The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA TP. 2020/2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by m.wara, 2021-07-12 19:09:56

KARYA UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA TP. 2020/2021

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021

Ide yang mendasari karya seni ini adalah prioritas yang harus dilakukan remaja di masa ini.
Perkembangan remaja yang tidak seperti masa biasanya diganggu dengan pandemi dan banyak
tantangan serta berbeda. Dalam karya digambarkan bahwa ada 3 tingkatan dimana paling
bawah adalah rekreasi seperti bermain game, bersosial media, dan lainnya yang di karya
digambarkan membuang waktu dengan logo jam disitu, tingkat 2 adalah rutinitas penting
seperti belajar Dani uga olahraga untuk meningkatkan daya otak dan juga daya tahan tubuh,
dan yang paling atas adalah tingkat 1 adalah kewajiban dan keharusan yaitu menjaga protokol
kesehatan dna tetap sehat agar menghindari penularan di masa pandemi. Tingkatan ini
berdasarkan hal paling tidak penting ke paling penting demi perkembangan remaja itu sendiri.
Tingkatan ini menjadi patokan apakah remaja akan berkembang dengan baik atau tidak di masa
pandemi ini. Semakin banyak meluangkan waktu untuk tingkatan 2 semakin baik dan semakin
banyak meluangkan waktu di tingkat 3 maka sebaliknya. Tingkat 1 adalah tingkat yang tidak
bisa diganggu gugat dan harus dilakukan.

Siluet manusia yang diwarnai dengan banyak warna menggambarkan keunikan dan abstrak
remaja sendiri dalam perkembangan juga menggambarkan keceriaan. Pemilihan karton kuning
juga menggambarkan keceriaan dan juga kecerahan akan masa depan dan perkembangan
remaja.

Media menggunakan karton kuning, spidol, pensil, dan juga krayon.

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021
Vindra Aditya Pattinasarany
XII IPS-3/25

Masa remaja madya (15-18 tahun) merupakan masa dimana para remaja mengalami
masa-masa yang indah dalam hidupnya pada masa SMA. Dimana para remaja cenderung lebih
banyak menghabiskan waktunya dengan teman-teman mereka, dimana para remaja
menemukan jati diri mereka, dan merupakan masa dimana para remaja akan terjun ke
lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Namun, dengan munculnya Pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita semua
menghabiskan waktu dan melakukan seluruh kegiatan di dalam rumah. Ini merupakan suatu
masalah bagi semua orang khususnya, para remaja madya (15-18 tahun) yang dimana mereka
semua akhirnya menjadi kebingungan dalam pencarian jati diri, mencari teman sebaya, dan
bersosialisasi di dalam masyarakat yang lebih luas. Namun, bila dipikir-pikir lebih dalam lagi, masa
pandemi tidak selamanya buruk dalam kehidupan sehari-hari. Masa pandemi dapat membawa

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021

suatu kebaikan bagi kita, salah satunya menjadikan kita semakin akrab dengan keluarga daripada
masa sebelum pandemi. Hal ini disebabkan karena kita banyak menghabiskan waktu dan
melakukan aktivitas bersama keluarga di rumah.

Dengan adanya masa pandemi ini bukan berarti kita hanya berdiam diri di rumah dan
tidak melakukan apapun. Terdapat banyak hal produktif yang dapat kita lakukan selama di
rumah. Maka dari itu, saya membuat sebuah gambar yang dimana gambar tersebut
menggambarkan hal-hal produktif apa saja yang dapat kita lakukan ketika kita hanya dapat
melakukan apapun di rumah. Pada gambar pertama, terdapat gambar alat tulis dan laptop.
Artinya kita harus tetap harus belajar dan bekerja keras agar mendapatkan ilmu. Lalu, pada
gambar kedua, terdapat sekumpulan media hiburan, yang dimaksudkan bahwa kita juga harus
ada waktu bermain, bersantai, dan beristirahat agar dapat melakukan kegiatan dengan baik
kedepannya. Dan gambar ketiga, terdapat gambar orang yang melakukan aktivitas fisik. Maksud
dari gambar tersebut adalah untuk menjaga tubuh kita agar tetap sehat dan fit agar terhindar
dari virus corona, kita harus berolahraga secara rutin. Gambar 1 hingga 3 merupakan aktivitas
yang umumnya dilakukan oleh banyak orang dan juga menjadi kewajiban dalam kehidupan kita
sehari-hari. Pada gambar 4 hingga 6, merupakan suatu aktivitas yang banyak orang tidak sadari,
itu dapat menjadi bermanfaat bila dilakukan. Pada gambar 4 menggambarkan sekumpulan
keluarga sedang mengobrol. Artinya kita memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan
keluarga kita dan kita pun juga menjadi semakin terbuka dengan keluarga kita. Akhirnya pun
hubungan keluarga semakin erat. Gambar 5 menggambarkan bahwa perkembangan teknologi
membawa manfaat bagi kita semua di masa pandemi ini. Dengan adanya teknologi tersebut,
akhirnya pun kita juga dapat berinteraksi dengan semua orang dengan mudah, contohnya seperti
mengobrol dengan teman, bertemu dengan saudara, mengikuti sebuah webinar, dan lain-lain.
Artinya kita pun tidak hanya dapat berdiam saja di rumah dan dapat berinteraksi dengan orang
terdekat kita. Dan gambar terakhir menggambarkan bahwa pada masa pandemi ini, kita juga
dapat merenungkan dan merefleksikan diri kita selama kita hidup. Kita bisa merefleksikan segala
kelebihan dan kekurangan dalam diri kita, dan mengubah kekurangan dan kebiasaan buruk kita
agar dapat hidup lebih baik lagi kedepannya. Lalu di tengah terdapat gambar rumah, yang artinya
inilah keenam hal yang dapat kita lakukan di rumah agar menjadi semakin produktif.

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021
Yesaya Yudhistira
XII IPS-3/26

Renungan Karya Ujian Praktik
Pandemi terjadi secara tidak disangka-sangka. Awalnya hanya datang dengan jumlah yang

sedikit, namun secara perlahan kasus positif terus meningkat dan tak berhenti. Hal ini
menyebabkan seluruh lapisan masyarakat harus segera melakukan perubahan secara signifikan
dalam seluruh pola serta kegiatan kesehariannya. Tak terlepas dalam bidang pendidikan. Tentu
saja bagi saya sangat membosankan dengan adanya pembelajaran jarak jauh ini. Apalagi hal ini
sudah dilaksanakan selama hampir satu tahun. Menurut saya yang paling menyedihkan adalah
di mana saya tidak dapat bertemu dengan teman-teman saya secara langsung. Namun dengan
majunya teknologi sekarang, pembelajaran jarak jauh dapat mudah dilakukan, dan proses
interaksi dengan teman lainnya lebih mudah terjangkau.

Karya seni untuk ujian praktek saya kali ini menggambarkan sebuah smartphone yang

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021

digambar di sebuah piring. Mengapa wadah yang saya pakai adalah piring? Piring biasanya
dipakai untuk wadah kebutuhan pokok berupa pangan. Sedangkan yang berada di dalam piring
yang saya gambar adalah smartphone. Makna dari hal tersebut adalah di mana khususnya di
masa pandemi ini, smartphone menjadi barang kebutuhan pokok untuk semua orang dan
khususnya untuk diri saya sendiri karena perangkat inilah yang digunakan saya untuk melakukan
kegiatan pembelajaran serta mendapatkan sarana hiburan yang lainnya. Lalu, terlihat di dalam
smartphone ada seseorang memakai baju biru. Hal itu menggambarkan bahwa saya sedang
melakukan video call dengan teman saya, karena itu merupakan salah satu jalan untuk tetap
berhubungan dengan sahabat saya di masa pandemi ini. Selain itu, terlihat warna yang saya
gunakan di sekitar smartphone adalah warna panas, merah, oren, dan kuning. Warna ini menurut
saya menggambarkan masa remaja yang diwarnai dengan semangat layaknya api yang membara.
Di sekitar smartphone pun tergambar chatbox yang menjelaskan salah satu cara untuk tetap
berhubungan dengan teman-teman, yaitu dengan mengirim pesan melalui aplikasi chat.

Kesimpulan dari karya saya untuk ujian praktek ini adalah kita tidak boleh menyerah
walaupun sekarang berada di situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Justru di masa pandemi
ini, kita dapat mengeluarkan ide atau inovasi agar tetap dapat survive atau eksistensi diri kita
tetap terjaga. Pandemi ini mengajarkan kita untuk selalu berjuang dan tetap berhubungan
dengan dunia luar dengan memaksimalkan segala macam teknologi yang kita miliki.

Yohanes William Ivakdalam
XII IPS-3/27

Invasi Covid-19

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021

Gambar yang sederhana ini menggambarkan situasi dan kondisi remaja saat ini.
Bentuknya yang bulat menggambarkan dunia, dan warnanya yang merah menggambarkan
bahwa dunia sedang berada dalam situasi yang gawat darurat karena virus Covid-19 yang
berinvasi ke dunia, dimana seluruh dinamika kehidupan remaja yang ada di dunia yang semula
baik menjadi sangat berubah, sekaligus menjadi lambang bahwa remaja sedang mencapai titik
terendah yang ada di dalam hidupnya. Pada bagian tengah kita akan melihat remaja yang
memiliki dua sisi. Sisi bagian kanan berwarna hitam dengan ruang lingkup luas yang
menggambarkan situasi dan perasaan dominan yang dirasakan oleh remaja itu sendiri, seperti
perasaan lelah, bosan, stress, bahkan rasa ingin meninggal pun dirasakan oleh remaja itu sendiri.
Terdapat juga kata kata yang berbunyi : “Krisis jati diri,” yang maksudnya remaja telah kehilangan
jati dirinya sebagai makhluk sosial karena minimnya kebudayaan bersosialisasi di dunia nyata.
Dilain sisi terdapat juga gambar bohlam ide diatas kepala remaja bagian tengah yang sedang
menuju keatas mulut virus Covid-19, yang menggambarkan bahwa seluruh pikiran, rencana, dan
strategi serta niat baik yang ingin diusahakan remaja kedepannya menjadi hilang, seolah olah
pandemi merampas dan menyedot semua itu dari para remaja seperti pembersih ruangan.
Semua hal ini dikarenakan para remaja harus beradaptasi dalam kehidupan yang serba baru ini,
dimana remaja harus bisa terus berdiri dan tangguh, meskipun perasaan dan situasi dominan
yang ada di dalam dirinya adalah perasaan dan situasi yang tidak menyenangkan. Harus berdiri
terus, meskipun banyak hal yang membuat mereka hancur. Bagian kiri remaja yang ada di tengah
merupakan solusi yang bisa dilakukan oleh remaja itu sendiri untuk tetap mengembangkan
dirinya dalam situasi gawat ini, solusi untuk tetap bisa saling terhubung dengan teman-temannya
dan juga orang lain agar remaja itu sendiri mengembangkan dirinya sekaligus menempatkan
kebudayaan sosialisasi bersama orang lain dengan cara yang baru. Solusi itu digambarkan pada
manusia bagian kiri yang berada di tengah, yaitu sosial media dan aplikasi tatap muka itu sendiri,
seperti Zoom, Google Meet, WhatsApp, Line, dan Instagram. Manusia yang penuh logo aplikasi
ini diletakkan di tengah memiliki maksud tersendiri. Maksudnya adalah dalam masa pandemi
virus Covid-19 ini, keberadaan sosial media dan aplikasi tatap muka telah menjadi kebutuhan
primer manusia khususnya remaja, dan berada diantara para remaja itu sendiri. Keberadaan
mereka pada masa pandemi virus Covid-19, membantu para remaja tetap mengembangkan
dirinya, dengan cara mengeskpresikan dirinya lewat karya yang dibuat dan dipublikasikan di
media sosial, lalu menjadi wadah untuk mencurahkan isi hatinya sendiri, dan juga yang paling
penting adalah menjadi tempat bertemunya remaja yang satu dengan remaja yang lain, sehingga
mereka tetap dapat bertumbuh dan berkembang satu dengan yang lain.

UJIAN PRAKTIK SENI BUDAYA T.P. 2020-2021
Yuka Maheswara
XII IPS-3/28

Menurut saya, kebutuhan remaja pada masa pandemi ini dapat dipenuhi lewat komunikasi.
Sosialisasi dalam psbb itu tidak mudah, sehingga memerlukan media seperti laptop atau
komputer untuk berbicara dengan orang lain.
Saya mendapat ide gambar ini saat saya mengingat bahwa kenangan kelas 3 dan hampir setengah
dari masa SMA saya adalah layar laptop saya. Laptop saya penting dalam kehidupan sehari-hari
saya selama pandemi ini.
Bentuk dari karya saya seperti cahaya yang keluar dari lampu seperti lampu sorot yang
memfokuskan terhadap laptop saya. Warna di luar laptop tidak banyak karena saya merasa
bahwa tanpa laptop, hidup saya selama pandemi ini akan terasa kosong. Laptopnya berwarna-
warni melambangkan kehidupan karena sebagian besar pengalaman yang saya alami selama
pandemi ini terjadi di depan layar laptop. Ada pusaran di layar laptop karena saya merasa bahwa
semakin lama berlangsungnya pandemi, semakin besar saya waktu saya dihabisi di depan layar
komputer.


Click to View FlipBook Version