The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Perubahan dunia yang begitu cepat memberi dampak perubahan yang terjadi di segala bidang. Pada akhirnya perubahan yang terjadi akan membawa dampak positif bagi yang dapat mengimbanginya dan berdampak negatif bagi yang lambat meresponnya. Perubahan ini pun terjadi pada ilmu manajemen yang mengalami perkembangan amat pesat baik dari sisi teori dan implementasi. Atas dasar fenomena inilah kami berusaha memperbarui literasi dan menambah wawasan para pembaca dengan hadirnya buku ini yang menyajikan pandangan dan gagasan baru berkenaan dengan ilmu manajemen.
Berikut adalah uraian yang disajikan dari awal Bab 1 hingga Bab 16 yang dihimpun dalam Buku Pengantar Manajamen ini.
Bab 1 membahas tentang bagaimana proses manajemen yang bila dioptimalkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan menciptakan iklim perusahaan agar kondusif mencapai tujuan perusahaan.
Bab 2 memaparkan bagaimana kondisi ekonomi dunia baik negara-negara maupun korporasi yang terimbas dampak turbulensi global membutuhkan peran kepemimpinan (manajer) untuk beradaptasi agar perusahaan tetap kompetitif dan terus bertumbuh.
Bab 3 membahas perkembangan ilmu manajemen, perkembangan ilmu manajemen kekinian yang ditopang kemajuan teknologi informasi yang pesat membantu banyak pihak mengelola sumber daya efektif dan efisien
Bab 4 pada bagian ini dibahas bagaimana interaksi nilai-nilai antar individu dalam lingkungan internal perusahaan yang mempengaruhi tingkah laku orang-orang yang ada di dalamnya dan lambat laun terciptalah budaya organisasi.
Bab 5 menyajikan uraian bahwa perusahaan penting untuk mempunyai tujuan berkontribusi positif kepada lingkungan eksternal, mempunyai etika dan mengedepankan norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
Bab 6 membahas pentingnya tahapan perencanaan dan pengambilan keputusan berdasarkan proses rasional dan evalusi untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal yang dinamis.
Bab 7 menguraikan pembahasan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi, bagaimana perusahaan memformulasikan strategi, memantau dan menyesuaikan strategi agar perusahaan mencapai keunggulan bersaing.
Bab 8 menjelaskan tentang design dan struktur organisasi, meliputi bahasan hirarki yang memiliki tingkatan yang menjalankan tugas dan fungsi individu atau sumber daya manusia yang ada dalam organisasi untuk mencappai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
Bab 9 menyajikan pembahasan meliputi konsep, pandangan dan strategi penerapan mengenai: kekuasaan (power), kewenangan (authority), tanggung jawab (responsibility) dan pelimpahan wewenang (delegation).
Bab 10 menjelaskan analisis potensi dan kemampuan intelegensia dan emosional dalam individu untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi dinamis di dalam organisasi/perusahaan.
Bab 11 menjelaskan tentang manajemen SDM, fungsi, perencanaan dan pengembangan SDM dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Bab 12 menjelaskan faktor-faktor internal dan eksternal penyebab timbulnya movitasi dan antuasiasme pegawai dalam bekerja termasuk bagaimana faktor kepemimpinan mempengaruhi kondusifitas perusahaan
Bab 13 membahas kelompok kerja dan komunikasi dalam organisasi, analisis tentang interaksi individu-individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Bab 14 menguraikan hal-hal terkait pengawasan dan pengendalian organisasi, proses pengukuran kinerja dan mengambil tindakan korektif untuk memastikan organisasi berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya.
Bab 15 menyajikan pembahasanmeliputi manajemen informasi dan manajemen internasional, serta bagaimana perusahaan mencapai tujuannya secara lebih efektif dan efisien melalui sistem informasi manajemen. Manajemen international menitikberatkan pada perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan pengendalian kegiatan usaha dalam skala global.
Bab 16 menguraikan terkait dengan manajemen usaha kecil disertai penjelasan tentang faktor kepemimpinan dan kreatifitas yang menjadi kunci bagi usaha kecil untuk terus meningkatkan level usaha, serta pentingnya strategi perencanaan dari sisi bisnis dan investasi.
Semoga buku Pengantar Manajemen dengan pembahasan terpadu ini dapat menjadikan bahan referensi dan memperkaya khazanah literasi bidang ilmu ekonomi khususnya bidang manajemen. Dengan harapan dapat diperbaiki segala apa yang masih terdapat kekurangan dalam buku ini, dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan masukan untuk terbitnya buku-buku dengan mutu yang lebih baik lagi. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan masyarakat. Aamiin, ya Rabbal Aalamiin.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penamudamedia, 2023-07-12 10:29:42

PENGANTAR MANAJEMEN

Perubahan dunia yang begitu cepat memberi dampak perubahan yang terjadi di segala bidang. Pada akhirnya perubahan yang terjadi akan membawa dampak positif bagi yang dapat mengimbanginya dan berdampak negatif bagi yang lambat meresponnya. Perubahan ini pun terjadi pada ilmu manajemen yang mengalami perkembangan amat pesat baik dari sisi teori dan implementasi. Atas dasar fenomena inilah kami berusaha memperbarui literasi dan menambah wawasan para pembaca dengan hadirnya buku ini yang menyajikan pandangan dan gagasan baru berkenaan dengan ilmu manajemen.
Berikut adalah uraian yang disajikan dari awal Bab 1 hingga Bab 16 yang dihimpun dalam Buku Pengantar Manajamen ini.
Bab 1 membahas tentang bagaimana proses manajemen yang bila dioptimalkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan menciptakan iklim perusahaan agar kondusif mencapai tujuan perusahaan.
Bab 2 memaparkan bagaimana kondisi ekonomi dunia baik negara-negara maupun korporasi yang terimbas dampak turbulensi global membutuhkan peran kepemimpinan (manajer) untuk beradaptasi agar perusahaan tetap kompetitif dan terus bertumbuh.
Bab 3 membahas perkembangan ilmu manajemen, perkembangan ilmu manajemen kekinian yang ditopang kemajuan teknologi informasi yang pesat membantu banyak pihak mengelola sumber daya efektif dan efisien
Bab 4 pada bagian ini dibahas bagaimana interaksi nilai-nilai antar individu dalam lingkungan internal perusahaan yang mempengaruhi tingkah laku orang-orang yang ada di dalamnya dan lambat laun terciptalah budaya organisasi.
Bab 5 menyajikan uraian bahwa perusahaan penting untuk mempunyai tujuan berkontribusi positif kepada lingkungan eksternal, mempunyai etika dan mengedepankan norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
Bab 6 membahas pentingnya tahapan perencanaan dan pengambilan keputusan berdasarkan proses rasional dan evalusi untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal yang dinamis.
Bab 7 menguraikan pembahasan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi, bagaimana perusahaan memformulasikan strategi, memantau dan menyesuaikan strategi agar perusahaan mencapai keunggulan bersaing.
Bab 8 menjelaskan tentang design dan struktur organisasi, meliputi bahasan hirarki yang memiliki tingkatan yang menjalankan tugas dan fungsi individu atau sumber daya manusia yang ada dalam organisasi untuk mencappai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
Bab 9 menyajikan pembahasan meliputi konsep, pandangan dan strategi penerapan mengenai: kekuasaan (power), kewenangan (authority), tanggung jawab (responsibility) dan pelimpahan wewenang (delegation).
Bab 10 menjelaskan analisis potensi dan kemampuan intelegensia dan emosional dalam individu untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi dinamis di dalam organisasi/perusahaan.
Bab 11 menjelaskan tentang manajemen SDM, fungsi, perencanaan dan pengembangan SDM dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Bab 12 menjelaskan faktor-faktor internal dan eksternal penyebab timbulnya movitasi dan antuasiasme pegawai dalam bekerja termasuk bagaimana faktor kepemimpinan mempengaruhi kondusifitas perusahaan
Bab 13 membahas kelompok kerja dan komunikasi dalam organisasi, analisis tentang interaksi individu-individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Bab 14 menguraikan hal-hal terkait pengawasan dan pengendalian organisasi, proses pengukuran kinerja dan mengambil tindakan korektif untuk memastikan organisasi berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya.
Bab 15 menyajikan pembahasanmeliputi manajemen informasi dan manajemen internasional, serta bagaimana perusahaan mencapai tujuannya secara lebih efektif dan efisien melalui sistem informasi manajemen. Manajemen international menitikberatkan pada perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan pengendalian kegiatan usaha dalam skala global.
Bab 16 menguraikan terkait dengan manajemen usaha kecil disertai penjelasan tentang faktor kepemimpinan dan kreatifitas yang menjadi kunci bagi usaha kecil untuk terus meningkatkan level usaha, serta pentingnya strategi perencanaan dari sisi bisnis dan investasi.
Semoga buku Pengantar Manajemen dengan pembahasan terpadu ini dapat menjadikan bahan referensi dan memperkaya khazanah literasi bidang ilmu ekonomi khususnya bidang manajemen. Dengan harapan dapat diperbaiki segala apa yang masih terdapat kekurangan dalam buku ini, dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan masukan untuk terbitnya buku-buku dengan mutu yang lebih baik lagi. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan masyarakat. Aamiin, ya Rabbal Aalamiin.

Pengantar Manajemen 192 Informasi yang disampaikan dari dan kepada manajemen harus sesuai dengan yang dibutuhkan karyawan, atau dengan adanya keterbukaan informasi akan menghindari kesenjangan informasi antara karyawan dan pimpinan. 2. Saluran/media komunikasi. Pesan informasi akan dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan tingkat pemahaman penerima dan pengirim. Media adalah saluran komunikasi yang mengantarkan pesan dari pengirim ke penerima seperti media lisan, tulisan, maupun elektronik. Deskripsi pekerjaan, buletin, dan memorandum adalah contoh alat komunikasi tertulis. Interaksi dan pertemuan tatap muka merupakan contoh alat komunikasi lisan. Email dan telepon adalah contoh alat komunikasi teknologi 3. Pengkodean (encoding dan decoding), umpan balik, dan gangguan. Encoding adalah informasi yang diubah menjadi kata-kata, simbol, atau gambar dengan penyandian. Decoding adalah proses menguraikan informasi sehingga penerima dapat memahaminya. Umpan balik baik yang negative maupun positif merupakan rekasi terhadap informasi yang disampaikan. Umpan balik mengungkapkan pemahaman Bersama yang akan membantu mencegah kesalahan komunikasi di masa depan. Gangguan merupakan hambatan yang mengacaukan kejelasan selama mengirim dan menerima informasi. Perbedaan penerjemahan informasi yang mungkin terjadi pada saat decoding dan encoding berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Umpan balik, tanggapan terhadap informasi yang diterima, seperti melakukan pekerjaan yang diminta atau mengubah ekspresi wajah, merupakan kontrol Pengantar Manajemen 193 untuk mengevaluasi apakah penyampaian informasi telah terjadi secara efektif. Perasaan, tingkat stres, lingkungan, atau teknik komunikasi yang buruk yang mengarah pada penyebaran informasi palsu atau masalah lain, semuanya bisa menjadi tanda gangguan komunikasi. 3.3 Komunikasi dalam Organisasi Muhammad (2009), ada berbagai definisi komunikasi organisasi seperti komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks (Redding dan Sanborn), dan komunikasi organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam suatu organisasi (Katz dan Kahn). Organisasi menggunakan komunikasi untuk meningkatkan kinerja, mendukung pengambilan keputusan organisasi, dan mentransfer pengetahuan baik secara internal maupun eksternal. Laporan keuangan dan data pelanggan adalah dua contoh informasi internal yang bersumber dari dalam perusahaan. Sedangkan informasi ekternal berasal dari sumber di luar perusahaan, termasuk ekonomi, politik, hukum, dll. Anggota perusahaan, klien, vendor, atau pemegang saham menggunakan aliran informasi ini. Kurangnya pengetahuan dapat mempersulit bisnis untuk mengelola aktivitas, sumber daya, waktu, dan pengeluaran, yang dapat menghambat pengambilan keputusan dan mempersulit organisasi untuk bersaing dengan pesaing. Menurut Robbin (2003) dalam suatu kelompok atau organisasi, komunikasi memiliki empat fungsi utama yaitu sebagai berikut:


Pengantar Manajemen 194 1. Komunikasi memengaruhi perilaku kelompok dengan berbagai cara. Setiap organisasi memiliki aturan dan peraturan resmi yang harus diikuti oleh anggotanya. 2. Dengan mengklarifikasi kepada pekerja apa yang perlu dilakukan, seberapa baik mereka melakukannya, dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja yang dibawah standar, komunikasi akan meningkatkan motivasi karyawan. 3. Anggota kelompok atau organisasi mengkomunikasikan ketidakpuasan dan kebahagiaan mereka dengan berkomunikasi satu sama lain. Oleh karena itu, komunikasi memudahkan orang untuk mengkomunikasikan emosi mereka dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mereka. 4. Melalui penyampaian data untuk menemukan dan menilai alternatif pilihan, komunikasi memberikan pengetahuan yang dibutuhkan oleh orang dan kelompok untuk mengambil keputusan. Interaksi dua arah antara pemimpin dan karyawan biasanya terjadi sebagai sarana komunikasi dalam suatu organisasi. Kesalahpahaman atau miskomunikasi dapat dihindari ketika anggota organisasi berkomunikasi dengan baik dan proses transmisi informasi juga berfungsi dengan baik. Agar tingkat kinerja dapat dievaluasi sesuai dengan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, keterampilan komunikasi yang baik memungkinkan anggota organisasi untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar organisasi. Rodwell (1988) menemukan bahwa komunikasi berhubungan negatif dengan kinerja, sementara Pincus (1986) menemukan bahwa komunikasi berhubungan


Pengantar Manajemen 194 1. Komunikasi memengaruhi perilaku kelompok dengan berbagai cara. Setiap organisasi memiliki aturan dan peraturan resmi yang harus diikuti oleh anggotanya. 2. Dengan mengklarifikasi kepada pekerja apa yang perlu dilakukan, seberapa baik mereka melakukannya, dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja yang dibawah standar, komunikasi akan meningkatkan motivasi karyawan. 3. Anggota kelompok atau organisasi mengkomunikasikan ketidakpuasan dan kebahagiaan mereka dengan berkomunikasi satu sama lain. Oleh karena itu, komunikasi memudahkan orang untuk mengkomunikasikan emosi mereka dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mereka. 4. Melalui penyampaian data untuk menemukan dan menilai alternatif pilihan, komunikasi memberikan pengetahuan yang dibutuhkan oleh orang dan kelompok untuk mengambil keputusan. Interaksi dua arah antara pemimpin dan karyawan biasanya terjadi sebagai sarana komunikasi dalam suatu organisasi. Kesalahpahaman atau miskomunikasi dapat dihindari ketika anggota organisasi berkomunikasi dengan baik dan proses transmisi informasi juga berfungsi dengan baik. Agar tingkat kinerja dapat dievaluasi sesuai dengan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, keterampilan komunikasi yang baik memungkinkan anggota organisasi untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar organisasi. Rodwell (1988) menemukan bahwa komunikasi berhubungan negatif dengan kinerja, sementara Pincus (1986) menemukan bahwa komunikasi berhubungan Pengantar Manajemen 195 positif dengan kinerja tetapi tidak sekuat hubungan antara komunikasi dan kepuasan. 3.4 Komunikasi Efektif Agar perusahaan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien, setiap orang harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Metode atau teknik komunikasi harus disesuaikan dengan konteks penggunaannya. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif melibatkan pertukaran informasi dua arah yang memungkinkan kata-kata yang dikirim dan diterima dipahami dengan benar. Dengan kata lain, jika seseorang mendapatkan informasi dengan jelas dan merespon dengan tepat, maka komunikasi dikatakan berhasil. Tindakan organisasi akan dilakukan lebih efektif dan produktif dengan komunikasi yang lebih baik. Komunikasi yang efektif juga meningkatkan output, menurunkan perputaran karyawan, dan memperbaiki suasana/lingkungan di tempat kerja. Selain itu, penelitian Nebo, dkk. (2015) menemukan bahwa komunikasi yang efektif merupakan solusi untuk kinerja manajemen karyawan yang efektif dan efisien dalam suatu organisasi. Griffith (2002) menegaskan bahwa efektivitas komunikasi akan sangat menentukan keberhasilan organisasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Komunikasi yang efektif sangat penting bagi manajer dan karyawan. Karyawan harus berkomunikasi dan terlibat dengan orang lain untuk melakukan pekerjaan mereka. Merencanakan, mengatur, memimpin, dan mengendalikan adalah empat tugas manajemen mendasar yang harus dilakukan manajer. Landasan untuk mengatur tugas dan kewajiban adalah komunikasi.


Pengantar Manajemen 196 Informasi yang dikumpulkan harus didistribusikan kepada semua anggota kelompok, dan informasi tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga setiap orang menyadari kewajiban yang terkait dengan posisi masing-masing. Melalui kontak lisan dan tertulis, manajer melakukan kontrol atas anggota staf dan bekerja untuk memastikan bahwa rencana dan tujuan organisasi terpenuhi. Ada beberapa hal yang menjadi penghalang dalam mewujudkan komunikasi efektif: 1. Penyaringan (filtering) yaitu jika informasi itu dianggap kurang menguntungkan bagi pihak tertentu akan terjadi manipulasi dan sintesa informasi, sehingga mungkin saja pada tataran penerima informasi akhir tidak sesuai dengan pengirim informasi. Karyawan sering kali membagikan informasi yang mereka yakini ingin didengar atasan mereka, yang membuat komunikasi ke atas menjadi miring karena faktor-faktor seperti keinginan untuk menyenangkan atasan dan ketakutan untuk berbagi berita negatif. 2. Persepsi selektif, yaitu para penerima pesan memiliki harapan dan minat pada informasi yang diinginkan sehingga yang terjadi bukan realitas tapi penafsiranpenafsiran berdasarkan kebutuhan, motivasi, latar belakang dan pengalaman pribadi penerima. 3. Terdapat kendala pada kemampuan individu dalam mengolah informasi. Informasi berlebih terjadi ketika jumlah informasi yang dapat diakses melebihi kemampuan sistem pemrosesan. Individu cenderung mengabaikan, melewati, melupakan informasi, ataupun menunda memroses lanjut sampai situasi berlebihan ketika individu


Pengantar Manajemen 196 Informasi yang dikumpulkan harus didistribusikan kepada semua anggota kelompok, dan informasi tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga setiap orang menyadari kewajiban yang terkait dengan posisi masing-masing. Melalui kontak lisan dan tertulis, manajer melakukan kontrol atas anggota staf dan bekerja untuk memastikan bahwa rencana dan tujuan organisasi terpenuhi. Ada beberapa hal yang menjadi penghalang dalam mewujudkan komunikasi efektif: 1. Penyaringan (filtering) yaitu jika informasi itu dianggap kurang menguntungkan bagi pihak tertentu akan terjadi manipulasi dan sintesa informasi, sehingga mungkin saja pada tataran penerima informasi akhir tidak sesuai dengan pengirim informasi. Karyawan sering kali membagikan informasi yang mereka yakini ingin didengar atasan mereka, yang membuat komunikasi ke atas menjadi miring karena faktor-faktor seperti keinginan untuk menyenangkan atasan dan ketakutan untuk berbagi berita negatif. 2. Persepsi selektif, yaitu para penerima pesan memiliki harapan dan minat pada informasi yang diinginkan sehingga yang terjadi bukan realitas tapi penafsiranpenafsiran berdasarkan kebutuhan, motivasi, latar belakang dan pengalaman pribadi penerima. 3. Terdapat kendala pada kemampuan individu dalam mengolah informasi. Informasi berlebih terjadi ketika jumlah informasi yang dapat diakses melebihi kemampuan sistem pemrosesan. Individu cenderung mengabaikan, melewati, melupakan informasi, ataupun menunda memroses lanjut sampai situasi berlebihan ketika individu Pengantar Manajemen 197 tersebut memiliki lebih banyak informasi daripada yang dapat mereka pilah dan gunakan. 4. Kontak lisan digunakan secara berbeda oleh pria dan wanita. Akibatnya, gender menjadi penghalang keberhasilan komunikasi antar jenis kelamin. 5. Emosi, terkadang dominasi perasaan memengaruhi penerima pesan. Sehingga ketika penerima pesan sedang dalam kondisi marah atau bingung tentu akan menafsirkan secara berbeda Ketika penerima sedang dalam kondisi Bahagia atau netral. 6. Penafsiran orang berbeda terhadap kata memiliki arti yang berbeda. Tiga faktor yang secara signifikan memengaruhi penggunaan bahasa dan definisi kata seseorang adalah usia, pendidikan, dan latar belakang budaya. Karyawan dalam suatu perusahaan biasanya memiliki latarbelakang yang beragam. Baik manajer maupun pekerja mungkin menganggap komunikasi sebagai prosedur yang menantang. Setiap orang menyadari dasar-dasar komunikasi, tetapi mereka sering gagal mempraktikkan keterampilan itu. Karena ada standar dan prosedur yang ditetapkan, komunikasi antara anggota staf dan penyelia biasanya akan berjalan dengan mudah dalam hal pelaporan pekerjaan. konflik dan gangguan komunikasi perusahaan dapat terjadi akibat komunikasi yang tidak sesuai dengan norma hierarki organisasi. 3.5 Tipe Komunikasi Ada banyak jenis komunikasi, termasuk komunikasi interpersonal, komunikasi resmi dan tidak resmi, dan komunikasi vertikal dan horizontal. Menurut Schermerhorn


Pengantar Manajemen 198 (2012), ada dua jenis aliran untuk bertukar informasi dalam organisasi: saluran komunikasi formal dan informal. Tingkat otoritas hirarkis struktur organisasi diikuti oleh jalur komunikasi formal, yang berbentuk komunikasi formal seperti kebijakan, prosedur, atau pernyataan resmi lainnya. Saluran komunikasi informal tidak mengikuti urutan perintah; mereka mungkin mengambil bentuk komunikasi atau desas-desus yang tidak sah yang menyebar melalui selentingan atau dengan melintasi batas-batas departemen atau divisi. Komunikasi informal dapat mentransmisikan dengan cepat dan efektif, tetapi memiliki kelemahan karena tidak dapat diandalkan atau tepat waktu dalam transmisi informasinya. Selain itu, Argawal dan Garg (2012) menegaskan bahwa komunikasi dalam organisasi memainkan peran penting dalam menyusun tindakan organisasi, tujuan, kebijakan, dan strategi bisnis dalam organisasi dengan komunikasi formal dan informal. Robbin (2003), menyatakan aliran komunikasi terjadi secara vertikal atau horizontal. Aliran komunikasi ke bawah dan ke atas masuk ke dalam kategori saluran komunikasi vertikal. 1. Komunikasi yang bergerak ke bawah dari suatu kelompok ke tingkat yang lebih rendah disebut aliran komunikasi ke bawah. Komunkasi aliran ke bawah tidak perlu dilakukan secara lisan atau secara langsung. 2. Komunikasi yang menuju ke tingkatan yang lebih tinggi dalam suatu kelompok atau organisasi disebut komunikasi ke atas. Komunikasi ini bertujuan untuk menyampaikan masalah saat ini, memberikan umpan balik kepada mereka yang memegang kekuasaan, dan memberikan informasi mengenai kemajuan pencapaian tujuan.


Pengantar Manajemen 198 (2012), ada dua jenis aliran untuk bertukar informasi dalam organisasi: saluran komunikasi formal dan informal. Tingkat otoritas hirarkis struktur organisasi diikuti oleh jalur komunikasi formal, yang berbentuk komunikasi formal seperti kebijakan, prosedur, atau pernyataan resmi lainnya. Saluran komunikasi informal tidak mengikuti urutan perintah; mereka mungkin mengambil bentuk komunikasi atau desas-desus yang tidak sah yang menyebar melalui selentingan atau dengan melintasi batas-batas departemen atau divisi. Komunikasi informal dapat mentransmisikan dengan cepat dan efektif, tetapi memiliki kelemahan karena tidak dapat diandalkan atau tepat waktu dalam transmisi informasinya. Selain itu, Argawal dan Garg (2012) menegaskan bahwa komunikasi dalam organisasi memainkan peran penting dalam menyusun tindakan organisasi, tujuan, kebijakan, dan strategi bisnis dalam organisasi dengan komunikasi formal dan informal. Robbin (2003), menyatakan aliran komunikasi terjadi secara vertikal atau horizontal. Aliran komunikasi ke bawah dan ke atas masuk ke dalam kategori saluran komunikasi vertikal. 1. Komunikasi yang bergerak ke bawah dari suatu kelompok ke tingkat yang lebih rendah disebut aliran komunikasi ke bawah. Komunkasi aliran ke bawah tidak perlu dilakukan secara lisan atau secara langsung. 2. Komunikasi yang menuju ke tingkatan yang lebih tinggi dalam suatu kelompok atau organisasi disebut komunikasi ke atas. Komunikasi ini bertujuan untuk menyampaikan masalah saat ini, memberikan umpan balik kepada mereka yang memegang kekuasaan, dan memberikan informasi mengenai kemajuan pencapaian tujuan. Pengantar Manajemen 199 3. Horizontal adalah komunikasi yang terjadi antar-anggota dari kelompok kerja yang sama, anggota kelompok kerja yang sama pada tingkat yang sama, manajer pada tingkat yang sama, atau antara individu yang setara secara horizontal. Bahkan ketika komunikasi vertikal kelompok atau organisasi berhasil, komunikasi horizontal sering diperlukan untuk menghemat waktu dan mendukung kolaborasi.


Pengantar Manajemen 200 Daftar Pustaka Schermerhorn, Jr. J. R., Osborn, R.N., Uhl-Bien, M., dan Hunt, J.G. (2012). Organizational Behavior. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd. Robbins, S.P. (2003). Essentials of Organizational Behavior, Seventh Edition, Pearson Education, Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2002). Departemen Pendidikan Nasional Edisi ke-3. Jakarta: Balai Pustaka. Griffith, D.A. (2002). The role of communication competencies in international business relationship development. Journal of World Business, 37 (4), 256-265. Nebo, C.S., Nwankwo, P.N., dan Okonkwo, R.I. (2015). The role of effective communication on organizational performance: a study of Nnamdi Azikiwe University, Review of Public Administration and Management, Vol. 4, No. 8, 131-148. Muhammad, A. (2009). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.


Pengantar Manajemen 200 Daftar Pustaka Schermerhorn, Jr. J. R., Osborn, R.N., Uhl-Bien, M., dan Hunt, J.G. (2012). Organizational Behavior. John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd. Robbins, S.P. (2003). Essentials of Organizational Behavior, Seventh Edition, Pearson Education, Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2002). Departemen Pendidikan Nasional Edisi ke-3. Jakarta: Balai Pustaka. Griffith, D.A. (2002). The role of communication competencies in international business relationship development. Journal of World Business, 37 (4), 256-265. Nebo, C.S., Nwankwo, P.N., dan Okonkwo, R.I. (2015). The role of effective communication on organizational performance: a study of Nnamdi Azikiwe University, Review of Public Administration and Management, Vol. 4, No. 8, 131-148. Muhammad, A. (2009). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. Pengantar Manajemen 201 Tentang Penulis Lahir di Padang, 24 Januari 1994, penulis merupakan Dosen Manajemen Sumber Daya Manusia UIN Imam Bonjol Padang yang sesuai dengan background keilmuan penulis yang menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang (2015), dilanjutkan menempuh Pendidikan di Universitas Andalas untuk mendapatkan gelar Magister (2017). Sejak tahun 2020 penulis berprofesi sebagai dosen di UIN Imam Bonjol Padang dan sejak saat itu untuk memenuhi tridharma perguruan tinggi penulis mulai aktif menulis dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga penulis juga tertarik bergabung dalam menulis bunga rampai Pengabdian Masyarakat.


Pengantar Manajemen 202 BAB 14 PENGAWASAN & PENGENDALIAN ORGANISASI FRANKY OKTO BERNANDO,SE.,M.Ak, MM Pengawasan & Pengendalian Organisasi Dalam suatu organisasi pengawasan dan pengendalian berperan penting dalam keberhasilan sebuah organisasi. Oleh sebab itu, Pada bab ini akan dibahas lebih mendalam terkait Pentingnya Pengawasan dan Pengendalian dalam mendukung keberhasilan rencana bisnis yang ada pada suatu organisasi. Pengertian Pengawasan dan Pengendalian Pengawasan dan Pengendalian adalah proses mengukur kinerja dan mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa bisnis berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya. Pemangku kebijakan dalam hal ini manajemen yang ada akan mengambil tindakan untuk memenuhi tujuan jangka panjang mereka, tetapi menyadari bahwa tujuan langsung yang harus dipenuhi terlebih dahulu jika tujuan jangka panjang ingin dipenuhi.


Pengantar Manajemen 202 BAB 14 PENGAWASAN & PENGENDALIAN ORGANISASI FRANKY OKTO BERNANDO,SE.,M.Ak, MM Pengawasan & Pengendalian Organisasi Dalam suatu organisasi pengawasan dan pengendalian berperan penting dalam keberhasilan sebuah organisasi. Oleh sebab itu, Pada bab ini akan dibahas lebih mendalam terkait Pentingnya Pengawasan dan Pengendalian dalam mendukung keberhasilan rencana bisnis yang ada pada suatu organisasi. Pengertian Pengawasan dan Pengendalian Pengawasan dan Pengendalian adalah proses mengukur kinerja dan mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa bisnis berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya. Pemangku kebijakan dalam hal ini manajemen yang ada akan mengambil tindakan untuk memenuhi tujuan jangka panjang mereka, tetapi menyadari bahwa tujuan langsung yang harus dipenuhi terlebih dahulu jika tujuan jangka panjang ingin dipenuhi. Pengantar Manajemen 203 Contoh: Dalam manajemen pertanian misalnya, Jika Manajemen telah menentukan tingkat ekuitas tertentu sebagai salah satu tujuan jangka panjang mereka, tujuan menengah dapat menghasilkan tingkat pendapatan setiap tahun yang akan meningkatkan ekuitas pertanian setelah mengeluarkan biaya produksi. Namun, salah satu aspek untuk memastikan bahwa pertanian menghasilkan tingkat pendapatan yang diperlukan setiap tahun adalah dengan menggunakan tingkat benih, pupuk, dan input lain yang sesuai dalam menanam tanaman. Dengan demikian, pengawasan penanaman musim semi memiliki hubungan langsung dengan pemenuhan tujuan jangka panjang pemilik. Beberapa pendapat dari para ahli tentang pengawasan dan pengendalian antara lain: Menurut (Koontz Harold & O’Donnell Cyril, 1993), pengawasan adalah suatu proses yang dilakukan oleh manajemen untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil oleh karyawan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sedangkan pengendalian adalah suatu proses yang dilakukan oleh manajemen untuk memastikan bahwa rencana tersebut berhasil dicapai. Menurut (Stoner et al., 1995), pengawasan adalah kegiatan untuk memastikan bahwa kinerja organisasi berada pada jalur yang benar. Sedangkan pengendalian adalah kegiatan untuk memastikan bahwa sumber daya organisasi digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut (Newman & Warren, 1979), pengawasan adalah suatu proses untuk memastikan bahwa kegiatan organisasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sedangkan pengendalian adalah suatu proses untuk


Pengantar Manajemen 204 memastikan bahwa kinerja organisasi sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, para ahli sepakat bahwa pengawasan dan pengendalian merupakan proses yang sangat penting dalam manajemen organisasi, karena dapat membantu memastikan bahwa organisasi berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian yang baik dapat membantu mencegah terjadinya masalah dan memastikan bahwa organisasi tetap berada pada jalur yang benar. Pentingnya Pengawasan dan Pengendalian dalam Organisasi Bisnis Sebagaimana dari penjelasan sebelumnya tujuan mengembangkan proses pengawasan dan pengendalian adalah memanfaatkan peluang untuk memperbaiki situasi; yaitu, membuat perubahan ketika alternatif tersedia, dan menghindari manajemen krisis. Dalam contoh manajemen pertanian, tujuan pemantauan dan pengendalian dapat berupa: bersiap untuk melakukan perubahan yang diperlukan selama musim produksi, bukan di antara musim produksi. Dari hal tersebut kita dapat memahami bahwa Pengawasan dan Pengendalian dalam Organisasi memiliki peran penting sebagai berikut: 1. Mencegah Terjadinya Kesalahan: Pengawasan dan pengendalian dapat membantu mencegah terjadinya kesalahan dalam proses dan kegiatan organisasi, sehingga dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk melakukan perbaikan. 2. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas: Dengan melakukan pengawasan dan pengendalian yang baik, organisasi dapat


Pengantar Manajemen 204 memastikan bahwa kinerja organisasi sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, para ahli sepakat bahwa pengawasan dan pengendalian merupakan proses yang sangat penting dalam manajemen organisasi, karena dapat membantu memastikan bahwa organisasi berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian yang baik dapat membantu mencegah terjadinya masalah dan memastikan bahwa organisasi tetap berada pada jalur yang benar. Pentingnya Pengawasan dan Pengendalian dalam Organisasi Bisnis Sebagaimana dari penjelasan sebelumnya tujuan mengembangkan proses pengawasan dan pengendalian adalah memanfaatkan peluang untuk memperbaiki situasi; yaitu, membuat perubahan ketika alternatif tersedia, dan menghindari manajemen krisis. Dalam contoh manajemen pertanian, tujuan pemantauan dan pengendalian dapat berupa: bersiap untuk melakukan perubahan yang diperlukan selama musim produksi, bukan di antara musim produksi. Dari hal tersebut kita dapat memahami bahwa Pengawasan dan Pengendalian dalam Organisasi memiliki peran penting sebagai berikut: 1. Mencegah Terjadinya Kesalahan: Pengawasan dan pengendalian dapat membantu mencegah terjadinya kesalahan dalam proses dan kegiatan organisasi, sehingga dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk melakukan perbaikan. 2. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas: Dengan melakukan pengawasan dan pengendalian yang baik, organisasi dapat Pengantar Manajemen 205 meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya yang dimilikinya. Hal ini dapat membantu meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi. 3. Menjamin Kepatuhan: Pengawasan dan pengendalian juga dapat membantu menjamin kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku. Dengan melakukan pengawasan dan pengendalian secara teratur, organisasi dapat memastikan bahwa semua kegiatan dilakukan sesuai dengan standar dan peraturan yang telah ditetapkan. 4. Meningkatkan Akuntabilitas: Dengan melakukan pengawasan dan pengendalian yang baik, organisasi dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan. 5. Mengurangi Risiko: Pengawasan dan pengendalian juga dapat membantu mengurangi risiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan organisasi. Hal ini dapat membantu organisasi menghindari kerugian yang dapat terjadi akibat kesalahan atau kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, pengawasan dan pengendalian merupakan bagian penting dari manajemen organisasi, karena dapat membantu organisasi mencapai tujuan dan meningkatkan kinerjanya secara efektif dan efisien. Pengawasan dan Pengendalian Organisasi Bisnis Pengawasan suatu organisasi bisnis dapat dilakukan dengan cara mengukur faktor yang paling penting dan menentukan apakah perubahan harus dilakukan. Dengan demikian, pengawasan dapat digambarkan sebagai suatu proses yang melibatkan serangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain:


Pengantar Manajemen 206 ❖ mengidentifikasi faktor-faktor penting, ❖ menentukan standar atau kisaran kinerja yang memuaskan, ❖ mengetahui siapa, kapan, dan bagaimana informasi tentang kinerja tambak akan dikumpulkan dan dicatat, ❖ menentukan jenis perbandingan yang akan dibuat, dan ❖ mengembangkan beberapa tanggapan yang mungkin jika kinerja berada di luar jangkauan. Meskipun kegiatan pengawasan dalam organisasi bisnis mungkin identik di antara perusahaan, keunikan masing - masing bisnis memaksa pemilik untuk menyusun prosedur pengawasan dan pengendalian agar sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis mereka. Misalnya, faktor pengawasan oleh seorang pemilik peternakan mungkin tidak sama dengan faktor yang pengawasan yang dilakukan peternakan lainnya. Demikian pula, kisaran kinerja yang dapat diterima akan bervariasi di antara bisnis. Kunci sukses mengendalikan bisnis adalah kemampuan pemilik untuk mengidentifikasi dan memantau faktor-faktor yang sesuai untuk organisasi bisnis mereka. Peranan Sistem Pengawasan dalam Pengendalian Organisasi Membangun sistem pengawasan tidak akan ada nilainya kecuali diimplementasikan. Pengawasan merupakan tugas yang perlu dilakukan (sama seperti mengoperasikan peralatan atau merawat ternak); dan seperti tugas lainnya, jika perlu diselesaikan, tugas itu harus diberikan kepada seseorang. Setiap operasi pada lapangan peternakan atau peternakan mungkin memiliki pendekatan yang berbeda untuk


Pengantar Manajemen 206 ❖ mengidentifikasi faktor-faktor penting, ❖ menentukan standar atau kisaran kinerja yang memuaskan, ❖ mengetahui siapa, kapan, dan bagaimana informasi tentang kinerja tambak akan dikumpulkan dan dicatat, ❖ menentukan jenis perbandingan yang akan dibuat, dan ❖ mengembangkan beberapa tanggapan yang mungkin jika kinerja berada di luar jangkauan. Meskipun kegiatan pengawasan dalam organisasi bisnis mungkin identik di antara perusahaan, keunikan masing - masing bisnis memaksa pemilik untuk menyusun prosedur pengawasan dan pengendalian agar sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis mereka. Misalnya, faktor pengawasan oleh seorang pemilik peternakan mungkin tidak sama dengan faktor yang pengawasan yang dilakukan peternakan lainnya. Demikian pula, kisaran kinerja yang dapat diterima akan bervariasi di antara bisnis. Kunci sukses mengendalikan bisnis adalah kemampuan pemilik untuk mengidentifikasi dan memantau faktor-faktor yang sesuai untuk organisasi bisnis mereka. Peranan Sistem Pengawasan dalam Pengendalian Organisasi Membangun sistem pengawasan tidak akan ada nilainya kecuali diimplementasikan. Pengawasan merupakan tugas yang perlu dilakukan (sama seperti mengoperasikan peralatan atau merawat ternak); dan seperti tugas lainnya, jika perlu diselesaikan, tugas itu harus diberikan kepada seseorang. Setiap operasi pada lapangan peternakan atau peternakan mungkin memiliki pendekatan yang berbeda untuk Pengantar Manajemen 207 menugaskan tanggung jawab untuk memantau kinerja. Dalam beberapa bisnis, satu orang dapat diberikan seluruh tugas (seorang pengawas). Di bisnis lain, pekerja utama mungkin bertanggung jawab untuk memantau kinerja (pengemudi traktor diharapkan memantau seberapa baik pekerjaan lapangan dilakukan). Di peternakan lainnya, semua pekerja dapat berbagi tanggung jawab dengan memantau tugas orang lain. Pendekatan ini mungkin menawarkan keuntungan dengan melibatkan beberapa individu yang mungkin memiliki ide untuk meningkatkan operasi. Tetapi sekali lagi, pemilik perlu membuat keputusan ini. Jika tugas pemantauan ditugaskan kepada orang lain selain individu yang mengembangkan proses pengawasan, individu ini perlu menjelaskan proses tersebut kepada mereka. Dalam beberapa kasus, mendokumentasikan proses pengawasan yang direncanakan akan membantu memberikan informasi, serta berfungsi sebagai panduan jika manajer tidak ada pada saat itu. Pelaksanaan Penerapan Pengawasan Sistem pengawasan yang efektif memberikan informasi kepada para pengambil keputusan secara tepat waktu. Agar tepat waktu, informasi harus tersedia ketika masih dapat digunakan. Daripada menunggu hingga akhir tahun ketika kemungkinan besar sudah terlambat untuk membuat banyak perubahan untuk tahun ini, pendekatan yang lebih baik adalah memantau kinerja ketika perubahan masih memungkinkan; ketika pembuat keputusan masih bisa membuat perbedaan. Waktu khusus untuk mengukur/mengamati kinerja perlu mencerminkan tugas yang sedang dipantau. (Boehlje & Eidman, n.d.) menyarankan agar petani menentukan waktu kapan setiap input atau output harus dipantau.


Pengantar Manajemen 208 Contoh: memantau biaya penanaman tanaman saat input dibeli dan meninjau total biaya penanaman segera setelah penanaman selesai. Melacak harga pasar dan mempertimbangkan alternatif pasar sepanjang tahun adalah contoh lain kapan harus memantau. Dengan melacak informasi ini, seorang petani siap untuk memanfaatkan peluang yang muncul. Bagaimana Kinerja Diukur (apa yang akan menjadi alat pengukur)? Prosedur untuk mengukur kinerja bisnis dapat bervariasi; itu bisa subjektif seperti melihat lapangan secara umum, atau bisa juga objektif, di mana kuantitas dihitung, diukur, atau ditimbang. Misalnya, jika kedalaman budidaya sangat penting untuk tugas tersebut, apakah operator diharapkan untuk mengamati dari traktor, atau akankah seseorang menggunakan penggaris untuk mengukur kinerja alat tersebut. Untuk setiap faktor yang akan dipantau, sensor atau detektor harus diidentifikasi. Ini mungkin melibatkan mengukur jumlah susu yang diproduksi, menimbang ternak, atau mengukur jumlah bahan bakar yang digunakan. Sensor atau alat pengukur harus mencerminkan tugas spesifik yang sedang dipantau. Beberapa perkembangan terbaru dalam teknologi komputer menawarkan kesempatan kepada petani untuk memantau operasi mereka pada tingkat presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mempertahankan Catatan Kinerja yang Diamati Sistem kontrol dapat mencakup sistem untuk mempertahankan catatan kinerja saat ini. Langkah lain membahas perlunya pemilik usaha untuk mengetahui "resep" mereka untuk memproduksi komoditas mereka dan untuk


Pengantar Manajemen 208 Contoh: memantau biaya penanaman tanaman saat input dibeli dan meninjau total biaya penanaman segera setelah penanaman selesai. Melacak harga pasar dan mempertimbangkan alternatif pasar sepanjang tahun adalah contoh lain kapan harus memantau. Dengan melacak informasi ini, seorang petani siap untuk memanfaatkan peluang yang muncul. Bagaimana Kinerja Diukur (apa yang akan menjadi alat pengukur)? Prosedur untuk mengukur kinerja bisnis dapat bervariasi; itu bisa subjektif seperti melihat lapangan secara umum, atau bisa juga objektif, di mana kuantitas dihitung, diukur, atau ditimbang. Misalnya, jika kedalaman budidaya sangat penting untuk tugas tersebut, apakah operator diharapkan untuk mengamati dari traktor, atau akankah seseorang menggunakan penggaris untuk mengukur kinerja alat tersebut. Untuk setiap faktor yang akan dipantau, sensor atau detektor harus diidentifikasi. Ini mungkin melibatkan mengukur jumlah susu yang diproduksi, menimbang ternak, atau mengukur jumlah bahan bakar yang digunakan. Sensor atau alat pengukur harus mencerminkan tugas spesifik yang sedang dipantau. Beberapa perkembangan terbaru dalam teknologi komputer menawarkan kesempatan kepada petani untuk memantau operasi mereka pada tingkat presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mempertahankan Catatan Kinerja yang Diamati Sistem kontrol dapat mencakup sistem untuk mempertahankan catatan kinerja saat ini. Langkah lain membahas perlunya pemilik usaha untuk mengetahui "resep" mereka untuk memproduksi komoditas mereka dan untuk Pengantar Manajemen 209 memahami hubungan antara jenis dan jumlah input dan output yang dihasilkan. Melacak masukan dan keluaran sebagai bagian dari proses pemantauan juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan informasi terperinci yang diperlukan untuk menganalisis usaha bisnis. Teknologi modern (terutama komputer dan komunikasi elektronik) menawarkan metode berbiaya rendah untuk mengumpulkan dan menggunakan data daripada yang tersedia bahkan beberapa tahun yang lalu. Seperti yang disarankan pada langkah sebelumnya, bahkan dengan biaya yang lebih rendah, data yang dikumpulkan sebaiknya hanya berupa informasi yang akan digunakan di masa mendatang. Jika tidak ada penggunaan data di masa mendatang, hanya ada sedikit atau tidak ada alasan untuk mengumpulkannya. Sekali lagi, memahami jenis informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan di masa mendatang (seperti informasi produksi dan keuangan) diperlukan untuk mencatat kinerja saat ini dengan benar. Sistem informasi manajemen (SIM) yang dirancang dengan baik akan membantu memantau implementasi rencana bisnis tambak. MIS yang akan digunakan pemilik tergantung pada kebutuhan, minat, keterampilan, dan ketersediaan informasi mereka. Jelas, sistem pencatatan pertanian semakin perlu melacak transaksi keuangan, serta praktik dan hasil produksi. Membuat perbandingan Kegiatan selanjutnya adalah membandingkan kinerja yang diamati dengan standar (kisaran kinerja yang memuaskan). Seringkali perbandingannya mungkin kuantitatif.


Pengantar Manajemen 210 Contoh : segera setelah penanaman selesai, perbarui catatan untuk menentukan apakah biaya penanaman sesuai dengan harapan; atau menghitung jumlah tanaman dan gulma di suatu area di dalam lahan. Dalam situasi lain, perbandingannya mungkin lebih subjektif. Sebagai bagian dari pembuatan perbandingan, pembuat keputusan mungkin juga ingin meninjau bagaimana dan mengapa kinerja berbeda dari harapan. Contoh . Mengapa biaya penanaman berbeda dari yang diharapkan? Biaya apa yang lebih besar dari yang diharapkan dan mana yang lebih rendah dari yang diharapkan? Mengapa biayanya lebih tinggi atau lebih rendah (misalnya, jumlah input yang digunakan berbeda dari yang diharapkan atau harga pasar input berbeda dari yang diharapkan)? Apa yang dapat dilakukan tentang biaya yang lebih tinggi dari perkiraan? Peluang apa yang tersedia karena biaya yang lebih rendah dari perkiraan? Kesimpulan: Pengawasan dan pengendalian organisasi merupakan aspek penting dalam manajemen organisasi yang tidak boleh diabaikan. Tanpa pengawasan yang efektif, organisasi dapat melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan, yang dapat mengarah pada kegagalan dan kerugian finansial. Selain itu, tanpa pengendalian yang tepat, organisasi dapat mengalami pemborosan dan kurang produktif dalam pelaksanaan kegiatan.


Pengantar Manajemen 210 Contoh : segera setelah penanaman selesai, perbarui catatan untuk menentukan apakah biaya penanaman sesuai dengan harapan; atau menghitung jumlah tanaman dan gulma di suatu area di dalam lahan. Dalam situasi lain, perbandingannya mungkin lebih subjektif. Sebagai bagian dari pembuatan perbandingan, pembuat keputusan mungkin juga ingin meninjau bagaimana dan mengapa kinerja berbeda dari harapan. Contoh . Mengapa biaya penanaman berbeda dari yang diharapkan? Biaya apa yang lebih besar dari yang diharapkan dan mana yang lebih rendah dari yang diharapkan? Mengapa biayanya lebih tinggi atau lebih rendah (misalnya, jumlah input yang digunakan berbeda dari yang diharapkan atau harga pasar input berbeda dari yang diharapkan)? Apa yang dapat dilakukan tentang biaya yang lebih tinggi dari perkiraan? Peluang apa yang tersedia karena biaya yang lebih rendah dari perkiraan? Kesimpulan: Pengawasan dan pengendalian organisasi merupakan aspek penting dalam manajemen organisasi yang tidak boleh diabaikan. Tanpa pengawasan yang efektif, organisasi dapat melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan, yang dapat mengarah pada kegagalan dan kerugian finansial. Selain itu, tanpa pengendalian yang tepat, organisasi dapat mengalami pemborosan dan kurang produktif dalam pelaksanaan kegiatan. Pengantar Manajemen 211 Dengan menerapkan strategi pengawasan dan pengendalian yang efektif, organisasi dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi, serta meminimalkan risiko kegagalan dan kerugian finansial. Manajer dan pemimpin organisasi harus memahami konsep dan teknik pengawasan dan pengendalian yang tepat, dan mengimplementasikan kerangka pengawasan dan pengendalian yang efektif, serta terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proses tersebut. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat, pengawasan dan pengendalian yang efektif dapat membantu organisasi menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga memperkuat posisi organisasi di pasar dan meningkatkan keberhasilan jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan dan pengendalian organisasi merupakan aspek penting dalam manajemen organisasi yang harus diperhatikan secara serius oleh manajer dan pemimpin organisasi.


Pengantar Manajemen 212 Daftar Pustaka Boehlje, M. D., & Eidman, V. R. (n.d.). Farm Management. https://books.google.co.id/books/about/Farm_Managemen t.html?id=jv8aAQAAMAAJ&redir_esc=y Koontz Harold, & O’Donnell Cyril. (1993). Manajemen (Vol. 8). https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=313487 Newman, W. H., & Warren, E. Kirby. (1979). The Process of management : Concepts, Behavior, and Practice: Vol. 4 Edition. Whitehall Books Ltd. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=357464 Stoner, J. A. F., Freeman, R. E., & Gilbert, D. R. (1995). Management (6th Edition): Vol. 6 Edition (6th ed.). Prentice Hall. https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detailopac?id=24970


Pengantar Manajemen 212 Daftar Pustaka Boehlje, M. D., & Eidman, V. R. (n.d.). Farm Management. https://books.google.co.id/books/about/Farm_Managemen t.html?id=jv8aAQAAMAAJ&redir_esc=y Koontz Harold, & O’Donnell Cyril. (1993). Manajemen (Vol. 8). https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=313487 Newman, W. H., & Warren, E. Kirby. (1979). The Process of management : Concepts, Behavior, and Practice: Vol. 4 Edition. Whitehall Books Ltd. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=357464 Stoner, J. A. F., Freeman, R. E., & Gilbert, D. R. (1995). Management (6th Edition): Vol. 6 Edition (6th ed.). Prentice Hall. https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detailopac?id=24970 Pengantar Manajemen 213 Tentang Penulis Franky Okto Bernando, SE.,M.Ak, MM Franky Okto Bernando SE.M.Ak,MM Putra kelahiran Jakarta, Lulus dengan beasiswa S1 President University 2010 konsetrasi International Business, Kemudian Lulus S2 (Magister Akuntansi) Program Studi Akuntansi Keuangan Trisakti Tahun 2015, Serta 2023 Menyelesaikan beasiswa Pendidikan S2 Magister Management Universitas Mercu Buana Konsentrasi Stratejik Manajemen. Penulis memiliki berbagai pengalaman di beberapa bidang industri pada perjalanan karirnya. Semasa kuliah pada tahun 2008 memiliki pengalaman bersama salah satu perusahaan manufaktur terbesar di dunia yaitu Unilever Indonesia Tbk sebagai intern student pada ERP Department dalam pengembangan SAP (System Application Product). Kemudian 2010-2012 bergabung pada industri finansial perbankan yang masuk menjadi salah satu bank terbesar dunia yaitu Deutsche Bank Jakarta. Lalu pada tahun 2013-2016 menjabat sebagai Business Research and Development/Project Coordinator terlibat pada project Manpower Services Oil and Gas. Selain daripada industri tersebut, Penulis juga memiliki kepakaran dibidang Quality Management dengan lisensi ISO 9001:2015 sebagai Internal Auditor dan Quality Management System. Saat ini penulis aktif dalam bidang pendidikan pada Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten sebagai dosen Bisnis dan Fakultas Ekonomi Manajemen pada Universitas Terbuka. Email Penulis: [email protected]


Pengantar Manajemen 214 BAB 15 MANAJEMEN INFORMASI DAN MANAJEMEN INTERNASIONAL ALISA TRI NAWARINI A. Manajemen Informasi Saat ini dunia bisnis banyak dipengaruhi oleh perkembangan informasi yang sangat pesat. Informasi menjadi salah satu sumber daya perusahaan yang dapat menjembatani dan membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan efektif. Informasi dalam suatu perusahaan dikelola melalui suatu sistem yang dikenal dengan istilah sistem informasi manajemen. Menurut (O’Brien & Marakas, 2010) sistem informasi manajemen merupakan sistem terpadu yang bertujuan untuk menyediakan informasi dalam mendukung kegiatan operasional,manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi. Sistem informasi merupakan kombinasi manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi dan sumber data yang mengumpulkan, mengelola dan menyebarkan informasi dalam perusahaan. Tiga peran utama sistem informasi dalam perusahaan dapat dilihat pada gambar berikut :


Pengantar Manajemen 214 BAB 15 MANAJEMEN INFORMASI DAN MANAJEMEN INTERNASIONAL ALISA TRI NAWARINI A. Manajemen Informasi Saat ini dunia bisnis banyak dipengaruhi oleh perkembangan informasi yang sangat pesat. Informasi menjadi salah satu sumber daya perusahaan yang dapat menjembatani dan membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan efektif. Informasi dalam suatu perusahaan dikelola melalui suatu sistem yang dikenal dengan istilah sistem informasi manajemen. Menurut (O’Brien & Marakas, 2010) sistem informasi manajemen merupakan sistem terpadu yang bertujuan untuk menyediakan informasi dalam mendukung kegiatan operasional,manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi. Sistem informasi merupakan kombinasi manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi dan sumber data yang mengumpulkan, mengelola dan menyebarkan informasi dalam perusahaan. Tiga peran utama sistem informasi dalam perusahaan dapat dilihat pada gambar berikut : Pengantar Manajemen 215 Sumber : Introduction to Information Systems (O’Brien & Marakas, 2010) Gambar di atas menunjukkan interaksi tiga peran utama sistem informasi dalam suatu organisasi. Sistem informasi dikembangkan untuk mendukung proses bisnis dan operasional dengan menyediakan data dan menerima data untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis demi tercapainya keunggulan kompetitif perusahaan. Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen informasi adalah proses pengumpulan, penyimpanan, pengelolaan dan pemeliharaan data dan jenis informasi lainnya termasuk proses penghancuran informasi dalam segala bentuknya. Manajemen informasi juga terkait dengan bagaimana penyebaran informasi dalam suatu organisasi, baik informasi digital maupun fisik kepada penerima yang beragam. Tujuan Manajemen Informasi Tujuan implementasi manajemen informasi dalam organisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas,


Pengantar Manajemen 216 mengurangi resiko dan pengendalian akses ke dalam sumber informasi penting. Manajemen informasi penting dalam organisasi, karena mampu : 1. Mengurangi biaya operasional perusahaan sehingga prtusahaan dapat mencapai efisiensi dalam pengelolaan data. 2. Meningkatkan produktivitas karyawan dalam organisasi karena memungkinkan karyawan untuk berbagi informasi,berkolaborasi dan berkomunikasi tanpa batas waktu dan lokasi. 3. Melindungi informasi perusahaan penting perusahaan. 4. Mengendalikan arus informasi dalam perusahaa Manfaat Manajemen Informasi Semakin pesatnya perkembangan tekhnologi telah membuka peluang bagi tersebarnya informasi secara masif sehingga menuntut perusahaan untuk menerapkan sistem informasi yang efektif agar mampu mengelola informasi yang tepat untuk mencapai tujuan. Penerapan manajemen informasi yang efektif dalam perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, diantaranya : 1. Dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas data secara akurat dan realtime 2. Memudahkan manajemen untuk melakukan koordinasi dalam kegiatan perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengendalian pada semua departemen. 3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan implementasi sistem kerja yang terkoordinasi dan sistematis 4. Meningkatkan produktivitas dan penghematan biaya operasional perusahaan.


Pengantar Manajemen 216 mengurangi resiko dan pengendalian akses ke dalam sumber informasi penting. Manajemen informasi penting dalam organisasi, karena mampu : 1. Mengurangi biaya operasional perusahaan sehingga prtusahaan dapat mencapai efisiensi dalam pengelolaan data. 2. Meningkatkan produktivitas karyawan dalam organisasi karena memungkinkan karyawan untuk berbagi informasi,berkolaborasi dan berkomunikasi tanpa batas waktu dan lokasi. 3. Melindungi informasi perusahaan penting perusahaan. 4. Mengendalikan arus informasi dalam perusahaa Manfaat Manajemen Informasi Semakin pesatnya perkembangan tekhnologi telah membuka peluang bagi tersebarnya informasi secara masif sehingga menuntut perusahaan untuk menerapkan sistem informasi yang efektif agar mampu mengelola informasi yang tepat untuk mencapai tujuan. Penerapan manajemen informasi yang efektif dalam perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, diantaranya : 1. Dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas data secara akurat dan realtime 2. Memudahkan manajemen untuk melakukan koordinasi dalam kegiatan perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengendalian pada semua departemen. 3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan implementasi sistem kerja yang terkoordinasi dan sistematis 4. Meningkatkan produktivitas dan penghematan biaya operasional perusahaan. Pengantar Manajemen 217 Jenis-jenis Sistem Manajemen Informasi Dalam Perusahaan Implementasi sistem informsai manajemen dalam perusahaan dapat dilakukan pada semua tingkatan manajemen. Pada tingkat manajemen paling bawah, sistem informasi berguna untuk menunjang berbagai aktivitas tekhnis perusahaan yang umumnya berkisar pada sistem pelayanan kepada konsumen. Pada tingkatan selanjutnya, sistem informasi manajemen berguna untuk menyediakan ,mengorganisasikan, merubah ataupun meneruskan informasi kepada manajemen tingkat pusat sebagai input dalam proses pengambilan keputusan. Beberapa contoh sistem informasi manajemen yang kerap dipakai oleh perusahaan antara lain: Entreprise Resource Planning (ERP) Entreprise Resource Planning (ERP) merupakan suatu model sistem informasi manajemen yang memungkinkan organisasi untuk mengotomatisasi dan mengintegrasikan proses-proses bisnis utama dalam perusahaan. Contoh beberapa area penerapan ERP yang digunakan oleh perusahaan antara lain dalam bidang manajemen aset, perencanaan produksi, manajemen kualitas produk, manajemen sumberdaya manusia, akuntansi keuangan, pemeliharaan pabrik , manajemen persediaan dan dalam proses penjualan dan distribusi. Salah satu kelemahan yang dimiliki sistem ERP adalah inkompatibilitas sistem dengan kondisi perusahaan, sehingga pada umumnya perusahaan perlu melakukan modifikasi agar sistem ERP yang diterapkan dapat sesuai dengan kondisi perusahaan. Executive Information Systems (EIS) Executive Information Systems (EIS) adalah sistem informasi yang memfasilitasi dan mendukung eksekutif perusahaan


Pengantar Manajemen 218 dalam mengumpulkan informasi dalam pembuatan keputusan. Penggunaan EIS memiliki beberapa keuntungan bagi perusahaan, diantaranya kemudahan perolehan dan pengelolaan informasi bagi stakeholders (terutama untuk pihak eksekutif perusahaan), meningkatkan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan dan memungkinkan pengiriman informasi tepat waktu, sehingga keputusan penting dapat diambil lebih cepat Supply Chain Management (SCM) SCM dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengintegrasikan data data manajemen suplai bahan baku,mulai dari pemasok, produsen, pengecer sampai dengan konsumen akhir. Pihak-pihak yang terlibat dengan implementasi SCM di antaranya adalah pemasok, perusahaan, distibutor dan konsumen. Dengan mengimplementasikan SCM, perusahaan dapat menjamin ketersediaan produk bagi konsumen sehingga akan berdampak positif pada kepuasan dan loyalitas konsumen. Transaction Processing Systems (TPS) Transaction Processing Systems (TPS) adalah metode sistem informasi perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, memodifikasi dan merubah transaksi perusahaan. TPS kan menghasilkan berbagai informasi yang dapat digunakan untuk keperluan internal dan eksternal perusahaan, contohnya untuk pengecekan gaji karyawan, kuitansi penjualan, pencatatan pesanan produk,formulir pajak dan pengelolaan rekening keuangan perusahaan. Dalam TPS dikenal adanya beberapa sub sistem , yaitu Payroll(pembayaran gaji karyawan); order entry /order processing (pencatatan pembelian konsumen); invoicing (pembuatan faktur penjualan perusahaan); shipping


Pengantar Manajemen 218 dalam mengumpulkan informasi dalam pembuatan keputusan. Penggunaan EIS memiliki beberapa keuntungan bagi perusahaan, diantaranya kemudahan perolehan dan pengelolaan informasi bagi stakeholders (terutama untuk pihak eksekutif perusahaan), meningkatkan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan dan memungkinkan pengiriman informasi tepat waktu, sehingga keputusan penting dapat diambil lebih cepat Supply Chain Management (SCM) SCM dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengintegrasikan data data manajemen suplai bahan baku,mulai dari pemasok, produsen, pengecer sampai dengan konsumen akhir. Pihak-pihak yang terlibat dengan implementasi SCM di antaranya adalah pemasok, perusahaan, distibutor dan konsumen. Dengan mengimplementasikan SCM, perusahaan dapat menjamin ketersediaan produk bagi konsumen sehingga akan berdampak positif pada kepuasan dan loyalitas konsumen. Transaction Processing Systems (TPS) Transaction Processing Systems (TPS) adalah metode sistem informasi perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, memodifikasi dan merubah transaksi perusahaan. TPS kan menghasilkan berbagai informasi yang dapat digunakan untuk keperluan internal dan eksternal perusahaan, contohnya untuk pengecekan gaji karyawan, kuitansi penjualan, pencatatan pesanan produk,formulir pajak dan pengelolaan rekening keuangan perusahaan. Dalam TPS dikenal adanya beberapa sub sistem , yaitu Payroll(pembayaran gaji karyawan); order entry /order processing (pencatatan pembelian konsumen); invoicing (pembuatan faktur penjualan perusahaan); shipping Pengantar Manajemen 219 (pengiriman barang hingga diterima konsumen); Accounts receivable (pengelolaan tagihan konsumen); Account payable (pengelolaan pembayaran tagihan kepada pemasok) dan general ledger (integrasi subsistem yang menghasilkan satu laporan. Decision Support System (DSS) Decision Support System (DSS) adalah sistem aplikasi komputer interaktif yang ditujukan untuk pembuat keputusan peruashaan dengan memanfaatkan data, mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam membuat keputusan. Sedangkan Group Decision Support Systems (GDDS) adalah subsistem dari decision support system berupa aplikasi komputer interaktif yang memfasilitasi penciptaan solusi dari permasalahan yang tidak terstruktur dengan seperangkat pembuatan keputusan yang bekerjasama sebagai sebutah kelompok. GDDS terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, database dan prosedur pembuatan keputusan yang efektif. B. Manajemen Internasional Dalam menghadapi era globalisasi saat ini, perusahaan dituntut untuk tidak hanya unggul di pasar domestik saja, tetapi juga harus mampu untuk menghadapi persaingan di tingkat internasional. Perusahaan multinasional perlu untuk menyesuaikan sistem manajemen yang dimilikinya agar mampu bertahan menghadapi pesaing global, hal ini memunculkan suatu konsep baru dalam manajemen yang dinamakan dengan manajemen internasional. Manajemen internasional adalah serangkaian proses untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengimplementasikan dan mengendalikan kegiatan perusahaan dalam skala global (Luthans & Doh, 2021). Ruang lingkup manajemen internasional


Pengantar Manajemen 220 kurang lebih sama dengan ruang lingkup proses manajemen pada umumnya, yang membedakan adalah faktor “tempat”. Jika pada konsep manajemen konvensional perusahaan lebih berfokus pada pengembangan strategi untuk memenangkan persaingan di tingkat lokal atau domestik saja, maka pada implementasi manajemen internasional perusahaan juga harus mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan global yang dapat mempengaruhi penyusunan strategi manajemen internasional. Penyusunan Strategi Untuk Pasar Internasional Manajemen strategik adalah proses menentukan misi organisasi dan tujuan jangka panjang untuk kemudian mengimplementasikan sebuah rencana untuk mencapai misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen strategik akan memberikan manfaat bagi perusahaan multinasional untuk mengkoordinasikan dan memantau operasional perusahaan serta untuk menghadapi resiko. Perencanaan manajemen strategik dapat diibagi ke dalam beberapa tahapan sebagai berikut : a. Memindai lingkungan eksternal Pemindaian lingkungan eksternal bertujuan untuk menyediakan manajemen dengan prediksi akurat mengenai trend terkait perubahan eksternal dalam wilayah geografis operasional perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan terdiri dari lingkungan ekonomi, lingkungan sosial budaya, lingkungan politik dan hukum dan lingkungan tekhnologi. Analisis eksternal sangat berguna bagi perusahaan untuk menentukan kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam wilayah tertentu.


Pengantar Manajemen 220 kurang lebih sama dengan ruang lingkup proses manajemen pada umumnya, yang membedakan adalah faktor “tempat”. Jika pada konsep manajemen konvensional perusahaan lebih berfokus pada pengembangan strategi untuk memenangkan persaingan di tingkat lokal atau domestik saja, maka pada implementasi manajemen internasional perusahaan juga harus mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan global yang dapat mempengaruhi penyusunan strategi manajemen internasional. Penyusunan Strategi Untuk Pasar Internasional Manajemen strategik adalah proses menentukan misi organisasi dan tujuan jangka panjang untuk kemudian mengimplementasikan sebuah rencana untuk mencapai misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen strategik akan memberikan manfaat bagi perusahaan multinasional untuk mengkoordinasikan dan memantau operasional perusahaan serta untuk menghadapi resiko. Perencanaan manajemen strategik dapat diibagi ke dalam beberapa tahapan sebagai berikut : a. Memindai lingkungan eksternal Pemindaian lingkungan eksternal bertujuan untuk menyediakan manajemen dengan prediksi akurat mengenai trend terkait perubahan eksternal dalam wilayah geografis operasional perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan terdiri dari lingkungan ekonomi, lingkungan sosial budaya, lingkungan politik dan hukum dan lingkungan tekhnologi. Analisis eksternal sangat berguna bagi perusahaan untuk menentukan kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam wilayah tertentu. Pengantar Manajemen 221 b. Melakukan analisis internal Analisis internal perusahaan akan membantu perusahaan untuk mengevaluasi kemampuan manajerial tekhnis, material , sumberdaya keuangan dan kemampuan untuk mengukur kekuatan dan kekurangan yang dimiliki perusahaan. Analisis internal perusahaan dapat dilakukan dengan mengunakan analisis SWOT. c. Merumuskan tujuan sesuai dengan hasil analisis lingkungan eksternal dan internal Penentuan tujuan perusahaan akan ditentukan berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal yang dilakukan. Tujuan yang umumnya akan dica;pai oleh perusahaan multinasional antara lain : 1. Profitabilitas : Tingkat keuntungan, Return on Assets, Investasi , ekuitas dan penjualan, pertumbuhan keuntungan tahunan, Pertumbuhan pendapatan per tahun, 2. Pemasaran : Jumlah penjualan, Market share – seluruh dunia, wilayah, negara, Pertumbuhan volume penjualan,Pertumbuhan market share, Intregrasi pasar untuk mencapai efisiensi dan efektifitas pasar 3. Operasional : Perbandingan volume produksi domestik dan pasar luar negeri, economies of scale melalui inmtegrasi produk internasional, pengendalian kualitas dan biaya,implementasi metode efisiensi biaya produksi


Pengantar Manajemen 222 4. Keuangan : Pembiayaan mitra luar negeri, pajak, struktur modal optimal, manajemen pertukaran luar negeri untuk mengurangi kerugian akibat fluktuasi mata uang 5. Sumber DayaManusia : Rekrutmen dan seleksi, pengembangan manajer berorientasi global, pengembangan manajemen negara asal, kompensasi dan manfaat bagi karyawan d. Mengimplementasikan strategi yang dibuat Implementasi strategi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa sesuai dengan yang direncanakan. Perusahaan multinasional harus mempertimbangkan tiga aspek dalam mengimplementasikan strateginya yaitu : 1. Wilayah operasional perusahaan Dalam menentukan wilayah operasional perusahaan multinasional perlu mempertimbangkan dua hal, yaitu pilihan negara dan pilihan pasar domestik dalam suatu negara. Perusahaan dapat memilih negara yang dituju tergantung kepada tingkat pendapatan perkapita suatu negara. 2. Strategi memasuki pasar dan kepemilikan perusahaan Strategi-strategi yang dapat digunaka perusahaan untuk memasuki pasar internasional dapat dilihat selengkapnya pada gambar di bawah ini :


Pengantar Manajemen 222 4. Keuangan : Pembiayaan mitra luar negeri, pajak, struktur modal optimal, manajemen pertukaran luar negeri untuk mengurangi kerugian akibat fluktuasi mata uang 5. Sumber DayaManusia : Rekrutmen dan seleksi, pengembangan manajer berorientasi global, pengembangan manajemen negara asal, kompensasi dan manfaat bagi karyawan d. Mengimplementasikan strategi yang dibuat Implementasi strategi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa sesuai dengan yang direncanakan. Perusahaan multinasional harus mempertimbangkan tiga aspek dalam mengimplementasikan strateginya yaitu : 1. Wilayah operasional perusahaan Dalam menentukan wilayah operasional perusahaan multinasional perlu mempertimbangkan dua hal, yaitu pilihan negara dan pilihan pasar domestik dalam suatu negara. Perusahaan dapat memilih negara yang dituju tergantung kepada tingkat pendapatan perkapita suatu negara. 2. Strategi memasuki pasar dan kepemilikan perusahaan Strategi-strategi yang dapat digunaka perusahaan untuk memasuki pasar internasional dapat dilihat selengkapnya pada gambar di bawah ini : Pengantar Manajemen 223 Sumer : Keegan, International Marketing, 2015 Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat strategi untuk memasukim pasar yang memiliki resiko terendah adalah dengan melakukan kegiatan ekspor produk perusahaan, diikuti dengan menjual lisensi perusahaan (strategi bisnis, paten, resep rahasia dll) kepada mitra diluar negeri, pada tingkatan selanjutnya perusahaan dapat membuat kesepakatan produksi dengan mtra luar negeri (contract manufacturing), membuat usaha patungan dengan perusahaan di negara yang dituju (joint venture) serta yang terakhir dengan membeli saham atau melakukan akuisisi perusahaan lokal di negara yang dituju. Semakin kompleks pilihan yang digunakan perusahaan untuk memasuki pasar internasional, akan semakin membutuhkan keterlibatan perusahaan yang meningkat diikuti dengan tingginya resiko yang harus ditanggung perusahaan. 3. Strategi fungsional perusahaan (pemasaran, produksi dan keuangan) Strategi fungsional yang diterapkan oleh perusahaan harus dipandang dari perspektif antar


Pengantar Manajemen 224 negara karena setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang pastinya memerlukan pengembangan strategi yang berbeda pula terutama untuk beberapa aspek pokok dalam perusahaan, seperti aspek pemasaran, produksi dan keuangan. Pemasaran. Implementasi strategi fungsional perusahaan di aspek pemasaran berfokus pada pengembangan strategi bauran pemasaran perusahaan yang dikenal dengan istilah 4P (Product, Price, Place dan Promotion). Perusahaan multinasional dituntut untuk menyesuaikan strategi pemasarannya sesuai dengan kondisi pasar dalam negara yang dituju.. Produksi. Proses produksi dalam perusahaan multinasional juga perlu diperhatikan, jika perusahaan menggunakan strategi ekspor kemungkinan perusahaan akan melakukan proses produksinya di negara asal. Tetapi terdapat kemungkinan perusahaan dapat membuat fasilitas produksi diluar negeri untuk memangkas biaya produksi . Pembuatan fasilitas produksi di luar negeri ini dikenal dengan istilah offshoring. Pemilihan proses produksi oleh perusahaan ditentukan oleh sumberdaya yang dimiliki perusahaan, terutama sumber daya finansial. Keuangan. Fungsi keuangan perusahaan multinasional pada umumnya dilakukan di negara asal atau dilakukan dengan kerjasama dengan cabang perusahaan yang ada diluar negeri. Permasalahan terkait aspek keuangan yang banyak dihadapi oleh perusahaan multinasional banyak terkait dengan nilai tukar mata uang dan transfer dana lintas negara.


Pengantar Manajemen 224 negara karena setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang pastinya memerlukan pengembangan strategi yang berbeda pula terutama untuk beberapa aspek pokok dalam perusahaan, seperti aspek pemasaran, produksi dan keuangan. Pemasaran. Implementasi strategi fungsional perusahaan di aspek pemasaran berfokus pada pengembangan strategi bauran pemasaran perusahaan yang dikenal dengan istilah 4P (Product, Price, Place dan Promotion). Perusahaan multinasional dituntut untuk menyesuaikan strategi pemasarannya sesuai dengan kondisi pasar dalam negara yang dituju.. Produksi. Proses produksi dalam perusahaan multinasional juga perlu diperhatikan, jika perusahaan menggunakan strategi ekspor kemungkinan perusahaan akan melakukan proses produksinya di negara asal. Tetapi terdapat kemungkinan perusahaan dapat membuat fasilitas produksi diluar negeri untuk memangkas biaya produksi . Pembuatan fasilitas produksi di luar negeri ini dikenal dengan istilah offshoring. Pemilihan proses produksi oleh perusahaan ditentukan oleh sumberdaya yang dimiliki perusahaan, terutama sumber daya finansial. Keuangan. Fungsi keuangan perusahaan multinasional pada umumnya dilakukan di negara asal atau dilakukan dengan kerjasama dengan cabang perusahaan yang ada diluar negeri. Permasalahan terkait aspek keuangan yang banyak dihadapi oleh perusahaan multinasional banyak terkait dengan nilai tukar mata uang dan transfer dana lintas negara. Pengantar Manajemen 225 DAFTAR PUSTAKA Dachyar. M (2022). Sistem Informasi Manajemen. UI Publishing. Jakarta Fred Luthans, Jonathan Doh (2021). InternationalManagement: Culture, Strategy, and Behavior (8th Edition). Mc Graw Hill/Irwin. James A. O'Brien, George M. Marakas (2010). Introduction to Information Systems (15 ed). Mc Graw Hill/Irwin Warren J. Keegan, Mark C. Green (2015) . Global Marketing (8th edition). Pearson International Wijaya Hadion, Dewnok Sunarsi dan Raudi (2020). Manajemen Internasional (Suatu Pengantar). Insan Cendikia Mandiri. Sumatra Barat Ramdhadi, ;Prof Dr H M Ali (2014). Sistem Informasi Manajemen. Pustaka Setia. Bandung Dachyar. M (2022). Sistem Informasi Manajemen. UI Publishing. Jakarta


Pengantar Manajemen 226 Tentang Penulis Penulis dilahirkan di Cilacap pada tanggal 12 Oktober 1983 dan saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Jenderal Soedirman dalam bidang konsentrasi manajemen pemasaran. Penulis menempuh pendidikan sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Pertama di Cilacap, dilanjutkan dengan menempuh pendidikan Sekolah Menengah Umum di Purwokerto. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan Manajemen Uniiversitas Jenderal Soedirman pada tahun 2006, dilanjutkan dengan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2008.


Pengantar Manajemen 226 Tentang Penulis Penulis dilahirkan di Cilacap pada tanggal 12 Oktober 1983 dan saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Jenderal Soedirman dalam bidang konsentrasi manajemen pemasaran. Penulis menempuh pendidikan sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Pertama di Cilacap, dilanjutkan dengan menempuh pendidikan Sekolah Menengah Umum di Purwokerto. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan Manajemen Uniiversitas Jenderal Soedirman pada tahun 2006, dilanjutkan dengan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2008. Pengantar Manajemen 227 Bab 15 Manajemen Usaha Kecil DEDI DAMHUDI PENDAHULUAN Apabila kita membuat suatu perumpamaan dalam mengelola organisasi seperti layaknya menerbangkan sebuah pesawat, maka mengelola usaha kecil layaknya seperti menerbangkan pesawat kecil yang memiliki dashboard sederhana tidak serumit pesawat besar namun tetap memerlukan indikator-indikator kunci yang apabila tidak ada dan tidak diperhatikan maka pesawat kecil dapat jatuh meskipun terbang dengan ketinggian dan kecepatan yang rendah. Pengelolaan manajemen usaha kecil yang baik akan menjadi dasar perkembangan untuk menjadi usaha dengan skala yang lebih besar. Lihatlah sejarah perkembangan perusahaan global yang operasionalnya telah mendunia, semua bermula dari usaha kecil yang mereka lakukan. Ambil contoh sejarah perusahaan raksasa elektronik SHARP asal Jepang. Dikutip dari halaman WIKIPEDIA, awal usaha yang dilakukan perusahaan sharp sebelum menjadi perusahaan besar adalah usaha kecil pembuatan ikat pinggang atau gesper dengan merk “tokubijo” dan pembuatan pensil mekanik dengan merk “sharp”. Pendiri perusahaan ini Toyuji Hayakawa mampu membangun


Pengantar Manajemen 228 perusahaan yang dipimpinnya dari pembuat gesper dan pensil menjadi perusahaan elektronik terkemuka di dunia dengan total nilai kepemilikan asset asset ditahun 2020 telah mencapai 1.83 triliun Yen atau sekitar 204 triliun Rupiah. Agar dapat berkembang menjadi usaha besar, prinsipprinsip manajemen dasar harus diterapkan. Membangun dan mengembangkan usaha kecil pada era teknologi digital saat ini setidaknya membutuhkan 4 (empat) pilar dasar (Radzevičiene, 2009) yaitu: (1) Pendidikan dan keahlian. Semakin baik tingkat pendidikan dan keahlian yang dimiliki pengelola usaha kecil maka akan semakin besar kontribusi yang diberikan pengelola dalam membangun dan mengembangkan usahanya. (2) Inovasi. Organisasi usaha kecil yang memiliki budaya inovasi yang tinggi akan mampu bersaing melakukan kegiatan dengan cara yang lebih produktif (3) Sistem Usaha. Metode yang digunakan dalam menjalankan organisasi usaha kecil akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja organisasi (4) Teknologi sistem informasi. Penguasaan teknologi sistem informasi akan medorong organisasi usaha kecil agar selalu mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang begitu cepat. MANAJEMEN USAHA KECIL Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan dua arti dari kata manajemen. Pertama, manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran, dan pengertian kedua manajemen adalah pimpinan


Pengantar Manajemen 228 perusahaan yang dipimpinnya dari pembuat gesper dan pensil menjadi perusahaan elektronik terkemuka di dunia dengan total nilai kepemilikan asset asset ditahun 2020 telah mencapai 1.83 triliun Yen atau sekitar 204 triliun Rupiah. Agar dapat berkembang menjadi usaha besar, prinsipprinsip manajemen dasar harus diterapkan. Membangun dan mengembangkan usaha kecil pada era teknologi digital saat ini setidaknya membutuhkan 4 (empat) pilar dasar (Radzevičiene, 2009) yaitu: (1) Pendidikan dan keahlian. Semakin baik tingkat pendidikan dan keahlian yang dimiliki pengelola usaha kecil maka akan semakin besar kontribusi yang diberikan pengelola dalam membangun dan mengembangkan usahanya. (2) Inovasi. Organisasi usaha kecil yang memiliki budaya inovasi yang tinggi akan mampu bersaing melakukan kegiatan dengan cara yang lebih produktif (3) Sistem Usaha. Metode yang digunakan dalam menjalankan organisasi usaha kecil akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja organisasi (4) Teknologi sistem informasi. Penguasaan teknologi sistem informasi akan medorong organisasi usaha kecil agar selalu mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang begitu cepat. MANAJEMEN USAHA KECIL Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan dua arti dari kata manajemen. Pertama, manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran, dan pengertian kedua manajemen adalah pimpinan Pengantar Manajemen 229 yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Dari dua pengertian manajemen diatas terdapat dua unsur penting dalam manajemen yaitu proses dan kepemimpinan. Dua unsur ini menjadi begitu penting dan dasar dalam pengelolaan usaha kecil. Dalam undang-undang No. 20 tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil dan menengah dijelaskan klasifikasi usaha UMKM sebagai berikut: Tabel 1 : Klasifikasi usaha menurut UU. No. 20 tahun 2008 Jenis Usaha Kekayaan Bersih Penjualan Tahunan Usaha Mikro ≤ Rp. 50 Juta ≤ Rp. 300 Juta Usaha kecil < Rp. 50 Juta - ≥ Rp. 500 Juta < Rp. 300 Juta - ≥ Rp. 2.5 Miliar Usaha Menengah < Rp. 500 Juta - ≥ Rp. 10 miliar < Rp. 2.5 miliar, - ≥ Rp. 50 miliar Jumlah karyawan untuk usaha kecil menurut (Karadag, 2015) dapat diklasifikasikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 2 : Klasifikasi usaha dan jumlah karyawan Jenis Usaha Jumlah Karyawan Usaha Mikro < 10 Usaha kecil < 50 Usaha Menengah < 250 Besaran usaha kecil dengan penjualan sampai dengan Rp. 2.5 miliar dan jumlah karyawan sampai dengan 50 orang menjadi sangat penting bagi usaha kecil membuat dasar


Pengantar Manajemen 230 manajemen yang kuat untuk meningkatkan level usaha ke tingkat menengah bahkan menjadi usaha yang besar. Tahapan perkembangan suatu usaha yang dijelaskan dalam (Brzeziński S & Stefańczyk P, 2013) memberikan gambaran tahapan perkembangan usaha sebagai berikut: UKURAN PERUSAHAAN TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4 TAHAP 5 DEWASA UMUR PERUSAHAAN Gambar 1 : Tahapan perkembangan usaha Kepemimpinan dan kreatifitas menjadi kunci usaha kecil untuk dapat terus meningkatkan level usaha. Faktor kepemimpinan yang dominan dalam skala usaha kecil adalah BESAR KECIL MUDA DEWASA KEPEMIMPINAN OTONOMI DESENTRALISASI BIROKRASI KRISIS KREATIFITAS FORMULASI DELEGASI WEWENANG KOORDINASI KERJA SAMA


Pengantar Manajemen 230 manajemen yang kuat untuk meningkatkan level usaha ke tingkat menengah bahkan menjadi usaha yang besar. Tahapan perkembangan suatu usaha yang dijelaskan dalam (Brzeziński S & Stefańczyk P, 2013) memberikan gambaran tahapan perkembangan usaha sebagai berikut: UKURAN PERUSAHAAN TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4 TAHAP 5 DEWASA UMUR PERUSAHAAN Gambar 1 : Tahapan perkembangan usaha Kepemimpinan dan kreatifitas menjadi kunci usaha kecil untuk dapat terus meningkatkan level usaha. Faktor kepemimpinan yang dominan dalam skala usaha kecil adalah BESAR KECIL MUDA DEWASA KEPEMIMPINAN OTONOMI DESENTRALISASI BIROKRASI KRISIS KREATIFITAS FORMULASI DELEGASI WEWENANG KOORDINASI KERJA SAMA Pengantar Manajemen 231 kepemimpinan pada faktor pengembangan produksi dan faktor hubungan dengan karyawan. Dua faktor kepemimpinan tersebut dapat tergambar sebagai berikut: PENEKANAN HUBUNGAN DENGAN KARYAWAN PENEKANAN PENINGKATAN PRODUKSI Gambar 2 : Fokus kepemimpinan pada usaha kecil Manajemen dengan penekanan pada proses produksi dan hubungan kekeluargaan dengan karyawan menjadi ciri manajemen usaha kecil (Safitri & Sakapurnama, 2016). Tujuan dari membangun manajemen usaha kecil adalah untuk menjadi tempat investasi yang menguntungkan dan bermanfaat bagi para seluruh pemangku kepentingan perusahaan. Menjadi sangat penting bagi usaha kecil RENDAH TINGGI TINGGI RENDAH Fokus pada produksi dan hubungan kekeluragaan dengan karyawan


Pengantar Manajemen 232 membangun perusahaan yang investable atau menarik bagi para investor menanamkan modalnya untuk meningkatkan usaha. Beberapa manfaat membangun usaha kecil yang investable sebagai berikut ; (1) Perusahaan akan memiliki stabilitas dalam jangka panjang (2) Perusahaan akan menjadi benefit converter atau bermanfaat bagi para pemangku kepentingan (3) Perusahaan akan mampu masuk dalam perdagangan global (4) Perusahaan memiliki daya saing yang tinggi (5) Perusahaan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan Dalam membangun usaha kecil yang investable memerlukan keahlian visi kepemimpinan membangun perusahaan. Keahlian membangun usaha kecil yang investable adalah sebagai berikut: (1) Pemimpin mampu membuka dunia bisnis yang profesional dan transparan (2) Pemimpin mampu memformulasikan konsep bisnis untuk dijadikan blue print atas bisnis dan keuangan (3) Pemimpin mampu membuat perencanaan bisnis yang akurat dan akuntable (4) Pemimpin mampu mencari pendampingan teknis, bantuan dan networking juga bimbingan para ahli untuk membangun dan menjadikan bisnis yang berkelanjutan. (5) Pemimpin berkomitmen untuk konsisten menjadikan bisnisnya berorientasi manfaat (benefit) bagi seluruh stakeholder tidak hanya pada keuntungan (profit).


Pengantar Manajemen 232 membangun perusahaan yang investable atau menarik bagi para investor menanamkan modalnya untuk meningkatkan usaha. Beberapa manfaat membangun usaha kecil yang investable sebagai berikut ; (1) Perusahaan akan memiliki stabilitas dalam jangka panjang (2) Perusahaan akan menjadi benefit converter atau bermanfaat bagi para pemangku kepentingan (3) Perusahaan akan mampu masuk dalam perdagangan global (4) Perusahaan memiliki daya saing yang tinggi (5) Perusahaan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan Dalam membangun usaha kecil yang investable memerlukan keahlian visi kepemimpinan membangun perusahaan. Keahlian membangun usaha kecil yang investable adalah sebagai berikut: (1) Pemimpin mampu membuka dunia bisnis yang profesional dan transparan (2) Pemimpin mampu memformulasikan konsep bisnis untuk dijadikan blue print atas bisnis dan keuangan (3) Pemimpin mampu membuat perencanaan bisnis yang akurat dan akuntable (4) Pemimpin mampu mencari pendampingan teknis, bantuan dan networking juga bimbingan para ahli untuk membangun dan menjadikan bisnis yang berkelanjutan. (5) Pemimpin berkomitmen untuk konsisten menjadikan bisnisnya berorientasi manfaat (benefit) bagi seluruh stakeholder tidak hanya pada keuntungan (profit). Pengantar Manajemen 233 1. Pemetaan Pencapaian 2. Perencanaan Kualitatif 3. Perencanaan Kuantitatif 4. Implementasi dan Monitor 5. Investasi SIKLUS PERENCANAAN BISNIS DAN INVESTASI USAHA KECIL Dalam membangun manajemen bisnis kecil, perlu diperhatikan siklus perencanaan dan investasi yang dapat digambarkan sebagai berikut: “Expand Option” “Planning” “Take Off” Gambar 3 : Siklus Perencanaan dan Investasi Dalam gambar diatas terdapat tahapan yang harus dilalui untuk mengembangkan bisnis kecil yang dimulai dari suatu pemetaan pencapaian yang diharapkan, perencanaan secara kualitatif dan kuantitatif, implementasi dan monitor, serta investasi yang akan dilakukan untuk menegembangkan usaha lalu kembali dilakukan pemetaan pencapaian dari investasi yang dilakukan. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh manajemen bisnis kecil dari kegiatan pemetaan pencapaian langsung dilakukan implementasi tanpa perencanaan kualitatif dan kuantitatif.


Pengantar Manajemen 234 ASPEK PERENCANAAN Aspek perencanaan dalam mengembangkan usaha kecil menjadi aspek yang sangat penting agar pengembangan usaha dapat terarah sesuai dengan pencapaian yang diinginkan. Perencanaan dalam bisnis dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Perbedaan perencaanaan jangka pendek dan jangka panjang adalah sebagai berikut: Tabel 2: Perencanaan jangka pendek dan jangka panjang Dimensi Jangka Pendek Jangka Panjang Organisasi Pembentukan organisasi baru, produk atau jasa Pengembangan organisasi, produk atau pun jasa yang dimiliki Kompleksitas Sederhana Kompleks dan menyeluruh Struktur Berfokus pada ide bisnis, pemasaran dan keuangan (sumber modal) Mencakup pengembangan semua struktur dan fungsi organisasi Jangka Waktu 3-7 tahun Lebih dari 10 tahun Dalam usaha kecil, rencana bisnis jangka pendek bersifat situasional. Rencana bisnis jangka pendek akan cepat menjadi usang, manajemen harus dapat bertindak cepat,, sabar dan ulet dalam melaksanakan rencana bisnis jangka pendek. Dalam jurnal yang membahas kesuksesan perusahaan dengan pendekatan nilai (Ščeulovs et al., 2016) terdapat model perencanaan bisnis dengan pendekatan nilai organisasi yang dikenal dengan “Timmons Model” sebagai berikut:


Pengantar Manajemen 234 ASPEK PERENCANAAN Aspek perencanaan dalam mengembangkan usaha kecil menjadi aspek yang sangat penting agar pengembangan usaha dapat terarah sesuai dengan pencapaian yang diinginkan. Perencanaan dalam bisnis dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Perbedaan perencaanaan jangka pendek dan jangka panjang adalah sebagai berikut: Tabel 2: Perencanaan jangka pendek dan jangka panjang Dimensi Jangka Pendek Jangka Panjang Organisasi Pembentukan organisasi baru, produk atau jasa Pengembangan organisasi, produk atau pun jasa yang dimiliki Kompleksitas Sederhana Kompleks dan menyeluruh Struktur Berfokus pada ide bisnis, pemasaran dan keuangan (sumber modal) Mencakup pengembangan semua struktur dan fungsi organisasi Jangka Waktu 3-7 tahun Lebih dari 10 tahun Dalam usaha kecil, rencana bisnis jangka pendek bersifat situasional. Rencana bisnis jangka pendek akan cepat menjadi usang, manajemen harus dapat bertindak cepat,, sabar dan ulet dalam melaksanakan rencana bisnis jangka pendek. Dalam jurnal yang membahas kesuksesan perusahaan dengan pendekatan nilai (Ščeulovs et al., 2016) terdapat model perencanaan bisnis dengan pendekatan nilai organisasi yang dikenal dengan “Timmons Model” sebagai berikut: Pengantar Manajemen 235 Gambar 4 : Proses perencanaan bisnis “Timmons model” Penulis mengambil “Timmons model” diatas yang dapat digunakan sebagai sistem terbaik penggunaan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan untuk membangun usaha kecil menjadi organisasi yang berkelanjutan. ASPEK KEPEMIMPINAN Aspek kepemimpinan menjadi kunci pencapaian mimpi yang dibangun oleh organisasi. Tanpa kepemimpinan mimpi akan terbelenggu. Dengan kemampuan kepemimpinan yang baik akan mampu membawa organsisasi berjalan lebih efektif menggapai mimpi dengan mengunakan nilai-nilai sumber daya yang dimiliki organisasi. Dibawah ini adalah gambaran perbedaan pencapaian kesuksesan organisasi dengan dan tanpa kepemimpinan. Peluang Sumber Daya Tim Pendiri Perusahaan


Pengantar Manajemen 236 KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN EFEKTIFITAS EFEKTIFITAS Gambar 5: Perbandingan sukses tanpa dan dengan kepemimpinan Dengan kemampuan kepemimpinan yang tinggi efektifitas dalam mencapai kesuksesan juga akan semakin tinggi. Beberapa pendekatan gaya kepemimpinan adalah sebagai berikut: (1) Kepemimpinan transformasional-transaksional, yaitu pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan membimbing, memotivasi pengikutnya menuju sasaran dengan memperjelas persayaratan tugas-tugas. (2) Kepemimpinan kharismatis-visioner, yaitu pemimpin yang antusias dan percaya diri mempengaruhi orang untuk berperilaku tertentu. Memiliki kharisma karena kemampuannya menciptakan dan menyatakan visi yang realistis Kesuksesan tanpa kepemimpinan Kesuksesan dengan kepemimpinan Rendah Tinggi Rendah Tinggi


Pengantar Manajemen 236 KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN EFEKTIFITAS EFEKTIFITAS Gambar 5: Perbandingan sukses tanpa dan dengan kepemimpinan Dengan kemampuan kepemimpinan yang tinggi efektifitas dalam mencapai kesuksesan juga akan semakin tinggi. Beberapa pendekatan gaya kepemimpinan adalah sebagai berikut: (1) Kepemimpinan transformasional-transaksional, yaitu pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan membimbing, memotivasi pengikutnya menuju sasaran dengan memperjelas persayaratan tugas-tugas. (2) Kepemimpinan kharismatis-visioner, yaitu pemimpin yang antusias dan percaya diri mempengaruhi orang untuk berperilaku tertentu. Memiliki kharisma karena kemampuannya menciptakan dan menyatakan visi yang realistis Kesuksesan tanpa kepemimpinan Kesuksesan dengan kepemimpinan Rendah Tinggi Rendah Tinggi Pengantar Manajemen 237 (3) Kepemimpinan tim, yaitu pemimpin yang mempunyai peran penghubung dengan pihak luar, berperan sebagai penyelesai masalah, manajer konflik dan pembina anggota tim


Pengantar Manajemen 238 DAFTAR PUSTAKA Brzeziński S, & Stefańczyk P. (2013). POLISH JOURNAL OF MANAGEMENT STUDIES USE OF ENTERPRISE GROWTH THEORY IN MANAGEMENT OF SMALL AND MEDIUM SIZED ENTERPRISES (Vol. 7). Karadag, H. (2015). Financial Management Challenges In Small And Medium-Sized Enterprises: A Strategic Management Approach. EMAJ: Emerging Markets Journal, 5(1), 26–40. https://doi.org/10.5195/emaj.2015.67 Radzevičiene, D. (2009). Developing small and medium enterprises using knowledge management frameworks: A case study in Lithuania. Aslib Proceedings: New Information Perspectives, 60(6), 672– 685. https://doi.org/10.1108/00012530810924339 Safitri, N., & Sakapurnama, E. (2016). Exploring_Entrepreneurial_Lead. International Journal of Administrative Science & Organization, 23(1), 104–110. Ščeulovs, D., Šatrevičs, V., & Gaile-Sarkane, E. (2016). SUCCESS OF A COMPANY THROUGH VALUE APPROACH. Journal of Positive Management, 6(2), 20. https://doi.org/10.12775/jpm.2015.008


Pengantar Manajemen 238 DAFTAR PUSTAKA Brzeziński S, & Stefańczyk P. (2013). POLISH JOURNAL OF MANAGEMENT STUDIES USE OF ENTERPRISE GROWTH THEORY IN MANAGEMENT OF SMALL AND MEDIUM SIZED ENTERPRISES (Vol. 7). Karadag, H. (2015). Financial Management Challenges In Small And Medium-Sized Enterprises: A Strategic Management Approach. EMAJ: Emerging Markets Journal, 5(1), 26–40. https://doi.org/10.5195/emaj.2015.67 Radzevičiene, D. (2009). Developing small and medium enterprises using knowledge management frameworks: A case study in Lithuania. Aslib Proceedings: New Information Perspectives, 60(6), 672– 685. https://doi.org/10.1108/00012530810924339 Safitri, N., & Sakapurnama, E. (2016). Exploring_Entrepreneurial_Lead. International Journal of Administrative Science & Organization, 23(1), 104–110. Ščeulovs, D., Šatrevičs, V., & Gaile-Sarkane, E. (2016). SUCCESS OF A COMPANY THROUGH VALUE APPROACH. Journal of Positive Management, 6(2), 20. https://doi.org/10.12775/jpm.2015.008 Pengantar Manajemen 239 Tentang Penulis Dedi Damhudi, lahir di Tangerang, 13 April 1976 saat ini aktif sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Darma Persada, Jakarta. Meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta dan Magister Manajemen di Universitas Airlangga, Surabaya. Selain aktif sebagai Dosen juga menjadi konsultan bagi usaha kecil di kota Tangerang, Banten. Dedi Damhudi berpengalaman di Industri Asuransi dengan jabatan terakhir sebagai Deputi General Manager di PT. Asuransi MSIG Indonesia.


Click to View FlipBook Version