E-BOOK
Belajar
&
pembelajaran
Nama : SEPTI YULIASTUTI
NIM : 06131282126028
NO. Absensi : 27
Kelas :INDRALAYA
Dosen Pengampu :
Dra.Hasmalena M.Pd
Dr.Makmun Raharjo S.Sn M.Sn
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2021
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan pada Allah SWT. Hanya
kepada-Nya lah kita memuji dan hanya kepada-Nya lah kita
memohon pertolongan. Tidak lupa shalawat serta salam kita
haturkan pada junjungan nabi agung kita, Nabi Muhammad
SAW. Risalah beliau lah yang bermanfaat bagi kita semua
sebagai petunjuk menjalani kehidupan. Dengan pertolongan-
Nya, kita dapat menyelesaikan makalah tentang pengertian
belajar, macam – macam hasil belajar, factor yang
mempengaruhi hasil belajar siswa, dan pengertian
pembelajaran. untuk memenuhi tugas mata kuliah belajar
dan pembelajaran.
Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Dra. Hasmalena M.Pd
dan bapak Dr.Makmun Raharjo S.Sn M.Sn., selaku dosen mata
kuliah belajar dan pembelajaran, yang telah memberikan tugas
ini kepada kami. Terima kasih juga kepada pihak yang telah
membantu menyelesaikan makalah ini.
Penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Saya
menyadari bahwa banyak kekurangan dan kelemahan pada
penyusunan dan penulisan. Demi kesempurnaan makalah ini,
Saya sangat berharap adanya kritik dan saran dari pembaca agar
makalah ini menjadi lebih baik.. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi Saya dan pembaca. Apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini terkait penulisan saya
memohon maaf. Demikian yang dapat penulis sampaikan. Akhir
kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat.Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Palembang, 23November 2021
Penulis
i
DAFTARISI
KATA PENGANTAR....................................i
DAFTAR ISI................................................ii
Bab 1
Konsep Belajar Dan Pembelajaran.............................................1
Bab 2
Konsep Minat Belajar................................................................11
Bab 3
Teori Belajar Behavioristik........................................................21
Bab 4
Teori Belajar Kognitif.................................................................38
Bab 5
Teori Belajar Sosial....................................................................48
Bab 6
Teori Dasar Konstruktif.............................................................58
Bab 7
Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar..........................................66
Bab 8
Prinsip Pendidikan Di Sekolah Dasar........................................79
Bab 9
Ilmi Pengetahuan Alam...........................................................115
Bab 10
Pembelajaran Ilmu Pendidikan Di Sekolah Dasar..................137
Bab 11
Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar.......................148
Bab 12
Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Dasar...................175
Bab 13
Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar................201
Bab 14
Pembelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan
Di Sekolah Dasar.....................................................................215
DAFTAR PUSTAKA...................................................................229
ii
BAB 1
KONSEP BELAJAR
DANPEMBELAJARAN
1. Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan
padadiriseseorang. Perubahansebagaihasildariprosesbelajardapat ditunjukkan
dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan
tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan, sertaperubahanaspek-aspeklainyang
ada pada individu yang belajar.
Belajar merupakanprosesaktif.Belajaradalahprosesmereaksiterhadap semua situasi
yang ada disekitar individu. Belajar adalah suatu proses yangdiarahkankepadasatu
tujuan,proses berbuatmelaluiberbagai pengalaman.Belajaradalahsuatuproses
melihat,mengamati, memahami sesuatuyangdipelajari.Apabilakitamembicarakan
tentangbelajar,maka kita membicarakantentangcaramengubahtingkahlaku
seseorangatau individumelaluiberbagai pengalamanyangditempuhnya(Sudjana,
2010).
A. Definisi Belajar Secara Umum
Sebagai mahasiswa atau kaum intelektual, sudah tidak asing dengan yang
namanya belajar dan pembelajaran. Berikut akan kami jelaskan definisi belajar
secara umum, yakni:
• Pengertian belajar secara umum ialah semua aktivitas mental atau psikis yang
dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkahlakuyang
berbedaantarasesudah belajardansebelumbelajar.
• Belajar juga didefinisikan sebagai sebuah proses perubahan di dalam
keperibadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk
peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan
kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir
dan kemampuan-kemampuan yang lain.
• Belajarialahkegiatanberprosesdanmerupakanunsuryangsangat fundamental
dalamsetiap jenjangpendidikan.Dalamkeseluruhanprosespendidikan,kegiatan
belajarmerupakan kegiatanyangpaling pokokdanpentingdalamkeseluruhanproses
pendidikan.
1
1. Arti Belajar Menurut KBBI
PengertianbelajarmenurutKBBI“KamusBesarBahasaIndonesia” ialahberusaha
memperolehkepandaianatauilmu,berlatih,berubah tingkahlakuatau
tanggapanyang disebabkanolehpengalaman.
2. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
Berikutiniakandibahaspengertiandandefinisibelajarmenurut pendapat
para ahli diantaranya yaitu:
• Menurut Winkel
Pengertianbelajaradalahseluruhkesibukanmentalataupsikisyang berjalan di
dalam interaksi aktif di dalam lingkungan, yang menghasilkan
perubahan-perubahandidalam pengelolaan
pemahaman.
• Menurut Ernest R. Hilgard (1984)
Belajar disimpulkan sebagai proses perbuatan yang dijalankan
bersamasengaja,yang kemudianmenyebabkanperubahan,yang keadaannya
tidakserupaberasaldariperubahan yangditimbulkan
olehlainnya.Sifatperubahannyarelatifpermanen,tidakakankembali kepada
suasana semula. Tidak mampu diterapkan pada perubahan akibatsuasana
sesaat, layaknyaperubahanakibatkelelahan,sakit, mabuk, dan sebagainya.
• Belajarialahkegiatanberprosesdanmerupakanunsuryangsangat fundamental
dalamsetiap jenjangpendidikan.Dalamkeseluruhan
prosespendidikan,kegiatanbelajarmerupakan kegiatanyangpaling pokokdan
penting dalam keseluruhan proses pendidikan.
1. Arti Belajar MenurutKBBI
Pengertian belajar menurut KBBI “Kamus Besar Bahasa Indonesia” ialah berusaha
memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih,
berubahtingkahlakuatautanggapanyang disebabkanoleh
pengalaman.
2. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
Berikut ini akan dibahas pengertian dan definisi belajar menurut pendapat
para ahli diantaranya yaitu:
2
• Menurut Winkel
Pengertian belajar adalah seluruh kesibukan mental atau psikis yang
berjalan di dalam interaksi aktif di dalam lingkungan, yang menghasilkan
perubahan-perubahandidalam pengelolaan
pemahaman.
• Menurut Ernest R. Hilgard (1984)
Belajar disimpulkan sebagai proses perbuatan yang dijalankan
bersamasengaja,yang kemudianmenyebabkanperubahan,yang keadaannya
tidakserupaberasaldariperubahan yangditimbulkan olehlainnya.Sifat
perubahannyarelatifpermanen,tidakakan
kembali kepadasuasanasemula.Tidakmampuditerapkanpada perubahan
akibatsuasanasesaat, layaknyaperubahanakibat
kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
• Menurut Moh. Surya(1981)
Definisibelajaradalahsuatuprosesusahayangdijalankanindividu untukmeraih
suatuperubahantingkahlakuyangbarukeseluruhan, sebagaihasilpengalaman
individuitusendiri didalaminteraksinya bersamalingkungan.Kesimpulanyang
mampudiambilberasaldari keduapengertiandiatas,bahwapadaprinsipnya,
belajar adalah
perubahan berasal dari diri seseorang.
a. Tujuan Belajar Secara Umum
Dalam hal ini seperti yang telah disinggung pada pengertian belajar diatas,
tujuan utama kegiatan belajar ialah untuk memperoleh dan meningkatkan
tingkahlakumanusiadalam bentukpengetahuan,
keterampilan,sikappositifdanberbagaikemampuanlainnya. Menurut
Sadirman“2011: 26-28”secaraumumada tigatujuan belajar yakni:
1. Untuk MendapatkanPengetahuan
Hasildarikegiatanbelajardapatditandaidenganmeningakatnya kemamuan
berfikir seseorang.Jadiselainmemilikipengetahuan baru,prosesbelajar
jugaakanmembuat kemampuanberfikir seseorang menjadi lebihbaik.
Pengetahuan akan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang dan begitu
juga sebaliknya kemampuan berpikir akan berkembang melalui ilmu
pengetahuanyangdipelajar.Dengan katalain
pengetahuan dan kemampuan berfikir hal yang tidak dapat
dipisahkan.
2. DenganMenanamkanKonsepDanKeterampilan
Dalamketerampilanyangdimilikisetiapindividuialahmelaluiproses belajar.
3
Penanaman konsepmembutuhkan keterampilan, baikitu
keterampilan jasmani maupun rohani.
Dalamhaliniketerampilanjasmaniialahkemampuanindividudalam penampilan
dan gerakanyangdapatdiamati,keterampilanini
berhubungan dengan hak teknis atau pengulangan.
Dansedangkanketerampilanrohanicenderunglebihkompleks karenabersifat
abstrak. Keterampilaniniberhubungandengan penghayatan, cara berpikir dan
kreativitas dalam menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep.
3. Dapat MembentukSikap
Dalamkegiatanbelajarjugadapatmembentuksikapseseorang.
Dalamhalinipembentukan sikapmentalpesertadidikakansangat
berhubungan dengan penanaman nilai-nilai sehingga menumbuhkan
kesadaran di dalam dirinya.
Dalam proses menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak didik,
seorangguru harusmelakukan pendekatanyangbijak dan hati-hati. Guru
harus bisa menjadi contoh bagi anak didik dan memilikikecakapandalam
memberikanmotivasidanmengarahkan berpikir.
b. Ciri-Ciri Belajar
Dalam proses belajar mampu dikenali melalui beberapa
karakteristiknya. Mengacu terhadap definisi belajar di atas, tersebut ini adalah
beberapa hal yang menggambarkan tanda-tanda belajar:
• Terjadiperubahantingkahlaku(kognitif,afektif,psikomotor,dan campuran)
baik yang mampu diamati maupun yang tidak mampu diamati secara
langsung. • Perubahan tingkah laku hasil belajar
terhadapbiasanyaakanmenetapataupermanen.•Prosesbelajar biasanya
membutuhkan selagi tidak sebentar dimana hasilnya adalah tingkah laku
individu.
• Beberapaperubahantingkahlakuyangtidakterhitungdidalam belajar
adalah gara gara adanya hipnosa, proses pertumbuhan, kematangan,hal
gaib,mukjizat,penyakit, kerusakanfisik.
• Proses belajar mampu terjadi didalam hubungan sosial di suatu
lingkungan masyarakat dimana tingkah laku seseorang mampu beralih
gara-garalingkungannya.
•
c. Jenis-Jenis Belajar
Setidaknyaadadelapanstylebelajaryangdikerjakanolehmanusia. Adapun
beberapa style belajar adalah sebagai berikut:
4
• Belajar rasional, yakni proses belajar mengfungsikan kekuatan berpikir
cocokdenganakalsehat(logisdanrasional)untuk memecahkan
masalah.
• Belajar abstrak, yakni proses belajar mengfungsikan bermacam
caraberpikirabstrak untukmemecahkanpersoalanyangtidaknyata.
• Belajar keterampilan, yakni proses belajar mengfungsikan kekuatan gerak
motorik denganototdanuratsyarafuntukmenguasai
keterampilan jasmaniah tertentu. • Belajar sosial, yakni proses belajar menyadari
bermacam persoalan dan cara penyelesaian persoalan
tersebut. Misalnya persoalan keluarga, persahabatan, organisasi, dan lainnya yang
terjalin dengan masyarakat.
• Belajarkebiasaan,yakniprosespembentukanatauperbaikan
normalitaskearahyang lebihbaikagarindividupunyasikapdan
normalitasyanglebihpositifcocokdengan kebutuhan(kontekstual).
• Belajarpemecahanmasalah,yaknibelajarberpikirsistematis,
teratur,dandetailatau mengfungsikanbermacammetodeilmiah didalam
merampungkansuatumasalah.•Belajarapresiasi,yakni
belajarkekuatandidalampertimbangkanartiataunilaisuatu objek agar
individumampumenghormatibermacamobjektertentu.
• Belajarpengetahuan,yakniprosesbelajarbermacampengetahuan barusecara
terencana untuk menguasai materi pelajaran melalui
kegiatan eksperimen dan investigasi.
B. Macam – Macam Hasil Belajar
Macammacamhasilbelajardibagimenjadiduajenisyaituranah
kongnitifdanranahafektif. Haltersebutsesuaidengandefinisiyang diutarakan
oleh Bloom yang dikutip oleh Dimyati (2006:26) mengidentifikasi jenis
hasil belajar, yakni:
1) Ranahkognitif terdiridarienam jenisperilaku sebagai
berikut:
a) Pengetahuan. Mencapai kemampuan untuk mengingat tentang
halyangtelahdipelajaridantersimpandalamingatan.Pengetahuan itu
berkenaandenganfakta,peristiwa,pengertian,danprinsip.
b) Pemahaman,mencakupkemampuanmenangkapartidanmakna tentang
hal yangdipelajari.
c) Penerapan, mencakupkemampuanmenerapkan metode untuk
menghadapi masalahyang nyata danbaru.
5
d) Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam
bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat
dipahami dengan baik.
e) Sintesis,mencakupkemampuanmembentuksuatupolabaru. Misalnya
kemampuan menyusun program kerja.
f) Evaluasi.Mencakupkemampuandalammembentukpendapat tentang
beberapa halberdasarkan kriteriatertentu
2) Ranah afektif terdiri dari lima perilaku-perilaku
sebagai berikut:
a) Penerimaan,yangmencakupkepekaantentanghaltertentudan
kesediaan memperhatikan hal tersebut.
b) Partisipasi, yang mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan, dan
berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
c) Penilaiandanpenentuansikap,yangmencakupmenerimasuatu nilai,
menghargai, mengakui dan menentukan sikap.
d) Organisasi,yangmencakupkemampuanmembentuksuatu sistem
nilaisebagaipedoman danpeganganhidup.
e) Pembentukan pola hidup, yang mencakup kemampuan
menghayatinilaidan membentuknyamenjadipolanilaikehidupan pribadi.
C. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Hasil
Belajar Siswa
Perubahan yang terjadi itu akibat dari kegiatan belajar. Yang telah
dilakukan oleh individu. Perubahan ini adalah hasil yang telah
dicapai dari proses belajar. Jadi, untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk
‘perubahan’ harus melalui proses tertentu yang
dipengaruhi oleh faktor dari dalam individu maupun luar individu.
Adapun pengaruh hasil belajar antara lain:
1. Adanya Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan anak didik. Didalamnyalah
anakdidikhidupdanberinteraksi dalammatarantaikehidupanyang
disebut ekosistem. Interaksi dari kedua lingkungan yang berbeda tersebut
6
selalu saja terjadi dalam mengisi kehidupan anak didik, yang keduanya
sangat berpengaruh terhadap belajar anak didik.adapun faktor dari
lingkungan alamin dan lingkungan sosial. Lingkungan alami adalah
lingkungan tempat
tinggalanak didik,hidup,danberusaha didalamnya.lingkungan sosial
Budaya Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah mahluk sosial yang
tidak bisa hidup sendiri. Begitu pula dengan anak didik. Mereka tidak akan
terlepas dari interaksi sosial. Sebagai contoh interaksi di sekolah,baik
sesama teman, guru, dan sebagainya.
2. Faktor Instrumental
Kurikulum adalah a plan for learning yang merupakn unsur substansial
dalam pendidikan. Tanpa kurikulum belajar mengajar tidak dapat
berlangsung,karenamateriyangakandisampaikan dalampembelajaran
harusdirencanakan terlebihdahulu.Danperencanaan tersebut termasuk
dalam kurikulum, yang mana seorang guru harus mempelajari dan
menjabarkan isi kurikulum kedalam program yang lebih rinci dan jelas
sasarannya. Muatan kurikulum akan mempengaruhi intensitas dan
frekuensi belajar anak didik. Karena guru harus berusaha semaksimal
mungkin untuk ketercapaian kurikulum. Misalkan, jumlah tatap muka,
metode, dan sebagainya harus dilakukan sesuai dengan kurikulum.
Adapun progam Setiap sekolah mempunyai program pendidikan
yang disusun untuk dijalankan untuk kemajuan pendidikan.
Keberhasilan pendidikandisekolahtergantungdenganbaiktidaknya
programyang dirancang.um diakui dapat mempengaruhi proses dan
hasil belajar anak didik. Salahsatu program yang dipandang harus
dilakukan adalah program bimbingan dan penyuluhan. Karena program
ini mempunyai andil besar dalam keberhasilan belajar anak di
sekolah.
1. SaranadanFasilitasSaranamempunyaiartipentingdalam
pendidikan.Gedungsekolah misalnyasebagaitempatyang
strategisbagiberlangsungnyakegiatanbelajarmengajar disekolah.
Jumlah ruang kelas pun harus menyesuaikan peserta didik.Selain
fasilitas, sarana pun tidak boleh diabaikan. Misalkan perpustakaan. Lengkap
tidaknyabukudisekolah tersebutakanmenentukanhasil belajar anak didik
2. Guruadalahunsurmanusiawidalampendidikan.Maka,
kehadirangurumutlak didalamnya.Kalauhanyaadaanakdidik,
tanpagurutidakakanterjadikegiatanbelajar mengajardisekolah. Tetapi,
harus diperhatikan juga guru yang seperti apa yang bisa menyukseskan
7
belajar anak. Karena guru haruslah memenuhi syarat-syaratmenjadiguru.
Dia harusberpengetahuantinggi,
profesional,pahampsikologianakdidik,dansebagainya. Karena guruyang
berkualitas, akan menentukan kualitas anak didik.
Adapun Faktor Kondisi Fisiologis
1.Keadaan fisik
Orang yang dalam keadaan segar jasmaninya akan berlainan
belajarnyadenganorangyangsedangsakitataukelelahan.Anak- anakyang
kekurangangizi,ternyatakemampuan belajarnya
dibawah anak-anak yang tercukupi gizinya; mereka akan lekas lelah, mudah
mengantuk, dan sukar menerima pelajaran.
2. Komdisi Panca Indra
Tidak kalah penting, kondisi panca indra juga sangat mempengaruhi
belajar siswa. Terutama mata sebagai alat melihat dantelingasebagaialat
mendengar.Karenasebagianbesaranak belajardenganmembaca,
mendenggar,danmelakukanobservasi
dansebagainya.Jikapancaindraterganggu,iniakanmempengaruhi hasil belajar
dan proses belajar anak didik.
Adapun faktor Psikologis.
1. Minatadalahsuaturasalebihsukadanrasaketerikatanpada suatuhalatau
aktivitas,tanpa adayangmenyuruh.Biasanya,anak yangminatterhadapsuatu
kegiatanatauhal,dia cenderungakan lebih cepat memahaminya. Misalkan,
jika minatnya di matematika, diaakan cenderungbernilaitinggidimata
pelajarantersebut.
Maka, tugas seotrang guru harus menjadi fasilitator yang baik dalam hal
ini.Karenaakanberdampakdalamprosesdanhasil belajar siswa.
2.KecerdasanTingkatkecerdasandiakuisangatmenentukan
keberhasilanbelajaranakdidik. Karenaanakdidikyangmempunyai tingkat
intelegensitinggiumumnyamudahbelajardan hasilnyapun cenderung baik,
begitu sebaliknya.Berbagai hasil penelitian telah menunjukkan hubungan erat
antara IQ dengan hasil belajar anak
didik.DijelaskandariIQ,sekitas25%hasilbelajardisekolahdapat dijelaskan
dari IQ, yaitu kecerdasan sebagiman diukur oleh tes intelegensi.Oleh
8
karenaitu,anakyangmempunyaitingkat
kecerdasandari90-100, cenderungakanmenyelesaikansekolah dasar
tanpa kesukaran.
3.Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk
melakukansesuatu.Jadi,motivasibelajaradalahkondisi
psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar.Mengingat motivasi
adalahmotorpenggerakdalamperbuatan,makabilaada anakdidikyangkurang
memilikimotivasi,diperlukandorongandari luar, agar anak didik mempunyai
motivasi belajar. Karena ketika motivasibelajaranaktinggi,akanmenentukan
hasilyangdicapai.
4. KemampuanKognitifDalamduniapendidikan,adatigatujuan untama
yang arus dicapai. Yaitu, kognitif, afektif, dan psikomotor. Kognitifadalah
kemampuanyangselaludituntut untukdikuasai anakdidik,karena
menjadi dasar bagi penguasaan ilmu
pengetahuan.Adapun tigakemampuanyangharusdikuasai sebagai
jembatanpenguasaankemampuankognitif adalah,
persepsi,mengingat,danberfikir.Adapunpersepsiadalahproses yang
menyangkut masuknyapesanatauinformasikedalamotak manusia.
Melaluiinilah,manusiaterus melakukanhubungan
dengan lingkungan. Sedangkan mengingat adalah suatu aktivitas kognitif,
dimanaorangmenyadaribahwapengetahuannyadari masalampauatau
berasaldari pesan-pesandarimasalampau.
D. PENGERTIAN PEMBELAJARAN
Pengertian pembelajaran ;yaitu proses interaksi peserta didik& Sumber belajar
pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran merupakan bantuan yang diperolehan ilmu dan
pengetahuan,penguasaan kemahiran,dantabi'at,serta
pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
Istilah pembelajaran (intruction) bermakna sebagai"Upaya untuk
membelanjarkanseseorangatau kelompokorangmelaluiberbagai upaya"
(Effrot)danberbagaistrategi,metodedanpendekatan
kearahpencapaiantujuanyangtelahdirencanakandengan demikian
maknapembelajaran merupakankondisieksternal kegiatan belajar
antara lain dilakukan oleh guru dalam mengkondisikan
seseorang untuk belajar
A. Konsep Pembelajaran
9
Dalam pembelajaran,Guru mempunyai tugas-tugas pokok antara
lainbahwaiaharusmampu dancakapmerencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi,dan membimbing,dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran dapat diartikan,Tahap proses seorang pelajar untuk
mendapatkansebuahtujuan yangmencakup
penambahan ilmu, penambahan wawasan,serta membaiki
sikap/akhlakdan hal-halbermanfaatlainnyuntuksipelajar
tersebut.Untukmencapaisebuahtujuanharuslah bertahap dalam
metode proses pembelajaran, seperti contoh
dosen/guruyangmemberikan pelajarankeanak-anakdidik Langkah-
langkah dalam mendidik itulah yang dinamakan
proses pembelajaran.
Pembelajaran sangat erat kaitannya dengan sekolah
dikarenakanSekolahadalahsebuah prosesmengajardan belajar
Jadi secara singkat pembelajaran diciptakan seseorang guru/seorang
pendidik yang berbentuk sebuah proses untuk mendidiksiswaagar
bertujuanMempercerdas,memperoleh ilmuyang bermanfaatbaik
bergunauntukdirisendiriatau orang lain
10
BAB 2
Konsep Minat Belajar
A. Definisi Konsep Belajar
Pada setiap orang, minat berperan sangat penting dalam
kehidupannya. Minat mempunyai dampak yang besar atas perilaku dan sikap
orang tersebut. Di dalam belajarpun minat dapat menjadi sumber motivasi
yangkuatdalammendorongseseoranguntuk
belajar. Secara garis besar, minat memiliki dua pengertian, Pertama, usahadan
kemauanuntukmempelajari(Learning)danmencari sesuatu,Kedua
merupakandoronganpribadiseseorangdalam mencapai tujuan tertentu.
Pengertianminatmenurutbahasa(Etimologi),ialahusahadan kemauan
untukmempelajarai(learning)danmencarisesuatu.
Secara (Terminologi), minat adalah keinginan, kesukaan dan
kemauan terhadap sesuatu hal. Minat mengandung unsur-unsur yang
terdiri dari kognisi (mengenal), emosi (perasaan), dan konasi (kehendak).
Unsurkognisi, dalamarti minatitudidahuluioleh
pengetahuan daninformasimengenaiobjekyangditujuolehminat tersebut.
Unsuremosikarenadalampartisipasiataupengalaman itudisertaidengan
perasaantertentu(perasaansenang)sedangkan unsurkonasimerupakan
kelanjutandarikeduaunsurtersebut yaitu yang diwujudkan dalam bentuk
kemauan dan hasrat untuk melakukan suatu kegiatan,termasuk kegiatan yang
diselenggarakan oleh sekolah.
Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan
beberapa aktivitas. Seseorang yang
berminatterhadapaktivitasakanmemperhatikanaktivitasitu secara
konsistendenganrasasenang.Daribeberapapengertian diatasdapat
diuraikanbahwaminatadalahkecenderungan
tertarik pada sesuatu yang relatif tetap untuk lebih
memperhatikandanmengingatsecaraterus–menerusyang diikuti
rasasenanguntukmemperolehsuatukepuasan2
dalammencapaitujuanpembelajaran.DalamKamusBesar Bahasa
Indonesia,secaraetimologibelajarmemilikiarti
”berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki
11
pengertinbahwabelajaradalahsebuahkegiatanuntuk mencapai
kepandaianatauilmu.Disini,usahauntukmencapai kepandaianatau
ilmumerupakanusahamanusiauntuk memenuhi kebutuhannya
mendapatkan ilmuataukepandaian
yangsebelumdipunyaisebelumnya.Sehinggadenganbelajaritu manusia
menjadi tahu, memahami, mengerti dapat melaksanakan dan
memiliki tentang sesuatu.
B. Macam-Macam dan Ciri Minat
Minatmemegangperananpentingdalampelaksanaan proses
belajarmengajarsehinggaminatdapatdigolongkan
menjadibeberapamacam,antaralainberdasarkantimbulnya minat
dan berdasarkan arahnya minat.
1.Berdasarkan timbulnya
minat dapat dibedakan menjadi dua macam antara lain:
a. Minat Primitif
adalah minat yang timbul karena kebutuhan biologis atau jaringan-
jaringan tubuh, misalnya kebutuhan akan makanan,
perasaan enak dan nyaman, kebebasan beraktivitas serta seks
b. Minat Kultural atau sosial
adalahminatyangtimbulnyakarenaprosesbelajar,minatinitidak secara
langsung berhubungan dengandirikita.Misalnyaminat
belajar individu punya pengalaman bahwa masyarakat atau
lingkunganakanlebihmenghargaiorang-orangterpelajardan
pendidikan tinggi,sehingga hal ini akan menimbulkan minat individu
untuk belajar dan berprestasi agar mendapat
penghargaandarilingkungan,halinimempunyaiartiyangsangat penting
bagi hargadirinya.
2. Berdasarkan arahnya,
minat dapat dibedakan menjadi dua macam antara lain:
1.Minat Intrinsik
adalahminatyanglangsungberhubungandenganaktivitasitu sendiri,ini
merupakanminatyanglebihmendasratauminatasli.
Misalnya seseorang belajar karena memang pada ilmu
12
pengetahuanataukarenamemangsenangmembaca,bukan karena
ingin mendapatkan pujian atau penghargaan.
b. Minat Ekstrinsik
adalahminatyang berhubungan dengantujuanakhir dari
kegiatantersebut,apabilatujuannyasudahtercapaiada
kemungkinanminattersebuthilang.Misalnyaseseorangyang belajar
dengantujuanagarmenjadijuarakelasataululusujian.
3. Berdasarkan cara mengungkapkan
minatdapat dibedakan menjadi empat macam,terdiri atas:
a.Expressed interest
adalahminatyangdiungkapkandengancaramemintakepada subjek untuk
menyatakan atau menuliskan kegiatan-kegiatan baik yang berupatugas
maupunbukantugas dengan perasaansenang.
b. Manifest interest
adalahminatyangdiungkapkandengancaramengobservasi secara
langsung terhadap aktivitas-aktivitas yang dilakukansubjek
c.Tested interest
adalahminatyangdiungkapkancaramenyimpulkandarihasil jawaban
tes objektif yang diberikan.
d.Inventoried interest
adalahminatyangdiungkapkandenganmenggunakanalat-alat yang
sudah distandardisasikan.
Dr.Med.Metasaridalambuku”PerkembanganAnak”,menyebutkan ada
beberapaciriminatpadaseoranganak,diantarasebagai
berikut:
1. Minattumbuhbersamaan denganperkenbangan fisikdan
mental.
2. Minat bergantung pada kesiapan belajar.
3. Minat bergantung padakesempatanbelajar.
4. Perkembangan minat terbatas.
5. Minat dipengaruhi oleh pengaruh budaya.
6. Minat berbobotemosional.
7. Minat itu Egosentrik
Untuk lebih jelasnya akan diuraikan satu persatu sebagai berikut:
13
1.Minat tumbuh
bersamaandenganperkembanganfisikdanmental.Minatdisemua bidang
berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental. Pada
waktupertumbuhanterlambatdankematangandicapai,minat menjadilebih
stabil.Anakyangberkembanglebihcepatataulebih lambatdaripadateman
sebayanya.Anakyanglambatmatangakan menghadapimasalahsosialkarena
minatmerekaminatanak, sedangkan minat teman sebayanya minat
remaja.
2. Minat bergantung pada kesiapan belajar
Anak-anaktidakdapatmempunyaiminatsebelummerekasiap secara
fisik dan mental, sebagai
contoh : mereka tidak dapat mempunyai minat yang
sungguhsungguhuntukpermainanbolasampaimerekamemiliki kekuatan
dankoordinasiototyangdiperlukanuntukpermainan tersebut.
3. Minat bergantung padakesempatanbelajar
Kesempatanuntukbelajarbergantungpadalingkungandanminat, bahkan
anak-anakmaupundewasa,yangmenjadibagiandari lingkungan
anak.Karena lingkungan anak kecil sebagian besar
terbatas padarumah,minatmereka“tumbuhdarirumah”.Dengan
bertambahluasnyalingkaransocialmerekamenjaditertarikpada minat
orang di luar rumah yang mulai mereka kenal.
4. Perkembangan minat terbatas
Ketidak mampuan fisik dan mental sertapengalaman yang terbatas membatasi
minatanak.Anakyangcacatfisikmisalnya,tidak mungkinmempunyaiminat
yangsamapadaolahragaseperti
teman sebaya yang perkembangann fisiknya normal.
5. Minat dipengaruhi oleh pengaruh budaya
Anak-anak mendapat kesempatan dari orang tua, guru dan orang lain untuk
belajarmengenaiapasajayangolehkelompokbudaya yangmerekadianggap
minatyangsesuaidanmerekatidakdiberi
kesempatanuntukmenekuniminatyangdianggaptidaksesuaibagi mereka oleh
kelompok budaya mereka.
14
6. Minat berbobot emosional
Bobot emosional, aspek efektif, dari minat menentukan
kekuatannya. Bobot emosional yang tidak menyenangkan
melemahkan minat bobot emosional yang menyenangkan
memperkuat.
7. Minat itu Egosentrik.
Sepanjang masa kanak-kanak, minat itu egosentris, misalnya : minat
anak lakilaki pada matematika, sering berlandaskan
keyakinan bahwa kepandaian dibidang matematika di sekolah akan
merupakan langkah penting menuju kedudukan yang
menguntungkan dan bergengsi di dunia usaha
Selainbeberapaciriminatdiatas,didalambuku”Belajardan Faktor-faktor
Yang Mempengaruhinya”, Slameto menambahkan bahwaciriseseorang
mempunyai minat terdiri atas sebagai
berikut:
1. Minatdapatdiekspresikanmelaluisuatupernyataanyang
menunjukkanbahwasiswalebihmenyukaisuatuhaldaripada yang lain.
2. Siswa yang memiliki minat terhadap suatu subjek tertenu
cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besdar
terhadap subjektersebut.
3. Minat dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.
C. Fungsi Minat dalam Belajar
MenurutSabri(2007:85),minatdalambelajarmemilikifungsi sebagai
berikut:
1. Sebagaikekuatanyangakanmendorongsiswauntukbelajar.
Siswa yang
minatkepadasuatupelajaranakantampakterdorongterusuntuk tekun
belajar
2. Pendorongsiswauntukberbuatdalammencapaitujuan
3. Penentuarahperbuatansiswayaknikearahtujuayanghendak dicapai
4. Penseleksi perbuatan, sehingga perbuatan siswa yang
mempunyai minat
akansenantiasaselektifdantetapterarahkepadatujuanyang ingin
dicapai.
15
D. Pengaruh Minat Terhadap Kegiatan Belajar
Siswa
Minatsiswaterhadappelajaranmerupakankekuatanyangakan
mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang berminat (sikapnya senang)
terhadapsuatu pelajaran akantampakterdorong terus
untuktekunbelajar,berbedasekalidengansiswayangsikapnya hanya
menerimakepadapelajaran.Merekahanyatergerakuntuk
maubelajartetapisulituntukbisaterustekunkarenatidakmemiliki faktor
pendorongnya.
Minatjugasebagaisalahsatufaktorinternalmempunyai
peranan dalam menunjang prestasi belajar siswa, siswa yang tidak berminat
terhadap bahan pelajaran akan menunjukkan sikap yang kurang simpatik,
malasdantidakbergairahmengikutiproses
belajar mengajar.
Minatdapatmempengaruhikualitaspencapaianhasilbelajar siswa
dalambidang-bidangstuditertentu.Umpamanya,seorang siswayang
menaruhminatbesarterhadapmatematikaakan memusatkan
perhatiannyalebihbanyakdaripadasiswalainnya. Kemudian,karena
pemusatanperhatianyangintensifterhadap materiitulahyang
memungkinkansiswatadiuntukbelajarlebih giat, dan akhirnya mencapai
prestasi yang diinginkan (Syah, 2010: 152).
Sulastri(2009:51)berpendapatbahwa“prestasiadalahsuatu hasildariapa
yangtelahdiusahakandenganmenggunakandaya atau kekuatan”.
Sehingga,untuk meraih prestasi pada suatu bidang sangatlahdiperlukandaya
pendorong yang kuat agar siswa tetap
semangatsaatberusahameraihnyadansalahsatudayapendorong tersebut
adalah minat. Beberapa indikator yang dapat kita amati saatsiswasedang
memilikiminatpadasuatupelajaran,antaralain:
- mengikuti pelajaran padajadwalnya
- hadirtepat waktu,tidak ingin terlambatsaat belajar
- membawaperalatanbelajardenganlengkap,alattulis,bukucetak dan buku
catatan
- mencatat materi pelajaran dengan lengkap
- memperhatikandenganseksamajikagurumenerangkan
- memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terlihat dari antusiasnya saat mengikuti
pelajaran dan bertanya
16
- menjawab pertanyaan dengan mudah
- mengerjakan latihan dan tugas dengan semangat
- sedihapabilaguruterlambat masukmengajaratautidakmasuk
- memperkayabahandenganmeminjambukuterkaitpelajarandi
perpustakaan
- selalumembacabahanpelajaran walaudiluarjadwalpelajaran
E. Peran Guru dalam Meningkatkan
Minat Siswa dalam Pembelajaran
Seseorangakanberhasildalambelajar,jikapadadirinyasendiri ada
keinginanuntukbelajar(Sardiman,2012).Begitupentingnya minatbelajar
ini,maka guru perlu mewujudkan suasana
pembelajaran yang dapat merangsang minat siswa (Uno dan
Muhammad, 2011). Oleh sebab itu, guru perlu merancang sebuah
pembelajaran yang menarik,menyenangkan serta dapat mengaitkan
pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa sehinggapelajaranmenjadi
bermaknadanterasamanfaatnyaoleh siswa,semuaitudilakukandemi
memunculkanminatsiswa
terhadappelajaranyangakandipelajarinyadenganharapan mampu
meningkatkanaktifitasdanhasilbelajarsiswa.
Minatmerupakanfaktorpsikologisyangakanmempengaruhi belajar.
Minatyangdapatmenunjangbelajaradalahminatkepada bahan/mata
pelajarandankepadaguruyangmengajarnya.Apabila siswa tidak berminat
kepada bahan/mata pelajaran juga kepada gurunya,makasiswatidakakan
maubelajar.Olehkarenaitu,guru harus memberi motivasi agar siswa mau
belajar dan memperhatikan pelajaran.
Guruperlusekalimengenalminat-minatmuridnya,karenaitu
penting bagi guru untuk memilih bahan pelajaran, merencanakan
pengalaman-pengalamanbelajar,menuntunmerekakearah
pengetahuan, dan untuk mendorong motivasi belajar mereka
(Hamalik, 2008:105).
Hal yang harus dimiliki oleh seorang guru sebelum meningkatkan
minat siswa adalah meningkatkan minat dan antusias pada diri guru itu
sendiri. Menurut Hamalik (2008: 164), motivasi itu mudah sekali menjalar
atau tersebar kepada orang lain. Guru yang berminat tinggi dan antusias
akan menghasilkan muridmuridyangjugaberminattinggidanantusiaspula.
Demikian pula dengan murid yang antusias akan mendorongmotivasimurid-
17
murid lainnya.
F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Minat Belajar Siswa
Beberapa faktor dapat menjadi penyebab meningkat atau menurunnya
minat siswa terhadap pelajaran tertentuSiswa yang
berminat(sikapnyasenang)terhadapsuatupelajaranakantampak terdorong
terusuntuktekunbelajar,berbedasekalidengansiswa yangsikapnyahanya
menerima kepada pelajaran. Mereka hanya
tergerakuntukmaubelajartetapisulituntukbisaterustekunkarena tidak
memiliki faktorpendorongnya.
Minat juga sebagai salah satu faktor internal mempunyai
peranandalammenunjangprestasibelajarsiswa,siswayangtidak berminat
terhadapbahanpelajaranakanmenunjukkansikapyang
kurangsimpatik,malasdantidakbergairahmengikutiprosesbelajar mengajar.
Minatdapatmempengaruhikualitaspencapaianhasilbelajar siswa
dalam bidang-bidang studi tertent, diantaranya adalah:
1. Persepsi siswa terhadap pelajaran
Persepsi yang salah terhadap pelajaran akan membuat siswa malas
untukmempelajarisuatumateripelajaran.Sebagaicontoh: pandangan siswa
terhadap pelajaran matematika
sebagaimatapelajaranyangsulit,ataupelajaranIPSmerupakan pelajaran
yangmembosankantentunyaakanmenyebabkansiswa menjadimalasuntuk
mempelajaripelajaran-pelajarantersebut.
Sebaliknya,persepsipositifterhadapsuatupelajarandengan
menganggap pelajaran tertentu sebagai pelajaran yang
mengasyikkandanmenantangakanmembuatsiswamenjadi
bersemangat untuk lebih giat belajar.
2. Kondisi Fisik dan Psikis siswa
Kondisifisikataujasmanisiswasaatmengikutipembelajaran sangat
berpengaruhterhadapminatdanaktivitasbelajarnya.Faktor kesehatanbadan,
sepertikesehatanyang prima dantidakdalam
keadaan sakit atau lelah, akan sangat membantu dalam memusatkan
perhatian terhadap pelajaran.Tidak hanya kesehatan
fisik,namunjugapsikis.Banyaknyabebanpikirandanmasalahyang dihadapioleh
siswaakansangatmengganggukonsentrasidan
perhatian siswa saat mengikuti pembelajaran. Apalagi pada
18
beberapapelajaranyangmemerlukankegiatanmentalyangtinggi dan
menuntutbanyakperhatiandenganpikiranyangjernih.
3. Hubungan Guru dan Murid
Minat yang dapat menunjang belajar adalah minat kepada
bahan/matapelajarandankepadaguruyangmengajarnya(Sabri, 2007:84).
Apabilasiswatidakberminatkepadabahan/mata
pelajaran atau juga kepada gurunya, maka siswa tidak akan
bersemangatbelajar.Hubunganyangpositifantarasiswadanguru akan sangat
menentukan kelancaran komunikasi diantara keduanya. Saat siswa tidak menyukai
guru tertentu, secara tidak langsung siswa juga tidak akan menyukai pelajaran
yang disampaikan oleh gurutersebut.Sebaliknyasaatsiswamenyukaiguru
tertentu,juga akanmembuatsiswatertarikterhadapapayangdisampaikanoleh
guru saat belajardikelas.
4. Metode dan Gaya Mengajar Guru
Suasanabelajaryangditampilkanolehgurusaatmengajarakan
mempengaruhi mood peserta didik.
Suasana monoton dan membosankan akan membuat siswa tidak
bersemangat mengikuti pembelejaran, sebaliknya suasanya yang
menarik, menyenangkan dan bergairah akan meningkatkan aktifitas dan perhatian
siswa dalam proses pembelajaran. Menurut
Kartawidjaja (1987: 185),perasaan senang akan menimbulkan sikap positifdanakan
menumbuhkanminat,sebaliknyaperasaantidak senangakanmenimbulkansikap
negatifdantidakmenumbuhkan minat.
5. Keterkaitan Materi Pelajaran dengan Kehidupan Siswa
Selainhal-halyangmenarikdanmenyenangkan,minatjuga
berhubungan dengan kepentingan atau kebutuhan seseorang
terhadapsesuatu.Olehsebabitu,keterkaitanmateripelajaran terhadap
kebutuhan dan kehidupan sehari-hari siswa akan
mempengaruhiperhatiandanminatsiswauntukmempelajarinya. Setiapguru
hendaklahmampumembawapelajaranyangdiajarkan dekatdengan
kehidupansehari-haridenganmenggunakancontoh nyatadalamkehidupan.
Dapatjugagurumenggunakanfenomena kehidupanyangada,kemudian
membahasnyadarisudutpandang pelajaran yang akandipelajari.
6. Reinforcement (penguatan)
Setiaporangselalumembutuhkandorongandanpenguatan untuk
terus berprestasi. Minat dan motivasi bisasaja menurun
padakondisi-kondisitertentu.Kemampuanseoranggurudalam
memberikanpenguatansaatmotivasisiswamenurunakan
19
mempengaruhi“stamina”siswauntukterusberusahadan
berprestasi. Sebaliknya, prestasi sekecil apapun perlu diberikan apresiasi
yangpositifsebagaibentukpenghargaanatasusahayang telah dilakukan oleh
peserta didik. Setiap siswa memiliki kecepatan belajaryangberbeda-beda
antarasatudenganlainnya,dengan
demikiankemajuanbelajarsiswapunakanberbeda-beda.Apresiasi terhadap
kemajuan belajar setiap siswa walaupun terjadi sedikit
kemajuan,akanmemperbesarenergimotivasidalamdirisiswa untuk
semakin meningkatkan prestasi belajarnya.
20
BAB 3
TEORI BELAJAR
BEHAVLORISTIC
A. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku
sebagaiakibatdariadanyainteraksiantarastimulusdan respon.Dengankata
lain,belajarmerupakanbentukperubahan yangdialamisiswadalamhal
kemampuannyauntukbertingkahlaku dengancarayangbarusebagaihasil
interaksiantarastimulusdan respon.Seseorangdianggaptelahbelajar
sesuatujikaiadapat menunjukkanperubahantingkahlakunya.Sebagaicontoh,
siswa
belumdapatberhitungperkalian.Walaupuniasudahberusahagiat dan
gurunyasudah mengajarkan dengan tekun, namunjika anak
tersebutbelumdapatmempraktekkanperhitunganperkalian,maka iabelum
dianggapbelajar.Karenaiabelumdapatmenunjukkan
perubahan perilaku sebagai hasil belajar.
Teori ini mengutamakan pengukuran sebab pengukuran
merupakansuatuhalyangpentinguntukmelihatterjaditidaknya perubahan
tingkahlakutersebut.Faktorlainyangjugadianggap pentingolehaliran
behavioristikadalahfaktorpenguatan
(reinforcement). Penguatan adalah apa saja yang dapat
meemperkuattimbulnyarespons.Bilapenguatanditambahkan
(positivereinforcement),makaresponakansemakinkuat.Begitu jugabila
penguatandikurangi(negativereinforcement),maka responpunakantetap
dikuatkan.Jadi,penguatanmerupakansuatu bentukstimulus,yangpenting
diberikan(ditambahkan)atau
dihilangkan (dikurangi) untuk memungkinkan terjadinya respon yang
positif.Pembelajaranyangdirancangdanberpijakpadateori behavioristik
memandang pengetahuan adalah objektif, pasti, dan tetap(tidakberubah)
sehinggateoribehavioristikdianggapmasih relevan.
21
Prinsip Teori Belajar Behavioristik
1. Apabilaseseorangsudahmampumenunjukkanperubahan
perilaku, maka dikatakan sudah belajar. Artinya, kegiatan belajar yang tidak
membawaperubahanperilakutidakdianggapbelajar menurut teori ini.
2. Halyang paling penting padateoriiniadalahstimulus dan respon
karenabisadiamati.Hal-halselainstimulusdanrespon tidakdianggap
penting karenatidak bisadiamati.
3. Adanya penguatan (reinforcement), yaitu hal-hal yang bisa
memperkuatrespon.Penguatanbisaberupapenguatan positifdan negatif.
Teoribelajarinimencakup,antaralain:
1.Ketetapan Kesiapan
Hukum kesiapan berarti bahwa kegiatan pembelajaran akan memberikan
hasil yang diinginkan jika ada kesiapan, baik kesiapan oleh pendidik maupun
peserta didik.
2. Ketetapan Latihan
Hukum latihan memiliki arti bahwa semakin banyak latihan, semakin besar
peluang untuk berhasil. Artinya, kegiatan
pembelajaran akan berhasil jika peserta didik dibiasakan untuk latihan secara
kontinu dan terukur.
3. Ketetapan efek
Hukumefekberartibahwaefekyangdirasakanolehpesertadidik setelah
belajarakanmemotivasidirinyauntukterusbelajar.
Contohnya,seorangpesertadidikmendapatkanhadiahberupa buku
paket Matematika karena berhasil mendapatkan nilai sempurnadiujian
tulisMatematika.Efekyangdirasakanadalah
banggadanbahagia.Efekitudiharapkanbisamemotivasipeserta didik
tersebut untuk terus belajar.
4. Ketetapan Sikap
Ketetapan sikap berarti sikap yang terbentuk setelah melakukan
pembelajaran. Perubahan sikap dipengaruhi oleh hal-hal yang ia dapatkan
selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Ciri-ciri Teori BelajarBehaviostik
1. Mengutamakan pengaruhlingkungan.
2. Hasilpembelajaranfokuspadaterbentuknyaperilakuyang
diinginkan.
3. Mementingkan pembentukan reaksi atau respon.
4. Bersifat mekanistis atau dilakukan dengan mekanis tertentu, misalnya
22
meminta maaf.
5. Menganggaplatihanituadalahhalyangpentingdalamproses
pembelajaran.
B. Teori Belajar Menurut Edward
Lee Thorndike
Menurut Thorndike belajar adalah proses interaksi antara stimulus
dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya
kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat
ditangkap melalui alat indera.
Sedangkanresponyaitureaksiyangdimunculkanpesertadidik ketika
belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan,
gerakan/tindakan. Thorndike dalam teori belajarnya
mengungkapkanbahwasetiaptingkahlakumakhlukhidupitu
merupakan hubungan antara stimulus dan respon. Teori
Thorndike ini disebut dengan Teori Connectionisme. Belajar adalah
pembentukan hubungan stimulus dan responsebanyak- banyaknya.
Dengan adanya stimulus diharapkan akan timbul responyangmaksimal.
Teoriiniseringjugadisebutdenganteori ‘trialanderror’.Dalamteoriini
orangyangbisamenguasai
hubunganstimulusdanresponsebanyak-banyaknyamakadapat dikatakan
oranginimerupakanorangyangberhasildalambelajar. Adapun cara untuk
membentuk hubungan stimulus dan respon ini dilakukan secaraberulang.
MenurutThorndiketeori‘trialdanerror’berlakubagisemua orang dan
apabila seseorang dihadapkan dengan keadaan atau situasiyangbarumaka
secaraotomatisakanmemberikanrespon atautindakan-tindakanyang
bersifat coba-coba atau bisa juga
berdasarkannalurikarenapadadasarnyadisetiapstimulusitu pasti
ditemuirespon.Jadidalamteoriinipengulangan-
pengulanganresponatautindakandalammenanggapistimulus atau
stimulusbaruitusangatpentingsehinggaseseorangatau organisme
mampu menemukan tindakan yang tepat dan
dilakukansecaraterus-menerusagarlebihtajamdantidakterjadi
kemundurandalamtindakanatauresponterhadapstimulus.
1Ketetapan Pokok Belajar Menurut Thorndike a).
KetetapanKesiapan(Lawofreadiness)
Dalam belajar seseorang harus dalam keadaan siap dalam artian memiliki
23
keadaanyangbaikdanpersiapan,baikfisikmaupun
psikis. Siap fisik artinya seseorang tidak dalam keadaan sakit, yang bisa
mengganggu kualitas konsentrasi. Adapun contoh dari siap
psikis adalah seseorang yang jiwanya tidak lagi terganggu, seperti sakit jiwa
danlain-lain.Disampingseseorangharussiapfisikdan psikis,seseorangjuga
harusmemilikikematangandalam
penguasaan pengetahuan serta kecakapan-kecakapan yang
mendasarinya. Menurut Thorndike ada tiga keadaan yang
menunjukkan berlakunya hukum ini, yaitu:
Bila pada organisme memiliki kesiapan untuk bertindak atau
berperilaku, dan bila organisme itu dapat melakukan kesiapan tersebut,
makaorganismeakanmengalamikepuasan.
Bila pada organisme ada kesiapan untuk bertindak atau
berperilaku, dan organisme tersebut tidak dapat melaksanakan
kesiapan tersebut, maka organisme akan mengalami kekecewaan.
Bila pada organisme tidak ada persiapan untuk bertindak dan organisme
itu dipaksa untuk melakukannya maka hal tersebut akan menimbulkan
keadaan yang tidak memuaskan.
Di samping hukum-hukum belajar seperti yang telah dikemukakan di atas,
konsep penting dari teori belajar koneksionisme Thorndike adalah yang
dinamakan transfer of training.
Konsepinimenjelaskanbahwaapayangpernahdipelajariolehanak sekarang
harusdapatdigunakan untukhallaindimasayang akan
datang.Dalamkontekspembelajarankonseptransferoftraining merupakan
halyangsangatpenting,sebabseandainyakonsepini tidakada,makaapayang
akan dipelajari tidak akan bermakna.
b). Ketetapan Latihan (Law of Exercise)
Untukmenghasilkantindakanyangcocokdanmemuaskanguna merespon
suatustimulus makaseseorangharus mengadakan
percobaandanlatihanyangberulang-ulang,adapunlatihanatau
pengulanganperilaku yangcocokdantelahditemukan dalam
belajar, maka ini merupakan bentuk peningkatan eksistensi dari
perilakuyangcocoktersebut(LawofUse).Dalamsuatuteknikagar seseorang
dapat mentransfer pesan yang telah ia dapat dari sort
time memory ke long time memory ini dibutuhkan pengulangan
sebanyak-banyaknya dengan harapan pesan yang telah didapat tidak
mudah hilang dari benaknya.
24
c). Ketetapan Akibat (Law of Effect)
KetetapanakibatThorndikemengemukakanjikasuatutindakan diikutioleh
suatuperubahanyangmemuaskandalamlingkungan, kemungkinantindakan
itudiulangidalamsituasiyangmiripakan meningkat.Akantetapi,bilasuatu
perilakudiikutiolehsuatu
perubahanyangtidakmemuaskandalamlingkungan,kemungkinan perilakuitu
diulangiakanmenurun.Jadikonsekuensiperilaku seseorang pada suatu
waktu memegang peranan penting dalam menentukan perilaku orang itu
selanjutnya. Menurut Thorndike yanglebihmemegangperananadalah
pemberianrewardsehingga inilahyanglebihdianjurkan.TeoriThorndikeini
biasanyajuga
disebut teori koneksionisme karena dalam hukum belajarnya ada “Law of
Effect” yang mana di sini terjadi hubungan antara tingkah laku atau respon
yang dipengaruhi oleh stimulus dan situasi, dan tingkah laku tersebut
mendatangkan hasilnya (effect).
2. Implikasi Teori Thorndike dalam Pembelajaran
Implikasi teori belajar thorndike dalam proses pembelajaran baik
digunakan disetiap jenjang pendidikan, mulai dari jenjang
pedidikan awal hingga lanjut. Konsep yang diterapkan dalam teori belajar
Thorndike yaitu konsep mencoba dan mengulang, dimana siswa mencoba
berlatihsoalsecaraberulang-ulang.Prinsipdalam
teoribelajarThorndikeadalahsiswamampumemecahkanmasalah. Penerapan
teori belajar Thorndike bisa digunakan tidak hanya di sekolahsaja,konsepini
bisa diterapkan di rumah. Dalam
pembelajaran di sekolah umumnya, guru mengejar sub bahasan yangingin
dicapaiuntukmemenuhistandarkompetensitanpa memikirkanapakah
siswapahamdanbisa.Olehkarenaitu,siswa dapatbelajardirumahdengan
menerapkanteoribelajarThorndike supaya bisa menambah pemahaman.
Dalam penerapan teori belajar Thorndike ada beberapa
keunggulan, yaitu:
TeoriiniseringjugadisebutdenganTeoriTrialandError.Dalam teori ini
orang bisa menguasai hubungan stimulus dan respon sebanyak-
banyaknyasehinggaorangakanterbiasaberpikirdan terbiasa
mengembangkanpikirannya.
Seringmelakukanpengulangandalammemecahkansuatu
permasalahan,anakdidiktentuakanmemilikisebuah
pengalamanyangberharga.Selainitudenganadanyasistem
pemberianhadiah,akanmembuatanakdidiksenantiasa memiliki
25
kemauandalammemecahkanpermasalahanyang dihadapinya.
Tidakhanyakeunggulan,dalamteoriiniadabeberapakelemahan yaitu :
Terlalu memandang manusia sebagai mekanismus dan otomatisme
belakadisamakandenganhewan.Meskipunbanyak tingkahlakumanusia
yangotomatis,tetapitidakselalutingkah lakumanusiaitudapat
dipengaruhisecaratrialanderror.Trial and error tidak berlaku mutlak
bagi manusia.
Memandang belajar hanya merupakan asosiasi belaka antara
stimulus dan respon. Sehingga yang dipentingkan dalam belajar ialah
memperkuat asosiasi tersebut dengan latihan-latihan, atau ulangan-
ulangan yangterus-menerus.
Karena belajar berlangsung secara mekanistis, maka pengertian tidak
dipandangnya sebagai suatu yang pokok dalam belajar.
Mereka mengabaikan pengertian sebagai unsur yang pokok dalam
belajar.
C. Teori Belajar Menurut John Broades
Watson
JohnWatsondikenalsebagaipendirialiranbehaviorismediAmerika Serikat.
Karyanya yang paling dikenal adalah “Psychology as the BehaviouristViewIt”
(1913).MenurutWatsondalambeberapa
karyanya,psikologiharuslahmenjadiilmuyangobjektif,olehkarena ituiatidak
mengakuiadanyakesadaranyanghanyaditelitimelalui metodeintrospeksi.
Watsonjugaberpendapatbahwapsikologiharus dipelajarisepertiorang
mempelajari ilmu pasti atau ilmu alam. Oleh
karenaitu,psikologiharusdibatasidenganketatpadapenyelidikan- penyelidikan
tentangtingkahlaku yang nyata saja.
1. Teori dan Konsep Behaviorisme dariWatson
Teori belajar S-R (stimulus – respon) yang langsung ini disebut
behaviorismemenurutWatson.Teoriperubahanperilaku(belajar) dalam
kelompok behaviorisme ini memandang manusia sebagai
produklingkungan.Segalaperilakumanusiasebagianbesarakibat pengaruh
lingkungansekitarnya.Lingkunganlahyangmembentuk kepribadian
26
manusia. Behaviorisme tidak bermaksud mempermasalahkannorma-
normapadamanusia.Apakahseorang manusiatergolongbaik,tidakbaik,
emosional,rasional,ataupun irasional. Di sini hanya dibicarakan bahwa
perilaku manusia itu sebagaiakibatberinteraksidenganlingkungan,danpola
interaksi
tersebut harus bisa diamati dari luar.
SyaratterjadinyaprosesbelajardalampolahubunganS-R,antara lain:
1. Dorongan, adalah suatu keinginan dalam diri seseorang untuk memenuhi
kebutuhanyangsedang dirasakannya. Unsurdorongan iniadapadasetiap
orang,meskipunkadarnyatidaksama,adayang kuatmenggebu,adayanglemah
tidakterlalupeduliakanterpenuhi atau tidaknya.
2. Rangsangan atau stimulus. Unsur ini datang dari luar diri individu.
Contohrangsanganantaralainadalahbaumasakanyang lezat, diskon besar-
besaran, dan lainsebagainya.
3. Respons. Reaksi-reaksi dari seseorang akibat dari adanya
rangsangan dari luar inilah yang disebut dengan respons dalam
duniateoribelajarini.Responsadayangpositif,danadapulayang negatif.Yang
positifdisebabkanolehadanyaketepatanseseorang melakukanrespons
terhadapstimulusyangada,dantentunyayang sesuai dengan yang
diharapkan. Sedangkan yang negatif adalah apabilaseseorangmemberi
reaksijustrusebaliknyadariyang
diharapkan oleh pemberi rangsangan.
4. Penguatan (reinforcement). Unsur ini datangnya dari pihak luar, ditujukan
kepada orang yang sedang merespons. Apabila respons telah benar, maka
diberi penguatan agar individu tersebut merasa adanya kebutuhan untuk
melakukanresponssepertitadilagi.
Adatigakelompokmodelbelajaryangsesuaidenganteori belajar
behaviorismeini,yaituyangmenurutnamanyadisebut
sebagaihubunganstimulus-respons(S-Rbond),pembiasaantanpa penguatan
(conditioningwithnoreinforcement),danpembiasaan denganpenguatan
(conditioningthroughreinforcemant).Adasatu lagi teori belajar yang masih
menganut paham behaviorisme ini adalahteori belajar sosial dari
Bandura.
27
D. Teori Belajar Clark Leonard
Hull
Hullmendasarkanteoribelajarpadatingkahlakuyangdiselidiki dengan
hubungan perkuatan S-R menggunakan metode matematika,
deduktif, dan dapat diuji keabsahannya. Hull menyusundefinisiteori
belajarkedalambeberapahalyaitu
kebutuhanadalahkeadaanorganismemenyimpangdarikondisi biologis
optimum pada umumnya bertujuan untuk melangsungkanhidupnya,
Apabilakebutuhanorganismemuncul makaorganisme bertindak
memenuhikebutuhannya. Teoriini
dikenaldenganneedreductiontheory(reduksikebutuhan).Teori Hull
dikenal adanya drive (pengertian dorongan) yang
didefinisikan sebagai kekosongan ganda organisme sehingga mendorong
berbuatsesuatu.Misalnyadoronganbelajar,makan, tidur,dansebagainya.
Dorongansemacaminidisebutmotif,Hull jugamengemukakan
reinforcement(penguatan)berupahadiah, yaitusesuatuyangdapat
mengurangi ketegangan kebutuhan.
BelajarmenurutHulldipengaruhiolehfaktorjumlahwaktu, responkhusus
yangdapatterjadidisebabkanadanyakontigu
denganperkuatanberupahadiah.Hullyakinbahwatingkahlaku individu
bersumber dari kebutuhan yang merupakan tuntutan
hidup, sedangkan penguatan merupakan hadiah yang berperan sebagai
suatu stimulus yang mampu mengubah kemungkinan R dan S tertentu
yang disertakan kontigu
2. Prinsip-prinsip Teori BelajarClark
Prinsip-prinsip Utama Teori Belajar Clark Leonard Hull, yaitu :
a. Reinforcementadalahfaktorpentingdalambelajaryangharus ada.
Namun fungsi reinforcement bagi Hull lebih sebagai drive reduction
daripada satisfiedfactor.
b. DalammempelajarihubunganS-Ryangperludikajiadalah
peranandariinterveningvariableatauyangjugadikenalsebagai unsur O
(organisme). Faktor O adalah kondisi internal dan sesuatu yang
disimpulkan(inferred),
efeknyadapatdilihatpadafaktorRyangberupaoutput.Karena pandangan
iniClarkdikritikkarenabukanbehaviorismesejati.
28
c. Proses belajar baru terjadi setelah keseimbangan biologis terjadi.
Di sini tampak pengaruh teori Darwin yang mementingkan
adaptasi biologis organisme.
Prinsip-prinsip Drive Reduction Theory yaitu :
1. Dorongan,merupakanhalyangpenting agarterjadirespon (siswa
harus memiliki keinginan untuk belajar).
2. Stimulusdanresponsharusdapatdiketahuiolehorganisme agar
pembiasaandapatterjadi(siswaharusmempunyai
perhatian).
3. Responsharusdibuatagarterjadipembiasaan(siswaharus aktif).
4. Pembiasaan hanya terjadi jika reinforcement dapat
memenuhi kebutuhan(belajar barus dapat memenuhi
keinginan siswa).
Secara teoritis, kerangka teori Hull berisi postulat-postulat yang
dinyatakan dalam bentuk matematik, yaitu :
1. Organismememilikisebuahhierarkikebutuhanyangmuncul karena
adanya stimulation atau dorongan.
2. Kebiasaan yang kuat meningkatkan aktivitas yang diasosiakan dengan
reinforcement primer maupun sekunder.
3. Stimulusdiasosiasikandenganpenghentiansebuahrespons menjadi
penghalang yang dikondisikan.
4. Lebihefektifreaksipotensimelampaireaksiminimalkbih pendek
terjadinyapenundaanrespons(latencyrespons).
E. Teori Belajar Menurut Edwin
Guthrie
AzasbelajarGuthrieyangutamaadalahhukumkontiguiti.Yaitu gabungan
stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada
waktutimbulkembalicenderungakandiikutiolehgerakanyang sama.
Hukumkontiguitiadalahsatuprinsipasosionismeyaitu respon atas suatu
situasi cendrung diulang, bilamana individu menghadapisuatukasusyang
sama.KunciteoriGuthrieterletak padaprinsiptunggalbahwakontiguitas
merupakanfondasi
pembelajaran. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulusdan
29
responuntukmenjelaskanterjadinyaprosesbelajar. Belajarterjadikarena
gerakanterakhiryangdilakukanmengubah situasistimulussedangkantidak
adaresponlainyangdapat
terjadi.Penguatansekedarhanyamelindungihasilbelajaryang baruagar
tidakhilangdenganjalanmencegahperolehanrespon yang baru.
Hubunganantarastimulusdanresponbersifatsementara,oleh karenaitu
dalamkegiatanbelajarpesertadidikperluseringdiberi stimulus agar
hubunganstimulusdanresponbersifatlebihkuat dan menetapdankarena
itupula diperlukanpemberian stimulus yangseringagarhubunganitu
menjadilebihlanggeng.Selainitu,
suaturesponakanlebihkuat(danbahkanmenjadikebiasaan)bila respon
tersebut berhubungan denganberbagai macamstimulus.
Meskipun Guthrie menekankan keyakinannya pada hukum
kontiguitas di sepanjang karirnya, dia menganggap akan keliru jika kita
menganggap asosiasi yang dipelajari sebagaian hanya asosiasi antara stimuli
lingkungan dengan prilaku nyata. Misalnya, kejadian dilingkungandan
responsnyaterkadangdipisahkanolehsatu intervalwaktu,dankarenanya
sulituntukmenganggapkeduanya sebagaikejadianyangbersamaan.Guthrie
selanjutnyamengatasi problem tersebut dengan mengemukakan adanya
movement- productstimuli(stimuliyangdihasilkanolehgerakan),yakni
disebabkan oleh gerakan tubuh, antara lain :
2. Hukuman menurut Guthrie
Teori Pembelajaran Menurut Edwin Ray Guthrie percaya bahwa
hukuman (punishment) memegang peranan penting dalamproses belajar.
Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah
tingkah laku seseorang. Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat
mengasosiasi stimulus respon secara tepat.Pebelajarharusdibimbing
melakukanapayangharus
dipelajari.Hukumanyang diberikandalamprosespembelajaran harus
sesuaidenganasumsidanideologiyangadadalamdiri
siswa.Menurutnya suatu hukuman yang diberikan padasaat yang tepat,akan
mampumengubahkebiasaanseseorang.Menurut
Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar.
Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat
dengan Guthrie yaitu:
1. Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat
sementara.
2. Dampakpsikologisyangburukmungkinakanterkondisi
30
(menjadibagiandarijiwasiterhukum)bilahukuman
berlangsung lama.
3. Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain
(meskipunsalahdanburuk)agariaterbebasdari
hukuman. Dengan kata lain, hukuman dapat mendorong si
terhukum melakukan hal-hal lain yangkadangkala lebih buruk daripada
kesalahan yang diperbuatnya. Skinner lebih percaya mulus) agar respon
yang muncul berbeda dengan respon yang sudahada,sedangkan
penguatnegatif(sebagaistimulus)harus dikurangiagarresponyangsama
menjadisemakinkuat.
3. Dorongan Menurut Guthrie
Teori Pembelajaran Menurut Edwin Ray Guthrie – Drives
(dorongan) fisiologis merupakan apa yang oleh Guthrie dikatakan
maintainingstimuli(stimuliyangmempertahankan)yangmenjaga organisme
tetap aktif sampai tujuan tercapai. Misalnya, rasa lapar menghasilkan stimuli
internal yang terus ada sampai makanan
dikonsumsi. Ketika makan diperoleh, maintaining stimuli akan
hilang, dan karenanya kondisi yang menstimulasi telah berubah.
4. Lupa Menurut Guthrie
MenurutGuthrie,lupadisebabkanolehmunculnyarespons alternatif
dalam satu pola stimulus. Setelah pola stimulus menghasilkanrespons
alternatif,polastimulusitukemudianakan cenderungmenghasilkanrespons
baru.JadimenurutGuthrie,lupa pastimelibatkanprosesbelajarbaru.Iniadalah
bentukretroactive inhibition(hambatanretroaktif)yangekstrem,yaknifakta
bahwa
prosesbelajarlamadiintervensiolehprosesbelajarbaru.Guthrie menerima
bentuk hambatan retroaktif ektrim ini. Pendapatnya adalahbahwa
setiapkalimempelajarihalyangbaru,makaproses itu akan
menghambat sesuatu yang lama. Dengan kata lain, lupa disebabkan
oleh intervensi. Tak ada intervensi, maka lupa tidak akan terjadi.
5. Transfer Training Menurut Guthrie
SaranGuthrieadalahselalumempraktikkanperilakuyangpersis
sama yang akan diminta kita lakukan nanti. Selain itu, kita harus
melatihnyadalamkondisiyangpersissamadengankondisiketika nanti
kita diuji.
31
F. Teori Belajar Menurut
Burrhusm Frederic Skinner
Teori Burhus Frederic Skinner menekankan pada perubahan
perilaku yang dapat diamati dengan mengabaikan kemungkinan yang
terjadi dalam proses berpikir pada otak seseorang. Menurut Skinner,
hubungan antarastimulusdanrespon yang terjadi melalui interaksi
dalamlingkungannyaakanmenimbulkanperubahan
tingkah laku.
Skinner memulai penemuan teori belajarnya ini dengan sebuah
kepercayaanbahwaprinsip-prinsipClassicConditioning(suatu
respon diperoleh dari sebuah organisme dengan stimulus yang
spesifik dan dapat diidentifikasi atau ditimbulkan oleh stimuli yang tidak
terkondisi.
Skinner membuat eksperimen, yaitu dengan memasukkan seekor
tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut ―Skinner Box‖ yang
sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol,
penampung makanan. Karena dorongan lapar tikus berusaha
keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana
kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, dan
makanan keluar.
Eksperimen yang dilakukan Skinner terhadap tikus
menghasilkan ketetapan belajar, diantaranya:
6. Law Of Operant Conditing yaitu jika timbulnya perilaku diiringi
dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut
akan meningkat.
7. Law Of Operant Extinction yaitu jika timbulnya peilaku telah
diperkuat melalui proses pengkondisian tidak diiringi stimulus
penguat, Makakekuatan perilakutersebut akanmenurun
bahkan musnah.
Dalam teori Skinner terdapat 2 macam bentuk penguatan, yaitu:
1. Penguatan Positif
Penguatan dapat dianggap sebagai stimulus positif, jika
penguatan tersebut seiring dengan meningkatnya peilaku siswa
dalam melakukan pengulangan perilakunya itu. Contoh penguatan
postifdiantaranyaadalahpujianyangdiberikankepadasiswa, sikap
guru yang menunjukkan rasa gembira pada saat siswa bisa
menjawab dengan benar. Penguatan positif akan berbekas pada
diri siswa. Tanggapan yang dihargai akan cenderung diulangi.
32
Mereka yang mendapat pujian setelah berhasil menyelesaikan
tugas atau menjawab pertanyaan dengan benar biasanya akan
berusaha memenuhi tugas berikutnya dengan penuh semangat.
2. Penguatan Negatif
Penguatan negative adalah bentuk stimulus yang lahir akibat dari
respon siswa yang kurang atau tidak diharapkan. Tanggapan yang
memungkinkan terjadinya keadaan untuk meloloskan diri dari hal
yang tidak diinginkan atau ketidaknyamanan cenderung akan
diulangi. Penguatan negative itu dapat berupa teguran, peringatan
atau sangsi.
Aplikasi Teori Skinner terhadap pembelajaran, antara lain:
1.) Bahan yang dipelajari di analisis sampai pada unit-unit secara
organis.
2.) Hasil belajar harus segara diberitahukan kepada siswa, jika
salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.
3.)Prosesbelajarharusmengikutiiramadariyangbelajar. 4.)
Materi pelajaran digunakan system modul.
5.) Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.
6.)Dalam Pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan
untuk menghindari pelanggaran agar tidak adanya hukuman.
G. Aplikasi Teori
Behavioristik dalam
Kegiatan Pembelajaran
1. Prinsip Teori Belajar Behavior
Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap
arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan
pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik.Aliran
behavioristik ini menekankan pada perilaku yang tampak sebagai hasil
belajar. Adapun unsur-unsur yang sangat penting dalam teori
behavioristik ini antara lain: (1) Hubungan stimulus respon. (2)
Individu atau siswa pasif. (3) Perilaku sebagai hasil belajar yang
tampak. (4) Pembentukan perilaku (shaping) dengan penataan
kondisi secara ketat. (5) Reinforcement dan hukuman. Menurut
Mukinan(1997:23), prinsipteoribehavior, antaralain:
1. Belajar adalah perubahan tingkah laku tertentu. Teori ini
beranggapanbahwayangdinamakanbelajarjikayang
33
bersangkutan dapat menunjukkan perubahan tingkah laku
tertentu.
2. Mementingkan adanya stimulus dan respon. Teori ini
beranggapan bahwa yang terpenting dalam belajar adalah
adanya stimulus dan respon, sebab inilah yang dapat diamati,
sedangkan apa yang terjadi di antaranya dianggap tidak penting
karena tidak dapatdiamati.
3. Memerlukan reinforcement. Yakni apa saja yang dapat
menguatkan timbulnya respon, merupakan faktor penting dalam
belajar.Responsemakinkuatapabilareinforcement(baikpositif
maupun negatif) ditambah.
2.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Teori
Behavioristik
Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari
beberapa hal, seperti:
1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada
penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagai aktivitas
―mimetic‖, yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali
pengetahuan yang sudah dipelajari dalam laporan, kuis, atau tes.
2. Sifat Materi Pelajaran
Pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan pada teori
behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah objektif, pasif, tetap,
dan tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi dan teratur,
sehinggapebelajar atauorangyangbelajarharus
dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih
dahulu secara ketat.
3. Karakteristik Pebelajar (Peserta Didik)
Untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran, guru perlu menyiapkan dua
hal,sebagaiberikut:(1)Menganalisiskemampuanawaldan
karakteristik siswa sebagai subjek yang akan diharapkan mampu
memiliki jumlah kompetensi sebagaimana yang telah ditetapkan
dalam standar kompetensi dasar. (2) Merencanakan materi
pembelajsrsn yang akan dibelajarkan oleh guru benar-benar sesuai
denganyangdiharapkandankondisisiswa,sehinggagurutidakakan over-
estimate dan under-estimate terhadap siswa.
4. Media Serta FasilitasPembelajaran.
Pembelajaran mengikutiurutan kurikulum secara ketat,sehingga
aktivitasbelajarlebihbanyakdidasarkanpadabuku/teksbukuwajib
dengan penekanan pada keterampilan mengungkapkan kembali isi
34
buku/teks wajib tersebut.
3. Implikasi Teori Belajar Behavioristik
Implikasi teori belajar behavioristik terhadap pembelajaran, sebagai
berikut:
Sistem Pembelajaran Bersifat Otomatis-Mekanis
Dalamhalpembelajaran,pebelajardianggapsebagai objekpasif yang
selalumembutuhkan motivasidanpenguatan daripendidik.
Olehkarenaiu,parapendidikmengembangkankurikulumyang
terstuktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam
prosespembelajaran.Siswadiharapkanakanmemilikipemahaman yang
samaterhadappengetahuanyangdiajarkan.Artinya,apayang dipahami
oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.Fungsi
mind ataupikiranadalahuntukmenjiplakstruktur
pengetahuan yang sudah ada melalui proses berpikir yang dapat
dianalisisdandipilah,sehinggamaknayangdihasilkandariproses
berpikirseperti ini ditentukan olehkarakteristik struktur
pengetahuan tersebut. Akibatnya, pebelajar kurang mampu untuk
berkreasi, bereksperimen, dan mengembangkan kemampuannya
sendiri.
Ketaatan Dipandang Sebagai Penentu Keberhasilan Belajar Karena
teori behavioristik memandang bahwa sebagai sesuatu
yang ada di dunia nyata telah tersetruktur rapi dan teratur, maka siswa
atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan- aturan
yangjelas danditetapkanlebih dulusecara ketat.
Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar,
sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan
disiplin.Sehinggasistemkontrolbelajarharusdipegangoleh sistem
yang berada di luar diri siswa.
Adanya Istilah Hukuman dan Hadiah
Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan
pengetahuandikategorikansebagaikesalahanyangperludihukum dan
keberhasilan belajarataukemampuandikategorikansebagai bentuk
perilaku yang pantas diberi hadiah.
Adanya evaluasi.
Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah,
dan biasanya menggunakan paper and pencil test.
Evaluasi hasil belajar menuntut satu jawaban benar. Maksudnya,
bila siswa menjawab secara ―benar‖ sesuai dengan keinginan guru, halini
menunjukkanbahwasiswatelahmenyelesaikantugas
35
belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagai bagian yang
terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan
setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan
evaluasi pada kemampuan siswa secara individual.
Sedangkan langkah umum yang dapat dilakukan guru dalam
menerapkan teori behaviorisme dalam proses pembelajaran
adalah:
1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran.
2. Melakukan analisis pembelajaran.
3. Mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal
pembelajar.
4. Menentukan indikator-indikator keberhasilan belajar.
5. Mengembangkan bahan ajar (pokok bahasan, topik,danlain-
lain).
6. Mengembangkan strategi pembelajaran (kegiatan, metode,
media dan waktu).
7. Mengamati stimulus yang mungkin dapat diberikan (latihan,
tugas, tes dansejenisnya).
8. Mengamati dan menganalisis respons pembelajar.
4. Contoh Penerapan Teori Behavioristik
1. Penyelenggaraan Pendidikan Dari Tingkat Dini Hingga
Perguruan Tinggi.
Aplikasi teori belajar behavioristik sangat cocok untuk perolehan
kemampaun yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang
mengandung unsur-unsur seperti: Kecepatan, spontanitas,
kelenturan, reflek, daya tahan dan sebagainya sehingga model
yang paling cocok adalah Drill dan Practice, contohnya:
dimanfaatkan di pendidikan anak usia dini, TK untuk melatih
kebiasaan baik, karena anak-anak sangat mudah meniru
perilaku yang ada dilingkungannya dan sangat suka dengan
pujian dan penghargaan. Sedangkan untuk pendidikan
menengah dan pendidikan tinggi teori behavioristik ini banyak
digunakan antara lain untuk melatih percakapan bahasa asing,
mengetik, menari, menggunakan komputer, berenang, olahraga dan
sebagainya.
2. Berkembang Pada Pembelajaran dengan Powerpoint dan
36
Multimedia.
Dalam pembelajaran dengan powerpoint, pembelajaran
cenderung terjadi satu arah. Materi disampaikan dalam bentuk
powerpoint yang telah disusun secara rinci. Sementara itu pada
pembelajaran dengan multimedia, siswa diharapkan memiliki
pemahaman yang sama dengan pengembang, materi disusun
dengan perencanaan yang rinci dan ketat dengan urutan yang
jelas,latihanyangdiberikanpuncenderungmemilikisatu
jawaban benar.
37
BAB 4
TEORI
KOGNITIF
A.Pengertian kognitif
Kognitif adalah semua aktivitas mental yang membuat suatu individu
mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu
peristiwa, sehingga individu tersebut mendapatkanpengetahuan
setelahnya. Kognitif ini erat sekali
dengan tingkat kecerdasan seseorang. Contoh kognitif bisa
ditunjukkanketikaseseorangsedangbelajar,membangunsebuah ide,
dan memecahkanmasalah.
Pengertian kognitif menurut para ahli
- Menurut Williams dan Susanto, yaitu cara individu bertingkah laku,
bertindak, dan cepat lambatnya individu saat memecahkan masalah
yang sedangdihadapi.
- MenurutNeisser, yaitu perolehan, penataan, dan penggunaan
pengetahuan.
- Menurut Gagne, yaitu proses internal yang terjadi di dalam pusat
susunan saraf ketika manusia sedang berpikir.
- MenurutDrever, yaituistilahumumyangmelingkupi metode
pemahaman, yakni persepsi, penilaian, penalaran, imajinasi, dan
penangkapan makna.
- Menurut Piaget, yaitu bagaimana anak beradaptasi dan
menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian di sekitarnya
B.Fungsi kognitif
Fungsi kognitif adalah sebuah proses mental dalam menyeleksi,
menyimpan, memproses, dan mengembangkan informasi yang
diterimadaristimulasiluar.Terdapatbeberapajenisfungsikognitifd ota
38
Namunperludiingat,untukberaktivitasnormal,berbagaifungsi tersebut
salingberhubungansatusamalain,sehinggatidakbisa dipisahkan.
Fungsi kognitif membuat kita mampu memahami dan
berinteraksi baik dengan orang lain. Berikut ini beberapa fungsi
kognitif yang perlu Anda tahu:
1. Perhatian
Secara sederhana, perhatian berfungsi untuk menyeleksi
rangsanganyangakanjadi fokusperhatiandandiabaikandalam
waktu bersamaan.
Secara eksternal, rangsangan bisa ditemukan lewat bau, suara, dan
gambar. Sedangkan dari internal berupa pikiran dan emosi.
Rangsangan iniberguna saat Anda melakukan aktivitas mental atau
motorik sehari-hari.
2. Memori atau DayaIngat
Memori atau ingatan adalah sebuah proses membuat,
menandai, menyimpan, dan mengembalikan lagi sebuah
informasi ke dalamotak.
Fungsikognitifiniberhubungandenganpengertian.Ketikakita tidak
fokus memerhatikan sesuatu, maka kita tidak bisa menyimpan,
menandai, dan mengingat hal tersebut.
3. Fungsi Eksekutif
Fungsi eksekutif adalah serangkaian proses yang mendukung manusia
merencanakan sesuatu, inisiasi, dan melaksanakan
proses. Fungsi ini juga mendukung manusia untuk bisa
memecahkan suatu masalah.
4. Kemampuan Berbahasa
Bahasaadalahsebuahalatuntukberkomunikasi.Kendati
demikian,bahasatidakhanyapentingdigunakanuntuk
berkomunikasi tetapi juga berperan untuk menyusun apa yang ada
di pikiran internal manusia.
5. Merasakan dan Mengenali
Fungsi kognitif ini membuat kita mengenali dan membedakan
berbagai rangsangan yang kita dapat.
Contohnya, seperti membantu mengenali wajah teman dan
keluarga,hingga membedakanberbagaibenda-bendalainnyadi
sekitar kita.
Perludiketahui,seiringbertambahnyausia,kemampuanfungsi
kognitifseseorangakanmenurunperlahan.Jikafungsikognitif tidak
ditingkatkan dan dijaga, Anda berisiko mengalami
39
kepikunan.
Pikun adalah kondisi kesehatan yang cukup mengganggu di
masa tua. Ini karena kondisi ini membuat kemampuan
berinteraksi sosial penderitanya dengan masyarakat jadi menurun
Tingkatkan Fungsi Kognitif untuk Cegah Kepikunan
Banyakhalyangbisadilakukanuntukmencegahkondisi
kepikunan. Beberapa cara berikut ini bisa Anda lakukan untuk
mencegah fungsi kognitifmenurun.
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Untukmenjagakesehatanfungsikognitif,alirandarahkeotak
harus tercukupi. Salah satu caranya yaitu dengan menjaga
kesehatan jantung dan pembuluh darah. Untuk itu, Anda harus
mencegah terjadinya kondisi hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Tak lupa, berhenti merokok juga dapat menjaga
kesehatan jantung dan pembuluh darah.
2. Meningkatkan Kualitas Tidur
Pastikan bahwa Anda tidur cukup selama tujuh hingga
sembilanjamdalam sehari.Halinipentinguntuk me-reset
kembali otak dan menjaga kesehatan mental Anda. Untuk
memaksimalkan kualitas tidur, cobalakukan hal-halini:
Matikan semua alat elektronik 30-60 menit sebelum tidur.
Coba hilangkan atau jangan memikirkan hal yang membuat Anda
khawatir dan cemas.
Lakukanmeditasi5-10menituntukmenenangkanpikiran.
3. Rutin Beraktivitas Fisik
Berjalankakisekalisehariselama30 menit,bersepeda,atau
berenang dapat membantu Anda untuk menjaga fungsi kognitif otak
agar tetapsehat.
4. Makan Makanan Sehat
Makanmakanantinggiserat,kayakandunganasamlemak
omega 3, rendah lemak jenuh, serta sayuran hijau dapat
membantu menjaga kesehatanotak.
Makanan tersebut juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya
kepikunan. Tidak lupa, imbangi dengan buah dan kacang-
kacangan setiap hari agar fungsi kognitif otak tetap terjaga.
5. Perbanyak interaksi sosial
Ketimbang melakukan berbagai aktivitas di media sosial, lebih baik
perbanyak interaksi sosial langsung bersama teman dan
kerabat.Hal ini bisa dilakukan dengan cara berbicara dan
40
bertemu langsung, video call, atau bahkan saling telepon.Ketika
bersosialisasi,seperti berdiskusi dan mendengar, sirkulasi
peredaran darah ke bagian otak Anda meningkat.Otak jadi
bekerja dan merespon rangsangan tersebut. Secara tak
langsung,inimelatihfungsikognitifotaktetapaktifdansehat
terjaga.
C. Teori belajar kognotif
Teoribelajarkognitifadalahteoribelajaryangmementingkan
proses belajar daripada hasilnya. Teori ini menyatakan bahwa
pada proses belajar, seseorang tidak hanya cenderung pada
hubungan antara stimulus dan respon, melainkan juga
bagaimana perilaku seseorang dalam mencapai tujuan
belajarnya.
Prinsip teori belajar kognitif dalam pembelajaran adalah sebagai
berikut.
1. Proses belajar lebih penting daripada hasil.
2. ersepsi dan pemahaman dalam mencapai tujuan belajar
menunjukkan tingkah aku seorang individu.
3. Materibelajardipisahkanmenjadikomponenkecil,lalu
dipelajari secara terpisah.
4. Keaktifan peserta didik saat pembelajaran merupakan suatu
keharusan.
5. Padakegiatanbelajar,dibutuhkanprosesberpikiryang
kompleks.
D. Pendekatan teori kognitif
Teoribelajarpendekatankognitifadalahbagianterpentingdari sains
kognitif yang telah memberikan kontribusi yang sangat
berarti dalam perkembangan psikologi pendidikan. Dalam
psikologikognitif,manusiatidaklagidipandangsebagaimakhluk yang
bereaksi secara pasif pada lingkungannya sebagaimana anggapan
behaviorisme, akan tetapi ia dianggap sebagai makhluk yang berusaha
memahami lingkungannya, makhluk yang selalu
berpikir/homo sapiens (Yusuf, 1990 : 42). Pendekatan psikologi
kognitif lebih menekankan arti penting proses internal, mental
manusia. Dalam pandangan ahli kognitif, tingkah laku manusia
yang tampak tak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan
41
proses mental, seperti motivasi, kesengajaan, keyakinan, dan
sebagainya.Aspekkognitifinibanyakmempermasalahkan
bagaimana orang memperoleh suatu pemahaman akan dirinya
sertalingkungannya,danbagaimana dengankesadarannya,ia
bertindak terhadap lingkungannya tersebut. Dalam hal ini pusat
perilaku kesadarannya adalah ide di dalam otak, yang tampak
padaperilakuberpikir.Jadi,prosesbelajardalamkognitivismeini tidak
lagidipandangsebagaipembentukanprilakuyangdiperoleh dari
pengulangan hubungan S-R(stimulus-respons)secara kaku, dan
adanya penguatan-penguatan, tetapi mencakup fungsi
pengalaman perseptual dan proses kognitif yang meliputi ingatan,
lupa, pengolahan informasi dan sebagainya. Karena manusia
merupakan makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya
dengan cara berpikir, maka stimulus-stimulus yang datang dari luar
diaturnya, diolah kemudian disesuaikan dengan struktur kognitif yang
dimilikinya sehingga prosesnya menjadi
kompleks,dankemudianterjadilahperubahanperilaku.Jika
menurut behaviorisme belajar itu terjadi sebagai akibat lancarnya
hubungan S-R yang tampak membiasa dalam proses yang bersifat
mekanis-otomatis,tanpa menghiraukanfungsi otak, pada
kognitivismejustru belajar itudari otak.Belajar terjadi secara internal
didalamotakmanusia,yangmeliputipersepsi,motivasi, ingatan, lupa
dan sebagainya (Syah, 2002 : 111).
Banyakteoriyangmenerangkantentangteoribelajar,selainPiaget yang
menjelaskan belajar merupakan perkembangan genetik,
Bruner menerangkanlebihlengkaplagi.Menurutnyabelajar
kognitif merupakan suatu proses yang sejalan dengan
perkembangan tiga tahap, yang meliputi enactive, iconic, dan
symbolic. Tahap enaktif menunjukkan seorang anak secara aktif
melakukan kegiatan dalam usahanya memahami lingkungannya.
Tahapan kognitif ikonik, menunjukkan bahwa anak pada masa ini
banyak dikuasai oleh simbol-simbol visual, namun belum mampu
menerangkan konsepnya. Sedangkan terakhir, simbolik,
menunjukkan seorang anak mulai menggunakan simbol-simbol lebih
banyakdarisebelumnya.Padatahapinianaktelahmemiliki daya
imajinasi yang tinggi, mampu menampak simbol abstrak.
Apabila kita belajar tentang teori maka pembahasannya tidak
terlepasdarisistemintruksional.Keduahalinieratkaitannyasatu sama
lain. Komunikasi intruksional berarti komunikasi dalam
bidang instruksional. Dengan demikian, apabila ingin
membicarakan tentang komunikasiinstruksional, makadengan
42
sendirinya kita tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai kata atau
istilah instruksional. Kata instruksional berasal dari kata instruction.
Halinibisaberartipengajaran,pelajaran,ataubahkan perintah atau
instruksi.
Memang terdapat beberapa kemungkinan makna dari
instruksional tersebutkarenabergantung padabidang dan
konteks pembahasannya.
Di dalam dunia pendidikan, kata instruksional tidak diartikan
perintah, tetapi lebih mendekati kedua arti yang pertama, yakni
pengajaran dan ataupelajaran. Bahkan dapat diartikan
pembelajaran. Pada istilah pengajaran, yang dominan adalah
guru, pengajar, atau dosen sebagaimana kata mengajar itu
sendiri datangnya dari pengajar, maka pada pelajaran titik
beratnya adalah pada materi atau pesan yang diajarkan oleh
pengajar.
E. Perkembangan teori
kognitif
Perkembangan Kognitif Menurut Jean Pieget
Piagetlebihmenitikberatkanpembahasannyapadastruktur
kognitif.Iamenelitidanmenulissubjekperkembangankognitifini dari
tahun 1927 sampai 1980. Berbeda dengan para ahli-ahli
psikologi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa cara berfikir anak
bukan hanya kurang matang dibandingkan dengan orang dewasa
karena kalah pengetahuan, tetapi juga berbeda secara kualitatif.
Menurut penelitiannya juga bahwa tahap-tahap perkembangan
intelektual individu serta perubahan umur sangat mempengaruhi
kemampuan individu mengamati ilmu pengetahuan. (Laura A.
King:152). Piaget mengemukakan penjelasan struktur kognitif
tentangbagaimanaanakmengembangkan konsepduniadisekitar
mereka.(Loward s.Friedman and Miriam. W.Schustack.2006:59).
Teori Piaget sering disebut genetic epistimologi (epistimologi genetik)
karenateoriini berusaha melacak perkembangan
kemampuan intelektual, bahwa genetic mengacu pada
pertumbuhan developmental bukan warisan biologis (keturunan).
(B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, 2010: 325).
43
Menurut Piaget, anak dilahirkan dengan beberapa skemata
sensorimotor, yang
memberi kerangka bagi interaksi awal anak dengan
lingkungannya.Pengalamanawalsi anakakan ditentukanoleh
skematasensorimotorini.Dengankatalain,hanyakejadianyang
dapat diasimilasikan ke skemata itulah yang dapat di respons oleh
si anak, dan karenanya kejadian itu akan menentukan
batasan pengalaman anak. Tetapi melalui pengalaman, skemata awal ini
dimodifikasi. Setiap pengalaman mengandung elemen
unik yang harus di akomodasi oleh struktur kognitif anak. Melalui
interaksi dengan lingkungan, struktur kognitif akan berubah, dan
memungkinkan perkembangan pengalamanterus-menerus.
Tetapi menurut Piaget, ini adalah proses yang lambat, karena
skemata baru itu selalu berkembang dari skemata yang sudah ada
sebelumnya.Dengancaraini,pertumbuhanintelektualyang dimulai
denganresponsrefleksifanakterhadaplingkunganakan terus
berkembang sampai ke titik di mana anak mampu memikirkan
kejadian potensial dan mampu secara mental mengeksplorasi
kemungkinan akibatnya. Interiorisasi menghasilkan
perkembanganoperasiyangmembebaskananak dari kebutuhan
untuk berhadapan langsung dengan lingkungan karena dalam hal ini
anak sudah mampu melakukan manipulasi simbolis.
Perkembangan operasi (tindakan yang
diinteriorisasikan) memberi anak cara yang kompleks untuk
menangani lingkungan, dan oleh karenanya, anak mampu melakukan
tindakan intelektual yang lebih kompleks. Karena strukturkognitifanak
lebihterartikulasikan.Demikianpula lingkungan fisikanak,jadidapat
dikatakan bahwa struktur
kognitif anak mengkonstruksi lingkungan fisik. ( B.R. Hergenhahn and
Matthew H. Olson, 2010:325)
F. Level teori kognitif
Kata kerja operasional yang digunakan untuk mengelompokkan soal-
soal sesuai level kognitif adalah sebagai berikut
(Agung,Widiana, & Tresnayanti,2017):
a. Mengingat (C1)
KKOpadalevelmengingatmeliputimenemukan,mengingat
kembali, membaca,menyebutkan, melafalkan,
menghafal,menyusun daftar, menggarisbawahi,menjodohkan,
memilih, memberi definisi,serta menyatakan.
44
b. Memahami (C2)
Kata kerja operasional pada ranah memahami meliputi:
menjelaskan, mengartikan, menginterpretasikan,
menceritakan,menampilkan, memberi contoh,
merangkum,menyimpulkan, membandingkan,
mengklasifikasikan, menunjukkan, menguraikan, membedakan
menyadur, meramalkan, memperkirakan, menerangkan, dan
menggantikan.
c. Menerapkan (C3)
Kata kerja operasional pada ranah mengaplikasikan atau
menerapkan adalah melaksanakan, menggunakan,
mengonsepkan,mengimplementasikan, menentukan,
mendemonstrasikan, memproseskan,
menghitung,menghubungkan, melakukan,
membuktikan,menghasilkan, memperagakan,
melengkapi,menyesuaikan, serta menemukan.
d. Menganalisis (C4)
Katakerjaoperasionalpadaranahmenganalisisdiantaranya
adalah: mendiferensiasikan, mengaitkan,
mengorganisasikan,mengatribusikan, menelaah,
mendiagnosis,me-merinci, menguraikan, mendeteksi,
memecahkan, memisahkan, menyeleksi,
memilih,membandingkan, mempertentangkan, menguraikan,
serta menemukan.
e. Mengevaluasi (C5)
Katakerjaoperasionalpada ranahmengevaluasi(C5)adalah:
mengecek,mengkritik, membuktikan,
mempertahankan,memvalidasi, mendukung,
memproyeksikan,memperbandingkan, menyimpulkan,mengkritik, menilai,
mengevaluasi, memberisaran, memberi argumentasi, menafsirkan,
dan merekomendasi.
f. Menciptakan (C6)
Kata kerja operasional pada ranah menciptakan adalah:
membangun,merencanakan, memproduksi, mengombinasikan,
merancang, merekontruksi, membuat, menciptakan,
mengabstraksi, mengategorikan, mengarang, meran-cang,
menciptakan,mendesain, menyusun kembali, serta merangkaikan.
G.Ranah dan aspek teori
45
kognitif
Ranah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang artinya tanah
yang berpaya-paya, dan arti lain dari ranah adalah lingkungan yang
memungkinkan terjadinya percakapan, merupakan kombinasi
antara partisipan, topik dan tempat
(misalnya keluarga, Pendidikan, tempat kerja, keagamaan dan
sebagainya). Namun dalam system Pendidikan nasional
menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Bejamin S. Bloom yang secara
garis besar membaginya menjadi tiga ranah yaitu kognitif, efektif,dan
psikomotor.
1. Ranah Kognitif adalah ranah yang mencangkup kegitan
mental (otak). Ranah kognitifini dibagi menjadi enam
2. Pengetahuan, yaitu merupakan kemampuan yang menuntut
peserta didik untuk dapat mengingat, emanggil Kembali
tentang adanya konsep, fakta, istilaj-istilah,dan lain
sebagainya.
3. Pemahaman, yaitu kemampuan yang menuntut peserta didik
untuk memahami atau mengerti tentangmateri pelajaran yang
disampaikan guru dan dapat memanfaatkannya
dengan hal-hal lain.
4. Penerapannya/yaitukemampuanyangmenuntutpeserta
didik untuk menggunakan ide-ideumum, prinsip dan teori-teori
dalam situasi baru dan konkret.
5. Analisis yaitu kemampuan yang menguraikan suatu situasi
atau keadaan tertentu dalam unur-unsur tau komponen
pembentuknya.
6. Sintesisyaitupenyatuanunsur-unsurataubagian-bagian
kedalam bentuk menyeluruh
2. Ranah Efektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai,
sikapseseorangdapatdiramalkanperubahannyaapabilaia telah
memilikipenguasaankognitiftinggattinggi.Adabeberapa kategori
ranah efektif sebagai hasil belajar.
Penerimaan (Receiving) adalah kepekaan seseorang dalam
menerima rangsangan (simulus) dari luar yang datang
kepada dirinyadalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain
sebagainya.
Jawaban (Responding) adalah reaksi yang diberikan oleh
seseorang terhadap stimulasi yang dari luar.
Penilaian(Valuing)adalahmenilaiataumenghargaiartinya
46
memberikannilaiatau memberikanpenghargaanterhadap
suatu kegiatan atauobyek.
Organisasi adalah mencakup kemamapuan untuk
membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan
pegangan dalamkehidupan.
Karakteristiknilai/Pembentukanpolahidupmencakup
kemamapuanuntukmenghayatinilai-nilaikehidupansehari- hari
sehingga pada dirinya dijadikan pedoman yang nyata
dan jelas dalam berbagai bidang kehidupan.
3. RanahPsikomotorisadalahranahyangberkaitandengan
keterampilan (skill) atau kemamapuan bertindak setelah
seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.
Contoh aspek kognotif dalam penilaian pembelajaran
Bentuk tes kognitif diantaranya; (1) tes atau pertanyaan lisan di
kelas,(2)pilihanganda,(3) uraian obyektif,(4)uraiannonobyektif atau
uraian bebas, (5) jawaban atau isian singkat, (6) menjodohkan,
(7) portopolio dan (8) performans.
Cakupan yang diukur dalam ranah kognitif :
1. Ingatan(C1)yaitukemampuanseseoranguntukmengingat.
2. Pemahaman(C2)yaitukemampuan seseoranguntuk
memahami tentang sesuatu hal dengan memberikan
penjelasan atau uraian secara lebih rinci dengan kata-katanya sendiri.
3. Penerapan (C3) yaitu kemampuan berpikir untuk menjaring dan
menerapkan dengan tepat tentang teori, prinsip, simbol pada
situasi baru/nyata.
4. Analisis (C4) yaitu kemampuan berfikir secara logis dalam
meninjau suatu fakta/objek menjadi lebih rinci.
5. Sintesis(C5)yaitukemampuanberpikiruntukmemadukan
konsep-konsep secara logis sehingga menjadi suatu pola yang
baru.
6. Evaluasi (C6) yaitu kemampuan berpikir untuk dapat
memberikanpertimbanganterhadapsuatusituasi,sistemnilai,
metode, persoalan dan pemecahannya dengan menggunakan
tolak ukur tertentu sebagai patokan.
47