The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Perubahan dunia yang begitu cepat memberi dampak perubahan yang terjadi di segala bidang. Pada akhirnya perubahan yang terjadi akan membawa dampak positif bagi yang dapat mengimbanginya dan berdampak negatif bagi yang lambat meresponnya. Perubahan ini pun terjadi pada ilmu manajemen yang mengalami perkembangan amat pesat baik dari sisi teori dan implementasi. Atas dasar fenomena inilah kami berusaha memperbarui literasi dan menambah wawasan para pembaca dengan hadirnya buku ini yang menyajikan pandangan dan gagasan baru berkenaan dengan ilmu manajemen.
Berikut adalah uraian yang disajikan dari awal Bab 1 hingga Bab 16 yang dihimpun dalam Buku Pengantar Manajamen ini.
Bab 1 membahas tentang bagaimana proses manajemen yang bila dioptimalkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan menciptakan iklim perusahaan agar kondusif mencapai tujuan perusahaan.
Bab 2 memaparkan bagaimana kondisi ekonomi dunia baik negara-negara maupun korporasi yang terimbas dampak turbulensi global membutuhkan peran kepemimpinan (manajer) untuk beradaptasi agar perusahaan tetap kompetitif dan terus bertumbuh.
Bab 3 membahas perkembangan ilmu manajemen, perkembangan ilmu manajemen kekinian yang ditopang kemajuan teknologi informasi yang pesat membantu banyak pihak mengelola sumber daya efektif dan efisien
Bab 4 pada bagian ini dibahas bagaimana interaksi nilai-nilai antar individu dalam lingkungan internal perusahaan yang mempengaruhi tingkah laku orang-orang yang ada di dalamnya dan lambat laun terciptalah budaya organisasi.
Bab 5 menyajikan uraian bahwa perusahaan penting untuk mempunyai tujuan berkontribusi positif kepada lingkungan eksternal, mempunyai etika dan mengedepankan norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
Bab 6 membahas pentingnya tahapan perencanaan dan pengambilan keputusan berdasarkan proses rasional dan evalusi untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal yang dinamis.
Bab 7 menguraikan pembahasan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi, bagaimana perusahaan memformulasikan strategi, memantau dan menyesuaikan strategi agar perusahaan mencapai keunggulan bersaing.
Bab 8 menjelaskan tentang design dan struktur organisasi, meliputi bahasan hirarki yang memiliki tingkatan yang menjalankan tugas dan fungsi individu atau sumber daya manusia yang ada dalam organisasi untuk mencappai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
Bab 9 menyajikan pembahasan meliputi konsep, pandangan dan strategi penerapan mengenai: kekuasaan (power), kewenangan (authority), tanggung jawab (responsibility) dan pelimpahan wewenang (delegation).
Bab 10 menjelaskan analisis potensi dan kemampuan intelegensia dan emosional dalam individu untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi dinamis di dalam organisasi/perusahaan.
Bab 11 menjelaskan tentang manajemen SDM, fungsi, perencanaan dan pengembangan SDM dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Bab 12 menjelaskan faktor-faktor internal dan eksternal penyebab timbulnya movitasi dan antuasiasme pegawai dalam bekerja termasuk bagaimana faktor kepemimpinan mempengaruhi kondusifitas perusahaan
Bab 13 membahas kelompok kerja dan komunikasi dalam organisasi, analisis tentang interaksi individu-individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Bab 14 menguraikan hal-hal terkait pengawasan dan pengendalian organisasi, proses pengukuran kinerja dan mengambil tindakan korektif untuk memastikan organisasi berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya.
Bab 15 menyajikan pembahasanmeliputi manajemen informasi dan manajemen internasional, serta bagaimana perusahaan mencapai tujuannya secara lebih efektif dan efisien melalui sistem informasi manajemen. Manajemen international menitikberatkan pada perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan pengendalian kegiatan usaha dalam skala global.
Bab 16 menguraikan terkait dengan manajemen usaha kecil disertai penjelasan tentang faktor kepemimpinan dan kreatifitas yang menjadi kunci bagi usaha kecil untuk terus meningkatkan level usaha, serta pentingnya strategi perencanaan dari sisi bisnis dan investasi.
Semoga buku Pengantar Manajemen dengan pembahasan terpadu ini dapat menjadikan bahan referensi dan memperkaya khazanah literasi bidang ilmu ekonomi khususnya bidang manajemen. Dengan harapan dapat diperbaiki segala apa yang masih terdapat kekurangan dalam buku ini, dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan masukan untuk terbitnya buku-buku dengan mutu yang lebih baik lagi. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan masyarakat. Aamiin, ya Rabbal Aalamiin.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penamudamedia, 2023-07-12 10:29:42

PENGANTAR MANAJEMEN

Perubahan dunia yang begitu cepat memberi dampak perubahan yang terjadi di segala bidang. Pada akhirnya perubahan yang terjadi akan membawa dampak positif bagi yang dapat mengimbanginya dan berdampak negatif bagi yang lambat meresponnya. Perubahan ini pun terjadi pada ilmu manajemen yang mengalami perkembangan amat pesat baik dari sisi teori dan implementasi. Atas dasar fenomena inilah kami berusaha memperbarui literasi dan menambah wawasan para pembaca dengan hadirnya buku ini yang menyajikan pandangan dan gagasan baru berkenaan dengan ilmu manajemen.
Berikut adalah uraian yang disajikan dari awal Bab 1 hingga Bab 16 yang dihimpun dalam Buku Pengantar Manajamen ini.
Bab 1 membahas tentang bagaimana proses manajemen yang bila dioptimalkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan menciptakan iklim perusahaan agar kondusif mencapai tujuan perusahaan.
Bab 2 memaparkan bagaimana kondisi ekonomi dunia baik negara-negara maupun korporasi yang terimbas dampak turbulensi global membutuhkan peran kepemimpinan (manajer) untuk beradaptasi agar perusahaan tetap kompetitif dan terus bertumbuh.
Bab 3 membahas perkembangan ilmu manajemen, perkembangan ilmu manajemen kekinian yang ditopang kemajuan teknologi informasi yang pesat membantu banyak pihak mengelola sumber daya efektif dan efisien
Bab 4 pada bagian ini dibahas bagaimana interaksi nilai-nilai antar individu dalam lingkungan internal perusahaan yang mempengaruhi tingkah laku orang-orang yang ada di dalamnya dan lambat laun terciptalah budaya organisasi.
Bab 5 menyajikan uraian bahwa perusahaan penting untuk mempunyai tujuan berkontribusi positif kepada lingkungan eksternal, mempunyai etika dan mengedepankan norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
Bab 6 membahas pentingnya tahapan perencanaan dan pengambilan keputusan berdasarkan proses rasional dan evalusi untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal yang dinamis.
Bab 7 menguraikan pembahasan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi, bagaimana perusahaan memformulasikan strategi, memantau dan menyesuaikan strategi agar perusahaan mencapai keunggulan bersaing.
Bab 8 menjelaskan tentang design dan struktur organisasi, meliputi bahasan hirarki yang memiliki tingkatan yang menjalankan tugas dan fungsi individu atau sumber daya manusia yang ada dalam organisasi untuk mencappai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
Bab 9 menyajikan pembahasan meliputi konsep, pandangan dan strategi penerapan mengenai: kekuasaan (power), kewenangan (authority), tanggung jawab (responsibility) dan pelimpahan wewenang (delegation).
Bab 10 menjelaskan analisis potensi dan kemampuan intelegensia dan emosional dalam individu untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi dinamis di dalam organisasi/perusahaan.
Bab 11 menjelaskan tentang manajemen SDM, fungsi, perencanaan dan pengembangan SDM dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Bab 12 menjelaskan faktor-faktor internal dan eksternal penyebab timbulnya movitasi dan antuasiasme pegawai dalam bekerja termasuk bagaimana faktor kepemimpinan mempengaruhi kondusifitas perusahaan
Bab 13 membahas kelompok kerja dan komunikasi dalam organisasi, analisis tentang interaksi individu-individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Bab 14 menguraikan hal-hal terkait pengawasan dan pengendalian organisasi, proses pengukuran kinerja dan mengambil tindakan korektif untuk memastikan organisasi berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya.
Bab 15 menyajikan pembahasanmeliputi manajemen informasi dan manajemen internasional, serta bagaimana perusahaan mencapai tujuannya secara lebih efektif dan efisien melalui sistem informasi manajemen. Manajemen international menitikberatkan pada perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan pengendalian kegiatan usaha dalam skala global.
Bab 16 menguraikan terkait dengan manajemen usaha kecil disertai penjelasan tentang faktor kepemimpinan dan kreatifitas yang menjadi kunci bagi usaha kecil untuk terus meningkatkan level usaha, serta pentingnya strategi perencanaan dari sisi bisnis dan investasi.
Semoga buku Pengantar Manajemen dengan pembahasan terpadu ini dapat menjadikan bahan referensi dan memperkaya khazanah literasi bidang ilmu ekonomi khususnya bidang manajemen. Dengan harapan dapat diperbaiki segala apa yang masih terdapat kekurangan dalam buku ini, dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan masukan untuk terbitnya buku-buku dengan mutu yang lebih baik lagi. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan masyarakat. Aamiin, ya Rabbal Aalamiin.

Pengantar Manajemen i Cover


Pengantar Manajemen ii Pengantar Manajemen iii Pengantar Manajemen Dr. H. Fikry Ramadhan Suhendar Lc., MA — Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA — Dra. Widiastuti, MM —M Bambang Priatama, SE, MM — Asri Dwi Ariyani, S.E., M.Sc — Abi Suryono, SE., Ak., M.Ak., AWP., CA — Tonny Yuwanda, SE, MM — Desty Prawatiningsih, M.Si — Nofrizal, S.Pd., M.M. — Yeki Candra SE,.MM — Syamsu Nurkarim S.Kom., M.M — Dr. Suhendi, S.Sos.,MM — Abdi Fadhlan, MM — Franky Okto Bernando, SE.,M.Ak, MM — Alisa Tri Nawarini, SE,MBA — Dedi Damhudi SE., MM —


Pengantar Manajemen iv Pengantar Manajemen Copyright © PT Penamuda Media, 2023 Penulis: Dr. H. Fikry Ramadhan Suhendar Lc., MA — Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA — Dra. Widiastuti, MM —M Bambang Priatama, SE, MM — Asri Dwi Ariyani, S.E., M.Sc — Abi Suryono, SE., Ak., M.Ak., AWP., CA — Tonny Yuwanda, SE, MM — Desty Prawatiningsih, M.Si — Nofrizal, S.Pd., M.M. —Yeki Candra SE,.MM — Syamsu Nurkarim S.Kom., M.M — Dr. Suhendi, S.Sos.,MM — Abdi Fadhlan, MM — Franky Okto Bernando, SE.,M.Ak, MM — Alisa Tri Nawarini, SE,MBA — Dedi Damhudi SE., MM ISBN 9786230929601 Penyunting dan Penata Letak: Tim PT Penamuda Media Desain Sampul: Tim Desain PT Penamuda Media Penerbit: PT Penamuda Media Redaksi: Casa Sidoarum RT03 Ngentak, Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta Web: www.penamuda.com E-mail: [email protected] Instagram: @penamudamedia WhatsApp: +6285700592256 Cetakan Pertama, Maret 2023 viii + 240 halaman; 15,5 x 23 cm Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit maupun penulis


Pengantar Manajemen iv Pengantar Manajemen Copyright © PT Penamuda Media, 2023 Penulis: Dr. H. Fikry Ramadhan Suhendar Lc., MA — Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA — Dra. Widiastuti, MM —M Bambang Priatama, SE, MM — Asri Dwi Ariyani, S.E., M.Sc — Abi Suryono, SE., Ak., M.Ak., AWP., CA — Tonny Yuwanda, SE, MM — Desty Prawatiningsih, M.Si — Nofrizal, S.Pd., M.M. —Yeki Candra SE,.MM — Syamsu Nurkarim S.Kom., M.M — Dr. Suhendi, S.Sos.,MM — Abdi Fadhlan, MM — Franky Okto Bernando, SE.,M.Ak, MM — Alisa Tri Nawarini, SE,MBA — Dedi Damhudi SE., MM ISBN Editor: Penyunting dan Penata Letak: Tim PT Penamuda Media Desain Sampul: Tim Desain PT Penamuda Media Penerbit: PT Penamuda Media Redaksi: Casa Sidoarum RT03 Ngentak, Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta Web: www.penamuda.com E-mail: [email protected] Instagram: @penamudamedia WhatsApp: +6285700592256 Cetakan Pertama, Maret 2023 viii + 239 halaman; 15,5 x 23 cm Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit maupun penulis Pengantar Manajemen v KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga buku sederhana ini dapat diselesaikan. Buku ini diberi judul Pengantar Manajemen. Buku ini lahir sebagai bagian upaya para penulis yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu manajemen di Tanah Air tercinta ini. Pengantar Manajemen merupakan mata kuliah inti pada Fakultas Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, dan Sekolah Bisnis. Oleh karena itu hadirnya buku ini menjadi penting dan sangat dibutuhkan sebagai bahan referensi oleh para mahasiswa. Disamping itu buku ini juga menawarkan konsep pengenalan konsep manajemen dengan bahasa yang mudah dimengerti dan juga menampilkan implementasi konsep manajemen dalam bentuk analisis kuantitatif maupun kualitatif. Buku ini mengupas lingkungan internal dan eksternal perusahaan diantaranya meliputi perkembangan ilmu manajemen, fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan, manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, manajemen informasi dan manajemen internasional serta manajemen usaha kecil. Didalamnya disajikan gagasan baru bagaimana strategi mencapai keunggulan dan mengindentifikasi kelemahan perusahaan berkenaan dengan upaya peningkatan kinerja manajemen perusahaan. Tentu saja buku ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu saran dan kritik amat kami harapkan demi sempurnanya buku ini. Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para penulis yang telah berpartisipasi mencurahkan tenaga dan pikirannya hingga terselesaikannya buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan dipakai sebagai salah satu referensi yang dapat memberi wawasan luas dalam bidang manajemen secara umum. Aamiin. Pengantar Manajemen vi


Pengantar Manajemen vi Pengantar Manajemen vii Daftar Isi Bab 1 Konsep Dasar Manajemen Bisnis 1 Dr. H. Fikry Ramadhan Suhendar Lc., MA Bab 2 Manajer Dalam Kegiatan Manajemen 12 Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA Bab 3 Perkembangan Ilmu Manajemen 25 Dra. Widiastuti, MM Bab 4 Lingkungan Kerja Dan Budaya Organisasi 36 M Bambang Priatama, SE, MM Bab 5 Tanggung Jawab Sosial Dan Etika Manajemen 58 Asri Dwi Ariyani, S.E., M.Sc Bab 6 Fungsi Perencanaan Dan Pengambilan Keputusan 69 Abi Suryono, SE., Ak., M.Ak., AWP., CA Bab 7 Manajemen Strategis Perusahaan 78 Tonny Yuwanda, SE, MM Bab 8 Design dan Struktur Organisasi 94 Desty Prawatiningsih, M.Si Bab 9 Kekuasaan, Kewenangan, Tanggung Jawab dan Delegasi 104 Nofrizal, S.Pd., M.M. Bab 10 Faktor Individu Dalam Organisasi 124 Yeki Candra SE,.MM Bab 11 Manajemen Sumber Daya Manusia 144 Syamsu Nurkarim S.Kom., M.M Bab 12 Motivasi dan Kepemimpinan 159 Dr. Suhendi, S.Sos.,MM Bab 13 Kelompok Kerja dan Komunikasi Dalam Organisasi 176 Abdi Fadhlan, MM Bab 14 Pengawasan & Pengendalian Organisasi 202 Franky Okto Bernando, SE.,M.Ak, MM Bab 15 Manajemen Informasi dan Manajemen Internasional 214 Alisa Tri Nawarini, SE,MBA Bab 16 Manajemen Usaha Kecil 227 Dedi Damhudi SE., MM


Pengantar Manajemen viii Pengantar Manajemen 1 BAB 1 KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS DR. H. FIKRY RAMADHAN SUHENDAR Lc., MA Konsep Manajemen Bisnis Manajemen merupanakan proses dalam mengatur dan merencanakan agar seatu tujuan dapat diraih secara optimal. Sehingga manajemen erat kaitannya dengan suatu proses dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pendelegasian atau pengarahan dan pengawasan agar suatu tujuan dapat diraih dengan maksimal (Wardhana et al., 2022, p. 2) Dalam ilmu manajemen mengharuskan seorang manajer memikirkan cara untuk menghasilkan suatu ide atau gagasan guna mendapatkan keuntungan atau profit yang lebih banyak untuk suatu perusahaan yang dipimpinnya. Adapun bisnis merupakan suatu usaha dalam mendapatkan suatu keuntungan atau profit, bisnis erat kaitanya dengan kegiatan ekonomi dalam mendapatkan suatu keuntungan. Bisnis biasanya terjadi karena adanya timbal balik yang menguntungkan antara satu pihak dengan pihak lainya, seperti jual beli, jasa atau kontrak, dimulai dari adanya kebutuahan konsumsi, kemudian produksi dan distribusi serta pemasarannya. Dalam suatu organisasi termasuk dalam organisasi bisnis sangat memerlukan suatu manajemen agar sutu tujuan dapat


Pengantar Manajemen 2 dirain dan terorganisir dengan baik. Sebaliknya jika sutu organisasi justru tidak terorganisir dengan baik maka besar kemungkinan akan dikalahkan dengan keburukan yang terorganisir dengan baik, yang akhirnya dapat berdampak buruk pada perkembangan atau kemajuan organisasi tersebut. Sistem manajemen yang baik adalah bagimana suatu organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, serta hubungan kerja antara unit-unit dapat berjalan dengan teratur, terencana, terkordinasi dalam pengawasan pimpinan yang seterusnya menghasilkan suatu kinerja sesuai denga apa yang dicita-citakan dan mencapai tujuan bersama yang diinginkan oleh organisasi tersebut. (M Ma’ruf Abdullah, 2012, p. 15) jika suatu organisasi manajemen berorientasi kepada keuntungan yang sebanyak-banyaknya maka prilaku menejemen tersebut berlandaskan kepada manajemen bisnis konvensional dan jika prilaku orientasi bisnis tersebut didasari atas dasar keimanan dan menjalankan bisnis tersebut berlandaskan atas syariat Islam, maka prilaku manajemen bisnis tersebut merupakan dari prilaku manajemen Islam. Sehingga dalam ilmu manajemen bisnis ada beberapa hal penting yang harus dilaksanakan agar suatu organisasi/periusahaan dapat tercapai sebagaimana tujuannya, diantaranya sebagaimana dijelaskan dalam fungsi manajeman sebagai berikut: Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan gagasan utama dalam suatu organisasi, yang didasari atas keinginan pertama suatu organisasi tersebut didirikan. Jika suatu organisasi tersebut bergerak disuatu bisnis tertentu maka tujuanya adalah untuk mendapatkan suatu keuntungan sebanyak-banyaknya yang hal


Pengantar Manajemen 2 dirain dan terorganisir dengan baik. Sebaliknya jika sutu organisasi justru tidak terorganisir dengan baik maka besar kemungkinan akan dikalahkan dengan keburukan yang terorganisir dengan baik, yang akhirnya dapat berdampak buruk pada perkembangan atau kemajuan organisasi tersebut. Sistem manajemen yang baik adalah bagimana suatu organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, serta hubungan kerja antara unit-unit dapat berjalan dengan teratur, terencana, terkordinasi dalam pengawasan pimpinan yang seterusnya menghasilkan suatu kinerja sesuai denga apa yang dicita-citakan dan mencapai tujuan bersama yang diinginkan oleh organisasi tersebut. (M Ma’ruf Abdullah, 2012, p. 15) jika suatu organisasi manajemen berorientasi kepada keuntungan yang sebanyak-banyaknya maka prilaku menejemen tersebut berlandaskan kepada manajemen bisnis konvensional dan jika prilaku orientasi bisnis tersebut didasari atas dasar keimanan dan menjalankan bisnis tersebut berlandaskan atas syariat Islam, maka prilaku manajemen bisnis tersebut merupakan dari prilaku manajemen Islam. Sehingga dalam ilmu manajemen bisnis ada beberapa hal penting yang harus dilaksanakan agar suatu organisasi/periusahaan dapat tercapai sebagaimana tujuannya, diantaranya sebagaimana dijelaskan dalam fungsi manajeman sebagai berikut: Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan gagasan utama dalam suatu organisasi, yang didasari atas keinginan pertama suatu organisasi tersebut didirikan. Jika suatu organisasi tersebut bergerak disuatu bisnis tertentu maka tujuanya adalah untuk mendapatkan suatu keuntungan sebanyak-banyaknya yang hal Pengantar Manajemen 3 ini sesui dengan tujuan pendirian suatu organisasi/perusahaan. Diantara faktor yang harus ada dalam merencanakan adalah penentuaan tujuan baik tujuan jangka pendek atau jangka panjang, karena mengetahui perencanaan jangka waktu baik jangka panjang maupun jangka pendek adalah salah satu dari penentuan target keberhasilan suatu organisasi, sehingga suatu perusahaan/organaisasi akan menentukan produk ataupun jasa apa yang akan dibutuhkan oleh pasar. (Siregar, 2022, p. 16) Perencanaan memiliki peranan esensial dalam suatu organisasi dikarnakan fungsi-fungsi manajemen yang lain seperti pengorganisasian, pengarahan serta pengawasan merupakan suatu implementasi dari perencanaan itu sendiri. Dalam perencanaan hal yang paling mendasar adalah menetapkan sasaran dan tujuan perencanaan yang kemudian sasaran tersebut diturunkan menjadi perumusan keadaan yang direncanakan dan seterusnya mengidentifikasi faktor-faktor yang ada, sehingga perencanaan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan rencana perdirianya, kemudian tahapan setelahnya mengembangkan rencana sesuai dengan tujuan organisasi. (Ais zakiyudin, 2016, p. 30) Menurut Stoner dan Wankel dalam Ais Zakiyudin perencanaan dibagi kepada dua bagian yaitu perencanaan strategis dan perencanaan oprasional. Perencanaan strategis merupakan suatu perencanaan jangka panjang untuk menentukan suatu tujuan sebagaimana keinginan diawal organisasi tersebut dibentuk secara keseluruhan, mengimplementasikan misi dan visi organisasi, diantara salah satu bentuk perencanaan strategis adalah penentuan dan pemilihan organisasi, untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu serta menetapkan metode tertentu agar tujuan


Pengantar Manajemen 4 organisasi dapat diraih secara maksimal. (Ais zakiyudin, 2016, p. 35) Sedangkan rencana oprasional adalah merupakan rencana yang menggambarkan bagaimana suatu rencana strategis dapaat diimplementasikan dengan optimal rencana oprasional dibagi kepada dua bagian yaitu rencana tetap dan rencana sekali pakai. Rencana tetap merupakan sebuah rencana yang silakukan berulang-ulang seperti peraturan dan prosedur standar atau aturan standar. Sedangkan rencana sekali pakai biasanya suatu rencana tersebut direncanakan hanya satu kali atau tidak berulang diwaktu yang akan datang seperti proyek dan anggaran. (Ais zakiyudin, 2016, p. 38) Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan perkumpulan orang yang telah menentukan suatu tujuan yang sama dan mendapatkan suatu pengakuan yang sah dari instansi pemerintahan atau pihak tertentu yang memberikan legalitas, sehingga keberadaanya tidak menjadi persoalan bagi masyarakat. (Karyoto, 2016, p. 29) Pengorganisasian merupakan hal penting dalam manajeman bisnis, pengorganisasian merupakan suatu turunan sesudah suatu perusahaan merencanakan, menentukan stuktur tugas dan wewenang agar dilaksanakan oleh setiap anggota disuatu perusahaan. Pengorganisasian akan merumuskan stuktur organisasi dan pendelegasian agar dapat melaksanakan segala tanggung jawab dengan baik dan terarah. Dengan adanya struktur organisasi maka tugas dan wewenang dapat dibagi-bagi dan terkoordinasikan secara optimal. (Fachrurazi et al., 2021, p. 68) Sehingga pengorganisasian merupakan fase kedua setelah perencanaan. Dengan adanya pengorganisasian maka tugas dan


Pengantar Manajemen 4 organisasi dapat diraih secara maksimal. (Ais zakiyudin, 2016, p. 35) Sedangkan rencana oprasional adalah merupakan rencana yang menggambarkan bagaimana suatu rencana strategis dapaat diimplementasikan dengan optimal rencana oprasional dibagi kepada dua bagian yaitu rencana tetap dan rencana sekali pakai. Rencana tetap merupakan sebuah rencana yang silakukan berulang-ulang seperti peraturan dan prosedur standar atau aturan standar. Sedangkan rencana sekali pakai biasanya suatu rencana tersebut direncanakan hanya satu kali atau tidak berulang diwaktu yang akan datang seperti proyek dan anggaran. (Ais zakiyudin, 2016, p. 38) Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan perkumpulan orang yang telah menentukan suatu tujuan yang sama dan mendapatkan suatu pengakuan yang sah dari instansi pemerintahan atau pihak tertentu yang memberikan legalitas, sehingga keberadaanya tidak menjadi persoalan bagi masyarakat. (Karyoto, 2016, p. 29) Pengorganisasian merupakan hal penting dalam manajeman bisnis, pengorganisasian merupakan suatu turunan sesudah suatu perusahaan merencanakan, menentukan stuktur tugas dan wewenang agar dilaksanakan oleh setiap anggota disuatu perusahaan. Pengorganisasian akan merumuskan stuktur organisasi dan pendelegasian agar dapat melaksanakan segala tanggung jawab dengan baik dan terarah. Dengan adanya struktur organisasi maka tugas dan wewenang dapat dibagi-bagi dan terkoordinasikan secara optimal. (Fachrurazi et al., 2021, p. 68) Sehingga pengorganisasian merupakan fase kedua setelah perencanaan. Dengan adanya pengorganisasian maka tugas dan Pengantar Manajemen 5 wewenang dapat dibagi sesuai dengan stuktur organisasi, dikarnakan beban organisai tidak hanya dipegang oleh salah satu orang saja namun harus dibagi sesuai dengan tugas pokok masing masing bidang. Dalam pengorganisasian ada beberapa prosedur dalam pengorganisasian diantaranya yaitu: pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh anggota harus terperinci sehingga setiap satuan anggota dapat memahami tugas pokoknya masisng-masing sehingga tidak adanya salah faham antara tugas dan pokok organisasi. Selanjutnya pembagian kerja harus sesuai dengan porsi tugasnya masing masing, agar para pekerja tidak diberikan kerja terlalu berat dan tidak juga terlalu ringan sehingga banyak yang menganggur. Memastikan dan mengkoordinasikan antara setiap anggota penting juga dilakukan agar tidak terjadi suatu konflik antara para pekerja disuatu organisasi/perusahaan. (Siregar, 2022, p. 25) Pengorganisasian mempunyai fungsi sangat penting dalam sistem manajemen. Hal ini dikarnakan pengorganisasian merupakan mekanisme utama setelah perencanaan yang digukan oleh para manajer untuk mengerahkan segala kemampuan sumber daya manusia untuk mencapai sebuah tujuan dalam organisasi. Diantara manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian adalah diantaranya yaitu, pengorganisasian dapat memelihara hubugan antara sumber daya yang ada yang kemudian mengunakannya dan mengurangi kerugian yang akan dicapai oleh manejer, pengorganisasian juga dapat berperan penting untuk meningkatkan kemampuan manajerial agar sesuai dengan keperluan yang diperluakan dalam sebuah organisasi, pengorganisasian juga dapat menciptakan iklim organisasi dan


Pengantar Manajemen 6 mendorong sebuah organisasi agar kondusif dalam sistem manajemen sesuai dengan tujuannya. Ada beberapa tahapan dalam pengorganisasian diantaranya yaitu: Tahapan menetapkan tujuan suatu organisasi, selanjutnya menetapkan tahap tujuan organisasi adalah menetapkan tugas pokok anggota organisasi serta melakukan pembagian tugas pokok menjadi tugas-tugas yang terperinci dan memberikan arahan-arahan atas tugas pokok tadi, serta kemudia melakukan evaluasi atas hasil dari strategi yang telah dilakukan dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik dimasa yang akan datang serta meningkatkan pencapaian sebuah tujuan . (Ais zakiyudin, 2016, p. 42) Stuktur organisasi digambarkan dalam sebuah bagan atau grafis yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan diantara bagian organisasi agar dapat mengkoordinasikan sebuah kegiatan menjadi lebih terstuktuk dan optimal. Stuktur organisasi misalkan dalam bentuk piramid merupakan gambaran semakin tinggi mendekati puncak piramida maka bagan tersebut mencerminkan semakin tinggi kedudukan dan semakin tinggi kewenangan serta tanggung jawab seseorang, sedangkan garis-garis kotak menunjukan garis komunika kasi formal diantara orang-orang yang berada dikotak masingmasing. (Ais zakiyudin, 2016, p. 47) Dalam sebuah organisasi terkadang juga ada sebuah organisasi formal dan non formal organisasi formal merupakan seubah organisasi dimana seorang manajer menetapkan apa-apa yang harus dikerjakan oleh para pegawai melalui bagan organisasi berupa kewajiaban dan tanggung jawab secara resmi, sedangkan organisasi non formal dibentuk oleh anggota-anggota organisasi pada setiap


Pengantar Manajemen 6 mendorong sebuah organisasi agar kondusif dalam sistem manajemen sesuai dengan tujuannya. Ada beberapa tahapan dalam pengorganisasian diantaranya yaitu: Tahapan menetapkan tujuan suatu organisasi, selanjutnya menetapkan tahap tujuan organisasi adalah menetapkan tugas pokok anggota organisasi serta melakukan pembagian tugas pokok menjadi tugas-tugas yang terperinci dan memberikan arahan-arahan atas tugas pokok tadi, serta kemudia melakukan evaluasi atas hasil dari strategi yang telah dilakukan dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik dimasa yang akan datang serta meningkatkan pencapaian sebuah tujuan . (Ais zakiyudin, 2016, p. 42) Stuktur organisasi digambarkan dalam sebuah bagan atau grafis yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan diantara bagian organisasi agar dapat mengkoordinasikan sebuah kegiatan menjadi lebih terstuktuk dan optimal. Stuktur organisasi misalkan dalam bentuk piramid merupakan gambaran semakin tinggi mendekati puncak piramida maka bagan tersebut mencerminkan semakin tinggi kedudukan dan semakin tinggi kewenangan serta tanggung jawab seseorang, sedangkan garis-garis kotak menunjukan garis komunika kasi formal diantara orang-orang yang berada dikotak masingmasing. (Ais zakiyudin, 2016, p. 47) Dalam sebuah organisasi terkadang juga ada sebuah organisasi formal dan non formal organisasi formal merupakan seubah organisasi dimana seorang manajer menetapkan apa-apa yang harus dikerjakan oleh para pegawai melalui bagan organisasi berupa kewajiaban dan tanggung jawab secara resmi, sedangkan organisasi non formal dibentuk oleh anggota-anggota organisasi pada setiap Pengantar Manajemen 7 tingkatan yang nantinya berkoordinasi dengan lembaga organisasi formal. (Ais zakiyudin, 2016, p. 51) Pengarahan (Actuating/Directing) Pengarahan perlu dilakukan dalam manajemen bisnis sebagai upaya untuk menuntun kegiatan-kegiatan para anggota organisasi kerah yang tepat dan sebagaimana yang diinginkan sesuai dengan tujuan organisasi, (Ais zakiyudin, 2016, p. 53) sehingga mereka dapat menjadi para pegawai yang professional dan berperpengetahuan dan bekerja efektif sesuai dengan arahan yang ditetapkan oleh perusahaan. Perngarahan sangat perlu sehingga suatu program yang direncanakan dapat berjalan sesuai dengan tujuan diinginkannya dan tidak dibiarkan begitu saja berjalan tanpa arah, maka harus sesuai dengan target yang ditetapkan.(Fachrurazi et al., 2021, p. 72) Pengarahan dilaksanakan oleh manajer atau bisanya mempunyai kedudukan lebih tinggi dari keanggotaan yang lain dalam stuktur organisasi. Pengarahan dari seorang pemimpin terkadang sifatnya teguran atau sebuah keinginan untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi untuk menjadi lebih baik lagi sesuai dengan tujuan yang ditargetkan. Pengarahan sangat penting dilakukan agar anggota dapat melaksanakan tugas yang dibebankan menjadi lebih baik lagi dan tepat sasaran. Paling tidak seorang manajer harus memiliki kemampuan strategis yaitu kemampuan pemimpin memngetahui kondisi sosial politik, membuat perencanaan strategis, dan selanjutnya seorang manajer harus memiliki kemampuan teknis berfungsi untuk menjalankan tugas sebaik mungkin dan menjadi panutan bagi bawahanya serta mempunyai kemampuan interpersonal, kemampuan interpesonal merupakan kemampuan pemimpin


Pengantar Manajemen 8 untuk membina hubungan baik dengan bawahannya. (M Ma’ruf Abdullah, 2012, p. 93) Pengawasan (Controling) Pengawasan merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam sebuah organisasi agar dengan adanya pengawasan memastikan proses tujuan organisasi dapat tercapai. Dalam pengawasan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu: menetapkan standar pelaksanaan dapat berjalan dengan sistematik agar agar tujuan perencanaan dapat berjalan dengan baik dan dapat tercapai, marangcang umpan balik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, menentukan dan mengukur jika ada penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan perencanaan serta mengambil tidakan atau kroreksi yang diperlukan guna tujuan organisasi dapat tercapai. (Ais zakiyudin, 2016, p. 63) Pengawasan sangat berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian kemudian berkaitan erat dengan fungsifungsi manajemen itu sendiri yaitu seperti, pendelegasian wewenang dan lain lain. Sehingga pengwasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah organisasi. Pengawasan setidaknya dibagi kepada beberapa jenis pengawasan diantaranya yaitu: pengawasan permulaan, pengawasan kegiatan, dan pengawasan umpan balik. Pengawasan permualaan biasanya dilakukan untuk mengantisipasi permasalah yang timbul sebelum fase kegiatan tertentu dilaksanakan. Pengawasan bersamaan merupakan sebuah pengawasan yang dilakukan dengan pelaksanaan sebuah kegiatan selama kegiatan tersebut sedang berlangsung, pengawasan kegiatan ini terjadi agar setiap elemen tertentu terlaksana sebelum kegiatan-kegiatan selanjutnya dapat


Pengantar Manajemen 8 untuk membina hubungan baik dengan bawahannya. (M Ma’ruf Abdullah, 2012, p. 93) Pengawasan (Controling) Pengawasan merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam sebuah organisasi agar dengan adanya pengawasan memastikan proses tujuan organisasi dapat tercapai. Dalam pengawasan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu: menetapkan standar pelaksanaan dapat berjalan dengan sistematik agar agar tujuan perencanaan dapat berjalan dengan baik dan dapat tercapai, marangcang umpan balik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, menentukan dan mengukur jika ada penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan perencanaan serta mengambil tidakan atau kroreksi yang diperlukan guna tujuan organisasi dapat tercapai. (Ais zakiyudin, 2016, p. 63) Pengawasan sangat berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian kemudian berkaitan erat dengan fungsifungsi manajemen itu sendiri yaitu seperti, pendelegasian wewenang dan lain lain. Sehingga pengwasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah organisasi. Pengawasan setidaknya dibagi kepada beberapa jenis pengawasan diantaranya yaitu: pengawasan permulaan, pengawasan kegiatan, dan pengawasan umpan balik. Pengawasan permualaan biasanya dilakukan untuk mengantisipasi permasalah yang timbul sebelum fase kegiatan tertentu dilaksanakan. Pengawasan bersamaan merupakan sebuah pengawasan yang dilakukan dengan pelaksanaan sebuah kegiatan selama kegiatan tersebut sedang berlangsung, pengawasan kegiatan ini terjadi agar setiap elemen tertentu terlaksana sebelum kegiatan-kegiatan selanjutnya dapat Pengantar Manajemen 9 dilaksanakan. Pengawasan umpan balik berfungsi untuk mengukur hasil-hasil dari setiap kegiatan yang telah diselesaikan sebelumnya, sehingga pengawasan umpan balik ini bersifat historis agar menjadi tolak ukur sebuah kegiatan yang telah dilaksanakan difase tertentu yang sudah terjadi. Ketiga tipe pengawasan diatas sangat berguna dalam manajemen, namun demikian dari beberapa tipe pengewasan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi suatu perusahaan maka dipilih salah satu tipe pengawasan tersebut yang bisa diterapkan sesuai dengan kondisi keadaan organisasi terebut didirikan. (Ais zakiyudin, 2016, p. 64) Adapu metode pengwasan dibagi kepada dua bagian diantaranya: metode pengawasan kuantitatif dan metode pengawasan kualitatif. Metode pengawsan kuantitatif terdiri dari metode yang terfokus kebada sumber-sumber yang berkaitan dengan angka-angka seperti pengawasan anggaran, audit external dan internal, dan analisis resiko. Sedangkan metode pengawasan kualitatif sering digunakan oleh para manajer untuk mengawasi keseluluran organisasi, atau sikap kinerja kru dan karyawan seperti pengamatan langsung, inpeksi teratur secara langsung evaluasi pelaksanaan serta diskusi antara manajer dan kru atau karyawan. (Ais zakiyudin, 2016, p. 87)


Pengantar Manajemen 10 Daftra Pustaka Ais zakiyudin (2016) Manajemen Bisnis. Jakarta: Mitra Wacana Media. Fachrurazi, F. et al. (2021) Dasar Manajemen Bisnis - Fachrurazi. Karyoto (2016) Dasar-Dasar Manajemen Teori Definisi dan Konsep. YogyakartaA: Cv Andi Offset. M Ma’ruf Abdullah (2012) Manajeman Syariah Berbasis Syariah. Sleman Yogyakarta: Aswaja Presisndo. Available at: www.aswajapressindo.co.id. Siregar, E. (2022) PENGANTAR MANAJEMEN & BISNIS. Penerbit Widina. Wardhana, A.S.E., M.M. et al. (2022) Dasar-Dasar Manajemen (Konsep dan Teori). Media Sains Indonesia.


Pengantar Manajemen 10 Daftra Pustaka Ais zakiyudin (2016) Manajemen Bisnis. Jakarta: Mitra Wacana Media. Fachrurazi, F. et al. (2021) Dasar Manajemen Bisnis - Fachrurazi. Karyoto (2016) Dasar-Dasar Manajemen Teori Definisi dan Konsep. YogyakartaA: Cv Andi Offset. M Ma’ruf Abdullah (2012) Manajeman Syariah Berbasis Syariah. Sleman Yogyakarta: Aswaja Presisndo. Available at: www.aswajapressindo.co.id. Siregar, E. (2022) PENGANTAR MANAJEMEN & BISNIS. Penerbit Widina. Wardhana, A.S.E., M.M. et al. (2022) Dasar-Dasar Manajemen (Konsep dan Teori). Media Sains Indonesia. Pengantar Manajemen 11 Tentang Penulis Dr. H. Fikry Ramadhan Suhendar Lc., MA Lahir di Subang, 22 Mei 1986 Putra dari pasangan H. Endang Suhendar Lc. (Alm) dan Ibu Hj. Leli Julawati. dan istri Dr. Hj. Nurlailiyah Aidatus Sholihah MH. telah dikaruniai putri Ayeesha Shafeeyah Fikry dan Amira Saida Fikry. (insyaAllah akan ada anak ketiga). Pendidikan yang ditempuh SD III Pamanukan, MTS Miftahul Huda Rancasari, MAK Darul Ulum Jombang, Al-Azhar University S1 lulus pada tahun 2008 , Universiti Kebangsaan Malaysia S2 Lulus pada Tahun 2012. Penulis kemudian melanjutkan jenjang pasca sarjana S3 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan lulus pada di tahun 2022, Dosen LB di STAI Darussalam Kunir Subang. Jabatan yang Pernah dijabat adalah sebagai PK III bidang kemahasiswaan pada tahun 2016-2019, Pembantu Ketua II bidang SDM dan Keuangan pada tahun 2020-2021 dan Ketua STIE Miftahul Huda pada tahun dari 2022- sampai pemilihan,. Karya ilmiah berupa Buku: Wakaf Saham Syariah Di Indonesia Dari Teori Ke Praktik, book chapter: Lembaga Keuangan Syariah, dan jurnal-jurnal International yang terindeks Sinta maupun Jurnal lokal. Email: [email protected] atau [email protected]


Pengantar Manajemen 12 BAB 2 MANAJER DALAM KEGIATAN MANAJEMEN Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA. A. PENDAHULUAN Dunia saat ini sedang menghadapi turbulensi global. Hampir semua industri terimbas dampak turbulensi tersebut. Turbulensi menimpa sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lain-lain. Dampaknya meluas ke seluruh dunia, meliputi baik negara-negara maupun korporasi, dan mendalam hingga ke ranah-ranah privat atau individu. Situasi dan kondisi global yang tidak menentu ini menggambarkan dunia yang dipenuhi dengan kerapuhan (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan ambiguitas (ambiguity). Lingkungan bisnis seperti ini mengharuskan perusahaan untuk beradaptasi dengan turbulensi dan perubahan apabila ingin tetap kompetitif serta terus relevan dan bertumbuh. Salah satu elemen penting dan bahkan paling berpengaruh dari rangkaian proses tersebut adalah peran kepemimpinan (manajer). Pada dasarnya, disrupsi secara cepat telah membentuk konteks kepemimpinan yang baru. Menurut Gartner terdapat dua mindset kepemimpinan yakni kepemimpinan lama yang


Pengantar Manajemen 12 BAB 2 MANAJER DALAM KEGIATAN MANAJEMEN Dr. Hj. Fatmah, ST., MM., RSA. A. PENDAHULUAN Dunia saat ini sedang menghadapi turbulensi global. Hampir semua industri terimbas dampak turbulensi tersebut. Turbulensi menimpa sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lain-lain. Dampaknya meluas ke seluruh dunia, meliputi baik negara-negara maupun korporasi, dan mendalam hingga ke ranah-ranah privat atau individu. Situasi dan kondisi global yang tidak menentu ini menggambarkan dunia yang dipenuhi dengan kerapuhan (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan ambiguitas (ambiguity). Lingkungan bisnis seperti ini mengharuskan perusahaan untuk beradaptasi dengan turbulensi dan perubahan apabila ingin tetap kompetitif serta terus relevan dan bertumbuh. Salah satu elemen penting dan bahkan paling berpengaruh dari rangkaian proses tersebut adalah peran kepemimpinan (manajer). Pada dasarnya, disrupsi secara cepat telah membentuk konteks kepemimpinan yang baru. Menurut Gartner terdapat dua mindset kepemimpinan yakni kepemimpinan lama yang Pengantar Manajemen 13 terbangun sejak era industri (incumbent mindset) dengan kepemimpinan gaya baru di era digital (disruptor mindset). Pemimpin incumbent cenderung berorientasi pada hal-hal yang pasti saja. Mental seperti ini cenderung menghindari risiko. Ketergantungan pada paradigma serba pasti ini justru akan menjadi hambatan dalam proses memimpin bisnis di lingkungan yang sarat perubahan, tidak pasti, dan bahkan penuh disrupsi seperti sekarang ini. Sementara itu, pemimpin disruptor cenderung menerima realitas industri yang tidak pasti. Hal ini bukan berarti mereka lebih menyukai ketidakpastian, melainkan mereka menyadari bahwa pasar yang mereka masuki memang dinamis, sarat perubahan, dan serba tidak pasti. Oleh karena itu, menyadari bahwa dalam tempat kerja yang kompetitif dan menuntut pada saat ini, manajer tidak dapat sukses hanya dengan mengandalkan kemampuan teknis. Namun, manajer juga harus memiliki kemampuan memulai sesuatu yang baru di tengah ketidakpastian. Bab ini akan menjelaskan pengertian, fungsi, peran, dan keterampilan manajer dalam kegiatan manajemen, serta perubahan manajer di era digital. B. PENGERTIAN MANAJER DALAM KEGIATAN MANAJEMEN Secara umum manajer berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya organisasi lainnya. Lebih lanjut Robbins dan Judge menjelaskan bahwa manajer adalah individu yang mencapai tujuan melalui orang lain. Mereka mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya, dan mengarahkan aktivitas orang lain untuk


Pengantar Manajemen 14 mencapai tujuan tertentu. Manajer melakukan pekerjaan mereka dalam sebuah organisasi, yaitu suatu unit sosial yang dikoordinasi secara sadar, terdiri atas dua atau lebih orangorang, yang berfungsi dalam suatu basis yang kontinu untuk mencapai suatu tujuan bersama atau serangkaian tujuan. Oleh karena organisasi ada untuk mencapai tujuan, maka ada pihak yang harus mendefinisikan dan menyusun cara untuk mencapainya. Pihak tersebut adalah manajer. Henry Fayol pada awal abad ke-20 menulis bahwa semua manajer melakukan lima fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, komando, koordinasi, dan pengendalian. Namun saat ini, Robbins dan Coulter yang telah menggabungkannya menjadi empat bagian diyakini sudah cukup merepresentasikan fungsi-fungsi manajemen secara umum. 1. Fungsi Perencanaan (Planning) Suatu proses yang terdiri atas mendefinisikan tujuan, menyusun strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut, serta mengembangkan serangkaian rencana untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan aktivitas. Fungsi ini meningkat seiring dengan berpindahnya manajer dari lini pertama ke manajer menengah. 2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing) Suatu proses yang terdiri atas menentukan tugas-tugas apa yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas ini dikelompokkan, siapa yang melapor kepada siapa, dan di mana keputusan harus dibuat. Fungsi ini menegaskan bahwa manajer juga bertanggung jawab untuk merancang struktur organisasi perusahaan.


Pengantar Manajemen 14 mencapai tujuan tertentu. Manajer melakukan pekerjaan mereka dalam sebuah organisasi, yaitu suatu unit sosial yang dikoordinasi secara sadar, terdiri atas dua atau lebih orangorang, yang berfungsi dalam suatu basis yang kontinu untuk mencapai suatu tujuan bersama atau serangkaian tujuan. Oleh karena organisasi ada untuk mencapai tujuan, maka ada pihak yang harus mendefinisikan dan menyusun cara untuk mencapainya. Pihak tersebut adalah manajer. Henry Fayol pada awal abad ke-20 menulis bahwa semua manajer melakukan lima fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, komando, koordinasi, dan pengendalian. Namun saat ini, Robbins dan Coulter yang telah menggabungkannya menjadi empat bagian diyakini sudah cukup merepresentasikan fungsi-fungsi manajemen secara umum. 1. Fungsi Perencanaan (Planning) Suatu proses yang terdiri atas mendefinisikan tujuan, menyusun strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut, serta mengembangkan serangkaian rencana untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan aktivitas. Fungsi ini meningkat seiring dengan berpindahnya manajer dari lini pertama ke manajer menengah. 2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing) Suatu proses yang terdiri atas menentukan tugas-tugas apa yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas ini dikelompokkan, siapa yang melapor kepada siapa, dan di mana keputusan harus dibuat. Fungsi ini menegaskan bahwa manajer juga bertanggung jawab untuk merancang struktur organisasi perusahaan. Pengantar Manajemen 15 3. Fungsi Kepemimpinan (Leading) Suatu proses yang terdiri atas memotivasi pekerja, mengarahkan aktivitasnya, memilih saluran komunikasi yang paling efektif, dan menyelesaikan konflik. Karena setiap organisasi terdiri atas orang-orang, maka menjadi tugas manajer untuk mengarahkan dan mengoordinasikan orangorang tersebut. 4. Fungsi Pengendalian (Controlling) Suatu proses yang terdiri atas aktivitas pengawasan, perbandingan, dan koreksi potensial. Untuk memastikan pekerjaan telah berjalan sebagaimana mestinya, manajer harus mengawasi kinerja organisasi dan membandingkannya dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Jika terdapat banyak deviasi yang signifikan, maka menjadi tugas manajer (manajemen) untuk mengembalikan organisasi ke jalur yang benar. Jadi, dengan menggunakan pendekatan fungsional, jawaban atas pertanyaan “Apa yang dikerjakan manajer?” atau “Apa fungsi manajer dalam kegiatan manajemen?” adalah manajer merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. C. PERAN MANAJER Peran manajer sangat signifikan bagi perusahaan. Dengan kata lain keberlangsungan hidup suatu perusahaan sangat tergantung pada bagaimana manajer menjalankan kebijakan dan segala kegiatannya. Henry Mintzberg berdasarkan hasil penelitiannya menyebutkan bahwa manajer melaksanakan sepuluh peran atau serangkaian perilaku yang berbeda dan berhubungan satu sama lain. Kesepuluh peran tersebut terutama bersifat:


Pengantar Manajemen 16 1. Peran Interpersonal Peran ini mencerminkan bagaimana seorang manajer berhubungan dengan orang lain. Pertama, pada peran ini manajer berperilaku sebagai pemegang simbol perusahaan, sehingga semua manajer diharuskan untuk melaksanakan tanggung jawab yang sifatnya seremonial dan simbolis. Kedua, semua manajer memiliki peran pemimpin. Peran ini mencakup merekrut, melatih, memotivasi, dan mendisiplinkan pekerja. Ketiga, adalah peran perantara, yang memiliki tanggung jawab atas semua mekanisme hubungan (penghubung) dengan pihak internal dan eksternal yang ada kaitannya dengan aktivitas perusahaan. 2. Peran Informasional Dalam berhubungan dengan lingkungan internal dan eksternal, manajer akan senantiasa menerima, mengumpulkan serta menyebarkan informasi. Peran ini mencerminkan bagaimana seorang manajer menukar dan memproses informasi. Pertama, sebagai pengawas informasi. Peran manajer dalam hal ini memantau perkembangan informasi yang terjadi dalam lingkungannya, baik yang menyangkut produk, pasar maupun para pesaing yang bermunculan. Kedua, sebagai penyebar informasi. Manajer berperan dalam menyebarkan informasi yang diterimanya kepada seluruh anggota organisasi dan juga pihak berkepentingan. Ketiga, sebagai juru bicara. Manajer dalam hal ini akan berperan sebagai public relation perusahaan, yaitu membuat dan memelihara nama baik perusahaan dengan sebaik-baiknya, sebab dengan begitu citra perusahaan akan terjaga dari bagaimana manajer bertindak.


Pengantar Manajemen 16 1. Peran Interpersonal Peran ini mencerminkan bagaimana seorang manajer berhubungan dengan orang lain. Pertama, pada peran ini manajer berperilaku sebagai pemegang simbol perusahaan, sehingga semua manajer diharuskan untuk melaksanakan tanggung jawab yang sifatnya seremonial dan simbolis. Kedua, semua manajer memiliki peran pemimpin. Peran ini mencakup merekrut, melatih, memotivasi, dan mendisiplinkan pekerja. Ketiga, adalah peran perantara, yang memiliki tanggung jawab atas semua mekanisme hubungan (penghubung) dengan pihak internal dan eksternal yang ada kaitannya dengan aktivitas perusahaan. 2. Peran Informasional Dalam berhubungan dengan lingkungan internal dan eksternal, manajer akan senantiasa menerima, mengumpulkan serta menyebarkan informasi. Peran ini mencerminkan bagaimana seorang manajer menukar dan memproses informasi. Pertama, sebagai pengawas informasi. Peran manajer dalam hal ini memantau perkembangan informasi yang terjadi dalam lingkungannya, baik yang menyangkut produk, pasar maupun para pesaing yang bermunculan. Kedua, sebagai penyebar informasi. Manajer berperan dalam menyebarkan informasi yang diterimanya kepada seluruh anggota organisasi dan juga pihak berkepentingan. Ketiga, sebagai juru bicara. Manajer dalam hal ini akan berperan sebagai public relation perusahaan, yaitu membuat dan memelihara nama baik perusahaan dengan sebaik-baiknya, sebab dengan begitu citra perusahaan akan terjaga dari bagaimana manajer bertindak. Pengantar Manajemen 17 3. Peran Pengambil Keputusan Peran ini mencerminkan bagaimana seorang manajer memanfaatkan informasi yang diserapnya untuk kemudian mengambil keputusan. Mintzberg mengidentifikasi empat peran yang membutuhkan keputusan. Pertama, sebagai wirausaha. Peran ini menjelaskan bagaimana seorang manajer mengawali dan mengawal proyek-proyek baru yang akan meningkatkan kinerja organisasi. Kedua, sebagai pengendali gejolak. Peran manajer dalam hal ini adalah mengambil tindakan korektif untuk merespon masalah yang tidak terduga. Ketiga, sebagai pengalokasi sumber daya. Manajer bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya manusia, fisik, dan moneter. Keempat, sebagai negosiator. Untuk yang terakhir ini manajer menjalankan peran negosiator, yakni mereka mendiskusikan isu dan tawar menawar dengan unit lain untuk memperoleh keuntungan bagi unitnya. Gambar 2.1 Peran Manajer dalam Kegiatan Manajemen


Pengantar Manajemen 18 D. KETERAMPILAN MANAJER Cara lain untuk mengetahui apa yang dilakukan manajer adalah dengan melihat keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya. Robert L Katz telah mengidentifikasi sejumlah keterampilan yang membedakan manajer efektif dan tidak efektif. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill). Manajer harus memiliki kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. Tugas-tugas ini membutuhkan keterampilan konseptual. Pengambilan keputusan, misalnya, membutuhkan manajer untuk dapat mengidentifikasi masalah, mengembangkan solusi-solusi alternatif untuk menyelesaikan masalah, mengevaluasi solusisolusi alternatif tersebut, dan memilih yang terbaik. Setelah mereka mengambil tindakan tertentu, manajer harus dapat mengorganisasikan rencana tindakan dan mengeksekusinya. Kemampuan untuk mengintegrasikan ide-ide baru dengan proses yang ada dan berinovasi dalam pekerjaan juga merupakan keterampilan konseptual yang penting bagi manajer saat ini. Keterampilan Manusia (Human Skill). Kemampuan untuk memahami, berkomunikasi, memotivasi, dan mendukung orang lain, baik dalam individu maupun kelompok, mendefinisikan keterampilan manusia. Banyak orang yang sangat cakap secara teknis tetapi tidak dapat menjadi pendengar yang baik, tidak dapat memahami kebutuhan orang lain, atau lemah dalam manajemen konflik. Oleh karena manajer mendapatkan penyelesaian pekerjaan melalui orang lain, maka mereka harus memiliki keterampilan manusia yang baik.


Pengantar Manajemen 18 D. KETERAMPILAN MANAJER Cara lain untuk mengetahui apa yang dilakukan manajer adalah dengan melihat keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya. Robert L Katz telah mengidentifikasi sejumlah keterampilan yang membedakan manajer efektif dan tidak efektif. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill). Manajer harus memiliki kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. Tugas-tugas ini membutuhkan keterampilan konseptual. Pengambilan keputusan, misalnya, membutuhkan manajer untuk dapat mengidentifikasi masalah, mengembangkan solusi-solusi alternatif untuk menyelesaikan masalah, mengevaluasi solusisolusi alternatif tersebut, dan memilih yang terbaik. Setelah mereka mengambil tindakan tertentu, manajer harus dapat mengorganisasikan rencana tindakan dan mengeksekusinya. Kemampuan untuk mengintegrasikan ide-ide baru dengan proses yang ada dan berinovasi dalam pekerjaan juga merupakan keterampilan konseptual yang penting bagi manajer saat ini. Keterampilan Manusia (Human Skill). Kemampuan untuk memahami, berkomunikasi, memotivasi, dan mendukung orang lain, baik dalam individu maupun kelompok, mendefinisikan keterampilan manusia. Banyak orang yang sangat cakap secara teknis tetapi tidak dapat menjadi pendengar yang baik, tidak dapat memahami kebutuhan orang lain, atau lemah dalam manajemen konflik. Oleh karena manajer mendapatkan penyelesaian pekerjaan melalui orang lain, maka mereka harus memiliki keterampilan manusia yang baik. Pengantar Manajemen 19 Keterampilan Administratif (Administrative Skill). Merupakan seluruh keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk mengikuti kebijaksanaan dan prosedur, mengelola proyek dengan anggaran yang terbatas, dan sebagainya. Keterampilan administratif merupakan perluasan dari keterampilan konseptual. Keterampilan Teknis (Technical Skill). Kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan atau keterampilan khusus. Pada umumnya, keterampilan khusus diperoleh dari pendidikan formal atau latar belakang pendidikan manajer. Namun, faktanya tidak semua keterampilan teknis harus dipelajari di sekolah atau program pelatihan formal lainnya. Semua pekerjaan membutuhkan keterampilan khusus tertentu, dan banyak orang mengembangkan keterampilan teknisnya melalui pekerjaan (learning by doing). Pada perkembangan selanjutnya, Fred Luthans melihat apa yang dilakukan manajer dari perspektif lain yang cukup berbeda. Luthans telah meneliti lebih dari 450 manajer dan memperoleh kesimpulan bahwa manajer terlibat dalam empat aktivitas manajerial sebagai berikut: 1. Manajemen tradisional, yang meliputi pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengendalian. 2. Komunikasi, merupakan kegiatan bertukar informasi rutin dan memproses pekerjaan administrasi. 3. Manajemen sumber daya manusia, terdiri dari memotivasi, mendisiplinkan, mengelola konflik, mengelola susunan kepegawaian, dan melatih.


Pengantar Manajemen 20 4. Jaringan, adalah keterampilan sosialisasi, politik, dan berinteraksi dengan pihak luar. E. PERUBAHAN MANAJER DI ERA DIGITAL Britannica mendefinisikan teknologi sebagai aplikasi pengetahuan ilmiah untuk tujuan praktis kehidupan manusia atau untuk menciptakan perubahan dan manipulasi lingkungan manusia. Artinya, sesungguhnya teknologi berperan untuk membantu aktivitas hidup manusia secara luas, dalam berbagai bidang kehidupan. Teknologi berguna bagi manusia secara individual maupun sosial, termasuk dalam mengelola organisasi. Dalam hal ini, teknologi bermanfaat dalam membantu efektivitas dan efisiensi manajemen. Hari ini, kita hidup di era di mana pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat penting dilakukan untuk mendukung berbagai aktivitas hidup, baik individual maupun organisasional. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi faktor pendukung yang sangat penting dalam implementasi fungsi-fungsi manajemen. Tanpa adanya teknologi informasi dan komunikasi yang efektif membantu pengelolaan organisasi, organisasi tersebut nyaris dipastikan akan ketinggalan zaman dan sulit berkompetisi di lingkungan global. Pada dasarnya, disrupsi yang melanda aneka industri juga menimpa manajer dalam organisasi atau perusahaan. Digital secara cepat telah membentuk konteks kepemimpinan yang baru. Oleh sebab itu, perusahaan yang ingin meningkatkan performa inovasinya dalam era digital ini perlu melakukan upgrade mindset dari para manajernya agar memiliki digital-era


Pengantar Manajemen 20 4. Jaringan, adalah keterampilan sosialisasi, politik, dan berinteraksi dengan pihak luar. E. PERUBAHAN MANAJER DI ERA DIGITAL Britannica mendefinisikan teknologi sebagai aplikasi pengetahuan ilmiah untuk tujuan praktis kehidupan manusia atau untuk menciptakan perubahan dan manipulasi lingkungan manusia. Artinya, sesungguhnya teknologi berperan untuk membantu aktivitas hidup manusia secara luas, dalam berbagai bidang kehidupan. Teknologi berguna bagi manusia secara individual maupun sosial, termasuk dalam mengelola organisasi. Dalam hal ini, teknologi bermanfaat dalam membantu efektivitas dan efisiensi manajemen. Hari ini, kita hidup di era di mana pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat penting dilakukan untuk mendukung berbagai aktivitas hidup, baik individual maupun organisasional. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi faktor pendukung yang sangat penting dalam implementasi fungsi-fungsi manajemen. Tanpa adanya teknologi informasi dan komunikasi yang efektif membantu pengelolaan organisasi, organisasi tersebut nyaris dipastikan akan ketinggalan zaman dan sulit berkompetisi di lingkungan global. Pada dasarnya, disrupsi yang melanda aneka industri juga menimpa manajer dalam organisasi atau perusahaan. Digital secara cepat telah membentuk konteks kepemimpinan yang baru. Oleh sebab itu, perusahaan yang ingin meningkatkan performa inovasinya dalam era digital ini perlu melakukan upgrade mindset dari para manajernya agar memiliki digital-era Pengantar Manajemen 21 mindset. Gartner mengidentifikasi delapan sifat digital-era mindset yang harus dimiliki oleh para manajer, yaitu: 1. Berani melangkah dalam ketidakpastian Manajer tidak perlu memboroskan energi untuk menghindari risiko ketidakpastian. Justru sebaliknya, perlu merangkul dan mengakrabi ketidakpastian tersebut sambil mencari cara-cara dan peluang baru, melakukan mitigasi risiko, dan sebagainya. 2. Mencari nilai pelanggan baru yang autentik Manajer perlu melakukan eksploitasi untuk menemukan teknik autentik guna memberi nilai pelanggan yang baru. Salah satunya dengan memetakan customer journey dalam industri yang ia masuki. Dengan ini, ia juga mampu mengantisipasi dan mengungkap kebutuhan pelanggan yang sebenarnya belum terpenuhi. 3. Selalu mencari terobosan Manajer harus selalu terdorong untuk mencari, membayangkan, merintis, sekaligus mengaktualisasi hasil terobosan-terobosan bisnisnya. Pemikiran mereka sangat visioner, tetapi masih selalu menautkan dengan orientasi pelanggan serta visi dan misi perusahaan. 4. Mengeksploitasi tuas kompetitif era digital dan fokus pada dinamika kompetitif yang baru Manajer tidak terjebak pada glamornya teknologi digital. Mereka lebih mencari kecakapan unggulan yang bisa mereka lakukan, seperti membangun model bisnis berbasis platform atau menciptakan nilai pelanggan baru dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.


Pengantar Manajemen 22 5. Memulai-bereksperimen-belajar-mengulang Pola ini biasanya dimiliki oleh pemimpin disruptor. Mereka berani memulai sesuatu, mencoba bereksperimen, mempelajari proses, termasuk kegagalan, dan kemudian mencobanya kembali sampai berhasil. Proses tersebut harus disertai dengan disiplin validasi yaitu eksperimen yang dilakukannya selalu berbasis data dan bukti nyata. 6. Kreatif dan Inklusif Manajer selalu berpikir kreatif dan kreativitasnya ini diperoleh karena ia memiliki sikap yang inklusif atau terbuka pada aneka gagasan. Ia tidak merasa diri paling benar dan paling pintar. Bahkan, ia cenderung membuka diri pada kolaborasi gagasan dengan para karyawannya. 7. Menarik dan mengembangkan talenta-talenta digital Dalam transformasi digital, manajer perlu mencari dan mengembangkan talenta-talenta digital yang ada sebagai investasi utama proses digitalisasi. 8. Menumbuhkan kultur inovasi berkelanjutan Manajer harus terus-menerus menumbuhkan budaya inovasi dalam perusahaannya dan selalu berprinsip continuous improvement atau melakukan perbaikan terusmenerus. Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Oleh sebab itu, manajer juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Manajer yang mampu beradaptasi akan terus eksis dan mampu membawa perusahaannya memenangkan pasar.


Pengantar Manajemen 22 5. Memulai-bereksperimen-belajar-mengulang Pola ini biasanya dimiliki oleh pemimpin disruptor. Mereka berani memulai sesuatu, mencoba bereksperimen, mempelajari proses, termasuk kegagalan, dan kemudian mencobanya kembali sampai berhasil. Proses tersebut harus disertai dengan disiplin validasi yaitu eksperimen yang dilakukannya selalu berbasis data dan bukti nyata. 6. Kreatif dan Inklusif Manajer selalu berpikir kreatif dan kreativitasnya ini diperoleh karena ia memiliki sikap yang inklusif atau terbuka pada aneka gagasan. Ia tidak merasa diri paling benar dan paling pintar. Bahkan, ia cenderung membuka diri pada kolaborasi gagasan dengan para karyawannya. 7. Menarik dan mengembangkan talenta-talenta digital Dalam transformasi digital, manajer perlu mencari dan mengembangkan talenta-talenta digital yang ada sebagai investasi utama proses digitalisasi. 8. Menumbuhkan kultur inovasi berkelanjutan Manajer harus terus-menerus menumbuhkan budaya inovasi dalam perusahaannya dan selalu berprinsip continuous improvement atau melakukan perbaikan terusmenerus. Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Oleh sebab itu, manajer juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Manajer yang mampu beradaptasi akan terus eksis dan mampu membawa perusahaannya memenangkan pasar. Pengantar Manajemen 23 DAFTAR PUSTAKA Krisnandi, H., Efendi, S., dan Sugiono, E. 2019. Pengantar Manajemen: Panduan Menguasai Ilmu Manajemen. Jakarta: LPU-UNAS. Khin, S. dan Ho, T.C. 2018. Digital Technology, Digital Capability and Organizational Performance: A Mediating Role of Digital Innovation. International Journal of Innovation Science. Melo, P.N. dan Machado, C. 2018. Management and Technological Challenges in the Digital Age. New York: CRC Press. Robbins, Stephen P dan Judge, Timothy A. 2015. Perilaku Organisasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Robbins, Stephen P dan Coulter, Mary. 2010. Manajemen. Jakarta: Penerbit Erlangga. Suwatno, Ariawaty, R.N., dan Imaniyati, N. 2022. Pengantar Manajemen: Panduan Pengelolaan Organisasi di Era Digital. Depok: PT RajaGrafindo Persada. Tripathi, P.C. dan Reddy, P.N. 2012. Principles of Management. New Delhi: McGraw Hill. Utoyo, Indra. 2020. Hybrid Company Model: Cara Menang di Era Digital yang Disruptif. Jakarta: Rayyana Komunikasindo. Widiana, Muslichah E. 2015. Buku Ajar Pengantar Manajemen. Banyumas: Penerbit CV Pena Persada.


Pengantar Manajemen 24 TENTANG PENULIS Dr. Fatmah, ST., MM., RSA., lahir di Ujungpandang Sulawesi Selatan adalah Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pendidikan terakhir S-3 ditempuh di Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga tahun 2005 dengan predikat Cum Laude. Beberapa karya penulis yang telah diterbitkan adalah buku Kontrak Bisnis Syariah, Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah Bukan Bank: Analisis Historis, Teoretis, dan Praktis, Arsitektur Manajemen Bank Syariah: Transformasi Menuju Perbankan Syariah Masa Depan, book chapter Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Pengantar Ekonomi Islam, Ekonomi Makro Islam, Manajemen Keuangan Islam, dan artikel ilmiah yang telah terpublikasi di berbagai jurnal bereputasi Internasional dan Nasional. Selain itu, penulis telah memiliki 8 (delapan) Surat Pencatatan Ciptaan HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, 1 (satu) Rekor MURI, dan mendapatkan Award Inovasi Terpuji dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KEMENPANRB. Penulis juga aktif menjadi narasumber dalam pelatihan dan seminar tentang pasar modal syariah dan ekonomi Islam baik Nasional maupun Internasional. Saat ini penulis dipercaya menjadi Bendahara Umum Badan Wakaf Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Bendahara Umum Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Provinsi Jawa Timur.


Pengantar Manajemen 24 TENTANG PENULIS Dr. Fatmah, ST., MM., RSA., lahir di Ujungpandang Sulawesi Selatan adalah Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pendidikan terakhir S-3 ditempuh di Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga tahun 2005 dengan predikat Cum Laude. Beberapa karya penulis yang telah diterbitkan adalah buku Kontrak Bisnis Syariah, Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah Bukan Bank: Analisis Historis, Teoretis, dan Praktis, Arsitektur Manajemen Bank Syariah: Transformasi Menuju Perbankan Syariah Masa Depan, book chapter Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Pengantar Ekonomi Islam, Ekonomi Makro Islam, Manajemen Keuangan Islam, dan artikel ilmiah yang telah terpublikasi di berbagai jurnal bereputasi Internasional dan Nasional. Selain itu, penulis telah memiliki 8 (delapan) Surat Pencatatan Ciptaan HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, 1 (satu) Rekor MURI, dan mendapatkan Award Inovasi Terpuji dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KEMENPANRB. Penulis juga aktif menjadi narasumber dalam pelatihan dan seminar tentang pasar modal syariah dan ekonomi Islam baik Nasional maupun Internasional. Saat ini penulis dipercaya menjadi Bendahara Umum Badan Wakaf Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Bendahara Umum Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Provinsi Jawa Timur. Pengantar Manajemen 25 BAB 3 PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN Dra. Widiastuti, MM. Manajemen memiliki kaitan dengan perkembangan manusia dan masyarakat, dengan kemampuan akal dan intuisi yang dimiliki manusia, aktivitas manajemen membantu mengelola sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang diinginkan dengan lebih efektif dan efisien. Seiring dengan bertambahnya populasi manusia dan kompleksitas masyarakat mengakibatkan kebutuhan manajemen yang efektif dan efisien semakin meningkat pula untuk memenuhi berbagai macam tuntutan dan kebutuhan yang berbeda dan kompleks dalam masyarakat Dengan demikian perkembangan ilmu manajemen akan terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan serta kebutuhan dari manusia dan masyarakat. Memperlajari perkembangan ilmu manajemen penting untuk memperoleh gambaran tentang arah dan pertumbuhan manajemen itu sendiri akibat perubahan yang terjadi di dunia yang pada akhirnya memberi pengetahuan untuk mempersiapkan ketrampilan-ketrampilan manajerial yang diperlukan ditengah kondisi kemajuan dan perubahan dalam berbagai aspek ekonomi, teknologi, sosial dan budaya yang terus berlangsung hingga saat ini.


Pengantar Manajemen 26 Beberapa Perkembangan Ilmu Manajemen berdasarkan perkembangan manusia dan masyarakat dapat di kelompokkan dalam 5 perkembangan: 1. Era Pembentukan Peradaban (Sebelum tahun 1850) Pada masa ini manajemen bersifat praktis dan belum dikenal sebagai disiplin ilmu merupakan era pembentukan peradaban dan titik tolak perkembangan ilmu manajemen dalam penerapannya membawa perubahan dalam hal manajemen sumberdaya manusia. 2. Era Industri (1850) Pada masa ini manajemen mulai dipelajari sebagai disiplin ilmu. Era industri ditandai perubahan cara memproduksi barang dan jasa menggunakan mesin dan teknologi yang mengakibatkan perubahan dalam pengelolaan produksi dan membutuhkan manajemen yang lebih efektif dan efisien. 3. Era Efektifitas dan Efesiensi Organisasi (1930-1960) Pada masa ini perkembangan manajemen dipengaruhi oleh perubahan sosial masyarakat, bisnis dan ekonomi sehingga perusahaan berupaya untuk fokus pada pengembangan sumberdaya manusia dan meningkatkan kualitas produk. 4. Era Sistem (1960-1980) Pada masa ini perkembangan manajemen mulai dipengaruhi oleh kemajuan dan perkembangan teknologi dalam bisnis, perusahaan mulai beradaptasi dengan penggunaan teknologi guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi. 5. Era Global (1980-sekarang) Pada masa ini dampak dari pesatnya kemajuan teknologi informasi membawa tantangan dan peluang baru perkembangan manajemen akibat perubahan pasar dan lingkungan bisnis.


Pengantar Manajemen 26 Beberapa Perkembangan Ilmu Manajemen berdasarkan perkembangan manusia dan masyarakat dapat di kelompokkan dalam 5 perkembangan: 1. Era Pembentukan Peradaban (Sebelum tahun 1850) Pada masa ini manajemen bersifat praktis dan belum dikenal sebagai disiplin ilmu merupakan era pembentukan peradaban dan titik tolak perkembangan ilmu manajemen dalam penerapannya membawa perubahan dalam hal manajemen sumberdaya manusia. 2. Era Industri (1850) Pada masa ini manajemen mulai dipelajari sebagai disiplin ilmu. Era industri ditandai perubahan cara memproduksi barang dan jasa menggunakan mesin dan teknologi yang mengakibatkan perubahan dalam pengelolaan produksi dan membutuhkan manajemen yang lebih efektif dan efisien. 3. Era Efektifitas dan Efesiensi Organisasi (1930-1960) Pada masa ini perkembangan manajemen dipengaruhi oleh perubahan sosial masyarakat, bisnis dan ekonomi sehingga perusahaan berupaya untuk fokus pada pengembangan sumberdaya manusia dan meningkatkan kualitas produk. 4. Era Sistem (1960-1980) Pada masa ini perkembangan manajemen mulai dipengaruhi oleh kemajuan dan perkembangan teknologi dalam bisnis, perusahaan mulai beradaptasi dengan penggunaan teknologi guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi. 5. Era Global (1980-sekarang) Pada masa ini dampak dari pesatnya kemajuan teknologi informasi membawa tantangan dan peluang baru perkembangan manajemen akibat perubahan pasar dan lingkungan bisnis. Pengantar Manajemen 27 Era Pembentukan Peradaban (Sebelum tahun 1850) Tokoh besar dunia Nabi Muhammad S.A.W (571M-632M), dalam perjalanan hidupnya membawa peradaban Islam ke masyarakat arab yang menyimpang atau Jahiliyah menuju masyarakat yang berperadaban, mampu mengubah pola pikir dan perilaku mayarakat arab yang semula menyimpang, kasar menjadi masyarakat yang beradab, berperikemanusiaan tinggi serta toleran. Kepemimpinan Nabi Muhammad S.A.W memiliki berbagai prinsip dan nilai-nilai yang digunakan dalam praktik manajemen seperti kerjasama, integritas, keadilan, kesederhanaan dan sebagainya. Dalam tulisan S. Hartanto (2016) dijelaskan bahwa Nabi Muhammad S.A.W menjalankan manajemen dengan menggunakan etika yang dilakukan sepenuh jiwa, sifat yang sangat masyhur yang dimiliki Nabi Muhammad SAW yaitu Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah yang memiliki pengertian sebagai berikut: 1. Shidiq, jujur kepada diri sendiri dan juga kepada orang lain. Sifat jujur melahirkan sifat keyakinan dan keberanian untuk menghadapi ujian, apapun bentuknya. 2. Amanah, sifat amanah mendorong seseorang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan lingkungannya. Keberadaan sifat ini akan membangun kekuatan diri dan memperbaiki kualitas hubungan sosial. 3. Tablig (Komunikatif) memiliki kemampuan menyampaikan, berkomunikasi secara efektif, memberikan contoh yang baik serta mampu mendelegasikan wewenang kepada orang lain


Pengantar Manajemen 28 4. Fathonah bermakna kebijaksanaan dan kecerdasan serta kemampuan menyelesaikan masalah. Sifat ini sangat penting dalam menjalankan manajemen, seorang manajer akan memahami mengerti, dan menghayati segala kewajiban dan tugasnya secara cerdas dan bekerja sesuai dengan keprofesionalannya. Penerapan manajemen melalui konsep etika dan moral yang dijalankan Nabi Muhammad S.A.W hingga saat ini masih relevan sebagai bagian yang sangat penting dalam perkembangan ilmu manajemen. Dengan menunjukkan prinsip-prinsip manajemen antara lain komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang mampu memberikan motivasi kepada orang lain, pengambilan keputusan yang bijaksana, membangun budaya organisasi yang positif dan produktif yang tidak hanya mengharapkan hasil akhir namun memperhatikan pula bagaimana proses dijalankan. Perkembangan ilmu manajemen setelah periode Nabi Muhammad S.A.W dikembangkan oleh pemikir dan filsuf AlMawardi seorang ulama dan pemikir muslim abad ke 11 yang menggagas tentang administrasi negara dan organisasi pemerintahan. Dimasa yang sama pada abad 11 Ibn Sina yang dinegara barat dikenal dengan nama Avicenna juga memiliki kontribusi terhadap perkembangan manajemen khususnya pemerintahan dan organisasi tentang pentingnya kepemimpinan, perencanaan dan pengaturan dalam organisasi atau negara. Pada abad 14, Ibn Khaldun (1332-1406) mengembangkan konsep manajemen melalui pengelolaan sumber daya manusia.


Pengantar Manajemen 28 4. Fathonah bermakna kebijaksanaan dan kecerdasan serta kemampuan menyelesaikan masalah. Sifat ini sangat penting dalam menjalankan manajemen, seorang manajer akan memahami mengerti, dan menghayati segala kewajiban dan tugasnya secara cerdas dan bekerja sesuai dengan keprofesionalannya. Penerapan manajemen melalui konsep etika dan moral yang dijalankan Nabi Muhammad S.A.W hingga saat ini masih relevan sebagai bagian yang sangat penting dalam perkembangan ilmu manajemen. Dengan menunjukkan prinsip-prinsip manajemen antara lain komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang mampu memberikan motivasi kepada orang lain, pengambilan keputusan yang bijaksana, membangun budaya organisasi yang positif dan produktif yang tidak hanya mengharapkan hasil akhir namun memperhatikan pula bagaimana proses dijalankan. Perkembangan ilmu manajemen setelah periode Nabi Muhammad S.A.W dikembangkan oleh pemikir dan filsuf AlMawardi seorang ulama dan pemikir muslim abad ke 11 yang menggagas tentang administrasi negara dan organisasi pemerintahan. Dimasa yang sama pada abad 11 Ibn Sina yang dinegara barat dikenal dengan nama Avicenna juga memiliki kontribusi terhadap perkembangan manajemen khususnya pemerintahan dan organisasi tentang pentingnya kepemimpinan, perencanaan dan pengaturan dalam organisasi atau negara. Pada abad 14, Ibn Khaldun (1332-1406) mengembangkan konsep manajemen melalui pengelolaan sumber daya manusia. Pengantar Manajemen 29 Era Industri (1850-1930) Ilmu manajemen pada masa ini berkembang pesat terutama dalam pengelolaan sumber daya dan teknologi, terjadinya revolusi industri menghasilkan produk secara massal sebagai dampak berkembangnya mesin-mesin industri. Tokoh-tokoh manajemen yang dikenal pada masa ini diantaranya Frederick Winslow Taylor (1856-1915) tokoh yang memberikan kontribusi dalam membangun dasar-dasar manajemen mengembangkan konsep pengukuran dan peningkatan efisiensi terhadap produktifitas karyawan. Max Weber (1864-1920) seorang sosiolog dan filsuf Jerman mengembangkan pemikiran tentang tingkatan hirarki birokrasi dalam organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Hugo Muntenberg (1863-1916) memperkenalkan konsep psikologi industri sebagai bagian dari pengembangan ilmu manajemen dan psikologi yang menekankan pada pemahaman perilaku pekerja dan interaksi social di lingkungan kerja. Era Efektifitas dan Efesiensi Organisasi (1930-1960) Kondisi masyarakat dunia pada saat ini mengalami perubahan yang signifikan akibat gejolak perang dunia I dan ke II serta munculnya negara negara yang merdeka lepas dari penjajahan mulai melakukan pembangunan bagi negara dan bangsanya. Geliat perubahan ini mempengaruhi perubahan bisnis dan ekonomi, karena kebutuhan menyelesaikan proyek pembangunan secepat mungkin setelah perang. Perubahan ini membawa para ahli manajemen memfokuskan bagaimana meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan organisasi dan perusahaan. Diantaranya beberapa tokoh


Pengantar Manajemen 30 manajemen yang berkontribusi seperti Douglas Mc Gregor (1953) mengembangkan teori motivasi teori X dan Y yang mempengaruhi cara organisasi berinteraksi dan memandang karyawannya. Teori ini menggambarkan 2 asumsi yaitu teori X memandang manusia cenderung malas dan harus dikendalikan sedangkan teori Y manusia memiliki motivasi internal dan mampu bekerja dengan baik jika diberi tanggung jawab dan kebebasan yang cukup. Peter Drucker (1954) dalam bukunya berjudul The Practice Management memperkenalkan konsep manajemen berbasis tujuan (management by objectives) metode penetapan tujuan secara partisipatif. Chester Barnard (1938) lewat bukunya The Functions of the Executive mengembangkan pemikiran tentang konsep system formal dan informal dalam organisasi, diungkap pula pentingnya koordinasi dan kerjasama antara individu dalam organisasi. 4. Era Sistem (1960-1980) Pada masa ini perkembangan ilmu manajemen terjadi pergeseran paradigma dari fungsional ke pendekatan sistem. Organisasi sebagai sebuah sistem yang terdiri dari bagianbagian sub sistem yang saling terhubung dan terintegarasi mengarah pada pencapaian tujuan organisasi. Tokoh-tokoh manajemen yang berkontribusi dalam era sistem seperti W. Edward Deming dalam bukunya The New Economic mengungkapkan tujuan organisasi haruslah menciptakan sistem yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan meliputi semua orang, pemegang saham, karyawan, pemasok, pelanggan, komunitas, lingkungan jangka panjang. Jay Forrester (1963) dalam bukunya Principles of System dibahas tentang metode sistem dinamis awalnya digunakan


Pengantar Manajemen 30 manajemen yang berkontribusi seperti Douglas Mc Gregor (1953) mengembangkan teori motivasi teori X dan Y yang mempengaruhi cara organisasi berinteraksi dan memandang karyawannya. Teori ini menggambarkan 2 asumsi yaitu teori X memandang manusia cenderung malas dan harus dikendalikan sedangkan teori Y manusia memiliki motivasi internal dan mampu bekerja dengan baik jika diberi tanggung jawab dan kebebasan yang cukup. Peter Drucker (1954) dalam bukunya berjudul The Practice Management memperkenalkan konsep manajemen berbasis tujuan (management by objectives) metode penetapan tujuan secara partisipatif. Chester Barnard (1938) lewat bukunya The Functions of the Executive mengembangkan pemikiran tentang konsep system formal dan informal dalam organisasi, diungkap pula pentingnya koordinasi dan kerjasama antara individu dalam organisasi. 4. Era Sistem (1960-1980) Pada masa ini perkembangan ilmu manajemen terjadi pergeseran paradigma dari fungsional ke pendekatan sistem. Organisasi sebagai sebuah sistem yang terdiri dari bagianbagian sub sistem yang saling terhubung dan terintegarasi mengarah pada pencapaian tujuan organisasi. Tokoh-tokoh manajemen yang berkontribusi dalam era sistem seperti W. Edward Deming dalam bukunya The New Economic mengungkapkan tujuan organisasi haruslah menciptakan sistem yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan meliputi semua orang, pemegang saham, karyawan, pemasok, pelanggan, komunitas, lingkungan jangka panjang. Jay Forrester (1963) dalam bukunya Principles of System dibahas tentang metode sistem dinamis awalnya digunakan Pengantar Manajemen 31 untuk menganalisi dan memecahkan masalah dinamika industri pada perkembangannya digunakan juga di bidang sosial, administrasi/manajemen, politik, ekonomi. Russell Ackoff (1974) mengembangkan pendekatan manajemen melalui konsep sistem independen dimana sistem dapat saling mempengaruhi satu sama lain, jadi masalah kebijakan yang terjadi bukanlah suatu kesatuan yang berdiri sendiri melainkan bagian dari seluruh sistem masalah. 5. Era Global (1980-sekarang) Kemajuan teknologi dan komunikasi mulai berkembang pesat pada akhir abad ke 20, memungkinkan manusia berinteraksi dengan cepat dan mudah untuk saling terhubung dan terjadi proses integrasi antar individu, kelompok, organisasi bahkan negara di berbagai belahan dunia, dalam berbagai bidang ekonomi, sosial, budaya maupun politik yang dikenal dengan globalisasi. Hal ini memungkinkan terjadinya perkembangan ilmu manajemen yang pesat di era global saat ini akibat lingkungan bisnis dan organisasi yang semakin kompleks dan beragam di tengah era keterbukaan. Pemahaman terhadap penggunaan teknologi yang berhubungan dengan komunikasi dan informasi merupakan hal yang penting bagi manajemen untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien, pemahaman dan adaptasi terhadap budaya dan pasar diseluruh dunia, serta mengembangkan strategi dan inovasi yang berkelanjutan juga penting bagi organisasi untuk meningkatkan kinerja dan menyesuaikan dengan perubahan lingkungan. Tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam di era global ini diantaranya Kenichi Ohmae mendapat julukan oleh Financial Times London sebagai “Mr.Strategy” dan “guru


Pengantar Manajemen 32 manajemennya Jepang “ pengetahuannya yang luas karena pengalaman menjadi konsultan di McKinsey dan menangani ratusan perusahaan dari berbagai industry, selain itu juga sebagai pendiri “Reform of Hensei” suatu Gerakan politik dan sosial guna mendukung reformasi politik dan administrasi di jepang. Dalam bukunya “Mind of the Srategist” tahun 1982 memaparkan model 3C untuk menganalisis lanskap bisnis dari sebuah perusahaan yakni Company, Customer dan Competition. Dan karya Ohmae lainnya “The Borderless World” tahun 1990 menguraikan saling keterkaitan antara ekonomi diberbagai negara, sehingga batasan-batasan negara menjadi kurang relevan maka perusahaan multinasional dapat berkembang melayani konsumen di penjuru dunia. Frank T. Curtin (1986) mengungkapkan aspek peran manajerial yang handal memahami pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola sistem-sistem masa depan. Digambarkan oleh beliau bahwa manajer masa depan adalah yang mengerti semua peralatan secara keseluruhan dalam mengelola organisasi dan kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis dan bisa menyelesaikan masalah-masalah manajerial secara tepat. Menurut Stoner (1996) di era global ini dperlukan pendekatan keterlibatan dinamik dalam manajemen dimana pemimpin organisasi memliki kemampuan terlibat langsung dan aktif dengan kondisi lingkungan bisnis yang selalu berubah dan kompleks dalam mengatasi masalah dengan tindakan yang cepat dan tepat, dengan demikian manajer harus mampu memotivasi karyawan dan timnya, membangun hubungan dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan organisasi.


Pengantar Manajemen 32 manajemennya Jepang “ pengetahuannya yang luas karena pengalaman menjadi konsultan di McKinsey dan menangani ratusan perusahaan dari berbagai industry, selain itu juga sebagai pendiri “Reform of Hensei” suatu Gerakan politik dan sosial guna mendukung reformasi politik dan administrasi di jepang. Dalam bukunya “Mind of the Srategist” tahun 1982 memaparkan model 3C untuk menganalisis lanskap bisnis dari sebuah perusahaan yakni Company, Customer dan Competition. Dan karya Ohmae lainnya “The Borderless World” tahun 1990 menguraikan saling keterkaitan antara ekonomi diberbagai negara, sehingga batasan-batasan negara menjadi kurang relevan maka perusahaan multinasional dapat berkembang melayani konsumen di penjuru dunia. Frank T. Curtin (1986) mengungkapkan aspek peran manajerial yang handal memahami pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola sistem-sistem masa depan. Digambarkan oleh beliau bahwa manajer masa depan adalah yang mengerti semua peralatan secara keseluruhan dalam mengelola organisasi dan kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis dan bisa menyelesaikan masalah-masalah manajerial secara tepat. Menurut Stoner (1996) di era global ini dperlukan pendekatan keterlibatan dinamik dalam manajemen dimana pemimpin organisasi memliki kemampuan terlibat langsung dan aktif dengan kondisi lingkungan bisnis yang selalu berubah dan kompleks dalam mengatasi masalah dengan tindakan yang cepat dan tepat, dengan demikian manajer harus mampu memotivasi karyawan dan timnya, membangun hubungan dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan organisasi. Pengantar Manajemen 33 DAFTAR PUSTAKA Anggara Sahya (2018) Kebijakan Publik. Bandung: CV. Pustaka Setia. A, Rusdiana, Ahmad, Ghazin (2014) Asas-asas Manajemen Berwawasan Global. Bandung: Pustaka Setia Baskara, I Gde Kajeng (2013) ‘Perkembangan Pemikiran Manajemen dari Gerakan Pemikiran Scientific Manajemen Hingga Era Modern’, Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan , Vol. 7, No. 2 Agustus 2013 E, Muhammadi, Aminullah dan Soesilo B (2001) Analisa Sistem Dinamis Lingkungan Hidup, Sosial, Ekonomi, Manajemen. Jakarta: UMJ Press. Firdiani, Frida (2023) Kisah Nabi Muhammad SAW, Nabi Terakhir yang Diutus oleh Allah SWT,https://www.penulispro.com/ internasional/pr8587396163/kisah-nabi-muhammad-saw-nabiterakhir-yang-diutus-oleh-allah swt. Hartanto, Selamet (2016) ‘Manajemen Ala Rasulullah Dalam Perspektif Entrepreuner’, Jurnal Intelegensia, Vol. 04 No.1, pp. 24–39. Kartajaya, Hermawan (2008) New Wave Marketing The World is Still Round The Market is Already Flat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama . M, Syaifudin (2018) Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Sejarah Muhammad Al Fatih sebagai Penakluk Konstantinopel. Salatiga: Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Priyono (2007) Pengantar Manajemen. Sidoarjo: Penerbit Zifatama Publisher.


Pengantar Manajemen 34 Rap,Ryan Ari (2016) Pembahasan Kontribusi Kenichi Ohmae untuk Manajemen Strategi, http://materikuliahdownload. Blogspot .com/2016/05/pembahasan-kontribusi-kenichi-ohmae.html. Rohman, Abd. M.A. (2017) Dasar-Dasar Manajemen. Malang: CV. Cita Intrans Selaras. S, Melani Ayustina (2017) Mengamalkan Sifat Nabi yaitu ‘Tabligh’ (Menyampaikan) dalam Berbisnis, https://www. kompasiana.com/melaniayus/59ed94e7a208c07ee511c532/meng amalkan-sifat-nabi-yaitu-tablig-menyampaikan-dalamberbisnis. Subagio, Abidah Ayu (2017) Membangun Organisasi Dengan 3K, https://daluwengikami.wordpress.com/2017/12/31/membangun -organisasi-dengan-3k/. Wiryanto, Wisber (2020) ‘Pemikiran Ibn Khaldun dalam Manajemen Sumber Daya Manusia’, Jurnal Manajemen (Edisi Elektronik), Volume 11, Issue 2, 01 Desember 2020, Pages 220-222 http://dx.doi.org/10.32832/jmuika.v11i1.3385


Pengantar Manajemen 34 Rap,Ryan Ari (2016) Pembahasan Kontribusi Kenichi Ohmae untuk Manajemen Strategi, http://materikuliahdownload. Blogspot .com/2016/05/pembahasan-kontribusi-kenichi-ohmae.html. Rohman, Abd. M.A. (2017) Dasar-Dasar Manajemen. Malang: CV. Cita Intrans Selaras. S, Melani Ayustina (2017) Mengamalkan Sifat Nabi yaitu ‘Tabligh’ (Menyampaikan) dalam Berbisnis, https://www. kompasiana.com/melaniayus/59ed94e7a208c07ee511c532/meng amalkan-sifat-nabi-yaitu-tablig-menyampaikan-dalamberbisnis. Subagio, Abidah Ayu (2017) Membangun Organisasi Dengan 3K, https://daluwengikami.wordpress.com/2017/12/31/membangun -organisasi-dengan-3k/. Wiryanto, Wisber (2020) ‘Pemikiran Ibn Khaldun dalam Manajemen Sumber Daya Manusia’, Jurnal Manajemen (Edisi Elektronik), Volume 11, Issue 2, 01 Desember 2020, Pages 220-222 http://dx.doi.org/10.32832/jmuika.v11i1.3385 Pengantar Manajemen 35 Tentang Penulis Penulis merupakan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Darma Persada, menyelesaikan studi S1 di IKIP Negeri Jakarta tahun 1988, dan menyelesaikan Magister Manajemen di Universitas Krinadwipayana Jakarta (2004).


Pengantar Manajemen 36 BAB 4 LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI M BAMBANG PRIATAMA, SE, MM Pendahuluan Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu bidang keilmuan yang terus berkembang. Perbedaan zaman yang telah mengalami perubahan maka membuat ilmu pengetahuan juga mengalami hal tersebut. Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi merupakan salah satu variabel yang banyak di temui pada penelitian karya ilmiah. Maka dari itu penulis bermaksud untuk memperkaya referensi mengenai Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi. Pada bab ini pembaca dapat melihat berbagai pendapat ahli mengenai lingkungan kerja dan budaya organisasi mulai dari defenisi, faktor yang mempengaruhi serta indikator dari lingkungan dan budaya organisasi. Tulisan pada bab ini diharapkan dapat membantu mahasiswa maupaun akademisi untuk memperoleh dan memahami serta memperkaya referensi dalam membuat karya ilmiah/Karya tulis lainnya. Lingkungan dan Budaya Organisasi Lingkungan merupakan wadah tempat manusia saling berinteraksi. Sekelompok orang yang saling berbaur satu sama lain merupakan asal mula terbentuknya sebuah lingkungan.


Pengantar Manajemen 36 BAB 4 LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI M BAMBANG PRIATAMA, SE, MM Pendahuluan Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu bidang keilmuan yang terus berkembang. Perbedaan zaman yang telah mengalami perubahan maka membuat ilmu pengetahuan juga mengalami hal tersebut. Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi merupakan salah satu variabel yang banyak di temui pada penelitian karya ilmiah. Maka dari itu penulis bermaksud untuk memperkaya referensi mengenai Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi. Pada bab ini pembaca dapat melihat berbagai pendapat ahli mengenai lingkungan kerja dan budaya organisasi mulai dari defenisi, faktor yang mempengaruhi serta indikator dari lingkungan dan budaya organisasi. Tulisan pada bab ini diharapkan dapat membantu mahasiswa maupaun akademisi untuk memperoleh dan memahami serta memperkaya referensi dalam membuat karya ilmiah/Karya tulis lainnya. Lingkungan dan Budaya Organisasi Lingkungan merupakan wadah tempat manusia saling berinteraksi. Sekelompok orang yang saling berbaur satu sama lain merupakan asal mula terbentuknya sebuah lingkungan. Pengantar Manajemen 37 Orang yang berada dalam lingkungan tersebut dapat menciptakan suasana yang positif jika di isi dengan hal-hal kebaikan, begitu juga sebaliknya jika tingkah laku manusia tersebut banyak berperilaku negativ maka akan memberikan dampak yang negativ pula bagi lingkungan. Didalam sebuah lingkungan terciptalah kebiasaan dalam bertingkah laku yang memiliki ciri khas yang dilakukan oleh orang yang ada di dalam lingkungan tersebut. Maka hal ini dapat dikatakan sebuah budaya bagi sekelompok orang tersebut. Sejatinya lingkungan dan budaya merupakan dua hal yang berdampingan. Dalam sebuah lingkungan maka disitu terdapat sebuah budaya yang di hasilkan oleh orang-orang yang berada di dalamnya. Lingkungan dan budaya tidak hanya ada di sekitar tempat tinggal masyarakat dalam sebuah wilayah. Namun lingkungan dan budaya tersebut juga ada di dalam instansi, perusahaan dan organisasi lainnya. Maka hal ini disebut dengan lingkungan dan budaya organisasi. Untuk lebih jelasnya para ahli menjelaskan mengenai lingkungan dan budaya organisasi yang dapat dilihat melalui penjelasan mengenai lingkungan kerja dan budaya organisasi. 1. Lingkungan Kerja A. Defenisi Lingkungan Kerja Menurut (Sutrisno,2011) Lingkungan kerja adalah segala hal berkaitan dengan seluruh aktivitas pegawai yang meliputi sarana dan prasarana yang ada di sekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan. Tempat kerja, fasilitas, alat bantu kerja, kebersihan, pencahayaan dan ketenangan merupakan lingkungan kerja yang dimaksud. Menurut (Nitisemito,2001) mengemukakan bahwa Lingkungan kerja merupakan sesuatu


Pengantar Manajemen 38 yang mempengaruhi pekerjaan yang terdapat di sekelilingnya yang dimana orang tersebut melalukan pekerjaan yang di bebankan kepadanya. kebersihan, music, dan hal lainnya yang dirasakan oleh karyawan tersebut. Menurut (Sedarmayanti,2017) Lingkungan kerja merupakan peralatan dan bahan yang ada pada lingkungan kerja yang gunakan oleh orang yang bekerja dengan cara ia melakukan pekerjaan, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok. Menurut (Bambang,1991) lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. manusia yang bekerja dalam lingkungan kerja yang mendukung peformanya untuk memiliki kinerja yang lebih baik dari yang sebelumnya. Area kegiatan kerja yang baik merupakan suatu hal yang dirasakan seperti rasa nyaman di dalam melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga diharapkan karyawan dapat bekerja dengan baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Lingkungan kerja adalah kondisi internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi semangat dalam melaksanakan pekerjaan tersebut yang dimana diharapkan pekerjaan nantinya akan terselesaikan. Melihat beberapa defenisi lingkungan kerja yang di nyatakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi karyawan dalam suatu organisasi Ciptakan lingkungan kerja yang positif di dalamnya Karyawan diharapkan memiliki dampak yang lebih besar pada organisasinya. Jika karyawan dapat bekerja dengan baik di dalam organisasi, hal ini tentu saja merupakan keuntungan bagi organisasi. Hal ini tentunya didukung oleh area tempat karyawan bekerja yang nantinya karyawan memperoleh hasil kerja yang maksimal sesuai dengan standar yang telah di tetapkan suatu organisasi.


Pengantar Manajemen 38 yang mempengaruhi pekerjaan yang terdapat di sekelilingnya yang dimana orang tersebut melalukan pekerjaan yang di bebankan kepadanya. kebersihan, music, dan hal lainnya yang dirasakan oleh karyawan tersebut. Menurut (Sedarmayanti,2017) Lingkungan kerja merupakan peralatan dan bahan yang ada pada lingkungan kerja yang gunakan oleh orang yang bekerja dengan cara ia melakukan pekerjaan, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok. Menurut (Bambang,1991) lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. manusia yang bekerja dalam lingkungan kerja yang mendukung peformanya untuk memiliki kinerja yang lebih baik dari yang sebelumnya. Area kegiatan kerja yang baik merupakan suatu hal yang dirasakan seperti rasa nyaman di dalam melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga diharapkan karyawan dapat bekerja dengan baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Lingkungan kerja adalah kondisi internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi semangat dalam melaksanakan pekerjaan tersebut yang dimana diharapkan pekerjaan nantinya akan terselesaikan. Melihat beberapa defenisi lingkungan kerja yang di nyatakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi karyawan dalam suatu organisasi Ciptakan lingkungan kerja yang positif di dalamnya Karyawan diharapkan memiliki dampak yang lebih besar pada organisasinya. Jika karyawan dapat bekerja dengan baik di dalam organisasi, hal ini tentu saja merupakan keuntungan bagi organisasi. Hal ini tentunya didukung oleh area tempat karyawan bekerja yang nantinya karyawan memperoleh hasil kerja yang maksimal sesuai dengan standar yang telah di tetapkan suatu organisasi. Pengantar Manajemen 39 B. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja Lingkungan kerja disebabkan oleh suatu peristiwa yang memiliki sebab akibat , baik peristiwa positif maupun negatif. Lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab terciptanya hubungan kerja antar karyawan. ahli memiliki pandangan tentang apa saja yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja. Menurut (Mahmudah ,2019), adalah : 1) Faktor pribadi/individu yang meliputi pengetahuan, keterampilan, kemampuan, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen setiap individu. 2) faktor utama meliputi kualitas motivasi, dorongan, bimbingan dan dukungan dari pemimpin. 3) Faktor tim meliputi kualitas dan antusiasme dukungan antar sesama pekerja, kepercayaan antar sesama pekerja, kekompakan dan kedekatan anggota kelompok. 4) Faktor sistemik meliputi spesifikasi pekerjaan, area kerja atau infrastruktur yang disediakan. 5) Faktor kontekstual (situasi), meliputi lingkungan eksternal dan internal yang mengalami perubahan C. Jenis-jenis lingkungan kerja Di sisi lain (Robbins, 1994) menyatakan bahwa lingkungan dapat dibagi menjadi lingkungan umum dan lingkungan khusus. 1) Lingkungan Umum. Segala sesuatu yang tidak ada dalam organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi. Lingkungan ini berupa kondisi sosial dan teknis pekerjaan, antara lain:


Pengantar Manajemen 40 a) Fasilitas Peralatan Kerja, Semua barang yang digunakan dalam pekerjaan tetapi tidak diproduksi secara langsung dan digunakan sebagai fasilitator kerja dan agen pembaharuan. b) Fasilitas Sosial merupakan penunjang kegiatan untuk karyawan melakukan sebuah kegiatan sosial seperti kendaraan untuk karyawan, rumah ibadah serta jika memungkinkan untuk diberikan fasilitas kesehatan. c) Teknologi adalah peralatan kerja suatu perusahaan, yaitu semua benda atau komoditi yang berfungsi sebagai alat yang sangat maju yang langsung digunakan dalam produksi, seperti berbagai jenis mesin yang canggih untuk menunjang kegiatan pekerjaan agar menghasilkan produk yang lebih baik. 2) Lingkungan Khusus. Sebagaimana yang dimaksud dari lingkungan khusus ini merupakan sebuah tujuan dari organisasi untuk mencapai targetnya, tentunya hal ini berkaitan dengan tugas karyawan yang memiliki hubungan secara langsung antara lingkungan dengan pekerjaan. Lingkungan kerja menjadi tempat yang karyawan untuk mengekspresikan dirinya sehingga bisa melahirkan karya yang maksimal atas apa yang di kerjakan oleh mereka. Tentunya lingkungan kerja tersebut juga menjadi perhatian pihak manajemen organisasi. Lingkungan kerja yang baik di dukung oleh prasarana yang lengkap tentunya akan membuat nyaman orang yang bekerja di lingkungan tersebut. selain sarana berupa fisik kelengkapan bekerja juga didukung oleh suasana dan hubungan yang harmonis antar sesama orang yang bekerja didalamnya. Hubungan yang harmonis antara sesama rekan


Pengantar Manajemen 40 a) Fasilitas Peralatan Kerja, Semua barang yang digunakan dalam pekerjaan tetapi tidak diproduksi secara langsung dan digunakan sebagai fasilitator kerja dan agen pembaharuan. b) Fasilitas Sosial merupakan penunjang kegiatan untuk karyawan melakukan sebuah kegiatan sosial seperti kendaraan untuk karyawan, rumah ibadah serta jika memungkinkan untuk diberikan fasilitas kesehatan. c) Teknologi adalah peralatan kerja suatu perusahaan, yaitu semua benda atau komoditi yang berfungsi sebagai alat yang sangat maju yang langsung digunakan dalam produksi, seperti berbagai jenis mesin yang canggih untuk menunjang kegiatan pekerjaan agar menghasilkan produk yang lebih baik. 2) Lingkungan Khusus. Sebagaimana yang dimaksud dari lingkungan khusus ini merupakan sebuah tujuan dari organisasi untuk mencapai targetnya, tentunya hal ini berkaitan dengan tugas karyawan yang memiliki hubungan secara langsung antara lingkungan dengan pekerjaan. Lingkungan kerja menjadi tempat yang karyawan untuk mengekspresikan dirinya sehingga bisa melahirkan karya yang maksimal atas apa yang di kerjakan oleh mereka. Tentunya lingkungan kerja tersebut juga menjadi perhatian pihak manajemen organisasi. Lingkungan kerja yang baik di dukung oleh prasarana yang lengkap tentunya akan membuat nyaman orang yang bekerja di lingkungan tersebut. selain sarana berupa fisik kelengkapan bekerja juga didukung oleh suasana dan hubungan yang harmonis antar sesama orang yang bekerja didalamnya. Hubungan yang harmonis antara sesama rekan Pengantar Manajemen 41 kerja juga menjadi faktor pendorong untuk terlaksananya sebuah kegiatan. Pekerjaan dapat di selsaikan dengan tuntas dengan lingkungan kerja yang kondusif. D. Indikator lingkungan kerja Dalam hal ini indikator atau alat ukur suatu lingkungan kerja. para ahli menyampaikan beberapa hal menjadi tolak ukur lingkungan kerja namun indikator disini juga merupakan suatu hal yang sebenarnya hampir mirip dengan faktor-faktor lingkungan kerja. Untuk lebih memperbanyak dan memperkaya materi dalam bab ini tetap di tuliskan untuk mempermudah mencari sumber referensi. beberapa pendapat ahli sebagai berikut: Indikator lingkungan kerja (Afandi ,2018) adalah sebagai berikut: 1) Udara Mengacu pada faktor udara ini, yang seringkali berupa suhu udara dan uap air yang ada pada udara dalam ruangan 2) Warna warna merupakan salah satu faktor terpenting yang meningkatkan efisiensi kerja karyawan, terutama warna mempengaruhi suasana hati .Dengan menggunakan warna yang tepat pada dinding ruangan dan alat-alat lainnya, yang akan membawa keceriaan dan ketenangan bagi karyawan. sisa karyawan yang bekerja. 3) Penerangan Penerangan yang cukup dan baik dapat meningkatkan efisiensi kerja karyawan karena dapat bekerja lebih cepat, mengurangi kesalahan, dan mata tidak cepat lelah.


Pengantar Manajemen 42 4) Kebisingan Untuk menghindari munculnya kebisingan, perlu menempatkan perangkat dengan suara keras, seperti gawai yang dimaksud adalah telepon, tempat kendaraan baik diletakkan pada ruangan khusus agar karyawan lain tidak terganggu dalam menjalankan tugasnya. Menurut (Sedarmayanti,2018) indikator lingkungan kerja yaitu; 1) Penerangan Penerangan di tempat kerja Penerangan sangat bermanfaat bagi karyawan dalam hal keselamatan dan kelancaran kerja, karena apabila penerangan kurang memadai akan mempengaruhi keterampilan karyawan yang akan banyak melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugasnya, yang pada akhirnya akan mempengaruhi . keterampilan kurang efektif, sehingga lebih sulit untuk mencapai tujuan bisnis. 2) Suhu Suhu udara di tempat kerja setiap bagian tubuh manusia memiliki suhu yang berbeda-beda. Manusia selalu menjaga tubuhnya dalam keadaan normal, dengan sistem tubuh yang sempurna untuk memungkinkannya beradaptasi dengan perubahan di luar tubuh. Tetapi kemampuan beradaptasi ini ada batasnya. 3) Kelembapan di tempat kerja merupakan jumlah air di udara, biasanya dinyatakan dalam ukuran tertentu. Kelembapan ini berkaitan dengan suhu udara. Saat suhu udara sangat panas dan kelembapan tinggi, hal ini menyebabkan penurunan suhu tubuh yang drastis. Selain itu, denyut jantung lebih cepat karena aliran darah yang aktif memenuhi kebutuhan oksigen, dan tubuh


Click to View FlipBook Version