The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kalo Sensi Jangan Baca Buku Ini (Cahyo Satria Wijaya) (z-lib.org)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by suharnowo67, 2022-06-14 02:41:17

Kalo Sensi Jangan Baca Buku Ini (Cahyo Satria Wijaya) (z-lib.org)

Kalo Sensi Jangan Baca Buku Ini (Cahyo Satria Wijaya) (z-lib.org)

Sedekah Kok
Itung-Itungan?

D ikala ada keinginan hati untuk bersedekah atau berzakat segera
laksanakan, bila diri sampai menimbang-nimbang, apalagi
menghitung hitung, dikhawatirkan muncul rasa sayang kita,
sehingga menjadi urung sedekah dilakukan.

Sifat dasar manusia suka berhitung dengan hartanya
Hitung-hitungan dalam bersedekah atau berzakat muncul dari hati
yang sangat mencintai harta. Dirinya menjadi tidak rela setelah harta
yang sudah jatuh nisabnya diketahui jumlahnya banyak. Bila dalam
diri memiliki sifat demikian adanya baiknya menyegerakan berzakat.
Salah satu cara mengeluarkan sedekah khusunya zakat adalah dengan
mempercepat waktunya jadi tidak harus menumpuk setahun namun
dapat bulanan, mingguan bahkan harian.
Beberapa ulama membolehkan sedekah atau zakat disegerakan tidak
perlu menunggu setahun, misalnya setiap bulan. Bila dilakukan setiap
bulan misalnya bagi seorang pegawai atau karyawan yang mendapat gaji
bulanan dengan langsung memotong untuk sedekah dikala menerima
gaji atau penghasilan. Bila ini dilakukan setiap bulan, niscaya jumlahnya
tidak seberapa besar dibanding harus menumpuknya setahun dan hati
pun lebih lapang untuk mengeluarkannya.
Berzakat menunggu setahun atau disegerakan waktunya
Beberapa ulama memang menegaskan bahwa sedekah khususnya
zakat itu memiliki nisab dan yang baik adalah setahun sekali, misalnya
di bulan Ramadan. Masalahnya ya seperti di atas akan muncul sifat dasar

292

yang hitung-hitungan, karena zakat dibayarkan setahun sekali sudah
tentu jumlah yang dikeluarkan akan besar sekali, apalagi saat bersamaan
muncul kebutuhan lain. Bila demikian zakat memang tetap dibayarkan,
namun bisa jadi jumlahnya cenderung dikurangi.

Ada ulama yang menganjurkan sedekah atau zakat dilakukan harian
terutama orang yang berpenghasilan demikian seperti pedagang. Setiap
harinya pedagang dapat menghitung pendapatannya setelah dikurangi
modal dan upah itu, langsung 2,5 % nya dengan membuatkan tempat
penyimpanan atau kaleng. Cara ini lebih msudah karena setiap hari
misalnya penghasilannya 1 juta maka yang disisihkan 2,5 % hanya 25
ribu, nilai itu tidaklah besar.

Allah tidak menyukai orang yang hitung-hitungan dalam bersedekah

Jadi Allah tidak menyukai orang yang hitung-hitung terhadap
rezeki yang Allah berikan kepadanya. Dalam hal bersedekah bila diri
suka menghitung-hitung atau perhitungan, maka Allah akan membuat
perhitungan kepada diri. Sebaliknya bila diri tidak hitung-hitungan maka
Allah akan melewatkan diri tanpa perhitungan-Nya kelak.

Manfaat paling nyata seseorang yang rajin bersedekah bahwa
harta sebenarnya yang dimiliki dan kekal baginya adalah harta yang
dikeluarkan. Harta yang dikeluarkan itulah yang kelak akan menjadi
penjaga atau melindungi diri dan usahanya. Harta yang dikeluarkan
terutama kepada golongan miskin dan yatim piatu sudah tentu akan
diiringi doa dari mereka sebagai hamba Allah yang doanya mustajab.

Kekhawatiran sedekah atau zakat diselewengkan oleh penerima

Satu hal yang sering menimbulkan kekhawatiran adalah apakah yang
diberi sedekah itu adalah orang yang benar benar butuh, tulus atau hanya
memanfaatkan diri kita sehingga menjadikan diri kita iba. Dalam kaitan
ini. Tuhan meyakinkan bahwa dikala seseorang bersedekah, pahalanya
akan langsung dan cepat dicatat sebagai satu kebaikan, sebelum sedekah
itu sampai ke tangan yang menerima. Dengan demikian tidaklah perlu
khawatir dengan niat yang menerima apakah benar-benar butuh, apakah
tulus atau tidak, itu bukan urusan kita, namun sudah menjadi urusan
dirinya dengan Tuhan. Yang penting kebaikan sedekah telah dicatat Allah.

293

Berkedok Taaruf
Ujungnya Maksiat

D alam Islam, sebelum menikah kita diperkenankan untuk saling
mengenal satu sama lain. Hal ini sebagai upaya penjajakan agar
kelak tidak ada rasa penyesalan ketika menikah, apalagi hingga
berujung pada perceraian. Akan tetapi perkenalan ini pun menghadirkan
saksi sehingga calon mempelai dalam terlindungi dari zina dan fitnah.

Akan tetapi, di zaman sekarang ini, banyak orang yang berpura-pura
atau berkedok taaruf atau berkenalan dan saling mengenal yang diikat
dalam ikatan palsu bernama pacaran. Pacaran di zaman sekarang upaya
untuk saling berbuat zina, bukan semata-mata untuk saling mengenal.
Padahal hal ini sudah dilarang keras dalam Alquran, “Dan janganlah kamu
mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al Isro’: 32].

Untuk menghindari hal ini Allah Swt. memerintah hamba-Nya laki-
laki dan perempuan untuk saling menundukkan wajahnya. “Katakanlah
kepada laki-laki yang beriman: ”Hendaklah mereka menundukkan
pandangannya dan memelihara kemaluannya. Katakanlah kepada wanita-
wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya,
dan kemaluannya” (QS. An Nuur: 30 - 31].

Lalu bagaimana ketika ada istilah pacaran Islami? Istilah ini
sebenarnya hanya mengada-ngada saja. Merujuk definisi pacaran, adalah
upaya menjalin kasih yang belum halal menurut agama. Jadi ketika
setelah menikah lalu pasangan itu memadu kasih, maka bukan lagi
pacaran. Sebab, pasangan ini memang sudah selayaknya untuk memadu
kasih, berbeda dengan yang masih berpacaran.

294

Tidak ada pacaran dalam Islam, maka tidak ada pacaran Islami.
Bagaimanapun pacaran adalah upaya menuju zina dan Islam
mengharamkannya. Lalu menjadi tidak masuk akan jika kemudian Islam
mempunyai istilah pacaran Islami.

Ikatan pacaran makin kekinian makin nekat. Seorang perempuan
atau laki-laki bersedia memberikan apa saja demi kesenangan yang
mereka inginkan. Tidak hanya barang, melainkan juga tubuh mereka. Hal
ini sangat memprihatinkan. Iya kalau mereka nanti akan jadi diikat oleh
pernikahan, kalau tidak? Tentu akan merugikan bagi pihak perempuan
karena belum tentu calon suaminya akan menerima jika ia tidak lagi
perawan.

Akan tetapi, hal ini jarang ditemukan. Karena Allah sudah
menggariskan bahwa, “Laki-laki penzina tidak akan menikah kecuali
dengan seorang wanita penzina. Dan wanita penzina tidak akan menikah
kecuali dengan lelaki penzina. Dan mereka diharamkan bagi orang-orang
beriman.” [An-Nuur : 3].

Bagi seorang pezina, ia tidak perlu repot-repot mencari jodohnya. Ia
akan dipertemukan dengan pezina lain sebagai pasangannya. Kalau tidak
dengan pacar yang menodainya, ia akan menikah dengan orang lain yang
juga seorang pezina. Dosa di antara mereka akan terus berputar hingga
dihalalkan oleh agama. Keduanya harus menyadari hal tersebut dan me-
nerima kenyataan. Bahwa seorang pezina memang tidak layak berharap
mendapatkan jodoh yang masih suci.

Menafsir ayat di atas, Syeikh Al-Utsaimin berkata, “Kita dapat
mengambil satu hukum dari ayat ini. Yaitu haramnya menikahi wanita
yang berzina dan haramnya menikahi laki-laki yang berzina. Artinya,
seseorang tidak boleh menikahi wanita itu dan si laki-laki itu tidak boleh
(bagi seseorang) menikahkannya kepada putrinya.”

295

Keluarga
Atau Rekan Kerja?

S uatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya
kenal. “Oh, maafkan saya”, reaksi spontan saya. Ia juga berkata:
“Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan.
Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga,
saat saya sedang menghubungi salah satu kolega terbaik saya, dengan
bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu,
tiba-tiba anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya
berbalik, hampir saja membuatnya jatuh. “Minggir!!! Main sana, ganggu
saja!!!” teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan
merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan
berbisik, “Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil
hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat
lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan
orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi
dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-
wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana
keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan
keluargamu”.

Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di
ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yang datang,
selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan juga ada yang tidak

296

komentar apa pun atas kepergianku, dan ada yang hanya menulis 3 huruf
singkat, ‘RIP’.

Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap
melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan
ada yang asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yang
aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan
menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satu pun dari mereka
yang aku lihat.

Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil
berusaha menggapai-gapai jenazahku meminta aku bangun, namun
istriku menghalaunya. Istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah
melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan
panggilannya yang mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan
handphone-ku, dengan kolega-kolega dan teman-teman dunia mayaku,
lalu aku lihat anak-anakku. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat
aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani.
Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

Lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah
melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan
doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan
lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon-lelucon
di grup, tanpa ada yang membahasku ataupun bersedih terhadap
ketiadaanku di grup mereka.

Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya
selalu menetes saat anak-anakku bertanya di mana ayah mereka? Aku
melihat dia begitu lunglai dan pucat, ke mana gairahmu istriku? Oh Ya
Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.

Teman Facebook ku lenyap secara drastis, semua memutuskan
pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku
semasa hidup, bosku, teman-teman kerja, tidak ada satu pun yang
mengunjungiku ke kuburan ataupun sekadar mengirimkan doa.

297

Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tetapi
tatapannya masih kosong, anak-anak masih ribut menanyakan kapan
ayahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu
menungguku di jendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak-anakku, sudah
mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa
mengingatkan anak-anak bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan
ayah, jangan lupa berdoa setiap salat, lalu aku membaca tulisan disecarik
kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. “Seandainya saja aku punya
ayah, pasti tidak akan ada laki-laki yang berani tidak sopan denganku,
tidak akan aku lihat ibu sakit-sakitan mencari nafkah seorang diri buat
kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil ayahku, aku butuh ayahku Ya
Allah..” kertas itu basah, pasti karena airmatanya..Ya Allah maafkanlah
aku. Sampai bertahun-tahun anak-anak dan istriku pun masih terus
mendoakanku setelah salat, agar aku selalu berbahagia di akhirat sana.
Lalu seketika, aku terbangun. Dan terjatuh dari dipan. Oh Ya Allah
Alhamdulillah. Ternyata aku cuma bermimpi.
Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat
tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu
kencang aku menghardik mereka.
“Anakku, ayah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si
kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh ayah, tidak apa-apa. Aku tetap
mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu,
maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering
kuacuhkan, sajaknnya bicara sering kali aku sengaja berpura-pura tidak
mendengarnya, bahkan pesan-pesan darinya sering aku anggap tak
bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku. Air mataku tak bisaku
terbendung lagi.

298

Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan
di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita
dalam hitungan hari? Teman-teman akan melupakan kita sebagai
cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib-aib yang
tidak sengsaja kita lakukan. Teman-teman dunia maya pun tak pernah
membahas lagi seolah-olah, aku tidak pernah mengisi hari-hari mereka
sebagai badut di grup.

Lalu aku rebahkan diri di samping istriku, ponselku masih terus
bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk
aku buka, tetapi tidak.. tidak.. Aku matikan ponselku dan aku pejamkan
mata, maaf. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian
yang akan menolongku dari api neraka, tetapi ini dia. Keluargaku.
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama
sisa hidup mereka.

299

Masih? Tidak
Mensyukuri Nikmat Allah?

A da tiga orang Bani Israil yang telah diuji oleh Allah Swt. Ketiga
orang tersebut masing-masing menderita penyakit, ada yang
menderita penyakit kusta, ada yang menderita penyakit gundul
(tidak berambut), dan yang terakhir menderita penyakit buta. Ketika itu
Allah mengutus malaikat untuk menemui mereka.

Pertama, malaikat bertanya kepada orang yang sakit kusta, “Apa
yang engkau inginkan?”

“Aku ingin rupa yang bagus dan kulit yang halus, sehingga orang
tidak jijik kepadaku”, jawab orang yang berpenyakit kusta.

Malaikat mengusap tubuh orang itu. seketika lenyaplah penyakit
yang menjijikkan dari tubuh orang itu. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa
yang engkau inginkan?”

“Unta”, jawab orang itu. Lalu diberi unta yang sedang mengandung
kepada orang itu.

Selanjutnya malaikat bertanya kepada orang yang berpenyakit
gundul, “Apa yang engkau inginkan?”

“Rambut”, jawab orang gundul itu. Malaikat menyapu kepala orang
itu. Seketika tumbuhlah rambut di kepala orang yang gundul itu. Malaikat
bertanya pula, “harta apa yang engkau inginkan?”

“Aku menginginkan sapi”, jawab orang itu.
Maka diberikan kepada orang itu seekor sapi yang sedang
mengandung.
Setelah itu malaikat datang kepada orang yang buta dan bertanya,
“Apa yang engkau inginkan?”

300

Orang buta itu menjawab, “Saya ingin melihat kembali.”
Malaikat pun mengusap muka orang buta itu. Seketika itu pula orang
buta itu dapat melihat kembali. Kemudian malaikat bertanya lagi, “Harta
apa yang engkau inginkan?” “Kambing”, jawab orang itu, Maka diberi
kepada orang itu seekor kambing yang sedang mengandung.

Beberapa tahun kemudian unta, sapi, dan kambing yang telah
diberikan kepada orang miskin yang sakit kusta, gundul, dan buta telah
berkembang biak. Dari hari ke hari binatang ternak itu selalu bertambah.
Orang yang semula berpenyakit kusta, sekarang telah menjadi orang kaya
yang memiliki peternakan unta. Orang yang semula berpenyakit gundul,
telah menjadi seorang peternak sapi yang kaya raya. Sedangkan orang
yang semula buta telah menjadi peternak kambing yang sukses.

Pada suatu hari datanglah seorang malaikat yang menjelma menjadi
orang yang berpenyakit kusta. Malaikat itu berkata, “Tuan saya ini orang
miskin yang kehabisan bekal di jalan. Tolonglah saya, tuan. Berikanlah
saya bekal untuk melanjutkan perjalanan!”

Orang kaya yang dulunya berpenyakit kusta itu menjawab, “Maaf
saya sedang tidak bisa membantu, saya sedang banyak utang.” Malaikat
itu berkata pula, “Rasa-rasanya saya pernah kenal tuan. Bukankah dulu
tuan orang miskin yang berpenyakit kusta menjijikkan?” Orang itu
menyangkal, “Tidak! itu tidak benar! Harta ini semata-mata dari ayah
dan kakekku.” Malaikat pun berkata, “Apabila tuan berdusta, semoga
Allah menjadikan tuan seperti semula.”

Setelah itu malaikat mendatangi orang kaya yang dulunya orang
miskin yang berpenyakit gundul. Kepadanya malaikat berpura-pura
memohon bantuan sebagaimana dikatakan kepada orang kaya yang
pertama tadi. Jawaban yang diterima malaikat, sama dengan orang yang
pertama, yaitu penolakan dan ingkar. Malaikat pun berkata, “Apabila
tuan berdusta dan ingkar, semoga Allah menjadikan tuan seperti keadaan
tuan semula.”

Terakhir, malaikat datang kepada orang kaya yang dulunya ia
miskin dan menderita penyakit buta. malaikat pun mengutarakan
maksudnya sebagaimana diutarakan kepada orang kaya yang pertama

301

dan kedua. Orang yang dulunya buta menjawab, “Betul, dulunya saya
ini buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Untuk itu
saya bersyukur kepada Allah. Ambillah harta saya ini sekehendakmu.
Sisakanlah untuk saya sekehendakmu pula. Saya ikhlas memberikannya.”
Malaikat berkata, “Peliharalah hartamu, saya tidak akan mengambilnya.
Saya hanya menguji. Ternyata kamu lulus ujian ini. dengan demikian
kamu diridai Allah dan kedua temanmu dibenci-Nya.”

Demikianlah kisah tiga orang yang sama-sama menderita, sama-
sama berjanji akan berbuat baik manakala penderitaannya sudah
berganti dengan kesenangan. Akan tetapi, ternyata yang dua orang tidak
bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Allah. Allah membenci kedua
orang yang ingkar atau kufur nikmat itu dan mengembalikannya seperti
keadaan semula. Sebaliknya, orang yang mensyukuri nikmat Allah akan
mendapat rida-Nya dan ditambahkan rezekinya.

Sama seperti kisah di atas, ini kisah rohani dari seorang sopir
angkot, mikrolet. Sudah sehari penuh ia berkeliling kota mencari
penumpang. Dari satu terminal ke terminal lain yang jaraknya lebih
dari 5 km itu penumpangnya yang nyangkut tidak lebih dari satu dua
orang. Ia mengeluh karena bahan bakarnya makin susut, sementara uang
setoran juga belum ia dapatkan. Setengah furstasi, ia memutuskan untuk
menghentikan kendaraanya di tengah perjalanan.

Tanpa disangkanya sama sekali serombongan orang mendekatinya
dan bermaksud mencarter menuju ke suatu tempat. Sesampai di sana,
sekumpulan orang yang sama telah menunggunya dengan sedikit
berceloteh. “Kenapa sih bang, kok lama sekali,” kata salah seorang di
antara mereka yang telah merasa penat menunggu angkutan yang
juga tak kunjung muncul. Pak sopir masih belum bisa menjawab selain
dengan untaian senyum demi senyum. Rasa lelah yang membalut seluruh
persendiannya seperti sirna seketika.

Itulah rezeki. Kedatangan dan kepergiannya sering sulit sekali
untuk dipahami. Ketika datang ia mengalir begitu deras laksana air bah
yang datang melimpah. Membendungnya bahkan terasa sulit. Bergerak
sedikit saja, dengan melakukan pekerjaan yang tidak berbilang memakan

302

banyak energi dan pikiran, semuanya serba menghasilkan uang. Ibarat
orang berjalan, baru bergerak sedikit ke depan keuntungan didapatkan,
bergeser sedikit ke kanan laba sudah menunggu. Begitu pula ketika
menoleh ke kiri di sana yang ada rezeki melulu.

Sebaliknya, bila Allah menghendaki menutup kran rezeki itu,
meskipun kerja keras sudah kita lakukan sedemikian rupa, badan terasa
pegal semua, otot-otot menjadi linu, tulang-tulang terasa ngilu dan
otak pun sangat amat lelahnya, rezeki yang ditunggu-tunggu mengalir
hanya satu dua saja. Tidak cuma itu. Allah juga masih menguji dengan
tambahan ujian yang lain dengan sakitnya keluarga, kehilangan, dan
bentuk musibah lainnya.

Tidak Perlu Gengsi

Nabi menghapuskan semua pikiran yang menganggap hina terhadap
orang yang bekerja. Bahkan beliau sangat menganjurkan sahabat-
sahabatnya untuk bekerja apa saja agar dirinya tidak menggantungkan
keperluannya kepada orang lain. Pesan Nabi justru agar kita tidak menjadi
rendah diri dengan jalan berusaha. Agar kita punya martabat.

“Sesungguhnya seseorang yang membawa tali, kemudian ia
membawa seikat kayu di punggungnya lantas dijualnya, maka dengan itu
Allah menjaga dirinya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada
orang lain, baik mereka yang diminta memberi atau menolaknya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)

Banyak ragam jenis pekerjaan di dunia ini. Manusia tinggal memilih
dan melakukannya sesuai dengan kemampuannya. Berdagang, menjadi
pegawai ataupun karyawan bukanlah pekerjaan hina, selama pekerjaan
tersebut tidak dipenuhi dengan cara yang haram, membantu perbuatan
haram, atau bersekutu dengan haram. Bercocok tanam juga pekerjaan
mulia. Sembari menunggu keuntungan kita bahkan dapat bersedekah,
seperti yang disampaikan Rasulullah,

303

“Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan
benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu
baginya merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika demikian halnya tidak dibenarkan kalau kita menggenggam
tangan dan berasyik-asyik dengan kemalasan. Kaum muslimin
semestinya tampil sebagai orang yang paling sibuk di lingkungannya di
mana dia tinggal dan bekerja. Tidak tampil justru dengan format yang
sebaliknya. Kita punya motivasi hidup yang berlandaskan kemuliaan.
Agar dalam hidup ini tidak ada celah yang dibiarkan kosong karena
pengangguran. Setiap saat irama hidup yang dijalani termotivasi oleh
program pengabdian. Termasuk di dalamnya adalah berusaha dan bekerja
keras secara maksimal. Rasulullah membenci para penganggur, karena
bukan saja membuat pemandangan tidak indah, tetapi akan membuat
hati menjadi keras keji dan membeku.

Sabdanya, “Al-bathaalatu tuqassil-qalba, penggaguran menyebabkan
hati menjadi keras.” (HR. Asy-Syihaab)

Tuhan tidak akan pernah terlambat dalam memberi jatah rezeki
kepada hamba-Nya. Ia tidak akan pernah lalai dalam memberikan bekal-
bekal kehidupan kepada kekasih-Nya. Itu semua karena kehadiran semua
makhluk di muka bumi ini adalah bukan karena kehendak mereka,
melainkan karena kehendak-Nya dan karena ke-Mahabesaran-Nya.

Bumi yang luas ini bukan saja gudangnya pekerjaan tetapi juga
wadahnya rezeki untuk manusia melangsungkan kehidupannya. Rezeki
akan habis bila jatah hidup manusia yang Allah berikan juga telah habis
masanya. Kran karunia-Nya akan dihentikan seiring dengan habisnya
masa pengabdian makhluk kepada Sang Pencipta. Jumlah jatah napasnya
seimbang dengan jatah rezekinya. Itulah ke-Maha adilan Allah yang
diberikan kepada setiap makhluk-Nya.

Rasulullah Saw.. bersabda, “Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat
Jibril) membisikkan ke dalam benakku bahwa jiwanya tidak akan wafat
sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu
bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencahariaanmu. Apabila

304

datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan
bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih
dengan ketaatan kepada-Nya.” (HR. Abu Dzar dan al Hakim).

305

Memuliakan
Tiga Orang Tua

S ejatinya, tiada seorang pun yang bisa menggapai kejayaan hidup di
dunia ini kecuali ia dibesarkan dengan belaian kasih sayang orang
tua. Siapa sajakah orang tua yang wajib dimuliakan dan disebut-
sebut namanya dalam lantunan doa seorang anak?

Pertama, orang tua yang melahirkan.
Mereka adalah ayah dan ibu yang paling besar jasanya menghantarkan
kita menjalani kehidupan. Terutama ibu yang mengandung dan
melahirkan bersimbah darah bertaruh nyawa. Sekiranya, kita dapat
meraih kemegahan dunia dan seisinya untuk membalas jasa mereka,
tentulah tak sepadan menggantikannya. Apalagi, mereka tak pernah
menghitung dan mengharapkan balasan material dari anaknya, kecuali
sekadar bakti (birrul walidain) yang tulus semasa hidupnya dan kiriman
doa setelah kematiannya.
Betapa mulianya mereka, hingga Allah Swt. merangkai pengabdian
kepada-Nya dengan kedua orang tua, terutama kepada ibu. Mereka
yang menanam benih-benih keimanan (akidah tauhid), menumbuhkan
ketaatan dalam pengabdian (syariah), dan menghasilkan buah kebajikan
(akhlak karimah). Karenanya, jika tampil seorang anak yang sukses,
sungguh kedua orang tua yang hebat menghantarkannya.
Kedua, orang tua yang mengajarkan.
Mereka adalah guru-guru yang mengajar dan mendidik kita di
bangku sekolah, mulai dari yang paling rendah hingga yang paling
tinggi. Jika kedua orang tua melahirkan dan membesarkan maka guru

306

menumbuhkan segala potensi dan bakat agar berkembang dengan baik.
Sungguh, seorang guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan
(transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemuliaan
(transfer of value), mengembangkan keahlian dan kemandirian (transfer
of skill), dan mengajarkan kearifan (transfer of wisdom). Murid yang hebat
lahir dari sentuhan dan goresan tangan seorang guru yang hebat.

Guru bukan sekadar orang tua kedua, tetapi mereka juga pewaris
misi dan semangat kenabian dalam pendidikan dan dakwah Islam. Nabi
Saw.. juga seorang guru yang diutus untuk melahirkan generasi pemimpin
dan pendidik terbaik, yaitu Sahabat (HR Muslim). Beliau guru terbaik
karena dididik langsung oleh Sang Maha Guru Terbaik, yakni Yang Maha
Mengetahui (‘Aalim).

“Guru kehidupan saya”, Prof KH Didin Hafidhuddin pernah bercerita.
Di tengah kesibukannya yang sangat padat sebagai ulama dan dosen, ia
selalu hadir ke sekolah untuk menerima rapor anak-anaknya. Beliau pun
selalu memberikan uang kepada guru sebesar biaya sekolah anaknya.
Subahanallah. Kini, semua anaknya sukses dalam pendidikan, tawaduk,
dan dihormati oleh semua kawan.

“Muliakanlah guru di depan anakmu agar anakmu memuliakanmu
dan menghormati gurunya,” demikian pesan beliau. Saya sedih ketika
seorang murid kelas 4 SD berani menuduh guru berbohong di depan
orangtuanya. Apalagi, orang tua membela anaknya dan balik menyalahkan
guru. Perlakuan buruk orang tua kepada guru, apalagi di depan anak,
adalah kesalahan besar dalam proses pembelajaran.

Ketiga, orang tua yang menikahkan.

Mereka adalah orang tua pasangan hidup kita (mertua). Jika kedua
orang tua melahirkan dan membesarkan penuh pengorbanan, guru
mengajar dan mendewasakan penuh ketulusan, lalu mertua menikahkan
putri kesayangannya dengan penuh pengharapan. Mereka menyerahkan
putri yang sudah dilahirkan, dibesarkan, dan didewasakan untuk
mendampingi perjalanan hidup kita.

Mereka pun bersedia menjadi sandaran dalam membangun rumah
tangga, di saat bumi tempat berpijak belum kokoh, hingga mencapai

307

kemapanan. Tiadalah patut jika mereka yang menghadiahkan mutiara
hidupnya mendapat perlakuan yang berbeda dengan kedua orang tua
yang melahirkan. Menikahi anaknya itu berarti menyatukan dua orang
tua sekaligus, yakni mereka yang melahirkan dan menikahkan. Perlakuan
baik kepada mereka menjadi pembuka pintu rezeki. Itu pula anak yang
pandai berbakti.

308

REFERENSI

http://www.alkhoirot.net/2013/12/hukum-gosip-ghibah-dalam-islam.
html

https://muslimah.or.id/2803-hadis-membagi-masakan-kepada-
tetangga.html

https://muslim.or.id/600-antara-kata-dan-perbuatan.html
https://rumaysho.com/5898-meninggalkan-salat-karena-sibuk-dengan-

dunia.html
http://www.kompasiana.com/baniaziz/hak-dan-kewajiban-dalam-

islam_552ab6406ea8346f2d552d36
https://qurandansunah.wordpress.com/2009/11/04/janganlah-

mengucapkan-kafir-kepada-saudaramu/
http://www.dakwatuna.com/2011/06/06/12636/asyiknya-

liburan/#axzz49ZcqUJ00
https://muslim.or.id/2996-antara-tawakal-dan-usaha-mencari-rezeki-

yang-halal.html
https://salwintt.wordpress.com/artikel/jendela-khutbah/gaya-hidup-

islami-dan-gaya-hidup-jahili/
https://jalandakwahbersama.wordpress.com/2009/08/14/jangan-

mencari-cari-kesalahan-orang-lain/
https://slydut.wordpress.com/2008/01/30/sesungguhnya-allah-tidak-

akan-mengubah-nasib-suatu-kaum-kecuali-kaum-itu-sendiri-
yang-mengubah-apa-apa-yang-pada-diri-mereka-qs-1311/
http://e-belajar.tk/index.php?option=com_content&view=article&id
=437:hukum-tidak-memenuhi-panggilan-azan&catid=1:artikel-
akhirat&Itemid=8
https://muslimah.or.id/3478-milikilah-sifat-sabar-bagian-2.html
https://kanzunqalam.com/2010/05/22/kebebasan-berpendapat-
teguran-dari-seorang-muslimah/

309

http://duniakampus7.blogspot.com/2014/03/dalil-alquan-dan-al-
hadist-tentang.html

https://muslimah.or.id/922-saudariku-apa-yang-menghalangimu-
untuk-berjilbab-1.html

https://muslim.or.id/26079-penjelasan-hadis-alat-pertanian-
mengundang-kehinaan.html

http://www.islamme.net/2015/06/bahaya-melupakan-al-quran-atau-
kitab-allah.html

https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html
https://islamqa.info/id/87846
https://konsultasisyariah.com/23982-doa-ketika-ayam-berkokok.html
https://muslimah.or.id/8300-jalan-menuju-surga.html
http://tunasilmu.com/empat-kunci-masuk-surga/
https://muslim.or.id/5470-ria-penghapus-amal.html
http://rindutulisanislam.blogspot.com/2015/07/bolehkah-kita-pamer-

ibadah-di-media.html
http://stanzamarch.blogspot.com/2013/05/hidup-bahagia-dengan-

bersyukur.html
https://khotbahjumat.com/1448-persiapan-menghadapi-kematian.html
https://ustazfathulbari.wordpress.com/2013/05/03/jenis-jenis-dan-

pembahagian-kafir/
https://muslim.or.id/265-bila-malu-sudah-tiada.html
http://marianisetiawan.blogspot.com/2013/11/jangan-pernah-

menyakiti-hatiperasaan.html
https://rumaysho.com/1620-hukum-memajang-foto-makhluk-

bernyawa.html
https://rumaysho.com/3347-tak-sanggup-menghitung-nikmat-allah.

html
https://cahayawahyu.wordpress.com/religion/penyakit-hati-sombong-

iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/
https://rezekiwirsa.wordpress.com/2015/03/08/makalah-agama-

tentang-hormat-dan-patuh-kepada-orang-tua-dan-guru/

310

https://darulqohar.wordpress.com/karakter-diri-di-balik-juz-al-quran/
karakter-diri-juz-28-egois-materialis-suka-mengatur-tetapi-tak-
mau-di-atur-disiplin-tegas-dan-tak-mudah-putus-asa/

https://dakwahalabror.wordpress.com/2012/05/20/hukum-meminta-
jabatan-dan-dalil-dalilnya/

http://islamiwiki.blogspot.com/2015/01/menepati-janji-dalam-islam.
html#.V2TqUruLTIV

https://almanaar.wordpress.com/2007/11/29/kewajiban-bekerja/
https://mutiarazuhud.wordpress.com/tag/bertambah-ilmu-tetapi-tidak-

bertambah-hidayah/
https://nuryulia.wordpress.com/2013/05/27/merasa-pintar-vs-pintar-

merasa/
https://almanhaj.or.id/3350-ruh-seorang-mukmin-tertahan-pada-

hutangnya-hingga-dilunasi.html
http://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/

read/2015/06/22/72663/janji-kita-adalah-hutang.html
http://crusader-12.blogspot.com/2013/06/hati-hati-terhadap-pamer-

ibadah-di.html
http://www.nu.or.id/post/read/58274/fadhilah-membahagiakan-orang-

lain
https://muslim.or.id/10477-curhat-hanya-kepada-allah.html
https://rumaysho.com/3776-salat-lima-waktu-menggugurkan-dosa.

html
http://wahdah.or.id/10-amalan-ini-bisa-menghapus-pahala-kebaikan/
http://life.viva.co.id/news/read/640703-bermalas-malasan-saat-puasa--

ini-imbasnya
https://almanhaj.or.id/3920-kecelakaan-lalu-lintas-bagaimana-islam-

menghukumnya.html
https://jalandakwahbersama.wordpress.com/2009/07/17/

mudahkanlah-urusan-orang-lain/
https://rumaysho.com/2138-saling-berbangga-dengan-harta.html
http://www.duniaislam.org/19/02/2015/pengertian-dan-hukum-selfie-

dalam-islam/
https://islamqa.info/id/10016

311

https://muslim.or.id/14330-memakmurkan-masjid-2.html
http://islamiwiki.blogspot.com/2012/03/bahaya-berbohong-dan-

hukumnya-dalam.html#.V2mU2fmLTIV
http://manukansatu.blogspot.com/2013/10/dalil-dalil-mengaji.html
http://al-atsariyyah.com/keutamaan-mendoakan-orang-lain-tanpa-

sepengetahuannya.html
https://almanhaj.or.id/3299-doa-para-malaikat-bagi-orang-yang-

mendoakan-saudaranya-dari-kejauhan.html
http://www.muslimoderat.com/2016/04/tidurnya-orang-alim-lebih-

utama-dari.html
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-maksud-menolong-

agama-allah.htm
https://qurandanhadis.wordpress.com/2012/01/06/akibat-akibat-dari-

berbuat-maksiat/
https://muslim.or.id/10417-akhlak-islami-dalam-bertetangga.html
https://tirtakusuma2.wordpress.com/2013/07/04/haramkah-

mengerjakan-yang-sunah-jika-meninggalkan-yang-wajib-
kewajiban/
https://qurandansunah.wordpress.com/2009/10/08/hukum-orang-
meninggalkan-sunah/
http://meilnote.blogspot.co.id/2012/07/kecantikan-wanita-dalam-al-
quran-dan.html
https://muslimah.or.id/3779-boleh-berhias-tetapi-etika-berhias-wanita-
muslimah.html
http://belajarislam.com/2013/03/hadis-2-kitabul-jaami-2/
https://rumaysho.com/296-lihatlah-orang-di-bawahmu-dalam-masalah-
harta-dan-dunia.html
http://www.kompasiana.com/riyyan45/ilmu-lebih-baik-daripada-
harta_55103b52a333110237ba8051
https://muslim.or.id/3009-amalan-lebih-baik-kontinu-walaupun-
sedikit.html
http://www.mirajnews.com/id/menghormati-suami-dan-membuatnya-
tentram/44531

312

http://www.hidayatullah.com/kajian/jendela-keluarga/
read/2012/01/26/3489/wahai-istri-taat-suami-salah-satu-kunci-
surgaallah-telah-meletakkan-hak-dan-kewajiban-suami-istri-
sesuai-porsinya-tak-layak-kita-masih-mempertanyakan-nya.html

https://rumaysho.com/8859-apakah-istri-wajib-bisa-masak.html
https://muslim.or.id/20043-fatwa-ulama-membuang-sampah-

sembarangan.html
http://tugasmulia27.blogspot.co.id/2012/11/dalil-tentang-larangan-

berbuat.html
http://fusiteknikum.blogspot.co.id/2012/08/kepergian-bulan-ramadan.

html
https://muslimah.or.id/1003-menyambut-bulan-suci-ramadan.html
http://www.alsofwa.com/20662/ketika-hujan-tidak-turun-renungan-di-

musim-kemarau.html
http://laely-widjajati.blogspot.com/2009/11/ayat-al-quran-tentang-

hujan.html
http://www.ummi-online.com/ini-buktinya-sedekah-tak-perlu-

menunggu-kaya.html
https://indahnyasedekahanda.wordpress.com/
https://aslibumiayu.net/8709-laki-laki-yang-berzina-tidak-wajib-

menikahi-wanita-yang-dizinainya-maka-bersikap-cerdaslah-
wahai-wanita-yang-mau-dipacarin.html
https://rumaysho.com/165-cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran.
html
http://bit.ly/2aGI9aP
http://Anonim dalam Hipwee.com
http://Anonim dalam Blogngaji.Blogspot.com
http://FeniFerdian dalam TokoPedia.com
http://Febriannindia dalam nengflora.blogspot.com
http://riafariana | voa-islam.com 
http://Anonim dalam Pustakaasli.blogspot.com
http://Von Edison Alouisci dalam catatan Facebook.com
http://http://satuorangsatu.com/ oleh Thiar Thea
http://Ayib Bunyamin dalam Busanamuslim.blogspot.com

313

http://Meyra Kris Hartanti dalam Hidayatullah.com
http://Arry Rahmawan dalam ArryRahmawan.net
http://Muhammad Usamah dalam Hidayatullah.com
http://Hasan Basri Tanjung dalam Hidayatullah.com
http://Thiar Thea dalam Agushendraadmadja.blogspot.com
http://Kadafi Ahmad dalam Suara Hidayatullah

314

Profil Penulis

Cahyo Satria Wijaya lahir di Salah satu kota di Jawa Tengah.
Dalam usia yang terbilang muda sudah berhasil memimpin empat
perusahaan dengan omset milyaran rupiah. Pria kelahiran 28 tahun
silam ini berhasil menerapkan seni berpikirpositif dalam bisnisnya. Dia
mampu mengendalikan bisnisnya dengan baik tentu tidak terlepas dari
kemampuanya dalam berpikir positif dan memaksimalkan energy positif
yang ada dalam dirinya.

Pria energik ini telah menulis beberapa buku yang menembus
best seller salah satunya 19 menit menaklukanorang-orang di sekitar
anda, baginya menulis merupakan sarana untuk berbagi pengetahuan
dan semangat. Kesibukan dalam mengelola perusahaan ternyata
tidak membuatnya berhenti berkarya. Beberapa bukunya akan segera
terbit dalam waktu dekat. Dia mengharapkan karya-karyanya dapat
menginspirasi banyak orang, terutama anak muda agar termotivasi
untuk berbisnis dan mencapai kesuksesan di usia muda.

315

Segera Terbit


Click to View FlipBook Version