(19.3.2024) 183 A 64. DRAMA KOREA & LAGU POP KOREA (Sumber: Dodi, Ihsan & Irfan) mi menyenangi film serial drama Korea. Pada awalnya karena untuk mengisi waktu selama istrirahat sesudah kemoterapi tahun 2021. Ami memilih film-film Korea tertentu yang disukai berdasarkan informasi rekan-rekannya, dan juga keponakannya (Mbak Naning dan Mbak Putri). Menikmati serial-serial tersebut lumayan bisa melupakan sejenak ketidaknyamanan rasa karena proses kemoterapi. Salah satu serial drama Korea yang sangat disukai dan membuat dirinya terpengaruh dengan alur cerita, kadang ikut sedih atau senang, kadang juga ikut heboh, berjudul Home Town ChaChaCha. Pemain utamanya Lee Bong Ryun, digambar oleh Ami dan dipos di akun Instagram Omah Padma. Komentarnya “bintang ini awal-awal agak ngeselin gayanya, dengan alis yang super tinggi itu, bajunya dan cara jalannya yang khas.” Setelah melihat episode 1 , Ami suka dengan setting tempatnya, alur ceritanya yang dikemas sederhana tapi apik. Tokoh yang Pria, Hong Doo Sik, yang ganteng juga digambar Ami. Demikian pula Choi Bora dan Shin Min Ah.
(19.3.2024) 184 Bagaimana dengan lagu-lagu Korea (K-Pop)? Ami tidak terlalu menyukai lagu K-Pop yang hingar bingar semacam BTS, Black Pink, dan lain-lain. Tetapi yang disukai adalah yang bernada ringan, melankolis, atau nada yang riang tapi yang enak didengar. Baik yang ada penyanyinya ataupun yang instrumental. Lagu-lagu tersebut sering didengarkan, dan suka dijadikan backsound untuk mempublikasi reels dan Instagram stories, baik di Instagram Ami maupun Omah Padma. Bahkan dengan para Keponakan pernah pada saat kumpul di kediaman Pancoran, bergoyang ala TikTok dengan lagu-lagu itu. Ami bersama para ponakan setelah mengambil video untuk TikTok Lagu Korea terakhir yang disukai oleh Ami adalah sebuah lagu dari Jung Seung Hwan yang berjudul An Ordinary Day, yang di-cover oleh penyanyi Korea dengan sebutan Gunjoo. Ami pernah meminta diputarkan lagu ini ketika Ami sedang di RS. Mendengarkan lagu ini, Ami bisa tidur dengan cukup nyenyak.
(19.3.2024) 185 65. Character Challenges (Sumber : Dodi) Pada awal Januari 2024, saat Ami menunggu program pengobatan lanjutan, yaitu khemo ringan sebanyak 12 kali setiap minggu, Ia pernah mengajak saya menyelesaikan sebuah permainan/game sederhana, yang berhubungan dengan karakter dan kepribadian manusia. Karakter dan kepribadian yang buruk bisa menjadi penghalang untuk melangkah maju. Ada beberapa statement tentang sifat manusia, kemudian kita menyelesaikan sejauh apa kita bisa mengubah sifat-sifat yang tertentu menjadi sebuah kekuatan dan optimisme. Langkah tindakan perbaikan terhadap statement-stement itu kami diskusikan berdua, kemudian kita sepakati mana yang merupakan format kami berdua. Jawaban-jawabannya mungkin tidak ideal atau mendekati standar optimisme, tetapi paling tidak, ada usaha untuk bergerak kearah yang lebih baik dari sebelumnya. 1. Sifat yang mudah Kecil Hati Langkah perbaikan : mencari tahu akar masalahnya lebih dahulu. Berpikir bahwa selalu ada jalan keluar. 2. Sifat mudah larut (terpengaruh) suasana sekitar Langkah perbaikan: menjadi terpengaruh adalah manusiawi. Ingat akan tugas-tugas lain yang masih menanti. Segera sesudahnya fokus kembali ke tujuan. 3. Sifat mudah emosional (marah) Langkah perbaikan : Emosional adalah manusiawi. Berupaya meredam dulu secara bertahap, kemudian fokus lagi ke tujuan.
(19.3.2024) 186 4.Sifat impulsif Langkah perbaikan : Impulsif juga hal yang manusiawi. Identifikasi penyebabnya. Kelola stress. Buat alignment kembali ke jalur yang seharusnya. 5. Sifat egois Langkah perbaikan : Egoisme juga manusiawi. Coba lihat dari dari sisi org lain. Berusaha mengerti problema orang lain. Kemudian buat adjustment. 6.Sifat moody (slow starter) Langkah perbaikan : Mencari variasi aktifitas, atau menetapkan beberapa kegiatan secara paralel, buat skala prioritas, dan lakukan perpindahan fokus secara bergantian. 7. Sifat kurang peka/sensitif Langkah perbaikan : Bersifat terlalu peka juga tidak baik. Berusaha pengertian terhadap masalah orang lain. Ber-empatilah. Dengarkan keluhan orang lain. 8.Sifat pemurung (gampang sedih) Langkah perbaikan : Merubah mindset tidak selalu mudah. Sadari bahwa kita bukan yang paling ter-susah di dunia ini. Ingat-ingatlah keberuntungankebruntungan yang pernah kita peroleh. Bersyukurlah. Identifikasi langkah-langkah belum tentu terbaik, paling tidak ada acuan untuk arah berjalan kedepan.
(19.3.2024) 187
(19.3.2024) 188 66. Di Oktober 2023, Aktifitas Dalam Kenangan (Sumber : Dodi, Ihsan & Irfan) ulan Oktober 2023 praktis merupakan bulan-bulan terakhir dimana Ami masih bisa beraktifitas normal, walaupun kurang nafsu makan. Ami berusaha menjalani hari-harinya dengan sebaik-baiknya, Sebulan sebelumnya telah menjalani PET CT-scan dan MRI, hasilnya baik semua. Kami menunggu jadwal cek laboratorium yang memang dijadualkan pertengahan Oktober 2023. Pada 14 Oktober 2023 Ami harus dirawat di RSPI karena accute kidney dsesease. Ia harus dirawat selama 17 hari. Kemudian tanggal 31 Oktober 2023 Ami diperbolehkan kembali kerumah. Berikut ini adalah beberapa foto dimana Ami masih bisa beraktifitas normal sebelum dirawat pada bulan Oktober 2024 tersebut. Melihat Pameran Tanaman di ICE BSD Serpong (1 Oktober 2023) B
(19.3.2024) 189 Dikunjungi Mas Bambang & Mbak Yayah (Kakak Ami) Lokasi café “Tempat Ngupi”, Cinere (6 Oktober 2023) Mengunjungi rumah Mas Sony (Kakak saya) 7 Oktober 2023 yang baru pindah ke Bintaro
(19.3.2024) 190 Dikunjungi teman-teman alumni FAL Trisakti (11 Oktober 2023) Tanggal 12 Oktober 2023, Ami periksa di UGD RSPI setelah keluarnya hasil Lab. Ia meminta rawat jalan dulu. Tanggal 14 Oktober 2023 masih sempat makan bersama anak-anak, sebelum akhirnya dipanggil lagi oleh pihak UGD, dan selanjutnya harus rawat inap. Di Resto Boemboen Café, Cinere, tanggal 14 Oktober 2023
(19.3.2024) 191 “Ingatkan Aku tentang Nikmat Allah yang tak pernah kurang” (Dari Catatan Ami)
(19.3.2024) 192 67. Di November 2023 : Masa Istirahat Total (Sumber : Dodi, Ihsan & Irfan) Setelah sebelumnya rawat inap sekitar 17 hari, Ami bisa pulang ke rumah dan istirahat total. Beberapa saudara yang mengunjungi Ami di rumah.
(19.3.2024) 193 Dalam bulan November 2024 masih menikmati taman di rumah. Ditemani Ihsan, membuat sketsa untuk yang terakhir kalinya. -------------------------------------------------------------------------------------------
(19.3.2024) 194 “Ya Allah berilah kami ilmu, untuk dapat mengatasi ujianMu dengan Baik” (Dari catatan Ami)
(19.3.2024) 195 68. Di Desember 2023 : Menyempurnakan Perjalanan (Sumber : Dodi, Ihsan & Irfan) ada tanggal 8 Desember 2023, Ami harus rawat inap lagi di RSPI. Setelah sebelas hari di kamar, dilanjutkan sebelas hari di ICU. Semangat Ami dan kami tidak pernah padam dalam berikhtiar mencari jalan terbaik. Allah mengharuskan manusia untuk tidak berputus-asa. Saya waktu itu berkata …. “sejak kita menikah, kita sudah terbiasa berjuang…. siap menghadapi semua kondisi….. semua itu karena rasa cinta pada keluarga…. “. Selalu berikhtiar, tetapi tetap berserah diri kepada Allah. Tanggal 30 Desember 2023, dan sejak beberapa hari sebelumnya, menurut saya, Ami sudah dalam kondisi siap pergi tempat yang baru yang teramat indah. Ia teramat tenang dan tidak gelisah. Ia sudah tahu kemana akan pergi. Dan yang sejak beberapa bulan sebelumnya juga Ia sudah punya firasat itu. Laa Ilaha Illallah. ------------------------------------------------------------------------------------- “Percayalah bahwa takdir Allah itu pasti baik” (Dari Catatan Ami) P
(19.3.2024) 196 69. PELAJARAN YANG BISA DIPETIK DARI PENGOBATAN (2021-2023) (Sumber : Dodi) Sebagai orang awam kedokteran, yang mendampingi isteri dari hari ke hari yang menjadi pasien Ca dari 2021 sampai dengan September 2023, dan ikut mempelajari karakter penyakitnya, maka pada akhir hayatnya tidak ada indikasi (radiologi maupun hispatologi) adanya metastase Ca. Pada Oktober 2023 terindikasi penurunan fungsi renal. Menurut hemat saya, pelajaran berharga yang bisa dipetik adalah sebagai berikut : 1. Deteksi dini Ca sangat penting. Pada akhirnya obat-obatan (termasuk khemoterapi dan radioterapi) juga membahayakan sel yang masih sehat, bahkan bisa berdampak ke organ-organ tubuh yang lain. 2. Penanganan Dokter terbaik adalah secara Tim. Termasuk ahli Radiologi. Bahkan Spesialis Bedah Onkologi sebaikya juga bekerjasama dengan Spesialis Penyakit Dalam Onkologi. Apalagi manakala ada metastase didalam tubuh. 3. Spesialis onkologi memberikan saran-saran intake (asupan) hanya secara global saja. Seharusnya juga ada Dokter Gizi yang yang mengetahui seluk beluk makanan yang cocok untuk penderita Ca. 4. Pendampingan keluarga sangat penting untuk ketenangan psikis. Pasien jangan terbebani hal-hal operasional, apalagi saat menjalani khemoterapi. Keluarga yang serumah harus terus menerus mempompakan semangat, mengingatkan jadwal kontrol ke dokter, jadwal tindakan yang akan diberikan dokter, memproses administrasi (Asuransi/BPJS, Admission RS, Pengambilan obat, iter obat dll). Juga menyiapkan pertanyaan-pertanyaan saat kontrol dokter. Keluarga yang lain bisa memberikan dukungan psikis dan teknis.
(19.3.2024) 197 5.Sangat baik jika Ada keluarga yang bisa selalu mendampingi termasuk mempelajari seluk beluk penyakit secara mendalam. Bisa memberikan second opinion dan bersifat kritis terhadap diagnose atau tindakan dokter dan Rumah Sakit. 6. Jika tidak ada ahli gizi yang mendampingi maka keluarga yang serumah harus mempelajari informasi yang valid tentang pola makan dan makanan yang baik. Keluarga yang lain bisa membantu mencarikan informasi. 7. Keluarga yang serumah membuat jadual makan hari per hari, dan mencatat kualitas makanan hari per hari. Sehingga bisa memastikan pola makan sudah baik. Sebisa mungkin pasien tidak perlu memikirkan lagi apa yang harus dimakan. Keluarga lain bisa membantu mencarikan informasi. 8. Pasien Ca perlu dibantu (oleh Keluarga yang serumah), dalam hal : a. Mengingatkan cek kesehatan secara berkala b. Menghindari lingkungan yang polutif c. Menghindari lingkungan dekat asap rokok d. Melakukan diet berimbang dan mengkonsumsi makanan sehat (low glucose, low fat, lemak, very low cafein, non process food, very-low red-meat, low glutamin, high anti oxidant, very-low dairy product, membatasi makanan yang dibakar, anti cancer food) e. Melakukan exercise tubuh secara proporsional (sinar matahari, udara segar dll). f. Memastikan tidak kelelahan dan istirahat cukup. g. Menghindarkan hal-hal yang bisa menggangu psikis dan membebani pikiran. Membantu mengelola stress. h. Membuat nyaman tempat tinggal atau kamar. i. Memberikan motivasi j. Membawa rekreasi k. Mengingatkan aspek spiritual
(19.3.2024) 198 9.Jika mengalami kesulitan makan Dalam jangka yang panjang bisa jadi penyebabnya bukan masalah gastro. Bisa dari kegagalan fungsi renal (ginjal & saluran kencing). Salah satu indikasinya semua yang dimakan berbau dan berasa seperti zat kimia. Apalagi jika ada indikasi kencing tidak lancar. 10. Pasien yang mengkonsumsi obat-obatan berat sebaiknya selalu waspada terhadap dampaknya pada fungsi ginjal. Cek laboratorium sangat penting. 11. Seandainya diperlukan Hemodialisis, sebaiknya tidak ditunda (kecuali kondisi jantung buruk, tensi tinggi). 12. Kegagalan fungsi renal bisa menyebabkan cairan (pleura) masuk organ lain, seperti thorax dan perut. Menyebabkan infeksi. Foto thorax amat penting, kemudian diperjelas dengan USG. 13. Saat rawat inap, memastikan istirahat tidak terganggu pembesuk, membatasi pembesuk. Memastikan visitnya dokter jaga, dokter spesialis. Memastikan perawat menjalankan tugasnya (tensi, nadi, suhu, saturasi, infus, obat, oksigen, lab, makanan, kebersihan kamar dll).
(19.3.2024) 199 70. POLA KONSUMSI MAKAN YANG SEHAT (Sumber : Dodi) Sudah sejak lebih dari 10 tahun Ami membiasakan keluarga untuk mengkonsumsi Buah. Sebuah kesadaran agar kami selalu sehat. Kandungan anti oksidan dalam buah-buahan sangat baik untuk tubuh kita. Setiap pagi kami pasti minum jus buah buatan sendiri yang biasanya adalah papaya, jambu, dan melon. Jambu bisa meningkatkan thrombocit darah. Kadang-kadang Ami juga menyajikan buah potong, bervariasi antara buah naga, belimbing, apel, nanas dll. Dalam tulisan saya yang berjudul “Pelajaran Yang Bisa Dipetik (2021-2023)”, telah saya singgung pola hidup sehat yang menghindari polusi, asap rokok, diet berimbang, olah raga, cukup istirahat , dan mengelola stress. Kemudian kategori makanan yang harus dikonsumsi. Waktu saya mengalami masalah Asam Lambung, maka dari medsos kami mendapatkan informasi bahwa semangka sangat baik untuk itu, maka variasi buah ditambah dengan semangka. Saya pribadi merasakan manfaatnya buah semangka untuk kesehatan perut. Apabila kita terlalu banyak makan makanan yang bersifat asam (acid) maka lambung kita terasa tidak enak. Dalam kasus saya, maka semangka menjadi penawarnya, karena sifatnya alkaline (basa) yang mentralisir asam. Sifat alkaline ini terdapat juga dalam buah melon, blewah, timun, bengkoang. Kalau lambung terasa tidak enak, saya merasakan saat mengunyah semangka dimulut saja sepertinya aliran alkaline langsung membuat lambung baik lagi. Kemudian pisang juga baik untuk menguatkan dinding lambung saat lambung kita penuh makanan yang bersifat asam. Papaya dan buah naga sangat baik untuk pencernaan kita. Baik untuk mengatasi gangguan pencernaan. Kebetulan anak kami Ihsan yang berkebutuhan khusus sering kesulitan kebelakang, maka kami menambahkan volume jus papaya atau buah naga dari sekali sehari menjadi dua kali sehari. Sewaktu anak-anak masih kecil, kami pernah berkonsultasi dengan Ahli Gizi, dr Tan Shot Yen di Serpong. Kebetulan prioritas waktu itu untuk mendapatkan menu yang cocok untuk anak kami Ihsan yang berkebutuhan khusus. Sejak saat itu volume sayuran segar selalu dikomsusi, dan yang paling sering kami mengkonsumsi selada yang segar, selain bayam , kangkung, pokcoi dll. Untuk kol dan sawi dikonsumsi secara terbatas volumenya karena mengandung gas. Tahun 2024 awal, karena Ami harus khemoterapi ringan, saya mempelajari lagi dari medsos, dan mendapatkan beberapa referensi yang penting, yaitu strawberry, brokoli (khusus brokoli sudah dimulai dari 2021) dalam priode yang lebih sering, Apel
(19.3.2024) 200 juga ditambah volumenya. Ami juga mengkonsumsi madu yang murni sejak 2021, kemudian di 2023 lebih sering lagi mengkonsumsi ikan salmon yang mengandung omega 3. Saya selalu membuat catatan di diary dalam HP saya, tentang apa yang dimakan Ami dari hari ke hari, dan apa yang akan dikonsumsi berikutnya, khususnya untuk mengontrol jenisjenis buah, sayur,dan protein yang vital. Saya meyakini semua konsumsi-konsumsi tersebut membatasi penyebaran penyakitnya (metastasis). Dan terbukti sampai akhir hayatnya tidak ditemukan kandungan yang ganas dalam darah, organ maupun cairan pleura. Semua hasil radiologi (USG, Pet CT-Scan. CT-Scan, MRI, Kolonoskopi, Photo Thorax) dan Lab Hispatologi tidak menemukan adanya metastasis. Namun saya membaca dari referensi Boston College (Prof. Thomas Seyfried) bahwa orang yang diet secara khusus akan mengurangi umur hidup si sel kanker, karena dibatasinya glukosa dan glutamin. Tetapi sel kanker yang sudah mati tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh agar tidak menimbulkan inflamasi (peradangan), dan ini membutuhkan imunitas tubuh baik yang akan menjalankan tugas tersebut. Dan pasien yang kesulitan untuk makan menjadi lemah imunitasnya. Prof Thomas Seyfried juga mengatakan bahwa berpuasa itu sangatlah baik, asalkan pafda saat berbuka puasa tidak mengkonsumsi makanan yang kurang sehat. Supaya tidak percuma puasanya. Ini adalah sebuah tantangan untuk dunia kesehatan, bahwa konsumsi gizi yang baik sama pentingnya dengan obat-obatan. Bahkan kita harus membatasi obat-obatan yang berat. Kita juga harus hati-hati dengan obat-obatan herbal, pastikan tidak berdampak ke ginjal kita. Leluhur kita dahulu juga memiliki pola hidup yang sehat dan menjalani pengobatan yang bersifat alami. Mencegah orang untuk sakit adalah lebih baik.
(19.3.2024) 201 71. AMI DENGAN KEPONAKANNYA (Sumber : Dodi) epengetahuan saya, Ami lumayan punya kedekatan dengan para keponakannya sejak kecil. Ia bisa bergaul dengan mereka dan mengerti dunia para keponakan tersebut. Bahkan dengan keponakan yang tertua, umurnya hanya terpaut lebih muda beberapa bulan saja. Ami akrab dengan mereka, hingga sekarang mereka sudah punya anak-anak, yang menjadi cucu keponakan. Sebahagian dari keponakan tersebut saat kecilnya sering kami bawa menginap di rumah kami, dan kami bawa jalan-jalan. Senang melihat kegembiraan mereka saat bermain bersama, dan ketika waktu pulang dalam keadaan lelah, maka mereka tertidur pulas didalam mobil. Pada kesempatan ini saya mengucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para Keponakan yang juga telah memberikan kecerahan pada kehidupan Ami, dan memberikan perhatian penuh kepada keluarga kami. Puteri-Puteri Alm. Mbak Menuk (Kakak No.1), Mbak Naning dan Astri (dan suami masing-masing) yang dengan setia selalu memantau keadaan Ami dari sejak 2021, suka membawakan makanan-makanan sehat untuk Ami. Astri juga tempat saya bertanya soal-soal kesehatan. Ami selalu berusaha akrab dengan mereka, karena sudah lama ibunya wafat. S
(19.3.2024) 202 Putera & Puteri Mas Kongko (Kakak No.2), Mas Bayu, yang sekarang menjadi pejabat di PT Telkom, membukakan jalan dan memberi perhatian khusus kepada Irfan , anak kami, yang juga sedang magang di BUMN yang sama. Membuat puisi untuk Ami, dan isterinya suka mengirimkan makanan untuk kami. Mbak Galuh dan Tizar yang suka menitipkan oleh-oleh untuk Irfan & Ihsan. Mbak Putri yang juga sering mengirimkan makanan dan suka berkunjung sambil fotofoto di rumah kami. Putera-Putera Alm. Mas Mamam (Kakak No. 3), Mas Wahyu kalau datang dari Perth selalu menjenguk Ami dan pernah membawakan madu dan obat untuk Ihsan. Adit yang tinggal di Perth, menghadiri pemakaman Ami. Rakhmat, yang suka membesuk Ami dan selalu mendoakannya. Ami selalu ingat kepada mereka karena Mas Mamam sudah mendahului wafat. Putera & Puteri Alm. Mbak Menik (Kakak No. 4), Ami sealu berusaha dekat dengan mereka setelah wafatnya Mbak Menik. Mas Dito, dan isterinya juga sering membawakan makanan, dan mereka sesama pemggemar Art & Design. Ozzy yang kami mengenalnya dari kecil, dan sekarang membantu merapihkan e-book ini. Niken, yang selalu mendoakan Ami dan memberikan perhatian pada Ihsan. Putera-Puteri Mas Bambang (Kakak No. 5), Mbak Ira yang saat covid membantu vaksinasi kami di Puskesmas. Mas Aryo dan isteri yang juga membantu masalah kesehatan, Rakai, yang tinggal di Yogya dan selalu berkesempatan bertemu saat kami disana. Puteri-Puteri Mas Bagas (Kakak No. 6), Mbak Muli yang sering hadir di RS, dan membawakan makan siang/malam, Mbak Rini juga Dalam kesibukannya selalu memberikan perhatian. Putera-Putera Mas Sapto (Kakak No.7), Mas Gogor & Isteri yang suka menjenguk Ami, membawakan makanan, dan membuatkan kopi kala sedang di rumah Eyang Uti. Mas Hanung dan Bismo, di Yogya yang suka mengantarkan kami jalan-jalan di Yogya, Putera-Puteri Mbak Yayah (Kakak No.8), Mas Pras yang selalu hadir dengan advis spiritual untuk Ami, Dita dan Rara yang sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ami, mereka selalu ada dan siap-sedia sebelum dibutuhkan, memikirkan dan menyiapkan banyak hal untuk Ami dan anak-anak. Rara dan suaminya, keduanya Dokter yang selalu memantau kesehatan hari per hari, kritis terhadap Dokter dan Perawat. Demikian kerjasama dan gotong royong sesama Saudara yang tulus dan ikhlas, semoga kekal dan abadi.
(19.3.2024) 203 72. RASA PERSAUDARAAN YANG KUAT (Sumber : Dodi) Setelah menikah dalam tahun 1993, kami masih tinggal di Pancoran untuk beberapa bulan, setelah itu kami pindah ke Bekasi Barat. Kantor saya di Cinere (PLN Regional), sehingga setiap hari berkendara dari Bekasi ke Cinere. Sejak dari awal saya melihat Keluarga Besar Santoso Poedjosoebroto sangat guyub dan rekat dalam persaudaraannya. Salah satu yang patut dicontoh adalah saling tolong menolong, yang berjalan sampai saat ini. Saya dan Ami selalu ikut dalam rapat-rapat keluarga sejak kami menikah. Terkecuali hal-hal yang bersifat internal sekali maka cukup diwakili Ami. Biasanya saya sepulang dari kantor langsung menjemput Ami. Pada tahun 1996 , kami pindah ke Cinere mendekati lokasi Kantor. Walaupun jarak cukup jauh dari Cinere ke Pancoran, kami selalu hadir dan tidak pernah absen dalam pertemuan-pertemuan. keluarga. Ami selalu ingin datang tepat waktu, bahkan hadir sebelumnya untuk mempersiapkan keperluankeperluan untuk rapat seperti konsumsi dll. Memastikan kebersihan dan rumah Pancoran tertata dengan baik. Ketika Bu Santoso (Uti) masih ada, walaupun rumah kami di Cinere, kami cukup sering menengok Ibu. Mengajak Bu Santoso pergi jalan-jalan adalah agenda rutin yang sangat menyenangkan. Dan sering juga membawa beliau menginap di rumah Cinere. Kadangkadang saya mengajak Ibu saya juga untuk berpergian bersama-sama. Saya mengerti posisi Ami sebagai anak bungsu, saya sendiripun adalah anak bungsu, sehingga saya mendorong Ami untuk selalu memperhatikan Ibunya. Pada tahun 1997 saya pindah dan promosi ke Kantor Pusat di Blok M. Jika ada pertemuan di Pancoran, maka biasanya Ami menjemput saya ke Kantor baru kemudian ke Pancoran. Pada saat ini sudah ada anak-anak, kadang-kadang anak-anak ikut-serta , kadang-kadang juga ditinggal dengan pengasuh di rumah Cinere. Ami juga suka membantu Mas Mamam (Kakak nomor 3) untuk menyiapkan segala sesuatu jika ada pertemuan atau rapat. Termasuk juga membantu melengkapi catatan-catatan risalah rapat. Sampai saat ini beberapa catatan risalah rapat masih
(19.3.2024) 204 tersimpan foto copy nya di rumah. Mas Mamam sangat rapih dan teliti dalam membuat catatan-catatan rapat. Kami juga mengalami saat-saat beberapa Kakak-Kakak Ami harus bertugas di luar Jakarta dalam tempo yang agak lama, seperti : Mbak Menuk mengikuti suami ke Geneva, Mas Bambang studi di Belanda, Mbak Yayah studi di Australia, Mas Bagas bertugas di Swiss, Lebanon dan Stockholm, dan Mas Sapto bertugas di Lombok. Walaupun jauh dalam jarak tetapi tetap dekat rasa persaudaraannya, Hal lain yang patut menjadi contoh adalah upaya gotong royong dalam Keluarga Besar, semua berusaha berkontribusi dengan tulus ikhlas, apalagi saat terjadi hal-hal tertentu, misal saat-saat Ibu Santoso mengalami sakit, kemudian beberapa Kakak Ami mengalami sakit, acara-acara pernikahan para keponakan, dan saat Ami sendiri juga harus menjalani pengobatan. Semoga Allah memberkahi seluruh Anggota Keluarga Besar Santoso Poedjosoebroto.
(19.3.2024) 205 73. AMI DILINGKUNGAN KELUARGA SAYA (Sumber : Dodi) Sejak kami menikah, Ami tidak ada kesulitan untuk bergaul dan mencair dengan keluarga saya. Ami adalah termasuk menantu yang disayangi oleh Ibu saya. Ibu waktu itu selalu mendoakan agar kami bisa dikaruniai momongan. sudah terbiasa untuk sering mempertemukan Ibu saya dan Ibu Mertua, kebetulan beda umurnya hanya terpaut beberapa bulan saja. Kami sama-sama anak bungsu, jadi sudah sepaham tentang bagaimana peran anak bungsu dalam keluarga Jawa. Mencair didalam kedua keluarga menjadi tidak sulit. Kakak saya tertua, Mbak Sri Widiati (Wiwid), menceritakan waktu di makam Ami, Ia membisikkan ke pusara Ami …..“ terimakasih Dik Ami, sudah menjadi teman hidup adikku….. terimakasih sudah melahirkan 2 keponakan penerus keluarga. Terimakasih sudah dengan sabar ikut merawat Ibuku. Terimakasih sudah menjadi tante idola untuk anak-anakku. Terimakasih sudah menjadi Eyang Tante Idola untuk cucu-cucuku. Terimakasih untuk perhatian yang luar biasa untuk seluruh keluarga. Aku akan selalu mengenang dan terkesan atas keceriaan, ucapan-uacpan/komenkomen Dik Ami yang lucu. Kesabaran dan kasih sayangmu yang tidak akan terlupakan ….” Saya pikir kata-kata Kakak saya tersebut bisa menggambarkan bagaimana kedekatan Ami dengan keluarga saya, Kakak-kakak saya, bahkan para keponakan dan cucu keponakan. Kami pernah beberapakali nyekar bersama ke makam orang tua saya di Purwokerto, pernah gathering keluarga di Malang (rumah keponakan), dan kalau kami sedang ke Yogya pasti akan mengunjungi Kakak saya di Solo.
(19.3.2024) 206 74. KARYA-KARYA YANG BELUM DI PUBLISHED (Sumber : Dodi, Ihsan & Irfan) Sebagaimana sudah dijelaskan dalam halaman-halaman sebelumnya bahwa Omah Padma dibentuk untuk menyalurkan kegemaran terhadap Art-Works & Designs. Kemudian ada juga Instagram @Omah Padma yang menjadi on-line gallery dari karyakarya Ami dan Tim nya. Setelah Ami wafat, untuk menghormati karyanya, dan juga menghormati sahabat-sahabatnya yang sudah setia untuk melihat instagram @Omah Padma dan memberikan apresiasi, maka kami menghadirkan (posting) karya-karya Ami yang lain yang belum pernah di posting sampai dengan awal tahun 2024. Ada banyak karya Ami yang belum di published, antara lain lukisan cat minyak dari tahun 1996. Lukisan cat air dan cat akrilik. Sketsa cat air dan pensil berwarna. Semoga karya-karya tersebut bermanfaat dan menginspirasi keluarga dan para sahabat.
(19.3.2024) 207 75. TANGGAPAN PARA SAHABAT (Sumber : Dodi & Irfan) Selama Ami dirawat di Rumah Sakit, dan setetlah wafatnya, maka banyak tanggapan, komentar, dan ucapan belasungkawa dari para sahabat Ami, termasuk mengomentari karya-karya Ami. Kami mengucapkan terimakasih atas persahabatan yang tulus yang telah mengisi hari-hari dalam kehidupan Ami penuh dengan kebahagiaan. Sebahagian rekamannya kami tampilkan sebagai berikut : Yang dikirim dari Instagram
(19.3.2024) 208
(19.3.2024) 209
(19.3.2024) 210
(19.3.2024) 211
(19.3.2024) 212 Yang Dikirim dari WA :
(19.3.2024) 213
(19.3.2024) 214
(19.3.2024) 215
(19.3.2024) 216 BAB II Kesan Para Saudara (Kakak-kakak)
(19.3.2024) 217 1) TULISAN UNTUK PADMI NAWESTRI/AMI SANTOSO DARI HARYO SASONGKO/KONGKO SANTOSO Waktu aku masuk UGM th 1968, Ami baru berusia satu tahun seperti terlihat pada gambar dibawah. Banyak cerita tentang Ami tentang posisinya sebagai anak ragil, sehingga semua kakaknya rebutan ’ngemong’; wajah lucunya sehingga dik Mamam sering bilang mirip Fenti Effendi, bahkan ibu sering menirukan mimiknya dengan cara mengatupkan mulut seraya cara memandang tajam tapi bukan mendelik dan lain-lain cerita yang lucu-lucu. Ami dalam tulisannya pernah menyatakan bahwa dia terpengaruh kakaknya yang waktu itu belajar Arsitektur di UGM.. siapa lagi kalau bukan aku si Hothong.. Waktu itu Ami banyak belajar corat-coret di ruang studio saya di Kotabaru, Yogyakarta. Kalau tentang bakat hampir dibilang kita kakak beradik memang hampir semua suka menggambar, misalnya dik Mamam suka nggambar komik dan karikatur, Bamsar suka bikin sketsa yang tampak ’hidup’ apalagi kalau dibasahi (di-washed) dengan cat air, juga Bagas suka bikin kartun yang menurut Aduk mirip tokoh ’Lat’ pada komik Malaysia..
(19.3.2024) 218 Disini sy bisa menyatakan bahwa untuk keseriusan menggambar, Ami lah orangnya. Artinya selain bakat, pendidikan (arsitektur pertamanan/landscape), latihan n praktek pertamanan sampai menggambar tingkat prrofesional di ’Omah Padma’. Itu harus secara jujur kuakui dengan bangga..
(19.3.2024) 219 PERJALANAN SPIRITUAL Mengenang adikku ragil Ami Santoso.. (1) Alhamdulillah dalam perjalnan siritualnya.. Ami telah melepas keduniawiannya secara ikhlas dengan memandang keluarga (anak dan suami) adalah titipan, harta adalah gadhuhan, gelar adalah sampiran dan sakit adalah sandhangan.. Semua harapan/pinta disertai doa/upaya dan selanjutnya pasrah kepada Allah SWT.. Semoga husnul khotimah.. Aamiin YRA.. Kongko Santoso (tulisan di FB/IG pada memperingati malam 7 hari wafatnya almh, 05/01 2024, bertepatan sengan hari kelahiran almh. Bapak Santoso din Soeraadjehartono)) Mengenang adikku ragil Ami Santoso.. (2) Ada beberapa hal yang selama ini secara perlahan menjadi acuan menjalani hidup bagi saya dan Ami.. dan masing-masing bergulat dengan caranya sendiri. Pertama adalah Migunani yang berarti Bermanfaat (useful/beneficial); Kedua adalah Ngrembaka yang berarti Berkembang (developing); dan Ketiga adalah Lumintu yang berarti adalah Terus-menerus/mengalir/berkesinambungan (sustainable). Pada tulisan dibelakang akan diuraikan secara singkat ilustrasi mengenai hal-hal tersebut. Kongko Santoso (sambutan pada peringatan 40 hari wafatnya almh, 10/02/2024)
(19.3.2024) 220 Mengenang adikku ragil Ami Santoso.. (3) Pada pagi hari awal November 2023, melalui WAG de Santos ada berita bahwa rak buku di ruang keluarga Dalem Pancoran dimakan rayap bersama album-album foto keluarga Santoso yang ada didalam lemari tertutup rak tersebut. Saya bersama adik-adik Bamsar dan Adah segera bergegas untuk melihat apa yang tersisa dan ternyata benar.. hanya sedikit dokumen yang bisa diselamatkan. Waktu dievaluasi sempat dipertanyakan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Siangnya saya mencoba melihat meja yang ada raknya diluar kamar tidur dirumah saya. Hal yang sama juga terjadi.. rak penuh rayap dan sedikit sekali yang tersisa. Hari berikutnya saya menghubungi Ami melalui telpon untuk menceritakan peristiwa tersebut, dan jawaban Ami adalah sebagai berikut: “..Mas Kong, Ami juga pernah mengalami hal serupa.. Di ikhlaskan saja.. apalagi itu hanya barang yang kita sukai atau cintai.. Suatu saat kita juga akan berpisah dengan orang-orang/saudara-saudara yang kita cintai..” Saya kaget sekali dan ada perasan rasa terharu sekaligus malu . dan sdikit rasa bersalah.. tetapi juga bangga dengan jawaban yang mak-jleb dari adik ragil kepada kangmas tertua pada saat itu. Setelah selesai pembicaraan dan telpon diputus, barulah airmata mulai menggenang, dan saya menangis sambil mengucap dalam hati: “.. Ami, alangkah mulianya hatimu.. aku yang paling tua sekalipun, sama-sekali tidak/belum terpikirkan untuk bersikap sedalam itu.. Berbahagialah orang-orang yang ada disekitarmu, termasuk aku, karena telah merasakan dan terimbas oleh keikhlasanmu dalam menyikapi kehidupan yang fana ini.. Alhamdulillah..” Kongko Santoso (kesan pada peringatan 40 hari wafatnya almh, 10/02/2024)
(19.3.2024) 221 DARI MASA KECIL SAMPAI KULIAH Masa Kecil Sebelum Ami lahir di tempat bidan Liauw Ging Hwa, sebelah rumah di Jl. Merbabu 3 Kotabaru, bapak dan ibu sering cerita tentang awal pernikahannya dan tempat yang paling dekat ber-rekreasi adalah taman halaman tengah SMA 3/Padmanaba juga di Kotabaru yang kolam-kolamnya dipenuhi bunga Teratai Padmanaba= Lotus) Ilustrasi kolam Padmanaba di SMA3 YK Dengan demikian nama Padmi Nawestri adalah gabungan dari Padma/i, Nawa (=Sembilan) dan estri (=perempuan). Kesukaan karena pengaruh bunga/taman tersebut ditambah dengan rumah dinas di Banjarmasin yang kolamnya juga dipenuhi dengan bunga Teratai. Selain itu Ibu juga mencipta lagu dengan judul Bunga Teratai atau yang lebih dikenal dengan Banjarmasin Ditengah Malam. Bisa dibayang.kan bahwa mulai kecil Ami dilahirkan, diberi nama dan dibesarkan dalam kebahagiaan penuh dengan rasa kasih sayang dalam nuansa bunga dan taman Sedari kecil Ami sudah sering dititipkan ke saya di Yogyakarta pada saat Bapak bertugas sebagai Ketua Pengadilan Sumatera Barat yang meliiputi ex Sumatera Tengah (Sumbar, Riau, dan Jambi). Pengalaman pertama adalah saat ibu harus mendampingi Bapak melakukan kunjungan ke Riau pada tahun 1968. Waktu itu saya berusia 19 tahun dan Ami sekitar 1 tahun. Sepanjang perjalanan naik KA Senja dari Stasiun Gambir ke Tugu banyak penumpang lain yang menanyakan tentang halikhwal kami berdua.
(19.3.2024) 222 Ilustrasi KA Senja Hal yang lucu adalah ketika makan. Ami hanya minta sedikit nasi dan sayuran yang kemudian saya dulang-kan sambil mengupas telor asin. Ternyata telor dia minta dan mencoba kupas sedikit demi sedikit. Penumpang empat kursi yang saling berhadapan mulai memperhatikan apa yang akan terjadi. Pada waktu kulit telur asin terkelupas dengan sempurna.. tampak semuanya bernafas lega sambil tersenyum dan bahkan ada yang bertepuk tangan. Manggul Ami
(19.3.2024) 223 Ada kenangan yang sangat mendalam sewaktu saya mendapat tugas mengawal boyongan pertama anggota keluarga Santoso no 6 (Bagas). No. 7 (Aduk) dan 8 (Yayah) dari Pelabuhan Teluk Bayur (Padang) menuju Tanjung Priuk (Jakarta) pada tahun 1971 dengan KM Batang Hari. Bapak memang sudah merencanakan bahwa rombongan berikutnya yang terdiri dari Bapak, Ibu, dik Mamam. Menik dan Ami akan berangkat bulan berikutnya dengan naik pesawat udara. Waktu ikut mengantar ke kapal. Ami masih ceria dan sibuk memperhatikan kapal tersebut. Ketika mulai berfoto dan kemudian dibopong ibu, sepertinya Ami sudah merasa bahwa dia tidak ikut berangkat dan mulailah menangis sehingga kita semua ikut sedih. Akhirnya kamipun berangkat dan masih mendengar suara Ami sayupsayup: ..”Dadah kapal.,. daadah mas-mas.., dadaah mbak Yayah.. dadaah Lawut.” Waktu kecil Ami memang suka melihat laut yang disebutnya lawut.. .. Ami ikut mengantar di Teluk Bayur Keluarga mas Hapsara waktu itu terdiri dari mas Hap, mbak Menuk dan Naning serta adik nomor 5 Bambang Sardjono yang ikut keluarga tersebut sejak mulai SMP. Tidak lama setelah sampai Jakarta saya, Adah, Aduk dan Yayah segera ke Yogyakarta untuk melanjutkan masa perkuliahan saya di FT. Arsitektur UGM dan mendaftarkan sekolah adik-adik saya tersebut di SD Ungaran yang hanya berjarak 50 m dari rumah kami di Jl. Merbabu. Selanjutnya Ami lebih banya mengikuti Bapak dan Ibu bertugas baik di Jakarta dan Yogyakarta, kebetulan bapak sedang menyelesaikan disertasinya di FH. UGM sambil menunggu penempatan tugas berikutnya. Ami dan Naning, anaknya mbak Menuk seringkali main dan pergi bersama apalagi umur nereka hanya selisih beberapa bulan saja. Waktu itu saya sering didawuhi njetir mobilnya mas Hap ndherekke Ibu dan mb. Nuk ketempat perbelanjaan yang top waktu itu . antaralin Tip Top Rawamangun. Blok M, Pasar Santa dan ke Pasar Senin atau sekaliyan ke Glodok dan Pasar Uler sekaliyan. Nah.., ketempat-tempat seperti itulah Ami dan Naning seringkali yeyek.
(19.3.2024) 224 Mbopong Ami n Naning Masa Kuliah Ada satu kebetulan yang sudah menjadi semacam tradisi di keluarga, yaitu mengikuti pendidikan sebagaimana dilakukan oleh yang lebih tua ditempat yang memungkinkan. Misalnya bapak dulu lulusan dari UGM , menjadi Dosen di UII, pernah jadi Dekan di Usakti dan mengajar di UI (tidak tetap) maka hampir seluruh putraputrinya pada usia mahasiswa juga kuliah di Perguruan-perguruan tinggi tersebut. Sejak masa kecil Ami sudah melihat saya bergelut dengan gulungan-gulungan kertas tugas Arsitektur, apalagi kalau dia sedang di Yogya pastilah saya beri kebebasan untuk berkreasi corat-coret dengan pensil, pensil warna, cat air, krayon dan juga pastel. Pengaruh-pengaruh masa-masa di Yogya, Padang dan Banjarmasin boleh jadi sebagai factor-faktor yang mendorong Ami untuk kuliah di Fakultas Arsitektur Pertamanan/Lansekap Usakti. Dalam beberapa kesempatan saya melihat Ami j uga aktif dalam kegiatam extrakurikuler kampusnya dan yang paling menonjol adalah adalah menyanyi dalam bentuk Paduan Suara. Ami sangat gembira dan berbahagia saat seluruh keluarga besar Santoso menyaksikan pergelaran yang sangat spektakuler dari Paduan Suara Usakti di Gedung Balai Sidang Jakarta.
(19.3.2024) 225 Wisuda Setelah Bapak wafat pada tanggal 15 Agusttuss 1989, hampir seluruh urusan perwakilan dan perwalian didalam keluarga besar Santoso diserahkan kepada saya, sebagai anak laki-laki tertua. Mendampingi ibu sebagai single parent. Wisuda sarjana Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Jurusan Arsitektur Lansekap dilakukan Gedung Sidang (?) pada tahun 1991 (?). Waktu itu adik saya Sapto Winarno atau panggilan akrabnya Aduk yang bekerja di Kabupaten Lombok Tengah sedang berada di Jakarta, yang selain untuk keperluan bertugas, juga menghadiri acara wisuda. Dengan mengendarai mobil Holden Calais B 142 ST buatan Australia tahun 1986, kami, Ibu, saya. Aduk dan Ami berangkat dengan perasaan bersyukur, bangga, bahagia. Pelat mobil tersebut mempunyai arti khusus bagi keluarga Santoso. Karena angka 142 diartikan sebagai hari bulan perkawinan Bpk/Ibu dan ST adalah singkatan dari Santoso dan Tien (dari Soejatini). Wisuda Ami (Foto oleh Aduk)
(19.3.2024) 226 JADI WALI NIKAH Pada hari pernikahannya Dodi dan Ami juga menggunakan angka yang sama yaitu tanggal 14 Februari 1990 dan dielenggarakaan di Dalem Pancoran. Jadi Wali Akad Nikah Resepsi Pernikahan Dodi – Ami (14/02/1990)
(19.3.2024) 227 MASA BERKARYA Arsitektur Pertamanan Beberapa usaha pertamanan hasil karya Ami telah kita ketahui bersama. Bahkan salah satu yang spesial adalah ketika Ami mengerjakan pekerjaan taman Rumah Nitihardjan untuk sahabatnya Hanny Radiawan. Waktu pembngunn saya sempat menengok dan diantar Gogor, anaknya Aduk. bahkan disana janjian dengan dengan Bambang Sardjono. Setelah pembangunan selesai, rombongan the Sasongkos yang terdiri dari saya, bu Tatik, Kemal, Putrid dan Devani bermalam di Rumah Nitihardjan pada perjalanan pulang ke Jakarta dari Yogyakarta mengendarai mobilnya Kemal, Toyota Rush hitam B…. Lukisan Saya mendapatkan lukisan pertama dari Ami pada tahun 2000 dengan tema Bunga Teratai/Padmanaba. Lukisan berikutnya adalah foto-foto anak-anakku (Bayu, Galuh dan Putri) yang digambar dengan mengenakan pakaian tradisional. Bunga Padma
(19.3.2024) 228 Foto2 pemain musik kawanku juga tidak luput dari gambaran Ami. Mates, Ruddy n Amiroez dalam coretan Ami Keluarga besar Santoso Poedjosoebroto, doc. 1977
(19.3.2024) 229 Pameran Bersama Ami mengajak saya untuk pameran bersama Omah Padma dan G&B guitars yang diselenggarakan Lobby Hotel Bidakara pada tanggal 21 – 23 September 2019. Keluarga Sabnani mengunjungi Pameran tersebut. Irfan mencoba gitarbatik G&B.
(19.3.2024) 230 MUSEUM VIRTUAL Selama Pameran Bersama di Bidakara (2019) tersebut telah terjadi pembicaraan yang cukup intens antara saya dan Ami untuk pencatatan karya-karya yang ada. Dari G&B guitars ada pengalaman bahwa setelah gitar terjual dan dimiliki oleh para pembeli yang antara lain bisa pemain, dan kolektor bahkan juga Museum seringkali lalu berpikir bahwa hubungan kita dengan barang yang kebetulan berwujud gitar jadi semacam terputus. Dari Omah Padma juga ada pengalaman misalnya karya kartu-kartu karya Ami maupun mas Dodi, suaminya. Dulu bila ada pesanan kadang-kadang kartu aslinya diberikan kepada pemesan tanpa atau belum memikirkan bagaimana tentang dokumentasi, hak cipta atau teknologi reproduksi yang ternyata sudah cukup lama dikenal. Dari pembicaraan selanjutnnya disepakati bahwa langkah awal adalah perlunya nama yang menjadi brand produk kita, bisa berupa merk atau logo. Kebetulan G&B dan Anglo Acrylic Painting (by G&B) sudah terdaftar di HAKI dan Omah Padma sudah menuju ke proses tersebut. Omah Padma bahkan telah…. Logo/Merk G&B Logo/Merk Anglo by G&B
(19.3.2024) 231 Logo/Merk Omah Padma Pembicaraan berkembang tentang pendokumentasian produk yang mungkin dalam format Website dan telah dimulai dengan memanfaatkan fasilitas E-mail, FB dan IG serta brosur (product n launching) yang sudah ada sebelumnya. Sebagai contoh misalnya untuk setiap gitar atau lukisan. pasti sudah ada judul, riwayat, spesifikasi, tanggal produksi, pemilik (awal dan seterusnya), reproduksi (pertama dan berikutnya). Semuanya merupakan story telling Ide inilah yang kemudian dikembangkan dan ditajamkan masing-masing secara pelahan tetapi pasti untuk kemudian diwujudkan dalam Museum Virtual untuk G&B dan Omah Padma.
(19.3.2024) 232 2) TULISAN MBAK TATIK TENTANG AMI 1. Rok Sekitar tahun 1974 (saya masih tahap pacaran dengan mas Kongko), tiba² mas Kongko bilang karena Eyang Uti tahu kalau saya bisa bikin baju (note: saya terima jahitan ketika kuliah), maka saya dipesan untuk buatkan baju (rok) untuk Ami. Saya belum pernah ketemu Ami dan waktu itu juga tidak pernah melihat melalui foto, saya hanya menanyakan kira² Ami sebesar atau setinggi apa? Berdasarkan asas perkiraan, saya jahitkan rok model klasik, warna putih kembang² kecil dengan tali pita (strik) di belakang. Panjang rok di bawah lutut, lengan balon dan krah bulat... Setelah rok selesai, dibawa oleh mas Kongko ke Jakarta. Pulang dari Jakarta, saya ditunjukkan foto keluarga, yang dalam foto tersebut dengan wajah ceria Ami memakai rok yang saya jahit...nampak pas, bagus dan lucu...what a lovely Ami...