ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 150
oksigen) selanjutnya masuk melalui atrium kemudian
keventrikel. Darahnya mengandung pigmen pernafasan
yang berwarna biru (haemocyanin), berfungsi untuk
mengikat oksigen, zat-zat makanan, dan sisa metabolisme
(Brotowidjoyo, 1989).
c. Sistem Pernafasan
Alat pernafasan berupa paru-paru (modifikasi dari
rongga mantel yang kaya dengan kapiler-kapiler darah)
(Rusyana, 2011).
d. Sistem Ekskresi
Alat ekskresi berupa nephridia, terdapat didekat
didekat jantung dan saluran uretranya terletak didekat anus
(Rusyan, 2011).
e. Sistem Syaraf
Sistem syaraf terdiri atas ganglion serebral (sebelah
dorsal), gangglion pedal (sebelah ventral), gangglion
perietal (sebelah lateral), gangglion abdominal (sebelah
madian), gangglion bukal (sebelah dorsal rongga mulut)
(Suwignyo, 2003).
f. Organ Reseptor
Menurut Bernes (1994) terdapat tiga macam
reseptor yang utama, yaitu:
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 151
1) kemoreseptor (terletak pada tentakel yang pendek)
2) photoreseptor (merupakan mata sederhana yang di
lengkapi dengan lensa, sel-sel pigmen dan sel-sel
reseptor)
3) statoreseptor (berupa statokist, terdapat pada
gangglion pedalis dan mendapat syaraf dari
gangglion serebralis). Seluruh permukaan tubuhnya
peka terhadap sentuhan dan stimulum lainnya.
g. Sistem Reproduksi
Menurut Rusyana (2011) Achatina fulica bersifat
hermafrodit, tetapi untuk fertilisasi diperlukan
spermatozoa dari individu lain, karena spermatozoa dari
induk yang sama tidak dapat membuahi sel telur. Ova dan
spermatozoa dibentuk bersama-sama di ovotestis.
Ovotestis berupa kelenjar kecil berwarna putih
kemerahan, terletak melekat diantara kelenjar pencernaan
(hepatopankreas, dari apek dari masa viscera). Saluran
yang terdapat pada ovotestis, yaitu:
1) Daktus hermaproditikus (persatuan saluran halus
pada ovotestis)
2) Spermoviduk terdiri dari dua saluran, yaitu saluran
telur (oviduk), berakhir pada vagina dan saluran
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 152
segmen (vasdeferens), berakhir pada penis.Vagina
dan penis mempnyai hubungan terbuka dengan
suatu ruangan, yaitu atrium genital yang mempunyai
lubang keluar (porus genitalus).
h. Gerakan dan Tingkahlaku
Alat gerak adalah kaki. Pada waktu aktif permukaan
bawah kaki menjadi bergelombang dengan amplitudo
kecil dikarenakan adanya aktifitas otot-otot dalam
dindingnya. Gelombang-gelombang gerakan ini
dikoordinasikan oleh susunan syaraf. Permukaan yang
dilalui siput darat akan menunjukan bekas, karena adanya
deretan makus yang ditinggalkan dalam perjalanannya.
Makus dihasilkan oleh glandulla pedalis dengan
salurannya yang bermuara dipermukaan ventral
dibelakang mulut. Makus berguna untuk menjaga agar
supaya kaki tidak menjadi kering dan menahan bagian-
bagian kaki yang relaksasi, sementara bagian yang
kontraksi bergerak kedepan, konka cenderung jatuh
menggantung disisi kanan dan secara periodik kembali
pada posisi semula. Oleh karena muskulus kolumellaris
(Gemarjati, 1990).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 153
Achatina fulica aktif hanya pada udara lembab dan
merayap kemana-mana terutama pada waktu malam hari.
Pada waktu udara kering tidak aktif (ini disebut aestivasi)
dan menarik tubuhnya kedalam konka ditempat yang
terlindungi, kemudian kakinya mengeluarkan lendir yang
kaku dan mengeras untuk menutup lubang konka dan
mencegah pengeringan lebih jauh (Brotowidjoyo, 1989).
6.6.3 Kelas Scaphopoda
1. Pengantar
Hidup dengan membenamkan diri di pasir, di laut
dangkal atau sewaktu-waktu dilaut yang dalam. Beberapa
spesies dapat mencapai ukuran lebih dari 3 inch
panjangnya, tetapi fosil-fosilnya dapat mencapai dua kaki.
Makanannya berupa hewan atau tumbuhan yang
berukuran mikroskopis(Kimball, 1999).
2. Struktut Tubuh
Scaphopoda disebut juga cangkok gigi atau jangkok
gading atau taring gajah, karena cangkoknya berbentuk
tubular seperti taring atau gading gajah. Tubuhnya bulat
memanjang, ditutupi oleh mantel yang dapat membentuk
cangkok tubular dan dikedua ujungnya terbuka. Kaki
menonjol berbentuk kerucut, di dekat kaki terdapat mulut.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 154
Mulut memiliki radula dan tentakel (bertindak sebagai
organ sensori dan berfungsi untuk memegang)(Kastawi,
2005).
3. Fisiologi
a. Sistem Sirkulasi dan Reproduksi
Sistem respirasi dilakukan oleh mantel. Sistem
sirkulasi hanya terdiri oleh sisnus yang tersebar
diantara organ-organ tubuh(Brotwidjoyo, 1989).
Ujung posterior tubuh merupakan tempat
penghisapan dan pengeluaran air. Air masuk kedalam
rongga mantel sebagai hasil kerja silia pada mantel dan
kemungkinan akibat pemanjangan/penjuluran kaki.
Setelah 10 sampai 12 menit air masuk, otot
berkontraksi (mungkin penarikan kembali/pengerutan
kaki) mengakibatkan air keluar melalui lubang yang
sama dengan tempat masuknya air. Hewan ini tidak
memiliki insang, sehingga untuk pertukaran gas
melalui permukaan mantel(Suwignyo, 2003).
Sistem sirkulasi mereduksi dan kemudian tidak
memiliki jantung namun hanya sebuah sistem sinus
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 155
darah. Memiliki sepasang nefridia dengan aefridiofor
yang terletak dekat anus(Maskoeri, 2010).
b. Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi dilakukan oleh dua buah kantung
menyerupai ginjal dan mempunyai lubang terbuka
keluar dekat anus(Rusyana, 2011).
c. Sistem Reproduksi
Scaphopoda bersifat diosis. Gonade terletak
didaerah posterior tubuh. Fertilisasi terjadi secara
eksternal. Telur yang telah dibuahi akan berkembang
menjadi larva trokhopora kemudian berkembang menjadi
larva veliger. Setelah terjadi vase larva, maka hewan muda
tersebut tenggelam kedalam air kemudian akan
mengalami metamorfosis secara gradula (Tritjosoepomo,
2006).
Seperti bifalfia, cangkang dan mantel larva
Scaphopoda pertama berbentuk bilobos, namun kemudian
lubus mantel berfungsi sepanjang tepi ventralnya. Akibat
vusi tersebut menghasilkan mantel dan cangkang silindrik
dengan lubang yang terdapat pada setiap ujungnya.
Keadaan tersebut memperlihatkan bahwa tampaknya
Scaphopoda dekat dengan Bivalvia, mempunyai bentuk
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 156
kaki sama, perilaku membenamkan diri, memiliki kepala
yang mengeci, mantel embrio dan sifat simetri serta
orientasi badan di dalam cangkangnya (Tritjosoepomo,
2006).
Gambar 45. Struktur Anatomi Dentalium (Rusyana,
2011)
6.6.4 Kelas Cephalopoda
a. Pengantar
Kelas cephalopoda meliputi remis, tiram dan bangsa
kepah lainnya. Beberapa jenis membenamkan diri di pasir
atau lumpur, ada juga yang bergerak pelan atau menempel
pada objek tertentu. Contoh dari kelas ini adalah Anadonta
woodiona (Rusyana, 2011).
b. Struktur Morfologi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 157
Cangkok terdiri dari dua bagian, kedua cangkok
tersebut disatukan oleh satu sendi elastis yang disebut
hinge (terletak dipermukaan dorsal). Bagian dari cangkok
yang membesar atau menggelembung dekat sendi disebut
umbo (bagian cangkok yang umumnya paling tua).
Disekitar umbo terdapat garis kosentris yang menunjukan
garis interval pertumbuhan. Sel ephitel bagian luar dari
mantel menghasilkan zat pembuat cangkok
(Tirtjsoepomo, 2006).
Gambar 46. Struktur Morfologi Pelecypoda (Rusyana,
2011)
Cangkok terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
a. Periostrakum
Lapisan tipis dari luar yang terbuat dari bahan
organik konkiolin, sering tak ada pada bagian umbo
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 158
b. Prismatik
Lapisan bagian tengah yang terbuat dari kristal-
kristal kapur (kalsium karbonat)
c. Nakreas
Lapisan bagian dalam yang terbuat dari kristal-
kristal karbonat dan mengeluarkan bermacam-
macam warna jika terkena cahaya. Lapisan nakreas
dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel,
sedangkan lapisan poriostrakum dari lapisan
prismatik dihasilkan oleh bagian tepi mantel.
c. Proses Pembentukan Mutiara
Butiraan pasir masuk kedalam batas antara mantel
bagian tepi dan kutub (valve), lapisan ephitelium mantel
menghasilkan lapisan mutiara dan membungkus substansi
asing lapisan tersebut, lapisan mutiara yang terbentuk
kemudian dapat juga memecahkan mantel ephitelium dan
masuk kedalam rongga mantel atau pada kutub (valve)
(Rusyana, 2011).
d. Sistem Pencernaan
Menurut Suwignyo (2003) saluran pencernaan makanan
terdiri dari:
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 159
1. Mulut (terletak diantara dua pasang labial palpus
bersilia, silia ini berfungsi untuk menggiring
makanan masuk kedalam mulut)
2. Esophagus pendek
3. Lambung (menerima enzim pencernaan yang
dikeluarkan oleh pencernaan atau hati).
4. Intestin
5. Rectum (dikelilingi oleh jantung dan perikardium)
6. Anus yang terbuka dekat lubang tempat keluarnya
air dari bagian dorsal sehingga sisa makanan terseut
akan keluar bersama-sama.
Partikel-partikel makanan dan zat-zat yang terlarut
masuk kedalam saluran masuk (incurent siphon) dengan
bantuan silia yang terdapat di dalam insang. Partikel-
partikel makanan yang berukuran besar dicerna terlebih
dahulu dengan bantuan mukosa yang disekresikan oleh
insang kemudian diangkut dengan bantuan silia yang
terdapat pada insang dan palpus kerongga mulut. Pasir dan
partikel-partikel lain yang tidak dapat dicerna didrop
masuk kedalam rongga mantel. Selanjutnya keluar karena
ada aktivitas silia (Suwignyo, 2003).
e. Sistem Peredaran Darah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 160
Sistem peredaran darah terdiri dari jantung,
pembuluh darah dan sinus (rongga terbuka untuk
peredaran darah). Jantung terdiri dari ventrikel dan aurikel
dan terletak pada pericardium, ventrikel mengalirkan
darah kearah depan melalui aorta posterior (Rusyana,
2011).
f. Sistem Respirasi
Respirasi terjadi di dalam insang dan mantel.
Sepasang insang (etenidia) terletak menggunakan masing-
masing sisi kaki (Rusyana, 2011).
Mesing-masin insang dibentuk oleh dua buah laneta,
yang masing-masing bersatu pada sisi ventral. Masing-
masing lamela mengandung beberapa filamen insang yang
diperkuat oleh balok-balok kitin. Air masuk kedalam
insang melalui ostia yang didorong oleh kegiatan silia.
Pada sekat interlamela air masuk kesaluran vertikel
kemudian menuju kebagian dorsal, umumnya masuk
kebagian ruang suprabolakial dan masuk kebagian
posterior menuju saluran keluar (excurrent siphon)
(Kimball, 1999).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 161
Pertukaran zat terjadi di dalam pembuluh darah atau
ruang yang terdapat didalam sekat interlamela. Pembuluh
air pada kerang betina bentuknya menyerupai kantung dan
berfungsi ganda yaitu untuk menyimpan telur dan larva
selama musim reproduksi (Kimbal, 1999).
g. Sistem Ekskresi
Ekskresi dilakukan oleh dua buah ginjal yang
terletak dibawah perikardium. Masing-masing ginjal
terletakl dari saluran terbuka yang berasal dari rongga
perikardium kemudian dilanjutkan kesaluran bersilia yang
menuju ke kantung kemih yang terdapat diruangan
suprabranchial (Oermarjati, 1990).
h. Sistem Syaraf
Menurut Suwignyo (2003) sistem syaraf terdiri atas
tiga pasang gangglion, yaitu:
1) Gangglion anterior disebelah ventral lambung
2) Gangglion pedal pada kaki
3) Gangglion posterior yang terletak dibawah ventral
dari otot aduktor posterior.Semua gangglion
tersebut saling berhubungan.
i. Alat Indera
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 162
Menurut Suwignyo (2003) alat indera tidak
berkembang dengn baik, tetapi terdapat juga:
1) Indera yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya
(terdapat disebelah sisi siphon) dan organ taktil
(terdapat disepanjang sisi mantel)
2) Statokist (dibagian kaki) yang bertindak sebagai
indera keseimbangan.
3) Ospradium (terletak didalam sel-sel epitel yang
berwarna kuning pada masing-masing gangglion
vesceral sebelah atas), berfungsi untuk meguji zat-
zat kimia yang terlarut dalam air.
j. Sistem Reproduksi
Kepah air tawar umumnya berumah dua, tetapi ada
juga yang berumah satu (hermaprodit). Alat reproduksi
terletak didaerah dekat kaki, dan alat itu terdiri dari satu
berkas saluran yang terbuka sebelah-mnyebelah saluran
ginjal. Spermatozoa dikeluarkan melalui saluran siphon
ventral dari hewan jantan, sedangkan sel telur dilepaskan
melalui lubang dekat ginjal (Yusminah, 2007).
Pada beberapa spesies diletakkan pada insang.
Spermatozoa masuk kedalam insang bersama-sama air
dan membuahi sel telur. Bagian insang yang dipakai untuk
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 163
pertumbuhan sel disebut marsupium. Telur tumbuh secara
sempurna dengan pembelahan unik. Setelah mengalami
vase blastula dan gastrula zigot berubah menjadi larva
yang disebut glochidium, dimana larva terserbut
mempunyai dua buah keping cangkok dan pada spesies
tertentu merupakan alat kait (Yusminah, 2007).
6.6.5 Kelas Pelecypoda
1. Struktur Tubuh
Contoh dari kelas ini dalah Loligo peali. Tubuh
terdiri atas bagian-bagian:
a. Kepala
Pada kepala tedapat mulut yang dikelilingi oleh
kaki. Kaki terdiri atas 10 jerait (8 lengan dan dua
tentakel). Tentakel lebih panjang dari tangan. Pada
permukaan sebelah dalam jerait terdapat alat penghisap
(sucker), supaya mangsa dapat melekat. Di dalam
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 164
mulut terdapat lidah yang mempunyai kitin yang tajam
(lidah perut). Fungsi jerait adalah menangkap mangsa
dan sebagai alat gerak (Maskoeri, 1992).
Pada bagian lateral kepala terdapat sepasang mata
yang strukturnya hampir mirip dengan mata vertebrata.
Disebelah bawah kepala terdapat cerobong penyemprot
(shipon) yang berfungsi untuk mengalirkan air pada
waktu pernafasan atau untuk berenang dengan
cepat(Maskoeri, 1992).
b. badan
Seluruh badannya ditutupi oleh mantel. Pada
bagian dorsal melekat pada badan, sedangkan pada
bagian perut tidak, sehingga terdapat rongga mantel. Di
dalam rongga mantel terdapat insang. Pada bagian luar
mantel terdapat insang. Pada bagian luar mantel
disebelah kanan-kiri tubuh terdapat sirip yang berfungsi
sebagai pendayung untuk bergerak kedepan dan
kebelakang (Maskoeri, 1992).
Dibagian madial dorsal dibawah mantel
terdapat struktur penguat tubuh yang disebut pen.
Pen ini dapat ditarik ke luar, bentuknya pipih,
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 165
panjang seperti bulu burung, berwarna coklat atau
jernih (Maskoeri, 1992).
Gambar 47. Morfologi Loligo peali (Rusyana,
2011)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 166
Gambar 48. Anatomi Loligo peali (Rusyana, 2011)
2. Sistem Pencernaan
Menurut Suwignyo (2003) saluran pencernaan
makanan terdiri atas:
a. Rongga mulut
b. Faring (terdapat rahang kitin dan radula)
c. Esofagus
d. Lambung
e. Sekum
f. Rektum
g. Anus
Kelenjar pencernan terdiri atas:
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 167
a. Kelenjar ludah (terdapat di permukaan sebelah
faring)
b. Pankreas
c. Hati (terletak dibagian akhir faring)
Jenis makanannya berupa udang kecil dan ikan
kecil. Pada semua Chepalopoda (kecuali nautilus)
dibelakang perutnya terdapat kantung tintah (berisi cairan
hitam). Bila hewan ini menghadapi bahaya, cairan hitam
disemburkan keluar melalui anus (Suwignyo, 2003).
3. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah disebut sistem peredaran
darah ganda. Darah arteri dipompa oleh jantung sistematik
melalui tiga aorta (aorta anterior, posterior dan aorta
genital). Melalui arteri kapiler darah diedarkan keseluruh
tubuh darah ditarik kembali masuk kepembuluh vena
besar (vena cava) melalui capiler. Vena cava bercabang
dua, melalui kedua cabang inilah darah masuk kearteri
barankialis, kemudian masuk kedalam insang melalui
saluran ctenidium (Kimball, 1999).
Dalam rongga insang terjadi pertukaran oksigen
kemudian masuk kedalam insang melalui saluran
ctenidium. Didalam inang terjadi pertukaran CO2 dengan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 168
oksigen. Daerah yang mengandung oksigen kemudian
masuk kembali kejantung sistematik dan seterusnya
(Kimball, 1999).
4. Sistem Syaraf
Sistem syaraf terdiri atas beberapa pasang gangglion
yang umumnya terdapat di daerah kepala, yaitu gangglion
serebral, pedal visceral, supra bukkalis, infra bukkalis,
stellata, dan gangglion oftis (Rusyana, 2011).
5. Alat Indera
Mata perkembangannya sangat maju, menyerupai
mata vertebrata. Alat indera yang lain yaitu:
a. Sepasang statosis (terletak dibawah otak), berfungsi
sebagai indera keseimbangan.
b. Sepasang indera pembau.
6. Sistem Reproduksi
Sel kelaminnya terpisah. Saluran gonad dirongga
mantel dekat anus. Pada kebanyakan hewan jantan salah
satu tangannya mengalami modifikasi kapsul sperma
(spermathopores) kerongga mantel hewan betina. Pada
beberapa anggota hewan Octopoda (seperti Argonaota)
hektokotilus dapat mengalami ototomi, sehingga putus
dan terletak di hewan betina (Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 169
Alat reproduksi jantan terdiri atastestes,
vasdeferens, spermathopora, alat kpoulasi (penis). Alat
reproduksi hewan betina terdiri atas ovarium, oviduk,
beberapa kelenjar oviduk dan beberapa kelenjar
nidamental (Rusyana, 2011).
Gambar 49. Organ Reproduksi Betina dan Jantan
Loligo peali (Rusyana, 2011)
7. Cara Hidup dan Habitat
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan
ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme.
Berdasarkan habitatnya, mollusca memiliki rentangan
habitat yang cukup lebar mulai dari dasar laut sampai garis
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 170
pasang surut tertinggi. Selain itu, ada yang hidup di air
tawar, bahkan terkadang ditemukan di habitat terestrial,
khususnya yang memiliki kelembaban tinggi. Sifat hidup
mollusca bervariasi, ada yang hidup bebas namun
beberapa spesies lainnya bersifat parasit pada organisme
lain (Tritjosoepomo, 2006).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 171
BAB VII
FILUM PLATYHELMINTHES
7.1 Definisi
Platyhelminthesdalam bahasa yunani, “platy”
adalah pipih, “helminthes” adalah cacing (cacing pipih
adalah kelompok hewan yang struktur tubuhnya sudah
lebih maju dibandingkan porifera dan Coelenterata)
(Brotowidjoyo, 1989).
7.2 Ciri-ciri umum
Platyhelminthes merupakan cacing yang
mempunyai simetri bilateral dan memiliki tubuh pipih,
secara dorsoventral. Bentuk tubuhnya bervariasi dari yang
berbentuk memanjang hingga menyerupai daun. Ukuran
tubuh bervariasi mulai yang mikroskopis beberapa
milimeter hingga berukuran panjang belasan meter. Pada
bagian ventral terdapat mulut dan lubang genital tampak
jelas bertubuh lunak dan epidermis bersilia (Burnes,
1994).
Cacing pipih ini merupakan hewan tripoblastik yang
tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata). Hidup
biasanya di air tawar, air laut dan tanah lembab. Ada pula
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 172
yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia
(Burnes, 1994).
7.3 Habitat dan Penyebaran
Platyhelminthes hidup bebas dan parasit.
Platyhelminthes yang hidup bebas memakan hewan dan
tumbuhan kecil atau zat organik lainnya seperti sisa
organisme. Habitat Platyhelminthes yang hidup bebas
adalah di air tawar, laut, dan tempat-tempat yang lembap.
Platyhelminthes yang parasit hidup di dalam tubuh
inangnya (endoparasit) pada siput air, sapi, babi, atau
manusia (Kastawi, 2005).
7.4 Klasifikasi
Menurut Rusyana (2011) filum platyhelminthes ini
dikelompokkan menjadi tiga kelas, berdasarkan sifat-sifat
khusus hewan dewasa(Kastawi, 2005).
7.4.1 Kelas Turbellaria
Contoh yang dipakai untuk mewakili anggota kelas
turbellaria pada umumnya adalah cacing Planaria.
Planaria (Euplanasia) atau Dugesia (Kastawi, 2005).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 173
Gambar 50. Dugesia (Gemarjati, 1990)
a. Morfologi
Bentuk tubuh pipih dorsoventral, dengan bagian
kepala berbentuk segitiga, sedangkan bagian ekornya
berbentuk meruncing. Khusus untuk kepalanya berbentuk
seperti martil, panjang tubuh planaria sekitar 5-25 mm,
tetapi bagi planaria yang hidup di darat mencapai panjang
60 cm, sedangkan Bipalium 25 cm. Bagian tubuh sebelah
dorsal warnanya lebih gelap dari pada warna tubuh
sebelah ventral (Brotowidjoyo, 1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 174
b. Anatomi
Bagian bawah kepala terdapat tubuh yang
menyempit yang menghubungkan bagian badan dan
bagian kepala yang disebut leher.Disepanjan bagian tubuh
sebela pinggir ventral ditemukan zona odetif, yang
menghasilkan lendir yang berfungsi melekatkan tubuh
hewan tersebut kepermkaan yang ditempelinya.
Dipermukaan ventral tubuh ditutupi oleh rambut-rambut
getar halus yang berfungsi untuk pergerakan (Kastawi,
2005).
Gambar 51. Anatomi Dugesia (Brotowidjoyo, 1989)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 175
c. Fisiologi
1) Sistem Pencernaan
Makanan planaria terdiri atas hewan-hewan kecil
baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, makanan
melalui mulut kemudian faring dijulurkan keluar untuk
menangkap mangsa yang selanjutnya dicerna di dalam
usus (Rusyana, 2011).
Gambar 52. Alat pencernaan Planaria (Rusyana, 2011)
2) Sistem respirasi
Sistem respirasiseperti halnya hewan tingkat rendah
lainnya. Pengambilan O2 dan Co2 dari lingkungan internal
berjalan secara osmosis langsung melalui seluruh
permukaan tubuh (Suwignyo, 2003).
3) Sistem ekskresi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 176
Sistem ekskresi pada cacing pipih terdiri atas dua
saluran eksresi yang memanjang bermuara ke pori-pori
yang letaknya berderet-deret pada bagian dorsal
(punggung). Kedua saluran eksresi tersebut bercabang-
cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame cell).
Perhatikan gambar sistem eksresi dan sel api Planaria di
bawah ini (Brotowidjoyo, 1989).
Gambar 53. a) SusunanSaluran Eksresi pada Planaria;
b) Sel api (flame cell) (Rusyana, 2011)
4) System Reproduksi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 177
Planaria berkembangbiak secara aseksual maupun
seksual. Cara berkembangbiak secara aseksual dengan
autotomi (memotong diri sendiri), dan setiap belahan
tubuh akan menjadi individu baru yang dikarenakan oleh
daya regenerasinya yang sangat tinggi. Seksual dengan
pembuahan sel telur oleh sperma. Fertilisasi dilakukan
secara silang oleh dua individu Dugesia. Zigot yang
terbentuk berkembang tanpa melalui proses periode larva.
Pada umumnya planaria bersifat hemaprodit. Sistem
reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem
reproduksi betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar
kuning telur. Reproduksi jantan terdiri atas testis, pori
genital dan penis (Tritjosoepomo, 2006).
Gambar 54. Sistem Reproduksi Planaria
(Oermarjati, 1990)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 178
Gambar 55. Reproduksi Aseksual Planaria
(Oermarjati, 1990)
5) Sistem Saraf
Sistem saraf berupa tangga tali yang terdiri dari
sepasang ganglion otak di bagian anterior tubuh. Kedua
ganglia ini dihubungkan oleh serabut-serabut saraf
melintang dan dari masing-masing ganglion membentuk
tangga tali saraf yang memanjang ke arah posterior. Kedua
tali saraf ini bercabang-cabang ke seluruh tubuh.
Perhatikan gambar sistem saraf Planaria berikut
(Yusminah, 2007).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 179
Gambar 56. Sistem Saraf Planaria (Rusyana, 2011)
6) Alat Indera
Alat indera berupa bintik mata dan indera
aurikelyang keduanya terletak dibagian kepala. Bintik
mata merupakan titik hitam yang terletak dibagian dorsal
dari kepala. Masing-masing bintik mata terdiri dari sel-sel
pigmen yang tersusun dalam bentuk mangkok yang
dilengkapi dengan sel-sel syaraf sensoris yang sangat
sensitif terhadap sinar. Bintik mata tersebut sekedar dapat
membedakan gelap dan terang saja (Brotowidjoyo, 1989).
Planaria bersifat photonegatif. Dari kenyataan bila
bahwa planaria dikenai cahaya pada salah satu sisinya,
maka cacing terserbut akan bergerak menjauhi cahaya.
Aurikel merupakan indera rasa, bau dan sentuhan. Jika
aurikel tidak berfungsi, hewan tersebut tidak dapat
mengetahui jenis makanan kesukaannya (Brotowidjoyo,
1989).
7.4.2 Kelas Termatoda
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 180
Termatoda disebut cacing isap karena cacing ini
memiliki alat penghisap. Termatoda merupakan hewan
parasit. Salah satu contoh termatoda adalah cacing hati
(Fasciola hepatica) (Rusyana, 2011)
1. Morfologi
Menurut Brotowidjoyo (1989) Fasciola hepatica
hidup pada saluran empedu hewan ternak. Tubuh
berbentuk seperti daun yang membulat pada ujung depan
dan lancip pada ujung belakang. Panjang tubuh sekitar 30
mm. alat hisap depan dikelilingi oleh mulut. Susunan
tubuh tripoblastik:
a. Lapisan ektoderm (tipis, mengandung sisik dan sel-
sel tunggal kelenjar, dilapisi kutikula yang berfungsi
melindungi jaringan dibawahnya dan cairan hospes)
b. Lapisan endoderm (melapisi saluran pencernaan)
c. Lapisan mesoderm (merupakan jaringan yang
membentuk otot, alat ekskresi dan saluran
reproduksi)
Terdapat jaringan parenkim yang mengisi rongga
antara dinding tubuh dengan saluran pencernaan. Di dalam
jaringan itu terdapat bermacam-macam organ, misalnya
alat reproduksi. Disekitar mulut terdapat alat hisap
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 181
(berfungsi sebagai alat penempel pada hospes). Batl hisap
ini terdapat disebelah anterior dan ventral. Alat hisap
dilengkapi dengan otot-otot yang terusun atas tiga lapisan,
yaitu:
a. Lapisan luar melingkar
b. Lapisan tengah longitudinal
c. Lapisan dalam diagonal.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 182
Gambar 57. Morfologi Fasciola hepatica (Kastawi,
2005).
2. Anatomi
Trematoda disebut cacing isap karena cacing ini
memiliki alat pengisap dibagian depan (anterior)
tubuhnya.Trematoda merupakan hewan parasit, dia
mengambil makanan berupa cairan tubuh atau jaringan
inangnya saat menempel (Kastawi, 2005).
Tubuh tertutup kutikula yang resisten(modifikasi
dari epidermis). Mulut dibatasi oleh batil pengisap anterior
yang berbentuk sebagai diskus dari bersifat musculer dan
dilengkapi gigi kitin. Mempunyai batil pengisap ventralis
sebagai pelekat. Terdapat porus genitalis diantara batil
pengisap anterior dan posterior. Di ujung posterior tubuh
ada porusekskretorius. Bersifat endoparasit (Kastawi,
2005).
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan hewan ini masih sederhana,
terdiri atas mulut, faring yang merupakan saluran
pendek, esophagus, usus yang terdiri dua cbang utama
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 183
yang menjulur dari anterior keposterior sebelah-
menyeblah dalam tubuh. Selanjutnya cabang itu akan
bercabang-cabang lagi seperti pada planaria
(Suwignyo, 2003).
b. Sistem Respirasi
Seperti halnya hewan tingkat rendah linyan.
Pengambilan O2 dan Co2 dari lingkungan internal
berjalan secara osmosis langsung melalui seluruh
permukaan tubuh (Rusyana, 2011).
c. System Reproduksi
System reproduksi dari Fasiola hepatica
melibatkan lebih dari satu hospes yaitu siput dan
vertebrata lain (Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 184
Gambar 58. Daur Hidup Cacing Hati (Fasciola hepatica)
(Brotowidjoyo, 1989)
Sel telur yang telah dibuahi bergabung bersama
dengan sel yolk. Produksi telur relativ terus menerus.telur
akan dikeluarkan bersama-sama dengan kotoran, telur
yang sampai diperairan berkembang menjadi larva
mirasidium. Jika menemui siput Limnea, kan masuk
kejaringan lunak dan berkembang menjadi sporosit.
Sporosit ini akan menghasilkan redia yang memiliki mulut
dan usus yang pendek (Maskoeri, 1992).
Redia berkembang menjadi serkaria berenang bebas
mencari rerumputan dan tumbuhan, bila telah bertemu
dengan tumbuhan atau rumput maka ia akan melepaskan
ekornya dan menempel pada tumbuhan yang disebut kista
atau metaserkaria. Apabila metaserkaria ini termakan oleh
hewan memamabiak maka hewan ini berkembang menjadi
Fasiolahepatica muda (Maskoeri, 1992).
7.4.3 Kelas Cestoda
Hewan yang paling banyak dipelajari pada kelas
cestoda ini adalah Taenia solium. Cacing ini pada keadaan
yang baik dapat memcapai panjang tubuh 25-30 meter
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 185
dengan jumlah proglotid kira-kira 1000 buah
(Brotowidjoyo, 1989).
a. Anatomi
Cestoda disebut cacing pita karena bentuknya yang
pipih panjang seperti pita yang terdiri dari bagian skoleks,
leher, dan proglotid. Pada skoleks terdapat alat penghisap
dan kait (rostelum). Alat penghisap dan kait digunakan
untuk menempel pada tubuh inang. Di bagian belakang
skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid. Setiap
proglotid mengandung organ kelamin jantan dan betina.
Skoleks kecil berbentuk oval, dilengkapi dengan 22-23
kait dan 4 batil (Kastawi, 2005).
b. Morfologi
Tubuh atau strobila berwarna putih, berbentuk pipih
segmen palsu yang disebut proglotid. Diameter skoleks
kira-kira 1 mm, batil penghisap berbentuk mangkuk dan
berdiameter kurang lebih 0,5 mm. Segmen-segmen yang
belum masak adalah kecil dan lebih besar dari pada
panjangnya, segmen-segmen atau proglotid yang sudah
masak kira-kira berjarak 1 meter dari skoleks dan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 186
berbentuk bujur sangkar, segmen-segmen di bagian ujung
posterior yang telah gravid mencapai panjang kurang lebih
12 mm. Inang utama cacing cestoda dewasa adalah
vertebratatermasuk manusia. Cestoda parasit dan
menghisap sari makanan pada usus halus inangnya
(Gandahusada, 1998).
Gambar 59. Morfologi Cestoda (Rusyana, 2011)
c. Fisiologi
1) Sistem Pencernaan
Cacing ini di sesuaikan dengan kehidupannya
yang parasit. Hewan ini tidak mempunyai system
pencernaan karena langsung menghisap makanan dari
hospesnya (Rusyana, 2011).
2) Sistem Saraf
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 187
Sistem saraf pada planaria sama dengan cacing
ini,tetapi bedanya cacing ini belum begitu berkembang
(Rusyana, 2011).
3) Sistem ekskresi
Saluran ekskresi pada cacing pita berbentuk
memanjang dengan cabang-cabang yang berakhir pada
sel api (Rusyana, 2011).
4) Sistem Reproduksi
Proglitit yang memiliki embrio akan melepaskan
diri dan keluar bersama-sama dengan kotoran. Jika
proglotid termakan oleh babi maka dinding proglotid
akan hancur didalam perut babi. Selubung telur pecah
dan keluarlah embrio yang disebut hexacant akan
menembus dinding usus, masuk dan menetap dalam
otot serat lintang. Selanjutnya akan mengalami
metamorphosis dan berubah menjadi cystersus. Bila
manusia memakan babi yang mengandung cystersus
maka akan berkembang menjadi Taenia solium dewasa
(Brotowidjoyo, 1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 188
Gambar 60. Daur Hidup Taenia solium (Brotowidjoyo,
1989)
7.5 Peranan Platyhelminthes Bagi Kehidupan
Manusia
Kebanyakan filum platyhelminthes hidup sebagai
parasit, umumnya merugikan manusia, baik langsung
secara parasit pada binatang peliharaan seperti: babi, sapi,
biri-biri, anjing dan sebagainya (Maskoeri, 1992).
Usaha-usaha untuk mencegah infeksi pada manusia
atau binatang peliharaan biasanya dengan memutuskan
siklus hidupnya baik mencegah jangan sampai terjadi
infeksi pada hospes perantara maupun pada hospes
tetapnya sendiri. Oleh karena hal tersebut, pembuangan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 189
faeces manusia harus diatur sehingga tidak
memungkinkan terjadinya hexacant tertelan ternak tidak
diberi kemungkinan. Daging yang akan dimakan manusia
diusahakan harus matang sehingga cysticurcusnya mati
(Maskoeri, 1992).
BAB VIII
FILUM NEMATHELMINTHES
8.1 Definisi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 190
Nemathelminthes berasal dari bahasa Yunani, nema
= benang, nelminthes = cacing. Dapat disebut juga cacing
gilig karena tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seperti
benang. Nemathelminthes memiliki rongga tubuh semu
yang disebut juga sebagai hewan pseudoselomata
(Rusyana, 2011).
8.2 Habitat dan Penyebaran
Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada
manusia, hewan dan tumbuhan. Nemathelminthes yang
hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik,
sedangkan yang parasit memperoleh makanan berupa sari
makanan dan darah dari tubuh inangnya dan juga parasit
pada inangnya sendiri cacing nemathelmintes berada di
tanah yang becek dan di dasar perairan tawar atau laut
(Brotowidjoyo, 1989).
8.3 Klasifikasi
Menurut Rusyana (2011) nemathetlminthes
diklasifikasikan atas beberapa kelas, sebagai berikut:
8.3.1 Kelas Nematoda
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 191
Ascaris lumbricoidesmerupakan hewan wakil yang
representatif pada kelas nematoda.
1. Ciri-ciri Morfologi
Panjang tubuh cacing betina 8-16 cm, sedangkan
panjang tubuh cacing jantan yaitu lebih kecil sekitar 6-10
cm. Warna tubuh cacing ini putih kekuning-kuningan.
Bentuk tubuh bulat memanjang, tetapi menjadi pipih pada
bagian ujung. Tubuh tertutupi oleh kutikula yang halus dan
licin. Pada tubuh Ascaris lumbricoides terdapat empat
garis memenjang sepanjang tubuhnya. Garis-garis tersebut
terdiri atas satu di bagian atas, satu di bagian bawah, dan
dua di bagian samping. Mulut terdiri atas tiga bibir
(Brotowidjoyo, 1989).
Anus terdapat pada bagian belakang pada permukaan
atas. Tubuh terdiri atas tiga lapisan yaitu kutikula,
epidermis, dan lapisan otot. Ascaris lumbricoides
merupakan hewan Pseudoselom karena rongga tubuh tidak
dibentuk sepenuhnya oleh lapisan mesoderm. Lapisan ini
hanya dibentuk oleh mesoderm dan endoderm
(Brotowidjoyo, 1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 192
Gambar 61. Ascaris Jantan dan Betina (Rusyana, 2011)
2. Ciri Anatomi dan Fisiologi
Gambar 62. Anatomi Ascaris lumbricoides (Suwignyo,
2003)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 193
a. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan cacing ini sudah dilengkapi oleh
alat-alat pencernaan yang cukup lengkap. Alat-alat
pencernaan tersebut terdiri atas mulut yang dikelilingi oleh
tiga bibir, rongga mulut, faring yang berbentuk silindris
serta terdapat kelep sebagai pelengkap yang berada di
bagian belakang, esophagus, usus berbentuk pipih
dorsoventral dan berdinding tipis, rectum, dan berakhir di
anus (Kastawi, 2005).
Gambar 63. Sistem Pencernaan Ascaris lumbricoides
(Rusyana, 2011)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 194
b. Sistem Gerak
Gerak pada Nematoda disebabkan oleh adanya otot-
otot yang terdapat pada dinding tubuh. Otot-otot terbagi
menjadi empat kuadran, dua kuadran terletak pada sisi
dorsal dan yang lain pada sisi ventral. Kontraksi dan
relaksasi otot-otot inilah yang menyebabkan tubuh cacing
memanjang dan memendek (Tritjosoepomo, 2009).
c. Sistem Respirasi
Respirasi dilakukan secara anaerob. Energi diperoleh
dengan cara mengubah glikogen menjadi CO2 dan asam
lemak yang diekskresikan melalui kutikula. Namun dapat
mengkonsumsi jika lingkungannya tersedia. Jika tersedia,
gas itu diambil oleh hemoglobin yang ada di dalam dinding
tubuh dan cairan pseudosoel (Brotowidjoyo, 1989).
d. Sistem Ekskresi
Pada Ascaris lumbricoides terdapat sebuah saluran
ekskresi longitudinal pada setiap tali lateral. Sistem
ekskresi pada cacing ini tidak dilengkapi dengan lubang-
lubang internal, silia, dan sel api (Rusyana, 2011).
e. Sistem Reproduksi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 195
Alat reproduksi cacing jantan terdiri atas testis,
vasdeferens, vesikula seminalis, dan duktus ejakulatorius.
Alat reproduksi cacing betina adalah ovarium, oviduk,
dan uterus. Fertilisasi terjadi pada oviduk, kemudian
ditutupi oleh cangkang dengan ukuran 35-50 mm. Cacing
ini dapat menghasilkan sekitar 27.000.000 telur. Telur ini
setiap kali akan dikeluarkan berkisar 200.000 buah
(Rusyana, 2011).
Telur dilepaskan ke intestine inang dan keluar dari
tubuh dengan perantaraan feses. Telur ini sudah berisi
embrio. Telur ini akan menetas pada suhu yang hangat
dan lembab. Telur ini akan berkembang setelah 3-
4minggu. Pada kondisi kekeringan telur tidak akan
menetas. Cacing ini dalam hidupnya umumnya terutama
beberapa spesies tidak memerlukan inang perantara
(Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 196
Gambar 64. Siklus Hidup Ascaris lumbricoides
(Rusyana, 2011)
Larva pada tubuh inang dapat menembus dinding
intestine, kemudian masuk ke paru-paru dan menyebabkan
gejala pneumonia. Larva dapat kembali ke hidung bahkan
ke mulut, kemudian kembali ke usus dan menjadi dewasa
untuk menghasilkan telur kembali (Rusyana, 2011).
Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Dinamakan cacing tambang karena ditemukan di
pertambangan daerah tropis. Cacing tambang dapat hidup
sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh
pada usus halus manusia. Memiliki ukuran tubuh yang
lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma
memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul
mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi
ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 197
inangnnya.Pada ujung posterior cacing tambang jantan
terdapat bursa kopulasi. Digunakan untuk menangkap dan
memegang cacing betina saat kawin.Cacing betina
memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat
bagian tengah tubuhnya (Rusyana, 2011).
Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya
yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup
di dalam usus besar manusia.Cacing kremi tidak
menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup
mengganggu. Infeksi cacing kremi tidak memerlukan
perantara.Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan
makanan yang terkontaminasi telurnya (Rusyana, 2011).
Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara
autoinfeksi, yaitu dilakukan ole penderita sendiri.Cacing
ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa
gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus
dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing
kremi akan terjadi kembali (Suwignyo, 2003).
Wuchereria bancrofti (cacing rambut)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 198
Cacing rambut dinamakan pula cacing
filaria.Tempat hidupnya di dalam pembuluh limfa.Cacing
ini menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu
pembengkakan tubuh.Pembengkakan terjadi karena
akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat
oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria
masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang
banyak terdapat di daerah tropis (Rusyana, 2011).
Trichinella spiralis
Hidup pada otot manusia dan menyebabkan
penyakit trikhinosis atau kerusakan otot. Manusia yang
terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak
dimasak dengan baik. Cacing betina dewasa melubangi
dinding usus halus, keturunan yang hidup terbawa oleh
aliran darah menuju otot rangka kemudian menjadi kista
(Kastawi, 2005).
8.3.2 Kelas Rotifera
a. Morfologi
Rotifera disebut juga hewan roda renik. Terutama
hidup di air tawar, berenang bebas atau di atas tumbuhan
atau barang busuk lainnya. Tubuhnya kecil (mikroskopis)
kebanyakan lebih kecil dari Protozoa yang besar.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 199
Bertubuh silindris, dibungkus dalam kutikula. Pada ujung
anterior terdapat kumpulan-kumpulan silia, pada ujung
posterior terdapat kaki yang kadang-kadang mempunyai
kelenjar adhesif untuk melekat (Gandahusada, 1998).
b. Anatomi dan Fisiologi
1. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri dari mulut disebelah
anterior yang terbuka dalam suatu metakis, yaitu suatu
faring yang berotot dan dilengkapi dengan rahang kitin
untuk mengunyah makanan (Gandahusada, 1998).
2. Sistem Ekskresi dan Sistem Syaraf
Sistem ekskresi dan sistem syaraf terdapat pada
hewan ini, tetapi pada hewan ini tidak terdapat sistem
sirkulasi. Rongga tubuh adalah pseudosoel, ada yang
bentuk jantan ada yang bentuk betina (Brotowidjoyo,
1989).
8.3.3 Kelas
Nematomorpha
1. Ciri-ciri umum
a. Memiliki tubuh yang panjang dan ramping
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA