SISTIM FUEL INJECTION 8-40 Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak, periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku. Nomer Kode kerusakan.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan. Lihat “Tabel Diagnostic code”. Nomer Diagnostic code.: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator". 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan, FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan selang satu detik. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Periksa suara saat FID bekerja lima kali. LCD Display Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan Waiting for connection.... Tidak ada sinyal diterima dari ECU. • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. • Kerusakan pada ECU. ERROR 4 Sinyal perintah dari FI diagnostic tool tidak diterima oleh ECU. • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO atau diagnostic mode. • Battery motor sudah lemah. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. • Kerusakan pada ECU. Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan
SISTIM FUEL INJECTION 8-41 No. kode kerusakan 12 Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. Diagnostic code No. — — Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Kondisi pemasangan crankshaft position sensor. Periksa kekendoran atau tercabut. Memutar mesin. 2 Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan pasang coupler dengan benar. 3 Kabel body terlepas atau korslet. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. (merah–merah) (putih–hitam/biru) 4 Crankshaft position sensor rusak. • Ganti jika rusak. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. 8-68.
SISTEM FUEL INJECTION 8-42 No kode kerusakan. 13 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Diagnostic code No. 03 Intake air pressure sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Sambungan • Coupler Intake air pressure sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika ada kerusakan, perbaiki dan pasang coupler dengan benar. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 2 Kabel bodi terlepas atau korslet. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang terbuka atau korslet. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) 3 Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. 8-72. PERHATIAN: ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. sensor:
SISTEM FUEL INJECTION 8-43 No kode kerusakan . 14 Gejala Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Diagnostic code No. 03 Intake air pressure sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Perkerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor. • Periksa dan perbaiki sambungan. • Ganti jika terdapat kerusakan. Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hing2 Sambungan • Coupler Intake air pressure sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 3 Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 8-72. ga diatasnya.
SISTEM FUEL INJECTION 8-44 No kode kerusakan. 15 Gejala terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . Diagnostic code No. 01 Throttle position sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. • Periksa kekendoran atau terjepit. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 2 Sambungan • Coupler throttle position sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian dari coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 3 Kabel bodi utama putus atau • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada kabel yang ke throttle position sensor: • Periksa rangkaian terbuka dan lepaskan throttle position sensor. (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Tegangan Kabel massa yang dibuka 5 V Kabel keluaran yang dibuka 0 V Kabel power supply yang dibuka 0 V 5 Kerusakan pada throttle position • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 8-72. ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. terjadi hubungan pendek: PERHATIAN: keluaran sensor.
SISTIM FUEL INJECTION 8-45 No kode kerusakan . 16 Gejala Throttle position sensor macet. Diagnostic code No. 01 Throttle position sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran lang- 2 Kerusakan throttle position sensor. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 8-72. PERHATIAN: ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari No kode kerusakan. 21 Gejala Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. Diagnostic code No. 06 Coolant temperature sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Periksa tempat pemasangan dari kekendoran atau terjepit. Putar kunci kontak ke posisi ON. 2 Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan pasang dengan benar. 3 Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) 4 Kerusakan pada coolant temperature • Gunakan mode diagnostic (Kode No.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. 8-71. sam maupun cepat. throttle body cabang. sensor
SISTIM FUEL INJECTION 8-46 No kode kerusakan. 22 Gejala Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet. Diagnostic code No. 05 Intake air temperature sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Sambungan • Coupler Intake air temperature sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama. • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Putar kunci kontak ke posisi ON. 2 Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) 3 Kerusakan pada intake air temperature sensor. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 8-72. ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. PERHATIAN:
SISTIM FUEL INJECTION 8-47 No kode kerusakan . 30 Gejala Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. Diagnostic code No. 08 Lean angle sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Sepeda motor terjatuh Posisikan motor kembali tegak. Putar kunci kontak ke posisi “ON” (walaupun, demikian mesin tidak dapat dihidupkan kecuali kunci kontak diputar “OFF” ter2 Kondisi pemasangan lean angle sensor. Periksa dari kekendoran atau 3 Sambungan • Coupler lean angle sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemunginan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan sambung coupler dengan benar. 4 Kerusakan lean angle sensor. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. No kode kerusakan . 33 Gejala Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus. Diagnostic code No. 30 Ignition coil Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Sambungan • Connector Ignition coil (bagian primary coil) • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa konektor dan pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran 2 Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) 3 Kerusakan pada ignition coil • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal. 8-1. terjepit lebih dahulu). langsam. cabang.
SISTIM FUEL INJECTION 8-48 No kode kerusakan 39 Gejala Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. Diagnostic code No. 36 Fuel injector Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Sambungan • Coupler Injector • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut.. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Memutar mesin 2 Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) 3 Kerusakan pada primary injector. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6. No kode kerusakan . 41 Gejala Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet. Diagnostic code No. 08 Lean angle sensor Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaaan 1 Sambungan • Coupler Lean angle sensor • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 2 Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) 3 Kerusakan pada lean angle sensor .• Gunakan mode diagnostic. (Kode No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal. 8-68.
SISTIM BAHAN BAKAR 8-49 No kode kerusakan. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO, pembacaan ulang kode, dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). Diagnostic code No. 60 E2PROM fault code display Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Kerusakan pada ECU • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.60). • 01 akan tampil dilayar. Ganti ECU jika rusak. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. No kode kerusakan. 46 Gejala Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. Diagnostic code No. — — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan 1 Sambungan • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa pin coupler dari kemungkinan tercabut. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan, perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran 2 Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. 3 Kerusakan pada rectifier/regulator • Ganti jika terdapat kerusakan. Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. 4 Kabel bodi utama terputus atau korslet. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara battery dan kunci kontak. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) No kode kerusakan. 50 Gejala Kerusakan pada memory ECU. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU, kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar.) Diagnostic code No. — — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaaan 1 Kerusakan pada ECU. Ganti ECU. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. langsam.
SISTIM FUEL INJECTION 8-50
SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 8-51 EAS27550 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27560 RANGKAIAN DIAGRAM R W W R R/W R/B L/B L/W RBr/L (RED) RBr (RED) Gy L/W Br L/B L B L B L B L B R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) R/B B (BLUE) B B (BLACK) Br G/Y (BLACK) Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) W/Y O/B Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W O/B R/W (BLACK) R/L O/B (BLACK) W W W W W W R B W W W R R/W Gy L/W R R/W R/W R/W L/W B L/W B Br R/W Br/WBr Br (BLACK) B Br B(BLACK) G/WSbLg Sb G/WLg L B G/Y Y L B LDg B Br G (BLACK) Ch Dg BrCh /W LBr P L B (BLACK) Dg Br Ch G Dg BrCh /W LBr P G B Y Sb R/B P/W B/L L Br/W Y/L Y/R Br B Y R G /W G/R B/L L Y/G B/L L WBr /Y R ON OFF (L) (R) R W W W W W O R/W O B R B R R B Dg B Ch B Dg B Ch B Y L GB B B L/B Br R/W R/W L R /W /B L/W B Br R/W R/BSbSb RBr L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W Y/L Y/R Y/RBr O/B O/B R/W Y G/R Y/L G/R Y/G Y/G B/L L B/L Lg Lg Lg G/W Br P Gy B B Y G R/W Br Br L G/Y B Dg Ch B B B G Y Y L Br P Br/WBr R/B G/Y G/Y W/Y Br Br Br R W/Y L L B B W W R R R/W L/W Lg G/W GBrGy Sb B Y LDg Ch Gy 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15161718 1920 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 5253 5455 565758 59
SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 8-52 4. Kunci kontak/Main switch 5. Sekring/Fuse 6. Battery 12.Engine stop switch 22.ECU (engine control unit) 27.Pompa bahan bakar
SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 8-53 EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting, lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. Jok/tempat duduk 2. Tangki bensin 3. Unit lensa lampu depan NG → OK ↓ NG → OK ↓ NG → OK ↓ NG → OK ↓ NG → OK ↓ NG → OK ↓ 1. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Ganti sekring 2. Periksa battery. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. • Bersihkan terminal battery. • Setrom/ganti battery. 3. Periksa kunci kontak/ main switch. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Ganti kunci kontak/main switch 4. Periksa switch engine stop. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Engine stop switch rusak. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. 5. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. Ganti unit pompa bahan bakar 6. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. Ganti ECU.
POMPA BAHAN BAKAR 8-54
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-55 EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 1 2 3 17 4 5 6 7 8 9 10 11 13 12 14 15 16
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-56 1. klakason/Horn 2. Kunci kontak 3. Battery 4. Sekring/Fuse 5. Lean angle sensor 6. Condensor 7. Starting circuit cut-off relay 8. Relay motor kipas radiator. 9. Relay sinyal belok 10.ECU (engine control unit) 11.Rectifier/regulator 12.Starter relay 13.Switch lampu rem belakang 14.Switch neutral 15.Sensor temperatur coolant. 16.Ignition coil 17.Kabel bodi
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-57 EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 1 R Br/L R Br/L ON OFF 9 Y/W W Dg Ch Br/W L P Br G Y B (RED) 10 Br L L/B 3 4 L/W B R/W R/W R/W R/W L/W B 11 R/B B (BLACK) 7 Y L/B G 12 Sb 5 B B (BLACK) (BLACK) Br G/Y 6 P B 8 (L) (R) Ch Br/W Dg R/B B (BLUE) 2 B B (BLACK)
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-58 1. Kunci kontak/Main switch 2. Switch lampu rem depan 3. Tombol starter/Start switch 4. Switch engine stop 5. Switch lampu rem belakang 6. Tombol klakson/Horn 7. Saklar dimmer 8. Saklar sinyal belok 9. Saklar Pass 10.Saklar lampu 11.Switch kopling 12.Switch neutral
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-59 Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. jika penyambungan tidak sempurna, periksa sambungan kabel dan jika perlu, ganti saklar/ switch. PERHATIAN: ECA14370 Jangan memasukan ujung tester, pada terminal coupler “a”. masukkan ujung tester, dari belakang terminal, untuk menghindari kerusakan terminal, hati-hati jangan sampai merusak kabel. CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan, setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” . • Sebelum memeriksa sistim penyambungan, hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. Gambar di bawah, menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. ini adalah hubungan kabel warna (R), dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C ON R Br/L OFF a b R Br/L
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-60 EAS27990 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat, sistim penyambungan, juga hubungan antar terminal. rusak/aus → perbaiki, atau ganti bohlam, atau keduanya. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. Putus→ Ganti bohlam, socket bohlam, atau keduanya.. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor, seperti gambar di bawah. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. teliti terlebih dahulu, sebelum melepas bohlam. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa bohlam. 1. Lepas: • Bohlam PERINGATAN EWA3C11001 Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu, jauhkan tangan anda, dan benda benda yang mudah terbakar, biarkan bohlam PERHATIAN: ECA3C11001 • Pegang pada bagian socket, saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel, akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam, dan kemampuan penyinaran. jika kaca tersentuh oleh oli, bersihkan dengan cairan pembersih, atau kain yang dibasahi dengan alcohol, atau thinner. 2. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti CATATAN: Sebelum pemakaian, setel pocket tester. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”, dan periksa kondisi bohlam. b. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3", dan periksa kondisi bohlam. c. Jika salah satunya tidak ada hubungan, bohlam dalam kondisi putus, ----> Ganti bohlam. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu.
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-61 Memeriksa kondisi socket bohlam. Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa kondisi socket. 1. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti CATATAN: Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu, ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang bohlam yang bagus pada socket. b. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. c. Periksa sistim penyambungan socket. jika terlihat tidak ada hubungan, ganti socket bohlam. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28000 MEMERIKSA SEKRING PERHATIAN: ECA3C11002 Untuk menghindari hubungan pendek, putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. 1. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Periksa: • Sekring ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang pocket tester pada sekring, dan periksa kondisi sekring. CATATAN: Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. b. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”, ganti sekring. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 3. Ganti: • Sekring yang putus ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. b. Pasang sekring pengganti yang baru, dengan amper yang sama. c. Putar kunci kontak pada posisi "ON", dan periksa sistim aliran listrik. d. Jika sekring terputus kembali, periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan PERINGATAN EWA13310 Jangan sekali-kali menggunakan sekring, dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart, hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain, lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 4. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY PERINGATAN EWA13290 Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini, untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata, saat anda bekerja menangani Battery. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api, sumber panas, dan gas (a.l., mesin las, kompor listrik, korek api, rokok). • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery, hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit, dan segera bawa ke dokter mata. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Nama Besarnya amper Jmlh Sekring 20 A 1
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-62 BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya, atau minum susu, minyak sayur, dan segera bawa ke dokter. PERHATIAN ECA3C11003 • Ini adalah battery tipe sealed/MF. jangan membuka seal, hal ini akan merusak battery. Untuk penambahan air battery, dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. • Waktu penyetruman, amper pengisian, dan voltase penyetruman untuk battery MF, berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. Jika battery mengalami overcharge, air Battery akan mengalami penurunan. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus, jika akan menyetrum battery tipe MF. CATATAN: Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel, dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu, untuk melihat kondisi Battery, dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. 1. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) PERHATIAN: ECA13640 Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”, dan selanjutnya kabel positive battery “2”. 3. Lepaskan: • Battery 4. Periksa: • Kondisi Battery ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a.l., voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). • Tidak perlu dilakukan penyetroman, jika voltase battery 12.8 V. b. Memeriksa pengisian battery, dapat dilihat pada tabel dibawah, sebagai contoh 1 2 • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery Contoh Voltage Battery= 12.0 V Waktu penyetroman = 6,5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% A. Voltase Battery (V) B. Waktu penyetroman (jam) C. Hubungan antara voltase Battery, dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. Hal ini bervariasi, tergantung temperatur, kondisi plat battery, dan ketinggian air battery.
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-63 ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 5. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) PERINGATAN EWA13300 Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. PERHATIAN: ECA13670 • Jangan melepas seal cap MF battery. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. arus pengisian yang tinggi, dan kecepatan pengisian yang cepat, dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger, hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. • Pada saat melakukan penyetroman battery, lepaskan battery dari sepeda motor . (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang, lepaskan kabel negative battery, dari terminal Battery.) • Untuk menghindari loncatan api, jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery, matikan terlebih dahulu battery charger. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat, akan menimbulkan loncatan api. • Jika pada saat proses penyetroman, timbul panas pada battery, matikan untuk sementara Battery charger, dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan, dan setelah dingin, lakukan penyetroman kembali. • Gambar illustarsi di bawah, menggambarkan voltase Battery MF, akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. untuk itu, tunggu hingga 30 menit kemudian, jika akan mengukur voltase Battery ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. b. Pasangkan Battery charger, ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. jika voltase terlalu rendah, Battery tidak terisi. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. c. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery, setel voltase pengisian dengan 20–24 V, dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery A. Voltase Battery (V) B. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. Suhu ruang 20 °C (68 °F) A. Voltage (V) B. Waktu (menit) C. Penyetruman D. Suhu ruang 20 °C (68 °F) E. Periksa voltase
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-64 d. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery. f. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam, dan arus pengisian tidak bertambah, naikkan arus pengisian. jika tidak ada perubahan amper pengisian, setel voltase pengisian. g. Ukur voltase battery, 30 menit setelah battery selesai penyetruman ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ Metode penyetroman dengan constant volage charger a. Ukur voltase battery sesungguhnya. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. b. Pasang charger dan ammeter pada battery, dan lakukan penyetroman. c. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger, Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. d. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt. CATATAN: Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). e. Ukur voltase battery 30 menit kemudian, setelah berhenti melakukan penyetroman. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 6. Pasang: • Battery 7. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) PERHATIAN: ECA13630 Pertama, sambungkan kabel positive battery “1”, dan selanjutnya kabel negative battery “2”. 8. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9. Lumasi: • Terminal battery 10.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS28040 MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester. jika tidak tersambung, ganti relay. 1. Lepaskan relay dari kabel bodi. 2. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti • Standard arus pengisian bertambah, Battery dalam kondisi baik. • Standard arus pengisian tidak bertambah, ganti battery. 12.8 V lebih --- Pengisian sempurna 12.7 V kurang --- Pengisian kurang . dibawah 12.0 V --- Ganti battery. 12.8 V lebih --- Penyetroman telah penuh 12.7 V kurang --- Perlu penyetroman dibawah 12.0 V --- Ganti battery. Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 2 1
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-65 Starter relay Starting circuit cut-off relay Relay motor kipas radiator EAS3C11001 MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. 1. Terminal positive battery 2. Terminal negative battery 3. Kabel tester positive 4. Kabel tester negative Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) 1. Terminal positive battery 2. Terminal negative battery 3. Kabel tester positive 4. Kabel tester negative Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) R R/W Gy L/W 1 2 3 4 1 3 2 4 R/B R/W L/B L/W 1. Terminal positive battery 2. Terminal negative battery 3. Kabel tester positive 4. Kabel tester negative Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground 1 3 2 4 W/Y Br R L Br/W Br 1
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-66 b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28050 MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti CATATAN: Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28060 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Br/W Br 1 Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1” Tahanan 3,75–6,25 kΩ Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1 2 Sb R/B
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-67 c. Mengukur tahanan cap busi ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28090 MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar c. Ukur tahanan coil primary. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan cap busi dari ignition coil. b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar c. Ukur tahanan coil secondary. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28930 MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. CATATAN: Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan cap busi dari kabel busi. b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar. Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2” 2 1 Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2” Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in) 1 2
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-68 c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus . ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28120 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. b. Ukur tahanan crankshaft position sensor. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28130 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°. Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 2. Cap busi Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” R W 1 2
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-69 e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28940 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”. PERINGATAN EWA13810 • Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya. b. Periksa cara kerja motor starter. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28150 MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan pocket tester (Ω× 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar b. Ukur tahanan stator coil. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28170 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3” Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1 2 3 W W W
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-70 c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28180 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn c. Ukur tahanan horn . ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ 2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28220 MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar. • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2” R B WWW 1 2 1 2 Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” a b
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-71 b. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . c. Ukur tahanan sender bahan bakar ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. b. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar c. Periksa putaran motor kipas radiator. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS28260 MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. Lepas: • Sensor temperature coolant PERINGATAN EWA14130 • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Jika sensor temperature coolant terjatuh, ganti segera. 2. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. diluar spesifikasi → ganti. ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. b. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas, dan isi gelas dengan coolant “2”. CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. c. Masukan thermometer “3” pada coolant. d. Panaskan coolant secara perlahan, dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. e. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ 3. Pasang: • Sensor temperature coolant • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” 2 1 B R/W Y G 3 4 L B 1 2 Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 3 1 2
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-72 EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR PERINGATAN EWA3C11011 • Jangan membongkar unit throttle body sensor. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. jika unit throttle body sensor terjatuh, ganti segera. Throttle position sensor 1. Periksa: • Throttle position sensor ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor, seperti pada gambar. b. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. c. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor, seperti pada gambar. d. Buka secara perlahan handel gas, dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor. voltase tidak berubah, atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ Intake air pressure sensor 1. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. (Sensor tekanan udara masuk) ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. T R. . Sensor temperatur coolant 18 Nm (1,8 m·kg, 13 ft·lb) Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0,63–0,73 Volt (Y/L - B/L) (kuning/biru–hitam/biru) Voltase out put Intake air pressure sensor 0,789–4,000 V pada 20,00–101,32 kPa Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” 1 3 2
KOMPONEN KELISTRIKAN 8-73 b. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. c. Ukur output voltage intake air pressure sensor. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ Intake air temperature sensor 1. Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body (sensor temperatur udara masuk) ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. b. Ukur tahanan intake air temperature sensor ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) ▼ ▼ ▼▼▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼ ▼▼▼ ▼ ▼▼▼ a. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi. b. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid). c. Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body. ▲ ▲ ▲▲▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲ ▲▲▲ ▲ ▲▲▲ Tahanan Intake air temperature sensor 5,7–6,3 kΩ Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” 2 1 2 1 • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Tahanan FID (fast idle solenoid) 31,5–38,5 Ω 1 2
9 TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING.....................................................................................9-1 INFORMASI UMUM ..................................................................................9-1 KEGAGALAN START ...............................................................................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT .............................................................9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI...9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI........................................................9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK .........................................9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT...........................................................9-2 KOPLING TIDAK LANCAR .......................................................................9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ...................................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING.........................................................9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK....................................9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA .......................................................9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL..............................................................9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH.............................9-4
TROUBLESHOOTING 9-1 EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini, tidak bisa meliput semua masalah. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu, lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa, menyetel, dan mengganti komponen spare parts. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah, Aus, lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak
TROUBLESHOOTING 9-2 Sistim kelistrikan 1. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Mesin 1. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1. Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2. Oli mesin • Ketinggian oli kurang
TROUBLESHOOTING 9-3 • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2. Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1. Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok,rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok, atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak
TROUBLESHOOTING 9-4 5. Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7. Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak
EAS28740 DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 1. AC magneto 2. Crankshaft position sensor 3. Rectifier/regulator 4. Kunci kontak/Main switch 5. Sekring/Fuse 6. Battery 7. Motor starter 8. Starter relay 9. Starting circuit cut-off relay 10.Saklar tangkai kemudi kanan 11.Tombol starter 12.Engine stop switch 13.Diode 14.Switch netral 15.Unit Throttle body sensor. 16.Intake air pressure sensor 17.Intake air temperature sensor 18.Throttle position sensor 19.Coolant temperature sensor 20.Lean angle sensor 21.Conector Self-diagnosis signal 22.ECU (engine control unit) 23.Ignition coil 24.Busi/Spark plug 25.FID(fast idle solenoid) 26.Fuel injector 27.Pompa bensin/Fuel pump 28.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Switch rem belakang/Rear brake light switch 30.Switch rem depan/Front brake light switch 31.Lampu belakang/rem 32.Relay sinyal belok 33.Klakson/Horn 34.Saklar tangkai kemudi kiri 35.Saklar lampu 36.Saklar Pass 37.Saklar dimmer 38.Tombol klakson/Horn switch 39.Saklar sinyal belok 40.Switch kopling 41.Lampu sinyal belok depan-kiri 42.Lampu sinyal belok depan-kanan 43.Lampu sinyal belok belakang kiri 44.Lampu sinyal belok belakang kanan 45.Unit lampu depan 46.Lampu posisi/lampu senja 47.lampu depan 48.Motor kipas radiator 49.Relay motor kipas radiator 50.Condenser 51.Unit meter 52.Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53.Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54.Meter guide/Fuel gauge 55.Tachometer 56.Lampu indikator neutral 57.Indikator lampu jauh 58.Lampu meter/Meter light 59.Indikator sinyal belok EAS28750 ichsan iskandar KODE WARNA B Black (Hitam) Br Brown (Coklat muda) Ch Chocolate(Coklat tua) Dg Dark green (Hijau tua) G Green (Hijau) Gy Gray (Abu-abu) L Blue (Biru) Lg Light green (Hijau muda) O Orange P Pink (Merah muda) R Red (Merah) Sb Sky blue (Biru langit) W White (Putih) Y Yellow (Kuning) B/L Black/Blue (Hitam/Biru) Br/L Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Br/W Brown/White (Coklat muda/Putih) G/R Green/Red (Hijau/Merah) G/W Green/White (Hijau/Putih) G/Y Green/Yellow (Hijau/Kuning) L/B Blue/Black (Biru/Hitam) L/W Blue/White (Biru/Putih) O/B Orange/Black (Orange/Hitam) P/W Pink/White (Merah muda/Putih) R/B Red/Black (Merak/Hitam) R/L Red/Blue (Merah/Biru) R/W Red/White (Merah/Putih) W/Y White/Yellow (Putih/Kuning) Y/G Yellow/Green (Kuning/Hijau) Y/L Yellow/Blue (Kuning/Biru) Y/R Yellow/Red (Kuning/Merah)
YAMAHA MOTOR CO., LTD. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN
V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R R W R/W R/B L/B L/W R Br/L (RED) R Br (RED) Gy L/W Br L/B L B L B L B L B W W W W W W R W B W W R R/W Gy L/W R R/W R/W R/W L/W B L/W B Br R/W Br (BLACK) B B Br (BLACK) G/W Lg Sb Sb G/W Lg L B Dg Br G (BLACK) Ch L B (BLACK) Dg Br G Ch L Br W/Y R ON OFF R W W W W W R B R R B LY B Br L/B R/W R/W L/W R/B L/W B Br R/W Y Y L BrBr Br Br R W/Y L L B B W W R R R/W L/W Lg G/W G Br Gy Sb B Y L Dg Ch Gy 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 33 34 35 36 37 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59
R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) R/B B (BLUE) B B (BLACK) Br G/Y (BLACK) Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W O/B R/W (BLACK) R/L O/B (BLACK) Br/W Br L B Y G/Y L B Dg Ch Br/W L P Br Dg Ch Br/W L P Br G Y B Sb R/B Br/W P/W B/L L Y/L Br Y/R B R/W Y G G/R B/L L Y/G B/L (L) (R) O R/W O B Dg B Ch B Dg B Ch B GB B R/B Sb Sb R Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W Y/L Y/R Y/R Br O/B O/B R/W Y G/R Y/L G/R Y/G Y/G B/L L B/L Lg Lg Lg G/W P Br Gy B Y B R/W G Br Br L G/Y Ch Dg B B B G B P Br/W Br R/B G/Y G/Y W/Y 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 30 29 31 32 38 39 40 41 42 43 44