The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dinas Sejarah Angkatan Darat

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kenamir57, 2022-12-07 08:47:35

PEPERA

Dinas Sejarah Angkatan Darat

Keywords: ebook

2. SARWO EDI WIBOWO (PANGLIMA KOMANDO
DAERAH MILITER XVII TJENDERAWASIH)

Tahun 1969 bagi Irian Barat
merupakan tahun yang menentukan,
dimana segenap aparatur Pemerintah,
baik Sipil maupun ABRI, dihadapkan
kepada tantangan-tantangan yang
serba kompleks.

Didalam tahun 1969 ini, kita
masih harus menghadapi masalah
pemulihan keamanan; karena, walaupun Lodewijk
Mandatjan telah kembali kepangkuan RI pada tanggal 1
Januari 1969, F. Awom dengan anak buahnya masih tetap
melakukan perlawanan didaerah pedalaman Ma jambo.
Disamping itu, pada tanggal 30 April 1969 (atau dua bulan
sebelum pelaksanaan PEPERA) telah terjadi pula suatu
pemberontakan baru dipedalaman Enzrotali, dimana
terlibat 120 orang anggota Polisi putera daerah dengan
persenjataan lengkap, dan puluhan ribu rakyat danau
Paniai.

Diantara sekian banyak masalah-masalah, antara lain
konsolidasi dan penyempurnaan organisasi dan personalia
Pemerintah Daerah mau pun ABRI, dan mematangkan
kondisi mental dan fisik untuk pelaksanaan PELITA di Irian
Barat; PEPERA kiranya merupakan problema pokok, yang
harus dihadapi dengan kebulatan tekad disertai penuh
kebijaksanaan.

291

Yah, PEPERA telah kita menangkan bersama. PEPERA
kini telah lewat dan telah menjadi bagian daripada sejarah
Bangsa Indonesia, jang patut ditulis dengan tinta emas.
PEPERA telah dimenangkan oleh seluruh Rakyat kita,
termasuk Pemerintah Sipil dan ABRI, melalui proses
perjuangan politik jang tukup berat, baik didalam maupun
dihar negeri, dan dengan tetesan darah para Pahlawan
Bangsa jang telah gugur dimedan bhakti.

Djayapura, tanggal 1Djanuari 1970
PANGLIMA selaku Ketua
Muspida IRBAR dan Ketua
Pelaksana
Daerah/PEPERA

SARWO EDHIE WIBOWO
Brigadir Djenderal TNI

292

3. FRANS KAISIEPO (GUBERNUR/KEPALA DAERAH
PROPINSI IRIAN BARAT)

Dengan berkat karunia dan
pimpinan Tuhan YME Act of free choice
atau Penentuan Pendapat Rakyat di Irian
Barat telah selesai dengan gemilang.
Dengan demikian tamatlah sejarah
pertentangan politik antara Republik
Indonesia dengan Kerajaan Belanda
mengenai Irian Barat yang sudah berlangsung selama bertahun-
tahun dan hampir-hampir menimbulkan bencana perang baru
di Asia Tenggara.

Bagi Pemerintah Republik Indonesia melaksanakan
PEPERA adalah merupakan suatu kewajiban internasional,
sesuai dengan bunyi Persetujuan New York tanggal 15 Agustus
1962 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan
Belanda dalam rangka mencari jalan penyelesaian masalah Irian
Barat secara damai, persetujuan mana telah dicatat dan
diumumkan oleh Majelis Umum PBB. Setelah pemerintahan
atas daerah ini diserahkan oleh Pemerintahan Sementara PBB
(UNTEA) kepada Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal
1 Mei 1963, maka selambat-lambatnya pada akhir tahun 1969
kepada penduduk di Irian Barat diberikan kesempatan untuk
menyatakan pendapatnya.

Tetap dalam kesatuan Republik Indonesia atau tidak. Bagi
penduduk di Irian Barat sendiri, sebenarnya pelaksanaan
PEPERA itu hanya merupakan sebuah pernyataan formil belaka
dari kehendaknya yang sudah lama tertanam dalam hati

293

sanubarinya. Penduduk Irian Barat telah merasa ikut memiliki
negara nasional yang merdeka, ialah Negara Republik
Indonesia, sejak tanggal 17 Agustus 1945, bersama-sama
dengan saudara-saudaranya se-Bangsa dan se-Tanah Air.
Gerakan-gerakan perlawanan rakyat terhadap Pemerintah
Belanda sebelum penyerahan kedaulatan disatu pihak dan
dilain pihak bantuan rakyat kepada pahlawan-pahlawan
TRIKORA pada waktu pendaratan, dan kemudian sesudah
penyerahan kedaulatan tanggal 1 Mei 1963, partisipasi rakyat
dalam usaha-usaha pembangunan dan pemerintahan,
merupakan bukti-bukti yang jelas akan tingginya kesadaran
rakyat dalam hal kesatuan dan kemerdekaan. Kita masih ingat
dengan terang ucapan para anggota DPRD dikabupaten-
kabupaten dan pernyataan dewan-dewan tersebut dalam
sidang-sidang konsultasi dengan utusan-utusan pemerintah
Pusat. Tidak satupun mau menerima act of free choice tanpa
syarat yang kita perlukan bukan PEPERA, karena kita sudah
bersatu dan sudah merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 yang
kita perlukan adalah pembangunan Demikianlah suara hati
nurani rakyat yang dibawakan oleh wakil-wakilnya.

Jika didalam pelaksanaan PEPERA itu ada orang-orang
atau segolongan kecil mempunyai pendapat lain, ini wajar
dalam suatu masyarakat demokratis, seperti masyarakat kita
ini. Banjak diantaranya adalah karena kurang pengertian. Yang
amat disesalkan adalah adanya hembusan-hembusan dan
hasutan-hasutan orang-orang asing atau dari luar, yang ingin
menarik keuntungan-keuntungan politik pribadi, hingga
disana-sini telah menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial
dikalangan penduduk.

294

Namun pada akhirnya dengan bekerja keras, sesuai
dengan kondisi daerah dan fasilitas-fasilitas yang terbatas,
PEPERA dengan selamat telah diselesaikan dan dimenangkan
oleh rakyat di Irian Barat, yang sekaligus merupakan:

a. Kedalam bukti ketaatan dan kepatuhan rakyat pada
kebijaksanaan Pemerintah Pusat,

b. Keluar sebagai demonstrasi kepada dunia
internasional, bahwa kesatuan dan persatuan nasional
Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah suatu
kenyataan yang hidup dalam sejarah dan tidak dapat
diganggu-gugat oleh apa maupun siapapun juga.

Dan dengan suksesnya PEPERA, maka seluruh isi
Persetujuan New York tahun 1962 telah terselesaikan pula.
Kesatuan dan persatuan Rakyat Indonesia telah teruji
keampuhannya, bahkan menjadi tambah kuat dan kokoh.

Terbukalah sekarang kesempatan dalam alam merdeka
ini, bagi rakyat di Irian Barat untuk dengan tenang dan aman
membangun kehidupan dan membuka kekayaan alam daerah
ini guna ikut serta menciptakan masyarakat Indonesia yang
nasional, bersatu, adil dan makmur.

Jayapura, 15 Agustus 1970
GUBERNUR/KEPALA DAERAH

PROVINSI IRIAN BARAT

FRANS KAISIEPO

295

4. RAMSES OHEE (TOKOH PEJUANG PAPUA).323)

IRIAN BARAT (PAPUA) MASUK KE DALAM WILAYAH NKRI
SUDAH BENAR

Sejarah masuknya Irian Barat
(Papua) ke dalam wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah
benar sehingga tidak perlu dipertanyakan
dan diutak atik lagi. Ada pihak-pihak yang
sengaja membelokkan sejarah Papua untuk
memelihara konflik di Tanah Papua.
Sejarah masuknya Papua ke dalam NKRI
sudah benar, hanya saja dibelokkan oleh sejumlah warga
tertentu yang kebanyakan generasi muda.

Fakta sejarah menunjukkan keinginan rakyat Papua
bergabung dengan Indonesia sudah muncul sejak pelaksanaan
Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Sayangnya, masih ada
yang beranggapan bahwa Sumpah Pemuda tidak dihadiri
pemuda Papua. Ini keliru, karena justru sebaliknya, para
pemuda Papua Hadir dan berikrar bersama pemuda dari
daerah lainnya. Ayah saya, Poreu Ohee adalah salah satu
pemuda Papua yang hadir pada saat itu.

Adapun pihak-pihak yang memutarbalikkan sejarah dan
masih menyangkal kenyataan integrasi Papua ke dalam NKRI
karena mereka minim pemahaman atas hal tersebut. Hal yang
perlu disadari adalah bahwa keberadaan negara merupakan
anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga seharusnya

323) Dikutip dari Jayapura, Kompas.com--, Sejarah Papua dalam NKRI Sudah Benar, 5
April 2010.

296

disyukuri dengan memberikan kontribusi positif bagi
pembangunan di Papua.

Berdasarkan catatan sejarah, pada 1 Oktober 1962
pemerintah Belanda di Papua menyerahkan wilayah ini kepada
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations
Temporary Executive Authority (UNTEA) hingga 1 Mei 1963.
Setelah tanggal tersebut, bendera Belanda diturunkan dan
diganti bendera Merah Putih dan bendera PBB. Selanjutnya,
PBB merancang suatu kesepakatan yang dikenal dengan ”New
York Agreement” untuk memberikan kesempatan kepada
masyarakat Papua melakukan jajak pendapat melalui Pepera
pada 1969 yang diwakili 175 orang sebagai utusan dari delapan
kabupaten pada masa itu. Hasil Pepera menunjukkan rakyat
Papua setuju untuk bersatu dengan pemerintah Indonesia.
(Diunduh dari Kompas.com - 21/08/2009, 06:20 WIB)

297

5. NICHOLAS JOUWE (SALAH SATU TOKOH
ORGANISASI PAPUA MERDEKA).324)

PAPUA MERDEKA ITU HANYA MIMPI

Ketika mendarat di Jayapura
setelah bermukim sejak 1969 di Belanda,
Nicholas Jouwe menyatakan bahwa
“Papua Merdeka itu hanya mimpi”.
Papua tidak akan merdeka”. Jouwe
mengaku sudah memperjuangkan
kemerdekaan bangsa Papua Barat di
PBB. Namun, ia mendapat jawaban
bahwa orang Papua sudah merdeka di
dalam bingkai NKRI. Jouwe mengaku sudah kembali menjadi
orang Indonesia. Karena itu, ia pulang ke Papua. Baginya, ini
adalah kebanggaan tersendiri. Ia bisa berkumpul bersama sanak
saudara di kampung halaman. Jouwe menilai Papua telah
mengalami perkembangan sangat pesat.

324) Dikutip dari
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/05/127326/76/20/Pendiri-OPM-Kembali-
ke-Bumi-Cenderawasih, 5 April 2010.

298

299

Proses panjang dalam menyelesaikan
masalah Papua ini telah menguras
tenaga dan fikiran para tokoh militer
maupun politik. Bersatunya dua
komponen bangsa yang berjuang
dengan cara militer maupun
diplomatis ini merupakan kolaborasi
yang sangat kuat dalam
menyelesaikan masalah Papua.

300

Pepera merupakan puncak permasalahan antara
pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda masalah
Papua. Sebagai bangsa yang berdaulat, Indonesia telah
melakukan berbagai macam cara untuk menyelesaikan
masalah Papua agar dapat kembali ke pangkuan Ibu pertiwi.
Pengorbanan yang telah disumbangkan oleh rakyat
Indonesia baik jiwa, raga dan harta akhirnya menuai hasil
yang memuaskan setelah Papua pulang ke Tanah Air NKRI.

Proses panjang dalam menyelesaikan masalah Papua ini
telah menguras tenaga dan fikiran para tokoh militer maupun
politik. Bersatunya dua komponen bangsa yang berjuang
dengan cara militer maupun diplomatis ini merupakan
kolaborasi yang sangat kuat dalam menyelesaikan masalah
Papua.

Bagi bangsa Indonesia ini adalah momentum yang
sangat baik bahwa bangsa Indonesia dapat memenangkan
sengketa masalah Papua atas dukungan seluruh rakyat
Indonesia. Bagi rakyat Papua bergabung kedalam NKRI

301

sudah menjadi harga mati karena rakyat Papua sendiri yang
telah menentukan melalui Pepera.

Walaupun berbagai rintangan dalam proses
bergabungnya Papua dalam bingkai NKRI tetapi bangsa
Indonesia merasa puas atas keberhasilan ini sehingga patut
disyukuri keberhasilan ini dan semoga rakyat Papua tetap
pada tujuan semula dalam bergabung dengan masyarakat
lain di Indonesia demi pembangunan dan untuk menata
daerahnya.

302

DAFTAR PUSTAKA

A.H. Nasution, Sekitar Perang Kemerdekaan Jilid I Proklamasi,
Angkasa Bandung, 1977.

Antara, Buletin Antara Mei 1961, Antara, Jakarta, 1962.

Bondan Soedharto dkk, Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia di Irian
Jaya, DHD-45 Propinsi Irian Jaya, Jayapura, 1995.

C.S.T. Kansil dan Julianto, Sejarah Pergerakan Perjuangan Kebangsaan
Indonesia, Erlangga, Jakarta.

Dinas Sejarah Militer Kodam XVII/Cenderawasih, Sejarah
Perjuangan Rakyat Irian Jaya, Jayapura, 1985.

Dinas Sejarah Militer TNI AD, Buku Sejarah Dokumenter, Buku Induk
ke I: Trikora dan Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Dinas
Sejarah Militer TNI AD, Bandung, 1975.

, Dokumen Ops Trikora I, Dinas Sejarah Militer TNI AD,
Bandung, 1980.

Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat, Trikora dan Perjuangan
Pembebasan Irian Barat, Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat,
Bandung, 1975.

Disbintalad, Gerombolan Pengacau Keamanan Organisasi Papua
Merdeka dan Penumpasannya, Disbintalad, Jakarta, 1990.

Disjarahad, Cuplikan Sejarah Perjuangan TNI Angkatan Darat,
Disjarahad dan Fa. Mahjuma, Bandung-Jakarta, 1972.

, Klaper/File Gerakan Operasi Mensukseskan Trikora.

, Sejarah TNI AD 1945-1973, No. 3, Peranan TNI AD dalam
Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Bandung, 1985.

303

Drs. G. Moedjanto, M.A., Indonesia Abad Ke-20 : Dari Perang
Kemerdekaan Pertama Sampai Pelita III, Penerbit Kanisius,
Yogyakarta, 1988.

Drs. M. Cholil, Sejarah Operasi-operasi Pembebasan Irian Barat,
Departemen Pertahanan – Keamanan Pusat Sejarah ABRI,
Jakarta, 1979.

Ismail dkk, Irian Barat dari Masa ke Masa, Sejarah Militer Kodam
XVII/Cenderawasih, Jayapura, 1971.

John RG Djopari, Pembebasan Organisasi Papua Merdeka, Grasindo,
Jakarta, 1993.

Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Djambatan,
Jakarta, 1970.

———, Bunga Rampai Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, PT.
Gramedia, Jakarta, 1983.

Muhammad Yamin, Perjuangan Irian Barat atas Dasar Proklamasi,
Cetakan Kedua, N.V. Nusantara, Bukittinggi-Jakarta-Medan, 1956.

Pusat Sedjarah Militer AD, Sedjarah Perdjuangan Trikora, Pusat
Sedjarah Militer AD, Bandung, 1969.

Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI, Tri Komando Rakyat Pembebasan
Irian Barat (TRIKORA), Pusjarah dan Tradisi ABRI, Jakarta, 1995.

Restu Gunawan, Muhammad Yamin dan Cita-cita Persatuan, Ombak,
Yogyakarta, 2005.

R. Rindhani, Mayor Jenderal Soeharto Panglima Komando Mandala
Pembebasan Irian Barat, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2009.

R.Z. Leirissa dkk, Sejarah Proses Integrasi Irian Jaya, Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai
Tradisionil, Jakarta, 1992.

304

Sejarah Militer Kodam XVII/Tjenderawasih, Kronologi Sejarah TNI
Angkatan Darat di Irian Barat 1963 – 1964, Semdam
XVII/Tjenderawasih, Bandung, 1965.
, Irian Barat Dari Masa ke Masa, Sejarah Militer Kodam
XVII/Tjenderawasih, Djajapura, 1971.

Sartono Kartonodirdjo dkk, Sejarah Nasional Indonesia Jilid I,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1975.

Sartono Kartodirdjo, Pengantar Sejarah Indonesia Baru : 1500-1900
Dari Emperium Sampai Imperium Jilid I, PT. Gramedia, Jakarta, 1987.
Pemerintah Daerah Propinsi Dt I Irian Barat, Penentuan Pendapat
Rakyat (Pepera) Di Irian barat 1969, Jayaura, 1972,
Winarno, Sejarah Ringkas Pahlawan Nasional (buku 2), Erlangga,

Jakarta, 2006.
Yayasan Badan Kontak Keluarga Besar Perintis Irian Barat, Api
Perlawanan Pembebasan Irian Barat, Yayasan Badan Kontak Keluarga
Besar Perintis Irian Barat, Jakarta, 1986.
Yayasan Badan Kontak Keluarga Besar Perintis Irian Barat, 25

Tahun Trikora, Yayasan Badan Kontak Keluarga Besar
Perintis Irian Barat, Jakarta, 1988.

305

INDEKS

A

A. Clemens 256

A. Lawang 87

A. Letsoin 87

A. Sawaky 87

A. Tahir 209

A. Warisio 261

A. Yani 159

A.D. Karubuy 47

A.H. Nasution 184

A.K. Hamissie 87

A.K. Pringgodigdo 17

A.K. Saleh 87

Abd. Puarada 87

Achmad Wiranatakusumah 57, 157

Adam Malik 182, 184, 238, 239, 277

Agus Subroto 121, 122

Ali Moertopo 92, 242

Ali Nekunam 246, 254

Ali Sastroamidjojo 17

Amir Machmud 289

Amos Mote 257

Andi Mappatola Sultan 114

Ane Clemens 256

Antaribana 86

Apanop 86

Ari Siswadi 114

306

B

B. S. Danomira 257

B.G. Tanely 261

B.P.Z. Sauth 83

B.S. Danomira 257

Bambang Soepeno 141, 143, 146, 147

Ben Mboy 145, 146, 148

Bennon Sevan 246

Brotosewojo 245

Burhanuddin Harahap 47

C 261
C. Arfjan 257
C. Aronggear 261
Ch. Kawer 261
Ch. Mamori

D

D. Kebang 87

D.K. Manibuy 261

Das Hardjanto 245

David Simbiak 11

David Uco 255

De Quay 180, 220

Dean Rusk 181

Didin Bin Budi 87

Djajeng Arisman 245

Djalal Abdoh 213, 217, 221, 227

Djalaluddin 133, 136, 137

Djamaludin Nasution 86, 87, 88

307

Djamran Hasan 113, 114, 116, 117
Djuanda 179, 184
Dolf Latumahina 124
DS Prawar 263
Ds. O. Hokojoku 263

E 261
E. Akobearek 87
E. Jawa 226
E.J. Bonay 86
Ederlin 9
Edward Rumbara 255
Efraim Tomy 220
Eliezer Jan Bonay 149, 182, 213
Ellsworth Bunker 236
Esan Itaar

F

F. Kurni 261

F. Poana 234

F. Tarege 257

F.S. Rumbiak 262

Fernando Ortiz Sanz 242, 244

Ferry Awom 220

Frans Kaisiepo 23, 293

Marcus Kasiepo 9

Frederik Kalasoat 233

Fs. Rumbiak 263

308

G 261
G. Djopari 260
G. Janis 87, 88
Gerson Esuru
11
Gerson Rumabar

H 87
H. Kimdang 257
H. Mambrisaro 262, 263
H. Napo 261
H. Sawaki 261
H. Tr. Thamrin 232, 234
H. Wayoi 222
H. Yoku 137
Hamsana
9, 10
Hanock Rumbarar
9, 10
Hermanus Rumere 236
Hermanus Wayoi 74
Hernomo 129, 133, 134
Heru Sisnodo 176, 179
Howard P. Jones 110, 111
Hudaya Sumarya

I

Ide Anak Agung Gede Agung 22

Iskandar 140, 245

Iskandar Purbaja 245

Ismu Suwarto 245

309

J

J. Bebary 87

J. H. Van Maarseveen 18

J. Harewan 87

J. Herman Van Roijen 203

J. J. Jeimo 257

J. Kelanit 87

J. Lasol 87

J. Leimena 17

J. Luns 180

J. Masaberi 257

J. Masahery 257

J. Momogin 261

J. Okaka 256

J. Palaler 87

J. Pariri 87

J. Pikey 257

J. Rotty 245

J. Rumwaropen 10

J. Saikutern 87

J. Salosa 260

J. Sambodo 287

J. Sembor. 257

J. Seso 260

J. Tildjuin 87

J.A. Dimara 83, 84, 172

J.P.Tellusa 256

Jabumona 86

Jamaes Lewis 246

John F. Kennedy 176

310

Jose Rolz Bennet 217

Junus Kendi 261

K

Kadarusman 74

Kadiwarnas 86

Kalalo M.L. 83

Kaliobus 86

Karsono Kramadiredja 245

Ktut Temadja 114

L

L Zonggonou 257

L. Benny Moerdani 141

L. Joweni 257

L. Rumbiak 87

L. Rumkorem 8, 9

L. Wajon 87

L. Zonggonou 257

Lambertus Pekikir 282

Lapian Lamushidi 87

Leo Wattimena 72, 128, 141, 156, 157

Lodewijk Ayamiseba 235

Lodewijk Mandatjan 291

Loeli Wardiman 140

M 140
M. Abdulkadir 87
M. Abotamua 255
M. Ali Mukmin

311

M. Arifin 257

M. Fuarada 87

M. Kogoya 256

M. Meage 256

M. Mote 257

M. Suripatty 87

M. Tebay 257

M. Upara H. Nawjagir 263

M. Waita 87

M.J. Fofid 255

M.J. Sopacua 261

M.M. Waromis 222

Mahmud Rumagesang 47

Mailuhuw 9

Manuel Waromi 236

Marcus Wattimena 10

Mardanus 74

Mardiono. 122

Marle H. Cochran 18

Marthin Indey 33

Merle Cochran 26

Michael Pellytier 246

Moeli Alitan 86

Moh. Hatta 17

Moh. Natsir 35

Moh. Roem 17, 21

Moh. Yamin 32, 35, 157

Mohammad Padang 47

Moses Rumainum 236

Muhamad Slamet 143, 144

312

Muljono 57, 157, 145
Murdoko 245

N 256
N. Igibalon 263
N. Renwarin 129, 143, 151
Nayoan 284
ND White 298
Nicholas Jouwe 256
Nicolas Igibalon 182
Nugroho 104, 107, 108, 112, 113, 114, 115, 116
Nussy

O 137, 138
Omar Dhani

P

P. Tapu 87

Petro Djandi 9, 10

Petrus Korwa 9, 10

Pribadi 155, 156

R. Herremans 18

R. Rumagesan 87

R. Rumaserang 87

R. Warimuna 87

Ramses Ohee 296

Rasyid Ibrahim 257

Ratu Yuliana 29

Robert F. Kennedy 177, 178, 179, 180

Rusmin Nuryadin 137, 138, 209

313

S

S. Auri 87

S. Essue 263

S. Jowan 261

S. Kapitaran 87

S. Warinussy 87

S.J. Rettob 262

Samuel Rumwaropen 10

Sarwo Edi Wibowo 291

Satya Subagjo Brotodharsono 245

Siegen Thaler 179

Simatupang 17

Soedarman 140

Soedarto 143

Soedjarwo Tjondronegoro 214

Soeharto 57, 72, 107, 129, 141, 143, 157, 168, 169,

171, 207, 209, 211, 251,

Soekarno 5, 15, 29, 44, 67, 73, 157, 170, 178, 179,

181, 186, 208, 221

Soepomo 17, 26

Sri Muljono Herlambang 57

Sroehardojo 74

Stedlin 245

Stefanus Joseph 9, 10

Stefanus Rumbewas 33

Subandrio 157, 178, 179, 184, 185, 186, 203, 213

Subono 72

Sudjarwo Tjondronegoro 182, 213, 245, 246

Sudomo 57, 90

Sujadi 114

314

Sujono Hadinoto 17

Sukiman 17, 35

Sumarmo 245

Sumbodo 74

Sumitro Djojohadikusumo 17

Sunardi 17

Sunarjadi 74

Surya Hadi Subrata 255

Suyanto 111

T

Teddy Asikin Nataatmaja 120, 122

Terianus Simbiak 10

Terzee Wostman 116

Th. Wanimbo 256

Thomas Fakmik 87, 88

U 149, 179, 190, 227, 242, 270
U Than 74, 175
U. Rukman 257
Udi Utarno 260
Usman Saad

V 286
Van Vollen Houven

W 234
W. Urury 74
Wahono 245
Wijono

315

Willem Drees 29
Willem Urury 235
Wirjosaputro 57
Wiwoko 114

Y 89, 91, 92
Yos Sudarso 260
Yusuf Umar

Z

Z. Meage 256

Zainal Abidin Alting 28

Zainal Abidin Syah 47

Zairin Zain 182, 184

316

Catatan

____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________

317

____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________
____________________________________

318

319

320




Click to View FlipBook Version