ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 200
b. Panjang tubuh bervariasi antara 10-700mm dengan
diameter 0,3-2,5mm
c. Hewan betina lebih panjang dari hewan panjang
d. Bagian luar tubuh berwarna kuning, abu-abu, coklat
dan hitam yang tidak tembus cahaya
e. Tubuhnya berbentuk silindris, salah satu ujungnya
tumpul dan membulat
f. Tidak bersegmen permukaan tubuh yang di lapisi
kutikula terdiri dari lempeng-lempeng atau papila
g. Tubuhnya dilapisi dengan lapisan otot longitudinal
tetapi tidak penuh sampai keujung tubuhnya
h. Pseudosoelnya bisa kosong atau ada yang terisi
oleh jaringan masenkim
2. Ciri-ciri Morfologi
Memiliki tubuh yang panjang dan ramping. Cacing
muda hidup sebagai parasit pada insekta dan krustasea.
Panjang tubuh bervariasi. Hewan betina lebih panjang
dari hewan jantan. Bagian luar tubuh berwarna kuning,
abu-abu, coklat, atau hitam yang tidak tembus cahaya.
Cacing dewasa sering tampak meliuk-liuk didalam air
kolam, parit, dan pipa air minum jumlah spesies yang
diketahui lebih kurang 80 macam.Semuanya hidup di air
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 201
tawar kecuali Nectonema yang hidup di air laut
(Maskoeri, 1992).
Tubuhnya berbentuk silindris, salh satu ujungnya
meruncing dan membulat, tidak bersegmen, simetri
tubuhnya bilateral. Permukaan tubuh yang dilapisi
kutikula terdiri dari lempeng-lempeng atau papilla,
tubuhnya dilapisi dengan lapisan otot longitudinal tapi
tadak penuh sampai ujung tubuhnya. Bagian tubuh
berwarna kuning, abu-abu, coklat atau tidak tembus
cahaya. Pseudopocoel bisa kosong (misalnya pada
nektonema) atau terisi jaringan mesenkim (Maskoeri,
1992).
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan makanannya mengalami
degenerasi, karena cacing muda mengabsorbsi makanan
dan inang sedang yang dewasa tidak makan. Organ
sirkulasi, respirasi, dan ekskresi tidak ada (Rusyana,
2011).
b. Sistem Saraf
Sistem sarafnya terdiri atas cincin saraf yang
mengelilingi esophagus. Cincin saraf itu berhubungan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 202
dengan tali saraf midventral. Pada Nectonema, cincin
saraf itu berhubungan dengan tali saraf dorsal (Rusyana,
2011).
c. Sistem Reproduksi
Alat kelamin terpisah. Gonad berjumlah satu atau
dua, saluran reproduksinya berpasangan, dan bermuara
pada kloaka, serta tidak memiliki spikula kopulasi. Telur
pada Gordioidea berukuran kecil, terletak dalam benang-
benang gelatin yang panjang (Brotowidjoyo, 1989).
4. Habitat
Hidup bebas di air tawar , air laut atau parasit.
Semua hewan ini hidup di air tawar kecuali Nectonema
yang hidup di air laut (Rusyana, 2011).
BAB IX
FILUM ANNELIDA
9.1 Definisi
Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau
cacing gelangbersegmen-segmen, tubuh terdiri dari
sederetan segmen sama (metameri), artinya tiap segmen
tersebut mempunyai organ tubuh seperti alat reproduksi,
otot, pembuluh darah dan sebagainya yang tersendiri
tetapi segmen tersebut tetap berhubungan satu sama lain
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 203
dan terkoordinasi. Terdapat selom yang besar dan jelas,
beberapa sistem organ seperti peredaran darah , sistem
syaraf telah berkembang dengan baik (Kastawi, 2005).
Berbeda dengan Platyhelminthes dan
Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan
tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati
(hewan selomata). Namun Annelida merupakan hewan
yang struktur tubuhnya paling sederhana (Kastawi, 2005).
9.2 Ciri-Ciri Umum
Menurut Suwignyo (2003) annelida memiliki ciri-ciri
umum sebagai berikut:
1. Simetri bilateral, tubuh panjang terdiri atas
segmen-segmen eksterna dan internal.
2. Tubuh diselimuti oleh kutikula basah, terdapat di
atas epitel silindris yang mengandung sel kelenjar
dan indera.
3. Saluran pencernaan lengkap.
4. Sistem sirkulasi tertutup terdiri atas pembuluh-
pembuluh longitudinal dengan cabang-cabang
lateral pada setiap somit.
5. Respirasi dengan epidermis, atau insang (penghuni
tabung).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 204
6. Sistem ekskresi berupa sepasang nefridium pada
tiap somit.
7. Sistem syaraf terdiri atas ganglion serebral (otak)
dan konektif yang berhubungan dengan tali syaraf
medioventral yang ganda.
8. Ada yang bersifat monoesius dan diesius
9.3 Morfologi
Tubuh annelida meliputi ukuran, bentuk, struktur,
dan fungsi tubuh:
9.3.1 Ukuran dan Bentuk Tubuh
Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm
hingga 3 m. Contoh Annelida yang panjangnya 3 m adalah
cacing tanah Australia. Bentuk tubuhnya simetris bilateral
dan bersegmen menyerupai cincin (Brotowidjoyo, 1989).
9.3.2Struktur dan Fungsi Tubuh
Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam
tubuhnya. Antara satu segmen dengan segmen lainya
terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem
ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan
segmen lainnya saling berhubungan menembus septa
(Brotowidjoyo, 1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 205
Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan
dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan
kontraksi otot. Otot terdiri dari otot melingkar (sirkuler)
dan otot memanjang (longitudinal) (Brotowidjoyo, 1989).
Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri
dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus dan
anus. Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga
memiliki sistem peredaran darah tertutup. Darahnya
mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah.
Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi
memompa darah ke seluruh tubuh (Maskoeri, 1992).
Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali.
Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.
Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari
nefridia, nefrostom, dan nefrotor. Nefridia (tunggal–
nefridium) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari
saluran. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam
tubuh. Nefrotor merupaka pori permukaan tubuh tempat
kotoran keluar. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap
segmen tubuhnya (Tritjosoepmo, 2009).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 206
Gambar 65. Lapisan Penyusun TubuhAnnelida
(Suwignyo, 2003)
9.4 Habitat dan Penyebaran
Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan
ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel
pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata,
termasuk manusia. Habitat Annelida umumnya berada di
dasar laut dan perairan tawar dan juga ada yang sebagian
hidup di tanah atau tempat-tempat lembab (Brotowidjoyo,
1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 207
Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat
liang sendiri.Adapun penyebaran terdapat di beberapa
daerah, diantaranya yaitu Indonesia, Finlandia dan Rusia
(Rusyana, 2011).
9.5 Fisiologi
1. Reproduksi
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual
dengan pembantukan gamet. Namun ada juga yang
bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian
beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi
satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah
pada individu lain (gonokoris) (Kastawi, 2005).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 208
Gambar 66. Alat Reproduksi Annelida
(Brotowiwidjoyo,1989)
9.6 Klasifikasi
Filum Annelida dibedakan dalam tiga kelas yang
didasarkan pada jumlah seta yang dimiliki oleh spesies-
spesies dalam filum ini, yakni Polychaeta, Oligochaeta
dan Hirudinae (Rusyana, 2011).
9.6.1 Kelas Polychaeta
1. Ciri-ciri Umum
Polychaeta (poly=banyak; setae=bulu-bulu kaku)
mencakup jenis-jenis cacing yang memiliki banyak bulu-
bulu kaku (setae) pada tubuhnya. Menurut Rusyana (2011)
ciri utama yang dimiliki oleh Polychaeta adalah sebagai
berikut:
a. Kepala memiliki tentakel, mata dan mulut
b. Panjang tubuh berkisar antara 5-10 cm dan diameter
2-10 mm.
c. Setiap somit dengan sepasang parapodia.
d. Kelamin terpisah (gonad tidak permanen).
e. Memiliki larva trokofor.
f. Contoh spesies: Nereis virens
2. Ciri Morfologi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 209
Tubuh Nereis virens terdiri atas somit-somit
eksternal dan interla serta berbentuk pipih. Caput terlihat
jelas serta memiliki badan yang tertutup oleh kutikula dan
memiliki sejumlah besar setae. Pada bagian lateral dari
hewan ini terdapat parapodium yang digunakan dalam
respirasi dan sebagai alat gerak. Tiap-tiap parapodium
mmempunyai dua tonjolan, yakni notopodium di bagian
dorsal dan neuropodium di bagian ventral (Gandahusada,
1998).
Gambar 67. Morfologi Polichayeta (Brotowidjoyo,
1989)
3.Fisiologi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 210
a. Sistem Muscular dan Gerak
Sistem muscular Nereis virens terletak di bawah
epidermis dan terdiri dari dua lapisan, yakni stratum
cyrculare di bagian luar dan stratum longitudinal pada
bagian dalam. Nereis virens juga memiliki lapisan otot
pada dinding intestinum. Hewan ini bergerak dengan
menggunakan parapodia (Kastawi, 2005).
b. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan pada Nereis virens terdiri atas
rongga mulut yang memiliki rahang yang bersifat kitin dan
pharynx yang bersifat muskuler, esophagus, ventriculus,
intestinum dan anus. Nereis virens berrsifat carnivore
(Brotowidjoyo, 1989).
c. Sistem Peredaran darah
Sistem peredaran darah terdiri atas pembuluh darah
dorsal dan pembuluh darah ventral. Pembuluh darah ini
dihubungkan dengan pembuluh darah transversal pada
tiap segmen. Darah mengandung hemoglobin sehingga
berwarna merah (Rusyana, 2011).
d. Sistem Respirasi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 211
Nereisvirens bernapas dengan kulitnya. Pertukaran
gas berlangsung melalui kulitnya yang tipis dan
mengandung banyak pembuluh-pembuluh kapiler.
Respirasi terjadi secara difusi, diman oksigen masuk dan
karbondioksida keluar dari tubuh. Pertukaran ini dipacu
oleh perbedaan konsentrasi kedua gas tersebut di dalam
dan di luar tubuh (Brotowidjoyo, 1989).
e. Sistem Ekskresi
Sistem eskresi berupa sepasang nefridium pada tiap
segmen. Setiap nefridiuum terdiri atas sinsitium dari
protoplasma yang mengandung tubulus nefridium yang
panjang berkelok-kelok dan mengandung silium. Tubulus
ini menembus septum yang berhubungan dengan
nefrostom pada sisi anterior septum dan nefridospor pada
sisi posterior septum (Maskoeri, 1992).
f. Sistem Saraf
Sistem saraf terdiri atas otak, konektif faringeal, tali
saraf ventral dan sepasang ganglion pada tiap somit, yang
melepaskan sepasang saraf lateral (Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 212
g. Sistem Reproduksi
Nereis virens bersifat diesius, dimana alat kelamin
jantan dan betina terpisah. Gonad hanya berkembang pada
musim perkawinan. Gonad terdapat pada semua segmen,
kecuali pada bagian ujung anterior badan. Ovarium dan
spermatozoa terdapat di bagian tepi selom (Rusyana,
2011).
4. Habitat
Nereis virens hidup dalam liang yang biasanya
berupa liang pasir. Hewan ini membenamkan diri dalam
pasir dan hanya kepalanya yang ditonjolkan keluar. Selain
itu, hewan ini juga dapat ditemukan berenang-renang
dalam air laut (Maskoeri, 1992).
9.6.2 Kelas Oligochaeta
1. Ciri-Ciri Umum
Menurut Rusyana (2011) Oligochaeta berasal dari
kata olygos yang berarti sedikit dan chaeta yang berarti
rambut. Oligochaeta memiliki sedikit rambut pada tiap
ruas-ruas tubuhnya serta tidak memiliki parapodia. Ciri-
ciri umum dari kelas oligochaeta adalah sebagai berikut:
a. badan panjang, silindris dengan ujung memipih
b. terdapat prostomium pada ujung anterior
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 213
c. memiliki segmen-segmen
d. memiliki klitelium pada segmen 31 sampai 37
e. tubuh ditutupi oleh kutikula
f. hidup di tanah lemba atau air tawar
g. memiliki sedikit seta
h. contoh Spesies: Lumbricus terrestris
2.Ciri Morfologi
Bentuk tubuh Lumbricus terrestris panjang, silindris
dan pada ±2/3 bagian posteriornya memipih secara
dorsoventral, tubuh bersegmen-segmen. Secara
morfologis, hewan ini berwarna merah sampai biru
kehijauan pada sisi dorsal. Pada sisi ventral berwarna lebih
pucat, umumnya merah jambu atau kadang-kadang putih.
Mulut terletak pada bagian ujung anterior (Suwignyo,
2003).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 214
Pada segmen 32 sampai 37 terdapat penebalan kulit
yang dikenal sebagai klitelium. Pada setiap segmen
terdapat 4 pasang setae, kecuali pada segmen pertama dan
terakhir. Pada permukaan tubuh cacing tanah terdapat
lubang-lubang muara yang keluar dari berbagai organ
tubuh, yakni mulut, anus, lubang dari duktus spermatikus,
lubang muara dari oviduk, lubang muara dari
reseptakulum seminis, pori dorsales, dan sepasang
nefridiofor pada tiap segmen (Suwignyo, 2003).
Gambar 68. Irisan Membujur Lumbricus
terrestris (Rusyana, 2011)
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 215
Alat pencernaan makanan pada cacing tanah
terdiri atas rongga mulut, faring berotot, esoffagus,
tembolok, lambung otot usus dan anus (Brotowidjoyo,
1989).
Gambar 69. Sistem Pencernaan Lumbricusterrestris
(Gemarjati, 1990)
b. Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi terdiri dari pembuluh darh
dorsal yang mengalirkan darah kea rah anterior dan
pembuluh darah median yang tak berkontraksi
mengalirkan darah kea rah posterior. Di daerah
esophagus terdapat lima pasang cabang-cabang aorta
dorsalisyang membesar yang berfungsi sebagai cor
pada hewan tingkat tinggi. Cor mengelilingi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 216
esophagus dan berhubungan dengan aorta ventralis.
Selain pembuluh darah dorsal dan ventral, juga
terdapat 2 pembuluh darah lateral truncus nervosus
dan1 pembuluh darah di sebelah ventral dari truncus
nervosus (Tritjosoepomo, 2006).
c. Sistem Syaraf
Menurut Suwignyo (2003) sistem saraf pada cacing
tanah terdiri atas :
1) Ganglion cerebrale, tersusun dari dua kelompok sel
saraf dengan commisuranya
2) Berkas saraf sentralis dengan cabang-cabangnya
Gambar 70. Sistem Syaraf Annelida (Kastawi, 2005)
d. Sistem Ekskresi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 217
Sistem eskresi pada cacing tanah berupa nefridium.
Pada tiap segmen terda[at sepasang nefridia, kecuali tiga
segmen pertama dan terakhir. Tiap nefridium terdiri atas
nefrostoma dan nefridiosphore (Kastawi, 2005).
Gambar 71. Alat Ekskresi pada Annelida (Rusyana,
2011)
e. Sistem Respirasi
Cacing tanah berpas dengan kulitnya karena kulit
pada hewan ini tipis, selalu lembab dan banyak
mengandung kapiler pembuluh darah (Brotowidjoyo,
1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 218
f. Sistem reproduksi
Cacing tanah (Lumbricus terrestris) bersifat
hermafrodit. Sepasang ovarium menghasilkan ovum dan
terletak pada segmen ke-13. Testis terdapat pada rongga
yang dibentuk oleh dinding-dinding vesicular seminalis.
Duktus spermaticus keluar dari sisi caudal testis dan
keluar pada segmen ke- 15 (Suwignyo, 2003).
Cacing tanah bersifat hermafrodit, namun tidak
dapat melakukan perkawinan sendiri karena tidak adanya
saluran yang menghubungkan organ reproduksi jantan dan
betina (Gandahusada, 1998).
4. Habitat
Lumbricus terrestris hidup pada tanah yang lembab
dengan membuat liang dalam tanah. Hewan ini biasanya
hidup di tempat-tempat yang teduh dan terlindung dari
sinar matahari secara langsung. Pada keadaan normal,
mereka akan keluar di permukaan tanah pada malam hari.
Namun, mereka juga dapat keluar ke permukaan pada
siang hari terutama pada waktu setelah hujan (Rusyana,
2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 219
9.6.3 Kelas Hirudinae
Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah
inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan
memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh
Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo
(lintah). Saat merobek atau membuat lubang, lintah
mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga
korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah
ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan
darah yaitu hirudin (Rusyana, 2011).
1. Ciri-Ciri Umum
Menurut Gandahusada hirudinea meliputi jenis
cacing yang tidak memiliki seta dan hidup di air ataupun
daratan. Ciri-ciri umum dari kelas ini adalah sebagai
berikut:
a. Tidak memiliki seta (bulu-bulu kaku)
b. Habitat perairan maupun daratan
c. Hidup sebagai predator atau parasit
d. Memiliki tali saraf sentral dengan ganglion
segmental
e. Nefridium dan gonad terdapat segmental
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 220
f. Tidak melewati tahap larva
g. Memiliki organ kopulatori dan lubang di daerah
medioventral
h. Contoh Spesies: Hirudo medicinalis
2. Ciri Morfologi
Badan dari Hirudo medicinalis ketika istirahat
berbentuk memanjang atau oval, dan biasanya pipih
dorsoventral. Tubuh hewan ini bersifat sangat fleksibel
dan dapat mengendur, berkerut ataupun melebar (Jutje,
2006).
Tubuh terdiri atas 34 somit. Dari luar tampak adanya
alur-alur transversal yang membagi segmen menjadi
banyak annulus. Pada bagian ujung posterior terdapat alat
pengisap, bulat yang terbentuk dari tujuh somit. Dinding
tubuh diselimuti oleh kutikula otot dan otot diagonal yang
sangat halus. Di bawah kutikula terdapat epitel yang
diantarai oleh kelenjar lendir (Jutje, 2006).
Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula, tubuh relatif
pipih, tubuh terdiri dari 34 segmen, tidak mempunyai
parapodia dan setae, mempunyai alat penghisap (sucker)
di bagian anterior maupun posterior. Sekalipun dikenal
dengan nama umum lintah pengisap darah, bagian terbesar
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 221
di antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit. Tubuhnya
pipih. Ukuran panjangnya dari 1-2cm atau 5cm, walau ada
yang mencapai 12cm, bahkan 30cm (Haemanteria
ghiliani dari daerah Amazon) (Kastawi, 2005).
Metamerisme sudah sangat tereduksi: segmen-
segmen ujung anterior (biasanya kecil) dan posterior
(lebih besar) termodifikasi manjadi alat penghisap yang
digunakan untuk menempel dan bergerak. Jumlah segmen
tetap, yaitu 34, walau lapisan cincin sekunder di luarnya
(annuli) menyamarkan segmentasi primer tersebut.
Clitellum dibentuk segmen-segmen 9, 10 atau11 (Kastawi,
2005).
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring,
tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada
bagian dorsal. Proses pencernaan penghisap anterior
terdapat mulut menuju faring kemudian tembolok
dlanjutkan keusus keluar pada anus dan kembali ke
penghisap posterior (Maskoeri, 1992).
Pada faring, otot yang dilengkapi rahang bergigi
atau probocis berotot. Di kerongkongan tempat isapannya
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 222
terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah
gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil (Maskoeri,
1992).
Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah
sebanyak 15 ml – kuota yang cukup untuk hidupnya
selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat
aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur.
Contohnya, zat putih telur hirudin yang berman faat untuk
mengencerkan darah, dan mengandung penisilin
(Brotowidjoyo, 1989).
Lintah hidup sebagai pemakan bangkai/predator,
parasit. Predator makan larva, keong, serangga, cacing.
75% penghisap darah, melekat/nempel pada permukaan
tubuh vertebrata (ikan-manusia). Darah dihisap oleh faring
otot & menampung dalam tembolok. Enzim saliva
(hirudin) mencegah koagulasi darah. Dalam 1 kali makan,
lintah mengisap darah 10 kali berat tubuhnya (Kastawi,
2005).
b. Sistem Sirkulasi
Sistem peredaran terdiri atas sinus dorsal, ventral
dan dua sinus lateral yang dihubungkan secara
menyilang. Sinus dorsal terdapat pada sisi dorsal saluran
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 223
pencernaan. Sinus lateral terdapat di daerah lateral saluran
pencernaan dan sinus ventral terletak di bawah saluran
pencernaan. Cairan homoecoel dalam sinus lateral dan
dorsal mengalir dari bagian posterior kea arah depan,
sedangkan pada sinus ventral darah mengalir dari depan
ke posterior (Suwignyo, 2003).
c. Sistem Respirasi
Pernapasan dilakukan secara difusi, jika didarat
menggunakan anyamana kapiler di bawah epidermis yang
terdapat pada kulit, namun jika diair Hirudinae dengan
menggunakan insang, contoh Piscicolidae (Rusyana,
2011).
d. Sistem Ekskresi
Alat ekskresi berupa 17 pasang nefridium dengan
cabang-cabang, atau mempunyai nefrostom tertutup.
Enam pasang nefridium terletak dalam segmen proteskel,
sedangkan lainnya terdapat segmen testikal. Limbah
berupa ammonia dan sedikit urea (Brotowidjoyo, 1989).
e. Sistem Saraf
Sistem saraf terdiri atas sepasang ganglion dorsal,
sepasang konektif yang berhubungan dengan tali saraf
ventral yang mempunyai ganglion segmen. Empat
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 224
ganglion di bagian depan dan tujuh pasang ganglion di
bagian posterior menyatu (Maskoeri, 1992).
f. Sistem Reproduksi
Lintah bersifat monoesius. Sistem reproduksi jantan
meliputi 4-12 pasang testis di bawah tembolok. Setiap
testis berhubungan dengan vas deferns yang menujuu
anterior, yang bermuara di penis medial yang
berhubungan dengan kelenjar aksesori. Alat kelamin
betina terdiri atas dua ovary, oviduk yang berhubungan
dengan sebuah kelenjar albumin, dan vagina medial
bermuara di belakang porus jantan (Brotowidjoyo, 1989).
4. Habitat
Hirudo medicinalis memiliki habitat di tanah
lembab di daratan. Hewan ini umumnya aktif pada malam
hari. Namun, ia dapat pula aktif pada siang hari terutama
jika ada rangsangan mangsa (Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 225
BAB X
FILUM ARTHROPODA
10.1 Definisi
Arthropoda berasal dari kata (Arthros = sendi/ruas,
Podos = kaki). Jadi arthropoda artinya hewan yang
kakinya beruas-ruas (Rusyana, 2011).
10.2Habitat dan penyebaran
Artropoda sangat banayak jenisnya, hampir 75%
spesies orgaanisme di dunia ini masuk filum Arthropoda.
Kelompok crustacea pada umumnya hidup di air yang
tenang (tidak terlalu bergelombang) sedangkan kelas-
kelas yang lain kebanyakan hidup di darat dan di udara
(Brotowidjoyo, 1989).
Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang
hidup bebas, parasit, komensal atau simbiotik. Habitat
penyebaran Arthropoda sangat luas. Ada yang di laut,
perairan tawar, gurun pasir, dan padang rumput
(Suwignyo, 2003).
10.3Klasifikasi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 226
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 20 kelas
berdasarkan struktur tubuh dan kaki.Berikut ini akan
diuraikan empat kelas diantaranya yang paling umum,
yaitu kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan
Insecta (Rusyana, 2011).
10.3.1 Crustacea
Crustacea (dalam bahasa latinnya, crusta = kulit)
memiliki kulit yang keras. Udang, lobster, dan kepiting
adalah contoh kelompok ini. Umumnya hewan Crustacea
merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang hidup di
darat (Brotowidjoyo, 1989).
1. Ciri umum
a. Tubuh Crustasea bersegmen (beruas)
b. Terdiri atas sefalotoraks (kepala, dada) dan
abdomen
c. Bagian anterior, ujung depan, tubuh besar dan lebih
besar sedangkan pada bagian posteriornya (ujung
belakang) sempit
d. Mempunyai rangka yang keras (tubuh)
e. Kaki terdapat 1 pasang pada setiap segmen tubuh
f. Memiliki 2 pasang antenna
g. Organ pernapasan menggunakan insang
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 227
h. Habitat kelas ini yaitu air tawar dan air laut.
i. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut
yaitu, 2 pasang antena, 1 pasang mandibula, untuk
menggigit mangsanya, 1 pasang maksilla dan 1
pasang maksiliped yang berfungsi untuk menyarig
makanan dan menghantarkan makanan ke mulut.
2. Ciri Morfologi
Gambar 72. Morfologi Udang (Rusyana, 2011)
Udang memiliki eksoskeleton yang keras untuk
melindungi tubuhnya. Tubuhnya terdiri dari dua bagian,
yaitu kaput dan toraks yang menyatu membentuk
sefalotoraks, serta abdomen. Dibagian sefalotoraks
dilindungi oleh eksoskeleton yang keras berupa karapaks.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 228
Karapaks memiliki duri di ujung anterior yang disebut
rostrum. Di dekat rostrum terdapat mata faset (majemuk)
yang bertangkai. Pada kaput sefalotoraks merupakan
penyatuan lima segmen. Dibagian kaput terdapat sepasang
antenula, sepasang antena, dan tiga pasang bagian mulut.
Antenula berfungsi sebagai alat peraba, sedangkan antena
sebagai alat keseimbangan tubuh. Tiga pasang mulut
terdiri dari sepasang mandibula dan dua pasang maksila
(Tritjosoepomo, 2006).
Bagian toraks terdiri dari delapan segmen, terdapat
tiga pasang maksiliped, sepasang seliped, dan empat
pasang kaki jalan (periopod). Maksiliped tersebut
berfungsi sebagai penyaring makanan. Seliped berfungsi
untuk mencari makanan dan melindungi dari musuh. Pada
bagian abdomen terdapat lima pasang kaki renang
(pleopod). Pada ujung posterior terdapat telson dan
sepasang alat kemudi untuk berenang (urupod). Pada
udang jantan, pasangan pleopod 1 dan 2 bersatu menjadi
gonopod. Gonopod berfungsi sebagai penyalur sperma
saat kopulasi. Sedangkan pada wanita berfungsi untuk
melekatkan telur dan membawa anaknya (Tritjosoepomo,
2006).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 229
Saluran pencernaan udang terdiri dari mulut,
esofagus, lambung, usus, dan anus. Mulut dan esofagus
terletak di bagian bawah sefalotoraks. Lambung (terletak
di sefalotoraks) dan usus (terletak di abdomen) berada
disepanjang bagian dorsal tubuh. Hati yang merupakan
kelanjar pencernaan terletak di bagian toraks dan
abdomen. Makanan udang berupa berudu, larva, serangga,
dan ikan-ikan kecil. Sisa metabolisme dikeluarkan melalui
alat kelenjar hijau yang terletak di kepalanya. Pernapasan
dilakukan dengan insang yang terdapat di bagian ventral
tubuhnya dekat kaki. Sistem peredaran darah terdiri dari
jantung, pembuluh darah, dan sinus yang rongganya
berdinding tipis. Organ kelamin bersifat dioseus
(Maskoei, 1992).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 230
Gambar 73. Anatomi Cambarus (Rusyana, 2011)
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan
Alat pencernaan makanan terdiri atas mulut,
oesophagus, lambung yang terdiri dari cardiac dan
pylorus, usus, dan anus. Di dalam lambung terdapat alat
chitine yang berguna untuk menggiling makanan
(Kastawi, 2005).
b. Sistem Respirasi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 231
Sistem pernapasannya berupa insang kecuali yang
bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh
(Rusyana, 2011).
c. Sistem Ekskresi
Terdiri atas sepasang badan yang disebut green
gland (kelenjar hijau) terletak pada bagian ventral dari
cephalotorax dimuka oesophagus (Rusyana, 2011).
d. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah dengan peredaran darah
terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh
darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan
hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen)
rendah (Brotowidjoyo, 1989).
e. Sistem Saraf
Sistem syarafnya berupa tangga tali. Pada sistem
syarafnya terjadi pengumpulan dan penyatuan ganglion
dan dari pasangan-pasangan ganglion keluar syaraf yang
menuju ke tepi (Kastawi, 2005).
f. Sistem Pernafasan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 232
Crustacea bernapas umumnya dengan insang,
kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh
permukaan tubuhnya dan memiliki sebuah jantung untuk
memompa darah (Rusyana, 2011).
g. Alat Reproduksi
Sistem reproduksinya bersifat diesis (berkelamin
satu). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas
menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan
bersilia (Maskoeri, 1992).
4. Klasifikasi Crustacea
Menurut Brotowidjoyo (1989) klasifikasi crustacea
dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran
tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
a. Entomostraca
Entomostraca adalah crustacea yang berukuran
mikroskopik, hidup sebagai zooplankton atau bentos di
perairan, dan juga ada yang sebagai parasit. Contoh hewan
ini adalah Daphnia, Cypris virens, dan Cyclops sp.
(Brotowidjoyo, 1989).
1) Ciri-ciri Entomostraca
2) Merupakan ordo terbesar di Enromostraca.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 233
3) Hidupnya di air laut, tawar dan hidup sebagai
plankto.
2) Klasifikasi Entomostraca
Klasifikasi Entomostraca dibagi menjadi beberapa
ordo sebagai berikut:
a) Ordo Branciopoda
Ciri-ciri:
(1) Tubuhnya sangat kecil dan hidupnya di air tawar.
(2) Pada umumnya bertubuh pucat dan transparan.
Contoh:
(1) Daphnia pulex (kutu air)
(2) Lepidurus
(3) Notostraca
(4) Estheria
b) Ordo Ostracoda
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 234
Gambar 78. Ostracoda (Bernes, 1994)
Ciri-ciri
(1) Hidupnya di air laut dan air tawar.
(2) Beberapa jenis diantaranya hidup sebagai plankton
c) Ordo Copepoda
Ciri-ciri
(1) Ordo terbesar di Enromostraca.
(2) Hidup di air laut dan air tawar, merupakan plankton
dan parasit, segmentasi tubuhnya jelas. Contoh:
Argulus indicus, Cyclop.
d) Ordo Ciripedia
Ciri-ciri
(1) Hidupnya di laut .
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 235
(2) Pada umumnya hidupnya melekat pada suatu
tempat
b. Malacostrata
Malacostraca adalah crustacea yang berukuran lebih
besar dari pada entomostraca. Hewan yang termasuk
kelompok ini adalah Udang, lobster, dan kepiting
(Gandahusada, 1998).
Malacostrata (udang tingkat tinggi) memiliki ciri-
ciri sebagai brikut:
1) Tubuhya terdiri atas cephalothoraks
2) Cara perkembangbiakannya dengan telur hasil
pembuahan yang menetas menjadi larva yang
disebut Nauplius.
3) Bernafasnya dengan insang berbentuk bulu-bulu
halus.
4) Hewan ini tidak berwarna.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 236
Gambar 79. Bernakel (Gemarjati, 1990)
1) Klasifikasi Malacostrata
Menurut Suwignyo (2003) subkeas Malacostrata
dibagi menjadi 3 ordo sebagai berikut:
a) Ordo Isopoda
Ciri-ciri
(1) Hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di air
tawar dan darat
(2) Beberapa diantaranya yang menggerek kayu.
b) Ordo Stomatopoda
Ciri-ciri
(1) Hidup di laut
(2) Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk
tubuhnya seperti belalang sembah.
(3) Di belakang kepalanya terdapat karapaks yang
merupakan rangka luar.
(4) Warna tubuhnya menyolok.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 237
c) Ordo Decapoda
Gambar 80. Decapoda (Gemarjati, 1990)
Ciri-ciri
(1) Meliputi udang, kepiting, dan ketam.
(2) Tiga pasang anggota gerak paling depan pada
thoraksnya berubah fungsi menjadi rahang.
(3) Lima pasang anggota gerak lainnya pada thoraks
menjadi kaki sehinga disebut hewan berkaki
sepuluh.
(4) kepala dan thoraksnya menjadi satu yang
dilindungi oleh kaparaks.
10.3.2 Kelas Arachnoidea
Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno =
laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun
anggotanya bukan laba-laba saja. Kalajengking adalah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 238
salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya
sekitar 32 spesies (Gemarjati, 1990).
1. Ciri umum
a. Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan
perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali
Acarina.
b. Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antenna,
tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal,
mulut, kelisera dan pedipalpus.
c. Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
d. Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi
dan kelenjar coxal.
e. Alat pernapasan berupa trakea, paru-paru buku
atau insang buku.
f. Alat kelamin jantan dan betina terpisanh, lubang
kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen,
pembuahan internal (di dalam).
g. System saraf tangga tali dengan ganglia dorsal
(otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-
pasangan ganglia
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 239
h. Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama
disesuiakan untuk mengisap serta memiliki
kelenjar racun.
i. Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya
tetapi ada pula sebagai parasite
j. Dibagi menjadi 3 ordo, yaitu : ordo
scorpionidae,ordo arachnida dan ordo acarina.
2. Struktur Tubuh
Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang
panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm.
Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang
hidup secara bebas maupun parasit. Arachnoidea yang
hidup bebas bersifat karnivora. Tubuhnya terdiri atas
sefalotoraks, abdomen, dan 4 pasang kaki. Tidak memiliki
mandibula (Brotowidjoyo, 1989).
Bagian sefalotoraks dapat dibedakan menjadi dua
bagian. Kedua bagian tersebut dihubungkan oleh
pedunkulus. Bagian kepala memiliki kelisera yang
berfungsi menghancurkan mangsanya. Kelisera ini
berhubungan dengan kelenjar racun yang terletak di
daerah kepala. Selain itu, terdapat pedipalpus yang
bentuknya menyerupai kaki dengan ujung bercakar.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 240
Pedipalpus memiliki fungsi yang bermacam-macam
bergantung pada spesiesnya. Pada kalajengking,
pedipalpus memiliki fungsi sebagai penangkap dan
pemegang mangsa. Pada laba-laba jantan, pedipalpus
digunakan untuk menyalurkan sperma (Bernes, 1994).
Ciri-ciri arachnoidea salah satu yang sering kita
jumpai, yaitu laba-laba. Tubuhnya terdiri dari dua bagian,
yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan
pada bagian perut posterior. Sefalotoraks adalah
penyatuan bagian tubuh atau rusak sefal (kepala) dan
bagian Toraks (dadapasang kaki dan berjalan). Kalisera
untuk pedipalpus Merupakan alat tambahan pada mulut
(Brotowidjoyo, 1989).
Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri
dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior
abdomen terdapat spineret yang merupakan organ
berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas. Didalam
spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang
pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang
abdomen. Kelenjar benang halus mensekresikan cairan
yang mengandung protein elastik. Protein elastik tersebut
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 241
akan mengeras di udara membentuk benang halus yang
digunakan untuk menjebak mangsa (Maskoeri, 1992).
Gambar 81. Morfologi dan Anatomi Arachnoidea
(Rusyana, 2011)
3. Sistem Pencernaan
Alat pencernaan terdiri dari cavum, oris, pharynx,
oesophagus yang berhubungan dengan lambung hisap, dan
selanjutnya ke lambung yang sebenarnya yang memiliki 5
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 242
pasang caeca atau saluran bunyu dalam cephalothorax.
Dari lambung menjulur lurus ke intestinum yang berakhir
dengan anus (Maskoeri, 2010).
Makanan ditangkap dengan jaring tepi dan ada
pula yang diisap dari inangnya oleh Arachnida yang hidup
sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut
mulai dari mulut –> perut –> usus halus –> usus besar –>
kantung –> feses –> anus. Alat pencernaan dilengkapi
dengan 5 pasang usus buntu yang terletak dibagian depan
dan hati di bagian abdomen (Maskoeri, 1992).
4. Sistem Respirasi
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau
trakea. Paru-paru buku adalah organ respirasi berlapis
banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen.
Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula
(tunggal=tubulus) malpighi. Tubula malpighi merupakan
tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di
dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus. Selain
tubula malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan
kelenjar koksal. Kelenjar koksal merupakan kelenjar
ekskretori buntu yang bermuara pada daerah koksa
(segmen pada kaki insecta) (Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 243
5. Sistem Ekskresi
Alat ekskresi berupa pembuluh malphigi yang
bermuara pada usus atau intestinum dan 2 glandulae coxae
terdapat dalam cephalothorax yang kadang-kadang
mengalami degenerasi (Rusyana, 2011).
6. Sistem Reproduksi
Jenis kelamin terpisah, testis dan ovary yang
membentuk jaring-jaring pembuluh terdapat dalam
abdomen. Sperma dikeluarkan dengan suatu jaringan
sperma yang kemudian dipungut oleh pedipalp dan
selanjutnya ditransfer receptaculum seminalis betina pada
saat perkawinan (Kastawi, 2005).
7. Sistem Saraf
Sistem saraf terdiri atas simpul otak, yang terletak
diatas Oesophagus dan sebuah simpul sub-Oesophagus
yang besar (Rusyana, 2011).
8. Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulai terdiri atas cor, pembuluh arteri,
vena dan sejumlah sinus. Cor terletak disebelah abdomen
sebelah dorsal di atas saluran pencernaan makanan
(Rusyana, 2011).
9. Sistem Peredaran Darah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 244
Sistem peredaran darahnya terbuka dan
menggunakan jantung pembuluh serta arteri. Jantung
pembuluh terdiri dari kantung otot yang memiliki ostium
di setiap ruas (Maskoeri, 1992).
10. Sistem Alat Indera
Alat indera terdiri atas delapan buah mata
sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip
antena. Arachnoidea dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu
Scorpionida, Arachnida, dan Acarina (Kastawi, 2005).
Ordo 1 Scorpionida, memiliki alat penyengat beracun
pada segmen abdomen terakhir, contoh hewan ini
adalah kalajengking (Uroctonus mordax) dan
ketunggeng (Buthus after).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 245
Gambar 82. Spesies Uroctonus mordax (Rusyana, 2011)
Scorpionidamemiliki perut beruas-ruas dan ruas
terakhir berubah menjadi alat pembela diri.
a. Mencakup segala macam kala, seperti
kalajengking, kala buku dan kala labah-labah
b. Pedipsalpusnya berbentuk seperti capit besar,
sedangkan kelisera-keliseranya kecil
Ordo 2 Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan
memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat
sengat), contoh hewan ini adalah Laba-laba
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 246
serigala (Pardosa amenata), laba-laba
kemlandingan (Nephilamaculata).
Gambar 83. Pardosa amenata (Oermarjati, 1990)
a. Mencakup segala macam labah-labah
b. Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga
macam benang untuk fungsi yang berlainan.
Ordo 3 Acarina, memiliki tubuh yang sangat kecil,
contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina
sp.).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 247
Gambar 84. Spesies Acarina sp. (Rusyana, 2011)
11. Peranan
a. Arachnida bermanfaat untuk pengendalian
populasi serangga, terutama serangga hama.
b. Arachnida lebih banyak merugikan manusia,
terutama hewan-hewan Acarina, yaitu: Sarcoptes
scabei, menyebabkan gatal atau kudis pada manusi
c. Prosoptes equi, menyebabkan kudis pada ternak
domba, kelinci, dan kuda
d. Otodectes cynotis, (tungau kudis telinga)
menyerang anjing dan kucing
e. Dermacentor variabilis sebagai vaktor demam
Rocky Mountain.
10.3.3 Kelas Myriapoda
1. Ciri-ciri Umum
a. Tubuh bersegmen (berruas) tidak mempunyai dada
jadi hanya kepala dan perut.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 248
b. Setiap ruas perut terdapat satu pasang atau dua
pasang kaki
c. Kepala terdapat dua kelopak mata tunggal
(ocellus), satu pasang antena dan alat mulut
2. Sistem Pencernaan
Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai
kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi
beracun pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda
bersifat herbivor, pemakan sampah dan dedaunan
(Suwignyo, 2003).
3. Sistem Respirasi
Organ pernapasan berupa satu pasang trakea
berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali
pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya
(Rusyana, 2011).
4. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ
transportasi berupa jantung yang panjang dan terletak
memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda
terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada
Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 249
Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung
hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam
plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke
tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel
(rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran
darah) (Brotowidjoyo, 1989).
5. Sistem Ekskresi
Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh
Malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang
mengandung unsur Nitrogen (N) (Gandahusada, 1998).
6. Sistem Syaraf
Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan
alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal
dan satu pasang antena sebagai alat peraba (Gandahusada,
1998).
7. Sistem Reproduksi
Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan
ovum dan sperma (fertilisasi internal). Myriapoda ada
yang vivipar dan ada yang ovipar (Rusyana, 2011).
8. Klasifikasi Myriapoda
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA