The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Pedoman Reparasi motor yamaha vixion

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ryo.meta, 2023-11-04 00:50:02

BPR VIXION

Buku Pedoman Reparasi motor yamaha vixion

Keywords: vixion,yamaha

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 2-28 1. Tuas penekan kopling/Clutch push lever 2. Main axle 3. Drive axle 4. Crankshaft 5. Saringan oli/Oil filter 6. Unit pompa oli 7. Saringan oli strainer A. Ke arah cylinder head


JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 2-29 1 2 3 4


JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 2-30 1. Camshaft 2. Crankshaft 3. As utama/Main axle 4. As penggerakDrive axle


DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 2-31 EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 6 4


DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 2-32 1. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir 2. Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose 3. Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose 4. Radiator 5. Pompa air/Water pump 6. Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose 7. Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose


JALUR KABEL 2-33 EAS20430 JALUR KABEL A B C D E F G H I 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 6 6 6 7 8 8 8 9 9 10 11 11 12 13 14 14 14 B-B A B B A 12 15 4 5 6 6 9 12 14 15 16 17 13


JALUR KABEL 2-34 1. Kabel klakson/Horn 2. Selang rem depan 3. Kabel gas/Throttle cable 4. Kabel switch lampu rem depan 5. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. Kabel switch kopling 8. Kable kopling 9. Kabel lampu sein depan kiri 10. Kabel Speedometer 11. Kabel bodi/Wire harness 12. Kabel kunci kontak/Main switch 13. Kabel lampu sein depan kanan 14. Kabel unit meter. 15. Kabel kunci kontak, kabel lampu switch rem depan, dan kabel tangkai kemudi kanan. 16. Kabel lampu senja/lampu posisi. 17. Kabel lampu depan/Headlight. A. Ikat kabel tangkai kemudi kanan, dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. B. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. C. Masukkan kabel kopling kedalam guide. D. Masukkan kabel bodi, kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. E. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. F. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan, kabel kunci kontak, kabel switch rem depan, kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. Masukkan selang rem depan kedalam guide. H. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri, dan kabel switch tangkai kemudikiri. I. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan,dan kabel switch tangkai kemudi kanan.


JALUR KABEL 2-35 A-A B-B C-C A A C C B B A B C 1 2 3 4 5 5 4 6 6 7 8 9 10 11 10 11 12 12


JALUR KABEL 2-36 1. Throttle body 2. Selang reservoir air pendingin 3. Kabel bodi/Wire harness 4. Selang pemasukan Radiator 5. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6. Kabel gas/Throttle cable 7. Ignition coil 8. Kabel Busi/Spark plug 9. Selang vacum Air induction system 10. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. Kabel switch lampu rem depan 12. Selang rem depan A. Masukkan kabel bodi kedalam guide. B. Masukkan selang rem depan kedalam guide. C. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah, dan bracket lampu depan.


JALUR KABEL 2-37 A B 1 2 3 4 5


JALUR KABEL 2-38 1. ECU (engine control unit) 2. Condenser 3. Kabel bodi/Wire harness 4. Kabel Starter motor 5. Switch lampu rem belakang A. Ikat kabel bodi/ wire harness, kabel motor starter, dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. B. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain.


JALUR KABEL 2-39 A A B 1 2 3 4 3 4 5 6 7 10 9 8 11 A-A B B A A


JALUR KABEL 2-40 1. Kabel Klakson/Horn 2. Selang rem depan 3. Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Kabel gas/Throttle cable 5. Kabel kopling 6. Kabel bodi 7. Selang tangki reservoir 8. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Kebel switch neutral 10. Kabel unit Throttle body sensor 11. Kabel speedometer A. Guide kabel kopling B. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator.


JALUR KABEL 2-41 A A A B C D E F 1 2 3 4 5 6 7 8 10 9


JALUR KABEL 2-42 1. Kabel bodi/Wire harness 2. Kabel Negative battery 3. Battery 4. Rectifier/regulator 5. Kabel kunci tempat duduk 6. Kabel lampu belakang/rem 7. Kabel lampu sein kiri belakang. 8. Selang pernafasan tangki reservoir 9. Kabel switch Neutral 10. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. B. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil, kabel neutral switch, dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. C. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. D. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. E. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. F. 40 mm (1.57 in)


JALUR KABEL 2-43 A-A A B C D E F G H I 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 A A


JALUR KABEL 2-44 1. Selang tangki reservoir 2. Kabel motor kipas Radiator 3. Kabel coolant temperature sensor 4. Kabel gas/Throttle cable 5. Selang vacuum Air induction system 6. Kabel bodi/Wire harness 7. Kabel pompa bahan bakar 8. Kabel Fuel injector 9. Air intake duct 10. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. Kabel FID (fast idle solenoid) 12. Kabel unit Throttle body sensor 13. Kabel Ignition coil 14. Kabel Bus/Spark plug 15. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. Kabel kopling A. Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. B. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. C. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . D. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. E. Ikat kabel bodi dengan holder. F. Lebih dari 30 mm (1.18 in). G. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. H. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat, dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0.20 in) dari ujung pengikat I. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik.


JALUR KABEL 2-45 1 2 3 4 5 4 5 6 7 8 9 10 11 11 12 13 14 15 16 17 B-B B A J G H I F 9 10 C A C A B 18 19 B C 20 2 21 E D


JALUR KABEL 2-46 1. Kabel positive battery 2. Box sekring/Fuse box 3. Lean angle sensor 4. Condenser 5. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. ECU (engine control unit) 7. Relay motor kipas radiator 8. Starting circuit cut-off relay 9. Kabel sinyal sein belakang kanan 10. Kabel lampu belakang/rem 11. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. Relay sinyal belok 13. Kabel kunci jok/Seat lock 14. Rectifier/regulator 15. Starter relay 16. Kabel negative battery 17. Battery 18. Kabel starter relay 19. Kabel starter motor 20. Kabel box sekring/Fuse box 21. Karet band pengikat Battery A. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. B. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. C. Pasang box sekring, dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. D. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi, dan tepatkan connector pada posisi, seperti pada gambar illustrasi. E. Pasang battery, dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. G. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. H. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. I. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. J. Ke arah depan


JALUR KABEL 2-47


3 PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA ...............................................................................3-1 PENDAHULUAN .......................................................................................3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN .....................3-1 MESIN ..............................................................................................................3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP ........................................................3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ..............................................3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME .............3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS ............................................3-6 MEMERIKSA BUSI ...................................................................................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING..............................3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI........................................................3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN...................................................3-9 MENGGANTI OLI MESIN ........................................................................3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING......................................3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA.................................3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA .............................................3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR .................................................3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD.....................3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM.................3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT .................................................3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN.....................................................3-14 MENGGANTI COOLANT.........................................................................3-14 RANGKA/CHASSIS .......................................................................................3-17 MENYETEL REM BELAKANG ...............................................................3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM.............................................3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN......................................................3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN .....................................................3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG...............................................3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG....................................3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ...............3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ...................................................3-19 MELUMASI RANTAI ................................................................................3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD .................3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN ...................................................................3-21 MEMERIKSA BAN ...................................................................................3-22 MEMERIKSA RODA ................................................................................3-23 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ...................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING...................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM ..........................................................3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI.....................................................3-24 MELUMASI PEDAL REM .......................................................................3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ........................................3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ..........................................3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG .......................................................3-24


SISTIM KELISTRIKAN .................................................................................3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.......................................3-25 MEMERIKSA SEKRING..........................................................................3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN................................................3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ...........................................3-25


PERAWATAN BERKALA 3-1 EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti, akan menjamin operasional, dan umur sepeda motor akan lebih panjang. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional, dan biaya perawatan sepeda motor. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl", tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice, maupun sepeda motor yang baru. Mekanik harus menguasai seluruh EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0,5 3 6 9 12 TAHUNAN 1 * Saluran bahan bakar • Periksa selang bensin dari keretakan. √√√ √ √ 2 Busi/Spark plug • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. √ √ • Ganti. √ √ 3 * Klep/Valves • Periksa kelonggaran klep • setel . √ 4 Element saringan udara • Bersihkan. √ √ • Ganti. √ √ 5 Kopling/clutch • Periksa cara kerja. • Setel. √√√√√ 6 * Rem depan • Periksa cara kerja, ketinggian minyak rem, dan kebocoran. √√√√ √ √ • Ganti kampas rem . Jika kondisi harus diganti 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja, dan setel gerak bebas pedal rem. √√√√ √ √ • Ganti sepatu rem Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan. √√√√ √ √ • Ganti. Setiap 4 tahun 9 * Roda • Periksa kelurusan dan keretakan. √√√√ 10 * Ban • Periksa kedalaman alur ban • Ganti jika diperlukan. • Periksa tekanan angin ban. • Tambah angin jika diperlukan. √√√√ √ 11 * Bearing roda • Periksa kondisi bearing. √√√√ 12 * Lengan ayun/Swingarm • Periksa cara kerja dan gerak samping. √√√√ • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. Setiap 24000 km 13 Rantai penggerak • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan 14 * Bearing kemudi • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. √√√√√ • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. Setiap 24000 km 15 * Sambungan rangka • Pastikan Mur, Baut pengikat dan sekrup, terpasangdengan kencang. √√√ √ √ 16 Strandart samping, Standart tengah • Periksa cara kerja. • Lumasi. √√√ √ √ 17 * Fork depan • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. √√√√ 18 * Unit Shock absorber • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. √√√√ 19 * Suspensi belakang, relay arm , engsel- engsel sambungan connecting arm • Periksa cara kerja . √√√√ • Lumasi dengan lithium-soap-based . √ √ 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin . √√√√ √ √ bab ini.


PERAWATAN BERKALA 3-2 EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada, jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • Pemeriksaan harian, dan jika perlu tambahkan minyak rem. • Setiap dua tahun, ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper, dan ganti minyak rem dengan yang baru. • Ganti selang rem setiap empat tahun, atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 21 Oli mesin • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran √√√√ √ √ 22 Elemen saringan Oli • Ganti. √√√ 23 * Sistim pendinginan • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. √√√ √ √ • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT. Setiap 3 tahun 24 * Switch rem depan dan rem belakang • Periksa cara kerja . √√√√ √ 25 Komponen yang bergerak dan kabel • Lumasi. √√√ √ √ 26 * Alur rumah handel gas dan kabel • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas. • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas. √√√√ √ 27 * Air induction system • Periksa air cut-off valve, reed valve, dan kebocoran selang. • ganti jika retak-retak dan bocor. √√√√ √ 28 Knalpot dan pipa knalpot • Periksa baut klem dari kekendoran. √√√√√ 29 * Saklar lampu dan saklar sinyal • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh √√√√ √ √ NO. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0,5 3 6 9 12 TAHUNAN


MESIN 3-3 EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini, jika akan melakukan penyetelan klep. CATATAN: • Mengukur celah klep, harus dalam kondisi mesin dingin, atau pada temperatur ruang. • Pada saat mengukur celah klep, posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA), pada saat langkah kompresi. 1. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. 3. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 4. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” 5. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Putar crankshaft ke arah kiri. b. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. c. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. d. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. diluar spesifikasi → setel. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 6. Setel: • Celah/kelonggaran klep. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Kendorkan mur pengunci “1”. b. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel. 1 2 Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0,10–0,14 mm (0,0039–0,0055 in) Buang 0,20–0,24 mm (0,0079–0,0094 in) b a 1


MESIN 3-4 c. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. • Tahan baut penyetel, agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi. d. Periksa kembali celah klep e. Jika celah klep berubah, lakukan kembali langkah penyetelan klep, hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 7. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring ) 8. Pasang : • Gasket penutup cylinder head • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 9. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. • Cap Busi/Spark plug cap 10.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS20610 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna, saringan udara harus dalam kondisi bersih, dan tekanan kompresi dalam kondisi standart. 1. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat. 2. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3. Angkat bagian depan tangki. (Selang bensin jangan dicabut.) 4. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. Periksa: • Putaran langsam mesin. diluar spesifikasi → Setel 6. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 7. Setel: • Putaran langsam mesin Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 T R. . Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb) 1 2 3 a b Baru Baru Putaran langsam mesin 1.300–1.500 r/min Baru


MESIN 3-5 ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”, hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 8. Lepaskan: • Digital tachometer 9. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 10.Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 11.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. EAS20600 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard, dan selanjutnya setel volume gas buang 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. 3. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. Pasang: • FI diagnostic tool “2” 5. Tekan tombol “MODE”, “1”, dan putar kunci konyak kerah “ON”. CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. • Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 6. Tekan tombol“UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". 7. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”, tekan tombol "MODE" 8. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool, dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9. Hidupkan mesin. PERHATIAN: ECA3C11023 Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna, Battery harus dalam kondisi terisi penuh. Kearah “a” Putaran langsam bertambah. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. Gerak bebas handel gas 3,0–5,0 mm (0,12–0,20 in) a b 1 FI diagnostic tool 90890-03182 1 2 FI Diagnostic Tool DIAG 1 2 3


MESIN 3-6 10.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. CATATAN: Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”. 11.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih. 12.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS20660 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. CATATAN: Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. 2. Setel: • Gerak bebas handel gas ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ Setelan sisi Throttle bodi a. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator. b. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. c. Kencangkan Mur pengunci CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body, lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ Tangkai kemudi a. Geser karet penutup setelan “1” b. Kendorkan mur pengunci “2”. c. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 Gerak bebas handel gas 3,0–5,0 mm (0,12–0,20 in) Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. 1 a b 2


MESIN 3-7 d. Kencangkan mur pengunci e. Kembalikan posisi karet penutup setelan. PERINGATAN EWA12930 Setelah menyetel gerak bebas handel gas, hidupkan mesin, dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri, pastikan kabel gas tidak tertarik, dan putaran mesin tetap stabil ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS20690 MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3. Buka: • Busi/Spark plug PERHATIAN: ECA13330 Sebelum melepas busi, bersihkan lubang dikitar busi, dengan udara bertekanan, agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi. 4. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. 5. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal, putih ke abu-abuan 6. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) 7. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. 8. Pasang: • Busi/Spark plug CATATAN: Sebelum memasang busi, bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. 9. Pasang: • Cap Busi 10.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS20700 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna, pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian, dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. 1. Buka: • Baut cap Timing mark “1” Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 1 2 b 3 a Celah busi 0,7–0,8 mm (0,028–0,031 in) T R. . Busi/Spark plug 13 Nm (1,3 m·kg, 9,4 ft·lb) 1


MESIN 3-8 2. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3. Angkat tangki bensin bagian depan. (selang bensin jangan dilepaskan.) 4. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer 5. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan, dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam. b. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator, dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 6. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 8. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart, tenaga mesin akan berkurang, pemakaian bensin boros. 1. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. 2. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan, dan selanjutnya matikan mesin. 3. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 4. Buka: • Cap Busi 5. Lepaskan: • Busi/Spark plug PERHATIAN: ECA3C11007 Sebelum melepas busi, bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan, untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi. 6. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 7. Angkat bagian depan tangki. (Selang bensin jangan dicabut.) 8. Pasang: • Compression gauge “1” Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Putaran langsam mesin 1.300–1.500 r/min 1 a b Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Baru


MESIN 3-9 9. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Putar kunci kontak ke “ON”. b. Dengan handel gas terbuka penuh, putar mesin, hingga tekanan kompresi stabil, dan tidak bertambah lagi. c. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum, periksa cylinder head, kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon. ada endapan carbon → Bersihkan. d. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum, masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi. (dan lihat tabel dibawah) ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 10.Buka: • Compression gauge 11.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 12.Pasang: • Busi/Spark plug 13.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2. Hidupkan mesin untuk beberapa saat, dan selanjutnya matikan mesin. 3. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli, biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”, masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72,5 psi) (5,1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62,6–82,5 psi) (4,4–5.8 kgf/cm²) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa Lebih tinggi dibandingkan jika tanpa oli ring piston aus atau patah → ganti/perbaiki Sama dengan tanpa oli Piston, Klep, Gasket cylinder head atau Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki 1 T R. . Busi/Spark plug 13 Nm (1.3 m·kg, 9.4 ft·lb) Tipe Oli : SAE20W40 atau SAE20W50 Tingkatan oli yang disarankan API service tipe SG JASO standard MA, atau yang lebih tinggi. 1 b 1 a


MESIN 3-10 PERHATIAN: ECA3C11024 Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. 4. Hidupkan mesin beberapa saat, lalu matikan. tunggu beberapa saat, agar oli mengendap. 5. Periksa kembali ketinggian oli mesin. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli, biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. EAS20810 MENGGANTI OLI MESIN 1. Hidupkan mesin beberapa saat, untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. 2. Tempatkan nampan dibawah mesin, dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli. 3. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” 4. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan, ikuti prosedur di bawah ini. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. b. Pasang O-ring baru “3”. c. Pasang element filter dan penutup element filter. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 6. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring • Baut penguras mesin 8. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) 9. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10.Hidupkan mesin beberapa saat, dan matikan. tunggu beberapa saat. 11.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 1 5 4 3 2 2 T R. . Baut penutup element filter oli 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb) T R. . Baut penguras mesin 32 Nm (3,2 m·kg, 23 ft·lb) Kapasitas oli Kapasitas total 1,15 L (1,22 US qt) (1,01 Imp.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0,95 L (1,00 US qt) (0,84 Imp.qt) Dengan membuka element filter oli : 1,00 L (1,06 US qt) (0,88 Imp.qt) 2 Baru 3 1 Baru


MESIN 3-11 12.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. 13.Periksa: • Tekanan aliran oli ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. b. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam, dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli, jika tidak ada oli yang keluar, matikan mesin dan periksa penyebabnya. c. Periksa jalur aliran oli, element filter oli, pompa oli, dari kerusakan atau kebocoran. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. d. Hidupkan mesin kembali, setelah masalah ditemukan, dan periksa kembali aliran oli e. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. 2. Setel : • Gerak bebas kabel kopling ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ Setelan pada sisi tangkai kemudi a. Singkap karet penutup setelan “1” b. Kendorkan mur pengunci “2”. c. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. d. Kencangkan mur pengunci e. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat, dari penyetelan sisi tangkai kemudi, lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ Setelan pada sisi mesin a. Kendorkan mur pengunci “1”. b. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. T R. . Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb) Gerak bebas kabel kopling 10,0–15,0 mm (0,39–0,59 in) 1 Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 2 3 1 a b


MESIN 3-12 c. Kencangkan mur pengunci ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. Jika terdapat debu dan air, bersihkan saringan udara, rumah saringan udara, dan indikator debu. 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. 2. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara 3. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. 4. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. 5. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) PERHATIAN: ECA3C11025 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam, dan kerusakan mesin. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body, dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk, dan panas mesin yang berlebihan / overheating. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna, pada rumah saringan. 6. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS3C11007 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. T R. . Mur pengunci 9 Nm (0,9 m·kg, 6,5 ft·lb) 2 1 a b 1 1 1


MESIN 3-13 3. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS21030 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. 3. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS21050 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. Sambungan kendor → perbaiki. PERHATIAN: ECA14920 Pastikan jalur selang pernafasan mesin, pada jalur yang benar. 3. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS21080 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 2 1 1 T R. . Mur knalpot 15 Nm (1,5 m·kg, 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2,0 m·kg, 1.4 ft·lb) 1 1 4 2 3 4 • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah


MESIN 3-14 2. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”, buka penutup samping kiri. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. PERHATIAN: ECA13470 • Tambahkan air, atau coolant yang disarankan. Jika penambahan dengan air, pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam, atau asam. dan periksa kandungan coolant. • Pergunakan hanya air destilasi. jika tidak tersedia, pergunakan air yang bersih. 3. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. 4. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin, tunggu beberapa saat agar air mengendap. EAS21120 MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. 3. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS21130 MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Buka: • Tutup radiator “1” a b 1 4 2 3 5 1


MESIN 3-15 PERINGATAN 3. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 4. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” 7. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8. Pasang: • Reservoir coolant 9. Pasang: • Selang reservoir coolant 10.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga ) 11.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) PERINGATAN EWA13040 • Jika coolant terpecik ke mata, cuci dengan air, dan segera bawa ke dokter. . . Baut reservoir coolant 7 Nm (0,7 m·Kg, 5,1 ft·lb) T R. . Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0,7 m·Kg, 5,1 ft·lb) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0,79 L (0,84 US qt) (0,70 Imp.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0,25 L (0,26 US qt) (0,22 Imp.qt) 1 2 3 Baru Air didalam radiator yang panas, mempunyai tekanan yang tinggi, untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar, dan mengakibatkan kecelakaan yang serius. Jika radiator telah dingin, ikuti petunjuk berikut ini, untuk membuka tutup radiator. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator, dan secara perlahan, putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar, putar tutup radiator, sekali lagi kearah kiri, sambil ditekan kedalam, dan lepaskan tutup radiator. Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya, untuk itu hati-hati dalam penanganannya. EWA13030


MESIN 3-16 12.Pasang: • Radiator cap 13.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) 14.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 16.Hidupkan mesin beberapa saat, dan selanjutnya matikan mesin. 17.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin, biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin 18.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. a 9 9 9Jika coolant menyiram pakaian, segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 9Jika coolant tertelan, dapat mengakibatkan mual. untuk itu segera bawa kedokter. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. jika hal ini terpaksa dilakukan, periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. 9Pergunakan hanya air destilasi. jika air destilasi tidak tersedia, pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat, segera bersihkan dan cuci dengan air. 99Jangan mencampur antara dua tipe coolant mengendap.


RANGKA/CHASSIS 3-17 EAS21140 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MENYETEL REM BELAKANG 1. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. 2. Setel: • Gerak bebas pedal rem ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. PERHATIAN ECA3C11018 Setelah menyetel gerak bebas pedal rem, pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 3. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18. EAS21240 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor, dalam posisi lurus 2. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan. PERINGATAN EWA13090 • Pergunakan minyak rem yang disarankan, pe makaian minyak rem yang kurang bagus, akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan pemampuan pengereman yang buruk. • Penambahan minyak rem, harus sama dengan minyak rem yang telah ada. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman. • Pada saat penambahan minyak rem, jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. air akan memperendah titik didih, dan menimbulkan gelembung gelembung udara. PERHATIAN: ECA13540 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik, dan cat. untuk itu, segera bersihkan dengan kain lap. CATATAN: Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar, pastikan posisi tangki reservoir minyak rem, dalam posisi tegak lurus. EAS21250 MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini.. Gerak bebas pedal rem 20,0–30,0 mm (0,79–1,18 in) Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang a a b 1 Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a


RANGKA/CHASSIS 3-18 1. Tarik tuas rem. 2. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti 2. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. 4. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. Operasikan pedal rem belakang. 2. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. 1. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar, pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat, sebelum rem bekerja. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲▲ ▲ ▲▲▲▲ ▲ ▲▲▲▲ ▲ ▲▲▲▲ ▲▲▲ EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM PERINGATAN EWA13100 Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic 1 1 Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat 2 1 • Membuka atau mengganti selang rem. • Minyak rem terlalu rendah


RANGAK/CHASSIS 3-19 • Pengereman tidak maksimal 1. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” 2. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. b. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”. d. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. e. Tarik secara perlahan, tuas rem beberapa kali. f. Tarik secara penuh tuas rem, ikat dan jangan g. Kendorkan baut bleeding CATATAN: Kendorkan baut bleeding, dan tekanan dalam sistim rem akan keluar, karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. h. Kencangkan baut bleeding, dan lepaskan ikatan tuas rem. i. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. j. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi k. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. PERINGATAN EWA13110 Setelah melakukan tindakan bleeding, periksa kemampuan pengereman ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 3. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai, harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar PERINGATAN EWA13120 Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik. CATATAN: Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah, dan angkat roda belakang dari tanah. 1 2 1 T R. . Baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara, pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan, akan berakibat udara masuk pada sistim rem, dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. 9 Jika mengalami kesulitan, biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap, dan udara keatas, ikat tuas rem pada tangkai kemudi, agar gelembung udara mengalir keatas. dilepaskan. cPERHATIAN ECA13550 Apabila kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin, dan suku cadang lainnya. dan jika rantai terputus, akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi


RANGKA/CHASSIS 3-20 2. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. 3. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. CATATAN: Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. 4. Setel : • Kekencangan rantai ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. b. Lepaskan cotter pin “2” c. Kendorkan mur batang torsi “3”. d. Kendorkan mur as roda belakang “4” e. Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. CATATAN : Untuk menjamin kelurusan roda, samakan posisi kedua plat penyetel, kanan dan kiri f. Kencangkan mur as roda g. Kencangkan mur batang torsi rem h. Pasangkan cotter pin. PERINGATAN EWA13130 Selalu pergunakan cotter pin yang baru. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 5. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. EAS21450 MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang, satu dengan yang lainnya. Jika rantai tidak dirawat dengan benar, maka akan cepat mengalami keausan, sehingga perlu perawatan yang teratur. khususnya. pada daerah yang berdebu. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan, dan keringkan dengan kain lap, lumasi dengan oli mesin, atau pelumas rantai, khusus untuk rantai tanpa -O-ring. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar PERINGATAN EWA13120 Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga, hingga roda depan terangkat dari tanah.. 2. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah, dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in) Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor a b 1 2 4 5 3 T R. . Mur as roda belakang 80 Nm (8,0 m·kg, 58 ft·lb) T R. . Mur batang torsi 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb) Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring.


RANGKA/CHASSIS 3-21 3. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” 4. Setel: • Kemudi/Steering head ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Buka lock washer “1”, mur ring atas "2", dan washer karet “3”. b. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. c. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh, dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. PERINGATAN EWA13140 Pengencangan mur bawah, jangan terlalu kencang d. Periksa kelancaran gerak kemudi, dengan cara membelokkan kemudi kekanan, atau ke kiri. jika terasa berat, lepaskan bracket kemudi bawah, dan periksa bearing atas dan bearing bawah. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. Pasang washer karet “3”. f. Pasang mur ring atas “2”. g. Pasangkan mur ring atas dengan tangan, dan tepatkan alur antar kedua ring nut. jika perlu tahan ring mur bawah, dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. h. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 5. Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. EAS21530 MEMERIKSA FORK DEPAN 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. PERINGATAN EWA13120 Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik. 2. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 T R. . Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4,8 m·kg, 35 ft·lb) T R. . Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1,3 m·kg, 9,4 ft·lb) halaman 4-43.


RANGKA/CHASSIS 3-22 • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3. Tegakkan sepeda motor, tarik tuas rem, dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah, dan keatas beberapa kali, dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melakukan pemeriksaan ban. 1. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN PERINGATAN EWA13190 Sangat berbahaya, berkendara dengan ban yang buruk. Jika alur ban sudah dalam batas keausan, ganti ban dengan yang baru. 2. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara, pembonceng, barang bawaan, dan aksesoris 1. Kedalaman alur 2. Dinding samping 3. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1,0 mm (0,04 in) Batas keausan (belakang) 1,0 mm (0,04 in) EWA3C11010 • Pemeriksaan angin ban, sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar, sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban, harus disesuaikan deberat beban dari penumpang, pengendara, barang bawaan, aksesoris, dan kecepatan sepeda motor. • Pengoperasian melebihi beban maksimum, dapat mengakibatkan kecelakaan.


RANGKA/CHASSIS 3-23 PERINGATAN PERINGATAN EWA14090 Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd, maka untuk mengganti ban luar, tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban, bawaan dari pabrik. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha PERINGATAN CATATAN: Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini, untuk pemeriksaan roda. 1. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti A. Ban depan B. ban belakang Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam dengan ban dalam / tidak Ban depan Ukuran 2,75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A 9Jangan menggunakan ban tubless, dengan pelek bukan tubless, sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. 9Jika menggunakan ban dalam, pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set, bersamaan. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit, pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor, dalam keadaan darurat, hal ini bisa dilakukan, tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. 9 9Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. untuk itu, dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km, pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. 9Sehabis mengganti ban dalam, atau setelah dibongkar, kencangkan mur pengunci klep udara "1"


RANGKA/CHASSIS 3-24 PERINGATAN EWA13260 Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar, lakukan tindakan balancing roda. EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. PERINGATAN EWA13270 Kerusakan kabel bagian luar, akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam, untuk itu, ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. 1. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi CATATAN: Arahkan kabel mengarah ke atas, dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi, dan komponen yang bergerak. EAS3C11041 MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. EAS21720 MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan EAS21730 MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based


SISTIM KELISTRIKAN 3-25 EAS21750 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. EAS21770 MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. Buka: • Lensa lampu depan “1” 2. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. Buka: • Penutup bohlam “3” 4. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” PERINGATAN EWA13320 Pada umumnya lampu depan, dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar, dan tangan anda. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Pasang: • Bohlam lampu Pasangkan bohlam lampu pengganti, pada holder lampu depan. PERHATIAN: 6. Pasang: • Penutup bohlam 7. Sambung: • Coupler kabel lampu 8. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. 1 2 3 4 Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah Baru a b 1 Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek, dan efek penyinaran akan menjadi buruk. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli, bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner.


4 RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ............................................................................................4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA .............................................4-3 RODA DEPAN.................................................................................................4-4 MELEPAS RODA DEPAN........................................................................4-6 MEMASANG RODA DEPAN....................................................................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN ..................................................................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER ..........................................4-7 MEMASANG RODA DEPAN.....................................................................4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ......................4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) .................................................4-8 RODA BELAKANG.......................................................................................4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)............................................4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG...........................................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG...................................................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ......4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) ........................................4-13 REM DEPAN.................................................................................................4-14 PENDAHULUAN.....................................................................................4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN .................................................4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN.....................................................4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN.....................................................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN................................................4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ...................................................4-21 MERAKIT CALIPER REM DEPAN .................................................... 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN ....................................................4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN ................................4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN...............................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ............................4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN.................................4-23 REM BELAKANG .........................................................................................4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG..............................................4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG ....................................4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ...........................................4-28 TANGKAI KEMUDI .......................................................................................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI ...............................................................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI ..........................................................4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI ..........................................................4-32


GARPU DEPAN.............................................................................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN.....................................................................4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN...........................................................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN ...............................................................4-39 MERAKIT GARPU DEPAN......................................................................4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ...............................................................4-41 KEMUDI/STEERING HEAD...........................................................................4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH................................................................4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD .............................................4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD ..............................................4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ......................................................4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG................................4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ..........................4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM..........................4-49 MEMASANG RELAY ARM......................................................................4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.............................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM........................................................................4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM................................................4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM ..........................................4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM ...........................................4-53 RANTAI PENGGERAK..................................................................................4-55 MEMERIKSA RANTAI ............................................................................4-56 MEMASANG RANTAI .............................................................................4-57


Click to View FlipBook Version