The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pembaca yang budiman, pada akhir Februari 2016, setelah Presiden
RI Joko Widodo menyatakan Indonesia Darurat Narkoba, beliau menginstruksi BNN (Badan Narkotika Nasional), Polri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Imigrasi, bekerjasama dan bersinerji memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di Tanah Air.

Ikatan kerjasama dan sinerji tersebut digulirkan melalui Operasi Bersinar
(Berantas Sindikat Narkotika) yang digelar tanggal 21 Maret – 19 April 2016. Di lingkungan Polri, operasi tersebut dilaksanakan di 32 Polda dengan 19 Polda prioritas yaitu Polda Aceh, Sumut, Sumsel, Jambi, Riau, Kepri, Lampung, Metro Jaya, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sultra, dan Sulsel, sedangkan Polda lain melaksanakan kegiatan kepolisian yang
ditingkatkan dengan sasaran kejahatan penyalahgunaan Narkoba.

Selain melakukan tindakan penindakan, Operasi Bersinar 2016 juga melakukan
penyuluhan dan rehabilitasi. Satgas Kampanye melakukan 388.812 kegiatan
penyuluhan sementara dari 1.347 pecandu, Satgas Rehabilitasi merekomendasi 1.195 pecandu untuk dirawat.

Apakah langkah sekali pukul serempak seperti ditunjukkan dalam operasi
besar ini telah menghapus kerisauan presiden yang juga menjadi kerisauan kita? Tentu saja tidak.

Sebab, operasi ini digelar terutama lebih untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa bangsa Indonesia bisa lepas dari lilitan perdagangan gelap dan penyalahgunaan Narkoba, hanya jika mau bekerjasama dan bersinerji. Kerjasama dan sinerji inilah yang kemudian bisa membangkitkan kepedulian nasional terhadap bahaya perdagangan gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

Lewat operasi besar ini, seluruh instansi yang terlibat mendapat pengalaman, betapa mahalnya kata, “koordinasi”, “bersinerji”, dan kata “berkelanjutan” (sustainable). Bukti bahwa seluruh instansi yang terlibat mampu mewujudkan hal tersebut, justru datang tahap demi tahap setelah Operasi Bersinar 2016 usai.

Mari kita buktikan bersama, bahwa ketiga kata tersebut terus bergulir makin
bertenaga, makin cepat, sampai bangsa ini bebas dari belitan Narkoba.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by edi ismail, 2020-01-20 10:07:00

OPERASI BERSINAR

Pembaca yang budiman, pada akhir Februari 2016, setelah Presiden
RI Joko Widodo menyatakan Indonesia Darurat Narkoba, beliau menginstruksi BNN (Badan Narkotika Nasional), Polri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Imigrasi, bekerjasama dan bersinerji memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di Tanah Air.

Ikatan kerjasama dan sinerji tersebut digulirkan melalui Operasi Bersinar
(Berantas Sindikat Narkotika) yang digelar tanggal 21 Maret – 19 April 2016. Di lingkungan Polri, operasi tersebut dilaksanakan di 32 Polda dengan 19 Polda prioritas yaitu Polda Aceh, Sumut, Sumsel, Jambi, Riau, Kepri, Lampung, Metro Jaya, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sultra, dan Sulsel, sedangkan Polda lain melaksanakan kegiatan kepolisian yang
ditingkatkan dengan sasaran kejahatan penyalahgunaan Narkoba.

Selain melakukan tindakan penindakan, Operasi Bersinar 2016 juga melakukan
penyuluhan dan rehabilitasi. Satgas Kampanye melakukan 388.812 kegiatan
penyuluhan sementara dari 1.347 pecandu, Satgas Rehabilitasi merekomendasi 1.195 pecandu untuk dirawat.

Apakah langkah sekali pukul serempak seperti ditunjukkan dalam operasi
besar ini telah menghapus kerisauan presiden yang juga menjadi kerisauan kita? Tentu saja tidak.

Sebab, operasi ini digelar terutama lebih untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa bangsa Indonesia bisa lepas dari lilitan perdagangan gelap dan penyalahgunaan Narkoba, hanya jika mau bekerjasama dan bersinerji. Kerjasama dan sinerji inilah yang kemudian bisa membangkitkan kepedulian nasional terhadap bahaya perdagangan gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

Lewat operasi besar ini, seluruh instansi yang terlibat mendapat pengalaman, betapa mahalnya kata, “koordinasi”, “bersinerji”, dan kata “berkelanjutan” (sustainable). Bukti bahwa seluruh instansi yang terlibat mampu mewujudkan hal tersebut, justru datang tahap demi tahap setelah Operasi Bersinar 2016 usai.

Mari kita buktikan bersama, bahwa ketiga kata tersebut terus bergulir makin
bertenaga, makin cepat, sampai bangsa ini bebas dari belitan Narkoba.

Kampung Baru, Gunung Bugis 135

Salah satu kafe di tengah Kota Balikpapan yang disebut-
sebut milik seorang Bandar Narkoba tersohor di Kampung

Baru, Kota Balikpapan. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw

136 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Lubang loket lapak sabu di Kampung Baru, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan. Para pengedar
di Kampung Baru memilih memakai sistem lubang loket seperti ini untuk bertransaksi sabu.
Sehingga antara pembeli dan penjual tak pernah bertatap muka secara langsung. Penjual
melihat lewat kamera CCTV untuk mengetahui pembeli datang. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw

Kampung Baru, Gunung Bugis 137

empat bulan lalu, ketika sang kakak
menikahkan anak pertamanya. Sebuah
pernikahan yang mewah, bahkan
ada beberapa pejabat dari luar kota
datang.

Kini Senong sudah beristri
tiga. Bahkan istri ketiganya kini
menjalankan bisnis sabu sendiri
di Gunung Bugis. Senong memiliki
sejumlah rumah dan tanah di kawasan
Kampung Baru. Dia punya tiga atau
empat rumah besar di kawasan
itu. Bahkan juga memiliki beberapa
rumah lain di perumahan mewah
di Balikpapan. Senong kini memilih
tinggal diluar Kampung Baru.

“Tapi dia sering kesini (Kampung
Baru). Apabila mau Lebaran, dia baik
sih ke tetangga. Suka bagi-bagi beras
dan uang,” kata Abdul.

Berkedok Usaha Legal

Sehabis Senong, bandar sabu yang
muncul kedua adalah Ajeman (30).
Tubuh pria ini penuh tato, berkulit
hitam dan berbadan gempal. Ngeri
melihatnya. Hampir tujuh tahun
lelaki yang lebih akrab disapa Jeman
menjalankan bisnis Narkobanya.

Hidupnya kini makmur. Dia punya
tiga rumah, dua diantaranya berada
di kawasan Karangrejo dan Karangjati
di Balikpapan. Dia juga punya satu
mobil sport BMW. Tapi itu hanya salah
satu mobilnya, dia punya banyak
mobil yang ia pakai bergantian saat ke
Kampung Baru.

“Tapi dia tak pernah lama kalau
datang ke Kampung Baru. Cuma
sebentar saja, lalu pergi lagi,” kata
Abdul. Ia menceritakan, saat masih

138 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

anak-anak, Jeman sudah lebih brutal menemukan bukti yang memberatkan
dari Amon. “Sering buat onar disini,” keenam bandar saat para pengecer
ucap Abdul. Berbeda dengan Amon dan kurir ditangkap.
yang bersikap lebih tenang dan tak
suka berkelahi. Menebar Mata-mata

Tapi semenjak berjualan sabu dan Kaki tangan keenam bandar
jadi kaya, sikap Jeman berubah total. terdiri dari anak-anak, pengojek, dan
Dia lebih tenang dan tak suka lagi kalangan pemuda pengangguran. Hal
berkelahi. “Tak pernah ribut-ribut lagi ini sudah berlangsung selama 16 tahun
sekarang. Sikapnya baik terhadap yaitu sejak Senong muncul sebagai
warga sekitar,” ujar Abdul. bandar sabu pertama.

Dua bandar sabu lainnya adalah Pengojek dan para pemuda
kakak beradik Bedu dan Darwis. pengangguran yang bernyali kecil
Usianya tak berbeda jauh dengan mereka jadikan mata-mata, memberi
Jeman dan Amon. “Para bandar dan isyarakat terhadap semua hal yang
pengedar sabu di sini kebanyakan mencurigakan di Gunung Bugis
kelahiran 1980-an seperti mereka,” maupun Kampung Baru. Hal yang
tutur Abdul. mencurigakan antara lain, kehadiran
mobil yang tak biasa terlihat di kedua
Setiap bandar punya bisnis kampung, atau kehadiran orang
sampingan sebagai kedok. Senong yang berpakaian mencolok, berbeda
punya sederet Ruko-Ruko dan dengan pakaian yang dikenakan warga
kontrakan di Kampung Baru yang setempat umumnya. Jika mata-mata
disewakan dengan bayaran per bulan. ini melihat kaki yang terlalu bersih
atau sepatu yang terlalu bagus,
Ajeman punya satu kafe di tengah mereka akan menghubungi para
Kota Balikpapan yang tiap malam pekerja di lapak sabu agar kabur.
ramai dikunjungi anak-anak muda
Balikpapan, terutama setiap akhir Para bandar memanfaatkan anak-
pekan. Kafe itu terletak di satu anak sebagai kurir. Mereka lah yang
Ruko di pinggir pantai di Klandasan. melayani pembeli dengan mengantar
Di deretan Ruko itu ada berbagai atau mengambil sabu di lapak-lapak
kafe dan rumah makan lain yang sabu milik pengedar. Upah mereka
menyajikan masakan seafood. masing-masing, Rp 20.000 – Rp
50.000 untuk sekali transaksi bagi
Darwis mengikuti jejak ayahnya, para kurir, dan sehari pengintaian bagi
membuka usaha toko bahan mata-mata.
bangunan terutama jual-beli kayu.
Letak tokonya berada persis di Pemuda yang bernyali besar,
sebelah toko ayahnya di Kampung menjaga lapak sabu. Tetapi bandar
Baru. Kini mereka mengatur semuanya Amon memilih mempekerjakan
dari belakang, makanya sulit disentuh. saudara kandungnya sebagai penjaga
lapak.
Para bandar ini tidak memiliki mata
rantai dengan para pengecer dan
kurir sabu. Oleh karena itu polisi sulit

Kampung Baru, Gunung Bugis 139

Lapak-lapak ini memiliki berbagai Tukang-tukang ojek tengah bersantai di sebuah
macam model. Tapi model yang pelabuhan kecil di Pulau Sebatik Barat, Minggu
paling banyak dipilih adalah model (22/5/2016) siang. Di Desa Sei Nyamuk dimana
lubang loket. Seluruh bangunan lapak menjadi lokasi Narkoba masuk, tukang-tukang
tertutup dan hanya menyisakan satu ojek seperti ini oleh para bandar kerap dijadikan
lubang kecil di dinding. Dari lubang
itulah transaksi dilakukan. mata-mata untuk mengetahui ada anggota reserse
Narkoba yang tengah mengintai.
Pekerja di lapak memantau
pembeli dari tayang rekaman CCTV. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw
Saat transaksi, pembeli hanya
perlu menaruh uang ke loket, lalu mendapat upah bulanan lebih besar,
akan menerima paket sabu. Untuk Rp 5 juta sampai Rp 10 juta setiap
langganan, mereka bisa datang kesitu pekan. Mereka juga mendapat fasilitas
langsung. Tapi bagi mereka yang sepeda motor dari para bandar. F
baru, mesti melalui kurir-kurir yang
bertebaran di jalan.

Mereka yang bekerja di dalam lapak

140 operasi bersinar SABAH [MALAYSIA]

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

S. Wasan S. Simaya TAWAU

•Simanggaris

S. Tabul S. Simanggaris P. SinelakNP.uTniNnNuaubuknanasuNanuknkUBaaNnanrUSaTeKtim•lAaNtu•arBn••am•bLaian•mgLaaBnpuionPy. SuKe•EbLaCtaik.pSa•Eu••SBTKUAjp.NTB.GIBKaAatuIrNuYAMUK

S. Sebakis

•Pembeliangan S. Sebuku

S. Sebuku S. Baung P. Sebaung P. Nunukan Tg. Krangsang

Tg. Bilas
Tg. Bukat

KEC. SEMBAKUNG P. Ahus

S. Sembakung Tanjung Keramat• •Tengkudasin Tg. Ahus
P. Itingiting
S. Linung Kayan
P. Sida

Tg. Sida

•TANAH MERAH
S. Linung Bayau S. Serban P. Siput KEC. TANA LIA
Menjelatung• P. TisaS. Sesayap
S. Sesayap Bangkudulis Kecil Utara P. Tembangan Tg. Mega
Barang•
P. Tg. Utara

KEC. SESAYAP ILIR S. Sesayap Tengah P. Baru KEC. BUNYU
Ma.PS.eBbaatwoakng
P. Papa
P. Tibi
S. S. Sesayap Selatan P. Bangkudulis Besar BUNYU•
Betayau PT.gUP. mT.iSrbeournsangP. Kapa P. Fanny
Tg. Juata Tg. Selayang Tg. Arang

P. Sekatak •TARAKAN UTARA

TARAKA•N BAR•ATTARAKAN TENGAH

P. Karis KOTA TARAKAN

Tg. Karis •TARAKAN TIMUR

SEKATAK BUJI• P. Agis Tg. Batu
Bengara•
Ma. Sekatak Tg. Antal SaPli.mLbimaPtau.nLgimu -anBgibuirnPTe.nBguahkaP.
S. Berasan Ma.
S. Ansam Keletiak

u

Sabu di Perbatasan 141

Sabu di Perbatasan

Satu kapal kayu dengan ini bekerja di perkebunan sawit
dua mesin tempel tiba di di Klabakan. Selama dua tahun
satu pelabuhan tikus, di itu mereka tak pernah pulang.
tengah pemukiman padat di Disana pekerjaan mereka adalah
Kelurahan Nunukan Timur, RT membersihkan rumput yang tumbuh
17, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu diantara pohon sawit. “Ini pulang dulu
(21/5/2016) malam. sekarang. Tapi belum tahu kami kapan
akan kembali lagi kesana,” kata Darma.
Kapal kayu itu berasal dari
Klabakan, Malaysia. Kebanyakan Perbatasan Nunukan membentang
penumpangnya pekerja di perkebunan sepanjang 523 kilometer dari
sawit di sana. Perjalanan dari Klabakan Kecamatan Krayan di sisi barat, sampai
ke pelabuhan tikus itu hanya sejam. Kecamatan Nunukan dan Desa Sei
Tak ada pemeriksaan apapun di Nyamuk di sisi timur. Kedua wilayah
pelabuhan tikus. Penumpang bebas ini dekat dengan Tawau, Malaysia.
menurunkan dan membawa barang. Tempat ini menjadi surga para
penyelundup, tetapi neraka bagi polisi.
Di antara para penumpang, ada
satu penumpang keluarga dari Pare- Kecamatan Nunukan berada di
Pare, Sulawesi Selatan. Ada Darma satu pulau sendiri, sedang Desa Sei
(35), Hikmah (16), dan seorang ibu Nyamuk, Kecamatan Sebatik, berada
lainnya yang mendadak menyingkir di ujung timur Pulau Sebatik. Pulau
begitu ditanya soal apa pekerjaannya Nunukan ke sisi barat Pulau Sebatik
di Klabakan. Dia lalu memanggil hanya 10 menit perjalanan dengan
Hikmah, anaknya, agar ikut menjauh speedboat.
dengannya.
Untuk sampai ke Sei Nyamuk,
Darma menceritakan, dia dan butuh waktu lagi sejam dengan
keluarganya sudah dua tahun mobil, membelah sisi barat ke sisi

142 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Sabu di Perbatasan 143

Suasana kampung di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan
Utara. Krayan menjadi salah satu pintu masuk Narkoba dari Malaysia yang sulit
dipantau. Disana personel polisi amat sedikit. Wilayah ini hanya bisa ditembus

lewat jalur udara. Tapi membawa masuk Narkoba dari sini tetap hal mudah, sebab
bandara yang tak ketat dan perbatasan yang terbuka dan permisif. Foto : nurdin rifai

144 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

timur Pulau Sebatik. Berkelok-kelok
naik turun di antara perbukitan dan
jurang berpohon lebat. Jalanan yang
membelah Pulau Sebatik itu berada
di perbatasan antara Malaysia –
Indonesia. Apabila mobil ke jatuh ke
jurang, maka lokasi kecelakaan ada di
Malaysia.

Di Kecamatan Nunukan ada
satu pelabuhan internasional
bernama Tonontaka. Pelabuhan
ini menghubungkan Tawau yang
gemerlap dengan hiburan malam dan
judi, dengan Nunukan yang sepi dan
kosong. Hanya di pelabuhan ini Bea
Cukai memiliki dua anjing pelacak
Narkoba, sedang Polres Nunukan,
tidak.

Perjalanan Tawau ke Nunukan
hanya satu setengah jam. Lalu ada
pula Pelabuhan Liem Hie Djung yang
menghubungkan Pulau Sebatik
dengan Nunukan, serta Nunukan
dengan Kota Tarakan yang jaraknya
tiga jam perjalanan dengan speedboat.

Sembilan Pintu Masuk

Menurut Kapolres Nunukan, Ajun
Komisaris Besar Pasma Royce, ada
400 pelabuhan tikus di Kecamatan
Nunukan dan Desa Sei Nyamuk di
Kecamatan Sebatik Timur. Pelabuhan
itu bisa berupa dermaga kecil tempat
Darma turun dari kapal, atau, rumah –
rumah penduduk yang bisa dimasuki
kapal dari manapun, dan parkir di
sebelah rumah.

Di antara ratusan pelabuhan tikus
tersebut, sembilan di antaranya
ditandai sebagai pintu masuk sabu
dari Malaysia. Harga sabu di Malaysia

Sabu di Perbatasan 145

Speedboat dari Tawau, Malaysia bersandar di
Pelabuhan Sei Nyamuk, Desa Sei Nyamuk, Kecamatan

Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi
Kalimantan Utara, Mei 2016. Jarak dari Tawau ke
pelabuhan ini hanya 15 menit. Narkoba kerap masuk
dari Malaysia ke Indonesia lewat pelabuhan ini.

Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw

146 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Kapal nelayan bersandar di pemukiman warga Selanjutnya dari Nunukan
di Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, perjalanan dilanjutkan dengan jalur
Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Mei laut, menunggu kapal-kapal Pelni
2016. Di Sei Nyamuk, pelabuhan tikus menyamar seperti Lambelu dan Cattleya ke
di pemukiman penduduk. Sulit mendeteksi kapal- Sulawesi atau Balikpapan.
kapal ilegal masuk. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw
Tiba di Tarakan, perjalanan
hanya Rp 400.000 sampai Rp 600.000 dilanjutkan jalan darat sejauh 500
pergram. Setelah sampai Krayan, kilometer menuju Kota Balikpapan.
sabu mudah dibawa ke Tarakan atau
Nunukan lewat jalur udara. Tak ada Untuk menghindari penyelundupan
pemeriksaan di bandara rumput di sabu dari Malaysia, Krayan perlu
Krayan. Begitu tiba di Tarakan atau ketat diawasi. Tapi apa daya, Polsek
Nunukan, juga tak ada pemeriksaan di Krayan hanya memiliki 11 polisi. Karena
Bandara. tingkat kejahatan jalanan rendah,
Pasma menginstruksikan jajarannya
mengawasi mereka yang dicurigai
yang keluar-masuk Krayan ke Serawak,

Sabu di Perbatasan 147

lalu rutin terbang ke Tarakan atau Bongkar muat di Pelabuhan Tonontaka, Mei 2016
Nunukan. pagi. Para buruh di pelabuhan biasanya dipakai
untuk memasukkan Narkoba ke dalam kapal.
“Sekarang kita sedang menunggu
kedatangan dua anjing pelacak Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw
Narkoba,” kata Pasma. Dua bulan
lalu dia menugaskan empat anggota yang kekurangan anjing pelacak
Sabhara ikut pelatihan menjadi Narkoba. Kota Balikpapan saja cuma
pawang K-9 di Pusat Pelatihan punya seekor anjing pelacak Narkoba
Direktorat Satwa Mabes Polri di yang sudah tua. Kemampuan anjing
Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. tersebut sudah sulit diandalkan.

Direktur Reserse Narkoba “Makanya sekarang kami sedang
Polda Kalimantan Timur, Komisaris mengajukan permintaan anjing pelacak
Besar Mohammad Gagah Suseno lagi,” kata Gagah.
berharap, anjing-anjing pelacak yang
dibutuhkan itu bisa segera tiba. Dia
menyebut bukan cuma Nunukan

148 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Menggendong Anak
dengan Sekotak Susu

Meski Operasi Bersinar di wilayah
hukum Polda Kaltim dengan target
14 penindakan sepekan sudah usai,
tetapi Gagah masih melanjutkan
operasi tersebut meski target
penindakan dikurangi menjadi tujuh
hari sepekan. Pola kerjanya tetap
sama, analisa dan evaluasi setiap
Selasa, dan menegur Kapolres yang
tidak mencapai target.

Jika selama dua pekan target tidak
tercapai, maka Kapolres akan diminta
paparan di depan Kapolda. Setelah
itu Kapolda akan mempertimbangkan
pencopotan Kasat Narkoba.

Kepala Satuan Narkoba Polres
Nunukan, Inspektur Satu Moehamad
Hasan Setyabudi, Gagah lalu
menceritakan pengungkapan kasus
dua kilogram sabu di Desa Sei Nyamuk
pada pertengahan Mei 2016. Cerita
bermula saat ia mendapat telpon dari
Brigadir Mahmudin, Senin (9/5) siang.

Mahmudin mendapat informasi dari
seorang informannya bahwa akan ada
seseorang membawa sabu setengah
kilogram dari Tawau, Selasa (10/5).
“Baik, kita masuk Sei Nyamuk, subuh
ya. Tim kecil saja, saya, kamu dan
Rahmad (Brigadir Satu Nur Rahmad),”
kata Hasan dari balik telepon.

KM Lambelu milik PT Pelni bersandar di Pelabuhan Tonontaka, Mei 2016 pagi. Biasanya,
Narkoba yang dibawa dari Tawau, setelah tiba di Nunukan, selanjutnya dibawa ke Balikpapan
atau ke Sulawesi memakai KM Lambelu. Para buruh di pelabuhan yang biasanya dipakai untuk
memasukkan Narkoba ke dalam kapal. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw

Sabu di Perbatasan 149

150 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

KM Lambelu bergerak pelan saat hendak bersandar speedboat dan lelaki kurus. Langganan
di Pelabuhan Tonontaka di Kabupaten Nunukan, reserse Narkoba untuk menyeberang
Provinsi Kalimantan Utara, Mei 2016. Kapal ini hanya ke Pulau Sebatik dari Pulau Nunukan.
muncul tiga kali dalam sepekan dan mengangkut Sepuluh menit.
orang dan barang menuju Balikpapan dan Sulawesi.
Hasan dan anggotanya sudah
Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw dikenali mata-mata pengedar sabu di
Sei Nyamuk. Mereka menyebar sampai
Saat hari gelap, Hasan, Mahmudin, ke pelabuhan kecil di Pulau Sebatik
dan Rahmad masuk ke Pelabuhan Barat, menjelma sebagai tukang ojek,
Tonontaka yang sudah terkunci. atau pengemudi speedboat.
Pintu-pintu pelabuhan sudah
tertutup. Ketiganya melompat lewat Di pelabuhan mereka dijemput
celah salah satu pintu masuk yang tak anggota Polsek Sungai Nyamuk.
tertutup rapat. Lalu dibawa melintas selama sejam
perjalanan ke Pulau Sebatik Bagian
Di pelabuhan sudah menunggu

Sabu di Perbatasan 151

Timur, Desa Sei Nyamuk. speedboat. Perempuan ini pernah
Sesampainya di Hotel Queen, muncul saat seorang pria yang
membawa sabu diringkus pada 29
mereka mulai menyiapkan pola April 2016.
penangkapan. Tetapi sampai hari
ketiga mereka menginap di hotel Ia tampil dengan modus yang sama,
tersebut, yang ditunggu tak juga membawa anak dan beberapa barang
tampak. Menyebalkan, sebab, selama seperti susu yang bentuknya persis
menunggu, Hasan melarang ketiganya dengan barang yang dibawa pria yang
ke luar kamar. Urusan makan, diatur ditangkap .
tiga polisi Polsek Sei Nyamuk.
Saat itu perempuan tersebut hanya
Di hari keempat, ketiganya dicurigai. Bukan menjadi target operasi
mendapat informasi, ada perempuan polisi. Sebab, target polisi sudah
membawa banyak barang di didapat. Tetapi karena curiga, Hasan
pelabuhan dan sedang turun dari dan dua anggotanya datang.

Perempuan itu berjilbab, berparas
cantik, berbadan ideal, berkulit putih
mulus, menggendong bayi, menenteng
bawaan. Meski baru berusia 25 tahun,
ia sudah janda. Ia memiliki toko buku
kecil di Tawau.

Hasan menyapanya ramah. “Ada
apa?” tanya perempuan itu. “Razia
biasa bu,” jawab Hasan. Ia lalu
membawa sang janda cantik itu ke
Polsek Sei Nyamuk dengan mobil. Di
dalam mobil perempuan itu menangis.
Hasan curiga. “Kalau tidak ada apa-apa
mengapa menangis?” kata Hasan.

Ketika digeledah, terungkap
perempuan tersebut membawa dua
kilogram sabu dalam kotak susu.
Hasan segera paham, perempuan itu
cuma orang suruhan. Oleh karena itu
polisi harus mengungkap orang-orang
“di atas” dia.

Sudah menjadi alasan klasik,
perempuan itu hanya ketitipan barang
dari seseorang yang ia sendiri tidak
tahu apa isinya. Upah yang ia dapat
dari mengantar barang ia gunakan
untuk membiayai ayahnya yang sakit.

Beruntung, perempuan bernama

152 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Sabu di Perbatasan 153

Maya ini mau diajak bekerjasama. Ia
masuk menyewa kamar satu hotel
di Nunukan, meletakkan barang, dan
menghubungi dua orang dari Palu
yang akan mengambil barang tadi.
Tak berapa lama ia menerima transfer
uang Rp 18 juta.

Beberapa jam kemudian datang
sepasang kekasih, mengambil barang.
Keduanya adalah pegawai negeri sipil
Kota Palu. Kedua orang yang hendak
mengambil barang mengaku, barang
yang akan dibawa adalah milik Ofan
Rahman (31) yang tengah berada
di Lapas Surabaya. Terungkaplah
kemudian bahwa buat Maya, ini bukan
yang pertama dia terlibat jaringan
sabu Ofan.

Ofan diringkus Satuan Reserse
Narkoba Polrestabes Surabaya pada
21 Oktober 2015 di Hotel Ascott. Dari
tangannya polisi menyita sabu 3,5
kilogram. Majelis hakim memvonis dia
penjara enam tahun.

Siang hari, 13 Mei, dengan celana
jins pendek, sandal jepit, kaos kuning,
Hasan menuju Direktorat Reserse
Narkoba Polda Kaltim. Dia datang
meminta ijin menjemput adik Ofan di
Palu dan meminta anggota reserse
lainnya memeriksa Ofan di Surabaya.F

Motor-motor pegojek mengangkut barang bawaan TKI yang baru saja kembali dari Malaysia
di Pelabuhan Sei Nyamuk, Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan,
Kalimantan Utara, Mei 2016. Narkoba kerap masuk ke wilayah Indonesia dari Tawau dengan

bersembunyi di dalam barang-barang TKI. Foto : Theo Yonathan Simon Laturiuw

154 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

LAPORAN PENGUNGKAPAN KASUS MENONJOL TP. NARKOBA

DITRESNARKOBA POLDA KALTIM BULAN MARET TAHUN 2016

NO NAMA DAN IDENTITAS NO LP WAKTU/TKP BARANG BUKTI MODUS OPERANDI KET

12 34 5 67

01. 01. YOPI TESSALONIK SIAHAAN anak dari LP/ K/ 387/ III/ Tanggal 27 2 (dua) paket Tersangka ditangkap berdasarkan sidik
SURESEL SIAHAAN, Laki-laki, Jakarta, 2016/ Ka. SPK Maret 2016, ganja kering informasi dari masyarakat bahwa di
06 November 1990 / 25 Th, Kristen Jl. Prajamukti seberat 1,3 kilo TKP sering terjadi transaksi narkoba,
Protestan, SMA, Swasta, Batak, Jl. II Rt. 26 No. 6, gram. kemudian dilakukan pengecekan
Sungai Ampal No.04 Rt.045, Kel. Kel. Sepinggan ke TKP ditangkap tersangka dan
Sumber Rejo, Balikpapan Tengah. Baru, Balikpapan diketemukan Barang Bukti.
Selatan, 13.30
wita.

02. 02. MUHAMAD HIDAYAT,S.SO, 23 TAHUN, LP/ A/ 02/ Hari Senin tanggal 13,68 Gram. Tersangka ditangkap berdasarkan sidik
informasi dari masyarakat bahwa di
S1, SWASTA. III/ 2016/ KT 14 Maret 2016, TKP sering terjadi transaksi narkoba,
kemudian dilakukan pengecekan
Resbul/ Sek sekira Jam 22.30 ke TKP ditangkap tersangka dan
diketemukan Barang Bukti.
Sesayap Hilir, wita, Tkp di Jl.

tanggal14 Maret Imam Sulung Rt

2016. 04, Desa Sepala

Dalun, Kec.

Sesayap Hilir, Kab.

Tanah Tidung.

03. 03. GUMARUS als KENTUNG anak dari Laporan Polisi Hari Selasa tanggal 1(satu) poket Tersangka ditangkap berdasarkan sidik

DANIEL NYARAN, Ujoh Bilang, 11 Nomor: LP/ 15 Maret 2016, kecil yang di duga informasi dari masyarakat bahwa di

Oktober 1976 (38 Thn), SMA, Laki- 39/ III/ 2016/ sekitar jam 23.30 narkotika jenis TKP sering terjadi transaksi narkoba,

laki, PNS, Kristhen, Indonesia/Dayak, Kaltim/ Res. wita di kos-kosan sabu-sabu yang kemudian dilakukan pengecekan

Rt 01 Kampung Ngenyan Asa, Kec. Kubar, tanggal yang beralamat di bungkus plastik ke TKP ditangkap tersangka dan

Barong Tongkok, Kab Kutai Barat. 16 Maret 2016. Kamp Busur, Kamp putih bening diketemukan Barang Bukti.

Barong Tongkok, (berat sekitar 0,1

Kec. Br Tongkok, Gram).

Kab. Kutai Barat.

04. 04. MUHAMMAD MA’ARIF Bin HUSNI Laporan Polisi Hari Kamis tanggal 1 (satu) poket Tersangka ditangkap berdasarkan sidik

(Alm), Tenggarong, 22 April 2000 (15 Nomor: LP/ 24 Maret 2016, kecil yang di informasi dari masyarakat bahwa di

Thn), SMP Belum Tamat, Laki-laki, 46/ III/ 2016/ sekitar jam 02.30 duga narkotika TKP sering terjadi transaksi narkoba,

Pelajar, Islam, Indonesia/Kutai, Jl. Kaltim/ Res. wita di rumah yang jenis sabu-sabu kemudian dilakukan pengecekan

KH. Dewantara, Rt 27, Gg. Keluarga Kubar, tanggal, beralamat Jl. KH yang di bungkus ke TKP ditangkap tersangka dan

Kel. Melak Ulu, Kec. Melak Kab Kutai 24 Maret 2016. Dewantara Rt. 27 plastik putih diketemukan Barang Bukti.

Barat. Gg. Keluarga, Kel. bening (sekitar

Melak Ulu, Kec 0,1 Gram).

Melak, Kab Barat.

05. 05. MOHMMADENG Als BAPAK CINTA Bin LP/ 21/ III/ Pada Hari Senin, 2 (dua) bungkus Tersangka ditangkap berdasarkan sidik
tanggal 29 Maret plastik ukuran informasi dari masyarakat bahwa di sidik
MAKASAU, Juwata Laut Kec. Tarakan 2016/ Kaltim/ 2016, sekira pukul besar warna TKP sering terjadi transaksi narkoba,
08.00 wita. transparan yang kemudian dilakukan pengecekan
Barat, Rt. 03 Kodya Tarakan, Prov. Res Nunukan, Di Jembatan diduga berisi ke TKP ditangkap tersangka dan
Kayu di Jalan Narkotika Gol I diketemukan Barang Bukti.
Kaltara, Islam, WNI. tanggal 01 Manunggal Bakti, jenis sabu dengan
Kel. Nunukan berat Bruto ±
Maret 2016. Timur, Kec. 1.900 gram.
Nunukan, Kab.
Nunukan, Prov.
Kaltara

06. 06. FADLI Als FADE Bin RUSLI, 22 Th, LP/ 24-K/ I/ Kamis, 28 Januari 17 (tujuh belas) Tersangka ditangkap berdasarkan

Tarakan, 05 Februari 1993, Indonesia/ 2016/ KALTIM/ 2016, sekira jam bungkus plastik informasi dari masyarakat bahwa di

bugis, Islam, SD, Nelayan, Belakang RES TRK, 00.15 Wita, Jl. berisi serbuk TKP sering terjadi transaksi narkoba,

BRI Rt.17, No.13 Kel. Selumit Pantai tanggal 28 Adityawarman, diduga sabu-sabu kemudian dilakukan pengecekan

Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan. Januari 2016. Gg. Kai Kundang 2677,64 gram. ke TKP ditangkap tersangka dan

Rt.07, Kel. Selumit diketemukan Barang Bukti.

07. SUNARDI Bin (Alm) SYAMSUL BAHRI, dan Belakang BRI

23 Th, Tarakan, 31 Mei 1992, Rt.17, No.12 Kel.

Indonesia/Bugis, Islam, S1, Tidak Selumit Pantai,

Bekerja, Belakang BRI Rt.17, No.12 Kec. Tarakan

Kel. Selumit Pantai, Kec. Tarakan Tengah, Kota

Tengah, Kota Tarakan. Tarakan.

Sabu di Perbatasan 155

07. 08. SAPRIL Als SOMPEK Bin LP/ 28/ III/ Kampung Tabalar 36.837 (tiga Tersangka ditangkap berdasarkan sidik
Muara RT 01, puluh enam ribu informasi dari masyarakat bahwa di
MAMMATANG, Sandakan (Malaysia) 2016/ Kaltim/ Kec. Tubaan, Kab. delapan ratus tiga TKP sering terjadi transaksi narkoba,
Berau. puluh tujuh) butir kemudian dilakukan pengecekan
30 November 1991, Laki-laki, Islam, Res Berau, pil pipih warna ke TKP ditangkap tersangka dan
putih bertuliskan diketemukan Barang Bukti.
24 Tahun, SD (Kelas IV), Petani, tanggal 08 LL yang diduga
sebagai obat
Indonesia/Bugis, Kam­pung Tabalar Maret 2016. keras.

Muara RT 01, Kec. Tubaan, Kab.

Berau.

08. 09. AUWANG ZULKIFLI als AWANG bin LP/122/ III/ Jl. Mayjen Sutoyo Sabu total 0,56 Tersangka ditangkap berdasarkan sidik
informasi dari masyarakat bahwa di
ABDULLAH (alm), SWT, Pasuruan, 17 KALTIM/ 2016/ depan HKBP, Gn. gram. TKP sering terjadi transaksi narkoba,
kemudian dilakukan pengecekan
Juli 1987, Jawa, Islam, Jl. Mayjen Ditresnarkoba, Malang, Kota ke TKP ditangkap tersangka dan
diketemukan Barang Bukti.
Suto­yo Rt. 38, Kel. Klandasan Ilir, tanggal 21 Balikpapan.

Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan. Maret 2016,

Jam 21.00 Wita.

10. LAMBANG SATRIA als LAMBANG bin

SUKARMAIN, POLRI, Balikpapan, 13

Juli 1984, Jawa, Islam, Jl. Mayjend

Sutoyo Rt 38 No. 30, Gn. Malang, Kel.

Klandasan Ilir, Kec. Balikpapan tengah

Kota Balikpapan.

09. 11. MOHAMMAD INDRA YAZID als INDRA LP/97/ III/ 01 Maret 2016 Double L Tersangka ditangkap berdasarkan sidik

bin SUPRAPTO, Sa­ma­rinda, 21 KALTIM/ 2016/ Jam 14.00 Wita sebanyak 40.000 informasi dari Masyarakat bahwa di

Juni 1996, Jl Mars­da A. Saleh Gg 2 Ditresnarkoba Di depan SMP Double L. TKP sering terjadi transaksi narkoba,

Sidomulyo, Sa­marinda Ilir, Samarinda. 6 Samarinda kemudian dilakukan pengecekan

Jl. Kebaktian ke TKP ditangkap Tesangka dan

12. SUPRAPTO als BONEK bin PARMIN, Samarinda Ilir kota diketemukan Barang Bukti.

Lampung, 20 November 1969, Jawa, Samarinda.

Jl. Damanhuri Gg. I No. 08 Samarind

Ilir, Kota Sa­marinda

Balikpapan, Maret 2016, KABAG BINOPS AKBP SABIL UMAR, SIK (NRP 74070776)

156 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

LAPORAN PENGUNGKAPAN KASUS MENONJOL TP. NARKOBA

DITRESNARKOBA POLDA KALTIM BULAN APRIL TAHUN 2016

NO NAMA DAN IDENTITAS NO LP WAKTU/TKP BARANG BUKTI MODUS OPERANDI KET

12 3 4 5 67

01. 01. AGUS WANTO, Laki-laki, Indo/Jawa, LP/04/II/2016/ Pada hari Rabu tanggal 30 Hasil tes urine positif Mengedarkan, sidik
Islam, Polri, Aspol Res PPU. SIPROPAM, tanggal Maret 2016, TKP POLRES mengandung zat memiliki dan
30 Maret 2016. PPU metamfetamina. mengkonsumsi
narkotika jenis sabu.

02. 02. ROBBY ISMAIL, Laki-laki, Indo/Jawa, LP/04/II/2016/ Pada hari Rabu tanggal 30 Hasil tes urine positif Mengedarkan, sidik

Islam, Polri, Aspol Res PPU. SIPROPAM, tanggal Maret 2016, TKP POLRES mengandung zat memiliki dan

30 Maret 2016. PPU metamfetamina. mengkonsumsi

narkotika jenis sabu.

03. 03. HERMAN, Semangkok, 19 Februari LP/05/IV/2016/ Pada hari Rabu tanggal 06 Hasil tes urine positif Mengedarkan, sidik
1981, Laki-laki, Indo/Bugis, Islam, IPROPAM, tanggal 06 April 2016, TKP Polres PPU mengandung zat memiliki dan
Polri, Jl. Sultan Hasanuddin No April 2016. Km 09 Kel. Nipah-nipah, metamfetamina. mengkonsumsi
38 Kec. Balikpapan Barat, Kodya Kec. Penajam, Kab. PPU narkotika jenis sabu.
Balikpapan. Kaltim.

04. 04. AG. CAKRA KAHAR ALIS Bin ALIS, 29 LP/A-36/IV/ 2016/ Pada hari Selasa tanggal 12 Hasil tes urine positif Mengedarkan, sidik

Th, Laki-laki, Indo/Bugis, Polri, Islam, Kaltim/ SPKT Res. April 2016, TKP RT. 01 Desa mengandung zat memiliki dan

Perum BTN Babulu A 17 Rt. 01, Desa PPU, tanggal 12 April Babulu Darat, Kec. Babulu, metamfetamina. mengkonsumsi

Babulu Darat, Kec. Babulu, Kab. PPU. 2016. Kab. Penajam Paser Utara, narkotika jenis sabu.

Kaltim.

05. 05. JANTO Anak dari MA HONG FON, LP/124/IV/2016/ Jl. Pesut, Kel. Rapak 1 (satu) poket Mengedarkan, sidik

Medan, 05 Januari 1988 (POLRI), KALTIM/RES KUKAR, Mahang, Kec. Tenggarong Narkotika jenis Sabu memiliki dan

Laki-laki, Budha, Indo/Cina, Jl. tanggal 07 April Kab. Kukar. = 0,80 gram/bruto. mengkonsumsi

Gunung Galunggung II Rt. 47 Kel. Loa 2016. narkotika jenis sabu.

Ipuh, Kec. Tgr, Kab. Kukar.

06. 06. IRA PURNAMARWAN Bin LP/10/IV/ 2016/ Rumah Ibu Asmawati, 13 (tiga belas) poket Mengedarkan, sidik
Jl. Bulungan RT 11 Kel. sedang diduga sabu. memiliki dan
ABDURRAHMAN, 28 tahun, Laki-laki, Kaltim/ Res Berau/ Gunung Tabur, Kab. Berau, mengkonsumsi
Minggu, 03 April 2016, narkotika jenis sabu.
Islam, Indonesia/Bima, Pecatan TNI- Sek-Sambaliung, sekitar pukul 21.00 Wita.

AD Brigif Bulungan. tanggal 03 April

2016.

07. 07. ENDRO EKO WARDONO Bin HANIK LP/330/III/2016/ Hari Selasa tanggal 29 1 (satu) poket sabu Mengedarkan, sidik
Maret 2016, sekitar pukul seberat 0,53 gram memiliki dan
MUNOTO (Alm), Bandung, 27 Kaltim/Resta Smd, 21.30 Wita, di Perum bruto. mengkonsumsi
Bengkuring, Jl. Pakis Haji narkotika jenis sabu.
September 1978, Laki-laki, Islam, tanggal 29 Maret Blok D RT. 46 No. 469
Kel. Sempaja Utara, Kec.
Indonesia/Jawa, SMA, PNS Dinas PU, 2016. Samarinda Utara, Kota
Samarinda.
Kab. Sangat, Perum Bengkuring, Jl.

Pakis Haji Blok D RT. 46 No. 469, Kel.

Sempaja Utara, Kec. Samarinda Utara,

Kota Samarinda.

08. 08. E. M. ARIF FADILLAH Bin E. M. LP/342/III/2016/ Hari Kamis tanggal 31 1 (satu) poket sabu Mengedarkan, sidik
Maret 2016, sekitar pukul seberat 0,42 gram memiliki dan
HARDADI, Samarinda, 25 November Kaltim/Resta Smd, 19.15 Wita, di Ruang bruto. mengkonsumsi
Bidang Perbendaharaan narkotika jenis sabu.
1975, Laki-laki, Islam, Indonesia/ tanggal 31 Maret dan Verifikasi Kantor Badan
Pengolahan Keuangan dan
Kutai, S1 Ekonomi, PNS Pemkot 2016. Aset Daerah, Jl. Dahlia, Kel.
Bugis, Kec. Samarinda Ulu,
BPKAD, Jl. Mutiara RT.07 No.17, Kel. Kota Samarinda.

Pasar Pagi, Kota Samarinda.

09. 09. MULYANTO BIN MUCHTAR. Samarinda, LP/351/IV/2016/ Hari Jum’at tanggal 01 1 (satu) poket sabu Mengedarkan, sidik
April 2016, sekitar pukul seberat 0,44 gram memiliki dan
23 Desember 1980, Laki-laki, Islam, Kaltim/Resta Smd, 20.30 Wita, di Jl. Cipto bruto. mengkonsumsi
Mangunkusumo RT.10 No.- narkotika jenis sabu.
Indonesia/Bugis, STM, PNS (Dinas tanggal 01 April Kel. Simpang Tiga, Kec. Loa
Janan Ilir, Kota Samarinda.
Bina Marga), Jl. Lambung Mangkurat, 2016.

Gg. 1 Rt. 41 No. 31, Kel Pelita, Kec.

Samarinda Ilir, Kota Samarinda.

10. 10. ARIEF SETIAWAN Als ARIEF Bin LP/74/IV/2016/ Pada hari Selasa tanggal 1 (satu) poket yang Mengedarkan, sidik

ACHMAD SUPRIYOTO, Laki-laki, Reskutim, tanggal 12 12 April 2016, sekitar diduga Narkotika memiliki dan

Tarakan (Kaltara), 19 Juli 1984, 33 April 2016. pukul 21.00 Wita, di Jl. R. jenis shabu seberat mengkonsumsi

thn, PNS (Dinas PU), Islam, Indo/Jawa, A Kartini, Desa Sangatta 0,32 gram beserta narkotika jenis sabu.

Jl. Yos Sudarso I, Gg. Mujur Jaya, Ds. Utara, Kec. Sangatta Utara, plastiknya

Sangatta Utara, Kab. Kutim. Kab Kutim.

11. MISRAN Als IAN Bin TASMAN,

Samarinda (Kaltim), 11 Januari 1973,

Laki-laki, Islam, Indonesia/Banjar,

Wiraswasta, Jl. PLN Desa Sangatta

Utara, Kec. Sangatta Utara, Kab Kutim.

Sabu di Perbatasan 157

11. 12. ANDI ERUL, Makassar, 28 November LP/A-30/IV/ 2016/ Pada hari Selasa tanggal 05 Hasil tes urine positif Mengedarkan, sidik
April 2016, TKP Pelabuhan mengandung zat memiliki dan
1982, Laki-laki, Indo/Bugis, Islam, SPKT/RES PPU, Speed Boat, Kel. Penajam, metamfetamina. mengkonsumsi
Kab. PPU, Kaltim. narkotika jenis sabu.
PNS, Jl. Propinsi Rt 05, Kel. Penajam, tanggal 05 April

Kec. Penajam, Kab. PPU. 2016.

12. 13. ISMADI Bin SUNU, Batu Mulya, 24 LP/A-34/IV/ 2016/ Pada hari Jumat tanggal Hasil tes urine positif Mengedarkan, sidik
08 April 2016, TKP Rt 001 mengandung zat memiliki dan
April 1982, Laki-laki, Indo/Jawa, SPKT/RES PPU, Desa Binuang, Kec. Sepaku, metamfetamina. mengkonsumsi
Kab. PPU. narkotika jenis sabu.
Islam, PNS, Desa Binuang Rt 01, Kec. tanggal 08 April

Sepaku. Kab. PPU. 2016.

13. 14. MUHAMMAD BAHRUL BIN H. LP/99/IV/2016/ Rabu,13 April 2016, jam Sabu 0,06 gr. Mengedarkan, sidik
memiliki dan
ABDULLAH, umur 36 th, Bontang, 1 Kaltim/Res Btg/ Sek 18.15 Wita, di Gapura mengkonsumsi
narkotika jenis sabu.
Januari 1980, Laki-laki, PNS, Islam, Btg Sltn, Tanggal 13 Bontang Kuala RT.01,

SMA, Indonesia/Bugis, Jl. Teuku April 2016. Kel. Bontang Kuala, Kec.

Umar No. 66, Kel. Bontang Baru, Kec. Bontang Utara, Kota

Bontang Utara, Kota Bontang. Bontang.

15. BUSMAN BIN JAMALUDDIN, umur 32

th, Bontang, 6 Oktober 1983, Laki-

laki, Swasta, Islam, SD, Indonesia/

Bugis, Jl. S. Hasanudin RT. 25 Berbas

Tengah, Kec. Bontang Selatan, Kota

Bontang.

14. 16. ENDRO EKO WARDONO Bin HANIK LP/330/III/2016/ Hari Selasa tanggal 29 1 (satu) poket sabu Mengedarkan, sidik
Maret 2016, sekitar pukul seberat 0,53 gram memiliki dan
MUNOTO (Alm), Bandung, 27 Kaltim/Resta Smd, 21.30 Wita, di Perum bruto. mengkonsumsi
Bengkuring, Jl. Pakis Haji narkotika jenis sabu.
September 1978, Laki-laki, Islam, tanggal 29 Maret Blok D RT. 46 No. 469,
Kel. Sempaja, Utara, Kec.
Indonesia/Jawa, SMA, PNS Dinas PU, 2016. Samarinda Utara, Kota
Samarinda.
Kab. Sangat, Perum Bengkuring, Jl.

Pakis Haji Blok D RT.46 No. 469, Kel.

Sempaja Utara, Kec. Samarinda Utara,

Kota Samarinda.

15. 17. EDI SUGIYANTO Bin KURSIN, LP/417/IV/2016/ Hari Sabtu tanggal 16 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
April 2016. sekitar pukul berisi sample urine. memiliki dan
Samarinda, 02 Mei 1981, Laki- Kaltim/Resta Smd, 17.00 Wita. Di Lapas Klas mengkonsumsi
II-A Samarinda, Jl. Jendral narkotika jenis sabu.
laki, Islam, Indonesia/Jawa, SMP, tanggal 16 April Sudirman.

Napi Lapas Klas II-A Samarinda, Jl. 2016.

Kemakmuran, Gg. KNPI RT.73 No.07

Kel. Sungai Pinang, Kec. Samarinda

Utara, Kota Samarinda. Pernah

dihukum dalam perkara narkotika

pada tahun 2013 dan mendapat vonis

8 tahun.

18. HERI GUNAWAN Als HERI SAMPARA

Bin SAMPARA DAENG NOMPO,

Samarinda, 15 November 1986,

Laki-laki, Islam, Indonesia/Makassar,

SD (tidak lulus), Swasta, Jl. Sultan

Sulaiman, Perum Asri Blok J03 RT.32

No.14, Kel. Sambutan, Kec. Sambutan,

Kota Samarinda.

19. MUH. HASAN FATHUR RAHMAN

Als EMON Bin JOKO SUWARNO,

Samarinda, 06 Juni 1991, Laki-laki,

Islam, Indonesia/Jawa, SD. Napi

Lapas Klas II-A Samarinda, Jl. Arif

Rahman Hakim RT. 03 No. 23, Kel.

Sungai Pinang Luar, Kec. Samarinda

Ilir, Kota Samarinda. Pernah dihukum

dalam perkara narkotika pada tahun

2014 dan divonis 5 tahun 3 bulan

penjara.

20. SYAHDAN Bin H. DAHLAN (Alm),

Samarinda, 21 Maret 1963, Laki-laki,

Islam, Indonesia/Banjar, STM, Napi

Lapas Klas II-A Samarinda, Jl. Gatot

Subroto, Gg. 02 RT. 01 No. 18 Kel.

Bandara, Kec. Samarinda Utara, Kota

Samarinda. Pernah dihukum dalam

perkara narkotika pada tahun 2013

dan divonis 6 tahun penjara, sekarang

sedang menjalani hukuman di Lapas

Klas II-A Samarinda.

158 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

21. INDRA SUPRIYADI Bin SUNADI, sidik
Samarinda, 17 April 1991, Laki-
laki, Islam, Indonesia/Jawa, SD,
Napi Lapas Klas II-A Samarinda, Jl.
Merdeka RT. 94 No.17, Kel. Sungai
Pinang Dalam, Kec. Samarinda Ilir,
Kota Samarinda. Pernah dihukum
dalam perkara Curanmor pada tahun
2015 dan divonis 2 tahun penjara.

22. HERI SISWANTO Bin H. ADRAWI (Alm),
Madura, 05 Mei 1985, Laki-laki, Islam,
Indonesia/Madura, SMA, Napi Lapas
Klas II-A Samarinda, Jl. Kemakmuran,
Gg. KNPI Kampung Lamongan RT.
20 No. 160, Kel. Sungai Pinang, Kec.
Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Pernah dihukum dalam perkara
Pembunuhan pada tahun 2012 dan
divonis 6 tahun hukuman penjara,
sekarang masih menjalani hukuman
di Lapas Klas II-A Samarinda.

16. 23. AGUS KRISTIANTO Bin H. SUGIANTO, LP/K/504/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Napi Lapas Klas II-A Balikpapan, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Islam, WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

17. 24. AGUS KRISTIANTO Bin H. SUGIANTO, LP/K/504/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Napi Lapas Klas II-A Balikpapan Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

25. ASDAR Bin ACO, Lapas Klas II-A Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Balikpapan, Islam, WNI.

18. 26. ILHAM Bin H.ABDUL RAUF, Lapas Klas LP/K/505/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

II-A Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

27. SOLIHIN PASARIBU Bin SAKA Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

PASARIBU (Alm), Lapas Klas II-A Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Balikpapan, Islam, WNI.

28. BURHAN Bin H.PIDE (Alm).

29. Lapas Klass II-A Balikpapan, Islam,

WNI.

19. 30. SALMAN Bin MAHMUD, Lapas Klas LP/K/506/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

II-A Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

31. YASDAR Bin HAEDAR, Lapas Klas II-A Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Balikpapan, Islam, WNI. Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

32. SYAMSUDIN Bin H. DAENG PALALO

(Alm), Lapas Klas II-A Balikpapan,

Islam, WNI.

20. 33. SYAHRIL Bin M. SALEH, Lapas Klas LP/K/507/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
II-A Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
34. ISAK TUMANAN Anak Dari MARKUS Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.
TUMAN, Lapas Klas II-A Balikpapan,
Islam, WNI.

21. 35. ARIE SUDJONO Bin SUDJONO IDJAN, LP/K/508/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Lapas Klass II-A Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

36. DANI INDRIARTO Bin SUMARDI, Lapas Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Klass II-A Balikpapan, Islam, WNI.

37. ADI JAYA WARDANA Bin SAID ALI

(Alm), Lapas Klass II-A Balikpapan,

Islam, WNI.

22. 38. TAKBIR Bin BEBAS (Alm), Lapas Klass LP/K/509/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

II-A Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

39. SUWARDI Bin AJANG (Alm), Lapas Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Klass II-A Balikpapan, Islam, WNI. Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

23. 40. SULAIMAN Bin KUBA, Lapas Klass II-A LP/K/510/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Sabu di Perbatasan 159

24. 41. MUHAMMAD RAMADHAN Bin RAMLI, LP/K/511/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Lapas Klass II-A Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

25. 42. BAMBANG ASPIAN Als BOTAK Bin LP/K/512/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

ZULKIFLI, Lapas Klass II-A Balikpapan, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Islam, WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

26. 43. AMBO SAKKA Als OMPONG Bin LP/K/513/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

MANNA, Lapas Klass II-A Balikpapan, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Islam, WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

27. 44. ALFIANNOOR Bin RIDWAN LP/K/514/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

45. Lapas Klass II-A Balikpapan Islam WNI Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

46. MULYAI Bin RUSDI (Alm), Lapas Klass Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

II-A Balikpapan, Islam, WNI. Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

47. MUHAMMAD IKSAN Bin H. MULYADI,

Lapas Klass II-A Balikpapan, Islam,

WNI.

28. 48. AMAT SANUSI Bin ABIDILLAH (Alm), LP/K/515/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

29. 49. AFAN RUSDIANTO Bin HUSAIRI, Rutan LP/K/516/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

30. 50. SUSI NURHAYATI Binti TUKIMIN, Rutan LP/K/517/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

51. YENNI SAPUTRI VIVIAN Binti FIRDAUS Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

(Alm), Rutan Klass II-B Balikpapan, Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Islam, WNI.

31. 52. ALI ROY Bin ASRORI (Alm), Rutan LP/K/518/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
53. SURYADI Bin KARIM (Alm), Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.
54. Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,

WNI.
55. SURIANSYAH Bin AMIR AMBO, Rutan

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI.

32. 56. HASANUDDIN Als ELI Bin TAUDIN LP/K/519/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
(Alm), Rutan Klass II-B Balikpapan, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
Islam, WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.
57. IRFAN Bin JAENAL, Rutan Klass II-B
Balikpapan, Islam, WNI.

58. IDA BAGUS TRIANDI Bin SUSILO. P,
Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,
WNI.

33. 59. HARIADI Bin ABDUL HAFID, Rutan LP/K/520/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

34. 60. BAKRI Als ACO KAPAL Bin BACO, LP/K/521/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

61. MUJIANTO Bin MUJIONO, Rutan Klass Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

II-B Balikpapan, Islam, WNI.

62. ANDI SOLIHIN Als AAN Bin B. ASMUNI,

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,

WNI.

35. 63. BENY Bin RIDWANSYAH, Rutan Klass LP/K/522/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

64. RIZKI SYAHRIL RAMADHAN Bin ATIM Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

SUYONO, Rutan Klass II-B Balikpapan, Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Islam, WNI.

65. RIZAL ERFANY Bin SAFRAIANUR,

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,

WNI.

160 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

36. 66. SUYANTO Bin SUGIMIN (Alm), Rutan LP/K/523/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

67. CERIS TIRAYO ISAKA Bin AHMAD Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

ISAKA (Alm), Rutan Klass II-B Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Balikpapan, Islam, WNI.

68. DERRY JOHNSON Bin NANANG IDRUS,

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,

WNI.

37. 69. AGUS PRAYITNO Bin M. YUSUF, Rutan LP/K/524/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

70. MUHAMAD NUR Bin ADENAN (Alm), Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

WNI.

71. SYAHRUDDIN Bin BABA MANNA, Rutan

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI.

38. 72. MUHAMMAD RAMLI Bin BAKRI, Rutan LP/K/525/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

73. SANDY YUDA PRATAMA Bin Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

RAHMAD PARYUDA, Rutan Klass II-B Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Balikpapan, Islam, WNI.

74. DWI HANDOKO Bin TOMPO CAHIRUDIN

(Alm), Rutan Klass II-B Balikpapan,

Islam, WNI.

39. 75. DEDI BUDIANTO Bin BADERONG, LP/K/526/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

76. DONNY HENGKY Bin DODY Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

LUMATAUW, Rutan Klass II-B

Balikpapan, Islam, WNI.

77. EKO ARIS TRIYONO Bin SLAMET, Rutan

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI.

78. PADI Bin SARIPUDDIN, Rutan Klass

II-B Balikpapan, Islam, WNI.

40. 79. MUHAMMAD ILHAM Bin SUKARTO, LP/K/527/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.
80. ARIS OKTARIAN Bin M. IDRIS, Rutan
Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI

81. FREDY PADANG anak dari MARKUS
LOMA, Rutan Klass II-B Balikpapan,
Islam, WNI.

82. BAHARUDDIN Bin TOLLA,
83. Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,

WNI.

41. 84. HUSEN Bin SITA (Alm), Rutan Klass LP/K/528/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik
II-B Balikpapan, Islam, WNI. Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan
Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi
85. ARLIM PRATAMA Bin NURDIN, Rutan Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.
Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI.

86. SAIPUL Als IPUL Bin SAHARUDDIN,
Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,
WNI.

87. CHRISTIAN PRAYUDHA Bin AHYA,
Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,
WNI.

42. 88. KURNIAWAN YULIAWAN Als WARDI LP/K/529/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Bin WAGIRUN, Rutan Klass II-B Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Balikpapan, Islam, WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

89. DEDY SAPUTRA Als DEDY Bin TANUDE Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

SUPANDI, Rutan Klass II-B Balikpapan,

Islam, WNI.

90. DEDY FIRMANSYAH Als DEDY Bin

SULTAN APPE, Rutan Klass II-B

Balikpapan, Islam, WNI.

91. ADRIANSYAH Als ARDI Bin ABDUL

JABBAR, Rutan Klass II-B Balikpapan,

Islam, WNI.

Sabu di Perbatasan 161

43. 92. RACHMAD HIDAYAT Bin SUDARSON, LP/K/530/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

93. HAIRUL Als IPUL Bin ISMAIL, Rutan Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

Klass II-B Balikpapan, Islam, WNI.

94. M. HABIBIE Bin MASRANI,

95. Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam,

WNI.

96. SALOMON anak dari SAMSON,

KOPONG Rutan Klass II-B Balikpapan,

Kristen WNI.

44. 97. WIDODO Bin TRAWI, LP/K/531/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

98. Rutan Klass II-B Balikpapan, Islam, Ka. SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

WNI. Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

99. SUMADI Bin HALIK (Alm), Rutan Klass Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

II-B Balikpapan, Kristen, WNI.

45. 100. RHAMADHANI Binti M. TANWIN, LP/K/543/IV/ 2016/ Tanggal 13 April 2016, 1 (satu) bh botol Mengedarkan, sidik

101. Jl. Klamono IV No. 75 Rt. 76 Kel. Ka.SPK Tkp di Lapas Klass II-A berisi sample urine. memiliki dan

Muara Rapak, Balikpapan Utara, Balikpapan, Jl. Jend mengkonsumsi

Islam, WNI. Sudirman, Jam 07.35 Wita. narkotika jenis sabu.

102. HERMANSYAH Als KETET Bin NANANG

ISMAIL, Rutan Klass II-B Balikpapan,

Islam, WNI.

46. 103. ADIWINATA SATRIA PRAYOGI Bin LP/386/IV/2016/ Hari Senin tanggal 11 April 1 (satu) poket sabu Mengedarkan, sidik
2016, sekitar pukul 17.30 seberat 0,39 gram memiliki dan
UNTUNG, Samarinda, 05 April 1999, Kaltim/Resta Smd, Wita. brutto. mengkonsumsi
narkotika jenis sabu.
Laki-laki, Islam, Indonesia/Jawa, SMA tanggal 11 April

Kelas 1 (masih sekolah), Pelajar SMKN 2016.

6 Samarinda, Jl. Mugirejo RT. 10 No.- 1 (satu) poket sabu
seberat 0,43 gram
Kel. Mugirejo, Kec. Samarinda Utara, brutto.

Kota Samarinda

104. NURPAJAR Bin SUGENG, Samarinda,

05 Nopember 1998, Laki-laki, Islam,

Indonesia/Jawa, SMA Kelas 1 (masih

sekolah), Pelajar SMKN 9 Samarinda,

Jl. Lubuk Sawah Gg. Asahdah RT.-

No.- Kel. Mugirejo, Kec. Samarinda

Utara, Kota Samarinda

47. 105. TETY KADI Binti WAHYUKIN (Alm), LP/423/IV/2016/ Hari Senin tanggal 18 2 paket ganja Mengedarkan, sidik
April 2016, sekitar pukul seberat 2,70 Kg memiliki dan
Kutai, 10 Mei 1980, Perempuan, Kaltim/Resta Smd, 08.00 Wita, di Kantor Pos bruto. mengkonsumsi
Samarinda Kota, Jl. Gajah narkotika jenis sabu.
Islam, Indonesia/Kutai, S1, IRT, Jl. P. tanggal 18 April Mada, Kota Samarinda.

Antasari Nusa Indah III No. 67 RT.04 2016.

Kel. Teluk Lerong Ulu, Kec. Sungai

Kunjang, Kota Samarinda. Pernah

dihukum dalam perkara Narkoba jenis

Putaw dan divonis 6 tahun 3 bulan

penjara.

48. 106. ISNAWATI Binti RAPUNG, Samarinda, LP/428/IV/2016/ Hari Rabu tanggal 20 April 1 (satu) bungkus Mengedarkan, sidik
2016, sekitar pukul 14.30 plastik warna hitam memiliki dan
11 Juli 1989, Perempuan, Islam, Kaltim/Resta Smd, Wita, di Depan SDN 009 Jl. berisi 2.328 butir mengkonsumsi
Slamet Riyadi Kel. Karang ekstasi seberat narkotika jenis sabu.
Indonesia/Bugis, SMP (tidak lulus), tanggal 20 April Asam, Kec. Sungai Kunjang, 702,30 gram bruto.
Kota Samarinda.
Tidak Bekerja, Jl. Cendana Gg.15 2016.

RT. 41 No. 6 Kel. Teluk Lerong, Kec.

Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Balikpapan, Mei 2016, KABAG BINOPS AKBP SABIL UMAR, SIK (NRP 74070776

162 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

JUMLAH KESELURUHAN GIAT KAMPANYE

TANGGAL 21 MARET S/D 19 APRIL 2016

NO KESATUAN HASIL GIAT LANGSUNG KEGIATAN KAMPANYE GIAT LAIN KET
TIDAK LANGSUNG

1 SATGASDA 13244 2940 9880 424

2 RESTA SAMARINDA 6588 5744 308 536

3 RES BALIKPAPAN 5036 3680 1202 18

4 RES KUTAI KARTANEGARA 18138 12698 1574 3866

5 RES KUTAI TIMUR 4758 3074 432 1252

6 RES KUTAI BARAT 13812 5000 3404 5760

7 RES BONTANG 6258 1510 3022 1726

8 RES BERAU 4826 2970 918 938

9 RES PASER 3386 2930 18 438

10 RES PENAJAM PASER UTARA 5700 3512 790 1398

11 RES BULUNGAN 8276 3950 1026 3300

12 RES TARAKAN 2978 1658 1272 42

13 RES NUNUKAN 3034 1514 324 1196

14 RES MALINAU 1624 1058 106 460

JUMLAH 98010 52238 24276 21496

HASIL GIAT TINDAK TANGGAL 21 MARET S/D 19 APRIL 2016

KATEGORI TERSANGKA

NO KESATUAN Jumlah Jumlah PemodaL Produsen Bandar/ Penanam Pengecer Pemakai
Kasus Tersangka Clandestin Pengedar Ganja

Lab

1 DITRESNARKOBA 49 60 3 0 0 0 33 24

2 POLRESTA SAMARINDA 71 112 0 0 21 0 58 33

3 POLRES BALIKPAPAN 84 141 0 0 2 0 36 102

4 POLRES PASER 28 25 0 0 0 0 15 10

5 POLRES KUTAI 40 57 0 0 3 0 31 21
KARTANEGARA

6 POLRES BULUNGAN 24 35 0 0 3 0 14 18

7 POLRES NUNUKAN 36 44 0 0 6 0 24 14

8 POLRES TARAKAN 38 41 0 0 3 1 23 14

9 POLRES PENAJAM 23 28 0 0 0 0 11 17
PASER UTARA

10 POLRES KUTAI BARAT 26 27 0 0 0 0 15 12

11 POLRES KUTAI TIMUR 28 33 0 0 0 0 23 10

12 POLRES BONTANG 27 31 0 0 2 0 13 16

13 POLRES BERAU 25 43 0 0 0 0 23 20

14 POLRES MALINAU 22 27 0 0 0 0 6 21

TOTAL 522 704 3 0 40 1 327 332

Sabu di Perbatasan 163

JUMLAH REKAP BARANG BUKTI OPS BERSINAR

TANGGAL 21 MARET S/D 19 APRIL 2016

BARANG BUKTI

NO KESATUAN UANG (Rp) SABU EkSTASi GANJA DOC/ HEROIN KOKAIN POHON GANJA
KERING CC4

Rupiah grAM Butir grAM Butir grAM grAM Ladang (Ha) Batang

1 DITRESNARKOBA 157.450.000 874,79 38 1,55 1400 0 0 0 0

2 POLRESTA SAMARINDA 17.352.000 264,38 98 2700 15000 0 0 0 0

3 POLRES BALIKPAPAN 9.742.000 118,56 0 1308,2 00 0 0 0

4 POLRES PASER 22.752.000 73,91 0 0 1029 0 0 0 0

5 POLRES KUTAI 3.410.000 252,78 0 0 944,255 0 0 0 0
KARTANEGARA

6 POLRES BULUNGAN 5.420.000 56,69 0 0 00 0 0 0

7 POLRES NUNUKAN 6.939.000 3768,56 2 0 00 0 0 0

8 POLRES TARAKAN 0 108,40 0 0 00 0 0 0

9 POLRES PENAJAM PASER 4.269.000 18,98 0 0 1000 0 0 0 0
UTARA

10 POLRES KUTAI BARAT 12.282.000 19,2 0 0 196 0 0 0 0

11 POLRES KUTAI TIMUR 1.803.000 15,51 0 0 13045 0 0 0 0

12 POLRES BONTANG 2.600.000 16,50 0 0 00 0 0 0

13 POLRES BERAU 34.550.000 68,55 0 0 00 0 0 0

14 POLRES MALINAU 0 6,28 0 0 00 0 0 0

TOTAL 209.550.000 5663,09 138 4008,75 32614,26 0 0 0 0

HASIL GIAT ASSESSMENT

TANGGAL 21 MARET S/D 19 APRIL 2015

ASSESSMENT REKOMENDASI IDENTITAS YANG DIREHABILITASI

NO KESATUAN PELAJAR/

JUMLAH PENGGUNA PENGECER/ REHA PROSES PRO- TNI POLRI PNS SWASTA PEMUDA/
BANDAR BILITASI JUSTICIA SANTRI/

ORMAS

1 DITRESNARKOBA 28 23 5 23 5 010 27 0

2 POLRESTA SAMARINDA 48 48 0 48 0 000 48 0

3 POLRES BALIKPAPAN 91 91 0 91 0 000 91 0

4 POLRES PASER 2 2 0 2 0 000 2 0

5 POLRES KUTAI 5 5 0 5 0 000 5 0
KARTANEGARA

6 POLRES BULUNGAN 2 2 0 2 0 000 2 0

7 POLRES NUNUKAN 13 12 1 12 1 000 13 0

8 POLRES TARAKAN 10 10 0 10 0 000 10 0

9 POLRES PENAJAM PASER 6 5 1 5 1 030 3 0
UTARA

10 POLRES KUTAI BARAT 11 11 0 11 0 000 11 0

11 POLRES KUTAI TIMUR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

12 POLRES BONTANG 0 0 0 0 0 000 0 0

13 POLRES BERAU 0 0 0 0 0 000 0 0

14 POLRES MALINAU 13 13 0 13 0 000 13 0

JUMLAH 229 222 7 222 7 0 4 0 225 0

164 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

LAPORAN GIAT SATGAS BANTUAN

(TANGGAL 21 MARET S/D 19 APRIL 2015)

JML PERKUATAN
GIAT
NO KESATUAN BRIMOB SABHARA POLAIR LABFOR DOKES TIPOL HUMAS SARPRAS PROVOS BNNP JML
PERS

1 DITRESNARKOBA 4 25 30 0 0 3 0 4 0 5 3 70

2 POLRESTA 1 30 70 0 0 0 0 5 3 9 4 121
SAMARINDA

3 POLRES BALIKPAPAN 4 30 110 0 0 305 0 7 3 158

4 POLRES KUTAI 00 0 0 0 000 0 000
KARTANEGARA

5 POLRES KUTAI TIMUR 0 0 0 0 0 000 0 000

6 POLRES KUTAI BARAT 0 0 0 0 0 000 0 000

7 POLRES BONTANG 1 0 30 0 0 0 0 2 0 3 0 35

8 POLRES BERAU 00 0 0 0 000 0 000

9 POLRES PASER 10 30 0 0 0 0 3 0 3 0 36

10 POLRES PENAJAM 0 0 0 0 0 000 0 000
PASER UTARA

11 POLRES BULUNGAN 1 0 25 0 0 0 1 2 0 4 0 32

12 POLRES TARAKAN 2 30 117 0 0 004 0 5 0 156

13 POLRES NUNUKAN 14 0 30 0 0 0 0 2 0 3 0 35

14 POLRES MALINAU 0 0 0 0 0 000 0 000

JUMLAH 28

Sabu di Perbatasan 165

LAPORAN HARIAN GIAT TINDAK MINGGU KE IV

(HARI SENIN S/D MINGGU TGL 11 S/D 19 APRIL 2016)

TARGET 11 12 13 14 15 16 17 18 19 TOTAL CAPAIAN TGL
MINGGU
NO KESATUAN APRIL 2016 11 S/D 19 APRIL 2016 KET
KE IV
CAPAIAN TOTAL SELISIH
CAPAIAN

1 DITRES NARKOBA 15 1 1 12 2 7 0 0 00 23 +8

2 POLRESTA SAMARINDA 15 5 0 3 3 62 1 10 21 +6

3 POLRES BALIKPAPAN 15 4 0 28 2 2 1 0 01 38 +23

4 POLRES KUTAI 10 3 4 3 0 20 2 20 16 +6
KARTARNEGARA

5 POLRES KUTAI TIMUR 7 2 0 3 3 10 0 10 10 +3

6 POLRES KUTAI BARAT 7 3 1 3 0 00 0 01 8 +1

7 POLRES BONTANG 7 0 0 7 1 01 0 00 9 +2

8 POLRES BERAU 7 1 1 4 2 11 0 20 12 +5

9 POLRES PASER 7 1 2 3 0 00 0 00 6 -1 1 KSS REHAB
7 2 2 0 0 10 1 11 8 +1
10 POLRES PENAJAM PASER
UTARA

11 POLRES BULUNGAN 7 5 1 1 1 01 0 01 10 +3

12 RES TARAKAN 7 1 1 2 1 2 1 0 17 0 25 +18

13 POLRES NUNUKAN 7 7 1 1 1 30 1 12 17 +10

14 POLRES MALINAU 7 4 1 0 0 40 0 00 9 +2

JUMLAH 125 39 15 70 16 29 7 5 25 6 212 +87

LAPORAN HARIAN ASSESSMENT MINGGU KE IV

(HARI SENIN S/D MINGGU TGL 11 S/D 19 APRIL 2016)

11 12 13 14 15 16 17 18 19 TOTAL CAPAIAN TGL

NO KESATUAN APRIL 2016 11 S/D 19 APRIL 2016

CAPAIAN TOTAL CAPAIAN

1 DITRES NARKOBA 0 0 0 0 10 0 000 10

2 POLRESTA SAMARINDA 10 00 0 00 000 10

3 POLRES BALIKPAPAN 5 0 0 0 70 0 11 0 0 86

4 POLRES KUTAI 0 10 0 00 001 2
KARTARNEGARA

5 POLRES KUTAI TIMUR 0 00 0 00 000 0

6 POLRES KUTAI BARAT 3 30 0 00 000 6

7 POLRES BONTANG 0 00 0 00 000 0

8 POLRES BERAU 0 00 0 00 0 17 0 17

9 POLRES PASER 0 00 0 20 000 2

10 POLRES PENAJAM PASER 0 01 0 10 000 2
UTARA

11 POLRES BULUNGAN 0 00 0 20 000 2

12 POLRES TARAKAN 0 60 0 20 000 8

13 POLRES NUNUKAN 0 11 0 60 001 9

14 POLRES MALINAU 0 00 0 00 0 0 13 13

JUMLAH 18 11 2 0 93 0 11 17 15 167

166 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

KAB. LANGKAT

MEDAN

KAB. DELISERDANG KAB. SERDANG
BEDAGAI

KAB. KARO

KAB. SIMALUNGUN

KAB. DAIRI KAB. ASAHAN

KAB. PAK PAK P. SAMOSIR
BHARAT KAB. SAMOSIR

KAB. TOBA SAMOSIR

KAB. HUMBANGHASUNDUTAN KAB. LABUHAN BATU

KAB. TAPANULI TENGAH KAB. TAPANULI UTARA

KAB. TAPANULI SELATAN

KAB. NIAS

KAB. MANDAILING NATAL

KAB. NIAS SELATAN

167

168 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Kepala BNN, Komisaris JEndral Budi Waseso bersama jajaran
Polda Sumut meninjau sarang Narkoba dan judi di Kampung
Kubur, 20 Januari 2016. Selain melakukan pembersihan,
kerjasama lintas instansi itu memberikan penyuluhan
bahaya penyalahgunaan Narkoba. Foto : RISKI CAHYADI

Rumah-rumah Asap 169

170 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Dua tersangka bandar Narkoba
Di Kampung Kubur, Medan
dicokok petugas. Foto : RISKI CAHYADI

Rumah-rumah Asap 171

Rumah-rumah Asap

Rumah-rumah penduduk asap. Di ruang-ruang dingdong
berdempet rapat tak berdentum musik cadas dengan
beraturan. Jalan-jalan gang sangat kencangnya. Umumnya, satu
selebar dua sampai tiga rumah dingdong diisi 10-15 mesin judi
meter centang-perentang, seukuran TV 20 inci.
bak jalan-jalan tikus. Di pemukiman
kumuh itulah Narkoba beredar bebas, Penyabu bisa berjudi, sekadar
sejak 1970. menikmati musik, atau berkencan
Di bagian tengah Kampung Kubur, dengan PSK disana. Tapi, tidak
berdiri sebuah bangunan sederhana ada kamar untuk berkencan disitu,
berdinding triplek, disebut rumah melainkan di tempat lain.
asap. Sebab, di dalamnya ada belasan
kompor sebagai sarana mengonsumsi Salah seorang pengecer sabu
sabu. Di ruang 10 X 8 meter yang ditemui, Roy (35) mengatakan,
menggantung asap tipis sabu. sebelum main judi dingdong dan
Semua kompor selalu menyala, menghabiskan uang Rp 100.000, ia
dikerumuni pengguna sabu. Mereka mampir ke rumah asap. “Awalnya
asyik menghirup asap. Cukup saya hanya bersenang-senang saja.
beberapa detik saja mereka menyedot, Tidak terasa uang habis dan ditawari
sudah harus keluar ruangan. Sebab, di beberapa pengedar ikut menjual
luar sudah antri puluhan orang yang sabu secara eceran,” ujarnya. Hasilnya
menunggu giliran nyabu. menyenangkan.
Setelah ‘fly’ apakah penyabu
pulang ? Oh… tidak. Mereka langsung Dari hasil menjual sabu, setahap
masuk belasan ruang judi dingdong demi setahap ia mulai membeli rumah
yang berderet-deret di dekat rumah dan mobil dengan cara menyicil. “Saya
hanya melayani penjual yang sudah
saya kenal saja dan tidak berjualan di
Kampung Kubur. Sebab, sudah banyak

172 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Spanduk besar terpampang di sudut Kampung
Kubur di Medan, Sumut. Warga berterima kasih pada
kepolisian yang membebaskan kampung ini dari
Narkoba. Foto : RISKI CAHYADI

Rumah-rumah Asap 173

rumah asap di sana,” ucapnya saat
ditemui pertengahan Mei 2016.

Setelah ditangkap dan jebloskan
setahun di penjara, Roy kembali jatuh
miskin. “Cicilan mobil macet, rumah
dijual. Yang membuat saya sangat
menyesal, istri saya meninggal dalam
sakit. Kini saya tinggal bersama tiga
anak yang masih kecil,” keluhnya.

Musik dapur

Bagaimana jika polisi datang
menggerebek?

Begitu ada polisi masuk wilayah itu,
satu demi satu ibu-ibu memainkan
“musik dapur”. Piring, gelas, panci,
penggorengan, atau ember plastik
dipukul riuh. Bunyi-bunyian akan
merembet estafet di semua rumah
dengan sangat cepat, sebab rumah-
rumah berdempetan.

Seketika rumah asap senyap, rumah
dingdong kosong. Semua penghuninya
lari menghilang, melewati lebih dari
30 gang-gang tikus di wilayah itu.
Kemudian suasana jadi sepi hening,
seperti tak pernah ada kegiatan.

Mengapa ibu-ibu melindungi
kejahatan? Sebab mereka mendapat
keuntungan tak sedikit dari rumah
asap dan rumah dingdong. Mereka
mendapat jatah ‘uang tutup mulut’
Rp 500 ribu per bulan, bisa menjual
aneka makanan dan minuman,
mengutip uang parkir dari ribuan mobil
dan motor, sementara suami-suami
mereka menjadi pengedar sabu.

174 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Spanduk Kampung “Mesin-mesin dingdong bermunculan
Sejahtera kembali meski sudah dibersihkan
berulangkali oleh polisi. Para penjudi
Dengan Bentor (becak motor) pun berdatangan lagi.
mencari Kampung Kubur di Kota
Medan, bukan hal sulit. Butuh waktu “ Tarif sewa satu rumah untuk
20 menit dari Jalan Prof HM Yamin ke rumah judi, Rp 20-Rp 50 juta
sana. Baru saja menapak jalan Zainul perbulannya. Tergantung banyaknya
Arifin (dulu bernama Jalan Calcutta), mesin judi yang masuk kedalam rumah
hujan deras turun. Kakipun bergegas sewaan. Semakin besar semakin
menuju warung kopi dan mie di banyak mesin judi itu masuk, semakin
mulut jalan, yang hanya bisa dilewati mahal sewa rumahnya,” kata Siti.
kendaraan roda dua. Dari kedai tampak
spanduk besar bertulis : “Kampung Sistim sewa rumah itu sama
Kubur kini adalah Kampung Sejahtera dengan sistem sewa rumah asap.
yang sudah bebas Narkoba”. Biasanya, sebelum ke rumah judi, para
penjudi mampir ke deretan rumah
Sambil menunggu hujan reda, Ipad asap yang letaknya di bantaran kali.
(48) pemilik warung bercerita, empat Rumah asap itu, terbuat dari triplek
bulan lalu, sebelum serangkaian yang letaknya berada di bandaratan
penggrebekan, sebelum spanduk sungai.
dipasang, Kampung Kubur masih
diwarnai rumah-rumah asap (rumah Rose (35), perempuan tua asal
madat) dan judi dingdong. Letaknya di Padang, Sumatera Barat bercerita, dulu
bawah kali kampung tersebut. rumah adiknya disewa untuk rumah
asap dengan tarif Rp 40 juta per
“Banyak rumah petak yang disewa tahun. “Tetapi sejak polisi masuk dan
untuk menaruh mesin-mesin dingdong membersihkan sabu dan judi, rumah
ini. Rumah-rumah judi itu ramai adiknya terbengkalai,” tutur nenek
dikunjungi orangtua hingga anak-anak. yang tinggal bersama tiga anak dan
Suasananya seperti pasar malam. mantunya itu. Ia benci mendengar
Sepanjang hari terdengar musik-musik hingar bingar rumah dingdong. Ia
keras dari rumah-rumah judi itu,” benci deretan rumah asap yang penuh
kata ayah tiga anak yang tinggal di orang. Tetapi, ia lebih benci melihat
Kampung Kubur sejak 1968. rumah adiknya kosong setelah
Kampung Kubur dibersihkan polisi.
Selama masa penggrebekan, polisi
memarkir mobil uji air seni di pintu Datang ke Kampung Kubur di
masuk kampung. Warga yang dicurigai, Kelurahan Petisah Tengah Medan,
dibawa ke mobil tersebut, diuji air ingat Kampung Permata yang dulu
seninya. lebih populer disebut Kampung
Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.
Siti (67) yang sejak tahun 1964 Suasana lapak-lapak di Kampung
tinggal di perkampungan kumuh Kubur tak ubahnya suasana di
menyampaikan hal yang sama. Kampung Ambon.

Rumah-rumah Asap 175

Petugas dari Polda Sumut merazia
kawasan Kampung Kubur di
Medan, Sumut. dok. polda sumut

Salah seorang warga, Iksan (32), 5.000 sekali parkir. Di Jalan Erlangga
mengaku pernah menjadi pembersih ada tiga lahan parkir sangat luas.
foil dan bong di rumah asap dengan Satu di gedung farmasi yang dapat
upah sebulan Rp 2 juta satu rumah menampung sedikitnya 15 hingga 20
asap, kata pelayan toko di Jalan Zainul mobil, dan dua lahan lainnya mampu
Arifin itu, ada sekurangnya lima orang menampung 30 sepeda motor.
yang masing-masing bekerja dari jam
07.00 sampai jam 24.00 dan dari jam “Sepanjang hari lahan parkir penuh
24.00 sampai jam 06.00. “Sebelum kendaraan,” kata Rahmat (45) salah
bekerja di toko, saya bekerja di rumah seorang warga yang sedang bermain
asap sejak 2013 sampai Desember catur bersama seorang pria lain.
2015. Selama bekerja disitu, saya bisa
membeli satu sepeda motor,” ujar Yulis (40) yang sudah tujuh tahun
Iksan. berjualan nasi rames di Kampung
Keling mengaku, saat kampung itu
Para juru parkir pun berpenghasilan masih berjaya, ia bisa menghabiskan
“lumayan”. Setiap juru parkir bisa 36 liter beras sehari. Tapi sejak empat
meraup penghasilan bersih setengah bulan belakangan ia hanya mampu
hari sampai Rp 500 ribu. Tarif parkir menghabiskan 10 liter beras.
kendaraan bermotor di sana, Rp

176 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Petugas Polda Sumut menggeledah satu rumah
terduga bandar sabu di Kampung Kubur, Medan,
Sumut. dok. polda sumut

Orang Asing berada di tengah-tengahnya. Lebar
gang yang bercabang-cabang itu
Warga di Kampung Kubur sangat sekitar 2 meter.
alergi terhadap “orang asing”. Satu
hari, di pertengahan Mei 2016, seorang Dengan kondisi lokasi seperti
perempuan tambun mengusir orang itu, polisi kesulitan membersihkan
asing itu. “Woooi…Mau kemana? Kampung Kubur. Mobil harus diparkir
Rumah asap sudah kosong. Balik-balik di ujung gang. Jika naik sepeda motor,
naik. Cepat! Naik lagi”. Mendengar maka sepeda motor tak bisa bergerak
teriakan perempuan itu, beberapa ibu cepat karena banyak anak berlarian di
tetangga ke luar dan ikut menghardik. gang-gang sempit itu.

Jarak antara jantung narkoba itu Begitu tampak polisi masuk ujung
dengan jalan masuk di ujung gang di gang, ibu-ibu menabuh alat-alat dapur
Jalan Zainal Arifin sekitar 300 meter. mereka, memberi waktu kabur para
Sedangkan di seberang sana ada ujung penyabu dan pengelola rumah-rumah
gang lain di Jalan Erlangga. Jaraknya asap.
sekitar 400 meter. Jantung narkoba ini
Agar pembersihan menjadi lebih
efektif, maka pada Januari 2016

Rumah-rumah Asap 177

aparat gabungan polisi mengepung Keling (hitam) karena mayoritas
puluhan gang-gang tikus di sana. Satu penghuninya orang Tamil, India, yang
demi satu rumah warga diperiksa. berkulit hitam. Karena kata ‘keling’
“Kami mengerahkan 50 personel berkonotasi negatif, maka nama
yang terbagi dalam tiga regu dibantu kampung ini diubah menjadi Kampung
personel Dandim 02/01 BS, dan Satpol Madras. Nama Madras berasal dari
PP,” kata Kepala Bagian Operasional tempat asal nenek moyang orang-
Polresta Medan, Komisaris Hamam orang Tamil di India selatan.
Wahyudi.
Kampung ini juga disebut Kampung
Penggrebekan tersebut diawali Kubur karena di belakang Masjid
razia yang digelar jajaran Polresta Gaudiyah terdapat kuburan orang
Medan, Sabtu (19/12) pukul 23.30. India. Masjid ini dibangun tahun 1887.
Dalam operasi tersebut, tulis
Tribunnews.com, lima orang ditangkap. Terbentuknya kampung ini ditandai
Mereka adalah Rosmawarni alias Wani berdirinya Kuil Shri Mariamman tahun
(49), Ahmad Fattah Perdana (22), 1884. Kuil Hindu itu dibangun warga
Ramadhan (26) warga Sei Wampu, India atas inisiatif Rengga Sani Naiger.
Medan Baru, dan Iyan (24) warga Jalan Karena orang-orang India yang datang
Gajah Mada dan Hamid (65). Barang ke kuil ini merasa suasana sekitarnya
bukti yang disita, 65 gram sabu dan mirip dengan suasana di kampung
700 butir pil ekstasi, masing-masing mereka di India, mereka lantas
10 bong sabu dan korek api, serta dua menjuluki kampung ini sebagai India
timbangan elektrik. Kecil, “Little India in Medan”.

“Lima orang yang ditangkap adalah Sindonews.com, edisi 9 Januari
tersangka pengedar sabu,” kata 2016 menulis, saat dibuka perkebunan
Kapolresta Medan, Komisaris Besar tembakau di Deli, kampung ini mulai
Mardiaz Kusin Dwihananto, Minggu dihuni 25 orang Tamil yang bekerja
(20/12/2015). pada Nienhuys, seorang pengusaha
tembakau. Kemasyuran tembakau Deli
Kuil Shri Mariamman yang kian mendunia kala itu, membuat
orang-orang Tamil berdatangan ke
Kampung Kubur punya tiga nama Deli, bekerja di areal perkebunan,
lain -- Kampung Petisah, Kampung disusul para perantau Tionghoa.
Keling, dan Kampung Madras. Sejak
Januari 2016, namanya diganti lagi Tahun 1874, jumlah orang Tionghoa
menjadi Kampung Sejahtera. sudah jauh lebih banyak ketimbang
para perantau India. Jumlahnya
Awalnya disebut Kampung mencapai 4.476 orang, sementara
Petisah, sebab berada di Kelurahan orang Tamil dan orang Jawa masing-
Petisah Tengah. Lokasinya berada di masing hanya 459 dan 316 orang.
perbatasan antara Kecamatan Medan Mereka bekerja di hamparan 22
Petisah dengan Medan Polonia. perkebunan tembakau nan luas.
Orang-orang Jawa yang bekerja di
Kampung ini dinamai Kampung perkebunan tembakau di Deli, dikenal

178 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Kuil Shri Mariamman berdiri sejak tahun 1884. Kuil
Hindu itu dibangun warga India atas inisiatif Rengga
Sani Naiger. Foto : RISKI CAHYADI

Rumah-rumah Asap 179

180 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Penggerebekan Kampung Kubur.
Petugas menyita puluhan mesin
judi Jackpot. Foto : RISKI CAHYADI

sebagai orang-orang Jawa Deli. setelah era pusat-pusat perbelanjaan
Seiring perkembangan bisnis datang. Sebagian orang-orang India
mulai jatuh miskin dan bekerja di
tembakau, Kampung Kubur seluas pinggiran sebagai juru parkir dan
127 hektare itu pun ikut berdandan. pedagang makanan keliling.
Beraneka toko dan rumah makan
tumbuh dan membuka peluang lebih Redupnya perekonomian di
banyak bagi para pendatang India dan sana memicu kampung ini menjadi
Tiongkok. Keramaian mereka surut kampung ganja tahun 1970. “Sabu

Rumah-rumah Asap 181

baru masuk kampung ini tahun 2008,” tempat prostitusi di bantaran Sungai
ungkap Rahayu (56) seperti dikutip Babura. Setelah itu bedeng-bedeng
Suara USU (Universitas Sumatera judi bermunculan,” tutur Agus.
Utara) edisi 1006, April 2016.
Andi (45) seperti dikutip Kompas
Pengamat sosial USU, Agus Suriadi (23/1/2016) mengungkapkan, para
seperti dikutip Tribunnews.com, Sabtu penjaja Narkoba di sana memberi
(9/1/2016) membenarkan. “Awalnya, istilah kayu, batu dan tepung untuk
ganja beredar dan dikonsumsi di ganja, sabu, dan heroin.”Mau cari apa?
Kayu, batu atau tepung?” kata Andi
menirukan gaya para penjaja Narkoba.

Menurut Kepala Lingkungan
Kampung Kubur, Emmy Tarima, saat
ini Kampung Sejahtera yang dulu
bernama Kampung Kubur ini dihuni
1.600 jiwa dari 300 kepala keluarga.
Mereka tinggal di atas lahan seluas
10 hektare. “Ada 10 rumah yang
disewakan untuk judi jackpot,” tutur
istri Tarima yang tinggal di Kampung
Kubur sejak 1973 itu.

Ia mengaku kesulitan mengatur
warganya. “Paling sulit itu kalau
ada warga yang pro dan kontra soal
Narkoba. Tapi tidak pernah ada yang
sampai mengancam-ngancam saya.
Semua akur disini. Mungkin karena
mereka dan masih banyak yang
pengangguran ya?” ujar Emy.

Saat melihat beberapa tetangganya
kena razia karena membuka
usaha jackpot dan warnet, ia iba.
“Kasihan. Mereka kan cuma cari
makan,” tuturnya. Ia lalu buru-buru
menambahkan, dirinya tidak memihak
para pengelola rumah judi dan rumah
asap. “Biarlah itu menjadi urusan
polisi,” tambahnya.

Ke Mangkubumi

Setelah penggrebekan awal Januari
2016 tumbuh rumah asap baru di Jalan

182 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Polda Sumut melakukan razia di pemukiman
Kampung Kubur yang diklaim sebagai sarang
Narkoba Medan, Sumut. Foto : RISKI CAHYADI

Rumah-rumah Asap 183

Mangkubumi, Kampung Aur di Kota
Medan Selatan. Tepatnya di belakang
kantor Imigrasi. Pertengahan Mei
itu tampak tiga pemuda tanggung
dengan pakaian detil berdiri dengan
tatapan mata nanar.

“Sekarang Kampung Aur sudah
mirip Kampung Kubur. Makanya
sekarang banyak orang-orang keling
berdiri di mulut gang untuk menunggu
pelanggannya. Apalagi disini banyak
tempat karaoke. Pasti-lah banyak
pelanggannya,” ujar Sapto (35), sopir
taksi yang biasa mangkal di Kampung
Aur saat ditemui pertengahan Mei
2016.

Anggota Reserse Narkoba Polda
Sumatera Utara, Ajun Komisaris
Saragih yang ditemui terpisah
membenarkan. “Padahal kampung ini
juga ikut dibersihkan pada Operasi
Bersinar Toba 2016, Januari lalu,”
ujarnya.

Sejak tiga tahun lalu, kawasan di
Jalan Mangkubumi mulai dipadati
warga Tamil. Mereka mendirikan
rumah tinggal di atas tanah negara.
Setelah digusur dari sana, mereka
tinggal di bantaran kali. “Coba turun
ke bawah, masih ada yang tinggal di
sepanjang bantaran sungai. Sekarang
suasana di bawah makin ramai karena
munculnya rumah-rumah asap,” ucap
Sapto. Menurut dia, sedikitnya ada
78 pintu masuk menuju rumah-rumah
asap berupa bedeng-bedeng. “Para
pengedar sabu ini di Medan sudah
seperti tikus. Dibasmi di sana, muncul
di sini,” ucapnya kesal. F

184 operasi bersinar

Membebaskan Negeri dari Belitan Narkoba

Puluhan mesin judi Jackpot
disita dari Kampung Kubur,
Medan, Sumut. Foto : RISKI CAHYADI


Click to View FlipBook Version