188 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 189
TORAJA
SULAWESI SELATAN
Uluran Tangan
untuk Petani Toraja
Demi Masa Depan
Generasi Muda
J ika mendengar kata ‘Tana Toraja’, hal yang akan
terbayang di pikiran masyarakat tentu adalah
pariwisata dan kopinya. Selain mempunyai
banyak tempat pariwisata yang eksotis berbalut
adat dan budaya yang kental, wilayah Tana
Toraja di Sulawesi Selatan, baik itu Kabupaten Toraja maupun
Toraja Utara, juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi
terbaik di Indonesia.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, Sulawesi
Selatan menjadi provinsi ketiga terbesar yang menyuplai
kopi di Indonesia. Pada tahun 2019, Provinsi Sulawesi Selatan
memasok sebanyak 21.765 ton atau 11,84 persen dari total
190 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Jenis kopi yang produksi kopi arabika nasional. Tak mengherankan, sebab siapa yang
paling terkenal mampu menahan kenikmatan kopi asal
dari Tana Toraja Kopi sudah dikenal sejak lama oleh Toraja. Secara umum, kopi toraja memiliki
adalah arabika, masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya karakter yang clean dengan notes rasa
tetapi bukan berarti Tana Toraja. Kopi dikenal oleh masyarakat yang kompleks, mulai dari rempah-rempah,
seluruh perkebunan dari pedagang-pedagang dari timur tengah kacangan-kacangan, kayu manis, floral,
kopi di sana hanya sehingga tidak heran, dulu masyarakat hingga fruity. Keunggulan lain dari kopi asal
menanam jenis kopi menyebut kopi dengan ‘kahwa’ atau ‘kaa’, Toraja adalah memiliki bodi yang cukup
yang mengadopsi bahasa Arab ‘qahwa’. tebal, tetapi tetap terasa halus. Hal ini yang
tersebut. Perkembangan kopi di Toraja melewati membuat kopi-kopi asal Toraja bisa sangat
sejarah panjang dan menarik. Mulai dari cocok untuk dijadikan house blend, atau
perang dagang antardua kerajaan, sebagai diolah menjadi minuman-minuman, seperti
alat tukar untuk senjata dalam melawan cappuccino, latte, hingga kopi-kopi kekinian
penjajah, hingga dibukanya perkebunan yang kini tengah digandrungi masyarakat.
oleh orang-orang Belanda, dari era setelah
kemerdekaan sampai saat ini. Jenis kopi yang paling terkenal dari Tana
Toraja adalah arabika, tetapi bukan berarti
Hal ini membuktikan bahwa kopi-kopi seluruh perkebunan kopi di sana hanya
asal Sulawesi Selatan, khususnya Tana menanam jenis kopi tersebut. Tana Toraja
Toraja sejak dulu hingga sekarang menjadi juga mempunyai kopi jenis robusta yang tak
komoditas yang diburu di pasar domestik kalah nikmatnya.
ataupun internasional. Bahkan sekarang,
sejumlah perusahaan kopi internasional, Bahkan, seperti wilayah-wilayah lain
baik itu dari Asia maupun Amerika dan Eropa di Indonesia, kopi jenis robusta merupakan
menjadikan kopi asal Toraja sebagai pasokan yang paling banyak dikonsumsi oleh
utama untuk menunjang usaha mereka. masyarakat lokal. Sementara kopi arabika,
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 191
lebih dikhususkan untuk dijual. Kopi robusta
asal Tana Toraja mempunyai notes rasa cokelat
dan kacang-kacangan yang kuat. Meski sedikit
lebih tebal dari arabika, bodi kopi robusta asal
wilayah ini tidak sepekat robusta asal Sumatra
dan Jawa.
Belum tenarnya kopi robusta asal Tana
Toraja, jika dibandingkan daerah lain,
membuat tim ekspedisi Republikopi tertarik
untuk mengetahui lebih banyak. Kami pun
mendatangi Kecamatan Saluputti dan Rembon
di Kabupaten Toraja, yang disebut-sebut
sebagai daerah sentra penghasil kopi jenis
robusta. Di sini, kami justru mendapatkan cerita
menarik bahwa kopi bukan hanya sebagai
komoditas untuk mendatangkan keuntungan,
melainkan juga menjadi energi untuk berbagi
demi kebaikan bersama.
192 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Udara sejuk, Mengubah Gunung Batu
rindangnya Jadi Perkebunan Subur
pepohonan dan
suara-suara Hari menjelang sore, begitu kami
serangan tongeret tiba di Dusun Randanan, Desa Rembon,
berpadu dengan Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan. Udara
kicauan burung sejuk, rindangnya pepohonan dan suara-
menyambut suara serangan tongeret berpadu dengan
kedatangan kami di kicauan burung menyambut kedatangan
Natsir Eco School. kami di Natsir Eco School. Dari referensi
yang kami dapat, Natsir Eco School bukan
merupakan sekolah pada umumnya,
di sini sang pemilik memadukan unsur
pendidikan, perkebunan, pelestarian alam,
dan pemberdayaan masyarakat.
Sarana prasarana penunjang di
Natsir Eco School terlihat berpadu apik
dengan alam. Tidak ada bangunan yang
terbuat dari beton di sini. Ruang-ruang
belajar terbuat dari bambu. Begitu pun
pondokan-pondokan untuk tamu. Satu-
satunya bangunan yang seluruhnya
terbuat dari batu bata atau beton adalah
masjid yang berada di ujung jalan masuk
ke Natsir Eco School. Kesederhanaan dan
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 193
194 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
bersahaja sangat terasa di sini, termasuk ketika
kami bertemu sang pemilik bernama Natsir.
Dengan pakaian sederhana setelah bekerja di
kebunnya, Pak Natsir kemudian berbincang
dengan kami di depan salah satu ruang belajar
sekolahnya.
“Saya ini sebenarnya juga bingung kalau
ditanya apa profesi saya. Kalau di sekolah
saya adalah guru, saya juga bisa disebut
petani karena banyak bekerja di kebun. Saya
juga bisa disebut tukang sampah, karena
sering memungut sampah-sampah di jalan,
tapi kalau ada wisatawan datang dan minta
dipandu, saya bisa juga jadi guide,” ujar Natsir
menjawab pertanyaan kami tentang apa latar
belakang pekerjaannya.
Tak berapa lama, seorang pemuda datang
membawakan kami sajian berupa pisang
goreng dan satu teko kopi. Natsir mengatakan,
pisang dan kopi yang disajikan adalah hasil
dari kebunnya sendiri. Sambil menikmati kopi
robusta rembon, Natsir bercerita awal mulanya
dirinya membangun perkebunan di sekitar
kediamannya.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 195
Ia mengatakan, dulunya lahan Perlahan, tanda-tanda kehidupan mulai Untuk mencegah
tempatnya tinggal bukan tempat yang muncul di ‘gunung batu’ miliknya. agar tidak terjadi
cocok untuk berkebun. Natsir mengatakan, longsor karena telah
dari seluruh lahan yang dimilikinya, Untuk mencegah agar tidak terjadi memodifikasi lahan
mungkin hanya 20 sampai 30 persen yang longsor karena telah memodifikasi lahan
bisa ditanami. Sebab, sebagian besar tersebut, Natsir kemudian menanam pohon- tersebut, Natsir
lahannya adalah bukit berbatuan. Dia pun pohon kopi. Alasannya menanam pohon kopi kemudian menanam
menggambarkan kondisi tempat tinggalnya sebenarnya bukan tergiur nilai ekonomis.
dahulu itu yang hampir tidak ada kehidupan. Namun, pertimbangannya karena pohon pohon-pohon kopi.
kopi termasuk jenis tanaman keras yang bisa
“Paling lahan yang bisa ditanam itu menjaga konservasi lingkungan.
yang di bawah, yang dekat dengan sungai.
Sisanya tidak bisa, karena batu. Mencari “Pohon kopi ini punya dampak yang
mata air saja susah di sini. Kalaupun ada bagus bagi lingkungan, sebab ini salah
dan dipaksakan, saya harus menebang satu tanaman konservasi. Jadi, bisa
pohon-pohon pinus, tapi kan itu berbahaya mempercepat proses pemulihan lahan.
karena bisa menyebabkan longsor,” ujarnya. Karena di sini dulunya bukan lahan yang
subur untuk ditanami, pohon kopi ini bisa
Meski tinggal di lahan yang ‘keras’, membantu agar lahan ini bisa subur, di
Natsir tidak pantang menyerah. Ia pun mulai samping akar pohonnya juga bisa mencegah
mengolah lahannya, dengan memindahkan terjadinya longsor,” katanya.
batu-batu yang ada. Kemudian, selama
bertahun-tahun, dia tidak lelah mencari Kopi yang ditanam oleh Natsir adalah
sampah-sampah dedaunan untuk ditimbun jenis robusta. Ia mengaku, sejak ditanam
dengan tanah agar menjadi pupuk kompos. hingga saat ini, pohon kopi tersebut sudah
Usaha tak kenal lelahnya membuahkan hasil. beberapa kali mengalami masa panen.
Hasilnya pun terus berlimpah, yang
196 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Niat saya hanya menandakan kondisi tanah di lahannya cuma batu semua, sekarang bisa tumbuh
ingin memberikan semakin baik. Meski begitu, Natsir sama pohon kopi, cokelat, nanas, dan lain-
sekali tidak berniat menjual hasil panennya. lainnya,” ujarnya.
contoh ke
masyarakat lain “Ya saya belum berpikir ke sana (menjual Natsir mengatakan, biasanya hasil
bahwa seperti apa hasil panen kopi), karena awalnya memang panen kopi dan cokelat di kebun miliknya
pun lahan yang tidak berniat untuk khusus menanam pohon dikonsumsi untuk keluarganya sendiri.
dimiliki, jika dirawat kopi,” ucapnya. Selain itu, hasil panen kopi dan cokelat
dan dikelola dengan juga disiapkan untuk menyambut tamu-
Setelah melihat lahan yang digarapnya tamu yang datang ke Natsir Eco School
baik pasti bisa mulai subur, Natsir kemudian juga menanam atau menginap di pondokan-pondokan
menghasilkan. cokelat, nanas, dan tanaman-tanaman miliknya. Ia melanjutkan, cara pengolahan
produktif lain di perkebunan kopi miliknya. pascapanen kopi secara tradisional yang
Natsir mengatakan, hasil panen dari dilakukannya, seperti menyangrai, justru
tanaman-tanaman di kebunnya pun tidak menarik minat orang-orang yang berkunjung
pernah dia jual. Bahkan, menurut dia, ke tempatnya. Begitu pula, cokelat yang
masyarakat boleh kapan pun mengambil juga diproses secara tradisional.
buah cokelat, nanas, cabai, dan lainnya di
kebun miliknya. “Orang-orang yang datang senang
dengan kopi dan cokelat dari perkebunan
“Sejak awal saya memang tidak saya, terutama tamu-tamu dari luar
bermaksud mengambil keuntungan dari negeri. Banyak tamu yang datang adalah
perkebunan ini. Niat saya hanya ingin sukarelawan yang membantu saya mengajar
memberikan contoh ke masyarakat lain anak-anak di sini. Nah, karena saya tidak
bahwa seperti apa pun lahan yang dimiliki, mampu membayar dalam bentuk materi,
jika dirawat dan dikelola dengan baik pasti mereka saya beri oleh-oleh kopi dan cokelat
bisa menghasilkan. Seperti di sini, dulu isinya
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 197
198 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Mungkin nanti, suatu dari sini,” ujarnya.
saat nanti saya akan
Bagi Natsir, menanam dan mengolah
benar-benar fokus kopi dan cokelat bukan hal yang baru.
mengembangkan Sebab, orang tuanya dulu adalah petani
perkebunan kopi. sehingga dia meneruskan dan menjalankan
apa yang diajarkan oleh orang tuanya dulu.
Seperti dalam hal pemupukan, dia mengaku
semua tanaman kopi dan cokelat miliknya
menggunakan pupuk organik, sebab dulu
pun orang tuanya membuat sendiri pupuk
organik dari sampah-sampah dedaunan dan
kotoran hewan.
Natsir mengatakan, mengembangkan
perkebunan kopi untuk tujuan ekonomis
bukan tidak pernah dipikirkannya. Terlebih
setelah Pertamina, melalui EP Palopo hadir
memberikan bantuan berupa alat-alat
produksi, seperti mesin grinder. Namun, saat
ini dia masih fokus untuk mengembangkan
sekolah miliknya, karena menilai pendidikan
bagi anak-anak di desanya adalah yang
paling utama.
“Mungkin nanti, suatu saat nanti saya
akan benar-benar fokus mengembangkan
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 199
perkebunan kopi. Saya juga sudah berpikir Bantuan-bantuan
ke sana, apakah nanti semua lahan saya dari pihak luar yang
hanya tanami pohon kopi, kemudian saya datang, seperti dari
membuat tempat ngopi di tengah kebun, Pertamina pun belum
itu sudah saya pikirkan. Namun, untuk
saat ini, saya merasa cukup puas melihat diarahkan untuk
‘gunung batu’ ini akhirnya bisa menjadi mengembangkan
lahan subur. Dan jika saya akhirnya benar- perkebunan kopi
benar menjadikan kopi sebagai komoditas
untuk berdagang, saya ingin menggunakan miliknya. Natsir
hasil penjualan kopi saya untuk membantu masih lebih memilih
masyarakat di sini, khususnya anak-anak,”
ucapnya. untuk membantu
pendidikan anak-
anak di dusunnya.
200 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Biasanya sehari itu Berbagi Kopi, Berbagi Ilmu Saat itu, ia berpikir bahasa Inggris bisa
saya baru pulang sangat berguna bagi masa depannya,
ke rumah ketika Walaupun mempunyai perkebunan mengingat Toraja adalah daerah tujuan
hari sudah malam. kopi dan bisa menghasilkan kopi robusta wisata bukan cuma nasional melainkan
berkualitas, Natsir masih belum ingin mancanegara. Namun, harapannya untuk
Karena harus jalan memfokuskan diri di dunia kopi. Bantuan- bisa les bahasa Inggris terkendala keadaan
kaki dari rumah ke bantuan dari pihak luar yang datang, seperti ekonomi yang sulit. Terlebih, saat itu
Kota Makale untuk dari Pertamina pun belum diarahkan untuk kedua orang tuanya sudah bercerai, dan
mengembangkan perkebunan kopi miliknya. sebagai anak tertua, dia dituntut untuk bisa
belajar Natsir masih lebih memilih untuk membantu membantu ibundanya dalam mengurus
pendidikan anak-anak di dusunnya. kelima adiknya.
Natsir mengaku semacam mempunyai “Ibu saya hanya berkerja di kebun untuk
‘dendam’ dalam hal positif terkait masalah menghidupi kami. Sehingga saya tidak mau
pendidikan. Ia pun bercerita alasan dirinya menambah beban dan menjadi beban bagi
bertekad membantu pendidikan anak-anak orang tua saya. Namun, kondisi itu tidak
di dusunnya tak lepas dari pengalaman membuat saya menyerah,” ucapnya.
masa lalunya.
Demi bisa belajar bahasa Inggris, Natsir
“Latar belakang pendidikan saya pun harus bolos sekolah selama beberapa
sebenarnya bahasa Inggris. Tidak mudah pekan, untuk bekerja sebagai kuli bangunan
bagi saya untuk bisa mendapatkan akses dengan bayaran Rp 3.000 per hari. Uang
pendidikan dulu,” ucapnya. hasil menjadi kuli itu, dia gunakan untuk
membayar biaya kursus.
Natsir bercerita, saat duduk di bangku
SMA atau sekitar tahun 90-an, dirinya Perjuangannya agar mendapatkan akses
sangat ingin sekali belajar bahasa Inggris. pendidikan tidaklah mudah. Natsir juga
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 201
harus menempuh jarak sekitar 18 kilometer bersimpati dan siap memberikan dana untuk Saya ingin membuka
dalam sehari. Karena terbatasnya keuangan, Natsir meneruskan pendidikan ke perguruan tempat kursus
dia tidak memiliki ongkos untuk naik tinggi. Tetapi, Natsir tidak mengambil
angkutan umum. Dia juga terpaksa pulang- kesempatan itu. bahasa Inggris, tapi
pergi ke sekolah dan tempat kursus dengan saya berjanji akan
berjalan kaki. “Waktu itu saya bilang ke orang asal melunasi utang itu
Kanada itu, bagaimana jika dana untuk
“Biasanya sehari itu saya baru pulang membantu saya kuliah, saya pinjam dulu dengan ijazah kuliah
ke rumah ketika hari sudah malam. Karena untuk modal usaha. Saya ingin membuka saya,
harus jalan kaki dari rumah ke Kota Makale tempat kursus bahasa Inggris, tapi saya
untuk belajar,” katanya. berjanji akan melunasi utang itu dengan
ijazah kuliah saya,” katanya mengenang.
Setelah tamat SMA, seperti anak-anak
lainnya, Natsir juga sangat ingin berkuliah. Si pemberi bantuan pun setuju dengan
Tetapi, lagi-lagi kondisi ekonomi orang rencana Natsir. Kemudian, pada tahun 1999,
tuanya tidak mendukung. Dia terpaksa harus Natsir mulai membuka tempat kursus sendiri.
menunda mimpinya mendapat pendidikan Hasil dari usahanya selain disimpan untuk
tinggi. Dia kemudian mulai bekerja, mengajar biaya kuliah, juga diberikan untuk membantu
di salah satu tempat kursus milik temannya orang tua dan adik-adiknya. Singkat
di Kota Rantepao, Kabupaten Toraja. cerita, Natsir akhirnya mampu melanjutkan
Selain itu, Natsir juga mencari pendapatan pendidikannya di sebuah universitas yang
tambahan dengan menjadi pemandu wisata ada di Kota Makale pada tahun 2002.
di Toraja. Semuanya dikerjakan untuk
mendapat penghasilan demi membantu “Tahun 2006, saya lulus kuliah, sekaligus
pendidikan adik-adiknya. Pada tahun 1998, membayar utang dan janji saya ke orang
wisatawan asal Kanada yang dipandunya Kanada yang membantu saya,” ucapnya.
202 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 203
Setelah lulus kuliah dengan jurusan Pada tahun 2008, Natsir akhirnya memu Masyarakat waktu
bahasa Inggris, Natsir ingin kembali tuskan kembali ke kampung halamannya di itu bertanya-tanya,
meneruskan pekerjaannya sebagai seorang Dusun Randanan, Desa Rembon, Kabupaten kenapa saya lakukan
pengajar. Ia pun mencoba melamar Toraja, Sulawesi Selatan. Dibantu adik-
menjadi guru, tapi karena faktor umur, ia adiknya, Natsir mulai mengubah lahan itu, kenapa tidak
pun diminta mencari pengalaman dengan berbatuan menjadi perkebunan yang subur. bangun rumah dan
bekerja sebagai pegawai honorer. Selain Selain itu, Natsir juga menuntaskan ‹dendam›
mengajar di sekolah, Natsir tetap membuka dengan mendirikan sekolah informal bagi perkebunan saja
kursus bahasa Inggris. Pengalaman kurang anak-anak di dusunnya, siapa pun bisa untuk keluarganya
beruntung yang dialaminya demi menuntut belajar bahasa Inggris dan lainnya secara
ilmu, membuat Natsir bertekad untuk gratis. sendiri.
mencurahkan tenaganya membantu anak-
anak agar mudah belajar bahasa Inggris. “Masyarakat waktu itu bertanya-tanya,
Dari perjalanan hidupnya, dia banyak kenapa saya lakukan itu, kenapa tidak
mendapat pelajaran yang berharga. bangun rumah dan perkebunan saja untuk
keluarganya sendiri. Bahkan, banyak yang
“Saya sering sampaikan ke teman-teman bilang saya melakukan kebodohan dan hal
yang terlahir dari keluarga tak beruntung sia-sia. Tapi, itu semua tidak saya hiraukan,”
tak selalu jelek, tapi dari situ kita dapat katanya.
pengalaman berharga. Bayangkan jika
saya dari keluarga kaya, makan di sini tidak Natsir ingin berbagi dengan anak-anak
bisa berubah, tetap jadi gunung batu. Dari di desa. Menurut dia, memulai sesuatu
pengalaman itu, saya berpikir apa yang bisa itu tidaklah mudah, tapi tidak ada yang
saya lakukan untuk masyarakat desa saya,” mustahil karena bergantung pada niat,
ucapnya. komitmen, dan usaha. Sekarang dia sudah
bisa menyulap daerah yang tadinya tidak
204 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Saya ingin membagi subur menjadi perkebunan yang produktif. Natsir tidak menginginkan anak-anak
ilmu itu semudah Namun bagi Natsir, yang paling penting tidak bisa mendapatkan ilmu pengetahuan
kita berbagi kopi. adalah pendidikan untuk anak-anak. Dia hanya karena terbentur masalah orang tua
Biasanya kalau pun mengharapkan, pendidikan bisa tumbuh mereka yang tidak mampu. Pengalaman-
ada tamu yang subur melebihi kebun miliknya. pengalaman sulit yang dialaminya dulu, ia
berkunjung, kita inginkan tidak juga dialami oleh anak-anak di
tidak pernah Dengan uang tabungan yang dusunnya. Di matanya, semua anak sama-
berhitung untuk dikumpulkannya selama bekerja, Natsir sama punya hak mendapat pendidikan yang
membuat, mulai membangun pondok-pondok belajar terbaik. Untuk itu, dia tidak pernah memilih-
untuk anak-anak secara sederhana. Setiap milih dalam membantu anak-anak. Sebab,
menyeduhkan, dan anak yang ingin belajar di tempatnya tidak menurut dia, tidak pernah ada yang tahu
berbagi kopi yang dipungut biaya, sebaliknya mereka bisa anak mana yang pada masa depan bisa
kita miliki di rumah. belajar hanya membayar dengan sampah. berguna dan bermanfaat bagi lingkungan
Natsir meminta anak-anak yang datang dan bangsa Indonesia. Yang terpenting, ia
untuk memungut sampah yang mereka temui ingin mewariskan contoh yang baik ke semua
selama perjalanan dari rumah ke Natsir Eco anak-anak, bukan contoh yang buruk.
School. Ia ingin anak-anak bisa juga belajar
menjaga lingkungan sejak kecil. Sementara “Saya ingin membagi ilmu itu semudah
untuk kehidupan sehari-hari, Natsir mengaku kita berbagi kopi. Biasanya kalau ada
semua dipenuhi dari hasil kebunnya. tamu yang berkunjung, kita tidak pernah
berhitung untuk membuat, menyeduhkan,
“Pengalaman adalah guru terbaik bagi dan berbagi kopi yang kita miliki di rumah.
saya. Pengalaman masa kecil saya dulu, di Begitu juga terkait ilmu pengetahuan, saya
mana untuk belajar saja susah, saya tidak ingin kita tidak pernah berhitung-hitung, jika
mau anak-anak di sekitar tempat saya mengajarkan ini kita dapat apa dari sana,”
tinggal mengalami hal itu,” katanya.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 205
206 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Setelah disurvei, katanya. Uluran Tangan Bantu NES
Pertamina Makin Berkembang
Bagi Natsir, sekecil apa pun ilmu
memutuskan pengetahuan yang dimiliki, harus dibagikan. Natsir Eco School (NES) terus berkembang
bahwa tempat saya Sebab, ilmu akan semakin bermanfaat jika untuk bisa membantu pendidikan anak-
dibagikan bukan hanya disimpan sendiri. anak di Dusun Randanan, Desa Rembon,
layak dibantu, Dia mengatakan, dirinya tidak pernah tahu Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan. Sang
khususnya karena dampak baik apa yang bisa terjadi dari ilmu empunya, Natsir mengaku pada masa awal,
di sini memadukan yang dibagikan pada masa depan. banyak kendala yang dihadapinya untuk
konsep pendidikan membangun tempat pendidikan informal
untuk anak dengan “Seperti kopi, ilmu pengetahuan pun berbasis pada pelestarian alam. Mulai dari
harus dibagikan agar bisa dinikmati oleh mengubah pola pikir masyarakat sekitar
berbasis pada sesama,” ucapnya menutup obrolan kami hingga untuk menutupi kebutuhan ekonomi
konservasi alam. pada malam itu. keluarganya.
“Tidak mudah memang memulai sesuatu
seperti ini, banyak kendala yang saya
hadapi di awal. Tantangan yang saya
hadapi luar biasa, cuma dari tantangan itu
membuat saya berpikir, bagaimana mencari
solusi dari masalah itu,” ujarnya.
Natsir menceritakan, pernah suatu
ketika dirinya menghadapi kendala karena
pondok belajar untuk anak-anak sudah
tidak layak pakai. Saat itu, ia mengaku
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 207
208 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 209
sudah tidak punya uang tabungan lagi alam,” ucapnya. Mereka anak-anak
untuk memperbaiki sarana dan prasarana utamanya SD, SMP
belajar untuk anak-anak. “Sampai sempat Natsir melanjutkan, Pertamina melakukan itu belajar bahasa
saya berpikir, bagaimana kalau sekolah ini renovasi pondok-pondok belajar untuk inggris di sini gratis.
saya pindahkan ke rumah saya saja, karena anak-anak dan melengkapi sarana belajar
memang tak bisa lagi digunakan untuk anak- yang dibutuhkan. Selain itu, Pertamina juga Nah, kemudian,
anak pondok belajar yang dulu,” katanya. mendukung konsep eco wisata yang ingin dengan adanya
dikembangkan oleh Natsir. Bantuan yang bantuan Pertamina,
Kesulitan yang dialaminya itu mendorong diberikan pun diperluas dengan membangun itu kita bantu dengan
Natsir untuk berkomunikasi dengan orang- pondokan-pondokan untuk wisatawan programnya, kita
orang yang datang ke perkebunannya. menginap. Dengan adanya pondokan atau susun kurikulum.
Melalui salah seorang teman, Natsir homestay tersebut, Natsir bisa mendapat
kemudian diperkenalkan kepada pihak pemasukan tambahan untuk membiayai
Pertamina PE Pallopo. Natsir mengatakan, operasional sekolahnya. Namun, dia
saat itu dia mencoba mendapatkan bantuan mengaku tidak pernah mencoba mengambil
CSR dari Pertamina. Ia pun bersyukur karena keuntungan besar untuk kepentingan pribadi
pihak Pertamina kemudian bersedia datang dari hal tersebut.
dan meninjau tempatnya.
Natsir mengaku, tidak jarang penginapan
“Tim Pertamina datang, meninjau ke sini. itu digratiskan untuk tamu yang datang,
Saya jelaskan apa yang saya lakukan di sini, asalkan mereka bersedia menjadi relawan
maksud dan tujuannya untuk apa. Setelah tenaga pengajar untuk sekolahnya. Bahkan,
disurvei, Pertamina memutuskan bahwa relawan-relawan itu yang menginap dan
tempat saya layak dibantu, khususnya menjadi tenaga pengajar dalam jangka
karena di sini memadukan konsep pendidikan waktu yang lama.
untuk anak dengan berbasis pada konservasi
Selain itu, Pertamina juga memberikan
210 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Ada kopi juga, bantuan untuk memberdayakan masyarakat Pertamina Dukung NES
jadi kita bantu melalui pengolahan hasil perkebunan. Pada Cerdaskan Generasi
peralatan untuk tahun 2019, Pertamina mulai memberikan Muda dan Tingkatkan
membuat bubuk bantuan ke Natsir Eco School dalam bentuk Kesejahteraan Masyarakat
kopi, kemudian pembinaan dan alat-alat produksi untuk
oven juga kita mengolah hasil kebun, seperti cokelat, kopi, Program-program CSR yang dimiliki
sediakan. Selain itu, serta umbi-umbian menjadi produk yang Pertamina, bukan hanya ditujukan kepada
kita menyediakan bisa dijual. Program ini khususnya ditujukan para petani kopi yang sudah matang. Di
untuk pengajarnya untuk ibu-ibu rumah tangga yang tinggal Toraja, Pertamina memberikan bantuan
pelatihan agar di sekitar NES. Dengan begitu, masyarakat kepada Natsir Eco School (NES), yang
bisa menambah penghasilan untuk merupakan sekolah informal dan mengusung
mereka bisa kebutuhan rumah tangga mereka, serta konsep perkebunan, pariwisata, dan
menghasilkan dan Natsir Eco School semakin mandiri untuk belajar. Busrho Sihabuddin Busthomy, yang
membuat, terutama bisa membiayai operasional mereka dalam menjabat sebagai PT Pertamina (Persero)
ibu-ibu ya yang di mendidik anak-anak. Fuel Terminal Manager Palopo mengatakan,
pihaknya tertarik mendukung apa yang
sini. “Saya sangat bersyukur ada Pertamina dikerjakan oleh Natsir seorang guru juga
yang masuk ke sini. Bantuan yang diberikan petani di Dusun Randanan, Desa Rembon,
sangat bermanfaat bagi kami. Ke depan, Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan.
saya ingin membuat pondok belajar
di kebun, untuk warga di sini agar bisa “Jadi beliau (Natsir) itu berkomitmen
mengolah lahan mereka menjadi lebih untuk memberikan pelajaran, utamanya
produktif. Sehingga mereka juga bisa bahasa Inggris. Beliau ini adalah guru
semakin sejahtera,” katanya. bahasa Inggris, jadi karena di sini kondisi
masyarakat itu apa ya agak tertinggal
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 211
dari yang lain. Makanya beliau ini sangat
berkeinginan supaya anak-anak di sini itu bisa
maju, bisa bersekolah. Akhirnya, dibukalah
Natsir Eco School ini. Mereka anak-anak
utamanya SD, SMP itu belajar bahasa inggris
di sini gratis. Nah, kemudian, dengan adanya
bantuan Pertamina, itu kita bantu dengan
programnya, kita susun kurikulum,” katanya
kepada tim ekspedisi Republikopi.
Busrho mengatakan, saat pertama kali
masuk, Pertamina langsung membantu sarana
dan prasarana belajar yang ada di NES. Selain
itu, Pertamina juga membantu perkebunan
milik Natsir. Kemudian, pada tahun 2018,
melihat adanya potensi pariwisata yang
bisa dikembangan di NES, Pertamina juga
membantu dalam membangun homestay untuk
wisatawan menginap.
“Wisatawan-wisatawan yang datang,
terutama wisatawan asing. Dan kalau stay di
sini, mereka lama, enggak cuma sehari dua
hari, gitu yah. Bisa seminggu dua minggu, nah
itu juga bisa dimanfaatkan untuk mengajar
anak-anak di sini. Jadi anak-anak itu
212 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
langsung belajar dari orang asing langsung. Itu salah satu
keuntungannya,” katanya.
Tak hanya sampai di situ, Pertamina juga melihat adanya
potensi besar yang bisa dikembangkan dari perkebunan
milik Natsir. Sehingga pada tahun 2019, Pertamina
memberikan bantuan program lainnya, yakni pengolahan
cokelat, kopi, dan umbi-umbian. Cokelat dari perkebunan
Natsir kemudian diolah secara tradisional, karena ditanam
secara organik, cokelat ini menjadi favorit tamu-tamu yang
datang, khususnya dari mancanegara. Selain cokelat,
umbi-umbian dari perkebunan Natsir juga diolah menjadi
kripik, dan Pertamina memberikan bantuan peralatan untuk
mengolahnya.
“Ada kopi juga, jadi kita bantu peralatan untuk membuat
bubuk kopi, kemudian oven juga kita sediakan. Selain itu,
kita menyediakan untuk pengajarnya pelatihan agar mereka
bisa menghasilkan dan membuat, terutama ibu-ibu ya yang
di sini. Kemudian produknya itu bisa untuk operasional,
operasionalnya dari Natsir Eco School saling mendukung
mereka,” katanya.
Busrho menjelaskan alasan terbesar Pertamina mem
berikan dukungan untuk NES, adalah karena melihat Natsir
dan timnya sangat berkomitmen tinggi untuk mendidik anak-
anak. NES dinilai bersungguh-sungguh memajukan ma
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 213
syarakat di daerahnya melalui pendidikan. bantu dengan fasilitas, dengan pelatihan- Sebelum pandemi
Bukan itu saja, Natsir juga berkomitmen pelatihan. Kemudian kalau harapannya, kalau dilihat dari
dalam membantu masyarakat lewat apa kita tetap paling banyak itu di wisata. Nanti jumlah siswanya itu
yang dikerjakannya. Salah satunya, dalam kita kembangkan. Misalnya berwisata di memang meningkat.
masalah pengadaan air. Karena tinggal sin i, kebetulan di sini sudah tersedia em
di wilayah bukit berbatuan, air menjadi pat kamar, nah itu berwisata di situ, ke Kemudian dari
kebutuhan penting bagi masyarakat. Dan mud ian bisa berkebun. Jadi wisatawan hunian, itu sudah
tidak semua warga memiliki akses mudah terus bisa memetik buah sendiri. Kita juga
untuk mendapatkan air bersih. “Tapi, Pak merencanakan untuk bekerja sama dengan meningkat.
Natsir dan timnya bekerja membuat sumur masyarakat sekitar yang punya sawah. Jadi
yang bisa dimanfaatkan warga. Jadi itulah sambil mereka menginap di sini, bisa melihat
yang membuat kami sangat sreg dengan caranya bercocok tanam. Kalau pas musim
bekerja saja dengan di sini, jadi kita pilihlah panen, ya bisa melihat atau merasakan
tempatnya di sini, Pak Natsir,” ucapnya. send iri bagaimana memanen,” katanya
menjelaskan.
Menurut dia, apa yang dilakukan oleh
Pertamina terhadap Natsir Eco School me Meski begitu, Busrho tetap berharap ada
rupakan tanggung jawab perusahaan kepa pihak selain Pertamina yang memberikan
da masyakat. Pertamina juga menyiapkan bantuan dan dukungan terhadap Natsir
program berkelanjutan selama lima tahun Eco School. Sebagai contoh, karena
sejak pertama kali masuk ke NES. Busrho Pert am ina tidak bergerak di bidang
mengatakan, harapan Pertamina setelah pertanian, dibutuhkan pihak-pihak yang
lima tahun Natsir Eco School sudah benar- mempunyai kemampuan dalam membantu
benar mandiri tanpa dibantu pihak lain. Natsir semakin memaksimalkan hasil
perkebunannya.
“Selama itu (dalam lima tahun) ya kita
214 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Pertamina akan “Misalnya seperti sekarang yang ada di Karena pandemi saja memang kita tidak bisa
terus mendukung kebun ini, cokelat, kopi, nanas, dan lain lain. mungkiri ya itu memang berpengaruh besar
upaya Natsir Eco Perkebunan ini dikelola itu cuma berdasarkan sekali terhadap ini. Tapi, saya yakin nanti
pengalamannya, pengalaman timnya Pak kalau, misalnya kondisi sudah membaik,
School untuk Natsir. Kami berharap nanti bisa, misalnya seperti sekarang, wisatawan lokal sudah
meningkatkan kita dengan Dinas Pertanian gitu yah. mulai berdatangan meskipun yang asing
pendidikan anak- Mereka bisa menyurvei ke sini. Melakukan belum. Wisatawan lokal pun bisalah untuk
anak, dan membantu penyuluhan di sini. Oh ini cocoknya ditanam kita andalkan agar NES bertahan dan
seperti ini, misalnya tiga jenis atau gimana, berkembang pada masa-masa yang akan
mengangkat menurut survei mereka. Nah itu nantilah datang. Komitmen kami, Pertamina akan
kesejahteraan yang akan lebih, supaya lahan ini maksimal terus mendukung upaya Natsir Eco School
dan bisa produktif untuk mendukung untuk meningkatkan pendidikan anak-anak,
masyarakat. program wisata ini,” katanya. dan membantu mengangkat kesejahteraan
masyarakat,” katanya. l
Busrho mengatakan, kondisi pandemi
Covid-19 yang kini melanda Indonesia,
memang berdampak pada hampir seluruh
sektor, tak terkecuali Natsir Eco School.
Namun, dirinya melihat perkembangan NES
sendiri sudah berada di jalur yang benar. Ia
pun optimistis setelah pandemi reda, Natsir
Eco School akan semakin berkembang pesat.
“Sebelum pandemi kalau dilihat dari
jumlah siswanya itu memang meningkat.
Kemudian dari hunian, itu sudah meningkat.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 215
Ekspedisi Republikopi Pertamina
masa dep an
kopi indonesia
04
220 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 221
Industri Kopi
Indonesia pada
Masa Mendatang
K opi saat ini bukan sekadar minuman yang
dipilih masyarakat untuk mendapat asupan
kafein. Lebih dari itu, kopi telah menjadi
gaya hidup masyarakat, terutama generasi
milenial. Meminum kopi bukan lagi hanya untuk
menghilangkan rasa kantuk dan penat saat beraktivitas
sehari-hari. Namun, kopi bisa dikatakan menjadi teman bagi
sebagian besar orang untuk menemani saat bekerja hingga
bersantai menghabiskan waktu.
Perubahan pola konsumsi kopi di masyarakat secara
kasatmata bisa terlihat dengan semakin menjamurnya kedai-
kedai kopi, baik yang mengusung konsep tradisional maupun
222 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Data dari modern. Jika menengok ke dalam kedai- dahaga semata. Pada gelombang ini, kopi
International Coffee kedai kopi, kita akan menemukan beragam menjadi kebutuhan yang dianggap penting
aktivitas yang dikerjakan oleh masyarakat. dalam kehidupan sehari-hari, meminum kopi
Organization (ICO) Mulai dari yang sekadar mengobrol bersama bukan lagi mencari sensasi dari kafein saja,
menunjukkan, rekan-rekannya, melakukan pekerjaan, melainkan berubah menjadi eksplorasi rasa.
konsumsi kopi hingga menggelar rapat-rapat serius. Dan menyeduh kopi pun bukan lagi sekadar
di masyarakat aktivitas kala senggang, melainkan menjadi
Data dari International Coffee suatu ‘ritual’ khusus bagi penikmatnya.
Indonesia meningkat Organization (ICO) menunjukkan, konsumsi
drastis dalam satu kopi di masyarakat Indonesia meningkat Kesemarakan gelombang ketiga kopi
drastis dalam satu dasawarsa terakhir. juga ditandai dengan munculnya berbagai
dasawarsa terakhir. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh jenis alat seduh, yang dianggap bisa
Organisasi Kopi Dunia, selama 10 tahun mengeluarkan karakter rasa kopi yang
terakhir atau sejak Oktober 2008-September sesungguhnya. Imbasnya, konsumsi kopi pun
2019 tingkat konsumsi kopi Indonesia tumbuh meningkat. Kopi tak lagi ditemukan di kedai-
44 persen. Melonjaknya konsumsi kopi kedai saja, tetapi kini muncul fenomena
secara domestik tak lepas dari munculnya home brewer, yang turut berburu kopi untuk
third wave of coffee atau gelombang ketiga diseduh secara mandiri di rumah.
dalam perkembangan kopi dunia yang mulai
terjadi sejak tahun 1990, dan semakin terasa Fenomena third wave of coffee
gelombangnya di Indonesia sejak 2014 lalu. menguntungkan Indonesia, yang mempunyai
banyak keragaman kopi. Rak-rak di toko-
Seperti disinggung di atas, pada third toko penjual kopi hampir setiap waktu ada
wave of coffee, orang-orang tak lagi beans rilisan baru dari berbagai daerah di
meminum kopi hanya untuk mendapat Indonesia. Misalkan dari Sulawesi Selatan.
suntikan energi dari kafein, atau pelepas Jika sebelumnya kopi asal provinsi itu
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 223
hanya di-branding dengan “kopi toraja”, sementara ekspor kopi menurun sekitar 37
kini masyarakat bisa mengetahui secara persen serta pertumbuhan produksi yang
lebih detail, asal kopi tersebut dan lokasi naik sekitar 3 sampai 5 persen saja.
pohon kopi ditanam, seperti dari Bittuang,
Pulupulu, Awan, Sapan, Enrekang, dan lain Dengan fakta ini boleh dikatakan seper
sebagainya. Selain itu, masyarakat juga tinya fenomena hird wave of coffee hanya
bisa mengetahui proses pascapanen hingga berimbas pada tingkat konsumsi dalam ne
seperti apa tingkat roasting, yang berefek geri. Artinya, secara ekspor kopi asal Indo
pada cita rasa kopi yang mereka seduh.
Pusat Data dan Sistem Informasi
Pertanian Kementerian Pertanian
menunjukkan, konsumsi kopi secara nasional
terus mengalami peningkatan. Konsumsi
kopi nasional sepanjang periode 2016-2021,
diprediksi tumbuh ratarata 8,22 persen per
tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi
mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi
370 ribu ton sehingga terjadi surplus 425
ribu ton. Hasil kajian dari Sustainable Coffee
Platform of Indonesia (SCOPI) menyebutkan,
dalam 10 tahun terakhir Indonesia telah
menjadi negara konsumen kopi. Hal ini dilihat
dari konsumsi kopi domestik yang terus
meningkat, impor kopi yang naik 10 kali lipat,
224 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA Second Wave
MENGENAL Muncul sekitar tahun 1960-an
FIRST, SECOND, DAN THIRD
WAVE OF COFFEE Didorong oleh keinginan menikmati kopi yang lebih
baik dari kopi kemasan
First Wave
Penikmat kopi ingin lebih mengenal kopi yang
Meningkatnya konsumsi kopi secara eksponensial diminum mulai dari asal, proses pascapanen,
Muncul sekitar tahun 1800-an hingga tingkat roasting
Didorong oleh keinginan kopi bisa dibeli dengan harga
terjangkau dan mudah didapatkan Specialty coffee mulai dikenal pada masa ini
Munculnya kopi dalam kemasan dan instan
Banyak munculnya coffee shop
Mendefinisikan dan menikmati kopi spesial
Third Wave
Muncul mulai tahun 1990 Muncul roastery-roastery coffee kecil dan independen, yang
menyangrai kopi tak lagi seragam
Penikmat kopi ingin mengenal kopi yang
diminumnya, bukan hanya cara penana- Muncul kedai-kedai kecil yang mengedepankan kopi-kopi
man dan pascapanen, melainkan cerita di single origin
balik kopi yang mereka minum
Barista dituntut lebih kreatif dalam menyajikan kopi dan
Istilah single origin muncul pada era ini, mengetahui secara luas mengenai kopi yang diseduhnya
dan menjadi pertimbangan dalam
membeli kopi di samping specialty coffee Membeli kopi berdasarkan asal dan metode pembuatannya
Sumber: Craftbeveragejobs.com (https://www.craftbeveragejobs.com/thehistory-of-first-second-and-third-wave-coffee-22315)
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 225
nes ia belum menunjukkan dampak yang untuk diperdagangkan di luar negeri, tetapi Indonesia masih ber
signifikan. Hingga kini, Indonesia masih karena masih belum meratanya tingkat ada di posisi keempat
bera da di posisi keempat sebagai negara pengetahuan bagaimana menghasilkan
pengekspor kopi terbesar di dunia. Dengan biji kopi berkualitas di tingkat petani, maka sebagai negara
jumlah ekspor berada di kisaran 660 ribu ton hal tersebut sulit untuk terwujud. Semua pengekspor kopi
per tahun, Indonesia masih berada di bawah petani kopi pastinya menyebut kopi mereka terbesar di dunia.
Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Data tersebut mempunyai kualitas unggul. Namun, jika Dengan jumlah ekspor
menunjukkan, memang masih ada masalah- berbicara untuk level ekspor, hal ini tidak berada di kisaran 660
masalah dalam dunia kopi di Tanah Air. berlaku. Sebab, untuk melakukan ekspor ribu ton per tahun,
Masalah-masalah ini bisa disebut klasik sebab dibutuhkan sertifikasi produk kopi yang Indonesia masih
sudah sejak lama muncul, tetapi tidak pernah dinilai oleh pihak-pihak luar. berada di bawah
teratasi. Berdasarkan hasil penelusuran tim Brasil, Vietnam, dan
ekspedisi Republikopi ke beb erapa wilayah Contohnya terkait sertifikasi kopi organik
sentra penghasil kopi di Indonesia, ada tiga saja, sertifikat ini tidak hanya satu untuk Kolombia.
masalah utama yang menyebabkan Indonesia perdagangan seluruh dunia, tetapi ada
belum mampu kembali menjadi raja dalam beberapa jenis, mulai dari organik standar
perdagangan kopi dunia. Amerika Serikat hingga standar Eropa.
Masalah pertama adalah terkait kualitas Masalah kualitas produk kopi atau
produk kopi. Sudah disinggung di beberapa konsistensi kualitas erat hubungannya
bagian buku ini sebelumnya, berbicara dengan pengetahuan penanganan
mengenai kualitas produk kopi maka hal itu pascapanen, hingga belum semua petani
terkait dengan bagaimana kopi ditanam serta pelaku usaha kecil dan menengah
hingga proses pascapanen. Banyak daerah di bidang kopi yang memiliki teknologi
di Indonesia yang punya kopi potensial pengolahan yang memadai.
Permasalahan kedua yang menjadi
226 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Banyak perkebunan kendala perkembangan industri kopi di petani tidak bisa merasakan keuntungan
kopi yang dikelola Indonesia adalah terkait pemodalan. Untuk apa pun juga. Sementara kopi hanya panen
oleh petani- diketahui, perkebunan kopi di Indonesia maksimal dua kali setahun dan selama itu
petani yang tidak masih didominasi oleh perkebunan rakyat juga, para petani perlu mengeluarkan uang
mempunyai modal atau small holder coffee. Selain itu, banyak untuk kebutuhan hidup mereka. Lain cerita
besar. Petani- perkebunan kopi yang dikelola oleh petani- jika petani sudah bisa mengolah sendiri hasil
petani tersebut petani yang tidak mempunyai modal besar. panen mereka sampai green bean, yang
membutuhkan Petani-petani tersebut membutuhkan biaya harga bisa mencapai Rp 65 ribu sampai Rp
biaya yang tidak yang tidak sedikit untuk bisa menghasilkan 100 ribu per kilogram. Kita andaikan semua
sedikit untuk bisa biji kopi kualitas baik yang bisa diekspor. petani sudah mengerti proses pascapanen,
menghasilkan biji tetapi petani tetap perlu bantuan
kopi kualitas baik Sebagai ilustrasi, biaya perawatan permodalan untuk melengkapi alat-alat
untuk satu pohon kopi saja membutuhkan produksi mereka. Untuk membuat fasilitas
yang bisa diekspor. biaya sekitar Rp 60 ribu dari pembibitan pengeringan kopi atau yang biasa dikenal
hingga panen. Biaya itu bisa dikatakan greenhouse saja, dibutuhkan biaya minimal
untuk perawatan standar, sementara Rp 500 ribu per meter persegi.
untuk menambah pemberian pupuk lain
bagi pohon, tentunya biaya tersebut bisa Masalah klasik terakhir dalam dunia kopi
meningkat. Sedangkan jika dihitung secara nasional adalah terkait pasar. Berdasarkan
kuantitas, dalam satu ton, biaya operasional ekspedisi yang dilakukan tim Republikopi,
yang dikeluarkan oleh petani bisa mencapai ada dua persoalan pertama terkait pasar.
angka Rp 6 juta sampai Rp 7 juta, Pertama adalah sulitnya petani-petani untuk
bergantung pada luas perkebunan mereka. menjual hasil kopi mereka. Umumnya, hal
ini ditemukan pada petani-petani berskala
Bayangkan jika harga ceri kopi dibanderol kecil, yang hasil produksi perkebunan mereka
hanya seharga Rp 6.000 per kilogram,
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 227
TAHAPAN
PENANAMAN KOPI
HINGGA PANEN
1 Pemilihan benih kopi yang Kemudian bibit kopi ditanam di lahan
ingin ditanam sesuai
varietas. Benih kopi 3 yang sudah siap. Salah satunya sudah
ditanam dalam area
khusus di polybag, yang mempunyai pohon pelindung, yang
terhindar dari sinar berfungsi menghindari kopi dari sengatan matahari langsung,
matahari langsung. Bibit menyuburkan unsur hara tanah, hingga memberikan pupuk alami. Untuk pohon berumur satu
pohon kopi sudah bisa tahun, pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan
dipindahkan setelah membuat lubang seluas 30-50 cm dari bawah kanopi kopi. Pemupukan daun juga diberikan dua
muncul dua cabang kali sehari, pagi dan sore.
pohon.
4 Umumnya, pohon kopi robusta mulai 5 Umumnya, musim panen kopi di Indone-
2 Bibit pohon yang sudah berbunga pada usia 2,5-3 tahun, sia biasanya dimulai pada Mei-Juni dan
mempunyai dua cabang sementara arabika pada usia 3-4 berakhir sekitar Agustus-September.
kemudian dipindahkan ke tahun. Setelah usia 5 tahun, pohon Periode panen raya berlangsung 4-5
polybag baru berisi/ormulate kopi akan maksimal menghasilkan bulan dengan frekuensi pemetikan buah
soil. Bibit bisa dipindah ke ceri kopi. Robusta memerlukan kopi bisa setiap 10-14 hari sekali. Ciri-ciri
kebun setelah muncul waktu 8-11 bulan dari mulai kuncup ceri kopi siap panen adalah merah
batang keras. hingga matang. Sedangkan arabika penuh.
memerlukan waktu 6-8 bulan.
228 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Ya mereka macam- belum dikenal luas oleh pasar. Seperti mereka akan berpikir ulang untuk menanam
macam dulunya, ada disinggung di atas, seluruh petani menanam kopi. Mereka mungkin akan berpikir bahwa
kopi tentu untuk memenuhi kebutuhan hidup kerja keras yang dilakukan tidak sebanding
yang berburu juga dan meningkatkan kesejahteraan mereka. dengan keuntungan yang didapatkan.
seperti saya, banyak Akhirnya, bukan tidak mungkin mereka
juga yang pembalak Namun, jika hasil panen tidak terserap, beralih menanam komoditas lain yang
liar, sampai-sampai atau tidak bertemu dengan buyers, pada dianggap menguntungkan, dan mengusur
akhirnya petani-petani dengan terpaksa perkebunan kopi mereka. Efeknya, tentu
hutan rusak. menjual hasil panen secara murah kepada akan berimbas pada total produksi kopi
siapa pun yang datang untuk membeli. nasional yang turun.
Imbasnya, kemungkinan besar bukan
hanya mereka tidak mendapat untung, Masalah kedua terkait pasar yang
melainkan harga jual panen tersebut tidak ditemui adalah jumlah produksi perkebunan
bisa menutupi biaya operasional yang kopi di Indonesia sangat jauh jika
dikeluarkan sejak mereka mulai menanam dibandingkan empat negara besar lainnya.
hingga pohon kopi berbuah. Ambil contoh Vietnam, dalam satu hektare
perkebunan kopi mereka bisa menghasilkan
Dampak untuk jangka panjang, tentu hingga mencapai lebih dari tiga ton.
pertama mereka tidak bisa menyiapkan Sementara di Indonesia, produktivitas
dana operasional besar untuk musim tanam itu masih kurang, dalam satu hektare
dan panen berikutnya, hasilnya kualitas kemungkinan hanya bisa satu ton atau
kopi pun akan menurun. Semakin turunnya paling banyak dua ton kopi berkualitas. Di
kualitas kopi mereka maka akan semakin sulit sini terlihat bahwa penyediaan stok kopi
juga mereka keluar dari ketidaksejahteraan. berkualitas untuk memenuhi pasar menjadi
Dampak kedua, tentunya dengan persoalan, sekaligus tantangan bagi
keuntungan yang kecil dari berkebun kopi,
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 229
petani untuk meningkatkan produksinya. arabika hingga 50 persen. Brasil disebut-
Kemudian, dengan selama ini, promosi kopi- sebut menjadi negara penghasil kopi yang
kopi Indonesia pun terasa masih sangat paling terancam akibat masalah ini.
minim. Hanya kopi-kopi tertentu yang
sudah mempunyai pasar, sementara hasil Seperti diketahui, Brasil saat ini menjadi
perkebunan-perkebunan lain masih belum, produsen sekaligus pengekspor kopi
padahal kualitasnya mungkin sama. terbesar di dunia. Jika produksi kopi di
Brasil terganggu, hal ini akan berefek pada
Berbicara mengenai masalah-masalah suplai kopi dunia. Imbasnya, ketersediaan
klasik perkopian Indonesia, mungkin tidak kopi arabika akan terbatas sehingga
ada habisnya. Namun, kita juga tidak sesuai hukum pasar maka harga kopi pun
boleh mengabaikan masalah-masalah akan mengalami kenaikan. Pada masa
yang diprediksi akan dihadapi oleh dunia mendatang, diprediksi juga jumlah konsumsi
perkopian dalam negeri. Permasalahan kopi dunia akan terus mengalami kenaikan.
yang diprediksi akan ditemui dalam industri
kopi pada masa mendatang adalah terkait Studi yang dilakukan oleh World Coffee
berkurangnya lahan subur untuk menanam Research tentu menjadi kabar yang
kopi akibat perubahan iklim. Berdasarkan mencemaskan bagi seluruh peminum dan
hasil studi dari World Coffee Research penikmat kopi. Namun, berdasarkan hasil
(WCR) yang dipublikasikan pada 2015 lalu, studi itu juga ada kabar yang mungkin
diprediksi pada tahun 2050 akan terjadi ‘menenangkan’ hati industri kopi Tanah
pengurangan lahan subur untuk kopi jenis Air. World Coffee Research memprediksi
lahan-lahan perkebunan kopi di Indonesia
230 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
PROSES PASCAPANEN
UMUM DI INDONESIA
1 Natural (Dry Process) 2 Washed process
Merupakan teknik paling tua dalam proses Biji kopi yang telah dipanen kemudian direndam dalam air, untuk
pascapanen kopi. Caranya, kopi yang telah menyortir kualitasnya. Hanya ceri kopi yang tenggelam dalam air
dipetik ditebarkan dan dijemur langsung di yang diambil, karena dianggap telah matang sempurna, sementa-
bawah sinar matahari. Selama penjemuran, ra yang mengapung dibuang. Selanjutnya, ceri dimasukkan dalam
petani akan membalik-balik ceri kopi agar mesin depulper, untuk mengupas dan memisahkan kulit dan biji
mengering sempurna dan untuk menghindari kopi. Selanjutnya, kopi kembali direndam untuk membersih-an
pembusukan. Melalui prosesini, ceri kopi akan sisa-sisa kulit ari, selama kurang lebih 24 hingga 36 jam.
terfermentasi secara natural, kopi baru diambil Setelah itu, biji baru dijemur. Profil biji kopi melalui proses ini
bijinya setelah kulit ceri mengelupas dengan adalah karakter lebih bersih, ringan, sedikit berasa buah, bodi
sendirinya. Profil rasa biji kopi yang diproses cenderung ringan dan lembut dengan tingkat keasaman (acidity)
secara natural adalah notes buah-buahan, lebih banyak.
tingkat keasaman (acidity) rendah, bodi lebih
tebal, hints rasa yang beragam. 4 Semi-washed (Giling Basah)
3 Honey Process Proses semi-washed melibatkan dua kali proses pengeringan.
Setelah dipetik, kulit terluar ceri kopi dikupas dengan
Ceri kopi yang dipanen dimasukkan ke menggunakan depulper dan dikeringkan sebentar. Jika umumnya
mesin depulped, tetapi hanya kulitnya kelembapan kopi disisakan hingga 11-12 persen ketika proses
yang dibuang. Sebagian daging dan kulit pengeringan, pada proses /emi-washed, kelembapan kopi
ari (mucilage) dibiarkan menempel pada disisakan hingga 30-35 persen sebelum dikupas lagi hingga
biji kopi. Kopi selanjutnya dijemur. Profil bentuknya benar-benar biji green bean. Biji kemudian dijemur
rasa, high sweetness, high body, medium hingga kering. Profil rasa sweetness yang intens, bodi lebih penuh,
acidity. noted rasa lebih beragam dengan tingkat keasaman lebih rendah.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 231
kemungkinan akan terdampak kecil. World petani lokal di Desa Tawardi, Aceh Tengah, Ada peluang
Coffee Research bahkan memprediksi dalam mengantisipasi perubahan iklim. Salah besar yang bisa
Indonesia termasuk dalam negara yang satunya adalah dengan menanam pohon- dimanfaatkan dari
paling cocok untuk ditanami kopi dalam 35 pohon yang bisa ‘mendeteksi’ perubahan kopi pada masa
tahun ke depan. iklim di antara pohon-pohon kopi, salah
satunya pohon duren (durian). Petani-petani depan, tetapi
“Daerah di sekitar khatulistiwa dengan tersebut selalu berdoa agar jangan sampai sebaiknya tidak
suhu konstan musiman, termasuk banyak pohon duren yang ditanam di kebun kopi terlena dengan
bagian Kolombia, Etiopia, Kenya, dan berbuah. Sebab jika berbuah, artinya suhu di
Indonesia akan paling sedikit terpengaruh sekitar perkebunan kopi sudah tak lagi ideal mengabaikan
oleh perubahan iklim. Kira-kira 60 persen untuk menanam kopi. Artinya, perlu ada pelestarian alam.
area dengan iklim ini tidak akan berubah replanting lagi pohon-pohon kopi dengan
pada tahun 2050, ini menjadi kabar varietas yang bisa bertahan dengan iklim
baik bagi industri kopi specialty, yang tersebut.
mengandalkan kopi kualitas tertinggi di
kawasan ini,” tulis laporan WCR. Selain harus mulai semakin serius
menjaga agar alam tidak rusak, untuk
Studi yang dilakukan World Coffee menghadapi masalah perubahan iklim, juga
Research ini bisa dijadikan ‘alarm’ bagi diperlukan riset yang lebih mendalam untuk
pelaku industri kopi di Tanah Air. Ada peluang bisa menemukan varietas baru yang bisa
besar yang bisa dimanfaatkan dari kopi ideal ditanam pada masa depan. Tentunya
pada masa depan, tetapi sebaiknya tidak semua hal ini tidak bisa dilakukan oleh petani
terlena dengan mengabaikan pelestarian kopi saja, tetapi dibutuhkan juga bantuan
alam. Bagaimanapun dampak perubahan dan peran dari pihak luar, termasuk para
iklim akibat kerusakan alam harus dicegah penikmat dan peminum kopi.
sejak dini. Kami teringat salah satu cara
232 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Perubahan- Selalu Ada Peluang di Kopi
perubahan ini
menunjukkan satu Dalam 10 tahun terakhir, kopi menjadi
hal bahwa selalu ada tren dan gaya hidup di masyarakat Indone
peluang di industri sia. Menyeruput segelas kopi tidak lagi
hanya memenuhi asupan kafein, tetapi
kopi. juga dimensinya semakin luas bahkan
menjadi ‘ritual’ bagi banyak orang.
Indonesia sekarang bukan hanya menjadi
salah satu negara pengekspor kopi
terbesar, melainkan juga menjadi negara
pengonsumsi kopi terbanyak nomor dua
di dunia. Perubahan signifikan tersebut
sangat terasa di sektor hilir industri kopi.
Pertumbuhan kedai-kedai kopi bak jamur
pada musim hujan, belum lagi kini banyak
orang yang telah melengkapi peralatan
seduh sendiri di rumah masing-masing atau
yang biasa dikenal dengan home brewer.
Perubahan-perubahan ini menunjukkan
satu hal bahwa selalu ada peluang di
industri kopi.
Banyak celah yang bisa dimanfaatkan
oleh masyarakat dalam industri kopi, untuk
bisa meningkatkan kesejahteraan. Bahkan,
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 233
banyak orang yang mengatakan industri Banyak orang yang
kopi merupakan bisnis yang tahan banting. mengatakan industri
Di sektor hulu atau perkebunan misalkan,
pohon kopi sejatinya adalah tanaman kopi merupakan
jangka panjang bagi petani. Artinya, petani bisnis yang tahan
bisa mendapatkan manfaat dari pohon kopi
bukan hanya dalam bilangan hari, minggu, banting.
apalagi bulan, melainkan tahunan. Bagi
petani-petani yang ‘kurang punya modal’,
menanam kopi ibarat menabung.
Mereka bisa menanam pohon kopi
sambil menanam sayur-mayur sehingga
bisa mendapatkan keuntungan cepat
dan keuntungan jangka panjang. Di
sektor tengah, masyarakat bisa menjadi
pengepul hasil-hasil kopi dari petani
untuk mendapatkan keuntungan dari
penjualan. Tak jarang, middle man ini
bisa mendapatkan keuntungan yang
lebih besar dibandingkan petani, asalkan
mereka menguasai dengan benar teknik
pascapanen hingga penyimpanan kopi
yang baik.
Sementara di hilir, banyak peluang
234 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
yang bisa dimanfaatkan untuk mendapat
keuntungan dari industri kopi. Masyarakat
bisa menjadi menjalankan usaha roastery
house, kedai-kedai kopi, bean seller, hingga
produk olahan kopi lainnya. Terlebih saat ini
sudah banyak perusahaan, baik itu BUMN
maupun swasta yang menjalankan program
coporate social responsibility (CSR) yang
fokus pada industri pertanian, mulai dari
membantu petani, pemasaran, hingga usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal
tersebut membuat pilihan menjadikan kopi
sebagai harapan bagi masa depan menjadi
lebih baik. Salah satu contoh dari mereka
yang memanfaatkan banyaknya peluang di
industri kopi adalah Highland Roastery yang
berada di Kota Jayapura, Papua.
Papua merupakan salah satu sentra
penghasil kopi terbaik di Indonesia.
Umumnya, pohon kopi di sini ditanam pada
ketinggian 1.500 mdpl. Yang unik, hampir
seluruh petani di Papua menanam kopi
secara organik. Hal ini tentu saja membuat
mutu dan rasa kopi papua semakin nikmat.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 235
Kopi papua mempunyai karakter rasa banyak yang terbatas pada cara yang Proses pascapanen,
yang lebih manis, ringan, dengan bodi diajarkan dari zaman Belanda dulu, pengetahuan petani
yang medium dan tingkat keasaman yang yakni wash. Itu pun prosesnya belum masih banyak yang
rendah. Menyadari potensi besar kopi asal sesuai dengan standar. Kemudian tempat terbatas pada cara
wilayahnya, Yafeth Wetifo, pemilik dari penyimpanan, karena kopi ini sifatnya yang diajarkan dari
Highland Roastery, mulai berusaha di indutri menyerap kondisi sekitar. Jadi, banyak
kopi sejak tahun 2014. yang disimpan secara sembarangan zaman Belanda
dan memengaruhi rasa kopi,” katanya dulu, yakni wash.
“Awalnya saya menjual green bean. menjelaskan. Itu pun prosesnya
Bahan-bahan itu saya dapat dari kebun- belum sesuai dengan
kebun kopi di kampung saya di Distrik Tama, Yafeth melanjutkan, ketidakkonsistenan
Yahukimo, serta dari Wamena,” ujarnya rasa tersebut yang membuat harga kopi asal standar.
saat berbincang dengan tim ekspedisi Papua mahal di pasaran. Sebab, sulit untuk
Republikopi. mengontrol jika panen sedang banyak. Dia
mengatakan, untuk mengubah kebiasaan
Yafeth mengungkapkan, saat itu dirinya menanam petani-petani kopi di Papua
melihat banyak hasil kopi dari petani yang memang tidak mudah. Terlebih perkebunan-
kurang terserap oleh pasar. Menurut dia, ada perkebunan di sini tidak seperti yang ada di
beberapa masalah yang menjadi pen yeb ab. Jawa atau Sumatra.
Pertama, kurangnya edukasi petan i dalam
proses pascapanen. Kedua, kurangnya alat- “Kalau di sinikan tidak seperti di Jawa,
alat produksi yang dimiliki petani, dan yang yang satu perkebunan dibuka luas. Di sini
ketiga, terkait masalah tempat penyimpanan tersebar, berdasarkan klan-klan atau milik
kopi yang telah diolah. suku-suku, jadi kontrol dan edukasinya
pun sulit. Kami masuknya perlahan-lahan,
“Sebagai contoh dalam proses sampai tahun kemarin lakukan FGD, edukasi
pascapanen, pengetahuan petani masih