The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tiaraaanastasya12, 2022-06-14 00:24:42

ZOOLOGI INVERTEBRATA

ZOOLOGI INVERTEBRATA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 250

a. Morfologi
Tubuhnya bersegmen dengan satu hingga dua pasang

pada tiap anggota badan segmennya. Terdapat segmen
Respirasi lubang yang disebut spirakel yang menuju ke
trakea. Ekskresinya dengan tubula malpighi. Myriapoda
bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi secara seksual
internal. Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu
Chilopoda dan Diplopoda (Brotowidjoyo, 1989).

System klasifikasi dapat berbeda antara satu system
dan yang lainnya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan
pendapat antara ilmuan di dunia pada system klasifikasi
tertentu Diplopoda dan Chilopoda merupakan tingkat
kelas, sedangkan pada system lain. Diplopoda dan
Chilopoda dikelompokkan dalam kelas Myriapoda
(Kimball, 1999).

b. Subkelas Chilopoda
1. Ciri-ciri umum
a) Tubuh agak gepeng

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 251

b) Memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas
(segmen) di belakang kepala dan dua
segmen terakhirnya.

c) Terdapat sepasang antena panjang yang
terdiri atas 12 segmen, dua kelompok
mata tunggal dan mulut.

Kelompok Chilopodadikenal sebagai kelabang,
tubuhnya memanjang dan agak pipih. Pada kepalanya
terdapat antena dan mulut dengan sepasang mandibula dan
dua pasang maksila. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat
kaki dan sepasang spirakel. Pasangan pertama kaki
termodifikasi menjadi alat beracun. Sengatannya
menimbulkan bengkak dan rasa sakit. Contoh hewan ini
adalah kelabang (Scolopendra morsitans) (Rusyana,
2011).

Ordo Chilopoda biasa hidup di tempat yang lembab,
di bawah timbunan sampah atau daun-daun yang
membusuk. Chilopoda berkembang biak secara kawin dan
pembuahannya internal (Rusyana, 2011).

Tubuh Chilopoda berbentuk pipih memanjang dan
berbuku-buku. Pada kepala terdapat antenna yang beruas-
ruas. Alat respirasinya adalah trakea yang bercabang-

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 252

cabang ke seluruh bagiab tubuhnya. Contoh hewan ini
adalah lipan. Lipan dapat menaklukkan mangsanya dengan
racun yang berasal dari sepasang kaki pertamanya yang
disebut cakar racun. Pada setiap segmen terdapat sepasang
kaki (Maskoeri, 1992).

Gambar 84. Scolopendra morsitans (Rusyana, 2011)
2. Struktur tubuh

Chilopoda juga sebagai centipede. Tubuhnya
secara dorsalventral pipih, terdiri dari 15-173 ruas,
masing-masing dengan satu pasang kaki, kecuali pada 2
buah segmen terakhir dan satu segmen dibelakan kepala
(Kastawi, 2005).
3. Fisiologi
a. Sistem Pernapasan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 253

Respirasi dengan trakea yang bercabang-cabang
dengan lubang yang terbuka pada hampir setiap segemen
seperti halnya pada Insecta dengan muara lubang stigma
(Rusyana, 2011).
b. Sistem Reproduksi

Alat reproduksi terpisah, pembuatan terjadi secara
internal dan alat reproduksi ini dihubungkan dengan
beberapa kelenjar asesories. Telur yang telah dibuahi
diletakkan dibawah batu, dibawah sampah, atau ditutupi
oleh tanah. Sistem reproduksi dihubungkan dengan alat-
alat pelengkap (Maskoeri, 1992).
c. Sistem Gerak

Pergerakan kelas ini tergolong cepat, dan hidup
dibawah daun-daunan, batu-batuan, dan pohon-pohonan
yang telah membusuk. Chilopoda yang hidup didaerah
tropis misalnya kelabang/lipan memiliki racun yang
berbahaya demikian pula genus scolopendra. Hewan ini
panjangnya kira-kira 25 cm, gigitannya dapat
menyebabkan rasa sakit bahkan hal serius bagi manusia
(Rusyana, 2011).

c. Subkelas Diplopoda

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 254

Hewan pada kelas ini dikenal dengan kaki seribu,
meskipun jumlah kakinya bukan berjumlah seribu. Ada
yang menyebutkan nama lain seperti luwing (Rusyana,
2011).
1) Ciri-ciri umum

a) Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas
b) Terdiri atas kepala dan badan.
c) Setiap segmen mempunyai dua pasang kaki
d) Tidak mempunyai taring bisa (Maksiliped).
2) Ciri Morfologi

Tubuhnya bulat panjang, mulutnya terdiri dari dua
pasang maksila dan bibir bawah, pada tiap segmen
tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua pasang
spirakel. Diplopoda tidak memiliki cakar beracun
karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa
organisme. Gerakkan hewan ini lambat dengan kaki yang
bergerak seperti gelombang, bila terganggu hewan ini
akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.
Contoh hewan ini adalah kaki seribu (Julus nomerensis)
(Kastawi, 2005).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 255

Gambar 85. Julus nomerensis (Rusyana, 2011)
Tubuh Diplopoda berbentuk bulat memanjang,

memiliki banyak segmen. Tubuhnya ditutupi lapisan yang
mengandung garam kalsium dan warna tubuhnya
mengkilap. Kepala memiliki dua mata tunggal, sepasang
antenna pendek, dan sepasang mandibula. Toraksnya
pendek terdiri ats 4 segmen. Setiap segmen memiliki
sepasang kaki, kecuali segmen pertama. Hewan kelompok
ini memiliki abdomen panjang, tersusun atas 25 hingga
lebih dari 100 segmen, bergantung pada spesiesnya. Setiap
segmen memiliki 2 pasang spirakel, ostia (lubang),
ganglion saraf, dan 2 pasang kaki yang terdiri atas tujuh
ruas (Kimball, 1999).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 256

Hewan yang tergolong Diplopoda tidak memiliki
system pencernaan yang lengkap. System pencernaanya
disusun oleh sustu saluran lurus dengan 2 atau 3 pasang
kelenjar ludah. Di daerah ujungnya terdapat 2 saluran
Malphigi panjang untuk ekskresi. System peredaran darah
pada Diplopoda merupakan system peredaran darah
terbuka. Alat reproduksinya dinamakan gonopod, berada
pada segmen yang ke-7. fertilisasi pada Diplopoda terjadi
secara internal. Hewan betina ordo ini membuat sarang
untuk menyimpan telur (Oermarjati, 1990).

Diplopoda hidup di tempat gelap dan lembab,
misalnya di bawah batu atau kayu yang terlindungi dari
matahari. Memiliki antenna yang digunakan untuk
menunjukkan arah gerak. Kakinya bergerak seperti
gelombang sehingga pergerakkannya sangat lambat.
Makanan ordo Diplopoda adalah sisa tumbuhan atau
hewan yang telah mengalami pembusukkan. Jika ada
bahaya, tubuhnya menggulung seperti benda mati sebagai
upaya untuk mempertahankan diri. Ordo ini memiliki
kelenjar yang dapat menyemprotkan cairan yang

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 257

mengandung sianida dan iodium untuk mengusir
musuhnya (Oermarjati, 1990).

4. Habitat
Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan

habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak
mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah
batu-batuan sistem organ myriapoda (Rusyana, 2011).
10.3.4 Kelas Insecta
1. Ciri Umum

a. Kakinya berjumlah enam buah (hexapoda).
b. Pelindung ekoskeleton yang memungkinkan untuk

bergerak dan terbang.
c. Sistem respirasi tentakel yang menghambat

hilangnya air.
d. Tubulus malphigi berfungsi mengeluarkan zat sisa

nitrogen berupa asam urat yang tercampur dengan
teses yang mengandung sedikit air.
e. Adaptasi perilaku, biokimia dan anatomi.
f. Mekanisme reproduksi termasuk tingginya
patensial biotik. Salah satu contoh adalah
Dissostera Carolina (belalang).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 258

2. Ciri-ciri Morfologi
Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala,

dada dan perut. Bagian mulut terdiri atas rahang belakang,
rahang depan, serta bibir atas dan bibir bawah. Dada
(thorax), mesothorax, dan metathorax, pada segmen
terdapat sepasang kaki. Kaki berubah bentuk disesuaikan
dengan fungsinya. Perut (abdomen) memiliki 11 ruas atau
beberapa ruas saja (Oermarjati, 1990).
3. Anatomi dan Fisiologi

System organ yang dimiliki oleh belalang sama
seperti yang oleh tingkat tinggi. System tersebut terletak
dalam rongga tubuh yang terisi darah (homocoel)
(Rusyana, 2011).

System otot yang dimiliki belalang tergolong otot
lurik, bersifat sangat lunak dan lembut. Tetapi cukup kuat
didaerah perut otot tersebut tersusun segmen sedangkan
kepala dan dada tidak tersusun bersegmen-segmen, otot
ini berfungsi untuk membantu gerak mandibula sayap,
kaki didaerah metatoraks dan ovipositor (Oermarjati,
1990).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 259

Gambar 86. Struktur Morfologi dan Anatomi
Belalang (Rusyana, 2011)

Belalang memiliki eksoskeleton yang berfungsi
melindungi organ-organ dalam eksoskeleton berupa
kutikula yang terdiri atas zat kitin dan terbagi atas segmen-
segmen antara segmen yang satu dengan segmen yang
lainnya terdapat saluran yaitu bagian yang lunak berfungsi
untuk mempermudah gerakan abdomen, sayap, kaki, dan
antena. Setiap segmen tubuh tersusun atas potongan-
potongan terpisah yang dikenal dengan skelereit
(Rusyana, 2011).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 260

System respirasi, trakea yang bercabang-cabang
membentuk yang membawa udara keseluruh tubuh.
Trakea terdiri dari selaput yang berkitin (Rusyana, 2011).

System pencernaan meliputi mulut, usus tengah dan
usus belakang. Usus dan terdiri dari faring yang
merupakan kelanjutan dari mulut yang terletak didaerah
kepala yang disetiap sisinya terdapat kelenjar ludah,
kemudian esophagus yang membesar membentuk
tembolok dan terletak didaerah mesot oraks dan
metatoraks. Usus tengah meliputi lambung-lambung yang
terdapat hasil ekskresi sedangkan usus belakang tersusun
atas usus yang membesar dan usus kecil yang meluas
kedalam rektum, dan anus sebagai muara terakhir saluran
pencernaan (Kimball, 1999).

System ekskresi pada serangga bergantung pada
tubulus malphigi dan sektumnya. Tubulus malphigi
umumnya berwarna kuning dan memiliki otot untuk
menjaga pergerakannya didalam homocoel. Pada dasarnya
adanya kemampuan tubulus malphigi untuk
mengsekresikan asam urat dan sangat sedikitnya
kehilangan cairan tubuh dalam proses ekskresi merupakan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 261

faktor penting dalam keberhasilan serangga hidup
didaerah terestial (Kimball, 1999).

System saraf otak terletak di kepala bagian dorsal.
Terdiri atas 3 pasang ganglion yang berdifusi. Ganglion-
ganglion tersebut berperan mengatur mata, antena, dan
labrum (Maskoeri, 1992)

Menurut Rusyana (2011) system reproduksi genis
perkembangan belalang dikenal sebagai metamorphosis
sederhana, yaitu tahap perkambangan dari telur sampai
menjadi dewasa melalui tahap-tahap tertentu. Ada dua
macam metamorphosis yaitu:
a. Metamorfosis sempurna (holometabola)

Diawali dari telur kemudian larva setelah larva
menjadi kepompong (pupa) setelah itu dewasa
(imago).Contoh: lebah dan kupu-kupu
b. Metamorfosis tidak sempurna
Diawali dari telur kemudian ninva setelah itu
imago.Contoh: belalang dan kecoak
4. Klasifikasi Insecta

Menurut Kastawi (2005) berdsarkan
metamorfosisnya, serangga dibedakan atas tiga kelompok
yaitu, ametabola, hemimetabola dan holometabola.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 262

a. Ametabola, tidak mengalami metamorphosis
b. Hemimetabola, yaitu mengalami metamorfosis,

tapi tidak sempurna. Dengan kata lain, serangga
muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama.
Dalam daur hidupnya hemimetabola mengalami
tahapan perkembangan sebagai berikut:
Telur Nimfa (serangga muda yang mempunyai sifat dan
bentuk sama dengan dewasanya) Imago (dewasa) ialah
fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ
tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta
sayapnya.
Kelompok hemimetabola meliputi beberapa ordo,
yakni:
Ordo 1 Achyptera atau Isoptera, Karakteristik ordo ini
yaitu melakukan metamorfosis tidak sempurna,
mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama
bentuknya, kedua sayap tipis seperti jaringan. tipe
mulut menggigit. Contohnya: Reticulitermis
flavipes (rayap atau anai-anai)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 263

Gambar 87. Reticulitermis flavipes (rayap atau
anai-anai) (Kastawi, 2005)

Ordo2 Octthoptera ( serangga bersayap lurus). Ciri-
cirinya memiliki satu pasang sayap, hewan jantan
mengerik dengan menggunakan tangkai
belakangnya pada ujung sayap depan, hewan
betina mempunyai ovipositor pendek, tipe mulut
menggigit. Contohnya, belalang, kecoak, dan
jangrik.

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 264

Gambar 88. Morfologi dan Anatomi Belalang
(Rusyana, 2011)

Ordo 3 odonata, Ordo ini mempunyai dua pasang sayap,
tipe mulut mengunyah, metamorfosis tidak
sempurna, antenanya pendek, larva hidup di air,

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 265
bersifat karnivora. Contohnya, Capung (Aestina
sp)

Gambar 89. Capung (Kimball, 1999)
Ordo 4 Hemiptera, mempunyai dua pasang sayap, tipe

mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis tidak
sempurna. Contohnya, kutu busuk, walang sangit.
Ordo 5 Homoptera, mempunyai dua pasang sayap, tipe
mulut mengisap, sayap depan dan sayap belakang
sama, bentuk transparan, metamorfosis tidak
sempurna. Contohnya, wereng hijau (Nephotetix
apicalis) dan kutu daun (Aphid sp).

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 266

Gambar 90. Kutu daun (Aphid sp) (Kimball, 1999)
c. Holometabola, yaitu metamorfosis sempurna, yang

dimulai dari:
Telur larva pupa imago.

Berdasrkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok
holometabola contohnya:

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 267

Ordo 1 Neuroptera (serangga bersayap jala), Ciri serangga
ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua
pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti
jala.
Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna
(siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong),
imago.

Gambar 91. Undur-undur (Kimball, 1999)
Ordo 2 Lepidoptera (bersayap sisik), mempunyai 2 pasang

sayap yang dilapisi sisik. Metamorfosis sempurna,
yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva –
kepompong (pupa) – imago. Sering juga disebut
ngengat. Hidup aktif pada malam hari. Jika

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 268
hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk
otot. Contohnya:

Gambar 92. Acharonitra lachesis (kupu-kupu
tengkorak) (Kimball,1999)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 269

Gambar 93. Bombyx mori (ngengat sutera)
(Kimball,1999)

Ordo 3 Diptera (serangga bersayap dua
buah/sepasang),mempunyai sepasang sayap
depan, dan satu pasang sayap belakang berubah
menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.
Mengalami metamorfosis sempurna. Tipe mulut
ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan
mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai
disebut probosis. Contohnya: Lalat (Musca
domestica)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 270

Gambar 94. Musca domestica (Kimball, 1999)
Ordo 4 Coleoptera(bersayap perisai), mempunyai dua

pasang sayap. Sayap depan keras, tebal dan
mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap
belakang seperti selaput. Mengalami metamorfosis
sempurna. Tipe mulut menggigit. Contoh: Kumbang
kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk
kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.

Gambar 95. Orytec rhynoceros (Kimball, 1999)
Ordo5 Siphonoptera (bangsa pinjal), serangga ini tidak

bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk
meloncat.Mempunyai mata tunggal.Tipe mulut
mengisap.Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 271
antara kepala, dada dan perut tidak
jelas).Metamorfosis sempurna.Contoh:

Gambar 95. Ordo Siphonoptera (Kimball, 1999)
Ordo 6 Hymenoptera (bersayap selaput), mempunyai dua

pasang sayap, tipis seperti selaput.Tipe mulut
menggigit dan menjilat. Contoh:
1. Apis indica (lebah madu, biasa dipelihara manusia)

Gambar 96. Apis indica (Kimball, 1999)

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 272

2. Apis dorsata (lebah madu yang hidup di lubang
kayu)

3. Apis melifera (lebah madu terbesar, biasa disebut
lebah gung)

4. Oecophyla smaragdina (semut rangrang)

DAFTAR PUSTAKA
Bernes, R.D. 1994. Invertebrata Zoology 6th Edition.

USA:Saunders College Publishing
Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1998. Zoologi Dasar.

Yogyakarta: Erlangga
Gandahusada, Srisasi. 1998. Parasitologi Kedokteran.

Jakarta: Universitas Indonesia
Jutje S, Lahay. 2006. Zoologi Invertebrata. Makasar:

Universitas Negeri Makasar
Kastawi, Yusuf. 2005. Zoologi Invertebrata. Makasar:

Universitas Negeri Makasar

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA

ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 273

Kimball, Jasin. 1999. Biology, Fift Edition. Bogor:
Erlangga

Maskoeri, Jasin. 1992. Zoologi Invertebrata.Surabaya:
Sinar Wijaya

Oemarjati, Boens. 1990. Taksonomi Zoologi Avertebrata
Praktikum Laboratorium. Jakarta: Universitas
Indonesia

Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata. Bandung:
Alfabeta

Suwignyo, Sugiarti. 2003. Avertebrata Air Jilid 1. Jakarta:
Swadaya

Tritjosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Umum
(Dasar-dasar Taksonomi Tumbuhan).
Yogyakarta: Gadjamada Universitas Press

Yusminah, Hala. 2007. Bilogi Umum 2. UIN: Alaudin
Prees

TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA


Click to View FlipBook Version