Book-REPUBLIKOPI.indb 1 12/7/20 11:06 PM
Eksplor asi
energi
kopi nus antara
Ekspedisi Republikopi Pertamina
Penasihat
• Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
Nicke Widyawati
• Corporate Secretary PT Pertamina (Persero)
Brahmantya Satyamurti Poerwadi
• VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero)
Arya Dwi Paramita
• Manager CSR PT Pertamina (Persero)
Dian Hapsari Firsati
Tim Ekspedisi
• Bayu Hermawan
• Yudha Manggala P Putra
• Sadly Rachman (Videografer)
• Fakhtar Khoiron Lubis (Videografer)
• Wisnu Adji (Videografer)
• Fian Firatmaja (Videografer)
• Havid (Videografer)
• Kiki (Videografer)
• Abdan Syakura (Fotografer)
• Thoudy Badai ((Fotografer)
• Prayogi (Fotografer)
Penulis
• Bayu Hermawan
• Yudha Manggala P Putra
Editor
• Joko Sadewo
• Yogi Ardhi
Editor Bahasa
• Ririn Liechtiana
Infografis dan Tata Letak
• Sarjono
• Muhamad Ali Imron
01
Ekspedisi Republikopi Pertamina
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA v
Pengantar
Bangkitkan Energi
Kopi Indonesia
K opi memiliki riwayat panjang dalam narasi
sejarah perekonomian Indonesia. Sejak
ditanam pertama kali di nusantara pada 1969,
komoditas hasil bumi ini tumbuh menjadi salah
satu sumber pendapatan negara selain minyak
dan gas. Kini kopi bukan lagi sekadar minuman yang disesap
karena kafeinnya, melainkan juga sudah bagian dari gaya
hidup masyarakat. Tingkat konsumsinya melambung pesat
dalam satu dasawarsa terakhir. Karena itu, sebagai lumbung
kopi dengan ragam varietas dari Sabang sampai Merauke,
Indonesia menyimpan potensi besar yang dapat terus
dieksplorasi.
vi EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
PT Pertamina (Persero) sebagai Meriah Aceh hingga penyangrai biji kopi
BUMN termasuk memiliki peran penting di Jayapura Papua. Banyak kisah sukses
dalam membangkitkan daya bisnis dan inspiratif yang lahir dalam kolaborasi
kopi Tanah Air. Kami ikut terlibat berkat bersama mereka. Sebagian dapat Anda
beberapa kedekatan. Salah satunya, temukan dalam buku ini.
area operasional yang beririsan dengan
ekosistem kopi. Dalam mengemban tugas Dalam menjalankan setiap program
di wilayah kerjanya, Pertamina memang tanggung jawab sosial dan kemitraan
tidak hanya menjalankan tanggung tersebut, juga ada tiga aspek yang
jawab dalam meningkatkan kesejahteraan senantiasa kami prioritaskan. Ketiganya
negara. Terdapat juga komitmen untuk adalah keseimbangan alam, lingkungan,
melaksanakan tanggung jawab sosial dan masyarakat. Ini bagian dari komitmen
dan lingkungan. Dari situlah kami Pertamina menjalankan ISO 26000 dalam
berkontribusi. pelestarian lingkungan serta pelibatan
dan pengembangan masyarakat.
Melalui program Corporate Social
Responsibility (CSR) dan Small Medium Karena itu, dalam bekerja sama
Enterprises Partnership (SMEP), Pertamina dengan para pelaku kopi, sumber
sudah ikut menangani pemberdayaan daya manusia bukan fokus satu-
kopi sejak 2001. Dukungan diberikan satunya. Beberapa kisah dalam buku ini
kepada petani, pedagang, pengusaha menerjemahkan keselarasan tersebut.
kedai, hingga tingkat pengekspor. Dari Bagaimana upaya menjaga kelestarian
pengusaha kecil menengah di Bener pohon dan satwa berdampingan dengan
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA vii
langkah memajukan kopi. Ada juga cerita soal
pengembangan kopi organik yang ramah
lingkungan.
Kami berharap buku ini dapat
menginspirasi. Tidak sebatas narasi yang
disesap sesaat, tetapi juga dapat memberikan
manfaat. Menjadi bahan bakar untuk
mengeksplorasi ide dan gagasan baru.
Mendorong upaya mengoptimalkan potensi
kopi nusantara dan UMKM-nya sebagai
penopang perekonomian bangsa. Mari
bersama bangkitkan energi kopi Indonesia.
Nicke Widyawati
Direktur Utama
viii EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA ix
Nusantara
Surganya Kopi
S ekitar 2007 seorang pemilik pabrik kopi di Alja
zair memberi kejutan yang luar biasa. Dia ambil
sekarung biji kopi untuk di saring. Dia katakan
biji kopi itu dibelinya dari bursa kopi di Eropa.
Dia tuangkan sekarung biji kopi itu ke dalam
mesin penyaring. Maka dalam sekejap, biji kopi sudah
terpisah dari kotoran, atau material selain kopi.
Lalu apa yang membuat saya tercengang? Ternyata
di antara kotoran dan material yang tersaring itu terdapat
uang koin rupiah pecahan Rp 500. Maka dari sinilah asal
muasal kopi dalam tumpukan karung di pabriknya itu bisa
diketahui.
Kopi itu asli dari Indonesia. Pengusaha ini mengaku
sangat suka untuk bisa mendapatkan kopi dari Nusantara
ini, karena kualitas dan rasanya istimewa. Puji syukur, kopi
ini menjadi salah satu kekayaan bumi Nusantara yang
x EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
sebarannya mendunia. Mengembalikan Indonesia ke nom or para petani dan pelaku bisnis kopi
satu memang tidak semudah mem untuk mendorong pembangunan
Kopi telah menjadi komoditas balikan telapak tangan. Tantangan berkelanjutan. Pembangunan yang
berharga sejak zaman kolonial. Dibawa menumpuk dan kendala di tingkat memprioritaskan kesejahteraan
pertama kali dari Yaman melalui kongsi petani hingga eksportir masih menjadi dan kelestarian manusia, alam, dan
dagang Vereenigde Oostindische Com peer bersama. Mengatasinya tidak lingkungan.
pagnie (VOC) lebih dari tiga abad bisa sendiri, butuh sinergi. Mulai dari
silam. Kopi Tanah Air sempat merek ah petani, pengusaha, masyarakat, hingga Buku ini kami harap dapat menjadi
harum di benua Eropa. Saking masy pemerintah, termasuk badan usaha salah satu bentuk ikhtiar mendorong
hurnya, lahir istilah “a cup of Java” milik negara (BUMN), dan media massa. kemajuan kopi Indonesia. Dikemas
untuk menyebut kopi saat itu. Bila dalam visual dan narasi memikat,
diterjemahkan artinya 'secangkir Jawa". Kolaborasi tersebut sebagian sudah ia juga diharapkan tidak sekadar
berjalan. Salah satunya melibatkan menambah wawasan seputar kopi,
Namun, wangi kopi Indonesia, Pertamina melalui kegiatan tanggung tetapi juga sumber insipirasi.
dengan segala permasalahan dalam jawab sosial dan program kemitraan
perjalanan sejarahnya, kini tidak lagi usahanya. Republika melalui Ekspedisi Semoga karya ini juga bisa meng
sama. Indonesia sekarang berada Republikopi merangkum sinergi gugah kesadaran untuk mengha
di peringkat empat penghasil kopi tersebut dalam buku ini. Tidak hanya rumkan kembali Nusantara sebagai
terbanyak di dunia. Produksinya 565 memuat sejarah kopi, pelbagai surganya kopi. Tidak semata
ribu ton pada tahun 2018-2019. Tanpa permasalahan yang dihadapi, hingga menopang rezeki penikmat dan pelaku
berkecil hati, angka tersebut bukanlah tokoh dan kisah yang menggugah usahanya, namun juga petani.
kecil. Namun, melihat potensi besar solusi terekam di sini.
yang dimilikinya, Indonesia sedianya Irfan Junaidi
masih bisa melampaui Vietnam, Buku ini juga mengeksplorasi
bahkan menyaingi Brasil sebagai kiprah Pertamina sebagai perusahaan Pemimpin Redaksi Republika
produsen kopi terbanyak di bumi. energi nasional bersinergi dengan
Daftar Isixii EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Pengantar
Bangkitkan Energi Kopi Indonesia — iii
Nusantara Surganya Kopi — ix
Daftar Isi — iv
01 Khazanah Kopi Nusantara — 1
Berawal dari Sebuah Ketidaksengajaan — 3
Masalah-masalah dan kendala pengembangan kopi di Indonesia — 33
02 Pertamina dan Kopi Nusantara — 51
Menjawab Problematik Kopi Melalui Kesejahteraan
Manusia, Alam, dan Lingkungan — 53
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA xiii
0 3 Ekspedisi dan Kisah Sukses — 91
GUNUNG PUNTANG, JAWA BARAT
Melintang, Upaya Pertamina Jaga Kelestarian Alam Lewat Kopi — 93
ULU BELU, LAMPUNG
Asa Meningkatkan Mutu Kopi Robusta — 133
ACEH
Kopi, Tradisi, dan Dukungan Pertamina untuk UMKM Aceh — 161
TORAJA, SULAWESI SELATAN
Uluran Tangan untuk Petani Toraja Demi Masa Depan Generasi Muda — 189
0 4 Masa Depan Kopi Indonesia
Industri Kopi Indonesia pada Masa Mendatang — 221
Ekspedisi Republikopi Pertamina
khazanah
kopi nusantara
01
2 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 3
Berawal dari Sebuah
Ketidaksengajaan
K opi telah menjadi minuman yang akrab
bagi hampir semua orang di seluruh dunia.
Total konsumsi kopi di dunia terus meningkat
dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari
International Coffee Organization (ICO), pada
tahun 2020 ini, total konsumsi kopi secara global sebanyak
167,592 juta karung dan setiap karungnya setara dengan 60
kilogram.
Untuk wilayah Indonesia sendiri, total konsumsi kopi
hingga tahun 2019 berjumlah 4,55 juta karung. Jumlah itu
menempatkan Indonesia menjadi negara pengonsumsi kopi
terbesar nomor dua di dunia, di bawah Brasil dengan total
4 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Meski tidak bisa konsumsi pada tahun 2019 sebanyak 20,5 dari sebuah pohon. Kaldi yang penasaran
dipastikan apakah juta karung kopi. kemudian mencoba memakan ceri buah
tersebut.
benar Kaldi Ya, kopi di Indonesia kini bukan sekadar
dan kambing- kebutuhan, melainkan juga sudah menjelma Hasilnya, ia merasakan sensasi yang
kambingnya sebagai menjadi gaya hidup. Bagi penikmat dan belum pernah ada sebelumnya. Dirinya
yang pertama peminum kopi di dunia secara umum dan merasa segar setiap kali memakan buah
menemukan kopi, Indonesia khususnya, mungkin harus sangat dan daun dari pohon itu. Singkat cerita,
namun cerita diatas berterima kasih kepada tokoh bernama ceri buah ajaib yang ditemukan oleh Kaldi
menjadi satu- Kaldi, seorang penggembala kambing dari menjadi begitu terkenal oleh masyarakat
satunya sejarah awal Abasiniyah. yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.
kopi mulai dikenal Meski banyak yang menyukai ceri buah
oleh manusia. Memang, hingga saat ini tidak ada yang itu, banyak juga yang menganggap ceri
tahu pasti, kapan dan bagaimana tepatnya tersebut adalah buah yang ‹terlarang›.
minuman kopi ditemukan. Satu-satunya Puncaknya, salah seorang ahli sufi di tempat
informasi yang dipercaya sebagai awal Kaldi tinggal, menjadi marah dan membakar
perkenalan manusia dengan kopi berasal ceri tersebut. Namun, saat dibakar, ceri
dari cerita rakyat Etiopia. tersebut mengeluarkan aroma yang justru
semakin menggoda dan menggugah selera.
Syahdan, sekitar tahun 500-an Masehi Biji buah yang sudah dibakar itu kemudian
di sebuah wilayah Etiopia, hiduplah seorang diambil dan direbus dalam air panas
penggembala bernama Khalid atau juga sehingga jadilah minuman kopi seperti yang
dikenal dengan nama Kaldi. Pada suatu kita kenal saat ini.
hari, Kaldi dibuat heran dengan tingkah laku
kambing-kambing miliknya, yang tampak Tidak bisa dipastikan, apakah benar
energik, berlarian dan melompat-lompat, Kaldi dan kambing-kambingnya sebagai
setiap kali memakan ceri buah dan daun
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 5
yang pertama menemukan kopi, tetapi cerita di atas menjadi
satu-satunya sejarah awal kopi mulai dikenal oleh manusia.
Kopi pun mulai berkembang dan tersebar ke berbagai
wilayah di belahan dunia ini, melalui perjalanan panjang
menembus kebudayaan masyakrakat di mana pun berada.
Perkembangan kopi di dunia juga dihiasi berbagai intrik,
konflik, bahkan kisah kelam tentang perbudakan pada masa
lampau.
Dari Yaman ke Indonesia Melalui l Ilustrasi Kisah Kldi dan kambing-kambingnya
Amsterdam
Sejatinya, dalam secangkir kopi yang kita nikmati
setiap hari, ada sejarah perjalanan panjang tanaman
bernama ‘Coffea’ dan masuk dalam keluarga rubiacea ini.
Khusus di Indonesia, sejarah panjang kopi berkaitan erat
dengan masa-masa pemerintahan kolonial Belanda melalui
kongsi dagang mereka bernama ‘Vereenigde Oostindische
Compagnie’ (VOC). Lewat kopi juga, muncul gerakan etis
yang ditandai dengan terbitnya buku berjudul Max Haveelar
karya Multatuli atau Eduard Douwes Dekker, yang disebut-
sebut sebagai karya yang membunuh kolonial, sekaligus
membuka kesempatan bagi bumiputra untuk mendapatkan
hak pendidikan, hingga memunculkan gerakan kebangsaan
6 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 7
8 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Belanda berpikir, untuk merdeka. saat itu, membuat Belanda mulai berpikir
kesuburan alam untuk memasukkan kopi sebagai komoditas
Pada sekitar tahun 1614, sekelompok dagangnya yang bisa menghasilkan
serta bentuk pedagang dari Belanda, tiba di Aden, keuntungan. Hal itu karena harga rempah-
geografis Nusantara, Yaman. Mereka tertarik untuk mencoba rempah di tingkat dunia, sudah mulai bisa
minuman berwarna gelap, yang saat itu diandalkan. Pada tahun 1658, Belanda pun
merupakan tempat marak dijual di kedai-kedai di Kota Aden. mulai mencoba membangun perkebunan-
yang paling cocok Setelah meminum cairan itu, mereka perkebunan kopi di wilayah-wilayah jajahan
langsung menyukainya. Belanda yang mereka, seperti di Ceylon atau yang kini kita
untuk menanam saat itu menjadi salah satu negara yang kenal dengan nama Sri Lanka dan Suriname.
emas hitam itu. kuat dalam perdagangan, kemudian
mencoba membeli biji kopi untuk kembali Keberhasilan membangun perkebunan
diperdagangkan. di Ceylon dan Suriname, belum membuat
Belanda puas. Namun, perkebunan di
Belanda pertama kali membeli kopi Ceylon dan Suriname membuat Belanda
dari wilayah Mokha, Yaman, pada tahun semakin paham teknik menghasilkan kopi.
1640. Seketika, kopi menjadi minuman Belanda kemudian mulai melirik nusantara,
favorit, khususnya di negara itu. Munculnya yang juga menjadi wilayah koloni mereka.
kebiasaan ngopi pada masyarakat Belanda berpikir, kesuburan alam serta
belanda, membuat permintaan biji kopi bentuk geografis nusantara, merupakan
terus meningkat. Seiring dengan hal itu, tempat yang paling cocok untuk menanam
Pemerintah Belanda mulai mencari produsen “emas hitam” itu.
kopi selain membeli dari Yaman. Belanda
pun mulai mendatangkan kopi dari wilayah
Malabar di India.
Tingginya harga kopi di dunia pada
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 9
10 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 11
l Perkebunan zaman Eksperimen Berbuah Cup of wilayah Bidara Cina. Tentu saja, pada masa
Kolonial Belanda. Java kolonial Belanda, wilayah itu menjadi salah
satu daerah yang masih asri dan hijau,
Eksperimen menanam kopi di tanah dengan banyaknya petinggi Belanda yang
nusantara dimulai pada tahun 1696. Bibit membangun rumah peristirahatan di sana.
pohon Coffea arabica, yang kelak kita kenal
dengan nama kopi arabika, didatangkan Hasil eksperimen kedua cukup berhasil.
dari Malabar. Di bawah kepemimpinan Pohon kopi berhasil berbuah. Keberhasilan
Gubernur Jenderal Willem van Outhoorn, itu mendorong Pemerintah Hindia Belanda
Pemerintah Hindia Belanda membuka menyebarkan bibit pohon kopi ke wilayah
perkebunan kopi di daerah Kedawung, lain di Pulau Jawa.
yang tidak jauh dari Batavia (ibu kota
pemerintahan Hindia Belanda kala itu). Perkebunan kopi di wilayah Jawa Barat,
Eksperimen ini berakhir dengan kegagalan tercatat sebagai perkebunan kopi pertama
karena perkebunan disapu banjir besar dari di Hindia Belanda yang bisa mendapatkan
aliran Sungai Cisadane. panen besar. Hasil panen dari perkebunan
itu kemudian dibawa ke Belanda, dan oleh
Pemerintah Hindia Belanda tidak ahli botani di Amsterdam dinyatakan bahwa
patah arang. Tiga tahun berikutnya, biji kopi asal Jawa Barat adalah yang
seorang pejabat VOC bernama Hendrick mempunyai mutu terbaik di dunia pada saat
Zwaardecroon, yang kemudian juga menjadi itu.
gubernur Hindia Belanda, kembali mencoba
membuka perkebunan kopi. Belajar dari De Heeren Zeventien, yang menguasai
kegagalan sebelumnya, Hendrick membuka kongsi dagang VOC, semakin tertarik untuk
perkebunan di lokasi yang cukup jauh menjadi kopi, khususnya asal Hindia Belanda
dari aliran sungai besar, yakni di sekitar sebagai komoditas dagang mereka. Pada
tahun 1707, De Heeren Zeventien meminta
12 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Joan van Hoorn, gubernur jenderal Hindia biji kopi asal Cianjur. Harga biji kopi tersebut
Belanda kala itu, untuk memperbanyak sangat mahal karena berkualitas tinggi.
penanaman kopi, khususnya di Priangan,
Jawa Barat. Keuntungan besar yang diperoleh
dari penjualan biji kopi asal Jawa Barat,
Panen besar dari perkebunan di wilayah mendorong Pemerintah Hindia Belanda
Priangan pertama kali tercatat pada semakin memperluas perkebunan di tanah
tahun 1711. Sebanyak 405 kilogram biji kopi Priangan. Perkebunan-perkebunan kopi
diekspor dari Cianjur ke Amsterdam. Belanda baru dibuka di gunung-gunung yang ada di
mendapat keuntungan besar dari penjualan wilayah Jawa Barat, dan satu yang paling
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 13
penting dalam suplai biji kopi untuk dijual Belanda adalah
Malabar. Seketika, kopi asal Priangan membanjiri dan diburu
oleh penikmat kopi dunia. Ketenaran kopi asal Jawa Barat
membuat istilah “a cup of Java” sebagai istilah minum kopi
saat itu, khususnya di Benua Eropa.
Cultuurstelsel dan Novel Pembunuh
Kolonialisme
Pada era tahun 1800-an, Hindia Belanda menjadi wilayah
pengekspor kopi nomor satu terbesar di dunia. Keuntungan
ini membuat kas keuangan Pemerintah Hindia Belanda yang
terkuras akibat perang-perang memperluas daerah jajahan,
seperti perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro,
kembali menggelembung. Sayangnya, keuntungan besar
dari penjualan kopi asal nusantara, tidak berdampak pada
peningkatan kesejahteraan penduduk pribumi.
Sebaliknya, keuntungan besar semakin membuat hidup
rakyat di Hindia Belanda tertindas. Sebab, demi mengejar
keuntungan yang lebih besar, Pemerintah Hindia Belanda
pada tahun 1828, memulai kebijakan tanam paksa
atau ‘cultuurstelsel’, tepatnya di bawah pemerintahan
Gubernur Jenderal Johannes Van de Bosch. Kebijakan
ini mampu meningkatkan produksi dan nilai ekspor kopi.
14 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Keuntungan besar hasil penjualan kopi,
membuat taraf kehidupan masyarakat
Belanda meningkat. Sebaliknya, semakin
besar keuntungan penjualan kopi, membuat
semakin sulitnya taraf hidup rakyat di
Hindia Belanda. Kebijakan tanam paksa
membuat kehidupan rakyat di Indonesia
atau Hindia Belanda kala itu, sangat sulit,
bahkan untuk makan sekalipun. Sebab,
rakyat diperintahkan untuk menanam kopi
dalam jumlah besar di lahan-lahan mereka,
yang membuat mereka tidak bisa menanam
tumbuhan lain untuk menunjang kehidupan
sehari-hari.
Dari kopi jugalah muncul sebuah
gerakan yang mengubah wajah kolonial. Di
puncak kejayaan kopi asal nusantara serta
ketatnya pelaksanaan kebijakan tanam
paksa, terbitlah sebuah novel berjudul Max
Havelaar yang ditulis oleh Eduard Douwes
Dekker pada tahun 1860. Novel ini bercerita
seputar perdagangan kopi, khususnya yang
dilakukan oleh bangsa Belanda.
Tulisan dari tokoh yang dikenal juga
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 15
dengan nama Multatuli ini mengkritik Wabah Penyakit yang
kebijakan pemerintah kolonial terhadap Mengakhiri Kejayaan Kopi
rakyat pribumi di wilayah jajahannya. Indonesia
Penggambaran Multatuli terhadap
kehidupan rakyat pribumi yang Tanam paksa sudah dihentikan, tetapi
memprihatinkan, membuat novel tersebut kejayaan perdagangan kopi asal Indonesia
menjadi bahan diskusi dan perdebatan masih terus berlanjut untuk beberapa tahun
hangat kala itu. ke depan. ‘Kiamat’ bagi perkebunan kopi
di Indonesia akhirnya datang sekitar tahun
Novel Max Havelaar seolah menjadi 1876. Wabah penyakit karat daun membuat
senjata pembunuh bagi kolonialisme. Sebab, perkebunan kopi di Indonesia mengalami
akibat novel itu, Pemerintah Hindia Belanda kemunduran.
akhirnya menghentikan kebijakan tanam
paksa pada tahun 1870. Novel itu juga Ekspor kopi asal Indonesia menurun
yang mendorong lahirnya gerakan etis di drastis. Hal ini kemudian dimanfaatkan
tanah jajahan. Selanjutnya kita tahu, dari Brasil, yang menjadi saingan berat Hindia
gerakan etis ini muncul kelompok-kelompok Belanda untuk meningkatkan ekspor kopi
terpelajar yang mempunyai kesadaran mereka dalam perdagangan internasional.
untuk melakukan gerakan kebangsaan agar
Indonesia merdeka. Untuk mencegah semakin terpuruknya
ekspor kopi, Pemerintah Hindia Belanda
kemudian mendatangkan kopi jenis liberika.
Bibit pohon Kopi yang bernama latin Coffea
liberica itu didatangkan dari Liberia dan
Uganda, di Afrika. Namun, wabah penyakit
yang menyerang pohon kopi arabika pada
16 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Wabah penyakit akhirnya juga menyerang pohon kopi kalosi merupakan sejumlah merek dagang
karat daun seolah liberika. yang muncul imbas dari meledaknya
menjadi penutup era penjualan kopi asal Hindia Belanda.
kejayaan kopi pada Selanjutnya, pada tahun 1907, jenis
masa kolonial. Sebab pohon kopi robusta didatangkan dan Menurunnya volume perdagangan kopi,
ditanam di perkebunan-perkebunan kopi selanjutnya membuat Pemerintah Hindia
sejak itu, Hindia yang ada. Walaupun jenis pohon kopi ini Belanda mencari alternatif lain. Belanda
Belanda yang kelak tahan terhadap wabah, cita rasa kopinya lalu mulai menanam gula, coklat, dan teh
bernama Indonesia, tidak mampu menandingi kopi arabika. sebagai pengganti kopi.
tidak mampu lagi Pasar internasional juga kurang Wabah penyakit karat daun seolah
mendominasi merespons baik biji kopi robusta asal menjadi penutup era kejayaan kopi
nusantara. Hal ini membuat Pemerintah pada masa kolonial. Sebab sejak itu,
perdagangan kopi di Hindia Belanda memutuskan untuk Hindia Belanda yang kelak bernama
dunia. berpindah fokus penanaman kopi di wilayah Indonesia, tidak mampu lagi mendominasi
Pulau Jawa ke Sumatra. Nama-nama, perdagangan kopi di dunia. Posisi Indonesia
seperti kopi mandhaeling dan kalosi mulai terus melorot menjadi di bawah Brasil,
dikenal di dunia kopi. Vietnam, dan Kolombia. Bab tentang
kejayaan perdagangan kopi oleh Hindia
Sementara untuk lahan-lahan Belanda akhirnya ditutup setelah Proklamasi
perkebunan di Jawa, Pemerintah Hindia Kemerdekaan Indonesia. Setelah masa
Belanda tetap memilih kopi robusta. proklamasi kemerdekaan, perkebunan-
Wilayah-wilayah lain, seperti Sumatra, perkebunan kopi belanda diambil alih oleh
Bali, dan Sulawesi. Kopi-kopi asal wilayah- Pemerintah Indonesia.
wilayah itu dinilai juga mempunyai mutu
dan kualitas yang sama dengan kopi asal
Jawa Barat. Nama kopi mandhaeling dan
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 17
PENYEBARAN KOPI18 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA BELANDA 1616
OLEH VOC
KE INDONESIA Pedagang asal Belanda, Pieter van Den
Broecke membawa biji kopi dari Kota Mokha,
Yaman, ke negaranya. Dengan cepat, kopi
menjadi minuman favorit warga Belanda dan
negara-negara yang ada disekitarnya.
Belanda pun mulai melirik kopi sebagai
komoditas dagang utama.
INDIA
SRILANKA
1658
Keuntungan besar
yang didapat dari
hasil penjualan kopi,
membuat pemerin-
tah Belanda berpikir
bagaimana cara
untuk mendapatkan
lebih banyak
pasokan kopi untuk
diperdagangkan.
Selain mengambil
kopi dari negara-neg-
ara Arab, Belanda
pun mulai mencoba
menanam kopi di
Srilangka
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 19
VOC berhasil mengirim hasil panen Hasil panen kopi dari Jawa menguasai
1706 perdana dari pohon kopi yang ditanam di 1710
Indonesia. Berdasarkan penelitian yang perdagangan di dunia. Belanda memper-
dilakukan di Belanda, dinyatakan kopi asal
Indonesia mempunyai mutu yang paling oleh keuntungan besar dari pedagangan
baik di dunia. Belanda pun mulai mengen-
carkan pembangunan kopi di Indonesia kopi asal Indonesia. Kejayaan kopi asal
Indonesia diabadikan lewat nama Cup of
Java yang artinya secangkir kopi.
1669 1799 Keuntungan besar yang diperoleh dari 1830 Kejayaan kopi membuat pemerintah
penjualan kopi, ibarat menjadi buah kolonial Belanda membuka perkebunan
VOC mulai menanam kopi simalakama bagi rakyat di Indonesia kala lain yang bisa mendukung kopi, dan
di Batavia, dengan bibit dari itu. Sebab, demi mengejar keuntungan, dimulai era Cultuurstelsel. Di era ini,
Malabar, India, namun gagal karena Belanda meminta rakyat menanam kopi rakyat diwajibkan menanam kopi di lahan
banjir besar. Eksperimen kedua di lahan mereka. Kebijakan ini kemudian mereka dan dilarang untuk menjual ke
penanaman kopi di Indonesia dikenal dengan nama koffiestelsel pihak lain selain pemerintah kolonial.
dilakukan Hendrick Zwaardecroon,
yang kemudian juga menjadi 1860 Pedagangan kopi Belanda dihantam isu 1878 Hama daun menyerang perkebunan kopi
Gubernur Hindia Belanda. Kali ini, kemanusian oleh Eduard Douwe Dekker, di Nusantara, kopi asal Brasil dan Kolom-
perkebunan berhasil mendapatkan melalui tulisannya Max Havelaar. bia menggeser kopi asal Nusantara. Sejak
Multatuli menyerang habis perlakuan saat itu, kopi asal Indonesia tidak lagi
panen yang baik. pemerintah Belanda terhadap rakyat di mampu menguasai perdagangan dunia.
koloninya. Hal ini berdampak pada
INDONESIA lahirnya politik etis, yang memunculkan
pribumi-pribumi untuk memikirkan
kemerdekaan Indoneia.
1890 VOC mulai menanam kopi jenis Liberika 1945 Perkebunan kopi milik pemerintah kolonial
dan Robusta sebagai pengganti Arabica. Belanda dinasionalisasi seiring
Namun, kopi liberika dan robusta kurang kemerdekaan Republik Indonesia. Di masa
bisa memberikan keuntungan bagi pendudukan Jepang, perkebunan-perkebu-
belanda. Pemerintah kolonial pun nan ini kurang mendapat perhatian.
akhirnya membuka perkebunan di Banyak perkebunan yang kemudian
wilayah lain seperti di pulau Sumatra beralih menjadi perkebunan bahan
dan Sulawesi. pangan.
20 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 21
Sentra Penghasil Kopi
PJawa ulau Jawa merupakan awal penyebaran pohon
kopi di Indonesia. Di wilayah Jawa, tepatnya
Jawa Barat, perkebunan kopi pertama di
Indonesia dibuka pada masa pemerintaha
kolonial Belanda. Kopi-kopi arabika asal Jawa
Barat telah lama dikenal di dunia, bahkan pada masa
lampau istilah “cup of java” menjadi ungkapan khusus untuk
menikmati secangkir kopi. Wilayah Jawa yang banyak
memiliki pegunungan menjadi lokasi ideal untuk penanaman
kopi.
22 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Kopi asal Pulau Perkebunan kopi arabika di wilayah Jawa Lampung
Jawa umumnya berada pada ketinggian 1.200 mdpl hingga
mempunyai karakter 2.800 mdpl. Kopi asal Pulau Jawa umumnya Lampung, salah satu provinsi di Sumatra,
rasa yang balance, mempunyai karakter rasa yang balance, yang terkenal dengan kopi robustanya.
dengan notes buah dengan notes buah yang cukup kuat, Perkebunannya rata-rata berada pada
yang cukup kuat, karamel, dengan tingkat keasaman dan ketinggian 700-1.200 mdpl, bergantung
karamel, dengan kekentalan medium. Selain arabika, Pulau pada kondisi geografis di beberapa wilayah.
tingkat keasaman Jawa juga menjadi salah satu penghasil kopi Produksi petani kopi lampung, khususnya
dan kekentalan robusta. robusta, cukup melimpah, yakni mencapai
angka 90 ribu hingga 100 ribu ton per tahun.
medium. Sumatra
Robusta memang tidak memiliki cita rasa
Kopi mulai dikembangkan di Sumatra sekompleks dan selengkap arabika. Namun,
setelah wabah karat daun yang menyerang bila diperlakukan lalu diproses secara
pohon-pohon kopi di Jawa. Di daerah ini, baik dan optimal, ada beberapa karakter
tanaman kopi bertahan dari wabah karena rasa yang cenderung bisa didapatkan.
umumnya ditanam pada ketinggian 1.400 Tidak hanya ‘pahit’ dan berbodi tebal saja
hingga di atas 2.000 mdpl. Wilayah Gayo (meski keduanya masih tetap dominan
masih menjadi produsen kopi arabika dibandingkan arabika).
terbesar di Indonesia. Secara umum, kopi
asal Sumatra memiliki bodi yang tebal, Untuk kopi robusta lampung dengan
tingkat keasaman yang rendah, dengan kualitas terbaik (fine robusta/grade A),
notes rasa buah seperti ceri dan jeruk, serta misalnya bisa didapatkan sensasi coklat,
aroma rempah-rempah dan coklat. kacang-kacangan, rempah-rempah, hingga
nangka, karamel, dan tebu (sugar can).
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 23
24 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 25
Sulawesi Wilayah Sunda Kecil Kopi toraja
menjadi kopi asal
Dibandingkan perkebunan kopi di Jawa Pulau-pulau yang masuk dalam wilayah
dan Sumatra, perkebunan di Sulawesi Sunda Kecil telah dikenal sebagai salah Sulawesi yang
tergolong muda. Meski begitu, masyarakat satu sentra penghasil kopi berkualitas di sudah terkenal di
di Sulawesi sudah mengenal kopi sejak Indonesia. Di wilayah ini ada Pulau Bali, dunia sejak lama.
lama dari pedagang-pedagang Arab. pohon kopi ditanam pada ketinggian di atas
Pohon-pohon kopi di Sulawesi ditanam 1.000 mdpl. Yang unik, kopi bali umumnya
pada ketinggian antara 1.200 hingga di punya karakter rasa jeruk. Aroma kopi bali
atas 2.000 mdpl. Kondisi lahan yang ada umumnya juga kuat dan manis dengan bodi
di Sulawesi, khususnya wilayah Toraja, yang medium dan punya tingkat keasaman
menghasilkan kopi yang berbeda dengan yang cukup tinggi.
wilayah lain di Indonesia.
Selain Bali, Nusa Tenggara Timur yang
Kopi toraja menjadi kopi asal Sulawesi termasuk gugusan Sunda Kecil juga telah
yang sudah terkenal di dunia sejak lama. dikenal sebagai penghasil kopi terbaik di
Umumnya, karakter rasa yang didapat dari dunia. Selain flores bajawa, kini kopi asal
kopi toraja adalah clean cup, dengan notes Manggarai juga tengah menjadi buruan
rempah-rempah, kacang-kacangan, kayu penikmat kopi. Umumnya, pohon kopi di
manis, floral, dan fruity. Bodi kopi cukup wilayah ini ditanam pada ketinggian di
tebal, tapi halus saat diteguk. atas 1.100 mdpl. Cita rasa yang paling unik
dari kopi asal NTT adalah adanya aroma
tembakau dalam kopi yang kita seduh. Bodi
kopi asal NTT cenderung lebih tebal dengan
karakter yang earthy dan manis buah
dengan tingkat keasaman yang rendah.
26 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Kalimantan
Kopi asal Kalimantan masih jarang
terdengar. Namun, Kalimantan merupakan
salah satu pusat perkebunan kopi jenis
liberica. Seperti diketahui, kopi jenis
ini dibawa ke Indonesia dengan tujuan
untuk menyelamatkan komoditas kopi
yang sempat anjlok karena wabah karat
daun. Kopi liberica bisa tumbuh subur
di Kalimantan karena wilayah ini punya
ketinggian yang ideal.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 27
Papua
Wilayah terakhir yang menjadi sentra
penghasil kopi adalah Papua. Kondisi alam
Papua yang masih asri membuat kopi bisa
tumbuh subur. Secara umum, pohon kopi di
sini ditanam pada ketinggian 1.500 mdpl.
Yang unik, hampir seluruh petani di Papua
menanam kopi secara organik. Hal ini tentu
saja membuat mutu dan rasa kopi papua
semakin nikmat. Kopi papua mempunyai
karakter rasa yang lebih manis, ringan
dengan bodi yang medium, dan tingkat
keasaman yang rendah.
PETA KOPI INDONESIA28 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
BERDASARKAN INDIKASI GEOGRAFIS
Kopi Arabika Gayo Kopi Robusta Temanggung Kopi Robusta Pasuruan
Kopi Arabika Kintamani Bali Kopi Robusta Pupuan Bali Kopi Robusta Sidikalang
Kopi Arabika Flores Bajawa Kopi Robusta Pinogu Kopi Robusta Java Bogor
Kopi Arabika Kalosi Enrekang Kopi Robusta Tambora Kopi Robusta Rejang Lebong Bengkulu
Kopi Arabika Toraja Kopi Robusta Empat Lawang Kopi Liberika Tungkal Jambi
Kopi Arabika Ijen Raung Kopi Robusta Kepahiang Kopi Liberica Rangsang Meranti
Kopi Arabika Java Preanger
Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing
Kopi Arabika Sumatra Simalungun
Kopi Arabika Sumatra Mandailing
Kopi Arabika Sumatra Koerintji
Kopi Arabika Sumatra Lintong
Kopi Arabika Flores Manggarai
Kopi Arabika Pulo Samosir
Kopi Arabika Sipirok
Kopi Arabika Baliem Wamena
Kopi Arabika Tanah Karo
Kopi Minahasa Koya
Kopi Arabika Papua Dogiyai
Kopi Arabika Sungai Penuh
Kopi Arabika Sumatra Minang Solok
Kopi Arabika Pegunungan Arfak
Kopi Robusta Lampung
Kopi Robusta Semendo
*Berdasarkan data DJKI tahun 2019
SENTRA PENGHASIL KOPI INDONESIA EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 29
Robusta
34,43% 24.19% 12.26% 7,84% 3,45% 17.53%
Sumatra Selatan Lampung Bengkulu: Jatim Jateng Provinsi lainnya
156.898 ton 109.299 ton 55.372 ton 35.410 ton 15.291 ton 79.213 ton
Arabica
30,39% 30,20% 11,84% 5,97% 21.60%
Aceh Sumatra Utara Sulawesi Selatan Sumatra Barat Provinsi lainnya
55.885 ton 55.537 ton 21.765 ton 10,975 ton 39.729 ton
JENIS DAN VARIETAS KOPI DI INDONESIA
Struktur Binary Kopi
Kingdom (Kerajaan): Plantae Class (Kelas): Magnoliopsida Spesies: Coffea benghalensis B.
Sub Kingdom: Viridiplantae Super Ordo: Asteranae Spesies: Coffea Canephora Pierre
Infra Kingdom: Streptophyta Ordo: Gentianales (Jenis Robusta)
Super Divisi: Embryophyta Famili: Rubiaceae Spesies: Coffea stenophylla G. Don
Division (Divisi): Tracheophyta Genus: Coffea L. Spesies: Coffea congensis A. Froehner
Sub Divisi: Spermatophytina Spesies: Coffea Arabica L. Spesies: Coffea Liberica W. Bull
(Jenis Arabica) (Jenis Liberica)
PERBEDAAN KOPI30 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
ARABICA, ROBUSTA DAN LIBERIKA
Robusta Liberika
Ukuran biji kopi paling besar dan cenderung lonjong Ukuran kopi sedikit lebih kecil dari robusta, dengan
Tumbuh baik di ketinggian 400-700 mdpl ciri memanjang
Tinggi pohon bisa mencapai 10 meter Bisa tumbuh di ketinggian 400-1200 mdpl
Masa panen lebih panjang Paling mudah beradaptasi dengan lingkungan dan
Jumlah hasil panen lebih banyak cuaca panas
Lebih tahan terhadap cuaca dan hama Bisa panen sepanjang tahun
Kadar gula paling rendah Punya aroma khas menyerupai nangka
Kadar kafein lebih banyak 2,2 persen
Arabica
Ukuran biji kopi cenderung kecil dan bundar
Tumbuh baik di ketinggian 700-2000 mdpl dengan suhu 16-20 derajat celsius.
Tinggi pohon bisa mencapai 4 meter
Masa panen lebih singkat
Jumlah panen lebih sedikit dibanding robusta dan liberika
Kurang tahan terhadap hama
Kadar gula 6 sampai 10 persen
Kadar cafein 1,2 persen
Karakter rasa lebih beragam tergantung ketinggian dan daerah tanam
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 31
32 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 33
Masalah-masalah
dan kendala
pengembangan kopi
di Indonesia
IPetani Butuh Edukasi dan Sarana
ndonesia pada masa lalu saat masih bernama Hindia
Belanda, pernah menjadi raja dalam industri kopi di
dunia. Kualitas kopi-kopi hasil perkebunan di nusantara
menjadi yang terbaik sehingga harga jualnya pun
menjadi sangat tinggi. Biji-biji kopi asal Indonesia
pernah membanjiri dunia, mengalahkan Brasil bahkan kopi-
kopi asal Afrika yang merupakan tempat asal tanaman kopi.
Masa emas kopi asal Indonesia terangkum dalam istilah
“cup of Java”. Kata ‘Java’ merupakan istilah untuk kopi-kopi
asal Indonesia. Ibarat roda berputar, wabah karat daun yang
34 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Masih banyak petani menyerang perkebunan kopi di Jawa Barat, panen di tingkat petani tidak bisa maksimal.
yang lebih memilih menjadi pintu gerbang kehancuran industri Dengan demikian, kita masih tertinggal dari
hanya menjual ceri kopi di Indonesia. Vietnam.
kopi saja begitu
Sejak saat itu, meski sejumlah Yang menarik, bahkan pernah tim
selesai masa panen. perkebunan dibuka di hampir seluruh pulau ekspedisi Republikopi menemukan beberapa
Hal ini membuat di nusantara, kegemilangan perdagangan petani, yang bahkan tidak mengetahui
taraf kehidupan kopi Indonesia di dunia tidak kembali pulih. secara perinci varietas kopi yang ditanam
Saat ini, Indonesia hanya menduduki di perkebunan milik mereka. Mereka hanya
petani, khususnya peringkat ke-4 sebagai negara pengekspor tahu jika menanam kopi jenis arabika saja,
petani-petani kecil, kopi terbesar di dunia, jauh di bawah Brasil tanpa tahu lebih jauh varietasnya.
sulit untuk terangkat. dan Vietnam.
Tentu saja, dengan tidak mengetahui apa
Belum mampunya Indonesia kembali varietas pohon yang ditanam, mereka tidak
menjadi raja dalam perdagangan kopi di bisa memaksimalkan hasil panen. Sebab,
dunia, sebenarnya berbanding lurus dengan setiap varietas punya keunggulan dan
kondisi pertanian kopi di dalam negeri. kelemahan. Apalagi, tidak semua varietas
Masih banyak kendala dan masalah yang cocok untuk ditanam di semua lahan.
dihadapi oleh para petani kopi Indonesia. Sebagai contoh, di Aceh, mayoritas petani
menanam varietas timtim atau ateng.
Dari hasil ekspedisi Republikopi, masalah
yang dihadapi oleh petani adalah terkait Varietas ini jika ditanam di tanah Gayo,
belum seluruh petani memahami cara bisa menghasilkan panen yang maksimal
menanam dan mengolah kopi yang baik. dengan cita rasa yang baik. Namun, belum
Masih banyak petani yang menanam tentu varietas ini cocok untuk ditanam di
dengan cara tradisional. Hal ini bukan wilayah lain, seperti di Toraja. Petani-petani
berarti buruk, tapi kondisi ini membuat hasil Toraja lebih memilih varietas linies dan USDA,
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 35
karena sudah terbukti mampu menghasilkan
panen yang konsisten dan cita rasa yang
baik.
Masalah lain yang banyak ditemui di
tingkat petani adalah masih kurangnya
petani yang mengolah hasil panen mereka.
Masih banyak petani yang lebih memilih
hanya menjual ceri kopi begitu selesai masa
panen. Hal ini membuat taraf kehidupan
petani, khususnya petani-petani kecil,
sulit untuk terangkat. Sebab, harga ceri
merupakan harga terendah dalam industri
kopi.
Seandainya seluruh petani mampu
mengolah hasil panennya, minimal
sampai gabah kopi, maka mereka akan
mendapatkan penambahan nilai dan
keuntungan. Belum lagi jika mereka sudah
bisa mengolah menjadi green bean, bukan
tidak mungkin mereka bisa langsung
menjual sendiri hasil panen ke roaster dan
penikmat kopi tanpa melalui tangan-tangan
lain. Keuntungannya pun akan semakin
berlimpah.