ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 50
menyebabbkan penyakit malaria, ditemukan oleh Charles
Laveran, Ronald Ross dan Grassi, ditularkan oleh nyamuk
Anopheles (Rusyana, 2011).
Berkembang biak secaraa vegetatif didalam tubuh
nyamuk. Didalmn tubuh nyamuk gametosit yang terisap
nyamuk akan berubah menjadi mikro dan makrogamet.
Mikrogamety (gametosit jantan) bentuk kecil memanjang
dengan makrogamet (gametosit betina) bentuk bulat
(Kimball, 1999).
Perkawinan antara mikro dan makrogaamet
menghaailkan suatu zigot. Zigot membentuk ookinet
didalam dinding usus nyamuk, inti ookinet membelah
menjadi banyak bagian (sporogoni), kemudian masing-
masing bagian protoplasmanya menjadi sporozoit.
Sporozoit kemudian meninggalkan gelembung menyebar
didalam alat pencernaan dan sampai di kelenjar ludah
nyamuk (Kimball, 1999).
sporozoit akan masuk dalam tubuha manusia jika
nyamuk menusuk/menggigit manusia,. Didalam tubuh
manusia sporozoit akan menyerang sel hati (siklus
eksoerytrosik), kemudian menyerang erytrosit (siklus
erytrosik) (schizogony), sporulasi. Pada sporulasi, satu
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 51
nukleus (inti) membelah berulang-ulang dan setiap inti
yang terjadi diikuti bagian-bagian sitoplasma (Kimball,
1999).
Morozoit menyerang sel-sel darah merah baru dan
berulanglah pembiakan secara vegetatif lagi. Setelah
pembiakan vegetatif terjadi berulang-ulang dan diantara
morozoit-morozoit yang telah ada didalam sel-sel darah
merah itu ada yang berubah menjadi gametosit (sel
kelamin) yang dapat terisap oleh nyamuk bila menggigit
penderita, kemudian berubahj menjadi mikrogamet dan
makrogamet (Brotowidjoyo, 1989).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 52
BAB III
FILUM PORIFERA
3.1 Definisi
Porifera (latin: porus= pori, fer= membawa),
tubuhnya berfori, diploblastik, simetri radial, tersusun atas
sel-sel yang bekerja secara mandiri (belum ada kordinasi
antara sel yang satu dengan sel-sel yang lainnya)
(Rusyana, 2011).
3.2 Ciri Umum
Fase dewasa bersifat sesil (menetap pada suatu
tempat tanpa mengadakan perpindahan) dan berkoloni.
Habitat umumnya air laut dan ada yang di air tawar (Filum
Spongilidae). Bentuk tubuh kipas, jambangan bunga,
batang globular, genta, terompet dan lain-lain.
Mempunyai rongga sentral (spongocoel) (Suwignyo,
2005).
Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling
sederhana. Porifera sudah terdapat pembagian tugas
kehidupan (diferensiasi), hal ini mencirikan organisme
tersebut mempunyai tingkah yang lebih tinggi dari filum
protozoa. Porifera hidup secara heterotrof, makanannya
adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 53
ketubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut
juga sebagai pemakan cairan (Tritjosoepomo, 2009).
Anggota filum porifera tidak aktif, tidak bertangkai
(tumbuh pada pangkalnya). Bunga karang mempunyai
bunga sentral atau ruang gastral yang berfungsi sebagai
kloaka. Ruang gastral dikelilingi oleh dinding yang
ditembus oleh sejumlah saluran yang tersusun majemuk.
Ruang gastral terbuka pada ujung tubuh bunga karang.
Muara ruang sentral disebut oskulum. Butir-butir makanan
mikroskopis melewati saluran dan masuk keruang gastral
dengan bantuan gerakan-gerakan flagelum sel dari pada
dinding ruang gastral tersebut (Tritjosoepomo, 2009).
Terdapat skeleton pada bunga karang yang terdiri
dari kalsium, atau silika yang menyokong organisme
tersebut. Porifera tidak memiliki spesialisasi sistem organ.
Bunga karang terdiri dari koloni individu-individu hewan
yang berasal dari tunas-tunas induk (Rusyana, 2011).
Bunga karang bersifat diploblastik, terdiri dari dua
lapisan sel tunas, tetapi bukan sebagai ektoderm dan
endoderm, melainkan sebagai epidermis dan sel-sel leher.
Bunga karang bersifat hemaprodit (Rusyana, 2011).
3.3 Ciri Morfologi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 54
Menurut Suwignyo (2003) tubuhnya diploblastik, tersusun
atas:
1. Lapisan luar (epidermis=epithelium dermal) terdiri
atas pinakosit=pinako-dema (bentuk sel-sel polyglona
yang merapat);
2. Lapisan dalam, terdiri atas jajaran sel berleher
(koanosit). Sel koanosit berfungsi sebagai organ
respirasi dan mengatur pergerakan air. Diantara
lapisan luar dan lapisan dalam terdapat mesophyl
(mesoglea). Didalam mesoglea terdapat organel-
organel:
a. Galatin protein metrik
b. Amubosit (sifatnya mobil/mengembara)Sel
amubosit berfungsi untuk:
1) Transportasi O2 dan zat-zat makanan,
ekskresi
2) Penghasil gelatin
c. Arkeosit merupakan sel amubosit yang tumpul dan
dapat membentuk sel-sel reproduktif
d. Porosi/miosit terletak disekitar pori dan berfungsi
untuk membuka dan menutup pori
e. Skleroblast berfungsi untuk membentuk spikula
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 55
f. Spikula merupakan unsur-unsur pembentuk tubuh
Gambar 12. Struktur Tubuh Porifera (tipe Askon)
(Rusyana, 2011)
3.3 Fisiologi
3.4.1 Sistem Pencernaan
Porifera bersifat holozoik dan saprozoik.
Partikel-partikel makanan menempel pada kolar.
Pada saat itu makrovil-makrovil koanosit bertindak
sebagai filter. Makanan yang telah disaring oleh filter
diolah didalam vakuola makanan dengan bantuan
enzim-enzim pencernaan (karbohidrase, protease dan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 56
lipase). Vakuola kemudian mengadakan gerakan
siklosis (dalam rangka mengedarkan sari-sari
makanan didalam sel koanosititu senfdiri). Setelah itu
zat-zat makanan akan diedarkan ke sel-sel tubuh
vdengan cara difusi dan osmosis oleh amubosit
(Brotowidjoyo, 1989).
Porifera memakan partikel-partikel dan
mikroba yang sangat halus yang tersuspensi dalam
air. Bahan organik tersebut merupakan lelapukan atau
sisa-sisa tubuh organisme yang telah mati diantara
partikel-partikel halus yang makan tersebut kira-kira
20 persennya berupa bakteri, dinoflagellata dan
plankton-plankton halus (Brorowidjoyo, 1989).
3.4.2 Sistem Pernafasan
Alat pernafasan terdiri atas sel-sel pinakosit
(bagian luar) dan koanosit (bagian dalam). Oksigen
yang telah ditangkap oleh kedua jenis sel tersebut
diedarkan keseluruh tubuh oleh sel-sek amubosit
(Suwignyo, 2003).
Spons tidak mempunyai organ pernafasan
khusus, namun dalam hal reproduksi bersifat aerobik.
Hewan spons bersifat sesil (tidak mengadakan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 57
perpisahan tempat) sepenuhnya hidup tergantung
akan kaya tidaknya kandungan material (oksigen,
partikel makanan) dan air yang merupakan medianya,
maka ketika porifera masi dalam fase larfa yang
sanggup mengadakan pergerakan mengembara kian-
kemari dengan bulu-bulu getar, akan memilih tempat
yang strategis dalam arti yang kaya akan kandungan
material yang dibutuhkan untuk kepentingan hidup
(Rusyana, 2011).
3.4.3 Sistem Ekskresi
Pembuangan sisa-sisa metabolisme atau
sampah kubuh, hewan spons belum mempunyai alat
khusus. Zat-zat yang berupa butir-butir itu
dikeluarkan dari lingkungan internal tubuhnya oleh
amoebosit, kemudian keluar melalui saluran air
melewati oskulum (Brotowidjoyo, 1989).
3.4.4 Reproduksi
Porifera ada yang bersifat monosiosus
(hermafrodit) dan ada juga yang bersifat diosious.
Berkembang biak dilakukan secara seksual dan non
seksual (Kastawi, 2005).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 58
a. Perkembangbiakan Seksual
Perkembangbiakan secara seksual belum
dilakukan alat kelamin khusus. Ovum maupun
spermatozoid berkembang dari sel-sel amubosit khusus
yang disebut arkeosit. Ovum yang belum atau telah
dibuahi oleh spermatozoid tetap tinggal didalam tubuh
induknya (mesoglea), setelah terjadi pembuahan zigot
akan melakukan pembuahan berulangkali, akhirnya
terbentuk larva berambut getar yang disebut
ampliblastula dan ampliblastula kemudian akan keluar
dari dalam tubuhnya melalui oskulum. Setelah
ampiblastula tiba dilingkungan eksternal, dengan rambut
getarnya kemudian ia akan berenang-renang mencari
lingkungan yang bisa menjamin kelangsungan hidupnya
(kaya akan O2 dan zat-zat makanan) (Kastawi, 2005).
Larva kemudian akan berubah menjadi
parenchymula. Bila telah menemukan tempat yang
sesuai, maka akan melekatkan diri pada suatu objek
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 59
tertentu dan selanjutnya tumbuh menjadi porifera baru
(Kastawi, 2005).
b. Perkembangbiakan non seksual
Menurut Kastawi perkembanbiakan nonseksual
dilakukan dengan cara:
1. Membentuk tunas atau kuncup kearah luar yang
kemudian memisahkan diri dari induknya dan
hidup sebagai individu baru.
2. Membentuk kuncup kearah dalam (gemul=butir
benih). Cara ini terjadi sebagai penyesuaian diri
terhadap lingkungan yang kurang
menguntungkan. Gemul dibentuk dari sel
arkeosit, dikelilingi oleh dinding tebal dari kitin
dan diperkuat oleh spikula, serta dilengkapi oleh
zat makanan. Cara reproduksi demikian
umumnya ditemukan pada porifera yang hidup
diair tawar.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 60
Gambar 13. Reproduksi Seksual Porifera (Rusyana,
2011)
3.4.5 Sistem Saluran Air
Sistem saluran air dimulai dari pori dan diakhiri
pada lubang keluar utama yang disebut oskulum, air yang
berasal dari segala jurusan tubuh itu terlebih dahulu
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 61
ditampun didalam rongga sentral (spongocoel) (Rusyana,
2011).
Gambar 14. Saluran Air Porifera (Suwignyo, 2003)
Fungsi saluran air adalah:
a. sarana dalam penyelenggaraan pertukaran
zat(partikel-partikel makanan O2, CO2 dan zat-zat
sisa metabolisme dari daerah eksternal kedaerah
internal dan sebaliknya)
b. sarana dalam pengeluaran benda-benda reproduksi
dan penyebaran generasi.
Sehubungan dengan aliran air ini, porifera dalam
ukuran sedang (10 cm), setiap harinya tidak kurang dari
2640 m3 air keluar masuk dari tubuhnya. Pada leuconia
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 62
(leucandra), tipe leocon dengan tinggi 10 cm, diameter 1
cm, dengan jumlah flagel 2.250.000, dapat memompa air
sebanyak 22,5 liter/hari dan kecepatan air yang keluar dari
oskulum sebesar 8,5 cm/detik (Rusyana, 2011).
3.5 Klasifikasi
Berdasarkan bahan pembentuk karangka tubuhnya
serta spikula, porifera terdiri atas 3 kelas dan 12 ordo
(Rusyana, 2011).
3.5.1 Kelas Calcarea
Bunga karang dengan spikulum-spikulum dari kapur.
Contoh: Grantia dan Leucosoelenia
1. Morfologi
Bentuk silindris, panjang sekitar 2,5 cm. Banyak
terdapat di pantai lautan atlantik. Ruang gastral berupa
sikon, yaitu saluran tersusun radial, paralel satu dengan
yang lainnyadan dihubungkan satu dengan lainnya oleh
lubang-lubang kecil (prosopil). Dinding sel saluran radial
berflagelum, berfungsi untuk mencerna makanan
(Rusyana, 2011).
Makanan terdiri dari plankton, hewan atau
tumbuhan kecil dan bahan organik. Air mengalir masuk
melalui prosopil terus kesaluran radial dan keluar lagi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 63
melalui kloaka (apopil) selanjutnya keoskulum. Bunga
karang yang panjangnya kira-kira 10 cm dapat
mengalirkan 100 liter air sehari. Skeleton terdiri dari
spikulum-spikulum yang terbuat dari kapur. Spikulum itu
monoakson atau triakson (Kastawi, 2005).
2. Reproduksi
Secara aseksual, dengan membentuk tunas eksternal
yang memisahkan diri dan berdiri sendiri. Tunas dapat
pula terjadi internal, yang disebut gummula. Jika kondisi
buruk, misalnya kekeringan, hewan induk mati dan
gemmula mampu bertahan hidup serta kelak tumbuh
menjadi bunga karang baru (Brotowidjoyo, 1989).
Secara seksual, dengan membentuk gamet jantan
dan gamet betina. Grantia bersifat hermafrodit. Hasil
persatuan dua macam gamet kemudian membentuk
embrio yang akan beranak keluar melalui oskulum dari
induknya. Embrio tumbuh mencapai stadium gastrula,
kemudian melekatkan dirinya pada suatu benda keras dan
menjadi dewasa (Rusyana, 2011).
Keseluruhan bunga karang tidak bergerak, tetapi
oskulum dapat menutup. Kemampuan regenerasi bunga
karang sampai besar. Bunga karang yang diperas melalui
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 64
saluran lembut, akan berkumpul kembali dengan gerakan
amoeboid dan kembali menjadi bunga karang seperti
semula (Brotowidjoyo, 1989).
3. Manfaat Bunga Karang
Sejak zaman dahulu orang menggunakan bunga
karang untuk alat membersihkan badan (spongia), untuk
mencuci barang dan sebagainya. Dipakai sebagai alat
pembersih adalah skeletonnya, yang tidak lagi
mengandung preotoplasma. Setelah diambil dari dasar
laut, bunga karang dipukuli, kadang-kadang diputihkan
dengan obat dipotong-potong dan dikeringkan. Penghasil
spongia adalah negara-negara sekitar laut tengah, India
dan Florida (Tritjosoepomo, 2009).
Gambar 15. Leucosolenia veriabilis (Rusyana, 2011)
3.5.2 Kelas Hexactinellida
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 65
Hewan yang termasuk kelas Hexactinellida hidup
dilaut dan sering disebut bunga karang gelas
(Hyalospongiae). Bunga karang gelas mempunyai
spikula-spikula yang tersusun menjadi enam jejari polong
(Hexactine). Panjang tubuh mencapai hampir 1 m. Hidup
di laut dengan kedalaman 100 m sampai 4500 m. Contoh
Euplectella aspergillum (“venus”flawer)(Rusyana, 2011).
Gambar 16. Euplectella aspergillum (Rusyana, 2011)
Gambar 17. Hyalonema sp. (Rusyana, 2011)
3.5.3 Kelas Demospongiae
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 66
Anggota kelas demospongiaehidup dalam air tawar
dan dalam laut, dengan spikula-spikula yang berbentuk
serabut-serabut sebagai spongia atau serabut spongin atau
silika dan tidak tersusun menjadi enam buah jejari, contoh
yang hidup dalam air tawar: Spongila sp yang merupakan
komoditi perdagangan dan yang hidup di air laut
contohnya: Spongia (Euspongia), yang banyak digunakan
untuk membersihkan kulit pada waktu mandi (Rusyana,
2011).
Gambar 18. Chandrosia (Rusyana, 2011)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 67
Gambar 19. Spongia lamella (Rusyana, 2011)
Menurut Rusyana (2011) porifera dibedakan
menjadi tiga buah tipe berdasarkan tempat proses
terjadinya pengambilan zat-zat makanan atau sistem
saluran air, yaitu:
a. tipe ascon
Merupakan tipe yang palin sederhana, proses
pengambilan zat-zat makanan terjadi didalam
spongocoela. Contoh dari tipe ini adalah
Leucosolenia.
b. tipe sikon
Proses pengambilan makanan terjadi didalam
rongga berflagel. Contoh dari tipe ini adalah Scypha.
c. tipe rhagon/leucon
Proses pengambilan zat-zat makanan terjadi di
kamar (ruang) kecil yang berflagel yang terdapat
dibagian tengah berasal dari koanosit-koanosit yang
melapisi dinding kamar/ruang tersebut.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 68
Gambar 20. Sistem Saluran Air Tipe Askon, Tipe
Sikon,Tipe Rhagon (Rusyana, 2011)
4. Manfaat Porifera
Porifera belum memiliki nilai ekonomis di
Indonesia, akan tetapi di Amerika telah terdapat pabrik-
pabrik spons dari golongan Demospongia yang dapat
dimanfaatkan untuk alat pembersih (Rusyana, 2011).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 69
BAB IV
FILUM COELENTERATA
4.1 Definisi
Coelenterata berasal dari bahasa Yunani: koiles +
enteron ; koiles = rongga, enteron = usus, sehingga sering
disebut hewan berrongga. Coelenterata merupakan hewan
yang tidak mempunyai usus yang sesungguhnya, tetapi
pemberian nama dangan istilah “hewan berrongga” itupun
masih belum tepat mengingat Coelenterata adalah hewan
yang tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya
(coelem), yang dimiliki hanyalah rongga sentral yang ada
di dalam tubuh yang disebut coelenteron. Coelenterata
merupakan alat yang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat
pencernaan makanan dan sebagai alat pengedar sari-sari
mkanan keseluruh bagian tubuh (Maskoeri, 1992).
Coelenterata umumnya hidup dilaut, hanya
beberapa jenis yang hidup di air tawar. Siklus hidupnya
dapat berbentuk polip yaitu hidup menempel pada suatu
substrat atau berbentuk medusa yang bebas berenang.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 70
Bentuk polip tubuhnya berbentuk silindris, bagian
proksimal melekat, bagian distal mempunyai mulut yang
dikelilingi, bagian distal mempunyai mulut yang
dikelilingi tentakel, mulut bermuara kedalam rongga
gastrovaskuler atau enteron yang berfungsi sebagai
pencerna makanan dan mengedarkan sari-sari makanan
(Jutje, 2006).
Medusa umumnya berbentuk seperti payung atau
lonceng, tentakel menggantung pada permukaan paying.
Tentakel berfungsi untuk menangkap makanan, alat gerak
dan mempertahankan diri. Susunan saraf berupa anyaman
sel-sel saraf yang tersebar secara difusi. Coelenterata
merupakan hewan yang belum memilki anus (Jutje, 2006).
Ubur-ubur muda dikenal karena bentuk unik yakni
seperti payung dengan warna putih/bening , ukuran relatif
besar sering ditemukan di tepi pantai dan banyak
dimanfaatkan untuk kerupuk ubur-uburberupa
gastrovaskular (Yusminah, 2007).
4.2 Ciri Umum
Menurut Rusyana (2011) ciri umum filum
coelenterata, yaitu:
1. Struktur tubuh diploblastik, terdiri atas:
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 71
a. Lapisan luar (ektoderm), berfungsi untuk
melindungi tubuh dari sensasi
b. Lapisan dalam (endoderm/gastrodermis),
berfungsi sebagai alat sekresi dan pencernaan
makanan
2. Tidak mempunyai kepala, anus, alat peredaran
darah, alat ekskresi, dan alat respirasi
3. Memiliki mulut, dikelilingi tentakel
4. Bersel banyak, simetri radial
5. Belum mempunyai pusat susunan saraf
(mempunyai saraf difus)
6. Sistem pencernaan makanan dilakukan secara
intrasel dan ekstrasel
7. Hidupnya bersifat polymorpisme atau
metagenesis, terdiri atas bentuk polip dan modusa
a. Polip (berbentuk tabung, menetap pada suatu
objek dan umumnya tidak dapat berpindah
tempat dan umumnya berkembangbiak secara
vegetatif);
b. Medusa (berbentuk payung, hidup bebas,
umumnya bberkembang biak secara generatif)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 72
8. Jenis kelamin: monoecious atau dioecious,
larvanya disebut planula
9. Sistem gerak dilakukan oleh sel-sel
epiteliomuskuler yang terdapat pada lapisan
ektoderm dan pada bagian dasar gastrodermis
10. Habitatnya di air tawar. Contoh yang hidup di air
tawar adalah Hydra.
11. Rangka luar tersusun dari zat kapur atau kitin.
Gambar 21. (a) Polip, (b) Medusa (Rusyana, 2011)
4.3 Klasifikasi
4.3.1 Kelompok Cnidaria
a. Kelas Hydra
Berbentuk koloni-koloni kecil dengan bentuk
polip dominan, seluruh koloni terdiri dari polip.
Beberapa jinis polip membentuk medusa dengan jalan
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 73
pembentukan tunas, medusa mempunyai volum, yaitu
bentuk serupaa laci dalam payung tidak bertakik
(bercelah). Contohnya yaitu Hydra, Obelia dan
Gonionemus (Rusyana, 2011).
1. Karakteristik
Tubuh bentuk seperti tabung(panjang 5-10 m,
garis tengah karang lebih dari 22 mm); hidup
bertanduk polip; permukaan mulut disebut ujung oral,
dan permukaan tempat untuk melekatkan diri disebut
ujung oberal; mulut dikelilingi tentakel (setiap spesies
tidak sama jumlahnya, ada yang 6 atau 7 buah tentakel,
panjang 1-20 mm) (Rusyana, 2011).
Reproduksi dilakukan secara aseksual (dengan
pembentukan tunas) dan seksual(dengan pembentukan
testes dibagian atas dan ovum dibagian bawah).
Persatuan antara spermatozoid dengan ovum
membentuk zigot, zigot akhirnya tumbuh menjadi
individu baru (Rusyana, 2011)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 74
Gambar 22. Struktur Tubuh Hydra (Rusyana, 2011)
Baik spermatozoid maupun ovum dibentuk dalam
suatu tubuh sehingga disebut hermafrodit. Dinding tubuh
terdiri atas dua lapis (diploblastik), yaitu lapisan luar
(epidermis) dan lapisan dalam (gastrodermis) (Yusminah,
2007).
Lapisan luar atau epidermis tersusun atas sel-sel
kubus dan ditutupi dengan kutikula yang tipis serta
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 75
transparan, kecuali epidermis dibagian aboral (Rusyana,
2011).
a. Lapisan luar (epidermis)tersusun atas lima buah tipe
sel, yaitu:
b. Sel epiteliomuskuler
Sel epiteliomuskuler berfungsi antara proteksi
dan kontraksi. Sel epiteliomuskuler pada ujung
bebas melekat satu dengan yang lain. Ujung yang
melekat pada mesoglea mengandung beberapa
serabut kontraktil. Sel-sel epiteliomuskuler tersusun
secara longitudinal (mengikuti sumbu panjang
tubuh) menonjol keluar pada kedua belah sel,
sehingga tersebut berbentuk seperti huruf T.
c. Sel Interstitial
Sel interstitial bentuknya oval, berukuran
kecil, terletak dibagian dasar diantara sel-sel
epiteliomuskuler. Fungsi sel interstitial adalah;
1. Pembentuk knidoblast
2. Pembentuk tunas (bertindak sebagai sel formatif)
3. Pembentuk sel-sel kelamin
4. Regenerasi dan perbaikan sel-sel yang rusak.
5. Knidoblast (sel jelatang)
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 76
Di dalam knidoblast terdapat nematoksit. Biasanya
sel jelatang diantara sel-sel epiteliomuskuler, tetapi sel
jelatang yang terdapat dibagian tentakel didalam sel
epiteliomuskuler. Sel-sel epiteliomuskuler yang memiliki
sel jelatang khusus diberi nama sel indus semang atau sel
baterai (Rusyana, 2011).
Nematoksit terdiri dari 4 tipe, yaitu:
a) Penetran (mempunyai benang yang panjang, pada
bagian pangkal terdapat 3 duri yang panjang dan 3
baris duri)
b) Volvent (mempunyai benang vyang pendek dan
tebal)
c) Streptilne glutinant (mempunyai benang yang
panjang dan duri kecil)
d) Streoline glutinant (mempunyai benang yang lurus
dan berduri)
Penetran dan volvent berfungsi untuk menangkap mangsa,
sedang styreptoline dan stereoline glutinant berfungsi
untuk membantu pergerakan.
d. Sel Sensori dan Sel Saraf
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 77
Sel sensori terutama terdapat dibagian tentakel
dan knidoblas dan diantara sel-sel epiteliomuskuler.
Sel-sel saraf kurang lebih sama dengan multipolar
neuron, terletak dibagian dasar epidermis (Rusyana,
2011).
e. Sel-sel sekresi kelenjar masuk
Sel-sel sekresi kelenjar masuk terletak
terutama pada bagian basal (ujung aboral) Hydra.
1) Lapisan Gastrodermis
Sel-sel yang terdapat pada lapisan gastrodermis
adalah:
(a) Sel epiteliomuskuler (disebut juga sel-sel
nutrisi, mempunyai flagel dan dapat
membentuk pseudopodia);
(b) Sel-sel kelenjar (terletak diantara sel nutrisi,
berfungsi menghasilkan enzim pencernaan)
(c) Sel-sel sensori (sensori pada lapisan
gastrodermis sama seperti di dalam lapisan
epidermis tetapi jumlahnya lebih sedikit);
(d) Sel-sel interstitial (jumlahnya tidak banyak).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 78
Didalam gastrodermis dan epidermis terdapat
lapisan mesoglea, sel ini sangat membantu dalam
kelenturan gerakan Hydra.
2. Fisiologi
a) Sistem Metabolisme
Hydra bersifat holozoik, makanannya berupa
Cyclops, Daphnia, Larva insekta, Annelida atau
zooplankton ditangkap tentakel dan dilumpuhkan oleh
nematokist, kemudian ditelan masuk kedalam rongga
gastrovaskuler. Di dalam rongga gastrovaskuler makanan
tadi akan dicerna dengan bantuan enzim tripsin yang
dikeluarkan oleh sel kelenjar (pencernaan ekstrasel). Sel-
sel nutrisi segera membentuk pseudopodia dan
menangkap zat-zat makanan yang diolah secara ekstrasel.
Makanan dicerna lagi di dalam vakuola makanan
(pencernaan intrasel), kemudian zat-zat makanan
diedarkan keseluruh tubuh secara difusi. Sisa-sisa zat
metabolisme dan makanan yang tidak dapat dicerna
dikeluarkan kembali melalui mulut (Maskoeri, 1992).
b) Sistem Respirasi dan Ekskresi
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 79
Belum memiliki organ khusus untuk respirasi dan
ekskresi, sehingga pada bagian basal (ujung aboral)
banyak penumpukan sisa-sisa ekskresi. Respirasi dan
ekskresi dilakukan secara difusi melalui seluruh
permukaan tubuhnya (Maskoeri, 1992).
c) Sistem Reproduksi
Menurut Suwignyo (2003) reproduksi dilakukan
secara seksual dan aseksual.
1) Perkembangbiakan seksual dilakukan dengan
membentuk testes dibagian atas dan ovarium
dibagian bawah. Dalam reproduksi seksual
beberapa spesies ada yang bersifat diocidous dan
ada pula yang bersifat monoecious (hermaprodit).
Kebanyakan Hydra bersifat diocious.
2) Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan
dengan pembentukan tunas pada dinding tubuhnya
yang kemudian melepaskan diri menjadi Hydra
baru.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 80
Gambar 23. Reproduksi Seksual dan Perkembang
Biakan Hydra (Rusyana, 2011).
Gambar 24. Reproduksi Aseksual dan Perkembang
Biakan Hydra (Rusyana, 2011).
b. Obelia
Menurut Rusyana (2011) Obelia merupakan
Coelenteratta laut yang berkalori. Bentuk kehidupannya
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 81
dapat berupa polip dan medusa. Obelia memiliki dua jenis
polip yaitu:
1. Hydranth (merupakan polip yang berfungsi untuk
mengambil zat-zat makanan. Hydranth terdiri atas
bagian-bagian:
a) Tentakel
b) Mulut
c) Hypostoma
d) Hydroteka
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 82
Gambar 25. Struktur Hydrant Obelia (Rusyana, 2011)
2. Gonangium (merupakan polip yang berfungsi
untuk melakukan reproduksi, dimana dihasilkan
medusa. Gonangium terdiri atas:
(1) Gonopor
(2) Gonotheka
(3) Blastotill
Rangka jenis dibagian luar disebut perisark,
menutupi jaringan lunak dibagian dalam disebut
koenosark. Medusa dilepaskan kedalam air dan menjadi
bentuk ubur-ubur yang dapat berenang. Kemudian akan
berkembang biak secara seksual. Persatuan antara sel telur
dengan sperma menghasilkan zigot yang akan tumbuh
menjadi individu baru (Yusminah, 2007).
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 83
Gambar 26. Siklus hidup Obelia (Rusyana, 2011)
1. Klasifikasi
Hdrozoa tidak memiliki stoma deum, eteron tidak
bersepta dan tidak bernematokist, mesoglea non seluler,
medusa biasanya kecil dengan velum, habitatnya di air
laut atau air tawar, hidup soliter atau berkoloni, terdiri
atas 3700 spesies (Rusyana, 2011)
a) Kelas Scyphozoa
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 84
Contoh Aurelia aurita
Gambar 27. Struktur tubuh Aurelia aurita (Rusyana,
2011)
b) Karakteristik
Bersifat soliter, bermetagenesis (mengalami
pergiliran keturunan antara fase polip dengan fase medusa
lebih menonjol, fase polip mengalami reduksi atau jarang
sekali ditemukan). Bentuknya seperti payung yang tidak
begitu cembung, transparan, berdiameter berkisar 7,5-30
cm. Dari tengah-tengah permukaan sebelah bawah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 85
(permukaan oral atau subumbrella) terdapat
kerongkongan yang menggantung kebawah yang disebut
manubrim. Pada ujung distral manubrim terdapat ruang
mulut. Setiap sisi atau sudut mulut dilengkapi tangan
mulut (4 buah) (Brotowidjoyo, 1989).
Rongga mulut bersambungan dengan manubrim dan
bermuara kedalam rongga perut, yang terdiri atas sebuah
rongga sentral dan 4 buah kantong gastrik. Masing-masing
kantung gastril dilengkapi tentakel internal endodermal
lengkap dengan nematokistnya yang dapat digunakan
untuk melumpuhkan mangsa. Dari kantung gastril akan
menjulur saluran mesoglea untuk berhubungan dengan
saluran cincin yang ada dibagian tepi ubur-ubur
(Brotowidjoyo, 1989).
c) Fisiologi
(1) Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan makanan Aurelia aurita terdiri
atas pencernaan ekstrasel dan intrasel. Pada pencernaan
ekstrasel, zooplankton yang telah melekat atau
terkumpul dibawah tubuh akan disapu oleh flagel yang
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 86
selanjutnya akan ditangkap oleh tangan mulut untuk
dimasukkan kedalam mulut. Bulu-bulu getar yang
menghiasi mulut cukup selektif dalam hal memilih
makanan (Kastawi, 2005).
Bahan makanan kemudian masuk kedalam rongga
gastrofaskuler melalui manubrim. Di dalam rongga
gastrofaskuler makanan yang belum mati akan
dilumpuhkan oleh nematokist, selanjutnya makanan
dicerna dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh sel-
sel kelenjar. Pada pencernaan intrasel, zat-zat makanan
yang belum berubah bentuk menjadi molekul-molekul
sederhana akan dicerna lebih lanjut di dalam vakuola
makanan (Kastawi, 2005).
(2) Sistem Pernafasan
Sistem pernafasan dan ekskresi dilakukan secara
langsung melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi-
osmosis (Jutje, 2006).
(3) Sistem Syaraf
Menurut Rusyana (2011) susanan syaraf terdiri atas:
(a) Jaringan syaraf utama
(b) Jaringan syaraf difus
(c) Delapan buah gangglia rhopalia
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 87
(d)
(4) Alat Indera
Menurut Rusyana (2011) alat indera terdiri atas:
(a) Tentakulokist/rhopalia, berfungsi untuk indera
keseimbangan dan mengontrol ritme gerak
mengembang kempisnya badan payung pada
waktu berenang,
(b) Oselli, berfungsi untuk membedakan gelap dan
terang,
(c) Celah olfaktorius, berfungsi sebagai alat pembau
untuk menyeleksi bahan-bahan makanan.
(5) Sistem Reproduksi
Organ kelamin terpisah. Proses fertilisasi terjadi di
dalam rongga interonbetina. Zigot yang merupakan hasil
peleburan antra ovum dan spermatozoid selanjutnya akan
dikeluarkan dari dalam tubuh betina melalui mulutnya dan
berkembang menjadi larva berambut getar (planula) (Jutje,
2006).
Planula akan mengembara dengan rambut getarnya
kemudian mengikatkan diri pada suatu substrat di dasar
laut, pada saat itu rambut-rambut getarnya lepas dan
menjadi polipbaru yang disebut skipistoma. Bila telah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 88
mencapai ukuran maksimal (kl 12 ml) kipistoma
mengalami strobilasi (membelah secara transversal
sehingga terkumpul setumpukan ruas-ruas yang masing-
masing berbentuk seperti cakram) (Jutje, 2006).
Selanjutnya ruas-ruas strobila (ephyra) yang telah
tua yaitu yang terletak pada bagian ujung strobila
melepaskan diri dan berenang renang bebas untuk hidup
secara mandiri menjadi ubur-ubur/ medusa muda dan
selanjutnya menjadi dewasa (Rusyana, 2011).
Gambar 28. Siklus Hidup Aurelia aurita (Rusyana,
2011)
4.3.2 Kelas Anthozoa
a. Pengantar
Anthozoa meliputi anemon laut, koral batu, koral
tunduk, bulu laut dan pena laut. Hewan yang termasuk
golongan ini tidak mempunyai bentuk medusa,
semuanya berbentuk polip. Rongga gastrofaskulernya
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 89
bersekat-sekat, mengandung nematokist. Selain pada
sekat ini, nematokist juga terdapat pada tentakel
disekitar mulut. Reproduksi dilakukan secara generatif
(pada setiap sekat dibagian bawah terdapat alat-alat
tubuh yang menghasilkan spermatozoid atau ovum,
setelah terjadi pembuahan, larva keluar dari tubuh
induknyadan tumbuh menjadi anthozoa baru) (Rusyana,
2011).
Perkembangbiakan vegetatif dilakukan dengan
pembentukan kucup. Anthozoa hidup secara soliter atau
berkoloni. Polip hewan karang dapat menghasilkan
CaCO3, hal inilah yang dapat membentukan batu karang.
Perbedaan pokok antara polip Anthozoa dan polip
Hydrozoa. Contoh: Metridium marginatum (Rusyana,
2011)
b. Karakteristik
Metridium marginatum hidup dipantai hingga
kedalaman 99 m, airnya hangat dan jernih, melekatkan diri
pada objek tertentu (batu karang, tumbuhan laut, bekas
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 90
cangkok gastropoda), menguburkan setengah tubuhnya
pada pasir atau lumpur (Gandahusada, 1998).
Menurut Rusyana (2011) tubuh Metridium
marginatumsilindris, panjang 5 atau 7 cm, ada juga yang
berukuran raksasa (1 m), radial simetri. Tubuhnya terbagi
menjadi tiga bagian utama, yaitu:
1. Cakram pedal (kaki)
2. Kolumna/skapus/ batang tubuh
3. Cakram oral (kapitulum)
antara cakram pedal dengan bagian skpaus dihubungkan
oleh bagian yang disebut limbus, sedankan antara bagian
skapus dengan bagian cakram oraal dihubungkan oleh
bagian yang disebut kollar.
Sitem pencernaan makanan dimulai dari mulut-
stomodeum (kerongkongan)-rongga gastrovaskuler. Di
sepanjang sisi stomodeum dilengkapi alur cincin bersilia
yang disebut shiponogliph. Alur ini merupakan jalan
masuknya air kedalam choelenterata. Air dapat mengalir
dari ruang yang satu keruang yang melallui celah yang
disebut ostia. Di bagian bawah stomodeum, didalamnya
mengandung sel-sel kelenjar penghasil getah pencernaan
yang mengandung enzim. Di dekat bagian dasar filamen
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 91
ditemukan benang-benang akontia yang didalamnya
dilengkapi dengan sel-sel kelenjar dan nematokist
(Gandahusada, 1998).
Sistem pencernaan makanan dilakukan secara
ekstrasel dan intrasel. Pada pencernaan makanan secara
ekstrase4l, mangsa dilumpuhkan oleh nematokist. Dengan
bantuan tentakel, makanan ditarik kedalam mulut,
kemudian masuk kedalam stomodium, lalu nkerongga
gastrovaskuler. Di dalm rongga gastrovaskuler makanan
tersebut dicerna secara eksternal dilakukan oleh enzim
yang dikeluarkan oleh getah pencernaan. Sari-sari
makanan diserap oleh dinding gastrodermis, sedangkan
bagian atau partikel-partikel yang tidak dicerna
dikeluarkan, kembali melalui mulut (Gandahusada, 1998).
Sistem resirasi dan ekskresi berlangsung secara
difusi dan osmosis (belum memiliki oragan khusus).
Sistem reproduksi berlangsung secara seksual dan
aseksual. Metridium marginatum bersifat monosious
(hermaprodit) dan diosious. Pematangan sel telur dan
spermatozoid tidak sam, dengan demikian perkawinan
antara sel telur dengan spermatozoidnya terjadi secara
perkawinan silang. Ovum dan spermatozoid yang telah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 92
matang akan keluar dan melalui mulut dan perkawinan
berlangsung di alam bebas(fertilisasi eksternal). Ovum
yang t6elah dibuahi oleh spermatozoid akan terbentuk
zigot (Brotowidjoyo, 1989).
Hasil perkembangan zigot tersebut terbentuklah
koeloblastula. Koeloblastula tersebut selanjutnya dengan
proses gastrulasi akhitnya terbentuk planula (larva
berambut getar). Planula dengan rambut getarnya akan
berenang-renang secara bebas mencari lingkungan yang
sesuai dengan hidupnya kelak. Bila telah menemukan
tempat yang cocok, maka akan melekatkan diri pada suatu
objek lalu tumbuh menjadi polip dewas (Brotowidjoyo,
1989).
Pada sistem gerak, anemon laut telah
memperhatikan bentuk gerak yang bervariasi, karena
sistem otot telah mengalami perkembangan lebih
sempurna bila dibandingkan dengan anggota kelas
sebelumnya. Sistem otot terdapat pada bagian epidermis
dan bagian gastrodermis. Pada bagian epidermis (bagian
tentakel terdapat serabut memanjang (longitudinal) pada
bagian cakral oral = terdapat serabut radial). Pada bagian
gastrodermis terdiri atas serabut-serabut sirkular ini
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 93
dijumpai pada bagian tentakel, cakram oral, sskapus, dan
cakram pedal. Di bagian dinding kollar serabut sirkular ini
menebal dan membentuk apa yang disebut sphinker
(Kastawi, 2005).
Susunan syaraf tersebut syaraf difus (belum nampak
adanya susunan syaraf pusat). Sistem syaraf terdiri atas
pleksus epidermal dan pleksus gastrodermal, yang
masing-masing tersusun atas serabut syaraf dan sel
gangglio yang besar. Pleksus tersebut makin intensif
terutama di bagian tentakel, diskus oral maupun
stomodeum (Rusyana, 2011).
Gambar 29. Struktur Tubuh Metridium (Rusyana,
2011)
BAB V
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 94
FILUM ECHINODERMATA
5.1 Definisi
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani, Echinos
yang berarti duri dan Derma yang berarti kulit. Jadi
Echinodermata merupakan hewan yang kulitnya berduri
(Rusyana, 2011).
5.2 Ciri Khusus
Menurut Suwignyo (2003) ciri echinodermata ialah:
a. Tubuh tak bersegmen, simetri radial (dewasa),
simetri bilateral (larva), tubuh terbagi menjadi 5
belahan, bulat, silindris atau seperti bintang
b. Triploblastik, endoderm berasal dari bagian
mesoderm sehingga disebut endomesodermal
c. Tidak mempunyai kepala
d. Berangka dalam (endoskeleton)
e. Mempunyai sistem saluran air
f. Mempunyai rongga tubuh (colem) yang disebut
enteroselus; solem berisi sel-sel amubosit; pada
tingkat larva selom berfungsi sebagai saluran air.
g. Sistem pencernaan makanan biasanya lengkap.
Sistem respirasi: insang kulit, kaki tabung, pohon
pernafasan, dinding tubuh, kloaka (kelas
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 95
Holothroidea): burse (kelas Ophiuroidea) sistem
peredaran darah terbatas di dalam saluran selom
(rongga tubuh)
h. Sistem syaraf terdiri atas sistem syaraf yang
melingkari bagi oval, bercabang-cabang kearah
radial
i. Organ sensori kurang begitu berkembang, terdiri
atas organ taktil, kemoreseptor, podia, ujung
tentakel, photoreseptor dan statokist
j. Tidak mempunyai organ ekskresi
k. Alat kelaminnya terpisah (beberapa hermaprodit)
dengan ukuran gonad besar; tunggal (kelas
Holothuroidea), tetapi kebanyakan jumlahnya
berlipat dengan saluran yang sederhana
l. Fertilisasi eksternal
m. Larvan dapat berenang bebas, pada beberapa jenis
disertai metamorfosis
n. Daya regenerasinya tinggi
5.3 Morfologi dan Anatomi
Bintang laut (Asteria) contohechinodermata. Tubuh
berbentukbintang, terdiri atas satu diskus sentrasil dan
lima ridi. Dataran yang biasanya disebelah bawah dimana
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 96
terdapat mulut disebut dataran oral, sedangkan sebelah
atas disebut aboral (Rusyana, 2011).
Gambar 30. Oral dan Aboral Asterias (Rusyana, 2011)
a. Permukaan Oral
Pada permukaan oral terdapat pembentukan-
pembentukan berikut:
1. Mulut, pada permukaan oral, ditengah dari diskus
yang pentagonal adalah berupa lubang-lubang tang
disebut membran peristominal dan dilindungi oleh
lima kelompok duri-duri oral atau papilla-papilla
mulut
2. Celah ambulakral, dari masing-masing sudut
memancar sebuah alur sempit disebut celah
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 97
ambulakral yang berjalan sepanjang tengah-tengah
dari permukaan oral dari masing-masing lengan
3. Kaki tabung atau podia, masing-masing celah
ambulakral terdiri atas empat baris kaki tabung yang
berfungsi untuk pergerakan, menangkap makanan,
organ-organ respirasi dan sensori. Kaki tabung
lunak, berdinding tipis, berbentuk tabung dilengkapi
dengan batil pengisap
4. Duri-duri ambulakral, masing-masing celah
ambulakral dilindungi oleh dua atau tiga baris duri
ambulakral dibagian lateralnya yang dapat
digerakkan dan dapat menutupi celah. Diluar duri
ambulakral ada tiga baris duri yang tidak dapat
digerakkan
5. Organ sensori, termasuk lima tentakel-tentakel
terminal yang tidak berpasangan. Ujung dari
masing-masing lengan menunjung satu median
kecil, nonretrocile oragan tercire dan olfactory.
b. Permukaan Aboral
Pada permukaan aboral terdapat pembentukan-
pembentukan berikut:
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 98
1. Anus, terletak didekat pusat diskus sentral dari
permukaan
2. Madreporit, pada permukaan aboral dan diskus
sentral, datar, sub-circular, lempengan asimetris dan
berular disebut lempengan madreporit. Madreporit
merupakan lempengan berlubang-lubang dan
menuju saluran batu dari sistem vascular
3. Duri-duri, seluruh permukaan aboral tertutup oleh
sejumlah duri-duri, pendek, keras, tumpul. Duri-duri
diperkuat oleh lempeng ter-lempeng kalkareaus
berbentuk tidak teratur ossicle-ossicle yang
terpendam didalam integumentum-integumentu dan
membentuk endoskleton
4. Papulae atau insang, antar ossicle daari integumen
ada sejumlah besar lubang-lubang dermal yang
kecil. Melalui masing-masing lubang dermal
menyembul sangat kecil, hasil, berbentuk tabung
atau kerucut, berdinding tipis dan bersifat membran
5. Pedicellaria, disamping duri-duri dan insang-insang
seluruh permukaan aboral ditutupi oleh rahang-
rahang sangat kecil seperti duri berwarna keputih
disebut pedicellaria.
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA
ZOOLOGI INVERTEBRATA, 2020 99
5.4 Fisiologi
5.4.1 Sistem Ambulakral
Sistem ambulakral terdiri atas canalis radialis,
canalis madreporit, ampula dan podi. Canalis
circumoralis ialah suatu pipa yang melingkari mulut,
disebut permukaan oral dariskeleton. Ia mempercepat
lima canalis radialis, yang msing-masing berjalan di
dalam suclus amburacralis. Tiap canalis pada ujung
radius bagian oral perakhir sebagai tentakel. Melalui
tiap porus ambulacralis berjalan suatu pipa yang
berakhir buntu. Buntukan yang terdapat didalam
sulcus ambulacralis disebut podium. Tiap pipa
penghubung ampula dengan podium berhubung
dengan satu canalis radialis (Suwignyo, 2003).
Dalam dinding ampula terdapat serabut-serabut
otot melingkar. Bila serabut otot ini berkontraksi,
ampula mengecil dan air di dalamnya dialirkan
kedalam podium sehingga podium memanjang. Di
TIARA ANASTASYA M. BUTA | SISTEMATIKA, KLASIFIKASI DAN
TAKSONOMI. FILUM PROTOZOA, PORIFERA, COELENTARATA,
ECHINODERMATA, MOLLUSCA, PLATYHELMINTHES,
NEMATHELMINTHES, ANNELIDA, DAN ARTHROPODA