The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tiaraaanastasya12, 2022-06-14 00:24:42

ZOOLOGI INVERTEBRATA

ZOOLOGI INVERTEBRATA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 100

dalam podium terdapat serabut-serabut otot
longitudinal. Jika serabut-serabut otot tersebut
berkontraksi, podium memendek dan air yang ada di
dalmnya dialirkan kedalam ampulla, sehingga ampulla
membesar. Pada ujung podium terdapat batil penhisap
(Tritjosoepomo, 2006).
5.4.2 Sistem Respirasi

Oragn respirasi pada Asceria adalah insang, papula
dan kaki tabung. Papula merupakan organ respirasi yang
utama. Mereka sederhana, kontraktil, transparan, hasil
pertumbuhan dari dinding tubuh pada permukaanaboral
mempunyai aphitelium bersilia pada permukaan sebelah
luar dan sebelah dalamnya. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi
diantara air laut dan cairan tubuh dari insang-insangnya
(Rusyana, 2011).

Silia pada ephitelium mempunyai peranan vial
dalam menggerakan cairan coelom dan dalam
menciptakan air untuk pernafasan keluar masuk didalam
air laut. Di samping dindingnya tipis, kaya akan
percabangan dan bagian tubuh lembab, juga ia organ
bertindak sebagai organ-oragan respirasi (Rusyana, 2011).
5.4.3 Sistem Pencernaan Makanan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 101

Saluran pencernaan makana dimulai dari mulut yang
tebentuk pentagonis yang disebut achinostoma. Tractus
digestivus terdiri atas eristoma, eshopagus, ventriculus,
intestinum dan berakhir pada anus (Suwignyo, 2003).
5.4.4 Sistem Sirkulasi
a. Sistem Perihermalis

Sistem perihermalis terdiri atas sirus perihermalis
circumoralis. Sinus perihermalis circumoralis terdapat
oral dari sinus caralis radialis yang dipercabangkan oleh
sinus perihermalis circumoralis. Sinus oxyalis bermuara
ke dalam sinus perihermalis aboralis yang berjalar
melingkar pada bagian oral di sebelah dalam dari skeleton
(Brotowidjoyo, 1989).
b.Sistem Hermalis

Sistem hermalis tersusun atas jaringan pengikat
gelatinosa yang berongga-rongga dengan banyak
leucocytla terdiri atas sistem lacunare circumoralis,
funiculus radialis, organ axiolis, ratchis genitalis serta
cabang-cabangnya. Sistem lactunar circumoralis dan
terdapat di dalam sinus perihermalis circumoralis dan
membaginya dalam pars eksternal dan pars internal
(Brotowidjoyo, 1989).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 102

5.4.5 Sistem Ekskresi
Asterias tidak memiliki organ-organ ekskretori

khusus. Sisa ekskretori metabolik yang mengandung
nitrogen biasanya berisi senyawa aminium sampah-
sampah tersebut akan di ambil oleh sel-sel amoboid dan di
buang melalui dermal brachia. Caecum intestine dan kaki
tabung dapat pula berpungsi sebagai tempat pengeluaran
sisa-sisa metabolisme (Kastawi, 2005).
5.4.6 Sistem Syaraf

Sistem syaraf pada Asterina adalah sederhana dan
tipe primitive dia di bentuk dari selabut syaraf dan jaringan
syaraf yang berhubungan erat dengan epidermis. Sistem
syaraf terdiri dari empat unit yang terdapat pada level
berbeda di dalam diskus dan lengan (Rusyana, 2011).

1. Sistem Syaraf Oral atau Ectoneural atau Epidermis
a. Cincin syaraf, berbentuk segi lima dan cicum
oral, yakni terdapat di sekitar mulut di dalam
membran peristomial

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 103

b. Syaraf radial, cincin syaraf mengeluarkan lima
syaraf radial, masing-masing menuju sepasang
lengan di dasar laut ambulakral. Masing-masing
syaraf radial terakhir dengan bantalan sensorial
pada sisi aboral dan tentakel terminal

c. Syaraf subipedermal kompleks, adalah suatu
jaringan luas dari sel syaraf dari serabut-serabut
syaraf, tertanam di epidermis di atas permukaan
tubuh, terasuk insang dan pedicelaria dan
sebagainya

2. Sistem Syaraf Dalam atau Hyponeural
Sistem syaraf ini tejadi di dalam bentuk

lapisan syaraf di bagian lateral diding oral dari
sinus hyponeural, berada di dalam ephitelium
ceolomic. Lapisan ini di sebut di pisahkan dari
syaraf lateral radial hanya oleh satu lapis tipis dari
jaringan derma ectiveal. Syaraf lengan
melanjutkan ke daerah peristominal, dimana ia
membentuk interadial yang menebal di bagian
dasar dari sinus cincin yang terletak di aboral
sampai cincin syaraf utama (Rusyana, 2011).
3. Sistem Syaraf Aboral

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 104

Sistem syaraf ini ada di bagian luar dari
peritonium parietal pada posisi aboral atas sebuah
cincin syaraf didiskus sentral dan sebua syaraf
pada masing-masing saluran. Sistem ini di
hubungkan dengan syaraf marginal oleh selaput
syaraf (Rusyana, 2011).
4. Sistem Syaraf Vesceral

Sistem syaraf ini terdapat di dinding usus,
sebelah luar ephitelium usus. Sistem ini
menginnervase otot saluran pencernaan makanan
dan di hubungkan dengan otot visteral (Rusyana,
2011).
5.4.7 Organ Sensorik
Menurut Brotowidjoyo (1989) asterias mempunyai
beberapa organ sensorik primitif sebagai berikut :
1. Mata

Mata adalah organ sensorik yang paling
signifikan. Pada permukaan oral, pada dasar masing-
masing tentakel terminal terdapat bantalan optik,
tersusun oleh epidermis tebal dengan beberapa
fotoreseptor atau oceli berpigmen.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 105

Masing-masing ecoli berbentuk mangkok.
Dinding dari mangkok terdiri dari atas sel-sel
epidermis, yang beruba menjadi pendek kuat dan berisi
butir-butir pigmen dan sel-sel retina. Sel-sel retina
merupakan sel-sel memanjang dengan bagian distal.
2. Tentakel terminal

Tentakel terminal mempunyai organ-organ
sensorik yang tactile dan juga sensitif terhadap
makanan dan rangsangan kimiawi yang lain.
3. Sel-sel neusensori

Seluruh permukaan tubuh atau epidermis
Asterias di lewati oleh beberapa sel neusensori yang
bertindak sebagai tangoreseptor dan chemoreseptor.
5.4.8 Sistem Reproduksi

Spesis dari asterias adalah dioecious yaitu seks
terpisah kecuali beberapa spesies seperti asterias rubeus
yang hermaprodit. Organ-organ reproduksi dari asteria
adalah tipe primitif dan tidak ada organ-organ kopulasi,
asesoris, reseptakel, untuk penyediaan ovum dan reservoir
untuk penyediaan sperma matang (Kastawi, 2005).

Kelenjar kelamin jantan adalah pestis dan betina
adalah ovarium. Satu pasang terletak bebas secara lateral

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 106

di bagian proximal dari masing-masing lengan antara
pyloric dan ampula (Kastawi, 2005).

5.5 Habitat dan Penyebaran
Echinodermata ada yang di jumpai di daerah pantai

terutama di daerah terumbuk karang kemudian juga di
daerah pantai berbatu dan berlumpur. Habitat yang di huni
bintang laut adalah daerah pantai atau dasar laut yang tidak
terlalu dalam. Ophioroidea hidup di laut yang dalam.
Biasanya bersembunyi di bawah batu karang, rumput laut,
di pasir atau lumpur. Hewan ini aktif pada malam hari
(Maskoeri, 1992).

Landak laut biasanya hidup di daerah pantai, di atas
batu karang, di dasar laut, di dalam lumpur atau sumur-
sumur daerah pantai, bahkan ada juga yang hidup di muara
sungai dengan membenamkan diri di tanah liat atau di
bawah karang. Kelas holothuroidea hidup di laut, yaitu
dasar laut dengan cara bersenbunyi di lumpur/pasir
(Maskoeri, 1992).
5.6 Klasifikasi

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 107
Filum echinodermata di kelompokan menjadi lima
kelas, yaitu Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea
(bintang ular), Echinoidea (landak laut), Holothuroidea
(timun laut atau teripang) dan Crionoidea (lili laut)
(Rusyana, 2011).

5.6.1 Kelas Asteroidea
Contoh dari kelas asteroidea adalah Asterias forbesi
a. Struktur tubuh

Gambar 31. Morfologi dan Anatomi Asterias forbesi
(Kimball, 1999)

1. Saluran cincin: merupakan saluran yang melingkar
yang bisa mengakses kesemua lengan.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 108

2. Ampula: suatu wadah menyerupai balon yang
elastis, ketika terisi air dan membentuk tonjolan
sepeerti kaki yang menyerupai tabung disebut kaki
tabung.

3. Kaki tabung; kaki yang terbentuk karena tekanan air
di ampula sehingga kaki bisa dipijakkan
keobyeksehingga bisa menggerakkan tubuhnya.

4. Sistem ambulakral ini berfungsi untuk bergerak,
bernafas atau menangkap makanan.

5. Perut: sebagai alat pencernaan
6. Mulut: tempat menyerap makanan, terdapat

dibawah dilengkapi dengan gigi Catut pedicellaria.
7. Anus: mengelurkan sisa-sisa makanan yang tidak

tercerna, terdapat pada bagian atas tubuhnya.
8. Gonad: kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai

penghasil hormon kelamin
9. Pusat cakram: sebagai alat regenerasi, apabila salah

satu lengan terputus secara langsung jika
ditempelkan kecakran tengah akan tumbuh kembali.
Asteroidea berbentuk seperti bintang laut. Memiliki
lima lengan. Permukaan bagian lengan memiliki kaki
tabung yang dapat bertindak seperti cakram untuk

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 109

menyedot. Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung
tersebut untuk melekat dibatuan dan merangkak secara
perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut
memanjang, mencengkram, berkontraksi, melemas,
memanjang, kemudian berkontraksi lagi. Bintang laut
menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat
mangasanya seperti remis dan tiram (Maskoeri, 1992).

Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek
tersusaun atas zat kapur (osike). Duri tersebut ada yang
termodifikasi membentuk seperti catut yang disebut
pediselaria. Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap
makanan, mencegah sisa-sisa organisme agar tidak
tertimbun pada permukaan tubuhnya serta sebagai
pelindung insang kulit (organ respirasi) (Maskoeri, 1992).
b. Sistem Ambulakral

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 110

Gambar 32. Sitem Vaskular Air (Rusyana, 2011)

Sistem ambulakral terdiri atas:
1. Madreporit (tempat masuknya air) adalah
lempengan berpori pada permukaan cakram pusat
dibagian dorsal tubuh
2. Saluran radial merupakan cabang saluran cincin
kesetiap lengan
3. Saluran cincin terdapat dirongga tubuh pusat
4. Empat buah gelembung poli
5. Lima buah saluran radial
6. Saluran transversal (saluran yang menghubungkan
antara saluran radial dan ampulla)
7. Ampulla
8. Kaki ampulakral merupakan juluran saluran radial
yang keluar.
Pada ujung saluran transversal terdapat kaki

ambulakral yang berhubungan dengan semacam
gelembung yang disebutt ampulla. Jika ampulla ini
berkontraksi maka cairan dalam sistem saluran air akan
tertekan masuk kedalam kaki ambulakral dengan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 111

tersudutakan menjulur. Dengan demikian air terletak
kembali kedalam ampulla, kaki tersebut memendek
dengan hewan secara perlahan akan tersebut (Rusyana,
2011).

Sistem ambulakral disebut juga sistem pembulu air.
Sistem pembulu air dimulai dari suatu lempengan yang
berlubang-lubang di bagian aboral di sebut madreporit,
kemudian di teruskan ke seluruh cincin melalui saluran
batu. Saluran cincin tersebut letaknya mengelilingi mulut
yang kemudian bercabang satu buah ketiap-tiep
lengannya. Cabang-cabang tersebut di namakan saluran
radial. Saluran ini kemudian bercabang-cabang lagi
kebagian samping dan di sebut saluran transversal
(Rusyana, 2011).
c. Sistem Pencernaan Makanan

Menurut Suwignyo (2003) tipe makanan asterias
forbesi saprozoi dan holozoik. Saluran pencernaan terdiri
atas :

1. Mulut ( di bagian oral ) di lengkapi otot lingkaran
dan otot radial

2. Esofagus pendek
3. Lambung kardial ( lambung besar )

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 112

4. Lambung pilorik (lambung kecil), lambung pilorik
bercabang dua kesetip bagian lengan yang di sebut
sekum pilorik dan cabang yang terdapat di bagian
aboral (dekat anus) di sebut sikumrektal (intestin
pendek) setiap sekum pilorik di lengkapi dengan
kelenjar pencernaan

5. Anus.

Makanan dicerna dengan bantuan enjim dan kelenjar
pencernaan sedangkan makanan yang tidak di cerna
dikeluarkan melalui mulut.Saluran digosteria adalah
pendek dan banyak mengalami modifikasi. Mulut
bersambung dengan esophagus yang sangat pendek,
selanjutnya bersambung dengan suatu kantung yang
disebut lambung-lambung terdiri dari dua bagian, bagian
depan merupakan bagian besar, sedangkan bagian
belakang yang kecil disebut pilolengan. Pada masing-
masing lengan bercabang lagi menjadi dua cabang yang
disebut piloris atau caeca hepatis. Cabang ini mempunyai
warna hijau (Kimball, 1999).

Di atas lambung terdapat saluran pendek yang di
sebut intestinum terdapat dua prcabangan gen yang

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 113

berwarna coklat, yang terkenal sebagai intestinaus.
Makanan bintang laut berupa ikan, kerang, siput laut,
sampah dan lain-lain. Dinding lambung mengeluarkan
sekresi mukosa sedangkan suku piloris dan cara
menghasilkan sekresi enjim. Bahan-bahan yang tidak di
cerna akan di keluarkan oleh mulut. Caeca intesnalis
menghasilkan sekresi yang berwarna kecoklat-coklatan,
yang fungsinya belum jelas, tetapi di duga sebagai alat
pembantu eksresi. Cairan-cairan dalam coelen di alirkan
secara tetap oleh silia. Cairan itu mengandung zat
makanan yang akan di edarkan amuboid yang terdapat
pada cairan coelen membawa zat-zat sisa keluar melalui
dinding derma branchialis (Kimball, 1999).
d. Sistem Syaraf

Menurut Suwignyo (2003) sistem syaraf terdiri atas
batang syaraf radial pada masing-masing lengan yang
menjulur diatas alur ambulakral. Batang-batang syaraf
radial itu bertemu pada cincin syaraf evolusi yang
melingkari daera mulut atau oval. Pada masing-masing
batang syaraf radian terdapat cabang:

1. Sepasang syaraf ke daerah aboral
2. Syaraf ke daerah aboral peritonium

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 114

3. Serabut-serabut syaraf yang menuju ke indra perasa
pada laki-laki ujung syaraf radial mengecil, lunak,
bersambung dengan indera peratan dan titik mata.
Daera jaringan syaraf, sedang pada brancia dermalis
terdapat alat sensoris.

Terdapat tiga tempat unit syaraf, yaitu :
1. Bagian mulut (ekteneural), tersusun atas cincin
syaraf yang mengelilingi mulut dan lima tali syaraf
radial yang masing-masing menuju ke bagian tangan
dan terletak di bagian bawah saluran radial
2. Sistem syaraf bagian dalam (hyponeural), terdiri
atas cincin syaraf sirkumoral ganda yang terletak di
atas cincin syaraf ektoneural, bercabang yang
menuju ke masing-masing syaraf radial
3. Sistem syaraf yang terletak di bagian aboral, terdiri
atas syaraf anal dan syaraf sepanjang bagian atas
masing-masing lengan

Syaraf ektoneural berfungsi untuk:
1. Koordinasi kaki tabung
2. Mengatur gerakan otot lengan. Pada bintang laut
sistem syaraf aboral dan ektoneuron kurang begitu
berkembang.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 115

e. Sistem Reproduksi

Gambar 33. System Reproduksi (Brotowidjoyo, 1989)
Reproduksi seksual bintang laut terpisah yakni ada

yang jantan dan ada yang betina. Alat reproduksi
stukturnya bercabag-cabang pada masing-masing lengan
terdapat dua cabang yang berada di bagian dasar
pertemuan lengan pada hewan betina dan seksnya dapat
melepaskan 2,5 juta telur dalam tiap dua jam, sehingga
tiap musim bertelur dapat melepaskan telur sebanyak
kurang lebih 200 juta hewan jantanpun dapat
menghasilkan sperma lebih banyak dari jumlah sel telur
betina. fertilisasi atau pembuahan terjadi dalam air,
kemudian akan tumbuh menjadi larva dipinrig
(Oermarjati, 1990).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 116

Bintang laut terkenal memiliki daya regenerasi yang
besar sekali. Sebuah lengan dengan bagian cakrangnya
akan dapat membentuk saluran tubuh yang terlepas,
sehingga kulit kembali menjadi utuh. Bila sebuah lengan
mendapat luka, biasanya akan di lepaskan pada daerah
kaki ambulakral ke empat atau kelima. Peristiwa ini di
sebut anatomi (Rusyana, 2011).
f. Sistem Respirasi

Respirasi terdapat terjadi dalam branchia dermalis
tampak sebagai benda yang berbulu halus yang terletak
pada semua tangan. Branchia dermalis itu tampaknya
sebagai kantung-kantung yang merupakan bagian saluran
paspular yang tersembu keluar. Melalui lubang-lubang
pada penyokong tubuh. Dinding branchia dermalis baik
sebelah luar maupun sebelah dalam di lengkapi dengan
silia (Maskoeri, 1992).

Silia bagian luar mengalirkan air yang beroksigen
secara tetap pada permukaan branchia. Sedangkan silia
bagian dalam menggiringi cairan tubuh ke dalam branchia.
Pada waktu cairan dalam branchia terjadilah pertukaran
oksigen dan karbon dioksida seperti halnya paru-paru kita
(Maskoeri, 1992).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 117

g. Sistem Peredaran Dara
Sistem peredaran dara tereduksi sehingga sukar di

amati. Sistem peredaran dara terdiri dari pembuluh dara
yang mengelilingi mulut dan menghubungkan dengan
lima buah pembuluh raadial pada setiap bagian lengan
(Rusyana, 2011).
h. Cara Gerak Bintang Laut

Bintang lautair laut masuk pada lempeng dorsal
yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju
kepembuluh batu, kemudiandilanjutkan keseluruh cincin
yang mempunyai cabang kelima tangan atau disebut
saluran radial selanjutnya kesaluran lateral. Pada setiap
cabang terdapat deretan kaki tabung dan saluran lateral.
Air masuk ke ampula atau disebut juga ampula. Dari
saluran lateral air masuk ke ampula (Brotowidjoyo, 1989).

Saluran lateral berakhir diampula. Jika ampula
berkontraksi maka air tertekan dan masuk kedalam kaki
tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur [anjang.
Apabila bintang laut akan bergerak kesebelah kanan, maka
kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda
dibawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya
ampula mengembang kembali dan air akan bergerak

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 118

berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah
kanan yang memegang objek tadi akan menyerot
tubuh hewan ini kearahnya. Disamping itu hewan ini juga
bergerak dalam air dengan menggunakan gerak lengan-
Lengannya (Rusyana, 2011).

Bintang laut hidup di pantai, didalam laut sampai
kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidupbebas hanya
gerakannya lambat, cenderung bersifat bentus kecuali
Crinoidea. Golongan Asteroidea (bintang laut) tidak ada
yang parasit (Rusyana, 2011).

i. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah tereduksi sehingga sukar

diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh
darah yang mengelilingi mulut dan menghubungkan
dengan lima buah pembuluh radial kesetiap bagian lengan
(Rusyana, 2011).
5.6.2 Kelas Ophiuroidea
Contoh dari kelas ini adalah Ophioderma brevispinum

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 119

Gambar 34. Morfologi Ophioderma brevispinum
(Kimball, 1999)

a. Ciri-ciri Morfologi
Menurut Suwignyo (2003) ciri morfologi

Ophiodermabrevispinumyaitu:
1. Mempunyai 5 buah lengan atau kelipatannya yang
memiliki ruas-ruas yang besar.
2. Bagian lateral terdapat duri, dan bagian dorsal tidak
memiliki duri.
3. Setiap lengan terdapat kaki-kaki ambulakral kecil
(tentakel).
4. Tentakel terletak secara ventrolateral dengan alat
hisap (ampula).
5. Memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari
tangannya panjang sehingga memudahkannya
bergerak.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 120

6. Kaki tabung tidak memiliki penyedot, dan bergerak
dengan mencambukkan lengannya.

b. Anatomi dan Fisiologi

Gambar 35. Anatomi Ophioderma brevispinum
(Maskoeri, 1992)

1. Stomach berfungsi sebagai alat pencernaan
2. Mulut: tempat menyerap makanan/rahang
3. Gonad: kelenjar kelamin penghasil hormone

kelamin
4. Orsikura: yang tertanam pada bagian prokrima

(dekat tubuh) bentuknya silindris dan pada bagian
distal bentuknya cembung, seehingga penyokong
tubuh itu berbentuk seperti peluru.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 121

5. Madreporite: sebagai lubang tempat mauknya air
dari luar tubuh. Menghubungkan air laut dengan
system pembuluh air dan lubang kelamin dilengkapi
dengan saringan agar benda-benda asing tidak
masuk kedalam system saluran air.

6. Saluran cincin: saluran air melingkar yang
mengelilingi mulut.

c. Sistem Pencernaan
Alat pencernaan makanan terdapat didalm bola

cakram, dimulai daeri mulut yang terletak dipusat tubuh
kemudian lambung yang berbentuk rahang yang berupa
lima kelompok lempeng kapur. Makanan dipegang oleh
satu atau lebih lengannya, kemudian dihentikan dan
dengan bantuan tentakel dimasukkan kemulut. Sesudah
dicerna bahan-bahan yang tidak dicerna dikeluarkan
kembali melalui mulut. Pencernaan terjadi diperut.
Makanannya berupa bangsa udang, Mollusca, dan
serpihan organisme lain atau sampah (Kastawi, 2005).
d. System Respirasi

Pertukaran udara dan ekskresi terjadi pada kantung
yang disebut bursae. Organ respirasi terdiri dari lima
pasang kantung bursae. Kantung tersebut selain berfungsi

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 122

sebagai organ resfpirasi juga berfungsi untuk menerima
saluran gonad. Oksigen (O2) dermal branchia pada bagian
oral terminalia pada bagian internal untuk proses
dikeluarkan melalui proses divusi (Suwignyo, 2003).
e. Sistem Ambulakral

Sistem ambulakral sama dengan sistem ambulakral
pada asteriodea, madreporit terletak di daerah permukana
dekat mulut (Suwignyo, 2003).
f. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi bintang ular yaitu generatif
(berumah dua) fertilisasi eksternal, jenis kelamin hewan
ini terpisah. Hewn ini melepaskan sel kelamin keair dan
hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva
mikroskopis yang lengannya bersilia, disebut pluteus,
kemudian mengalami metamorphosis menjadi bentuk
seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular.
Ophiuroidea memiliki gonad, gemet disebarkan oleh
bursal sucs (Kastawi, 2005)
g. Sistem Syaraf

Sistem syarafterdiri atas cincin syaraf utama yang
bekerja disekitar cakram utama. Ophiuroidea tidak
memiliki mata atau sejenisnya, tetapi mereka memiliki

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 123

kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor
pada epidermis pembuluh dan sistem vascular air berakhir
dikaki tabung (Brotowidjoyo, 1989).

Sistem vascular air umumnya memiliki satu
madreporit, kaki tabung tidak memiliki penghisap dan
ampulla. Ophiuroidea memiliki kemampuan untuk
melarikan diri dari predator seperti kadal, yang mampu
memutuskan ekor mereka untuk membingunggkan
pengganggu (Brotowidjoyo, 1989).
h. Sistem Gerak

Bintang ular bergerak menggunakan lengan mereka
untuk bergerak. Mereka tidak seperti bintang laut,
bergantung pada kaki. Bintang ular bergerak
menggunakan lengan mereka bergerak seperti ular
(Rusyana, 2011).

i. Habitat
Habitat di laut dangkal, bersembunyi dibawah batu

karang atau rumput laut, menguburkan diri dalam lumpur
atau pasir, aktif pada malam hari (Rusyana, 2011).
j. Perilaku

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 124

Hewan ini berpindah tempat dengan gerakan yang
mengular, memegang suatu objek dengan satu lengan atau
lebih, kemudian menghentakkannya. Diantara filum
Echinodermata golongan hewan inilah yang dapat
bergerak paling cepat. Tangannya mudah putu, dan
memiliki daya regenerasi tinggi (Suwignyo, 2003).
5.6.3 Kelas Echinoidea
a. Struktur Tubuh

Gambar 36. Morfologi Kelas Achinoidea (Rusyana,
2011)

Bentuk tubuh globular, terdiri atas lima bagian tubuh
yang sama, tanpa tangan, berduri. Duri melekat pada otot
yang melekat menyerupai bongkol (tuberkel). Mempunyai
pediselaria. Kaki ambulakral pendek dan terletak diantara
duri-duri yang panjang. Mulut dikelilingi oleh lima buah

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 125

gigi yang berkumpul dalam gigi yang corong. Didaerah
ujung aboral (daerah periprok), terdapat anus, gonopor
(lubang genital) dan madreporit. Hewan ini bergerak
dengan menggunakan duri dan kaki tabung dan dapat
dianggap sebagai pelindung tubuh (Gandahusada, 1998).
b. Sistem pernafasan

Echinoidea bernafas dengan tube teet tergolong
dalam echinoidea reguler. Contohnya seperti sand dolar.
Pada proses pernafasan petoloid yang biasanya berfungsi
dalam membantu pergerakan kemudian berubah fungsi
menjadi organ respirasi kaki tabung akan berhubungan
dengan taloids dan membentuk suatu sistem pernafasan
(Brotowidjoyo, 1989).

Kaki tabung akan mendorong sehingga terjadi
pertukaran gas yang berlawanan arah dengan stem
vaskuler air. Kaki tabung pernafasan bentuknya panjang,
rendah (flat=datar) yang terletak pada alur konjugasi
membentang dari suatu pori kepon yang lain, tabung
memanjang jauh dari permukaan tubuh dilengkapi dengan
bulu atau rambut yang teratur (Brotowidjoyo, 1989).

Echinoidea ada yang bernafas dengan insang,
adapula dengan melakukan modifikasi podia pada

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 126

permukaan aboral atau dengan istilah tabung (tube feet).
Organisme yang bernafas dengan insang tergolong dalam
Chinoidea regular. Pada umumnya mempunyai lima
pasang insang. Contohnya golongan bulu babi (Rusyana,
2011).
c. Sistem Pencernaan Makanan

Makanan berupa ganggang atau hewan yang sudah
mati, memiliki arah pencernaan yang sempurna. Mulut
dilengkapi lima buah gigi pada rangka berkapur yang
digerakkan otot lentera Aristotle. Dari mulut makanan
masuk ke esofagus, lalu menuju lambung yang berlobus
kemudian usus yang balik arah dan berakhir direktum
(Suwignyo, 2005).

d. Sistem ambulakral
Menurut Rusyana (2011) sistem ambulakral terdiri

atas:
1. Madrepurit (terletak di daerah periproct)
2. Saluran batu (dikelilingi oleh kelenbjar aksial)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 127

3. Saluran cincin 9mengelilingi esofagus)
4. Lima saluran radial yang tersebar sepasabg daerah

dan hubungan dengan kaki tabung.
e. Sistem syaraf
Menurut Rusyana (2011) sistem syaraf terdiri atas:

1. Cincin syaraf yang mengelilingi mulut
2. Lima syaraf radial (terdapat sepanjang saluran

radial)
3. Pleksus subepidermal yang mensyaafi podia, duri

dan pediselaria
Rangsangan diterima oleh organ syaraf kemudian
diteruskan oleh serabut syaraf masuk membran pemisah
kemudian rongga masuk pada sistem cahaya syaraf,
adanya respon terhadap rangsangan yang diterima
(Rusyana, 2011).

f. Sistem reproduksi
Terdapat empat atau lima gonad yang menempel

pada mesentaris kebagian permukaan aboral. Dari
masing-masing gonad terdapat saluran kelubang genital.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 128

Telur-telur dan sperma dilepaskan kedalam air laut,
kemudian terjadi pembuahan, yang selanjutnya menjadi
larva plutea yamg akan mengalami metamorfosis setelah
lima atau enam minggu. Beberapa jenis Echinoidea
mengerami atau merawat telurnya dalm bilik atau
menempel sampai menetas menjadi larva. Bila bagian
tubuh hewan ini, misalnya cangkok, duri, kaki atau bagian
lainnya rusak segera diperbaharui (Suwignyo, 2003).
5.6.4 Kelas Holothuroidea

a. Struktur Tubuh

Gambar 37. Anatomi Mentimun Laut (Rusyana, 2011)
Bentuk hewan dewasa bulat panjang, oval atau

menyerupai cacing dewasa dengan warna tubuh yang
bermacam-macam. Tidak mempunyai lengan, pediselaria
dan duri. Mulut dikelilingi oleh 10 sampai13 buah tentakel
yang dapat dikeluar masukkan (Oermarjati, 1990).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 129

Dinding tubuh terdiri atas otot sirkular dan otot
longitudinal dan ditutupi oleh kutikula. Epidermis tanpa
silia. Kaki tabung terdapat disepanjang garis longitudinal.
Pada bagian ventral hanya mempunyai tiga buah kaki
tabung. Bagian ventral sering berubah menjadi segmen.
Segmen tersebut disebut solem. Rongga solem besar dan
tidak terbagi beberapa belahan. Rongga solem diisi oleh
cairan solem dan mengandung beberapa selomicit
(Oermarjati, 1990).
b. Sistem Pernafasan

Pernafasan dilakukan oleh bagian-bagian tentakel,
kaki tabung, dinding tabung, kloaka dan terdapat dua
saluran yang bercabang-cabang seperti pada pohon yang
dikenal sebagai pohon respirasi yang merupakan
pertunasan kloaka kedalam coelem yang terletak didalam
usus dan anus. Biasanya air dipompa keanus agar terjadi
pertukaran gas (Kastawi, 2005).

Pohon pernafasan adalah bagian yang unik dari
terip[ang dan tidak ditemukan pada Echinodermata
lainnya. Tetapi pohon pernafasan memungkinkan teripang
mendapatkan oksigen melalui anus mereka. Organisme
tidak hanya mengeluarkan limbah dari anus, tetapi

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 130

memperluas dinding otot tubuh dengan irama yang lambat
yang akan mengakibatkan daya tarik dan mengeluarkan
air. Tarikan terhadap air ini akan mengakibatkan
penyerapan oksigen sebaliknya saat dikelurkan
karbondioksida ikut keluar (Kastawi, 2005).
c. Sistem Pencernaan

Saluran pencernaan yang bulat merentang diatas
tubuh dalam rongga coelom. Esophagus yang pendek
merupakan sambungan dari mulut kelambung.
Selanjutnya intestinus yang panjang ditopang oleh
mesentris dan dihubungkan dengan cloaca yang berotot
dan berakhir pada anus yang terletak sebelah pposterior.
Terdapat dua saluran yang bercabang-cabang seperti
pohon yang terkenal sebagai pohon respirasi, yang
merupakan peluasan cloaca kedalam coelom. Air dipompa
masuk keluar kedalam saluran ini, karena otot cloaca.
Saluran ini berfungsi sebagai alat respirasi dan ekskresi
(Brotowidjoyo, 1989).
d. Sistem Syaraf

Terdiri atas cincin syaraf yang terletak dibagian oral
dengan lima syaraf radial. Memiliki organ sensori yang
digunakan untuk menerima rangsangan sentuhan,

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 131

membedakan gelap dan terang dan pada beberapa spesies
mempunyai statosista (Suwignyo, 2003).
e. Sistem Reproduksi

Jenis kelamin terpisah, beberapa spesies
hemaprodit. Fertilisasi eksternal. Larvanya disebut
Auricularia (Suwignyo, 2003).
5.6.5 Kelas Crinoidea
a. Struktur Tubuh

Gambar 38. Morfologi Lili laut (Suwignyo, 2003)
Bagian mulut berbeda dengan spesies lain dari kelas

Echinodermata lainnya, yaitu menghadap keatas. Anus
terletak didaerah tonjolan dekat mulut. Tubuh atau
kelopak ditutupi oleh kulit (tagmen) yang mengandung

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 132

lempengan zat kapur. Kutikula dan epidermis belum
begitu berkembang (Rusyana, 2011).

Lili dewasa biasanya mempunyai lima sampai
sepuluh buah lengan yang bercabang-cabang kecil yang
disebut pinula disepanjang sisinya (bentuknya seperti bulu
burung yang terurai), sehingga sepintas hewan ini
kelihatannya seperti tumbuhan. Bagian kelopak (calyx)
dan dengan disebut crown. Beberapa jenis lili laut
memiliki tangkai yang berasal dari daerah aboral dari
calyx. Tangkai bersambung menjadi ciri yang lentur
(Jutje, 2006).

Fungsi cirib adalah untuk memegang suatu abjek.
Tidak mempunyai madreporit, duri dan pediselaria. Pada
bidang oral setiap lengan memiliki lekukan ambulakral
yang ditandai dengan garis bersilia dan berisi tentakel
seperti kaki buluh, fungsinya untuk mengangkut makanan
masuk kedalam tubuh (Jutje, 2006).

b. Sistem Pencernaan Makanan
Makanan berupa plankton atau bahan lain yang

mikroskopis yang ditangkap dengan bantuan tentakel,

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 133

yang selanjutnya digiring oleh silia masuk kedalam mulut
(Kastawi, 2005).
c. Sistem Syaraf

Menurut Suwignyo (2003) sistem syaraf lili laut
terdiri dari:

a. Cincin syaraf
b. Syaraf radial (menuju kebagian-bagian lengan)
d. Sistem Reproduksi

Jenis kelamin terpisah. Gonad biasanya terdapat
dalam pinnula. Beberapa Crinoidea melepaskan telur
kedalam air, tetapi ada juga yang menahan tetap pada
pinula sampai menetas. Larvanya disebut doliolaria.
Doliolaria dapat berenang bebasuntuk sementara sebelum
melekatkan diri pada suatu objek. Larva yang muda sekali
masi mendapatkan makanan dari kunung telur. Doliolaria
belum mempunyai mulut(Rusyana, 2011).

BAB VI

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 134

FILUM MOLLUSCA
6.1 Definisi

Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus=lunak)
merupakan hewan yang bertubuh lunak. Tubuhnya lunak
dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak
bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata
(Rusyana, 2011).
6.2 Ciri-ciri Umum

Menurut Suwignyo (2003) ciri umum dari mollusca
adalah:

1. Tubuh bersimetri bilateral, tidak bersegmen,
kecuali pada Monoplacophora

2. Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor
kepala yang bersifat khusus

3. Coelom mereduksi, dinding tubuh tebal dan
berotot

4. Permukaan ventral dinding tubuh terdapat kaki
berotot yang secara umum digunakan untuk
bergerak

5. Dinding tubuh sebelah dorsal meluas menjadi satu
atau sepasang lipatan yaitu mantel dan pallium

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 135

6. Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka
ke dalam rongga mantel

7. Saluran pencernaan berkembang baik
8. Memiliki system peredaran darah dan jantung
9. Organ ekskresi berupa ginjal yang berjumlah

sepasang atau terkadang hanya berjumlah satu
buah
10. Memiliki sebuah cincin saraf yang berhubungan
dengan dua pasang tali saraf
11. Ovum berukuran kecil dan mengandung sedikit
kuning telur.
6.3 Morfologi
Ciri tubuh Mollusca meliputi ukuran, bentuk,
struktur, dan fungsi tubuh.
1. Ukuran dan Bentuk Tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi.
Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa
milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun ada yang
dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih
dari 18 m seperti cum-cumi raksasa (Kimball, 1999).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 136

2. Struktur dan Fungsi Tubuh
Menurut Kimball (1999) tubuh mollusca terdiri dari

tiga bagian utama
a. Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya
yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak
merayap atau menggali. Pada beberapa Mollusca
kakinya ada yang termodifikasi menjadi tentakel
yang berfungsi untuk menangkap mangsa.
b. Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang
lunak.Massa viseral merupakan kumpulansebagaian
besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan
reproduksi.
c. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi
cairan.Cairan tersebut merupakan lubang insang,
lubang ekskresi, dan anus.Selain itu, mantel dapat
mensekresikan bahan penyusun cangkang pada
mollusca bercangkang.
Ciri khas struktur tubuh molusca adalah adanya

mantel. Mantel adalah sarung pembungkus bagian-bagian
yang lunak dan melapisi rongga mantel. Insang dan organ
respirasi seperti halnya paru-paru dari siput merupakan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 137
hasil perkembangan dari mantel. Bagian mantel
gastropoda Schapopoda digunakan untuk respirasi
(Suwignyo, 2003).

Pada Chepalopoda otot-otot mantel digunakan untuk
gerekan, mekanik dan respirasi. Pada beberapa jenis
Mollusca mempunyai sistem syaraf yang sama seperti
sistem syaraf yang dimiliki oleh planaria. Dengan
demikian, kemungkinan Annelida dan Mollusca berasal
dari Platyhelminthes (Suwignyo, 2003).

Para ahli zoologi telah membuat rekontruksi sebuah
hipotosis Mollusca primitif. Hasil rekontruksi adalah:

Gambar 39. Rekontruksi Mollusca Primitif (Rusyana,

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 138

2011)
Berdasarkan rekontruksi tersebut, tubuh Mollusca
primitif tersusun atas bagian dorsal melengkung, simetri
bilateral, cangkang kuat tersusun atas zat kapur, otot-otot
kaki berfungsi untuk berjumlah lambat, rongga mantel
terbentuk oleh integumen yang lunak dan terletak pada
begian dorsal, saaluran pencernaan masih sederhana
terbentang dari bagian depan hingga bagian belakang,
pada dekat anus terdapat sepasang insang yang berbentuk
seperti bulu ayam, pada bagian kepala terdapat gangglia
dan mempunyai bagian syaraf yang menuju kebagian
tubuh yang berbeda (Rusyana, 2011).
Amphineura (Chiton) dianggap kelas Mollusca
primitif. Scapholopoda dan Gastropoda mempunyai
radula dan cangkang. Pelecypoda (Bivalvia) mempunyai
kaki seperti kapak, tak mempunyai kepala, mata dan
tentakel menyerupai Scaphopoda (Brotowidjoyo, 1989).
Chepalopoda terisolasi dari kelas lain, tetapi
beberapa bagian kerakteristiknya sama dengan
gastropoda. Chepalopoda dikatakan menduduki derajat
yang lebih tinggi dari filum Mollusca. Siklus hidupnya
pendek, walaupun beberapa Mollusca dapat hidup sampai
beberapa tahun. Nudibranchia dapat hidup selama 1 tahun,

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 139

tiram hidup hingga 10 tahun, unio 12 tahun, siput air tawar
4-5 tahun, loligo 2 tahun, cumi-cumi raksasa (Spector)
mampu hidup selama 10 tahun (Rusyana, 2011).
6.4 Fisiologi
1. Sistem Syaraf

Sistem syaraf mollusca terdiri dari cincin syaraf
yang melebar. Sistem pencernaan Mollusca lenkap tediri
dari dua mulut, esofagus, lambung, usus dan anus.
Adapula yang memiliki rahang dan lidah pada Mollusca
tertentu. Lidah bergigi yang melengkung kebelakang
disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan
(Kastawi, 2005).

Mollusca yang hidup di air bernafas dengan insang.
Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang.
Pertukaran udara Mollusca dilakukan dirongga mantel
berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru.
Organ ekskresinya berupa seorang nefrida yang berperan
sebagai ginjal (Kastawi, 2005).
6.5 Karakteristik

Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki
ruas. Tubuh hewan ini tripoblastik, bilateral simetri,
umumnya memiliki mantel yang dapat menghasilkan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 140

bahan cangkok yang berupa karlsium karbonat. Cangkok
tersebut berfungsi sebagai rumah (rongga luar) yang
terbuat dari zat kapur misalnya kerang, tiram, siput sawah
dan bekicot. Namun adapula Mollusca yang tidak
memiliki cangkok, seperti cumi-cumi, sotong, gurita atau
siput telanjang. Mollusca memiliki struktur berotot dan
fungsinya berbeda untuk setiap kelasnya (Suwignyo,
2003).

Gambar 40. (a) Kerang, (b) Siput, (c) Cumi-cumi
(Suwignyo, 2003)

Cangkong kerang terdiri dari dua belahan sedangkan
cangkong siput berbentuk seperti kerucut yang melingkar.
Perbedaan lainnya, kaki siput tipis dan rata. Fungsinya
untuk berjalan dengan kontraksi otot. Lain halnya dengan
kerang yang memiliki kaki seperti mata kapak yang
dipergunakan untuk bejlan di lumpur dan pasir. Cumi-

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 141

cumi dan sotong tidak punya cangkok, kakinya terletak
dibagian kepala yang berfungsi untuk menangkap mangsa
(Brotowidjoyo, 1989).

Mollusca memiliki alat pencernaan yang sempurna
mulai dari mulut yang mempunyai radula (lidah parut)
sampai dengan anus terbuka di daerah mantel. Disamping
itu terdapat kelenjar pencernaan yang sudah berkembang
biak. Peredaran darah terbuka ini terjadi pada dua kelas
Mollusca kecuali kelas Cephalopoda (Bernes, 1994).

Pernafasan dilakukan dengan menggunakan insang
atau paru-paru, mantel atau oleh bagian epidermis. Alat
ekskresi berupa ginjal. Sistem syaraf terdiri atas tiga
pasang ganglion yaitu ganglion cerebral, ganglion
visceral, dan ganglion pedal yang ketiganya dihubungkan
dengan tali-tali syaraf longitudinal. Alat reproduksi
umumnya terpisah atau bersatu dan internal atau eksternal
(Brotowidjoyo, 1989).
6.6 Sistematika

Menurut Rusyana (2011) berdasarkan bidang
simetri, kaki, cangkok, mantel, insang dan sistem syaraf.
Mollusca terdiri dari lima kelas yaitu:

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 142

6.6.1 Kelasa Amphineura
1. Struktur Tubuh

Tubuhnya memanjang seperti elips dengan bagian
kepala tereduksi, bilateral simetri, mempunyai radula,
bagian dorsal tubuhnya terdiri atas delapan segmen,
kakinya pipih dan terletak dibagian ventral, sistem syaraf
terdiri atas cincin syaraf yang mengelilingi mulut dengan
dua pasan jala syaraf yang menuju kebagian ventral, jenis
kelamin terpisah, larvanya disebut trochopora (Bernes,
1994).

Chiton merayap di dasar laut, pada batu-batuan yang
lunak. Bagian dorsal tubuhnya terdiri dari keping-keping
kapur. Sendi kepiing-keping kapur dapat dibengkokkan
sedemikian rupa sehingga tubuhnya dapat dibulatkan
seperti bola (Bernes, 1994).

Mulut dan anus terletak pada ujung yang
berlawanan. Pada bagian kepala terletak mulut yang
belum sempurna. Tidak mempunyai tentakel dan tidak
mempunyai mata (Rusyana, 2011).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 143

Gambar 41. Dorsal dan Ventral Chiton (Rusyana, 2011)

Gambar 42. Struktur anatomi Chiton (Rusyana, 2011)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 144

2. Fisiologi
a. Sistem Syaraf
Sistem syaraf terdiri atas cincin syaraf asofagus
dan dua cincin syaraf (mensyarafi kaki dan mantel)
(Rusyana, 2011)
b. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan makanan dimulai dari mulut
dan berakhir dengan anus. Pada pencernaan makanan
terdapat kelenjar ludah dan kelenjar hati (Rusyana,
2011).
c. Sistem Peredaran Darah
Dibagian posterior terdapat jantung, aorta dan
sebuah sinus. Darah mendapatkan oksigen dari insang
(Rusyana, 2011).
d. Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi dengan menggunakan sepasang
ginjal yang salurannya bermuara kebagian posterior
(Rusyana, 2011).
e. Sistem Reproduksi
Jenis kelamin terpisah, larvanya disebut
trochopora (Rusyana, 2011).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 145

6.6.2 Kelas Gastropoda
1. Pengantar

Gastropoda merupakan kelas Mollusca terbesar dan
terpopuler. Ada sekitar 50.000 speies Gastropoda yang
masih hidup dan 15.000 jenis yang telah menjadi fosil.
Oleh karenanya banyaknya jenis Gastropoda maka hewan
ini mudah ditemukan(Oermarjati, 1990).

Sebagian Gastropoda mempunyai cangkok (rumah)
dan membentuk kerucut terpilin (spiral). Bentuk tubuhnya
sesuai dengan cangkok. Padahal waktu larva, bentuk
tubuhnya simetri bilateral. Namun adapula Gastropoda
yang tidak memiliki cangkok, sehingga disebut siput
telanjang (vaginula). Hewan ini terdapat di laut dan
adapula yang hidup di darat(Oermarjati, 1990).

Pernafasan bagi gastropoda yang hidup di darat
menggunakan paru-paru, sedangkan gastropoda hidup di
air bernapas dengan insang(Rusyana, 2011).

Gastropoda mempunyai alat reproduksi jantan dan
bergabung atau disebut juga ovotestes. Gastropoda adalah
hewan hemafrodit, tetapi tidak mampu melakukan
autofortilisasi. Alat eksresi berupa sebuah ginjal yang

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 146
terletak dekat jantung. Hasil ekskresi dikeluarkan melalui
rongga mantel. Sistem peredaran darah adalah sistem
peredaran darah terbuka, jantung terdiri dari serambi dan
bilik (ventrikel) yang terletak dirongga tubuh. Contoh dari
kelas ini adalah Achatina fulica (Brotowidjoyo, 1989).
2. Struktur Tubuh

Gambar 43. Bagian-bagian CangkokAchatina vulica
(Rusyana, 2011)

Tubuhnya bercangkok (concha), kebanyakan
berputar kekanan (dekstral) ada juga yang berputar kekiri
(sinistral). Putaran ini berasal dari apeks melalui whorl
sampai ke aperture. Bagian tengah yang ,erupakan sumbu

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 147

putaran disebut kollumella. Kollumella ini terlihat dari
luar (Rusyana, 2011).

Gambar 44. Anatomi Achatina vulica (Suwignyo,
2003)

Cangkok terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
a. Poriostiakum, terbuat dari bahan tanduk yang
disebut konkiolin
b. Lapisan primitik, terbuat dari kalsit atau arragonit
c. Lapisan mutiara, terdiri dari CaCO3 jernih dan
mengkilap
Menurut Oermarjati (1990) lapisan prismatik dan

periostrakum dibentuk oleh tepi pallium yang menebal,
sedangkan mutiara dibentuk oleh permukaan pallium.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 148

Pada waktu aktif tubuh menjulur dari cangkok, terdiri atas
bagian:

a. Kepala (pada ujung depan agak keventral terdapat
mulut, dua pasang tentakel yang lebih panjang
terdapat mata)

b. Leher (pada sisi sebelah kanan terdapat lubang
ginital)

c. Kaki (terdiri atas otot yang kuat untuk merapat)
d. Viskera yang belum begitu jelas batasnya (terdapat

di dalam cangkok terbentuk spiral, ditutupi oleh
mantel, pada bagian tepi cangkok dekat kaki mentel
terdapat kaki mantel menjadi lebih tebal disebut
gelangan (kollar), di bawah gelang ini terdapat
lubang pernafasan. Rongga mantel juga berfungsi
sebagai organ pernafasan.
3. Fisiologi
a. Sistem Pencernaan Makana
Makanan berupa tumbuh-tumbuhan, dipotong-
potong oleh rahang zat tanduk (mandibula), kemudian
dikunyah oleh radula. Zat-zat makanan diserap si dalam
intestin. Saluran pencernaan makanan terdiri atas rongga
mulut - faring (tempat dimana terdapat radula) – esofagus

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 149

– tembolok – labung – intestin – rektum - anus. Kelenjar
makanan terdiri atas kelenjar ludah, hati dan pankreas
(Maskoeri, 1992).
b. Sistem Peredaran Darah

Menurut Suwignyo jantung terdapat di dalam cavum
pericardi, terdiri dari dua bagian, yaitu satu atrium dan
satu ventrikel. Dari ujung ventrikel keluar aorta yang
bercabang dua yaitu:

1) Cabang yang berjalan kearah anterior, mensuplai
darah bagian tubuh sebelah anterior (kepala)
kemudian membelok kearah ventral menjadi arteri
pedalis yang mensuplai darah kebagian kaki.

2) Cabang yang berjalan kearah posterior, mensuplai
darah ke viscera, terutama ke kelenjar pencernaan,
ventrikel dan ovotestes.
Arteri bercabang-cabang yang langsung mencapai

rongga-rongga darah atau homocoelom, dikumpulkan
kembali melalui siklus venosus (pembuluh darah yang
berjalan melingkar). Circulus venosus terdiri atas dua
(masing-masing mengumpulkan arah dari daerah vescera,
daerah kaki dan kepala, kemudian darah diteruskan
keparu-paru (untuk melepaskan CO2 dan menerima

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA


Click to View FlipBook Version