesan pertama kita masing2, sama2 medhok. Setelah jadi istri Oom Dodi, satu yang diprotes, “kapan Tia panggil aku Tante.....,” sejak itu, Panggilan ke Mba Ami berubah jadi Tante Ami sampai sekarang. Sebagai seorang Arsitek Lanskap, karyanya gak pernah terlupakan. Jiwa seninya tinggi dan penuh rasa dalam setiap sentuhannya. Ciri khasnya yang cinta akan suasana tropis, terlihat di setiap sudut rumahnya. Sebagai keponakan dan yuniornya, banyak panutan yang di gambarkan lewat karyakaryanya yang punya ciri khas tersendiri. Bahkan banyak teknik desain dan photography yang dia dapatkan dari pengalamannya , dia ajarkan tanpa sengaja dan sangat natural.


(19.3.2024) 314 Kenangan akan Karya & Kebersamaan Terlalu banyak kenangan yang ditinggalkan tante Ami tersayang lewat karya dan foto kebersamaan dengan kami, tak bisa dilupakan. kesenangan akan tanaman, kumpul2 keluarga, perhatian, dan guratan lukisannya untuk setiap momen perjalanannya dalam berkunjung


(13.3.2024) 315 Waktu itu tak’kan berhenti sampai disini. Kesabaranmu, keceriaanmu, dan cinta kasihmu akan tetap tinggal didalam hati kami. Aku minta maaf tidak hadir saat tante sedang menderita, tapi kita terus berdoa & berkomunikasi. “...pengen pulang...”kata tante Ami. Diungkapkan dengan tetap tegar, “...doain ya.....”itu terakhir percakapan kita. Doaku untuk tante Ami tersayang, kiranya tenang berada di sisi Allah Sang Pencipta S e l a m a t J a l a n T a n t e A m i


(13.3.2024) 316 BAB IV IMPRESI PARA SAUDARA DAN SAHABAT


(13.3.2024) 317 BAB IV. IMPRESI PARA SAUDARA DAN SAHABAT 1. Kenangan yang Tak Terhapus dengan Mbak Ami Santoso Oleh: Aan Lukman Mbak Ami adalah kakak sepupu yang usianya kurang lebih sama dengan aku, kalau orang Jawa bilang kami berdua sepantaran karena kami lahir di tahun yg sama yaitu tahun 1967 hanya beda selisih bulan saja. Mbak Ami ini adalah putri bungsu Pakde Santoso Poedjosoebroto, kakak bapakku yang paling mbarep. Aku ingatnya main sama Mbak Ami pas sudah SD karena aku tinggal di Jogja sedangkan Mbak Ami tinggal di Jakarta. Jadi kalau ketemu pas liburan saja Mbak Ami ke Jogja. Atau aku ke Jakarta atau kalau pas ada acara keluarga. Setahu aku Mbak Ami punya hobi baca novel Agatha Christie, menggambar/melukis, memelihara kucing dan juga menyanyi karena sejak di SMA dan di kampus juga ikut paduan suara. Wah sampai terlewat bahwa aku dan Mbak Ami akhirnya bisa satu kampus di Universitas Trisakti. Aku di Fakultas Hukum sedangkan Mbak Ami di Fakultas Arsitektur Lansekap dan ternyata teman-teman Mbak Ami baik dari SMP 13 dan SMA 70 banyak yang masuk Fakultas Hukum Usakti jadi otomatis jadi temanku juga karena kami berdua seangkatan. Singkat cerita, setelah lulus kuliah aku diterima sebagai


(13.3.2024) 318 pegawai negeri sipil (PNS) dan bekerja di Kanwil Badan Pertanahan Nasional propinsi Riau. Pekanbaru. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1993 Mbak Ami menikah dengan Mas Dodi pada tanggal 14 Februari dan pas hari jadinya ini diperingati oleh muda mudi seluruh dunia karena tanggal 14 Februari dikenal sebagai hari Valentine atau hari kasih sayang, sedangkan aku menikah dengan Mas Lukman di tanggal 22 November. Waktu terus berlalu, kita berdua masing-masing sibuk dengan urusan keluarga dan kalau ketemu pun kalau ngga pas lebaran atau ada saudara yang kagungan kersa atau pas melayat, namun itu semua tidak mengurangi kedekatan kita berdua, kata pepatah jauh dimata dekat dihati. Mbak Ami diparingi putra kembar dua laki – laki semua namanya Mas Irfan dan Mas Ichsan. Sedangkan aku diparingi satu namanya Aryo Bimo Prasetyo atau panggilannya Bimo. Satu hal yang berkaitan dengan hobi Mbak Ami adalah melukis. Aku pernah memesan beberapa lukisan karya Mbak Ami untuk menghias ruang kerjaku di kantor dan aku terkesan dengan hasil lukisannya. Banyak kesan terhadap Mbak Ami selintas kelihatan pendiam, tetapi Ternyata...., ramai juga kalau sudah ngobrol dan banyak juga kelebihan lainnya. Salah satunya senang bersilaturahmi. Bagiku yang sangat mengesankan yaitu hampir setiap aku mengundang Mbak Ami selalu disempatkan untuk datang, salah satunya saat akan menikahkan Bimo pada hari pengajian, aku mengadakan tradisi tepung tawar khas Aceh yang pada intinya mendoakan calon pengantin. Mbak Ami berkenan untuk datang bersama suami tercinta Mas Dodi dan salah seorang puteranya. Mereka berdua memberikan


(13.3.2024) 319 doa restu mewakilikeluarga Pakde Santoso sampai terakhir waktu bulan September tahun 2023 bersama Mbak Yayah, Naning, Astri, Ditto dan keluarga. Itulah pertemuan terakhir Mbak Ami yang sehat dan ceria. Sekitar bulan Desember 2023, tiba-tiba dengar kalau Mbak Ami sakit yang cukup serius. Sungguh aku tidak menyangka bahwa selama ini kita lihat Mbak Ami tampak sehat–sehat saja, namun aku hanya bisa mendoakan dan memberikan support untuk kesembuhan Mbak Ami. Setelah adanya pengobatan yang intensif, Mbak Ami cukup kuat menghadapi dan sanggup melewatinya, walaupun ditengah-tengah pengobatannya yang membuat ketidaknyamanan. Terakhir aku bertemu dengan Mbak Ami adalah seminggu sebelum Mbak Ami berpulang di RS Pondok Indah di hari Minggu aku bersama Bimo dan Bella datang menjenguk, kebetulan hanya ada Mas Dodi dan Irfan yang jaga, kami sempat mengobrol dengan Mas Dodi untuk mengetahui secara rinci bagaimana kondisi terakhir mengenai Mbak Ami. Namun tidak dapat dibayangkan sebelumnya Mbak Ami yang biasa terlihat ceria, kali ini sisi berbeda yang aku lihat, tubuh terbaring ditopang oleh alat-alat yang berada di rumah sakit, namun aku masih melihat pancaran matanya atas keinginannya untuk sembuh. Tidak lama dari kami menjenguk Mbak Ami, aku dikabari bahwa Mbak Ami telah berpulang, aku masih tidak menyangka bahwa Mbak Ami yang ceria itu telah tiada, tapi aku yakin Mbak Ami


(13.3.2024) 320 saat ini sudah tidak merasakan sakit lagi, dan berharap bahwa Mbak Ami husnul khotimah dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah Suhanawata’ala. Aamiin Ya Rabbal Allammien. "Sampai jumpa lagi di keabadian, sepupu kesayangan." Bintaro, 9 Maret 2024 Aan Lukman


(13.3.2024) 321 2. ”Kenangan tentang Tante Ami” Oleh: Ari Estuningtyas Tante Ami, begitu saya memanggilnya…… karena memang beliau adalah sepupunya mama. Jadi secara silsilah, almh tante Ami lebih “tua” dari saya. Namun beliau sering menolak dipanggil tante Ami oleh saya…… panggil Ami saja mba….. demikian katanya. Mungkin karena umur kami memang tidak jauh berbeda. Bahkan saya lebih tua 3 tahun dari beliau. Terus terang saya tidak ingat secara tepat kapan pertama kali mengenal beliau. Namun sejak saya kecil setiap kali lebaran papa dan mama akan mengajak kami (saya dan adik2) bersilaturahmi dan halal bil halal ke rumah eyang Santoso di Pancoran. Pasti di situlah saya mengenal tante Ami. Saya mengingat beliau sebagai pribadi yang ramah, tidak jaim, tidak pernah marah, tidak pernah berkata kasar, selalu rendah hati, dan menurut saya selalu tampak ceria dan berpikiran positif, walau mungkin banyak masalah yang dihadapi. Bila bertemu, beliau akan menyapa dengan sopan, penuh senyum sambil menanyakan kabar kita. Sungguh pribadi yang menyenangkan dan membawa aura positif bagi orang yang berada di dekatnya. Satu lagi, penampilannya selalu menarik dan keren…… Saat masih kuliah, kita pernah dua kali bertemu di terminal bus Blok M, sama2 pulang kuliah. Kampus kami bukan terletak di daerah yang sama, seingat saya beliau kuliah di Trisakti dan saya di Pancasila. Demikian juga rumah kami. Waktu itu saya bertanya di dalam hati, kenapa beliau naik bus, padahal bisa saja diantar sopir atau bawa mobil sendiri ke kampus. Namun


(13.3.2024) 322 demikianlah beliau…. Orang yang sederhana, meski mempunyai kemampuan dan fasilitas yang lebih. Saat tante Ami mau menikah dengan oom Widodo, saya dan beberapa saudara menemani beliau di kamar penganten di malam midodareni. Masih teringat oleh saya, beliau duduk di tempat tidur kamar penganten dengan riasan calon penganten, cantiik sekali ............................................................................................. Kami ngobrol2 berbagai hal seputar acara penganten besok. Kami menikah di tahun yang sama, yaitu tahun 1993. Tante Ami menikah di bulan Februari 1993 (semoga saya tidak salah…. ) sementara saya di bulan November 1993. Saya benar2 terkesan dengan pernikahan tante Ami dengan menggunakan busana adat Jawa yang anggun, sehingga saat menikah saya juga menggunakan rias penganten yang sama dengan tante Ami. Saya dan Tante Ami memang tidak sering berkomunikasi karena kesibukan masing2. Namun bukan berarti kami tidak saling berkabar. Kadang kami saling mengirim pesan singkat, misal saat Lebaran. Beberapa kali kita juga bertemu di rumah Pancoran saat Lebaran. Beliau pasti sibuk menawarkan hidangan yang tersedia kepada tamu2 yang hadir. Saat mama sakit, beliau beberapa kali menanyakan kabar mama ke saya, baik melalui pesan singkat di HP atau kontak langsung ke saya…. dan datang ke rumah kami untuk menengok mama di sela2 kesibukan beliau. Lebaran tahun 2023 ternyata adalah Lebaran terakhir beliau mengirim pesan kepada saya ……. Rasanya sedih sekali….. namun semua adalah ketentuan Allah SWT.


(13.3.2024) 323 Tante Ami sudah tenang di alam sana……. Ingatan tentang beliau adalah segala hal yang baik dan indah untuk dikenang. Semoga segala amal dan ibadah beliau diterima Allah SWT…..aamiin. Selamat jalan tante Ami, semoga kita bisa bertemu lagi di sana…… Pondok Indah, 9 Maret 2024 Ari Estuningtyas


(13.3.2024) 324 3. Persahabatan Kami Indah Tetapi Tuhan Lebih Cinta Ami Oleh: Rika Kartika. Bismillahirohmanirakhim. Sebuat persahabatan yang indah. Allah Subhanawataala sangat sayang kepada Ami. Sebelum wafat digugurkan dulu dosadosanya dengan diberi sakit yang panjang. Ami begitu sabar dan ikhlas menerima ujian sakit. Selalu aku ingatkan untuk selalu bersyukur dengan ujian ini, karena Allah sayang Ami. Pastinya Ami mampu menjalaninya, karena Allah tidak akan menguji hambaNya diluar kemampuannya. Amii... Ada saat-saat dimana aku kangeeen banget mau ceritacerita tentang tanaman. Biasanya kita selalu menunjukkan foto-foto tanaman yang kita punya, atau saling menanyakan tentang kreasi taman kita. Sudah baik apa belum. Kami selalu saling memberi masukan apabila ada yang janggal dan selalu saling pamer kalo punya suatu tanaman yang baru Persahabatan yang diawali dari sejak masuk kuliah di Fakultas Arsitektur Lansekap (FAL) Usakti tahun 1985. Perkenalan pertamanya adalah ketika kami menunggu untuk tes ujian masuk FAL, terus berlanjut selama masa kuliah sampai kami masingmasing menikah. Namun sampai kasih Allah Subhanawataala memisahkan kita


(13.3.2024) 325 Semoga Ami diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, diterangi kuburnya sampai waktunya nanti kita bertemu di surga nya Allah Subahanawataala. Allahumma firlaha warhamha waafihi wa'fuanha.


(16.3.2024) 326


(16.3.2024) 327 BAB V Ketabahan menjelang kepergian


(16.3.2024) 328 Ketabahan Menjelang Kepergian Sebelum ”berangkat” meninggalkan kita, nampaknya Ami memiliki ”firasat” dan mengetahui akan menghadap Illahi. Ini dinyatakan beberapa kali kepada suami dan anak dan group WA keluarga. Terlihat kesemua fase dirasakan dan disimpan oleh Ami dengan sikap luar biasa. Ketabahan. Secara terminologi firasat bisa diartikan sebagai perasan hati bahwa akan terjadi sesuatu setelah melihat tanda-tanda tertentu. Menariknya, firsafat biasanya muncul tanpa disadari sama sekali oleh penerimanya dan bukan dari proses pemikiran, namun si penerima tetap mempercayai kebenarannya. Atau bisa disimpulkan bahwa firasat adalah pandangan atau perasaaan sesuatu yang muncul secara tibatiba yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, namun tetap dipercayai kebenarannya? Kami kurang begitu paham. Yang jelas menurut keyakinan kami Tuhan telah menetapkan takdir untuk memanggil Ami keharibaanNya. Pada tanggal 20 Desember 2023 atau sepuluh hari sebelum Ami wafat, Ami berpesan beberapa hal kepada Irfan yang saat itu mereka sedang berdua di kamar. Salah satu pesan adalah bahwa ”Hidup atau Mati adalah suatu garis tipis”. Kalimat terakhir tadi adalah pesan khusus dari Ami kepada Irfan.


(16.3.2024) 329 Tulisan dan pemikiran Ami dibawah ini mungkin mampu menjelaskan kepada para pembaca, mengingat sebelumnya Mas Dodi juga pernah menerima tulisan Ami tertanggal 23 Januari 2023 sebagai berikut: Ada juga pesan Ami yang dituliskan melalui secarik kertas.


(13.3.2024) 330 Seorang manusia tidak ada yang tahu kapan pastinya dia akan meninggal, namun akan tiba datang waktunya. Hanya Allah Subhanawata’ala yang mengetahui umur dan ajal seseorang. Sepanjang pengetahuan kami, Ami telah mengetahui dan ikhlas untuk menghadap. Dan ini adalah bekal untuk hidup di alam akhirat yang yang perlu dipersiapkan oleh siapapun selama hidup di dunia. Bagi umat muslim, sudah jelas bahwa bekal yang dimaksud adalah keimanan serta ketaqwaan. Keimanan menghasilkan suatu amalan baik yang nantinya akan diperhitungkan di alam akhirat. Semoga Ami pergi dalam keadaan husnul khotimah. Aamin Ya Rabbal Allammn. ---o0o---


(13.3.2024) 331 BAB VI Epilogue


(13.3.2024) 332 Epilogue ”Sebuah pribadi yang baik dan berkarakter”! Dari keluarga dimana Ami dibesarkan, dan dari keluarga inti bersama Mas Dodi ketika mengayuh biduk rumah tangga, Ami mendapatkan tempat-tempat yang sangat berkesan dan khusus. Dia merasakan, memberi semangat, memotivasi, dan bisa saling berdiskusi tentang suka dan duka. Intinya hidup itu menurut Ami adalah pengabdian. Itulah harkat hidup yang mempunyai makna sebagaimana ditunjukkan oleh Ami sendiri. Kita mengikuti dari dekat perkembangan karakter pribadi Ami dan bagaimana dia tumbuh-tangguh ditempa oleh berbagai kekuatan dan benturan. Dari berbagai cerita yang ada di beberapa Bab buku ini dapat disarikan bahwa cerita tentang ”pengabdian” Ami sangat beragam. Satu hal yang pasti, dia selalu berusaha menorehkan hal-hal yang positif dimanapun. Tempaan yang semula mungkin tidak disadari ternyata telah menjadi pelajaran berharga untuk memupuk dan mengasah keandalan. Kesemuanya ini tercermin dalam tulisan para sahabat, saudara dekat, suami bahkan anak yang Ami kandung dari karya mereka dan tulisan masing-masing halaman demi halaman. Tidak pernah membeda-bedakan rekan atau kenalannya, apapun statusnya, mulai dari kerabat keluarga, para senior, atasan dan bawahan. Bahkan dalam kehidupan sosial selalu akrab dengan tetangga,


Click to View FlipBook Version