Rumah-rumah Asap 185
186 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Operasi Bersinar Toba
Di antara Polda yang ada Polri tahun 2015 menyebutkan, ada
di Tanah Air, Polda Sumut 119 perkara Narkoba di Indonesia,
berada di urutan pertama melibatkan polisi.
pemberantasan Narkoba
dalam “Operasi Bersinar Kapolda Sumut, Inspektur Jenderal
Toba”, 21 Maret hingga 19 April 2016. Budi Winarso lewat Kasubdit
Sebanyak 818 kasus peredaran gelap Penerangan Masyarakat Polda Sumut,
Narkoba diungkap dengan hasil; 29.152 Ajun Komisaris Besar MP Nainggolan
kilogram ganja basah, 207 kilogram mengatakan, Narkoba terbesar yang
ganja kering, 20,678 kilogram sabu, masuk ke wilayah hukum Polda Sumut
serta 1.389 butir ekstasi disita. Barang lebih banyak melalui jalur laut lewat
lain yang juga disita adalah yang tunai pelabuhan-pelabuhan tikus di pantai
transaksi sabu senilai Rp 29.960.500, timur.
sebilah belati, rencong, 63 sepeda
motor dan enam mobil. Naik 20 Persen
Sebanyak 1.069 tersangka yang
terdiri dari 1.032 pria, dan 37 wanita, Sejak tahun 2013, lanjut Nainggolan,
ditangkap. Belasan polisi ikut peredaran dan pengonsumsi Narkoba
digulung. Kini, 13 polisi yang positif naik 20 persen. “Hal ini diketahui dari
menggunakan Narkoba saat di uji hasil mengungkapan serta jumlah
air seninya, menghadapi ancaman tersangka yang ditangkap,” ujar
pemecatan. Kasat Reserse Narkoba mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini.
Polres Pelabuhan Belawan pun Tahun 2013 jumlah tersangka yang
dipecat karena menerima aliran dana ditangkap ada 4.209 orang dengan
Rp 2,3 miliar dari narapidana Lapas barang bukti sabu yang disita 108,85
Lubukpakam. Catatan Divisi Propam kilogram. Jumlah pengonsumsi sabu
dalam total kasus tersebut mencapai
Operasi Bersinar Toba 187
Kapolda Sumut, Inspektur Jendral
Budi Winarso (kiri). dok. polda sumut
188 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
3.019 orang.
Tahun berikutnya, 2014, sebanyak
4.828 dengan barang bukti sabu 93,21
kilogram, ganja 2.138 kilogram, biji
ganja 275 kilogram, 110.022 pil ekstasi
serta 6.743 pil happy five, ditangkap.
“Jumlah tersangka itu klasifikasinya
adalah sebagai pengguna, bandar dan
pengedar. Jika dibuat grafik tingkat
pengguna Narkoba, setiap tahun
dalam tiga tahun terakhir naik 20
persen,” kata MP Nainggolan.
Dalam Operasi Bersinar Toba 2016
ini, lanjut MP Nainggolan, Polresta
Medan mengungkap 150 kasus yang
terdiri dari 201 orang tersangka,
dengan barang bukti sebanyak 3.157
gram sabu, 1.060 gram ganja kering
dan 21 butir pil ekstasi.
Polres Pelabuhan Belawan
mengungkap 88 kasus dan 111 orang
tersangka dengan barang bukti 463
gram sabu, dan 8.562 gram ganja
kering. Polres Langkat dengan 55
kasus dan 72 tersangka. Polres
Deliserdang dengan 53 kasus dengan
79 tersngka, 3,137 kilogram sabu, 900
butir ekstasi dan 1.20 gram ganja
kering.
Polres Labuhan Batu mengungkap
42 kasus dengan 62 tersangka dan
barang bukti 86,45 gram sabu, 91,97
gram ganja kering, serta tiga pil
ekstasi. Peringkat terakhir adalah
Polres Nias Selatan dengan satu
pengungkapan kasus dan seorang
tersangka.
Sepanjang Operasi Bersinar Toba 2016 Polres Tapanuli
Tengah berhasil meringkus 16 orang tersangka.
dok. polres tapanuli tengah
Operasi Bersinar Toba 189
190 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Jajaran Polda Sumut memusnahkan barang
bukti Narkoba hasil penindakan Operasi
Bersinar Toba 2016. dok. polda sumut
Operasi Bersinar Toba 191
Ladang Ganja
Dalam operasi besar ini, dibongkar
13 hektare ladang ganja di Kabupaten
Madina (Mandailing Natal) dan tujuh
hektare di Tobasa. Dari kedua ladang
ini diproduksi ganja kering yang
diedarkan lewat Pelabuhan Tanjung
Balai dan Pelabuhan Tanjung Tiram di
Kabupaten Asahan.
“Ada sebagian ganja kering yang
dibawa lewat jalur darat, yaitu
lewat bus-bus carteran. Para bandar
membawanya ke Jakarta, Surabaya,
dan Makassar,” tutur anggota
Direktorat Reserse Narkoba Polda
Medan, Komisaris JS Lapan didampingi
Ajun Komisaris Saragih. Menurut
keduanya, Polres Medan paling banyak
mengungkap kasus ganja pada Operasi
Bersinar Toba. F
192 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
SABANG
BANDA
ACEH
ACEH LHOKSUMAWE
BESAR
PIDIE
BIREUEN
PIDIE JAYA ACEH UTARA
ACEH JAYA BENER MERIAH
ACEH TIMUR LANGSA
ACEH BARAT ACEH TENGAH
ACEH TAMIAN
NAGAN RAYA
GAYO LUES
ACEH BARAT DAYA
ACEH
SELATAN ACEH TENGGARA
SIMEULUE SUBULUS SALAM
ACEH SINGKIL
193
194 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Masjid Raya Baiturrahman. Bangunan
tempat ibadah bersejarah ini menjadi ikon
Nanggroe Aceh Darussalam. foto : hari mahardika
Patah Tumbuh Hilang Berganti 195
196 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Dua Polwan Brimob mengawal penggrebekan
ladang ganja di Gampong Lambada, Kecamatan
Seulimum, Aceh Besar, 1 April 2016. Dok. Polda aceh
Patah Tumbuh Hilang Berganti 197
Patah Tumbuh
Hilang Berganti
Kamis, 7 April 2016 pagi. Dahi ganja yang baru berusia sekitar tiga
dan pelipis Ajun Komisaris bulan itu. “Tampaknya operasi sudah
Besar Achmadi, Kapolres bocor. Tak ada orang di ladang dan
Metro Aceh Selatan, sekitarnya,” kata Achmadi seperti
berkeringat. Kakinya berat dikutip Antara (8/4/2016).
melangkah. Matanya tertuju jalan
setapak di jalur terjal Pegunungan Selama Operasi Bersinar Rencong
Alueba, Kecamatan Meukek, Aceh 2016 digelar, ada 289,5 hektar ladang
Selatan. ganja yang dibongkar polisi. Tidak
Hampir lima jam ia, tim, dan kurang dari 765.000 pohon ganja
sejumlah anggota BNN Kabupaten dibakar di ladang yang tersebar di 23
Aceh Selatan, mendaki lereng titik.
Pegunungan Alueba. Mereka
berangkat dari kantor Polres Metro “Ladang ganja tersebut ada di
Aceh Selatan pukul 03.00, dan tiba di Kecamatan Mountasik, Kabupaten
tujuan pukul 08.00. Aceh Besar tujuh titik; Desa Lambada,
Sambil masih terengah-engah, Kabupaten Aceh Besar empat titik;
Achmadi memicingkan mata karena Kecamatan Lamteuba, Kabupaten
silau oleh matahari. Tampak hamparan Aceh Besar empat titik; Kecamatan
ladang ganja seluas delapan hektar. Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues
Tinggi tanaman 1,5-2 meter. Batang empat titik; dan Kecamatan Beutong,
dan daunnya ranum hijau muda. Kabupaten Nagan Raya empat titik,”
Di perhentian, mereka hanya kata Direktur Reserse Narkoba Polda
beristirahat beberapa menit saja. Aceh, Komisaris Besar Agus Sunardi.
Rombongan berpencar, mencari Bila diolah menjadi ganja kering, lanjut
pemilik dan penanam tanaman Agus, 765.000 pohon ganja tersebut
bisa diolah menjadi setidaknya 579
ton ganja kering siap pakai.
198 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Luasnya ladang ganja di Aceh
membuat sejumlah polisi ikut
“tersesat”. Dalam Operasi Bersinar
Rencong, 23 polisi ditangkap karena
mengonsumsi ganja. “Ada juga yang
positif menggunakan sabu. Ke-23
polisi tersebut sudah diserahkan
Propam Polda Aceh,” kata Kapolda
Aceh, Inspektur Jenderal Husein
Hamidi.
Ia menjelaskan, sudah puluhan
kali polisi membongkar ladang ganja,
tetapi bak disemai burung-burung di
langit, ladang kembali rimbun oleh
tanaman ganja. Tanggal 8 September
2015 lalu misalnya, ada 24 hektar
ladang ganja di Pegunungan Seulawah,
Seulimun, Kabupaten Aceh Besar
dibakar polisi. Tetapi tanggal 27
Februari 2016, Polda Aceh kembali
menemukan 58 hektar ladang ganja
di perbukitan Lamteuba, Kabupaten
Aceh Besar. Ladang ini menjadi
salah satu ladang ganja terbesar di
Indonesia.
Enam hari sebelum rombongan
menemukan ladang ganja di
Pegunungan Alueba, polisi baru saja
membakar 189 hektar ladang ganja di
23 titik di Kabupaten Aceh Besar, Gayo
Lues, dan Nagan Raya.
Jalur Darat
Jalan Raya Cibrebes, Subang, Jawa
Barat, 24 Mei 2016. Seorang sopir truk
bersama kernetnya sedang duduk
santai, menunggu seseorang. Sesekali,
sang sopir melirik jam di ponselnya,
lalu melayangkan pandang ke ujung
jalan raya.
Sekitar 30 menit kemudian, dari
Patah Tumbuh Hilang Berganti 199
Rombongan Mabes Polri pimpinan Kadiv Humas Polri
Irjen Anton Charliyan menyusuri hutan menuju lokasi
58 hektar ladang ganja di perbukitan Lamteuba,
Kabupaten Aceh Besar, Februari 2016. Dok. mabes polri
200 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Wakil Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, kalian semua!”
Mabes Polri, Komisaris Besar Eko Daniyanto Gerak gerik kawanan ini ternyata
(tengah), mengapresiasi hasil ungkap 734 kilogram
ganja Aceh oleh Tim khusus NIC pimpinan Ajun sudah diawasi Tim Direktorat IV
Komisaris Besar Dony Setiawan (kiri). Tindak Pidana Narkoba Bareskrim
Mabes Polri. Menghadapi moncong
dok. Subdit IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri senjata laras panjang polisi, ketiganya
cuma bisa tengkurap meletakkan
kejauhan, datang sebuah mobil kedua tangan masing-masing di
minibus. Sang sopir, Z (49) terkesiap. belakang kepala.
Sementara sang kernet, W (32)
langsung menuju bagian belakang “Ganjanya diletakkan di dasar truk,
truk. Tangannya sibuk membongkar lalu ditutup lapisan papan untuk
dasar bak truk. Ada sesuatu di bawah mengelabui petugas, “ ujar Wakil
sana. Direktur IV Tindak Pidana Narkoba
Bareskrim, Mabes Polri, Komisaris
Sementara, minibus yang Besar Eko Daniyanto. Dari minibus,
dikemudikan D (33) perlahan polisi mengeluarkan 734 kilogram
merapat ke truk. D membuka pintu ganja.
belakang mobil, sementara Z dan W
memindahkan barang dari dasar bak Dari keterangan ketiga tersangka,
truk, paket paket ganja. Tetapi tiba- ada tiga pelaku lain yang sedang
tiba, “Polisi! Jangan Bergerak! Nunduk meluncur ke Jawa Barat menyebar
Patah Tumbuh Hilang Berganti 201
ratusan kilogram ganja lainnya. Polisi Pengungkapan kasus ganja asal
pun meluncur ke Cikampek, Jawa Aceh lewat jalur darat lainnya terjadi
Barat. Tiga pelaku -- AR (29), SU (26), pada 26 Juli 2015 di Bogor. Kala itu
dan AB (22), dicokok di satu SPBU di Polres Bogor, Jawa Barat, menyita truk
Jalan Jatisari, Cikampek. Hasilnya, 266 yang memuat ganja 3,9 ton di Rest
kilogram ganja disita dari ketiganya. Area Sentul, kilometer 35.
“Jadi total ada satu ton ganja Radar Bogor menulis, modus
yang diamankan. Ganja-ganja kering pengiriman ganja jalur darat dilakukan
ini didatangkan dari Aceh, dan berdasarkan jumlah ganja yang
rencananya akan disebar di Karawang, dibawa. Bila ganja yang dibawa
Bogor, dan Jakarta,” kata Eko saat jumlahnya hanya dalam bungkusan
ditemui di kantornya, akhir Mei 2016. kecil, pengedar cukup membawanya
dengan menumpang bus antar kota
Ia menjelaskan, jalur darat menjadi antar provinsi (AKAP). Bila jumlahnya
pilihan favorit para bandar ganja Aceh sudah berkilogram, ganja biasanya
meski sebagian lainnya didistribusi disembunyikan di dalam bagasi bus
lewat laut. Sampai sekarang, pasar AKAP yang ditumpangi. Di pelabuhan,
terbesar ganja Aceh masih Jakarta- bagasi bus jarang diperiksa petugas.
Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.
“Peminatnya paling banyak,” ucap Eko. Pengedar baru akan menggunakan
truk besar untuk mendistribusikan
Tangkapan besar ganja lainnya ganja jika muatannya sudah diatas 10
juga terjadi pada tanggal 1 Mei 2015 kilogram. Truk yang dipakai umumnya
silam di Tol Slipi, Jakarta Barat. Kepala adalah truk yang mengangkut
Sub Direktorat IV Tindak Pidana rempah dan sayuran. Ganja disimpan
Narkoba Mabes Polri, Komisaris Besar di bawah truk, dan ditutupi sayur-
Koeshartono Arif Soedrajat kala itu sayuran. Tumpukan ganja yang sudah
menjelaskan, distribusi ganja dari Aceh dikemas dicampur dengan tumpukan
umumnya diangkut dengan truk peti rempah dan sayur. Modus lain,
kemas pada waktu tertentu. menggunakan dua truk. Truk pertama
sebagai pengalih, sedang truk kedua
“Biasanya mereka masuk dari mengangkut ganja.
pelabuhan pada dini hari. Antara pukul
01.00 sampai 04.00. Mereka masuk Bandar yang merancang modus ini
sebelum subuh karena penjagaan awalnya menyebar informasi palsu
yang longgar pada jam-jam itu,” bahwa ada truk dengan nomor polisi
papar Koeshartono seperti dikutip tertentu sedang membawa ganja.
Wartakotalive.com, 4 Juni 2015. Padahal, truk dengan nomor polisi
yang disebutkan adalah truk pengalih
Mereka membuat sekat ruang agar polisi sibuk dengan truk tersebut.
di dalam peti kemas supaya saat Truk pengalih biasanya melintas
diperiksa, peti kemas kosong. “Mereka jalan protokol sementara truk ganja
membuat dinding dan plafon pelapis melintas jalur alternatif.
di dalam peti kemas. Ganjanya
diselipkan di rongga dinding dan Sopir yang mengantar ganja dari
plafon tersebut,” ucap Koeshartono.
202 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Kawasan Ulee Lheue, Banda
Aceh. foto : hari mahardika
Patah Tumbuh Hilang Berganti 203
204 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
JUMLAH BARANG BUKTI LADANG GANJA
NO KESATUAN TANGGAL KASUS PADA MINGGU PERTAMA KETERANGAN
(21 S.D 27 MARET 2016)
1 POLRES ACEH BESAR 21 Maret 2016 Ladang Ganja ± 141,5 Ha SEMUA BARANG BUKTI DI MUSNAHKAN DI TKP
2 POLRES NAGAN RAYA 21 Maret 2016 Ladang Ganja ± 20 Ha SDA
3 POLRES GAYO LUES 21 Maret 2016 Ladang Ganja ± 25 Ha SDA
NO KESATUAN TANGGAL JML KASUS PADA MINGGU KEDUA KETERANGAN
(28 S.D 03 APRIL 2016)
1 POLRES ACEH SELATAN 30 Maret 2016 SEMUA BARANG BUKTI DI MUSNAHKAN DI TKP
2 POLRES LHOKSEUMAWE 01 April 2016 Ladang Ganja ± 3 Ha SDA
3 POLRES ACEH BESAR 03 April 2016 SDA
Ladang Ganja ± 13 Ha
Ladang Ganja ± 10 Ha
Aceh ke Jakarta-Bogor-Depok-dan Kuahnya kuah beulangong. Kuah
Bekasi rata-rata mendapat upah Rp 20 daging kambing, atau sapi yang di
juta dari bandar. Jalur yang ditempuh campur dengan rempah khas Aceh.
dari Aceh umumnya lewat Medan – Rempahnya antara lain serai, bungong
Pekanbaru – Palembang - Lampung, lawang keling, daun pandan, daun
lalu menyeberang ke Pelabuhan salam, bawang putih, bawang merah
Merak, Banten, sebelum akhirnya iris, daun temurui. Aromanya…hmmm…
masuk ke Jakarta dan sekitarnya. Menggugah selera.
Perjalanan ditempuh selama sepekan
sampai sembilan hari. ”Kalau mau lebih enak lagi, ya,
ditambah biji bakung (biji ganja). Tapi
Kameng Masak Aceh sajian kari kami sekarang sudah tidak
memakai rempah biji bakung lagi,”
Selain digunakan sebagai ‘rokok ungkap Muhammad, koki kari kambing
enak’, biji ganja menjadi bagian dari seperti dikutip Kompas.com (2/4/2013).
rempah makanan khas Aceh. Salah
satu masakan itu, kari kambing atau Muhammad adalah satu dari sekian
kameng masak Aceh. Sudah puluhan banyak koki kaki kambing di restoran
tahun masakan favorit orang Aceh ini kari kambing Aceh yang menampik
jadi maskot kuliner Aceh. Bertebaran campuran biji ganja di dalam
di rumah-rumah makan tradisional masakannya. Walaupun demikian,
Aceh. sudah menjadi rahasia umum kalau biji
ganja memang seringkali digunakan
Beberapa warung populer kari dalam sajian kameng masak Aceh ini.
kambing Aceh di antaranya adalah
Warung Nasi Hasan di Jalan Laksamana Selain menambah gurih, biji ganja
Malahayati, Banda Aceh; Warung dalam rempah kari kambing Aceh
Ridha Ilahi atau Warung Kari Kambing juga membuat daging lebih cepat
Simpang Surabaya di Tengku Cik Ditiro, masak dan empuk. “Jika pakai biji
Banda Aceh; dan Warung Kari Kambing ganja, memasaknya tak sampai
Simpang Ekstren di Jalan Medan- satu jam karena daging cepat
Banda Aceh, Aceh Utara. empuk. Yang pasti tidak membuat
mabuk karena jumlah biji ganja yang
ditumbuk bersama rempah lainnya,
Patah Tumbuh Hilang Berganti 205
sangat sedikit,” tutur Andi, salah Kari kambing khas Aceh.
satu karyawan restoran kari kambing
lainnya seperti dikutip Benarnews.org dok.dentistvschef.files.wordpress.com
(2/1/2016).
Roti cane khas Aceh biasa
Tapi sekarang, jangan coba lagi disajikan bersama kari
mencampur biji ganja pada Si Kameng kambing. dok. wikimedia.org
Masak Aceh. Andi pernah nyaris
masuk penjara karena kedapatan
membawa 0,5 kilogram biji ganja dari
perbukitan Lamteuba, Aceh Besar, ke
Banda Aceh tahun 2008.
Ia mengaku biji ganja yang ia bawa
untuk bumbu masak kari kambing.
Polisi pun melepas dia setelah hasil uji
urine-nya negatif mengonsumsi ganja.
Selain kari kambing, dodol dan kopi
Aceh juga kerap dicampur biji ganja.
Menurut para penikmatnya, rasanya
memang lebih nikmat dan kuat.
Khusus untuk dodol, pembuatannya
dilakukan sesuai pemesannya. Pada
kopi, biji ganja dicampur dengan kopi
sebelum digiling dengan takaran
seperempat dari kopi. F
206 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Spanduk raksasa ‘Bahaya Narkoba’ membentang di pintu masuk
gang sempit Kampung Narkoba di lingkungan RW07 Kelurahan
Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. foto : Asep Ananjaya
Kampung Narkoba 207
208 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Kampung Bahari dan Muara Bahari di lingkungan Kelurahan
Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara diklaim
sebagai kampung Narkoba. Kampung yang terbagi menjadi 15 RW
ini berada di belakang Terminal Tanjung Priok. Kedua kampung itu
terpisah rel kereta api. foto : Asep Ananjaya
Kampung Narkoba 209
Kampung Narkoba
Kian hari, peredaran sabu 174,8 kilometer dari ibu kota, Padang,
di Tanah Air bak menyeret yaitu di Kampung Mangilang, letaknya
Indonesia ke masa lalu nan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru,
kelam, masa berjaya candu Kabupaten Limapuluh Kota. Kampung
di Tanah Jawa. Wabah bukan ini bukan cuma mendapat atribut
saja terjadi di kalangan elit dan kelas sebagai kampung Narkoba, tetapi
menengah, tetapi menyusup jauh ke juga kawasan hitam yang sebagian
jantung kampung terpencil. penduduknya perampok, pembunuh,
Dulu, “Kaum pribumi membeli penjudi dan pemerkosa.
opium dari penghasilan mereka
bertani dan menjadi kuli panggul. Kamis subuh, 3 April 2016, polisi
Mereka rela mengeluarkan uang lima pernah menggrebek kampung ini
sen setiap hari atau seperempat dari untuk mengungkap kasus perampokan
penghasilan mereka sehari. Sebagian di satu rumah di Jorong Sopang. Kala
kecil di antara mereka bahkan rela itu, tiga orang keluarga, Ayah, Ibu,
membelanjakan penghasilan mereka serta anaknya yang berumur 11 tahun
per hari demi candu”. terluka akibat serangan senjata tajam.
Kini, anak-anak di kampung Narkoba
menjadi mata-mata dan kurir sabu, Dalam penggerebakan, 200 anggota
melupakan masa bermain nan riang gabungan Polres Limapuluh Kota,
bersama sebaya mereka. Sebagian Polda Sumatera Barat, dan Brimob,
anak lain bahkan turut mengonsumsi mengobrak-abrik kampung. Enam
sabu. Anak-anak telah menjadi pelaku terduga pelaku remaja dari kelompok
dan korban. ‘The Bandits’ diamankan. Dari tangan
Di Sumatera Barat, kampung mereka disita sabu, alat hisap, serta
Narkoba berada di kawasan utara, senjata tajam.
Kapolres Limapuluh Kota, Ajun
Komisaris Besar Bagus Suropratomo
210 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Razia Kampung Kubur. Petugas Polda Sumut menyita pernah membersihkan kampung ini
puluhan mesin judi jackpot. foto : hari marhadika dari perjudian. Tetapi saat mereka
hendak masuk kampung, ratusan
meyakini, rangkaian kejahatan yang warga menyerang. Penertiban pun
terjadi di jalur Padang-Riau, bermuara dibatalkan.
di Kampung Mangilang. ”Kami lakukan
penggeledahan, terkait rangkaian Di Jambi, kampung Narkoba ada di
kejahatan yang bermuara di kampung Pulau Pandan, Legok, Danau Sipi, Kota
ini,” tutur Bagus pada pertengahan Jambi. Sejak 2011, kampung ini mulai
April 2016. disebut-sebut sebagai sarangnya
Narkoba.
Sebelumnya, di tahun 2010, petugas
gabungan Polres Limapuluh Kota dan Polresta Jambi pernah mengerahkan
pemerintah kabupaten setempat lebih dari 200 personelnya
menggrebek kampung ini Kamis, 19
September 2013.
Kampung Narkoba 211
Sebanyak 31 orang diamankan. Sebagian dari puluhan warga
Dari tangan mereka disita 22,15 gram yang ditangkap, kata Kasat Reserse
sabu dan ganja sekitar dua kilogram. Narkoba Polrestabes Pekanbaru,
Sebanyak 18 bilah pedang, senjata Komisaris Iwan Lesmana, adalah
api rakitan, dua senapan angin, 19 bandar dan pengedar. “Mereka
sepeda motor bodong, dan uang hasil terorganisir. Beberapa rumah madat di
kejahatan Rp 37 juta juga dirampas. sana dipasangi CCTV,” ungkap Iwan.
Maret 2016, Kampung Pulau Pandan Di Kepulauan Riau, kampung
kembali digerebek. Dua pasang suami Narkoba yang bernama Kampung
istri A Irawan – Susanti, dan Hizbullah Aceh di Muka Kuning Kota Batam,
- Wiwik Fadhillah, tertangkap basah berbatasan dengan laut lepas. Pada
mengedarkan sabu. Dari tangan penggrebekan Selasa, 16 Februari 2016,
mereka disita 12 paket sabu, uang Polda Kepulauan Riau mengobrak-
tunai Rp 1,3 juta, 22 ponsel, dan abrik puluhan rumah, menangkap
sejumlah senjata tajam. empat pengedar, dan 14 pengonsumsi
sabu yang sedang “terbang” di sela
“Keras” nya kampung Narkoba ini asap sabu. Barang yang disita dari
membuat Wali Kota Jambi, Syarif sana, tiga CCTV, dua bilah parang,
Fasha menyamakan Kampung Pulau sebilah keris dan celurit, sepucuk
Pandan seperti Kampung Ambon, senjata api dan senapan angin,
Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) 11 paket sabu, empat bong, tiga
yang kini bernama Kampung Permata. timbangan, beberapa bungkus ganja,
alat pres, dan 27 mesin judi.
Untuk mengakhiri stigma Kampung
Pulau Pandan sebagai kampung Kapolda Kepulauan Riau, Brigadir
Narkoba, lanjut Syarif, perlu kerjasama Jenderal Sam Budigus berharap, ada
dan sinerji antar instansi, sebab, kerjasama lebih baik dan produktif
“Dalam penertiban Narkoba dan di antara instansi terkait untuk
tindak pidana lain, kewenangan menghapus stigma di Kampung Aceh
kami terbatas”. Ia menambahkan, dan memberdayakan warga agar lepas
di kampung Pulau Pandan, bandar dari madat Narkoba di sana. “Kita
dan para pengedarnya tak lagi repot butuh campur tangan pemerintah
mencari pelanggan karena para daerah,” tegas Sam.
pelanggan mereka sudah berdatangan.
Pada April 2015, saat Kapolda
Terorganisir Kepulauan Riau masih disandang
Brigadir Jenderal Arman Depari, 50
Di Riau ada pula kampung orang ditangkap. Sebanyak 16 sepeda
Narkoba. Letaknya di Kampung motor curian, heroin, sabu, ganja, dan
Dalam, Kecamatan Senapelan, Kota uang tunai hasil kejahatan, dirampas.
Pekanbaru. Dalam Operasi Bersinar
April 2016, polisi menyita ribuan paket Di Sumatera Selatan (Sumsel),
sabu dengan berat total satu kilogram ada dua kampung Narkoba, di Lubuk
lebih, serta puluhan pil ekstasi. Linggau dan di Ogan Komering Ilir. Di
kedua tempat, remaja pun menjadi
212 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Tim Khusus Narcotics Investigation Center (NIC), Subdit
IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar
Dony Setiawan menunjukkan barang bukti 734 kilogram
ganja Aceh. dok. Subdit IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri
Kampung Narkoba 213
kurir bagi remaja lain agar bertambah
berani dan bersemangat mencuri dan
merampok.
Kampung Narkoba di Ogan Komering
Ilir terdapat di Dusun Baung, Desa
Bukit Batu, Air Sugihan. Karena
lokasinya dekat dengan Jambi dan
Bengkulu, dusun ini cepat dikenal
sebagai kampung Narkoba. Tanggal
23 Oktober 2016 dusun ini digerebek
jajaran Direktorat Polisi Air Polda
Sumsel. Sebanyak 16 orang yang
diantaranya bandar dan pengedar,
ditangkap. Sabu 272,3 gram, 58,5 butir
ekstasi, uang hasil transaksi Rp 113
juta, dua timbangan digital, dua bilah
senjata tajam, dan bong, disita.
Kapolda Sumsel kala itu, Inspektur
Jenderal Iza Fadri mengatakan,
kondisi Dusun Baung memang
memprihatinkan. Para bandar
membangun rumah-rumah madat non
permanen di sana.
Menjelang Februari 2014, Kasubdit
I Ditresnarkoba Polda Sumsel, Ajun
Komisaris Besar Syahril Musa dan
jajarannya menggrebek Dusun Baung.
Meski telah membawa anjing pelacak,
penggrebekan kali ini hanya mampu
menyita puluhan Ponsel. Tetapi
sebulan sebelum penggrebekan kedua
di Dusun Baung, polisi menggrebek
sejumlah rumah di Jalan Wirakarya,
Kota Lubuk Linggau, 314 arah selatan
ibukota, Palembang. Hasilnya, 12
warga yang sedang berpesta Narkoba
ditangkap. Dua diantara mereka adalah
pegawai negeri setempat dan seorang
pelajar SMA berusia 16 tahun.
Di Lampung, kampung Narkoba ada
di Tanah Miring, Kota Alam, Kotabumi
Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
214 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Pada 25 Maret 2015, kampung Narkoba ke Jabar. “Ganja rencananya akan
ini digerebek tim gabungan kepolisian, dibawa ke Subang, tetapi di JalanTol
TNI, dan Pemkot setempat. Hasilnya, Cikampek sudah kami tangkap,” ujar
belasan senjata tajam, bermacam Wakil Direktur Direktorat IV Bareskrim,
jenis Narkoba, bong dan alat suntik, Komisaris Besar Eko Daniyanto.
disita. Di tempat itu, kata Wakapolres
Lampung Utara, Komisaris Deden Di Kota Cirebon ada empat
Heksaputra Sanusi, warga ikut menjual kampung Narkoba. Tiga di antara
alat suntik seharga Rp 5.000. berada di Kecamatan Pulasaren, yakni
Kampung Cantilan, kawasan Pulobaru,
Tahun 2014, 300 petugas gabungan dan Purwasari. Kampung lainnya ada
menggerebek Tanah Miring. Dari sana di Kegiren, Kejaksaan, tak jauh dari
polisi menyita ratusan gram narkoba, Polresta Cirebon.
puluhan paket ganja besar, puluhan
paket putaw, serta ratusan pil ekstasi. Peredaran Narkoba di Pulasaren
terbatas pada jenis psikotropika
Kampung Narkoba lainnya di Dextro, tramadol, dan thrihex.
Lampung ada di Kampung Tegineneng, Kehadiran puluhan apotek yang
Kabupaten Pesawaran. Pada 17 Juni longgar melepas obat tanpa resep
2014, ratusan personel menggerebek dokter, ikut mendorong peredaran
kampung ini. Sepuluh pengedar jenis psikotropika tadi di Pulasaren.
ditangkap. Satu paket sabu seberat Di Kegiren, yang lebih banyak beredar
73,84 gram, dua timbangan, 92 butir adalah ganja dan sabu.
ekstasi, uang tunai Rp 131 juta, tiga
kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Kapolres Cirebon Kota, Ajun
dan dua buku tabungan, tiga sepeda Komisaris Eko Sulistyo Basuki dan
motor, enam kendaraan roda empat jajarannya pada Selasa, 19 April 2016
yang harganya di atas Rp 100 juta, pernah menggerebek Pulasaren.
disita. Hasilnya, 10 orang bandar Narkoba
terjaring saat sejumlah rumah digedor
Ganja polisi. Dari sana, ribuan pil berbagai
merek disita.
Dibanding sabu, peredaran ganja
di Jabar lebih banyak. Subang, Bogor Di kawasan Kegiren, Kejaksaan,
dan Sukabumi ditengarai sebagai penggrebekan yang dilakukan
sentra peredaran ganja. Berulang kali beberapa kali membuat peredaran
tim gabungan Polda Metro Jaya dan Narkoba di kampung ini merosot.
Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri Kiloan ganja dan ratusan gram sabu
mengungkap kasus ganja yang dibawa tak tampak lagi.
dari Aceh ke Jawa Barat.
Kampung Beting
Pada April 2016, tim gabungan ini
menangkap truk bermuatan ganja Di Kalimantan Barat, kampung
sebanyak 750 kilogram. Dari Aceh, Narkoba ada di Kampung Beting,
ganja tersebut hendak dibawa Pontianak Timur, Kota Pontianak.
Karena prihatin, Presiden Joko Widodo
Kampung Narkoba 215
Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Rudy
Heriyanto Adi Nugroho menunjukkan ribuan jarum suntik
hasil penggrebekan Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta
Barat, Februari 2016. foto : mohammad yan yusuf
216 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
pada Sabtu (22/8/2015) mengunjungi
kampung ini dan mengingatkan agar,
“Stigma kampung ini sebagai kampung
Narkoba harus segera hilang”.
Kapolda Kalbar kala itu, Brigadir
Jendral Arief Sulistyanto, pernah
mendapati ibu-ibu di Kampung Beting
bahkan berlomba membuat kerajinan
tangan berupa bong yang kemudian
dijual ke para pemadat. “Di kampung
ini, kami juga pernah menyita 11
kilogram sabu dari Malaysia, kata Arief
pada pertengahan tahun 2015,” ucap
Arief.
Di Kalimantan Tengah, Kota Sampit
Kabupaten Kotawaringin Timur dikenal
sebagai sentra peredaran Narkoba.
Sabtu (20/2/2016), ratusan anggota
Polres Kotawaringin Timur bertindak.
Sebanyak 12 orang ditangkap.
Puluhan paket sabu, tiga timbangan,
dua perangkat CCTV, puluhan bong,
serta uang tunai jutaan rupiah hasil
kejahatan, disita.
Kalimantan Selatan (Kalsel) pun
tak luput dari kampung Narkoba. Pada
pertengahan Maret 2016, Tanjung
Berkat Ujung, Teluk Tiram, Banjarmasin
Barat, digerebek tim gabungan Polda
Kalsel, Brimob dan anggota TNI.
Belasan orang ditangkap, sejumlah
paket sabu disita.
Di Sulawesi Tenggara, kampung
Narkoba ada di Kampung Salo, Kendari,
Kota Kendari, sedang di Sulawesi
Selatan tepatnya di Makassar, ada
kampung Narkoba, Saparia. Ketika
digerebek, warga melawan dengan
parang dan anak panah. Meski
demikian polisi tak henti menggelar
operasi. Sudah ratusan orang terjaring.
Sudah puluhan kilogram sabu, dan
Kampung Narkoba 217
Hiruk pikuk Kampung Johar Baru, Tanah Tinggi,
Jakarta Pusat diklaim sebagai salah satu Kampung
Narkoba di Jakarta. foto : Asep Ananjaya
218 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Ruas Jalan Swadaya di lingkungan
RT02/14 Kampung Narkoba Muara
Bahari, Tanjungpriok, Jakarta Utara,
2015. foto : Asep Ananjaya
Kampung Narkoba 219
ratusan pil ekstasi disita dari Kampung
Saparia.
Pada Minggu (20/9/2016), dalam
satu operasi besar, 36 bandar sabu
digerebek. Puluhan tempat madat
dirobohkan. Sepekan kemudian,
operasi dilakukan lagi. Di bawah
pimpinan Kapolrestabes Makassar,
Komisaris Besar Rusdi Hartono,
sebanyak 27 pemuda yang lima di
antaranya bandar, ditangkap. Untuk
menghentikan hujan batu warga, polisi
melepas beberapa kali tembakan
peringatan.
Belasan
Kampung Narkoba
Meski hiruk pikuk kampung Narkoba
di Jakarta sudah relatif reda, tetapi
ibu kota negara ini masih jagonya
peredaran sabu dan putaw. Menurut
Kepala Sub Direktorat Masyarakat
Kota BNN, Ali Azhar, Kamis (5/3/2015),
meski sudah kembang kempis, 19
kampung Narkoba di DKI belum
sepenuhnya mati. Ke-19 kampung
tersebut antara lain Kampung Boncos
di RW 3 Kota Bambu Utara, Palmerah,
Kampung Menteng Tenggulun di
Menteng, dan Tanah Tinggi di Johar
Baru, Jakarta Pusat, serta Kampung
Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
F
220 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
221
bab 3
Operasi Bersinar digelar untuk mengingatkan publik,
Indonesia dalam kondisi darurat Narkoba. Untuk
melepaskan negeri dari jeratan Narkoba, polisi
membutuhkan kerjasama dengan instansi terkait,
terutama pemerintah daerah, para pemodal, dan relawan.
Tindakan menumpas (represif), mencegah (preventif),
dan menyuluh (preemtif) sudah selayaknya dilakukan
secara bersama-sama, terstruktur, sistematik, dan
bersinerji.
222 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
OPERASI BERSINAR 2016 223
224 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, berfoto
dengan polwan Polda Aceh di ladang
ganja kawasan Lambada, Seulimum,
Aceh Besar, 1 April 2016. dok. polda aceh
Membersihkan Lantai, Membersihkan Sapu 225
226 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Kapolri Jendral Badrodin Haiti berbincang dengan mantan
petani ganja dan tokoh masyarakat, usai pemusnahan
ladang ganja Gampong Lamteuba, Kecamatan Seulimum,
Aceh Besar, 1 April 2016. Dok. Polda aceh
Membersihkan Lantai, Membersihkan Sapu 227
Membersihkan Lantai,
Membersihkan Sapu
Brigadir Kepala Rohullulah jatuh.
Julfandi, berlarian di salah Rohul lalu mencabut senjata
satu gang sempit dan
rumit di Kampung Baru, apinya dan melepas tembakan
Balikpapan, Kaltim. Hari peringatan tiga kali untuk mengakhiri
mulai gelap di pertengahan Februari perkelahian. Tapi Rizal tidak takut dan
2016. Buruannya, Rizal, seorang terus melawan. Ia bahkan berusaha
pengecer sabu, kabur saat hendak merebut senjata api dari tangan
diringkus. Padahal sudah tiga jam Rohul. Karena gagal, Rizal mengambil
Rohullulah yang akrab disapa Rohul, pot bunga dan melempar ke muka
menunggu Rizal sampai Rizal ke luar Rohul.
dari satu rumah di pinggir jalan.
Apesnya, saat itu empat rekan “Saya tangkis pakai tangan itu,”
Rohul berada agak jauh dari lokasi. kata Rohul. Perkelahian berakhir
“Saya sempat teriak dulu agar teman- karena Rizal kelelahan. Rohul
teman keluar. Tapi mereka di belakang menduga, targetnya cepat lelah
saya. Teman-teman kesulitan karena baru mengonsumsi sabu.
menemukan saya saat saya mengejar “Nafasnya jadi pendek,” tambah Rohul.
target,” ucap Rohul. Ketika perlawanan sudah mereda,
Sekitar 100 meter mengejar, Rohul kawan-kawan Rohul baru muncul
bisa menangkap dan menyekap leher dengan nafas terengah-engah. Mereka
Rizal. Rizal meronta. Tubuh besar baru menduga posisi kuat Rohul
Rohul terdorong. Keduanya bergerak setelah mereka mendengar suara
berputar-putar di gang sempit. Yang letupan senjata api Rohul.
satu bertahan, yang lain berusaha
melepas sekapan. Baku pukul, baku Saat diperiksa terungkaplah, Rizal
adalah narapidana yang baru tiga hari
menjalani pembebasan bersyarat.
Tak heran jika ia ingin lolos sekuat
228 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Kabid Humas Polda Kaltim, Komisaris Besar
Fajar Setiawan, menunjukkan salah satu ‘meme’
kampanye Operasi Bersinar Mahakam 2016 yang
dibuatnya. Polda Kaltim merupakan wilayah polda
tertinggi dalam berkampanye terkait anti Narkoba.
Penggedor utama kampanye dilakukan lewat media
sosial. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw
Membersihkan Lantai, Membersihkan Sapu 229
230 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Jalan masuk ke lokasi dimana banyak terdapat sang bandar dan mengaku polisi. Tak
lapak-lapak Narkoba di Kampung Baru, Balikpapan dinyana sang bandar melawan. Yoga
Barat, Kota Balikpapan. Di lokasi ini polisi pernah yang tubuhnya lebih kecil dari Rohul
menemukan lapak Narkoba bermodel loket. Salah pun baku hantam dengan kawan sang
satunya lapak milik bandar Narkoba bernama Bedu. bandar.
Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw Waktu sang bandar hendak
mencabut badik, Rohul menahan. Sang
tenaga dari tangan polisi. Ditangkap bandar lalu berusaha merebut senjata
karena mengedarkan sabu lagi, api Rohul sementara Yoga kewalahan
akan membuat status pembebasan menghadapi lawan yang nyaris dua
bersyarat Rizal dicabut. Hmmm. kali lebih besar badannya dari Yoga.
Yoga tersungkur saat pukulan lawan
Pengalaman seru Rohul dan mengenai hidungnya.
Brigadir Satu Yoga Pribadi berikutnya
di bulan itu adalah, saat keduanya Sang lawan kabur. Dengan hidung
menggerebek seorang bandar sabu bercucuran darah, Yoga mengejar.
di Gunung Bugis. Ketika itu transaksi Karena gang sedang ramai, Yoga tidak
berlangsung di rumah pelaku, di antara melepas tembakan peringatan.
gang-gang sempit.
“Setelah keduanya meninggalkan
Kedua polisi itu masuk rumah sang
bandar, menyamar. Mereka hendak
membeli sabu 50 gram. Sabu keluar,
Rohul membayar, menangkap tangan
Membersihkan Lantai, Membersihkan Sapu 231
saya, saya masih bergumul dengan tiket pesawat. Letaknya dekat lapak-
si bandar selama setengah jam. Jujur lapak sabu milik bandar Amon dan
saja, saya kewalahan,” ujar Rohul. Bedu.
Pertarungan berakhir setelah Rohul
memukul wajah lawan dengan senjata Setiap sore, sebelum Operasi
api, lalu menendang perut sampai Bersinar digelar, puluhan anak kecil
sang bandar tersungkur. Dengan berjejer di pingir jalan menunggu
keras kaki Rohul menginjak dada sang pembeli sabu sambil bermain gitar
bandar hingga berteriak kesakitan, atau sekadar duduk-duduk. Saat
menyerah. ada mobil melintas hendak mencari
sabu, anak-anak itu berhamburan
Hari itu sang bandar diringkus, mendatangi mereka.
tetapi tiga kawannya lepas termasuk
seorang di antaranya yang dikejar Para pembeli sabu tersebut antara
Yoga. Yoga kewalahan mengejar lain pegawai perusahaan minyak yang
lawannya yang sudah paham benar berlokasi di Balikpapan. “Kadang-
dengan kondisi dan arah gang-gang kadang saya bisa lihat pembelinya
sempit. pekerja minyak dari celana yang
mereka pakai, atau dari stiker-stiker
Pembuka Operasi yang menempel di mobil,” kata Rasyid.
Boleh dibilang aksi keduanya Sebelum digelar Operasi Bersinar,
menjadi pembuka Operasi Bersinar para bandar sabu dan kaki tangannya
Mahakam 2016. Aksi mereka seperti di Balikpapan, tak takut melawan
peringatan kepada para pengecer, polisi. Demikian pula di kampung sabu
pengedar, dan bandar sabu bahwa Lambung Mangkurat, Samarinda. Di
akan ada kekuatan lebih besar akan Nunukan, di tengah malam gelap,
menghancurkan mereka. Dan benar Satuan Reserse Narkoba Polres
saja, ketika Operasi Bersinar Mahakam Nunukan sempat mengejar sejumlah
itu datang, para penghuni kampung pria bermotor bersenjata api canggih
sabu -- Kampung Baru dan Gunung sampai perbatasan Malaysia. Polisi
Bugis, kocar kacir. akhirnya memilih mundur sebelum
baku tembak terjadi.
Abdul Rasyid (48), warga di
Kampung Baru mengakui. Sebelum Lapak Si Bedu
operasi digelar, para bandar merajai
Kampung Baru dan Gunung Bugis. Di awal operasi besar ini, seorang
Sebab selama 10 tahun belakangan, warga Kampung Baru mengirim pesan
tak ada operasi besar digelar. ke Ponsel Kapolda Kaltim, Inspektur
Jenderal Safaruddin. Dalam pesannya,
“Sebelum Operasi Bersinar datang. warga kesal melihat bandar sabu
Kondisi kampung ini kacau balau. Bedu, membangun lagi lapak-lapak
Hingar bingar,” kata Rasyid yang sabu.
setiap hari melihat kekacauan itu dari
bangunan kecil tempat ia menjual Sebelum pesan warga sampai ke
tangan Safaruddin, polisi sebenarnya
232 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Membersihkan Lantai, Membersihkan Sapu 233
Bentuk salah satu lapak Narkoba di kawasan Pelabuhan ITCI, Kampung
Baru, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan. Polisi sudah menggerebek lapak
ini dan ditemukan ruang pelarian, di mana tersedia speedboat mengarah
langsung ke laut. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw
234 operasi bersinar
Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba
Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jendral sudah dua kali membongkar lapak
Safaruddin dan Direktur Narkoba Polda Kalimantan sabu Bedu. Tapi Bedu membangun
Timur, Komisaris Besar Mohammad Gagah Suseno lapak-lapak di tempat lain, di
berbicara di ruangan kapolda, Selasa (17/5/2016). Pelabuhan ITCI, Kelurahan Batu Arang,
Selepas Operasi Bersinar Mahakam 2016 usai, Polda Kampung Baru.
Kaltim tak mengendurkan kampanye, penindakan
dan operasi. Operasi penindakan tetap sesuai Setelah mendapat laporan warga,
target, 15 kasus dalam seminggu. Safaruddin pun memerintahkan
jajarannya merobohkan lapak-lapak
Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw tersebut dan menangkapi para
pengedar di sana.
“Semakin banyak informasi masuk,