The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tiaraaanastasya12, 2022-06-14 00:24:42

ZOOLOGI INVERTEBRATA

ZOOLOGI INVERTEBRATA

ZOOLOGI INVERTEBRATA

OLEH
TIARA ANASTASYA M. BUTA

PENDIDIKAN BIOLOGI C

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 1

BAB I
TAKSONOMI, SISTEMATIKA DAN KLASIFIKASI

MAHLUK HIDUP
1.1 Klasifikasi (Taksonomi)

Taksonomi (sistematika) yang mencakup klasifikasi
dan nomenklatur. Klasifikasi adalah penyusunan jenis
bahan menjadi kelompok besar dan kecil dalam suatu
aturan, sedangkan nomenklatur meliputi tata cara
pemberian nama jenis hewan atau kelompok hewan yang
akan disusun dalam klasifikasi (Suwignyo, 2005).

Klasifikasi ialah menempatkan bersama-sam dalam
kategori hal-hal yang mirip satu sama lain. Salah satu pola
klasifikasi yang pertama ialah menempatkan semua
bentuk hewan yang hidup di habitat yang sama dalam
kategori. Klasifikasi sering didasarkan pada prinsip
mahluk hidup yang memiliki organ analog (organ yang
mempunyai fungsi yang sama) dikelompokan bersama.
Sirip ikan dan sirip ikan paus serta sayap pinguin adalah
organ analog karena semuanya digunakan untuk berenang.
Sayap pada burung, kelelawar dan serangga merupakan
oragn analog yang memungkinkan hewan tersebut dapat
terbang (Kimball,1999).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 2

Organisme dapat menyerupai atau berbeda satu
sama lain, yang merupakan satu cara yang benar
memungkinkan naturalis Swedia, Carolus Linnaeus
menemukan sistem klasifikasi yang moderen. Pada tahun
1753, Carolus Linnaeus menerbitkan klasifikasi tentang
tumbuhan, pada tahun 1758 mengenai klasifikasi hewan.
Carolus Linnaeus dijuluki bapak taksonomi, nama yang
diberikan untuk telaan mengenai klasifikasi. Sistem
klasifikasi Carolus Linnaeus merupakan sistim klasifikasi
yang kita gunakan saat ini, yaitu berdasarkan prinsip
homologi (Kimball,1999).
1.2 Nama Ilmiah

Setiap spesies terdiri dari dua bagian ialah nama
genus, kedua “spesific epither”, mengidentifikasi spesies
khusus di dalam genus. Contohnya anjing rumah nama
ilmiahnya Canis faruf miliaris. Nama latin digunakan oleh
Linnaeus, tetapi begitu banyak spesies ditemukan sejak itu
sehingga kini para ahli taksonomi menciptakan kata baru
dan melontarkan nama genus dalam bentuk kata benda
latin dan epitet spesifiknya sebagai kata sifat latin. Kedua
dicetak miring, nama genus dengan huruf kapital, tetapi
tidak demikian bagi epitet spesifiknya. Huruf dalam abjad

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 3

Romawi selalu dipakai untu tujuan oleh para ahli biologi
di negara Jepang, yang menggunakan huruf lain untuk
keperluan biasa (Kimball, 1999).

Mahluk hidup di bumi dikelompokan dalam lima
kelompok besar sebagai berikut:
1.2.1 Kingdom Monera (Mycota)

Kingdom Monera merupakan uniseluler dan koloni.
Tidak mempunyai membran sel, disebut prokariotik.
Mendapatkan makanan dengan cara absorbsi atau
fotosintesa. Reproduksi aseksual dengan pembelahan
(fision). Contohnya ganggang biru dan bakteri (Suwignyo,
2005).
a. Sifat Prokariota

Prokariota berbeda dengan eukariotik. Prokariota
hanya memiliki kromosom dan tidak memiliki histon yang
bergabung dengan kromosom tersebut. Tidak memiliki
mikrotobula dan karena itu tidak terdapat sentriol,
gelendong atau badan basal. Sementara beberapa
prokariota memiliki flagela, tetapi struktur ini tidak
dibangun dari mikrotobula sebgaimana silia dan fagela
pada eukariota. Ribosom prokariota berbeda dari ribosom
eukariota dalam strukturnya dan seperti yang diketahui,

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 4

prokariota memiliki keanehan biokimiawi yang tidak
didapati pada eukariota (Kimball, 1999).

Reproduksi prokariota secara aseksual. Spesies yang
melangsungkan rekombinasi genetik melakukannya
dengan cara yang berbed dari eukariota (Kimball, 1999).
b. Klasifikasi Bakteri

Klasifikasi bakteri berdasarkan ciri seperti bentuk
kemampuan membentuk spora, cara reproduksi (glikolisis
saat anaetobik dan respirasi saat aerobik), dan reaksi
terhadap pewarnaan gram (Kimball, 1999).

Klasifikasi bakteri saat ini dan direvisi hampir tidak
dapat dikatakan klasifikasi bakteri “alamia”, artinya
menyikapkan afinitas evolusioner (Kimball, 1999).

Dua spesies bakteri yang berkerabat dekat dapat
banyak berbeda dalam sifat yang mendasar, demikian
penggunaannya akan kode genetik (Kimball, 1999).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 5

Gambar 1. Struktur Dasar Sel Bakteri (Kimball,1999)
1. Bakteri Fotosintetik

Bakteri fotosintetik merupakan bakteri yang
menggunakan energi ca b n,haya matahari untuk mreduksi
karbondioksida menjadi karbohidrat. Bakteri fotosintetik
mengandung bentuk klorofil khusus (bakteri klorofil),
kebanyakan bakteri fotosintetik anaerob obligat, tidak
tahan terhadap oksigen bebas. Salah satu contoh bakteri
belerang ungu ialah bakteri Chromatium (Kimball, 1999).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 6

Gambar 2. Chromatium (Kimball, 1999)
2. Bakteri Kemoautotrof

Bakteri kemoautotrof adalah bakteri belerang.
Bakteri kemoautotrof lainnya adalah bakteri besi dan
bakteri nitrifikasi. Bakteri nitrifikasi melakukan oksidasi
yang dihasilkan dan protein oleh bakteri heterotrof dari
hasil perombakan (Kimball, 1999).

Gambar 3. Bakteri Belerang (Kimball,1999)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 7

3. Batang Gram Positif
Genus Clastridium terdiri atas bakteri pembentukan

spora yang bersifat anaerobik obligat (tidak tahan hidup
bila terkena oksigen). Beberapa diantaranya
mengeluarkan toksi yang kuat. Spora Clastridium tetani
tersebar luas di tanah dan sering kali dapat memasuki
tubuh melalui luka tusuk misalnya kena pecahan gelas
paku dan jarum kotor pada pecandu narkoba (Kimball,
1999).

Gambar 4. Clastridium tetani (Kimball,1999)
4. Kokus Gram Positif

Organisme dari kelompok ini tumbuh berkoloni
yang khas. Stafhylokokus (genus stapilococus)
membentuk paket sel yang utuh. Stafhylokokus hidup
dengan subur di makanan khususnya produk krim. Bakteri

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 8

ini mengeluarkan toksin. Bila menelan makanan tersebut,
misalnya kue krim beston dapat mengakibatkan sakit
perut(Kimball, 1999).

Stafhylococus tunbuh membentuk rantai dan
menimbulkan gangguan yang umum seperti sakit
tenggorokan. Pneumonas yaitu bakteri yang menyebabkan
penemonia bakteria, juga merupakan anggota gugus
Stafhylococus (Kimball, 1999).

Gambar 5. Stafilukokus albus (Kimball, 1999)
5. Batang Gram Negatif

Batang Gram Negatif ada dalam pencernaan
manusia dan merugikan. Sallmonella typhi menimbulkan
demam tifoid, penyakit yang umum dan menimbulkan
epidemi yang serius di tempat yang senitasinya kurang
baik. Individu terinveksi yang sembuh kebanyakan dapat

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 9

pulih dan dapat menjadi pembawa organisme itu, yakni
mereka tetap menyimpannya dalam tubuh biasanya dalam
kantung empedu (Kimball, 1999).

Gambar 6. Salmonella typhi (Kimball, 1999)
6. Kokos Gram Negatif

Dua anggota kelompok ini yang perlu mendapat
perhatian ialah Neissirris meningitidis dan Neissiris
gonorrhoeae. Pertama menimbulkan meningtis
meningokokal, yaitu suatu infeksi yang teramat parah di
selaput otak (meninges) yang lazim pada anak kecil
(Kimball, 1999).

Kedua dapat menyebabkan salah satu penyakit
manusia yang paling tersebar luas. Organisme itu
menyebar secara langsun*g dari seseorang yang satu ke
seseorang yang satu ke seseorang yang lain melalui kontak

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 10

seksual. Pada laki-laki organisme ini menyebar melalui
uretra menyebabkan keluarnya nanah. Pada perempuan
organisme ini dapat menyebar melalui vagina ke servik
dan tuba fallopi (Kimball, 1999).
7. Sprillium

Dinding sel yang kaku pada sprillium menjadikan
berbentuk heliks, bersifat gram negatif dan motil.
Kebanyakan terdapat di sekitar air asin. Satu spesies yang
sering dijumpai menghuni mulut manusia. Melalui tusuk
gigi, seide, zat pewarna dan mikroskop (Kimball, 1999).
8. Actinomycetes dan Kerabatnya

Anggota dalam kelompok ini tumbuh seperti
filamen yang tipis seperti kapang ketimbang se tunggal.
Mycobacteria dan Corynebacteria merupakan kerabat
dekat aktinomicetes. Dua spesies mikrobakteri yang
menyebabkan penyakit pada usia yang serius dan kronis
(Kimball, 1999).

Tuberkulosis dan lepra. Corinebacteria diphteriae
menyebabkan penyakit difteri. Sebagaimana pada tetanus,
bahaya difteri bukan karena penyebaran bakteri tersebut
ke dalam jaringan (di tenggorokan), melainkan karena
toksin letak yang dihasilkan. Toksin difteri mengeluarkan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 11

efek beracunya dalam cara yang paling spesifik. Racun ini
mengkatalisasi inaktivasi suatu faktor yang penting bagi
asam amino untuk ditambahkan kepada rantai polipeptida
yang disetis pada ribosom. Toksin difteri dapat dipanen
dari biakan organisme (Kimball, 1999).
2.1.2 Dunia Monera (Prokariota)
a. Ciri-ciri

Setiap filum yang di masukkan ke dalam protista
mencakup beberapa anggota uniseluler. Nama protista
secara harfiah berarti “ yang paling pertama”. Secara
evolusi kekerabatnya sama sekali tidak jelas, agaknya
pasti sebagian besar dari filum yang dimasukkan ke dalam
protista diantaranya muncul di muka bumi sebelum
tumbuhan maupun sebelum hewan, satu atau dua mungkin
timbul kemudian. Tetapi tepisah dari hewan dan tumbuhan
tanpa mencapai kerumitan struktur dan keragaman seperti
hewan (Kimball, 1999).
b. Evolusi

Menurut teori ini mitokondria sel eukariota
dahulunya adalah bakteri aerobik yang hidup secara
simbiosis di dalam inangnya “endosimbiosis”. Kloroplas
berasal dari alga prokatiota, mungkin alga hijau biru atau

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 12

prochlorophyta primitif. Dikemukakan bahwa spiroketa
endosimbiotik diperlengkap flagela dan sillia yang
pertama dan badan basal yang dari padanya gelendong
memungkinkan akan terjadinya mitosis (Kimball, 1999).

Mitokondria maupun kloroplas (badan basal)
addalah semi autonom dalam arti bahwa mereka dapat
menduplikasi dirinya sendiri secara terpisah dari duplikasi
selnya yang mereka huni. Sifat ini menjadi lebih nyata
baik mitokondria maupun kloroplas mempunyai sistem
genetik rudimeter (yang sama sekali terpisah dengan
sistem genetik dalam nukleus). Masing – masing
mempunyi DNA dan mesin pembuat proteinya sendiri.
Segi hipotesis adalah mesin genetik (sama dengan yang
ada pada prokariota). DNA (molekul tunggl), sama seperti
yang ada pada bakteri alga hijau biru. Hal ini tidak
merumitkan dengan histon seperti DNA kromososm
eukariota (Kimball, 1999).

Kata protozoa tidak lagi merupakan istilah
taksonomi yang resmi tetapi lebih merupakan nama umu
bagi sekitar 30.000 organisme amat kecil, bersel tunggal
dan tidak hijau. Selain sifat sederhana yang ada pada

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 13

mereka (kelompok teristimewa dan beragam) (Kimball,
1999).

c. Rhizopoda
Anggota filum rhizopoda bergerak dengan aliran isi

selnya ke dalam penonjolan sementara yang disebut
pseudopodia. Amoeba merupakan contoh klasik
kelompok ini dan menyebabkan macam gerak disebut
ameboid. Ameba berukuran satu titik yang dicetak lembab
ruang dan di implikasikan sebagai reaksi (Kimball, 1999).

Amoeba parasitik yang hidup di daerah tropik.
Parasit usus ini menyebabkan di sentri amoeba. Amoeba
mencari makan dengan fagositisis yang sedikit sekali,
berkembang biak dengan cara aseksual. Amoeba
(kelompok besar) dari protozoa laut yang sering
dikelompokkan dalam filum ini. Pertama foraminifera
terlindungi oleh kerangka luar beruang banyak yang
dibuat dari kalsium karbonat batu kapur terjal Dover,
Inggris, terbentuk dari sendimen tua dari cangkang
foraminifera. Kedua radiolaria yang berlimpah secara
istimewa di lautan India dan lautan pasifik. Organisme

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 14

tersebut agaknya tidak berkerabat dekat dengan amoeba
atau dengan mendapatkan filum sendiri. Heliozoa
sebagian besar makhluk indah ini di temukan di air yang
terorientasi sangat tepat (Kimball, 1999).
d. Flagelata (Filum Mastigophora)

Flagelata bergerak dengan bantuan satu atau lebih
flagela. Flagela dibentuk dari mikrotubula dengan pola “
9+2” yang telah dipelajari pada bagian sifat Astasia yang
akan disebut Euglena dan diklasifikasikan sebagai suatu
alga yang memilki kloroplas (Kimball, 1999).

Sejumlah species flagelata (umpamanya,
Trichonympha dan Myxotricha) hidup di dalam isi perut
rayap dan mencernakan partikel kayu yang dimakannya
tetapi tidak dapat mencernakannya untuk dirinya.
Myxotricha tampak tertutupi oleh flagela namun hanya
empat yang benar-benar flagela sejati yang sebenarnya
adalah spiroketa yang menempel di permukaannya. Gerak
empasnya memungkinkan hewan itu berenang. Flagelanya
digunakan hanya untuk mengemudi. Kekerabatnya yang
luar biasa ini menarik karena mencerminkan suatu cara
flagela dan mikrotubula mungkin berevolusi.
Kenyataannya ada bukti bahwa spiroketa ini mengandung

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 15

tubulin, bahan mentah untuk membangun mikrotubula
(Kimball, 1999).

Di sebelah benua Afrika, manusia dan ternak
terserang parasit sekelompok flagelata lain dari genus
Trypanosoma. Organisme ini menyebabkan penyakit tidur
pada manusia dan penyakit nagana pada ternak. Pada
setiap kasus Trypanosoma ini masuk ke dalam aliran darah
mangsanya melalui gigitan lalat tsetse. Trypanosoma
(hidup dalam darah), penyakit yang disebabkannya bila
berlarut –larut akan berbahaya sekali. Tetapi baru saja
respons itu siap untuk menjadi efektif. Trypanosoma
determinan antigenik itu di permukaannya dan
menghindari kehancuran (Kimball, 1999).
e. Ciliata (Filum Ciliophora)

Paramecium (berbentuk sandal) merupakan contoh
klasik kelompok ini. Ciliata mengambil makananya
dengan menyapu aliran air berisi partikel ke dalam
“mulut” dan “kerongkongan”. Ciliata mempunyai satu
atau lebih mikronukleus dan satu makronukleus besar
polisoid. Ciliata juga bereduksi secara seksual, proses itu
disebut kongjugasi (Kimball, 1999).
f. Sporozoa

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 16

Anggota yang paling dikenal dalam filum ini ialah
genus plasmodium. Sporozoa ini menyerang sel darah
merah, yang menyebabkan malaria. Penyakit ini
mempunyai perbedaan yang merugikan (Sebagai
penyebab kematian manusia) dalam jumlah lebih besar
daripada akibat menular yang lain. Di tularkan dari orang
ke orang lain melalui gigitan nyamuk genus Anopheles
(Kimball, 1999).
g. Alga Eukariotik

Alga (seperti protozoa) bukan lagi merupakan istilah
taksonomik yang resmi. Namun merupakan nama umum
bagi jumlah organisme berklorofil yang sederhana. Karena
mereka berfotosintesik, beberapa menyerupai benar
tumbuhan. Tapi yang lain hanya mirip secara superfisial
dengan organisme yang biasa dikenal sebagai tumbuhan
(Kimball, 1999).
h. Alga Merah (Filum Rhodophyta)

Alga merah (Filum Rhodophyta) hampir
seluruhnya hidup di lautan. Beberapa uniseluler, tetapi
sebagian besar dalam bentuk multiseluler yang hidup
terlambat pada batuan, dermaga, dan di bawah tingkatan
surut yang rata-rata 1500 species yang tela diidentifikasi.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 17

Alga merah merupakan fotosintesis dengan klorofil a dan
beberapa species mempunyai klorofil (Kimball, 1999).
i. Dinoflagellata (Filum Pyrrophta)

Seluruh dinoflagellata (ada sekitar 900) uniseluler.
Sejumlah ada yang bersifat intermediat alamiah antara
sifat prokariota dan sifat eukariota yang lebih maju.
Contoh tidak memilki histon pada kromosomnya dan
mitosisnya tidak begitu kompleks di bandingkan dengan
mitosis eukariota tingkat tinggi. Dinoflagellata
mempunyai tipe flagela eukariota “ 9+2” (dua di
antaranya perolehan utama lainnya dalam kehidupan.
Selain dari arti ilmiahnya dinoflagellata ini menjadi agak
penting bagi kita. Bila kadang mereka berkembang biak
secara eksplosif dan menimbulkan matinya ikan laut
dalam jumlah amat besar dan menjadikan hewan
penyaring makanan seperti ketam tidak sesuai lagi bagi
konsumsi manusia (Kimball, 1999).
j. Filum Euglenophyta

kelompok ini adalah flagelata fotosinetik yang
tidak terkurung dalam dinding sel yang kaku. Euglena
merupakan anggota yang khas (berjumlah sekitar 400
species). Karena tidak ada dinding sel, euglena dapat

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 18

berubah bentuk dengan mudah. Bergerak cepat dengan
bantuan flagela panjang yang terletak di ujung
anteriornya. Euglenophyta ini merupakan klorofil a dan b
(Kimball, 1999).
k. Alga Hijau (Filum Chorophyta)

Alga ini menyerupai euglenophyta dalam hal ini
pigmen fotosintetik (klorofil a dan b). Beberapa di
antaranya berflagela (misalnya, chlamydomonas) bahkan
ada yang tidak menghasilkan gamet berflagela misalnya
Ulva dan Zoospora (Kimball, 1999).

Alga hijau penting sebagai sumber makanan bagi
banyak protozoa dan hewan air. Chorella uniseluler
banyak diteliti para ahli biologi, baik sebagai organisme
yang penuh dengan rincian fotosintesis maupun sebagai
sumber makanan di daerah yang tidak sesuai untuk
pertanian konvensional. Bila persediaan air di pupuk,
dengan fosfat dan nitrat (misalnya dari limbah). Maka alga
hijau air tawar seringkali membentuk kembangan alga
yang luas sekali (Kimball, 1999).
l. Alga Pirang (Filum Chrysophyta)

Alga pirang mendapat warnanya dari karotenoid
cokelat kuning yang disebut fukosantin. Klorofil a dan c

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 19

sebagian besar anggotanya dalam kelompok ini adalah
uniseluler dan banyak yang berflagela. Kelompok ini
terdiri atas 5300 species, 5000 di antaranya adalah di atom
(Kimball, 1999).

Di atom mempunyai dinding sel atau cangkang yang
terdiri atas dua bagian yang saling menutup. Cangkang ini
di isi silika dan sering berhiasan dengan indahnya.
Sebenarnya pemahatan yang lembut pada cangkang
beberapa spesies merupakan uji coba yang baik untuk
mutu lensa mikroskop (Kimball, 1999).
m. Alga Cokelat (Filum Phaeophyta)

Anggota filum ini (terdiri dari 1500 sprsies)
mengandung fukosantin yang melapisi warna hijau
kloforinya a dan c. Semua alga cokelat multiseluler,
bentuk –bentuk yang hampir seperti tumbuhan semata –
mata di temukan di air asin. Alga cokelat di pakai untuk
makanan di beberapa daerah pantai di muka bumi, di
amerika serikat sebagai sumber pupuk dan yodium
(Kimball, 1999).
n. Kapang Lendir (Filum Myxomycetes)

Pada kapang lendir Plasmodial (umpamanya
stemonitis), masa berlendir itu disebut plasmodium yang

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 20

mengandung beribu-ribu nukleus. Plasmodium itu
bergerak perlahan-lahan di atas permukaan subratnya
(kayu busuk) menyerbu makananya dan sambil tumbuh.
Akhirnya plasmodium itu membentuk spora-spora. Pada
kapang lendir seluler, beribu-ribu sel inti seperti amoeba
berkelompok menjadi massa berlendir (Kimball, 1999).

3. Dunia Protista
3.1 Ciri-ciri

Sebagian besar eukariota ini tumbuh sebagai filamen
tubulur yang disebut hifa. Hifa adalah senositik, artinya
tidak digolongkan menjadi sel-sel tersendiri. Walaupun
sekat dijumpai, beberapa hifa tetap berlubang-lubang
sehingga sitoplasma dan nukleus di dalam hifa mengalir
keseluruh misellum (Kimball, 1999).

Fungi tadak mempunyai klorofil dan karena itu
heterotrofik. Fungi memperoleh makanan dengan
menyerap molekul makanan dari alam sekitarnya.
Makanannya dapat berasal dari pabrik, tubuh hewan dan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 21

tumbuhan (baik yang mati maupun masih hidup)
(Kimball, 1999).

Fungi menyebarkan dirinya ketempat baru dengan
melepaskan spora. Pada beberapa spesies akuatik, spora
berenang dengan bantuan flagela, akan tetapi banyak
spora fungi darat diterbangkan angin (Kimball, 1999).
3.2 Filum Phycomycetes

Phycomycetes disebut juga fungi “alga” (Yunani:
phyco=rumput laut). Beberapa hidup di air dan sebagian
hidup di darat. Fungi “alga” yang hidup di air dinamakan
kapang air. Fungi “alga” membentuk spora berflagela
(zoospora) dan atau gamet (Kimball, 1999).

Beberapa diantara alga yang terdapat pada lichenes
misalnya nostoc hidup terpisah/mandiri di alam. Akan
tetapi hampir semua fungi hanya ditemukan pada lichenes,
walaupun pada umumnya dapat dibiarkan di laboratorium
(Kimball, 1999).
4. Kingdom Plantae

Kingdom plantae bersifat multiseluler dan selalu
membentuk jaringan. Tipe sel eukarotik dan dilengkapi
dinding sel. Tipe nutrisi fotosintesa. Reproduksi seksual

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 22

maupun aseksual. Contoh: tumbuhan tingkat tinggi
(Suwignyo, 2005).

Alga hijau telah mengembangkan ciri-ciri yang
memungkinkannya bertahan hidup dalam periode
kekeringan yang sebentar. Pada akhir siklus, keturunan
yang mampu hidup di tanah gersangtelah muncul dan
mulai menempati lingkungan yang baru. Organisme
tersebut adalah tumbuhan (Kimball,1999).

Tumbuhan tunggal disebut analog seperi yang
ditempatkan pada manusia sebagai satu individu
(individum), dan seluruh tumbuhan di bumiyang disebut
sebagai satu dunia atau kerajaan (regnum) tumbuhan.
Istilah individu (individum)serta dunia (regnum) yang
digunakan untuk menyebut berturut takson paling kecil
dan yang paling besar, maka sesuai kesepakatan
internasional berturut-turut dari yang besar ke yang kecil
dapat disebut divisi (divisio), kelas (classis), bangsa
(ordo), suku (famili), rumpun (tribus), marga (genus),
seksi (sectio), seri (series), jenis (spesies), varitas (tribus),
bentuk (forma), seluruhnya meliputi sebelas takson
(Tritjosoepomo, 2009).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 23

Dunia tunbuhan dibagi menjadi dua filum (ahli
botani biasanyamenyebut gelombang tersebut sebagai
divisi dari filum) Bryophta dan Tracheophyta
(Tritjosoepomo, 2009).
4.1 Lumut dan Lumut Hati

Lumut dan lumut hati merupakan tumbuhan kecil,
agak sederhana biasanya tumbuh di tempat-tempat basah.
Sebagian besar mempunyai tubuh tipis seperti kulit, yang
tumbuh memipih rata di atas medium penunjangnya, air
tenang atau tanha basah (Tritjosoepomo, 2009).

Tubuh lumut sedikit lebih rumit dari pada lumut
hati. Tubuhnya tediri dari pucuk tegak dengan beberapa
anak daun yang amat kecil tersusun dalam pilihan. Pada
kedua tumbuhan tersebut tidak dijimpai jaringan berkayu
untuk menunjang den dengan demikian tumbuhan tersebut
tidak pernah tumbuh menjadi besar. Tidak memiliki
sistem pembuluh khusus untuk penggangkutan air dan
makanan keseluruh tumbuhan (Tritjosoepomo, 2009).

Bryophyta kadang dianggap sebagai moyang
tumbuhan berpembuluh. Struktur yang sederhana,
tiadanya jaringan berpembuluh dan pembatasan pada
tempat-tempat basah menyatakan bahwa bryophyta adalah

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 24

bentuk intermediet diantara alga tumbuhan berpembuluh
(Tritjosoepomo, 2009).
4.1.1 Subfilum Psilopsida

Psilopsida tidak mempunyai akar ataupun daun.
Psilopsida mempunyai batang di bawah tanah
(rizoma,rimpang) dan batang tegak di atas tanah, masing-
masing mengandung xilem dan floem. Fotosintesis
berlangsung dalam batang tegak dan batang ini
jugamenghasilkan sporangium (Tritjosoepomo, 2009).
4.1.2 Subfilum Sphenoprida

Tumbuhan dalam subfilum Sphenoprida disebut
ekor kuda atau Scuring rushes(bahan penggososk). Nama
pertama diambil dari cara percabangan yang khas. Ulir
atau lingkaran anak cabang yang berasal dari pucuk di atas
tanah (Tritjosoepomo, 2009).

Ekor kuda sering tumbuh di tempat berpasir dan
menghimpun banyak dalam batangnya. Silika
menyebabkan batang amat berkikis dan karena itu
merupakan bahan empelar yang efektif. Daunnya sangat
kecil dan tersususn dalam ulir atau lingkaran di sekitar
batangnya (Tritjosoepomo, 2009).
4.1.3 Subfilum Pteropsida

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 25

Tumbuhan dalam subfilum ini berbeda dengan
beberapa subfilum sebelumnya karena memilki daun yang
relatif lebih besar, tulang daunnya sering bercabang-
cabang. Subfilum ini lebih lanjut dibagi menjadi tiga kelas
yaitu paku-pakuan, gimnospermae (banyak diantara
tumbuhan ini yang kemudian mereduksi daun-dunnya
menjadi jarum) dan angiospermae (Tritjosoepomo, 2009).
4.2 Kelas Filiciana (Paku-pakuan)

Paku-pakuan tumbuh di tempat lembab dan teduh .
batang (rizoma) dan akarnya terdpat di dalam tanah. Daun-
daunnya dari rizoma setiap musim semi dan membuat
makanan melalui fotosintesis. Walaupun biasanya daun-
daun mati karena embun yang membeku, sistem akar dan
rizomanya tetap hidup selama musim dingin tersebut.
Tumbuhan paku tersebar dittempat-tempat baru dengan
bantuan spora kecil ditiup angin (Tritjosoepomo, 2009).
4.3 Kelas Gymnospermae

Paku biji meryupakan tumbuhan yang pertam
diantara gimnospermae. Walaupun skarang paku biji telah
punah, beberapa keturunannya, pakis dan gingko masih
ada sam[pai kini. Tumbuhan berbiji moderen ini
mengungkapkan garis keturunan purba dengan kenyataan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 26

bahwa setelah mikrospora mencapai bakal biji,
mikrospora tersebut membebaskan sperma bersilia yang
dengan berenag dalam cairan yang tersedia oleh sporofit
induk mencapai telur (Tritjosoepomo, 2009).

Pakis merupakan tumbuhan tropik yang mirip
dengan tumbuhan palma. Satu genus tumbuh liar di
Amerika Serikat dan hanya ditemukan di Florida. Gingko
merupakan spesies yang paling aktif yang bertahan hidup
liar di pedalaman Cina, di tempat lain gingko hanya
sebagai tanaman budidaya. Secara khusus toleran terhadap
asap dan kondisi lain dalam kehidupan kota
(Tritjosoepomo, 2009).

Konifer (misalnya pinus, spruce, fir-semacam pohon
cemara dan sebagainya) adalah gymnospermae yang
paling banyak ditemukan, tetapi mereka
umunnyamendominasi pemandangan hanya di daerah
yang musim saljunya sangat dingin. Kebanyakan konifera
selalu hijau, daun-daunnya berubah bentuk menjadi jarum
(Tritjosoepomo, 2009).
4.4 Kelas Angiospermae

Angiospermae dibagi menjadi dua subkelas, dikotil
dan monokotil. Nama ini diperoleh dari sejumlah

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 27

kotiledon yang terdapat dalam biji dua dikelompok dikotil
dan berbiji satu dikelompok monokotil. Dikotil dan
monokotil juga berlainan dalam beberapa hal. Tulang
daun dikotil tersusun dalam pola jaring-jaring, sedangkan
pada monokotil letak tulang daun sejajar satu sama lain
(Tritjosoepomo, 2009).

Ikatan pembuluh pada batang dikotil tersusun dalam
pola radial seperti jejari roda, sedangkan pada monokotil
berserakan secara acak pada batang. Bagian yang
membentuk bunga dikotil (misalnya daun mahkota)
biasanya empat, lima atau kelipatannya. Bunga monokotil
berjumlah tiga atau kelipatannya (Tritjosoepomo, 2009).
5. Kingdom Animalia

5.1 Klasifikasi Hewan
Klasifikasi atau penggolonan dunia

hewandahulu berdasar pada perbedaan-perbedaan yang
nampak dari luar dan bertujuan untuk memudahkan
saja (Brotowijoyo, 1989).

Penggolongan taksonomi biasanya disebut
taksonomi berdasar pada hubungan evolusioner atau
hubungan ciri-ciri menurun. Teknik klasifikasi hewan
yang dikemukakan Linneus disebut sistem binomial

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 28

nomenklatur. Hewan yang dekat hubungan
evolusionernya mempunyai nama genus (marga) yang
sama (Brotowijoyo, 1989).
5.2 Kategori Klasifikasi

Spesies (jenis) dianggap sebagai unit terkecil
klasifikasi, artinya semua hewan yang berciri khas
sama tergolong satu jenis. Genus (marga) adalah jenis-
jenis hewan yang dekat ciri-cirinya. Marga yang
bersamaan digolongkan menjadi ordo (bangsa). Bangsa
yang bersamaan membentuk class (kelas) dan kelas
yang bersamaan membentuk phylum (filum)
(Brotowijoyo, 1989).

Nama marga selalu kata benda dan diambil dari
bahasa Latin atau Yunani. Petunjuk jenis (individu) adalah
kata sifat deskriptif, walaupun dapat juga nama benda
(Brotowijoyo, 1989).
5.3 Cara Pemberian Nama

Nama marga selalu dimulai dengan huruf kapital.
Nama marga harus nama benda dalam bahasa Latin, ditulis
secara monotif tunggal. Petunjuk jenis biasanya kata sifat
dan ditulis sesuai dengan nama marga dalam jumlah, kasus
dan jenis kelamin (Brotowijoyo, 1989).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 29

5.4 Kriteria Klasifikasi
Klasifikasi hewan umumnya disusun secara kasar

sesuai dengan tahapan evolusi, yaitu hewan-hewn
sederhan didahulukan lalu disusul hewan-hewan yang
lebih kompleks mencakup karakteristik utama
(Brotowijoyo, 1989).

BAB II
FILUM PROTOZOA
2.1 Definisi
Protozoa adalah hewan yang bersel tunggal,
mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal
hewan multiseluler dan merupakan organisme sempurna.
Paraaahli dari zoologi menamakan protozoa aselular tetapi
keseluruhan organisme protoza dibungkus oleh satu
plasma membran (Brotowijoyo, 1989).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 30

2.2 Ciri-ciri Umum
Menurut Suwignyo (2003), ciri-ciri umum hewan

yang tergolong protozoa sebagai berikut:
1. Tubuh protozoa tersusun atas satu sel, ukurannya
beberapa mikron sampai beberapa milimeter,
bersifat mikroskopis
2. Hidup secara individual, tetapi ada yang hidup
secara berkoloni. Ada yang hidup bebas di dalam air,
komensal dan ada pula yang bersifat parasit pada
hewan lain
3. Berkembang biak dengan membelah diri,
mengadakan konyugasi, dan membentuk spora
4. Makananya berupa bakteri, hewan bersel satu
lainnya atau sisa-sisa organisme. Cara mengambil
makanannya ada yang sporozoik (memakan/
menguraikan bangkai hewan), holofitik (memakan
tumbuhan) dan holozoik (memakan hewan)
5. Bergeraknya menggunakan flagella, silia, atau
pseudopodia, bahkan ada yang tidak memiliki alat
gerak

2.3 Morfologi

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 31

Bentuk tubuh protozoa ada yang tidak tetap dan ada
yang tetap. Bentuk yang tetap disebabkan telah memiliki
pilliculus (kulit) dan bebarapa mempunyai cangkang
kapur (Brotowidjoyo, 1989)

Sitoplasma protozoa sebagian besar tidak berwarna,
tetapi beberapa spesies yang keci, misalnya Stentor
coereleus berwarna biru, dan Blepharisma laterilia
berwarna merah atau merah muda. Dua bagian sitoplasma
biasanya dibedakan atas bagian pinggiran yang disebut
ectoplasma dan bagian sentral yang lebih padat dan
bergranula disebut endoplasma (Rusyana, 2011).

Nukleus Protozoa umunya hanya sebuah, tetapi ada
juga yang lebih, misalnya Arcella vulgaris atau Opalina
ranarum. Ciliata secara umum mempunyai dua tipe nuklei
dan ciri nukleus umunya bulat, tetapi ada juga yang oval,
misalnya pada Paramecium. Bentuk seperti ginjal terdapat
pada Balantidium coli, sedangkan bentuk manasbih
(monolitiform) terdapat pada Spirostomum. Struktur
nukleus pada prinsipnya ada yang fasikular, khromatin
terkonsentrasi dalam sebuah massa atau butis (Arcella),
sedang yang granular berkromatin tersebar secara merata

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 32

dalam butir melalui nukleus (Amoeba) (Tritjosoepomo,
2009).

Vakuola yang terdapat padaprotozoa dapat
dibedakan atas vakuola kontraktil, vakuola makanan dan
vakuola stasionari. Vakuola yang terakhir mengandung
cairan yang terdapat dalam tubuh protozoa. Vakuola
makanan dan vakuola kontraktil terdapat pada protozoa air
tawar, tetapi tidak terdapat pada sebagian besar protozoa
yang hidup parasit dan hidup dalam air laut. Fungsi
vakuola kontraktil sebaggai pengatur tekanan osmosis
tubuh (Tritjosoepomo, 2009).

Mitokondria terdapat dalam protozoa pada bagian
yang melakukan pernafasan secara aerobi. Sebagian besar
mitokondria mempunyai mikrotubulus pada bagian dalam.
Mitokondria erat hubungannya dengan penggunaan energi
untuk alat gerak dan vakuola kontraktil(Tritjosoepomo,
2009).

Protozoa paling sedikit terbungkus oleh membran
yang mempunyai sedikit granula seluas permukaannya.
Membran berperanan dalam sistem pengangkutan enzim,
sehingga menimbulkan metabolisme yang efisien.
Sebagian besar spesies, membran telah dilapisioleh

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 33

lapisan lain membentuk kulit (pelliculus) yang tegar,
sehingga protozoa tersebut mempunyai bentuk yang tetap
(Tritjosoepomo, 2009).
2.4 Fisiologi

2.4.1 Alat Gerak
Alat gerak pada preotozoa bermacam-macam

dari yang sederhana berupa pseudopodia sampai
flagella sampai silia. Pseudopodia dibentuk dari
ektoplasma, kemudian endoplasma akan
mengikutinya. Flagella merupakan ciri dari kelas
mastighopora sedang silia merupakan ciri dari kelas
ciliata, dan kedua alat gerak tersebut mempunyai
kemiripan dalam ultrastruktur. Keduanya merupakan
benang bergetar, tersusun atas dua fiber pada pusat
dan sembilan dikelilinginya yang timbul dari basal
granula dan kinestom (Brotowidjoyo, 1989).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 34
Gambar 7. Alat Gerak Protozoa (Brotowidjoyo, 1989)

2.4.2 Sistem Respirasi
Respirasi terjadi secara aerob atau anaerob.

Respirasi anaerob terjadi oksidasi dengan O2 yang masuk
dengan cara difusi dan osmosis melalui seluruh
permukaan tubuh, sedangkan pada anareb terjadi
pembongkaran zat yang kompleks menjadi zat yang
sederhana dengan menggunakan enzim-enzim tanpa
memerlukan oksigen. Hasil kedua dari peristiwa tersebut
yakni energi dan zat sisa yang akan ditampung dalam
vakuola kontraktil sebagai zat ekskresi (Brotowidjoyo,
1989).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 35

2.4.3 Sistem Pencernaan
Protozoa memperoleh nutrisi dengan cara holozoik,

holofitik dan saprozoik. Amoeba dan Paramecium
mengambil makanan yang relatif keras yang ditangkap
dengan pseudopodia, kemudian dibentuk vakuola
makanan, cara ini disebut holozoik (Kimball, 1999).

Cara mendapatkan nutrisi secara holofitik terjadi
pada Phitomastigophorea. Pada protozoa holozoik,
makanan pada vakuola makanan berubah menjadi
senyawa yang sederhana dan disebarkan keseluruh tubuh.
Pelarutan protein, karbohidrat dan lemak terjadi dari
disentegrasi bahan tanaman atau hewan yang telah mati
(Kimball, 1999).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 36

Gambar 8. Pencernaan Amoeba (Rusyana,
2011)

2.4.4 Sistem Reproduksi
Perkembangbiakan protozoa yaitu dengan

membelah diri, setiap individu membelah menjadi dua
bagian yang sama, dimulai dari intinya kemudian diikuti
dengan sitoplasma. Pembelahan multipel atau sporulasi
yaitu inti membagi diri berulang kali, kemudian
sitoplasma akan mengelilingi tiap belahan inti, sehingga
menghasilkan sejumlah keturunan. Plasmatomi yaitu
pembelahan protozoa berinti banyak tanpa pembelahan
inti, menghasilkan keturunan yang lebih kecil dan berinti
banyak. Pertunasan adalah individu baru timbul sebagai
tunas dari sel induk yang berdeferensiasi sebelum atau
sesudah hidup bebas (Brotowidjoyo, 1989).

Reproduksi seksual terjadi karena persatuan dari sel
(bisa isogamet atau heterogamet) membentuk individu

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 37

baru, atau dengan persatuan sementara dan pertukaran inti
(konyugasi) dari dua protozoa (Brotowidjoyo, 1989).
2.5 Habitat dan Ekologi

Protozoa hidup disemua habitat yang
memungkinkannya untuk hidup dan hubungannya dengan
alam sekitar memungkinkan kita mempelajari ekologinya.
Protozoa memerlukan lingkungan yang basah, misalnya
dalam air baik air tawar, maupun air bergaram bahkan
dalam tanah yang basah sampai kedalaman kurang lebih
20 cm, dalam tubuh manusia atau hewan tingkat tinggi
lainnya yang bercairan, atau disemua tempat yang basah.
Setiap spesies mempunyai peranan dalam struktur trophik
(makanan) atau siklus energi (Rusyana, 2011).

Protozoa yang berflagella yang mengandung
klorofil dapat memfiksasi dan menyimpan energi dari
matahari dalam bentuk bahan makanan, tetapi sebagian
besar protozoa adalah sebagai konsumen bahan makanan
dari makhluk lain, baik sebagai konsumen primer maupun
konsumen sekunder (Rusyana, 2011).
2.6 Klasifikasi

Klasifikasi protozoa beraneka ragam, masing-
masing ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 38

Beberapa ahli biologi ada yang memasukkan protozoa
kedalam kingdom protista bersama-sama dengan alga dan
jamur. Protista adalah eukarion (intinya telah terbungkus
membran) baik uni maupun multiseluler, dan
menghasilkan gamet dalam bentuk sel tunggal. Zigot tidak
membentuk embrio (Brotowidjoyo, 1989).

Beberapa spesies protozoa memperlihatkan
hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan tumbuhan
multiseluler daripada spesies protozoa yang lain,
misalnyaEuglena.Euglenamerupakan fagellata yang
berklorofil, dalam proses reproduksinya menghasilkan
zoospora yang motil. Sifat ini juga dimiliki oleh alga hijau
yang multiseluler. Kebanyakan para ahli biologi
mengelompokkan protozoa sebagai filum tersendiri
(Brotowidjoyo, 1989).
2.6.1 Kelas Rhizopoda/ Sarcodina

(Rhiza=akar, pous= kaki, sarcodes= gumpalan,
sarx=dagimg)

Protoplasma rhizopoda dapat menjadi kaki semu
(pseudopodia; pseudo= semu, pous= kaki) untuk bergerak
dengan gerakan amoeboid. Hidup di air tawar, laut dan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 39

parasit pada binatang lain/manusia. Berkembangbiak
secara vegetatif dengan membelah diri (Rusyana, 2011).

Contoh representatif,Amoeba proteus (a= tidak,
moeba = bentuk). Hidup di tempat basah/ tempat berair.
Tubuh terdiri atas kulit luar (euktoplasma), selaput luar
disebut plasmolemma. Bagian dalam disebut endoplasma
yang padanya terdapat inti, rongga makanan, rongga

berdenyut, bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan
butiran-butiran lemak. Rongga berdenyut berfungsi
sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osmosis isi sel
terpelihara (gel berkadar air rendah, sol berkadar air
tinggi). Bila dari Amoeba diambil intinya, akan segera
mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk
protoplasma baru (Rusyana, 2011)
Gambar 9. Struktur Sel Amoeba proteus (Bernes, 1994)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 40

Amoeba memakan bakteri, alga bersel satu dan
mahluk hidup yang bersel satu lainnya. Makanan dicerna
di rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembang
biak secara vegetatif membelah diri di dahului dengan
pembelahan intinya. Amoeba mengambil oksigen untuk
pernafasan dan mengeluakan karbondioksida melalui
selaput plasma (Rusyana, 2011).

Menurut Suwignyo berdasarkan cara hidupnya
Amoeba dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Hidup diluar tubuh organisme lain/manusia disebut
Ecto Amoeba (Ectomoeba), contohnya Amoeba
proteus

2. Hidup di dalam tubuh organisme lain/manusia
disebut Ento Amoeba (Entomoeba), contohnya
Entamoeba dysenteries/Entamoeba histolitica di
usus halus dan Entamoeba coli penhuni usus tebal

Contoh lain dari kelas Rhizopoda:
1. Arcella fulgaris, rangka luar dari kitin, terdapat di
air tawar
2. Difflugia corona, rangka luar mengandung pasir,
terdapat di air tawar

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 41

3. Foraminifera (Globierina bulloides), rangka luar
dengan zat kapur dengan celah-celah tempat
keluarnya brenang protoplasma sebagai kaki semu
(pseudopodia). Rangka yang telah kosong
mengendap di dasar laut merupakan tanah globirena.
Fosil-fosil Foraminifera berguna sebagai petunjuk
dalam penyelidikan tanah yang mengandung
minyak bumi.

4. Heliozoa (Actinophrys sol), rangka luar dari kersik
celah-celah teratur tempat keluarnya pseudopodia,
hidup di air tawar

5. Radiolaria (Lichnaspis giltochii), rangka luar dari
kersik bercelah-celah tempat keluarnya
pseudopodia, rangka luar yang telah kosong dan
mengendap merupakan tanah Radiolaria yang
dimanfaatkan sebagai alat penggosok.

2.6.2 Kelas Flagella/Mastigophora
(flagrum = masti = bulu cambuk)
Bentuk tubuh tetap tanpa rangka luar, dilindungi

oleh selaput yang fleksibel (pellicle), dibagian luarterdapat
selaput plasma. Alat gerak berupa bulu cambuk (flagrum
= mastix). Hidup di air tawar, di laut atau parasit pada

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 42

organisme lain/manusia. Pembiakan secara vegetatif
dengan membelah diri. Bentuk umum yang dipelajari ialah
Euglena (Rusyana, 2011).

TubuhEuglena dempak/tumpul dibagian depan dan
runcing di bagian belakang. Pada protoplasma terdapat
nukleus, chloroplas dengan pyrenoid dan di bagian depan
terdapat bintik mata (stigma) berwarna merah serta rongga
berdenyut. Bintik mata berfungsi untuk mengerahkan
organisme kearah cahaya yang intensitasnya sedang
(Rusyana, 2011).

Euglena dapat membentuk kistapada keadaan yang
tidak menguntungkan. Dekat ujung enterior sebelah
bawah terdapat mulut sel(cytostome) yang diteruskan
kebagian gullet cell (cytopharynk). Citopharynx
membesar dibagian dasarnya membentuk suatu
gelembung yang disebut reservoir (Rusyana, 2011).
1. Contoh Flagellata: Euglena

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 43

Gambar 10. Struktut Tubuh Euglena piridis (Bernes,
1994)

Euglena adalah hewan bersel satu berwarna hijau,
karena berklorofil, merupakan suatu marga dari hewan-
hewan mastigophora. Hidup dalam kolam dan sering
membuat lapisan permukaan air yang berwarna hijau
(Rusyana, 2011).
2. Morfologi

Euglena berbentuk seperti kumparan yang panjang
berpariasi dari 25-100 mikron. Mempunyai sebuah
flagellum pada ujung enterior yang dimulai dari
keronggkongan. Kerongkongan bermuara pada sebuah
tempat penampung (reservior). Reservior bermuara
beberapa vakuola kontraktil kecil. Dekat reservior tersebut
terdapat stigma merah (dianggap sebagai mata) (eu + Gr.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 44

glena, biji mata). Dalam tubuh hewan biasanya terdapat
sejumlah besar kloroplastid. Dalam sitoplasma disimpan
karbohidrat sebagai makanan cadangan berupa butir-butir
pramilum. Inti tunggal dan di tengah-tengahnya terkumpul
kromatin (Rusyana, 2011).
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan

Euglena membuat makanan sendiri, makanan yang
larut di sekitarnya dan bersifat autotrof. Kemampuan
membuat makanannya sendiri hanya berlangsung bila ada
cahaya matahari. Euglenadapat bertahan dalam gelap
untuk waktu yang lama secara saprofitif. Pada keadaan
yang demikian, warna hijau hilang dan peristiwa tersebut
disebut etiolasi. Euglena tidak mencerna makanan keras.
Oleh karena itu, istilah kerongkongan pada hewan ini tidak
tepat (Suwignyo, 2005).

b. Sistem Respirasi
Pernafasan melalui permukaan membran.

Pergerakannya berlangsung karena flagellum. Pada
kondisi tertentu, Euglenabersifat fototaksis positif, yaitu

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 45

membelok dan berenang menuju sumber cahaya. Euglena
kadang-kadang membuat kontraksi ritmis dan disebut
gerakan euglenoid. Bila keadaan kering atau kondisi tidak
menyenangkan, Euglenamembentuk kista dan dapat tahan
lama (Tritjosoepomo, 2009).
c. Reprodoksi

Menurut Suwignyo (2003), reproduksi secara
aseksual yaitu dengan pembelahan longitudinal dimulai
pada ujung enterior.

1) Nuctiluca scintilluca / Nuctiluca miliaris, hidup di
laut, ada dua flagel panjang dan pendek, sering
bersimbiosis dengan Alga.Noctiluca dapat
menyebabkan laut bercahaya pada malam hari
(luminescent).

2) Volvox globator, hidup di air tawar, merupakan
koloni dari beribi-ribu bintang bersel satu dengan
masing-masing mempunyai 2 flagel. Di dalam
koloni dapat terbentuk koloni baru dan kemudian
melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni
tersendiri.

3) Trypanosoma, mempunyai 1 flagel, hidup sebagai
parasit pada binatang/manusia, penyebab penyakit

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 46

tidur. Trypanosoma rhodensia oleh Glossina
marsitans. Trypanosoma cruzi penyebab penyakit
anemia pada anak kecil (di Amerika Tengah).
Trypanosoma evansi penyebab penyakit kalar ajar
(di Mesir dan di India).
2.6.3 Kelas Ciliata/Infusoria
Contoh: Paramecium caudatum (holotrica

Gambar 11. Struktur Tubuh Paramecium caudatum
(Rusyana, 2011)

Hidup di air tawar yang banyak mengandung bakteri
atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (cenela),
bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing di
bagian belakang. Terdapat banyak cilia untuk alat gerak

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 47

dengan cara bergetar. Terdapat trichocyst, mulut, rongga
makanan dan rongga berdenyut, makronukleus,
mikronukleus dan sel dubur (Tritjosoepomo, 2009).

Berkembang biak secara vegetatif, membelah diri
secara transfersal, dimulai dengan membelah diri secara
transversal, dimulai dengan membelah makronukleus
yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat
terjadi kurang lebih 24 jam. Setelah terjadi beberapa
pembiakan vegetatif, terjadilah pembiakan generatif
secara konyugasi yang dimulai pertemuan antara 2
indifidu pada bagian mulut, kemudian terjadi
peristiwaselanjutnya makronuklius lenyap, mikronukleus
membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya
lenyap yang satu membelah menjadi dua mikronukleus
(haploid) dan terjadi tukar menukar mikronukleus
sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi
mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri
(Rusyana, 2011).

Mikronukleus dalam masing-masing induvidu
membelah tiga kali berturut-turut menjadi delapan, empat
diantaranya menjadi mikronukleus, 3 lenyap dan satu
menjadi mikronukleus. Tiap indifidu dan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 48

mikronukleusnya akan mengadakan pembelahan dusa kali
berturut-turut hingga menjadi empat paramecium baru
dengan makronukleus, mikronkleus dan perlengkapan lain
yang lengkap (Brotowidjoyo, 1989).

Respirasi dan ekskresi terjadi pada permukaan
tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya dilindungi oleh
pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan
dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga
sebagai alat perlindungan jika diserang oleh musuh
(Kimball, 1999).

Cilliatahidup di air tawar dan usus tebal manusia
yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan gangguan perut,
contoh Balantidium coli (Rusyana, 2011).
Contoh lain dari pada Ciliata:

1. Didinium nasutum (holotricha), merupakan predator
didalam ekosistem perairan, dapat menjadi
pemangsa Paramecium

2. Stentor coeruleus (heterortcricha), biasanya
menetap pada suatu tempat, sekalipun sewaktu-
waktu dapat berpinddah tempat

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 49

3. Vetricella campanula (peritricha),bertangkai lurus
atau spiral, hidup pada suatu tempat, silia hanya
sekitar mulut

4. Stylonychia mytilus (hypoticha), bentuk spiral siput,
silia berkelompok-kelompok, hidup merayap
didasar kolam, banyak terdapat pada permukaan
daun yang terendam air

5. Podophrya collini, ketika masih muda bersilia dan
setelah dewasa berkentakel untuk mengisap zat-zat
dari mangsanya, juga bertangkai cilliata yang
bersilia ketika muda dan bertangkai, oleh beberapa
ahli dimasukkan kedalam kelas tersendiri yaitu kelas
Suctoria

2.6.4 Kelas Sporozoa (Sporo = benih, sporo, zoin =
binatang)
Kelas Sporozoatidak memiliki alat gerak. Contoh:

Plasmodium sp.Sporozoa kurang dikenal dibanding
dengan protozoa yang lainnya karena tidak terdapat pada
kolam atau perairan. Hewan ini merupakan hewan yang
parasit. Siklus hidup dari beberapa sporozoa sangat rumit
karena menyangkut beberapa spesies hospes. Contoh yang
paling umum untuk dipelajari adalah Plasmodium yang

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA


Click to View FlipBook Version